Fundamental Interpersonal Relations Orientation

Latar belakang William Schutz dan Teori FIRO William C. Schutz (1925 - 9 November 2002) adalah seorang psikolog di Esalen Institute (Big Sur, California). Pada tahun 1960-an. dia menjadi presiden BConWSA International. Ia menerima gelar Ph.D. nya dari , Pada tahun 1950-an. Ia adalah bagian yang sangat berpengaruh dari grup-rekan di Universitas Chicago. Pusat Konseling yang menyertakan kontributor terkemuka nondirektif psikologi seperti Carl Rogers,

Thomas Gordon, Abraham Maslow dan Elias Porter. Pada tahun 1958 Schutz memperkenalkan teori hubungan interpersonalnya Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO). Menurut teori tiga dimensinya, hubungan interpersonal dianggap penting dan cukup besar untuk menjelaskan interaksi manusia. Dimensinya adalah: Inclusion , Control and Affection. Dimensi ini telah digunakan untuk menilai dinamika kelompok. Schutz juga membuat FIRO-B, ukuran alat dengan skala yang menilai perilaku aspek tiga dimensi. " Sebuah survei dari tujuh puluh lima yang paling banyak digunakan pelatihan instrumen, termasuk MBTI, selesai pada tahun 1976 oleh Pfeiffer dan Heslin, ditemukan bahwa "FIRO-B adalah yang paling umum digunakan instrumen dalam pelatihan." Popularitas FIRO-B yang telah hilang cahayanya oleh MBTI sebagai yang kedua menjadi banyak digunakan dalam bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, namun, minat FIRO telah dijemput bahkan dalam perkembangan ada teori relative baru dari Lima Temperaments.. Di negaranegara bekas USSR, FIRO-B menjadi hanya dikenal pada dekade 2000-an, tetapi masih kewalahan oleh socionics, sebuah pos-Jungian teori interpersonal kompatibilitas.

1

Schutz dari kemajuan yang teorinya FIRO menjadi FIRO-B telah yang paling jelas dalam perubahan dari skala "kasih" ke skala "terbuka" dalam "FIRO Elemen-B”. Perubahan ini dipandang sebagai yang baru dalam teorinya yaitu perilaku (behavior)yang berasal dari perasaan(feelings) ( "FIRO Elemen-M") dan konsep diri ( "FIRO Elemen-S"). Schutz meninggal karena stroke pada 9 November 2002. • Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation) FIRO merupakan salah satu teori yang menjelaskan tentang kebutuhan antarpribadi, yang dikemukakan oleh William Schultz (1958). Dalam teorinya, Schultz membahas dan menjelaskan secara keseluruhan dan mendalam tentang konsep-konsep dasar dari hubungan antarpribadi. Konsep Schultz, seperti diakuinya, banyak didasari oleh pemikiran-pemikiran aliran Psikoanalisis, khususnya dasar-dasar teori yang dikemukakan Sigmund Freud. Asumsi dasar teori FIRO adalah manusia dalam hidupnya membutuhkan manusia lain (manusia sebagai makhluk sosial). Kadang-kadang seseorang memmbutuhkan orang lain, meskipun ia sendiri mengerti dan mengetahui bagaimana cara melakukannya sendiri untuk dirinya sendiri. Berdasarkan asumsi tersebut, Schultz mengemukakan suatu postulat yang disebut the postulat of interpersonal needs. Postulat ini menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki tiga kebutuhan antarpribadi yang disebut dengan inklusi, control, dan afeksi. • Karakteristik kebutuhan Antarpribadi

Schultz mengemukakan mengenai ciri-ciri umum atau karakteristik dari kebutuhan antarpribadi, yaitu: 1) Kebutuhan antarpribadi merupakan suatu tuntutan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan antara individu dengan lingkungan manusianya. Dalam pemuasan ini tidak berarti seseorang dapat memuaskan secara berlebihan apa yang dibutuhkan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi individu tersebut. Misalnya seseorang yang haus, ini tidaklah berarti kebutuhan akan air minum harus dipuaskan tanpa

2

batas, tetapi terlalu banyak minum akan menimbulkan sakit, sebaliknya telalu sedikit minum juga akan menimbulkan sakit. Yang ideal adalah cukup minum. Sehingga metabolisme, keseimbangan tubuh cukup terjamin. Sebagaimana dengan kebutuhan biologis tadi, maka kebutuhan antarpribadi pun mempunyai dinamika yang sama dengan kebutuhan biologis tadi. Artinya kebutuhan antarpribadi belum tentu terpuaskan apabila diberikan dipenuhi secara berlebihan atau kekurangannya. Dalam hal ini individu yang saling berhubungan tersebut harus saling terpuaskan ( tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit), agar keseimbangan hubungan yang ada tercapai.. oleh karena itu untuk mencapai keseimbangan itu muncul kebutuhan antarpribadi akan control. Yang member individu pengetahuan atas batas-batas. 2) Ketidakpuasan yang terjadi dalam hubungan antarpribadi ini dapat secara langsung menimbulkan kesulitan seperti misalnya suatu keadaan emosi yang sakit, rasa cemas. 3) Organism atau individu mempunyai cara-cara tertentu dalam mengatasi ketidakpuasan dari kebutuhan antarpribadinya. a. Kebutuhan Antarpribadi untuk Inklusi Kebutuhan antarpribadi untuk inklusi didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang-orang lain sehubungan dengan interaksi dan asosiasi. Pengertian akan hubungan yang memuaskan ini mencakup; mengadakan hubungan yang secara psokologis menyenangkan dengan orang lain. Dalam hal ini dapat merupakan pihak yang mulai berinisiatif untuk melakukan hubungan aatau pihak lain yang memulai dahulu. Hubungan yang menyenangkan ini juga mencakup hubungan dengan dirinya sendiri. Dalam penjelasan Schultz, kebutuhan antarpribadi untuk inklusi mencakup dua aspek penting, yaitu:

3

Disini ia membedakan antara tingkah laku inklusi yang positif dan negatif.1. Schultz mengemukakan tentang apa yang disebut sebagai tingkah laku inklusi yaitu merupakan keinginan untuk asosiasi. (a) menyendiri (isolate) (b) menarik diri (witdrawl) (c) kesendirian (lonely) 2. ciri-cirinya yaitu. maka tipe ini oleh Schultz dibagi menjadi empat macam pengelompokan tipe lagi. pengelompokan. Tipe inklusi (inclusion type) Sebagaimana telah disebutkan diatas. Ia kurang suka berhubungan atau bersama dengan orang lain. Dalam hal ini didapatkan: (a) tipe sosial : seseorang yang mendapatkan pemuasan kebutuhan antarpribadi secara ideal (b) tipe under social : tipe yang dimiliki oleh seseorang yang mengalami kekurangan dalam derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya. bergabung amtarmanusia. Secara umum. (c) tipe over social : seseorang mengalami derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya cenderung berlebihan dalam hal inklusi. menurut derajat terpuaskannya kebutuhan antarpribadi seseorang. • Tingkah laku inklusi yang positif ciri-cirinya yaitu: (a) ada persamaan dengan orang lain (togetherness) (b) saling berhubungan (intraksi) dengan orang lain (interact) (c) rasa menjadi satu bagian dari kelompok dimana ia berada (belong) (d) berkelompok atau bergabung (association) • Hal yang menunjukan tingkah laku inklusi yang negatif. Ia cenderung 4 . Tingkah laku inklusi Tingkah laku inklusi ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang dirujukan pada tercapainya pemuasan kebutuhan inklusi. Karakteristiknya adalah selalu menghindar dari situasi antar kesempatan berkelompok atau bergabung dengan orang lain.

Tingkah laku kontrol Tingkah laku kontrol ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan pada tercapainya kebutuhan antarpribadi untuk kontrol. Jika hal ini terjadi maka orang tersebut terbilang gagal dalam usahanya untuk berkelompok. Beberapa istilah yang menunjukan adanya kontrol yang positif antara lain: (a) mempengaruhi ( influence) (b) mendominasi (dominance ) (c) pimpinan (leader) (d) pengatur (ruler) Sedangkan menunjukan adanya kontrol yang negatif seperti misalnya: (a) memberontak (rebellion) 5 . Schultz mengatakan bhwa tingkah laku kontrol ini secara umum menunjukan adanya proses pengambilan keputusan di antara orang-orang yang saling berhubungan. Kebutuhan Antarpribadi Untuk Kontrol Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengedakan serta mempertahankanhubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (atau memperoleh) kontrol dan kekuasaan (power). yaitu: 1. Artinya bahwa proses pengambilan keputusan ini menyangkut apakah seseorang itu menjadi boleh atau tidak boleh melakukan atau mengerjakansesuatu. Dalam penjelasan Schultz. kebutuhan antarpribadi untruk kontrol mencakup dua aspek penting. Hubungan yang memuaskan disini mencakup pengertian suatu hubungan yang secara psikologis menyenangkan antara manusia dengan manusia lainnya dengan tujuan untuk saling mengontrol tingkah laku masing-masing.ekstravert. Untuk melakukan hal ini perlu adanya suatu kontroldan kekuasaan. Ia selalu ingin menghubungi orang lain dan berharap orang lain juga menghubunginya (d) tipe inklusi yang patologis : seseorang yang mengalami pemuasan kebutuhan antarpribadi secara patologis.

Kebutuhan Antarpribadi untuk Afeksi Kebutuhan ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (untuk memperoleh ) cinta. seseorang akan mengalami pemuasan secara ideal dari kebutuhan antarpribadi kontrolnya. (c) tipe kontrol yang ideal disebut democrat .ketiga konsep kebutuhan antarpribadi dari Schultz ini dapat dilepaskan 6 . Sebagaimana telah disebutkan terdahulu. serta afeksi. kasih sayang. seseorang yang tidak mampu atau tidak dapat menerima kontrol dalam bentuk apapun dari orang lain.(b) pengikut (follower) (c) penurut (submissive) 2. (b) tipe kontrol yang berlebihan (excossive) disebut authocrat . (d) tipe kontrol yang patologis . Ia mampu memberi perintah maupun diperintah oleh orang lain. Schultz menambahkan bahwa pengertian afeksi selalu menunjukan pada hubungan antara dua orangatau dua pihak (dyadic). Seseorang cenderung untuk selalu mengambil posisi sebagai bawahan (terlepas dari tanggungjawab untuk membuat keputusan). Karakteristiknya adalah seseorang selalu mencoba untuk mendominasi orang lain dan berkeras hati untuk mendudukkan dirinya dalam suatu hirarki yang tinggi. seseorang memiliki kecenderungan untuk bersikap merendahkan diri dalam tingkah laku antarpribadinya. yaitu: (a) tipe kontrol yang kekurangan (deficient) disebut sebagai abdicrat . Ia mampu bertanggung jawab dan memberikan tanggung jawab kepada orang lain. Schultzmemberikan tempat penggolongan sebagimana penggolongan yang dilakukan pada tipe inklusi diatas. Tipe kontrol (control type) Dalam tipe kontrol ini. Disebutkan. seseorang menunjukkan kecenderungan untuk bersikap dominan terhadap orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya.

Tipe afeksi (affection type) Pada tipe ini pula. Afeksi merupakan sutu yang timbul dari hubungan antarpribadi yang sifatnya dyadic. kebutuhan antarpribadi untuk afeksi mencakup dua aspek penting yaitu: 1. maka kedua ini dapat terjadi antara dua orang atau lebih. serta tingkah laku afeksi. 1958). 7 . yang berarti hanya akan terjadi dalam hubungan antara dua orang (diadic – Frits Heider. Dalam penjelasan Schultz. Untuk dapat mengetahui bagaimana sebenarnya manifesta dari ketigakebutuhan antarpribadi maka Schultz memberikan istilah yang disebut tingkahlaku inklusi. Berbeda dengan tingkah laku kontrol atau inklusi. Tingkah laku afeksi Tingkah laku afeksi didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan untuk tercapainya kebutuhan antarpribadi akan afeksi. Secara umum tingkahlaku afeksi ini menunjukan adanya suatu hubungan yang intim antara dua orang dan saling melibatkan diri secara emosional. tingkah laku kontrol.dari kaitannya dengan penampilan tingkah laku seseorang. Shultz memberikan 4 penggolongan yaitu: (a) tipe afeksi yang ideal disebut tipe personal. Beberapa istilah yang menunjukan hubungan afeksi yang positif misalnya: (a) cinta (love) (b) keintiman (emotionality close) (c) persahabatan (friendship) (d) saling menyukai (likely) Hubungan afeksi yang negatif misalnya: (a) kebencian (hate) (b) dingin (cool) (c) mengambil jarak emosional (emotionality distance) (d) tidak menyukai (dislike) 2.

besar kemungkinan akan jatuh dalam keadaan neorosis. (b) tipe afeksi yang kekurangan disebut tipe underpersonal. Model FIRO 8 . seseorang yang cenderung berhubungan erat dengan orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya. seseorang dengan tipe ini memiliki kecenderungan untuk selalu menghindari setiap keterikatan yang sifatnya intim dan mempertahankan hubungan dengan orang lain secara dangkal dan berjarak. (d) tipe afeksi yang patologis. (c) tipe afeksi yang kelebihan disebut tipe over personal. seseorang yaang mengaalami kesukaran dan hambatan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi afeksinya.seseorang yang mendapat kepuasan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi untuk afeksinya.

Compatibility (Kecocokan) Postulat 3 menyatakan bahwa kelompok yang cocok akan lebih efektif dalam mencapai tujuan kelompok dibanding kelompok yang tidak cocok. Dan kebutuhan antarpribadi untuk afeksi membantu individu untuk berinteraksi dengan orang perorangan (personal) anggota kelompok tadi. Postulat 2. Dua orang dikatakan cocok jika mereka bisa bekerjasama secara harmonis. Untungnya. Umumnya postulat menyatakan bahwa perilaku dewasa dapat disamakan perilaku waktu masa kecil ketika keadaan orang tersebut dirasakan menjadi sama ke keadaan masa keci. kontrol. Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol bertujuan membantu individu dalam berinteraksi dengan kelompoknya dengan memberikan sifat kontrol kepada individu serta positioning (penempatan diri) individu dalam kelompok tersebut. Relational Continuity (Hubungan yang berkelanjutan) Postulat 2 hubungan berkelanjutan menyatakan pembentukan perilaku di masa kecil berkanjang nantinya di masa dewasa. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas.Kesimpulan dari ketiga tipe kebutuhan antarpribadi tersebut adalah kebutuhan antarpribadi untuk inklusi merupakan kebutuhan untuk individu dalam kaitannya dengan interaksinya dalam sebuah kelompok sosial. prilaku dewasa akan sama dengan perilkau orang tua. dan afeksi. seperti digunakan Schutz. 9 . mengacu pada satu hubungan antara dua orang atau lebih. ketika kedewasaan merasa posisi sebagai kesamaan untuk peran keorangtuannya. Pada mulanya kita dapat mendeskripsikan kharakteristik kedewasaan mengharapkan untuk berkelakuan sebagai konsekuensi dari pengalaman masa kecilnya. Schultz tidak mengidentifikasikan keadaan itu ke persepsinya sebagai keadaan sebagai “kekanak-kanakan” atau “ keorangtuaan” Postulat 3. Kecocokan. Di lain sisi. Ada 4 postulat dalam teori FIRO: Postulat 1. Interpersonal Needs (Kebutuhan Antarpribadi) Postulat 1 menyatakan tiga kebutuhan interpersonal dan hubungan tingkah laku ini cukup untuk mempredeksi dan menjelaskan fenomena antarpribadi yakni inklusi.

Kecocokan pertukaran maksimum antara dua orang terjadi ketika jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh satu orang sama dengan orang lain. Elemen-elemen tersebut diukur dengan enam skala Guttman (FIRO-B). Namun. 2. Interchange compatibility mengacu pada ekspresi emosi. Jenis-jenis kecocokan Schutz (1958) mengidentifikasi ada tiga jenis kecocokan dalam tiga daerah kebutuhan: 1. ia terjadi ketika mereka yang ingin mendominasi orang lain berinteraksi dengan mereka yang ingin dikontrol. Reciprocal compatibility mengacu pada sejauh mana tiap ekspresi inklusi. kontrol atau inklusi. kita perlu mengidentifikasi jenis-jenis kecocokan dan menentukan cara untuk mengukurnya. Identifikasi jenis-jenis kecocokan didasarkan pada perilaku yang diekspresikan dan perilaku yang diinginkan dalam masing-masing dari ketiga bidang. yang dirancang untuk mengungkap perilaku yang diekspresikan dan diinginkan pada masing-masing dari tiga daerah kebutuhan antar personal. kontrol atau emosi seseorang memenuhi keinginan orang lain terkait tiap daerah kebutuhan. Ketidakcocokan muncul ketika komposisi kelompok menyimpang dari situasi ideal di daerah tersebut. definisinya tentang kecocokan mengacu pada definisi kamus tentang istilah tersebut. untuk menguji dampak postulat 3. Originator compatibility didasarkan pada dimensi penerimaan awal dari interaksi. Ia terjadi dalam daerah emosi ketika mereka yang ingin mengekspresikan emosi berinteraksi dengan mereka yang ingin menerima emosi. Misalnya. Dalam daerah inklusi. 3. kedua orang tidak cocok jika terdapat perbedaan pada jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan. ia terjadi ketika mereka yang memulai aktivitas kelompok berinteraksi dengan orang yang ingin dilibatkan dalam aktivitas tersebut. Dalam daerah kontrol. dua orang cocok dalam daerah emosi jika 10 .Jadi. Nilai kecocokan mencerminkan tiap jenis kecocokan kemudian dihitung dengan rumus yang dikembangkan untuk tujuan ini.

Teorema Kecocokan. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. semakin tidak cocok keduanya. 2 dan 9) dan dukungan parsial untuk tiga lainnya (3. kita ulang agar bisa dipahami tanpa mengacu pada penelitian tertentu). interchange compatibility meningkat bila perbedaan antara jumlah perilaku yang diekspresikan dan yang diinginkan satu orang dan jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh orang lain di daerah yang sama semakin besar. 1. Terakhir. Jika satu kelompok terdiri dari dua atau lebih subkelompok yang tidak cocok. Ia memberikan bukti untuk tiga teorema (1. keseluruhan kecocokan dalam tiap bidang kebutuhan bisa ditentukan dengan menjumlahkan antar jenis kecocokan. Sebaliknya. 3. 7. 4. dan 8). nilai kecocokan total bisa didapat dengan menjumlahkan kedua daerah kebutuhan dan jenis kecocokan. Jika dua pasangan memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. Teorema bisa disimpulkan sebagai berikut (Beberapa teorema dirumuskan terkait situasi percobaan tertentu. Schutz mendapatkan 16 indeks kecocokan. Semakin besar perbedaan antara perilaku yang diekspresikan oleh satu orang dan jumlah yang diinginkan oleh orang lain. masing-masing anggota cenderung bekerjasama dengan anggota dari subkelompoknya lebih dari anggota subkelompok yang berlawanan atau dengan anggota netral. produktivitas pencapaian tujuan dari kelompok yang lebih cocok akan melebihi yang kurang cocok. anggota dari pasangan yang lebih cocok cenderung menyukai satu sama lain untuk berhubungan lebih lanjut. 11 . Jadi. Schutz memberikan 9 teorema relatif terhadap postulat kecocokan. Begitu juga. dengan menggunakan skala FIRO-B dan rumus kecocokan.jumlah emosi yang diekspresikan masing-masing orang sesuai dengan jumlah emosi yang diinginkan orang yang lain. 2. kelompok yang lebih cocok akan lebih kohesif dibanding yang kurang cocok. Schutz kemudian mengatakan bahwa keseluruhannya bisa dihitung dengan menjumlahkan antar bidang. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda.

mereka menjadi peduli tentang keterlibatan dalam kelompok. Efek kecocokan pada produktivitas bervariasi sebagai fungsi dari tingkat pertukaran dalam tiga bidang kebutuhan yang diperlukan oleh fungsi. fase inklusi dimulai. Orang yang fokus (anggota penting) akan dipilih sebagai kelompok oleh anggota di semua kelompok. anggota subkelompok overpersonal cenderung menyukai satu sama lain lebih dari anggota subkelompok underpersonal. Keputusan harus diambil mengenai apakah menjadi anggota kelompok. orang diprediksi menjadi orang yang fokus (anggota penting) dan mereka yang diprediksi menjadi anggota pendukung utama akan menganggap satu sama lain tinggi dalam hubungan “kecocokan dengan” 8. pembahasan seperti ini tidak bisa dihindari dan memenuhi fungsi kerja penting pada maslaah terkait kebutuhan keterlibatan. Dalam kelompok yang tidak cocok. 6. 12 . Dalam kelompok cocok. Ketika orang dihadapkan satu sama lain. Fase perkembangan kelompok ini seringkali ditunjukkan dengan banyaknya pembahasan masalah yang tidak begitu menarik setiap orang. Menurut Schutz. yang melibatkan pertanyaan seputar posisi seseorang dalam kelompok. identitas pribadi seseorang. Dalam kelompok yang tidak cocok. sementara anggota subkelompok underpersonal tidak memiliki kecenderungan ini. Group Development (Perkembangan Kelompok) Postulat 4 menyatakan bahwa tiap hubungan antar personal mengikuti arah pengembangan dan resolusi yang sama yaitu. bahwa perkembangan dimulai dengan kepedulian terhadap kebutuhan keterlibatan (inclusion). sejauh mana komitmen terhadap kelompok dsb. 7. anggota subkelompok overpersonal cenderung menganggap lebih kompetensi orang yang mereka sukai. diikuti dengan kepedulian terhadap kontrol dan terakhir dengan emosi. 9. Resolusi mengikuti aturan yang berkebalikan. pentingnya kelompok.5. Postulat 4. Segera setelah kelompok terbentuk.

Namun. Ketika kelompok mendekati disintegrasi. Secara umum. muncul masalah pengambilan keputusan. Disini. anggota akan merasa paling nyaman selama fase inklusi. lalu kontrol Schutz dan inkluasi (atau mungkin bisa dikatakan eksklusi / ketidakterlibatan!). masalah yang dihadapi pertama adalah emosi. kelompok telah terbentuk. Berbagai fase juga bisa berulang sehingga kelompok tertentu bisa melalui fase inklusi. kekuasaan dan kontrol. Tiap anggota berupaya membangun posisi yang paling nyaman terkait pertukaran emosi. kelompok bergerak ke fase emosi. masalah kontrol menjadi fokus. ekspresi permusuhan. • Aplikasi Teori FIRO dalam kehidupan Pada dasarnya setiap kita memulai hidup dalam suatu lingkungan tatanan tertentu kita pasti akan berkeinginan untuk bisa berhubungan interpersonal dengan 13 . menggunakan analisis perkembangan kelompok untuk mendapatkan teorema tertentu tentang kecocokan pada berbagai tahap dalam sejarah kelompok.Setelah masalah keterlibatan terselesaikan. yang tersisa adalah masalah integrasi emosi. Ketiga fase ini tidak terpisah. semua jenis perilaku terjadi di semua fase. dan masalah tanggung jawab dan distribusi kekuasaan terselesaikan. kontrol dan emosi beberapa kali. Dengan asumsi bahwa masalah kontrol terpecahkan. jika kelompok memiliki inclusion compatibility yang tinggi dan control dan affection compatibility rendah. Disini. fase mewakili periode dalam sejarah kelompok dimana masalah tertentu mendapat penekanan. mereka akan merasa sangat cocok pada fase kontrol. ia mengatakan bahwa anggota kelompok tertentu akan merasa sangat cocok ketika kelompok berada pada tahap yang mirip dengan kecocokan umum terbesar. Tiap orang dalam kelompok berupaya menyusun situasi untuk mencapai jumlah tanggung jawab yang tepat dalam kelompok. marah dan semacamnya umum terjadi. dan begitu seterusnya. Ini melibatkan beragam masalah terkait distribusi tanggung jawab. Pada tahap perkembangan ini. jika control compatibility tinggi dan dua lainnya rendah. yaitu.

Kebutuhan-kebutuhan untuk semua itu merupakan aspek pokok yang pertama kali dirasakan oleh anak baru tadi. 14 . bergantung kepada keinginan dari anak tadi atau malahan adanya keinginan dari salah seorang murid di kelas itu untuk mengajaknya bergabung dalam bidang tertentu. Selain itu juga teori FIRO adalah salah satu yang paling banyak diterapkan teori di bidang pembangunan manusia. Ketika ada murid baru masuk ke kelas kita. Hal itu tidak lain karena memang kita ini adalah makhul sosial. maka segala kemungkinan terjadinya proses komunikasi bisa berlangsung. setelah itu semua terpenuhi. yang pastinya selalu membutuhkan orang lain dalam hidup. misalnya. dan juga ingin dihargai oleh mereka yang sudah lebih dahulu ada di kelas. kebutuhan mengontrol perilaku kita. ketika kita masih di sekolah menengah. Ini merupakan pendekatan sederhana namun mendalam untuk lebih memahami perilaku manusia yang akan membantu untuk melakukan proses: • • • • • memperbaiki hubungan manusia menciptakan berperforma tinggi dan bersama tim membangun kepercayaan meningkatkan kepemimpinan membangun hubungan bisnis yang lebih baik Diterapkan dalam pembangunan lokakarya dan organisasi di seluruh dunia. Contoh aplikasi dalam kasus. yang penting konsep-konsep Teori FIRO adalah untuk: • • • membentuk sebuah lingkungan kerja meningkatkan tanggung jawab masing-masing meningkatkan kesadaran diri Banyak ilmiah instrumen penilaian dan pengembangan sumber daya manusia di bidang mereka telah berakar teori FIRO. Selanjutnya. ingin diakui oleh temanteman. dia sebagai anak baru tentu merasa atau setidaknya berkeinginan mempunyai teman. Hal itu guna tak lain juga kebutuhan antarpribadi kita terpenuhi yaitu kebutuhan untuk berasosiasi. kebutuhan untuk akrab atau hasrat mempunyai teman.orang lain.

Postulat 3 dievaluasi dengan data percobaan dari penelitiannya sendiri (Schutz. hanya tiga dari 9 teorema yang tanpa ragu didukung penelitian selanjutnya. yang didasarkan pada pengamatan terhadap kelompok yang melakukan latihan sensitivitas. dan prediksi tentang perilaku dewasa tidak bisa diubah. Penelitian observasional pada hubungan orangtua-anak dan pernyataan teoretis dari psikoanalis dikutip sebagai bukti validitas postulat 1 dan 2. 15 . ia mampu menunjukkan bahwa kelompok yang cocok lebih efektif untuk fungsi-fungsi tertentu dibanding kelompok yang tidak cocok. dan (3) hubungan ketiga kebutuhan antar personal dengan perkembangan dan resolusi kelompok (postulat 4). Dalam penelitian pertamanya. Beberapa penelitian empirisnya juga dilaporkan sebagai bukti parsial untuk postulat 2. tetapi tidak bisa begitu saja digunakan untuk memperdiksi perilaku antar personal. Jenis bukti ini digunakan untuk membangun “validitas” postulat.• Kritik dan Evaluasi Teori yang diajukan Schutz adalah sejumlah hipotesis yang menarik tentang perilaku antar individu. bagian pertama teori berguna untuk “menjelaskan” mengapa seseorang mencontoh perilaku tertentu. dan sangat sesuai dengan bukti yang ada terkait perilaku antar personal. Bagian yang berhubungan dengan keberadaan kebutuhan dan pola perilaku terkait tidak begitu penting untuk memprediksi perilaku dalam kelompok. tetapi seperti ditulis di atas. prediksinya bisa diuji. 1955. Pola perilaku bisa ditentukan tanpa mengacu pada pengalaman masa lalu. Schutz bergantung pada dua jenis bukti untuk mendukung teorinya: tulisan ahli teori lain dan data percobaan. 1958). Karena itu. Teori ini secara internal konsisten. Postulat akhir tentang perkembangan dan resolusi kelompok didukung data dari Bennis dan Shepard (1956). Teori ini membahas tiga aspek yang berbeda dari perilaku antar personal: (1) adanya tiga kebutuhan dan perkembangan pola perilaku antar personal terkait kebutuhan tersebut (postulat 1 dan 2). (2) konsekuensi pola perilaku tersebut terhadap kecocokan kelompok dan pengaruhnya terhadap efektivitas kelompok (postulat 3).

data ini tidak bisa diterima sebagai pendukung teori. satu hampir akurat. yaitu pada kelompok yang memiliki interchange compatibility tinggi (Lundgren. Dua penelitian terakhir tentang kebutuhan antar personal pada T-group memberikan hasil yang bertolakbelakang. tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kecocokan kebutuhan antar personal antara anggota dan pelatih memiliki pengaruh penting pada sikap evaluatif anggota terhadap pelatih atau kelompok secara keseluruhan (Lundgren & Knight. perlu dicatat bahwa Schutz telah menerapkan teori pada masalah “pengembangan kesadaran manusia” (Schutz. 1967). Setelah enam kali pertemuan. Terakhir. Perbedaan perilaku juga sesuai dengan pengharapan teoretis. tiga dari lima kelompok mampu mengidentifikasi kelompok mereka lebih baik. 1977). Namun. inklusi dan emosi dengan skala Ohio Social Acceptance (Lorber. 1975). Schutz (1961) melaporkan satu penelitian dimana lima kelompok yang terdiri dari 14 orang dibentuk berdasarkan responnya terhadap kuesioner yang dirancang untuk mengukur perilaku relatif terhadap tiga kebutuhan antar personal (kuesioner FIRO-B). Tidak jelas sejauh mana Armstrong dan Roback mengukur kebutuhan yang sama seperti kuesioner FIROB. 1977). Namun. beberapa penelitian melaporkan hasil yang secara umum sejalan dengan teori ini. terlihat dari kuesioner FIRO-B.Sejak perumusan awal teori. Yalom dan Ram (1966) mengamati hubungan antara kecocokan dan keeratan pada kelompok terapi pasien rawat jalan. secara signifikan lebih erat dan puas dibanding kelompok dengan kecocokan rendah. ditemukan bahwa peserta T-group merasa paling cocok dan puas jika pelatih memiliki orientasi antar personal yang sama dengan mereka. Dalam penelitian kedua. Satu upaya menguji prediksi FIRO pada pasangan remaja juga memberikan hasil yang tidak signifikan (Armstrong & Roback. Dalam satu penelitian. dan satu gagal. 1970) dan kontrol dimanipulasi dengan situasi dilema tahanan. Mereka menemukan bahwa kelompok yang sangat cocok. Ia menyatakan bahwa masalah perkembangan kelompok terjadi dalam keseharian dan kegagalan memecahkan masalah terkait ketiga kebutuhan antar personal seringkali 16 .

Sumber: Shaw. dan Philip R. Dalam satu penerapan teori yang menarik. Costanto. Marvin E. Theories of Social Psycology 17 .menghasilkan ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dalam hubungan keseharian antar individu. ia menunjukkan bagaimana individu yang kesulitan dalam ketiga bidang kebutuhan antar personal bisa mengembangkan teknik untuk menghadapinya secara lebih tepat.

dia mulai mengajar di Universitas Stanford dan di mana kini ia menjadi Profesor David Starr dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial.D.’ Ia lahir pada 4 Desember 1925. Pada tahun 1953. pada tahun 1973. Virginia Vans adalah seorang pengajar di sekolah perawatan.Social Learning Theory • Tokoh Penemu Albert Bandura adalah orang yang menemukan teori ‘SOCIAL LEARNING THEORY. Albert Bandura juga pernah bekerja sebagai Ketua Jurusan Psikologi Stanford dan pada tahun 18 . Albert Bandura bekerja pada saat musim panas untuk mengisi kekosongan di Alaska Highway di Yukon. Bandura juga merupakan seorang presiden dari APA. di kota kecil di utara Mundare Alberta. Ia dididik di sekolah dasar kecil dan dalam satu sekolah tinggi. dengan sedikit sumber dalam pengajaran. namun mendapatkan tingkat keberhasilan yang luar biasa. Setelah tamat SMA. Albert Bandura menempuh pendidikan kesarjanaannya di bidang psikologi klinis di Universitas Iowa dan pada tahun 1952 ia mencapai gelar Ph. Kanada. Mereka kemudian menikah dan mempunyai dua anak perempuan. Albert Bandura bertemu dengan Virginia Varns. Pada saat di Lowa.

internal. suatu laporan terinci tentang sebuah studi lapangan dimana prinsip-prinsip belajar sosial dipakai untuk menganalisis perkembangan kepribadian sekelompok remaja pria dari kelas menengah. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. dan lewat penelitian-penelitian itu teorinya dipertajam dan diperluas. Pada behaviorisme. Disusul dengan Social Learning and Personality Development (1963). dan tidak bisa diakses seperti mental. dan menghindari apa yang subyektif.1974 dan ia terpilih menjadi Ketua American Psychological Association. sebuah buku dimana ia dan 19 . Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Pada percobaan metode. prosedur standar adalah untuk memanipulasi satu variabel. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). • Latar belakang teori Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. dengan penekanan pada metode eksperimental. Penelitian Bandura juga mencakup banyak masalah yang bersifat sentral untuk teori belajar sosial. berfokus pada variabel yang dapat diamati. Bandura menulis Adolescent Aggression (1959). dan dimanipulasi. Pada tahun 1980 Bandura menerima APA's Award untuk Para Scientific Contribution. diukur. Bersama Richard Walters sebagai penulis kedua. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Semua ini masuk ke dalam teori kepribadian yang mengatakan bahwa satu dari lingkungan menyebabkan satu aktivitas. dan kemudian mengukur dampak yang lain. Melalui pemberian reward dan punishment.

Social Learning Theory (1977). Bandura tidak hanya berusaha memperbaiki kelalaian tersebut. Tetapi hanya sedikit pakar lain peneliti kepribadian mencoba memasukan gejala belajar lewat observasi ke dalam teori-teori belajar mereka. Social learning and imitation. 20 . juga kurang menyadari fakta bahwa banyak peristiwa belajar yang penting terjadi dengan perantaraan orang lain. telah mengakui peranan penting proses-proses imitatif dalam perkembangan kepribadian dan telah berusaha menjelaskan beberapa jenis tingkah laku imitatif tertentu. dalam bukunya terbitan 1941. dan bahwa prinsip-prinsip belajar adalah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah laku berkembang dan menetap. Akan tetapi.Walters memaparkan prinsip-prinsip belajar sosial yang telah mereka kembangkan beserta evidensi atau bukti yang menjadi dasar bagi teori tersebut. Miller dan Dollard. Bandura menerbitkan Principles of behavior modification. Artinya. teori Social Learning berpangkal pada dalil bahwa tingkah laku manusia sebagian besar adalah hasil pemerolehan. teori-teori sebelumnya selain kurang memberi perhatian pada konteks sosial dimana tingkah laku ini muncul. individu-individu belajar mengimitasi atau meniru tingkah laku tersebut atau dalam hal tertentu menjadikan orang lain model/contoh bagi dirinya. Sama seperti halnya kebanyakan pendekatan teori Social Learning terhadap kepribadian. Dalam bukunya yang secara teoretis ambisius. bahkan Miller dan Dollard pun jarang menyebut imitasi dalam tulisantulisan mereka yang kemudian. sebuah buku yang diubah arah mengambil psikologi pada tahun 1980-an. dimana ia menguraikan penerapan teknik-teknik behavioral berdasarkan prinsip-prinsip belajar dalam memodifikasi tingkah laku dan pada tahun 1973. Bandura menerbitkan buku Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial). tetapi juga memperluas analisis terhadap belajar lewat observasi ini melampaui jenis-jenis situasi terbatas yang ditelaah oleh Miller dan Dollard. Pada tahun 1969. ia telah “berusaha menyajikan suatu kerangka teoretis yang terpadu untuk menganalisis pikiran dan tingkah laku manusia”. sambil mengamati tingkah laku orang lain. Aggression: A social learning analysis.

behavioral dan lingkungan. menjadi pijakan Bandura dalam memahami tingkah laku. Menurut Bandura. Teori Belajar Sosial (Social Learing Theory) dari Bandura didasarkan pada tiga konsep : 1. dan pencontohan. yaitu. namun prinsip itu harus memperhatikan dua fenomena penting yang diabaikan atau ditolak oleh paradigma behaviorisme. Demikian juga sifat kausal yang tidak dimiliki sendiri oleh lingkungan. banyak aspek fungsi kepribadian yang melibatkan interaksi satu orang dengan orang lain. Determinis resiprokal adalah konsep yang penting dalam teori belajar sosial Bandura. termasuk dalam konsep-konsep pembelajaran seperti pengamatan. dari perkembangan intrapersonal 21 . tetapi orang itu juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan itu. Orang menentukan/mempengaruhi tingkahlakunya dengan mengontrol lingkungan. • Kedua. Teori belajar sosial memakai salingdeterminis sebagai prinsip dasar untuk menganalisis fenomena psikososial di berbagai tingkat kompleksitas.Teori Social Learning berfokus pada teori pembelajaran yang terjadi dalam konteks social. Albert Bandura menyatakan. sehingga mereka bukan semata-mata tidak menjadi objek pengaruh lingkungan. Bandura berpendapat manusia dapat berfikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri. Dampak nya adalah. walaupun prinsip belajar sosial cukup menjelaskan dan meramalkan perubahan tingkah laku. karena manusia dan lingkungan saling mempengaruhi. Determinis Resiprokal (reciprocal determinism): Pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal-balik yang terus menerus antara determinan kognitif. melainkan juga dimiliki oleh manusia. Dalam teori ini Albert Bandura dianggap sebagai pemimpin dari pendukung teori ini. teori kepribadian yang memadai harus memperhitungkan konteks sosial di mana tingkah laku itu diperoleh dan dipelihara. Teori ini menganggap bahwa orang-orang belajar dari satu sama lain. peniruan. • Pertama.

menciptakan dukungan kognitif. itu merupakan pokok teori belajar sosial. mempengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan. Bandura melukiskan : Teori Belajar Sosial berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dari segi interaksi timbal-balik yang berkesinambungan antara faktor kognitif. bisa jadi orang malah tidak belajar apapun. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya. berarti tingkah laku ditentukan oleh antisipasi konsekuensi. tingkahlaku. Jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus dipilahpilah untuk direforse satu persatu. mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri. 2. Konsep bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation). tetapi itu bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku. dan faktor lingkungan. Beyond Reinforcement Bandura memandang teori Skinner dan Hull terlalu bergantung pada renforsemen. Dalam proses determinisme timbal-balik itulah terletak kesempatan bagi manusia untuk mempengaruhi nasibnya maupun batas-batas kemampuannya untuk memimpin diri sendiri (self-direction). Menurutnya. reforsemen penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak. 3. Kognisi dan Regulasi diri (Self-regulation/cognition): Teori belajar tradisional sering terhalang oleh ketidaksenangan atau ketidak mampuan mereka untuk menjelaskan proses kognitif. Belajar melalui observasi tanpa ada renforsemen yang terlibat. Konsepsi tentang cara manusia berfungsi semacam ini tidak menempatkan orang semata-mata sebagai objek tak berdaya yang dikontrol oleh pengaruh-pengaruh lingkungan ataupun sebagai pelaku-pelaku bebas yang dapat menjadi apa yang dipilihnya.sampai tingkah laku interpersonal serta fungsi interaktif dari organisasi dan sistem sosial. 22 .

sedang efikasi menggambarkan penilaian kemampuan diri. sterilisasi dan infeksi. tepat atau salah. dsb. Persuasi Sosial (Social Persuation) dan 4. Contoh misalnya Seorang dokter ahli bedah. Ekspektasi hasil (outcome expectation): perkiraan atau estimasi diri bahwa tingkah laku yang dilakukan diri itu akan mencapai hasil tertentu. Efikasi Diri Dua pengertian penting : 1. karena hasil operasi itu sangat tergantung kepada daya tahan jantung pasien. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita). ditingkatkan atau diturunkan. 1977) Teori Belajar Sosial dari bandura yang paling luas diteliti adalah Efikasi Diri dan Penelitian Observasi (Penelitian Modeling).Manusia dan lingkungannya merupakan faktor-faktor yang saling menentukan secara timbal balik (Bandura. Efikasi adalah penilaian diri. 2. 23 . Sumber Efikasi Diri Perubahan tingkah laku. karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai). apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk. kemurnian obat abtibiotik. Pembangkitan Emosi (Emotional/Psysilogical states). Pengalaman menguasai sesuatu prestasi (performance accomplishment). 3. dalam system Albert Bandura kuncinya adalah perubahan ekspektasi efikasi (efikasi diri). diubah. pasti mempunyai ekspektasi efikasi yang tinggi. Efikasi diri atau keyakinan kebiasaan diri itu dapat diperoleh. Pengalaman Vikarius (vicarious experience). Efikasi diri atau efikasi ekspektasi (self effication – efficacy expectation) adalah “Persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. bahwa dirinya mampu melaksanakan operasi tumor sesuai dengan standar professional. melalui salah satu atau kombinasi empat sumber yakni : 1. 2. bias atau tidak bias mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan.“ Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. Namun ekspektasi hasilnya jadi rendah.

karena modeling bukan sekedar menirukan atau mengulangi apa yang dilakukan orang model (oranglain). tingkah laku model yang diterima secara sosial dapat memperkuat respon yang sudah dimiliki pengamat. Belajar melalui observasi jauh lebih efisien dibanding belajar melalui pengalaman langsung. ternyata orang dapat mempelajari respon baru dengan melihat respon orang lain. tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkahlaku yang teramati. menggenaralisir berbagai pengamatan sekaligus. Dalam penelitiannya. yang mungkin diikuti dengan hubungan dan penguatan. dan yang lebih penting lagi ditransformasikan menjadi simbol verbal yang dapat diingat kembali suatu saat nanti. Ini dimungkinkan Stimuli berbentuk karena adanya model tingkahlaku ditransformasikan menjadi gambaran mental. baru. tingkah laku model yang tidak diterima secara sosial dapat memperkuat atau memperlemah pengamat untuk melakukan tingkah laku yang tidak diterima secara sosial. Belajar Melalui Observasi Menurut Albert Bandura. Kedua. tergantung apakah tingkahlaku model itu diganjar atau dihukum. melibatkan proses kognitif. 24 . Peniruan atau meniru sesungguhnya tidak tepat untuk mengganti kata modeling. dan model yang diamatinya juga tidak mendapat renforsemen dari tingkahlakunya. - Peniruan (modelling) : Inti dari belajar melalui observasi adalah modelling. - Modeling Mengubah Tingkah laku lama : Ada dua dampak modeling terhadap tingkah laku lama : pertama.b. Melalui observasi orang dapat memperoleh respon yang tidak terhingga banyaknya. bahkan belajar tetap terjadi tanpa ikut melakukan hal yang dipelajari itu. - Modeling tingkah laku baru : Melalui modeling orang dapat memperoleh kemampuan tingkahlaku kognitif. kebanyakan proses belajar terjadi tanpa renforsemen yang nyata.

- Modeling Simbolik: Dewasa ini sebagian besar tingkahlaku berbentuk simbolik. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) 25 . Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Modelilng semacam ini banyak dipakai untuk mempelajari respon emosional. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. bahkan sekalipun tanpa adanya penguat (reinforcement) yang diterima. Sajian itu berpotensi sebagai sumber model tingkah laku. Albert Bandura menyatakan bahwa orang banyak belajar melalui perilaku peniruan dan mencontoh. seseorang mencoba melakukan tingkah laku yang dilihatnya dan reinforcement/ punishment berfungsi sebagai sumber informasi bagi seseorang mengenai tingkah laku mereka. Selama jalannya Observational Learning. dan akibat yang ditimbulkannya atas model tersebut. Proses belajar semacam ini disebut "observational learning" atau pembelajaran melalui pengamatan. Kita bisa meniru beberapa perilaku hanya melalui pengamatan terhadap perilaku model. Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teoriteori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. - Modeling Kondisioning: Modeling dapat digabung dengan kondisioning klasik menjadi kondisioning klasik vikarius (vicarious classical conditioning). • Asumsi Asumsi dasar dari Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning ini adalah sebagian besar tingkah laku individu diperoleh dari hasil belajar melalui pengamatan dan peniruan atas tingkah laku yang ditampilkan oleh individu – individu lain yang menjadi contoh nya. Film dan televisi menyajikan contoh tingkahlaku yang tidak terhitung yang mungkin mempengaruhi pengamatnya.

sifat dari model tersebut. Dalam menganalisis perilaku seseorang. dan arti penting tingkah laku yang diamati. Perhatian dipengaruhi oleh asosiasi pengamat dengan orang yang diamati (model). menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus melibatkan proses kognitif. di mana orang belajar melalui observasi atau pengamatan terhadap perilaku orang lain terutama pemimpin atau orang yang dianggap mempunyai nilai lebih dari orang lainnya. Modeling lebih dari sekedar peniruan atau mengulangi perilaku model tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkah laku yang teramati. Representasi berarti tingkah laku yang akan ditiru harus disimbolisasikan dalam ingatan. Individu akan memunculkan satu bentuk perilaku yang sama meskipun lingkungannya serupa. Modelling dilakukan melalui empat proses yaitu perhatian.dan penyajian contoh perilaku (modeling). ada tiga komponen yang harus ditelaah yaitu individu itu sendiri (P: person). dan motivasi dan penguatan. peniruan tingkah laku. serta perilaku si inidividu tersebut (B: behavior). 26 . Teori belajar sosial ini menjelaskan bagaimana kepribadian seseorang berkembang melalui proses pengamatan. yaitu seseorang akan bertingkah laku dalam suatu situasi yang ia pilih secara aktif. Satu konsep penting yang dikemukakan Bandura adalah reciprocal determinism. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Modeling ini akan efektif jika orang yang mengamati mempunyai motivasi yang tinggi untuk meniru tokoh yang diamatinya. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Bandura menyatakan bahwa kognisi adalah sebagai tingkah laku perantara dimana persepsi diri kita mempengaruhi tingkah laku. Melalui pemberian reward dan punishment. pengamat harus mempunyai kemampuan untuk menirukan perilaku dari model yang diamati. namun individu akan bertindak setelah ada proses kognisi atau penilaian terhadap lingkungan sebagai stimulus yang akan ditindaklanjuti. representasi. lingkungan (E: environment). Dalam peniruan tingkah laku. Istilah yang terkenal dalam teori belajar sosial adalah modeling (peniruan).

Outcome expectations : perkiraan individu bahwa suatu outcome tertentu akan muncul dan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan. akademis. sosial dipengaruhi oleh self efficacy. rekreasi. Outcome expectancy adalah antisipasi dari hubungan yang sistematik antara kejadian-kejadian atau objek-objek dalam suatu situasi. Ditekankan bahwa self efficacy sangat berpengaruh dalam tingkah laku seseorang. Gagalnya suatu peristiwa mengikuti bentuk “jika-maka” yang ada dalam pola pikir individu. maka jika harapan dari individu terlalu tinggi dan tidak dapat tercapai.Self Efficacy Peran Self Efficacy dalam Pembelajaran Sosial adalah sebuah variable penting yang mempengaruhi apakah terjadi pembelajaran social atau tidak adalah persepsi atas kemampuan diri (self efficacy). individu tersebut akan lebih mudah mengalami gangguan karena ketidaknyamanan yang ia alami. Ini adalah persepsi seseorang mengenai kemampuannya didalam menghadapi suatu situasi. 2 komponen dalam Self efficacy adalah: 1. Expectancy adalah variabel kognitif dalam hubungan antara stimulus dan respon. Menurut Bandura (1994) yang menyebutkan bahwa “pengaruh-pengaruh pencontohan harus didesain untuk membangun self efficacy dan juga menyampaikan ilmu pengetahuan dan aturan tingkah laku” (halaman 81). 2. Bentuknya adalah “jika-maka” antara perilaku dan hasilnya. Segala tingkah laku. Banyak kampanye komunikasi yang ditujukan pada perubahan prilaku orang tidak hanya akan memperagakan prilaku-prilaku tetapi juga berusaha untuk menarik atau meningkatkan perasaan self efficacy anggota. atau penilaian orang mengenai kemampuannya untuk menggunakan control atas tingkat kinerja mereka dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi kehidupannya. Efficacy expectations : keyakinan bahwa ia bisa melakukannya atau tidak. Self Regulation 27 . bisa tingkah laku dalam bekerja.

Semakin tinggi internal standard seseorang. Hal ini dapat melibatkan peserta didik dengan membahas tentang imbalan dan konsekuensi dari berbagai perilaku.Self regulation adalah kemampuan individu untuk mengatur perilakunya sendiri dengan internal standard dan penilaian untuk dirinya. Konsep ini menjelaskan mengapa manusia bisa mempertahankan perilakunya walaupun tidak adanya rewards yang berasal dari lingkungan eksternal. • Aplikasi Social Learning Theory atau teori pembelajaran social dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Internal standards adalah pemikiran yang berasal dari pengaruh modelling sebelumnya dan juga berbagai reinforcement yang lalu. Guru dan orang tua harus tepat dalam berprilaku dan menjaga mereka untuk tidak bersikap tidak pantas. perhatian. seorang pengajar harus memastikan bahwa ada empat syarat penting yaitu. 4. Untuk mempromosikan keefektifan model. dalam kondisi biasa model dapat mempercepat keefesiensian untuk proses belajar membentuk prilaku baru. Konsep ini tidak dapat berjalan tanpa adanya internal standards seseorang. alat reproduksi dan motivasi. Dengan adanya pemaknaan terhadap fenomena tertentu yang menurutnya baik atau bernilai. semakin besar harapannya untuk mencapai nilai tersebut dan semakin besar pula kemungkinan individu tersebut mengalami gangguan-gangguan. Menjelaskan konsekuensi dari perilaku yang dapat secara efektif meningkatkan perilaku yang sesuai dan menurunkan yang tidak pantas. 3. Menyediakan alternatif untuk membentuk perilaku baru untuk mengajar. maka nilai-nilai tersebut menjadi patokan nilai internal individu yang bersangkutan. contoh nya adalah sebagai berikut: 1. 2. ingatan. 28 .Daripada menggunakan bentuk. Siswa sering belajar banyak sekali hanya dengan melihat orang lain.

mereka diminta 29 . dia mengusulkan tiga macam pendekatan treatment. menerima pesan. Kemudian konselor meminta klien membayangkan hal yang menakutkannya secara bertahap. 8. Siswa harus yakin bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas sekolah. Guru juga dapat mempromosikan diri dengan keberhasilan siswa dengan membangun keyakinan pada diri siswa. akan menjadi penyakit atau masalah yang sulit diselesaikan bagi siswa. Treatmen konseling dimulai dengan membantu klien mencapai relaksasi yang mendalam. Pada umumnya. dan pengalaman sukses mereka sendiri. stereotip tradisional. Kalau klien dapat membayangkan kejadian itu tanpa rasa takut. Misalnya. 7. ular. Guru harus membantu siswa menetapkan harapan yang realistis bagi mereka untuk menyelesaikan akademik nya. Social Learning Teori juga dapat di aplikasikan pada kegiatan belajar mengajar. Sehingga sangat penting untuk mengembangkan rasa percaya diri bagi siswa. Guru harus menekspos siswa untuk mengetahui berbagai macam bentuk model komunikasi. yakni: 1. melihat orang lain berhasil. Misalnya dalam contoh pada aplikasi pengajaran sekolah dasar adalah pentingnya tokoh2 otoritas untuk dapat menjadi model yang baik bagai anak-anak didiknya (dalam hal ini menunjukkan perilaku yang baik) Bisa juga dengan mengundang orang-orang yang pantas untuk dijadikan role model (sesuai bidang masing-masing) untuk hadir ke ruang kelas.5. Latihan Penguasaan (desensitisasi modeling): Mengajari klien menguasai tingkah laku yang sebelumnya tidak bisa dilakukan (misalnya karena takut). baik itu di sekolah maupun diluar kegiatan sekolah. Teknik ini sangat penting untuk membongkar 6. Namun. kadang-kadang tugas di luar kemampuan siswa. Namun menurut Bandura. Teknik Self-Regulation menyediakan metode yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa. dibayangkan melihat ular mainan di etalase toko. di dalam kelas itu dimaksudkan untuk membuat kepastian bahwa pengharapan tidak terlalu rendah.

atau gambar/cerita. Kepuasan pikarious (melihat model mendapat penguatan) mendorong klien untuk mencoba/ meniru tingkah laku modelnya. dibantu oleh modelnya meniru tingkah laku yang dikehendaki. kemudian menyentuh ular. Calvis S. 1993.: Penerbit Kanisius. Modeling terbuka (modeling partisipan): Klien melihat model nyata.membayangkan bermain-main dengan ular mainan. yang memandang Bandura lebih tepat untuk dimasukan dalam kelompok aliran kognitif dan tidak diakui sebagai bagian dari behavioristik. & Gardner Lindzey. 3. Bandura memakai desensitisasi sistematik itu dalam pikiran (karena itu teknik ini terkadang disebut. 1993. kemudian melihat ular dikandang kebun binatang. sampai akhirnya mampu melakukan sendiri tanpa bantuan. Teori-teori Sifat dan Behavioristik. Penyebab utamanya karena pandangan Bandura yang kental aspek mentalnya. • Kritik & Evaluasi Kritik terutama datang dari kelompok aliran behavioristik keras. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Rakhmat. Yogyakarta. 2. Onong. modeling kognitif) tanpa memakai penguatan yang nyata.Edisi Revisi. 2003. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Psikologi Komunikasi. biasanya diikuti dengan klien berpartisipasi dalam kegiatan model. Modeling Simbolik: Klien melihat model dalam film. sampai akhirnya menggendong ular. Kritik terhadap Bandura 30 . Sumber Hall. Uchjana. Ini adalah model desensitisasi sistemik yang pada paradigma behaviorrisme dilakukan dengan memanfaatkan variasi penguatan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jalaluddin.

dan sma. dan pada tahun 1972 judee mendapatkan gelar M. dan double minor nya di bidang studi sosial dan pendidikan. Judee lahir pada 5 Februari 1948 di Iowa. dan mengarahkan ekstrakulikuler debat dan dram di Boone High School. dan judee mendapatkan bachelor’s degree nya dengan summa cum laude di tahun 1970. Hal ini langsung dimanfaatkannya untuk mengajar debat dan pidato. “K” kepanjangan dari Kathelene. BURGOON J Judee K. Akhirnya judee meneruskan jenjang kuliahnya ke Iowa State University. Burgoon. Dan ini diakhirinya dengan double major di bidang pidato / debat bahasa inggris. seperti mengikuti young republicans dan young democrats pada saat sma. JUDEE K. Kedua ilmuan komunikasi inilah yang mengemukakan dan mengembangkan teori ini. ia sangat menggemari aktivitas yang berbau debat dan sering sekali judee aktif dalam organisasi. Waktu liburan dan saat musim panasnya sering dihabiskan judee untuk bekerja mencari uang tambahan untuk nanti kuliahnya. Burgoon dan David B. Pendidikannya tidak henti sampai disitu.Interpersonal Deception Theory • Tokoh Penemu Tokoh dibalik Interpersonal Deception Theory adalah Judee K. 31 . judee pun melanjutkan kuliahnya di Illinois State University.S. Saat judee sd. smp. Buller.

diambil dari nama suaminya yaitu Michael Burgoon. Nama belakangnya. Dan pada akhirnya. Menikah di tahun 1974. dan dua tahun kemudian pada 1974 judee menyelesaikan gelar doktornya di bidang komunikasi bersamaan dengan pendidikan psikologinya di West Virginia University. “Burgoon”. judee menjadi professor komunikasi pada fakultas komunikasi di University of Arizona. Dia juga sudah membuat program-program kebijakan untuk sekolah dan administrasi kesehatan 32 . termasuk nutrisi. Dr. Mereka bertiga hidup dan berkembang di sonorant desert.nya di bidang speech communication. buller adalah PI dalam sejumlah study komunikasi kesehatan. pencegahan kanker kulit dan pencegahan tembakau dan penghentian programprogram untuk anak remaja dan populasi remaja. Formerly. BULLER Dr. saya mengambil posisi sebagai Wakil Presiden pada penelitian komunikasi untuk Louis Harris and Associates di kota New York. dan dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Erin Mikaela. Dr.A dalam komunikasi bahasa di universitas auburn. Buller adalah seorang ahli ilmu pengetahuan senior dan pemimpin penelitian di KB. buller memperoleh gelar sarjana kependidikan di komunikasi dari universitas Michigan dan sebuah gelar M. Setelah tiga tahun sebagai asisten profesor dan Direktur Forensics di University of Florida. DAVID B. tahun 1984. dia memegang jabatan di Harold simmons Chair untuk komunikasi kesehatan di institute cooper dan pemimpin dari institute denver dan memusatkan dirinya di bidang komunikasi kesehatan.

Dapat dilihat dari kehidupan sehari – hari pastinya kita sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari interaksi antar individu. yaitu “Interpersonal Deception Theory” atau Teori Penipuan Antar Individu. Dalam kegiatan kita sehari – hari tentunya kita menemui berbagai macam individu lain yang selalu berhubungan dengan kita. kurikulun sekolah dasar Healthy Ways. Melalui pernyataan tersebut kadangkala individu sebagai pelaku komunikasi dua arah. Kapan berbohong itu efektif digunakan ? bagaimana cara berbohong yang biasa dilakukan ? apa ciri – ciri pembohong ? kenapa orang harus berbohong ? ada berapa pembohong di sekitar kita ?. Perspektif ilmu komunikasi. pusat untuk penanggulangan penyakit dan pencegahan. • Latar Belakang Teori. buller sudah dibiayai oleh institute kanker nasional. perasaan ini bisa diukur kuat tidaknya dari proses interaksi yang dilakukan individu tersebut pada individu lain yang berada disekitarnya. yang akan membahas tuntas tentang “Interpersonal Deception Theory” . Ini menimbulkan pula sikap kita yang berbeda – beda pada setiap orang. dan seolah – olah kredibel di depan lawan bicaranya.pemerintah. menghalalkan berbagai macam cara untuk tercapainya tujuan tersebut. dan tentu intensitas kita untuk berinteraksi kepada tiap orang berbeda – beda. Cara yang ditempuh yang sudah sangat sering adalah dengan cara berbohong. Dengan kata lain. yaitu diakui benar. Di adalah penulis dari buku Sunny Days. buku-buku dan bab-bab buku. dan yayasan peneliatian kanker Amerika. berbohong mempunyai teori tersendiri yang membahasnya. dia sudah menulis atau membantu menulis lebih dari 100 artikel. 33 . yayasan Robert wood Johnson. pengakuan sosial tentunya jadi yang utama saat kita sedang berinteraksi antar individu. Tentunya dalam interkasi tersebut kita sebagai individu memasang settingan diri kita sebagus – bagusnya di depan individu yang lain. pertanyaan – pertanyaan tersebut akan coba dijawab dengan terbentuknya makalah ini. Penelitian Dr. Setiap individu memiliki rasa ingin diakui di dalam kelompok maupun lingkungan sekitarnya.

semoga makalah ini bisa berguna dan menjadi panduan yang baik. pembohong lebih aktif dibanding yang diperkirakan kebanyakan orang. Penelitian sebelumnya difokuskan pada perumusan prinsip-prinsip kebohongan. Demikian. Tujuan dibuatnya makalah yang membahas “Interpersonal Deception Theory” ini adalah untuk menyadarkan kita betapa pentingnya kita untuk mengetahui tingkat kebohongan yang terjadi pada lingkungan dan kehidupan kita sehari – hari. Sebelum penelitiannya. maksudnya supaya pembaca bisa menganalisis sendiri atau bahkan belajar berkomunikasi efektif menggunakan “Interpersonal Deception Theory”. Sigmund Freud mempelajari isyarat nonverbal untuk mendeteksi kebohongan sekitar seabad lalu. biasanya teori ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana orang menghindari tindakan menyakiti orang lain dengan cara berbohong. dan masih banyak lagi kebiasaan seseorang yang ada kaitannya dengan memanipulasi pernyataan mereka dengan kebohongan dijelaskan oleh teori “Interpersonal Deception” ini. Burgoon. David B. ia dianggap berbohong. kebohongan tidak begitu dianggap sebagai aktivitas komunikasi. Prinsip-prinsip ini didapat dengan mengevaluasi kemampuan mendeteksi kebohongan oleh individu yang mengamati komunikasi 34 . IDT dikembangkan oleh dua profesor komunikasi. menghindari masuk kedalam konflik. DePaulo dan Kirkendol mengembangkan Motivation Impairment Effect (MIE). meninjau kembali penelitian ini dan membentuk pemikiran bahwa dalam berusaha membohong. Dan di dalam makalah ini dicantumkan beberapa contoh kasus. atau bisa untuk menjelaskan bagaimana cara orang lain berbohong untuk menyerang orang lain. bisa lebih mengupgrade kemampuan kita dalam bidang ilmu komunikasi. MIE menyatakan bahwa semakin orang berupaya membohongi orang lain. Burgoon dan Floyd. Buller dan Judee K. berpura – pura empati. Namun. Pada tahun 1989. mereka semakin cenderung ketahuan. Jika mulutnya tertutup dan jarinya gemetar. Freud mengamati seorang pasien yang diminta mengungkapkan perasaannya yang paling dalam.“Interpersonal Deception Theory” itu sendiri dikemukakan untuk berbagai alasan. Dan diharapkan setelah membaca makalah ini kita sebagai makhluk komunikasi.

IDT didasarkan pada komunikasi dua arah dan ditujukan untuk menggambarkan kebohongan sebagai satu proses komunikasi interaktif. Interpersonal Deception Theory menduduki kolom yang bersilangan antara konsep teori komunikasi antar pribadi. dan perspektif human action. maupun sekedar perasaan pada level sadar dan bawah sadar.satu arah (unidirectional). Buller dan Burgoon mereduksi nilai penelitian yang sangat terkontrol – biasanya percobaan komunikasi satu-arah – yang dirancang untuk mendapatkan petunjuk yang benar bahwa orang berbohong. hubungannya dengan sikap kita ketika melakukan komunikasi dan sikap kita ketika kita berada pada etika komunikasi interpersonal dengan berazaskan human action. Teori interpersonal deception ini lebih sering diasumsikan sebagai teori untuk “seni mengatakan yang tidak sebenarnya”. Artinya Interpersonal Deception Theory ini jelas sekali membahas bagaimana dinamika kita ketika sedang berinteraksi dengan individu lain. mereka cukup baik pada fungsi-fungsi dibanding yang dihasilkan hanya dari kebetulan". 35 . ketika melakukan komunikasi tatap muka. Karena itu. Penelitian awal ini menemukan bahwa "meskipun manusia jauh dari sempurna dalam upayanya mendiagnosis kebohongan. Teori ini berupaya menjelaskan pula pola dimana individu berhadapan dengan kebohongan baik benar terjadi. terutama pada soal desepsi. Paradigma Umum Tentang Interpersonal Deception Theory (IDT) KONSEP TEORI Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi Kelompok Komunikasi Organisasi Komunikasi Komunikasi Massa PERSPEKTIF Cover in laws Critical System Human Action  Jika dilihat dari kolom ini.

menuju konsep. Teori Buller dan Burgoon memberitahukan kita tentang “frame of thingking” mereka dengan menjelaskan fenomena. padahal dalam kenyataannya tugas itu belum dikerjakan. 36 .Komunikasi tidak bersifat statis. Itulah ketiga pendapat buller dan burgoon tentang menyembunyikan kebenaran. misalkan kita berbicara “saya tadi habis mengerjakan tugas di perpustakaan”. yaitu pergi ke pesta ulang tahun. Kedua. “. sampai pada penjelasan yang di dukung oleh fakta dan contoh kasus. di apartemen teman saya”.. maka kita bisa bicara “saya mau pergi keluar sebentar” atau mungkin bisa dengan mengalihkan penuh tema pembicarannya. saya jadi ingat tentang …bla… bla… bla. ketika kita ingin menyatakan ketidakbenaran atau menutupi kejadian yang sesungguhnya. Selain itu. dan begitu sebaliknya. IDT membahas keterkaitan antara konteks komunikatif dan perilaku dan kognisi pengirim dan penerima dalam situasi penuh kebohongan (deceptive). “ oh ya. Pertama. “saya ingin pergi ke pesta ulang tahun. di satu sisi kita menyatakan kebenaran. misalkan ketika kita dihadapkan kepada suatu pertanyaan yang kita tahu jawabannya akan mengecewakan lawan bicara kita. dengan cara menghindar sepenuhnya. bisa dengan cara menyampaikan sebagian kebenaran. Perilaku pengirim dan pesan dipengaruhi oleh perilaku dan pesan dari penerima. dan menutupi bagian detailnya. misalkan. kebohongan berbeda dari komunikasi jujur. proposisi. Buller dan Burgoon menyatakan ada tiga tipe respon yang memungkinkan untuk diberikan kepada lawan bicara kita. kita tidak memberi detail yang jelas dalam kalimat pernyataan ini. berbohong sepenuhnya. apartemen yang mana ? teman yang mana ? siapa ? atau bahkan pesta ulang tahunnya bukan di apartemen. ia tidak hanya dipengaruhi oleh tujuan seseorang. Kebohongan yang disengaja membutuhkan sumber kognitif yang lebih dibanding komunikasi jujur. tetapi di satu sisi kita menutupi detailnya. yaitu di apartemen teman saya. tetapi juga oleh konteks interaksi yang diungkap. Ketiga.

teori kebohongan bersifat sangat manusiawi karena memandang berbagai kenyataan saling bergantung pada berbagai faktor situasional pada individu yang terlibat 2. Nilai dari individu yang terlibat disimpulkan dari nilai dan pengalaman mereka sendiri. Manusia memiliki ketidakawasan dalam menangkap suatu kebohongan. Asumsi epistemologis: Dalam hal pengetahuan. “Human beings are poor lie detectors in interactive situations. A-13-14) Dari pernyataan Griffin di atas. 3. respondents usually miss these telltale signs due to a strong truth bias. Asumsi aksiologis: Teori IDT bersifat manusiawi dalam segi nilai. When respondents appear doubtful. deceivers can adjust their presentation to allay suspicion” (Griffin (pp. kadangkala manusia terlalu tertutupi akan bias kebenaran yang diciptakan oleh si pembohong. Although strategic deception often results in cognitive overload that leaks out through a deceiver’s communication. Apa yang ditemukan dari penelitian sepenuhnya bergantung pada siapa yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang dibicarakan. teori ini juga bersifat manusiawi. bahkan mungkin terkadang mengandung kelebihan kognitif sehingga pesan yang disampaikan tidak masuk akal.• Asumsi Asumsi Metateoretis 1. Manusia sering tidak memperhatikan isyarat – isyarat yang dikeluarkan pembohong secara tidak sengaja. 37 . kita tahu bahwa sebenarnya manusia adalah “pendeteksi” kebohongan yang buruk dalam situasi interaktif. Asumsi ontologis: Sejauh sifat kenyataan.

Dyad berarti sekelompok terdiri dari dua orang dimana pesan dikirim dan diterima. ia menganggap kebohongan sebagai suatu proses interaktif antara pengirim dan penerima.Perspektif Teoritis Teori Interpersonal Deception membahas kebohongan melalui lensa teoretis komunikasi antar personal. multidimensi dan multimodal. Pada dasarnya. Tiga Ciri Pesan Tidak Jujur & Tiga Cara Menyampaikannya 1. IDT memfokuskan pada sifat dyadic (dual). relasional dan dialogis antara pasien dan ahli terapi bergantung pada komunikasi yang jujur dan terbuka jika pasien ingin sembuh dan berhasil membina hubungan yang lebih sehat. Kebohongan menggunakan kerangka teori yang sama karena komunikasi dari satu peserta dengan sengaja salah.  Aktivitas dialogic mengacu pada bahasa komunikatif dari pengirim dan penerima. multifungsi. baik pengirim dan penerima. Berbeda dengan penelitian tentang kebohongan sebelumnya yang memfokuskan pada pengirim dan penerima secara terpisah.  Komunikasi relational mengacu pada komunikasi dimana makna yang dibentuk oleh dua orang saling mengisi peran. Perilaku ceroboh yang seringkali nonverbal dan membantu menunjukkan kebohongan dari si pengirim melalui apa yang disebut leakage (kebocoran). Sebagai contohnya adalah kerangka konseling psikoterapi dan psikologis. masing-masing mengandalkan satu sama lain dalam pertukaran tersebut. Pesan biasanya berupa pesan verbal 2. relational (hubungan) dan dialogic (dialog) dari komunikasi penuh kebohongan. 38 . Perilaku antara pengirim dan penerima bersifat dinamis.  Komunikasi dyadic berarti komunikasi antara dua orang. yang mencakup aspek verbal dan non verbal yang seringkali. seakan – akan mengungkap kebenaran pesan tersebut 3. Aktivitas dyad. Pesan tambahan.

Concealment Yaitu menyembunyikan suatu rahasia 3. 1. 1. spontanitas. 2. Falsification Yaitu menciptakan suatu fiksi kepada lawan bicara 2. perilaku dan kognisi pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis karena hubungan memiliki variasi dalam. a. Equivocation Mengalihkan permasalahan Peran Superordinate dari Konteks dan Hubungan. valensi hubungan 39 . a. Memiliki variasi dalam. sifat kesegeraan (terburu – buru) c. karena konteks komunikasi tidak jujur. akses isyarat sosial b. Penjelasan IDT tentang kebohongan antar personal tergantung pada situasi dimana interaksi itu terjadi dan hubungan antara pengirim dan penerima. keterlibatan relasional d.Buller dan Burgoon menyatakan tiga cara strategi yang biasa digunakan untuk menyampaikan suatu desepsi. Kognisi dan perilaku pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis. keakraban relational (termasuk keakraban informasi dan perilaku) b. Selama pertukaran informasi bohong. kebutuhan percakapan e.

Proposisi & Eksplanasi Faktor Prainteraksi yang Terkait dengan Aktifitas Komunikasi Seorang komunikator. Dibandingkan dengan orang yang berkata jujur. pengetahuan. 1. konteks menurunkan penampilan awal kebohongan sedemikian rupa sehingga kebohongan dalam konteks yang semakin interaktif 40 . IDT membenarkan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi pertukaran pesan secara tidak jujur. pembohong akan. seperti pengharapan. perilaku dan citra (b) menampilkan isyarat kegelisahan nonstrategis (tidak terpikirkan/spontan). dan kompetensi dari apa yang dibicarakannya. tujuan atau maksud. Interaktivitas menyebabkan : (a) aktivitas strategis yang lebih besar (informasi. penurunan kinerja) seiring waktu relatif terhadap konteks non-interaktif. (c) memperlihatkan emosi negatif dan memperlihatkan bahwa dirinya sedang “ditekan” (d) atau bahkan memperlihatkan dirinya tanpa emosi (noninvolvement) dan gerak geriknya memperlihatkan penurunan kinerja bagian organ tertentu Pengaruh Karakteristik Pra-interaksi terhadap Kemampuan Awal Deteksi dan Penampilan Suatu Kebohongan IDT membenarkan bahwa faktor prainteraksi mempengaruh kemampuan awal deteksi dan penampilan suatu kebohongan yang diciptakan si pembohong. emosi negatif atau ditekan. Berikut poin – poin yang bisa dijadikan acuan terhadap pembuktiannya. (a) Terlibat dalam aktivitas strategis yang lebih besar yang dirancang untuk mengelola informasi. individu juga melakukan pendekatan terhadap pertukaran pesan yang tidak jujur dengan mengikutsertakan faktor prainteraksinya sendiri. perilaku dan manajemen kesan) (b) berkurangnya aktivitas nonstrategis (gelisah.

Harapan awal komunikator dan komunikan akan kejujuran pesan. Pembohong biasanya membalas pola orang tersebut ketika mencoba berbohong. perilaku dan hubungan meningkat.2. Pengirim yang ahli menyampaikan perilaku penuh kejujuran dengan terlibat dalam perilaku yang lebih strategis dan menunjukkan lebih sedikit kebocoran nonstrategis dibanding yang kurang ahli. 3. tetapi juga (d) lebih menunjukkan perilaku kebocoran nonstrategis 6. pembohong tidak hanya (a) lebih memahami deteksi (b) menunjukkan manajemen informasi. Tujuan dan motivasi menurunkan penampilan perilaku strategis dan nonstrategis 5. ‘Othello-error’ – spiral rekursif dari kognisi pengirim dan penerima mempengaruhi perilaku dan kognisi selanjutnya 41 . Pembohong biasanya lebih baik dalam mendeteksi kecurigaan dibanding responden dalam mendeteksi kebohongan. berhubungan terbalik dengan pengharapan akan kejujuran (yang merupakan fungsi dari interaktivitas konteks dan kepositifan hubungan) 4. berbanding sama dengan tingkat interaktivitas dan positivitas konteks dari hubungan yang dilakukan antara komunikator dan komunikan saat terciptanya komunikasi tersebut. Sebaliknya justru pemahaman deteksi awal pembohong dan aktivitas strategis yang terkait. (c) perilaku dan citra yang lebih berstrategi. Begitu pengetahuan tetnang informasi.

42 . Pengirim merasakan kecurigaan. mempengaruhi kecurigaan awal penerima dan akurasi deteksi selanjutnya. 2. kemampuan pemahaman penerima. disertai dengan penampilan perilaku awal. Kecurigaan penerima tercermin melalui satu kombinasi perilaku strategis dan non-strategis 2. Keakuratan deteksi awal dan selanjutnya berbanding terbalik dengan (a) bias kebenaran penerima (b) konteks interaktivitas (c) kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini mereka berbanding lurus dengan pengetahuan informasi dan perilaku. Pola Interaksi Interatif IDT selanjutnya menggambarkan proses iteratif dari isyarat kecurigaan penerima dan reaksi pengirim terhadap isyarat tersebut. yaitu. yaitu 1. berbanding lurus dengan (a) bias kejujuran dari penerima (b) interaktivitas konteks (c)dan kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini berbanding terbalik dengan penyimpangan komunikasi pengirim dari pola yang diharapkan. Penilaian awal dan selanjutnya dari penerima terhadap kredibilitas pengirim. Deteksi kebohongan adalah masalah coba-coba dan tergantung pada interaksi Efek Karakteristik Pra Interaksi dan Interaksi Awal terhadap Kognisi Penerima IDT lebih lanjut menyatakan bahwa faktor pra interaksi.selama interaksi. 1. dan penyimpangan komunikasi dari pola yang diharapkan si pengirim. jika sudah terlihat.

Ini 43 . Seberapa besar keberhasilan penerima kebanyakan dalam mendeteksi kebohongan? Tidak begitu berhasil sama sekali. dan penilaian penerima terhadap kredibilitas pengirim setelah interaksi merupakan fungsi dari (a) kognisi penerima (kecurigaan. tetapi IDT menganggap kebanyakan tidak. IDT menyatakan bahwa interaksi penuh kebohongan memuncak dalam serangkaian penilaian pasca-interaksi tentang kredibiltias pengirim dan kecurigaan penerima. menurut penelitian terakhir. 1. Peran Penerima (“korban”) dalam IDT Kebanyakan orang yakin bahwa mereka bisa melihat kebohongan. Menurut IDT. Dengan kata lain. semakin besar kesadaran sosial penerima. bias. interaksi antara pengirim dan penerima mempengaruhi sejauh mana kredibilitas pengirim menurut penerima dan seberapa besar kecurigaan penerima menurut pengirim. semakin baik ia mendeteksi kebohongan. Isyarat kebohongan dan kecurigaan berubah seiring waktu 5. Keakuratan deteksi.3. 2. Proses timbal balik adalah pola adaptasi interaksi yang dominan antara pengirim dan penerima selama kebohongan antar personal Hasil Pasca Interaksi Terakhir. bias) (b) kemampuan pemahaman penerima (c) isyarat perilaku pengirim. Keberhasilan kebohongan pengirim merupakan fungsi dari kognisi pengirim (kecurigaan yang dirasakan) dan isyarat perilaku penerima. Kecurigaan (yang dirasakan atau sebenarnya) meningkatkan perilaku strategis dan non strategis dari pengirim 4. yang paling penting adalah bagaimana pembohong mengatur isyarat verbal dan nonverbalnya. Ada berbagai hal yang harus dilakukan pembohong secara simultan untuk memastikan apa yang mereka katakan terasa benar.

Ekspresi wajah Ada delapan emosi dasar yang dikomunikasikan melalui ekspresi wajah: marah. ingin tahu. Emosi bisa juga merupakan akibat dari kebohongan karena respon fisik terjadi dalam pengirim. biasanya dalam bentuk kegelisahan dan emosi negatif. Motivator disini adalah pengontrol ktika terjadinya kebohongan. Namun. atau membentuk emosi negatif untuk target kebohongan. Emosi ini 44 . Seringkali. gembira. jika pengirim selalu menggunakan taktik yang sama. terkejut dan menerima. Untungnya manusia sangat sensitif terhadap isyarat tubuh. sedih. muak. penerima akan sadar. Tearkhir. terhindar dari emosi negatif (kelakuan yang tidak wajar).mungkin dikarenakan ada kontrak sosial bahwa orang akan jujur satu sama lain dan percaya orang akan jujur terhadapnya. Emosi bisa menjadi “motivator” kebohongan. karena pengirim mengandalkan pengetahuan informasi. baik sebagai motivator dan hasil kebohongan. Kebocoran emosi Emosi dalam kebohongan terwujud paling jelas dalam isyarat-isyarat nonverbal. dan mungkin menyadari bahwa pengirim sedang berbohong. pernyataan itu mungkin mengarahkan penerima untuk meyakini bahwa cerita pengirim selanjutnya juga benar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% emosi dikomunikasikan secara nonverbal. komunikasi bersifat bertentangan: orang menyampaikan satu hal secara verbal dan hal yang berlawanan secara nonverbal. Jika penipu mulai melakukan pertukaran tidak jujur dengan pernyataan yang akurat dan valid. meskipun beberapa bagian dari dialognya salah. seperti kepuasan diri. Emosi yang Muncul dalam Bahasan IDT Emosi berperan penting dalam IDT. pengirim mempersiapkan penerima untuk menerima informasinya sebagai benar. hubungan dan perilaku untuk mencapai tujuan. Kebocoran disini mengacu pada kejadian komunikatif dimana isyarat nonverbal mengungkap isi pesan verbal yang sebenarnya. takut.

atau ia akan sulit menyembunyikan rasa muak ketika mengobati orang luka atau berhadapan dengan orang yang tidak tahu malu. Gerak tubuh Penggunaan gerakan tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi budaya yang spesifik di budaya tertentu dan bisa menyebabkan kesalahpahaman dan terkadang hinaan. karena dianggap menunjukkan vagina. Jika menatap lebih dari 80%.8 detik. mengangkat tangan dan meremas ibu jari dan telunjuk bersamaan. Tatapan Orang menggunakan tatapan mata untuk menunjukkan ancaman. defensif. atau menaruh tangan di atau 45 . kedekatan dan keingintahuan. dan “jalur dua” yang tergantung pada proses sosialisasi. curiga.umumnya dikenali di berbagai budaya. seseorang tidak akan bisa menyembunyikan rasa enak ketika bertemu seseorang yang memiliki cacat luka yang mengerikan. individu merasa sulit mengontrol ekspresi wajah. Misalnya. memegang tangan. seperti menyentuh wajah. tiap tatapan rata-rata selama 7. Jika penerima melihat hanya 15%. tidak dewasa. Misalnya. natural atau tulus. mereka bisa dianggap ramah. Gerak tubuh tak sadar digambarkan sebagai tindakan menyentuh diri. Ada dua “jalur” utama dimana ekspresi ini berkembang: “jalur satu”. orang Jepang tidak membolehkan menunjukkan emosi negatif. menggaruk. percaya diri. Misalnya. Terkadang. mereka bisa dianggap dingin. digunakan oleh orang Perancis dan terkadang Inggris untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu sempurna. ada dari dalam diri. menghindar atau tidak peduli. Tatapan mata digunakan untuk mengatur giliran dalam percakapan dan merupakan faktor penting dalam memutuskan seberapa besar ketertarikan penerima pada apa yang dikatakan pengirim. akan dianggap vulgar di daerah Mediterania. Penerima biasanya melihat selama 70-75%. Wajah bisa “membocorkan” informasi tentang apa yang mereka rasakan. Budaya berbeda memiliki aturan memperlihatkan emosi yang mengatur penggunaan ekspresi wajah. pesimistis.

Kontak tubuh di luar batasan yang sempit itu tidak bisa ditolerir”. antara orang tertentu. itu artinya pasangan anda tengah melakukan 'Concealment'.dekat mulut. kesenangan atau kegelisahan yang ekstrem. kedekatan dan pemahaman. Argyle menulis bahwa “nampaknya ada aturan yang jelas yang membolehkan hanya jenis sentuhan tertentu. • Aplikasi Contoh kasus yang simple pada IDT misalnya. maka ia sedang melakukan 'Falsification'. sering dilakukan orang ketika mengalami emosi ekstrem seperti depresi. Sentuhan pada orang lain dilakukan untuk menunjukkan gairah seksual. Peserta diminta untuk menilai mood sang wanita. Salah satu contoh kebocoran terkait gerak tubuh ada dalam penelitian Ekman dan Friesen. Ketika anda menyatakan keraguan tentang status ekonominya kemudian ia menyangkal "tuduhan" anda tersebut. Mereka yang menyentuh orang lain dianggap memiliki status lebih tinggi. maka pasangan anda sedang berupaya melakukan 'Equivocation'. dalam salam pertemuan dan perpisahan. Karena penasaran anda terus mendesaknya untuk berkata jujur tetapi ia tetap menolak. gugup dan terganggu. sementara mereka yang disentuh lebih rendah dalam hal-hal tersebut. sebagai aksi agresi dan untuk menekankan dominasi. pada situasi tertentu. sementara kelompok yang hanya melihat badannya menganggap bahwa ia sedang tegang. Mereka yang hanya ditunjukkan wajah wanita menganggap bahwa ia sedang bahagia dan gembira. Sentuhan Sentuhan bisa menjadi alat penting untuk meyakinkan dan menunjukkan pemahaman. Aplikasi kompleks Untuk lebih jelas dan kompleks. percaya diri dan hangat. 46 . mari kita lihat kasus berikut. pasangan anda mengatakan bahwa dirinya adalah orang kaya padahal kenyataannya tidak. yang menunjukkan satu film seorang wanita yang mengalami depresi kepada sekelompok peserta penelitian.

Belum ada rasa keberanian bagi saya untuk memberitahukan kepada orang tua. belum makan nih” 47 . hubungan kami kembali terjalin karena kami mulai menyadari satu sama lain masih saling membutuhkan dan mengerti akan sikap ego dalam diri masing – masing. kalau lembur kok tiap hari?”… Rina : ”Iya Pak kemarin – kemarin emang lembur terus banyak kerjaan. Namun. dan keseriusannya untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan. Pada saat saya pulang dari dinner bareng Ditto tiba – tiba orang tua saya bertanya Bapak : ”Sekarang kok pulang kantornya sering malam terus Rin. kedua orang tua saya masih belum mengetahui bahwa saya telah kembali menjalin dengan Ditto lagi. Di awal kami kembali menjalin hubungan. keyakinan saya untuk kembali pada ditto karena saya dapat melihat kesungguhannya kepada saya untuk dapat meminimize sikap ego nya yang selama ini dia tunjukkan. karena dia menyadari kekurangan dirinya. sabtu dan minggu saya kuliah dan Ditto juga sibuk dengan studi S2nya. ada hal yang masih mengganjal hingga saat ini. Satu – satunya waktu kami dapat bertemu adalah setelah pulang kerja kami bertemu untuk menghilangkan rasa kangen kami terkadang nonton atau dinner bareng. karena saya mengetahui pasti mereka tidak menyetujui saya kembali menjalin dengan Ditto. kalau tadi ngobrol dulu sama teman kantor”. ”Aduuhhh. sayapun mulai tidak ontime pulang kerja. Sikap orang tua saya yang tidak menyetujui dikarenakan oleh kesalahan saya menceritakan segala sikap Ditto terhadap saya selama berpacaran sebelumnya. Karena ada perubahan waktu tersebut.Saya telah menjalin hubungan kembali dengan mantan pacar saya yang bernama Ditto. waktu untuk bertemu diantara kami benar – benar sempit. Tetapi saya memiliki alasan kuat untuk menerima Ditto kembali yaitu perubahan sikap dari dirinya. Laperrr Mama masak apa pak.

Bapak berfikir tidak mungkin lembur sampai berhari – hari atau mungkin saja terjadi karena memang banyak pekerjaan. 48 . Rina. adalah strateginya agar kebohongannya tidak diketahui oleh Bapak. Sebenarnya saya ingin mengatakan kepada orang tua dari awal agar tidak membuat sebuah kebohongan tetapi saya tahu orang tua saya pasti tidak akan merestui dan menyetujui. Situasi tersebut menganalogikan Teori ini. Kecurigaan ini berdiri diantaranya kenyataan dan fiksi. karena Rina merasa kondisi orang tuanya belum siap untuk tahu kenyataan ini. Kecurigaan Bapak tertangkap oleh Rina. sehingga berdampak pada tingkah lakunya (Non Verbal). planning rina tersebut jadi tidak sesuai lagi dengan rencana awal. dan membiarkan anakanya menyantap makanan. memiliki tujuan agar kedua orang tuanya tidak mengetahui dia telah memulai lagi berhubungan dengan Ditto. bahwa kecurigaan dari responden dapat dengan mudah di ketahui oleh deceiver (pembohong). Pengalihan pembicaraan Rina secara terburu – buru dan menunjukkan muka kelaparan kepada Bapak adalah upaya Rina untuk menghindar dari pertanyaan selanjutnya agar dapat menahan dan mengontrol informasi. menurut teori Interpersonal Deception ini Rina telah menyembunyikan kebenaran bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini bertemu dengan Ditto bukan lembur dikantor dan dia menimbulkan fiksi baru dengan mengatakan lembur dan ngobrol dengan teman kantor. Oleh karenanya Rina cepat – cepat langsung mengalihkan pembicaran dan menciptakan kondisi agar orang tuanya khawatir bahwa anaknya kelaparan sehingga tidak melanjutkan pertanyaan yang lebih dalam lagi. tetapi karena takut Bapak lebih curiga. dan setelah itu makan. dan takut kalau orang tua saya sedih dan marah. Rina masih ingin bercengkrama dengan orang tua. Rina langsung menanyakan menu masakan hari ini. baru mandi. Awalnya.Rina berkata bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini lembur.

Setelah Bapak mengetahui ada 49 . dan pesannya tidak pasti.” menunjukkan kercurigaan image yang berlebihan. Rina kembali pulang malam untuk nonton bersama Ditto sampai pukul 07. Semakin rina berbohong semakin rina merasa bersalah dan ragu akan keputusannya kembali kepada Ditto. Kebohongan yang terlalu banyak menurut teori ini akhirnya mengalami kebocoran. Teori kebohongan juga mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan kebohongan akan memiliki perasaan bersalah dan keragu – raguan untuk mengambil langkah selanjutnya. Bapak memeriksa lemari belajar Rina dan terdapat kamera digital yang Bapak kenali bahwa itu milik ditto setelah dicek isi foto di dalam kamera tersebut terdapat foto Ditto dan tertera tanggal Foto baru 2 (dua) hari yang lalu. disamping itu memang tidak dibolehkan dalam agama. The Truth will come out setelah kebohongan mengalami kebocoran – kebocoran. tadi sengaja pulang malam karena mau ngerjain tugas kuliah dulu kan anak rajin…jadi kalau ada tugas mesti cepat cepat dikerjain”. kedua Rina mengatakan pulang malam karena ngobrol dengan teman sekantor dan terakhir nina megatakan pulang malam karena mengerjakan tugas kuliah dan memberikan penekanan ”kan anak rajin. Yang berpengaruh pada perilaku Rina seperti cepat – cepat mengalihkan pembicaraan dan berpura pura lapar.Dalam teori deception ini. Bapak kembali bertanya dan jawaban Rina kali ini ”Iya Pak. Seharusnya rina tidak melakukan kebohongan ini terhadap kedua orang tuanya. Sebelumnya Rina mengatakan pulang malam karena lembur. Rina berbohong karena ingin mempertahankan hubungan harmonis dengan orang tuanya dan Ditto. IDT mengemukakan bahwa informasi yang disampaikan oleh seorang pembohong akan berubah – ubah. sehingga menimbulkan kecurigaan. jadi kalau ada tugas mesti cepat – cepat dikerjain. Di hari selanjutnya. dalam bathin bapak timbul perasaan ”pasti ada yang disembunyikan oleh Rina dari Bapak”. tidak konsisten.45. Pada suatu hari kecurigaan Bapak pun mulai bertambah.

dan beberapa contoh Teori Komunikasi Kontekstual (Persuasi dan Interpersonal) oleh : Drs. Mereka menyetujui anggapan Buller dan Burgoon sebagai gambaran komprehensif dari interaksi penuh kebohongan.hubungan lagi antara anaknya Rina dengan Ditto. Ansfield dan Bell mempertanyakan status teoretis dari IDT. Orang tuapun dengan segala kerelaannya merestui saya kembali bersama Ditto daripada harus sembunyi dari mereka lagi. yang menekankan pertukaran dimana pengirim dan penerima melakukan prediksi psikologis tentang perilaku satu sama lain berdasarkan pengetahuan sebelumnya tentang orang tersebut. 50 . yang menekankan aspek situasi dan konteks dari pertukaran komunikasi. Rina merasa dirinya belum memberitahu keorang tua karena belum tepat waktunya. Pawit M. Buller | KLEIN BUENDEL. “Kita tidak bisa menemukan pertanyaan ‘mengapa’ dalam sintesis Buller dan Burgoon. Mereka menulis. • Sumber: David B. DePaulo dkk. Tidak ada teka-teki menarik yang perlu dipecahkan. juga mengkritik IDT karena gagal membedakan antara komunikasi interaktif. Sumber-sumber Informasi. inc. Mereka berpendapat bahwa ambiguitas konseptual ini membatasi kekuatan penjelasan IDT.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. • Kritik DePaulo.S.. COMMUNICATION CAPSTONE SPRING 2001 THEORY WORKBOOK Mediate. dan tidak pernah ada mekanisme penjelasan. Yusup. M. tetapi menyalahkan proposisi karena tidak adanya keterkaitan dan kekuatan prediktif yagn dibutuhkan untuk membenarkan teori. dengan komunikasi antar personal. Rina pun mengakui kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya memang sudah kembali menjalin relationship bersama ditto. Media.

Rogers. Rogers (6 Maret 1931 – 21 Oktober 2004). Iowa pada tanggal 6 Maret 1931. Banyak sekali inovasi pertanian yang dihasilkan seperti benih jagung hybrid. ia juga melakukan wawancara langsung terhadap 200 petani tentang keputusannya untuk keputusan mereka mengadopsi inovasi tersebut.Diffusion of Innovation Tokoh Penemu Teori Everett M. misalnya pada bidang pendidikan. Namun tidak semua petani mengadopsi beberapa inovasi tersebut. pupuk kimiawi. Awalnya Rogers tidak memiliki ide untuk mengambil kuliah hingga gurunya mengarahkannya beserta beberapa teman-teman sekelasnya untuk mengambil Agriculture untuk S1 dan S2-nya di Iowa State University. Disertasinya berupa penyebaran atau difusi weed spray. Hasilnya merujuk kepada S-shaped Diffusion 51 . Sejarah teori : Pada tahun 1950-an. Selain itu Rogers juga memelajari bagaimana difusi inovasi dari bidang-bidang lain. Iowa State University menghasilkan banyak lulusan besar di bidang pertanian dan khususnya masalah sosiologi pedesaan. Bernama lengkap Everett M. Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi Rogers hingga akhirnya menjadi inti dari disertasi Rogers di Iowa State University. Selanjutnya ia sempat menjadi suka relawan di perang Korea selama 2 tahun. marketing. dan obat-obatan. dan semprotan untuk rumput liar. Sepulangnya dari perang itu Rogers kembali lagi ke Iowa State University untuk mendapatkan gelar PhD di bidang sosiologi dan statistik pada tahun 1957. pria ini dilahirkan di Carroll. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga pemilik Pinehurst Farm. hanya ada beberapa petani saja yang mengadopsinya setelah inovasi tersebut berhasil dilakukan oleh beberapa petani barulah inovasi tersebut menyebar secara perlahan-lahan. Ia menemukan banyak kesamaan dalam beberapa bidang tersebut.

Rogers menjelaskan hasil risetnya tentang difusi atau penyebaran inovasi dalam suatu sistem sosial dan pengaplikasiannya di berbagai bidang. Sumber : www. Melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovation yang kini menjadi buku legendaris.af. Rogers (1983) mengatakan. “Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”. dan sebagainya. seperti dengan bidang pemasaran. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu.hill. dan Amerika Latin untuk menyebarkan inovasi dalam bidang 52 . Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu.mil/crosstalk/1999/11/paulk. Africa. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitian-penelitian sosiologi.Curve yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog Prancis bernama Gabriel Tarde pada awal abad ke-20. di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer.stsc. budaya.asp Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960. Hal ini yang membantu beberapa negara di daerah Asia.

keputusan. Rogers mendefinisikan difusi inovasi adalah ”proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Di dalam pesan itu terdapat ketermasaan (newness) yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang menyangkut ketakpastian (uncertainty). Everett M. dan konfirmasi 53 .pertanian.” Difusi merupakan suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. persuasi. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. Hingga mereka menjadi negara yang mandiri. dan beberapa perubahan sosial lainnya. implementasi. dan tingkat kerumitan yang lebih rendah akan lebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya 3. kemampuan untuk dicoba. Difusi inovasi adalah proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Asumsi utama yang dapat disimpulkan dari teori ini adalah: 1. Inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. kesesuaian. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial 2. Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi untuk mencapai pengertian bersama. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. family planning. kemampuan untuk dicoba. dan tingkat kerumitan yang lebih rendahlebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya. Teori Di dalam buku Diffusion of Innovation. kesesuaian.” ”inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. tahap pengetahuan. Ada sedikitnya 5 tahapan dalam difusi inovasi yakni.

Kompatibilitas (compatibility) Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku. Ada 5 tipe masyarakat dalam mengadopsi inovasi yakni inovator. Rogers tersebut. Contoh : Dalam pembelian handphone. Sebagai contoh. dan laggard. early majority. Inovasi yang tidak memliliki wujud fisik diadopsi berupa keputusan simbolis. pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Keunggulan relatif (relative advantage) Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul dari yang pernah ada sebelumnya. jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. atau objek yang dianggap sebagai suatu yang baru oleh seorang individu atau satu unit adopsi lain. semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi. maka 54 . early adopter. ideologi misalnya. Sedangkan yang memiliki wujud fisik pengadopsiannya diikuti dengan keputusan tindakan. ada empat unsur utama yang terjadi dalam proses difusi inovasi sebagai berikut: Inovasi Inovasi merupakan sebuah ide. Semua inovasi memiliki komponen ide tetapi tak banyak yang memiliki wujud fisik. prestise sosial. Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi yang dapat memengaruhi keputusan terhadap pengadopsian suatu inovasi meliputi: a. Unsur-unsur Difusi Inovasi : Dari definisi yang diberikan oleh Everett M. kenyamanan. pengguna handphone akan mencari handphone yang lebih baik dari yang ia gunakan sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi. Misalnya dari penggunaan Nokia N97 berganti ke Blackberry b. kepuasan dan lain-lain. late majority. seperti segi eknomi.4. praktek.

Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi. Contoh : Masyarakat pengguna PC atau notebook terbiasa dengan penggunaan Windows yang lebih mudah dibandingkan Linux. Kemampuan diujicobakan (trialability) Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu.inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible). suatu inovasi sebaiknya Contoh harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya. Suatu inovasi yang dapat di ujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi. Kerumitan (complexity) Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. 55 . walaupun Linux memiliki kelebihan dibandingkan Windows tetapi karena penggunaannya lebih rumit masih sedikit orang yang menggunakan Linux d. : Produk Molto Ultra Sekali Bilas cepat diterima masyarakat karena secara langsung dapat dibandingkan dengan produk-produk sejenis lainnya. sehingga bentuk inovasi seperti alat-elektronik tidak mereka adopsi karena tidak sesuai dengan norma sosial yang mereka miliki c. maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi. Contoh : Dalam suku Badui dalam terdapat aturan untuk tidak menggunakan teknologi dari luar. agar dapat dengan cepat diadopsi.

yakni saluran media massa dan saluran antarpribadi atau saluran lokal dan kosmopolit. Saluran lokal adalah saluran yang berasal dari sistem sosial yang sedang diselidiki. Saluran komunikasi Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama atau yang biasa disebut mutual understanding antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Dengan demikian diadopsinya suatu ide baru (inovasi) dipengaruhi oleh partisipan komunikasi dan saluran komunikasi.e. Kelebihan media massa adalah dapat menjangkau audiens yang banyak dengan cepat dari satu sumber. surat kabar. suatu jenis saluran komunikasi tertentu juga memainkan peranan lebih penting dibandingkan dengan jenis saluran komunikasi lain. maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi. Dalam tahap-tahap tertentu dari proses pengambilan keputusan inovasi. karena melalui itulah inovasi dapat tersebar kepada anggota sistem sosial. Media massa dapat berupa radio. televisi. kesesuaian (compatibility). kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya. Saluran komunikasi dapatr dikatakan memegang peranan penting dalam proses penyebaran inovasi. Saluran kosmopolit adalah saluran komunikasi yang berada di luar sistem sosial yang sedang diselidiki. semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif. Kemampuan diamati (observability) Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Ada dua jenis kategori saluran komunikasi yang digunakan dalam proses difusi inovasi. dan lain-lain. Sedangkan saluran antarpribadi dalam proses difusi inovasi ini melibatkan upaya pertukaran informasi tatap 56 .

golongan adopter awal menyukai ide-ide baru tanpa perlu persuasi yang berlebihan sehingga media massa saja sudah cukup membuat mereka mau mengadopsi sebuah inovasi berbeda dengan orang-orang dari golongan adopter akhir. Hal itu dikarenakan diadopsi tidaknya inovasi 57 . Saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan denan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). Mereka cenderung melihat atau berkaca pada orang-orang disekitar mereka yang sudah menggunakan inovasi tersebut dan apabila berhasil mereka baru mau mengikutinya. Hasil penelitian berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut: a. c. Saluran komunikasi masa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi. Sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Metode komunikasi massa seperti penggunaan iklan memang dapat menyebarkan informasi tentang inovasi baru dengan cepat tetapi hal tersebut tidak lantas dapat begitu saja membuat inovasi baru tersebut diadopsi oleh khalayak. dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). Hal ini disebabkan saluran komunikasi massa dapat membentuk awareness secara serempak dalam waktu yang dikatakan cukup singkat dibandingkan dengen efek komunikasi antarpribadi. Saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan Saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi.muka antara dua atau lebih individu yang biasanya memiliki kekerabatan dekat. d. karakteristik mereka yang kurang menyukai risiko menyebabkan komunikasi antarpribadi yang paling bekerja dengan baik. b.

Namun pada kenyataannya. banyak disebutkan bahwa saluran komunikasi media massa akan optimal digunakan pada tahap pengetahuan dan saluran interpersonal akan lebih optimal digunakan pada tahap persuasi. dan mungkin pula disebabkan ketidakrelevanan antara isi media dengan kebutuhan masyarakat.baru terkait dengan masalah resiko dan ketidakpastian. pada tahap pengetahuan hendaknya kita menggunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi tentang adanya inovasi tersebut. Hal tersebut digambarkan oleh ilustrasi kurva dibawah ini yang menggambarkan bahwa komunikasi interpersonal menjadi begitu sangat berpengaruh dari waktu ke waktu dibandingkan dengan komunikasi massa. misalnya terlalu banyak hiburan atau hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk diberitakan. berpengaruh dalam tiga hal. yakni memperbesar tingkat adopsi suatu inovasi dapat dilakukan dengan pengaplikasian saluran komunikasi yang tepat pada situasi yang tepat. yakni: 58 . dalam proses difusi. Disinilah letak pentingnya komunikasi antarpribadi. Karena hal-hal tersebut. Kurun waktu tertentu Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi. Untuk mendapatkan hasil penyebaran inovasi yang optimal. Pertama. Selanjutnya digunakan saluran komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dan personal pada tahap persuasi. dan juga orang yang memiliki kredibilitas untuk memberi saran mengenai inovasi tersebut. Hal ini disebabkan karena kurangnya media massa yang dapat dijangkau masyarakat terutama di pedesaan. Dari hasil penelitian. tingginya tingkat buta huruf penduduk. Orang akan lebih percaya kepada orang yang sudah dikenalnya dan dipercayai lebih awal atau orang yang mungkin sudah berhasil mengadopsi inovasi baru itu sendiri. saluran komunikasi interpersonal terutama yang bersifat kosmopolit dinilai lebih baik dibanding saluran media massa. di negara yang belum maju kekuatan komunikasi interpersonal masih dinilai lebih penting dalam tahap pengetahuan. Dimensi waktu.

Kategori tersebut antara lain adalah innovator. Kecepatan adopsi adalah kecepatan relative yang berkenaan dengan pengadopsian suatu inovasi oleh anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu. hingga tahapan implementasi dan konfirmasi berkenaan dengan inovasi tersebut.Kecepatan rata-rata adopsi ide baru dalam sebuah sistem sangat dipengaruhi oleh dimensi waktu. individu tidak akan secara serempak dalam suatu waktu mengadopsi sebuah inovasi melainkan perlahan-lahan secara berurut. Ada beberapa tahap dalam proses keputusan inovasi ini. 59 . yakni: • • • • • b. late majority. early adopter. early majority. Kecepatan ini selalu diukur dengan jumlah anggota suatu sistem yang mengadopsi inovasi dalam periode waktu tertentu.a. Keinovatifan adalah tingkatan dimana individu dikategorikan secara relative dalam mengadopsi sebuah ide baru dibanding anggota suatu sistem sosial lainnya. Tahap pengetahuan pertama terhadap inovasi Tahap pembentukan sikap kepada inovasi Tahap pengambilan keputusan menerima atau menolak inovasi Tahap pelaksanaan inovasi Tahap konfirmasi dari keputusan Waktu dapat memengaruhi difusi dalam keinovatifan individu atau unit adopsi. dan laggard. Klasifikasi ini dikarenakan dalam sebuah sistem.Proses keputusan inovasi. yaitu proses mental yang terjadi dimana individu mulai mengalami tahapan menerima informasi pertama yang membentuk sikap seseorang terhadap inovasi sampai kepada keputusan apakah individu tersebut menerima atau menolak inovasi. Keinovatifan inilah yang pada akhirnya menjadi indikasi yang menunjukkan perubahan tingkah laku individu c.

Hal ini dapat dicontohkan seperti terlihat pada struktur oranisasi suatu perusahaan atau struktur sosial masyarakat suku tertentu. Keempat faktor tersebut adalah: 1) Struktur sosial (social structure) Struktur sosial adalah susunan suatu unit sistem yang memiliki pola tertentu. kelompok informal. Adanya sebuah struktur dalam suatu sistem sosial memberikan suatu keteraturan dan stabilitas perilaku setiap individu dalam suatu sistem sosial tertentu. sama halnya dengan meneliti sirkulasi darah tanpa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang struktur pembuluh nadi dan arteri. organisasi dan atau sub sistem. Katz (1961) seperti dikutip oleh Rogers menyatakan bahwa sangatlah bodoh mendifusikan suatu inovasi tanpa mengetahui struktur sosial dari adopter potensialnya. Penelitian yang dilakukan oleh Rogers dan Kincaid (1981) di Korea menunjukan bahwa adopsi 60 . Struktur sosial dapat memfasilitasi atau menghambat difusi inovasi dalam suatu sistem. Rogers (1983) menyebutkan adanya empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi. peran pemimpin dan agen perubahan. dan norma-norma tertentu. Struktur sosial juga menunjukan hubungan antar anggota dari sistem sosial.Sistem Sosial Sangat penting untuk diingat bahwa proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Dalam suatu sistem sosial terdapat struktur sosial. Difusi inovasi terjadi dalam suatu sistem sosial. Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh struktur sosial. tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi. Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. individu atau kelompok individu. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu. norma sosial. Berkaitan dengan hal ini.

menjadi penentang. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya. Sistem norma juga dapat menjadi faktor penghambat untuk menerima suatu ide baru. Jadi. orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya. Hal ini sangat berhubungan dengan derajat kesesuaian (compatibility) inovasi denan nilai atau kepercayaan masyarakat dalam suatu sistem sosial. jelas disini bahwa orang berpengaruh memainkan peran dalam proses keputusan inovasi. ia mendapat tugas dari kliennya untuk memengaruhi masyarakat yang berada dalam sistem sosialnya.suatu inovasi dipengaruhi oleh karakteristik individu itu sendiri dan juga sistem sosial dimana individu tersebut berada. Dalam kenyataannya. 3) Opinion Leaders Opinion leaders dapat dikatakan sebagai orang-orang mampu berpengaruh. 61 . Mereka adalah orangorang yang mampu memengaruhi sikap orang lain untuk menerima sebuah inovasi. Tetapi change agent bersifat resmi atau formal. Jadi. 2) Norma sistem (system norms) Norma adalah suatu pola perilaku yang dapat diterima oleh semua anggota sistem sosial yang berfungsi sebagai panduan atau standar bagi semua anggota sistem sosial. yakni orang-orang tertentu yang memengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. derajat ketidak sesuaian suatu inovasi dengan kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut oleh individu (sekelompok masyarakat) dalam suatu sistem social berpengaruh terhadap penerimaan suatu inovasi tersebut. 4) Change Agent Change agent adalah suatua bagian dari sistem sosial yang berpengaruh terhadap sistem sosialnya.

Terkadang kultur penerima cenderung menggabungkan makna inovasi itu dengan makna subyektif. biasanya merupakan orang-orang profesional yang telah mendapatkan pendidikan atau pelatihan tertentu untuk dapat memengaruhi sistem sosialnya. Di dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” yang ditulis oleh Rogers dan Shoemaker. lemahnya pengetahuan tentang karakteristik struktur sosial. unsur makna ini lebih sulit didifusikan daripada bentuk maupun fungsinya. fungsi utama dari change agent adalah menjadi mata rantai yang menghubungkan dua sistem sosial atau lebih. yakni perspektif subyektif dan seringkali tak disadari tentang inovasi tersebut oleh anggota sistem sosial. Sebagai contoh.Change agent atau dalam bahasia Indonesia yang biasa disebut agen perubah. Pada teori Two-Step 62 . norma dan orang kunci dalam suatu sistem sosial (misal: suatu institusi pendidikan). Karena sifatnya subyektif. kemampuan dan keterampilan change agent berperan besar terhadap diterima atau ditolaknya inovasi tertentu. memungkinkan ditolaknya suatu inovasi walaupun secara ilmiah inovasi tersebut terbukti lebih unggul dibandingkan dengan apa yang sedang berjalan saat itu. sehingga makna aslinya hilang. yakni: • • • Bentuk yang dapat diamati langsung dalam penampilan fisik suatu inovasi Fungsi inovasi tersebut bagi cara hidup anggota sistem Makna. 5) Heterofili dan Homofili Difusi diidentifikasi sebagai jenis komunikasi khusus yang berhubungan dengan penyebaran inovasi. Ralph Linton (1963) dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” melihat bahwa setiap inovasi mempunyai tiga unsur pokok yang harus diketahui oleh change agent. Dengan demikian.

Hal tersebut yang dipandang dalam riset difusi sebagai homofili. dalam proses difusi inovasi. status sosial dan lain sebagainya. Semakin besar derajat kesamaannya maka semakin efektif komunikasi yang terjadi untuk mendifusikan inovasi dan sebaliknya. Rogers 63 . heterofili adalah tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak perbedaan. tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak kemiripan sosial. contohnya keyakinan. penting sekali untuk memahami betul karakteristik adopter potensialnya untuk memperkecil “heterophily”. opinion leader dan pengikutnya memiliki banyak kesamaan.Flow. pendidikan. Makin tinggi derajat perbedaannya semakin banyak kemungkinan masalah yag terjadi dan menyebabkan suatu komunikasi tidak efektif. nilai-nilai. Lain halnya dengan heterofili. Persamaan dan perbedaan ini akan berpengaruh terhadap proses difusi yang terjadi. Proses Difusi Inovasi Berikut adalah bagan model proses difusi inovasi menurut Everett M. Oleh karenanya. Yakni.

Tahap ini merupakan tahap penyebaran informasi tentang inovasi baru. Rogers mengatakan ada tiga macam pengetahuan yang dicari masyarakat dalam tahapan ini.1. Yang 64 . dan saluran yang paling efektif untuk digunakan adalah saluran media massa. Tahap Pengetahuan (Knowledge) Ada beberapa sumber yang menyebutkan tahap pengetahuan sebagai tahap “Awareness”. individu akan mencari tahu lebih dalam informasi tentang inovasi baru tersebut dan keuntungan menggunakan informasi tersebut. Kesadaran bahwa inovasi itu ada Pengetahuan akan penggunaan inovasi tersebut Pengetahuan yang mendasari bagaimana fungsi inovasi tersebut bekerja Tahap Persuasi (Persuasion) Dalam tahapan ini individu membentuk sikap atau memiliki sifat yang menyetujui atau tidak menyetujui inovasi tersebut. yakni: • • • 2. Dalam tahap persuasi ini. Dalam tahap ini kesadaran individu akan mencari atau membentuk pengertian inovasi dan tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi.

Tahap Pengambilan Keputusan (Decision) Di tahapan ini individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu pilihan untuk mengadopsi inovasi tersebut atau tidak sama sekali. Beberapa ciri-ciri inovasi yang biasanya dicari pada tahapan ini adalah karekateristik inovasi yakni relative 3. yakni: 65 . complexity. dan observability. trialability. aktifitas mental yang terjadi alah memengaruhi afektif. Sehingga pada tahapan ini seorang calon adopter akan membentuk persepsi umumnya tentang inovasi tersebut. Keputusan individual terbagi menjadi dua macam. sedangkan pada tahap persuasi. Kepribadian dan normanorma sosial yang dimiliki calon adopter ini akan menentukan bagaimana ia mencari informasi. bentuk pesan yang bagaimana yang akan ia terima dan yang tidak. advantage.membuat tahapan ini berbeda dengan tahapa pengetahuan adalah pada tahap pengetahuan yang berlangsung adalah proses memengaruhi kognitif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi. yakni: • • • • Praktik sebelumnya Perasaan akan kebutuhan Keinovatifan Norma dalam sistem sosial Proses keputusan inovasi memiliki beberapa tipe yakni: a) Otoritas adalah keputusan yang dipaksakan kepada seseorang oleh individu yang berada dalam posisi atasan b) Individual adalah keputusan dimana individu yang bersangkutan mengambil peranan dalam pembuatannya. dan bagaimana cara ia menafsirkan makna pesan yang ia terima berkenaan dengan informasi tersebut. Pada tahapan ini seorang calon adopter akan lebih terlibat secara psikologis dengan inovasi. compatibility. Adopsi adalah keputusan untuk menggunakan sepenuhnya ide baru sebagai cara tindak yang paling baik.

yakni: • Konsekuensi Dikehendaki VS Konsekuensi Tidak Dikehendaki Konsekuensi dikehendaki dan tidak dikehendaki bergantung kepada dampak-dampak inovasi dalam sistem sosial berfungsi atau tidak berfungsi. • Konsekuensi Yang Diantisipasi VS Konsekuensi Yang Tidak Diantisipasi 66 . Dalam kasus ini.a. terlepas dari keputusan yang dibuat oleh anggota sistem. Terkadang efek atau hasil dari inovasi tidak berupa pengaruh langsung pada pengadopsi. Keputusan opsional adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang. b. Keputusan kolektif adalah keputusan dibuat oleh individu melalui konsesnsus dari sebuah sistem sosial c) Kontingen adalah keputusan untuk menerima atau menolak inovasi setelah ada keputusan yang mendahuluinya. • Konsekuensi Langsung VS Koneskuensi Tidak Langsung Konsekuensi yang diterima bisa disebut konsekuensi langsung atau tidak langsung bergantung kepada apakah perubahan-perubahan pada individu atau sistem sosial terjadi dalam respons langsung terhadap inovasi atau sebagai hasil dari urutan kedua dari konsekuensi. Konsekuensi adalah perubahan yang terjadi pada individu atau suatu sistem sosial sebagai akibat dari adopsi atau penolakan terhadap inovasi . akibat dari revolusi tersebut sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemilik modal tetapi tidak sesuai denganapa yang dikehendaki oleh tenaga kerja yang pada akhirnya kehilangan pekerjaaan dan menjadi pengangguran. sebuah inovasi bisa saja dikatakan berfungsi dalam sebuah sistem sosial tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya inovasi tersebut tidak berfungsi bagi beberapa orang di dalm sistem sosial tersebut Sebut saja revolusi industri di Inggris. Ada tiga macam konsekuensi setelah diambilnya sebuah keputusan.

individu akan mencari penguatan atas keputusan yang telah ia ambil sebelumnya. 4. Umumnya.Tergantung kepada apakah perubahan-perubahan diketahui atau tidak oleh para anggota sistem sosial tersebut. individu tersebut menghentikan penggunaan inovasi tersebut hal tersebut dikarenakan oleh hal yang disebut disenchantment discontinuance dan atau replacement discontinuance. Disenchantment discontinuance disebabkan oleh ketidakpuasan individu terhadap inovasi tersebut sedangkan replacement discontinuance disebabkan oleh adanya inovasi lain yang lebih baik. Remaja menjadi mudah mendapatkan video atau gambar-gambar yang tidak pantas. individu atau partisipan memilih untuk mengadopsi inovasi baru tersebut. internet digunakan untuk mendapatkan informasi yang terbaru dari segala penjuru dunia. Tahap Konfirmasi (Confirmation) Tahap terakhir ini adalah tahapan dimana individu akan mengevaluasi dan memutuskan untuk terus menggunakan inovasi baru tersebut atau menyudahinya. Apabila. individu akan menggunakan inovasi tersebut. Tipe-tipe Pengadopsi Inovasi Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok-kelompok adopter didasarkan pada tingkat keinovatifannya. Selain itu. Jika ditahapan sebelumnya proses yang terjadi lebih kepada mental exercise yakni berpikir dan memutuskan. Contohnya pada penggunaan internet sebagai media massa baru di Indonesia khususnya dikalangan remaja. Tahap Pelaksanaan (Implementation) Tahapan ini hanya akan ada jika pada tahap sebelumnya. inilah yang disebut konsekuensi yang diantisipasi. yakni lebih awal atau lebih 67 . Dalam tahap ini. dalam tahap pelaksanaan ini proses yang terjadi lebih ke arah perubahan tingkah laku sebagai bentuk dari penggunaan ide baru tersebut. misalnya untuk mengakses hal-hal yang berbau pornografi hal inilah yang disebut konsekuensi yang tidak diantisipasi. 5. Tetapi tanpa disadari penggunaan internet bisa disalahgunakan.

Berikut adalah kurva yang menggambarkan distribusi frekwensi normal kategori adopter beserta persentase anggota kelompok adopter dalam sebuah sistem sosialnya. Inovator Tipe ini adalah tipe yang menemukan inovasi. Kurva lonceng tersebut menggambarkan banyaknya pengadopsi dari waktu ke waktu. dan kreatifitasnya untuk mengembangkan ide baru.lambatnya seseorang mengadopsi sebuah inovasi dibandingkan dengan anggota sistem sosial lainnya. energi. Pada tahun pertama. Berikut adalah karakteristik dari berbagai macam kategori adopter: 1. sedikit demi sedikit jumlah pengadopsi akan menyusut. pada tahun berikutnya jumlah pengadopsi akan lebih banyak dan setelash sampai pada puncaknya. Kurva yang membentuk lonceng tersebut dihasilkan oleh sejumlah penelitian tentang difusi inovasi. Selain itu orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini cenderung berminat mencari hubungan dengan orang-orang yang berada di 68 . Sehingga jika kurva tersebut dikumulasikan akan membentuk kurva S sesuai dengan kurva S yang sebelumnya telah disampaikan oleh Gabriel Tarde. Mereka mencurahkan sebagian besar hidup. usaha penyebaran inovasi akan menghasilkan jumlah pengadopsi yang sedikit.

Berani mengambil risiko b. Merekrut dan melatih mereka sebagai pendidik 2. Penerima Dini Penerima dini atau Early adopter biasanya adalah orang-orang yang berpengaruh dan lebih dulu memiliki banyak akses karena mereka memiliki orientasi yang lebih ke dalam sistem sosial. Karakteristik yang dimiliki oleh early adopter adalah: a. Menawarkan secara pribadi dukungan untuk beberapa early adopter untuk mencoba inovasi baru 69 . Rogers menyebutkan karakteristik innovator sebagai berikut: a. Role model dari anggota lain dalam sebuah sistem sosial d. Mampu menanggulangi ketidakpastian informasi Berikut adalah cara agar dapat bekerja dengan inovator: a. Dihargai dan disegani oleh orang-orang disekitarnya e. Bagian yang terintegrasi dalam sistem lokal sosial b. Untuk memengaruhi penerima dini tidak memerlukan persuasi karena mereka sendiri yang selalu berusaha mencari sesuatu yang dapat memberikan mereka keuntungan dalam kehidupan sosial atau ekonomi. Memahami dan mampu mengaplikasikan teknik dan pengetahuan yang kompleks d.luar sistem mereka. Mengundang innovator yang rajin untuk menjadi partner dalam merancang poyek b. Mampu mengatur keuangan yang kokoh agar dapat menahan kemungkinan kerugian dari inovasi yang tidak menguntungkan c. Sukses Untuk dapat bekerja dengan penerima dini berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan: a. Opinion leader yang paling berpengaruh c.

Mereka biasanya orang yang pragmatis.b. terjamin. 70 . Mayoritas Dini (orang–orang yang lebih dahulu selangkah lebih maju) Early majority ini adalah golongan orang yang selangkah lebih maju. a. Memelajari percobaan inovasi tersebut secara hati-hati untuk menemukan atau membuat ide baru yang lebih sesuai. nyaman dengan ide yang maju. Menawarkan kompetisi atau sampel secara gratis untuk Menggunakan advertiser dan media yang memiliki Menurunkan biaya dan memberikan jaminan stimulus kredibilitas. tetapi mereka tidak akan bertindak tanpa pembuktian yang nyata tentang keuntungan yang mereka dapatkan dari sebuah produk baru. dan yang akrab dengan golongan ini c. murah dan mudah dipasarkan c. d. Berhati-hati sebelum mengadopsi inovasi baru Untuk menarik simpati golongan ini dapat dilakukan engan beberapa cara sebagai berikut: a. b. cara yang lebih baik atas apa yang telah mereka lakukan. Jarang mendapatkan posisi sebagai opinion leader d. misalnya dengan publisitas atau Mempromosikan mereka sebagai trendsetter Menjaga hubungan baik dengan melakukan feedback secara pemberitaan media rutin 3. Meninggikan ego mereka. Ada beberapa karakteristik mayoritas dini. dipercaya. Mereka adalah orang-orang yang sensitive terhadap pengorbanan dan membenci risiko untuk itu mereka mencari sesuatu yang sederhana. e. yakni: b. Sepertiganya adalah bagian dari sistem (kategori atau tipe terbesar dalam sistem) e. Sering berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya c.

bisa jadi mereka adalah inovator.d. Mayoritas Belakangan Orang-orang dari golongan ini adalah orang-orang yang konservatif pragmatis yang sangat membenci risiko serta tidak nyaman dengan ide baru sehingga mereka belakangan mendapatkan inovasi setelah mereka mendapatkan contoh. f. Ada indikasi bahwa sebagian dari golongan ini bukanlah orangorang yang benar-benar skeptis. e. Atau munngkin karena terbatasnya sumber dan saluran komunikasi menyebabkan seseorang terlambat mengetahui adanya sebuah inovasi dan pada akhirnya golongan ini disebut sebagai Laggard. Berjumlah sepertiga dari suatu sistem sosial b. Tidak terpengaruh opinion leader b. Terdesak ekonomi d. Ada beberapa karakteristik Laggard. Sangat berhati-hati 5. atau bahkan mayoritas dini yang terkurung dalam suatu sistem sosial kecil yang masih sangat terikat dengan adat atau norma setempat yang kuat. Mendapatkan tekanan daro orang-orang sekitarnya c. Mendesain ulang untuk memaksimalkan penggunaan dan Menyederhanakan formulir aplikasi dan atau instruksi Menyediakan customer service and support yang membuatnya menjadi lebih simple profesional 4. penerima dini. Skeptis e. Golongan ini lebih dipengaruhi oleh ketakutan dan golongan laggard. Laggard (lapisan paling akhir) Golongan Laggard adalah golongan akhir yang memandang inovasi atau sebuah perubahan tingkah laku sebagai sesuatu yang memiliki risiko tinggi. Terisolasi 71 . Rogers mengidentifikasi karakteristik golongan late majority sebagai berikut: a. yakni: a.

yakni di fase awal karakteristiknya berorientasi pada hal-hal yang baru atau visioner sedangkan pada fase berikutnya setelah gap mereka cenderung pragmatis tentu saja hal ini akan menjadi sebuah tantangan besar. 72 . Gap atau jarak ini menyebabkan perbedaan karektiristik yang begitu jauh antara dua golongan tersebut. Moore menunjukkan adanya gap antara early adopter dengan early majority. Sumber yang terbatas Untuk melakukan pendekatan dengan Laggards ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Memaksimalkan kedekatan mereka dengan inovasi tersebut atau berikan mereka contoh Laggard yang sukses melakukan pengadopsian inovasi tersebut Namun ada beberapa peniliti yang menunjukan bentuk tabel distribusi yang berbeda. yakni: a. Berorientasi terhadap masa lalu d. bagaimana cara memersuasi mereka untuk mengadopsi sebuah inovasi. Mempunyai masa pengambilan keputusan yang lama f.c. . dimana. Memberikan mereka perhatian yang lebih terhadap kapan. Curiga terhadap inovasi e. dana bagaimana mereka melakukan kebiasaan baru b.

Yakni pada riset difusi jagung inti hibrida di Iowa. Dokter dan bidan juga mulai memperkenalkan alat kontrasepsi terhadap pasiennya. Petani dan anggota masyarakat pedesaan adalah salah satu dari sasaran dari upaya difusi inovasi. Pada awalnya masyarakat melakukan family planning dengan coitus interuptus atau bahkan mereka sama sekali tidak melakukan family planning.Aplikasi Pada awalnya riset tentang difusi inovasi menggunakan bidang pertanian sebagai sampel. Dari situ masyarakat satu per satu mulai menggunakan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran. sekarang hal itu dicontoh oleh negara-negara berkembang lainnya. Tetapi kemudian penerapan teori difusi inovasi ini berkembang ke berbagai macam bidang antara lain pendekatan pembangunan.. terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara dunia ketiga lainnya. mereka menjadi tahu bahwa alat-alat kontrasepsi dapat menekan angka kelahiran. Dalam hal ini tidak semua menggunakan alat kontrasepsi masih ada banyak orang yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi karena umumnya mereka masih terikat adat dan norma yang tidak mengizinkan adanya penekanan angka kelahiran. Salah satu contoh penerapan teori difusi inovasi adalah penggunaan alat kontrasepsi. Lalu pemerintah mulai mengenalkan alat kontrasepsi dengan menggencarkan iklan layanan masyarakat pada berbagai macam media. Hal tersebut menimbulkan awareness masyarakat terhadap adanya berbagai macam alat kontrasepsi untuk melakukan family planning. Beberapa masyarakat yang modernist mencoba menggunakannya. 73 . peran mereka disini ada yang sebagai opinion leader ada pula yang dianggap sebaga change agent. Jadi adanya alat kontrasepsi sebagai inovasi disebarkan melalui media massa(bentuk dari komunikasi masa) dalam bentuk iklan selanjutnya change agent dan opinion leader sebagai bentuk dari komunikasi antarpribadi yang persuasif dilakukan oleh dokter. bidan atau keluarga yang telah menggunakan alat kontrasepsi lalu pada akhirnya alat kontrasepsi itu dipakai oleh masyarakat kebanyakan. Usaha-usaha mengaplikasikan difusi inovasi pertama kali dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an dan 1930-an.

74 . Padahal penggunaan insektisida atau antibiotic secara berlebihan dapat menimbulkan resistensi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan seseorang tersebut tentang inovasi tersebut. sehingga inovasi dapat dengan mudah berubah dalam penggunaannya saat berpindah dari early adopter menuju early majority. 2. 4. Laggard dapat menjadi early adopter di lain kesempatan.• Kritik-kritik Ada beberapa kritik yang dilontarkan oleh ahli-ahli komunikasi dan ahliahli sosiologi lainnya terhadap teori. antara lain: 1. Teori ini tidak prediktif karena tidak menyediakan pengetahuan tentang seberapa baik sebuah ide baru atau produk baru bekerja sebelum melewati kurva adopsi 3. Adanya overadopsi Overadopsi adalah pengadopsian suatu inovasi oleh seseorang padahal menurut ahli seharusnya ia menolak inovasi tersebut. Pengaruh dari beberapa teknologi dapat secara radikal mengubah pola difusi untuk menyusun teknologi dengan memulai persaingan atau kompetisi dalam kurva S. 5. Teori ini tidak menyediakan petunjuk bagaimana mengatur sebuah perpindahan. Individu cenderung mengadopsi teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Adopter dapat dikategorikan ke dalam kategori yang berbeda untuk inovasi yang berbeda. Teori ini sama sekali tidak menyebutkan mutasi yang sering terjadi seperti hal tersebut. Kadangkala. inovasi yang baik tidak seharusnya diadopsi oleh orang-orang yang tidak dapat menggunakannya secara bijak karena kurangnya pengetahuan mereka. Teori ini menyimpulkan terlalu sederhana sebagai representasi realitas yang kompleks. Misalnya penggunaan antibiotik secara berlebihan. atau pada bidang pertanian penggunaan insektisida yang berlebihan.

Bentuk pengaplikasian teori ini terhadap komunikasi pembangunan misalnya. agensi pengembangan. 3. Begitu pula saat penerapan di 75 . dan early majority sedangkan yang tergolong sebagai late majority dan laggard tidak mendapatkan perhatian khusus. dan badan riset seharusnya merespon kebutuhan semua petani. dengan adanya inovasi tidak semua perubahan sosial yang terjadi adalah pertubahan kearah yang lebih baik. Eksploitasi terhadap golongan sosial yang lemah Menurut beberapa ahli. A Pro-Innovation Bias Maksud dari pro-innovation bias disini adalah adanya prasangka berlebihan terhadap inovasi(pro-innovation).6. Ada kemungkinan konsekuensi negatif sebagai akibat dari inovasi tersebut. Selain itu dalam pengaplikasiannya terhadap bidang pertanian ada beberapa kritik mengenai teori difusi inovasi sebagai berikut: 1. 2. Dari kasus pembangunan di negara-negara maju. early adopter. Sama dengan pengaplikasian inovasi di bidang lain selain pertanian. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang sangat mau untuk menerima ide baru sehingga semua informasi diarahkan terhadap mereka. Dalam teori ini semua inovasi dianggap baik tetapi pada kenyataanya tidak selalu seperti itu. golongan miskin tidak dapat memerbaiki kualitas hidupnya sedangkan golongan kaya semakin kaya. Individual-Blame Bias Dalam teori ini mereka yang tidak mengadopsi teknologi langsung dicap sebagai “Laggard” dan disalahkan karena kurangnya respon mereka terhadap inovasi. Iklan sebuah inovasi biasanya lebih digembar-gemborkan di kalangan masyarakat yang termasuk innovator. Sedangkan yang membutuhkan bantuan diabaikan. Bias in Favor of Larger and Wealthier Farmers Ada bias terhadap petani yang lebih kaya dan besar. Beberapa kritik mengatakan bahwa perusahaan. hal ini justru memerbesar gap yang ada.

Communication Theories: Origins. 2004. 2007. Burhan. Tankard. Ardianto. Bungin. New York: Longman. Sosiologi komunikasi. Uses.bidang lainnya. Elvinaro & Erdinaya. Jr. Karena bisa saja mereka terlambat mengadopsi atau tidak mengadopsi inovasi karena kurangnya informasi mengenai inovasi tersebut. Edisi 3. Akankah inovasi menyebabkan pengangguran atau migrasi warga desa? Akankah yang kaya menjadi lebih kaya dan yang miskin menjadi lebih miskin? Apakah dampak buruk dari inovasi sudah dipertimbangkan? Sumber Severin. 4. Werner Joseph dan James W. 76 . Issue of equality. seharusnya golongan yang mendapat perhatian lebih dalam penyebaran inovasi adalah golongan yang termasuk kategori late majority dan laggard. 1991. Lukiati Komala. Dari teori ini lahir beberapa issue. Jakarta : Kencana. Methods. Komunikasi massa : Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Gallois. 77 . Santa Barbara. termasuk orang lanjut usia. Giles saat ini adalah seseorang yang berkebangsaan Amerika. ketika Giles pertama kali memperkenalkan pemikiran mengenai model “mobilitas aksen”. dikhususkan untuk membangun rasa dari suatu komunitas (bukan keluarga) dan ia merasa sangat bangga untuk menyebutnya “rumah saya sekarang”. Oleh karena itu. yang didasarkan pada berbagai aksen yang dapat didengar dalam situasi wawancara. Callan. Ia pertama kali menjajaki sebuah program studi yang kemudian disebut program studi komunikasi dari Inggris selama delapan tahun yang ketika itu hanya mempelajari bagaimana berbicara dan mendengar. USBC Department ini – serta kampus secara keseluruhan – menurutnya. melihat keberhasilan para siswanya dalam bekarir merupakan suatu kesenangan tersendiri. ia kembali ke rumah dan menjadi ketua psikologi di Bristol University hingga setelah itu ia berkeja full-time untuk menjadi dosen di fakultas ini pada 1989. social. Menurutnya. dan akademi. Kemudian. Pengalamannya ini telah memberikan waktu yang panjang baginya dalam melakukan riset psikologi social mengenai bahasa dan komunikasi. ia merasa bangga dapat menjadi ketua selama hampir 8 tahun. Banyak dari teori dan penelitian serupa yang tetap peka terhadap berbagai akomodasi komunikasi yang dilakukan dalam percakapan di antara kelompok budaya yang beragam. ia juga telah memiliki hak istimewa dalam membimbing first-rate Graduate Students berdasarkan dari apa yang telah ia pelajari. Ia juga dapat mengetahui lebih mengenai darimana mereka berasal. • Latar Belakang Teori Teori Akomodasi Komunikasi berawal pada tahun 1973. Johnstone. orang kulit berwarna. Selain itu. hal ini justru mampu membuatnya menjadi lebih dekat kepada setiap siswa bahkan secara personal.Communication Accomodation Theory • Tokoh Howard Giles adalah salah seorang dosen komunikasi di Universitas California. dan tunanetra (misalnya. Dengan latar belakangnya sebagai “Missing American High School and College”.

1988. Huber. ia meneliti konflik antara masyarakat. " Hal inilah yang dikemukakan oleh Giles. Akomodasi komunikasi menjelaskannya dengan membahas cara orang berinteraksi mempengaruhi satu sama lain. Communication profesor Howard Giles adalah seorang interaction Specialist. Saya berharap mereka memahami apa yang telah didiskusikan di kelas sehingga juga dapat berpengaruh pada bagaimana mereka berkomunikasi dimana saja dalam hidup mereka. Pitts. Giles & Coupland. Giles baru menyadari bahwa ia tertarik dalam bidang komunikasi ketika bekerja di sebuah klinik medis di kotanya. sebelumnya dikenal sebagai Teori Speech Accommodation. Franklyn-Stokes. dengan mengacu pada bagaimana mereka melihat diri mereka sebagai anggota kelompok sosial. "Para pasien yang saya bawa ke dokter saja hanya diharuskan untuk membuka mulut mereka dan berbicara. 78 . yang belum pernah mereka pikirkan sebelumya. Suatu konsep yang cukup untuk menarik minat Giles yakni mengenai cara orang berkomunikasi dan mengetahui dirinya dalam kaitannya dengan orang lain. 2005).1984. hingga saya pun dapat memprediksi bagaimana dokter akan mengambil keputusan terhadap mereka" ujarnya. intergenerational. adalah teori pragmatik yang mengamati fenomena orang yang berinteraksi mengubah cara mereka berkomunikasi dalam situasi berbeda. Gallois. Teori ini dibahas dengan memerhatikan adanya keberagaman budaya. Klemz. & Ohs. Nussbaum. dan komunikasi antar budaya. Wales. Dokter lebih aktif untuk merespon nada suara tertentu dan sikap serta memberikan waktu dan perhatian lebih kepada pasien daripada kepada orang lain. 1977. dan bagaimana kontribusi mereka terhadap kesejahteraan. "Saya ingin membuka pikiran para pelajar pada bidang kehidupan sosial yang penting bagi mereka. Krieger. • Teori Teori Communication Accommodation. Dalam program-program sarjana dan sarjana di intergroup.

Menurut Giles dan koleganya (1987) itulah saat ketika kita memutuskan proses evaluative dan komunikatif kita. Akomodasi komunikasi adalah teori yang mementingkan bagaimana orang memersepsikan dan mengevaluasi apa yang terjadi di dalam sebuah percakapan. Maksudnya. Kita mungkin akan mengungkapkan kebahagiaan. Motivasi merupakan bagian kunci dari proses persepsi dan evaluasi dalam Teori Akomodasi Komunikasi. situasional dan budaya. kesedihan. 79 . • Cara di mana kita memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain akan menentukan bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan Asumsi ini terletak baik pada persepsi maupun evaluasi. atau dukungan kita. Berikut ini merupakan identifikasi beberapa asumsi : • Persamaan dan perbedaan berbicara dan perilaku terdapat di dalam semua percakapan Banyak prinsip Teori Akomodasi Komunikasi berpijak pada keyakinan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan di antara para komunikator dalam sebuah percakapan. dan kemudian kembali meneruskan perjalanan kita.• Asumsi Akomodasi dipengaruhi oleh beberapa keadaan personal. kemudian berbicara. Orang pertama-tama memersepsikan apa yang terjadi di dalam percakapan sebelum mereka memutuskan bagaimana mereka akan berperilaku dalam percakapan. sedangkan evaluasi (evaluation) merupakan proses menilai percakapan. Kita melakukan ini dengan cara terlibat dalam suatu gaya komunikasi yang mengakomodasi. misalnya ketika kita menyapa orang lain. misalnya. Kita mungkin akan menyapa seseorang. terlibat dalam bicara basa-basi. tetapi kemudian terkejut ketika kita mendengar bahwa orang tersebut baru saja bercerai. Ini sering terjadi. Persepsi (perception) adalah proses memerhatikan dan menginterpretasikan pesan. tetapi tidak selalu mengevaluasinya. Tetapi ketika kita memersepsikan kata-kata dan perilaku orang lain dapat juga menyebabakan kita mengevaluasi orang tersebut. kita mungkin akan memersepsikan tuturan dan perilaku seseorang. Kita biasanya tidak menghabiskan waktu untuk mengevaluasi pertemuan percakapan yang demikian.

Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status social dan keanggotaan kelompok Asumsi ini berkaitan dengan dampak yang dimiliki bahasa terhadap orang lain. Secara khusus, bahasa memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan status dan keanggotaan kelompok di antara para

komunikator dalam sebuah percakapan. Pikirkan apa yang terjadi ketika dua orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda berusaha untuk berkomunikasi satu sama lain. Giles dan John Wiemann (1987) mendiskusikan situasi ini: Dalam situasi bilingual atau bahkan bidiaklektikal, di mana etnis mayoritas dan minoritas berdampingan, pembelajaran bahasa kedua bersifat satu arah secara dramatis: maksudnya, sangat umum bagi kelompok yang dominan untuk mempelajari kebiasaan linguistic dari kelompok bawahan….Sungguh bukan merupakan kebetulan bahwa secara lintas budaya perilaku bahasa apa yang “standar”, “benar”, dan “kuat” adalah perilaku bahasa aristokrasi, kelas penguasa atau kelas atas dan istitusi-institusi mereka. Bahasa yang digunakan dalam percakapan akan cenderung merefleksikan individu dengan status social yang lebih tinggi. Selain itu, keanggotaan kelompok menjadi hal yang paling penting karena sebagaimana dapat ditarik dari kutipan di atas terdapat keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok yang “dominan”. Akomodasi bervariasi dalam hal tingkat kesesuaian, dan norma mengarahkan proses akomodasi. Asumsi ini berfokus pada norma dan isu mengenai kepantasan social. Kita telah melihat bahwa akomodasi dapat bervariasi dalam hal kepantasan social. Tentu saja terdapat saat-saat ketika mengakomodasi tidaklah pantas. Misalnya, Melanie Booth-Butterfield dan Felicia Jordan (1989) menemukan bahwa orang dari budaya yang termarginalisasi biasanya mengharapkan untuk mengadaptasi (mengakomodasi) orang lain. Norma telah terbukti memainkan peranan dalam teori Giles (Gallois dan Callan, 1991). Norma (norm) adalah harapan mengenai perilaku yang dirasa seseorang harus atau tidak harus terjadi di dalam percakapan. Hubungan antara norma dan akomodasi diperjelas oleh Cynthia Gallois dan Victor Callan (1991):
80

“Norma-norma memberikan batasan dalam tingkatan yang bervariasi…terhadap perilaku akomodatif yang dipandang sebagai hal yang diinginkan dalam sebuah interaksi”. Konteks Antar Generasi 1. Overaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara “menyimpang” dari gaya komunikasi yang diperlukan untuk menyesuaikan percakapan dengan acara tertentu. 2. Underaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara berkomunikasi dengan cara (gaya atau kualitas bicara) yang merendahkan. 3. Strategi Tua ke Muda a. Overaccommodation karena kekurangan fisik atau indera. Menganggap orang tua memiliki kekurangan tertentu, dan beradaptasi melebihi level optimal b. Overaccommodation terkait ketergantungan. Ucapan yang mendominasi, disiplin, terlalu direktif pada orang tua. Orang muda menggunakannya untuk mengontrol hubungan. c. Divergensi terkait usia. Tekankan perbedaan kelompok muda. Nilai, gaya hidup yang digunakan untuk menandai perbedaan usia. d. Overaccommodation antar kelompok. Paling berpengaruh – akomodasi bukan pada orang tua sebagai individu tetapi menurut norma kelompok. 4. Strategi Muda ke Tua a. Underaccommodation untuk membela diri. Dalam bercakap nampak insular atau egosentris. Tidak mau membahas topik yang mengancam konsep diri. b. Membatasi diri terkait usia. Digunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan suatu fungsi. “Ingatan saya sudah tidak sebaik dulu” c. Stereotyping diri. Mengambil karakteristik orang tua stereotip. Mengambil identitas kelompok orang tua dalam konteks antar kelompok. d. Divergensi antar kelompok. Secara agresif menekankan perbedaan lintas generasi, seperti mengomentari gaya bicara anak muda secara negatif. Proposisi Teori Akomodasi Komunikasi diperoleh dari sebuah penelitian yang awalnya dilakukan dalam bidang ilmu lain, dalam hal ini, dalam psikologi sosial.
81

In-Group dan Out-Group. Merefleksikan ketertarikan pada kelompok dimana kita bukan anggota dan menciptakan batasan kelompok kita dan keterpisahan dari kelompok lain.

Anggapan:

Komunikator

menyesuaikan

gaya

bicaranya

(mengubah

karakteristik suara – aksen, bahasa, dialek, kecepatan, volume, dll) dengan orang lain sebagai cara untuk mengekspresikan nilai, perilaku dan maksud.” (Street & Giles, 1982).

Dampak: Persepsi individu tentang gaya bicara orang lain menentukan respon perilaku dan evaluatifnya.” (Street & Giles, 1982)

Eksplanasi Untuk mendapatkan pengertian mengenai karakteristik utama dari Teori Akomodasi Komunikasi, pertama-tama akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan kata akomodasi. Akomodasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku dalam merespons orang lain. Akomodasi biasanya dilakukan secara tidak sadar. Kita cenderung memiliki naskah kognitif internal yang kita gunakan ketika kita berbicara dengan orang lain. Kita secara naluriah menarik suatu percakapan dari dokumen yang tersimpan di dalam benak kita. Dalam percakapan dengan gadis berusia 15 tahun, kita mungkin akan menggunakan kosakata remaja; dengan seseorang yang berusia 85 tahun kita akan berbicara lebih perlahan dan menggunakan lebih banyak mimik wajah. Ini semua dilakukan tanpa banyak pemikiran sebelumnya dan dapat terjadi secara terang-terangan maupun tertutup. Menurut Infante, 1997. Teori Akomodasi Komunikasi (CAT) didefinisikan sebagai “Pernyataan bahwa selama komunikasi, orang berusaha menyesuaikan gaya bicaranya dengan orang lain. Mereka melakukannya untuk mendapat persetujuan, meningkatkan efisiensi komunikasi dan memelihara identitas sosial yang positif dengan orang yang diajak bicara”. Dengan kata lain, bagaimana anggapan kita tentang seseorang akan tergantung bagaimana kita bertingkah laku di dekat orang tersebut. Teori ini menjelaskan tentang terjadinya proses akomodasi (penyesuaian diri) seseorang terhadap lingkungannya guna tercapainya interaksi komunikasi yang lebih baik. Sentral konsep dari teori ini adalah untuk menjelaskan bagaimana orang yang berinteraksi saling mempengaruhi, juga tentang cara pandang sosial psikologi yang mempengaruhi kebiasaan mereka dalam berinteraksi.
82

83 . Nikolas Coupland. Selain persepsi mengenai komunkasi orang lain. kita tidak selalu memilih menggunakan strategi konvergen dengan orang lain.Selain itu. misalnya. dan kredibilitas. atau berperilaku dalam cara yang sama menyebabkan orang tertarik satu sama lain dan sangat mungkin untuk mendorong terjadinya konvergensi. konvergensi juga didasarkan pada ketertarikan (Giles et al. 1987). bahwa menemukan kesamaan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Konvergensi merupakan proses yang selektif.. Psikologi sosial adalah cara dimana kita dan lainnya berperilaku dalam situasi sosial. mereka bergantung pada persepsi mereka mengenai tuturan atau perilaku orang lainnya. dan perilaku verbal dan nonverbal lainnya. Memiliki keyakinan yang sama. kepribadian yang sama. dan akomodasi berlebihan. ketika para komunikator saling tertarik. Ingatlah. Pilihan-pilihan ini disebut konvergensi. mereka akan melakukan konvergensi dalam percakapan. divergensi. Teori Akomodasi Komunikasi menyatakan bahwa dalam percakapan orang memiliki pilihan. mereka mungkin akan membedalan diri mereka dengan orang lain. kemampuan pembicara untuk berkomunikasi. kemungkinan akan interaksi berikutnya dengan pendengar. Giles dan Smith (1979) percaya bahwa beberapa factor mempengaruhi ketertarikan kita terhadap orang lain. Ketika orang melakukan konvergensi. teori ini juga menjelaskan cara dimana interaktan mempengaruhi satu sama lain dalam proses interaksi. atau mereka akan sangat berusaha keras untuk beradaptasi. jeda. Konvergensi: Melebur Pandangan Proses pertama yang dihubungkan dengan Teori Akomodasi Komunikasi disebut korvergensi. tatapan mata. Teori ini fokus pada bagaimana proses sosial mempengaruhi dinamika perilaku dalam interaksi. Biasanya. Giles. dan perbadaan status antara kedua komunikator. Mereka mungkin menciptakan komunitas percakapan yang melibatkan penggunaan bahasa atau system nonverbal yang sama. Orang akan beradaptasi terhadap kecepatan bicara. karisma. Ketertarikan merupakan istilah yang luas dan mencakup beberapa karakteristik lainnya seperti kesukaan. senyuman. dan Justin Coupland (1991) mendefinisikan konvergensi (convergence) sebagai “strategi di mana individu beradaptasi terhadap perilaku komunikatif satu sama lain”.

stereotip ketika warga kulit putih Amerika berbicara dengan temanteman Afro-Amerika mereka mengenai apa yang mereka yakini sebagai “topic” AfroAmerika (olahraga. ayah gay dan ibu lesbian melaporkan bahwa terlalu banyak orang−termasuk pendidik−bergantung pada stereotip kuno mengenai homoseksual ketika mereka berkomunikasi dengan ayah dan ibu tersebut (West dan Turner. Contohnya. Artinya. Sebagaimana disimpulkan oleh Giles dan koleganya (1987). wanita kulit putih secara khusus mengidentifikasi bicara mereka sebagai suatu yang 84 . “Konvergensi sering kali dimediasi secara kognitif oleh stereotip kita mengenai bagaimana orang lain akan berbicara secara kategori social”. Dari sejarah hubungan antara komunikator juga merupakan isu penting dalam konvergensi. dan biasanya memang demikian. Mark orbe (1998) menemukan bahwa kaum Afro-Amerika sering kali diidentifikasikan dengan cara-cara berdasarkan stereotip. penelitiannya menunjukkan bahwa ketika mendeskripsikan diri mereka sendiri. Misalnya. Pada pandangan pertama. yaitu. Konvergensi dapat didasarkan pada persepsi yang bersifat stereotip. orang akan melakukan konvergensi terhadap stereotip dibandingkan terhadap bicara dan perilaku yang sebenarnya. musik. konvergensi mungkin tampak sebagai strategi akomodasi yang positif. Marsha Huston (2004) setuju dengan hal ini. Terdapat beberapa implikasi yang nyata dari konvergensi yang bersifat stereotip. Mempelajari pengalaman budaya dari warga Afro-Amerika. Ia menunjukkan bahwa terdapat stereotip tidak langsung (indirect stereotyping). dan seterusnya).Orang mungkin tidak akan langsung mengetahui apakah mereka tertarik satu sama lain dan apakah ini akan menuntun pada pengidentifikasian persamaan-persamaan mereka. mereka secara khusus rentan terhadap reaksi stereotip. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam konvergensi dapat dijelaskan dengan melihat pada peran tradisional dari dokter dan pasien dan juga adanya jarak waktu antara kunjungan yang satu dengan yang berikutnya.1995). penelitian Richard Street (1991) mengindikasikan bahwa para dokter berbeda dalam pola konvergensi mereka dengan pasien yang baru muncul pertama kali dengan pasien yang telah datang berulang kali. Beberapa orang Afro-Amerika menyebutkan bahwa jika mereka berbicara dalam dialeg yang tidak standar.

atau tidak keduanya. 85 . tidak benar. padahal kenyataannya. Kelompok budaya lainnya juga telah menjadi sasaran stereotip. Divergensi belum menerima banyak perhatian dalam hal penelitian seperti konvergensi. dan menyimpang. divergensi sangat berbeda dengan konvergensi. Tetapi jika konvergensi dilakukan untuk mempermalukan. budaya ini melibatkan banyak humor dan kegembiraan. dua orang berbicara satu sama lain tanpa adanya kekhawatiran mengenai akomodasi satu sama lain. menggoda. Perlu dipertimbangkan juga bahwa evaluasi konvergensi biasanya tergantung apakah konvergensi tersebut telah dipikirkan dengan baik-baik. Divergensi: Hiduplah Perbedaan Akomodasi adalah proses yang optimal di mana dua komunikator memutuskan untuk mengaomodasi salah satu. atau merendahkan maka hal ini akan sangat mungkin dipandang negatif. Dan Charmaine Shutiva (2004) mengeluhkan fakta bahwa budaya orang Indian Amerika sering kali disalahpersepsikan sebagai budaya yang ingin dan tidak memiliki emosi. Jika konvergensi dipersepsikan baik. Persepsi stereotip dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang akan melakukan konvergensi. tindak-tanduk atau postur. Dengan kata lain. Shobia Pais (1997) menyebutkan bahwa wanita India di Amerika Serikat sering kali dianggap aneh karena mereka memakai sari (kain yang disampirkan pada bahu dan kepala) atau salwar kameez (celana panjang). serta mendeskripsikan bicara wanita Afro-Amerika sebagai sesuatu yang tidak standar. maka konvergensi akan dianggap sebagai sesuatu yang positif. hal ini dapat memperbaiki dialog. Ia menyebut hal ini sebagai divergensi (divergence). misalnya. yakni merupakan proses disosiasi. divergensi adalah ketika tidak terdapat usaha untuk menunjukkan persamaan antara para pembicara. Alih-alih menunjukkan bagaimana dua pembicara mirip dalam hal kecepatan bicara. Jika seorang komunikator berbicara atau bertindak dalam suatu gaya yang mirip dengan pendengarnya. Dalam hal ini. menyatakan bahwa orang buta sering kali diajak berbicara seakanakan mereka tuli. Edwin Vaughan (1998). Giles (1980) percaya bahwa pembicara terkadang menonjolkan perbedaan verbal dan nonverbal di antara diri mereka sendiri dan orang lain. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa banyak dari kelompok budaya terus distereotipkan. ketika dipersepsikan jelek.pantas dan standar. hal ini dapat menghancurkan proses komunikasi.

tidak dapat mengharapkan orang Perancis untuk melakukan konvergensi terhadap bahasa kita. di mana pun kita berada. para peneliti bertanya kepada kelompok tersebut mengapa mereka ingin mempelajari bahasa Welsh karena “bahasa ini adalah bahasa yang hampir mati dengan masa depan yang suram.dan karenanya pengetahuan kita mengenai proses ini terbatas pada beberapa klaim mengenai fungsinya dalam Teori Akomodasi Komunikasi. Individu mungkin tidak ingin melakukan konvergensi dalam rangka mempertahankan warisan budaya mereka. Alasan-alasan dalam divergensi bisa bervariasi. Beberapa kelompok budaya tetap terdorong untuk melakukan divergensi dalam percakapan mereka dengan orang lain. sebagai seorang pengunjung. Divergensi tidak sama dengan ketidakpedulian. Giles dan koleganya (1987) mengamati bahwa ada peristiwa di mana orang—yaitu kelompok ras atau etnis—“secara sengaja menggunakan bahasa mereka atau gaya bicara sebagai taktik simbolis untuk mempertahankan identitas. kelompok ini dapat mengaitkan kata-kata dalam bahasa Welsh yang sulit! Kelompok tersebut mulai melakukan divergensi dari bahasa Inggris yang sedang digunakan untuk berbicara dengan mereka. kebanggaan budaya. Kita akan sangat terkejut akan hal ini hingga akhirnya kita menyadari bahwa kita. karena adanya kebanggan etnik. Ketika orang melakukan divergensi. para peneliti menanyakan beberapa pertanyaan dalam format bahasa inggris yang standar. Selama waktu tanya jawab. Divergensi merupakan suatu cara bagi para anggota komunitas budaya yang berbeda untuk mempertahanlan identitas social. 86 . Pertama. Misalnya. Hal yang mengesankan. divergensi tidak boleh disalahartikan sebagai salah satu cara untuk tidak sepakat atau tidak memberikan respons pada komunikator yang lain. Saat mereka mempelajari bahasa tersebut. kita sedang bepergian ke Perancis. mereka memutuskan untuk mendisosiasikan diri mereka dari komunikator dan percakapan tersebut. tetapi juga dengan kata-kata dan frase dalam bahasa Welsh. dan keunikan mereka”. Dalam kajian klasik ini. tim peneliti mempelajari orang Wales yang sangat bangga akan identitas etnik mereka tetapi tidak dapat berbahasa Welsh.” Para responden ini menyangkal tidak hanya dengan menggunakan logat Welsh yang kental. setiap orang Perancis yang kita temui akan mendorong kita untuk menggunakan Bahasa Perancis.

dan bahwa divergensi Pat merupakan suatu tipe pembukaan diri yang menggambarkan jenis bicara dan perilaku tertentu yang tidak dimiliki bersama oleh keduanya. memulai hampir semua topic pembicaraan. divergensi cenderung terjadi karena lawan bicara dalam percakapan dipandang sebagai “anggota dari kelompok yang tidak diinginkan. orangtua-anak. Pat mungkin juga akan menggunakan kosakata dan pelafalan yang secara jelas menandainya sebagai anggota kelas menengah atas. situasi si tunawisma dipandang sebagai masalahnya sendiri. Sebagaimana sering terjadi. Dalam tiap kasus.1982). Street dan Giles. atau menunjukkan penampilan yang jelek” (Street dan Giles. 1982). dianggap memiliki sikap-sikap yang tidak menyenangkan. Street. dan mempertahankan postur tubuh yang lebih santai dibandingkan yang kurang berkuasa. Giles dan koleganya (1987) menyatakan bahwa divergensi digunakan untuk mengontraskan citra dalam suatu percakapan. seorang pria tunawisma yang meminta uang pada seseorang di luar sebuah bioskop akan menemukan dirinya berada dalam percakapan dengan seorang komunikator (sebut saja orang ini Pat) yang ingin untuk melakukan divergensi agar menunjukkan perbedaan di antara keduanya. berbicara lebih perlahan. Dengan menggunakan prinsip akomodasi divergensi. Divergensi sering kali terjadi dalam percakapan ketika terdapat perbedaan kekuasaan di antara para komunikator dan ketika terdapat perbedaan peranan yang jelas dalam percakapan (dokter-pasien. 1991. pewawancara-terwawancara.Alasan kedua mengapa orang melakukan divergensi berkaitan dengan kekuasaan dan perbedaan peranan dalam percakapan. Giles dan koleganya (1987) menyimpulkan bahwa divergensi seperti yang dilakukan oleh Pat mungkin memiliki tujuan untuk membawa perilaku orang yang lainnya (serta penampilannya) “pada level yang dapat diterima”.” Divergensi terjadi karena seseorang ingin menunjukkan bahwa yang lainnya kurang berkuasa. menyatakan bahwa “para interaktan memiliki status lebih tinggi mungkin akan berbicara dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu. Divergensi Pat mungkin akan terjadi dalam bentuk meningkatnya kecepatan bicara atau suara yang lebih tajam. Divergensi 87 . Christopher Jencks (1994) melihat bahwa para tunawisma merupakan bagian dari masyarakat yang diberi label tidak menarik atau vulgar. 1991. divergensi dilaksanakan oleh individu yang ingin menunjukkan perbedaan status di antara keduanya. dan seterusnya) (Street.

1991). Misalnya. Akomodasi berlebihan dapat terjadi dalam tiga bentuk: akomodasi berlebihan sensoris. Heidi Hamilton (1991) merasa bahwa ia telah meremehkan tingkat kompetensi dari seorang pasien Alzheimer dan menemukan dirinya mengakomodasi secara berlebihan. Hamilton percaya bahwa ia telah menghabiskan banyak waktu wawancara mengenai lingkungan sekitar pasien Alzheimer tersebut lebih dari yang dibutuhkan. dalam penelitiannya mengenai pasien dan penyakit Alzheimer. ia membingkai percakapnnya dengan para pasien dengan hal ini dalam benaknya. malah dianggap merendahkan. Karena Hamilton percaya bahwa pasien Alzheimer umumnya merespons lebih baik pertanyaanpertanyaan mengenai apa yang ada di sini dan sekarang dibandingkan dengan masa lalu. Akomodasi Berlebihan: Miskomunikasi dengan Tujuan Jane Zuengler (1991) mengamati bahwa akomodasi berlebihan (overaccomodation) adalah “label yang diberikan kepada pembicara yang dianggap pendengar telalu berlebihan”. Yaitu. yang terjadi ketika seorang pembicara secara sadar atau tidak sadar menempatkan pendengar dalam peranan status yang lebih rendah. Istilah ini diberikan kepada orang yang walaupun bertindak berdasarkan niat yang baik. Ternyata. Dalam 88 . Akomodasi berlebihan sensoris (sensory overaccomodation) terjadi ketika seorang pembicara beradaptasi secara berlebihan pada lawan bicaranya yang dianggap terbatas dalam hal tertentu. sebagaimana dikemukakan oleh asumsi ketiga. Jenis akomodasi berlebihan yang kedua. Ini membuat para pasien tampak lebih tidak kompeten dibandingkan yang sebenarnya. dan pendengar dibuat tampak tergantung pada pembicara. yakni bahasa dan perilaku sering kali mengomunikasikan status. Istilah tersebut akan didefinisikan beserta contoh-contohnya. dan akomodasi berlebihan intergroup (Zuengler. akomodasi berlebihan ketergantungan. Nikolas Coupland dan koleganya (1998) percaya bahwa akomodasi berlebihan sensoris sering kali terjadi dalam percakapan antara kaum lansia dan orang lain. ia telah meremehkan kemampuan mental para respondennya.merupakan cara untuk lebih jauh mengomuniksikan nilai ini. akomodasi berlebihan ketergantungan (dependency overaccomodation). pembicara mungkin yakin bahwa ia peka terhadap ketidakmampuan berbahasa seseorang atau terhadap kekurangan fisik seseorang tetapi terlalu berlebihan dalam melakukan akomodasi. Batasan dalam hal ini merujuk pada keterbatasan linguistic atau fisik.

para pencari suaka mungkin akan merasa bahwa cukup tergantung kepada pembicara (petugas imigrasi). identitas individual juga sama pentingnya. persepsi mengenai ketergantungan mereka semakin dapat dipastikan. selama masa asimilasi dalam komunitas baru mereka. 89 . tampaknya. dan dapat muncul dampak yang sangat parah. Selain akomodasi berlebihan sensoris dan ketergangtungan. terdapat jenis akomodasi berlebihan yang ketiga yang disebut akomodasi berlebihan intergroup (intergroup overaccomodation). dan gagal untuk memperlakukan tiap orang sebagai seorang individu. Walaupun mempertahankan identitas ras dan etnis merupakan hal yang penting. Walaupun para pegawai negeri mungkin percaya bahwa selama berbicara dengan para pencari suaka mereka sedang melakukan apa benar (membantu para pencari suaka untuk memahami beragai macam prosedur dan aturan yang diasosiasikan dengan dokumentasi). Pembicara mungkin merasa nyaman menyatakan bahwa. Kim. Hal ini melibatkan para pembicara yang menempatkan pendengar ke dalam kelompok tertentu.akomodasi berlebihan ketergantungan. Hal ini dapat dilihat dengan mengamati perlakuan kepada beberapa populasi imigran di Amerika Serikat. 1989). pendengar juga percaya bahwa pembicara mengendalikan percakapan untuk menunjukkan status yang lebih tinggi. tidak memiliki pemahaman yang jelas akan keahlian kerja mereka (Gudykunst & Kim. banyak pencari suaka dibuat merasa lebih rendah ketika bercakap-cakap dengan orang lain. orang Amerika keturunan Meksiko tidak pernah diberikan kesempatan untuk sukses di Amerika Serikat karena mereka terlalu sibuk mengurusi keluarga mereka. Inti dari akomodasi berlebihan jenis ini adalah stereotip. Berkomunikasi dengan persepsi semacam ini di dalam benak mungkin akan menyebabkan beberapa orang Amerika keturunan Meksiko untuk mengakomodasinya secara negative. Banyak kelompok budaya termarginalkan di Amerika Serikat dan akomodasi berlebihan ketergantungan. Bagi seorang Amerika keturunan Meksiko. misalnya. Karena banyak orang asing yang baru saja datang tidak dapat berbahasa Inggris. Coba pikirkan ketika seorang pembicara menggunakan bahasa yang menempatkan pendengar pada suatu kelompok budaya tertentu. merupakan salah satu alasan pengucilan ini. generalisasi ini mungkin dipandang secara negative. 1992. tidak memiliki pengetahuan dasar akan nilai-nilai atau norma-norma. misalnya.

1991). dan dalam hal ini mencakup berbicara seperti orang dewasa. Misalnya. Contoh Kasus Ini merupakan sebuah kisah yang diungkapkan oleh seseorang yang bernama Michael dalam kaitannya dengan praktik teori ini. Kami memiliki lebih dari seratus orang yang menderita penyakit tersebut. “Saya bekerja di sebuah rumah jompo yang dikhususkan bagi penderita Alzheimer. termasuk kehilangan motivasi untuk mempelajari bahasa lebih jauh. Jika mungkin. akomodasi berlebihan merupakan penghalang utama bagi tujuan tersebut. saya berharap para staf akan mengakomodasi dengan gaya bicara yang lebih tidak merendahkan serta lebih bijaksana. dan saya telah banyak sekali mendengarnya. dan membentuk sikap negative terhadap pembicara dan juga masyarakat (Zuengler. menghindari percakapan. Saya pernah mendengar gaya bicara terhadap bayi (baby-talk) dari para staf kepada para pasien sebelumnya. Jika salah satu tujuan komunikasi adalah mencapai makna yang dimaksudkan. Konsep ini diperluas mencakup bukan hanya pola bicara tetapi juga perilaku. Terdapat dampak yang serius dari akomodasi berlebihan. seseorang tidak hanya akan mengubah cara mereka berbicara tetapi juga bertingkah laku dan berpakaian lebih sopan jika akan bertemu dengan orangtua pacar untuk pertama kali. Kami dilatih dan diminta untuk tidak berbicara seperti ini dan memperlakukan semua pasien dengan harga diri. Tetapi saya telah melihat rekan kerja saya bersikap merendahkan ketika berbicara dengan para pasien. Model T h e t h e o r y C o n t a k e s v e r g n o t e o f e n t w c e o c o m m u n ic a t io n t e e D n i cv e r g Konvergensi Konvergensi adalah konsep bahwa individu mengubah pola bicaranya dalam berbagai interaksi. Ini menyedihkan. dan sebagai balasannya. Interaksi ini bisa menyebabkan seorang pria muda berpakaian 90 . mereka juga berbicara dengan cara yang sama.Akomodasi berlebihan biasanya menyebabkan pendengar tidak setara dalam mempersepsikan diri mereka. yang berada pada berbagai tingkatan penyakit.

lebih baik dari biasanya. (Miller. bahasa. Divergensi Ini terjadi jika seorang individu memberi penekanan lebih pada perilaku komunikatif yang berbeda dari orang yang diajak bicara. Individu dalam interaksi akan melakukan konvergensi untuk tujuan menunjukkan bahwa mereka sependapat dengan orang lain dalam interaksi (Gibbons. Orang merasa bahwa kesamaan dengan orang lain menciptakan satu daya tarik bagi diri mereka. Terutama. Alasan Konvergensi dan Divergensi Upaya penelitian Giles telah dijelaskan sebagai reaksi psikologis oleh individu karena merasa ingin disukai. Misalnya. • Aplikasi CAT in Practice 91 . Karena ingin disukai orang lain dengan posisi lebih baik mendorong kita untuk bersikap lebih seperti mereka sehingga mengakomodasi gaya komunikasi mereka ketika berinteraksi dengannya (Miller. Individu juga akan menggunakan taktik ini untuk menunjukkan ketidaksetujuan (Gibbons. Nampaknya. Ada saat-saat ketika orang lain berupaya mencari perbedaan dengan oran glain sehingga kita melakukan divergensi untuk memenuhi harapan tersebut (Miller. bisa menyebabkan orang untuk melakukan divergensi. 156). Situasi ini dan situasi dimana individu ingin menunjukkan perbedaannya karena merasa bangga atas perbedaan tersebut (seperti kebangsaan. orang mungkin melebihkan aksen daerah AS selatan ketika berbicara dengan orang dari daerah Utara yang memberi komentar positif terhadap aksen Selatan. 155-156). 154). bertingkah laku lebih tenang dan mungkin bersikap lebih perhatian dan berbicara lebih sopan dari kesehariannya. 2005). dll). memenuhi pengharapan orang lain adalah faktor yang begitu mengarahkan kita pada apakah kita harus melakukan konvergensi. orang dengan status lebih tinggi. 2005).

2005). Hampir setiap hubungan memiliki akomodasi percakapan tertentu. • • Ketika berbicara pada anak kita menyesuaikan cara bicara kita dan juga katakata yang digunakan untuk mengakomodasi individu yang kita ajak bicara. individu akan mengakomodasi cara bicaranya terhadap situasi dan orang yang mereka ajak bicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua cenderung kurang akomodatif dibanding orang muda. porsi konvergensi dan divergensi dari teori ini digunakan dalam memahami dan menjelaskan fenomena ini (McCann & Giles. menggunakan teori Akomodasi. et al. Penelitian ini mengamati pola akomodasi polisi dan publik. • • Cara orang bicara dengan bossnya akan berbeda dengan cara bicara dengan temannya. Meskipun ada beberapa faktor lain yang berperan. Giles juga mengamati sikap dan tindakan dalam interaksi publik dengan polisi. Ketika berbicara dengan orang tua kita sering mengubah cara kita berinteraksi. 2006). 2006). Kegunaan untuk Masa Sekarang Giles telah mempelajari interaksi orang muda dan tua dalam situasi bisnis menggunakan Akomodasi Komunikasi sebagai kerangka teori. Gaya bicara dengan orangtua berbeda dengan gaya bicara dengan teman sebaya. Pada penelitiannya.. • Ketika memberikan informasi selama wawancara pekerjaan. 92 . termasuk pola bicara dan perilaku yang mungkin menunjukkan rasa penghargaan yang lebih (McCann & Giles.Contoh Akomodasi Komunikasi Ada banyak contoh dimana individu mengakomodasi atau mengubah cara mereka berbicara dalam situasi tertentu. Aspek relasional dan identitas dari teori ini membantu menunjukkan pola interaksi yang ada antara publik dan polisi dalam berbagai situasi dimana interaksi ini terjadi (Giles.

Teori Akomodasi Komunikasi memiliki fokus pada peranan percakapan dalam kehidupan kita dan pengaruh yang dimiliki oleh komunikasi dan budaya terhadap percakapn-percakapan tersebut. dengan kaum lansia (Harwood. Heurisme Akomodasi telah dipelajari di dalam media massa (Bell. yang didiskusikan dalam Research Note. 2002). Salah satu teori komunikasi yakni Teori Komunikasi Akomodasi (Communication Accomodation Theory). yakni heurisme dan kemungkinan pengujian. dengan keluarga (fox. proses inti dari teori konvergensi dan divergensi membuatnya mudah dipahami. 2004). Stafford. Lin & Harwood. 2000). Gallois. Kemungkinan Pengujian Kekuatan teori ini mungkin dapat menjadi cukup signifikan karena teori ini telah sedikit memunculkan kritik ilmiah.• Kritik Dalam dunia komunikasi dikenal begitu banyak teori-teori komunikasi yang telah dikemukakan oleh para tokohnya. 1996). beberapa ilmuwan menyatakan bahwa beberapa fitur utama dari teori ini mengharapkan 93 . 2005) atau bukan. Tak diragukan lagi bahwa teori ini heuristic dan memiliki nilai keilmuan yang bertahan. beberapa kekurangan berhubungan dengan kemungkinan pengujian dari konsep. Singkatnya.konsep yang ada telah ditemukan. yakni perbedaan dalam mengartikan divergensi sebagai suatu ketidaksetujuan (Gibbons. 1997). dalam wawancara (Willemyns. dan bahkan dengan pesan-pesan yang ditinggalkan pada mesin penerima pesan telepon (Buzzanell. Burrell. menandai kesederhanaan teori tersebut. pada pekerjaan (McCroskey & Richmond. Callan & Pittam. sehubungan dengan e-mail (Bunz & Campbell. 1999.1998). 2003). Namun. dan didukung penelitian dari berbagai peneliti. Namun ada beberapa pendapat peneliti yang berbeda mengenai divergensi. dengan mahasiswa keturunan Cina (Hornsey & Gallois. Selain itu. 1991). Untuk memahami nilai dari teori ini bagi disiplin ilmu komunikasi. Teori ini cukup berkembang sehingga bisa dianggap sempurna. & Berkowitz. teori ini dievaluasi dengan menggunakan dua criteria. Teori ini menjabarkan beberapa poin penting berkaitan dengan peranan yang dimainkan pola komunikasi dan gaya bagi para komunikator dan bagi pesan.

Melalui divergensi. mempertanyakan bingkai konvergensi-divergensi yang dikemukakan oleh Giles. dan Lesa Stern (1993). Richard and Turner. Maksudnya. Sejauh ini. Teori ini tampaknya mengabaikan kemungkinan sisi gelap dari komunikasi. Lynn H. sarannya telah memperluas pemahaman kita mengenai mengapa percakapan itu begitu rumit. teeori ini juga berpijak pada standar konflik yang rasional. Giles menantang para peneliti untuk menerapkan Teori Akomodasi Komunikasi melintasi waktu hidup dan dalam latar budaya yang berbeda.. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. 3rd edition”. 94 . misalnya. Mereka percaya bahwa percakapan terlalu kompleks untuk direduksi ke dalam proses-proses ini. Dalam tulisan-tulisan awalnya mengenai tulisan ini. walaupun teori ini mengakui konflik antara komunikator. Misalnya. 2007. yang dimainkan oleh ras dan etnis seseorang dalam proses yang berkesinambungan ini? seseorang juga mungkin menanyakan apakah teori ini terlalu bergantung pada cara beromunikasi yang rasional. Melalui konvergensi. Giles memberikan penerangan pada mengapa orang beradaptasi dengan orang lain dalam interaksi mereka. Ia telah memelopori teori yang telah membantu kita untuk memahami dengan lebih baik budaya dan keberagaman yang ada di sekeliling kita. Sumber West. Mereka juga menantang pemikiran bahwa akomodasi orang dapat dijelaskan dengan hanya dua praktik. Judee Burgoon. The McGraw Hill Companies.adanya penelitian lebih jauh. Leesa Dillman. kita dapat memahami mengapa orang cenderung mengabaikan strategi beradaptasi. apa yang terjadi jika orang melakukan baik konvergensi mauoun divergensi dalam percakapan? Apakah terdapat konsekuensi bagi para pembicara? Atau para pendengar? Pengaruh apa. jika ada. Mungkin Anda pernah terlibat di dalam konflik yang sangat mengerikan dengan seseorang yang tidak memiliki akal sehat.

dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. 95 . memperdalam kajian dramatisme dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. Dramaturgi merupakan seni bagaimana orang menempatkan peran sesuai dengan situasi dan kondisi dimana dia ditempatkan. ketika sedang mengalami masa kejayaan sebagai tokoh sosiologi dan pernah menjadi professor di jurusan sosiologi Universitas California Barkeley. Ia mendapatkan gelar S1 dari Universitas Toronto. Ia wafat pada tahun 1982. Erving Goffman. Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. oleh karena itu ia juga dikenal sebagai tokoh etnometodologi. dan gelar Doktor dari Universitas Chicago. 11 Juni 1922 : The Presentation in Everyday Life (1959) : 19 November 1982 sosiolog kajian interaksionis dramatisme dan tersebut penulis.TEORI KOMUNIKASI “DRAMATURGI” • Tokoh Penemu Nama Lahir Buku Meninggal Seorang memperdalam : Erving Goffman : Canada. Ia memiliki kedekatan kajian dengan tokoh – tokoh antropologi. • Latar belakang teori Seorang sosiolog interaksionis dan penulis. serta menjadi keyua liga IVY Universitas Pennsylvania.

saat istirahat siang. Selayaknya pertunjukan drama. tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region. • Aplikasi Ada beberapa contoh kasus yang menggunakan teori Dramaturgi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Konsep impression management ini. penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers. dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider. Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan setting. antara lain : 1. tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region / backstage. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain. Seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah. interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater. Konsep Konsep . bersikap formil dan perkataan yang diatur. tindakan diatas disebut dalam istilah “impression management”. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. kostum. sang front liner bisa bersikap lebih santai. Oleh Goffman. individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience. Tetapi. santun. Dalam dramaturgis.• Asumsi Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. seorang aktor drama kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. penggunakan kata (dialog) dan tindakan non verbal lain. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi. menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan. bersenda gurau dengan 96 . Dimana manusia berperan sebagai aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”.konsepnya dalam pendekatan Dramaturgi ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment.

Saat istirahat makan siang. seperti yang terjadi pada pemilihan presiden yang lalu. Saat front liner menyambut tamu hotel. Oleh karenanya. sang front liner bisa bersikap lebih santai. Tetapi. Karenanya. saat istirahat siang. bersenda gurau dengan bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. sehingga menciptakan citra hotel yang baik. merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). Oleh karenanya. front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. dsb). bersikap formil dan perkataan yang diatur. Simpati pun di dapat karena memang masyarakat pada waktu itu memang sedang euphoria ”kebencian” terhadap rezim Orba. Kasus diatas adalah salah satu penerapan teori Dramaturgi dalam membentuk persepsi orang lain. Saat istirahat makan siang. Saat front liner menyambut tamu hotel.bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. SBY dan Megawati merupakan salah satu contoh bentuk kampanye dramaturgi yang berhasil. dsb). Begitu juga SBY dimana dia dulu menempatkan posisinya sebagai orang yang terdzhalimi 97 . Contoh kasus lainnya. dalam hal ini para tamu. perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. dramaturgi dapat diterapkan dalam strategi kampanye. perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. Sosok Megawati dalam membawa partainya PDI-P menuju tangga puncak pemenang pemilu 1999 tidak lepas dari isu yang dihembuskan bahwa dirinya adalah pihak yang ”dizhalimi” oleh rezim Orba. santun. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah. 2. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. Karenanya. skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya.

oleh rezim Megawati. Sehingga masyarakat pun merasa simpati dan terbukti dukungan yang mengalir tidak kalah banyak, serta mengantarkannya pada posisi RI1. Kasus diatas adalah salah satu contoh lain penerapan darmaturgi dalam praktik komunikasi massa
3. Contoh berikut ini, merupakan contoh Dramaturgi yang terjadi pada masalah

Gus Dur dan Cak Imin. Menurut Gus Solah, adik dari Gus Dur, dari sekian saudara itu biasanya ada tiga orang yang selalu terlibat debat keras dalam rapat keluarga. Mereka adalah Gus Dur, Gus Solah dan Nyai Liliek Wahid. Tiga bersaudara ini saling mempertahankan pendapat dan pendiriannya masing. Tak jarang Gus Dur walk out alias meninggalkan rapat keluarga dengan nada marah-marah. Tapi keesokan harinya, Gus Dur malah mengirim Dr. Umar Wahid – adik Gus Dur yang lain – untuk menyampaikan permintaan maaf kepada saudara-saudaranya yang lain. Intinya, Gus Dur dan saudara-saudaranya sudah terbiasa konflik, tapi setelah itu sama-sama saling memaafkan. ”Karena itu saya curiga, Cak. Jangan-jangan Gus Dur dan Cak Imin hanya konflik di permukaan, tapi dalam acara keluarga malah tertawa-tawa. Kan Cak Imin keponakan Gus Dur,” kata teman itu lagi kepada saya. Saya kira konflik ini memang harus dipahami dalam dua perspektif. Pertama, perspektif negatif (syuudzan). Dalam perspektif negatif konflik Gus Dur-Cak Imin adalah konflik faktual. Artinya, konflik itu adalah fakta politik yang bersifat hitam putih. Kedua, perspektif positif (husnudzan) yang memahami peristiwa ini sebagai pseudo - konflik. Dalam perspektif ini konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari ”sandiwara politik”. Dalam kontek ini kita bisa menemukan penjelasan dalam teori Erving Goffman. Dalam perspektif Goffman, konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari dramaturgi politik. Goffman melukiskan kehidupan sosial dengan metafora teater yang terdiri dari front stage dan back stage. • Aplikasi Pengaplikasian dramaturgi dalam kehidupan komunikasi cukup berperan penting. Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan
98

adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau. Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu. Dan berupaya untuk menyampaikan pesan yang tersimpan pada peran – peran yang ditampilkannya. Konsep utama dari teori ini adalah impression management, bagaimana seseorang menampilakan kesan yang sesuai dengan keinginan didepan public (audiences). Pengaplikasian yang paling mudah dalam kehidupan keseharian kita adalah dengan menganalisis sesuatu yang sangat kita kenal, seperti interaksi dengan teman atau kerabat terdekat kita. Sedangkan untuk yang lebih kompleks, teori Dramaturgi ini bisa kita terapkan dalam suatu pementasan theater, seperti yang telah diperbuat oleh Aristoteles. Teori ini juga dapat diaplikasikan untuk pencitraan suatu perusahaan. Dimana perusahaan membuat suatu scenario yang harus ditampilkan oleh para pegawainya pada saat sedang berinteraksi dengan tamu atau klien. Sehingga perusahaan akan memiliki kesan baik dimata pihak luar (public). Seperti pada contoh kasus yang terjadi pada seorang pegawai front linner suatu hotel diatas. • Kritik Setiap teori yang dikemukakan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing. Hal ini juga terjadi pada teori Dramaturgi milik Erving Goffman. Ada beberapa kritikan yang saya dapat mengenani teori ini, seperti : 1. Dramarturgi dianggap hanya dapat berlaku di institusi total Institusi total maksudnya adalah institusi yang memiliki karakter dihambakan oleh sebagian kehidupan atau keseluruhan kehidupan dari individual yang terkait dengan institusi tersebut, dimana individu ini berlaku sebagai sub-ordinat yang mana sangat
99

tergantung kepada organisasi dan orang yang berwenang atasnya. Ciri-ciri institusi total antara lain dikendalikan oleh kekuasan (hegemoni) dan memiliki hierarki yang jelas. Contohnya, sekolah asrama yang masih menganut paham pengajaran kuno (disiplin tinggi), kamp konsentrasi (barak militer), institusi pendidikan, penjara, pusat rehabilitasi (termasuk didalamnya rumah sakit jiwa, biara, institusi pemerintah, dan lainnya. Dramaturgi dianggap dapat berperan baik pada instansiinstansi yang menuntut pengabdian tinggi dan tidak menghendaki adanya “pemberontakan”. Karena di dalam institusi-institusi ini peran-peran sosial akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Orang akan lebih memahami skenario semacam apa yang ingin dimainkan. Bahkan beberapa ahli percaya bahwa teori ini harus dibuktikan dahulu sebelum diaplikasikan. 2. Menihilkan “kemasyarakatan” Teori ini juga dianggap tidak mendukung pemahaman bahwa dalam tujuan sosiologi ada satu kata yang seharusnya diperhitungkan, yakni kekuatan “kemasyarakatan”. Bahwa tuntutan peran individual menimbulkan clash bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan. Ini yang sebaiknya dapat disinkronkan.
3. Dianggap condong kepada Positifisme

Dramaturgi dianggap terlalu condong kepada positifisme. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, yakni aturan. Aturan adalah pakem yang mengatur dunia sehingga tindakan nyeleneh atau tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut. Teori dramaturgi juga dianggap hanya dapat berlaku di institusi total, menihilkan “kemasyarakatan”, dan dianggap condong kepada Positifisme . Sumber Henslin, James M. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi, Jilid I.

100

yang mengutama kepentingan sosiologi kerja dan profesi. Bagaimanapun. Ia adalah Hughes. Ia dikenal dengan kejelasan tentang prosanya. dan ia menolak untuk menerbitkan lebih dari satu dekade hingga 1963.Labelling Theory • Tokoh Penemu Howard Becker dilahirkan dan dibesarkan di Chicago pada tahun 1928. dan mengajar dalam departeman sosiologi di Universitas Northwestern. ketika iklim politik di Amerika Serikat telah ditingkatkan. sarjana sosiologi di Universitas Chicago memeluk Paham positifisme mengenai Eropa Dan Midwestern Pragmatisme. Profesornya. Label yang menyimpang akan diterapkan apabila seorang individu lain mengamati perilaku mereka dan untuk bereaksi dengan label sebagai orang yang menyimpang. Universitas Washington. dan Universitas California di Santa Barbara. Becker menerima gelar Ph. 101 . adalah orang yang di anggap penting oleh Becker. mungkin ini paling penting dan berpengaruh bagi sosiologi. Tidak ada tindakan khusus yang menyimpang sampai kelompok dengan status sosial yang kuat atau posisi yang kuat memberikan semacam label (Becker. Kesukaan Gaya penulisan nya mengkhianati silsilah akademis nya: pada waktu ia masih seorang siswa. dan mencerminkan hukuman yang berprosa bersih dan pemikiran jernih yang tidak dapat dipisahkan. tulisan. Ia melanjutkan pendidikannya di bidang sosiologi di Universitas Chicago sebagai mahasiswa Blumer dan Hughes. Book. Sebagai sarjana lulusan dan mahasiswa di Universitas Chicago. or Article’ merupakan salah satu buku terbaik dalam menasehati semua akademis bagaimana cara menulis. "Teori Label." ditemukan di Outsiders: Studi di Sosiologi dari Deviance (1963). Buku Becker ‘Writing for Social Scientists: How to Start and Finish Your Thesis.D-nya dalam bidang sosiologi dari Universitas Chicago pada 1951. kebanyakan dari penelitian. Everett C. Hughes. Penelitian ini dipimpin oleh Becker untuk menulis tentang obatobatan. Becker menjelaskan bahwa penyimpangan didasarkan pada reaksi dan tanggapan orang lain dari seorang individu untuk bertindak. ujar Becker. yang pertama kali mendorong dia untuk melakukan studi musisi jazz sebagai kelompok profesional. dan pengajarannya berada di lahan lain dari sosiologi. ia bekerja sebagai pianist jazz profesional.

Masing-Masing individu menyadari bagaimana mereka dihakimi atau dinilai oleh yang lainnya. Buku yang dihasilkan. dan telah menulis tentang implikasi dari label masyarakat sebagai bahan obat-obatan dan pengguna narkoba sebagai addicts. Pessin meninggal pada tahun 2005. dilakukan dalam wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengidentifikasi ganja sebagai pengguna. sebelumnya di perusahaan Alain Pessin. ini menghadirkan data objektif yang mungkin memerlukan suatu 102 . seorang sosiologis di Universitas Grenoble yang menulis buku pada Becker berjudul Un sociologue en liberté. Dia telah menerima beberapa penghargaan berdasarkan pada masa kontribusi terhadap sosiologi. "Outsiders" merupakan pekerjaan penting dalam penyimpangan dari sosiologi dan dasar teori label. Selama tinggal di San Fransisco. Teoritis pendekatan ini telah dipengaruhi penyimpangan kriminologi. Cooley dan George Herbert Mead penghargaan dari Masyarakat untuk Kajian Symbolic Interaksi (di mana ia menjabat sebagai presiden 1977-78) pada tahun 1980 dan 1987. • Asumsi Labelling Theory Sebagai kontributor untuk Pragmatisme Amerika dan kemudian anggota Sekolah Chicago. a reading of Howard S. sebab Herbert telah mencoba banyak peran berbeda dan banyak fungsi interaksi sosial dan telah mampu mengukur reaksi dari itu semua. Dalam penelitian itu pasti mengacu pada teori dan konsep-konsep interaksi simbolis. Becker). hal tersebut membangun suatu konsepsi hubungan diri. George Herbert Mead memposisikan bahwa diri secara sosial dibentuk dan direkonstruksi melalui interaksi. Becker (A sociologist in liberty. Lecture de Howard S. Untuk disertasi doktor. masing-masing. Becker secara teratur bersinggah di prancis. Secara teoritis. Becker belajar Chicago schoolteachers. dan Charles H. identitas dan seksualitas penelitian. dimana masing-masing orang miliki keterkaitan didalam masyarakat tersebut. jenis kelamin. termasuk Cooley / Mead Penghargaan dari Psikologi Sosial bagian ASA pada tahun 1985. Tetapi ketika orang lain mengganggu ke dalam keseharian dan hal yang menyangkut hidup individu tersebut. Dia telah melakukan penelitian individu 'pengembangan identitas mereka melalui pekerjaan. tetapi juga berusaha untuk menyelidiki pengaruh struktur sosial pada tindakan individu dan identitas.1963).

berzinah adalah suatu kejahatan dan bukti dari aktivitas diluar perkawinan dapat menuntun kearah konsekuensi yang menjengkelkan bagi semuanya. Model Labelling Theory Secara umum. dan agama di dalam masyarakat tersebut. Keluarga dan teman-teman dapat menilai dengan cara dan sudut pandang yang berbeda dari orang asing ataupun orang lain secara acak. Jika penyimpangan adalah suatu kegagalan untuk dicocokkan dengan aturan yang diamati oleh kebanyakan dari kelompok. perzinahan mungkin adalah suatu pelanggaran atas suatu aturan informal atau mungkin saja ‘criminalized’ tergantung dengan status perkawinan. dan lain-lain dari pelanggar hukum.evaluasi ulang yang menyangkut konsepsi tersebut tergantung pada wewenang dari pertimbangan orang lain. perzinahan bukanlah suatu kejahatan. Di kebanyakan negara-negara barat. jam. Ada juga permasalahan dengan stereotypes. Semakin berbeda perawatan. dapat membuat pertimbangan yang dapat dihormati secara lebih luas oleh orang lain. keadaan baru-baru ini atau malam. lingkungan di mana kesalahan terjadi. Baik suatu pelanggaran terhadap suatu aturan ditentukan akan digambarkan dengan " boo boo politics " yang akan tergantung pada arti moral atau ajaran lain tersebut dihadirkan. Sebagai contoh. ras. jenis kelamin. Wakil individu yang lebih bersosial seperti polisi atau hakim. Pemasangan label seperti "pezina" mungkin memiliki beberapa konsekuensi buruk tetapi mereka tidak selalu menjengkelkan. namun berbeda dengan proses yang menyimpang arti dilampirkan untuk menjadi aktor dan perilaku. semakin self-image individu dipengaruhi. Ini adalah kekuatan kelompok: untuk mengangkat pelanggaran atas aturan mereka sebagai penyimpangan dan memperlakukan orang tersebut secara berbeda tergantung pada kesungguhan pelanggaran tersebut. Labelling theory fokus pada dua hal. sebagian besar label theorists memperdebatkan bahwa fenomena dari "Deviance" adalah 103 . Tetapi dalam beberapa Negara Islam. dan lain lain. kesusilaan. Pertama. pukul. Pelanggaran atas aturan dapat diperlakukan dengan cara yang berbeda tergantung pada faktor pribadi seperti umur. reaksi kelompok adalah melabel seseorang seperti sedang melawan norma-norma moral atau sosial perilaku mereka. atau mungkin ada faktor structural yang relevan seperti kelas sosial pelanggar.

might lead back to 104 . Akibatnya ini saling bertransformasi dalam hubungan sosial dan identitas pribadi. This sustained pattern of deviant activity. berubah attributions umumnya mengakibatkan reaksi inklusif ditujukan untuk mengubah perilaku aktor dari repot tanpa kecuali dia dari hubungan konvensional grup." Apakah audiens menginterpretasikan masalah sebagai ekspresi pribadi atribut dari aktor (seperti jahat atau mental disorder) atau masalah yang dikaitkan dengan keadaan berubah atau tekanan? Pribadi attributions cenderung menyebabkan reaksi eksklusif. pelaku mungkin mengalami perubahan dalam konsep diri sebagai akibat dari pengalaman dan mulai label untuk mengidentifikasi dengan label menyimpang. yang mungkin menjadi berkomitmen untuk pola yang stabil secondary (or "career") deviance sekunder (atau "karir") yang merupakan produk dari label pengalaman. Kebanyakan versi label teori juga langsung ke kedua proses sosial yang mengalir dari pengalaman pelabelan dan dikeluarkan dari kelompok hubungan konvensional. para penonton. karakteristik dari tindakan. aktor.interactionally yang dibuat melalui proses yang rumit reaksi audiens atau aktor yang bertindak dalam suatu situasi sosial. Selain itu. in turn. Aktor sosial yang telah diberi label sebagai penyimpang dapat mengubah grup afiliasi mereka dan mulai untuk menghubungkan dengan pihak lain yang juga telah diberi label. Ketika penonton mengalami permasalahan sosial dan perilaku masyarakat. dan label sebagai aktor yang menyimpang. Elemen dasar dalam proses ini adalah seperti yang digambarkan di bawah label Bagian I dari teori. Di sisi lain. seperti penolakan dari aktor dari kelompok konvensional. dan berubah bersama konteks mempengaruhi audiens dari interpretasi subyektif atau sebab-musabab atribusi dari sumber "masalahnya.

walaupun sebenarnya dia tidaklah seperti itu.continued labeling and rejection by conventional audiences. pintar. karena seperti kita ketahui bahwa anak mempunyai perasaan yang sangat peka. mungkin akan terus kembali ke pelabelan dan penolakan oleh pemirsa konvensional. “Kamu memang anak yang baik. Terlebih apabila orang tersebut bersikap menerima label ini dan kemudian kita memperlakukannya selayaknya seseorang yang bodoh atau nakal. pintar. maka hal ini dapat membuat dia merasa bahwa dia memang seperti apa yang dikatakan orang. terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. dan akibat terburuknya ialah apabila label tersebut telah melekat pada diri anak. rajin. itu berarti kita sedang melakukan proses labeling negatif pada orang tersebut yang bisa menyebabkan orang tersebut merasa tidak berharga. Maka hal ini akan menumbuhkan minat dan kepercayaan diri anak. pada gilirannya. Baik labeling positif maupun labeling negatif akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang khususnya anak-anak.” Dengan kita berkata demikian secara tidak langsung kita sedang melakukan proses labeling positif pada seorang anak. Sebaliknya apabila kita menyebut seseorang dengan sebutan “bodoh” ataupun “nakal” seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Misalnya dalam pergaulan. Dan tentunya hampir semua orang menginginkan labeling positif ini. 105 . • Aplikasi Labeling atau penjulukan dapat bersifat positif maupun negatif. rajin. Begitu pula pada diri seorang anak dan apabila hal ini disertai dengan sikap kita yang mendukung labeling tersebut yaitu bersikap selayaknya pada anak yang baik. Selanjutnya penyimpangan dari pola kegiatan.

Contohnya. sehingga memperlakukannya sebagai anak yang baik. atau label yang tidak diinginkan oleh dirinya. cap. Atau dalam beberapa kasus lain menyebut seseorang itu ”Nakal” karena dia melakukan suatu kesalahan yang mungkin kesalahan tersebut dilakukan hanya untuk mencari perhatian dari orang lain. diantaranya: Labeling adalah pemberian cap. maka secara tidak langsung kita telah melakukan labeling pada orang tersebut. Apabila hal ini terus berlangsung dan disertai dengan sikap yang mendukung perkataan tersebut. Kuat atau tidaknya label ini melekat dalam diri seorang anak tergantung dari beberapa hal. merek oleh masyarakat kepadanya. Labeling Positif Seorang anak di cap sebagai “anak yang baik” oleh orang tua/gurunya dan hal ini tentunya sangat berarti bagi anak tersebut. Anak bersikap positif dengan menerima labeling ini dan lingkungan sekitar (rumah/sekolah) mendukung labeling ini. Teori Labelling terkadang tidak selamanya dianggap baik.sehingga anak secara sadar maupun tidak akan menampilkan label tersebut dalam perilakunya sehari-hari. Adakalannya seseorang mendapatkan cap. 106 . etiket. yaitu dengan memperlakukannya sebagai anak nakal. Maknanya adalah sebuah label yang dikenakan yang biasanya terlihat sebagai karakteristik yang lebih atau menonjol dari aspek lainnya pada orang yang bersangkutan. hanya karena orang tersebut belum dapat memahami suatu pelajaran dengan satu atau dua kali penjelasan. • Kritik Teori Labelling. Hal ini terjadi karena anak merasa dihargai dan pada akhirnya labeling ini akan melekat cukup kuat dalam diri anak. Teori labeling adalah teori yang mengatakan bahwa seseorang menjadi menyimpang karena proses pemberian julukan. adakalanya beberapa orang seorang itu “bodoh”. Maka anak tersebut akan berusaha bersikap seperti apa yang di cap orang terhadap dia yaitu menjadi anak yang baik.Tetapi apabila dengan labeling ini anak bersikap negative dengan tidak menerima labeling tersebut ataupun lingkungan sekitar bersikap negative juga. Teori penjulukan memiliki label dominan yang mengarah pada suatu keadaan yang disebut dengan Master Status. Baik disadari atau tidak. yakni teori penjulukan dapat bersifat positif maupun negative. Maka labeling ini tidak akan melekat kuat pada diri anak.

dan apa yang kita pikirkan sekarang mengenai teori ini seluruhnya dikembangkan oleh John R Searle. 107 . Dia bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa klasik ke Balliol College. SPEECH ACT THEORY / TEORI BERBICARA • Tokoh Penemu John R Searle J. Oxford. Jika hal negative yang di capkan pada dirinya telah melekat di masyarakat. maka ia akan menganggap secara sadar maupun tidak sadar bahwa hal tersebut adalah benar. mungkin saja orang tersebut hanya belum bisa. Kenyataanya hal tersebut belum tentu benar. Karena adanya pelabelan inilah banyak orang yang awalnya hanya tidak dapat melakukan. jika ia mendapatkan cap positif maka citra dalam dirinya akan bersifat positif pula. menjadi dan menanamkan pada dirinya bahwa mereka memang tidak dapat melakukannya. John Langshaw Austin lahir di Lancaster pada 26 Maret 1911.L Austin Speech Act Theory pertama kali dikemukakan oleh J. pada saat ia mencoba dan tidak bisa sehingga melakukan kesalahan dan orang lain menganggapnya bodoh maka orang tersebut akan dianggap bodoh selamanya. Sebaliknya pun demikian. Pemberian julukan dapat mengakibatkan perubahan prilaku pada seseorang.L Austin pada tahun 1962. Untuk itu dalam studi klasik dan linguistik tersebut Austin sekarang menambahkan filosofi. Pada tahun 1924 ia memasuki Sekolah Shrewsbury dengan beasiswa. namun bukan berarti tidak bisa.pada saat seseorang ingin belajar.

mengumpulkan dan mengklasifikasikan banyaknya kata-kata. Austin menguraikan. menurutnya. Dalam masa singkatnya tersebut hanya tujuh karya muncul." Dengan kecerdasan. Sebagian besar komunikasi. • Latar Belakang Teori Komunikasi terkadang menggunakan satu isyarat atau kombinasi isyarat. ia hanya menerbitkan sangat sedikit karyanya. dari yang biasa sampai yang terperinci terdiri dari tindakan komplex pesan atau percakapan. 1935 Austin di atas penelitian ini telah memberikan beasiswa kepada sesama dan mengajar menjadi pengajar di Magdalen College. kebijakan. tetapi dia bersikeras bahwa “itu adalah kata yang pertama. idiom. walaupun bukan sebagai akhir dari fenomena. Penyelidikan rinci dari distinctions hampir gagal untuk mendapatkan diskusi filosofis untuk memulai sebuah produktif. Austin melanjutkan mengajar di Oxford. dan kesadaran.” Apapun perbedaan yang telah menjadi tetap dalam bahasa sehari-hari. mungkin juga akan berpikir untuk menunjuk ke arah beberapa perbedaan nyata dalam pengalaman. dan hasilnya. dan metafor yang biasanya melibatkan dalam diskusi filosofis yang menarik." Awal karirnya Austin menemukan sebuah filosofis teknik yang berkembang secara langsung dari-Nya dan klasik studi linguistik. dan pada 1952 ia terpilih untuk menduduki jabatan White’s chair filosofi. hidup untuk menggunakan dan menggantikan persaingan dalam kompetisi dengan alternatif distinctions. dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh dari sumber linguistik yang tersedia. "kita mempertajam kesadaran akan kata untuk Austin mengembangkan strategi untuk mempertajam persepsi kita. Dedikasi utama Austin adalah untuk mengajar.Setelah mengambil kehormatan pertama. Biasanya komunikasi melibatkan lebih banyak ucapan dan tindakan. Austin tidak mengikutu pertimbangan yang mengharuskan menggunakan bahasa biasa diakhir kata dalam argumen filisofis. 108 . Ini akan menjadi hal yang biasa digunakan dalam bahasa daripada dalam kosakata teknis. Cara kerja filosofi ini. Pada tahun 1945. Untuk mempelajari tentang struktur pesan digunakan sebuah analisis yang bernama Discourse analysis atau analisis percakapan. Dia pernah sekali berkata pada temannya: "Saya harus memutuskan apakah pada awal saya akan menulis buku atau untuk mengajar orang cara filosofi berguna. dia berhasil untuk berkompetisi di persekutuan Semua lulusan sarjana lainnya.

tetapi dengan masalah percakapan seharihari. yang ketiga conversation analysis. semantik. dan mereka mempelajari arti dari bentuk-bentuk yang nampak dalam kontex. Sementara sintaksis mempelajari 109 . dan pragmatis. Untuk mempelajari Speech Act Theory teori terlebih dahulu harus mengerti tentang filosofinya dan mempelajari bahasa. analisis percakapan terait dengan peraturan transaksi atau pertukaran pesan.Menulis dan bahasa nonverbal bisa dianggap sebagai salah satu bagian dari percakapan. Kedua. Charles Morris mengelompokan ilmu bahasa kedalam tiga pembelajaran yaitu. pada umumnya menggunakan kata. prinsip ini digunakan oleh komunikator untuk menghasilkan pengertian kata dan tipe pesan lainnya. tindakan adalah cara untuk melakukan sesuatu. kebanyakan analisis percakapan hanya dikonsentrasikan pada percakapan yang terjadi. Ini tidak terkait dengan sifat psikologi yang tersembunyi atau fungsi otak. Ada empat riset umum yang berhubungan percakapan ini. Tepat bila kemampuan linguistik terkait dengan peraturan berbahasa. Analisis percakapan melihat bentuk-bentuk sebenarnya cara bicara dan bahasa nonverbal dari melihat dan mendengar. Pedoman dalam mempelajari ilmu bahasa ini pertama kali dikembangkan oleh Charles Morris pada tahun 1930. analisis percakapan mencari sebuah prinsip yang digunakan komunikator dari perspektif komunikator itu sendiri. Beberapa teori melihat bagaimana struktur suatu pesan bisa membuat pernyataan yang koheren atau masuk akal. Semantik mempelajari tentang hubugan antara lambang dengan artinya. sintaksis. Banyak dari tujuan komunikasi kita terbagi dalam sebelum dan sesudah tingkah laku kita. Ketiga. Analisis percakapan lebih menarik dalam bagimana seorang pembicara benarbenarmengorganisasikan pesan untuk menyelesaikan berbagai hal. Yang pertama adalah Speech act theory. Analisis percakapan mengasumsikan bahwa kita harus tahu bagaimana bahasa itu digunakan. Pertama tekait pada organisasi percakapan. yang kedua propotional coherence theory. dan yang terakhir adalah poststructuralist movement. Sedangkan teori lainnya melihat pola bicara antara dua orang dalam suatu percakapan. tetapi juga aturan untuk satuan yang lebih besar untuk dapat emandang sesuatu menurut kegunaannya (pragmatik) dalam situasi sosial. Beberapa ahli membagi analisis percakapan ini dalam beberapa bagian secara umum. teori ini sudah berkembang sejak abad ke20. analisis ini melihat dari tindakan. bukan hanya aturan dalam tatabahasa dalam satu kalimat saja.

sisntaksis. Bila kita mengucapkan sebuah kata. Selanjutnya. Ilmu bahasa dalam era sekarang jarang berhubungan dengan tingkah laku. kata tersebut bukan berarti hanya sebuah kata saja. Pendekatan filosofi ini mempertimbangkan penggunaan bahasa. atau memainkan gaya bahasa. dan sema sistem tata bahasa formal dan filosofi dalam teori ini masih mencoba untuk mengetahui sistem tentang bagaimana cara mempengaruhi dengan menggunakan bahasa sehingga komunikasi bisa berhasil. semantik dan sintaksis menjadi hal yang diprioritaskan. 110 . Jika kita berkata. Mengetahui apa yang kita maksud untuk menyempurnakan dengan menggunakan kata-kata adalah penting. Didalam ilmu bahasa. Ini jelas merupakan bagian dari teori pragmatik yang mana mencoba untuk mengatur berbagai macam permainan bahasa yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi. Speech act theory didesain untuk membantu kita memahami bagaimana orang-orang melengkapi atau menyempurnakan sesuatu dengan kata-kata. “Saya berjanji untuk mengembalikan hutang-hutangmu. Gerakan tersebut mungkin saja untuk menyatakan pertanyaan. ilmu bahasa dan filosofi umumnya berpusat pada sistem formal. • Teori Dalam teori ini speech act adalah dasar standar bahasa yang digunakan untuk memunculkan makna. Speech act theory tidak sepenuhnya terlepas dari sematik. atau berbagai kemungkinan lain. janji. Bilamana satu kata ditunjukan dengan satu gerakan. perintah. bagaimanapun dengan perpindahan bahasa yang luar biasa dalam filosofi. Tetapi mengetahui kata-kata itu tidaklah cukup. Pada awal abad ke-20. kita menginginkan orang lain mengetahui maksud dan tujuan kita dengan kata-kata yang kita ucapkan tersebut. Namun. Secara normal Speech Act hanyalah sebuah kalimat. Speech act theory ini muncul dari pengembangan bahasa dan filosofi.” kita menganggap bahwa orang lain mengetahui makna kata-kata itu. Dalam Speech act theory ini sekecil apapun gerakan atau kata yang kita ucapkan dapat mengandung sebuah makna. Perubahan ini terjadi pada pertengahan abad. tapi bisa berubah menjadi sebuah kata atau ungkapan selama mengikuti aturan yang diperlukan teori tersebut. pragmatik menjelaskan tentang tata cara berbahasanya.tentang tata bahasa dan menjelaskan grammar yang digunakan dalam berbahasa. bahkan tidak pernah. bukan bahasa yang formal dan sistem steril.

Suatu proposisi. yang mana disebut illocutional act. garam itu berbahaya bagi tubuh.Dalam Speech Act Theory Kapanpun kita membuat suatu pernyataan. Perbedaan-perbedaan ini lebih penting dari pada yang mereka duga. kita mengirimkan perlocutionary act. Illocution adalah suatu tindakan yang mana dalam keprihatinan yang mendasar milik si pembicara adalah bahwa pendengar memahami the intention untuk membuat suatu janji. dan nama perempuan itu adalah Martha. kita menyatakan sesuatu mengenai dunia. Dampak ini bisa berupa menggerakan orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan dalam kata-kata kita tersebut. permintaan. kita mengatakan sesuatu jika kita tidak percaya bahwa itu benar. yang kedua. Jika kita berkata “aku haus” dengan maksud agar orang lain mengerti bahwa kita membutuhkan sesuatu untuk minum. Disini pendengar tidak melakukan tindakan apapun. Perlocution adalah suatu tindakan yang mana si pembicara mengharapkan si pendengar tidak hanya memahami maksud tersebut tetapi juga untuk bertindak atas maksud tersebut. menunjukan beberapa kualitas atau asosiasi dari suatu objek. Ada perbedaan antara illocution dan perlocution. sebagai satu aspek dari isi pernyataan.” Kita sedang melengkapi beberapa hal. atau peristiwa. yaitu suatu pengucapan kata-kata dalam kalimat dengan sederhana. Contoh tersebut tak lantas membuat seseorang langsung percaya dengan apa yang diucapkan. Sekarang adanya perbedaan antara propositional dan illocutionary acts. kue itu enak. Contoh dari proposisi. Dengan kata lain. Dimana setiap kata yang kita ucapkan pasti memiliki tujuan. Dalam speech act literature. Pertama. Yang ke tiga. atau kita mencoba untuk meyakinkan orang lain untuk percaya. Proposisi dapat dievaluasi dalam terms dari truth-value (nilai kebenaran) tersebut. yaitu yang didesain untuk mempunyai suatu dampak aktual pada perilaku orang lain. kita menghasilkan percakapan. situasi. atau apa saja. yang paling penting dalam speechact pespective yaitu. kita memenuhi suatu tujuan. Ini disebut utterance (ungkapan) act. Dengan kata lain dalam perlocutionary ini pendengar merespon dengan tindakan. contoh ini disebut permintaan tidak langsung. dan kedua hal tersebut disebut illocutionary dan perlocutionary. Jika kita ingin supaya dia membawakan air mineral. 111 . The illucutional act merupakan inti dari teori ini kemudian possible accomplishment of message. “Aku akan membayar hutangmu. atau menampilkan suatu propositional act. suatu undangan. Yang ke empat adalah perlocutionary act. Kita hanya menampilkan illocutionary act saja.

Searle berkata secara mendasar bahwa “mengucapkan sebuah bahasa mengikat dalam sebuah bentuk rule-governed dari sebuah perilaku”. Bagi Searle. yang permainan tersebut dihasilkan atau dikonstitusikan oleh aturan tersebut. “Saya memperingatkanmu bahwa garam itu berbahaya bagi tubuh”. Kita tahu suatu maksud di samping pesan yang saat ini. Illocutionary force hampir mirip dengan perlocutionary act. Dengan kata lain kita ingin meyakinkan seseorang dengan kata-kata kita itu. yaitu the illocution. warning. Malahan. “Saya menyatakan bahwa nama perempuan itu adalah Martha”. Dalam kasus ini. pernyataan “Saya lapar”. dan menyatakan (asking. Dapat terhitung sebagai permintaan jika maksud pembicara adalah supaya si pendengar menawarkan makanan. Contohnya. hal itu dapat terhitung sebagai suatu tawaran jika si pembicara bermaksud untuk mengatakan bahwa dia akan mulai membuat makan malam atau itu mungkin secara sederhana mempunyai illocutionary force dari suatu pernyatan yang didesain atau dirancang hanya untuk menyampaikan informasi dan tidak ada yang lebih. sebagai perlawanan pada sebuah permintaan atau pada sebuah 112 . Dua tipe penting dari aturan tersebut adalah constitutive dan regulative. Makna dari speech act adalah illocutionary face-nya. stating). kita membagi suatu pemahaman dari apa yang dihasilkan dari itu. Constitutive rule secara nyata menghasilkan permainan-permainan. Apa yang dilakukan si pembicara dengan proposisi. adanya peraturan-peraturan. pertanyaan yang nyata adalah apa yang si pembicara bermaksud untuk melakukan dengan uttering a proposition. illocutionary force disini sebenarnya sebagai paksaan agar pendengar mau melakukan apa maksud dari perkataan kita atau melakukan illocutionary act. constitutive rule mengatakan pada kita apa yang ditafsirkan sebagai janji. adalah speech-act – dalam contoh-contoh ini adalah bertanya. yang membantu kita mendefinisikan illocutionary force dari suatu pesan. propositions harus selalu dilihat sebagai bagian dari konteks yang luas. Dengan kata lain.tetapi. karena nilai kebenaran yang terkandung dalam proposisi. memperingatkan. berdasarkan Searle karena kita membagi bahasa umum. kita hampir selalu ingin mengkomunikasikan sesuatu lebih dari sekedar kebenaran dari suatu proposisi: kita ingin melalukan sesuatu yang lain dengan kata-kata kita. Dalam speech-act theory. Dalam speech act. kebenaran tidak disadari begitu penting. Searle akan tertarik pada tindakan seperti berikut: “Saya bertanya apakah kue itu enak”.

Felicity dari janji adalah apakah essential rule bagi pengeksekusian sebuah janji telah bertemu. Justru Speech act theory lebih 113 . Speech act tidak sukses ketika kekuatan illocutionary mereka tidak dipahami dan mereka dapat mengevaluasi tingkatan pada yang mereka gunakan sebagai aturan dari speech act. Sebagai contoh. Padahal proposisi dievaluasi dalam term kebenaran atau validity. speech act kemudian dievaluasi dalam term felicity atau tingkatan pada kondisi dari tindakan yang bertemu. atau bahkan arti semantik dari ungkapan pernyataan tersebut. Constitutive rule menetapkan keterangan perhitungan perilaku dalam interaksi. beriklan. Beberapa tindakan illocutionary harus memiliki seperangkat dasar dari constitutive rule. si pembicara harus mengatakan bahwa tindakan masa depan akan terselesaikan. Dengan kata lain kata-kata janji membangun kewajiban kontraktual diantara pembicara dan pendengar. barangkali untuk membayar kembali hutang yang ada. Tipe yang kedua dari aturan adalah regulative. Salah satu intensi secara luas dipahami oleh orang lain karena constitutive rule tersebut. Perilaku diketahui dan tersedia sebelum digunakan dalam tindakan dan mengatakan pada kita bagaimana menggunakan speech act untuk melakukan maksud khusus. memberi peringatan. Regulative rule memberi petunjuk untuk bertindak dalam sebuah permainan. Tipe-tipe Speech Act Theory Speech act theory tidak terlalu mementingkan sintaksis ungkapannya. Regulative rule ini menetapkan keterangan urutan perilaku yang seharusnya berada pada keadaan tertentu. dan mengucapkan selamat. Preparatory rules melibatkan dugaan prekondisi dalam pembicara dan pendengar secara perlu bagi tindakan untuk mengambil tempat. bertanya. Tipe constitutive rule ini diyakini untuk menunjukkan secara luas dari tindakan illocutionary seperti sebagai permintaan.perintah. pernyataan. Propositional content rule menspesifikkan beberapa kondisi dari obyek yang ditunjukkan. berterima kasih. Sincerity rule menunjuk pada pembicara untuk memaknai apa yang ia katakan. dalam sebuah janji. mereka berkata pada orang lain apa yang diharapkan sebagai sebuah jenis khusus dari speech act. Essential rule berkata bahwa tindakan sesungguhnya diambil dari pendengar dan pembicara untuk menunjukkan kembali apa yang terlihat menjadi di awal.

mementingkan performa pada saat orang tersebut sedang berpidato dan efek yang didapat penonton saat memperhatikan pidato mereka itu. dan memberi garansi.pendidikan kebudayaan. memberi izin. misalnya dengan memberi saran. Misalnya pada bidang antropologi. pernikahan. mengucapkan selamat. • Expressive : Mengkomunikasikan pernyataan-pernyataan psikologis si pembicara. menegaskan. menyimpulkan. dan pemberhentian. Hal ini meliputi mengungkapkan. Lima tipe speech act theory : • Assertives : merupakan ungkapan yang mempercayakan speaker untuk mendukung kebenaran dari proposisi. • Aplikasi Pengaplikasian Speech Act Theory dikembangkan oleh para ahli bahasa. • Commisive : yang mempercayakan speaker untuk sebuah tindakan yang akan datang. tetapi aplikasi ini memiliki dampak pengaruh yang besar kepada ilmu sosial dan umat manusia. Pengaplikasian ini meliputi aspek pengembangan 114 . dan mengucapkan selamat datang. Salah satu keberhasilan dari speech act theory ini dapat memisahkan macam-macam illocutionary yang melekat pada speech act. meminta maaf. • Declaratives : Memberikan pernyataan yang tegas. • Directives : illocution yang berusaha membujuk pendengar untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh adalah pengangkatan. dll. Aturan-aturan dalam Speech act theory terlihat lebih spesifik yang dapat membantu untuk mengartikan apa yang dikomunikasikan pada setiap kalimat dan bagaimana sebuah ungkapan atau kalimat harus digunakan dalam berinteraksi. dan lain-lain. dan mempercayai. Setelah mengelompokan berbagai tipe speech act. etnografi. kesastraan. bersumpah. edukasi. Speech act theory berisikan bahwa kita peduli dengan interaksi yang berlangsung terus menerus selama penggunaan peraturannya. berkontrak. langkah selanjutnya yaitu bagaimana cara mengerti sebuah ungkapan yang istimewa dalam sebuah percakapan. Mereka terdiri dari beberapa hal seperti berjanji. seperti berterima kasih. memberi permintaan. menjamin.

Feasibility/ kemungkinan yang terjadi • Sangat memungkinkan untuk menghubungkan sebuah kalimat atau ungkapan dalam system act fashion ke speech act. Explanatory potential/ Keungkinan penolakan • Kritikan : Apakah speech act theory benar-benar setuju denga penggunaan percakapan yang bermacam-macam dan tidak menentu? Apakah speech act theory sebagai alat yang digunakan untuk mengerti sebuah ucapan? Sumber Infante Dominic. interpretasi terhadap suatu ujaran sangat bergantung pada analisa setiap konteks di luar ujaran. Contoh pengunaan Speech Act Theory ini pada Penamaan. Namun apakah sebuah kalimat dapat dikategorikan secara signifikan? 2. Andrew S. keterangan tempat atau waktu serta hubungan antara kata-kata tersebut dengan konteks penggunaannya direfleksikan secara linguistis dalam istilah ”deixis”. 1993. Dalam disiplin ilmu komunikasi. dan penggunaan tata bahasa. kata ganti (untuk benda dan orang). A. Penerapan deixis akan lebih ”mudah” terlihat dalam face-to-face-interaction. kata sapaan. Womck. 3. speech act theory digunakan untuk menjelaskan rangkaian kalimat percakaan.kemampuan berbicara. Second edition. 115 . Yang membuatnya sulit menganalisis teory ini. seringkali dalam bidang konjungsi dengan metode prinsip analisis komunikasi. • Kritik-Kritik Van Rees memberikan ringkasan kritikan mengenai teori ini kedalam tiga katagori. USA: Daanna F. Rancer. sebenarnya menjelaskan ungkapan itu sendiri. di dalam bahasa Latin disebut ”demonstratio”. Dengan demikian. Dalam ”deixis” dibahas bagaimana bahasa meng-enkodifikasi dan menggramatikalisasi konteks ujaran atau suatu peristiwa ujaran. yaitu: 1. sebutan. Emprical Valadity • Meskipun speech act theory digunakan untuk ”menyamakan persepsi yang dijelaskan oleh sumber informasi”. Building Communication Theory. Deixis berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “menunjukkan”.

Dia menulis. Theories of Human Communication. Kontribusi yang paling terkenalnya adalah menemukan sebuah teori Spiral of Silence. Pada tanggal 8 Juni 1941. yang hari ini adalah salah satu yang paling dikenal dan paling bergengsi di Jerman.Our Social Skin. Spiral of Silence • Tokoh Penemu Nama TTL Pendidikan - : Elisabeth Noelle-Neumann : Berlin. Dia mendapatkan Abitur pada tahun 1935 di universitas Göttingen. dan kemudian belajar filsafat. Fifth Edition. sejarah.Littlejhon. . . yang lebih terinci dalam bukunya yaitu The Spiral of Silence : Public Opinion . Pada tahun 1940 ia menerima dia Phd dan berkonsentrasi pada penelitian opini publik di Amerika Serikat. 19 Desember 1916 : . Roosevelt untuk mencari yang lebih baik.University of Göttingen (1935) Friedrich Wilhelm University University of Missouri adalah ilmuan poltik Elisabeth Noelle-Neumann Jerman. telah hampir dimonopoli oleh lembaga periklanan dan oleh karena itu dapat membuka dan menutup pintu-pintu gerbang pendapatan iklan yang mereka inginkan. Dia Kemudian bekerja untuk Frankfurter Zeitung sampai tahun 1943 karena dilarang bekerja di tempat itu. dan University of Missouri.Institut für Demoskopie Allensbach. Tahun 1947 ia dan suami pertama Erich Peter Neumann mendirikan sebuah organisasi penelitian opini publik . jurnalisme." Akhirnya dia dipecat ketika dia menukar foto yang tidak baik dari Franklin D. dan Amerika studi di Universitas Friedrich Wilhelm. “ Orang-orang Yahudi. Dia tinggal di Amerika Serikat dari tahun 1937 sampai 1938. didalam tulisan mereka sendiri. Pada tahun 1940 ia bekerja sebentar untuk Nazi di sebuah media massa koran Das Reich. Stephen W. Königsberg Albertina University. Das Reich mempublikasikan tulisan Noelle Neumann yang berjudul “Who Informs America? Dimana dia menyebarkan cerita yang dibuatbuat bahwa sindikat yunani menjalankan media Amerika. 116 .

kita tidak lepas dari apa yang namanya opini publik. not isolating himself is more important than his own judgment”. • Asumsi Teori Menurut Noelle Neumann (West. we should find at work the processes which Asch and Milgramhave confirmed experimentally. Perilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh penilaian opini publik. yaitu: 1.org/wiki/Elisabeth_Noelle-Neumann ) • Latar belakang teori Teori ini muncul karena adanya eksperimen yaitu eksperimen Asch (1958) dan eksperimen Hilgram (1963). Bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. To the individual. 2. Hal: 445) teori Spiral kebisuan memiliki tiga asumsi mendasar. Konsep Teori Opini Publik Berbicara teori ini. Hal: 117 .3rd edition. spiral ini akan terlihat mana orang yang menganut minoritas dan mayoritas. “If public opinion arises from an interaction of individuals with their social environments. Turner. (Sumber: http://en. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Menurut Noelle Neumann. ketakutan akan terisolasi. Dari opini ini.Dari 1964 sampai 1983 ia memegang jabatan di Johannes Gutenberg University of Mainz.3rd edition. 3. Karena teori ini sangat kental dengan adanya opini publik. Mc Grawhill: 2007. Richard & Lynn H. (West. Ketakutan akan terisolasi menyebabkan individu mencoba untuk menilai opini terus menerus.wikipedia. Turner. Noelle mengatakan. Noelle-Neumann adalah presiden dari Asosiasi Dunia untuk Penelitian Opini Publik 1978-1980 dan bekerja sebagai tamu profesor di Universitas Chicago dari 1978 sampai 1991. Mc Grawhill: 2007. Menurut saya opini publik itu adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pedapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Richard & Lynn H.

dan (3) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang dapat disampaikan di muka umum tanpa menjadi tersisih. Noelle Neumann mendefinisikan Opini Publik sebagai perilaku atau sikap seorang yang danyatakan di publik jika seseorang tidak untuk mengisolasinya sendiri. Media massa dapat berpengaruh dalam spiral kesunyian dalam tiga cara: (Severin. Kekuatan lain yang bekerja dalam proses ini adalah tingkat dukungan orang-orang dalam lingkungan seseorang. & James W. akan semakin menguat dan menghasilkan spiral kebisuan tersebut. Tankard. Noelle-Neumann menyatakan media massa mempunyai dampak yang sangat kuat 118 . • Aplikasi Tentunya persepsi individu bukanlah satu-satunya kekuatan yang bekerja dalam proses ini. Methods. (2) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang sedang meningkat. Sedangkan opini adalah ekspresi dari sebuah tindakan. orang-orang di sekelilingnya akan melakukan hal yang sama. Publik menurutnya mewakili sisi dari sosial-psikologis individu. Communication Theories: Origins. and Uses in The Mass Media. opini publik adalah sikap seseorang yang dapat disampaikan tanpa membawa bahaya untuk mengisoalsi dirinya. pada area perdebatan dan perubahan. individu tidak hanya memikirkan dirinya tetapi juga memikirkan tentang hubungan mereka dengan yang lainnya. Jadi opini publik adalah perilaku dan sikap yang dinyatakan oleh publik dalam rangka menghindari isolasi. Apa yang menjadi pandangan yang dominan pada suatu waktu tertentu sering kali dentukan oleh media. Ketika orang tinggal diam. Hal: 253) (1) media massa membentuk kesan tentang opini yang dominan. Warner J.444) Dia memisahkan Opini Publik kedalam dua terminologi yang terpisah: Publik dan Opini. dengan demikian definisi media massa atas suatu pandangan dan kurangnya dukungan yang diungkapkan atas pandangan seseorang dalam komunikasi antar pribadi. Jadi dari dua terminologi itu. Media massa memainkan peran penting dalam spiral kesunyian karena media massa merupakan sumber yang diandalkan orang untuk menemukan distribusi opini publik. Longma:1992. Teori ini memberikan media massa lebih banyak kekuatan dari pada teori-teori lain. dan media massa merupakan salah satu kekuatan lainnya. Artinya.

pada opini publik tetapi dampak ini diremehkan atau tidak terdeteksi di masa lalu karena keterbatasan riset. Noelle-Neumann menunjukan bahwa tiga karakteristik komunikasi massa – kumulasi, ubikuitas, dan harmoni – bergabung unutk menghasilkan dampak pada opini publik yang sangat kuat . 1. 2. 3. Kumulasi (cumulation) mengacu pada pembesaran tema-tema atau pesan-pesan tertentu secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Ubikuitas (ubiquity) mengacu pada kehadiran media massa yang tersebar luas. Harmoni (consonance) mengacu pada gambaran tunggal dari sebuah kejadian atau isu yang dapat berkembang dan sering kali digunakan bersama oleh surat kabar, majalah, jaringan televisi, dan media lain yang berbeda-beda. Dampak harmoni adalah untuk mengatasi ekspor selektif, karena orang tidak dapat memilih pesan lain, dan untuk menyajikan kesan bahwa sebagian besar orang melihat isu dengan cara yang di sajikan media. Eksplanasi dan Proporsi Teori Berangkat dari asumsi tersebut, spiral kesunyian selanjutnya menjelaskan bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi, dalam arti sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. Oleh karenanya orang akan mengamati lingkungannya untuk mempelajari pandangan-pandangan mana yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan mana yang tidak dominan atau populer, maka ia cendrung kurang berani mengekspresikan, karena adanya ketakutan akan isolasi tersebut. Pada sebuah isu kontroversial, orang-orang membentuk kesan tentang distribusi opini. Mereka mencoba menentukan apakah mereka merupakan mayoritas, dan kemudia mereka mencoba menentukan apakah opini Publik sejalan dengan mereka. Apabila mereka merasa adalah minoritas, maka mereka cenderung untuk diam berkenaan dengan isu tersebut. Semakin mereka diam, semakin orang lain merasa bahwa sudut pandang tertentu tidak terwakili, dan mereka semakin diam. Jumlah orang yang tidak secara terbuka mengekspresikan pendapat yang berbeda dan perubahan dari pendapat yang berbeda kepada pendapat yang dominan. Sebalikya, pendapat yang dominan akan menjadi semakin luas dan kuat. Semakin banyak orang merasakan kecendrungan ini dan menyesuaikan pendapatnya, maka satu
119

kelompok pendapat akan menjadi dominan, sementara lainnya akan menyusut. Jadi kecendrungan seseorang untuk menyatakan pendapat dan orang lainnya menjadi dinamakan mengawali suatu proses spiral yang meningkatkan kemapanan satu pendapat sebagai pendapat umum atau pendapat yang dominan. Teori spiral kebisuan mengacu hanya pada satu prinsip, walaupun itu merupakan salah satu yang paling penting dari komunikasi massa. Dalam istilah umum teori spiral kebisuan ini lebih memperhatikan pengaruh antara empat elemen: komunikasi massa; komunikasi interpersonal dan relasi sosial; ungkapan opini individu; dan persepsi individu yang ada di sekitar ’opini iklim’ mereka dalam lingkungan sosial. Teori ini mendasarkan asumsinya pada pemikiran sosial-psikologis tahun 30-an yang menyatakan bahwa pendapat pribadi sangat tergantung pada apa yang dipirkan oleh orang lain, atau atas apa yang orang rasakan sebagai pendapat dari orang lain. Model Teori

Sumber: Severin Warner J. dan James W. Tankard, Jr. Communication Theories: Origin, Methods, And Uses In The Media -3 rd ed. (London: Longman 1988), hlm 253.

Media massa bersama dengan jaringan hubungan antar pribadi, keduanya menjadi faktor paling utama di dalam membentuk persepsi individu dari “iklim opini”. Penilaian menyangkut iklim pendapat umum berasal dari dua sumber: pengamatan langsung dengan individu di dalam lingkungan hidup mereka sendiri dan pengamatan tidak langsung melalui media massa. Jika pandangan yang
120

tertentu mendominasi di media massa, ini akan mengakibatkan penaksiran terlalu tinggi dari segi pandangan itu.

MUNCUL PERDEBATAN YANG MENERPA PUBLIK

Keinginan untuk

Media massa memberikan opini-opini dari pedebatan yang menerpa itu dengan dominan, sesuai dengan karakteristiknya kumulasi, ubikuitas, dan harmoni.

Muncul pendapat minoritas: Seseorang Orang-orang secara yang tadi ingin beropini, menjadi menahan opini mayoritas setuju dengan itu. Karena pendapat dari media terpaan pendapat dari publik yang mayoritas dan media massa massa yang berbeda dengannya.

Media dikombinasikan

massa dengan

menyatakan dukungan

opini antar

yang yang berkurang, menghasilkan kesunyian,

dominan, semakin spiral dengan

pribadi

PENDAPAT MINORITAS: KETAKUTAN AKAN TERISOLASI

jumlah individu mungkin menyatakan opini yang dominan atau mungkin tidak mampu menyatakan opini yang menyimpang yang semakin meningkat.

AVANT GARDE DAN HARD CORE Orang-orang yang tidak terpengaruh oleh spiral kebisuan ini ialah orangorang yang dikenal sebagai avant garde dan hard core. Yang dimaksud dengan avant garde di sini ialah orang-orang yang merasa bahwa posisi mereka akan
121

Hal: 416) • Aplikasi Contoh yang lebih sederhananya mungkin seperti ini. Media massa dengan kekuatan dan karakeristikya memberikan pendapat mayoritas bahwa menurut survei ganja baik untuk kesehatan. 122 . kekuatan pemandang mayoritas menjadi besar dengan bantuan dari media massa. Merasa pendapatnya akan kalah. Ada yang setuju dan tidak. Pendapat masyarakat pun beragam. opini minoritas akhirnya tidak diungkapkan agar mereka tidak terkucilkan. Em. Di tandai dengan bentuk spiral yang semakin mengecil. Kita ilustrasikan dengan model teori spiral kebisuan: “Ganja digunakan untuk untuk membantu meringankan kegelisahan yang disebabkan oleh penyakit’ Ada perdebatan pada contoh kali ini.6th edition. Secara medis. dan pembaharu dari barisan depan yang membawa gagasan baru. Seorang yang avant Garde mereka mencari tanggapan publik. mulailah masyarakat ingin berbicara. walaupun itu hal yang negatif pada umumnya. Dengan seperti ini. Orang yang mewakili dari avant Garde adalah intelektual. Mariuana atau yang biasa kita sebut ganja itu berfungsi salah satunya untuk menyembuhkan. migraine. Akhirnya masyarakat yang berpandangan minoritas ini akan mengikuti atau “ikutikutan” dengan pendapat dari mayoritas. Mc Grawhill:2007. apa pun konsekuensinya. tekanan darah tinggi. kita pasti mengenal mariuana. dan terbukti efektif untuk mengobati depresi. pemandang minoritas mulai berfikir agar mereka tidak terkucilkan dengan kekuatan opini media massa dan pemandang mayoritas. mereka bertaut pada masa lalu dan menghormati pengasingan sebagai harga yang harus mereka bayar. Apakah sebuah ganja menjadi sebuah yang bermanfaat atau tidak. dan berbagai problem menstruasi. Ketika isu ini masuk. artis. A First Look At Communication Theory . Sedangkan orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok hard core ialah mereka yang selalu menentang. kecemasan. Kemudian media massa merasa terpanggilkan untuk memberikan pendapatnya juga. hilangnya nafsu makan.semakin kuat. (Griffin. ganja banyak digunakan untuk mengobati glaucoma.

yakni bahwa media massa digunakan untuk menilai opini mayoritas. bisa dilihat bahwa teori ini termasuk kategori ilmiah. dan dia melaksanakan sebuah penelitian untuk menyelidiki pertanyaan tersebut. seperti pendapat tentang suatu keahlian. misalnya untuk suatu penemuan ilmiah dan keahlian lainnya. dan terdapat kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk memerangi spiral kesunyian. Dia melaksanakan sebuah survei dimana dia menguji apakah keterbukaan politik dipengaruhi tidak hanya oleh persepsi iklim opini seperti yang dinyatakan oleh Noelle Neumann. teori ini bukan tanpa kritik. Kekuatan yang memotivasi untuk diam ini digambarkan ketakutan akan keterasingan. yakni hanya sekitar permasalahan pendapat dan pandangan pada kelompok. dan perasaan yakin seseorang dalam posisinya. Sedangkan untuk ketentuan lain. tetapi tidak dipengaruhi oleh relevansi pribadi pada isu atau penggunaan media berita secara umum. Seperti kebanyakan teori-teori yang lain. Noelle Neumann menyatakan bahwa kemauan untuk berbicara mengenai isu-isu sangat dipengaruhi oleh persepsi iklim opini – apabila iklim opini melawan seseorang. perhatian pada informasi politik dalam media berita. tidak didasarkan pada pendapat kelompok. Teori ini menyatakan bahwa sudah menjadi nasib atau takdir (fate) kalau pendapat atau pandangan (yang dominan) bergantung pada suara mayoritas dari suatu kelompok. orang tidak benar-benar selemah yang dinyatakan oleh teori Noelle Neumann. tetapi juga oleh variabelvariabel lain. Mereka melaksanakan sebuah survei yang 123 . pendidikan. relevansi pribadi dengan isu. tingkat dalam persepsi atas kemampuan diri. Variabel-variabel lain ini meliputi usia. Lasorsa (1991) mempertanyakan apakah kekuatan akan iklim opini yang bermusuhan adalah benar-benar kuat. maka orang itu akan diam. Berlakunya teori ini hanya situasional dan kontekstual. tingkat persepsi atas kemampuan diri. Lasorsa menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukan bahwa dihadapan opini publik. dan perasaan yakin seseorang dalam kebenaran pendapatnya. Hasil analisis regresi menunjukan keterbukaan dipengaruhi oleh rintangan variabel demografi.• Evaluasi Secara ontologis. Rimmer dan Howard (1990) berusaha menguji hipotesis kunci dari spiral kesunyian. Noelle Neumann menyatakan bahwa media massa memainkan peran penting ketika orang berusaha untuk menentukan opini mayoritas. penghasilan minat dalam politik. penggunaan media berita oleh seseorang.

& James W. West. Em. Mc Grawhill: 2007.menangani opini publik berkena-an dengan polychlorinated biphenls (PCB) zat limbah racun yang dipercaya menyebarkan kanker. hasil-hasil ini tidak mendukung gagasan bahwa media massa memainkan peran utama dalam spiral kesunyian.6th edition. Methods. Sumber Severin. Griffin. Tankard. Teori Komunikasi Marital Teori komunikasi marital mengangkat skema hubungan dalam keluarga • Latar Belakang 124 . Richard & Lynn H.3rd edition. and Uses in The Mass Media. Warner J. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Mereka tidak menemukan hubungan antara penggunaan media dan kemampuan untuk memperkirakan dengan akurat pendapat mayoritas berkenaan dengan PCB. A First Look At Communication Theory . Mereka mengukur penggunaan beberapa jenis media massa oleh responden. Turner. Dengan demikian. Longma:1992. Communication Theories: Origins. dan mereka juga mengukur seberapa akurat responden menganggap opini mayoritas sehubungan dengan PCB (mayoritas berpendapat bahwa komunitas hendaknya menunggu pengujian sebelum mengambil tindakan yang berkenaan dengan PCB). Mc Grawhill:2007.

Orientasi percakapan (conversation orientation) 2. skema keluarga mencakup apa yang diketahui tentang hubungan secara umum. sehingga keluarga-keluarga berbeda dalam jumlah percakapan dan kesesuaian yang dicakup oleh skema keluarga tersebut. Orientasi kesesuaian (conformity orientation) Keduanya merupakan variabel. Skema hubungan teori ini terbagi menjadi tingkatan-tingkatan dari yang umum hingga yang khusus. Seberapa dekat keluarga tersebut 2. khususnya suami dan istri. sedangkan keluarga dengan skema 125 . Oleh karena itu. Selanjutnya penelitian dan teori yang lebih baru. Keluarga yang memilki skema percakapan yag tinggi senang berbicara dan sebaliknya keluarga dengan skema percakapan yang rendah tidak sering berbicara.Selama bertahun-tahun Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengembangkan sebuah penelitian dan teori mengenai hubungan keluarga. Tingkat indiidualitas dalam keluarga 3. Skema ini terdiri atas pegetahuan tentang 1. tentang hubungan keluarga sebagai sebuah tipe hubungan dan hubungan antara anggota keluarga. termasuk pengetahua tentan hubungan sosial secara umum. Faktor-faktor eksternal terhadap keluarga misalnya teman jarak geografis pekerjaan dan masalah-masalah lain diluar keluarga Sebuah skema keluarga akan mencakup bentu orientasi atau komunikasi tertentu. Ada dua tipe yang menonjol : 1. pengetahuan tentang tipe-tipe hubungan. Ascan Koerner dan Mary Anne Fitzpark memperluas karya ini agar mencakup seluruh anggota keluarga. Teori yang dihasilkan memberikan beberapa istilah yang menggambarkan tipe-tipe keluarga yang berbeda dan menjelaskan perbedaan diantara mereka. Keluarga dengan skema kesesuaian yang tinggi cenderung dapat berjalan berdampingan dengan pemimpin keluarga seperti orangtua. dan pengetahuan tentang hubungan khusus.

Orangtua dalam keluarga konsensual cenderung memilki orientasi pernikahan yang tradisonal. Ini berarti bahwa mereka akan lebih konvnesional dengan cara mereka penikahan 126 . Tipe keluarga ini memilki tingkat percakapan dan kesesuaian yang tinggi. Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengenali empat tipe keluarga : 1. Tipe-tipe adalah: 1. Tradisonal 2. Tipe keluarga yang pertama adalah konsensual. Pluralisitis 3. Konsesnsual 2. Keluarga ini mengalami tekanan dalam menghargai komunikasi terbuka. Keluarga konsensual sering berbicara. waktu. Terpisah Setiap tipe-tipe pernikahan bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Protektif 4.kesesuaian yang rendah cenderung lebih bersifat individualistis. menggunakan kekuasaan dan membagi filosofi yang umum tentang pernikahan mereka. Sebuah tipe skema keluarga tertentu yang digabungkan dengan orientasi komunikasi atau kesusaian akan menghasilkan tipe pernikahan tertentu. Laissez-faire atau toleran Masing-masing keluarga ini memilik tipe-tipe orang tua tertentu yang ditentukan oelh cara-cara mereka menggunakan ruang. Mandiri 3. tetapi biasanya salah satu orang tua yang membuat keputusan. Bergam skema akan menciptakan tipe-tipe keluarga yang berbeda. sementara mereka juga menginginkan kekuasaan orang tua yang jelas. dan energi mereka serta tingkatan mengungkapkan perasaan mereka.

Pasangan tradisional sangat ekspresif serta memperlihatkan kebahagiaan dan kekecewaan mereka. Kemandirian membuat suami dan istri tidak saling bergantung dan cenderung menghasilkan anak-anak yang berpikiran. Pernikahan yang mandiri biasanya selalu dibicarakan ulang karena mereka tidak mengandalkan peran-peran konvensioanal. Menurut Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya. yang mungkin menjlelaskan kenapa mereka menghargai komunikasi yang tebuka dan menghasilkan keluarga konsensual. Orangtua keluarga pluralisitis cenderung digolongkan sebagai orangtua yang mandiri. Data penilitian yang dilakukan Mary Anne Fitzpatrick menyatakan tidak ada terlalu banyak konflik dalam pernikahan tradisional karena kekuasaan dan pengambilan keputusan dibagikan menurut norma-norma yang biasa. mereka juga tidak memberikan penjelasan kepada anakanaknya tentang apa yang mereka putuskan. Tipe pasangan ini memiliki sifat waspada. Tipe keluarga yang kedua yaitu plualisitis. yang 127 . Keluara ini memiliki banyak kebebasan percakapan tetapi pada akhirnya setiap orang akan membuat keputusan sendiri tentang tindakan apa yang harus diambil berdasakan pada pembicaraan tersebut. tapi sedikit komunikasi. Mereka banyak bertanya. tetapi hanya memberikan sedikit nasihat. Orantua dalam tipe ini cenderung memiliki orientasi yang bercampur. akan ada banyak kepatuhan. Orangtua memiliki pandangan pernikahan yang konvensinal tetapi mereka tidak terlalu bergantung dan tidak banyak berbagi. tipe ini cenderung rendah dalam percakapan. pasangan tersebut akan memiliki perasaan yang kuat tentang ketidaksetiaan dalam hubungan mereka serta mereka akan membagi banyak ruang dan waktu. tetapi tinggi dalam keseuaian. karena mereka biasanya tidak kaku dalam memandang pernikahan.mamandang pernikahan serta lebih menempatkan nilai pada stabilitas dan kepastian dalam hubungan peran daripada keragaman dan spontanitas. seorang istri yang tradisional akan memakai nama suaminya. Orangtua tipe ini tidak melihat perlunya menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan segala sesuatu. Tipe keluraga yang ketiga adalah protektif. Tipe ini merupakan tipe keluarga yang laissez-failure atau toleran.

kita akan melihat pada dua pembahasan – skema keluarga dan penetrasi sosial. Mengikuti petunjuk teori psikologi dalam bidang ini Koerner dan Mary Anne Fitzpatrick mengartikan cara-cara berfikir ini sebagai skema atau lebih spesifiknya skema hubungan. Teori berikut sangat membantu para ahli teori komunikasi memilkirkan bagaimana hubungan bergerak dari yang jauh menjadi dekat. • Aplikasi 128 . juga memperluas pemahaman kita tentang keluarga dan hubungan. Di sini. Sebuah implikasi yang kuat dari teori ini adalah bahwa pola dan tipe hubungan yang berbeda penting bagi fungsi keluarga yang efektif. • Kritik Kritik yang datang untuk teori ini adalah apakah semua bentuk komunikasi dan tipe pernikahan ini positif?. teori ini mendasarkan tipe-tipe keluarga pada cara-cara angoota keluarga sebagai individu memandang keluarga itu sendiri. • Tokoh Mary Anne Fitzpatrick • Asumsi Sebagai sebuah teori sosiopsikologis. Karya dalam tradisi sosiopsikologis sangat bergantung pada menggolongkan serta mengkarakteristikan individu dan hubungan. Prilaku interpersonal telah menjadi gagasan utama dalam bidang psikologi sosial dan banyak penelitian dalam bidang komunikasi dipengaruhi oleh tradisi ini. Mereka mungkin merupakan kombinasi orangua yang mandiri dan terpisah.berarti bahwa mereka tidak memiliki skema yang sama darimana mereka akan bekerja. Karya ini mengandalkan pengukuran dan analisis variable sebagai cara untuk menilai seperti apa manusia dalam sebuah hubungan dan juga seperti apa hubungan itu sendiri.

Jika tidak berhasil juga. hal tersebut tak berhasil. pertama-tama Anda akan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan ini. selanjutnya oleh skema keluarga Anda. Interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain pada suatu waktu. pertama-tama akan diarahkan oleh skema khusus Anda. dan selanjutnya oleh skema umum Anda. Jika. Walaupun pola keluarga yang berbeda sesuai bagai orang-orang yang berbeda. Anda akan kembali lagi menggunakan pengetahuan Anda tentang bagaimana anggota keluarga harus bersikap. Ketika Anda dan saudara laki-laki Anda berinteraksi. tipe keluarga campuran dan toleran mungkin cenderung tidak demikian. 129 . Anda akan menggunakan pilihan terakhir juga dengan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan secara umum. untuk beberapa alasan.Pernikahan sekarang tidak semuanya positif.

1991 Ardianto. Lukiati Komala. Jalaluddin. Jr. Bandung: Remaja Rosdakarya. Teori-teori Sifat dan Behavioristik. Elvinaro & Erdinaya. & Gardner Lindzey. Onong. New York: Longman. Tankard. David B. 2004. 1993 Rakhmat. Calvis S. 2003 Uchjana. 130 Komunikasi massa : Suatu Pengantar.1993.Psikologi Komunikasi. Methods. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta.Edisi Revisi.DAFTAR PUSTAKA Hall. Buller | KLEIN BUENDEL. Werner Joseph dan James W..: Penerbit Kanisius. inc. Severin. . Edisi 3. Uses. Communication Theories: Origins. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

2007. Costanto. Jakarta : Kencana. Em. A First Look At Communication Theory . Burhan. A. The McGraw Hill Companies. Griffin. Marvin E. West. Lynn H. Fifth Edition. Rancer. 131 . THEORY WORKBOOK.6th edition. Media. Womck. Littlejhon.COMMUNICATION CAPSTONE SPRING . Mc Grawhill:2007. Theories of Human Communication. Sumber-sumber Informasi. Mediate. Theories of Social Psycology Henslin. Sosiologi komunikasi. dan Philip R. Richard and Turner. James M. Building Communication Theory. Jilid I.. Stephen W. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. Second edition. USA: Daanna F. Bungin. dan beberapa contoh Teori Shaw.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. 3rd edition”. 1993. 2001. 2007 Infante Dominic. Andrew S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful