PRINSIP2 PEMBELAJARAN IPA DI SD Pembelajaran IPA di SD merupakan interaksi antara siswa dengan lingkungan sekitanya.

Hal ini mengakibatkan pembelajaran IPA perlu mengutamakan peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran tersebut. Guru berkewajiban untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA. Tujuan ini tidak terlepas dari hakikat IPA sebagai produk, proses dan sikap ilmiah. Oleh sebab itu, pembelajaran IPA perlu menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat. Asy’ari, Muslicah (2006:25) memaparkan beberapa prinsip pembelajaran IPA di SD sebagai berikut. 1) Empat Pilar Pendidikan Global, yang meliputi learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together. Learning to know, artinya dengan meningkatkan interaksi siswa dengan lingkungan fisik dan sosialnya diharapkan siswa mampu membangun pemahaman dan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Learning to do, artinya pembelajaran IPA tidak hanya menjadikan siswa sebagai pendengar melainkan siswa diberdayakan agar mau dan mampu untuk memperkaya pengalaman belajarnya. Learning to be, artinya dari hasil interaksi dengan lingkungan siswa diharapkan dapat membangun rasa percaya diri yang pada akhirnya membentuk jati dirinya. Learning to live together, artinya dengan adanya kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu akan membangun pemahaman sikap positif dan toleransi terhadap kemajemukan dalam kehidupan bersama. 2) Prinsip Inkuiri, prinsip ini perlu diterapkan dalam pembelajaran IPA karena pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, sedang alam sekitar penuh dengan fakta atau fenomena yang dapat merangsang siswa ingin tahu lebih banyak. Masnur Muslichah, dalam Istiqomah, Lailatul (2009:32) berpendapat bahwa inquiri diawali dari pengamatan terhadap fenomena, dilanjutkan dengan kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa. Dengan demikian, pengetahuan dan ketrampilan yang diperolah siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta, tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. Beberapa komponen inqiuri yang terdapat dalam pembelajaran antara lain: (a) pengetahuan dan ketrampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri, (b) informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan buktibukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa, dan (c) siklus inquiri adalah observasi, bertanya, mengajukan dugaan, pengumpulan data dan penyimpulan. 3) Prinsip Konstruktivisme. Dalam pembelajaran IPA sebaiknya guru dalam mengajar tidak memindahkan pengetahuan kepada siswa. Melainkan perlu dibangun oleh siswa dengan cara mengkaitkan pengetahuan awal yang mereka miliki dengan struktur kognitifnya. 4) Prinsip Salingtemas (sains, lingkungan, teknologi, masyarakat). IPA memiliki prinsip-prinsip yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi. Sedang perkembangan teknologi akan memacu penemuan prinsip-prinsip IPA yang baru.

5) Prinsip pemecahan masalah. Masyarakat dan lingkungan sekitar memiliki nilai-nilai yang terpelihara dan perlu dihargai. Disisi lain. sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa maksimal. Oleh karena itu. Ketujuh prinsip itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA yang kontekstual di SD. 7) Prinsip Pakem (pembelajaran aktif. efektif dan menyenangkan). Sumber : http://www. Oleh karena itu. 6) Prinsip pembelajaran bermuatan nilai. kreatif.html (7 maret 2012.net/2011/06/prinsip-prinsip-pembelajaran-ipa-di-sd.sekolahdasar. 20:43) Sumber Pelaksanaan Pembelajaran pengetahuan social dengan metode Tanya jawab. Prinsip ini pada dasarnya merupakan prinsip pembelajaran yang berorientasi pada siswa aktif untuk melakukan kegiatan baik aktif berfikir maupun kegiatan yang bersifat motorik. salah satu alat ukur kecerdasan siswa banyak ditentukan oleh kemampuannya memecahkan masalah. pembelajaran IPA perlu menerapkan prinsip ini agar siswa terlatih untuk menyelesaikan suatu masalah.scribd. Hal ini bertujuan agar pembelajaran IPA lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Pada dasarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berhadapan dengan berbagai macam masalah. http://www.com/doc/14706648/PTK-Pembelajaran-Pengetahuan-Sosial-Dengan-Metode-TanyaJawab . pembelajaran IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan atau kontradiksi dengan nilai-nilai yang diperjuangkan masyarakat sekitar.

tetapi pengukuran tidak hanya digunakan untuk evaluasi. evaluasi juga diperlukan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan kegiatan belajar siswa dan untuk memperoleh umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. evaluasi memiliki peran yang sangat strategis. seorang guru IPA di sekolah dasar akan mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sudah tercapai atau belum. dan Prinsip Evaluasi Belajar IPA Seperti kita ketahui bersama bahwa kegiatan evaluasi merupakan salah satu komponen utama yang harus dilaksanakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. hendaknya guru IPA memahami betul arti dari istilah evaluasi. Sebaliknya evaluasi pun tidak sepenuhnya bergantung kepada pengukuran. Bloom dan kawan-kawan. dan tes. Melalui kegiatan evaluasi pula kita akan mampu membuat perencanaan yang lebih baik untuk kegiatan pembelajaran yang akan kita laksanakan kemudian. atau dengan kata lain bisa kita katakan bahwa pengukuran lebih luas dari tes. seperti tertera dalam bagan di bawah ini : . yaitu : Ranah kognitif. Dengan melaksanakan kegiatan evaluasi. Tes adalah bagian utama dari pengukuran. Melalui kegiatan evaluasi pula seorang guru IPA diharapkan mampu menjadi seorang guru yang reflektif. dan memperoleh umpan balik untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA dengan lebih baik pada kesempatan berikutnya. tetapi dapat juga menggunakan instrument yang tidak berhubungan dengan pengukuran. dan ranah psikomotor. Dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pembelajaran IPA di sekolah dasar. Dalam taksonomi tersebut terdapat 3 ranah (domain) tujuan. Hamid Hasan (1991) mengatakan bahwa evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dalam pertimbangan mengenai nilai dan arti seseuatu. Pengukuran adalah bagian dari evaluasi. Fungsi. yang dapat belajar dari kesalahan – kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. ranah afektif. diharapkan dengan pelaksanaan evaluasi belajar IPA di SD dapat memberikan penjelasan bagi guru IPA tentang kemajuan belajar yang telah dicapai oleh para siswanya. kita akan memperoleh masukan tentang efektivitas kegiatan yang sudah kita lakukan baik dari sisi hasil maupun dari sisi proses. pengukuran. Tujuan. Setiap ranah terdiri dari jenjang terendah dampai dengan jenjang tertinggi. membuat penjabaran yang lebih rinci tentang tujuan pendidikan yang dikenal dengan Taksonomi tujuan pendidikan atau Taksonomy Bloom. sehingga dapat menjadi guru IPA yang lebih baik di masa sekarang dan masa yang akan datang. Tujuan evaluasi di atas juga berlaku dalam pembelajaran IPA. Evaluasi dapat menggunakan instrument yang dikembangkan berdasarkan pengukuran. Tyler (1949) mengartikan evaluasi sebagai “the process for determining the degree to wich these changes in behavior are actually taking place” Artinya suatu proses penentuan sampai berapa jauh sesungguhnya perubahan tingkah laku tersebut telah terjadi. Dalam kegiatan pembelajaran IPA di sekolah dasar.Pengertian. . pengukuran juga digunakan untuk kegiatan lain. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Dengan melaksanakan kegiatan evaluasi.

Ranah Kognitif (C) C6 C5 C4 C3 C2 C1 Penilaian Sintesis Analisis Penerapan Pemahaman Ingatan Ranah Afektif (A) A5 A4 A3 A2 A1 Menjadi pola hidup Mengatur diri Menghargai Menanggapi Menerima Ranah Psikomotor (P) P5 Gerak kompleks P4 P3 P2 P1 Gerak Mekanik Menirukan Siap bertindak Persepsi Guru IPA dalam suatu proses pembelajaran harus berusaha untuk membuat siswanya memiliki penguasaan materi ajar sesuai jenjang pada tiap ranah secara bertahap. Penguasaan ini harus sesuai dengan kompetensi dasar sampai indicator hasil belajar yang ingin dicapai. guru bisa memulai dengan melatih siswa mengingat fakta-fakta di alam. Setelah mereka bisa mengingatnya dengan baik. guru melangkah kepada upaya untuk membuat siswa memahami . Hal ini juga sesuai dengan salah satu prinsip pengajaran. Jadi pada pencapaian ranah kognitif misalnya. yaitu dimulai dari hal-hal yang mudah sebelum melangkah kepada hal-hal yang lebih kompleks.

artinya seorang guru IPA harus secara tepat menentukan kemampuan apa (sesuai dengan klasifikasi bloom) yang diharapkan dalam tujuan yang telah ditentukan.mengapa fakta-fakta itu bisa terjadi. . Pada saat melaksanakan evaluasi hasil belajar IPA. yaitu : 1. Karena yang ingin diketahui adalah kualitas pembelajaran. sehingga hasil evaluasi yang dilakukan setelah perbaikan proses dilaksanakan harus menjadi lebih baik dari proses sebelumnya. Evaluasi Hasil Belajar IPA di SD Secara umum. Dengan hasil yang diperoleh dari evaluasi proses. tetapi juga mengadakan evaluasi terhadap hal-hal yang bisa diamati langsung di alam sebenarnya. sampai akhirnya siswa bisa memberikan penilaian terhadap fakta-fakta yang terjadi. bahkan evaluasi hakikat IPA sebagai sikap atau nilai pun perlu dilakukan.. Ketepatan penentuan kemampuan yang diharapkan ini akan berpengaruh terhadap instrument yang dibuat untuk mengukur hasil belajar siswa kita. ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru. dan kekurangan ini harus diperbaiki. jika upaya perbaikan proses pembelajaran IPA di sekolah dasar dilaksanakan dalam kerangka penelitian tindakan kelas. Harus tepat dalam menentukan alat evaluasi. hasil belajar dinyatakan dalam klasifikasi yang dikembangkan oleh Bloom dan kawan-kawan. ataukah untuk mengukur konsep yang menyatakan hubungan. maka pada hakikatnya informasi yang terkumpul pada evaluasi proses. Hal ini sebetulnya akan berlangsung lebih bermakna bagi guru IPA tersebut. pengguna pertama adalah guru. sebagai proses. Hasil evaluasi proses yang kurang memuaskan berarti menunjukkan adanya kekurangan dalam proses pembelajaran. Artinya dalam melaksanakan evaluasi tidak hanya ditekankan pada evaluasi IPA sebagai produk saja. dan apakah guru sudah dapat beralih ke pokok bahasan berikutnya . apakah digunakan untuk mengukur konsep terdefinisi ataukah konsep teramati. Di dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar IPA di SD. maka berbagai alternative harus dicoba untuk menuju kearah pelaksanaan proses pembelajaran IPA yang lebih baik. tetapi memperhatikan evaluasi IPA sebagai proses. dalam pendidikan di Indonesia. dan sebagai sikap/nilai. seperti yang telah diuraikan sedikit di atas. atau apakah ia haus menggunakan pendekatan atau metode yang lain pada kegiatan berikutnya. Mengadakan evaluasi tidak hanya menggunakan instrument yang bersifat tertulis saja. 2. Dapat juga dikatakan bahwa kalau hasil evaluasi proses menunjukkan hasil yang kurang baik. Dalam mencoba alternative – alternative baru hendaknya seorang guru IPA harus tetap mengacu kepada teori-teori yang telah diketahui. Memperhatikan hakikat IPA sebagai produk. 3. seorang guru IPA di SD harus terlebih dahulu mengadakan telaah yang rinci dan tepat terhadap tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (tercantum dalam indicator maupun tujuan pembelajaran). Evaluasi Proses Belajar IPA di SD Evaluasi proses bermaksud untuk mendapatkan informasi sejauhmana kegiatan pembelajaran memberikan pengaruh kepada peserta didik. seorang guru IPA dapat menentukan sikap apakah proses pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. dan lain sebagainya.

konsep-konsep. Artinya ilmu pengetahuan alam adalah pengetahuan manusia yang luas. “Science” artinya ilmu pengetahuan. dan teori-teori. Natural artinya alamiah. maka kita akan menemukan bahwa bumi tempat kita hidup atau alam semesta ini ternyata penuh dengan fenomena-fenomena yang menakjubkan. dan yang paling penting adalah IPA juga memberikan pemahaman kepada kita bagaimana caranya agar kita dapat hidup dengan cara menyesuaikan diri terhadap hal-hal tersebut. Sedangkan dalam Purnel’s : Concise Dictionary of Science (1983) tercantum definisi tentang IPA sebagai berikut : Science the broad field of human knowledge. Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Produk IPA merupakan terjemahan dari kata – kata bahasa Inggris “Natural Science” secara singkat sering disebut “ science” . principles. data-data. berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam. IPA sebagai produk adalah kumpulan hasil kegiatan empiric dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuwan selama berabad-abad. yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik. laws. serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan. dan hipotesa-hipotesa. and explained by means of rules. acquired by systematic observation and experiment. Ilmu Pengetahuan Alam (selanjutnya disebut IPA) merupakan suatu ilmu yang menawarkan cara-cara kepada kita untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. dan keragaman yang terdapat d alam semesta. teoriteori. Fakta yang sudah dikonfirmasi secara . hukum-hukum. fenomena. penuh dengan keragaman yang memukau. konsep. prinsip dan teori dalam IPA merupakan hasil kegiatan analitik.Disimpan dalam Pendidikan IPA SD Hakikat IPA di SD 22 Februari 2011 Tinggalkan sebuah Komentar Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam Melalui pengamatan kasat mata terhadap segala sesuatu yang berada di sekitar kita. Jadi ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Science secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan tentang alam semesta. and hypotheses. prinsip-prinsip. IPA sebagai produk terdapat dalam bentuk fakta-fakta. sedangkan data. prinsip-prinsip. yang kesemuanya itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan kepada kita tentang mengapa dan bagaimana semua itu dapat terjadi. IPA pun menawarkan cara kepada kita untuk dapat memahami kejadian. Fakta dalam IPA adalah pernyataan – pernyataan penting tentang benda-benda yang benar-benar ada atau peristiwa-peristiwa yang betul-betul terjadi. yang artinya ilmu pengetahuan alam adalah pengetahuan tentang alam dan gejala-gejalanya. maka fakta-fakta merupakan hasil kegiatan empiric. Jika ditelaah lebih jauh. theories. Webster’s New Lollegiate Dictionary (1981) menyatakan natural science knowledge concerned with the physical world and its phenomena.

Pada tahun 1905. atau teori semata. Seperti halnya prinsip dan hukum alam. IPA tidak hanya merupakan kumpulan-kumpulan pengetahuan tentang benda-benda atau makhluk-makhluk. makhluk hidup dipengaruhi oleh lingkungannya. yaitu memahami bagaimana mengumpulkan fakta-fakta dan memahami bagaimana menghubungkan fakta-fakta untuk menginterpretasikannya. tetapi hanya berubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. tetapi karena mengalami pengujian – pengujian yang lebih keras daripada prinsip. senyawa adalah materi yang dengan reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi materi lain yang lebih sederhana. data-data. dan pemuaian. Keterampilan proses IPA atau keterampilan sains disebut juga keterampilan belajar seumur . Prosedur-prosedur tersebut disebut proses ilmiah atau proses sains. Prinsip ini menyatakan jika udara dipanaskan maka akan memuai. Suatu teori merupakan model. tetapi IPA juga merupakan cara kerja. Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan diantara konsep-konsep IPA. Memahami IPA lebih dari hanya mengetahui fakta-fakta dalam IPA. Hukum kekekalan energy misalnya berkata bahwa dalam suatu interaksi tidak ada energy yang diciptakan maupun dimusnahkan. E = mc2 . Hukum – hukum alam adalah prinsip – prinsip yang sudah diterima meskipun juga bersifat tentative. Misalnya : atom natrium memiliki electron sebanyak 7 buah. . panas. Ilmu Pengetahuan Alam Sebagai Proses IPA tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan atau kumpulan fakta. Konsep di dalam IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA. Prinsip dapat berubah bila observasi baru dilakukan. Einstein menunjukkan bahwa energy dapat diciptakan dari materi di bawah kondisi khusus. prinsip merupakan deskripsi yang paling tepat tentang obyek atau kejadian. Menurut para ilmuwan. air mendidih pada suhu 100o Celsius. Hal ini menyebabkan Hukum Kekekalan energy harus diperluas. Penemuan ini dinyatakan dalam persamaan atau rumus Einstein yang terkenal . Prinsip IPA bersifat analitik sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari beberapa contoh. cara berpikir dan cara memecahkan masalah. Memahami IPA berarti juga memahami proses IPA. dan prinsip-prinsip yang saling berhubungan. Para ilmuwan menggunakan berbagai prosedur empiric dan prosedur analitik dalam usaha mereka untuk memahami alam semesta ini. Berikut adalah contoh – contoh konsep dalam IPA : Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. konsep merupakan penghubung antara fakta-fakta yang ada hubungannya. Teori ilmiah membantu kita untuk memahami. Teori ilmiah merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta. teoripun dapat berubah jika ada bukti-bukti baru yang berlawanan dengan teori tersebut. dan lain-lain. prinsip. adalah prinsip yang menghubungkan konsep-konsep udara. sebab prinsip bersifat tentative. Contohnya : Udara jika dipanaskan akan memuai. lama sesudah hukum kekekalan energy dirumuskan. memprediksi dan kadang-kadang mengendalikan berbagai gejala alam. atau gambaran yang dibuat oleh ilmuwan untuk menjelaskan gejala alam. dll.obyektif dan sudah mendapat persetujuan para ilmuwan disebut data. maka hukum alam bersifat lebih kekal. kura-kura termasuk hewan reptilia. konsep-konsep. konsep.

Pendidikan IPA di Sekolah Dasar Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar bertujuan agar siswa : memahami konsep-konsep IPA. IPA dapat memberi seseorang pengetahuan tentang lingkungan biofisik dan perilaku social yang diperlukan untuk pengembangan pemecahan yang efektif bagi masalah-masalah local dan global. dan teknologi. pertimbangan kuantitatif.hidup. Ketiga. mempunyai minat mempelajari alam sekitar. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan pendidikan IPA yaitu bahwa IPA harus mampu meberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia dimana kita hidup. Selain itu dalam kondisi ketergantungan hidup manusia akan ilmu dan teknologi yang sangat tinggi. Berdasarkan tujuan di atas. dan bagaimana kita sebagai makhluk hidup harus bersikap terhadap alam. Keempat. prinsip-prinsip teknologi memberi sesorang dasar yang kuat untuk menilai penggunaan teknologi baru beserta implikasinya bagi lingkungan dan budaya. IPA akan membantu mengembangkan sikap berpikir seseorang terhadap lingkungan dan dalam memanfaatkan teknologi. bersikap ilmiah. (c) aplikasi. Salah satu diantaranya adalah menanamkan ke dalam diri siswa keingintahuan akan alam sekitar. alasan logis. serta dapat memahami pejelasan-penjelasan ilmiah tentang fenomena alam. pendidikan IPA di SD harus secara konsisten berorientasi pada (a) pengembangan keterampilan proses. Keenam. memprediksi. (b) pengembangan konsep. diantaranya adalah mengobservasi. merancang dan melakukan eksperimen. Kelima. maka pembelajaran IPA di SD harus dijadikan sebagai mata pelajaran dasar dan diarahkan untuk menghasilkan warga Negara yang melek IPA. serta kebiasaan berpikir ilmiah. maka pembelajaran pendidikan IPA di SD menuntut proses belajar mengajar yang tidak terlalu akademis dan verbalistik. sebab keterampilan-keterampilan ini dapat juga dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan untuk bidang studi yang lain. dan (d) isu social yang berdasar pada IPA. dan menarik kesimpulan. Secara singkat. . Kebiasaan berpikir ilmiah dapat membantu seseorang dalam setiap kegiatan kehidupan sehingga peka terhadap permasalahan yang seringkali melibatkan sejumlah bukti. memiliki keterampilan proses. Rutherford dan Ahlgren (1990) dalam kata pengantarnya untuk buku Science for All Americans mengemukakan beberapa alasan mengapa IPA layak dijadikan sebagai mata pelajaran dasar dalam pendidikan : Pertama. mampu menerapkan konsep-konsep IPA untuk menjelaskan gejala-gejala alam dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. dengan penekanan dan penjelasan akan adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain beserta lingkungannya. potensi IPA dan teknologi guna meningkatkan kehidupan tidak akan terealisasikan tanpa didukung oleh pemahaman masyarakat umum terhadap IPA. Kedua. Keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan. serta menyadari kebesaran dan keagungan Tuhan. matematika. dan ketidak pastian. merumuskan hipotesis. pendidikan IPA dan teknologi secara terus menerus dapat memberikan piranti untuk menentukan sikap terhadap sejumlah masalah dan pengetahuan baru yang penting. mengendalikan variable. mencintai alam sekitar. Carin dan Sund (1989) memberikan petunjuk tentang bagaimana seharusnya IPA diajarkan pada pendidikan dasar. melakukan interpretasi. Connor (1990) mengemukakan.

Sumber: http://ayahalby. maka sebaiknya pembelajaran IPA di SD menggunakan perasaan keingintahuan siswa sebagai titik awal dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penyelidikan atau percobaan. Berdasarkan pada beberapa pendapat yang dikemukakan di atas. dan berkreasi.wordpress. Dengan keterampilan-keterampilan proses IPA. dalam hal ini adalah anak-anak SD secar aktif sejak dini ke dalam kegiatan IPA seperti disebutkan di atas. yang salah satu diantaranya adalah keterampilan mengajukan pertanyaan. bahwa siswa SD lebih mudah memahami IPA jika melakukan kegiatan percobaan sendiri.com/category/pendidikan-ipa-sd/ (7 maret 2012.Khusus untuk keterampilan proses dalam pembelajaran IPA. Holt (1991) menyebutkan ciri-ciri siswa SD. menemukan. maka siswa sekolah dasar dapat mempelajari IPA sebanyak-banyaknya. Hal ini penting untk dilaksanakan karena langkah awal untuk menghasilkan orang dewasa yang melek IPA adalah dengan melibatkan anak-anak. antara lain rasa ingin tahu yang berlebih. sehingga pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari kegiatan eksplorasi tersebut dapat dijawab dengan percobaan yang dilakukan oleh siswa sendiri untuk menemukan konsep-konsep baru. Untuk mendorong munculnya rasa ingin tahu siswa SD tersebut. mengeksplorasi.20:58) . Mechling dan Oliver (1983) mengemukakan bahwa penekanan yang diberikan dalam pengajaran keterampilan proses IPA adalah pada keterampilan-keterampilan berpikir. Keterampilan berpikir ini dapat berkembang pada anak selama anak diberi kesempatan untuk berlatih menggunakan keterampilanketerampilan tersebut. mempelajari sesuatu yang baru. Hal ini juga sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Blosser (1990). Kegiatan-kegiatan ini dilakukan untuk menemukan dan menanamkan pemahaman konsep-konsep baru dan mengaplikasikannya untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemui oleh siswa SD dalam kehidupan sehari-hari. sesuai dengan keinginan mereka untuk mengetahui dan mempelajari IPA tersebut selama hidupnya. terlebih dahulu perlu dilakukan eksplorasi terhadap apa yang akan dipelajari.

konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. hewan. Tujuan Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.ujuan dan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI 30 January 2011 arinil Artikel pembelajaran IPA. dan benda-benda langit lainnya. sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair. Energi dan perubahannya meliputi: gaya. Makhluk hidup dan proses kehidupan. Tujuan pembelajaran IPA Leave a comment A. tata surya. panas. lingkungan. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah. cahaya dan pesawat sederhana 4. Ruang lingkup pembelajaran IPA. magnet. serta kesehatan 2. Tujuan dan ruang lingkup pendidikan. tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan. Sumber: http://arinil. sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA. keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya 2. Benda/materi. bumi. Ruang Lingkup Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut. B. 1. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar. yaitu manusia. padat dan gas 3.wordpress. bunyi. 21.com/2011/01/30/tujuan-dan-ruang-lingkup-mata-pelajaran-ilmupengetahuan-alam-sdmi/(07 maret 2012. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan 7. Memperoleh bekal pengetahuan. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 3. memecahkan masalah dan membuat keputusan 5. Mengembangkan rasa ingin tahu. teknologi dan masyarakat 4. listrik. menjaga dan melestarikan lingkungan alam 6. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara. 1.03) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful