Manajemen Device Kata Pengantar Salah satu tugas sistem operasi adalah mengontrol operasi – operasi piranti input

/output (I/O) atau device pada sistem komputer. Selain itu sistem operasi mengontrol operasi piranti I/O dengan mengirimkan instruksi ataupun memeriksa status piranti I/O bersangkutan. Selain mengontrol operasi I/O, sistem operasi harus menyediaka antar muka yang mudah dan seragam untuk memudahkan operasi I/O serta menyembunyikan detail perbedaan operasi antar piranti I/O. Bagian ini akan menjelaskan organisasi sistem I/O dari suatu sistem komputer, baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Organisasi Sistem I/O Secara fisik, organisasi sistem I/O pada sistem komputer dapat dibedakan atas : 1.Piranti I/O (Device) Piranti – piranti I/O yang terkoneksi ke komputer mempunyai karakteristik khas sesuai dengan fungsi dan teknologi yang digunakannya. Contoh piranti I/O seperti monitor, keyboard, mouse, printer dan scanner. 2.Device Controller (Adapter) Device Controller berfungsi sebagai antarmuka antara piranti I/O denga sistem internal komputer. Device Controller ini merupakan sirkuit digital yang berfugsi mengontrol kerja komponen mekanik ataupun elektris lainnya dari piranti I/O. 3.Bus I/O Bus I/O terdiri atas bus data, alamat dan kontrol yang berfungsi menghubungkan device controller dengan elemen internal komputer seperti prosessor dan memori. Selain itu terdapat juga bus I/O lanjutan atau ekspansi, seperti bus parallel, serial, PS2, yang digunakan untuk berkomunikasi dengan piranti I/O yang bersifat mudah dipindah – pindahkan (movable) dan umumnya terletak di luar kotak komputer. Sistem I/O komputer dapat pula ditinjau dari segi organisasi sistem perangkat lunaknya. Pada kebanyakan sistem operasi seperti keluarga keluarga sistem operasi Windows ataupun Linux, sistem perangkat lunak I/O dirancang dalam struktur berlapis dan umumnya terdiri atas lapisan : 1.Lapisan Intterupt Handler Lapisan perangkat lunak ini menangani terjadinya interupsi dan pengalihan eksekusi ke rutin penanganan interupsi, intterupt handler, yang bersesuaian. 2.Lapisan Device Driver Lapisan Device Driver mengimplementasi secara khusus rincian operasi dari masing – masing jenis pengendali piranti I/O atau device controller. Lapisan device driver merupakan abstraksi terhadap operasi piranti I/O yang sangat beragam dan menyediakan antarmuka yang seragam untuk piranti I/O yag sejenis. 3.Lapisan Subsistem I/O atau kernel I/O Lapisan ini menyediakan antarmuka atau fungsi I/O yang generik bagi komponen lain sistem operasi maupun aplikasi.

unit terkeci transfer data peranti I/O adalah per blok data.Kecepatan Akses . sedangkan pada peranti I/O blok. seperti tape disk. 4. Pada peranti I/O karakter. 5.Berdasarkan kategori ini. Sementara pada peranti I/O dengan metode akses acak. harus dilakkan secara berurutan. PERANGKAT KERAS I/O PERANTI I/O Peranti keras I/O atau device pada sistem komputer amatlah beragam. baik baik baca ataupun tulis. unit terkecil transfer data peranti I/O adalah per karakter. 2. 3.Modus Transfer Data berdasarkan kategori ini.4. peranti I/O dapat dibedakan atas peranti I/O teredikasi (dedicated) dan peranti I/O yang digunakan bersama (shared). Gambar penggolongan peranti I/O berdasarkan karakteristiknya Untuk membedakan karakteristik antara peranti I/O yang satu dengan yang lainnya adalah : 1.Lapisan Pustaka I/O apikasi Lapisan ini mengimplementasi pustaka pengaksesan I/O atau API (Aplication Programming Interface) bagi aplikasi untukmelakukan operasi I/O. contohnya modem.Jadwal Transfer berdasarkan kategori ini.pada peranti I/O dengan metode akses sekuensial. Sementara peranti I/O shared dapat digunakan bersama seperti halnya peranti keyboard. sedangkan contoh peranti I/O per blok adalah disk magnetik. pengaksesan. contohnya CD ROM dan Disk. Peranti I/O sinkron berarti transfer data hanya dapat dilakukan pada interval waktu tertentu. peranti I/O dapat dibedakan atas peranti I/O sinkron dan peranti I/O asinkron. pengaksesan dapat langsung melompat ke posisi yang dikehendaki.Metode akses Berdasarkan kategori ini. Ini berarti untuk membaca suatu data yang terletak pada akhir harus melewatu seluruh bagian data dari awal sampai posisi akhir tersebut. Contoh peranti I/O per karakter adalah terminal keyboard. peranti I/O dapat dibedakan sebagai peranti I/O dengan metode akses skuensial dan metode akses acak. peranti I/O dapat dibedakan sebagai peranti I/O dengan modus transfer per karakter ataupun per blok. Peranti I/O yang terdedikasi berarti peranti I/O tersebut hanya dapat digunakan oleh suatu proses pada suatu waktu seperti halnya tape disk. Sementara peranti I/O asinkron dapat melakukan transfer data sewaktu – waktu dan kapan saja seperti pada perati keyboard. Masing – masing peranti I/O memiliki karakteristik seperti gambar di bawah ini.

printer. 2. Peranti I/O read-write dapat melakukan operasi input dan output seperi peranti peyimpanan atau disk. yang meliputi waktu tunggu di antrean. write-only. . 6. misalnya PCI bus. CDROM.Peranti antar muka pengguna yaitu peranti yang menjembatani interaksi langsung antara pengguna. kemudian seek time. Umumnya satu device controller dapat mengelola satu atau lebih peranti I/O yang sejenis. Peranti I/O write-only dapat melakukan operasi output saja seperti graphic controller.Berdasarkan kategori ini peranti I/O dapat dibedakan berdasarkan spektrum atu jangkauan kecepatan akses peranti I/O tersebut. mouse. Device controller disisi perangkat keras dan device driver di sisi perangkat lunak. dan bus USB. peranti I/O dapat dibedakan berdasarkan fungsionalaitas sebagai berikut : 1. serta floppy disk. serta waktu tunda antara operasi yang satu dengan operasi berikutnya. transfer rate. yang dapat dibedakan lebih lanjut menjadi peranti input. Contohnya adalah NIC (network interface card) dan modem. flash memory.Peranti penyimpanan data yaitu peranti yag berfungsi untuk penyimpanan data. bus serial. Port controller merupakan device controller khusus yang mengatur pengiriman data antara bus I/O internal. ataupun di peranti I/O. dengan bus eksternal. waktu untuk menunggu kesiapan peranti I/O. 3. seperti keyboard. serta read-write. mainboard. DEVICE CONTROLLER Device controller merupakan bagian dari organisasi fisik sistem I/O yang berfungsi sebagai pengendali sistem digital terhadap peranti I/O dan juga bertanggung jawab atas komunikasi data antara peranti I/O dan sistem internal komputer. umumnya manusia dengan sistem komputer. yaitu kecepatan transmisi data dari/ke memori. Peranti I/O read-only hanya dapat melalukan operasi input saja seperti CDROM. gambar variasi keceptan berbagai peranti I/O Selain karakteristik di atas. scaner dan seperti peranti output seperti monitor. Kecepatan suatu peranti I/O tergantung pada sejumlah aspek seperti latency. peranti I/O dapat dibedakan sebagai peranti I/O read-only. seperti bus paralel. Device controller dapat berupa suatu kartu rangkaian digital maupun chipset yang ditempatkan pada rangkaian induk sistem komputer.Peranti transmisi yaitu peranti yang berfungsi untuk mentransmisikan data secara internal maupun eksternal ke perangkat komputasi lainnya. yaitu waktu untuk mencari lokasi data.Modus Operasi I/O Berdasarkan kategori ini. Contohnya adalah Hardisk. merupakan tandem yang mengabstraksi sepenuhnya pengaksesan ke peranti fisik I/O. DVDROM.

Sesungguhnya yang diberi alamat adalah register – register pada device controller-nya. Selain itu. bagian tertentu dari ruang alamat memori memiliki alokasi khusus sebagai alamat dari peranti – peranti I/O. peranti I/O memiliki alamat yang merupakan bagian dari ruang alamat memori secara global. Dalam model ini. Secara fisik bus ekspansi di atas umumnya berbentuk kabel. Contoh bus ekspansi adalah bus IDE. peranti I/O memiliki ruang alamat yang terpisah dari alamat memori.BUS I/O Bus I/O terdiri atas bus data. Komunikasi data lewat bus khusus ini masing – masing diatur oleh port controller. sedangkan port controller berupa kepingan chipset pada mainboard. 2. paralel dan USB. untuk sejumlah peranti I/O diperlukan bus ekspansi untuk menghubungkan sistem internal komputer dengan peranti I/O. SCSI. yaitu membaca atau menulis data ke peranti I/O maka peranti I/O butuh diberi alamat khusus. dan kontrol yang berfungsi menghubungkan device controller dengan elemen internal komputer seperti prosessor dan memori. Jadi sistem komputernya akan memiliki ruang alamat memori dan ruang alamat peranti I/O yang berdiri sendiri – sendiri. Gambar kepingan chipset pada mainboard (port controller) Pengelamatan peranti I/O Untuk mengakses peranti I/O. alamat.Dirrect-mapped I/O addressing Pada skema pengelamatan ini. Contoh gambar pengelamatan peranti I/O METODE TRANSFER DATA . bus serial.Memory-mapped I/O addressing pada skema pengelamata ini. Ada 2 macam metode untuk memberi pegalamatan pada peranti I/O : 1.

Dalam aktivitas ini terjadi kompetesi pemakaian bus sistem dengan proses yang sedang menggunakan prosessor. e)Jika sudah selesai. 2. Jadi prosessor memberi instruksi transfer data ke device controller dan harus memeriksa terus menerus status device controller untuk mengetahui kesiapan transfer data ke memori utama.DMA (Direct Memory Access) Metode transfer ini membebaskan prosessor sepenuhnya dari pengontrolan transfer data I/O. Jika data sudah ditransfer ke memori utama. Prosessor tidak perlu memeriksa ketersediaan data ke device controller.Programmed I/O atau Pooling Prosessor bertanggung jawab atas pemeriksaan atas selesainya operasi transfer data yang dilakukan oleh device controller serta bertaggung jawab atas pemindahan data dari atau ke memori utama. Pemindahan data ke memori perlu dikendalikan oleh prosessor karena device controller tidak punya kendali atau hak akses langsung terhadap jalur ke memori utama.Interrupt – Driven I/O Prosessor hanya bertanggung jawab atas pemindahan data ke atau dari memori utama. Teknik ini tidak efisien untuk transfer blok data yang besar. 3. . Jika data telah siap di transfer maka prosessor akan memindahkan data ke memori. DMA mengeluarkan sinyal interupt kepada prosessor dan mengembalikan hak pemakaian bus sistem ke prosessor.Salah satu hal yang cukup penting dalam menentukan kinerja sistem I/O adalah mekanisme transfer data dari peranti I/O ke bagian internal sistem komputer. Langkah – lagkah transfer data dari disk dengan teknik DMA dan dijeaskn sebagai berikut : a)Pertama. c)Disk controller akan menginisialisasi transfer DMA. Langkah ini meliputi DMA controller mengirimkan DMA request ke prosessor. Jadi prosessor memberikan instruksi tranfer data ke device controller dan melanjutkan instruksi proses lainnya. Selanjutnya prosessor akan mengisi DMA controller dengan informasi transfer data. justru device controller akan mengeluarkan sinyal interupsi ke prosessor jika data sudah tersedia untuk disalinkan ke memori utama. Gambar di bawah akan menunjukan penanganan transfer data I/O pada umumnya. b)Device driver menginstruksikan disk controller untuk transfer data sebesar C byte dari disk ke lokasi buffer X di memori utama. Gambar berbagai methode transfer data 1. sebagai ijin untuk memakai bus sistem (prosessor memory bus). d)Selanjutnya DMA controller akan mengatur perpindahan setiap word data dari disk controller ke lokasi buffer X ke memori utama. suatu proses yang sedang berjalan melakukan operasi I/O dengan memanggil salah satu fungsi device driver untuk melakukan transfer data dari disk ke buffer X di memori utama. dan DMA akan mengirimkan sinyal DMA acknowledge. Sebagai gantinya diperlukan tabahan perangkat keras DMA controller yang memiliki kendali atas bus iternal dan jalur ke memori utama. DMA controller akan menginterupsi prosessor sebagai informasi bahwa data I/O yang diminta oleh proses sebelumnya telah tersedia di memori utama.

Begitu sinyal diterima. yaitu interupt handler dan device driver sedemikian rupa sehingga lapisan perangkat lunak I/O diatasnya tidak membutuhkan pengetahuan tentang rincian operasi peranti I/O yang sangat beragam.Uniform Naming Tujuan lain yang hendak dicapai adalah penamaan yang seragam untuk berkas yang disimpan di berbagai jenis media penyimpanan yang berbeda. Ini berkaitan dengan tujuan dari sistem perangkat lunak I/O yang antara lain : 1. maka ditingkat ini juga kesalahan akan dikoreksi. DVDROM. prosesor baru . maka device driver juga turut berperan dalam mengoreksi kesalahan baca yang terjadi. CDROM. terutama kesalahan baca yang ditemui pada operasi I/O.Transfer Sinkron vs Asinkron Masalah transfer sinkron atau asinkron merupakan pertimbangan yang penting dalam perancangan perangkat lunak system I/O. Pada transfer data asinkron. Jadi nama berkas yang digunakan tetap sama. Ini berarti ketika menulis program yang terletak di lapisan atas misalnya program untuk menyimpan atau membaca berkas. 4. ataupun di memori stick kamera.Gambar mekanisme transfer data DMA PERANGKAT LUNAK I/O TUJUAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK I/O Organisasi perangkat lunak sistem I/O pada sistem komputer disusun secara berlapis. 3. tidak memandang apakah disiman di floppy disk.Error Handling Tujuan lain yang ingin dicapai adalah bagaimana menangani kesalahan.Device Independece Tujuan ini dicapai dengan membangun lapisan bawah perangkat lunak sistem I/O. suatu operasi dikatakan sinkron apabila operasi tersebut dapat melanjutkan eksekusinya hanya setelah permintaannya terpnuhi. Jika device controller masih menemukan kesalahan data. kesalahan ditangani pada semua lapisan perangkat lunak system I/O. tidak diperlukan untuk membuat berbagai versi program atau fungsi untuk setiap peranti penyimpanan data yang berbeda. Dan pada operasi asinkron operasi tersebut dapat berjalan sekalipun permintaannya masih belum terpenuhi atau masih diproses. 2. harddisk. sedapat mungkin kesalahan baca dikoreksi pada tingkat perangkat keras. prosesor memulai transfer data dan menjalankan proses lainnya sampai mendapat sinyal bahwa operasi transfer data sudah selesai. Jika setelah itu masih ditemukan adanya kesalahan.

Contohnya adalah peranti printer. Setelah itu. .memproses atau menyelesaikan penanganan transfer data tersebut. proses yang melakukan transfer data I/O akan beralih ke status blocked selama transfer data I/O berlangsung dan prosesor dapat dialokasikan ke prose lain. Pada transfer sinkron. yaitu : interrupt handler. prosesor akan berhenti sampai data yag diperlukan tersedia di buffer memori. Lapisan Interupt Handler Lapisan ini bertujuan untuk mencapai operasi I/O yang asinkron. 5. 2. penjadwalan prosesor akan dilakukan dan eksekusi prosesor dapat beralih ke proses yang terkena iterupsi atau ke proses yang operasi I/Onya telah selesai atau ke proses lainnya. Misalnya 2 jenis graphics card dari vendor yang berbeda akan emiliki device driver yang menyedikan set fungional minimal utuk pengaksesan graphic card. Lapisan device driver merupakan abstraksi terhadap operasi peranti I/O yang sangat beragam dan menyediakan antarmuka yang seragam untuk peranti I/O yang sejenis. Ini memungkinkan perangkat lunak I/O di atas lapisan device driver tidak perlu menangani perbedaan antar graphic card dari vendor yang berbeda sehingga device independency dapat tercapai. lapisan device driver mengimplementasi secara khusus rincian dari operasi masing – masing jenis pengendali peranti I/O atau device controller. Contohnya adalah pembacaan berkas – berkas yang terdapat pada suatu disk pada pengguna computer secara bersamaan. Lapisan Device Driver Lapisan device driver membantu perangkat lunak system I/O untuk mencapai ketidaktergantungan dengan keberagaman peranti I/O. Berikut akan dibahas kompone perangkat lunak system I/O pada system computer. Lapisan perangkat lunak ini menangani terjadinya interupsi dan pengalihan eksekusi ke rutin penanganan iterupsi. Kebanyakan peranti I/O menggunakan transfer data asikron. Jika transfer data I/O telah selesai maka interupsi akan dibangitkan terhadap prosesor. sehigga prosessor akan menunda eksekusinya dan beralih mengeksekusi rutin penanganan interupsi yag akan mengalihkan proses yang akan meminta operasi I/O yang statusnya dari blocked menjadi ready.Shareable vs Dedicated Device Hal terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan perangkat lunak system I/O adalah apakah suatu peranti I/O bersifat shareable atau dedicated. hanya satu pengguna yang dapat menggunakan peranti I/O pada suatu waktu sampai tugasnya selesai. Kemudahan seperti ini dapat dicapai dengan merumuskan bersama antarmuka generic untuk setiap jenis device driver di antara vendor – vendor peranti I/O. Sebaliknya pada peranti I/O dedicated. Jika ada perubahan konfigurasi peranti fisik I/O maka cukup device driver-nya yang diganti sedangkan lapisan perangkat lunak I/O atasnya tidak perlu dimodifikasi. Sekalipun sejumlah proses memasukan tugas pencetakan suatu printer secara bersamaan. device driver dan kernel I/O. tugas pencetakan tersebut akan tetap dilakukan satu per satu secara berurut. yang bersesuaian. Suatu peranti I/O dikatakan shareable jika dapat digunakan oleh beberapa pengguna pada saat bersamaan. 1. Jadi setiap device controller akan ditangani oleh suatu device driver yang khusus. Fasilitas interupsi memukinkan transfer data peranti I/O dilakukan secara asinkron sehingga prosesor tidak harus idle selama terjadi proses I/O. interrupt handler.

b.3. karena pengaksesan ke berbagai macam peranti yang berbeda menggunakan operasi (primitive) yang sama. Data yang dikirim dari perati I/O asal akan disimpan di memori utama terlebih dahulu mengikuti kecepatan transfer dari peranti I/O asal. 4. Pengiriman data dari memori utama akan dilakukan jika peranti I/O tujuan sudah siap dan dilakukan sesuai dengan kecepatan transfer peranti I/O tujuannya. baik operasi baca ataupun tulis di memori utama. Manajemen Device Manajemen device memiliki fungsi – fungsi yng diimplementasikan pada lapisa kernel I/O. System call yang berhubungan dengan layanan I/O selanjutnya akan membuat suatu I/O request. Mengatasi perbedaan banwith transfer antar peranti I/O Contoh : o Data keluaran program aplikasi yang hendak dikirim lewat kabel jaringan computer. Buffering Yaitu menampung sementara data operasi I/O. pelaporan kesalahan. Beberapa keuntungan dari mekanisme buffering adalah : a. Adanya keseragaman fungsi memudahkan implementasi komponen lain system operasi maupun aplikasi yang melakukan operasi I/O. pustaka Win32 sub system yang menyediakan API untuk operasi I/O dan juga operasi grafis pada system operasi keluarga Windows. Contoh: data keluaran dari program aplikasi yang hendak disimpan kesuatu berkas di disk ataupun data yang hendak disalin dari suatu floppy disk ke hardisk. fungsi – fungsi tersebut adalah : 1. lapisan ini memudahkan pemrogaman aplikasi. Lapisan pustaka I/O aplikasi Lapisan ini mengimplementasi pustaka pengaksesan I/O atau API (Aplication Programming Interface) bagi aplikasi untuk melakukan operasi I/O. Sebagai contoh. Kartu jaringa hanya dapat mengirimkan data dalam bentuk paket – paket berukuran kecil. Kernel I/O bertugas untuk melakukan penjadwalan I/O request jika peranti I/O sudah menyelesaikan I/O request sebelumnya. data yang hendak dibaca atau ditulis ke peranti I/O disalin ke memori utama sebelum dipindahkan ke tujuan akhirnya. Scheduling Salah satu fungsi manajemen device yang melakukan penjadwalan penggunaan suatu peranti I/O. Data keluaran dari program butuh dipecah . proteksi. Pada mekanisme buffering. 2. Mengatasi perbedaan kecepatan antar peranti I/O Mekanisme buffering mengatasi masalah perbedaan kecepatan ini dengan menawarkan komunikasi data secara tidak langsung atau asinkron. Fungsi – fungsi yang diimplementasi oleh lapisan subsistem I/O antara lain fungsi penamaan peranti I/O. Lapisan ini menyediakan antarmuka atau fungsi I/O yang generic bagi komponen lain system operasi maupun aplikasi. Jika peranti I/O yang hendak diakses sedang sibuk melayani I/O request proses lain maka I/O request tersebut akan dimasukkan ke dalam antrian peranti I/O yang bersangkutan. Lapisan Subsistem I/O atau kernel I/O Lapisan kernel I/O mengimplementasi fungsi – fungsi manajemen system I/O untuk bersifat umum dan tidak tergantung pada spesifikasi dan arsitektur dari system komputernya. jika suatu proses akan menggunakan suatu peranti I/O maka proses tersebut akan melakukan system call kepada system operasi.

Jika sudah ada maka data akan diambil dari memori. Caching Secara umum. Tapi karena piranti I/O-nya sedang sibuk maka kernel I/O akan menampung dahulu data yang akan dikirimkan ke piranti I/O dan menempatkannya dalam suatu antrian. pengaksesan peranti I/O lebih lambat dibandingkan pengaksesan memori utama. data yang akan diakses dari peranti I/O akan disalin ke memori utama dan disebut dengan cache memory. Kernel bertugas pula menangani kerusakan – kerusakan data yang masih dapat diperbaiki. Hal ini dapat pula mengurangi kompleksitas kernel I/O karena hanya memerlukan N model penyalinan yang berbeda. o Penyipanan data ke piringan disk magnetis yang mengharuskan data ditransfer per block data. Device Reservation Karena kebanyakan pemakaian piranti I/O bersifat eksklusif maka kernel I/O juga harus memastikan selama pengaksesan piranti I/O oleh suatu proses. yang pemasukan datanya perkarakter maka data – data yang dimasukkan dari keyboard harus di buffer dahulu sampai terpenuhi ukuran 1 blok. Pengaksesan peran I/O hanya terjadi jika data yang hendak diakses ternyata belum ada di cache memory. Spooling Pada mekanisme spooping setiap proses akan tetap mengirimkan data ke piranti I/O bersangkutan sehingga prosesnya sendiri tidak blocked. tanpa buffering maka kernel I/O harus mengetahui penyalinan data dari suatu jenis peranti I/O kesemua jenis peranti I/O lainnya. Pada saat operasi baca terhadap operasi I/O maka kernel I/O akan memeriksa apakan data yang hendak dibaca sudah ada di cache memory. cache memory tanpa harus membaca dari peranti I/O lagi. 3. Jika hal ini terjadi maka kernel I/O akan memperbarui isi cache memory secara blok supaya probabilitas hit tetap tinggi. a. Jika piranti I/O-nya sudah tidak sibuk maka data yang telah di spooling oleh kernelI/O tidak akan hilang. data dpat rusk di piranti I/O ataupun selama pross pengiriman. Error Handling Pada operasi I/O.– pecah dalam betuk paket kecil dan di-buffer di memori sambil menunggu gilirannya untuk dikirim. Caching merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kecepatan pengaksesan peranti I/O. Selain itu. Jika data yang hendak disimpan diperoleh dari keyboard. tidak ada intervensi dari proses lainnya. 1. Jika ada N jenis peranti I/O yang berbeda maka kernel I/O harus mengetahui N(N-1)/2 model penyalinan data yang berbeda antar peranti I/O. . dengan menggunakan memori utama sebagai media perantara penyalinan maka semantic yang perlu diikuti adalah penyalinan data antara perani I/O dan memori. kernel I/O memastikan pemakaian dan reservasi suatu piranti I/O tidak membuat kondisi deadlock terhadap system computer. baru data dikirimkan untuk disimpan ke disk. seperti per 512 byte. Selain itu. 2. 4. Pada mekanisme caching. Mempertahankan semantic penyalinan data Buffering menyederhanakan pula penanganan penyalinan data antar peranti I/O. bahkan sebelum data tersebut akan digunakan oleh proses. Hit adalah kondisi dimana data yang hendak diakses ternyata ada di cache memory. Krnel I/O bertanggung jawab memelihara dan mengaudit tatus sert pemakaian suatu piranti I/O sehingga tidak terjadi pemakaian yang tumpang tindih.

pengiriman data I/O amatlah rentan terhadap kesalahan. . Kernel I/O bertugas untuk memulihkan keadaan yang bermasalah dan mencatat atau melaporkan kesalahan kepada pengguna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful