P. 1
Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

|Views: 7,307|Likes:
Published by RulHas SulTra
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.

More info:

Published by: RulHas SulTra on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Sections

Dari penelitian singkat di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kualitas transmisi

pada periwayatan at-Tirmidzi dalam hadits ini adalah Dha’if, Mardud (lemah, tidak

diterima) karena beberapa sebab, diantaranya:

1. Terdapat perawi yang kredibilitasnya diragukan dan tidak diterima periwayatannya,

yakni:

a. Al-Muththalib bin Hanthab adalah perawi yang majruh karena ia merupakan

perawi mursil dan mudallis dan dapat dipastikan bahwa ia tidak meriwayatkan

hadits ini langsung dari Anas bin Malik karena ia bukan termasuk salah satu

murid Anas bin Malik dan periwayatannya dari Anas bin Malik telah diingkari

oleh Ali al-Madini dan at-Tirmidzi.

b. Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij (ibn Juraij) adalah perawi majruh karena

merupakan perawi mursil dan mudallis stadium 3, yakni perawi yang

28

Sunan at-Tirmidzi, Juz V, hal. 25.

29

Muhammad Nashiruddin al-Albani, Dha’if Abu Dawud, (Kuwait: Muassasah Ghuras, 1423H), Juz I, hal.

164.

Oleh : Muh. Sani Abdul Malik (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 135

Dosa Orang yang Mengetahui Ayat atau Surah al-Quran kemudian Melupakannya

menyamarkan periwayatan dari para perawi lemah dengan menggantinya dengan

para perawi yang kuat.

c. Abdul Majid bin Abdul Aziz adalah perawi majruh karena ia berideologi murji`ah

dan ia merupakan perawi matruk yang sering membolak-balikan hadits munkar

menjadi masyhur.

2. Terdapat keterputusan samar (saqt khafi) pada transmisi hadits tersebut yang

disebabkan oleh penyamaran identitas perawi (tadlis) oleh beberapa perawi yang

meriwayatkan hadits ini dengan redaksi ‘an’anah.

Demikianlah laporan penelitian ini ditulis dengan sekemampuan peneliti. Semoga

dapat diambil manfaat darinya walaupun disajikan dengan begitu singkat dan jauh dari

kesempurnaan. Peneliti sangat mengharapkan saran dan kritik membangun yang kiranya

dapat menyempurnakan penelitian ini. Memang tiada yang pernah bisa sempurna karena

kesempurnaan seutuhnya milik Allah ‘Azza wa Jalla, wa huwa ‘alam bis sawab…

Sabtu, 12 Rabiul Awwal 1433

5 Februari 2012

Peneliti

Moh. Sani Abdul Malik

NPM: 10.31.0272

Oleh : Muh. Sani Abdul Malik (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 136

Dosa Orang yang Mengetahui Ayat atau Surah al-Quran kemudian Melupakannya

Daftar Pustaka

Abu Dawud, Sulaimān bin al-Asy’ats as-Sajastani, Sunan Abī Dāud, (Dār al-Hadīts:

Kairo 1999)

At-Tirmidzi, Muhammad bin ‘Isa bin Saurah, Sunan At-Tirmidzi, (Kairo: Dār al-

Hadīts 2005)

Ibn Hajar, Ahmad bin Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib at-Tahdzib, (Bairut: Dar Ihya at-

Turats al-‘Arabi, 1993)

Al-Mizzi, Jamaluddin Abi al-Hajjaj Yusuf, Tahdzib al-Kamal, (Bairut: ar-Risalah,

1998)

As-Suyuthi, Abdurrahman bin Abu Bakar, Tadrib ar-Rawi, (Riyad: Maktabah Riyad

Hadits,___)

Al-Albani, Muhammad Nashiruddin, Dha’if Abu Dawud, (Kuwait: Muassasah Ghuras,

1423H)

Wersinck, Dr. A, J., Al-Mu’jam al-Mufahrasy li Alfadz al-Hadits.

‘Ubaydi, Ahmad Hasbillah, “Pengantar Ilmu Takhrij”, makalah disampaikan pada

mata kuliah Takhrij Hadits, (Ciputat, 2011)

“Fadhilah al-Kahf
sebagai
Perlindungan dari

Fitnah Dajjal”

OLEH

ANDI PURNOMO

(NPM: 10.31.0259)

HADIS KELIMA BELAS

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 138

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

A. PENDAHULUAN

Puji syukur semoga senantiasa terhaturkan kepada Zat yang Maha Kuasa, pencipta

manusia dan alam semesta serta seluruh isinya. Dialah Tuhan yang menurunkan Islam dan

al-kitab melalui para Rasul-Rasulnya sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk

kehidupan dunia dan akhirat. Shalawat dan salam untuk baginda Nabi Muhammad

SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya serta semua pengikutnya. Mudah-mudahan syafaat

Beliau dapat kelak kita dapatkan di akhirat. Amin.

Al-hamdulillah, satu kepuasaan tersendirinya atas selesai karya tulis ini.

Tulisan ini memaparkan sebuah contoh Takhrij Hadis melalui metode Mu’jam (al-

Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Hadits al-Nabawiy)1

dan metode Digital (Maktabah as-

Syamilah). Adapun dalam penelusuran kedua metode ini melalui pendekatan

mu’jam.2

Hadis yang menjadi subjek pembahasan dalam makalah ini dapat dilihat dengan

matan sebagai berikut:

﴿

نَم

َأَرَ ق

َرَشَع

تاَيآ

َنِم

ِف هَكل ا

َمِصُع

نِم

ِةَن تِف

ِلاَجّدلا

Hadis diatas mengabarkan tentang salah satu fadilah dari beberapa ayat dalam

Surah al-Kahf yaitu akan mendapatkan perlindungan dari fitnah Dajjal. Untuk lebih lanjut

mengenai keotentikan atau keabsahannya, penulisan semaksimal mungkin menyajikan

penjelasannya dibawah ini.

B. HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)

Penelusuran matan hadis diatas melalui al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh

al-Hadits al-Nabawiy dan maktabah syamilah dapat disimpulakan dengan beberapa bentuk

matan yang ikhtilaf. Bentuk Matan yang kami sebutkan diatas adalah matan yang bersifat

umum. Secara lebih rinci, beberapa bentuk ikhtilaf matan tersebut dapat dilihat dibawah ini

yang bersumber dari Sunan an-Nasa’i: 3

أ.

انربخأ

دمحم

نب

دبع

لعلا

لا ق

انند ح

د لاخ

لا ق

انند ح

ةبب ش

لا ق

نربخأ

ةا تق

ن ع

ملا س

ن ب

بأ

د بجلا

ن ع

نادبم

نع

نابون

نع

بنلا

لص

لا

يلع

و

مل س

لا ق

:

ن م

أر ق

ر شبلا

ر خاولا

ن م

ةو س

ف هكلا

نإف

ةم صع

ل

نم

لاجدلا

.

(
هاوة

ئاسنلا
)

ب.

انربخأ

ورمع

نب

لع

لاق

انندح

دمحم

نب

رفبج

لاق

انندح

ةبب ش

ن ع

ةا تق

ن ع

ملا س

ن ب

بأ

د بجلا

ن ع

ناد بم

نع

بأ

ءاةةدلا

نع

بنلا

لص

لا

يلع

و

ملس

لا ق

:

ن م

أر ق

ر شع

تا يآ

ن م

ف هكلا

م صع

ن م

ة نتف

لاجد لا

.

(
هاوة

ئاسنلا
)

1

Buku karya seorang sarjana Belanda, Dr. A.J. Wensinck [w. 1939 M], karya ini menghimpun 9 kitab hadis
yang termasyhur.

2

Pendekatan mu’jam, yaitu dengan cara mencari lafal kalimat tertentu yang tidak populer di masyarakat.

3

Imam an-Nasa’i, Sunan an-Nasa’i (Beirut : Darr Kitab al-Ilmiah, 1411 H / 1991 M), Jus 6, Hal 235-236

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 139

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

ت.

ا نربخأ

د محأ

ن ب

ناميل س

لا ق

انند ح

نا فع

لا ق

انند ح

ا مه

لا ق

نا ك

ةا تق

قي

ا نيلع

ب

انند ح

ملا س

ن ب

بأ

دبجلا

نع

ثيدح

نادبم

نب

بأ

ةحلط

ن ع

ثيد ح

بأ

ءاةةد لا

ن ع

بنلا

ل ص

لا

يلع

و

مل س

لا ق

:

ن م

فح

ر شع

تا يآ

ن م

لوأ

ةو س

ف هكلا

م صع

ن م

ة نتف

لاجد لا

ر كذ

ثيد ح

بأ

ديب س

ةد خلا

يف

.

(
هاوة

ئاسنلا
)

Selanjutnya dalam penelusuran maktabah syamilah, kami menemukan juga pada

beberapa sumber lain serta mencakup juga dari sumber yang telah disebutkan di atas.

Secara detail, sanad dan matan serta sumber-sumber hadis diatas dari berbagai kitab hadis

dapat dilihat sebagai berikut:

1) Sunan an-Nasa’i (

ننس
يئاسنلا)

انربخأ

ورمع

نب

لع

لاق

انند ح

د محم

ن ب

ر فبج

لا ق

انند ح

ةبب ش

ن ع

ةا تق

ن ع

ملا س

ن ب

بأ

د بجلا

نع

نادبم

نع

بأ

ءاةةدلا

نع

بنلا

لص

لا

يلع

و

ملس

لاق

:

نم

أرق

رشع

تايآ

نم

ف هكلا

م صع

نم

ةنتف

لاجدلا

( .

هاوة

ئاسنلا

)

4

2) Sunan Abu Daud (

ننس
دوادوبأ)

اَنَ نّدَح

ُ فَح

ُن ب

َرَمُع

اَنَ نّدَح

اّمَه

اَنَ نّدَح

ُ َةاَتَ ق

نَع

ِمِلاَس

ِن ب

ِبَأ

ِد بَج لا

نَع

َناَد بَم

ِن ب

ِبَأ

َة َح لَط

ن َع

ِثيِد َح

ِبَأ

ِءاَة ةّدلا

ِ يِو رَ ي

ِنَع

ِبّنلا

-

لص

لا

يلع

ملسو

-

َلاَق

«

نَم

َ ِفَح

َر شَع

تاَيآ

نِم

ِلّوَأ

ِ َةوُس

ِف هَك لا

َمِصُع

نِم

ِةَن تِف

ِلاّجّدلا

»

.

(

هاوة

ةواة وبأ

)

5

3) Musnad Ahmad bin Hanbal (

دنسم

دمحأ

نب

لبنح

)

انندح

دبع

لا

نندح

بأ

انن

د محم

ن ب

ر فبج

ا جحو

لا ق

ا نن

ةبب ش

ن ع

ةا تق

لا ق

ا جح

ف

ثيدح

تبمس

ملاس

نب

بأ

دبجلا

ثدحي

نع

نادبم

نع

بأ

ءاةةدلا

نع

بنلا

لص

لا

يلع

و

مل س

نا

لا ق

:

نم

أرق

رشع

تايآ

نم

رخآ

فهكلا

مصع

نم

ةنتف

لاجدلا

(

هاوة

دمحأ

)

6

4) Shahih Ibnu Hibban (

حيحص

نبا

نابح

)

انربخأ

وبأ

رخص

دبع

نمحرلا

نب

دمحم

ةادغبب

نيب

نيةوسلا

انندح

دبع

لعلا

نب

ةا مح

انند ح

د يزي

ن ب

يةز

نع

ديبس

نع

ةاتق

نع

ملاس

نب

بأ

دبجلا

نافطغلا

نع

نادبم

ن ب

بأ

ة حلط

ر مبيلا

ن ع

بأ

ءاةةد لا

ن ع

بنلا

لص

لا

يلع

و

ملس

لاق

( :

نم

أرق

رشع

تايآ

نم

ةوس

فهكلا

مصع

ن م

ة نتف

لاجد لا

)

.

(

هاوة

ن با

نابح

)

7

4

Imam an-Nasa’i, Sunan an-Nasa’i (Beirut : Darr Kitab al-Ilmiah, 1411 H / 1991 M), Jus 6, Hal 235

5

Sunan Abu Daud, (Beirut : Dar al-Kitab al-Arabi, Juz 4, Hal. 200
6 Imam Ahmad, Musnad Ahmad (Kairo : Muassah Qurtubah, Juz 6, Hal. 446

7

Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban (Beirut : Mu’assasah ar-Risalah, 1414 H / 1993 M), Juz 3, Cet II, Hal.
65

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 140

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

5) Musnad Abi Uwanah (

دنسم

يبأ

ةناوع

)

انندح

فسوي

نب

ملسم

انثق

ا جح

لا ق

نند ح

ةبب ش

ن ع

ةا تق

لا ق

تبم س

ملا س

ن ب

بأ

د بجلا

ن ع

ناد بم

ن ع

بأ

ءاةةد لا

ن ع

بنلا

ل ص

لا

يلع

مل سو

لا ق

(

ن م

أر ق

ر شبلا

ر خاولا

ن م

ف هكلا

م صع

ن م

ة نتف

لاجدلا

)

(

بأ هاوة

ةناوع

)

8

6) Sunan at-Tirmidzi (

ننس
ىذمرتلا)

اَنَ نّدَح

ُدّمَحُم

ُن ب

ةاّشَب

اَنَ نّدَح

ُدّمَحُم

ُن ب

رَف بَج

اَنَ نّدَح

ُةَب بُش

ن َع

َ َةا َتَ ق

ن َع

ِمِلا َس

ِن ب

ِبَأ

ِد بَج لا

ن َع

َناَد بَم

ِن ب

ِبَأ

َة َح لَط

ن َع

ِبَأ

ِءاَة ةّد لا

ِن َع

ِبّنلا

-

ل ص

لا

يلع

مل سو

-

َلا َق

«

ن َم

َأَر َ ق

َثَث َن

تا َيآ

ن ِم

ِلّوَأ

ِف هَك لا

َمِصُع

نِم

ِةَن تِف

ِلاّجّدلا

»

.

(

ىذمرتلا هاوة

)

9

7) Shahih Muslim (ملسم حيحص)

اَنَ نّدَحَو

ُدّمَحُم

ُن ب

ّنَ ثُم لا

اَنَ نّدَح

ُذاَبُم

ُن ب

ا َشِه

ِنَنّد َح

ِبَأ

ن َع

َ َةا َتَ ق

ن َع

ِمِلا َس

ِن ب

ِبَأ

ِد بَج لا

ِنا َفَطَغ لا

ن َع

َناَد بَم

ِن ب

ِبَأ

َةَح لَط

ىِرَم بَ ي لا

نَع

ِبَأ

ِءاَة ةّدلا

ّنَأ

ّ ِبّنلا

-

لص

لا

يلع

ملسو

-

َلا َق

«

ن َم

َ ِفَح

َر شَع

تا َيآ

نِم

ِلّوَأ

ِ َةوُس

ِف هَك لا

َمِصُع

َنِم

ِلاّجّدلا

»

.

(

ملسم هاوة

)

10

C. PERBANDINGAN REDAKSI MATAN

1) Sunan an-Nasa’i (

ننس
يئاسنلا)

ِلاّجّدلا ِةَن تِف َنِم َمِصُع ِف هَك لا َنِم تاَيآ َر شَع َأَرَ ق نَم

( .

ئاسنلا هاوة

)

Artinya:

“Siapa yang membaca 10 ayat dari Surah al-Kahf akan mendapatkan perlindungan dari
fitnah Dajjal”

2) Sunan Abu Daud (

ننس
دوادوبأ)

ِف هَك لا ِ َةوُس ِلّوَأ نِم تاَيآ َر شَع َ ِفَح نَم

لاّجّدلا ِةَن تِف نِم َمِصُع

.

(

ةواة وبأ هاوة

)

Artinya:
“Siapa yang menghafal 10 ayat awal surah al-Kahf akan mendapatkan perlindungan dari
fitnah Dajjal”

3) Musnad Ahmad bin Hambal (

دنسم

دمحأ

نب

لبنح

)

لاجدلا ةنتف نم مصع فهكلا رخآ نم تايآ رشع أرق نم

(

دمحأ هاوة

)

Artinya:

8

Abu Uwanah, Musnad Abi Uwanah (Beirut : Dar al-Ma’rifah, Juz II, Hal. 487

9

At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi (Beirut : Dar al-Garb al-Islam, 1998 M), Juz 5, Hal. 14

10

Imam Muslim, Shahih Muslim (Beirut : Dar al-Jabil, Juz 2, Hal. 199

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 141

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

“Siapa yang membaca 10 ayat dari akhir surah al-Kahf akan mendapatkan

perlindungan dari fitnah Dajjal”

4. Shahih Ibnu Hibban (نابح نبا حيحص)

لاجدلا ةنتف نم مصع فهكلا ةوس نم تايآ رشع أرق نم

.)

(

نابح نبا هاوة

)

Artinya:

“Siapa yang membaca 10 ayat dari surah al-Kahf akan mendapatkan perlindungan dari
fitnah Dajjal”

5. Musnad Abi Uwanah (ةناوع يبأ دنسم)

ةنتف نم مصع فهكلا نم رخاولا رشبلا أرق نم

لاجدلا

( )

ةناوع بأ هاوة

)

Artinya:
“Siapa yang membaca 10 ayat akhir dari surah al-Kahf akan mendapatkan
perlindungan dari fitnah Dajjal”

6. Sunan at-Tirmidzi (ىذمرتلا ننس)

نَم

َأَرَ ق

َثَثَن

تاَيآ

نِم

ِلّوَأ

ِف هَك لا

َمِصُع

نِم

ِةَن تِف

ِلاّجّدلا

»

.

(

هاوة

ىذمرتلا

)

Artinya:
“Siapa yang membaca 3 ayat dari awal surah al-Kahf akan mendapatkan perlindungan
dari fitnah Dajjal”

7. Shahih Muslim (ملسم حيحص)

نَم

َ ِفَح

َر شَع

تاَيآ

نِم

ِلّوَأ

ِ َةوُس

ِف هَك لا

َمِصُع

َنِم

ِلاّجّدلا

»

.

(

ملسم هاوة

)

Artinya:
“Siapa yang menghafal 10 ayat dari awal surah al-Kahf akan mendapatkan
perlindungan dari fitnah Dajjal”

Berdasarkan perbandingan redaksi matan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

orang yang akan mendapatkan perlindungan dari Dajjal sebagaimana disebutkan dalam

hadis diatas ialah sebagai berikut:

1. Orang yang membaca 10 ayat dari surah al-Kahf yang tidak terkait dengan ayat mana

saja dengan syarat ayatnya tetap berurutan,

2. Orang yang menghafal 10 ayat awal dari surah al-Kahf. Berikut lafal ayatnya:

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 142

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

﴿ ا جَوِع ُ َل ُ َب جَي م َلَو َبا َتِك لا ِهِد بَع َلَع َلَز نَأ ِذّلا ِ ّلِل ُد مَح لا

١

ُ نُدَل ن ِم ا ديِد َش ا س سَب َةِذ نُ يِل ا م يَ ق ﴾

ِذ ّلا َنيِنِم ن ُم لا َر شَبُ يَو

﴿ ا ن َسَح ا ر جَأ م ُهَل ّنَأ ِتاَحِلا ّصلا َنو ُلَم بَ ي َني

۲

﴿ ا د َبَأ ِ يِف َنيِثِكا َم ﴾

۳

َةِذ نُ يَو ﴾

﴿ ا د َلَو ُ ّللا َذ َخّتا اوُلا َق َنيِذّلا

٤

ا َم

م ُهَل

ِ ِب

ن ِم

م لِع

َ

لَو

مِهِئا َبِ

ل

تَر ُ بَك

ة َمِلَك

ُ ُر خَت

ن ِم

مِهِهاَو فَأ

نِإ

َنو ُلوُقَ ي

ّ
لِإ

ا بِذ َك

﴿

٥

َ ّلَبَلَ ف

ِخا َب

َ َس فَ ن

َلَع

مِهِةا َنآ

نِإ

م َل

او ُنِم نُ ي

اَذ َهِب

ِثيِد َح لا

ا ف َسَأ

﴿

٦

ا ّنِإ

ا َن لَبَج

ا َم

َلَع

ِض ةَ
لا

ة َنيِز

ا َهَل

مُهَو ُل بَنِل

م ُهّ يَأ

ُن َس حَأ

ث َمَع

﴿

٧

ا ّنِإَو

َنوُلِعا َجَل

ا َم

َه يَلَع
ا

ا ديِب َص

ا زُر ُج

﴿

۸

َأ

َت بِسَح

ّنَأ

َباَح صَأ

ِف هَك لا

ِميِقّر لاَو

اوُنا َك

ن ِم

ا َنِتاَيآ

ا بَجَع

﴿

۹

ذِإ

ىَوَأ

ُة َي تِف لا

َلِإ

ِف هَك لا

اوُلاَقَ ف

اَنّ بَة

اَنِتآ

نِم

َ نُدَل

ةَم حَة

ئ يَهَو

اَنَل

نِم

اَنِر مَأ

ا دَشَة

﴿

۱٠

(

ةوس

فهكلا

۱

-

۱٠

.)

3. Orang yang membaca 10 ayat akhir dari surah al-Kahf. Berikut lafal ayatnya:

ا ب مَس َنوُبيِطَت سَي َ

ل اوُناَكَو ِر كِذ نَع ءاَطِغ ِف مُهُ نُ ي عَأ تَناَك َنيِذّلا

﴿

۱٠١

نَأ اوُر َفَك َنيِذ ّلا ََ ِسَحَفَأ

ِل وَأ ِنوُة ن ِم ِةا َبِع اوُذ ِخّتَ ي

لُز ُ ن َنيِرِفا َك لِل َمّن َهَج اَن د َت عَأ ا ّنِإ َءا َي

﴿

۱٠۲

َنيِر َس خَ

لاِب مُكُ بَنُ ن ُ َه ُ ُق

لا َم عَأ

﴿

۱٠۳

ا ب ن ُص َنوُن ِس حُي م ُهّ نَأ َنوُب َس حَي م ُهَو اَي نّد لا ِ ا َيَح لا ِف مُهُ ي ب َس ُّ ََ َنيِذ ّلا

﴿

۱٠٤

ِة َماَيِق لا َ و َ ي م ُهَل ُمي ِقُن َ

ث َف مُهُلا َم عَأ ت َطِبَحَف ِ ِئاَقِلَو مِه بَة ِتاَيآِب اوُرَفَك َنيِذّلا َ ِ َلوُأ

ا ن زَو

﴿

۱٠٥

َ ِلَذ

ا وُزُه ِلُسُةَو ِتاَيآ اوُذَخّتاَو اوُرَفَك اَمِب ُمّنَهَج مُهُؤاَزَج

﴿

۱٠٦

َو اوُنَمآ َنيِذّلا ّنِإ

تَناَك ِتاَحِلاّصلا اوُلِمَع

لُز ُ ن ِز وَة ر ِف لا ُتا ّنَج م ُهَل

﴿

۱٠٧

لَو ِح ا َه نَع َنو ُغ بَ ي َ

ل ا َهيِف َنيِد ِلاَخ

﴿

۱٠۸

ُر حَب لا َنا َك و َل ُ ُق

ِب ا َن ِج و َلَو بَة ُتا َمِلَك َد َف نَ ت نَأ َُ بَ ق ُر حَب لا َد ِفَنَل بَة ِتاَمِلَكِل ا ةاَدِم

ا ةَد َم ِ ِل ثِم

﴿

۱٠۹

ا َنَأ ا َمّنِإ ُ ُق

ث َمَع ُ َم بَ ي لَ ف ِ بَة َءا َقِل و ُج رَ ي َنا َك ن َمَف د ِحاَو َلِإ م ُكُهَلِإ ا َمّنَأ ّ َلِإ َحو ُي مُكُل ثِم رَشَب

ِر شُي َ

لَو ا حِلا َص

ا دَحَأ ِ بَة ِ َةاَبِبِب

﴿

۱۱٠

(

ةوس

فهكلا

۱٠۱

-

۱۱٠

.)

4. Orang yang membaca 3 ayat dari awal Surah al-Kahf

﴿ ا جَوِع ُ َل ُ َب جَي م َلَو َبا َتِك لا ِهِد بَع َلَع َلَز نَأ ِذّلا ِ ّلِل ُد مَح لا

١

ُ نُدَل ن ِم ا ديِد َش ا س سَب َةِذ نُ يِل ا م يَ ق ﴾

ِتاَحِلا ّصلا َنو ُلَم بَ ي َنيِذ ّلا َنيِنِم ن ُم لا َر شَبُ يَو

﴿ ا ن َسَح ا ر جَأ م ُهَل ّنَأ

۲

﴿ ا د َبَأ ِ يِف َنيِثِكا َم ﴾

۳

ةو س

فهكلا

۱

-

۳

.)

Pada konteks penelusuran berbagai sumber hadis di atas, diantaranya ialah terdapat

di dalam Shahih Muslim. Dalam kitab shahih ini, menegaskan tentang fadhilah surah Kahfi

bagi yang menghafal 10 ayat dari awal surah al-Kahf dengan ganjaran akan mendapatkan

perlindungan dari Dajjal. Mengenai hadis ini (HR. Muslim), penulis tidak menafikan akan

keshahihannya, namun pencapaian kami pada penelusuran matan lain dari hadis ini yang

memiliki redaksi lain sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Pada sisi lain, kegiatan

ini untuk memberikan kejelasan maksud dari berbagai lafal yang ikhtilaf sebagiamana

disebutkan dalam sunan an-Nasa’i.

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 143

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

D. SKEMA SANAD

Berdasarkan hasil penelusuran diatas, maka dapat dibuat skema sanad sebagai

berikut:

Mukharrij Hadis : an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ahmad, Abu Uwanah, Ibnu Hibban, dan
Imam Muslim.

ِبّنلا

ّلَص

ُ ّللا

ِ يَلَع

مّلَسَو

وبأ

ءاةةدلا

َناَد بَم

ِن ب

ِبَأ

َةَح لَط

ىِرَم بَ ي لا

ِمِلاَس

ِن ب

ِبَأ

ِد بَج لا

ِناَفَطَغ لا

ديزي

نب

يةز

لعلا دبع
ةامح نب

اجح

حيحص

ملسم

ُ فَح

ُن ب

َرَمُع

ُذاَبُم

ُن ب

اَشِه

َ َةاَتَ ق

ةببش

اّمَه

ديبس

اَشِه

ُدّمَحُم

ُن ب

ّنَ ثُم لا

رخص وبأ
نمحرلا دبع
دمحم نب
ةادغبب
نبا حيحص
نابح

وبأ ننس

ةواة

نب دمحم
رفبج

نب فسوي
ملسم

دمحأ

نب

ُبنح

نب ورمع
لع

دمحم

نب

ةاشب

دنسم
ةناوع بأ

دنسم
دمحأ

ننس
ىذمرتلا

ننس
ئاسنلا

نع

نع

نع

نع

انربخأ

انندح

لاق

نع

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 144

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

E. ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT

Dari ketujuh hadis tersebut diatas, yang kami teliti sanadnya adalah hadis riwayat

Imam an-Nasa’i, dengan komposisi sanad; Abu Darda, Ma’dan bin Abi Talhah, Salim bin

Abi al-Ja’di al-Ghatafani, Qatadah, Syu’bah, Muhammad bin Ja’far, Amru bin Ali, Sunan

an-Nasa’i

a) Abu Darda (w. 32 H)

Nama lengkapnya adalah Uwaimir bin Zaid bin Qais, seorang sahabat perawi hadist

dari Anshar, dari kabilah Khajraj, ia hapal al-Quran dari Rasulullah Shallallahu alaihi

wassalam. Dalam perang Uhud Rasulullah bersabda mengenai dirinya “ Prajurit berkuda

paling baik adalah Uwaimir” Beliau ini dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Salman

Al Farisi. Dia mengikuti semua peperangan yang terjadi setelah perang Uhud.

Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman, Abu Darda’ diangkat menjadi Hakim di

daerah Syam, Ia adalah mufti (pemberi fatwa) penduduk Syam dan ahli Fiqh penduduk

Palestina. Ia meriwayatkan hadits dari Sayyidah Aisyah dan Zaid bin Tsabit, sedangkan

yang meriwayatkan darinya ialah anaknya sendiri Bilal dan istrinya Ummu Darda’. Hadits

yang dia riwayatkan mencapai 179 hadits. Tentang dia Masruq berkata:” Aku

mendapatkan ilmu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada enam orang diantaranya

dari Abu Darda“.

Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda bangun

dari tidurnya pagi-pagi sekali. Setelah itu, dia menuju berhala sembahannya di sebuah

kamar yang paling istimewa di dalam rumahnya. Dia membungkuk memberi hormat

kepada patung tersebut, kemudian diminyakinya dengan wangi-wangian termahal yang

terdapat dalam tokonya yang besar, sesudah itu patung tersebut diberinya pakaian baru dari

sutera yang megah, yang diperolehnya kemarin dari seorang pedagang yang datang dari

Yaman dan sengaja mengunjunginya.

Abi Darda wafat 32 H di Damaskus. Mengingat posisinya sebagai sahabat, para

ulama sepakat bahwa tidak perlu dikritik dan apalagi diragukan kredibilitasnya. Seluruh

sahabat adalah adil.

b) Ma’dan bin Abi Talhah

Ma’dan bin Abi Talhah al-Ya’mari tergolong dalam tabaqah ke-6 (

نم

رابك

نيعباتلا

)

dan hadistnya di riwayatkan

ملسم

-

وبأ

دواد

-

يذمرتلا

-

يئاسنلا

-

نبا

هجام

dan penulis belum

menemukan waktu kelahiran dan wafatnya. Berikut pendapat para ulama terhadap

Qatadah:

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 145

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

c) Salim bin Abi al-Ja’di al-Ghatafani (w. 150 H)

bin Abi al-Ja’di al- Ghatafani tergolong dalam tabaqah ke-3 (

نم

ىطسولا

نم

نيعباتلا

).

Ia wafat pada tahun 97/98 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap beliau:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

d) Qatadah (wafat. 100 H)

Nama lengkapnya adalah Qatadah bin Di’amah bin Qatadah. Sebagian juga
mengatakan Qatadah bin Di’amah bin Akabah, as-Sudu’sy, Abu Khattab al-Bashary.

Beliau termasuk dalam tabaqah ke-4 (نيعباةتلا نةم ىطةسولا ىةلل ةةقبط) yang lahir pada tahun 60 /

61 dan wafat pada tahun 100.

Berikut pendapat para ulama terhadap Qatadah bin Di’amah bin Qatadah:

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

-

2 Al-Zahabi

-

ةقث

-

3 Muhammad bin Sirrin

-

ظَفْحَأ

ساّنلا

-

No

Guru

Murid

1

رمع

نب

باطخلا

صفح

نب

رمع

ىراصنلا

2

ورمع

نب

ةسبع

ىبأ

حيجن

ىملسلا

ملاس

نب

ىبأ

دعجلا

3

ىبأ

ءادردلا

بئاسلا

نب

شيبح

ىعلكلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

ةقث

،

و

ناك

لسري

اريثك

2 Az-Zahabi

-

ةقث

No

Guru

Murid

1

سَنَأ

نْب

ك لاَم

نسحلا

نب

ناورم

2

رباج

نب

دبع

ا

مكحلا

نب

ةبيتع

3

ملاس

نب

دبع

ا

نب

رمع

نيصح

نب

دبع

نمحرلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

تبث

-

2 Al-Zahabi

-

ظفاحلا

-

3 Muhammad bin Sirrin

-

ظَفْحَأ

ساّنلا

-

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 146

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:11

Berikut mukharij hadis yang meriwatkan hadis dari beliau: Bukhari; Muslim; Abu

Daud; Tirmidzi; Nasa’i dan Ibnu majah.

e) Syu’bah (wafat 160 H)

Nama lengkapnya:

ةبعش

نب

جاجحلا

نب

درولا

ىكتعلا

مهلوم

ىدزلا

،

وبأ

ماطسب

ىطساولا

مث

ىرصبلا

،

ىلوم

ةدبع

نب

رغلا

ىلوم

ديزي

ب

بلهملا dan beliau termasuk dari Kibar atba’u at-Tabi’in dalam thabaqah ke 7 wafat pada

tahun 160 H di Bashrah dan hadistnya di riwayatkan oleh

يراخبلا

-

ملسم

-

وبأ

دواد

-

يذمرتلا

-

يئاسنلا

-

نبا

هجام

. Pandangan kritikus terhadap beliau:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:12

f) Muhammad bin Jafar

Nama lengkapnya (

دةةمحم

نةةب

رةةفعج

نةةب

رةةيبزلا

نةةب

ماوةةعلا

ىةةشرقلا

ىدةةسلا

). Beliau termasuk

dalam tabaqah ke-6 (

نةم

نيذةلا

اورةةصاع

نيعباتلارااةص

) yang wafat setelah tahun ke-100 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap beliau:

Berikut Guru-guru dan Murid-murid beliau:

11

Rawah at-Tahzibain, Hal. 5518

12

Rawah at-Tahzibain, Hal. 2790

No

Guru

Murid

1

سَنَأ

نْب

ك لاَم

للاقم

نب

نايح

2

ليدب

نب

ةرسيم

ىليقعلا

جاجح

نب

جاجح

ىلهابلا

3

رشب

نب

ذئاع

ىرقنملا

ثعشأ

نب

زارب

ىميجهلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

ظفاح

نقتم

-

2 Az-Zahabi

ءىطخي

ىف

ءامسلا

ليلق

تبث

ةجح

-

No

Guru

Murid

1

َأ

نابأ

نب

بلال

ميهاربإ

نب

دعس

ىرهزلا

2

ميهاربإ

نب

رماع

نب

دوعسم

ىحمجلا

ميهاربإ

نب

نامهط

3

ميهاربإ

نب

رماع

نب

دوعسم

ىحمجلا

ميهاربإ

نب

راتخملا

ىزارلا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

-

2 Al-Zahabi

-

-

مل

اهركذي

No

Guru

Murid

1

دايز

نب

دعس

نب

ةريمض

دبع

كلملا

نب

جيرج

2

دايز

نب

دعس

نب

ةريمض

ديبع

ا

نب

ىبأ

رفعج

ىرصملا

3

ديز

نب

ةريمض

دمحم

نب

قاحسإ

نب

راسي

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 147

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

g) Amru bin Ali

Nama sebenarnya adalah (

ورةمع

نةب

ىةلع

نةب

رةحب

نةب

زةينك

) yang wafat pada tahun 249 H.

Ia seorang ulama dari tabaqah ke 10 (

نيذخلارابك

نع

عبل

عابللا

) .

Adapun di antara guru-guru beliau sebagai berikut:

h) Imam an-Nasa’i

Nama lengkap Imam al-Nasa’i adalah Abu Abd al-Rahman Ahmad bin Ali bin

Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr al-khurasani al-Qadi. Lahir di daerah Nasa’ pada tahun

215 H. Ada juga sementara ulama yang mengatakan bahwa beliau lahir pada tahun 214 H.

Beliau dinisbahkan kepada daerah Nasa’ (al-Nasa’i), daerah yang menjadi saksi bisu

kelahiran seorang ahli hadis kaliber dunia. Beliau berhasil menyusun sebuah kitab

monumental dalam kajian hadis, yakni al-Mujtaba’ yang di kemudian hari kondang

dengan sebutan Sunan al-Nasa’i.

Belum genap usia 15 tahun, beliau sudah melakukan mengembar ke berbagai

wilayah Islam, seperti Mesir, Hijaz, Iraq, Syam, Khurasan, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, lawatan intelektual yang demikian, bahkan dilakukan pada usia dini, bukan

merupakan hal yang aneh dikalangan para Imam Hadis. Semua imam hadis, terutama enam

imam hadis, yang biografinya banyak kita ketahui, sudah gemar melakukan perlawatan

ilmiah ke berbagai wilayah Islam semenjak usia dini. Dan itu merupakan ciri khas ulama-

ulama hadis, termasuk Imam al-Nasa’i. Seperti para pendahulunya: Imam al-Bukhari,

Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam al-Tirmidzi, Imam al-Nasa’i juga tercatat

mempunyai banyak pengajar dan murid. Para guru beliau yang nama harumnya tercatat

oleh pena sejarah antara lain; Qutaibah bin Sa’id, Ishaq bin Ibrahim, Ishaq bin Rahawaih,

al-Harits bin Miskin, Ali bin Kasyram, Imam Abu Dawud (penyusun Sunan Abi Dawud),

serta Imam Abu Isa al-Tirmidzi (penyusun al-Jami’/Sunan al-Tirmidzi).

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

ةقث

ظفاح

-

-

2 Al-Zahabi

دحأ

ملعلا

-

-

3 Abu Hatim

ىرصب

قودص

-

-

No

Guru

Murid

1

رهزأ

نب

دعس

نامسلا

ىراخبلا

2

طابسأ

نب

دمحم

ىشرقلا

ملسم

3

ليعامسإ

نبا

ةيلع

ىراخبلا

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 148

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

Sementara murid-murid yang setia mendengarkan fatwa-fatwa dan

ceramah-ceramah beliau, antara lain; Abu al-Qasim al-Thabarani (pengarang tiga buku

kitab Mu’jam), Abu Ja’far al-Thahawi, al-Hasan bin al-Khadir al-Suyuti, Muhammad bin

Muawiyah bin al-Ahmar al-Andalusi, Abu Nashr al-Dalaby, dan Abu Bakrbin Ahmad

al-Sunni. Nama yang disebut terakhir, disamping sebagai murid juga tercatat sebagai

“penyambung lidah” Imam al-Nasa’i dalam meriwayatkan kitab Sunan al-Nasa’i.

Ibn al-Jauzy pengarang kitab al Maudhuat (hadis-hadis palsu), mengatakan bahwa

hadis-hadis yang ada di dalam kitab al-Sunan al-Sughra tidak semuanya berkualitas shahih,

namun ada yang maudhu’ (palsu). Ibn al-Jauzy menemukan sepuluh hadis maudhu’ di

dalamnya, sehingga memunculkan kritik tajam terhadap kredibilitas al-Sunan al-Sughra.

Seperti yang telah disinggung dimuka, hadis itu semua shahih menurut Imam al-Nasa’i.

Adapun orang belakangan menilai hadis tersebut ada yang maudhu’, itu merupakan

pandangan subyektivitas penilai.

Imam al-Nasa’i merupakan figur yang cermat dan teliti dalam meneliti dan

menyeleksi para periwayat hadis. Beliau juga telah menetapkan syarat-syarat tertentu

dalam proses penyeleksian hadis-hadis yang diterimanya. Abu Ali al-Naisapuri pernah

mengatakan, “Orang yang meriwayatkan hadis kepada kami adalah seorang imam hadis

yang telah diakui oleh para ulama, ia bernama Abu Abd al Rahman al-Nasa’i.”Setahun

menjelang kemangkatannya, beliau pindah dari Mesir ke Damsyik. Dan tampaknya tidak

ada konsensus ulama tentang tempat meninggal beliau. Al-Daruqutni mengatakan, beliau

di Makkah dan dikebumikan diantara Shafa dan Marwah. Pendapat yang senada

dikemukakan oleh Abdullah bin Mandah dari Hamzah al-’Uqbi al-Mishri.

Sementara ulama yang lain, seperti Imam al-Dzahabi, menolak pendapat tersebut.

Ia mengatakan, Imam al-Nasa’i meninggal di Ramallah, suatu daerah di Palestina.

Pendapat ini didukung oleh Ibn Yunus, Abu Ja’far al-Thahawi (murid al-Nasa’i) dan Abu

Bakar al-Naqatah. Menurut pandangan terakhir ini, Imam al-Nasa’i meninggal pada tahun

303 H dan dikebumikan di Bait al-Maqdis, Palestina. Inna lillah wa Inna Ilai Rajiun.

Semoga jerih payahnya dalam mengemban wasiat Rasullullah guna menyebarluaskan

hadis mendapatkan balasan yang setimpal di sisi Allah. Amiiin.

Oleh : Andi Purnomo (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت 149

Hadis tentang Keutamaan Surah Al-Kahf

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->