P. 1
Manajemen Agribisnis Labu Kuning

Manajemen Agribisnis Labu Kuning

|Views: 4,681|Likes:
Published by litnag
Tugas mata kuliah Manajemen Agribisnis
Tugas mata kuliah Manajemen Agribisnis

More info:

Published by: litnag on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN AGRIBISNIS LABU KUNING/WALUH

KARYA TULIS
Tugas Dalam Mata Kuliah Manajemen Agribisnis

Disusun Oleh : LITNA NURJANNAH GINTING 090304070

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
1

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ketahanan pangan merupakan salah satu indikator yang harus dicapai untuk memperkuat posisi ekonomi suatu Negara. Indonesia, suatu Negara dengan potensi sumber daya alam melimpah, tentu permasalahan ketahanan pangan dapat mudah diatasi jika mampu mengelola sumber daya alam dengan baik. Berdasar dari keanekaragaman kebudayaan dan sumber pangan spesifik, strategi pengembangan pangan di Indonesia perlu diarahkan pada potensi sumber daya wilayah (lokal). Hal ini dikarenakan banyak bahan pangan lokal Indonesia yang mempunyai potensi gizi dan komponen bioaktif yang baik, namun belum termanfaatkan secara optimum. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat akan manfaat komoditas pangan tersebut. Penelitian tentang karakterisasi dan potensi pemanfaatan komoditas pangan minor masih sangat sedikit dibandingkan komoditas pangan utama, seperti padi dan kedelai. Labu termasuk dalam komoditas pangan yang pemanfaatannya masih sangat terbatas padahal labu memiliki lebih dari 40 jenis varietas. Publisitas labu makin popular setelah para pemulia tanaman menghasilkan aneka jenis (varietas) hibrida. Salah satu varietas labu hibrida yang mulai digemari oleh konsumen di luar negeri adalah labu zucchini. Ciri khas labu zucchini adalah buahnya berbentuk panjang lonjong seperti mentimun dan umumnya dipanen sebagai buah muda. Selain itu terdapat juga labu siam yang merupakan salah satu varietas dari suku labu-labuan. Tumbuhan ini merambat di tanah atau agak memanjat dan biasa dibudidayakan di pekarangan, biasanya di dekat kolam. Buah menggantung dari tangkai. Daunnya berbentuk mirip segi tiga dan permukaannya berbulu. Yang
dapat dikonsumsi dari buah labu siam ini adalah buah dan pucuk mudanya.

Labu Kuning (Cucurbita moschata) dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin

2

(Inggris) merupakan salah satu jenis labu-labuan yang menjadi komoditas potensial sebagai bahan sayuran. Di luar negeri buah labu besar/kuning ini menjadi sayuran bergengsi, bahkan sering dilombakan oleh kalangan penggemar sayur-mayur tingkat dunia. Namun tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah, kurang dari 5 kg per kapita per tahun. Tanaman labu kuning berasal dari Ambon (Indonesia). Labu kuning tergolong bahan pangan minor sehingga data statistik belum tersedia, namun di beberapa sentra produksi, baik di Jawa, daerah pacet, cipanas (cianjur), lembang (Bandung), semarang, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, komoditas ini telah ditanam pada luasan tidak kurang dari 300 hektar. Labu Kuning (Cucurbita moschata) merupakan komoditas pertanian yang cocok dikembangakn sebagai alternatif pangan. Buah ini memiliki kandungan gizi yang cukup dan bermanfaat untuk kesehatan. Klasifikasi Tanaman Kerajaan : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Cucurbitales Familia : Cucurbitaceae Genus : Cucubita Spesies : Cucubita moschata Duch (Hutapea, J.R, et al., 1994) Gbr.1. Buah Waluh/Labu Kuning Ada lima spesies labu yang umumnya dikenal, yaitu Cucurbita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Kelimanya disebut labu kuning (waluh) karena mempunyai ciri-ciri yang hampir sama.

3

Ada 3 jenis labu kuning di Indonesia yaitu: 1. Waluh bokor / waluh creme yang buahnya agak pipih dan beralur-alur 2. Waluh klenting yang buahnya lonjong 3. Waluh ular yang memiliki bentuk buah panjang Diantara ketiga jenis waluh diatas, yang paling digemari adalah jenis waluh bokor. Karena waluh jenis ini memiliki rasa yang lebih enak dari ketiga jenis lainnya.

Gbr. 2. Jenis-Jenis Waluh/Labu Kuning
4

Adapun karakteristik (cirri khas) tanaman labu Kuning/labu parang adalah sebagai berikut : 1. Tumbuhnya menjalar 2. Buah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur). 3. Daun besar dan berbulu 4. Buahnya besar dan warnanya bervariasi (buah muda berwarna hijau, sedangkan yang lebih tua kuning pucat). 5. Batang kuat, panjang dan berbulu agak tajam. 6. Kulit kbuah keras akan tetapi berdaging lunak dan begitu banyak mengandung air.

Kandungan Gizi Labu Kuning/Waluh

Tabel 1. Kandungan Gizi Daging Buah Dalam 100 gram Bahan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Unsur Gizi Energi (kal) Air (g) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat Besi (mg) Vit A (SI) Vit B (mg) Vit C (mg) Bagian yang dapat dimakan (%) Kadar 29 91,2 1,1 0,3 6,6 45 64 1,4 180 0,08 52 77

Sumber : Direktorat gizi departemen kesehatan RI, Jakarta (1996)

5

Tabel.2. Kandungan Gizi Daun Waluh Dalam 100 gram Bahan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Unsur Gizi Energi (kal) Air (g) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat Besi (mg) Vit A (SI) Vit B (mg) Vit C (mg) Bagian yang dapat dimakan (%) Kadar 30 89,7 3,6 0,6 4,5 138 99 3,7 2750 0,14 36 70

Sumber : Direktorat gizi departemen kesehatan RI, Jakarta (1996)

Adapun kegunaan dari masing-masing Kandungan Gizi Labu Kuning berupa : a. Vitamin A dan Beta Karoten. Beta karoten adalah pigmen warna kuning-oranye yang jika dicerna di dalam tubuh kita, akan berubah menjadi vitamin A. fungsi vitamin A dan beta karoten antara lain berguna bagai kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh serta reproduksi. Selain itu, zat gizi ini mempunyai manfaat sebagai antiokasidan sehingga dapat mengutangi risiko terjadinya kanker dan penyakit jantung.

b. Vitamin C Salah satu jenis vitamin yang larut dalam air ini, sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh.Vitamin C juga berperan pada fungsi kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan.

6

c. Zat Besi Zat gizi ini terutam diperlukan dalam pembentukan darah, khususnya hemoglobin (Hb).

d. Kalium Fungsi utama kalium adalah menunjang kelancaran metabolisme tubuh.Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan air dan elektrolit (asam-basa) di dalam sel tubuh.Potassium juga disebut-sebut mineral yang mampu menurunkan risiko terkena hipertensi.

e. Zinc Mineral ini mampu meningkatkan sistem imun (pertahanan) tubuh. Belum lagi kemampuannya menurunkan risiko osteoporosis, karena zinc berperan dalam mendukung kepadatan tulang.

Manfaat Labu Kuning Kelebihan lain dari labu kuning adalah kandungan seratnya yang tinggi, bermanfaat mengurangi resiko sembelit. Selain itu serat, menurut hasil penelitian, juga menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.Di samping itu, kandungan lemak labu kuning juga rendah sehingga tidak perlu takut mengalami kegemukan asal dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Selain dagingnya, biji labu kuning juga mempunyai manfaat, yakni meringankan gejala arthritis, karena di dalamnya terkandung zat anti-peradangan. Buah ini mengandung beta-carotene. Dan sudah banyak orang tahu bahwa beta-carotene adalah sumber antioksidan, yang mampu mencegah penuaan dini dan kanker. Selain beta-carotene, pada labu kuning juga terdapat vitamin A, vitamin C, dan Alpha-hydrox-acid, yang bagus untuk kulit. Labu kuning juga mengandung cukup banyak potassium. Mineral ini disebutsebut mampu menurunkan risiko terkena hipertensi. Mineral jagoan lainnya yang terdapat dalam labu kuning adalah zinc, yang mampu meningkatkan system imun (pertahanan) tubuh. Belum lagi kemampuannya menurunkan risiko osteoporosis, karena zinc berperan dalam mendukung kepadatan tulang.

7

Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, Labu Kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker

Bagian tanaman Labu kuning yang memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah : 1. Getah buah labu kuning dapat digunakan sebagai penawar racun akibat gigitan serangga beracun atau ular. 2. Daging buahnya mengandung anti oksidan yang dapat menangkal kanker. 3. Biji buah labu dapat digunakan sebagai obat cacing

8

BAB II Sub-Sistem Penyediaan dan Distribusi Input Produksi

Bibit / Benih
Benih merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu produksi tanaman. Ciri-ciri benih yang baik adalah berkecambah normal, berasal dari buah yang telah cukup tua, daya kecambah minimal 80%, serta bebas dari hama penyakit. Tanaman labu kuning umumnya diperbanyak secara generatif dengan biji. Satu buah labu kuning dapat menghasilkan 300-500 buah biji. Dewasa ini benih labu kuning hibrida banyak diperdagangkan di kios-kios atau toko sarana produksi pertanian sehingga mudah untuk membelinya. Hal yang penting dalam penyiapan bahan tanaman (benih) labu kuning adalah sebagai berikut : 1. Tentukan varietas komersil, unggul, dan dapat beradaptasi dengan baik di dataran tropis Indonesia 2. Perhatikan kemasan (label) benih pada rincian petunjukannya, terutama keterangna masa berlakunya benih, berat benih, daya tumbuh atau daya kecambah benih, dan karakteristik lainnya. 3. Pilih benih yang baik, yakni ukurannya seragam, berkulit bernas, tidak keriput atau berbintik-bintik, dan tidak mengandung hama penyakit.

Kebutuhan benih tiap satuan luas lahan ditentukan oleh varietas labu kuning, jarak tanam, kesuburan tanah, dan sistem tanam. Sistem tanam labu kuning dapat dilakukan secara langsung dengan benih di kebun (lapang) atau disemai dulu di persemaian. Tiap gram benih labu kuning berisi 10 – 20 butir sehingga tiap hektar lahan dibutuhkan sekitar 1,5 kg benih (sistem tanam langsung) atau hanya 0,5 kg benih (sistem semai). Untuk memperoleh pertumbuhan bibit atau tanaman yang seragam, sebelum benih disemai atau ditanam langsung di kebun (lapangan) diperam terlebih dahulu sehingga berkecambah.

9

Cara pembibitan waluh sangat mudah. Yaitu dengan cara ambil biji labu lalu dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 1 -2 hari. Lalu didinginkan selama 1 malam setelah itu direndam dengan air dingin untuk melihat biji yang akan dijadikan bibit unggul. Bibit biji waluh yang mengapung menandakan biji waluh kurang bagus untuk di tanam, sedangkan biji waluh yang terendam/tenggelam menandakan biji waluh tersebut adalah bibit yang bagus untuk di tanam. Setelah mendapat bibit waluh yang bagus kita bisa langsung menanamnya di lahan pertanian, halaman rumah atau tanah pekarangan yang kosong dapat kita manfaatkan

Gbr. 3. Gambar biji dan benih labu kuning

Cara pengecambahan benih labu kuning adalah sebagi berikut : 1. mula-mula benih direndam dalam air dingin atau air hangat bersuhu 550C selama 15 – 30 menit. 2. 3. Tiriskan benih tersebut Peram benih pada lipatan kain atau tisu yang dibasahi. Pemeraman benih dilakukan diruang gelap selama 2-3 hari, tergantung pada daya kecambah benih.

10

Tata cara penyemaian benih labu kuning meliputi tahap-tahap sebagai berikut : a. Siapkan alat dan bahan yang terdiri dari polybag (kantong plastik) ukuran 10 cm x 8 cm yang telah dilubangi kecil bagian dasarnya, medium semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang halus (1: 1) atau campuran tanah dengan pupuk Super TW plus (5:1), emrat (gembor), dan sarana penunjang lainnya. b. Isi polybag dengan medium semai hingga cukup penuh, kemudian simpan secara berjajar dan teratur pada bedengan. c. Siram medium semai dalam polybag dengan air bersih hingga cukup basah d. Semaikan benih (biji) labu kuning satu per satu dalam polybag sedalam 1 cm – 1,5 cm. e. Pasang sungkup berbentuk setengah lingkaran menutup permukaan bedengan. Tinggi sungkup minimal 50 cm dari permukaan bedengan lalu tutup dengan atap dari lembaran plastik bening (transparan). Benih labu kuning akan muncul ke permukaan medium persemaian pada umur 2-5 hari setelah semai. Bibit muda dipelihara secara intensif selama lebih kurang 14 hari atau berdaun 3-5 helai.

Pupuk
Untuk pupuk, sebaiknnya menggunakan pupuk organik karena tidak meninggalkan bahan residu di dalam waluh. Dengan demikian, ketika labu dikonsumsi tidak akan menimbulkan efek samping. Cara perawatan yang tidak ruwet/susah waluh yang tumbuh tidak perlu di beri pupuk khusus, kalau ingin diberi pupukpun tidak perlu yang mahal dan susah, dengan memakai pupuk kandang dari kotoran hewanpun dapat di berikan asalkan pupuk tersebut sudah didinginkan terlebih dahulu dengan campuran tanah selama satu minggu, baru bisa di berikan untuk pupuk waluh. Untuk menjaga kesuburan, dosis pupuk yang direkomendasikan 100 kg/ha N, 40 kh/ha P dan 80 kg/ha K.

11

Tabel.3. Perusahaan-Perusahaan Pupuk di Medan No 1. 2. Nama Perusahaan Alamat

AGRO UNITED PT.PRIMA GLOBAL CHEMICAL

Jl. Garuda No 68 A-B Medan 20224, Sumatera Utara Jln. Abdullah Lubis No. 30A Medan 20154, Sumatera Utara, Indonesia

3.

CV. TABITA JAYA GROINDUSTRI

Jl. Menteng VII No. 91 A MEDAN 20228, Sumatera Utara

4.

NAGA MAS SAKTI Jl. Garuda No. 68 A-B Medan 20224, Sumatera Utara

5.

UD.BERKAH ALAM LESTARI

Jl. Garuda No. 68 A-B Medan 20224, Sumatera Utara Jl. Letda Sujono Gg. Muslim No. 2 Medan 20223, Sumatera Utara

6.

CV. Mitra Karya Mandiri

7. 8. 9.

Bukit Mas Subur CV.NAGA MAS CV. Mitra Agrindo Perkasa

Sutomo 510 Medan, Sumatera Utara Jl.B.Zein Hamid no.21-C Medan, Sumatera Utara Jl. Tirtosari Medan, Sumatera Utara

Pestisida
Tanaman sayur seperti waluh tergolong rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Untuk itu, perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif. Namun lebih baik jika tanaman sayuran seperti waluh ini menggunakan biopestisida.

Alat dan Mesin Pertanian
Alat dan mesin pertanian dalam budidaya waluh ini pun masih sangat sederhana. Alat seperti garu, cangkul, gembor, sabit, dan lainnya. Adapun mesin yang digunakan adalah seperti traktor untuk mengolah lahan jika lahan yang dimiliki cukup luas.

12

Tenaga Kerja
Adapun tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja dalam hal : 1. Pengolahan Lahan 2. Penyemaian dan Penanaman 3. Pemeliharaan 4. Pemupukan 5. Panen 6. Dan pasca panen

13

BAB III Sub-Sistem Produksi

Teknis Produksi
Waluh atau Buah Labu Perenggi adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia yang mana penanamannya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatanya, hasilnyapun cukup memberikan nilai ekonomis untuk Masyarakat. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m dpl, pada tanah gembur, subur, tidak terlalu banyak mengandung air apalagi air yang menggenang, pH 5,5 – 7. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi hangat dengan temperatur 18-27 derajat. Waktu bertanam yang baik pada akhir musim hujan (maret) atau pada musim kemarau asalkan tanaman ini diberikan air secukupya. Pada musim hujan tanman ini sering diserang hama oteng-oteng dan buahnya mudah busuk.

1. Pengolahan Lahan/Tanah Pertumbuhan labu kuning ini akan semakin baik jika ditanam pada tanah gembur dan subur. Penanaman labu dapat dilakukan di tanah tegalan, pekarangan, maupun di sawah setelah panen padi, baik monokultur maupun tumpangsari. Labu ditanam di tanah petak-petak, dengan mengatur tanaman berjajar, jarak tanam antara 1-1,5 meter antar baris dan 60-120 cm antar tanaman dengan baris. Dalam satu hektar dapat ditanami sekitar 5.000 tanaman.

Tata laksana penyiapan lahan kebun labu kuning adalah sebagai berikut : 1. Bersihkan lahan dari pepohonan, batu-batu kerikil, dan rumput-rumput liar (gulma) 2. 3. Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur dengan cangkul atau bajak. Kering-anginkan tanah tersebut selama minimal 15 hari untuk menguapkan gas-gas beracun dalam tanah.

14

4.

Olah tanah kedua kalinya sambil dibentuk bedengan-bedengan selebar 120 cm-150 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, dan jarak antar bedengan 60-70 cm.

5.

Lakukan pemberian pupuk organik (kotoran ternak 20 ton/ha atau super TW plus 5 ton/ha) dengan cara disebar merata bersama lapisan tanah atas ataupun dimasukkan ke tiap lubang tanam sebanyak-banyaknya 2 kg.

6.

Ratakan atau rapikan kembali bedengan hingga siap ditanami.

2. Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan. Di daerah yang sumber airnya memadai, penanaman bibit labu kuning dapat dilakukan setiap saat. Cara tanam sesuaikan dengan metode penyiapan lahan. a. Sistem Tanam Benih Langsung di Kebun Sistem tanam benih langsung di kebun cocok dilakukan pada lahan bedengan nonmulsa. Tata cara tanam benih langsung di kebun (lapangan) adalah sebagai berikut: 1. Buat lubang tanam dengan tugal atau kored. Jarak antar barisan 70 cm dan jarak dalam barisan 60 cm. 2. Masukkan benih labu kuning 1-2 butir ke dalam tiap lubang, lalu tutup dengan tanah tipis 3. Lakukan pemberian pupuk dasar sebanyak sepertiga bagian dari dosis anjuran, yakni sebanyak 180 kg/ha urea + 100 kg/ha TSP + 100 kg/ha KCl. Cara pemupukan adalah dengan ditugal atau dimasukkan ke dalam larikan sejauh 10-15 cm dari lubang tanam, lalu tutup dengan tanah setebal 5-10 cm. 4. Siram (airi) tanah bedengan dengan air bersih hingga cukup basah.

b. Sistem Tanam Bibit dari Persemaian Sistem tanam ini cocok dipraktekkan pada bedengan bermulsa plastik dan benih labu kuning disemai terlebih dahulu dalam polybag di persemaian. Bibit labu kuning dapat dipindah tanam dari persemaian ke kebun pada umur 14-21 hari atau berdaun 3-5 helai.

15

Tata cara tanam bibit labu kuning pada bedengan bermulsa plastik adalah sebagai berikut : 1. Gali tanah pada bidang lubang MPHP seukuran volume medium semai dalam polybag. 2. Angkut polybag berisi bibit labu kuning dari persemaian ke lokasi kebun 3. Siram medium semai dalam polybag hingga cukup basah, lalu keluarkan bibit labu kuning bersama medium dan akar-akarnya secara hati-hati. Cara mengeluarkan bibit dari polybag adalah mulamula posisi polybag dibalikkan sambil menjepit batang bibit, lalu dasar polybag ditarik ke arah atas hingga terpisah dari perakaran bibit labu kuning. 4. Tanamkan bibit labu satu per satu ke dalam lubang tanam, lalu timbun dengan tanah sambil dipadatkan pelan-pelan pada bagian pangkal batang tanaman. 5. Siram tanah bedengan dengan air bersih sehingga cukup basah.

3. Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan tanaman labu kuning meliputi kegiatan pokok sebagai berikut: 1. Penyulaman dan penjarangan tanaman Penyulaman dilakukan seawal mungkin, yakni pada umur maksimum 15 hari setelah tanam. Cara menyulam adalah dengan mengganti benih atau bibit atau benih yang mati atau tumbuh abnormal dengan benih atau bibit yang baru. Bibit yang tumbuh 2 batang/lubang sebaiknya diperjarang untuk disisakan satu tanaman yang terbaik. 2. Pengairan Pengairan pada fase awal pertumbuhan tanaman labu kuning harus dilakukan secara kontinu, yakni 1-2 kali/hari, pagi atau sore hari, terutama bila tidak hujan. Pengairan berikutnya cukup seminggu sekali, tergantung pada keadaan tanah dan cuaca. Hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pengairan adalah tanah tidak boleh becek (menggenang). Cara pengairan

16

adalah menyirami tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga cukup basah. Bila sumber air memadai, pengairan dapat dilakukan dengan cara di – leb. 3. Penyiangan dan penggemburan tanah Rumput liar yang tumbuh di lahan kebun labu kuning harus disiangi. Waktu penyiangan biasanya pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam. Cara penyiangan adalah dengan mencabut atau membersihkan rumput hingga bersih. Bersama-sama penyiangan dilakukan penggemburan tanah disekeliling pangkal batang tanaman. Lalau ditimbun membentuk guludan arah memanjang barisan tanaman. 4. Pemupukan susulan Pemupukan susulan dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam bersama-sama dengan kegiatan penyiangan. Pupuk susulan pertama dan kedua masing-masing menggunakan dosis seperti pada pemupukan dasar, yakni urea 180 kg + TSP 100 kg + KCl 100 kg per hektar. Pemupukan dilakukan dengan disebar pada larikan di sekeliling tanaman sejauh 25 – 40 cm. Kemudain ditutup tanah setebal 10 – 15 cm. 5. Perlindungan Tanaman Perlindungan tanaman bertujuan mengendalikan hama dan penyakit. Perlindungan tanaman bertujuan mengendalikan hama dan penyakit.

Perlindungan tanaman yang dianjurkanadalah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Komponen pengendalian hama dan penyakit terpadu meliputi cara-cara sebagai berikut: a. Kultur teknis, yakni menggunakan benih atau bibit yang sehat (bebas hama penyakit), pengolahan tanah yang baik, tanam serempak, pemupukan berimbang, dan pergiliran tanaman. b. Fisis dan mekanis, yakni perendaman benih dalam air hangat 550C selama 15 menit, mengumpulkan dan memusnahkan jasad organisme hama penyakit. c. Biologis (hayati), yakni memaafkan musuh alami (predator, parasitoid, dan patogen) hama atau penyakit. d. Kimiawi, yakni menggunakan pestisida secara selektif sesuai dengan jenis dan dosis yang dianjurkan.

17

Hama dan Penyakit Labu Kuning
1. Hama

Organisme hama penting yang sering menyerang tanaman labu kuning adalah sebagai beriku : a. Kutu daun Hama kutu daun ini menyerang dengan cara mengisap cairan (sel) tanaman sehingga mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat mengundang datangnya semut dan menimbulkan kapang jelaga (Capnodium sp). Gejala serangan kutu daun adalah daun dan pucuk tanaman menjadi salah bentuk, kertiting, keriput, menguning, dan pembentukan bunga terhambat. Pengendalian kutu daun dapat dilakukan dengan cara tanam serempak, mengurangi jumlah tanamn inang, pergiliran tanaman, memotong bagian tanaman yang terserang berat, dan aplikasi insektisida. Jenis insektisida untuk mengendalikan kutu daun adalah Pegasus 500 EC, Supracide 40EC, atau Confidor 200 SL, dengan konsentrasi yang dianjurkan. b. Ulat grayak Gejala serangan ulat grayak (Spodoptera sp) ditandai dengan rusaknya epidermis daun sehingga tinggal tulang-tulang daun saja. Daun-daun yang terserang berwarna bening (transparan) keputih-putihan penuh dengan kotoran ulat (larva). Pengendalian ulat grayak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Mengumpulkan ulat dan dimusnahkan Membersihkan rumput liar (gulma) dan sisa-sisa tanaman Pergiliran (rotasi) tanaman Memasang sex pherome ”ugratas merah” untuk perangkap kupu-kupu spodoptera jantan Aplikasi insektisida, misalnya Decis 2,5 EC atau Cascade 50 EC dengan konsentrasi yang dianjurkan.

18

c. Lalat buah Larva lalat buah memakan dan melubangi daging buah. Buah yang diserang larva menjadi rusak berlubang-lubang dan kadang-kadang busuk atau berguguran. Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Mengumpulkan dan memusnahkan buah yang terserang berat Memasang perangkap lalat yang berbahan aktif metil eugenol, seperti Petrogenol atau Super Meg Aplikasi insektisida, misalnya Curacron 500 EC atau Decis 2,5 EC dengan konsentrasi yang dianjurkan. d. Ulat tanah Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn) menyerang tanman dengan memotong titik tumbuh (pucuk) atau bagian tangkai daun. Gejala serangna yang dapat diamati adalah pucuk atau tangkai daun terkulai dan tampak layu. Pengendalian dengan rotasi tanman, sanitasi kebun dan penggunaan insektisida.

2. Penyakit

Penyakit penting yang sering menyerang tanaman labu kuning adalah sebagai berikut: a. Embun Tepung Embun tepung berjangkit pada saat cuaca lembap atau musim kemarau yang berha sejuk. Gekjala penyakit tanaman yang terinfeksi penuh dengan lapisan putih bertepung. Daun yang terserang berat berubah warna dari hijau menjadi cokelat, dan akhirnya mengering (mati). Pengendalian dapat dilakukan dengan pemotongan tanman yang sakit, rotasi tanaman, dan aplikasi fungisida. b. Embun Bulu Penyakit ini disebabkan cendawan Pseuperonospora cubensis (Berk. Et Curt). Daun yang terinfeksi bebercak kuning. Bila cuaca lembap, bercak kuning ditumbuhi bulu-bulu berwarna keungu-unguan pada sisi bawah bercak. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pemangkasan

19

bagian tanaman yang sakit untuk dibakar, sanitaasi kebun dan aplikasi fungisida.

Gbr.4 Daun yang terkena penyakit Embun Bulu c. Virus belang (mosaik) Penyebab virus mosaik adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV) atau Squash Mosaic Virus (SMV). Serangan virus ini menyebabkan daun berbelang hijau tua dan hijau muda sampi kekuningan, pucuk menjadi keriting, ruas-ruas batang memendek, dan tanaman menjadi kerdil. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara : Menggunakan benih atau bibit yang bebas virus Rotasi tanaman Membongkar (eradikasi) tanman sakit berat Aplikasi insektisida

d. Layu bakteri Penyebab penyakit layu bakteri adalah bakteri Erwinia tracheiphila. Mulamula pucuk lemas, lalu seluruh tanaman menjadi layu, dan akhirnya tanaman mati. e. Busuk buah Penyebab penyakit busuk buah adalah cendawan Fusarium sp dan Phytophthora sp. Serangan fusarium menyebabkan buah busuk yang dipenuhi massa jamur seperti kapas. 4. Panen Panen dapat dilakukan ketika tanaman labu kuning berumur sekitar 3-4 bulan setelah tanam untuk jenis lokal. Sedangkan jenis hibrida, seperti labu kuning taiwan, pada umur 85-90 hari. Apabila ditanam secara monokultur, tiap
20

hektar lahan dapat menghasilkan buah sekitar 50 ton per musim. Panen buah yang terlalu muda atau terlalu tua mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas buah tersebut. Cara panen buah labu kuning adalah dengan dipetik satu per satu bersamasama tangkainya. Alat bantu panen dapat menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Bila tiap hektar terdapat populasi sekitar 5000 tanaman, dan tiap tanaman menghasilkan rata-rata 5 buah dengan berat tiap buah 3kg, maka hasil panen dapat mencapai 75 ton. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi. Hal tersebutlah yang menyebabkan labu kuning relatif awet dibanding buah-buahan lainnya. Daya awet dapat mencapai enam bulan atau lebih, tergantung pada cara penyimpanannya. Namun, buah yang telah dibelah harus segera diolah karena akan sangat mudah rusak. Hal tersebut menjadi kendala dalam pemanfaatan labu pada skala rumah tangga sebab labu yang besar tidak dapat diolah sekaligus. Oleh karena itu, di supermarket atau pasar tradisional, labu sering dijual dalam bentuk irisan.

5. Pasca Panen Penanganan pascapanen buah labu kuning meliputi kegiatan pokok sebagai berikut : 1. Pengumpulan Hasil Buah labu kuning yang telah dipetik segera dikumpulkan di tempat yang teduh dan letaknya strategis dekat dengan jalan. Buah labu kuning diletakkan berbaris di tanah yang rata dan dialasi dengan daun-daunan atau lembar plastik. 2. Pembersihan Di tempat pengumpulan hasil panen sementara, buah labu kuning diwadahi karung goni atau keranjang plastik. Hasil panen ini segera diangkut ke gudang penampungan hasil. 3. Sortasi dan Klasifikasi

21

Buah labu kuning dalam goni atau keranjang plastik dikeluarkan untuk disortir atau diseleksi yang baik dan mulus. Buah yang abnormal atau rusak dipisahkan secara tersendiri. Buah yang dipilih dipisah-pisahkan lagi berdasarkan ukuran yang seragan dan warna kulit buah yang sama. Hal yang penting diperhatikan dalam klasifikasi buah adalah memilih bentuk buah yang lurus. 4. Pencucian dan Penirisan Buah yang telah diklasifikasikan segera dicuci dengan air bersih yang disemprotkan agar kotoran atau residu pestisida yang melekat pada buah benarbenar bersih. Setelah pencucian, buah ditiriskan pada rak-rak atau lantai penirisan yang disusun secara teratur. 5. Pengemasan Pengemasan bertujuan meningkatkan daya tarik (penampilan) buah labu hingga diminati konsumen. Wadah pengemas dapat berupa keranjang pelastik berkapasitas 10-20 kg atau kotak plastik yang ditutup lembar plastik polietilene berkapasitas 0,5 kg – 1 kg. 6. Pengangkutan dan Pemasaran Tiap kemasan disusun rapi dalam alat angkut hingga penuh, lalu ditutup dengan terpal. Hasil panen labu dapat segera diangkut ke tempat pemasaran. Daya serap pasar terhadap buah labu kuning umumnya terjadi cukup tinggi di kota-kota besar.

Teknologi Budidaya yang Digunakan dan Berkembang
Inovasi teknologi budidaya waluh yang dilaksanakan adalah penerapan teknologi secara terpadu (PTT) yang meliputi penggunaan bibit unggul, pemupukan, cara pengaturan jarak tanam.

22

Analisis Finansial Usahatani Labu Kuning/Waluh
Tabel. 4. Analisis Usaha Tani Demplot Labu Kuning Per Ha Uraian a. Penerimaan b. Saprodi Benih (bks) Ponska (kg) SP36 (kg) Obat-obatan (lt) c. Tenaga Kerja Pengolahan Lahan Semai dan Tanam Pemupukan Pemeliharaan /Penyiangan Panen & Pasca Panen d. Total Biaya e. Pendapatan f. R/C ratio 40 40 10 10 20 800.000 800.000 200.000 200.000 400.000 16 30 15 7 240.000 71.250 50.100 140.000 Demplot Fisik 15.920 Nilai (Rp) 7.960.000 a. Penerimaan b. Saprodi Benih (gr) Urea (kg) SP36 (kg) Obat-obatan(lt) c. Tenaga Kerja Pengolahan Lahan Semai dan Tanam Pemupukan Pemeliharaan /Penyiangan Panen & P. Panen 40 40 10 10 20 800.000 800.000 200.000 200.000 400.000 2.900.000 4.940.000 2,70 16 25 25 7 240.000 36.500 83.500 140.000 Uraian Fisik 15.680 Petani Nilai (Rp) 7.840.000

2.901.350 d. Total Biaya 5.058.650 e. Pendapatan 2,74 f. R/C ratio

Dilihat secara finansial usahatani waluh/labu kuning cukup menguntungkan baik dari segi produktivitas dan pendapatannya. Selain itu usahatani waluh ini sangat layak untuk dikembangkan karena jika dilihat R/C ratio nya 2,7 (R/C > 1) yang artinya usaha ini layak untuk dijalankan.

23

BAB IV Sub-Sistem Pengolahan Hasil
Jenis Produk Olahan dan Produk Turunan
Nilai ekonomis suatu makanan bukan terletak pada bahan dasarnya, tetapi terletak pada kreatifitas dalam mengolahnya. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi. Hal tersebutlah yang menyebabkan labu kuning relatif awet dibanding buah-buahan lainnya. Daya awet dapat mencapai enam bulan atau lebih, tergantung pada cara

penyimpanannya. Namun, buah yang telah dibelah harus segera diolah karena akan sangat mudah rusak. Hal tersebut menjadi kendala dalam pemanfaatan labu pada skala rumah tangga sebab labu yang besar tidak dapat diolah sekaligus. Oleh karena itu, di supermarket atau pasar tradisional, labu sering dijual dalam bentuk irisan. Waluh tersebut dapat diolah menjadi berbagai jenis pangan yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki cita rasa yang enak. Buah labu dapat digunakan sebagai sayur, sup, atau desert. Masyarakat umumnya memanfaatkan labu yang masih muda sebagai sayuran (lodeh, asem-asem, brongkos). Olahan tradisional yang paling dikenal dari labu kuning ialah kolak. Buah yang sudah tua digunakan sebagai campuran dalam membuat bubur Manado dan sayur bayam ala Sulawesi Selatan. Labu kuning setelah dikukus dapat dibuat aneka makanan tradisional, seperti dawet, lepet, jenang, dodol, dan lain-lain. Sesuai namanya, labu kuning mempunyai warna kuning atau jingga akibat kandungan karotenoidnya yang sangat tinggi. Itulah sebabnya air perasan labu kuning sering digunakan sebagai pewarna alami dalam pengolahan berbagai makanan tradisional.

24

Tepung labu juga sering dicampurkan ke dalam berbagai produk olahan untuk mendapatkan warna kuning. Karotenoid dalam buah labu sebagian besar berbentuk betakaroten. Air perasan buah dipercaya dapat mengobati luka akibat racun binatang. Sekitar 500-800 biji segar tanpa kulit bisa digunakan sebagai obat pembasmi cacing pita pada orang dewasa. Kadang-kadang diberikan sebagai obat emulsi (diminum beserta obat pencahar), setelah dicampur dengan air. Pengobatan demikian amat berkhasiat dan aman tanpa efek sampingan. Biji labu dikenal sebagai Semen Cucurbitae, yang kaya minyak dan dapat digunakan sebagai obat cacing pita. Kegunaan lain labu kuning adalah untuk obat digigit serangga berbisa (daging buah dan getahnya), disentri, dan sembelit. Labu kuning juga dapat digunakan untuk penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam, dan diare. Berdasarkan pemanfaatan labu kuning secara empiris dan turun-temurun untuk berbagai pengobatan, diduga komoditas ini mempunyai berbagai komponen bioaktif yang perlu dibuktikan secara ilmiah. Beberapa produk olahan labu kuning : 1. Tepung Labu Pengolahan produk setengah jadi merupakan salah satu cara pengawetan hasil panen, terutama untuk komoditas pangan yang berkadar air tinggi, seperti umbiumbian dan buah-buahan. Keuntungan lain dari pengolahan produk setengah jadi, sebagai bahan baku yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjutan, aman dalam distribusi, serta hemat ruang dan biaya penyimpanan. Teknologi pembuatan tepung merupakan salah satu proses alternatif produk setengah jadi yang dianjurkan karena lebih tahan disimpan, mudah dicampur (dibuat komposit), dibentuk, diperkaya zat gizi, dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis. Dari segi proses, pembuatan tepung hanya membutuhkan air relatif sedikit dan ramah lingkungan dibandingkan dengan pembuatan pati. Pada umumnya buah-buahan dan umbi-umbian mudah mengalami

pencokelatan setelah dikupas. Hal ini disebabkan oksidasi oleh udara sehingga

25

terbentuk reaksi pencokelatan oleh pengaruh enzim yang terdapat dalam bahan pangan tersebut (browning enzymatic). Pencokelatan karena enzim merupakan reaksi antara oksigen dan suatu senyawa fenol yang dikatalisis oleh enzim polifenol oksidase. Untuk menghindari terbentuknya warna cokelat pada bahan pangan yang akan dibuat tepung, dapat dilakukan melalui pencegahan sesedikit mungkin kontak antara bahan yang telah dikupas dan udara. Caranya, rendam dalam air (atau larutan garam 1 persen) dan/atau menginaktifkan enzim dalam proses blansir (perlakuan uap air panas). Tepung labu kuning mempunyai sifat spesifik dengan aroma khas. Secara umum, tepung tersebut berpotensi sebagai pendamping terigu dan tepung beras dalam berbagai produk olahan pangan. Produk olahan dari tepung labu kuning mempunyai warna dan rasa yang spesifik, sehingga lebih disukai oleh konsumen. Tahapan pembuatan tepung dari buah labu kuning sebagai berikut: 1. Labu kuning harus dipilih yang mengkal, yaitu buah sudah tua tetapi belum masak optimum. Buah dipanen kira-kira 5-10 hari lebih awal dari umur panen semestinya. Buah yang masak optimum tidak sesuai dibuat tepung karena kadar airnya tinggi, daging buahnya lembek, serta kadar patinya rendah. 2. Setelah dikupas kulitnya, labu dibelah-belah dan dilakukan pemblansiran, yaitu perlakuan dengan uap panas selama 5-10 menit. Dalam skala rumah tangga, tahapan ini dapat dilakukan seperti mengukus nasi tetapi tidak perlu ditutup. 3. Selanjutnya labu dirajang dengan ketebalan 0,1-0,3 cm. Hasil perajangan tersebut dinamakan sawut. Pengeringan sawut dilakukan sampai diperoleh kadar air sekitar 14 persen. 4. Agar lebih efisien, penepungan sawut dilakukan dalam dua tahapan, yaitu 1) penghancuran sawut untuk menghasilkan butiran kecil (lolos 20 mesh), dan 2) penggilingan/penepungan menggunakan saringan lebih halus (80 mesh). Penggilingan sawut kering menjadi tepung labu kuning dapat menggunakan mesin penepung beras.

26

2. Saos Tomat-Labu Kuning

Buah labu kuning kaya vitamin A (dalam bentuk β-karoten), vitamin C (asam askorbat), mineral, senyawa antioksidan, senyawa antikangker, senyawa antidiabet, senyawa antihipertensi, senyawa antikatarak dan senyawa

antiparkinson. Selain itu labu kuning juga banyak mengandung pectin, karbohidrat dan air yang dapat berperan dalam pembentukan makanan semi padat misalnya saos. Berikut ini disajikan alternative pengolahan labu kuning menjadi saos tomatlabu. Proses pembuatan saos tomat-labu kuning terbagi menjadi 3 tahap yaitu pembuatan pasta labu kuning, pembuatan pasta tomat dan pembuatan saos tomatlabu kuning.

Gbr.5. Saos tomat labu kuning

Pembuatan pasta labu kuning: 1. Labu kuning dikupas, dihilangkan bijinya, dipotong, dan kemudian dicuci. 2. Potongan labu kuning dipanaskan pada suhu 90-950C sampai agak lembek 3. Labu kuning diblender sampai lembut dan menjadi pasta labu kuning Pembuatan pasta tomat: 1. Tomat dipotong, dicuci dan dihilangkan kulit dan bijinya. 2. Panaskan pada suhu 60-650C selama ± 5 menit 3. Diblender sampai lembut dan menjadi pasta tomat

27

Pembuatan saos tomat- labu kuning: 1. Pasta labu kuning dan pasta tomat dicampur dengan perbandingan labu kuning: tomat adalah 4 : 1 atau 5 : 1 2. Panaskan campuran pasta pada suhu 90-950C selama ±30 menit untuk tiap satu liter.Pada awal pemasakan ±1/3 bagian gula ditambahkan dengan cara ditaburkan untuk mencegah larutnya gula didasar ketel pemanas. Kemudian tambahkan bumbu halus bawang merah, bawang putih, merica serta cengkeh dan kayu manis. 3. Setelah volume pasta berkurang menjadi setengahnya, tambahkan sisa gula, garam dan vinegar. 4. Setelah jadi, saos tomat- labu kuning diangkat dan dinginkan. 5. Packing dalam botol.

3. Kue Talam Lumpur Labu Kuning Bahan: 500 gr gula pasir 500 gr tepung terigu 1 kg labu kuning yang telah dikupas dan dibuang bijinya, kukus dan haluskan 200 gr margarine, cairkan 5 kuning telur 4 putih telur 1 liter santan dari 1 btr kelapa, rebus, dinginkan 1 sdt vanili 1 sdt garam

Cara membuat: a. b. c. d. e. f. g.

Gbr.6. Kue Talam Lumpur waluh

Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang Masukkan garam dan vanili sambil terus dikocok Setelah rata, masukkan santan, kocok dengan kecepatan rendah. Masukkan labu kuning halus, aduk rata. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Terakhir tambahkan margarine cair. Cetak pada cetakan kue Lumpur (cetakan sama seperti cetakan takoyaki, olesi minyak/margarine dulu). Bakar di atas api yang sangat kecil. 28

4. Cake Labu Kuning untuk 10 potong 25 g kenari/almon iris, untuk taburan Bahan A:
 125 g labu kupas, serut kasar  75 g pisang ambon/barangan kupas, lumatkan  25 g sultana/kismis  25 g kenari/almon iris

Bahan B: campur hingga rata
 75 g tepung terigu  ½ sdt soda kue/quick cooking oats  25 g rolled oats, blender hingga remah  ½ sdt pala bubuk  ½ sdt jahe bubuk  ½ sdt kayu manis bubuk  ⅛ sdt bumbu lapis legit (spekuk) bubuk  40 g brown sugar

Gbr.7. Cake labu kuning

Bahan C: campur hingga rata
  

50 ml minyak zaitun extra virgin 30 ml susu kedelai tawar 1 butir telur

1. Panaskan oven pada suhu 180)C. Olesi loyang 19 x 9 x 6 cm dengan minyak goreng, lapisi kertas roti. Sisihkan. 2. Tuang bahan C ke bahan B, aduk dengan pengaduk bentuk balon (whisk) hingga rata. Masukkan bahan A secara bertahap, sambil terus diaduk. 3. Tuang adonan ke dalam loyang. Taburi almon/kenari. Panggang hingga masak (20 menit).

29

5. Es Krim Labu Kuning untuk 4 porsi
     

400 g labu kuning kupas, kukus hingga empuk, haluskan 70 ml susu kedelai tawar 130 ml air masak 3 sdm gula pasir ¼ sdt garam 3 sdm minyak zaitun extra virgin Gbr 8. Es Krim Waluh

 100 g sultana/kismis, siram air mendidih (asal seluruhnya terendam), diamkan

hingga mengembang dan empuk

100 g almon/kacang mete/kenari panggang, cincang 1. Campur labu kuning, susu kedelai, air masak, gula pasir, garam, dan minyak zaitun. Kocok dengan mikser hingga rata. Masukkan dalam wadah tertutup. Simpan dalam freezer hingga setengah beku. 2. Proses dengan blender hingga lembut. Masukkan es ke dalam wadah tertutup, simpan lagi dalam freezer hingga setengah beku. Proses lagi dengan blender hingga lembut. 3. Campur es dengan sultana/kismis, berikut cairan perendamnya, aduk rata. Masukkan dalam wadah tertutup, simpan dalam freezer hingga setengah beku. Sajikan dengan taburan almon/kacang mete/kenari.

Dan masih banyak produk olahan/ produk turunan dari labu kuning seperti : : 1. Pucuk daun dan daun muda dapat digunakan sebagai bahan sayuran yang lezat, bisa dimakan sebagai sayuran bersantan, oseng-oseng, atau gadogado. Selain daun, bagian dari tanaman ini yang memiliki nilai ekonomi dan zat gizi terpenting adalah buahnya. 2. Emping waluh 3. Jeneng waluh 4. Geplak waluh 5. Wingko waluh 6. Stik waluh 7. Kuaci waluh 8. Kolak waluh

30

9. Mie labu 10. Dodol waluh 11. Lepet waluh 12. Dawet labu 13. Kue talam Lumpur Labu Kuning 14. Kue pia 15. Sirup waluh 16. Wingko waluh 17. Manisan waluh 18. Roti Tawar

Nilai Tambah dan Keuntungan/Manfaat Akibat Pengolahan Adapun beberapa nilai tambah dan keuntungan/manfaat akibat dari pengolahan buah waluh/labu kuning ini menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi diantaranya adalah: 1. Meningkatkan pendapatan petani waluh dengan mengolahnya menjadi aneka pangan dalam upaya meningkatkan nilai tambah 2. Penyerapan tenaga kerja di pedesaan melalui industri pengolahan waluh dalam skala rumah tangga 3. Menumbuhkan bisnis-bisnis yang dapat menggerakkan perekonomian negara

31

Pohon Industri Waluh/Labu Kuning
Daun Sayur

Batang

Sayur

Manisan

Keripik

Saos Tanaman Waluh/Labu Kuning

Sirup

Dodol

Tepung

Cake

Es Krim

Buah Buah

Daging Buah

Emping

Biji

Getah

Mie

Kuaci

Obat Cacing

Obat Penawar Racun binatang berbisa

Kolak

Dawet

Stik

Roti Tawar

Jeneng

Eggroll

Getuk

Gambar 9. Pohon Industri Waluh

32

BAB V Sub-Sistem Pemasaran Hasil

Pasar Labu Kuning Jika dalam bentuk sayuran/Hortikultur tanaman labu kuning memiliki pasar : 1. Pasar lokal (pasar petani) : Labu kuning dijual di tempat petani bertanam 2. Pasar pengumpul (pasar pemborong) : Labu kuning dijual oleh petani di tempat pengumpulan hasil dengan tengkulak 3. Pasar pusat penyebar : Labu kuning dijual di kota-kota besar 4. Pasar Pengecer : labu kuning langsung di jual pada konsumen

Bentuk dan Jenis Produk yang Dipasarkan Adapun bentuk-bentuk atau jenis produk yang dipasarkan adalah 1. Dodol Waluh Bahan baku utamanya yaitu dengan memanfaatkan buah waluh. Dodol waluh dibuat dengan pencampuran tepung ketan ketan, tepung beras, gula dan santan. Sebelumnya waluh dilakukan perebusan dan penghancuran. Negara Asal: Harga: Indonesia Call / Bisa Konsinyasi

Cara Pembayaran: Tunai D

Gbr 10. Dodol Waluh

Dodol GISAN Asli garut ini berkembang disebakan karena : 1. Memiliki cita rasa yang berbeda dan mampu bersaing dengan jenis dodol yang berasal dari daerah lain;

33

2. Harganya terjangkau dan merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat; 3. Proses pembuatannya sangat sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh; 4. Tidak menggunakan bahan pengawet dan tambahan bahan makanan yang bersifat sintetis; 5. Memiliki daya tahan cukup lama ( 2 bulan) .

2. Keripik Labu Kuning Negara Asal: Indonesia Harga: 8000 Pembayaran: Tunai Kemasan : plastik berlabel 100 gr Keterangan: Diproses dari buah waluh matang dengan mesin penggoreng hampa Vacum friying sehingga nutrisi tetap terjaga Gbr.11. Kripik Waluh

3. Saos Labu Kuning Rendahnya kualitas bahan mentah dari saus tomat yang beredar di pasaran sementara jumlah konsumen saus meningkat, memberi motivasi untuk mencari alternatif lain dalam pembuatan saus yang berkualitas dengan bahan yang terjangkau dan bernilai gizi baik. Daging buah labu kuning mengandung antioksidan sebagai penangkal kanker. Dalam kegiatan ini pendayagunaan labu sebagai saus dipadukan dengan manfaat labu yang dapat menjadi alternatif penangkal kanker. Saus labu kuning ini, memberikan wacana baru bahwa saus tidak selalu identik dengan tomat saja, tetapi juga dapat berbahan dasar lain seperti labu

34

kuning. Saus labu kuning adalah produk makanan yang belum memasyarakat. Dari segi lingkungan, pembuatan saus labu kuning ini memanfaatkan labu kuning yang tidak laku dijual segar pada saat panen labu kuning. Teknik pengawetan saus ini adalah dengan teknik sterilisasi botol dan memanfaatkan zat aditif sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mendukung produksi saus labu kuning.

Gbr. 12. Saos labu dalam botol

4. Getuk Waluh Desa Wisata Kopeng cukup kaya dengan berbagai macam hasil alam. Salah satu hasil alam yang melimpah ada di desa Kopeng adalah buah Waluh. Masyarakat desa Kopeng cukup kreatif mengolah buah waluh yang cukup melimpah dengan berbagai macam produk olahan buah waluh menjadi berbagai jenis makanan. Salah satu produk olahan dari buah waluh adalah getuk waluh. Citarasa getuk waluh yang gurih dan manis cukup memanjakan lidah wisatawan yangberkunjung ke Desa Wisata Kopeng. Harganya pun cukup terjangkau.

Gbr. 13. Getuk Waluh

35

5. Eggroll Waluh Snack yang berbentuk bulat panjang ( seperti kue semprong) dengan tekstur yang lembut. Jajanan ini berbahan dasar waluh atau labu kuning. Pembuatannya secara industri rumah tangga yang telah bersertifikasi, dan memiliki ijin dari Dinas Kesehatan. Harga yang ditawarkan adalah harga eceran dan diluar ongkos kirim Harga : Rp. 15.000 BAHAN : 1/2 bh labu kuning 1/2 klg santan 250 gr gula merah (sisir tipis) air secukupnya daun pandan

Gbr. 14. Eggroll waluh

6. Emping Waluh Emping waluh memiliki rasa yang bervariasi yaitu berasa bawang, keju, barbeque, balado, dan pizza. Emping waluh ini ditawarkan dengan harga grosir Rp15 ribu/kg dan harga eceran Rp18 ribu/kg hingga Rp20 ribu/kg.

Gbr.15. Emping waluh

36

7. KECIMPRING WALUH Kecimpring waluh (labu kuning ) adalah produk unggulan yang berbahan dasar waluh. Dengan perpaduan rasa waluh asli dengan bumbu-bumbu rempah, menghasilkan rasa yang khasyang tidak di jumpai dalam produk lain. Makanan camilan yang rasanya gurih, renyah dan lezat ini banyak di sukai pembeli. Produk ini ada dua jenis rasa, yaitu rasa gurih dan pedas. Kemasan produk Kecimpring ini juga ada dua macam. Kemasan dus dengan berat netto 180 gr harga bandrol Rp10.000. Kemasan plastik kecil dengan berat netto 100 gr harga bandrol Rp 5000. Harga yang cukup terjangkau untuk masyarakat umum. Jika anda ke kota CEPU tidak ada salahnya untuk melihat dan membeli produk ini yang hanya ada di kota CEPU. Gambar 16. Kecimpring Waluh

8. Mie Labu Kuning Besarnya minat masyarakat terhadap mie, mendorong para ahli pangan untuk mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha dgn inovasi baru. Mie yg awalnya berbahan baku tepung terigu, kini telah berhasil dikembangkan dgn menggunakan bahan baku labu.

Gbr. 17. Mie Waluh

37

Bumie diproduksi dgn perbandingan campuran bahan tepung terigu dan tepung labu 50% : 50%. Citarasa mie labu yg tidak kalah dgn mie berbahan terigu, serta warna kuning alami dari labu berhasil diterima pasar dan digemari para konsumen. Bumie memiliki kandungan gizi yg lebih lengkap seperti kandungan selenium yg bermanfaat mengendalikan berat badan dan mengandung betakarotin dan zat antioksidan yg berguna untuk mencegah kanker. Selain memiliki keunggulan gizi, labu mie juga dilengkapi dgn bumbu dari ramuan bahan alami tanpa penggunaan MSG. Bumie juga ditambahkan dgn sayuran kering, jadi bisa dibilang Bumie merupakan mie instan yg penuh serat, mineral dan vitamin. Labu mie yg diproduksi Rachman, dikemas dgn karton yg berbentuk gelas. Dgn modal kurang lebih 200 juta hasil patungan bersama empat orang rekannya, Rachman memulai usahanya dgn membeli lima buah mesin pembuat mie. Dan berhasil memproduksi sepuluh ribu sampai duapuluh ribu Bumie untuk setiap bulannya. Harga jual yg ditetapkan Rachman untuk produknya yaitu seharga Rp 4.000,- per bungkus. Bila dihitung – hitung, omset yg diperolehnya bisa mencapai 80 juta setiap bulannya. 9. Roti Tawar dan Roti Manis Waluh

Gambar 19. Roti Tawar dan Roti Manis Labu Kuning

38

Produk unggulan kami adalah roti manis & roti tawar yang berbahan dasar labu kuning (waluh). Ini adalah yang pertama kali ada di Banjarmasin. Terobosan baru dari kami. Soal rasa, tak perlu diragukan.

10. Sirup Labu Kuning Sirup labu kuning ini berbahan dasar labu kuning yang mengalami pengolahan sedemikian rupa sebagaimana pengolahan sirup yang lainnya seperti sirup markisa.

Gbr 19. Sirup Waluh

11. Stik Waluh Stik waluh ini seperti stick bawang atau keripik bawang. Namun jika kripik bawang menggunakan bawang sebagai bahan dasar maka stick waluh ini menggunakan waluh sebagai bahan dasar. Soal rasa, tidak kalah dengan stick bawang. Rasa stick waluh ini lebih terasa manis karena waluh tersebut.

Gbr 20. Stik Waluh

39

BAB VI Sub-Sistem Penunjang

Kelembagaan
Kelembagaan merupakan salaha satu unsur yang memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian di Indonesia. pentingnya lembaga-lembaga di pedesaan dalam pembangunan pertanian karena: 1) Banyak masalah-masalah pertanian hanya dapat dipecahkan oleh suatu lembaga; 2) organisasi dapat memberi pada usaha-usaha pertanian karena sangat terkait dengan penyebaran dan pengembangan teknologi. Dalam jangka panjang, dalam pembangunan pertanian, kemampuan masyarakat petani untuk bekerjasama sama pentingnya dengan perolehan pengetahuan teknis 3) Pada suatu waktu masyarakat desa akan bersaing dengan dunia luar, sehingga perlu mereka terorganisasi. Lembaga-lembaga tingkat desa dapat menyediakan pengalaman dalam keterampilan yang harus dipelajari masyarakat desa agar dapat mengorganisasikan diri. Kelembagaan penunjang pertanian yang ada di pedesaan sangat beragam. Lembaga-lembaga tersebut meliputi lembaga produksi (kelembagaan tani), lembaga penyedia sarana produksi (kios-kios pupuk dan obat-obatan serta KUD), lembaga penyuluhan pertanian, lembaga pelayanan permodalan atau lembaga finansial (Bank, LKP, Koperasi simpan pinjam dan UPKD), lembaga ketenagakerjaan, lembaga pengolahan hasil pertanian, lembaga pelayanan jasa mekanisasi dan lembaga pemasaran hasil pertanian. Lembaga-lembaga penunjang pertanian tersebut hampir terdapat di semua desa yang menjadi lokasi penelitian. Akan tetapi keberadaan lembaga pertanian tersebut tidak semua mempunyai daya dukung yang sama dalam program pembangunan pertanian. Daya dukung kelembagaan adalah besarnya kemampuan kelembagaan untuk mendukung (secara berkelanjutan) berlangsungnya suatu program pembangunan pertanian. Peranan lembaga-lembaga itu dalam pembangunan pertanian belum terintegrasi secara baik dalam mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian.

40

Penyuluhan dan pembinaan petani yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait masih relatif kurang. Daya dukung lembaga ini sangat tergantung pada komoditas dominan yang di tanam dan tingkat intensifikasi yang diterapkan. Akhir-akhir ini

kegiatan PPL untuk melakukan penyuluhan pada kelompok tani semakin berkurang. Hal ini sebagai dampak dari daya dukung yang optimum dari kelembagaan ini selama revolusi hijau serta perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan otonomi kepada pemerintah daerah. Kurangnya kegiatan penyuluhan di pedesaan menyebabkan arus transformasi inovasi teknologi yang dibutuhkan petani mengalami penurunan. Selama tiga tahun terakhir ini kegiatan penyuluhan dan pembinaan kelompok tani tidak pernah dilakukan PPL. Kegiatan penyuluhan terutama dari PPL tanaman pangan relatif kurang. Sampai dengan saat ini kelembagaan informasi teknologi di pedesaan yang secara khusus melakukan kegiatan transfer teknologi, memberikan pelayanan konsultasi teknologi dan pemberdayaan kelembagaan tani belum ada. PPL perkebunan melakukan pembinaan kepada petani binaannya yang menjadi mitra dari perusahaan tembakau. Kebijakan pemerintah yaitu perubahan struktur organisasi lembaga pemerintah dimana saat ini PPL berada di bawah Pemerintah Daerah menyebabkan tidak dilakukan lagi program penyuluhan, kegiatan PPL terbatas bahkan tidak ada kegiatan sama sekali. Dengan adanya Undang-Undang Otonomi Daerah maka segala urusan pemerintahan diatur oleh Pemerintah Daerah Kabupaten termasuk ujung tombak pembangunan pertanian di lapang yaitu PPL. Tugas PPL saat ini tidak hanya sebagai penyuluh pertanian, namun sebagian waktunya untuk menyelesaikan administrasi kantor sehingga program penyuluhan praktis tidak ada. proyek di wilayah kerjanya. Lembaga Finansial Lembaga finansial yang dominan biasa ada di desa adalah lembaga finansial non formal seperti koperasi tani, kelompok simpan pinjam, KUB, UPKD, UKM dan LKM serta yang paling dominan selalu ada di pedesaan yaitu yang bersifat perorangan seperti rentenir. Lembaga finansial non formal selain yang bersifat perorangan tidak semua terdapat di desa dan pelayanan permodalan kepada petani untuk kegiatan usahatani sangat kurang. Bahkan terdapat sebagian lembaga finansial non formal yang tidak aktif lagi. Daya jangkau dari lembaga-lembaga tersebut relatif terbatas pada wilayah dusun atau desa. Kekuatan permodalan yang dimiliki sangat terbatas dan tidak mampu melayani Penyuluhan dilakukan apabila ada kegiatan

41

kebutuhan petani. Daya dukung kelembagaan ini untuk melayani kegiatan programprogram pertanian sangat terbatas. Lembaga permodalan atau lembaga finansial formal seperti BRI, BPR dan LKP sebagian besar terdapat di kota kecamatan. Daya jangkau lembaga tersebut hanya di sekitar kota kecamatan dan belum mampu melayani kegiatan program pertanian. Lembaga-lembaga tersebut lebih dominan melayani perkreditan di sektor-sektor lain di luar pertanian. Lembaga permodalan lain seperti BNI dan bank-bank lain hanya terdapat di daerah tertentu dimana kegiatan usahatani petani yang memiliki dinamika lebih tinggi seperti di Kecamatan Sembalun yang merupakan sentra produksi sayur-sayuran dan di Kecamatan Aikmel yang menjadi sentra produksi jagung untuk di lahan sawah irigasi. Masarakat petani memiliki akses pada Bank sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh persyaratan-persyaratan untuk peminjaman modal relatif rumit dirasakan bagi petani dan tidak dapat dijangkau oleh petani kecil atau petani miskin. Birokrasi yang dipandang agak berbelit-belit dari lembaga keuangan formal dan adanya sistem jaminan di sebagian lembaga keuangan formal menyebabkan petani merasa kesulitan mengakses lembaga keuangan formal. Dalam mengatasi masalah

keuangan, secara cepat, mudah dan tanpa jaminan, hanya dengan modal saling percaya dan kejujuran adalah melalui rentenir dan pengijon. Mereka merasa lebih bebas untuk meminjam uang atau sarana produksi di kios saprodi, tetangga, dan keluarga, serta pelepas uang (istilah petani bank rontok/bank subuh/bank keliling) dengan bunga yang relatif tinggi. Lemahnya lembaga keuangan di tingkat desa sehingga petani tidak bisa melepaskan diri dari sistem ini merupakan salah satu penyebab kemiskinan berkesinambungan di desa. Ketergantungan petani kepada rentenir dan ijon tidak hanya untuk memperoleh modal usahatani, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keterbatasan

sumberdaya dan tidak adanya lembaga keuangan formal yang dapat diakses petani menyebabkan ijon menjerat petani di segala bidang kehidupan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga maka segala jenis komoditi pertanian seperti, pisang, panili, kopi dan bahkan anak sapi yang masih dalam kandungan terpaksa diijonkan petani. Lembaga Pemasaran Secara umum pasar untuk hasil pertanian dan peternakan telah tersedia. Jumlah pedagang yang membeli hasil pertanian baik dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten

42

dan propinsi cukup banyak dan mempunyai jaringan pemasaran yang kuat dalam sistem pemasaran. Pedagang jagung, tembakau, sayur-sayuran dan pedagang ternak misalnya mempunyai jaringan yang kuat dalam sistem pemasaran. Volume pembelian dan

penjualan hasil cukup tinggi dengan tingkat harga yang bersaing. Petani yang sebagian besar memiliki permodalan yang sangat terbatas mengharapakan dari pola kemitraan usahatani ini mendapat dukungan penyediaan sarana produksi (pupuk dan obat-obatan) dan pemasaran hasil. Namun demikian dalam hubungan kemitraan ini petani berada pada posisi yang lemah, seperti misalnya dalam penentuan harga jual yang berdasarkan grade. Keberadaan kelembagaan tani relatif lemah dan dalam meningkatkan posisi tawar. Hal ini karena semua yang bergerak dalam bisnis masing-masing menerapakan strategi untuk mencari keuntungan. Dalam dunia bisnis bahwa setiap pelaku bisnis akan menerapkan strateginya sendiri untuk memperoleh keuntungan walaupun itu dilakukan dengan tidak jujur. Lembaga Ketenagakerjaan Pertanian Daya dukung kelembagaan ketenagakerjaan pertanian bersifat tidak statis karena sangat tergantung pada waktu, jenis pekerjaan dan jadwal kegiatan pertanian yang ada. Dukungan lembaga ini yang tergantung pada waktu adalah kegiatan pengolahan tanah, tanam, penyiangan dan panen untuk tanaman padi dilakukan menjelang dan selama dan akhir musim hujan; kegiatan pengolahan tanah, penanam, penyiraman dan panen pada tanaman tembakau dan tanaman sayur-sayuran. Kelompok-kelompok kerja buruh tani adalah kelompok buruh tanam dan panen tanaman padi dan tembakau, dengan jumlah satu kelompok kerja berkisar 8 – 12 orang. Kelompok-kelompok kerja tersebut cenderung bersifat parmanen karena pembentukan kelompok didasarkan domisili anggota. Mobilitas tenaga kerja juga sangat tergantung pada jenis komoditas dan tingkat intensifikasi.

Lembaga Pelayanan Jasa Mekaniasi Pertanian Pelayanan jasa alsintan yang biasa ada pada kegiatan pertanian adalah penyewaan traktor pada kegiatan pengolahan tanah. Pemilikan alat-alat mekanisasi tersebut umumnya bersifat perorangan kecuali terdapat sebagian kecil huller maupun traktor yang merupakan milik KUD dan kelompok.

43

Kemampuan dan keterbatasan tenaga kerja manusia untuk melakukan pekerjaan tersebut secara manual serta waktu penyelesaian pekerjaan yang relatif lama maka daya dukung dari kelembagaan ini akan meningkat.

KESIMPULAN Lembaga penunjang sangat dibutuhkan dalam usahatani agribisnis labu kuning/waluh ini seperti Pembiayaan (Bank), litbang, dan kelembagaan. Dengan mudahnya akses pembiayaan (Bank) para petani waluh tidak sulit untuk mencari tambahan modal untuk usaha tani mereka. Para petani itu tidak lagi harus meminjam ke rentenir atau pengijon. Bank dan lembaga keuangan non Bank yang menyediakan layanan jasa kepada para petani dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan usaha para petani. Begitu juga dengan lembaga litbang (Penelitian dan Pengembangan). Lembaga ini melakukan penelitian dan pengembangan terhadap tanaman waluh/labu kuning. Menemukan bibit atau jenis baru yang lebih bernilai ekonomis dan unggul. Selain itu litbang juga mengembangkan teknologi yang dapat membantu petani memudahkan pekerjaan usaha taninya. Disini juga dibutuhkan peran pemerintah melalui lembaga-lembaga seperti departemen pertanian yang aktif memberikan penyuluhan kepada petani tentang tanaman waluh/labu kuning ini. Baik dari segi agronomis maupun agribisnis.

44

BAB VII PENUTUP
Selama ini, produksi buah waluh sangat melimpah sementara

pengolahannya belum dilakukan secara maksimal. Padahal Waluh atau labu kuning ini merupakan komoditas yang sangat menjanjikan baik bagi petani, pedagang dan pengusaha jika dilakukan pengolahan dengan baik. Buah ini dapat menjadi sandaran penghasilan yang menjanjikan. Dengan didukung kreatifitas dan sedikit keuletan pemasaran, labu menjadi kudapan nikmat yang tahan lama dan bernilai ekonomis tinggi. Ketidakmampuan para petani mengolah buah labu menjadi produk makanan lain dan hanya menjualnya begitu saja membuat harga jualnya tidak tetap. Akibatnya, hasil panen buah labu seringkali hanya teronggok di tepi jalan menanti pembeli. Lebih buruk lagi, sebagian besar di antaranya hanya dijadikan makanan binatang ternak sapi. Labu kuning ini memiliki prospek bisnis yang cerah. Dengan melihat prospek usaha kuliner sekarang ini, maka pengolahan labu kuning menjadi berbagai jenis produk makanan seperti yang telah dipaparkan diatas dapat membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Jadi sebaiknya tanaman labu kuning mulai dibudidayakan kembali. Pemerintah juga harus ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan mengenai agribisnis labu kuning/waluh ini baik kepada petani dan masyarakat. Dengan mengetahui prospek yang cerah dari tanaman labu kuning ini maka pasti banyak masyarakat/petani yang tertarik untuk mengusahakan berbagai produk turunan dari tanaman ini. Terobosan Baru Labu memiliki kandungan betakaroten, Vitamin A, Vitamin C, dan Alpha-hydrox-acid yang bagus untuk kulit. Sehingga terobosan baru pengolahan

45

labu adalah dengan menjadikan labu kuning ini menjadi bahan dasar produk kecantikan kosmetik seperti : 1. Lulur Labu kuning 2. Pelembab wajah labu kuning 3. Masker Labu kuning 4. Hand Body Labu kuning Dengan bahan dasar labu kuning dan diberi campuran buah-buah lain dan diberi parfume yang khas dapat menjadikan produk ini menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi dan memiliki daya jual tinggi.

46

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Pertanian. 1998. Panduan Lokakarya Pemahaman Pedesaan Secara Partisipatif. Badan Litbang Pertanian, Tim Ahli BPTP- PATAAP, Jakarta. Hikmat Harry. 2001. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Humaniora Utama Press, Bandung. Pracaya. 2009. Bertanam Sayur Organik. Penebar Swadaya. Jakarta Rukmana, Rahmat. 1998. Budidaya Labu Zucchin. Kanisius. Yogyakarta Sudarto, Yudo. 2000. Budidaya Waluh. Kanisius. Yogyakarta Sunaryono, Hendro. 1996. Kunci Bercocok Tanam Sayur-sayuran penting di Indonesia. Sinar Baru Algensindo. Bandung Supriati, Yati, Yuyu Yulia, Ida Nurlela. 2008. Taman Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta http://www.isekolah.org/hotnews/detail.php3?itemid=h_1215323057

http://www.suaramerdeka.com/harian/0707/09/kot30.htm http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Geplak+Waluh+Getasan+ Menjelang+Ramadhan&dn=20090803222758
http://srahma.blogspot.com. http://www.ayahbunda.co.id. http://www.suaramedia.com.

http://nadhiroh.blog.unair.ac.id/stats/?stats_author=M.+RIDWAN+ARIFIN

http://www.sinartani.com/pascapanen/labu-kuning-bahan-fortifikasi-vitamin-a1240205405.htm
http://foragri.blogsome.com/menanam-labu-parang-untuk-ramadhan/ http://la-abwa.blogspot.com/2008/10/khasiat-labu-kuning.html

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1081742482,71695, http://id.wikipedia.org/wiki/Labu_siam
47

http://id.wikipedia.org/wiki/Labu http://budiboga.blogspot.com/2006/05/labu-kaya-serat-vitamin-dan-mineral.html
http://www.rumahsnacksehat.com/2010/04/manfaat-labu-kuning/ http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-antikanker/l/labu-kuning/ http://assyfanet.blogspot.com/2010/06/khasiat-labu-kuning.html

http://sumartonojoko.blogspot.com/2009/11/buah-walu.html http://aninurutami.wordpress.com/2010/02/23/hasil-olah-komoditi-labu/
http://k03rim4n5.wordpress.com/2009/02/14/budidaya-labu-kuning/ http://www.sinartani.com/iptek/pembuatan-tepung-labu-kuning-1283238640.htm http://bisnisukm.com/alternatif-pemanfaatan-labu-kuning-menjadi-saos-tomat-labukuning.html http://www.siapakaya.com/showthread.php?id=360

48

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->