2011/2012 MAKALAH SEJARAH

ARMANDO SEPTIAN SIMBOLON XII IPA 1
SMA NEGERI 2 KEJURUAN MUDA
2011/2012

Bidang Ekonomi Dalam bidang ekonomi ternyata perang dingin juga membawa dampak positif pada perekonomian dunia. sementara negara yang modalnya terbatas keuntungannya juga kecil. Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara menginvestasikan modal mereka ke negara-negara berkembang yang upah buruhnya masih relatif rendah. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir. Namun siapa sangka bahwa hal diatas juga berdampak baik bagi negara yang ditempati untuk membuka usaha para pemilik modal. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut. perlombaan nuklir dan persenjataan. dan tilik sandi. Pertumbuhan ekonomi di negara itu juga akan tumbuh pesat. dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947-1991. ideologi. Itu semua memacu tiap negara untuk terus mengembangkan pertahanan negaranya masing-masing. pertahanan. masing-masing negara mulai meningkatkan persenjataannya. Dengan adanya negara super power. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Karena itu munculah istilah globalisasi ekonomi di masyarakat. Sehingga pemilik modal besar mendapatkan keuntungan besar. Mereka melakukan hal ini agar tidak kalah dengan negara besar. Dampak positif di tiap bidang : 1. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer. Baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja. ketegangan. Dengan begitu persaingan senjata semakin maju dan berkembang pesat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah beberapa tindakan seperti misalnya menyatukan mata uang. Sehingga keuntungan mereka juga melambung tinggi. dan banyak lagi.DAMPAK PERANG DINGIN Dampak Positif Selama Perang Dingin berlangsung perkembangan IPTEK maju pesat karena kedua Blok ini banyak melakukan pengembangan dan mempunyai hasil yang sangat bagus terutama masalah eksplorasi luar angkasa. yang akhirnya tidak terjadi. militer. maka perekonomian dunia banyak dikuasai oleh para pemegang modal. Bidang Militer Karena adanya rasa iri di antara negara. Pada saat itu negara pemilik modal yang berlombalomba untuk menguasai dunia perekonomian.negara yang berseteru. 2. psikologi. dan pengembangan teknologi. secara tidak langsung juga membawa unsur politik didalamnya. industri. . Jadi keduanya diuntungkan dalam usaha ekonomi ini. Contoh yang sangat terlihat adalah negara-negara di kawasan eropa yang menyatukan mata uang mereka menjadi euro.

karena itu rakyat menyetujui peresmian HAM itu sendiri. . Pemerintah bersedia mengeluarkan dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka. teknologi di era modern bukan lagi urusan individu atau komunitas berskala kecil. selama Perang Dingin berlangsung masyarakat mengalami ketakutan akan perang nuklir yang lebih dahsyat dari perang dunia kedua. 2. militer. ataupun ekonomi dan bentuk kesadaran nasional untuk menggali sumber-sumber alam yang ada. Bidang Sosial Budaya. Dengan adanya HAM. Karena untuk meningkatkan gengsi negara mereka maka mereka sama-sama berlomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Hasilnya. kita tidak akan tahu bagaimana bentuk tata surya kita. Ini adalah suatu organisasi pertahanan yang kira-kira menyetujui tentang perjanjian bahwa apabila salah satu negaranya diserang maka dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Mungkin jika tidak ada perang dingin. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin. rakyat semakin percaya akan adanya demokrasi dan tidak ada lagi penindasan bagi kaum lemah. Secara langsung adanya undangundang tentang HAM mulai diakui. Ini juga bertujuan untuk mewujudkan produksi barang dengan skala yang besar. Dampak Negatif Perang Dingin ini juga membawa dampak yang negatif pula. 5.3. Dampak negatif di tiap bidang : 1. Saat itu memang sempat beredar rumor bahwa uni soviet sudah meletakkan nuklir-nuklirnya di kuba dan diarahkan ke Amerika. Amerika kemudian menandatangani terbentuknya NATO. Negara ini mengalami perpecahan karena adanya 2 paham yang berbeda berlaku di negara ini. 4. Di negara-negara maju. namun dengan adanya perang dingin ini secara tidak langsung juga berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan keruang angkasaan kita. Setelah mengetahui hal ini maka pemerintah Uni Soviet menarik kembali rudal-rudal nuklirnya dari Kuba. Luar angkasa Perang dingin ini juga membawa pengaruh besar pada perkembangan keruangangkasaan yang kita miliki. yaitu Jerman Baran yang beribukota di Bonn dan Jerman Timur yang beribukota di Berlin. maka masyarakat dunia mengalami ketakutan yang luar biasa akan adanya kemungkinan perang nuklir yang sebenarnya oleh kedua negara yang bersengketa itu. Teknologi Pada masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. yaitu liberal yang dianut jerman barat dan Komunis yang dianut jerman timut. Terlepas dari siapa yang pertama kali mengabarkan berita ini. kita semua menjadi tahu bahwa sebenarnya kita ada pada tata surya apa. Menyebarnya isu-isu HAM mulai sedikit demi sedikit mengglobal. kemudian bagaimana bentuknya. Teknologi modern mempunyai tujuan-tujuan nasional pada wilayah ideologi. Pada periode ini tumbuh disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat. Bidang Militer Dengan adanya senjata nuklir yang dikembangkan secara pesat oleh kedua negara. Mendapat ancaman nuklir seperti itu Amerika tidak tinggal diam. Pada saat itu kedua negara yang bersengketa saling berlomba-lomba menunjukkan kepada dunia bahwa negara merekalah yang paling baik dengan menyebarkan doktrin-doktrin yang mereka miliki. Bidang Politik Dampak dalam bidang politik dapat kita lihat dari dibangunnya tembok berlin di Jerman sebagai batas antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Dalam perang dunia kedua negara ini memang sudah terbagi menjadi 2.

negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA). Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967. Philippina. Kemudian tembok ini sangat dikenal orang sebagai simbol bagi perang dingin. South East Asia Treaty Organization (SEATO) dan Asia and Pacific Council (ASPAC). Dilatarbelakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat itu. Selain itu di tembok ini. South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta mendorong pembangunan di kawasan. Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan. Namun karena saat itu terjadi perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Kerena itu Uni soviet mendanai dan mendukung untuk membangun sebuah tembok yang berada di kota berlin yang menyebabkan terbelahnya kota itu. konflik kepentingan juga pernah terjadi diantara sesama negara-negara Asia Tenggara seperti “konfrontasi” antara Indonesia dan Malaysia. Indonesia mengambil keterpurukan ekonomi. Indonesia (MAPHILINDO). banyak orang Jerman timur yang memutuskan untuk hijrah ke Jerman barat. menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar paska Perang Dunia II. kawasan ini pernah dijuluki “Balkan-nya Asia”. ASEAN 1. Uni soviet merasa tersinggung dengan adanya orang-orang pindah ke Jerman Barat. Dampak Perang Dingin bagi Indonesia :   Sistem politik-ekonomi Indonesia telah dibawa pada arus komunisme-sosialisme pada masa Orde Lama. Malaya. uni soviet juga menyiagakan tentaranya agar menembaki orang-orang yang masih berani untuk menyebrang. Pada masa akhir dua kepemimpinan di atas. Jerman barat mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat daripada Jerman timur. Latar Belakang dan Sejarah Kawasan Asia Tenggara yang secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai strategis. Sementara pada masa Orde baru berkembang liberalisme-kapitalisme. Karenanya. Pertemuan-pertemuan konsultatif .Dalam perjalanan pemerintahannya. Oleh sebab itu. Persaingan antar negara adidaya dan kekuatan besar lainnya di kawasan antara lain terlihat pada Perang Viet Nam. Disamping itu.

Harapan tersebut dituangkan dalam Visi ASEAN 2020 di Kuala Lumpur tahun 1997. Singapura dan Thailand menandatangani Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok. Kamboja diterima sebagai anggota penuh ASEAN pada upacara penerimaan resmi di Ha Noi tanggal 30 April 1999. tanggal 23-28 Juli 1997. Pencapaian Komunitas ASEAN semakin kuat dengan ditandatanganinya “Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015” oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu. 2. Menjelang abad ke-21. Malaysia. maka cita-cita para pendiri ASEAN untuk mewujudkan ASEAN yang mencakup sepuluh negara Asia Tenggara (visi ASEAN-10) telah tercapai. Malaysia. Untuk merealisasikan harapan tersebut. tahun 2004. Dalam kaitan ini. ASEAN menyepakati untuk menyusun semacam konstitusi yang akan menjadi landasan dalam penguatan kerjasamanya. Pada saat berlangsungnya KTT ke-10 ASEAN di Vientiane. diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis di tahun 2020. Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. para Pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.yang dilakukan secara intensif antara para Menteri Luar Negeri Indonesia. Organisasi ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. yang antara lain mencakup kesadaran perlunya meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian sejarah dan budaya. Filipina. Selanjutnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. proses penyusunan Piagam ASEAN dimulai sejak tahun 2006 melalui pembentukan Eminent Persons Group dan kemudian dilanjutkan oleh High Level Task Force untuk melakukan negosiasi terhadap draft Piagam ASEAN pada tahun 2007. serta memajukan perdamaian di tingkat regional yang masih pada tahap kooperatif dan belum bersifat integratif. konsep Komunitas ASEAN mengalami kemajuan dengan disetujuinya tiga Rencana Aksi (Plan of Action/PoA) untuk masing-masing pilar yang merupakan program jangka panjang untuk merealisasikan konsep Komunitas ASEAN. ASEAN menyepakati untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka. Viet Nam diterima menjadi anggota ke-7 ASEAN dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri (AMM) ke-28 pada tanggal 29 – 30 Juli 1995 di Bandar Seri Begawan. 13 Januari 2007. Singapura dan Thailand menghasilkan rancangan Joint Declaration. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini. Indonesia menjadi penggagas pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN dan memainkan peran penting dalam perumusan dua pilar lainnya. Laos dan Myanmar diterima sebagai anggota penuh ASEAN melalui suatu upacara resmi pada tanggal 23 Juli 1997 dalam rangkaian Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke30 di Subang Jaya. Dengan diterimanya Kamboja. lima Wakil Negara/ Pemerintahan Asia Tenggara yaitu Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia dan para Menteri Luar Negeri Indonesia. Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas 3 (tiga) pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community/ASC). Proses perluasan keanggotaan ASEAN hingga tercapainya ASEAN-10 adalah sebagai berikut : 1. Deklarasi tersebut menandai berdirinya suatu organisasi regional yang diberi nama Association of Southeast Asian Nations/ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Filipina. KTT ke-10 ASEAN juga mengintegrasikan ketiga Rencana Aksi Komunitas ASEAN ke dalam Vientiane Action Programme (VAP) sebagai landasan program jangka pendek– menengah untuk periode 2004-2010. dalam Sidang Khusus Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta. Laos. . Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). damai. saling peduli. 3. Filipina. kemajuan sosial. 4. Seiring dengan upaya perwujudan Komunitas ASEAN. dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya. ASEAN mengesahkan Bali Concord II pada KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui pembentukan Komunitas ASEAN (ASEAN Community). stabil dan sejahtera.

Setelah melewati proses perundingan yang panjang. dan sosial budaya. Filipina. proses penyusunan Piagam ASEAN mulai digulirkan melalui pembentukan Eminent Persons Group (EPG) on the ASEAN Charter yang menyusun rekomendasi bagi penyusunan Piagam tersebut. Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Deplu pada saat itu. melalui Cebu Declaration on the Blueprint of the ASEAN Charter para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN kemudian menginstruksikan para Menlu untuk membentuk High Level Task Force on the drafting of the ASEAN Charter (HLTF). ASEAN juga menyusun blueprint (Cetak Biru) dari ketiga pilar komunitas politik keamanan. prinsip. kesepuluh negara ASEAN perlu untuk meratifikasi dan menyampaikan notifikasi kepada Sekretariat ASEAN. Selanjutnya. dalam KTT ke-13 ASEAN tanggal 20 November 2007 di Singapura negara-negara anggota ASEAN telah menandatangani Piagam ASEAN. yang dikenal sebagai Alatas’ paper sebagai basis pembahasan EPG. telah ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam rangkaian perundingan HLTF ini. . yang merupakan program aksi untuk memperkuat kerjasamanya. Proses penyusunan Piagam ASEAN diawali pada tahun 2006 dengan disepakatinya Kuala Lumpur Declaration on the Establishment of ASEAN Charter pada KTT ASEAN ke-11. ASEAN memulai penyusunan Piagam ASEAN yang telah dimandatkan dalam Vientiane Action Programme (VAP). peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian. Kelompok para tokoh terkemuka ini dimandatkan untuk menyampaikan rekomendasi mengenai elemen-elemen yang kiranya perlu dimuat dalam Piagam kepada para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN.Pada usia ke-40 tahun para Kepala Negara/Pemerintah pada KTT-13 ASEAN di Singapura tanggal 2007 telah menandatangani Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang merubah ASEAN dari suatu asosiasi longgar menjadi rule-based organisation dan mempunyai legal personality. 2. 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang menegaskan kembali keberlakuan semua nilai. konvensi. traktat dan dokumen-dokumen dasar ASEAN lainnya. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan Sejak tahun 1967. Perkembangan Sejak tahun 1967. mantan Menlu RI yang pada EPG menyampaikan proposal rekomendasi. Setiap negara mengirimkan satu wakilnya pada EPG dan sebagai wakil Indonesia pada EPG adalah Ali Alatas. Dalam rangka mencapai komunitas ASEAN 2015. Berdasarkan deklarasi tersebut. yang akan menindaklanjuti hasil rekomendasi EPG menjadi suatu draft Piagam ASEAN. Dengan disepakatinya Bali Concord II untuk pembentukan suatu Komunitas ASEAN dan menghadapi tantangan eksternal dan internal ke depan. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. ekonomi. Piagam ASEAN terdiri dari Preamble. Dian Triansyah Djani. deklarasi. pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu. interaksi negara-negara ASEAN berlandaskan pada Deklarasi Bangkok atau ASEAN Declaration yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan politik (political statement) yang tidak mengikat hak dan kewajiban negara anggota maupun organisasi atas dasar hukum/konstitusi. Untuk berlakunya Piagam tersebut.

yang membahas gagasan pembentukan Badan HAM ASEAN. Sesuai dengan Piagam ASEAN. Piagam ASEAN mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2008. Bali tahun 2007. serta penyusunan ToR pembentukan badan HAM ASEAN. Memelihara dan meningkatkan perdamaian. negara-negara anggota ASEAN akan menunjuk atau mengangkat Wakil Tetap (Watap) pada tingkat Duta Besar di Jakarta. sangat kompetitif. terfasilitasinya pergerakan pelaku usaha. meningkatkan tata kepemerintahan yang baik dan aturan hukum. Piagam ASEAN telah diratifikasi dan disampaikan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen ASEAN sehingga tiga puluh hari sejak penyerahan kesepuluh instrumen ratifikasi. penyusunan perjanjian baru menggantikan perjanjian pendirian Sekretariat ASEAN tahun 1976. penyusunan Rules and Procedures ASEAN Coordinating Council dan ASEAN Community Councils. dan draft final pada pertemuan Menlu ASEAN tahun 2009. Beberapa elemen penting yang telah dibahas dalam pertemuan ini antara lain mengenai kebutuhan HLP melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan serta batas waktu penyerahan draft pertama ToR kepada Menlu ASEAN sebelum KTT ASEAN ke-14 di Bangkok. Untuk itu. dan stabilitas serta lebih memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada perdamaian di kawasan. Bali tahun 2006. Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik. para Menlu ASEAN telah sepakat untuk membentuk High Level Panel (HLP) on the ASEAN Human Rights Body yang akan menyusun kerangka acuan (terms of reference/TOR) pembentukan Badan HAM ASEAN. Setelah melalui proses internal di masing-masing negara anggota. Menjamin bahwa rakyat dan Negara-Negara Anggota ASEAN hidup damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil. Para Menteri Luar Negeri menyepakati bahwa Komite ini mulai dibentuk pada tanggal 1 Januari 2009 sehingga dapat secara efektif berfungsi setelah berlakunya Piagam ASEAN. NGO. terdapat lima prioritas kegiatan untuk mempersiapkan perubahan ASEAN yaitu penyusunan Term of Reference (ToR) pembentukan Permanent Representatives to ASEAN. pada pertemuan AMM ke-41 di Singapura. akademisi. Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik. pekerja berbakat dan buruh. Dengan disepakatinya Term of Reference on the Committee of Permanent Representatives to ASEAN. 7. 4. Indonesia merupakan negara ke-9 yang menyampaikan instrumen ratifikasinya. dan pertemuan HLTF ke-7 di Jimbaran. dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental. demokratis. 3. Tujuan dan Prinsip ASEAN Dengan berlakunya Piagam ASEAN. Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil. Piagam ASEAN mulai berlaku. Pada pertemuan EPG tersebut telah dilangsungkan konsultasi dengan Civil Society. Memperkuat demokrasi. keamanan. dan sosial budaya yang lebih luas. Para menlu ASEAN juga memutuskan untuk membentuk High Level Legal Experts’ Group on the follow up to the ASEAN Charter (HLEG) yang akan menyusun instrumen terkait legal personality ASEAN. dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitasi yang efektif untuk perdagangan dan investasi. dan harmonis. keamanan. Sedangkan pertemuan HLTF di Jimbaran tersebut telah dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dari empat negara ASEAN.Dalam rangkaian pembahasan di EPG maupun di HLTF. Dalam kaitan ini. ekonomi. mekanisme penyelesaian sengketa khususnya terkait dengan mekanisme arbitrase serta penyusunan instrumen hukum lainnya yang diperlukan Piagam ASEAN. Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk kedua pertemuan tersebut yaitu pertemuan EPG ke-3 di Ubud. makmur. Tugas utama Wakil Tetap untuk ASEAN tersebut adalah menggantikan tugas-tugas ASEAN Standing Committee serta membantu pelaksanaan tugas ASEAN Coordinating Council (ACC) dan memfasilitasi koordinasi diantara Ministerial Community Councils dan Sectoral Ministerial Bodies. yang di dalamnya terdapat arus lalu lintas barang. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir dan bebas dari semua jenis senjata pemusnah massal lainnya. dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari Negara-Negara Anggota ASEAN. 5. jasa-jasa dan investasi yang bebas. 21 Juli 2008. Desember 2008. penyusunan supplementary protocols mengenai dispute settlement mechanism. dan perwakilan dari AIPA. . pekerja profesional. dan arus modal yang lebih bebas. 2. tujuan ASEAN tertuang dalam Piagam adalah: 1. 6.

A. kedaulatan. sumber daya alam yang berkelanjutan. prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional. Sentralitas ASEAN dalam hubungan eksternal di bidang politik. integritas wilayah. untuk pemberdayaan rakyat ASEAN dan penguatan Komunitas ASEAN. 6. Menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional. transparan. dan Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka. Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup di kawasan. inklusif dan non-diskriminatif. Berpegang teguh pada aturan-aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju integrasi ekonomi kawasan. Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam. dan paksaan. Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan. kesetaraan. 9. tata kepemerintahan yang baik. 12. dan kehidupan rakyat yang berkualitas tinggi. termasuk penggunaan wilayahnya. termasuk hukum humaniter internasional. dan 14.8. Ditingkatkannya konsultasi mengenai hal-hal yang secara serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN. Berpegang teguh pada aturan hukum. dan identitas nasional seluruh Negara-Negara Anggota ASEAN. dan memperoleh manfaat dari. Menghormati kemerdekaan. dan agama yang dianut oleh rakyat ASEAN. kejahatan lintas-negara dan tantangan lintas-batas. 12. 13. yang mengancam kedaulatan. pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. Sementara itu. 3. serta di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan-tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional. dan keadilan. sosial dan budaya. kesejahteraan sosial. Penghormatan terhadap hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. Keanggotaan ASEAN Prosedur pengajuan dan penerimaan keanggotaan ASEAN wajib diatur oleh Dewan Koordinasi ASEAN dengan kriteria letaknya secara geografis diakui berada di kawasan Asia Tenggara. 14. Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan apa pun. ekonomi. 13. dan inklusif. segala bentuk ancaman. Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. 4. 10. penerimaan anggota baru wajib diputuskan secara consensus oleh KTT ASEAN . 2. Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian. pelestarian warisan budaya. bahasa. pengakuan oleh seluruh negara anggota ASEAN. 15. negara-negara anggota ASEAN memegang teguh prinsip-prinsip dasar sebagai berikut: 1. dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar. Tidak campur tangan urusan dalam negeri Negara-Negara Anggota ASEAN. Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang pembangunan sumber daya manusia. 11. dengan tetap berperan aktif. keamanan dan kemakmuran di kawasan. proses integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN. yang dilakukan oleh Negara Anggota ASEAN atau Negara non-ASEAN atau subjek non-negara mana pun. kesepakatan untuk terikat dan tunduk kepada Piagam ASEAN dan kesanggupan serta keinginan untuk melaksanakan kewajiban keanggotaan. 11. 10. subversi. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Menanggapi secara efektif. 7. Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat ASEAN. Menghormati kebebasan fundamental. berpandangan ke luar. Menghormati perbedaan budaya. sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh. Di samping itu. yang disetujui oleh Negara-Negara Anggota ASEAN. 5. dan pemajuan keadilan sosial. integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi NegaraNegara Anggota ASEAN. dengan menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman. 9. 8. dalam mencapai tujuan tersebut di atas.

Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting). negara-negara anggota ASEAN wajib mengambil langkahlangkah yang diperlukan. Negara-negara anggota ASEAN memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagaimana diatur dalam Piagam ASEAN. termasuk pembuatan legislasi dalam negeri yang sesuai. 10. bebas. Bebas Declaration/ZOPFAN) Dan Netral (Zone of Peace. Malaysia. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) sebagai pengambil keputusan utama. ASEAN Human Rights body yang akan mendorong perlindungan dan promosi HAM di ASEAN. Sidang Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee/ASC). Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council). ZOPFAN tidak mengesampingkan peranan major powers. Myanmar. Badan-badan Sektoral tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies). Komite Wakil Tetap untuk ASEAN yang terdiri dari Wakil Tetap negara ASEAN. ZOPFAN tidak hanya merupakan kerangka perdamaian dan kerjasama di Asia Tenggara melainkan juga mencakup kawasan Asia Pasifik yang lebih luas temasuk major powers dalam bentuk serangkaian tindak pengekangan diri secara sukarela (voluntary self-restraints). 3. 4. Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Sekretaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN. tetapi justru memungkinkan keterlibatan mereka secara konstruktif dalam penanganan masalah-masalah keamanan kawasan. Dalam hal terjadi suatu pelanggaran serius atau ketidakpatuhan negara anggota ASEAN terhadap Piagam. . ZOPFAN secara resmi diangkat oleh negara-negara anggota sebagai kerangka bagi kerja sama politik ASEAN. pada tingkat Duta Besar dan berkedudukan di Jakarta. Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) yang akan membantu Sekjen ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN.berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi ASEAN. Negara Pemohon wajib diterima ASEAN pada saat penandatanganan aksesi Piagam ASEAN. guna melaksanakan ketentuan dalam Piagam ASEAN secara efektif dan mematuhi kewajiban-kewajiban keanggotaan. 6. yang akan melakukan pertemuan minimal 2 kali setahun. Filipina. Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN. Hingga saat ini keanggotaan ASEAN terdiri dari sepuluh negara. dan netral dari segala bentuk campur tangan pihak luar di Asia Tenggara. Freedom And Neutrality Deklarasi ZOPFAN yang ditandatangani di Kuala Lumpur tahun 1971 merupakan upaya ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai. Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM). Struktur organisasi ASEAN yang baru sesuai dengan Piagam ASEAN terdiri dari: 1. Dalam kaitan ini. Struktur sesuai Deklarasi Bangkok selama ini terdiri dari : Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Laos. Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils) dengan ketiga pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council). Thailand dan Viet Nam. Indonesia. 5. dan Dewan Komunitas Sosial-Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community Council). B. Singapura. Entities associated with ASEAN ZOPFAN Kawasan Damai. Pada KTT ke-1 ASEAN tahun 1976. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils). 9. 8. yaitu Brunei Darussalam.Kamboja. 7. Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN yang selama ini berdasarkan Deklarasi Bangkok mengalami perubahan paska penandatanganan Piagam ASEAN. termasuk pembentukan identitas ASEAN. 2. hal dimaksud dirujuk ke KTT untuk diputuskan sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. Dengan demikian.

l. integritas wilayah dan identitas nasional semua bangsa dalam maupun di luar kawasan. f. Menahan diri dari mengundang atau memberikan persetujuan terhadap intervensi oleh kekuatan eksternal dalam urusan domestik atau regional negara zonal. Mencegah ancaman atau penggunaan kekuatan dalam pelaksanaan hubungan internasional. Hak setiap negara untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal. Hak untuk perdagangan bebas dengan negara atau badan internasional terlepas dari perbedaan dalam sosialpolitik sistem. Tidak mencampuri urusan internal negara zonal. i. h. dan n. Saling menghormati kemerdekaan. m. penyimpanan bagian penggunaan. Hak untuk menerima bantuan secara bebas untuk tujuan memperkuat ketahanan nasional kecuali bantuan disesuaikan dengan kondisi tidak konsisten dengan tujuan dari zona tersebut. Kepatuhan pada Piagam PBB. c. atau pengujian senjata nuklir dan komponen mereka dalam zona. Penyelesaian perbedaan atau perselisihan dengan cara damai sesuai dengan Piagam PBB. Deklarasi Bangkok tahun 1967 dan Kuala Lumpur Deklarasi 1971. sebagai berikut: a. Abstain dari keterlibatan dalam setiap konflik kekuasaan di luar zona tersebut masuk ke dalam setiap perjanjian yang akan menjadi tidak konsisten dengan tujuan dari zona tersebut. b. Tidak adanya pangkalan militer asing di wilayah negara zonal. d. k. Efektif kerjasama regional antara negara-negara zonal. Deklarasi tentang Promosi Perdamaian Dunia dan Kerjasama Deklarasi Bandung 1955. subversi atau pemaksaan. e. Larangan. kedaulatan. Menahan diri dari penggunaan angkatan bersenjata untuk tujuan dalam melakukan hubungan internasional kecuali individu atau kolektif diri sesuai dengan Piagam PBB. kesetaraan. g. . j.Pedoman pelaksanaan ZOPFAN dirumuskan lebih lanjut pada April 1972.

Faktor‐faktor dan peristiwa itu ialah:  Kedudukan Asia Tenggara yang agak strategik kepada kuasa‐kuasa besar dalam konteks ketegangan politik Timur‐Barat. Konsep dan dasar ini telah diumumkan melalui Deklarasi Kuala Lumpur pada 27 November. . bebas dan berkecuali (Zone of peace.  Objektif Objektif ZOPFAN adalah untuk menjadikan Asia Tenggara satu kawasan yang aman. pergolakan politik di Vietnam serta keputusan pengunduran tentera‐tentera British dari Asia Tenggara dan Amerika dari Vietnam pada awal 70an. pengiktirafan dan jaminan kuasa‐kuasa besar tentang objektif atau usaha menjadikan. ASEAN sebenarnya lebih berpegang kepada dasar berkecuali.  Peperangan‐peperangan di Korea dan di Vietnam telah menyakinkan ASEAN bahawa campurtangan dan sokongan tentera kuasa‐kuasa besar dalam pertelingkahan negaranegara kecil Asia Tenggara sering menjejaskan kestabilan dirantau ini.KONSEP KAWASAN AMAN. kerana ianya mungkin menjejaskan kestabilan serantau.  Mengundurkan tentera asing dari kawasan Asia Tenggara dalam jangka panjang. BEBAS & BERKECUALI (ZOPFAN) DI ASIA TENGGARA Latarbelakang Sebagai blok yang boleh disifatkan bukan komunis di Asia Tenggara. Strategi Pelaksanaan Antara strategi‐strategi utama yang telah digubal dan dilaksanakan untuk mencapai objektif tersebut adalah:  Mendapatkan persetujuan. Freedom and Neutrality atau ZOPFAN) telah diterim sebagai pendirian ASEAN. Russia dan Republik Rakyat China. Rasional Beberapa faktor dan peristiwa penting yang telah berlaku di Asia Tenggara telah mendorongkan timbulnya konsep ZOPFAN ini. Semangat 'regionalisma' masa itu telah menghasilkan pertubuhan kerjasama ekonomi serantau ASEAN yang dapat digunakan sebagai jentera untuk mencapai tujuan ZOPFAN. Perkembangan tersebut telah menimbulkan kecurigaan di kalangan negaranegara ASEAN.  Menjadikan rantau Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas daripada senjata nuklear. 1971. Malaysia telah menyarankan supaya diwujudkan 'kawasan awam. bebas dan berkecuali daripada pertelingkahan politik kuasa‐kuasa besar khususnya Amerika Syarikat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful