P. 1
kreatif

kreatif

|Views: 34|Likes:
Published by Masy Ita

More info:

Published by: Masy Ita on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2013

pdf

text

original

Belajar kreatif telah menjadi bagian penting dalam wacana peningkatan mutu pembelajaran.

Hingga kini kreativitas telah diterima baik sebagai kompetensi yang melekat pada proses dan hasil belajar. Inti kreativitas adalah menghasilkan sesuatu yang lebih baik atau sesuatu yang baru. Hal tersebut sesuai dengan pendapatn Jeff DeGraff& dan Khaterine (2002) menyatakan bahwa Creativity is core of all the competencies of your organization because creativity is what makes something better or new. Produk baru bersifat relatif. Baru bisa bermakna sebagai hasil menyempurnakan, menambahkan, mengubah, mereposisi dari sesuatu yang ada sebelumnya sehingga sesuatu berubah menjadi lebih baik atau tampil beda. Baru juga bisa berarti tidak ada sebelumnya di dalam kelas atau di sekolah sendiri, di sini. Tidak peduli bahwa sesuatu itu sebenarnya sudah pernah ada di tempat lain. Jika kebaruan itu mencakup batas beberapa sekolah atau bahkan lebih dari itu, maka nilai kreativitasnya meningkat. Apabila guru menggunakan konsep tersebut sebagai dasar pengembangan pembelajaran, maka masalah yang dihadapinya adalah bagaimana siswa dapat berkegiatan dengan menggunakan cara yang berbeda dari sebelumnya. Memilih cara melakukan sesuatu sehingga menghasilkan model berbeda dari yang sebelumnya. Konsekuensi dari guru memerlukan data atau fakta mengenai proses dan hasil belajar sebagai bahan perbandingan. Selanjutnya data digunakan untuk menentukan indikator pembeda. Proses dan hasil belajar yang dijadikan bahan perbandingan pada prinsipnya dapat berasal dari produk siswa yang sama, internal sekolah, maupun dari sekolah lain, misalnya, dari sekolah yang mampu menghasilkan produk lebih unggul. Membandingkan proses belajar dan hasil belajar dengan produk internal disebut benchmarking internal, sedangkan membandingkan dengan proses dan hasil belajar dari luar sekolah disebut benchmarking eksternal. Peta Profil Kreativitas Jeff DeGraff dan Khaterine mengelompokkan kreativitas pada kuadran kiri dan kanan dalam diagram berikut:

Ujung dari hayalnya adalah berkarya. tak pernah kehabisan ide. Profil individu pembaharu (improve) ditandai dengan karakter yang kreativitasnya yang tak pernah surut. memiliki kesungguhan dalam berjuang serta intensif dalam mewujudkan keunggulan. Kepribadian investor mengembangkan kreasi dengan cepat sebelum kopetitor dapat melakukannya. bahkan melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang sebelumnya. memiliki karakter sangat kompleks. pejuang sejati. membangun pelayanan baru. Pribadi yang cerdas dan pekerja keras. Karena itu ia memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan keberhasilan. seperti julukannya. menciptakan tata artistik baru.Profil individu imajinif (imagine) memiliki kompetensi dalam mengembangkan kreativitas bersumber dari daya imajinasinya. dan menyempurnakannya dan merekayasa sesuatu menjadi baru atau lebih baik. Berbagai bentuk penemuan baru dalam bidang teknologi lahir dari tipe orang yang memiliki karakter seperti ini. Potensinya akan berkembang jika didukung dengan kultur lingkungan yang menghargai dengan baik percobaan. . Sesungguhnya setiap individu memiliki kemampuan menghayal. namun individu imajinatif mampu mewujudkan hayalannya dalam ide dan karya yang unik. Kelebihannya ditunjukkan dengan kemampuan merespon dengan cepat tiap perubahan. memecahkan masalah dengan cara-cara baru. fokus pada pengembangan ide-ide baru. Profil individu pembaharu. dan selalu berusaha keras tidak gagal. memodifikasi. Profil individu penanam modal (invest) menunjukkan daya kompetisi yang kuat. hingga membuat sesuatu berbeda dari sebelumnya. Individu imajinatif mengeksplorasi ide-ide baru. kemauannya kuat dan tidak pernah puas dengan hasil kerja yang diraihnya. mewujudkan produk baru. Aktivitas meniru sesuatu yang ada. Tipe pribadi ini berani kalah dan siap menang dan siap menanggung resiko. pikirannya fokus pada kebaikan yang yang akan diraihnya. melakukan langkah-langkah spekulatif.

Di sini diperlukan . dan memilih tindakan yang tepat tanpa harus menunggu keputusan yang terlalu lama. kepatuhannya pada standar terhindar dari kesalahan. berhati-hati. Orang seperti ini akan bekembang optimal jika tumbuh pada kultur yang berorientasi pada masa depan. Kekuatannya didukung pula dengan kebiasaannya tak pernah berhenti belajar. fokus pada rencana. Dengan demikian setiap tahap kegiatannya teroganisasi dengan baik. disiplin. Profil pengeram (incubate) adalah orang yang mematangkan atau mengeram ide-ide inovatif dalam dirinya sebelum gagasan direalisasikan. memahami bagaimana belajar dan membangun kekuatan. senang bereksplorasi. Profil penggagas ini tumbuh dalam interaksi kelompok. dan menyukai keragaman. Penanam Modal (Invest) mementingkan kecepatan dan keuntungan. Karakter : generalis. Profil penggagas memiliki komitmen yang kuat terhadap komunitasnya. Jika ia seorang pembisnis maka keyakinan terhadap pekerjaannya lebih daripada bisnis itu sendiri. Penggagas (Incubate) mementingkan peran minat dan kelapangan ide-ide. dan selalu memperbaharui idenya dengan cepat serta dapat menapilkannya sebagai ide dan karya nyata. Dari uraian di atas. Lebih dari itu. dan memiliki perhatian terhadap proses. menjujung tingkat kecepatan dan ketepatan yang tinggi. memahami baik situasi dan kondisi. Profil memiliki karakter bekerja dengan penuh keyakinan dan sepenuh hati. Mengembangkan kreativitas siswa dalam pembelajaran berarti mengembangkan kompetensi memenuhi standar proses atau produk belajar yang selalu terbarukan. seperti dijelaskan Jeff DeGraff dan Khaterine dapat dikembangkan ihtisar ringkas profil kreativitas individu sebagai berikut:     Imajinatif (imagine) mementingkan pencapain tujuan inovasi dan pertumbuhan. Karakter : berorientasi pada kinerja. Itu berarti bahwa bahwa pembelajaran kreatif itu membuat siswa aktif membangkitkan kreativitasnya sendiri. Ia meyakini dengan dilandasi dengan nilai-nilai hidup yang menjadi dasar hidupnya. dan menyukai tantangan. bersifat komunikatif dan menyukai belajar. Ia menghayati kedalamannya. Karakter pribadinya selalu mendapat tempat dalam kegiatan belajarnya maupun dalam pekerjaannya. fokus membangun kekuatan yang menghargai ide bersama. menyukai perubahan. tumbuh kuat dalam kebersamaan. praktis.Keunggulannya bemodalkan keunggulan berpikir yang sistematik. mengandalkan daya pikir. mengkreasi sistem dan proses. menghargai sumber daya manusia. kompeten dalam membangun dukungan. Karakter sistematik. menjunjung kebersamaan dan efektif berkomunikasi. Karakter: menyukai curah ide. konsisten terhadap standar dan peraturan yang dijadikan dasar pijakan. Lebih dari itu. melakukan pelatihan. menyadari pentingnya meningkatkan kekuatan individu melalui kelompok. menyukai teknik. berorientasi pada kekuatan komunikasi. Disain Kreatif dalam Perencanaan Belajar Pembelajaran kreatif yang membuat siswa mengembangkan kreativitasnya. Karakter seperti ini mendukung proses kerjanya berdisiplin tinggi. dan meningkatkan efektivitas fungsi organisasi. Pembaharu (improve) mementingkan kualitas dan optimalisasi.

mengembangkan stategi penilaian yang baru yang lebih variatif. Itu sebabnya. penemuan baru. Kreativitas itu merupakan produk pada level berpikir tertinggi. cara baru. teknologi baru. proses belajar dirancang sehingga siswa dapat mengembangkan pikiran atau ide-ide baru. Untuk mengembangkan siswa yang kreatif diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi sebagai berikut:       berpengetahuan tentang karakater dan kebutuhan siswa kreatif. melainkan kreasi. Memperhatikan harapan-harapan itu. memberi toleransi dan memberi kebebasan sekali pun hal itu tidak dikehendakinya jika ternyata prilaku berbeda itu menghasilkan produk belajar yang lebih kreatif.strategi agar siswa mampu menghasilkan gagasan yang baru. Segala sesuatu yang baru itu muncul dengan pemicu. eksplorasi ke wilayah sumber informasi baru. model baru atau sesuatu yang lebih baik daripada yang sudah ada sebelumnya. menjelajah forum komunikasi baru. proses belajar dapat mengasilkan produk belajar yang berbeda dari produk sebelumnya. mampu mengembangkan bahan ajar untuk sehingga menantang siswa lebih kreratif. Yang lebih penting dari itu adalah melaksanakan perencanaan belajar dalam implementasi belajar kegiatan sebagai proses kreatif dan menetapkan target mutu produk belajar sebagai produk kreatif yang inovatif. sistem kolaborasi dan kompetisi yang baru. Indikator kreativitas dalam perencanaan belajar jika guru menetapkan target-target berikut:      proses pembelajaran dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang baru bagi siswa. . maka mempersiapkan perangkat rencana pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas siswa merupakan sebuah keniscayaan baru dalam sistem pengajaran kita. disain baru. Landasannya adalah menguasai pengetahuan dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam bentuk keterampilan terbaik. mengembangkan strategi pembelajaran individual dan kolaboratif. di antaranya. proses pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh informasi terbaru. Tips Mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran Secara generik mengembangkan kreativitas siswa dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pengkondisian atau membangun iklum yang memicu berkembangnya kemampuan berpikir dan berkarya. produk belajar diekspersikan dan dikomunikasi melalui media yang kreatif. teori Bloom yang baru menempatkan to create atau berkreasi menjadi bagian penting penyempurnaannya sehingga ranah kognitif tidak diakhiri dengan evaluasi. strategi belajar yang baru yang lebih variatif. karena tumbuh dari informasi yang baru. terampil mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah. terampil mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Salah satu model pengembangan kreativitas adalah menggunakan pertanyaan untuk menantang proses berpikir level tertinggi sesuai dengan konsep mengembangkan ide-ide kreatif dan karya kreatif dan inovatif. menunjukkan ego yang kuat.         terbuka terhadap pengalaman baru. seperti:     Ada ide baru? Setelah memahami konsep ini apakah Anda memiliki ide baru? Setelah memperhatikan cara kerja untuk menyelesaikan tugas itu. Ada kebiasaan-kebiasaan yang baik yang guru tumbuhkan. adakah sesuatu yang hidup dalam hayalanmu? . penuh energi. siswa kreatif memiliki sifat-sifat yang berani sehingga kadang-kadang berprilaku berani menentang pendapat. pengembangan kreativitas siswa melalui pembelajaran memerlukan iklim atau kultur yang menunjang. Menurut hasil studi Utami Munandar (1997) ciri-ciri siswa kreatif adalah. Untuk mengembangkan kecakapan ini guru dapat menggunakan berbagai pertanyaan. Di samping sifat tersebut dilihat dari pengalaman penulis mengajar.Di samping kebutuhan kompetensi guru. dan mengingat dengan baik. kelenturan dalam sikap kebebasan dalam ungkapan diri menghargai fantasi minat dalam kegiatan kreatif. memiliki tingkat kepercayaan diri terhadap gagasan sendiri. mandiri dan menunjukkan inisiatif. kemandirian dalam memberi pertimbangan. menunjukan minat yang sangat kuat terhadap yang menjadi perhatiannya namun pada saat yang berbeda mengabaikannya. apakah ada yang dapat kita sempurnakan sehingga akan menjadi lebih baik? Pertanyaan itu akan lebih variatif manakala disesuaikan profil kreatifitas siswa. bertindak semau gue. Sifat-sifat tersebut sering bertentangan dengan yang guru harapkan. rajin. Guru mengharapkan siswa sopan. Profil individu imajinif (imagine) dapat dikembangkan dengan menggunakan model pertanyaan berikut:  Setelah membaca itu. menyelesaikan tugas sesuai dengan yang guru targetkan. maka sering terjadi prakarsa kreatif siswa tidak mendapat dukungan guru. memerlukan kebanggaan atas karyanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prilaku siswa kreatif tidak selalu seperti prilaku yang guru harapkan sehingga sering terjadi guru tidak menujang tumbunya kreativitas siswa. bersikap kompromis. Karena ciri anak berbakat dengan sifat-sifat siswa yang guru kehendaki berbeda. adakah proses yang dapat kita sempurnakan sehingga prosesnya menjadi lebih baik? Memperhatikan contoh-contoh itu. tidak selalu bertentangan pendapat dengan guru. ulet. percaya diri.

apa yang masih dapat kita kembangkan agar karya itu menjadi lebih baik. Jakarta. Lawrence.com/home/?p=9352 . adakah ide baru yang hendak kamu wujudkan? Bisakah kalian rumuskan gagasan baru yang menurut kalian berbeda dengan yang telah kalian pelajari. (Admin). Creativity at Work: Developing the Right Practices to Make Innovation Happen. bagaimana rencananya? Profil pengeram ide (incubate) dapat dipicu dengan model pertanyaan berikut:     Apakah kamu yakin bahwa kegiatan itu akan lebih efektif. Selanjutnya. Kreativitas dan Keberbakatan. http://gurupembaharu. PT Gramedia Utama. apa kelebihan ide yang akan kamu terapkan? Siapakah sebaiknnya yang akan kamu libatkan? Bagaimana mereka haru bekerja? Keunggugulan apa yang akan benar-benar kalian wujudkan? Beberapa model pertanyaan itu dapat terus ditingkatkan kesulitannya sejalan dengan berkembangnya kebiasaan baik siswa yang selalu berusaha untuk mendapatkan proses yang lebih baik dengan hasil yang lebih baik lagi. kalian punya ide? Profil individu pembaharu (improve) dapat dipicu dengan model-model pertanyaan berikut:      Perhatikan hasil karya itu.  Setelah melihat percobaan yang unik itu.2002. keunggulan seperti apa yang harus dapat kita wujudkan? Bagaimana prosesnya dan seperti apa hasil yang ingin kita buat? Bisakah kita menghasilkan yang lebih baik daripada yang dapat dilakukan oleh kelas lain? Apa yang dapat kita lakukan agar kita bisa selesai lebih cepat dan lebih baik.2002. Apakah kamu punya cara untuk mengkomunikasikan karya itu supaya jauh lebih menarik perhatian orang-orang? Dapatkan kamu sempurnakan alat itu lebih kuat dan orang lebih mudah menggunakannya? Bisakah kamu menyelesaikan tantangan itu lebih cepat daripada yang dilakukan orang-orang? Bisakan kita jamin bahwa usaha itu tidak akan gagal. Profil individu penanam modal (invest) dapat dipicu dengan model pertanyaan berikut:    Itulah yang dilakukan oleh temanmu dari sekolah lain. San Utami Munandar. Referensi: Jeff Degraff &Katherine A. Jossey-Bass a Wiley Company. University of Michigan Business School Management Series.

sensitivitas.hasil. pembentukan gagasan. reflects a rare capacity for developing insights. pengujian hipotesis tersebut. siswa telah belajar matematika dengan baik dan memahami materi pelajaran yang dikerjakannya dan akhirnya siswa berhasil mencari pemecahan dari masalah yang disediakan. Aktivitas-aktivitas pembelajaran yang diharapkan bukan hanya sekedar mendengarkan. siswa memperoleh pengetahuan. mendefinisikan berfikir kretif sebagai proses penyadaran adanya gap. Kreativitas belajar Salah satu tafsiran tentang hakikat kreatifitas dikemukakan oleh Ausubel. Pembahasan Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati. pengkomunikasian hasil. Berdasarkan eksperimen Maltzman. Berdasarkan rumusan itu. Thorrance misalnya. gangguan atau unsur. Setelah siswa berhasil mencari pemecahan masalahnya siswa akan merasa senang karena merasa bahwa mereka dapat mengikuti pelajaran matematika dengan baik dan dapat memotivasi mereka untuk selalu turut aktif dalam pembelajaran matematika. akan tetapi siswa dituntut untuk aktif berfikir. mencari dan mengolah data. Dengan bekerja. mencatat.. dan apresiasi melebihi seseorang yang tergolong intelegen. Akibatnya mau tidak mau siswa harus ikut andil didalamya dan turut serta aktif dalam pembelajaran.4. Dengan menerapkan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. dari jenjang yang rendah sampai pada jenjang yang tinggi. dan keterampilan serta perilaku lainnya termasuk sikap dan nilai. siswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk memecahkan masalah yang disediakan oleh guru. Banyak pakar yang mendiskusikan kreativitas sebagai hasil berfikir kreatif atau pemecahan masalah. sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan aktivitas (keaktifan) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. ternyata latihan (belajar) menambah kreativitas. Untuk dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dapat menggunakan metode pemecahan masalah.. Secara tidak langsung selama siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mencari pemecahan masalah. penuh dengan rumus-rumus dan angka-angka. sensitivities. baik aspek keluwesan maupun aspek keaslian dan jumlah. mungkin juga pengujian kembali atau perbaikan hipotesis.unsur yang keliru. berkomunikasi. dimana siswa belajar sambil bekerja. dan akhirnya menyimpulkan.gagasan atau hipotesis. Dalam pembelajaran matematika yang notabennya banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sulit. . ang appreciations in a circumscribed content area of intelectual or artistic activity. Sehubungan dengan hal tersebut. maka seseorang yang kreatif adalah yang memiliki kemampuan pemahaman. Siswa harus mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir sesuai dengan langkah-langkah yang ada dalam metode pemecahan masalah agar dapat memecahkan soal yang diberikan. kemudian menghafal materi pelajaran. Karena metode pemecahan masalah adalah serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. pemahaman. sehingga sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa sudah menyerah dan merasa tidak akan mampu menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan. hal ini mengakibatkan siswa menjadi tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. sebagai berikut: Creative achievement .

Andi: Yogyakarta.go. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. yang sebelumnya mungkinbelum terdapat. dkk. JICA:. Karena dengan metode pemecahan masalah aktivitas dan kreativitas belajar siswa dapat terlihat dari proses pembelajaran yang memang mensyaratkan mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan berfikir kreatif dalam memecahkan masalah yang ada. Kemampuan untuk berfikir mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan kemampuan untuk menyelesaikan langkah-langkah pemecahan yang ada inilah yang dapat meningkatkan kreativitas berfikir siswa.Bandung. Begitu juga dalam penggunaan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. 2001.php?option=com_content&view=article&id=2011:upaya-meningkatkanaktivitas-dan-kreativitas-siswa-dalam-pembelajaran-matematika-di-sekolah-dasar-dengan-metodepemecahan-masalah&catid=159:artikel-kontributor . Hamalik. Oemar. Dalam penyelesaian masalah tersebut harus mengacu pada langkah-langkah yang ada. 2003. Walgito. Daftar pustaka Hamalik. Simpulan Untuk dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika disekolah dasar diperlukan metode pemecahan masalah. Untuk dapat mencari pemecahan dari permasalahan yang disajikan. Kurikulum dan Pembelajaran. 2003. Erman. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.id/index. http://dikti. Suherman. Bumi Aksara: Jakarta. Oemar. Bimo. Siswa dituntut untuk memecahkan masalah yang disajikan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan.Metode Pemecahan Masalah dan Kreativitas Belajar Seseorang atau organisme dalam mencari pemecahan terhadap masalah yang dihadapi akan dapat menemukan sesuatu yang baru. Hal ini berkaitan dengan berfikir kreatif (creative thinking). Timbulnya hal baru tersebut secara tiba-tiba dan berkaitan dengan insight. Pengantar Psikologi Umum. Dengan berfikir kreatif orang menciptakan sesuatu yang baru. 1994. Dalam metode pemecahan masalah siswa dihadapkan pada serangkaian aktivas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Bumi Aksara: Jakarta. siswa terlebih dahulu harus memikirkan mengenai kemungkinan-kemingkinan yang akan terjadi dari setiap langkah yang dilakukannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->