P. 1
Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

|Views: 7,308|Likes:
Published by RulHas SulTra
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.

More info:

Published by: RulHas SulTra on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Sections

Kesimpulan dimakalah ini di bagi menjadi 2 yakni kesimpulan status hadist

(ditinjau dari segi jalur-jalur sanad yg ada dihadist itu sendiri) dan kesimpulan matan

hadist.

Status hadist: status hadist tentang tumbuhnya uban nabi dikarenakan surah huud

dan saudara-saudaranya seperti yg telah diriwayatkan imam Turmudzi, imam Thabrani,

imam Hakim jika ditinjau dri segi jalur sanadnya terlihat ada yg muttasil dan ada yg mursal

dan ada juga yg munqothi’. Adapun jalur sanad yg melewati jalur imam Hakim, muttasil

dan kredibilitas para perawinya pun dapat dipercaya semua dan tidak ada yang cacat oleh

karenanya imam Turmudzi berkomentar tentang status hadist ini bahwa hadis ini hasan dan

gharib (ketika hadist ini diriwayatkan melewati jalur sahabat Ibnu Abbas). Begitu juga

imam Hakim yang meriwayatkan hadist melewati jalur Muhammad bin ja’far yang

berakhir pula di ibnu abbas pada rantai sanadnya, bahkan imam hakim mengeluarkan

hadist ini di dalam kitabnya mustadrak ala shahihain dan berkata “hadist ini memenuhi

syarat imam Bukhari akan tetapi imam Bukhari tidak mengeluarkannya”.

Adapun Imam Tahbrani meriwayatkan hadist ini ada dua jalur atau lebih, tetapi

hanya ada salah satu jalur yg diriwayatkan imam thabrani yg mursal yaitu jalur

Muhammad Bin Ustman Bin Abi Syaibah bahkan dijalur itu sendiri ada salah satu perawi

yg bernama Amar Bin Tsabit mempunyai status matruk. Walaupun ada satu jalur yg cacat

tidak mempengaruhi kekuatan hadist ini karena imam Thabrani sendiri masih ada jalur

yang laen yg tidak cacat dari segi mata rantai maupun perawinya, ditambah lagi dgn hadist

yang diriwayatkan oleh imam Turmudzi dan imam Hakim di mustadraknya. Oleh sebab itu

hadist ini boleh dijadikan hujjah walaupun masih ada perbedaan pendapat diantara para

ulama tentang kategori hadist ini hasan atau shahih.

Kesimpulan matan adalah di dalam hadist ini menunjukan salah satu bukti kasih

sayang nabi tiada henti-hentinya memikirkan umatnya sampai itu berdampak kepada diri

nabi sendiri. Begitu juga hadist ini menunjukan betapa dasyatnya keadaan di hari kiamat

nanti. Dan yang terakhir menunjukan nabi tidak mau sampai umatnya seperti umat

terdahulu yang mendapatkan azab begitu pedih tetapi keselamatan umatnya lah yang nabi

harapkan.

“Asmaul Husna

dan

Keutamannya”

OLEH

SAFIDIN

(NPM: 10.31.0278)

HADIS KEDUA PULUH
EMPAT

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 226

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

A. PENDAHULUAN

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Zat yang Mahakuasa, pencipta manusia dan

alam semesta serta seluruh isinya. Dialah Tuhan yang menurunkan Islam dan al-kitab

melalui para rasul-Nya sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk kehidupan di dunia dan

akhirat. Solawat dan salam untuk baginda Nabi Muhammad SAW, keluarganya,

sahabat-sahabatnya serta semua pengikutnya. Mudah-mudahan syafaat Beliau dapat kelak

kita dapatkan di akhirat. Amin.

Al-hamdulillah terucapkan, atas selesainya karya tulis ini. Tulisan ini

memaparkan sebuah Takhrij Hadis melalui metode Mu’jam (al-Mu’jam al-Mufahras li

Alfazh al-Hadits al-Nabawiy)1

dan metode Digital (Maktabah as-Syamilah). Adapun

dalam penelusuran kedua metode ini melalui pendekatan mu’jam.2

Hadis yang

menjadi subjek pembahasan dalam makalah ini dapat dilihat dengan matan sebagai

berikut:

﴿

ِهّلِل

ةَعْسِت

َنوُعْسِتَو

اًمْسا

ةَئِم

ُرْ يَغ

دِحاَو

ْنَم

اَهصْحَأ

َلَخَد

َةّنَجْلا

Hadis diatas mengabarkan tentang Asmaul Husna dan keutamaannya. Untuk lebih

lanjut mengenai keotentikan atau keabsahannya, penulisan semaksimal mungkin

menyajikan penjelasannya dibawah ini.

B. HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)

Melalui penelusuran maktabah syamilah, kami menemukan beberapa sumber dari

matan hadis diatas. Secara detail, sanad dan matan serta sumber-sumber hadis diatas dari

berbagai kitab hadis dapat dilihat sebagai berikut:

1) Musnad al-Bazzar (

دنسم

رازبلا

)

انَثّدَح

دّمَحُم

نب

قوزرم

دّمَحُمو

نب

رمعم

دّمَحُمو

نب

دبع

يحر لا

اولا ق

,

انَثّد َح

حور

ن ب

دا بع

,

ن ع

ديع س

,

ْن َع

َ دا َتَ ق

,

نع

دّمَحُم

,

ْنَع

يِبَأ

َ َرْ يَرُه

َيِضَر

ُلا

ُهْنَع

,

ا ق

:

َ ا َق

ُ و ُسَر

ِلا

ّل َص

ُلا

ِه ْيَلَع

َ ّل َسَو

:

ل

ةع ست

نوع ستو

ام سا

ة ئم

ريغ

دحاو

نم

اهاصحأ

لخد

ةنجلا
.

(

هاور

رازبلا

)

3

2) Musnad Sya’miyyin (

دنسم

نييماشلا

)

اَنَ ثّدَح

وُبَأ

دْع َس

ِرََ ْسَعْلا

،

اَنَ ثّد َح

ُد ّمَحُم

ُن ْب

را ََّب

اَنَ ثّد َح ، ي ِشْيَعْلا

ُدا ّمَح

ُن ْب

َسيِع

ي ِنَهُجْلا

ِن َع

ِن ْبا

جْيَر ُج

ْن َع

ِد ْبَع

ِزيِزَعْلا

ِنْب

َرَمُع

ِن ْب

ِد ْبَع

ِز يِزَعْلا

ْن َع

و ُحََْم

ْن َع

ِ اَر ِع

ِن ْب

ِلاَم

ْن َع

ي ِبَأ

َ َر ْ يَرُه

َ ا َق َ ا َق

َ ا َق

ُ و ُسَر

ل ص ِلا

لا

ه يلع

ِهّلِل لسو

ةَعْسِت

َنوُعْسِتَو

اًمْسا

ةَئِم

ُرْ يَغ

دِحاَو

ْنَم

اَهاَصْحَأ

َلَخَد

َةّنَجْلا

.

(

هاور

يناربطلا

)

4

1

Buku karya , Dr. A.J. Wensinck [w. 1939 M], karya ini menghimpun 9 kitab hadis yang termasyhur.

2

Pendekatan mu’jam, yaitu dengan cara mencari lafal kalimat tertentu yang tidak populer di masyarakat.

3

Imam Bazzar, Musnad al-Bazzar (Madinah : Maktabah al-Ulum wa al-Hukm, 2009 M), Cet I, Juz 17,
Hal. 266

4

Imam Tabrani, Musnad Sya’miyyin (Beirut : Muassasah ar-Risalah, 1984 M), Cet I, Juz 4, Hal. 384

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 227

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

C. PERBANDINGAN REDAKSI MATAN

Pada kedua hadis yang kami tampilkan diatas, kami tidak menemukan perbedaan

atau perselisihan pada matan, secara jelas dapat kami katakan bahwa dari segi matan maka

hadis diatas kedua-duanya adalah sama. Untuk lebih jelasnya, uraian matan dan sanadnya

dapat dilihat sebagai berikut:

Hadis Pertama:

انَثّدَح

دّمَحُم

نب

قوزرم

دّمَحُمو

نب

رمعم

دّمَحُمو

نب

دبع

يحرلا

اولاق

انَثّدَح

حور

نب

دا بع

ن ع

ديع س

ْنَع

َ دا َتَ ق

ن ع

د ّمَحُم

ْن َع

ي ِبَأ

َ َر ْ يَرُه

َي ِضَر

ُلا

ُه ْنَع

ا ق

:

َ ا َق

ُ و ُسَر

ِلا

ّل َص

ُلا

ِه ْيَلَع

َ ّل َسَو

:

ل

ةعست

نوعستو

امسا

ةئم

ريغ

دحاو

نم

اهاصحأ

لخد

ةنجلا

.

(

هاور

رازبلا

)

Artinya:

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Marzuq, dan Muhammad bin
Ma’mar dan Muhammad bin Abdurrahim, mereka berkata, telah menceritakan kepada

kami Rouhu bin Ubadah, dari Said dari Qotadah,dari Muhammad dari Abi Hurairah RA

dia berkata; telah bersabda rosulullah SAW ; Bagi Allah 99 Nama, 100 kurang satu.

Barang siapa yang menghafalnya maka ia akan masuk Sorga”[HR.Bazzar].

Hadis Kedua:

اَنَ ثّدَح

وُبَأ

دْعَس

ِرََْسَعْلا

،

اَنَ ثّد َح

ُد ّمَحُم

ُن ْب

را ََّب

ي ِشْيَعْلا

،

اَنَ ثّد َح

ُدا ّمَح

ُن ْب

َسيِع

ي ِنَهُجْلا

ِن َع

ِن ْبا

جْيَرُج

ْنَع

ِدْبَع

ِزيِزَعْلا

ِنْب

َرَمُع

ِنْب

ِدْبَع

ِز يِزَعْلا

ْن َع

و ُحََْم

ْن َع

ِ اَر ِع

ِن ْب

ِلاَم

ْن َع

ي ِبَأ

َ َر ْ يَرُه

َ ا َق

َ ا َق

ُ وُسَر

ِلا

لص

لا

هيلع

لسو

ِهّلِل

ةَعْسِت

َنوُعْسِتَو

اًمْسا

ةَئِم

ُرْ يَغ

د ِحاَو

ْن َم

اَها َصْحَأ

َل َخَد

َة ّنَجْلا

.

(

هاور

يناربطلا

)

Artinya:

“Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’din Al’Askariy, telah menceritakan

kepada kami Muhammad bin Bakar al-‘Aisyiy, telah menceritakan kepada kami Hummad

bin ‘Isa Al-Juhaniy, dari Ibnu Juraij, dari Abdul ‘Aziz bin ‘Umar bin ‘Abdul Aziz, dari

Mak-hul dari ‘Irok bin bin Malik, dari Abi Hurairah RA berkata, telah bersabda

rosulullah SAW; Bagi Allah sembilan puluh sembilan nama, serstus kurang satu, barang

siapa yang menghafalkannya maka dia masuk sorga. [HR. Tabrani].

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 228

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

D. SKEMA SANAD

Berdasarkan hasil penelusuran diatas dapat dibuat skema sanad sebagai berikut:

Mukharrrij Hadis : Imam at-Thabrani (

دنسم

نييماشلا

)

Imam al-Bazzar (

دنسم

رازبلا

)

ُ وُسَر

ِلا

ّلَص

ُلا

ِهْيَلَع

َ ّلَسَو

وبَأ

َ َرْ يَرُه

ِ اَرِع

ِنْب

ِلاَم

دّمَحُم

وُحََْم

َ داَتَ ق

ِدْبَع

ِزيِزَعْلا

ِنْب

َرَمُع

ِنْب

ِدْبَع

ِزيِزَعْلا

ديعس

ِنْبا

جْيَرُج

حور

نب

دابع

ُداّمَح

ُنْب

َسيِع

يِنَهُجْلا

دّمَحُم

نب

قوزرم
،

دّمَحُم

نب

رمعم
،

دّمَحُمو

نب

دبع

يحرلا

ُدّمَحُم

ُنْب

راََّب

يِشْيَعْلا

وُبَأ

دْعَس

ِرََْسَعْلا

يناربطلا

رازبلا

انثدح

انثدح

نع

نع

نع

نع

اق

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 229

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

E. ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT

Sanad dari kedua hadis tersebut diatas yang kami teliti adalah hadis riwayat Imam

al-Bazzar,dengan komposisi sanad; Abu Hurairah, Muhammad, Qatadah, Said, Rauh bin

Ubadah, Muhammad bin Marzuq, Muhammad bin Ma’mar, Muhammad bin Abdu Rahim,

dan Imam al-Bazzar.

a) Abu Hurairah (w. 57 H)

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist Nabi

Shallallahu alaihi wassalam, Ia meriwayatkan hadist sebanyak 5.374 hadist. Abu Hurairah

memeluk Islam pada tahun 7 H, tahun terjadinya perang Khaibar. Rasulullah sendirilah

yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau sedang melihatnya membawa seekor

kucing kecil. Julukan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena

kecintaan beliau kepada kucing. Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Rasulullah

agar Abu Hurairah dianugrahi hapalan yang kuat.

Abu Hurairah meriwayatkan hadist dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ubai bin

Ka’ab, Utsman bin Za’id, Aisyah dan sahabat lainnya. Sedangkan jumlah orang yang
meriwayatkan darinya melebihi 800 orang, terdiri dari para sahabat dan tabi’in. Kalangan
tabi’in yang meriwayatkan hadis dari beliau antara lain Sa’id bin al-Musayyab, Ibnu Sirin,
Ikrimah, Atha’, Mujahid dan Asy-Sya’bi.

Sanad paling shahih yang berpangkal daripadanya adalah Ibnu Shihab az-Zuhri,

dari Sa’id bin al-Musayyab, darinya (Abu Hurairah). Adapun yang paling Dhaif adalah as-

Sari bin Sulaiman, dari Dawud bin Yazid al-Audi dari bapaknya (Yazid al-Audi) dari Abu

Hurairah. Abu Hurairah wafat pada tahun 57 H di Aqiq. Mengingat posisinya sebagai

sahabat, para ulama sepakat bahwa tidak perlu dikritik dan apalagi diragukan

kredibilitasnya karena seluruh sahabat adalah adil.

b) Muhammad (w. 110 H) 5

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Sirin al-Anshari, ia adalah seorang ahli

fiqh yang zuhud dan tekun beribadah, ayahnya bekas sahaya Anas bin Malik yang

membelinya dari Khalid bin al-Walid yang menawannya di Ain at-Tamr di gurun pasir

Irak dekat al-Anbar. Ia berada pada Tabaqah Ke-3 (

نم

ىطسولا

نطم

نييعاطتلا

). Sebelumnya, Anas

menjanjikan kebebasan bagi budaknya itu bila Sirin membayar sejumlah uang. Sirin

melunasinya dan bebaslah ia. Ibu Muhammad bin Sirin bernama Shaffiyah yang pernah

menjadi sahaya Abu Bakar.

5

Biografi Ibnu Sirin dalam Tahdzib at Tahdzib 9/241 karya Ibnu Hajar Asqalani.

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 230

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

Muhammad bin Sirin lahir dua tahun menjelang masa pemerintahan Utsman, ia

sempat bertemu dengan 30 orang sahabat, tetapi tidak pernah melihat abu Bakar dan Abu

Dzarr al-Ghifari. Ia juga tidak mendengar langsung hadits dari Ibnu Abbas atau Abu

Darda’ atau Imran bin Hushain, atau sayyidah Aisyah. Namun ia meriwayatkan dari

beberapa hadist musnad dari Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Hudzaifah

bin al-Yaman dan beberapa lainnya.

Orang yang meriwayatkan dari Ibnu Sirin adalah Asy-Sya’bi, al-Auza’I, Ashim

al-Ahwal, Malik bin Dinar dan Khalid al-Hadzdza. Hisyam bin Hisan berkata tentangnya:”

Dia Orang Paling Jujur yang pernah aku jumpai”, Abu Awanah menambahkan “ Aku

pernah meliha Ibnu sirin dan tak seorangpun melihatnya tanpa sedang berzikir kepada

Allah Ta’ala”. Dan komentarnya Abu Sa’ad adalah “ Dia dipercaya memang teguh amanat,
tinggi kedudukannya dan banyak ilmunya”. Ia wafat pada tahun 110 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap Muhammad bin Sirrin:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

c) Qatadah (w. 100 H)

Nama lengkapnya adalah Qatadah bin Di’amah bin Qatadah. Sebagian juga
mengatakan Qatadah bin Di’amah bin Akabah, as-Sudu’sy, Abu Khattab al-Bashary.

Beliau termasuk dalam tabaqah ke-4 (

طقبط

نييعاطتلا نطم ىطسولا طلت

) yang lahir pada tahun 60 /

61 dan wafat pada tahun 100.

Berikut pendapat para ulama terhadap Qatadah:

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

قث

تبث

ريبك

ردقلا

ناك

ل

ىري

ياورلا

نيملاع

2 Al-Zahabi

-

قث

جح

،

دحأ

ملعلا

،

ريبك

مليلا

عيشتم

No

Guru

Murid

1

سنأ

نع

كلام

يبضلا ديبُع نع ءامسأ

2

بدنج

نع

دبع

ا

لجبلا

ثيشأ

نع

راوس

3

يِعَأ

َةَرْيَرُه

ثيشأ

نع

دبع

ا

نع

رعاج

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

قث

تبث

مر

عيشتلاع

2 Al-Zahabi

-

ظفاحلا

عيشتم

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 231

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

d) Said (w. 156 H / 157 H)

Nama lengkapnya ialah (

دييطس

نطع

طعأ

طعورع

:

نارطهم

ىودطيلا

،

وطعأ

رطضنلا

،

ىررطشيلا

مهلوطم

،
ىرطصبلا). Beliau tergolong dalam tabaqah ke-6 (

نطم

نييطلا

اورطصاع

نييعاتلارااطص

). Ia wafat pada

tahun 156 H, pendapat lain menyebutkan 157 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap Said:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

e) Rauh bin Ubadah (w. 206 H / 207 H)

Nama lengkapnya ialah (

حور

نططع

ة اططبع

نططع

ءلططيلا

نططع

ناططسح

نططع

ورططمع

نططع

دططثرم

ططسيقلا

). Ia

termasuk (

نطم

طنع

سيطق

نطع

طبليث

نطم

مهطسفنأ

). Beliau tergolong dalam tabaqah ke-9 (

نطم

رااطص

اطبتأ

نييعاتلا). Ia wafat pada tahun 205 H atau 207 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap Said:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

No

Guru

Murid

1

ليدع

نع

ةرسيم

ليقيلا

ناعأ

نع

ديزي

راىيلا

2

دمحم

نع

نيريس

ليعامسإ

نع

ملسم

رملا

3

رشع

نع

زفتحملا

ثيشأ

نع

زارع

ميجهلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

ريثك

سيلدتلا

،

و

طلتخا

قث

ظفاح

،

هل

فيناصت

،

و

ناك

نم

تبثأ

سانلا

ف

ة اتق

2 Az-Zahabi

-

دحأ

ملعلا

3 Yahya bin Ma’in

-

-

وه

نم

مهتبثأ

ف

ة اتق

No

Guru

Murid

1

ة اتق

نع

ماع

حور

نع

ة ابع

2

كلام

نع

اني

ر

دلاخ

نع

دبع

ا

3

ريثك

نع

ريظنش

دلاخ

نع

ثراحلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

قث

لضاف

هل

فيناصت

-

2 Az-Zahabi

-

ظفاحلا

ناك

نم

،ءامليلا

فنص

بترلا

No

Guru

Murid

1

دييس

نع

عأ

عورع

دمحم

نع

دبع

ميحرلا

زازبلا

2

ريهز

نع

دمحم

ميمتلا

دمحم

نع

قوزرم

ىرصبلا

3

دييس

نع

ديبع

ا

نع

ريبج

نع

يح

فقثلا

دمحم

نع

رميم

نارحبلا

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 232

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

f) Muhammad bin Abdur Rahim (w. 255 H)

Nama lengkapnya adalah (

دطمحم

نطع

دطبع

ميحرطلا

نطع

طعأ

رطيهز

طشرقلا

ىودطيلا

وطعأ

طيحي

زازطبلا

ى ادطابلا) dan ia merupakan (

طسراف

لطصلا

). Beliau lahir 185 H dan termasuk termasuk dalam

tabaqah ke-11 (

طاسوأ

نييخلا

نع

عبت

ابتلا

) yang wafat pada tahun 255 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap Hasan bin Shalih:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

g) Bazzar

Nama lengkapnya adalah (

،ُُْيطّشلا

،ُماطَمِلا

ُظِفاطَحلا

،ُرطْيِبَرلا

وطُعَأ

رطْرَع

دطَمْحَأ

نطع

وِرطْمَع

ِنطع

ِدطْبَع

ِ ِلاطَخلا

،ّيِرْصَبلا

ُراّزَبلا

). Beliau dilahirkan pada : (

َدِلُو

:

َ َنَس

فيَن

ةَرْشَع

ِنْيَتَئامَو

).

F. RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD

Tinjauan Penulis terhadap berbagai keterangan sanad diatas bahwa ada satu sanad

yang dinyatakan mudallis oleh Ibnu Hajar, yaitu Said. namun beliau juga menetapkannya

sebagai orang yang siqah dan hafid, dan disamping itu adanya pernyataan Ibnu Main yang

menilai bahwa Said merupakan orang yang paling sabit dari murid Qatadah, maka

sepanjang penelitian dari satu jalur ini kami berpendapat bahwa hadis tersebut adalah

Muttasil dan dapat diterima, dan secara tersirat kami telah menampilkan hubungan antara

murid dan guru yang bertemu secara langsung pada bagan yang kami tampilkan diatas.

Dasar inilah yang kami jadikan alasan bahwa walaupun ada sanad yang dinilai banyak

mentadlis, namun masih dapat diterima.

G. KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD

Mengenai kualitas sanadnya, kami menyimpulkan bahwa hadis ini adalah

bersambung/muttasil. Walaupun terdapat satu perawi yang dinilai mudallis, namun hal ini

masih dimaklumi karena adanya keterangan diatas yang membuktikan ketersambungannya

melalui pendekatan guru dan murid. Pada sisi lain, padanya juga menyandang status siqah

dan hafid. Dengan demikian, kami simpulakan bahwa sanad hadis diatas adalah Muttasil

dan dapat diamalkan.

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

قث

ظفاح

-

2 Al-Zahabi

-

ظفاحلا

-

No

Guru

Murid

1

حور

نع

ة ابع

ىراخبلا

2

وا

نع

ديشر

وعأ

وا

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 233

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

H. HUKUM SANAD HADIS

Uraian sanad diatas dapat kami simpulakan bahwa sanad hadis ini Shahih. Adapun

analisa kami mengenai tadlis seorang rawi yang disebutkan diatas masih dapat dimaklumi.

Mukharrij hadis ini juga berpendapat, yaitu al-Bazzar bahwa meriwatkan hadis tadlis

diterima jika tidak diketahui melakukan tadlis kecuali dari orang yang tziqah. Hal serupa

disampaikan oleh al-Azdi, asy-Shayrafi, Ibnu Hibban dan Ibnu Abdul Barr.

Setelah uraian diatas, kami ingin menunjukkan beberapa hadis yang memiliki

kandungan yang hampir sama. Hadis-hadis berikut dalam penelusuran awal kami tidak

menemukannya sehingga kami hanya lampirkan dibawah ini. Hadis-hadis tersebut adalah

sebagai berikut:

Musnad Abi Ya’la (

دنسم

يعأ

ليي

)

ي بأ ن ع نر عرا ن ع دا نزلا يبأ نع نايفس انثدح ةمثيخ وبأ انثدح

ا ق ة ياور ر يره

:

نوع ستو ةع ست ل

رتولا بحي رتو وهو ةنجلا لخد اهظفح نم دحاو ريغ ةئم امسا

(

لعي يبأ هاور

)

6

Sunan Ibnu Majah (

ننس

نعا

جام

ه

)

و ُبَأ اَنَ ثّد َح ، يِناَعْ ن ّصلا د ّمَحُم ُن ْب ِ ِلَمْلا ُد ْبَع اَنَ ثّد َح ، را ّمَع ُن ْب ُبا َشِه اَنَ ثّد َح

د ّمَحُم ُن ْب ُر ْ يَهُز ِرِِ ْنُمْلا

َة َبْقُع ُنْب َسوُم اَنَ ثّدَح ، يِميِمّتلا

,

ّل َص ِلا َ و ُسَر ّنَأ ، َ َر ْ يَرُه ي ِبَأ ْن َع ، ُنَر ْعَرا ِنَمْحّر لا ُد ْبَع يِنَثّد َح

َ اَق َ ّلَسو ِهْيلَع لا

:

ِم ، اًمْسا َنيِعْسِتَو ًةَعْسِت ِهّلِل ّنِإ

ا َهَظِفَح ْن َم ، َرْ تِو ْلا ب ِحُي ، ر ْ تِو ُه ّنِإ ، اًد ِحاَو ِّّإ ًة َئ

َي ِهَو َة ّنَجْلا َل َخَد

:

، ُ ِرا َبْلا ، ُُِلا َخْلا ، ُنِاا َبْلا ، ُرِها ّظلا ، ُر ِخ،ا ، ُ ّوَرا ، ُدَم ّصلا ، ُد ِحاَوْلا ، ُه ّللا

َلّسلا ، َُحْلا ، ُ ِلَمْلا ، ُرّوَصُمْلا

ُ يِحّر لا ، ُنَمْحّرلا ، ُرّ بَََتُمْلا ، ُراّبَجْلا ، ُزيِزَعْلا ، ُنِمْيَهُمْلا ، ُنِمْؤُمْلا ، ُب
َجْلا ، ُل يِلَجْلا ، ِ ا َعْ تُمْلا ، راَبْلا ، ُ يِظَعْلا ، ُ يِلَعْلا ، ُريِصَبْلا ، ُعيِمّسلا ، ُريِبَخْلا ، ُفيِطّللا ،

ي َحْلا ، ُل يِم

يَقْلا ،

ا ، ُدوُدَوْلا ، ُباّهَوْلا ، يِنَغْلا ، ُبيِجُمْلا ، ُبيِرَقْلا ، ُ يََِحْلا ، يِلَعْلا ، ُرِهاَقْلا ، ُرِداَقْلا ، ُبو

ُروَُ ّشل

ا ، ُباّو ّ تلا ، ُ يِر ََْلا ، ُ ي ِلَحْلا ، ُرو ُفَغْلا ، وُفَعْلا ، ُدِشاّرلا ، يِلاَوْلا ، ُدِجاَوْلا ، ُدِجاَمْلا ،

َمْلا ، بّر ل

، ُد يِج

ُديِهّشلا ، يِلَوْلا

،

ُنيِبُمْلا

،

ُناَهْرُ بْلا

،

ُفوُؤّرلا

،

ُ يِحّرلا

،

ُ ِدْبُمْلا

،

ُديِعُمْلا

،

ُث ِعاَبْلا

،

ُ ِراَو ْلا

،

ِو َقْلا

،

ُديِدّشلا

،

راّضلا

،

ُعِِا ّنلا

،

يِقا َبْلا

،

يِقاَو ْلا

،

ُ ِِا َخْلا

،

ُع ِِاّرلا

،

ُ ِبا َقْلا

،

ُ ِساَبْلا

،

ز ِعُمْلا

،

ِِ ُمْلا

،

ُ ِسْقُمْلا

،

ُقاّزّر لا

،

وُذ

ِ ّو ُقْلا

،

ُني ِتَمْلا

،

ُ ِ ا َقْلا

،

ُ ِ اّد لا

،

ُ ِِا َحْلا

،

ُل يِكَوْلا

،

ُرِاا َفْلا

،

ُعِما ّسلا

،

يِطْعُمْلا

،

يِيْحُمْلا

،

ُتيِمُمْلا

،

ُعِناَمْلا

،

ُعِماَجْلا

،

ِداَهْلا

،

يِِا ََْلا

،

ُد َبَرا

،

ُ ِلا َعْلا

ُقِدا ّصلا،

،

ُرو نلا

،

ُر يِنُمْلا

،

با ّتلا

،

ُ يِد َقْلا

،

ُرْ تِو ْلا

،

ُد َحَرا

،

ُدَم ّصلا

،

ِِ ّلا

ْ َل

ْد ِلَي

،

ْ َلَو

ْد َلوُي

،

ْ َلَو

ْن ََُي

ُه َل

اًو ُفُك

د َحَأ

(

هاور

جام نبا

ه

.)

6

Imam Abu Ya’la, Musnad Abi Ya’la (Damaskus : Darr al-Ma’mun at-Turas, 1984 M), Cet I, Juz 11, Hal.
160

Oleh : Safidin (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 234

Hadis tentang Asmaul Husna dan Keutamaannya

Musnad Ahmad bin Hanbal (

دنسم

دمحأ

نع

لبنح

)

، َبو يَأ ْنَع ، رَمْعَم اَنَ ثّدَح ، ِقاّزّرلا ُدْبَع اَنَ ثّدَح

، ه ّبَنُم ِن ْب ِبا ّمَه ْن َعَو ، َ َر ْ يَرُه ي ِبَأ ْن َع ، َنيِري ِس ِنْبا ْنَع

َ اَق َ ّلَسَو ِهْيَلَع ُهّللا ّلَص ّيِبّنلا ِنَع ، َ َرْ يَرُه يِبَأ ْنَع

:

ْن َم ، اًد ِحاَو ِّّإ ًة َئِم ، اًمْسا َنيِعْسِتَو ًةَعْسِت ِهّلِل ّنِإ

َةّنَجْلا َلَخَد اَهاَصْحَأ

.
َ ّلَسَو ِهْيَلَع ُهّللا ّلَص ّيِبّنلا ِنَع ، َ َرْ يَرُه يِبَأ ْنَع ، باّمَه ِهيِِ َداَزَو

:

َرْ تِوْلا بِحُي رْ تِو ُهّنِإ

.

Shahih Bukhari (

حيحص

يراخبلا

)

، َ َر ْ يَرُه ي ِبَأ ْن َع ، ِنَر ْعَرا ِن َع ، ِدا َنّزلا و ُبَأ اَنَ ثّد َح ، بْيَع ُش ا َنَرَ بْخَأ ، ِنا َمَيْلا و ُبَأ اَنَ ثّد َح

ِلا َ و ُسَر ّنَأ

لا ل ص

َ ا َق ل سو ه يلع

:

ْن َم اًد ِحاَو ِّّإ ًة َئِم اًم ْسا َنيِع ْسِتَو ًةَع ْسِت ِه ّلِل ّنِإ

َة ّنَجْلا َل َخَد اَها َصْحَأ

{

ُهاَنْ يَصْحَأ

}

ُهاَنْظِفَح

.

Shahih Ibnu Hibban (

حيحص

نعا

نابح

)

ُ شمدب ا يِ ن ب د يبع ن ب د محأ ن ب د محم و ة بيتق ن ب ن سحلا ن ب دمحم و نايفس نب نسحلا انربخأ
ولاق نسحلل فللاو

:

اق يفقثلا حلاص نب ناوفص انثدح

:

اق لسم نب ديلولا انثدح

:

بيعش انثدح

اق زمح يبأ نب

:

ا ق ر يره ي بأ ن ع نر عرا ن ع دانزلا وبأ انثدح

:

ل ص لا و سر ا ق

و ه يلع لا

لس

( :

ر تو ه نإ اد حاو ّإ ة ئم امسا نيعستو ةعست ل نإ

لا و ه ة نجلا ل خد اها صحأ ن م رتو لا ب حي
ر بَتملا را بجلا ز يزعلا نمي هملا نمؤ ملا بل سلا ود قلا لملا يحر لا نمحر لا و ه ّإ ه لإ ّ ِ لا
لعلا حا تفلا قازر لا با هولا را هقلا را فغلا رو صملا ملرا بلا ُلا خلا

ع ِارلا ِا خلا سابلا با قلا ي
ر يبَلا ي لعلا روَ شلا رو فغلا ي ظعلا ي لحلا ريبخلا فيطللا دعلا َحلا ريصبلا عيمسلا ِملا زعملا
ث عابلا ب يجملا د يجملا دودو لا ي َحلا ع ساولا ب يقرلا ير َلا ل يلجلا بي سحلا ت يقملا ي فحلا
ملا ديمحلا يلولا نيتملا وقلا ليكولا ُحلا ديهشلا

بو يقلا يحلا تيمملا ييحملا ديعملا دبملا يصح
ا عملا ناا بلا رها ظلا ر خ،ا ورا رخؤ ملا بدقملا ردتقملا رداقلا دمصلا دحرا دحاولا دجاملا دجاولا
ي نغملا ي نغلا عنا ملا سقملا بار كااو ل جلا وذ لملا لام فوؤر لا و فعلا قت نملا باو تلا ر بلا
ا رونلا عِانلا راضلا عماجلا

روبصلا ديشرلا راولا يقابلا عيدبلا داهل

)

.

طوؤنررا بيعش اق

:

تاقث هلاجر

.

Wallahu A’lam bi as-Shawab !!!

Keterangan Indeks

“Indeks Ini

Hanya
Menampilkan
Nama Para
Rawi yang
Diteliti pada
Masing-Masing
Uraian Hadis”

Indeks 236

Indeks Rawi yang Diteliti

A

A’sim bin Dhomirah 75

Abbas al-Jusamy 172

Abdul Majid bin Abdul Aziz 129

Abdul Wahab bin Atha’ 100

Abdul Wahhab bin Abdul Hakam 130

Abdullah bin Abbas 222

Abdullah bin Amru 66, 81, 90

Abdullah bin Barrad 118

Abdullah bin Ubaid 213

Abdurrahman bin Auf 204

Abdurrahman bin Budail 9

Abdurrahman bin Harmuz al-‘Araji 204

Abdurrahman bin Jubair 90

Abdurrahman bin Mahdi 9, 67

Abdurrahman Ibnu ‘Ausajah 44

Abu Bakar as-Shiddiq 223

Abu Bakar bin An-Nadhar 213

Abu Burdah 117

Abu Darda 35, 144

Abu Daud, 19

Abu Hurairah 172, 204, 229

Abu Ishaq 222

Abu Kuraib 118, 221

Abu Musa 117

Abu Nu’aim 205

Abu Salamah al-Khuza’i 189

Abu Ubaidah 214

Abu Umamah 196

Abu Usamah 118

Abu Uwais 189

Ahmad bin Hanbal 28, 68, 92, 190

Ahmad bin Hasan 91

Aisyah binti Abu Bakar 15, 27, 188

Ali bin Abi Thalib, 75

Ali bin Hijr bin Iyas 76

Amru bin Ali 147

Anas bin Malik 8, 128, 157, 178, 213

Ashim bin Abu Nujud, 66

B

Barraa’ Ibnu ‘Azib 44

Bazzar 232

Budail bin Maysarah 8

Bukhari 205

Buraid 117

D

Darimi 37

Darraj 91

Dhahhak 108

H

Hafs bin Sulaiman 75

Hajjaj bin Muhammad 174

Harun Abi Muhammad 159

Hasan bin Salim bin Shalih Al-Ijly 179

Hasan bin Shalih 159

Hasan bin Yahya bin Al-Ju’di 109

Indeks 237

Hisyam bin abi Abdillah 18, 28

Humaidi bin Abdirrahman 160

Husain bin Basyar 198

I

Ibnu Abbas 107

Ibnu Abi Mulaikah 59

Ibnu Juraij 129

Ibnu Lahi’ah 91

Ibnu Majah 48, 82

Ibnu Syihab 189

Ikrimah 222

Ismail bin Ibarahim ath-Tharjamani 110

Ismail bin Ibrahim bin Muksim 28

J

Jabir bin Abdillah 98

K

Katsir bin Zadan 75

M

Ma’dan bin Abi Talhah 144
Mu’awiyah bin Hisyam 221

Muhammad bin Abdullah 110

Muhammad bin Abdurrahim 232

Muhammad bin al-Munkadir 98

Muhammad bin Basysyar 47, 82

Muhammad bin Himyar 197

Muhammad bin Ibrohim 36

Muhammad bin Ja’far 46, 173

Muhammad bin Ja’far * 82
Muhammad bin Ja’far ** 146

Muhammad bin Musa 180

Muhammad bin Sirin 229

Muhammad bin Syuja’ al-Marruzy 214

Muhammad bin Ziyad 197

Muhammad Ibnul Qosim 37

Mukatil bin Hayyan 158

Musa bin Ubaidah 36

Muslim bin Ibrahim 18

Muththalib bin Hanthab 129

N

Nasa’i 10, 147, 198, 214

Q

Qatadah 17, 27, 81, 145, 158, 173, 230

Qutaibah bin Said 160

R

Rauh bin Ubadah 231

S

Sa’ad bin Abi Waqqash 58
Sa’ad bin Hisyam 16, 27

Said bin Abi Arubah 231

Said bin Hasan al-Makhzumi 59

Salim (saudara laki umu darda) 35

Salim bin Abi al-Ja’di al-Ghatafani 145

Sofyan bin Waki’ 161

Sufyan bin Sa’id bin Masruq 67, 205

Syaiban bin Abdurrahman 221

Syu’bah bin Al Hajjaj 45, 81, 146, 173

T

Thabrani 111

Thalhah Ibnu Nafi’ 45

Indeks 238

Tirmidzi 130, 162, 174

Tsabit al-Banani 179

U

Ubaidillah bin Abi Nahik 59

Ubaidillah bin Said 10

Ummu Darda 35

Urwah bin az-Zubair 188

Usamah bin Zaid al-Laisy 99

W

Waqi’ bin al-Jarrah 59

Y

Yahya Ibnu Sa’id 47

Yuhannas Maula Zubair 36

Yazid bin Abdullah bin Syikhkhir 81

Z

Zurarah bin Aufa 16, 27

Zirin bin Habasyah, 66

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->