Tata Cara Dan Persyaratan Pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) (Dasar Hukum : Perda No. 7 Tahun 2002) I.

Permohonan IMB diajukan secara tertulis kepada Kepala Dinas PU Kab. sleman melalui UPTSA atau bisa di lakukan di kantor pelayanan perijinan (KPP) dengan mengisi formulir yang telah disediakan II. Formulir dilampiri syarat-syarat sebagai berikut : 1. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon; 2. Foto copy Sertifikat Tanah atau keterangan tanah 3. Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat; 4. Surat Pernyataan sanggup membuat peresapan air hujan; 5. Gambar situasi dengan skala 1 : 500, 1 : 1000; 6. Gambar rencana bangunan dengan skala 1 : 200, 1 : 100 atau 1 : 50 : a. denah bangunan; b. rencana pondasi; c. rencana sanitasi; d. rencana atap; e. tampak muka; f. tampak samping; g. tampak belakang; h. potongan melintang dan i. potongan memanjang. 7. Perhitungan dan gambar konstruksi beton apabila bangunan memakai struktur beton bertulang dan bertingkat; 8. Perhitungan dan gambar konstruksi baja apabila menggunakan rangka baja; 9. Foto copy KTP perencana dan penanggung jawab penghitung konstruksinya yang namanya dicantumkan pada gambar; 10. Foto copy pemilik tanah apabila pendirian bangunan bukan pada tanah milik sendiri. 11. Surat Pernyataan kerelaan dari pemilik tanah apabila pendirian bangunan bukan pada tanah milih sendiri bermaterai cukup; 12. Surat kuasa bermaterai cukup apabila pemohon diwakilkan; 13. Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) apabila bangunan untuk tempat usaha

3) Untuk surat tanah. menguasai tanah Verponding tersebut selama 10 tahun atau lebih. h) Hasil sidang Panitia A yang dikeluarkan Kantor Pertanahan disertai Surat Pernyataan Pemilik bahwa tanah dikuasai dan tidak sengketa yang diketahui oleh Lurah setempat. 2) Fotokopi surat-surat tanah (1 set). b) Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut. 11) Data hasil penyelidikan tanah bagi yang disyaratkan (3 set). Untuk Bangunan Rumah Tinggal 1) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (1 lembar). Persyaratan dan Cara Pengajuan IMB-PB 1. baik sebagian atau seluruhnya dan tidak sengketa yang diketahui oleh Lurah setempat. khusus untuk Bangunan Pemerintah. disertai surat pernyataan Pemilik bahwa tanah dikuasai dan tidak sengketa yang diketahui oleh Lurah setempat. d) Fatwa tanah atau rekomendasi dari Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta atau Kantor Pertanahan setempat. 9) Gambar rancangan arsitektur bangunan harus dilengkapi hasil penilaian/ penelitian dari Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK). 3. b) Surat keputusan pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut. i) Surat girik. 10) Perhitungan dan gambar struktur bangunan untuk bangunan rumah tinggal dengan bentangan struktur yang dominan lebih besar dari 6 m serta fotokopi surat izin bekerja Perencana Struktur (1 lembar). c) Surat kavling dari Pemerintah Daerah c. Untuk Bangunan Bukan Rumah Tinggal: 1) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (1 lembar). 8) Fotokopi surat izin bekerja sebagai penanggung jawab rancangan arsitektur. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan membangun. juga harus dilampirkan surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan atau dimiliki tidak dalam sengketa pemohon. 2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) I. g) Surat pernyataan dari instansi Pemerintah atau Pemimpin Proyek Tim Pembebasan Tanah. 5. . kecuali untuk bangunan Wisma Kecil dan Wisma Sedang di daerah bukan Real Estate dan bukan daerah pemugaran (1 lembar). Izin Penggunaan Banguna (IPB) adalah izin yang diberikan untuk menggunakan bangunan setelahdinilai layak dari segi teknis. Permohonan Izin Mendirikan Bangunan (PIMB) adalah surat permohonan untuk mendapatkan izin membangun. Walikotamadya atau instansi lain yang ditunjuk Gubernur. d) Surat keputusan Walikotamadya untuk penampungan sementara. c) Fatwa tanah atau rekomendasi dari Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta atau Kantor Pertanahan setempat. Setiap kegiatan membangun bangunan/ bangun-bangunan harus memiliki IMB. untuk bangunan rumah tinggal di daerah pemugaran golongan A dan B. 2) Fotokopi surat-surat tanah (1 set).q. j) Surat Kohir Verponding Indonesia. disertai pernyataan bahwa Pemilik sudah menempati. 7) Gambar rancangan Arsitektur Bangunan (minimal 7 set). 5) Keterangan dan Peta Rencana Kota dari Dinas/ Suku Dinas Tata Kota sebanyak minimal 7 (tujuh) lembar. 6) Peta Kutipan Rencana Kota dari Dinas/ Suku Dinas untuk Bangunan rumah tinggal pada lokasi yang telah dikeluarkan IMB sebagai pengganti Keterangan dan Peta Rencana Kota (minimal 7 set). 4.Definisi 1. Untuk mendapatkan IMB. pemohon wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur dalam hal ini Kepala Dinas melalui Suku Dinas/ Seksi PPK Kecamatan dengan mengisi formulir yang tersedia dan melampirkan persyaratan berikut ini: a. Kelayakan Menggunakan Bangunan (KMB) adalah keterangan tentang kelayakan menggunakan bangunan yang diberikan setelah kondisi dan penggunaan bangunannya dinilai layak dari segi teknis. 2. dapat berupa salah satu dari surat sebagai berikut: a) Sertifikat tanah. 4) Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dari Gubernur. Permohonan Kelayakan Menggunakan Bangunan (PKMB) adalah surat permohonan untuk mendapatkan keterangan Kelayakan Menggunakan Bangunan. f) Rekomendasi dari Kantor Pertanahan dengan peta bukti pembebasan tanah. dapat berupa salah satu dari surat sebagai berikut: a) Sertifikat tanah. e) Surat keputusan Walikotamadya untuk penampungan sementara. b. bagi yang diisyaratkan.

Permohonan IMB untuk bangunan tambahan dan atau perubahan dari bangunan lama yang telah memiliki IMB. f) Surat persetujuan/ penunjukan Gubernur untuk bangun-bangunan bersifat sementara di atas taman. bagi yang diisyaratkan. untuk bangun-bangunan yang didirikan baik di halaman.q. selambat-lambatnya 60 hari kerja. e) Surat Keputusan Walikotamadya untuk penampungan sementara. f) Rekomendasi dari Kantor Pertanahan dengan peta bukti pembebasan tanah. bagi yang disyaratkan (1 lembar). pernyataan tersebut harus diketahui oleh Lurah. bangunan di atas prasarana. 5) Keterangan dan Peta Rencana Kota dari Dinas/ Suku Dinas Tata Kota sebanyak minimal 4 (empat) lembar. 6) Peta Kutipan Rencana Kota dari Dinas/ Suku Dinas untuk Bangunan rumah tinggal pada lokasi yang telah dikeluarkan IMB sebagai pengganti Keterangan dan Peta Rencana Kota (minimal 7 set). 4) Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dari Gubernur. c) Surat kavling dari Pemerintah Daerah c. dapat menggunakan dokumen izin yang lama. bangunan di atas air atau bangunan khusus. gambar instalasi dan perlengkapannya (minimal 3 set) serta fotokopi surat izin bekerja Perencana Instalasi dan Perlengkapannya. 3) Untuk surat tanah harus dilampirkan surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan atau dimiliki tidak dalam sengketa dari Pemohon serta untuk kegiatan pemagaran. 7) Gambar rancangan Arsitektur Bangunan (minimal 7 set) dan fotokopi surat izin bekerja Perancang Arsitektur (1 lembar). selambat-lambatnya 25 hari kerja. c. selambat-lambatnya 35 hari kerja. prasarana atau di atas air. II. bagi yang disyaratkan (1 lembar). bagi yang disyaratkan. khusus untuk Bangunan Pemerintah. Walikotamadya atau instansi lain yang ditunjuk Gubernur. di atas bangunan atau menempel pada bangunan. g) Rekomendasi dari Kantor Pertanahan dengan peta bukti pembebasan tanah. 8) Gambar rancangan arsitektur bangunan harus dilengkapi hasil penilaian/ penelitian dari Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK). bagi yang disyaratkan (1 lembar). 6) Gambar rancangan Arsitektur Bangunan (minimal 4 set) dan fotokopi surat izin bekerja Perencana Arsitektur (1 lembar).Surat persetujuan/ penunjukan Gubernur untuk bangunan bersifat sementara. Untuk bangunan bukan rumah tinggal. 3) Untuk surat tanah. selain memenuhi kelengkapan persyaratan di atas. 2. 2) Fotokopi surat-surat tanah (1 set). Untuk Bangun-bangunan: 1) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (1 lembar). bagi yang diisyaratkan. h) Surat pernyataan dari instansi Pemerintah atau Pemimpin Proyek Tim Pembebasan Tanah. 7) Perhitungan. bagi yang disyaratkan (1 lembar). 5) Keterangan dan Peta Rencana Kota dari Dinas/ Suku Dinas Tata Kota sebanyak minimal 7 (tujuh) lembar. 9) Fotokopi IMB bangunan (1 set) bagi yang disyaratkan. 9) Perhitungan. 4) Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dari Gubernur. dapat berupa salah satu dari surat sebagai berikut: a) Sertifikar tanah. khusus untuk tanah milik Pemerintah. g) Surat pernyataan dari instansi Pemerintah atau Pemimpin Proyek Tim Pembebasan Tanah. juga harus dilampirkan surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan atau dimiliki tidak dalam sengketa pemohon. e) . gambar rencana struktur dan laporan hasil penyelidikan tanah (sebanyak minimal 3 set) serta fotokopi surat izin bekerja Perencana Struktur. juga harus dilengkapi juga dengan surat persetujuan Gubernur. gambar struktur bangunan dan laporan hasil penyelidikan tanah (sebanyak minimal 3 set) serta fotokopi surat izin bekerja Perencana Struktur. Penyelesaian IMB Waktu penyelesaian permohonan IMB sejak diterimanya permohonan yang telah memenuhi persyaratan dan telah membayar retribusi adalah sebagai berikut: 1. 10) Perhitungan. Untuk bangunan bukan rumah tinggal dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu. gambar instalasi dan perlengkapannya (minimal 3 set) serta fotokopi surat izin bekerja Perencana Instalasi dan Perlengkapannya. 3. Untuk bangunan rumah tinggal/ bangun-bangunan. b) Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut. 8) Perhitungan. 11) Untuk bangunan tempat ibadah. d) Fatwa tanah atau rekomendasi dari Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta atau Kantor Pertanahan setempat.

pembongkaran bangunan/ bangun-bangunan dan untuk pemancangan pertama. Gambar arsitektur. 4. Perbaikan dan penyesuaian bangunan yang terpotong akibat pelebaran jalan. Perbaikan maupun penyempurnaan hasil penilaian teknis belum dipenuhi oleh pemohon. e. dibatasi 50% dari luas lantai bawahnya dengan luas penambahan maksimal 500 m2. Pemohon memberikan data yang tidak benar. Adanya keputusan status quo dari instansi yang berwenang. jalur sungai. apabila hasil penelitian teknis dari permohonan masih memerlukan perbaikan dan atau penyempurnaan setelah adanya pemberitahuan secara tertulis dari Dinas/ Suku Dinas. IMB diterbitkan berupa surat keputusan dengan lampiran: 1. 2. diberikan setelah Pemohon menyerahkan Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas berikut Koordinator Direksi Pengawasnya. dibatasi 50% dari luas lantai atap dengan luas penambahan maksimal 250 m2.      Waktu penyelesaian permohonan IMB tersebut tidak berlaku. Izin Pendahuluan Menyeluruh yaitu izin untuk melakukan kegiatan pelaksanaan bangunan/ bangun-bangunan sampai selesai. d. b. IMB. jalur kereta api atau sejenisnya dan kondisi lapangan belum sesuai dengan rencana kota. Penyelesaian permohonan IMB dapat ditangguhkan apabila: 1. Untuk jenis bangunan industri dan pergudangan yang menambah ruang untuk penggunaan utama dan atau fasilitas penunjang. 2. Izin Khusus/ Keterangan Membangun. Pembangunan bangunan rumah tinggal dan atau bangunan umum sementara pada lokasi yang ditetapkan oleh Gubernur atau Walikotamadya. Pemohon tidak menyelesaikan dan atau melengkapinya. perbaikan atap. Pembangunan pagar. Dinas/ Suku Dinas dapat menerbitkan Izin Pendahuluan. rumah contoh (mock up). apabila rencana bangunan/ bangun-bangunan dinilai masih perlu adanya penyesuaian teknis. papan reklame. Setiap pelaksanaan bangunan harus dilaksanakan sesuai IMB. apabila rencana bangunan/ bangun-bangunan berdasarkan penilaian teknis dan planologis hanya diberikan untuk digunakan dalam jangka waktu terbatas. IMB bersyarat. 3. dewatering dan pemancangan pondasi bangunan/ bangun-bangunan yang diterbitkan atas permohonan. seperti sebagai berikut: 1. dibatasi 20% dari luas bangunan lama dengan luas penambahan maksimal 500 m2. 2. bedeng kerja proyek. Permohonan IMB yang ditangguhkan dapat ditolak apabila setelah lewat jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penangguhan. Penambahan bangunan-bangun-bangunan yang telah memiliki IMB dengan batasan sebagai berikut: Untuk jenis bangunan rumah tinggal yang menambah ruang. sebagai penampungan kegiatan usaha sementara atau pemukiman sementara yang rencana kotanya belum dilaksanakan. dibatasi 20% dari luas bangunan lama dengan luas penambahan maksimal 500 m2. pematangan tanah. Untuk jenis bangunan rumah tinggal yang menambah tingkat/ pemanfaatan lantai atap. c. Keterangan dan Peta Rencana Kota. 3. Persyaratan Memperoleh IPB 1. Penangguhan Permohonan IMB diberitahukan secara tertulis kepada Pemohon oleh Dinas/ Suku Dinas. 4. Untuk jenis bangunan sosial dan bangunan usaha yang menambah tingkat/ pemanfaatan lantai atap. Izin Pendahuluan Persiapan yaitu izin untuk melakukan kegiatan pelaksanaan pagar proyek. 2. Terdapat sengketa tanah dan atau bangunan/ bangun-bangunan atau gangguan terhadap lingkungan. 4. dibatasi 50% dari luas lantai atap dengan luas penambahan maksimal 500 m2. Sebelum IMB diterbitkan. pos jaga. 4. Izin Pendahuluan Struktur yaitu izin untuk melakukan kegiatan pelaksanaan struktur bangunan/ bangunbangunan yang diterbitkan atas permohonan. Untuk jenis bangunan sosial dan bangunan usaha yang menambah ruang untuk penggunaan utama dan atau fasilitas penunjang. Bukti pengawasan Pelaksanaan Bangunan. Terhadap permohonan IMB yang disetujui dapat diterbitkan izin berupa: 1. apabila rencana bangunan/ bangun-bangunan terletak di daerah perbaikan kampung/ MHT dan atau dibuat dari bahan/ material dengan tingkat permanensi sementara. Untuk jenis bangunan industri dan pergudangan yang enambah tingkat termasuk mezanine. 3. IMB bersyarat sementara berjangka. . penggantian komponen bangunan dan sejenisnya yang telah meiliki IMB dengan tetap mempertimbangkan segi arsitektur dan lingkungan. Perubahan bangunan yang tidak berarti berupa perubahan interior. Izin pendahuluan tersebut untuk bangunan bukan rumah tinggal. 3. Izin Pendahuluan Pondasi yaitu izin untuk melakukan kegiatan pekerjaan pondasi yang meliputi: penggalian tanah dalam pelaksanaan pondasi. bangsal kerja. Izin Khusus/ Keterangan Membangun diterbitkan oleh Suku Dinas terhadap permohonan: a. apabila rencana bangunan/ bangun-bangunan dinilai telah sesuai dengan ketentuan teknis dan planagonis. 5. Perhitungan dan gambar struktur dan atau instalasi dan perlengkapannya (bila ada). dibatasi 30% dari luas bangunan lama dengan luas penambahan maksimal 250 m2. perkerasan dan pembongkaran bangunan/ bangun-bangunan. IMB bersyarat sementara. Izin Penggunaan Bangunan (IPB) I.

juga harus dilengkapi dengan berita acara uji coba instalasi dan perlengkapannya dengan disaksikan Petugas Dinas/ Suku Dinas. IPB yang diterbitkan dapat ditinjau kembali setelah jangka waktu IMB tersebut berakhir. b) Keterangan dan Peta Rencana Kota lampiran IMB Untuk bangunan dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu. d) Surat pernyataan dari Koordinator Direksi Pengawas bahwa bangunan telah selesai dilaksanakan dan sesuai IMB. Kelayakan Menggunakan Bangunan (KMB) I. II. Bangunan sedang. bioskop. selambat-lambatnya 60 hari kerja. . Penyelesaian IPB dapat ditangguhkan apabila: 1. 3. Penangguhan penyelesaian IPB ini dapat ditolak apabila setelah lewat jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penangguhan pemohon tidak memperbaiki atau melengkapinya. 2. c) Laporan Direksi Pengawas sesuai tahapan kegiatan. Perbaikan dan atau penyempurnaan instalasi dan perlengkapannya belum dipenuhi oleh pemohon. Pemilik/ Pengelola bangunan wajib mengajukan permohonan secara tertulis selambatlambatnya 30 hari sebelum batas waktu penilaian kelayakan menggunakan bangunan. rumah sakit. Untuk bangunan yang memiliki IMB bersyarat sementara berjangka. b) Fotokopi TDR Pemborong dan surat izin bekerja Direksi Pengawas. pusat pertokoan.2. 2. Untuk memiliki IPB harus dilengkapi dengan: a. sebelum digunakan harus memiliki IPB. 2) Laporan Direksi Pengawas lengkap (1 set) yang terdiri dari: a) Fotokopi surat penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas berikut Koordinator Direksi Pengawasnya. Untuk bangunan bukan rumah tinggal yang memerlukan uji coba. Penyelesaian IPB Waktu penyelesaian IPB sejak dilengkapinya persyaratan. dengan instalasi dan perlengkapannya yang cukup kompleks. dengan terlebih dahulu dinilai kelayakan menggunakannya yang dilakukan secara periodik setelah 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan bukan rumah tinggal terhitung sejak IPB diterbitkan. selambat-lambatnya 25 hari kerja. Untuk Bangunan Bukan Rumah Tinggal: 1) Berita acara telah selesainya pelaksanaan bangunan dan sesuai IMB (1 set). selambat-lambatnya 35 hari kerja. Untuk bangunan bukan rumah tinggal. 2. 3) Tembusan IMB atau fotokopi IMB (1 set) yang terdiri dari: a) Surat Keputusan IMB. Direksi Pengawas memberikan laporan pelaksanaan yang tidak benar. Bangunan dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu. c) Gambar arsitektur lampiran IMB. Persyaratan dan Cara Pengajuan Permohonan KMB Setiap bangunan yang telah memiliki IPB harus memiliki KMB. gedung pertemuan atau sejenisnya. 3. tidak berlaku apabila dari hasil uji coba masih memerlukan perbaikan dan atau penyempurnaan instalasi dan perlengkapannya. 2) Tembusan IMB atau fotokopi IMB (1 set) yang terdiri dari: a) Surat keputusan IMB. adalah sebagai berikut: 1. Bangunan rendah dengan penggunaan untuk fasilitas umum/ industri seperti: pasar swalayan. 3. terdiri dari: 1. b) Keterangan dan Peta Rencana kota lampiran IMB. Bangunan tinggi. Untuk bangunan rumah tinggal. Setiap bangunan yang telah selesai dilaksanakan seusai IMB. IPB yang diterbitkan berupa surat keputusan dengan lampiran bukti Pengawasan Pemeliharaan dan Penggunaan Bangunan. Waktu penyelesaian IPB untuk bangunan bukan rumah tinggal yang memerlukan uji coba. hotel. b. Permohonan tertulis ditujukan kepada Gubernur dalam hal ini Kepala Dinas melalui Suku Dinas/ Seksi PPK Kecamatan dengan mengisi formulir yang tersedia dan melampirkan persyaratan sebagai berikut: a. Untuk mendapatkan KMB. atas permohonan pemilik bangunan. Penangguhan penyelesaian IPB diberitahukan secara tertulis kepada pemohon oleh Dinas/ Suku Dinas. Untuk Bangunan Rumah Tinggal: 1) Fotokopi KTP Pemohon (1 lembar). Sebelum IPB diterbitkan. Untuk pelaksanaan bangunan harus dilaksanakan oleh Pemborong dan diawasi oleh Direksi Pengawas kecuali untuk bangunan rumah tinggal. Untuk Bangunan Rumah Tinggal: 1) Hasil Pemeriksaan Pengawasan Lapangan dari Kepala Seksi PPK Kecamatan yang menyatakan bahwa bangunan telah selesai dilaksanakan dan sesuai IMB. Dinas/ Suku Dinas dapat menerbitkan Izin Pendahuluan Penggunaan Bangunan untuk sebagian atua seluruh bangunan dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan. 4. IPB yang diterbitkan berlaku selama penggunaannya sesuai dengan IMB dan bangunan masih memenuhi persyaratan kelayakan menggunakan bangunan.

d) Surat Keterangan Membangun dari Suku Dinas beserta lampirannya (bila ada). Untuk bangunan rumah tinggal. Fotokopi IMB dan IPB dan atau KMB yang telah diterbitkan (1 set) yang terdiri dari: a) Surat Keputusan IMB dan IPB dan atau KMB. selambat-lambatnya 25 hari kerja. dapat ditolak apabila setelah lewat jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penangguhan. selambat. Hasil uji coba instalasi dan perlengkapannya bagi instalasi dan perlengkapan tertentu yang disyaratkan. c) Gambar arsitektur bangunan lampiran IMB. 2. Hasil perbaikan dan penyempurnaan yang telah dilaksanakan terhadap fisik bangunan. 8) Laporan pengkajian teknis bangunan oleh tenaga ahli yang memiliki surat izin bekerja yang ditunjuk oleh Pemilik/ Pengelola bangunan (3 set). Pemohon tidak memperbaiki dan atau melengkapinya. pelaksanaan uji coba instalasi dan perlengkapannya harus disaksikan oleh Petugas Dinas/ Suku Dinas dan hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. 6. 4. II. Jadwal pemeliharaan yang telah dilaksanakan terhadap fisik bangunan. Untuk Bangunan Bukan Rumah Tinggal 1) Fotokopi KTP Pemohon (1 lembar). 5. kebakaran dan kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan atau instalasi dan perlengkapannya. 2) Fotokopi bukti kepemilikan tanah apabila ada perubahan kepemilikan (1 set). 6) Foto bangunan sesuai keadaan lapangan. instalasi dan perlengkapannya (bila ada). Jangka waktu penolakan pemohonan KMB tidak berlaku dan tidak 2) 3) . b. setelah adanya pemberitahuan secara tertulis dari Dinas/ Suku Dinas. 2. Penangguhan permohonan KMB diberitahukan secara tertulis kepada Pemohon oleh Dinas/ Suku Dinas. instalasi dan perlengkapannya. 2. Bangunan mengalami perubahan fisik dan atau instalasi dan perlengkapannya tidak berfungsi. Hasil uji coba instalasi dan perlengkapannya bagi instalasi dan perlengkapan tertentu yang disyaratkan. selambat-lambatnya 35 hari kerja. 3. Waktu penyelesaian permohonan KMB. 5) Foto bangunan sesuai keadaan lapangan. Permohonan KMB yang ditangguhkan. 4. 3. d) Surat Keterangan Membangun dari Suku Dinas beserta lampirannya (bila ada). Penyelesaian KMB Waktu penyelesaian permohonan KMB sejak diterimanya permohonan yang telah memenuhi persyaratan dan telah membayar retribusi adalah sebagai berikut: 1. 4) Gambar arsitektur bangunan sesuai keadaan di lapangan (3 set). instalasi dan perlengkapannya. KMB dapat diterbitkan untuk sebagian atau seluruh bangunan. Data administrasi dan teknis bangunan. 3. 3. c) Gambar arsitektur bangunan lampiran IMB. KMB diterbitkan apabila penggunaan bangunan yang dimohon sesuai dengan IPB yang telah diterbitkan dan memenuhi syarat kelayakan menggunakan bangunan. Terhadap bangunan dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu.lambatnya 60 hari kerja. Data administrasi dan teknis bangunan. 5. 4. Terjadi keadaan yang tidak terduga (force mayor) antara lain: bencana alam. tidak berlaku apabila hasil penelitian teknis masih memerlukan perbaikan dan atau penyempurnaan.Fotokopi bukti kepemilikan tanah apabila ada perubahan kepemilikan (1 set). Kelayakan bangunan di bidang arsitektur dan atau struktur dan atau instalasi dan perlengkapannya. Pemohon memberikan data yang tidak benar. Perbaikan maupun penyempurnaan hasil penilaian teknis belum dipenuhi oleh pemohon. Hasil pemeliharaan terhadap fisik bangunan. Laporan pengkajian teknis bangunan harus memuat: 1. 2. 3) Fotokopi IMB dan IPB dan atau KMB yang telah diterbitkan (1 set) yang terdiri dari: a) Surat Keputusan IMB dan IPB dan atau KMB. Penyelesaian permohonan dapat ditangguhkan apabila: 1. Untuk bangunan bukan rumah tinggal dengan kriteria ketinggian dan penggunaan tertentu. 5) Gambar instalasi dan perlengkapannya berupa diagram satu garis sesuai keadaan di lapangan (3 set) atau. b) Peta Rencana Kota lampiran IMB. 4) Gambar arsitektur bangunan sesuai keadaan di lapangan (3 set). Penggunaan bangunan tidak sesuai dengan IPB dan atau KMB yang telah diterbitkan. Kesimpulan tingkat kelayakan menggunakan bangunan. Laporan hasil pemeliharaan harus memuat: 1. Usul perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan. Kesimpulan tingkat kelayakan menggunakan bangunan. Untuk bangunan bukan rumah tinggal. b) Peta Rencana Kota dan atau Tata Letak Bangunan lampiran IMB. 5. 7) Laporan hasil pemeliharaan bangunan oleh tenaga ahli dari unit/ divisi pemeliharaan bangunan bersangkutan yang memiliki surat izin bekerja (3 set) atau.

Untuk bangunan bukan rumah tinggal. Atas pelayanan administratif tidak dipungut retribusi.dapat dipercepat apabila kondisi bangunannya membahayakan penghuni dan lingkungannya. 2. KMB adalah sebagai berikut: 1. Izin Penggunaan Bangunan dan Kelayakan Menggunakan Bangunan di Provinsi DKI Jakarta. Terhadap permohonan KMB yang ditolak. Pembatalan permohonan. Pemecahan izin. Sumber : Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2000 tentang Tata Cara Memperoleh Izin Mendirikan Bangunan. 3. Untuk bangunan rumah tinggal. KMB diterbitkan berupa Surat Keputusan dengan lampiran: 1. Keterangan dan Peta Rencana Kota. Gambar instalasi dan perlengkapannya berupa diagram satu garis bagi yang diisyaratkan. 4. 2. IPB yang diterbitkan dapat ditinjau kembali dan atau dibatalkan. 3. Bukti Pengawasan Pemeliharaan dan Penggunaan Bangunan. Balik nama izin. . selama 5 tahun. Salinan izin. 2. Persyaratan dan prosedur pelayanan administratif diatur dalam keputusan Kepala Dinas. selama 10 tahun. Gambar arsitektur. Pelayanan Administratif Pelayanan administratif meliputi pelayanan permohonan: 1. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful