P. 1
Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

Buku Takhrij Hadis Fadhilah Al-Quran PDF

|Views: 7,294|Likes:
Published by RulHas SulTra
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.
Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan. Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya.

More info:

Published by: RulHas SulTra on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Sections

HADIS-HADIS NABAWI
SEPUTAR
FADHILAH AL-QURAN

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURAN JAKARTA
FAKULTAS USHULUDDIN III TAFSIR HADIS

TAHUN AKADEMIK 2011 - 2012

AHMAD UBAIDI HASBILLAH, MA

Dosen Pembimbing

HADIS-HADIS NABAWI
SEPUTAR
FADHILAH AL-QURAN

Fakultas Ushuluddin
Semester
III

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURAN

JAKARTA SELATAN

2011-2012

Salam Redaksi

Kritik dan Saran :

(ushuluddin40th.iptiq@gmail.com).
Bagi yang Berminat Memiliki Kajian Takhrij Ini
dalam bentuk File (Word, PDF, XPS, JPQ) dapat di
dapatkan dengan free dengan ketentuan:
Melampirkan biodata diri (Nama, Alamat,
Fakultas, NO. Hp, Email) kemudian di Kirim ke
(ushuluddin40th.iptiq@gmail.com). Team kami
segera mengirim permintaan Anda ke alamat
Email yang Anda Cantumkan.
Join With Us in :
(http://www.facebook.com/groups/1862501014
81849/) dan
(http://www.facebook.com/groups/1034824764
09962/).
Akun Terkait yang Anda dapat Kunjungi :
(http://www.scribd.com/zsultra).

Terima Kasih !

UNITY 40TH

IPTIQ JAKARTA

Team Redaksi

Prakata V

Prakata

Puji syukur kehadirat Tuhan semesta Alam. Tuhan yang menciptakan,

memelihara dan mengadakan segala sesuatu serta hanya kepada-Nyalah semua akan

kembali. Segala bentuk pujian hanyalah untuk-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Berkat segala limpahan Rahmat dan Hidaya-Nya sehingga kita semua masih dapat

melakukan beragai macam aktivitas dalam hidup ini. Harapan kita, mudahan-mudahan

kehidupan ini senantiasa penuh dengan Ridha dan Kasih Sayang-Nya serta menjadikan kita

semua termasuk orang-orang yang selamat di Dunia dan di Akhirat. Amin !!!

Slawat dan Salam semoga senantiasa dihanturkan kepada junjungan Nabi

Muhammad SAW, para sahabat, keluarga, dan para pengikutnya sampai dihari kiamat.

Dalam sejarah awal perjuagan Islam di Makkah, Kehidupan manusia penuh dengan corak

hidup Jahiliyah. Berkat risalah Nabi Muhammad-lah yang Beliau emban dengan penuh

ketabahan dan kegigihan dapat memberikan pengaruh yang sangat besar dalam tatanan

kehidupan ketika itu. Akhirnya, Ketentraman dan kedamaian hidup dapat dirasakan olah

masyarakat Arab ketika itu. Kita semua sebagai ummat Nabi Muhammmad memiliki

kewajiban untuk tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman tersebut yaitu dengan

senantiansa berpedoman pada Al-Quran Hadis serta menyampaikannya kepada

sesama. Rasulullah SAW bersabda :

اوُغّلَ ب

يّنَع

وَلَو

ةَيآ

اوُثّدَحَو

نَع

يِنَب

َليِئاَر سِإ

،

َلَو

َجَرَح

،

نَمَو

َبَذَك

يَلَع

ا دّمَعَ تُم

أ وَ بَتَي لَ ف

ُهَدَع قَم

َنِم

ِرا نلا

.

﴿

يراخبلا هاور

Hadis merupakan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-quran. Karena itu,

mempelajari Hadis merupakan salah satu kewajiban bagi ummat Islam. Sebagai realisasi

dari hal itu, kami dari UNITY 40th

IPTIQ mempersembahkan Kumpulan Hasil

Penelitian Makalah Takhrij Hadis Sekilas Fadhilah al-Quran kepada seluruh Insan yang

berminat memperdalam pengetahuan tentang hadis khususnya mengenai keotentikan dan

keabsahannya serta hukum pengamalannya. Sebagian isi dan penjelasan dalam karya ini

merupakan hasil diskusi kami dalam mata kuliah Takhrij Hadis. Karya ini merupakan

realisasi atas usaha dan kesungguhan kami dalam memenuhi Satuan Kredit Semester

(SKS) sekaligus tugas UAS pada studi tafsir hadis semester tiga.

Prakata VI

Harapan kami untuk merealisasikan karya ini agar setiap muslim lebih

mengenal alasan serta landasan dalam beramal khususnya mengamalkan hadis-hadis

Fadhailul Quran. Karya ini juga merupakan sebuah latihan bagi kami untuk dapat

berkarya di masa depan yang lebih baik lagi demi Agama, Bangsa, Negara dan Dunia.

Usaha ini juga tidak lepas dari partisipasi teman-teman ushuluddin serta bimbingan

dari para Dosen kami. Segala bimbingan dan pengarahan mereka adalah bekal

yang sangat berharga dalam menyelesaikan karya ini. Khususnya kami sampaikan

kepada Bapak Ahmad Ubaidi Hasbillah, MA selaku pembimbing mata kuliah Takhrij

Hadis. Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kami hanturkan dan semoga jasa-jasa

mereka bernilai Ibadah di sisi Allah SWT.

Uraian karya ini memuat berbagai ragam Hadis Nabawi yang berkaitan dengan

Fadhailul Quran. Kajian dan uraiannya dalam proses penelitian sangat bertumpuh dengan

metode digital saat ini, yaitu Maktabah Syamilah. Walaupun demikian, kami tidak

melupakan analisa manual melalui kitab-kitab klasik sebagai bahan perbandingan.

Adapun syarah dari hadis masing-masing disajikan dengan semaksimal mungkin

memadukan berbagai referensi dalam setiap materi pembahasannya. Hadis yang menjadi

tumpuan penelitian dalam karya ini berjumlah 24 yang dapat diklasifikasikan berdasarkan

isi matannya sebagai berikut:

1) Hadis tentang Keutamaan al-Quran (4 Hadis),

2) Hadis tentang Tilawah dan Tartil (7 Hadis),

3) Hadis tentang Menghafal al-Quran (3 Hadis),

4) Hadis tentang Keutamaan Surah dalam al-Quran (5 hadis),

5) Hadis tentang Surah yang dibaca dalam Shalat (3 Hadis),

6) Hadis tentang Surah yang Memuat Kisah Umat Terdahulu (1 Hadis), dan

7) Hadis Tentang Keutamaan Asmaul Husna (1 Hadis).

Semoga karya ini dapat menjadi salah satu media dan sumber pembelajaran

Takhrij hadis. Kami menyadari atas segala keterbatasan dalam menyusun karya ini. Oleh

karena itu, hal-hal yang berupa kritikan, saran dan masukan sangat kami nantikan dari

segenap pembaca, pelajar, mahasiswa dan khusunya para ahli dalam bidang hadis.

Jakarta, 15 Februari 2012
22 Rabi’ul Awwal 1433

USHULUDDIN 40TH IPTIQ JAKARTA

Daftar Isi VII

Daftar Isi

SALAM REDAKSI………………………………………………………………………………..….. III
TEAM REDAKSI ………………………………………………………………………………..….. IV
PRAKATA…………………………………………………………………………………………..….. V
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….……... VI
ISI

BAB I
Fadhilah Orang yang Ahlul Quran
akan Menjadi Keluarga Allah

[oleh : Ali Muzakkir]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….….. 2
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)……………………………………….………… 2
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN……………………………………….……….. 4
D.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………….………. 7
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT………………….……... 8
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD………………………………...…….……. 12
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS…………………………….….…… 12
H.
HUKUM SANAD HADIS…………………………………………………….…………… 12
I.
FIQHUL HADIS……………………………………………………………….…………… 12

BAB II
Fadhilah Membaca Al-Quran

[Oleh : Muhammad Arwani]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………….…… 14
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) …………………………………..…………… 14
C.
ANALISIS BIOGRAFI…………………………………………………………….……… 15
D.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD…………………………………………… 21
E.
ANALISIS MATAN……………………………………………………………..…….…… 21
F.
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….… 22

Daftar Isi VIII

BAB III
Fadhilah Membaca Al-Quran

[Oleh : Muhammad Muslihan]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………..…… 24
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) ………………………………..……………… 24
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN…………………………………………….… 25
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………………….…… 26
E.
ANALISIS BIOGRAFI PARA PERIWAYAT…………………………………...…… 27
F.
ANALISIS KETERSAMBUNGAN SANAD………………………………..………… 29
G.
ANALISIS KUALITAS PARA PERIWAYAT……………………………...………… 29
H.
KANDUNGAN HADITS………………………………………………………….….…… 29
I.
PENUTUP………………………………………………………………………….…..…… 30

BAB IV
Membaca 100 Ayat dalam Semalam Dicatat
sebagai Orang yang Tidak Lalai

[Oleh : Nafi’ul Ibad]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….… 32
B.
HASIL PENELUSURAN……………………………………………………...………… 32
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN…………………………….……………...… 33
D.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………….……… 34
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT………………………… 35
F.
HASIL ANALISIS SAND………………………………………………………………… 38
G.
KONTRIBUSI HADIS…………………………………………………………………… 38

BAB V
Perintah Melagukan al-Quran

[Oleh : Muhammad Saharuddin]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………………..… 41
B.
TEKS HADIS……………………………………………………………………………..… 41
C.
URAIAN SINGKAT SEPUTAR NAGHAM AL-QURAN……………………..…… 41
D.
PERBANDINGAN SANAD DAN MATAN HADIS………………………………… 42
E.
SKEMA SANAD……………………………………………………………………….…… 43
F.
PENELITIAN (KRITIK) SANAD HADIS……………………………………….…… 44

Daftar Isi IX

G. HUKUM SANAD HADIS………………………………………………………………… 48
H.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………………… 49
I.
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….…… 53

BAB VI
Perintah Membaca al-Quran dengan Berirama

[Oleh : Al-Fauzi]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………..…… 55
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) ………………………………………..……… 55
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN……………………………………….……… 56
D.
SKEMA SANAD………………………………………………………………………….… 57
E.
PENELITIAN (KRITIK) SANAD HADIS…………………………….……………… 58
F.
ANALISIS KETERSAMBUNGAN SANAD HADIS…………………………......… 60
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD…………………....…… 61
H.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………….……….…..… 61
I.
PENUTUP…………………………………………………………………….……..……… 61
J.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….……………… 62

BAB VII
Fadhilah Membaca al-Quran dengan Tartil

[Oleh : Fathu Rozi]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………………….. 64
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) …………………………………….….……… 64
C.
PERBANDINGAN SANAD DAN MATAN…………………………………………… 64
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………….…………… 65
E.
ANALISIS BIOGRAFI PARA PERAWI……………………………………………… 66
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD……………………………….…………… 68
G.
HUKUM SANAD HADIS………………………………………………………………… 68
H.
FIQHUL HADIS…………………………………………………………………………… 68
I.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………….……………… 69
J.
PENUTUP…………………………………………………………….………………..…… 69

Daftar Isi X

BAB VIII
Fadhilah Membaca al-Quran dan Menghayatinya

[Oleh : Muhammad Masrur]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………..……… 71
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) ………………………………………..……… 71
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN………………………………………….…… 73
D.
SKEMA SANAD………………………………………………………………………….… 74
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT……….………..….…… 75
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD…………………………………..……..… 76
G.
KESIMPULAN………………………………………………………………...…………… 76

BAB IX
Larangan Tergesa-gesa dalam Membaca al-Quran

[Oleh : Muhammad Zaky Fathony]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………..……… 78
B.
PENELUSURAN HADIS BESERTA PERBANDINGAN MATANNYA…..….. 78
C.
SKEMA SANAD……………………………………………………………………….…… 80
D.
ANALISIS PARA PERIWAYAT………………………………..…………….………… 81
E.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD YANG DITELITI…. 82
F.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………....……… 83
G.
PENUTUP………………………………………………………………………………...… 84
H.
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….…... 85

BAB X
Pembaca al-Quran Kebanyakan Munafik

[Oleh : Saofi Ahmadi]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………….…… 87
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) ………………………………….……….…… 87
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN………………………………….………….... 88
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………………….…... 90
E.
BIOGRAFI RAWI HADIS YANG DITELITI…………………………..…………… 90
F.
HASIL ANALISIS KETERSAMBUNGAN DAN KUALITAS SANAD………… 93
G.
FIQHUL HADIS…………………………………………………………………………… 93

Daftar Isi XI

BAB XI
Ancaman Membaca al-Quran
untuk Mengharapkan Balasan Duniawi

[Oleh : Abdus Samik]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………..…. 95
B.
PERBANDINGAN MATAN………………………………………………………...…. 96
C.
PENJELASAN MATAN…………………………………………………………….….. 97
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………………….…. 97
E.
ANALISIS BIOGRAFI PARA PERAWI HADIS…………………………….….…. 98
F.
RANGKUMAN HASIL ANALISIS SANAD……….……………………….……… 100
G.
KUALITAS HADIS…………………………………………………………………….… 101
H.
PENUTUP……………………………………………………………………….……....… 101
I.
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..……....… 102

BAB XII
Keutamaan Para penghafal al-Quran

[Oleh : Ahmad Zulki]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………...….…… 104
B.
KONTEKS HADIS……………………………………………………………….….…… 104
C.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ) …………………...…………………….…… 105
D.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN………………..……………………….…… 105
E.
SKEMA SANAD………………………………………………………………………...… 106
F.
ANALISIS BIOGRAFI PARA PERAWI………………………….…………….…… 107
G.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………..……… 111
H.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD………………….………………………. 113
I.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD………………….….… 113
J.
HUKUM SANAD HADIS…………………………………………………….……….… 113

BAB XIII
Perintah Memelihara Hafalan al-Quran

[Oleh : Sodik]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………….……….. 115
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)…………………………………………….… 115
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN………………………………………….….. 116
D.
SKEMA SANAD………………………………………………….…………………...….. 116

Daftar Isi XII

E. ANALISIS BIOGRAFI PARA PERIWAYAT……………………………………… 116
F.
KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD YANG DITELITI……………………. 119
G.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………………. 119
H.
PENUTUP………………………………………………………………………………… 119
I.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………. 120

BAB XIV
Dosa Mengetahui Ayat atau Surah al-Quran
Kemudian Melupakannya

[Oleh : Muhammad Sani Abdul Malik]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………….…….. 122
a)
Latar belakang………………………………………………………………….…… 122
b)
Permasalahan……………………………………………………………….….…… 123
c)
Metode dan Sistematika………………………………………….………….…… 123
B.
PENELUSURAN………………………………………………………….…..………… 124
a)
Hasil Penelusuran Manual…………………………….………………………… 124
b)
Hasil Penelusuran Digital……………………………………….………….…… 125
c)
Perbandingan Matan………………………………………………………….…… 126
C.
PENELITIAN DAN TRANSMISI HADIS……………………………….………… 127
a)
Perbandingan dan skema Transmisi Periwayatan…………….………… 127
b)
Biografi Perawi…………………………………………………………..…….…… 128
c)
Penilaian Ulama Terhadap Perawi……………………………………….…… 130
d)
Ringkasan…………………………………………….…………………….………… 133
D.
PENUTUP………………………………………………….…………………..…….…… 134
Pendapat Para Ahli……………………………………………………………….…… 134
Kesimpulan……………………………………………….………………………...……. 134
E.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….…… 136

BAB XV
Fadhilah al-Kahf sebagai Perlindungan dari Fitnah Dajjal

[Oleh : Andi Purnomo]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….. 138
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)….…………………………………………... 138
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN…………………………………………….. 140
D.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………………. 143
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT……………………… 144
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD…………………………………………. 149

Daftar Isi XIII

G. KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS…………………………………. 149
H.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………………. 149

BAB XVI
Fadhilah Membaca Yasin
seperti Membaca al-Quran 10 Kali

[Oleh : Hasrul]

A. MATAN HADIS………………………………………………………………………..... 151
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)…………………………………………...… 151
a)
Metode al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Hadits al-Nabawiy.... 151
b)
Metode Digital (Maktabah as-Syamilah)……………………………….….... 152
c)
Kesimpulan Hasil Penelusuran (Takhrij)…………………………….…..… 153
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN………………………………………...….. 155
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………….……..…. 156
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT………….……......… 157
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD……………………………………...…. 162
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD…………………...…. 163
H.
HUKUM SANAD HADIS…………………………………………………………...…. 163
I.
FIQHUL HADIS……………………………………………………………………...…. 164
J.
HUKUM MENGAMALKAN HADIS DHA’IF……………………………..……… 165
K.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..…….. 166

BAB XVII
Fadhilah Surah al-Mulk sebagai Pemberi Syafa’at

[Oleh : Idham Cholid]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………………... 168
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)………………………………………………. 168
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN…………………………………………….. 170
D.
SKEMA SANAD……………………………………………………………….…………. 171
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT………………………. 172
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD…………………………………………. 175
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS…………………………………. 175
H.
HUKUM SANAD HADIS………………………………………………………….…… 175

Daftar Isi XIV

BAB XVIII
Fadhilah Surah al-Zalzalah,
Surah al-Kafirun dan Surah al-Ikhlas

[Oleh : Muhammad Muslim]

A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….. 177
B.
TEKS HADISB…………………………………………………………………………... 177
C.
HASIL PENELUSURAN……………………………………………………………… 177
D.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………………. 178
E.
PENELITIAN (KRITIK SANAD)……………………………………………...……. 178
a)
Data biografi Para Rawi……………………………………………..…………... 178
b)
Analisis Ketersambungan Sanad……………………………….……………… 180
F.
ANALISIS KUALITAS RAWI HADIS……………………………………………… 181
G.
HUKUM SANAD MATAN HADIS…………………………………………………... 182
H.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………………. 182
I.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….…… 183

BAB XIX
Fadhilah Surah Muawwizatain sebagai Rukyah

[Oleh : Anas Mujahidin]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………………... 185
B.
HASIL PENELUSURAN HADIS…………………………………………………….. 185
Metode Manual………………………………………………………………………….. 185
Metode Digital…………………………………………………………………………… 186
C.
SKEMA SANAD………………………………………………………………………….. 187
D.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN…………………………………………….. 188
E.
ANALISIS BIOGRAFI PERAWI…………………………………………………….. 188
F.
ANALISIS KETERANGAN SANAD DAN KUALITAS PARA PERAWI…… 190
G.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………………………. 190
H.
KUALITAS HADIS……………………………………………………………………… 191
I.
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….……………. 192

Daftar Isi XV

BAB XX
Fadhilah Ayat Kursi Ketika dibaca dalam Shalat

[Oleh : Abdul Hakim]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………….….. 194
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)……………………………………………… 194
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN……………………….……………………. 195
D.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………….…… 196
E.
BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT…………………………….…….…. 196
F.
KANDUNGAN HADIS…………………………………………………….…….….….. 198
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD…….………………... 199
H.
HUKUM SANAD HADIS………………………………………………………….…... 199

BAB XXI
Bacaan Surah dalam Shalat Fajar pada Hari Jumat

[Oleh : Alit Nurhidayat]

A. PENDAHULUAN…………………………………………………………….…………. 201
B.
PERBANDINGAN SANAD DAN MATAN HADIS……………………………… 201
C.
SKEMA SANAD…………………………………………………………………………. 203
D.
ANALISIS BIOGRAFI PARA PERAWI…………………………………………… 204
E.
RINGKASAN ANALISIS PARA PERAWI DAN KESIMPULAN…………… 205
F.
KANDUNGAN HADIS………………………………………………………………… 206
G.
PENUTUP………………………………………………………………………………... 207
H.
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………… 208

BAB XXII
Bacaan Surah dalam Shalat Dhuhur

[Oleh : Badri]

A. MUQADDIMAH………………………………………………………………………… 210
B.
TEKS HADIS YANG DITAKHRIJ…………………………………………………. 210
C.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)……………………………….…………….. 210
D.
PERBANDINGAN MATAN HADIS……………………………………….……….. 211
E.
SKEMA SANAD………………………………………………………………………… 212
F.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERAWI…………………………… 213
G.
ANALISIS KETERSAMBUNGAN SANAD………………………………………. 215
H.
BAGAIMANA BERHUKUM DENGAN HADIS INI……………………………. 215

Daftar Isi XVI

I. PENUTUP……………………………………………………………………………….. 216
J.
SUMBER RUJUKAN………………………………………………………..………... 217

BAB XXIII
Kisah-Kisah dalam Surah al-Quran yang Membuat Rasulullah
Prihatin pada Umatnya

[Oleh : Akbar Ramdan D]

A. PENDAHULUAN………………………………………….……………………………. 219
B.
PEMBAHASAN………………………………………………….………………………. 220
a)
Matan Hadis……………………………………………………………………….. 220
b)
Perbandingan Matan………………………………………….……..……….…. 220
c)
Analisis Biografi Perawi…………………………………………….……..…... 221
d)
Kandungan Matan………………………………………………………..……… 222
C.
KESIMPULAN…………………………………………………………………...……… 224

BAB XXIV
Asmaul Husna dan Keutamannya

[Oleh : Safidin]

A. PENDAHULUAN………………………………………………………………………… 226
B.
HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)………………………………………………. 226
C.
PERBANDINGAN REDAKSI MATAN……………………………………………... 227
D.
SKEMA SANAD………………………………………………………………….………. 228
E.
ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT……..……….….……. 229
F.
RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD……………………………………….…. 232
G.
KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS…………………………….……. 232
H.
HUKUM SANAD HADIS………………………………………………………….…… 233

INDEKS RAWI…………………………………………………………………………………..….. 235
PENULIS ISI BUKU……………………………………………………………………………..... 239
TENTANG EDITOR……………………………………………………………………………..… 240

“Fadhilah
Orang yang Ahlul
Quran akan
Menjadi Keluarga
Allah”

OLEH

ALI MUZAKKIR

(NPM: 10.31.0256)

HADIS PERTAMA

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

2

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

A. PENDAHULUAN

Puji syukur semoga senantiasa terhanturkan kepada Zat yang Mahakuasa, pencipta

manusia dan alam semesta serta seluruh isinya. Dialah Tuhan yang menurunkan Islam dan

al-kitab melalui para Rasul-Rasulnya sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk

kehidupan dunia dan akhirat. Slawat dan salam untuk baginda Nabi Muhammad SAW,

keluarganya, sahabat-sahabatnya serta semua pengikutnya. Mudah-mudahan syafaat Beliau

dapat kelak kita dapatkan di akhirat. Amin.

Al-hamdulillah, satu kepuasaan tersendirinya atas selesai karya tulis ini.

Tulisan ini memaparkan sebuah contoh Takhrij Hadis melalui metode Mu’jam (al-Mu’jam

al-Mufahras li Alfazh al-Hadits al-Nabawiy)1

dan metode Digital (Maktabah as-

Syamilah). Adapun dalam penelusuran kedua metode ini melalui pendekatan

mu’jam.2

Hadis yang menjadi subjek pembahasan dalam makalah ini dapat dilihat dengan

matan sebagai berikut:

﴿

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

,

اوُلاَق

:

اَي

َلوُسَر

ِلا

،

ْنَم

ْمُه

؟

َلاَق

:

ْمُه

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

،

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

Hadis diatas mengabarkan tentang fadhilah bagi orang-orang yang ahlul Quran.

Untuk lebih lanjut mengenai keotentikan atau keabsahannya, penulisan semaksimal

mungkin menyajikan penjelasannya dibawah ini.

B. HASIL PENELUSURAN (TAKHRIJ)

Penelusuran matan hadis diatas melalui al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh

al-Hadits al-Nabawiy dan maktabah syamilah dapat disimpulakan dengan beberapa bentuk

matan yang berbeda namun maknanya tetap sama. Bentuk-bentuk matan tersebut dapat

dilihat sebagai berikut :

أ.

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

,

اوُلاَق

:

اَي

َلوُسَر

ِلا

،

ْنَم

ْمُه

؟

َلاَق

:

ْمُه

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

،

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

.

ب.

نِإ

ِه لِل

ِنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

,

َليِق

:

ْنَم

ْمُه

اَي

َلوُسَر

ِلا

؟

َلاَق

:

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

.

ت.

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

،

نِإَو

َلْهَأ

ِنآْرُقْلا

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

.

ث.

نإ

ل

نيلهأ

نم

هفلخ

اولاق

نمو

مه

اي

لوسر

لا

لاق

لهأ

نآرقلا

مه

لهأ

لا

هتصاخو
.

ج

.

نإ

ل

نيلهأ

نم

سانلا

ليق

:

اي

َلوسَر

ِلا

نم

؟مه

لاق

:

مه

لهأ

نآرقلا

مه

لهأ

لا

هتصاخو
.

1

Buku karya seorang sarjana Belanda, Dr. A.J. Wensinck [w. 1939 M], karya ini menghimpun 9 kitab hadis
yang termasyhur.

2

Pendekatan mu’jam, yaitu dengan cara mencari lafal kalimat tertentu yang tidak populer di masyarakat.

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

3

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

Selanjutnya dalam penelusuran maktabah syamilah, kami menemukan juga pada

beberapa sumber lain serta mencakup juga dari sumber yang telah disebutkan diatas.

Secara detail, sanad dan matan serta sumber-sumber hadis diatas dari berbagai kitab hadis

dapat dilihat sebagai berikut:

1) Sunan Ibnu Majah (

ننس

نبإ

هجام

)

اَنَ ث دَح

ُرْكَب

ُنْب

فَلَخ

وُبَأ

رْشِب

،

اَنَ ث دَح

ُدْبَع

ِنَمْح رلا

ُنْب

يِدْهَم

،

اَنَ ث دَح

ُدْبَع

ِنَمْح رلا

ُن ْب

لْيَد ُب

،

ْن َع

ِه يِبَأ

،

ْن َع

ِ َنَأ

ِن ْب

كِلاَم

،

َلاَق

:

َلاَق

ُلوُسَر

ِلا

ل َص

لا

ِه ْيلَع

َم ل َسو

:

نِإ

ِه لِل

َني ِلْهَأ

َن ِم

ِسا نلا

,

اوُلا َق

:

ا َي

َلو ُسَر

ِلا

،

ْن َم

ْم ُه

؟

َلا َق

:

ْمُه

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

،

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

.

(
هاور

هجام نبإ
)

3

2) Sunan ad-Da’rimi (

ننس
يمرادلا)

اَنَ ث دَح

ُمِلْسُم

ُنْب

َميِهاَرْ بِإ

،

اَنَ ث دَح

ُنَسَحْلا

ُنْب

يِبَأ

رَفْعَج

،

اَنَ ث د َح

لْيَد ُب

,

ْن َع

َنَأ

َلا َق

:

َلا َق

ُلو ُسَر

ِلا

ل ص

لا

ه يلع

ملسو

:

نِإ

ِه لِل

ِنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

,

َليِق

:

ْنَم

ْمُه

اَي

َلوُسَر

ِلا

؟

َلاَق

:

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

.

(
هاور

يمرادلا
)

4

3) Musnad Ahmad bin Hanbal (

دنسم

دمحأ

نب

لبنح

)

اَنَ ث دَح

ل مَؤُم

،

اَنَ ث دَح

ُدْبَع

ِنَمْح ر لا

ُن ْب

ِلْيَد ُب

ِن ْب

َ َر َسْيَم

ي ِلْيَقُعْلا

،

َلا َق

:

يِنَث د َح

ي ِبَأ

،

ْن َع

ِ َنَأ

ِن ْب

ك ِلاَم

،

َلا َق

:

َلا َق

يِب نلا

لَص

ُه للا

ِهْيَلَع

َم لَسَو

:

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

،

نِإَو

َلْهَأ

ِنآْرُقْلا

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

.

(
هاور

دمحأ
)

5

4) Mustadrak (كردتسملا)

يِنَرَ بْخَأ

وُبَأ

ِد مَحُم

ِنْب

داَيِز

ُلْدَعْلا

،

اَنَ ث دَح

ُد مَحُم

ُنْب

َقاَحْسِإ

،

اَنَ ث دَح

ُد مَحُم

ُنْب

را شَب

،

ُبو ُقْعَ يَو

ُن ْب

َميِهاَر ْ بِإ

،

ُد مَحُمَو

ُنْب

َناَبَأ

،

ُد مَحُمَو

ُنْب

َيْحَي

ِنْب

ضا يَ ف

،

اوُلاَق

:

اَنَ ث دَح

ُدْبَع

ِنَمْح رلا

ُنْب

يِدْهَم

،

اَنَ ث دَح

ُدْبَع

ِنَمْح ر لا

ُن ْب

لْيَد ُب

،

ْن َع

ِه يِبَأ

،

ْن َع

َنَأ

َي ِضَر

ُه للا

ُه ْنَع

،

َلا َق

:

َلا َق

ُلو ُسَر

ِلا

ل َص

ُه للا

ِه ْيَلَع

َم ل َسَو

:

نِإ

ِه لِل

َني ِلْهَأ

َن ِم

ِسا نلا

اوُلا َق

:

ْن َم

ْم ُه

ا َي

َلوُسَر

ِلا

؟

َلاَق

:

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

ْمُه

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

.

(

هاور

مكاحلا

)

6

5) Sunan an-Nasa’i (

ننسلا

يئاسنلا

)

انربخأ

ديبع

لا

نب

ديعس

نع

دبع

نمحرلا

لاق

ينثدح

دبع

نمحرلا

نب

ليدب

نب

رسيم

نع

هيبأ

ن ع

نأ

ن ب

ك لام

لا ق

لاق

لوسر

لا

لص

لا

هيلع

و

ملس

:

نإ

ل

نيلهأ

نم

هفلخ

اولاق

ن مو

م ه

ا ي

لو سر

لا

لا ق

ل هأ

نآر قلا

م ه

ل هأ

لا

هتصاخو

.

(
هاور

يئاسنلا
)

7

3

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah (Beirut : Darr al-Fikr, _______), Juz 1, Hal 87

4

Imam Darimi, Sunan ad-Draimi (Kairo : Dar al-Kitab al-Arabi, 1407), Juz 2, Cet. I, Hal. 525
5 Imam Ahmad, Musnad Ahmad (Kairo : Muassah Qurtubah, _______), Juz 3, Hal. 127

6

Imam Hakim, Mustadrak (Beirut : Darr Kitab al-Ilmiah, 1411 H / 1990 M), Jus 5, Cet. I, Hal. 151

7

Imam an-Nasa’i, Sunan an-Nasa’i (Beirut : Darr Kitab al-Ilmiah, 1411 H / 1991 M), Jus 5, 17

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

4

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

6) Musnad Bazzar (

دنسم

رازبلا

)

انث دَح

دمَحُم

نب

را شَب

،

انث دَح

دبَع

نمحرلا

نب

يدهم

،

انث دَح

دبَع

نمحرلا

نب

ليدب

،

نب

رسيم

ن َع

ه يِبَأ

،

ن َع

َنَأ

،

لاق

:

لاق

لوُسَر

ِلا

لَص

لا

هيَلَع

م لَسَو

:

نإ

ل

نيلهأ

نم

سانلا

ليق

:

اي

َلو سَر

ِلا

ن م

؟م ه

لا ق

:

م ه

ل هأ

نآر قلا

مه

لهأ

لا

هتصاخو

.

(
هاور

رازبلا
)

8

7) Ma’rifah al-Sahabah (

ةفرعم

ةباحصلا

)

انثدح

وبأ

ركب

نب

دلخ

،

انث

ثراحلا

نب

يبأ

ةماسأ

،

انث

ليلخلا

نب

ا يركز

،

لا ق

:

ا نث

د لاجم

،

ا نث

رما ع

يبع شلا

،

ن ع

نامعنلا

نب

ريشب

،

لاق

:

لاق

لوسر

لا

لص

لا

هيلع

ملسو

:

«

نإ

ل

ني لهأ

ن م

سا نلا

»

،

اولا ق

:

ن م

م ه

ا ي

لو سر

لا

؟

لاق

:

«

مه

لهأ

نآرقلا

».

(
هاور

يناهبصل
)

9

C. PERBANDINGAN REDAKSI MATAN

1) Sunan Ibnu Majah (

ننس

نبإ

هجام

)

نِإ

ِه لِل

َني ِلْهَأ

َن ِم

ِسا نلا

,

اوُلا َق

:

ا َي

َلو ُسَر

ِلا

،

ْن َم

ْم ُه

؟

َلا َق

:

ْم ُه

ُل ْهَأ

ِنآْر ُقْلا

،

ُل ْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, mereka bertanya,
‘siapa mereka itu, wahai Rasulullah ?’ Beliau menjawab, ‘Ahlul Quran, mereka adalah

keluarga (kekasih) Allah yang terpilih.

2) Sunan ad-Da’rimi (

ننس
يمرادلا)

نِإ

ِه لِل

ِنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

,

َليِق

:

ْنَم

ْمُه

اَي

َلوُسَر

ِلا

؟

َلاَق

:

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, mereka bertanya,
‘siapa mereka itu, wahai Rasulullah ?’ Beliau menjawab, ‘Ahlul Quran”.

3) Musnad Ahmad bin Hanbal (

دنسم

دمحأ

نب

لبنح

)

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

،

نِإَو

َلْهَأ

ِنآْرُقْلا

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, dan sesungguhnya
Ahlul Quran ialah keluarga (kekasih) Allah yang terpilih.”

8

Imam Bazzar, Musnad Bazzar (Madinah : Maktabah al-Ulum wal al-Hakim, 2009), Jus 13, Cet. I, Hal. 520

9

Asbihani, Ma’rifah al-Sahabah (Riyadh : Darr al-Watan, 1419 H), Jus 18, Hal. 338

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

5

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

4) Mustadrak (كردتسملا)

نِإ

ِه لِل

َنيِلْهَأ

َنِم

ِسا نلا

اوُلاَق

:

ْنَم

ْمُه

اَي

َلوُسَر

ِلا

؟

َلاَق

:

ُلْهَأ

ِنآْرُقْلا

ْمُه

ُلْهَأ

ِلا

ُهُت صاَخَو

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, mereka bertanya,
‘siapa mereka itu, wahai Rasulullah ?’ Beliau menjawab, ‘Ahlul Quran mereka itulah
keluarga (kekasih) Allah yang terpilih.”

5) Sunan-Nasa’i (

ننسلا

يئاسنلا

)

نإ

ل

نيلهأ

نم

هفلخ

اولاق

نمو

مه

اي

لوسر

لا

لاق

لهأ

نآرقلا

مه

لهأ

لا

هتصاخو

.

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga pada sisinya, para Sahabat bertanya
‘siapa mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, Ahlul Quran mereka itulah keluarga
(kekasih) Allah yang terpilih.”

6) Musnad Bazzar (

دنسم

رازبلا

)

نإ

ل

نيلهأ

نم

سانلا

ليق

:

اي

َلوسَر

ِلا

نم

؟مه

لاق

:

مه

لهأ

نآرقلا

مه

لهأ

لا

هتصاخو

.

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, para sahabat
bertanya, ‘wahai Rasulullah, siapa mereka itu?’ Beliau menjawab : Ahlul Quran mereka
itulah keluarga (kekasih) Allah yang terpilih.”

7) Ma’rifah al-Sahabah (

ةفرعم

ةباحصلا

)

«

نإ

ل

نيلهأ

نم

سانلا

»

،

اولاق

:

نم

مه

اي

لوسر

لا

؟

لاق

:

«

مه

لهأ

نآرقلا

»

.

Artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa keluarga dari manusia, para sahabat berkata,
‘siapa mereka itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab : Ahlul Quran”

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

6

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

Berdasarkan berbagai redaksi matan dari hadis diatas, maka dapat disimpulkan

bahwa redaksi hadis tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan. Perbedaan-

perbedaannya masih dimaklumi dan tetap menunjukan makna yang sama antara satu

redaksi dengan redaksi yang lainnya. Secara umum, hadis diatas menyampaikan pelajaran

kepada kita bahwa diantara keluarga Allah dari manusia ialah Ahlul Quran.

Imam Ibnu Majah dalam Kitab Sunannya memberikan penjelasan bahwa yang

dimaksud dengan (

للهأ
نرلقلا) ialah orang yang menghafal Al-Quran dan mengamalkannya

(

هتظفح

ولماعلا

هب

).10

10

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah (Beirut : Darr al-Fikr, _______), Juz 1, Hal 87

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

7

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

D. SKEMA SANAD

Berdasarkan hasil penelusuran diatas, maka dapat dibuat skema sanad sebagai

berikut:

لوسر

لا

لص

لا

هيلع

و

ملس

نامعنلا

نب

ريشب

نأ

نب

كلام

ِلْيَدُب

ِنْب

َ َرَسْيَم

يِلْيَقُعْلا

ُدْبَع

ِنَمْح رلا

ُنْب

لْيَدُب

ُدْبَع

ِنَمْح رلا

ُنْب

يِدْهَم

ل مَؤُم

ُمِلْسُم

ُنْب
َميِهاَرْ بِإ

يمرادلا

دمَحُم

نب

را شَب

ُرْكَب

ُنْب

فَلَخ

وُبَأ

رْشِب

ُبوُقْعَ ي

ُنْب

َميِهاَرْ بِإ

،

ُد مَحُمَو

ُنْب

َناَبَأ

،

ُد مَحُمَو

ُنْب

َيْحَي

ِنْب

ضا يَ ف

نب دمحأ
لبنح

ديبع

لا

نب

ديعس

رازبلا

يئاسنلا

مكاحلا

وُبَأ

ِد مَحُم

ِنْب

داَيِز

ُلْدَعْلا

ُد مَحُم

ُنْب

َقاَحْسِإ

نبإ

هجام

رماع

يبعشلا

دلاجم

وبأ

ركب

نب

دلخ

ا
يناهبصل

ُنَسَحْلا

ُنْب

يِبَأ

رَفْعَج

ليلخلا

نب

ايركز

ثراحلا

نب

يبأ

ةماسأ

Mukharrij
Hadis :

1) Ad-Darimi
2)
Ahmad
3)
Ibnu Majah
4)
Hakim
5)
Bazzar
6)
Nasa’i
7)
Asbihani

لاق

نع

نع

ينثدح

نع

انربخأ

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

8

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

E. ANALISIS BIOGRAFI LENGKAP PARA PERIWAYAT

Redaksi Hadis dari ketujuh sumber diatas, yang kami teliti sanadnya adalah hadis

riwayat Imam Nasa`i, dengan komposisi sanad; Anas bin Malik, Budail bin Maysarah,

Abdurrahman bin Budail, Abdurrahman bin Mahdi, Ubaidillah bin Sa`id:

a) Anas bin Malik (w. 93 H)

Anas bin Malik merupakan urutan ke tiga dari sahabat yang banyak meriwayatkan

hadis, Ia meriwayatkan sebanyak 2.286 hadits. Ketika ia berusia 10 tahun, ibunya Ummu

sulaiman membawanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam untuk berkhidmat.

Ayahnya bernama Malik bin an-Nadlr. Pada waktu Abu Bakar meminta pendapat Umar

mengenai pengangkatan Anas bin Malik menjadi pegawai di Bahrain, Umar memujinya

“Dia adalah anak muda yang cerdas dan bisa baca tulis, dan juga lama bergaul dengan
Rasulullah”.

Sedangkan Komentar Abu Hurairah tentangnya “Aku belum pernah melihat orang

lain yang shalatnya menyerupai Rasulullah kecuali Ibnu Sulaiman (Anas bin Malik)”. Ibn
Sirin berkata “Dia (Anas) paling bagus Shalatnya baik di rumah maupun ketika sedang
dalam perjalanan”. Pada hari hari terakhir masa kehidupannya, Anas pindah ke Basrah.

Itulah sebabnya para Ulama mengatakan bahawa Anas bin Malik adalah sahabat terakhir

yang meninggal di Basrah. Pada wafatnya Muwarriq berkata “Telah hilang separuh ilmu.

Jika ada orang suka memperturutkan kesenangannya bila berselisih dengan kami, kami

berkata kepadanya, marilah menghadap kepada orang yang pernah mendenganr dari

Rasululah Shallallahu alaihi wassalam”.

Anas bin Malik wafat pada tahun 93 H dalam usia melampaui seratus tahun.

Mengingat posisinya sebagai sahabat, para ulama sepakat bahwa tidak perlu dikritik dan

apalagi diragukan kredibilitasnya. Seluruh sahabat adalah adil.

b) Budail bin Maysarah (w 125/130 H)

Nama lengkapnya adalah Budail bin Maysarah Al U`qaili Al Bashary. Beliau

termasuk dalam tabaqah ke-5 (

نلم

راالص

ننعبالتلا

) yang wafat pada tahun 125 H / 130 H.

Berikut pendapat para ulama terhadap Budail bin Maysarah Al U`qaili Al Bashary:

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

-

2 Zahabi

-

ةقث

-

3 Yahya bin Main

-

ةقث

-

4 Abu Hatim

-

قودص

-

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

9

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

Adapun guru-gurunya dan murid-muridnya sebagai berikut: 11

c) Abdurrahman bin Budail (w. 150 H)

Abdurrahman bin Budail bin Maysarah Al U`qaili Al Bashary. Beliau tergolong

dalam tabaqah ke-8(

نللم

للسولا

نللم

اللبتأ

ننعباللتلا

). Berikut pendapat para ulama terhadap

Abdurrahman bin Budail beliau:

Adapun guru-gurunya dan murid-muridnya sebagai berikut: 12

d) Abdurrahman bin Mahdi

Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Mahdi bin Hasan bin Abdurrahman Al

A`bary. Beliau termasuk dalam tabaqah ke-9 (

نلم

راالص

البتأ

ننعبالتلا

) yang lahir pada tahun

135 H dan wafat pada tahun 198 di basrah. Berikut pendapat para ulama terhadap

Qutaibah:

11

Rawah at-Tahzibain

12

Rawah at-Tahzibain

No

Guru

Murid

1

سنأ

نب

كلام

(

س

ق

)

ابأ

نب

ديزي

را علا

(

د

ت

س

)

2

بأ

ءازوجلا

سوأ

نب

دبع

ا

عبرلا

(

م

د

ق

)

منهاربإ

نب

امهط

(

د

س

)

3

نسحلا

نب

ملسم

نب

قاني

(

د

س

)

لنعامسإ

نب

بأ

دلاخ

،

و

وه

نم

هنارقأ

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ل

سأب

هب

-

2 Al-Zahabi

-

: ةقث

-

No

Guru

Murid

1

ليدب

نب

ةرسنم

(

هنبأ

( )

س

ق

)

منهاربإ

نب

ننعأ

2

بأ

ءازوجلا

سوأ

نب

دبع

ا

عبرلا

(

م

د

ق

)

نسحلا

نب

ورمع

سودسلا

3

نحي

نب

دنعس

ىراصنلا

دواد

نب

ربحملا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

:

ةقث

تبث

ظفاح

فراع

لاجرلاب

و

ثيدحلا

،

لاق

نبا

نيدملا

:

ام

تيأر

ملعأ

هنم

-

2 Al-Zahabi

-

ظفاحلا

،

ماملا

ملاعلا

،

اك

هقفأ

نم

نحي

ا قلا

،

لاق

لع

نبا

نيدملا

:

ملعأ

سانلا

ثيدحلاب

دبع

نمحرلا

-

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

10

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

Adapun guru-gurunya dan murid-muridnya sebagai berikut: 13

e) U`baidillah bin Sa`id

Nama lengkapnya adalah U`baydillah bin Sa`id bin Yahya bin Burda Yasykuri.

Beliau termasuk dalam tabaqah ke-10 (

نيذخلارابك

نع

لبت

البتلا

) dan wafat pada tahun 241 H.

pendapat para ulama terhadap Ubaidillah:

Guru-gurunya dan murid-muridnya sebagai berikut: 14

f) Imam an-Nasa’i

Nama lengkap Imam al-Nasa’i adalah Abu Abd al-Rahman Ahmad bin Ali bin

Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr al-khurasani al-Qadi. Lahir di daerah Nasa’ pada tahun

215 H. Ada juga sementara ulama yang mengatakan bahwa beliau lahir pada tahun 214 H.

Beliau dinisbahkan kepada daerah Nasa’ (al-Nasa’i), daerah yang menjadi saksi bisu

kelahiran seorang ahli hadis kaliber dunia. Beliau berhasil menyusun sebuah kitab

monumental dalam kajian hadis, yakni al-Mujtaba’ yang di kemudian hari kondang dengan

sebutan Sunan al-Nasa’i.

Belum genap usia 15 tahun, beliau sudah melakukan mengembar ke berbagai

wilayah Islam, seperti Mesir, Hijaz, Iraq, Syam, Khurasan, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, lawatan intelektual yang demikian, bahkan dilakukan pada usia dini, bukan

merupakan hal yang aneh dikalangan para Imam Hadis. Semua imam hadis, terutama enam

imam hadis, yang biografinya banyak kita ketahui, sudah gemar melakukan perlawatan

ilmiah ke berbagai wilayah Islam semenjak usia dini. Dan itu merupakan ciri khas ulama-

ulama hadis, termasuk Imam al-Nasa’i.

13

Rawah at-Tahzibain

14

Rawah at-Tahzibain

No

Guru

Murid

1

ليدب

نب

ةرسنم

(

هنبأ

( )

س

ق

)

منهاربإ

نب

ننعأ

2

بأ

ءازوجلا

سوأ

نب

دبع

ا

عبرلا

(

م

د

ق

)

نسحلا

نب

ورمع

سودسلا

3

نحي

نب

دنعس

ىراصنلا

دواد

نب

ربحملا

No

Kritikus

Jarh

Ta’dil

Keterangan

1 Ibnu Hajar

-

ةقث

ومأم

نس

-

2 Al-Zahabi

-

تبث

مامإ

-

No

Guru

Murid

1

منهاربإ

نب

ةنننع

ىراخبلا

2

قاحسإ

نب

فسوي

قرزلا

(

م

)

ملسم

3

زهب

نب

دسأ

ئاسنلا

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

11

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

Seperti para pendahulunya: Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud,

dan Imam al-Tirmidzi, Imam al-Nasa’i juga tercatat mempunyai banyak pengajar dan

murid. Para guru beliau yang nama harumnya tercatat oleh pena sejarah antara lain;

Qutaibah bin Sa’id, Ishaq bin Ibrahim, Ishaq bin Rahawaih, al-Harits bin Miskin, Ali

bin Kasyram, Imam Abu Dawud (penyusun Sunan Abi Dawud), serta Imam Abu Isa

al-Tirmidzi (penyusun al-Jami’/Sunan al-Tirmidzi).

Sementara murid-murid yang setia mendengarkan fatwa-fatwa dan ceramah-

ceramah beliau, antara lain; Abu al-Qasim al-Thabarani (pengarang tiga buku kitab

Mu’jam), Abu Ja’far al-Thahawi, al-Hasan bin al-Khadir al-Suyuti, Muhammad bin

Muawiyah bin al-Ahmar al-Andalusi, Abu Nashr al-Dalaby, dan Abu Bakrbin

Ahmad al-Sunni. Nama yang disebut terakhir, disamping sebagai murid juga

tercatat sebagai “penyambung lidah” Imam al-Nasa’i dalam meriwayatkan kitab

Sunan al-Nasa’i.

Imam al-Nasa’i merupakan figur yang cermat dan teliti dalam meneliti dan

menyeleksi para periwayat hadis. Beliau juga telah menetapkan syarat-syarat tertentu

dalam proses penyeleksian hadis-hadis yang diterimanya. Abu Ali al-Naisapuri pernah

mengatakan, “Orang yang meriwayatkan hadis kepada kami adalah seorang imam hadis

yang telah diakui oleh para ulama, ia bernama Abu Abd al Rahman al-Nasa’i.”

Lebih jauh lagi Imam al-Naisapuri mengatakan, “Syarat-syarat yang ditetapkan

al-Nasa’i dalam menilai para periwayat hadis lebih ketat dan keras ketimbang syarat-syarat

yang digunakan Muslim bin al-Hajjaj.” Ini merupakan komentar subyektif Imam

al-Naisapuri terhadap pribadi al-Nasa’i yang berbeda dengan komentar ulama pada

umumnya. Setahun menjelang kemangkatannya, beliau pindah dari Mesir ke Damsyik.

Dan tampaknya tidak ada konsensus ulama tentang tempat meninggal beliau. Al-Daruqutni

mengatakan, beliau di Makkah dan dikebumikan diantara Shafa dan Marwah. Pendapat

yang senada dikemukakan oleh Abdullah bin Mandah dari Hamzah al-’Uqbi al-Mishri.

Sementara ulama yang lain, seperti Imam al-Dzahabi, menolak pendapat tersebut.

Ia mengatakan, Imam al-Nasa’i meninggal di Ramlah, suatu daerah di Palestina. Menurut

pandangan terakhir ini, Imam al-Nasa’i meninggal pada tahun 303 H dan dikebumikan di

Bait al-Maqdis, Palestina. Inna lillah wa Inna Ilai Rajiun. Semoga jerih payahnya dalam

mengemban wasiat Rasullullah guna menyebarluaskan hadis mendapatkan balasan yang

setimpal di sisi Allah. Amiiin.

Oleh : Ali Muzakkir (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

12

Hadis tentang Orang yang Ahlul Quran adalah Ahlullah

F. RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD

Tinjauan Penulis terhadap berbagai keterangan sanad diatas bahwa semua sanad –

sanadnya memenuhi kriteria seorang rawi. Kemudian juga, melalui pendekatan tahun

maupun pendekatan guru-murid, secara tersirat Nampak pada uraian diatas. Hal ini

menunjukkan koetentikan dan keabsahan dari sanad hadis ini.

G. KESIMPULAN KUANTITAS DAN KUALITAS SANAD

Berdasarkan data diatas, tinjauan kuantitas sanad dari hadis diatas menunjukkan

hadis Ahad. Adapun dari segi kualitas sanadnya, sama sekali tidak ada rawi yang

mengalami kecacatan. Sebagaimana yang kami teliti melalui jalur an-Nasa’i, semua

rawi-rawinya adalah tsiqah sehingga hadisnya dapat diterima dan diamalkan.

H. HUKUM SANAD HADIS

Uraian sanad diatas dapat kami simpulakan bahwa sanad hadis ini adalah Shahih.

Oleh karena itu, hadis ini dapat diterima dan diamalkan.

I. FIQHUL HADIS

Hadis diatas mengabarkan kepada manusia bahwa diantara orang-orang yang akan

menjadi keluarga Allah ialah mereka yang Ahlul Quran. Mereka termasuk

kekasih-kekasih Allah yang terpilih. Imam Ibnu Majah dalam Kitab Sunannya

memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan (

لللهأ
نرللقلا) ialah orang yang

menghafal Al-Quran dan mengamalkannya (

هتظفح

ولماعلا

هب

).15

Keterangan Ibnu Majah tersebut, menunjukkan jalan untuk menjadi keluarga Allah,

yaitu dengan menghafal al-Quran dan mengamalkannya. Hal ini sebenarnya memiliki

makna mendalam jika kita menjabarkannya, apalagi jika dikaitkan dengan masa sekarang

ini. Satu pelajaran yang tersirat di dalamnya agar jangan menjual ayat-ayat Allah dengan

murah (kenikmatan duniawi).

Pada zaman sekarang ini, banyak yang menghafal al-Quran tetapi tidak

mengamalkannya dengan semestinya karena tergiur dengan godaan duniawi. Lebih dari

itu, hadis diatas menyampaikan kepada umat manusia bahwa akhirat itu lebih penting

daripada kehidupan duniawi. Kita berharap agar Allah senantiasa mencurahkan

rahmat-Nya kepada kita semua sehingga termasuk hamba-hamba Allah yang akan menjadi

keluarga-Nya kelak di akhirat. Amin !!!

Wallahu A’lam bi as-Shawab !!!

15

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah (Beirut : Darr al-Fikr, _______), Juz 1, Hal 87

HADIS KEDUA

Fadhilah
Membaca
Al-Quran

OLEH

MUH. ARWANI

(NPM: )

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

14

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

A. PENDAHULUAN

Puji syukur semoga senantiasa terhanturkan kepada Zat yang Maha Kuasa, pencipta

manusia dan alam semesta serta seluruh isinya. Dialah Tuhan yang menurunkan Islam dan

al-kitab melalui para Rasul-Rasulnya sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk

kehidupan dunia dan akhirat. Shalawat dan salam untuk baginda Nabi Muhammad

SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya serta semua pengikutnya. Mudah-mudahan syafaat

Beliau dapat kelak kita dapatkan di akhirat. Amin.

Al-hamdulillah, satu kepuasaan tersendirinya atas selesai karya tulis ini.

Tulisan ini memaparkan sebuah contoh Takhrij Hadis melalui metode Mausu’atu athrafil

al-Hadist an-Nabawi, dan metode digital Maktabah as-Syamilah. Adapun dalam

penelusuran kedua metode ini melalui pendekatan Athraful al- Hadist, Hadis yang

menjadi subjek pembahasan dalam makalah ini dapat dilihat dengan matan sebagai

berikut:

﴿

ِةَرَرَ يلا ِماَرِكلا َةَرَفّسلا َعَم ِهِب ٌرِهاَم َوُه َو َنآْرُقْلا ُأَرْقَ ي ْيِذّلا
.

ِناَرْجَأ ُهَل ٌقاَش ِهْيَلَع َوُه َو ِهْيِف ُعَتْعَ تَتَ ي َوُه َو َنآْرُقلا ُأَرْقَ ي ْيِذّلا َو

Artinya:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia pandai (hafal) dalam membacanya, ia akan

bersama para malaikat yang menjadi utusan, yang mulia lagi suci. Sedangkan orang yang

membaca Al-Qur’an tetapi ia terbata-bata kesulitan, serta kesukaran dalam membacanya,

ia akan memperoleh dua pahala”.

B. HASIL PENELUSURAN HADIS

Penelusuran matan hadis diatas melalui mausu’atu athrafil al-hadist an-nabawi

dan maktabah syamilah dapat disimpulakan dengan beberapa bentuk matan yang ikhtilaf.

Bentuk Matan yang kami sebutkan diatas adalah matan yang bersifat umum. Secara lebih

rinci, beberapa bentuk ikhtilaf matan tersebut dapat dilihat dibawah ini yang bersumber

dari dua kitab hadis:

أ)

ماشه نب ديعس نع ىفوأ نب ةرارز نع ةداتق نع مامه و ماشه انثدح ميهاربإ نب ملسم انثدح

َةَشِئاَع ْنَع

َمّلَس َو ِهْيَلَع لا ىَلَص ِلا ُلْوُسَر َلاَق ْتَلاَق ُهْنَع لا َيِضَر

:

ِماَرِكلا َةَرَفّسلا َعَم ِهِب ٌرِهاَم َوُه َو َنآْرُقْلا ُأَرْقَ ي ْيِذّلا

ِةَرَرَ يلا
.

ِناَرْجَأ ُهَل ٌقاَش ِهْيَلَع َوُه َو ِهْيِف ُعَتْعَ تَتَ ي َوُه َو َنآْرُقلا ُأَرْقَ ي ْيِذّلا َو

.

1

1

. Sunan Abi Daud, No: 1454.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

15

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

ب)

ن ع ما شه و ةبع ش ا نث دواد و بأ ا نث ب يبح ثنو ي ا نث ر فعج ن ب لا د بع ا نأ ارو ف ن ب ر كب و بأ بات سسا ا نربخأ
ةشئاع نع ماشه نب دعس نع ةرارز نع ةداتق

:

لا ق مل س و هيلع لا ىلص يبنلا نأ

:

و نآر قلا أر قي يذ لا نإ

شه لاق نآرقلا أرقي يذلا و ةرربلا ماركلا ةرفسلا عم هب رهام وه

ه يلع و ه و ةبع ش لا ق و ديد ش ه يلع وه و ما

نارجأ هلف قاش

2

C. ANALISIS BIOGRAFI

Dari ketujuh hadis tersebut diatas, yang kami teliti sanadnya adalah hadis riwayat

Imam Abu-Daud, dengan komposisi sanad: Aisya, Sa’ed bin Hisyam, Zararah bin Auf,

Qatadha, Hammam dan Hisyam, Muslim bin Ibrahim, Sunan Abu-Daud.

a. Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha (wafat 57 H)

Aisyah adalah istri Nabi Shallalahu ‘alaihi Wassalam putri Abu Bakar ash-Shiddiq

teman dan orang yang paling dikasihi Nabi, Aisyah masuk Islam ketika masih kecil

sesudah 18 orang yang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam memperistrinya pada

tahun 2 H. Beliau mempelajari bahasa, Syair, ilmu kedokteran, nasab nasab dan hari hari

Arab . Berkata Az-Zuhri “ Andaikata ilmu yang dikuasai Aisyah dibandingkan dengan

yang dimiliki semua istri Nabi Shallallahu ’alaihi Wassalam dan ilmu seluruh wanita

niscaya ilmu Aisyah yang lebih utama”. Urwah mengatakan “ aku tidak pernah melihat

seorangpun yang mengerti ilmu kedokteran, syair dan fiqh melebihi Aisyah”.

Aisyah meriwayatkan 2.210 hadits, diantara keistimewaannya beliau sendiri kadang

kadang mengeluarkan beberapa masalah dari sumbernya, berijtihad secara khusus, lalu

mencocokannya dengan pendapat pada sahabat yang alim. Berkenaan dengan keahlian

Aisyah, Az-Zarkasyi mengarang sebuah kitab khusus berjudul Al-Ijabah li Iradi

mastadrakathu Aisyah ‘ala ash Shahabah.

Aisyah meriwayatkan hadits dari ayahnya Abu Bakar, dari Umar, Sa’ad bin Abi

Waqqash, Usaid bin Khudlair dan lain lain. Sedangkan sahabat yang meriwayatkan dari

beliau ialah Abu Hurairah, Abu Musa al-Asy’ari, Zaid bin Khalid al-Juhniy,Saad bin

Hisyam, Syafiyah binti Syabah dan beberapa yang lain. Tabi’in yang mengutip beliau

ialah: Sa’id bin al-Musayyab, alqamah bin Qais, Masruq bin al-Ajda, Aisyah binti Thalhal,

Amran binti Abdirrahman, dan Hafshah binti Sirin. Ketiga wanita yang disebutkan terakhir

adalah murid murid Aisyah yang utama Ilmu Fiqh.

2

. Sunan al-Baihaqi, Juz:2, hal:338 maktabah syamilah.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

16

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

b. (

ع) Sa’ad bin Hisyam

Nama lengkap beliau adalah Sa’ad bin Hisyam bin ‘amir al-Ansori, al-Mandani,

beliau masih saudara-Nya Anas bin Malik dari anak paman-Nya.

Adapun guru-gurunya dan murid-muridnya sebagai berikut: 3

Berikut pendapat para ulama terhadap beliau:

1. An-Nasa’i berpendapat : tsiqah

2. Ibnu Habban dan Ibnu Sa’ad, “Sa’ad bin Hisyam adalah tergolong tsiqah4

c. (

ع) Zurarah bin Auf

Nama beliau adalah Zurarah bin Aufa al-‘Amiri, al-Harisyi, Abu Hajib al-Busyra,

beliau termasuk seorang hakim di Basrah

هنع ىور

نع يور

مقر

) ع( ةماعد نب ةداتق

)ع(رماع نب ماشه نب دعس

1

دنه نب دواد

(

ق د

)

كلام نب سنأ

2

يرتخبلا وبأ سنوي

سابع نب ا دبع

(
س ت
)

3

ديبع نب سنوي

يرادلا ميعت

4

Kritikus tentang beliau: 5

1. Abu Daud at-Thayalisi :dia hanya mendengar dari Ibnu Mas’ud, beliau adalah

hakim Bazrah,wafat dalam keadaan sujud.

2. An-nasai berkata : Tsiqah

3. Ibnu Habban dlm redaksinya berkata: beliau seorang ‘Ubad ( orang ahli dlm

beribadah)

4. Muhammad bin Saed: zurarah bin Auf dari bani al-Huraisy bin Ka’ab bin Rabi’ah

bin Amir bin Sha’sha’. Wafat 93 H. Pada Masa khalifah Walid bin Abdl Malik,

beliau dari golongan Tsiqah, dan mempunyai beberapa hadist.

3

. Rawah at-Tahzibain, Hal. 5522

4

. Al-Hafidz Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Juz: 10,hal: 307,Cet: Muasasah ar-
Risalah-Bairut Thn:1983 H.

5

. Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Juz:09, hal: 339-341.

No

Guru

Murid

1

كلام نب سنأ

نسحلا

يرصبلا

(

م

د

س)

2

ةرمس

نب

بدنج

ديمح

نب

لله

س)

3

ةشئاع

مأ

نينمؤملا

(

ع)

ةرارز

نب

ىفوأ

(

ع

)

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

17

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

d. (

ع) Qatadah

Beliau adalah Qatadah bin Di’amah bin Qatadah bin ‘aziz bin Amru Ibnu Rabi’ah
bin ‘amru bin al-Harist bin Sudus, dan ada yang mengatakan: Qatadah bin Di’amah Ibnu
‘ukabah bin Aziz bin Karim bin Amru bin al-Harist bin Sadus bin Syaiban bin Dzal bin
Tsa’labah bin ‘Ukabah bin Sa’bi bin A’i bin Bakar Ibnu Wail al-Sadusiu, Abi al-Khatab al-

Basyri, dan beliau adalah pemetik cendawan dan penjual.

Nama guru dan murid beliau:

هنع ىور

نع يور

مقر

)ع( يئاوتسدلا ماشه

)ع( ىفوأ نب ةرارز

1

يحي نب مامه

(

ع)

كلام نب سنأ

2

يرصبلا ملسم نب نوراه

يمرجلا مدهز

(

ت)

3

Kritik tentang beliau:

1. Abu Bakar al-Atsram berkata: saya mendengar dari Ahmad bin Hambal berkata:

Qatadah lebih ahfadz ahli Bazrah beliau tidak mendengar sesuatu kecuali apa

yang ada dalam hafalan-Nya, dia pernah di bacakan selembar kertas dari jabir

hanya sekali, lalu dia hafal.

2. Ishaq bin Mansur dari Yahya bin Muin : Tsiqah

3. Abu Zur’ah Berkata : Qatadah Sahabat dgn itelegensi yang tinggi.

4. Sufyan bin ‘Uyainah berkata: dari Ma’mar : Tidak satupun aku Melihat Orang yg

sangat Faqih kecuali dari Az-zuhri, Hamad, dan Qatadah.

5. Abu Bakar bin Abi Haitam berkata: dari Yahya bin Ma’in: beliau lahir Tahun 60H.

6. Dari Ahmad bin Hambal dari Yahya bin Sa’ed: Beliau wafat 17 atau 118 H.

Catatan Mengenai beliau:

Kritik tentang beliau hanya sepintas bahwasan-Nya sebegian kecil hadist yang

diriwayatkan dari perawi-perawi tertentu itu tidak dapat dishahihkan seperti yang

dikatakan oleh Ali al-Madani dari Yahya bin Saed: Syu’ba berkata: hadist Qatadah dari

Anas tentang perempuan dalam tidurnya dia melihat ....,atau ada juga dari abu bakar bin

abi khaitsam, saya mendengar Yahya bin Ma’in, Beliau berkata : saya tidak mendengar
adanya Hadist Qatadah dari Sulaiman bin Yasar.6

6

. Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Juz: 23,hal: 498 sampai 593.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

18

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

e. Hisyam bin abi Abdillah (ع)

Beliau adalah Hisyam bin Abi Abdullah al-Dastuiyu, abu-Bakar al-Basyriu, Walid

bin Hisyam, dan Nama Bapak beliau adalah Abdullah Sanbar a-Raba’iu dari Bakar bin

Wail, dan ada yang mengatakan: al-Jahdariu dan Dastukurah dari Kuari al-Ahwaz, Beliau

adalah penjual pakaian yang maka dinisbatkan kepadanya, dan dari didapatkan sebuah

panggilan kepadaNya sahabat al-Dastui.

Nama guru dan murid beliau:

هنع ىور

نع يور

مقر

)د خ( ميهاربإ نب ملسم

)ع( ةداتق

1

ةلاضف نب ذاعم

(

خ)

قارولا رطم

(

د م
)

2

يدع يبأ نب دمحم

(
ت د م
)

رمعم

(

س)

3

Kutipan dari para kritikus tentang beliau: 7

1. Salah satu kutipan dari Abu Hatim berkata: aku bertanya kepada Ali ibnu

al-Madani: Siapakah yang lebih jujur dari para sahabat-sahabat Yahya bin Abi

Katsir? Beliau berkata: Hisyam al-Dastuni......

2. Ali bin al-Mubarak dalam pendapat-Nya, apabila dia mendengar dari Hisyam dari

Yahya Maka beliau tidak menginginkan dengannya, seorang penganti.

3. Al-‘Ijliu berkata: Hisyam al-Dastuiu Bisriu, dia adalah orang yang jujur ( Tsiqoh).

Tsabat dalam Hadist.

4. Muhammad bin Sa’ed berkata: Hisyam ad-Dastui, Maula Bani Sadus, beliau adalah

orang yang tsiqoh tsabat dalam Hadist.

5. Abu Hasan al-Maimuni dari Ahmad bin Hambal dari Abdul as-Shomad bin Abdl

al-Waris, berkata: Hisyam wafat pada tahun 152 H.

6. Dan dari riwayat lain dari ahmad bin Hambal dari abdu Shamad : wafat 51 H. Dan

begitu juga pendapat Muhammad bi sa’ad.

f. Muslim bin Ibrahim.

Beliau adalah Muslim bin Ibrahim al-Azdiu, al-Farhidiu, beliau adalah masih temen

dekat dengan Abu ‘Amru al-Basri dan Farahid dari al-Azd.

Adapun guru dan murid beliau adalah:

هنع ىور

نع يور

مقر

دواد وبأ

)د خ( يئوتسدلا ماشه

1

يراخبلا

يحي نب مامه

(

د خ
)

2

يماسلا ىسوم نب دمحأ

مساقلا نب دنيه

3

7

. Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Juz:30, hal: 215 sampai 222.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

19

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

Pendapat ulama tentang beliau adalah: 8

1. Abu Bakar bin Abi Khaitsam berkata: dari Yahya bin Ma’in: beliau adalah

golongan tsiqoh mamamun.

2. Al fadhal bin Sahel al-A’raj: Yahya bin Ma’in itu mendahulukan Muslim bin

Ibrahim terhadap Mu’ad bin Hisyam.

3. Al-‘ajliu berkata: beliau tinggal di Bazrah di rumah yang sangat besar, dan sungguh

beliau hidup bersama saudari perempuan-Nya, adapun saudari beliau sangat tua,

beliau adalah sosok seorang muhadizt, beliau bertanya apakah saudarimu Mampu,

dengan tegas beliau menjawab? Tidak,dan al-‘Ijliu berkata: beliau adalah orang

yang tsiqah.

4. Abdurrahman bin Abi Hatim berkata: saya bertanya kepada bapakku tentang

Muslim Ibrahim? Bapakku Menjawab, beliau adalah orang yang jujur dan jujur

tsiqah soduq.

5. Al-bukhari berkata: beliau wafat 222 H.

g. Abu Daud

Beliau lahir sebagai seorang ahli urusan hadits, juga dalam masalah fiqh dan ushul

serta masyhur.

Akan kewara’annya dan kezuhudannya:

Kefaqihan beliau terlihat ketika mengkritik sejumlah hadits yang bertalian dengan

hukum, selain itu terlihat dalam penjelasan bab-bab fiqih atas sejumlah karyanya, seperti

Sunan Abu Dawud. Al-Imam al-Muhaddist Abu Dawud lahir pada tahun 202 H dan

wafat pada tahun 275 H di Bashrah.

Sepanjang sejarah telah muncul para pakar hadist yang berusaha menggali makna

hadist dalam berbagai sudut pandang dengan metoda pendekatan dan sistem yang berbeda,

sehingga dengan upaya yang sangat berharga itu mereka telah membuka jalan bagi

generasi selanjutnya guna memahami as-Sunnah dengan baik dan benar.

Di samping itu, mereka pun telah bersusah payah menghimpun hadits-hadits yang

dipersilisihkan dan menyelaraskan di antara hadits yang tampak saling menyelisihi. Hal

tersebut dilakukan untuk menjaga kewibawaan dari hadits dan sunnah secara umum. Abu

Muhammad bin Qutaibah (wafat 267 H) dengan kitab beliau Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits

telah membatah habis pandangan kaum Mu’tazilah yang mempertentangkan beberapa

hadits dengan al-Quran maupun dengan rasio mereka.

8

. Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Juz:27, hal:488 sampai 492.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

20

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

Selanjutnya upaya untuk memilahkan hadits dari khabar-khabar lainnya yang

merupakan hadits palsu maupun yang lemah terus dilanjutkan sampai dengan kurun

al-Imam Bukhari dan beberapa penyusun sunan dan lainnya. Salah satu kitab yang

terkenal adalah yang disusun oleh Imam Abu Dawud yaitu sunan Abu Dawud. Kitab ini

memuat 4800 hadits terseleksi dari 50.000 hadits.

Beliau sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal

ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, beliau sudah berada di baghdad. Kemudian

mengunjungi berbagai negeri untuk memetik langsung ilmu dari sumbernya. Beliau

langsung berguru selama bertahun-tahun. Diantara guru-gurunya adalah Imam Ahmad bin

Hambal, al-Qa’nabi, Abu Amr adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Sulaiman bin Harb,

Abu Zakariya Yahya bin Ma’in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu
Ustman Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain.

Sebagai ahli hukum, Abu Dawud pernah berkata: Cukuplah manusia dengan empat

hadist, yaitu: Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya; termasuk kebagusan

Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat; tidaklah keadaan

seorang mukmin itu menjadi mukmin, hingga ia ridho terhadap saudaranya apa yang ia

ridho terhadap dirinya sendiri; yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas pula,

sedangkan diantara keduanya adalah syubhat.

Beliau menciptakan karya-karya yang bermutu, baik dalam bidang fiqh,

ushul,tauhid dan terutama hadits. Kitab sunan beliaulah yang paling banyak menarik

perhatian, dan merupakan salah satu diantara kompilasi hadits hukum yang paling

menonjol saat ini.

Tentang kualitasnya ini Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: Kitab sunannya Abu

Dawud Sulaiman bin Asy’ats as-sijistani rahimahullah adalah kitab Islam yang topiknya

tersebut Allah telah mengkhususkan dia dengan sunannya, di dalam banyak pembahasan

yang bisa menjadi hukum diantara ahli Islam.

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

21

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

D. RINGKASAN HASIL ANALISIS SANAD

Tinjauan Penulis terhadap berbagai keterangan sanad diatas bahwa hadist tersebut

dapat diterima dan kredibilitasnya dapat diketahui, karna menurut penelitian di atas tidak

ada satupun perawi mendapata kritik-kritik yang negative dari ulama-ulama jarkh wa

ta’dil. Jadi bisa disimpulkan hadist ini Shahih al-Isnad.

E. ANALISIS MATAN

Melihat dari kualitas sadan yang sangat kapabel kebenaran dan kejujuran para

perawiNya, maka dapat disimpulkan kualitas sanad ini adalah sebuah anjuran atau perkara

yang di sunnah muakkadkan kepada setiapa muslim.

Wallahu A’lam bi as-Shawab !!!

Oleh : Muh. Arwani (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

22

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

Daftar Pustaka

Abu Hajir Muh Saed bin Basyuni Za’lul,at-Thraf, Dar-Kutub Lebanon.

Al-Hafidz Jamaluddin abi Hajjaj Yusuf al-Mizzi, Tagdzib al-Kamal, Muasasah

ar-Risalah-Bairut Thn:1983 H.

Rawah at-Tahzibain, (Maktabah Syamilah)

Imam Baihaqi, Sunan al-Baihaqi, Maktabah Syamilah.

Abu Daud, Sunan Abi Daud.

HADIS KETIGA

Fadhilah
Membaca
Al-Quran

OLEH

MUH. MUSLIHAN

(NPM: 10.31.0287)

Oleh : Muh. Muslihan (Mahasiswa PTIQ Jakarta) | ثيدحلا جيرخت

24

Hadis tentang Pahala Membaca al-Quran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->