Konsep Ekologi Hewan Ekologi berasal dari bahasa Yunani; Oikos = rumah , Logos = ilmu.

Beberapa ahli ekologi mendefinisikan Ekologi sebagai berikut: 1. Odum (1963), Ekologi diartikan sebagai totalitas atau pola hubungan antara makhluk dengan lingkungannya. 2. Kendeigh (1980), Ekologi sebagai kajian tentang hewan dan tumbuhan dalam hubungannya antara satu makhluk dengan makhluk hidup yang lain dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 3. Krebs (1972), Ekologi, merupakan ilmu yang mempelajari interaksi-interaksi yang menentukan sebaran/agihan (distribusi) dan kelimpahan organisme-organisme. Secara umum Ekologi sebagai salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi atau hubungan pengaruh mempengaruhi dan saling ketergantungan antara organisme dengan lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan makhluk hidup itu. Lingkungan tersebut artinya segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup yaitu lingkungan biotik maupun abiotik. Hal-hal yang dihadapi dalam ekologi sebagai suatu ilmu adalah organisme, kehadirannya dan tingkat kelimpahannya di suatu tempat serta faktor-faktor dan prosesproses penyebabnya. Dengan demikian, definisi-definisi tersebut jika dihubungkan dengan ekologi hewan dapat disimpulkan bahwa Ekologi Hewan adalah suatu cabang biologi yang khusus mempelajari interaksi-interaksi antara hewan dengan lingkungan biotic dan abiotik secara langsung maupun tidak langsung meliputi sebaran (distribusi) maupun tingkat kelimpahan hewan tersebut. 1.2. Sasaran dan Ruang Lingkup Ekologi Hewan Sasaran utama ekologi hewan adalah pemahaman mengenai aspek-aspek dasar yang melandasi kinerja hewan-hewan sebagai individu, populasi, komunitas dan ekosistem yang ditempatinya, meliputi pengenalan pola proses interaksi serta faktor-faktor penting yang menyebabkan keberhasilan maupun ketidakberhasilan organisme-organisme dan ekosistem-ekosistem itu dalam mempertahankan keberadaannya. Berbagai faktor dan proses ini merupakan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun permodelan, peramalan dan penerapannya bagi kepentingan manusia, seperti; habitat, distribusi dan kelimpahannya, makanannya, perilaku (behavior) dan lain-lain. Setelah mempelajari dan memahami hal-hal tersebut, maka pengetahuan ini dapat kita manfaatkan untuk misalnya, memprediksi kelimpahannya dan menganalisis keadaannya serta peranannya dalam ekosistem, menjaga kelestariannya serta kegiatan lainnya yang menyangkut keberadaan hewan tersebut. Sebagai contoh, kita mempelajari

salah satu jenis hewan mulai dari habitatnya di alam, distribusi dan kelimpahannya, makanannya, prilakunya, dan lain-lain. Setelah semua dipahami dengan pengamatan dan penelitian yang cermat dan teliti, maka pengetahuan itu dapat kita manfaatkan misalnya dalam menjaga kelestariannya di alam dengan menjaga keutuhan lingkungan, habitat alaminya,memprediksi kelimpahan populasinya kelak, menganalisis perannya dalam ekosistem, membudidayakannya serta kegiatan lainnya dengan mengoptimalkan kondisi lingkungannya menyerupai habitat aslinya. Adapun ruang lingkup ekologi hewan dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu; Synekologidan Autekologi. Synekologi adalah materi bahasan dalam kajian atau penelitiannya ialah komunitas dengan berbagai interaksi antar populasi yang terjadi dalam komunitas tersebut. Contohnya; mempelajari atau meneliti tentang distribusi dan kelimpahan jenis ikan tertentu di daerah pasang surut. Autekologi adalah kajian atau penelitian tentang species, yaitu mengenai aspek-aspek ekologi dari individu-individu atau populasi suatu species hewan. Contohnya adalah meneliti atau mempelajari tentang seluk beluk kehidupan lalat buah (Drosophila sp.), mulai dari habitat, makanan, fekunditas, reproduksi, perilaku, respond an lain-lain. Menurut Ibkar-Kramadibrata (1992) dan Sucipta (1993), secara garis besar pokok bahasan dalam ekologi hewan mencakup –hal berikut ini; 1. Masalah distribusi dan kelimpahan populasi hewan secara local dan regional, mulai tingkat relung ekologi, microhabitat dan habitat, komunitas sampai biogeografi atau penyebaran hewan di muka bumi. 2. Masalah pengaturan fisiologis, respon serta adaptasi structural maupun perilaku terhadap perubahan lingkungan. 3. Perilaku dan aktivitas hewan dalam habitatnya. 4. Perubahan-perubahan secara berkala (harian, musiman, tahunan dsb) dari kehadiran, aktivitas dan kelimpahan populasi hewan. 5. Dinamika pop[ulasi dan komunitas serta pola interaksi-interaksi hewan dalam populasi dan komunitas. 6. Pemisahan-pemisahan relung ekologi, species dan ekologi evolusioner. 7. Masalah produktivitas sekunder dan ekoenergetika. 8. Ekologi sistem dan permodelan. Dengan demikian ruang lingkup Ekologi Hewan meliputi obyek kajian individu/organisme, populasi, komunitas sampai ekosistem tentang distribusi dan kelimpahan, adaptasi dan perilaku, habitat dan relung, produktivitas sekunder, sistem dan permodelan ekologi.

1.3. Peranan Ekologi Bagi Manusia Manusia adalah organisme heterotrof di bumi. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju menyebabkan manusia mengeksplorasi, mengolah dan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga dengan mudah mengubah kondisi lingkungannya sesuai keinginannya. Dengan keberhasilannya ini dengan mudah menyebabkan laju peningkatan populasi manusia yang relative tinggi (2%) pertahun. Makin meningkatnya pemanfaatan sumberdaya yang diperlukan manusia telah menyebabkan makin menciutnya luas lingkungan alami dan makin bertambahnya lingkungan buatan. Akibat kegiatan manusia tersebut adalah pencemaran lingkungan oleh limbah buangan industri, kelangkan dan kepunahan species berbagaim organisme, terjadinya perubahan pola cuaca maupun iklim, semakin lebarnya lubang ozon, timbulnya berbagai jenis penyakit yang berbahaya dan lain-lain. Manusia kini dihadapkan pada 2 tantangan, yaitu; 1) menjaga kelestarian ketersediaan sumberdaya, 2) memelihara kondisi lingkungannya. Menghadapi kedua tantangan tersebut, ekologi sangat berperan, misalnya penelitian-penelitian yang menghasilkan pemahaman mengenai berbagai aspek ekologi dari suatu populasi, komunitas ataupun ekosistem sehingga faktor-faktor penting dapat diketahui dengan tepat serta menghasilkan peramalan yang lebih akkurat. Hal ini dapat mendukung upaya-upaya yang akan dilakukan manusia, karena adanya acuan yang lebih baik untuk mencegah terjadinya perubahan-perubahan maupun kerusakan yang dapat merugikan kondisi lingkungan serta menjaga kesinambungan ketersediaan sumberdaya agar lestari dan pemanfaatannya dapat berkelanjutan. Ekologi hewan bagi manusia cukup penting artinya dalam memberi nilai-nilai terapan dalam kehidupan manusia. Manfaat tersebut terutama menyangkut masalahmasalah pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kesehatan, serta pengolahan dan konservasi satwa liar.Kisaran toleransi dan faktor-faktor pembatas telah banyak diterapkan dalam bidang-bidang tersebut. Konsep-konsep tersebut juga telah melandasi penanganan berbagai masalah seperti pengendalian hama dan penyakit, penggunaan berbagai species hewan tertentu sebagai indicator menunjukkan terjadinya perubahan kondisi lingkungan, hubungan predator mangsa dan parasitoid – inang, vector penyebar penyakit, pengelolaan dan upaya-upaya konservasi satwa liar yang bersifat insitu (pemeliharaan di habitat aslinya) maupun exsitu ( pemeliharaan di lingkungan buatan yang menyerupai habitat aslinya) dan lain-lain. Banyak masalah-masalah yang

terpecahkan dengan mempelajari ekologi hewan yang senantiasa berlandaskan pada konsep efisiensi ekologi. 1.4. Permodelan dalam Ekologi Permodelan ekologi disusun dalam menghadapi berbagai kondisi alam atau lingkungan yang terus menerus berubah atau dinamis. Dalam hal ini manusia dituntut dapat membuat penjelasan terhadap fenomena-fenomena alam untuk memperoleh manfaat bagi kepentingan hidupnya maupun meramalkan kejadian yang mungkin akan terjadi guna menghindari efek buruknya bagi manusia.Untuk dapat memenuhi tuntutan tersebut diperlukan acuan dan peramalan yang lebih baik dan tepat. Hasil studi tersebut dibuat dalam bentuk permodelan ekologi. Penyusunannya didukung oleh hasil-hasil penelitian ekologi yang memberikan informasi kuantitatif dan pengelolaan datanya banyak dibantu oleh teknik-teknik computer. Model Ekologi pada dasarnya adalah suatu formulasi matematik sebagai bentuk penerjemahan fenomena ekologi yang sebenarnya dan telah disederhanakan. Jumlah variable dalam suatu model lebih rendah dari yang sebenarnya, karena yang ditampilkan hanya faktor-faktor dan proses kuncinya saja, yaitu yang paling penting serta paling menentukan. Informasi ini didapatkan dari hasil sejumlah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif maupunh eksperimental di lapangan maupun di laboratorium. Permodelan ekologi pada dasarnya adalah suatu formulasi matematik sebagai bentuk penerjemahan fenomena ekologp yang sebenarnya dan telah disempurnakan. 1.5. Pendekatan dalam Ekologi Hewan Pendekatan dalam ekologi dapat secara laboratories, lapangan dan matematik. Dalam ekologi hewan salah satu kendala yang sulit adalah pengukuran, metode dan teknik pengamatan. Hal ini disebabkan oleh sifat hewan yang senantiasa bergerak dan berpindah-pindah baik secara liar maupun jinak. Misalnya menyangkut penentuan kelimpahan dan perilaku hewan yang diteliti, ukuran tubuh mulai dari milimikron sampai yang besar dan tinggi, stadia perkembangan, kecepatan dan daya gerak yang berbedabeda, lingkungan yang ditempati juga berbeda-beda seperti; habitat daratan, perairan tawar ataupun laut serta keunikan dan kespecifikan perilaku hidupnya termasuk aktivitasnya dalam sehari. Metode dan teknik penelitian bukan saja ditentukan oleh hal-hal tersebut di atas, tetapi hal lain yang sangat penting adalah tujuan, sasaran dan manfaat dari penelitian itu. Penelitian ekologi hewan yang bersifat deskriptif ataupun eksperimental dengan data kuantitatif memerlukan desain (rancangan), prosedur kerja serta pengolahan data secara statistic.

Perbedaan antar ekosistem hanya pada unsur-unsur penyusun masing-masing komponen tersebut. air maupun udara ) dan sebuah kelompok kultur ( ekonomi. Ekologi merupakan cabang dari ilmu biologi yang memiliki ruang lingkup meliputi populasi. komunitas. misalnya dibuat sangat berbeda dalam satu atau lebih faktor lingkungan dibandingkan dengan kondisi lingkungan alami atau dibuat sedemikian rupa yang sangat mirip dengan kondisi lingkungan alami Konsep Ekologi dan Manusia dalam Pengelolaan Lingkungan Konsep Ekologi dan Manusia dalam Pengelolaan Lingkungan Oleh Agung Wicaksono. perangkat eksperimen (perlakuan) dan control. dan mampu menangkal setiap gangguan terhadapnya. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar yang menyangkut proses interaksi organisme hidup dengan lingkungan mereka. Setiap ekosistem memiliki enam komponen yaitu produsen. Pada umumnya penelitian eksperimen dilakukan di dalam laboratorium yang kondisinya sangat berbeda dengan kondisi di lingkungan alami atau kondisi habitat alami yang ditempati hewan yang diteliti. ekosistem dan biosfer. budaya. siklus materi. Proses-proses dalam ekosistem meliputi aliran energi. tanah. pola keanekaragaman. dan kisaran iklim. Setiap ekosistem nampu mengendalikan dirinya sendiri. udara ). Kemampuan ini disebut homeostasis. Tetapi kemampuan ini ada batasnya. Sebagian produsen berasal dari tumbuhan hijau. Sebuah ekosistem manusia atau lingkungan manusia terdiri dari unsur abiotik ( air. Bilamana batas kemampuan tersebut dilampaui. Kondisi lingkungan dalam suatu penelitian laboratorium merupakan kondisi yang dapat dikendalikan oleh peneliti. Agar kehidupan dalam suatu lingkungan dapat berjalan dengan baik maka diperlukan peran manusia yang cerdas . Perangkat control merupakan suatu perangkat obyek yang diamati dan kondisinya serupa benar dengan perangkat eksperimen. Masingmasing komponen ekosistem mempunyai peranan dan mereka saling terkait dalam melaksanakan proses-proses dalam ekosistem. pada dasarnya melibatkan 2 komponen atau perangkat obyek yang diteliti. bahan organik. Yang terpenting dari keenam unsur tersebut adalah adanya sebuah atau sekelompok produsen. mikrokonsumen. kecuali ada hal-hal tertentu merupakan faktor atau proses yang diteliti atau yang diberikan sebagai perlakuan. rantai makanan. yakni. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu bentuk gangguan ekosistem akibat terlampauinya kemampuan homeostasis. kesehatan masyarakat atau kelompok manusia). makrokonsumen. Ekologi berasal dari kata dalam bahasa yunani yaitu oikos dan logos. ekosistem akan mengalami gangguan.Penelitian eksperimen. bahan anorganik. dan pengendalian. biotik ( flora dan fauna baik darat. perkembangan.

atau sarana teknis yang terbaik. air maupun udara. Maka agar masyarakat dapat menjaga lingkungannya dengan baik diperlukan asas-asas dalam pengelolaan lingkungan antara lain : 1. perusakan tata ruang.73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang cukup serius. Semakin sering suatu negara yang terkena bencana lingkungan seperti di Indonesia maka akan semakin lambat pula pembangunan pada negara itu. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003. baik pembangunan mikro maupun makro. Dengan SDA yang baik maka hal tersebut dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan taraf ekonomi dan sumber devisa dalam modal pembangunan. krisis air dalam lingkungan. semakin terkurasnya SDA baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui serta masih banyak bencana-bencana lingkungan lainnya. Namun terkadang masyarakat Indonesia melupakan bahwa SDA yang tersedia di lingkungannya memiliki batas dalam kuantitas maupun kualitas sehingga apabila dimanfaatkan secara terus menerus tanpa dilestarikan maka akan rusak atau bahkan punah. 3. Seandainya hal itu terjadi maka akan mengakibatkan krisis pangan. prinsip pencemar membayar ( polluter pays principle ). Hutan merupakan SDA terbesar dan terbaik yang ada Indonesia serta berfungsi dalam mengurangi pencemaran udara. Bukan hanya permasalahan SDA yang terjadi di Indonesia namun juga permasalahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh kemajuan industri dan transportasi yang tidak diimbangi dengan usaha pencegahan polusi lingkungan dan penerapan sistem teknologi ramah lingkungan. prinsip cegat tangkal ( stand still principle ). .dan bertanggung jawab dalam mengelola lingkungannya. 4. asas penanggulangan pada sumbernya (abattement at the source). Sebuah komunitas manusia atau biasa disebut masyarakat berkewajiban menjaga lingkungannya agar kualitas taraf kehidupan masyarakat tersebut terus meningkat sebab lingkungan yang dijaga dengan baik dapat menghasilkan sumber daya yang baik dan dapat mengurangi pencemaran. koversi hutan yang tidak terkendali. Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan SDA di dunia. Jumlah penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat hal ini mengakibatkan kebutuhan hidup masyarakat semakin meningkat sementara jumlah SDA yang tersedia semakin hari semakin habis dan terbatas dalam memanfaatkannya. 5. Namun sekarang keadaan hutan di Indonesia semakin memprihatinkan Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun 2000 terdapat 101. prinsip perbedaan regional. asas penerapan sarana praktis yang terbaik. bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir dan longsor. Jika masyarakat dan pemerintah tidak mampu melaksanakan asas – asas tersebut dalam jangka waktu yang cukup panjang maka lingkungan akan mudah mengakibatkan bencana lingkungan terbesar seperti pencemaran lingkungan baik di darat. krisis energi. 2. penyempitan lahan pertanian.

ensiklopedia bebas Ekosistem padang rumput adalah contoh ekosistem terestrial Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Maka dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menguasai IPTEK dan memiliki daya pikir yang baik dalam mengolah SDA yang telah kita dapatkan serta tidak lupa dalam melestarikannya kembali agar persediaan tetap terjaga. apabila kita menjualnya dalam bentuk getah karet saja maka harganya tentu jauh lebih murah dibanding kita menjual dalam bentuk produk ban. Tanpa inovasi dan IPTEK yang baik maka nilai tambah yang terkandung pada suatu SDA tidak akan dapat dimanfaatkan.[1] Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. pakaian atau bahkan suatu alat kesehatan. Lalu bagaimana agar masyarakat dapat menguasai IPTEK dalam mengelola SDA? Hal ini kita perlu sadari bahwa pendidikan dan pengetahuan adalah kunci utama dalam kemajuan pembangunan suatu bangsa. Daftar Pustaka Ekosistem Dari Wikipedia bahasa Indonesia.Suatu negara dengan sistem kemajuan teknologi yang baik dan didukung oleh jumlah SDA yang melimpah maka dapat dipastikan negara tersebut akan mengalami pembangunan yang cukup pesat. Semakin tinggi taraf pendidikan suatu masyarakat dalam suatu negara maka akan semakin baik kemajuan pembangunan dan taraf kualitas serta kuantitas lingkungan masyarakat tersebut.[1] . SDA yang diolah semakin baik maka akan memiliki daya saing dan harga lebih tinggi seperti contohnya getah karet.

mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.2 Antar komponen biotik dan abiotik 3.[2] Kehadiran.[3]Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu. yaitu bambu.[1] Berbeda dengan makhluk hidup yang lain.[2] Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik.[1]Dengan demikian. bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". yaitu: "organisme.1 Akuatik (air) 3. inilah yang disebut dengan hukum toleransi.1 Antar komponen biotik 2.[2] Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya. panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir.2 Biotik 1.3 Buatan  2 Ketergantungan o o  3 Tipe-tipe Ekosistem o o o . kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut.3 Heterotrof / Konsumen 1. organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem.1 Abiotik 1. sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.[2] Daftar isi [sembunyikan]  1 Komponen pembentuk o o o o 1.[1] Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.4 Pengurai / dekomposer 2.[1] Dalam ekosistem. namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.[2] Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia.2 Terestrial (darat) 3. khususnya mikroorganisme.

Iklim. makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam. Garam. regional dan lokal. atau lingkungan tempat hidup. dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.[2] Komponen abiotik dapat berupa bahan organik. intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). 5.  4 Lihat Pula 5 Referensi [sunting]Komponen pembentuk Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah: [sunting]Abiotik Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihunikomunitas tertentu. 3. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air. Berdasarkan peran dan fungsinya. Di gurun. [sunting]Biotik Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. 4. pH. senyawa anorganik. Proses biologi dipengaruhi suhu. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi. Iklim makro meliputi iklim global. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area.[4] Komponen heterotrof disebut juga . Cahaya matahari. 2. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik. dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme. yaitu[2]: 1. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. yaitu: [sunting]Heterotrof / Konsumen Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari.[4] Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Suhu. 6. Tanah dan batu.

dan mikroba.[4] [sunting]Pengurai / dekomposer Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air. plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai.konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. contohnya adalah kutu kayu. yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik. batu.[4] Tipe dekomposisi ada tiga. jamur. pada suatu ekosistem akuarium.[1] Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen.[4] Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur[4]. fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. mineral dan oksigen yang terlarut dalam air. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan 3. anaerobik : oksigen tidak terlibat. aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan 2. pasir. Misalnya. hewan.[4] Yang tergolong heterotrof adalah manusia. tumbuhan air sebagai komponen autotrof.[4] Ada pula pengurai yang disebut detritivor.[4] [sunting]Ketergantungan Rantai makanan .[4] Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. yaitu[2]: 1.

[5] . Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua.[2] 2. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya. Jaring.Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik[2]. siklus karbon 2.jaring makanan. yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. terdiri atas hewan-hewan karnivora. yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. sebagian energi akan hilang.[2] [sunting]Tipe-tipe Ekosistem Secara umum ada tiga tipe ekosistem. terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Rantai makanan. [sunting]Antar komponen biotik dan abiotik Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi. yaitu ekositem air. dan ekosistem buatan. ekosisten darat. [sunting]Antar komponen biotik Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui[2]: 1. siklus air 3. manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga. siklus sulfur Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat. seperti[2]: 1.[2] Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. siklus nitrogen 4.

kerang.[5]  Ekosistem sungai. Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CImencapai 55% terutama di daerah laut tropik. sedangkan lainnya tumbuhan biji. penetrasi cahaya kurang. karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan .[5] Di daerah tropik. sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin. Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin.[5] Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok. kepiting.[5] Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing. ganggang. Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. dan fitoplankton.[5] Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.[5]  Ekosistem pantai. suhu laut sekitar 25 °C.[5] Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.[sunting]Akuatik (air) Ekosistem sungai  Ekosistem air tawar.[5] Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam. dan ikan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air[5].[5] Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.[5]  Ekosistem air laut. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi[1].[5]  Ekosistem estuari.

gurame. Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. menjadi mangsa bagi gurita.[6] [sunting]Terestrial (darat) Ekosistem hutan hujan tropis memiliki produktivitas tinggi. mikro organisme.[5] Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing.[4]Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih. kura-kura.[4]Berbagai invertebrata.[1]  Ekosistem laut dalam. buaya. Kedalamannya lebih dari 6.000 m. dan ikan karnivora. berbuah dan menghasilkan biji.garis lintang. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat-zat hara.[6] Sebagai sumber daya hayati. hidup di antara karang dan ganggang. Tumbuh-tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. . mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. lamun berbunga. ikan.[6] Seperti halnya rumput di darat.[4] Herbivora seperti siput.[4] Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.[6] Berbeda dengan tumbuh-tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut). dan ikan.[4]  Ekosistem lamun.[5]  Ekosistem terumbu karang.[1] Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. bintang laut.[1] Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. landak laut. ular.[4] Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Lamun atau seagrass adalah satu-satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut[6]. lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. dan lumba-lumba.

burung. cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).Ekosistem taiga merupakan hutan pinus dengan ciri iklim musim dingin yang panjang.[2] Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan.[5] Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro.[5] Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. badak. Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun.[5]  Sabana. Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik.[2] Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu.[5] Tinggi pohon utama antara 20-40 m.[5] Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. kera. harimau.[2]  Hutan hujan tropis.[2] Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan sepertipetir. Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. atau aktivitas manusia. dan burung hantu. babi hutan. Ekosistem tundra didominasi oleh vegetasi perdu. jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme. kebakaran. variasi suhu dan kelembapan tinggi. suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.[5] Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas.[5] Hewannya antara lain. yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit.[5] Spesies pepohonan relatif banyak.[6] Sabana yang terluas di dunia .

atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.[5] Biasanya taiga merupakan hutanyang tersusun atas satu spesies seperti konifer.[6]  Hutan gugur. . tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.[6] Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil[6].[5] Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. namun di Australia juga terdapat sabana yang luas.[4]  Taiga Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.[4] Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.terdapat di Afrika. dan rakun (sebangsa luwak). dan hyena. beruang. singa. hujan turun tidak teratur. dan drainase (aliran air) cepat. dan sejenisnya.[1]  Padang rumput. tumbuhan biji semusim. kadal. anjing liar. Selain itu.beruang hitam. pinus. bajing. porositas (peresapan air) tinggi. Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki emapt musim. ajag. dan beberapa hewan nokturnal lain. zebra.[5]  Karst (batu gamping /gua).[5] Pada umumnya. kangguru.[4] Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa.[5]  Tundra Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur. katak. serangga. singa. liken.[6] Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).[6] Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamaliaseperti zebra.[4] Hewannya antara lain: bison. gajah. ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. rubah. di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus.[6] Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia.[4]  Gurun. kalajengking.[5] Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. dan rumput alang-alang. Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. tikus dan ular. sedangkan hewannya antara lain moose. semut.[4] Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. serigala. ular. burung pelatuk.[5] Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum.[6]Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.[4] Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun. tumbuhan perdu. jerapah. Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.

dan memiliki keanekaragaman rendah. serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas. tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia. dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.[6] [sunting]Buatan Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.[5] Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar. mudah longsor.[1] Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. tanahnya kurang subur untuk pertanian. .Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia.[1] Contoh ekosistem buatan adalah[5]:        bendungan hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus agroekosistem berupa sawah tadah hujan sawah irigasi perkebunan sawit ekosistem pemukiman seperti kota dan desa ekosistem ruang angkasa.[2] Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar. sensitif terhadap erosi.[6] Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri.[1] Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak.[1] Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. bersifat rentan dengan poripori aerasi yang rendah.[6] Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu.[2] Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar.

jamur. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya). Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. 2. Selain itu. air. Komponen heterotrof (Heteros = berbeda. trophikos = makanan). dan mikroba. Macam-macam Ekosistem Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. a. Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Komponen autotrof (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan). Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan.1. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. yaitu sebagai berikut. contohnya tumbuh-tumbuhan hijau. d. a. katak. sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Bahan tak hidup (abiotik) Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah. Pengurai (dekomposer) Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Bioma gurun Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. dan kalajengking. Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Yang tergolong heterotrof adalah manusia. sinar matahari. suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut. Ciri-cirinya . atau lingkungan tempat hidup. kadal. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia. hewan. 1. b. ular. Bioma padang rumput Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. udara. di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. 2. Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi. c. Susunan Ekosistem Dilihat dari susunan dan fungsinya. Ekosistem darat Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.

Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum. zebra. curah hujan 200-225 cm per tahun. sedangkan lainnya tumbuhan biji. dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur. kaktus. dan gugur). Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut. badak. beruang hitam. burung. Hewannya antara lain moose. Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin. dap sejenisnya. rubah. Bioma tundra Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. 5. singa. tumbuhan biji semusim. Ciri-cirinya adalah. gajah. Hewannya antara lain rusa.adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. tumbuhan kayu yang pendek. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Tinggi pohon utama antara 20-40 m. Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. 6.Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. tikus dan ular 3. tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. dan rumput. dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam. liken. serangga. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. bajing. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Bioma taiga Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. panas. rusa kutub. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar. semuanya berdarah panas. cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). burung pelatuk. babi hutan. Ciricirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan . semi. Bioma Hutan Basah Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. kangguru. harimau. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. kera. jerapah. 4. Adaptasi tumbuhan Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Hewannya antara lain. penetrasi cahaya kurang. contohnya muscox. pinus. serigala. dan anggrek sebagai epifit. ajag. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal. beruang. dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Hewannya antara lain: bison. jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. dan rakoon (sebangsa luwak). Ekosistem Air Tawar Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok. suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer. Pada umumnya. Bioma hutan gugur Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang. anjing liar. dan burung hantu. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas. Species pepohonan relatif banyak. yaitu liana (rotan). beruang kutub. b.

Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Plankton. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas. Berdasarkan kebiasaan hidup. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup. organisme dibedakan sebagai berikut. Bentos. d. termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. misalnya cacing dan remis. dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme. dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi. misalnya ikan. e. 1. organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan). a. insang. mempunyai akar jangkar (akar sulur). 2. hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air. Neuston. tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis. Danau Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. seperti teratai (Nymphaea gigantea). parasit. dan fagotrof (makrokonsumen). Adaptasi hewan Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain. misalnya serangga air. hewan yang aktif berenang dalam air. b. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Gbr. 1. misalnya keong. biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air. Di danau juga terdapat daerah . Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air. terdiri alas fitoplankton dan zooplankton. Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir.berhenti sendiri. Berdasarkan aliran energi. Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Nekton. Perifiton. misalnya ikan. c. yaitu karnivora predator. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa. Berbagai Organisme Air Tawar Berdasarkan Cara Hidupnya Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Tumbuhan tingkat tinggi. dan pencernaan. Lihat Gambar.

Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udangudangan kecil memangsa fitoplankton. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. b. Daerah bentik Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. itik dan angsa. serangga. Cahaya matahari menembus dengan optimal. berbagai siput dan remis. ikan. Daerah profundal Daerah ini merupakan daerah yang dalam.Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. amfibi. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton. kura-kura. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar. yaitu daerah afotik danau. c. dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom). termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Zooplankton dimakan oleh ikanikan kecil. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. kemudian ikan besar dimangsa ular. Daerah limnetik Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar. reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular. . Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba. dan burung pemakan ikan. a) Daerah litoral Daerah ini merupakan daerah dangkal. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. d. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut. krustacea.

Gbr. Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Danau Eutropik Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan. 2. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming. airnya jernih sekali. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. dan oksigen terdapat di daerah profundal. b. dihuni oleh sedikit organisme. . Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau. dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun. karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya. misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh. sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut. Danau Oligotropik Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan. terdapat bermacam-macam organisme. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Sungai Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. yaitu sebagai berikut : a. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Empat Daerah Utama Pada Danau Air Tawar Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya.

Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal. anak sungai. b. dan terumbu karang. suhu laut sekitar 25°C. Menurut kedalamannya. 1. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2. ekosistem air laut dibagi sebagai berikut. pantai. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya. d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1. sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. 2. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m d. Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m. estuari. berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. dan hilir. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar.500-10. Ekosistem air laut Ekosistem air laut dibedakan atas lautan. c. dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.000 m). suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur.000m. tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Di daerah dingin.500 m. karena akan terbawa arus. Hewannya misalnya ikan hiu. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal. a. c. Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air. karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin. 1. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita. Di daerah tropik. laut dibedakan sebagai berikut. b. c.Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalam an 200-1000 m. Laut Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CImencapai 55% terutama di daerah laut tropik. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Sinar . Khusus sungai di daerah tropis. a. sehingga dapat mendukung rantai makanan.

dan Cerbera. Guettarda.Euphorbia atoto. Di laut. Thespesia. remis dan kerang. moluska. laut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. dan daerah pasang surut. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). anemon laut. tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa. Formasi baringtonia Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia. e. kepiting. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut. Kedalaman lebih dari 6. hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. bintang laut. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif. Pandanus tectorius (pandan). Terminalia. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air. Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang. dan Erythrina. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. landak laut. 1. dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. siput herbivora dan karnivora. termasuk di dalamnyaWedelia. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung). pengeluaran urin sedikit.000 m. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. dan ikan-ikan kecil. 2.matahari tidak mampu menembus daerah ini. porifera. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Vigna. 2. Acathus. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Formasi pes caprae Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. . Selain berfungsi untuk mengambil oksigen. Daerah ini dihuni oleh ganggang. Ekosistem pantai Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat. dan Canaualia martina. dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin). Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur. dan Scaeuola Fruescens (babakoan). Rhizophora.

tentu manusia dan hewan pemakan tumbuhan akan kelaparan. dan fitoplankton.Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah. dan ikan. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.tentu jumlah hewan di bumi ini akan semakin berkurang. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing. 4. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. bintang laut. pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra. Nutrien dari sungai memperkaya estuari. hidup di antara karang dan ganggang. Acgicras. mikro organisme. pada daerah neritik. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam. kerang.Jadi.bahkan mati. Terumbu karang Di laut tropis. yaitu unggas air. Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. menjadi mangsa bagi gurita. Lumnitzera. 2. Estuari Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Pengertian Ekosistem Hubungan saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungannya membentuk suatu sistem disebut Ekosistem.Hal ini di karenakan mereka tidak dapat memperbanyak diri. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air.semua makhluk hidup saling membutuhkan dan saling mempengaruhi.Bayangkan pula. dan ikan. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya.jika di bumi ini hanya ada hewan jantan saja. dan ikan karnivora. dan Cylocarpus. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang. Berbagai invertebrata. kepiting. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung. ikan. Herbivora seperti siput. 3. . ganggang. landak laut. EKOSISTEM 1. Komunitas ini disebut terumbu karang. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem Bayangkan jika di bumi ini tanpa tumbuhan. terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya.

populasi.Produsen Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Makanan di manfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk . a. Bagian-bagian satuan makhluk hidup penyusun ekosistem yaitu.tumbuhan hijau mnghasilkan makanan[karbohidrat] melalui proses potosintesis. Komponen biotik di bedakan menjadi 3golongan yaitu .konsumen dan dekomposer.Dalam ekosistem.komunitas da biosfer. Satuan-sauan makhluk hidup penyusun ekosistem.Populasi.produsen.Komunitas Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat di suatu daerah yang sama. c. Biosfer Biosfer adalaha semua ekossistem yang berada di permukaan bumi.yaitu in yang berarti tidak dan dividus yang berartidapat di bagi.Komponen-komponen ekosistem.populasi berarti kelompok makhluk hidup yang memiliki spesies sama [sejenis] dan menempati daerah tertentu. Ekosistem merupakan kesatuan dari seluruh komponen yang membangunnya. d. 1. Di dalam suatu ekosisiem terdapat kesatuan proses yang saling terkait dan mempengauhi antar semua komponen.Jadi individu adalah makhluk hidup yang berdiri sendiri yang secara fisiologis bersifat bebas atau tidak mempunyai hubungan dengan sesamanya. Populasi berasal ari bahasa latin.Individu juga disebut satuan makhluk hidup tunggal.hewan dsn tumbuhan termasuk koomponen biotik yaang terdapat dalamsuatu ekosistem.3. Sebagai produsen.misalnya halaman sekolah.Pada suatu ekosistem terdapat komponen yang hidup[biotik] dan komponen tak hidup[abiotik]. b. Individu Istilah individu berasal dari bahasa latin.yaitu populus yang berarti semua orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi individu. 4. [1] Komponen biotik Mansia.

a]Pemeken tumbuhan [herbivora]. Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas. Ketergantungan tidak hanya terjadi antar makhluk hidup[komponen biotik]. c]Pemeken tmbuhan dan daging[omnivora].Pengurai [dekomposer].misalnya ayam. [2] Komponen abiotik.kematangan.karbon dioksida.Ketergantungan Antarkomponen Ekosistem Tidak ada makhluk hidup yang mampu hidup sendiri. kita akan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati tetap utuh selamanya. Namun demikian.Gas itu berbentuk atmosfer yang melingkupi makhluk hidup.itik.dan nitrogen merupakan gas yang paling pentung bagi kehidupan makhluk hidup. Bagian dari komponen abiotik adalah . dan orabg hutan. tetapi juga terjadi antara komponen abiotik dan biotik.penyebara cahaya ddi bumi belum merata. Konsumen.salinitas. Oksigen.burung elang. Mereka mendapatkan zat-zat organik yang telah di bentuk oleh produsen.kadar mineral air. Semua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya sehingga disebut heterotrof.penguapan. c.kelini dan sapi.dan kedalaman air.  Suhu atau temperatur.Jika kelompok ini tidak ada.  Tanah. Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya.atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya.yaitu konsumen. 5. a.Ketergantungan antara Produsen. dan Pengurai. Hal-hal penting pada air yang mempengaruri kehidupan makhluk hidup adalah suhu air. Dengan demikian produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain.Oleh karena itu.misalnya harimau.  Air.konsumen di kelompokkan sebagai berikut.dan serigala. Sifat-sifa fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur.atau dengan kata lain terjadi ketergantungan.Konsumen. b]Pemakan daging[karnivora].yang menguraikan zat-zat organik[dari bangkai] menjadi zat-zat organik penyusunnya.kerbau. rantai makanan dan jaring-jaring makanan. 6. Dekomposer berperan sebagai pengurai. organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang intensitas dan kualitas cahayanya berbeda. Ulat menjadi sumber . Kelompok ini berperan penting dalam ekosistem.arus air.  Udara. Ulat sebagai konsumen makanan daun padi[produsen].  Cahaya matahari Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi ini. Berdasarkan jenis makanannya.hidup lainnya. dan kemapuan menahan air.Di antara makhluk hidup tersebut terjadi hubungan saling membutuhkan. b.nisalnyakambing.

Oleh karena itu. Jika dalam suatu ekosistem di gambarkan jumlah populasi produsen sampai konsumen tertinggi.Ekosistem yang seimbang.keberadaannya dapat bertahan lama atau kesinambungannya dapat terpelihara. manusia juga dapat merusak ekosistem.mineral dan humus tersebut di gunakan sebagai pupuk oleh tumbuhan hijau.Keseimbangan Ekosistem.makanan bagi burung.Dengan demikian.Gambaran seperti ini disebut piramida makanan. Perubahan ekosistem dapat mempengaruhi keseimbangannya.semakin tinggi tingkatan suatu konsumen. Setelah burung tersebut mati. Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa diantara produsen. Selanjutnya. Konsumen tingkat 1 harus lebih banyak dari pada konsumen tngkat 11. 1] Piramida makanan. Akan tetapi. Perubahan Ekosistem secara Alami Perubahan ekosistem secara alami dapat terjadi karena adanya gangguan alam.populasi dalam suatu ekosistem harus seimbang. Bencana alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. akan membentuk gambaran seperti piramida. 2] Aliran energi Dalam suatu ekosistem terjadi proses makan dan di makan yang di lakukan organisme untuk memperoleh tenaga atau energi. Jadi. Perubahan Ekosisstem karena Tindakan Manusia. Misalnya gunung meletus. Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energi dari makhluk hidup satu ke Makhluk hidup lain melalui proses makan di makan dengan urutan tertentu. 2. Ekostem di katakan seimbang apabila komposisi di antara komponen-komponen tersebut dalam keadaan seimbang. Kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan disebut jaring-jaring makanan. Manusia merupakan salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem. . dan perubahan musim.kebakaran hutan. Perubahan ekosistem dapat terjadi karena tindakan manusia.populasi produsen harus lebih banyak dari pada populasi konsumen tingkat 1. terjadi ketergantungan. Manusia mempunyai peranan dan tanggung jawab terhadap pengelolaan ekosistem. Perubahan ekosistem dapat terjadi secara alami serta dapat pula karena aktivitas dan tindakan manusia. Supaya piramida makanan tersusun dengan baik. 7.konsumen dan pengurai. 1.pengurai akan menguraikan hewan yang mati tersebut menjadi mineral dan humus di dalam tanah.proses makan dan di makan dalam suatu rantai makanan dan jaring-jaring makanan dapat di katakan sebagai proses aliran energi. jumlahnya semakin sedikit.

ganggang hijau).Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan. juga diekskresikan melalui insang dan saluran pencernaan. 30/05/2006 . mammalia. Hewan yang selalu hidup di air mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah. Flora ekosistem air tawar: Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar. amfibi. sebab air masuk ke dalam tubah secara terus-menerus melalui proses osmosis. reptilia. yaitu: 1.Sedikit minum.Ekosistem akuatik dapat dibedakan menjadi dua. ikan. Ciri-ciri ekosistem air tawar: a.9:22pm — godam64 .Ilmu Sains Biologi Tue. serangga. tumbuhan tingkat rendah (jamur. mempunyai cara beradaptasi sebagai berikut: . Ada yang selalu hidup di air. air terjun. misalnya protozoa. cacing. . 2. spans. ada pula yang ke air bila mencari makanan saja. Penetrasi cahaya matahari kurang. Ekosistem air tawar 2. molluska. Ekosistem air laut Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua. bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Ciri-Ciri Habitat dan Ekosistem di Air Tawar dan Air Laut . burung. Variasi suhu sangat rendah. d. c. b. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah. ganggang biru. Pada ikan dimana kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air. rawa. Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau. Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai.Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif . tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil). yaitu: 1. Fauna ekosistem air tawar: Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar.

Aliran atau arus laut terus bergerak karena perbedaan iklim. kerang hijau. ikan betok. katak. Penetrasi dari cahaya matahari tinggi 4.A. sedangkan lainnya tumbuhan biji.. Penetrasi dari cahaya matahari kurang 4. cumi-cumi. ikan cere. Aliran air terjadi setiap waktu terus-menerus pada sungai 6. . Ekosistem tidak terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar 5. konsumen. ikan sepat. Terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar 5. sotong. gurita. Binatang Air Laut : . Habitat di laut saling berhubungan / berkaitan satu sama lain 7. temperatur dan rotasi bumi 6. yuyu. kepiting. Komunitas air asin terdiri dari produsen. Variasi temperatur atau suhu rendah 2. kuda laut. 7. dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. dan lain sebagainya.Ikan tenggiri. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air .Ikan mas. Secara fisik dan biologi merupakan perantara habitat laut dan darat. zooplankton dan dekomposer. ikan nila. Informasi Tambahan : Binatang Air Tawar : . Ciri Habitat Air Tawar 1. Ciri Habitat Air Laut 1. Kadar garam atau salinitas rendah 3. penetrasi cahaya kurang. ikan teri. Variasi temperatur atau suhu tinggi 2. teripang. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang. Kadar garam / salinitas / tingkat keasinan tinggi 3. Ekosistem Air Tawar Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok.B. Tumbuhan mikroskopis seperti alga dan fitoplankton sebagai produsen utama. ikan bandeng. ikan cupang. ikan mujair. dan banyak lagi lainnya.

misalnya ikan. 1. parasit. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar. biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Adaptasi tumbuhan Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi.    . tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis. dan fagotrof (makrokonsumen). hewan yang aktif berenang dalam air. dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme. organisme dibedakan sebagai berikut. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup. Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air. merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain. mempunyai akar jangkar (akar sulur). insang.tawar.Berdasarkan aliran energi. organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air. Adaptasi hewan Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton.  Plankton. misalnya serangga air. misalnya ikan. Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut. 2. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Nekton. yaitu karnivora predator.Berdasarkan kebiasaan hidup. Tumbuhan tingkat tinggi. dan pencernaan. Perifiton. Berbagai Organisme Air Tawar Berdasarkan Cara Hidupnya Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. terdiri alas fitoplankton dan zooplankton. seperti teratai (Nymphaea gigantea). misalnya keong. organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan). Neuston.

binatang laut. udang. . ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin). teripang. Pembagian daerah ekosistem air laut 1. 2. kepiting.Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton. kedalaman maksimum 200 m. Danau Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. b. kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari. Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Daerah Neritik: Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal. Memiliki kadar mineral yang tinggi. Hewannya berupa nekton. khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU. Daerah Abisal: Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar. ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa. Daerah Batial atau Daerah Remang-remang: Kedalamannya antara 200 . ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian: a. Radiasi matahari. nekton. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos. tidak terdapat produsen. cacing laut. namun kadar garam di laut bervariasi.2000 m. Lihat Gambar. Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ). Daerah ini gelap sepanjang masa. sudah tidak ada produsen. neston dan bentos. Berdasarkan intensitas cahayanya. termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. 4. hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. karena luasnya dan potensinya sangat besar. ion terbanyak ialah Cl`(55%). 3. misalnya cacing dan remis. Ciri-ciri: a. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas. Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut: Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Bentos.

c. dan atau memperbaiki jaringan yang rusak. Pada ekosistem laut dalam.sedikit mengeluarkan urine .pengeluaran air terjadi secara osmosis . Komunitas di Dalam Ekosistem Air Laut Menurut fungsinya. Aliran materi dan energi dalam suatu lingkungan akuarium dapat disederhanakan sebagai suatu sistem rantai makanan. algae.air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus . Daerah twilight: daerah remang-remang. sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. seperti: tanaman. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut. Hampir seluruh energi ini berasal dari sinar matahari. yaitu: a. Seperti diketahui. kedalaman antara 200 . Produsen terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya. mahluk hidup (biotik).2000 m. Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi: Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. dan .b. untuk membangun jaringan baru. yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa. berarti tidak ada produsen. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap. b. seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah: . Konsumen terdiri atas berbagai jenis hewan. bahwa setiap mahluk hidup makan untuk mendapatkan energi bagi kepentingan proses metabolismenya. dan aliran materi dan energi (interaksi). Sebagian mahluk hidup dapat langsung menggunakan energi matahari ini. Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. c. Zooplaokton terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah. Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis.garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang Ekosistem Akuarium Laut Secara ringkas dapat dikatakan bahwa suatu ekosistem terdiri dari lingkungan fisik (abiotik) . Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi.hanyak minum . Jadi gelap sepanjang masa. tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis. komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4.

Habitat artifisial Agar sebuah akuarium koral dapat berfungsi sebagai sebuah ekosistem dengan baik. Proses ini dikenal sebagai respirasi. Mahluk hidup lain yang tidak memiliki kemampuan berfotossintesis. mamalia laut dan sejenisnya. tetapi secara umum dalam skala "sehari-hari" selalu bergerak terbawa arus. Secara umum mahluk hidup tergolong tidak efisien dalam memanfaatkan makanan yang dikonsumsinya. gula hasil fotosintesis tersebut kemudian akan dipecah ke elemen semula untuk mendapatkan kembali energi yang tersimpan didalamnya. selanjutnya energi matahari ini digunakan untuk menggabungkan karbondioksida dan air untuk membentuk molekul gula (glukosa). Hampir seluruh pakan dan bahan lain yang diperlukan untuk kehidupan koral terbawa melalui arus. Dalam memelihara akuarium koral. maka lingkungan akuarium tersebut harus memiliki seluruh komponen ekosistem yang menyerupai komponen di alam sesungguhnya. seperti ikan. aliran materi dan energi tersebut diatas harus selalu dijaga agar stabilitas sistem dapat terpelihara. Di dalam air terdapat bahan padatan terlarut maupun tersuspensi dan mahluk hidup. Sedangkan plankton adalah mahluk hidup yang selalu bergerak bersama arus. Air dalam lingkungan akuarium boleh dikatakan merupakan suatu lingkungan abnormal. pemberian makan menjadi sangat penting artinya. sebenarnya hal tersebut gampang dilakukan. sehingga meskipun secara mikro mungkin mereka memiliki kemampuan berenang. udang. Untuk memicu proses-proses dalam sel. Sisanya hilang sebagai limbah. Proses ini dikenal sebagai proses fotosintesis. Dalam proses respirasi oksigen diperlukan untuk membakar gula. Dibandingkan dengan dengan luas habitat . Mahluk hidup ini bisa terdiri dari mahluk berenang atau plankton.bakteri fotosintesis (cyano-bacteria atau algae hijau-biru). khususnya dibandingkan dengan substrat dalam akuarium. Biasanya secara umum mahluk ini selalu dikaitkan dengan ukurannya yang kecil. dan karena tidak efisien. yaitu air dan substrat (media). Dalam lingkungan akuarium koral kedua kelompok mahluk ini bersatu dan saling berinteraksi. Hal ini terutama disebabkan oleh jumlahnya yang sangat terbatas. Dan begitu selanjutnya sehingga terbentuk suatu rantai makanan. Meskipun tampaknya rumit. Sisa kelebihan materi harus dikeluarkan dari sistem tersebut dan kekurangannya harus ditambahkan. menggunakan energi matahari ini dengan cara menkonsumsi mahluk fotosintesis tersebut diatas. Mahluk-mahluk hidup ini menangkap sinar matahari dengan semacam pigmen khusus yang disebut sebagai klorofil. Pada suatu sistem akuarium koral terdapat dua komponen utama. maka pakan harus tersedia dalam jumlah banyak agar koral dapat hidup dengan sehat. Dalam kaitannya dengan akuarium laut/koral. Mahluk berenang merupakan mahluk yang memiliki kemampuan bergerak sampai jarak tertentu dengan menentang arus dengan alat gerak yang dimilikinya. Suatu ekosistem buatan harus didisain sedemikian rupa sehingga anda dapat duduk dengan tenang dan menikmati sistem tersebut tanpa harus selalu melakukan penyesuaian atau perawatan. Pada proses fotosintesis oksigen akan dihasilkan sebagai hasil samping reaksi. sebagai suatu miniatur ekosistem sebenarnya. Biasanya hanya 10-20 persen saja dari makanan yang dikonsumsi tersebut menjadi bagian dari tubuhnya.

laut boleh dikatakan tidak terbatas dan menyediakan bahan pakan dan bahan lainnya bagi kehidupan koral secara efektif dan berlebih. sangat sedikit air laut yang melewati substrat koral. Di alam cadangan pakan ini tidak pernah berkurang. yang secara otomatis akan berfungsi dengan baik. Ciri-ciri: a. setidaknya kita telah membangun suatu sitem yang kompleks. Hal ini sering menjadi salah satu pembatas sistem yang kita bangun tidak bekerja dengan baik. Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut: Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Memahami saling ketergantungan ini merupakan kunci sukses dalam memelihara akuarium koral.koral. karena luasnya dan potensinya sangat besar. mejadi hal yang diperlukan agar tercipta lingkungan buatan yang sehat. Saling ketergantungan Berbagai komponen dalam ekosistem saling terhubung dan saling tergantung satu sama lain.Pembagian daerah ekosistem air laut 1. Binatang laut yang dipelihara didalamnya tidak memiliki kemampuan untuk beradapatasi dengan kondisi yang sangat berbeda dengan lingkungannya awalnya ini. khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU. ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak. Pengawasan dan perawatan aliran materi tersebut oleh karena itu. Dalam lingkungan akuarium. teripang. disamping mejaga kualitas airnya itu sendiri. Perlu diingat bahwa perbedaan utama antara lingkungan alam dan lingkungan akuarium adalah skala dari komponen-komponen tersebut. ion terbanyak ialah Cl`(55%). b. karena selalu diperbaharui melalui ombak dan arus yang datang. Daerah Neritik: . apabila kita memberikan kondisi yang benar. ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin). Memiliki kadar mineral yang tinggi. namun kadar garam di laut bervariasi. binatang laut. Radiasi matahari. Ekosistem Air Laut Asrizal Wahdan Wilsa on 19:09 Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ). kepiting. Sehingga sering hal tersebut mejadi penyebab kegagalan akuarium laut. 2. cacing laut. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos. Dengan demikian makanan dan materi lain dalam sistem tersebut akan sangat cepat berkurang. Dalam mensetup akuarium koral. variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Berbagai komponen secara otomotas dapat membantu akuaris dalam memperbaiki kesalahan pemeliharaan dan menjaga sistem dari perubahan ekstrim. udang.

Komunitas di Dalam Ekosistem Air Laut Menurut fungsinya. komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4. Konsumen terdiri atas berbagai jenis hewan. daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar. neston dan bentos. 3. Daerah ini gelap sepanjang masa. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut. yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa. Zooplaokton terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah.2000 m. b. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton. tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis. Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis. Pada ekosistem laut dalam. Daerah twilight: daerah remang-remang.Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal. berarti tidak ada produsen. Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari. tidak terdapat produsen. Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. nekton. c. 4. b. Daerah Batial atau Daerah Remang-remang: Kedalamannya antara 200 .2000 m. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap. kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian: a. kedalaman maksimum 200 m. c. yaitu: a. sudah tidak ada produsen. Produsen terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya. Hewannya berupa nekton. Daerah Abisal: Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. kedalaman antara 200 . Berdasarkan intensitas cahayanya. Jadi gelap sepanjang masa. Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi: Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan .

karena selalu terjadi proses dan perubahan baik lingkungan fisik maupun biologis.sedikit mengeluarkan urine . bahan organik dan sedimen merupakan bahan dasar yang dapat menunjang produktifitas perairan di wilayah estuaria yang melebihi produktifitas laut lepas den perairan air tawar. hutan mangrove dekat estuaria dan hamparan lumpur dan pasir yang luas.hanyak minum . yaitu dengan terbentuknya air payau dengan salinitas yang berfluktuasi. Wilayah ini juga dapat dikatakan sebagai wilayah yang sangat dinamis. seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. volume air sungai berkurang sehingga air laut dapat masuk sampai ke arah hulu.pengeluaran air terjadi secara osmosis . Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah: . Adanya aliran air tawar yang terjadi terus menerus dari hulu sungai dan adanya proses gerakan air akibat arus pasang surut yang mengangkut mineral-mineral. dan menyebabkan salinitas di wilayah estuaria menjadi meningkat.5 ‰.tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. sehingga air menjadi payau dengan salinitas berkisar antara 5 – 16. Wilayah ini meliputi muara sungai dan delta-delta besar. sehingga sanilitas menjadi turun/rendah. Di wilayah ini terjadi percampuran antara masa air laut dengan air tawar dari daratan. Bercampurnya masa air laut dengan air tawar menjadikan wilayah estuaria memiliki keunikan tersendiri.air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus . Selama musim kemarau. . Perubahan salinitas ini dipengauhi oleh air pasang dan surut serta musim.garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang DINAMIKA ESTUARIA 09JUN DINAMIKA ESTUARIA Wilayah estuaria merupakan pesisir semi tertutup (semienclosed coastal) dengan badan air mempunyai hubungan bebas dengan laut terbuka (open sea) dan kadar air laut terlarut dalam air tawar dari sungai. Pada musim penghujan air tawar mengalir dari hulu ke wilayah estuaria dalam jumlah besar.

Semakin meningkatnya penebangan hutan dan jeleknya pengelolaan lahan di darat. jika aliran sungai berkurang. serta sebagai tempat terjadinya fluktuasi permukaan air akibat aksi pasang surut. yaitu : a). Estuaria berstratifikasi sebagian atau parsial (moderately stratified estuary). Daerah ini merupakan ekosistem produktif yang setara dengan hutan hujan tropik dan terumbu karang. memiliki komposisi tumbuhan yang beragam sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung sepanjang tahun. Produktifitas primer pada wilayah estuaria dapat di artikan sebagai banyaknya energi yang diikat atau tersimpan dalam aktifltas fotosintesis dari organisme produser. b). Llaju sedimentasi di wilayah pesisir yang melalui aliran sungai bisa dijadikan sebagai salah satu indikator kecepatan proses kerusakan pada wilayah lahan atas. Beberapa hal yang dimungkinkan menjadi sumber kerusakan dan perubahan fisik lingkungan wilayah estuaria antara lain: 1. Estuaria bercampur sempurna atau estuaria homogen vertikal (well-mixed estuaries). memisahkan molekuler air dan memproduksi karbohidrat dan oksigen.SIRKULASI ESTUARIA Perbedaan salinitas di wilayah estuaria mengakibatkan terjadinya proses pergerakan masa air. maka perairan menjadi tercampur hampir keseluruhan dari atas sampai dasar. Air asin yang memiliki masa jenis lebih besar dari pada air tawar. dan arus pasang surut lebih dominan maka akan terjadi percampuran antara sebagian lapisan masa air. Sistem sirkulasi dalam estuaria yang demikian inilah. PRODUKTIFITAS ESTUARI Salah satu bagian wilayah pesisir yang memiliki tingkat kesuburan cukup tinggi adalah estuaria (muara sungai). karena perannya adalah sebagai sumber zat hara. Sedimen yang tersuspensi masuk perairan pantai dapat membahayakan biota laut. sehingga dapat menggambarkan kondisi pada wilayah lahan atas. Produktifitas merupakan suatu proses produksi yang menghasilkan bahan organik yang meliputi produktifftas primer ataupun sekunder. yang mengilhami proses terjadinya up-welling. Estuaria berstratifikasi sempurna atau estuaria baji garam (salt wedge estuary). c). jika aliran sungai kecil atau tidak ada sama sekali. dan arus serta pasang surut besar. terutama tanaman yang berklorofil dalam bentuk-bentuk substansi organik yang dapat digunakan sebagai bahan makanan. jika aliran sungai lebih besar dari pada pasang surut sehingga mendominasi sirkulasi estuaria. dapat meningkatkan sedimentasi di wilayah estuaria. rentan terhadap perubahan dan kerusakan lingkungan baik fisik maupun biologi (ekosistem) dari dampak aktifitas manusia di darat ataupun pemanfaatan sumberdaya perairan laut secara berlebihan (overexploited). karena dapat menutupi tubuh biota laut terutama bentos yang hidup di dasar perairan seperti rumput . Proses pergerakan antara masa air laut dan air tawar ini menyebabkan terjadinya stratifikasi yang kemudian mendasarnya tipe-tipe estuaria. Produktifftas ini dilakukan oleh organisme ‘outotroph’ seperti juga semua tumbuhan hijau mengkonversi energi cahaya ke dalam energi biologi dengan fiksasi karbondioksida. menyebabkan air asin di muara yang berada di lapisan dasar dan mendorong air tawar menuju laut. ANCAMAN WILAYAH ESTUARIA Estuaria merupakan wilayah yang sangat dinamis (dynamics area). Kondisi ekosistem yang produktif ini kemudian menjadikannya sebagai salah satu wilayah yang memiliki tingkat produktifitas tinggi.

laut. seperti pembuatan saluran irigasi. 4. juga pada ekosistem daratan di sekitar perairan tersebut sehingga berakibat intrusi air laut pada air tanah. terumbu karang dan organisme lainnya. sehingga kawasan muara sungai tersebut terus mendapat tekanan dan menyebabkan menurunnya produktifitasnya 3. UPAYA PENGELOLAAN WILAYAH ESTUARIA Fungsi wilayah estuaria sangat strategis untuk dimanfaatkan sebagai tempat pemukiman. jalur transportasi. Kegiatan-kegiatan kontruksi yang berkaitan dengan usaha pertanian. pembangunan lahan atas harus memperhitungkan dan mempertimbangkan penggunaan lahan yang ada di wilayah pesisir. Pengurangan debit air yang di alirkan bagi irigasi. dan debit air. Khususnya penggunaan lahan pada wilayah daratan yang memiliki sungai. dapat mengubah salinitas dan pola sirkulasi air di daerah estuaria danmenyebabkan jangkauan intrusi garam semakin jauh ke hulu sungai. Gangguan ini meliputi aspek kualitas. drainase dan penebangan hutan akan mengganggu pola aliran alami daerah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan perubahan pada sebagian ekosistem perairan pantai itu sendiri. maka potensi wilayah estuaria menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu. Meningkatnya pembangunan di lahan atas (up-land) menjadi kawasan Industri. seperti sumberdaya perikanan. Wilayah estuaria juga merupakan ekosistem produktif karena dapat berperan sebagai sumber zat hara. pemukiman. pelabuhan dan kawasan industri. Lebih dan 80% bahan pencemar yang ditemukan di wilayah pesisir dan laut berasal dari kegiatan manusia di darat UNEP (1990). menurunnya kualitas perairan dan biota-biota di muara sungai. penangkapan ikan dan budidaya. terbentuknya delta baru atau tanah timbul. Limbah sebelum dibuang ke sungai harus melalui pengolahan terlebih dahulu sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. volume. berubahnya mulut muara sungai. Pola pemanfaatan sumberdaya hayati laut yang tidak memperhatikan daya dukung produktifitas pada suatu kawasan estuaria. Meningkatnya kekeruhan akan menghalangi penetrasi cahaya yang digunakan oleh orgnisme untuk pemapasan atau berfotosintesis. Jika penggunaan lahan wilayah pesisir sebagai lahan perikanan tangkap. seperti terjadinya perubahan garis pantai. pertanian menjadikan sumber limbah yang bersama-sama dengan aliran sungai akan memperburuk kondisi wilayah estuaria. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan di antaranya adalah: 1. Jeleknya pengelolaan lahan atas sudah dapat dipastikan akan merusak ekosistem yang ada di perairan pantai. Banyak-nya sedimen yang akhirnya terhenti atau terendapkan di muara sungai dapat mengubah luas wilayah pesisir secara keseluruhan. Perairan pesisir yang penggunaan lahannya sebagai lahan budidaya yang memerlukan kualitas perairan yang baik maka penggunaan lahan atas tidak diperkenankan adanya industri yang memproduksi bahan yang dapat menimbulkan pencemaran atau limbah. Memperbaiki Daerah Lahan Atas (up-land) Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi dampak kerusakan pada ekosistem perairan wilayah estuaria yaitu dengan menata kembali sistem pengelolaan daerah atas. Dengan memperhatikan fungsi dan manfaat tersebut. sehingga diperlukan adanya suatu tindakan pengelolaan di wilayah tersebut. budidaya atau konservasi maka penggunaan lahan atas harus bersifat konservatif. . 2.

karena selain mempunyai fungsi ekologis juga ekonomis. (Sugiyono) Populasi adalah berkenaan dengan data. Nilai ekonomi total rata-rata sekitar Rp 37. Sumber datanya tidak dapat ditentukan batas-batasnya sehingga . jumlah mahasiswa yang mendapat bea siswa. Pola pemanfatan sebaiknya memperhatikan daya dukung lingkungan (carrying capacity). Upaya konservasi tersebut juga mempunyai nilai dampak positip terhadap sosial-ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah estuaria. dalam konser-vasi hutan mangrove juga akan diperoleh nilai ekonomis sangat tinggi. nener bandeng ikan tangkap dan ikan umpan). daerah asuhan (nursery ground). Populasi terbatas. Populasi (Sumber : Riduan.4 juta/ha/tahun yang meliputi manfaat langsung (kayu mangrove). Secara fisik. hutan mangrove dapat berperan sebagai filter sedimen yang berasal dari daratan melalui sistem perakarannya dan mampu meredam terpaan angin badai. Secara ekonomis. Populasi terbagi dua.2. hal. 8-10) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. (Nazir) Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik hasil menghitung maupun hasil pengukuran kuantitatif atau kualitatif dan pada karasteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap. Konsenvasi Hutan Mangrove Perlindungan hutan mangrove pada wilayah estuaria sangat penting. yaitu mampu memberikan beberapa alternatif jenis mata pencaharian dan pendapatan. kepiting bakau. Pemanfaatan Sumberdaya Perairan Secara Optimal Wilayah estuaria yang berfungsi sebagai penyedia habitat sejumlah spesies untuk berlindung dan mencari makan serta tempat reproduksi dan tumbuh. option value dan existence value. Contoh : Jumlah Penduduk. Popumasi tak terbatas. Secara ekologis hutan mangrove adalahsebagai penghasil sejumlah besar detritus dari serasah. oleh karenanya di dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan khususnya di wilayah estuaria diperlukan tindakantindakan yang bijaksana yang berorientasi pemanfaatan secara optimal dan lestari. populasi yang mempunyai sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga dapat dihutung jumlahnya. 2. 3. manfaat tidak langsung (serasah daun. mencari makan (feeding ground) dan sebagai tempat pemijahan (spawning ground). Dsb. (Nawawi) Populasi adalah keseluruhan dari karasteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian. yaitu : 1.

sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya. adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Populasi Heterogen. baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Populasi homogen. populasi terbagi dua : 1.relative tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah : Contoh : Mencari logam mulia (mendulang emas) Berdasarka sifatnya. adalah sumber data yang umumnya memiliki sifat atau keadaan yang berbeda (bervariasi. . 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful