Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Berkat dan RahmatNya, sehingga Laporan Studi Kasus Public Relations mengenai “Krisis Internal Public Perusahaan Garuda Indonesia” ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Laporan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan terhadap kasus yang diperoleh dari media internet dan juga buku yang terkait dengan management Public Relations dan Krisis Perusahan. Penulis mencoba mengkombinasi keduanya dalam upaya penyelesaian krisis Internal Public. Penyelesaian laporan ini dapat terselesaikan dengan bantuan Dosen Pembimbing Mata Kuliah Studi Kasus Public Relations. Serta kerjasama tim yang telah meluangkan waktu dan pikiran siang dan malam meski harus begadang dalam menyelesaiakn laporan ini. Kami pun menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa saya harapkan demi perbaikan di masa yang akan datang.

Makassar, 21 November 2011

Page 1

........................................ d.................................................... 1 2 4 6 6 BAB II TINJAUAN TEORI a..... c. c.... Publik …………………………………………………………………… f......... Latar Belakang …………………………………………………………................................... Fungsi …………………………………………………………………...... Rumusan Masalah................................ Daftar isi ........................ Pengertian Public Relations .... b..................................................................................................................... Tipe Publik . BAB I PENDAHULUAN a.............DAFTAR ISI Kata Pengantar.................................... PR sebagai Fungsi Management ………………………………………................. Tujuan …………………………………………………………………....................................... b..... Comapany Profile ………………………………………………………. 8 8 9 10 11 12 Page 2 ... e................................

.. Communicating ………………………………………………………… d............... DAFTAR PUSTAKA.................. Kesimpulan …………………………………………………….................... 13 14 15 16 BAB IV PENUTUP a........................................ b.................... Saran 17 17 18 19 ………………………………………………………….... Fact Finding ……………………………………………………...........BAB III PEMBAHASAN a......................... Planning …………………………………………………………....... c.............. Page 3 ...................... Evaluating ……………………………………………………………….............. LAMPIRAN..... b..................................

Buntut dari permasalahan-permasalahan ini adalah demo oleh Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) pada hari Kamis. improve On Time Performance. Mereka melakukan mogok terbang hampir selama 13jam akibat terjadinya kesenjangan Page 4 . Namun dalam perjalanannya.Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Internal Public dalam sebuah perusahaan merupakan aspek terpenting dalam kemajuan suatu perusahaan. menambah penghasilan dan profitabilitas dan mengembangkan kepuasan pelanggan. namun manajemen internal public adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk meminimalisir terjadinya krisis public (crisis public). Kualitas pelayanan terhadap konsumen bukan saja merupakan faktor utama memajukan sebuah perusahaan. perusahaan ini juga telah banyak mengalami permasalahan-permsalahan yang bisa menggoyah eksistensi perusahaan. Sesuai dengan tujuan utama Garuda Indonesia yakni memberikan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Perusahaan BUMN yang bergerak di jasa transportasi udara melaksanakan usaha jasa angkutan udara dengan memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi. Ketidakpuasan internal public akibat miscommunication sering terjadi antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan(direksi-direksi) akibat kesalahpahaman ataupun tidak adanya kejelasan yang bisa menyelesaikan pertikaian antara kedua belahpihak. 28 Juli 2011 yang lalu. yaitu higher Seat Load Factor. Dalam hal ini Garuda Indonesia Airlines.

Malahan. Aksi ini pun didukung oleh Serikat Karyawan Garuda(Sekarga).gaji pilot lokal dan asing. Sehingga selama ini perusahaan berjalan tanpa adanya PKB. PKB hasil perundingan manajemen dan Sekarga tidak diberlakukan. dukungan itu diberikan lantaran mereka berpendapat manajemen maskapai nasional itu telah melanggar Undang-undang No. B.G/2011/PN. tapi tidak ada tanggapan. Permasalahan sebenarnya telah disampaikan kepada Menteri BUMN dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Undang-undang No 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja. dan Undang-undang No19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Akibat kekosongan PKB.JKT. Sebab. Salah satu bukti pelanggaran itu adalah tidak adanya perjanjian kerja bersama (PKB) antara manajemen dengan karyawan. Ahmad Irfan mengutarakan.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu Manajemen mengangkat tenaga outsourcing menjadi pejabat struktural dari tingkat Vice President hingga level manajer". manajemen mengajukan gugatan ke pengadilan dengan Nomor Perkara 91/PHI. Rumusan Masalah Page 5 . Bahkan Sekjen Sekarga. sampai saat ini di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak memberikan jenjang karir bagi pegawai.PST. Inti dari permasalahan ini adalaha bhwa "Manajemen sering membuat kebijakan diskriminatif soal hak-hak pegawai. manajemen sering membuat kebijakan tanpa dasar hukum.

Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. wisatawan dan kargo termasuk penerbangan borongan. Company Profile Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan. Apa yang menyebabkan Serikat Pekerja melakukan aksi demo terhadap manajemen Garuda Indonesia? 2. Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an. perorangan. Melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi. • 3. Visi ‘Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional’ Misi • 1. Page 6 .1. • 2. Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan. Pada saat itu. Bagaimana proses penanganan krisis yang terjadi dalam intern perusahaan? C. Memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan keuntungan serta menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha unit pendukung tersebut.

Pada saat yang sama. RI-001 pesawat harus menjalani perawatan di luar Indonesia. "Saya Garuda. terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk datang setelah Presiden Soekarno. RI-001 pesawat terbang dari Calcutta ke Rangoon dengan nama "Airways Bahasa Indonesia". Dana telah berkumpul dan mengakibatkan Douglas DC-3 pesawat Dakota yang telah terdaftar RI-001 dengan nama "Seulawah" yang berarti "Gunung Emas". Karena jadwal penerbangan yang ketat. dalam rangka untuk mendukung mobilitas sebagai pemimpin pemerintah. Namun. Noto Soeroto. Vogel Vishnoe itu. bahkan pesawat telah selesai pemeliharaan. mati zijn vleugels uitslaat Hoog sapi uw einladen". sementara pesawat masih menjalani perawatan. Douglas DC-3 Dakota PK-DPD pesawat. dan pada 7 Desember 1948. "Ik ben Garuda. Pada 28 Desember 1949. yang berarti. Itu adalah pertama kalinya pesawat terbang dengan nama "Garuda Indonesia". pada 19 Desember 1948. akhirnya telah memutuskan bahwa RI-001 pesawat telah disewakan kepada Pemerintah Burma. Namun. militer Belanda telah meluncurkan agresi militer kedua. RI-001 pesawat telah mendarat di Calcutta untuk pemeliharaan. Pada 26 Januari 1949. burung Vishnoe yang tinggi yang tersebar di atas kepulauan sayap Anda". Pemerintah Burma dibutuhkan transportasi udara. Dalam rangka mengumpulkan dana untuk ketersediaan pramugari. RI-001 pesawat tidak dapat kembali ke Indonesia. telah diberi nama "Garuda" oleh Presiden Soekarno sendiri yang dikutip dari sebuah puisi Belanda disusun oleh penyair populer yang waktu. yang telah dicat dengan logo "Garuda Indonesia". Bab II Page 7 .Sejarah dimulai ketika Presiden Soekarno mendesak pengusaha dan masyarakat Aceh untuk mengumpulkan dana untuk membeli pesawat terbang.

Tujuan Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai atau diraih. Publik merupakan sekumpulan orang atau kelompok dalam masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian yang sama terhadp sesuatu hal (Public Relations Writing 2008. kelompok atau organisasi terhadap apa yang ingin dicapai. sedangkan public (publik) hanyalah bagian dari masyarakat yang luas itu. 3). Istilah masyarakat terlalu luas. Center & Broom mengatakan bahwa Public Relations merupakan fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. dan mengimplementasikan program yang terencana yang akan melayani kepentingan organisasi dan publik. The First World Forum Of Public Relations mendefinisikan Public Relations Practice sebagai seni dan ilmu pengetahuan mengenai proses menganalisis trends. dan dinyatakan dalam bentuk tertulis tentang apa saja yang mesti dicapai dalam periode waktu tertentu. Beberapa ahli komunikasi memberikan definisi Public Relations. memberikan konseling kepada pimpinan organisasi. Tujuan dan Fungsi Public Relations B.Tinjauan Teori A. Arti kata “public“ dalam public relations berbeda dengan kata “masyarakat” dalam hubungan masyarakat. memprediksi konsekuensi-konsekuensi. tujuan harus dirumuskan secara jelas. diantaranya adalah Cutlip. Pengertian Public Relations Istilah Public Relations sering diartikan menjadi “ hubungan masyarakat (Humas) “. hal. Oleh karena itu. Tujuan akan mengarahkan individu. Sebenarnya penggunaan istilah Hubungan Masyarakat ini tidak tepat. spesifik. Page 8 .

Citra Korporat melalui program Corporate Social Responsibility ( CSR ) 4. Jadi. public relations dikatakan berfungsi apabila dia mampu melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. tujuan public reltions antara lain : 1. Fungsi Fungsi atau peranan adalah harapan publik terhadap apa yang sehrusnya dilakukan oleh Public Relations sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang public relations. Secara garis besar Fungsi Public Relations dalam Public Relations Writing 2008 adalah : 1. Page 9 . Melayani kepentingan publik dengan baik (serve public’s interest) Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik (maintain good morals & manners). Membangun citra korporat (corprate image). 2. hal. Memelihara komunikasi yang harmonis antara perusahaan dengan publiknya (maintain good communication) 2. 3. Membentuk goodwill dan kerja sama ( Public Relations writing 2008. 3.Dalam Realita praktik Public Relation di perusahaan. 6). Menciptakn pemahaman (mutual understanding) antara perusahaan dan publiknya. berguna atau tidak dalam menunjang tujuan perusahaan dan menjamin kepentingan publik. 2. Membentuk opini publik yang favourable 5.

pengertian. 3. Hasilnya diperoleh beberapa poin penting tentang fungsi Public Relations. Membantu memelihara dan menjaga komunikasi. Public Relations adalah fungsi manajemen yang tugasnya : 1.C. acceptance and cooperation between an organizations and its publics). 4. Foundation for Public Relations Research and Education mengumpulkan 65 praktisi Public Relations dalam sebuah studi. Mendefinisikan dan menekankan pada tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan public (defines and emphasizes the responsibility of management to serve public interest). penerimaan dan kerjasama antara organisasi dan publiknya (establish and maintain mutual lines of communications. 2. Membantu manajemen dalam memberikan informasi pada dan responsive terhadap opini public (helps management to keep informed on and responsive to public opinion). Page 10 . PR sebagai Fungsi Management Pada tahun 1975. Mencakup manajemen masalah dan isu-isu (involves the management of problem and issues). under standing.

geografis.” Tanpa definisi spesifik dan informasi detail tentang sasaran pesan. bagaimana perencanaan program akan mengukur opini public. pendidikan. memilih media untuk Page 11 . ras. politik. dan pendapatan biasanya akan membagi masyarakat ke dalam beberapa kelompok besar. Program yang efektif harus dimaksudkan untuk menjalin komunikasi dan membangun hubungan dengan “public sasaran” yang didefinisikan secara spesifik atau “ public strategis.” Variabel sosiografis dan demografis seperti usia. praktisi PR harus membuang gagasan tentang “public umum. 7.5. pekerjaan. Publik Pertama-tama. menyusun tujuan program. Menggunakan riset dan teknik komunikasi yang beretika sebagai alat-alat pokok (uses research and ethical communication techniques an its principal tools) D. Membantu manajemen selalu mengikuti dan memanfaatkan perubahan (helps management to keep abreast of and utilize change). Melayani system pencegahan awal untuk mengantisipasi trends (serving an eearly warning system to help anticipate trends). menyusun pesan dan strategi tindakan yang baik. sosial dan kepentingan. agama. maka gagasan public umum tidak ada manfaatnya bagi PR. 6. Jika kita mempertimbangkan pula unsure perbedaan etnis.

” Tetapi.” E. Seperti yang ditunjukkan oleh teori public situasional Grunig.single issue publics. 2. pesan harus disusun dan disesuaikan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh public yang berbeda-beda. tanpa komunikasi. berdasarkan seberapa pasif atau aktifkah perilaku komunikasi mereka. dan isu apa yang penting bagi mereka.All issue publics – bersikap aktif dalam berbagai isu.menyampaikan pesan secara selektif dan efektif.aktif pada satu atau sejumlah isu terbatas 4. Tipe publik Empat tipe publik menurut Grunig & Repper (1992:139) dalam bukunya “Strategic Management. public”akan tetap seperti bayangan tanpa bentuk. mencari dirinya sendiri.baru aktif setelah semua media mengekspos hampir semua orang dan isu menjadi topic sosial yang diperbincangkan secara luas. Definisi public bukan hanya Page 12 . dan menentukan apakah program itu berhasil atau tidak ? Filsuf dan pendidik John Dewey mendefinisikan public sebagai unit sosial aktif yang terdiri dari semua pihak yang terlibat yang mengenali problem bersama yang akan mereka cari solusinya secara bersama-sama. public and issues” : 1.Hot issue publics. tetapi hanya berhasil menangkap baying-bayang ketimbang substansinya. Dia menulis bahwa public dibentuk dengan “pengakuan akan adanya konsekuensi buruk dari kepentingan bersama.Apathetic publics-tidak memperhatikan atau tidak aktif terhadap semua isu 3.

dan rentang responsnya. Dengan kata lain public muncul dari isu dan situasi tertentu. Beberapa.mempertimbangkan factor demografis atau “psikografis” adalah definisi yang juga mencakup indicator pengenalan umum terhadap kepentingan bersama dan pengenalan variable situasional yang menghubungkan individu tertentu dengan situasi spesifik atau isu spesifik. ukurannya. dari mereka yang menganggap diri mereka akan terkena pengaruh dan tindakan organisasi tersebut. Misalnya sebuah organisasi filantropis yang meberi sumbangan untuk membantu pembuatan patung kontroversiial di taman kota dapat mengaktifkan banyak individu untuk merespons dengan beragam cara. bukan dari situasi yang saling bersinggungan. Isu spesifik dan situasi spesifik menentukan komposisi public. Page 13 . atau mungkin sebagian besar.

Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan karena kondisi pilot menjadi lebih mudah lelah. Fungsi ini menyediakan dasar untuk semua langkah dalam proses pemecahan problem dengan menentukan “ permasalahan apa yang sedang terjadi saat ini ?”. Demo oleh Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) pada hari Kamis. tindakan dan kebijakan manajemen perusahaan. sehingga manajemen merekrut pilot asing.Bab III Pembahasan Aplikasi Management PR dalam Kasus Aksi demo mogok kerja Pilot Lokal maskapai Garuda Indonesia Airlines. 28 Juli 2011 yang lalu. dipengaruhi oleh. Manejemen Garuda juga dituding bersikap diskriminatif terkait sistem remunerasi antara pilot asing dengan pilot domestik Garuda. Pada dasarnya ini adalah fungsi inteligen organisasi. APG mengaku kecewa Page 14 . APG menuduh kebijakan penambahan jumlah pesawat tak diimbangi dengan penambahan jumlah pilot yang memadai. Beberapa pilot local melakukan mogok terbang hampir selama 13jam. ini mencakup penyelidikan dan memantau opini. Penambahan jumlah armada pesawat juga dituding menyebabkan jadwal pilot abnormal karena penerbangan mereka menjadi sangat padat. Mendefinisikan problem ( fact finding ) Langkah pertama ini adalah langkah awal dalam menjabarkan permasalahan yang terjadi dalam intern perusahaan. Para pilot mogok terbang sebagai bentuk protes atas buntunya perundingan dengan pihak manajemen karena dipandang telah terjadi kekeliruan pengelolaan perusahaan di Garuda Indonesia. sikap dan perilaku pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan yang terjadi. A. Diskriminasi itu dinilai menyebabkan ketimpangan antara pilot asing dan domestik.

Informasi yang dikumpulkan dalam langkah pertama digunakan untuk membuat keputusan tentang strategi. taktik dan sasaran. Teknik mediasi baik secara kekeluargaan antara internal perusahaan maupun perantara. komunikasi. Page 15 . perencanaan pengumuman dengan mengadakan pressconfrence melalui media cetak maupun elektronik agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita periahal masalah yang terjadi. Mengambil tindakan dan berkomunikasi ( action). menggunakan media cetak internal seperti newsletter. tak mendapat respon positif.dengan manajemen Garuda. Langkah kedua ini akan menjawab pertanyaan “Bagaimana proses penanganan krisis yang terjadi dalam intern perusahaan”? Dalam penanganan konflik yang terjadi dalam internal Public Garuda Indonesia. mangement Public Relations merencanakan untuk mengadakan pertemuan antara perwakilan public internal terkait dengan manjemen perusahaan(direksi-direksi) perihal tuntutan APG dan Serikat Karyawan Garuda untuk mencapai titik temu yang menguntungkan bagi kedua belahpihak. B. Perencanaan dan pemrograman ( planning ). karena aspirasi yang mereka sampaikan dalam beberapa kali pertemuan. Langkah ini akan mempertimbangkan temuan dari langkah dalam membuat tahap-tahap penyelesaian masalah. tindakan. C. Tahapan selanjutnya adalah merencakan langkah-langkah dalam penyelesaikan permasalahan yang terjadi. disini adalah lembaga pemerintah terkait.

Proses mediasi berjalan sesuai harapan dengan menyepakati tiga hal terkait tuntutan mereka. Hal ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan kegiatan komunikasi dengan cara menyesuaikan media dan pesan yang diberikan dengan target khalayak yang berbeda-beda. kapan. dan penghargaan masa kerja pilot. Newsletter yang dibuat ini memiliki versi berbeda-beda untuk kategori karyawan yang berbeda. di mana. Setelah tahap mediasi. melalui Divisi Internal Corporate Communication dan dihadiri langsung CEO Garuda Indonesia. Garuda Indonesia memiliki beberapa media komunikasi yang biasa digunakan. sehingga ia harus bisa memberikan informasi yang tepat tentang Garuda Indonesia Page 16 . dan bagaimana caranya ?” Tak lama berselang setelah aksi mogok terbang beberapa pilot yang tergabung dalam APG. Garuda memiliki sebuah newsletter yang berjudul “From The Flight Deck”.Langkah ketiga adalah action yakni mengimplementasikan program-program yang telah direncanakan sebelumnya untuk mencapai tujuan mufakat bersama yang menguntungkan bagi masing-masing belahpihak dan reputasi perusahaan. untuk pilot. Antara lain adalah media cetak internal seperti newsletter. rencana untuk membangun sistem dan model remunerasi jangka panjang untuk pilot. pihak manajemen perusahaan langsung mengambil tindakan penyelesaian konflik. Pertanyaan dalam langkah ini adalah “langkah-langkah apa yang ditempuh. Garuda juga memanfaatkan fasilitas intranet. karena semua karyawan Garuda Indonesia bisa dikatakan adalah representasi dari perusahaan. Emirsyah Satar. yaitu jaringan komputer internal yang ada di dalam perusahaandan juga e-mail blast . yakni penggunaan tenaga pilot asing. Selain itu. sama halnya juga dengan karyawan Garuda yang bekerja di bagian manajemen. Misalnya. yaitu pengiriman e-mail secara massal ke akun e-mail semua karyawan Garuda untuk menyamaratakan penyebaran informasi penting. untuk menyampaikan suatu informasi secara cepat kepada seluruh karyawan. sementara untuk awak kabin seperti pramugari atau pramugara memiliki newsletter yang berbeda lagi.

hal ini sangat penting terutama saat terjadi krisis seperti ini.apabila ada yang menanyakan. Langkah terakhir adalah mengadakan pressconfrence kepada pers/media massa. Emergency Response Plan (ERP) mengklarifikasi pemberitaan-pemberitaan miring yang terjadi akibat krisis Internal perusahaan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita. D. pihak PRnya pun dengan cepat menyiapkan press conference untuk klarifikasi kejadian kepada media massa. Program akan dilanjutkan atau dihentikan setelah menjawab pertanyaan “ bagaimana keadaan kita sekarang atau seberapa berhasilkah langkah yang telah kita lakukan ? “ Dari hasil evaluasi. setelah tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Mengevaluasi program ( evaluating ) Langkah terakhir dalam proses ini adalah melakukan penilaian atas persiapan. implementasi dan hasil dari manajemen public relations yang telah dilakukan. bahwa Penanggulangan dan Antisipasi perusahaan terhadap terjadinya krisis serupa. Garuda Indonesia melalui Divisi Corporate. Garuda Indonesia secara cepat langsung melakukan komunikasi dengan pihak terkait melalui mediasi dan juga menyusun newsletter yang menjelaskan permasalahan yang ada secara keseluruhan. Page 17 . Langkah Garuda Indonesia yang cepat dalam melakukan komunikasi kepada media massa akhirnya membuat pemberitaan negatif mengenai perusahaan tidak terlalu berlarut-larut yang bisa membahayakan reputasi dan eksistensi perusahaan. bahwa telah berakhirnya pemogokan tersebut. Kesigapan Garuda Indonesia dalam menangani hal inilah yang membuat masalah ini selesai dengan cepat dan tidak berlalrut-larut sehingga tidak menyebabkan gangguan yang berkepanjangan pada kinerja keseluruhan Garuda Indonesia.

Perlu adanya perjanjian kerja bersama (PKB) antara manajemen dengan karyawan yang disahkan oleh badan hukum. 2. Maka dari itu manajemen perusahaan perlu lebih terbuka/ transparan terhadap segala bentuk informasi yang harus diketahui oleh seluruh serikat karyawan. Agar permasalahan-permasalahn internal seperti ini tidak terulang lagi. Page 18 . Saran 1. Public Internal merupakan aspek terpenting dalam kemajuan suatu perusahaan. Adapun langkah-langkahnya. B. seperti : Fact Finding. Aplikasi Management PR dalam Kasus Krisis Internal Public Perusahaan Garuda Indonesia sangatlah bermanfaat dalam menangani krisi yang terjadi. merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di jasa transportasi udara melaksanakan usaha jasa angkutan udara dengan memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi. 2.Bab IV Penutup A. Planning. Garuda Indonesia Airlines. agar tidak terjadinya diskriminatif yang bisa menggoyahkan eksistensi perusahaan. Kesimpulan 1. Communicating dan terakhir adalah Evaluating.

Dkk. Scott M.html Riset Media.garuda-indonesia. Jakarta : Kencana Prenada Media Page 19 . Komunikasi Organisasi.com/doc/76011137/Riset-Organisasi-Garuda -http://Serikat-Karyawan-Garuda-dukung-aksi-demo-pilot-. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi : Disertai Contoh Praktis Group. Jakarta : Kencana Prenda Media Group. 2008. Advertising. Rachmat.com/2010/02/visimisdan-tujuan-garuda-air-lines. Komunikasi Pemasaran.com/./company-profile -http://www. Kriyantono.html -http://sonthaluvjc.scribd. Effective Public Relations. Kriyantono. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.blogspot. Public Relations Writing : Teknik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Korporat. -www.. 2008. Public Relations.. Rachmat.Daftar Pustaka Cutlip.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful