Dampak Perang Dunia II terhadap Dunia Internasional

Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena keganasan perang, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. A. 1. DAMPAK PERANG DUNIA BAGI DUNIA BIDANG POLITIK

Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran Amerika Serikat dalam memberikan bantuan (perlengkapan, tentara,dan persenjataan) yang mampu mempercepat berakhirnya perang dengan kemenangan di tangan Sekutu. Perang Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia. Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan dan persaingan perebutan hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa) yaitu Amerika Serikat (kuat secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang mengambil alih hegemoni tersebut. Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan penagruhnya pada negra lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa Timur, Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara, Kamboja, Laos dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya dikenal dengan Blok Timur. Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang selanjutnya dikenal dengan Blok Barat. Kedua negara adikuasa tersebut memiliki ideologi yang berlawanan dimana Amerika Serikat dengan ideologi Liberalis-Kapitalis(paham yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dari kebaikan hidup) sementara Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunis(paham yang menghendaki

Sistem politik dan ekonomi internasional mengalami polarisasi yaitu liberalisme versus sosialisme-komunisme . Berdirinya pakta pertahanan memunculkan rasa saling curiga dan perlombaan persenjatan antara kedua belah pihak sehingga menimbulkan Perang Dingin. seperti negara Jerman. Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan pengaruhnya) jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. India. dan dana sosial lainnya bagi masyarakat. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada Amerika. Pakistan. Dibentuklah pakta pertahanan untuk saling mengimbangi kekuatan lawan dimana Amerika Serikat membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara sementara Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa(1955) dengan anggota Uni Soviet. dan sistem ekonomi campuran. Munculnya negara-negara baru dan merdeka di Asia-Afrika yang merupakan bekas jajahan bangsa barat seperti Indonesia. Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet.suatu masyarakat disusun secara kolektif agar menjadi masyarakat yang bahagia). Dimana sistem ekonomi liberal berlaku di negara-negara kapitalis. Albania. dan Vietnam(Indo Cina) berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis. Korea. (dampak positif) 2. seperti: . pensiunan. Sistem ekonomi terpusat pada negara berlaku di negara-negara komunis. Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan beberapa program untuk membangun kembali perekonomian dunia. Srilanka. dan Filipina. sistem ekonomi terpusat pada negara. Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan Amerika Serikat mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga menyediakan dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan. Cekoslowakia. pendidikan. Munculnya politik memecah belah dimana terjadi perpecahan dari berbagai negara sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua negara adikuasa tersebut. Bulgaria. Dan sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka. Hongaria. BIDANG EKONOMI Perekonomian dunia terbagi atas sistem ekonomi liberal. dan Rumania. Jerman Timur. Polandia.

ü Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam. 2) ü Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan : Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang. Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat. Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan. b. Doctrine Truman merupakan kebijakan untuk membantu secara khusus negara Yunani dan Turki dengan maksud membendung kedua negara tersebut dari pengaruh komunis dan Uni Soviet serta memerangi pemberontakan yang dilancarkan gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri. ü ü Mencegah terjadinya inflasi. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951. Dengan Marshall Plan maka tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa Barat. Serta bantuan militer yang diberikan pada negara-negara berkembang khususnya Asia. Bantuan akan dihentikan apabila di negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan yang mengakibatkan negara tersebut melaksanakan paham komunis. Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan ekonomi kepada negara-negara berkembang. Sejak tahun 1951 maka Amerika Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham komunis. 1) Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya. c. ü ü 3) Memberikan bahan-bahan yang diperlukan Amerika Serikat untuk kepentingan pertahanan. .a.

Negara-negara di luar Eropa terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga perkembangan perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat. yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan dengan program jangka panjang. Belanda. setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat. Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri. Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme. dan Austria). dan Amerika. Norwegia. Jepang. Afrika. pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian kecil tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa dengan negara jajahan menjadi terputus.d. Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah. Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara Eropa Barat (Perancis. Jerman Barat. Program yang dicetuskan di Colombo 1951 dengan peserta pertama negaranegara persemakmuran Inggris yang selanjutnya diikuti Amerika Serikat. Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia. Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi negara merdeka serta berusaha membangun perekonomiannya sendiri atau dengan bantuan negara lain sehingga tidak dapat membangun perekonomiannya dengan cepat. Italia. dan Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE) Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5 negara (Inggris. Colombo Plan merupakan program kerjasama bagi pembangunan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Swiss. Belgia. Luksemburg. Di bentuklah 2 badan ekonomi dunia sebagai perwujudan perkembangan sistem ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank). dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Swedia. Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh aktivitas perekonomian diatur dan dikuasai oleh negara (berpusat pada pemerintah). .

. rasionalisasi. ü Sistem ekonomi nasional Indonesia pada tahun 1950-1959 adalah liberalisme. ü Kegagalan upaya membentuk sistem ekonomi Nasional disebabkan karena saat itu fokus pemerintah adalah untuk memberantas berbagai pergolakan yang muncul di dalam negeri belum lagi ditambah usaha Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia sehingga rakyat masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. B. 1. 3. ü Upaya untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia awal kemerdekaan adalah seperti dilakukan Konferensi Ekonomi. PENGARUH SISTEM EKONOMI INTERNASIONAL BAGI INDONESIA Sistem ekonomi yang berkembang pasca Perang Dunia II adalah liberalisme dan sosialiskomunisme. dan rumah sakit. Perkembangan Perekonomian di Indonesia sebagai dampak dari berakhirnya Perang Dunia II. Tugas pokok badan ini adalah meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di daerah bekas pendudukan Jerman. UNRRA (satu bagian dari PBB) dibubarkan sebab tugas untuk memberikan bantuan pembangunan kembali negara Eropa telah dilaksanakan oleh European Reconstructions Plan atau yang dikenal dengan Marshall Plan. mengeluarkan ORI. 2. ü Pada awal kemerdekaan (1945-1950) sistem ekonomi di Indonesia adalah upaya untuk Indonesia dalam kurun waktu 1945-1949 keadaaan politik dan ekonomi Indonesia masih melakukan perubahan dari sistem ekonomi kolonial ke ekonomi nasional. dan Afrika yang rusak akibat perang. serta blokade ekonomi dari Belanda. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations). sangat kacau Indonesia belum seutuhnya merdeka dan laju inflasi sangat tinggi disebabkan karena beredarnya mata uang Jepang dan mata uang NICA yang tak terkendali. Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para ilmuwan) Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. dan yang lainnya masih saja mengalami kegagalan. Pinjaman Nasional. Bantuan yang diberikan berupa makanan. kasimo plan. alat-alat perindustrian. hewan ternak.Tugas kedua badan tersebut adalah memberi dan menyalurkan bantuan keuangan kepada negara agar dapat melakukan rekonstruksi dan pembangunan ekonomi negaranya. pakaian. hubungan dagang melalui BTC (Banking and Trading Corporation). Asia. dimana kedua sistem inilah yang dijadikan landasan kinerja pembangunan ekonomi bangsa Eropa. Sistem liberalisme bisa tertanam kuat di Indonesia karena Belanda sebagai negara yang BIDANG SOSIAL pernah berkuasa atas Indonesia merupakan negara penganut liberalisme. Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation Administration (UNRRA). bibit tanaman. mendirikan Bank Indonesia.

. ü Pembangunan ekonomi Indonesia baru mulai dilaksanakan sejak 1961-1969 dengan dilaksanakannya program pembangunan nasional sistem berencana dirasakan kehidupan masyarakat mulai membaik dan sejahtera. dan dasar kehidupan ekonomi serta politik Indonesia pasca kegagalan liberalisme. Keadaan Indonesia semakin diperparah dengan adanya pemberontakan oleh PKI sehingga keadaan ekonomi Indonesia selama Orde Lama tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Manipol adalah dokumen yang berisi tentang pokok dan program umum Revolusi Indonesia. ü Jadi sistem ekonomi komunisme yang berkembang di Uni Soviet mempengaruhi sistem dan pembangunan perekonomian Indonesia pasca Perang Dunia II.ü Landasan kinerja politik dan ekonomi liberalisme berdampak pada tidak stabilnya politik. sistem ekonomi liberal seperti yang dilakukan IMF ternyata sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi Indonesia. ü ü Kegagalan liberalisme diterapkan di Indonesia menyebabkan muncul sikap anti kolonialisme Sistem ekonomi nasional Indonesia pada tahun 1959-1969 adalah Sosialisme. pemerintahan.Sosialisme Indonesia. Pemerintah Indonesia periode 1959-1969 menggunakan Sosialisme sebagai landasan kinerja Pemerintah Indonesia periode 1959-1965 memperkuat sikap anti kolonialisme dan dan imperialisme. ü 3.Demokrasi Terpimpin. imperialisme dengan mengeluarkan Manipol (Manifestasi Politik) dan USDEK (UUD’45. ü Presiden Sukarno mengembangkan dan menerapkan sistem ekonomi terpimpin di Indonesia yang dipengaruhi gagasan dan pemikiran komunisme untuk menciptakan sosialisme versi Indonesia. Ekonomi Terpimpin. ü Berbagai langkah dilakukan dan dikeluarkan Presiden Sukarno guna menanggulangi masalah ekonomi masa ini adalah Deklarasi Ekonomi (DEKON) tetapi upaya inipun gagal sebab bantuan dana dari IMF tidak juga dicairkan (sebab Indonesia melakukan aksi Dwikora). Hal ini disebabkan karena tiap kabinet memilki masa kerja yang sangat singkat yang disertai dengan program yang selalu berganti menyebabkan kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi selalu gagal. Pemerintah Orde Lama ingin supaya di Indonesia terwujud sebuah masyarakat sosialis dan ini ditempuh dengan cara mengatasi atau melampaui feodalisme tanpa melalui kapitalisme sehingga hasilnya Indonesia mengalami kegagalan. dan Kepribadian Indonesia). Sementara itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful