Terminologi

Arsitektur menurut kamus Oxford : art and science of building; design or style of building(s). adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Pengertian ini bisa lebih luas lagi, arsitektur melingkupi semua proses analisa dan perencanaan semua kebutuhan fisik bangunan,namun dalam bahasan situs ini,penulis membatasi pada pengorganisasian perancangan bangunan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu rancang interior / eksterior, rancang asesoris dan pernik-pernik produk pelengkap. Arsitektur juga merujuk kepada hasilhasil proses perancangan tersebut.

Kriteria dan Batasan

Pameo mengatakan: Architecture is silent language. Arsitektur merupakan bahasa yang tidak terucapkan ,namun dapat dimengerti para pemakainya Buku De Architectura merupakan karya tulis rujukan paling tua yang ditulis Vitruvius, dalam buku itu diungkapkan bahwa bangunan yang baik haruslah memiliki aspek:    Keindahan / Estetika (Venusitas) Kekuatan (Firmitas) Kegunaan / Fungsi (Utilitas);

Arsitektur adalah penyeimbang dan pengatur antara ketiga unsur tersebut, dimana semua aspek memiliki porsi yang sama sehingga tidak boleh ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis. Arsitektur adalah bidang multi-disiplin ilmu, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, ekonomi,sosial,politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Diperlukan kemampuan untuk menyerap berbagai disiplin ilmu ini dan mengaplikasikannya dalam suatu sistematika yang integral. Vitruvius menyatakan, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menekankan perlunya seorang arsitek memahami sosial,kedokteran,hukum,ekonomi,filsafat, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, strukturalisme, post-strukturalisme, dan fenomenologi adalah beberapa pengaruh filsafat terhadap arsitektur.

Teori dan Praktek

Teori sangatlah penting untuk menjadi landasan acuan, walaupun juga tidak boleh mendominasi secara ekstrim. Kenyataanya, banyak arsitek mengabaikan teori dalam perencanaan dan perancangan. Vitruvius juga berkomentar: "Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya yang didapatkan dalam proses perenungan, dalam proses mendayagunakan bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang tidak memiliki landasan teori kuat tidak akan dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya berpegang kepada "imajinasi" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan". Sejarah Arsitektur terbentuk karena adanya kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan kebutuhan ini menuntut perlakuan/cara menyikapi obyek(bahan bangunan yang tersedia dan

Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Brunelleschi. Ecole des Beaux Arts di Prancis pada abad 19 mengkader calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa mengiraukan konsep yang kontekstual. dan sarana rekreasi pun bermunculan. Pada tahap ini. Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural.teknologi konstruksi). Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. dan estetis. Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi bahan-bahan bangunan buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri.Michaelangelo.moral. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian sampai sekarang masih diterapkan di banyak tempat di dunia. tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman. sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Tipologi bangunan baru seperti sekolah. Namun pada saat itu. menjadi terjangkau melalui produksi massal. Konsep perencanaan kurang mengindahkan sejarah dan condong kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa. melainkan oleh para seniman/ ahli keterampilan bangunan yang dihimpun dalam satu asosiasi untuk mengorganisasi proyek. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual . sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menafikan sejarah masa lalu dan cenderung menempatkan arsitektur sebagai perpaduan skill . rumah sakit. Masyarakat lebih banyak terkonsentrasi di daerah pedesaan dan didominasi pola hidup pertanian. Peran Arsitek menjadi sangat penting dan dianggap sebagai "kepala/pimpinan".Kemudian timbullah surplus produksi. Leonardo da Vinci . antara lain karena kekurangan makna. arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Tuntutan kebutuhan masyarakat akan bangunan dan tipologinya pun meningkat. humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama. Revolusi Industri menggerakkan perubahan yang sangat drastis yang membuka diri bagi masyarakat luas. bangunan di berbagai tempat memiliki bentuk yang mirip/cenderung tipikal.seni. Keadaan tersebut menimbulkan perlawanan dari seniman maupun arsitek pada awal abad ke-20. Ketika Arsitektur Modern mulai dikembangkan. antara lain. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba. seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum. masyarakat umum mulai jenuh menerima arsitektur modern pada tahun 1960-an. arsitek. ia merupakan sebuah elit terkemuka berlandaskan filosofis. Sementara itu. ia semata-mata melanjutkan tradisi. Kemudian dikenal istilah "arsitek aristokratik" yang lebih suka melayani bouwheer (owner/Client) yang kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Setelah itu.dan kultus individu pun dimulai. Pada masa Renaissance (pencerahan). dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang mengilhami Arsitektur Modern. dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Perkembangan jaman yang diikuti revolusi berbagai bidang ilmu (misalnya engineering). Gaya-gaya arsitektur berkembang. dan teknologi. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek. Dulunya produkproduk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mewah. Contohnya. atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. atau Vaastu Shastra dari India purba. menuntut para arsitek untuk mengadaptasi fokus dari aspek teknis bangunan kepada estetika (keindahan bentuk). . bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek perorangan. improvisasi. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi massal yang sederhana dan relatif murah sehingga mudah diperoleh. sehingga estetika dapat dinikmati oleh masyarakat kelas menengah. Tidak ada ciri khas ataupun keunikan bangunan Arsitektur Modern ini. dan penemuan bahan-bahan bangunan baru serta teknologi. Dampaknya.

Design Methodology Movement yang melibatkan tokoh-tokoh Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih terbuka dalam perancangan.sedangkan bangunan lain. antara western dengan timur.Mereka berharap bahwa arsitektur merupakan bahasa yang komprehensif untuk menjadi media antara kebutuhan dan pelaksanaan proyek. 1 . Analisa terperinci dalam berbagai bidang seperti behaviour. Keahlian arsitek hanya dibutuhkan dalam pembangunan bangunan berskala besar. dan antara arsitek dengan bidang terkait lainnya. serta kesan-kesan psikologisnya. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur.arsitek peranakan jawa-belanda banyak mendominasi bangunan Belanda di Semarang. Sebagian arsitek berusaha menghilangkan kesan buruk ini dengan menampilkan Arsitektur Post-Modern yang membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual. sedang di negara maju diproduksi secara "massal" sebagai produk tipikal seperti orang memproduksi baju. di kota Semarang.dll. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. meski dengan mengabaikan konsepnya.keseragaman. environment. Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan. arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. karya Thomas Kaarsten . Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan arsitek antara owner dengan arsitek. Namun demikian. melainkan haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan mengunakan teknologi untuk mewujudkan lingkungan yang dapat dihuni. Peran arsitek. atau bangunan yang memiliki makna ekonomi/ budaya / politis yang penting.kemandulan. antara maskulin (bangunan dengan struktur lebih dominan) dan feminin (kecantikan eksterior dominan ). Tetapi kenyataannya. hanya karena masalah biaya dan prosedural. yang dianggap sederhana ataupun berskala kecil mungkin cukup dirancang oleh mandor-mandor yang mendapatkan ilmunya dari proses pengalaman empirikal di lapangan. Misalnya. tidak pernah mendominasi dan tidak pernah terlepas dari masyarakat sebagai pribadi bebas. banyak sekali bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau mandortukang batu di negara-negara berkembang. Sedangkan kalangan lain baik arsitek maupun non-arsitek menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Arsitek sering disisihkan dalam pembangunan.arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. yang kuno dengan yang baru . selalu turun-naik mengikuti perkembangan jaman. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofi atau estetika secara perorangan. Kesimpulan Bangunan adalah hasil karya manusia yang paling nyata. Contohnya. dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan. Arsitektur Post Modern ini lebih dikenal sebagai arsitektur yang "mengawinkan" dua code/langgam/style.habitat. dan merupakan kebutuhan utama manusia. sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu yang solid.Dan hasilnya adalah sebuah output yang disebut arsitektur. antara yang antik dan modern.

atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Dalam artian yang lebih luas. dan psikologis. sejarah. sains. desain perabot dan desain produk. arsitektur berkembang menjadiketrampilan. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik. meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Vitruvius berujar: "Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. . Ruang lingkup dan keinginan Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang). Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. dandekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang memengaruhi arsitektur. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan". dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. estetika. ia memiliki senjata ganda. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan. mulai dari level makro yaitu perencanaan kota. Ini semua tidak lepas dari konsep pemikiran dasar bahwa kekuatan utama pada setiap Arsitek secara ideal terletak dalam kekuatan idea. bangunanyang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas). dsb. Rasionalisme. Mengutip Vitruvius. dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". seni.Arsitektur Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Sejarah Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif. "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba. arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut. Kekuatan (Firmitas). empirisisme. Arsitektur adalah bidang multi-dispilin. arsitektur lansekap. post-strukturalisme. termasuk di dalamnya adalah matematika. teknologi. dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). fenomenologi strukturalisme. improvisasi. dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis. dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas). hingga ke level mikro yaitu desain bangunan. keamanan. dsb). Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. humaniora. Teori dan praktik Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. filsafat. Namun. dan sebagainya. astronomi. politik. arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan. Dalam definisi modern. arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi. perancangan perkotaan.

dan kultus individu pun dimulai. sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni.Michaelangelo. Sementara itu. keseragaman. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Namun. dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi. Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering). kemandulan. antara lain. Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum. Pada masa Pencerahan. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal. Pada abad ke-19. seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum. tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilanbangunan untuk mengorganisasi proyek. dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern. dan sarana rekreasi pun bermunculan. Brunelleschi. ketrampilan. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia. arsitek. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman. Setelah itu. dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan. ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral. maupuninsinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini. Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih caloncalon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya. antara lain karena kekurangan makna. Namun pada saat itu. Tipologi bangunan baru seperti sekolah. menjadi terjangkau melalui produksi massal. bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. filosofis. dan estetis. sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. rumah sakit. Kemudian timbullah surplus produksi. humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama. Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. ia semata-mata melanjutkan tradisi. dan teknologi. seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual . Gaya-gaya arsitektur berkembang. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius. atau Vaastu Shastra dariIndia purba.Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting. keburukan. Leonardo da Vinci . serta . Produkproduk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi. Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master".

sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini. Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun. dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan. lingkungan. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. meski senantiasa berubah. tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Kesimpulan bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan. sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu. Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan. Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual. kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang. atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. meski dengan mengorbankan kedalamannya. Peran arsitek.dampak-dampak psikologisnya. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku. melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia seharihari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur.arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Namun demikian. Contohnya. 2 . Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit. namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.

Ia terobsesi pada yang tinggi. Farabi Fakih menunjukan bahwa membangun ibu kota dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ternyata tak mudah. Jakarta yang pedesaan. itu terjadi ketika Indonesia masih tertatihtatih baru saja lepas dari penjara kolonial. Kerja yang membutuhkan ketrampilan. yang steril dari kolonial. Dalam buku itu Lombar mengatakan kekuasaan Indonesia jaman Soekarno berkuasa bersifat konsentris. Indonesia yang dia bayangkang tak jauh beda dengan bayangannya pada bangunan. Jakarta yang sangat modern. Ya. Ia bangun Sarinah. Indonesia yang terus terjadi gejolak seperti yang terjadi dalam satu dekade ia memimpin. Istiqlal yang megah dengan pancuran airnya dijadikan tempat mandi umum. Itulah obesisinya. Ia suka bangunan yang menjulang. Biar dunia kagum dan takjub melihatnya. Semua yantg berbau kolonial ia tanggalkan. Sebagaimana mentalitas. Sebagaimana yang dikatakannya. ia sulat diubah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bangunan estetis bernama Indonesia. Tengah adalah tumpuan dari bangunan-bangunan pinggir. Tapi juga keindahan bentuk dan perpaduan komposisi ruang. Farabi Fakih tersirat membuktikan obesisi Soekarno. Indonesia yang pada masa itu masih tertatih-tatih membangun. Sebuah model kekuasaan warisan dari kerajaan-kerajaan yang pernah hidup di Jawa. Mentalitas tradisional masih melekat pada warga Jakarta. Ia mimpikan Jakarta sebagai ibu kota yang modern dengan bangunan menjulang. Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Jakarta (Indonesia) hendak diubahnya. Ini mengingatkan fungsi pancuran pancuran kali di pedesaan-pedesaan yang dijadikan tempat mandi. Jakarta yang metropolitan. sebagaimana teks proklamasi. Indonesia yang berpusat pada Jakarta. Indonesia yang dibangun dari pelbagai materi bernama bangsa-bangsa. Sebuah foto menarik ada dalam buku ini. Bangunan yang menjulang. Bilangan Tamrin dan Sudirman ia sulap dengan deretan gedung-gedung tinggi. Ia inginkan Indonesia yang baru. Indonesia yang belum final. yang bertumpu pada banhgunan di tengah. Meski dalam beberapa hal. “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Jakarta yang sangat tradisional. Buku ini menjelaskan segala hal ihwal konsep Soekarno mengenai arsitektur dalam bayangannya.Soekarno Sang Arsitek Jakarta Soekarno sang arsitek. Ia ingin Jakarta sebagai pusat Indonesia dipenuhi gedunggedung tinggi. Faktor dan lain-lain. Tinggi menjulang seperti mersusuar yang bisa dilihat dari segala penjuru. Bayangkan bahwa di sisi luar bangunan yang jadi tumpuan bangunan menjulang itu wilayah luar Jakarta. kedekatannnya pada Jepang. nasionalismenya disangsikan. Apa yang ditulis Farabi Fakih ini mengingatkan pada gagasan Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya 3. Ia jadi tukang insinyur setelah menyelesaikan pendidikannnya di ITB Bandung. Indonesia yang mirip mersusuar. ia bangun Istiqlal. Biar mata dunia tertuju pada ibu kota Indonesia yang masih balita. Sebagaimana ia suka berpidato membakar emosi massa di podiumnya. yang dilupakan Soekarno. Contoh konkret gagasan ini dapat dilihat dari arstektur Monumen Nasional. Ia bayangkan Indonesia yang bisa dilihat dari segala penjuru. Indonesia yang dibangun menurut perpaduan komposisi kekuasaan dari Sabang sampai Merauke. Ia tukang. ia bangun Monumen Nasionanal. Semuanya ditujukan membentuk bangunan yang estetis di mata dan benaknya. Bangunan yang menggapai-gapai langit. Indonesia yang dalam bayangan Soekarno diminta melaju pesat menuju modernitas sekaligus nasionalis. Ia tukang insinyur yang nasionalis. Model kekuasaaan sekaligus arsitek yang memusat di tengah. Kerja yang tak semata menyusun bermacam-macam material untuk menjadikannya sebuah bangunan kokoh. Bayangkan tempat tumpuan bangunan yang menjulang itu Jakarta. . Ia bangun Hotel Indonesia. Soekarno juga dikenal sebagai arsitek Indonesia.

. Jakarta masih menjadi barometer Indonesia.Bagi saya. Ini semua warisan para arsitek Indonesia. Indonesia yang modern hanya terjadi dalam visual belum pada mentalitas. di Jakarta. apa yang diwariskan Soekarno pun masih bisa dilihat di hari ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful