Fundamental Interpersonal Relations Orientation

Latar belakang William Schutz dan Teori FIRO William C. Schutz (1925 - 9 November 2002) adalah seorang psikolog di Esalen Institute (Big Sur, California). Pada tahun 1960-an. dia menjadi presiden BConWSA International. Ia menerima gelar Ph.D. nya dari , Pada tahun 1950-an. Ia adalah bagian yang sangat berpengaruh dari grup-rekan di Universitas Chicago. Pusat Konseling yang menyertakan kontributor terkemuka nondirektif psikologi seperti Carl Rogers,

Thomas Gordon, Abraham Maslow dan Elias Porter. Pada tahun 1958 Schutz memperkenalkan teori hubungan interpersonalnya Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO). Menurut teori tiga dimensinya, hubungan interpersonal dianggap penting dan cukup besar untuk menjelaskan interaksi manusia. Dimensinya adalah: Inclusion , Control and Affection. Dimensi ini telah digunakan untuk menilai dinamika kelompok. Schutz juga membuat FIRO-B, ukuran alat dengan skala yang menilai perilaku aspek tiga dimensi. " Sebuah survei dari tujuh puluh lima yang paling banyak digunakan pelatihan instrumen, termasuk MBTI, selesai pada tahun 1976 oleh Pfeiffer dan Heslin, ditemukan bahwa "FIRO-B adalah yang paling umum digunakan instrumen dalam pelatihan." Popularitas FIRO-B yang telah hilang cahayanya oleh MBTI sebagai yang kedua menjadi banyak digunakan dalam bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, namun, minat FIRO telah dijemput bahkan dalam perkembangan ada teori relative baru dari Lima Temperaments.. Di negaranegara bekas USSR, FIRO-B menjadi hanya dikenal pada dekade 2000-an, tetapi masih kewalahan oleh socionics, sebuah pos-Jungian teori interpersonal kompatibilitas.

1

Schutz dari kemajuan yang teorinya FIRO menjadi FIRO-B telah yang paling jelas dalam perubahan dari skala "kasih" ke skala "terbuka" dalam "FIRO Elemen-B”. Perubahan ini dipandang sebagai yang baru dalam teorinya yaitu perilaku (behavior)yang berasal dari perasaan(feelings) ( "FIRO Elemen-M") dan konsep diri ( "FIRO Elemen-S"). Schutz meninggal karena stroke pada 9 November 2002. • Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation) FIRO merupakan salah satu teori yang menjelaskan tentang kebutuhan antarpribadi, yang dikemukakan oleh William Schultz (1958). Dalam teorinya, Schultz membahas dan menjelaskan secara keseluruhan dan mendalam tentang konsep-konsep dasar dari hubungan antarpribadi. Konsep Schultz, seperti diakuinya, banyak didasari oleh pemikiran-pemikiran aliran Psikoanalisis, khususnya dasar-dasar teori yang dikemukakan Sigmund Freud. Asumsi dasar teori FIRO adalah manusia dalam hidupnya membutuhkan manusia lain (manusia sebagai makhluk sosial). Kadang-kadang seseorang memmbutuhkan orang lain, meskipun ia sendiri mengerti dan mengetahui bagaimana cara melakukannya sendiri untuk dirinya sendiri. Berdasarkan asumsi tersebut, Schultz mengemukakan suatu postulat yang disebut the postulat of interpersonal needs. Postulat ini menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki tiga kebutuhan antarpribadi yang disebut dengan inklusi, control, dan afeksi. • Karakteristik kebutuhan Antarpribadi

Schultz mengemukakan mengenai ciri-ciri umum atau karakteristik dari kebutuhan antarpribadi, yaitu: 1) Kebutuhan antarpribadi merupakan suatu tuntutan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan antara individu dengan lingkungan manusianya. Dalam pemuasan ini tidak berarti seseorang dapat memuaskan secara berlebihan apa yang dibutuhkan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi individu tersebut. Misalnya seseorang yang haus, ini tidaklah berarti kebutuhan akan air minum harus dipuaskan tanpa

2

batas, tetapi terlalu banyak minum akan menimbulkan sakit, sebaliknya telalu sedikit minum juga akan menimbulkan sakit. Yang ideal adalah cukup minum. Sehingga metabolisme, keseimbangan tubuh cukup terjamin. Sebagaimana dengan kebutuhan biologis tadi, maka kebutuhan antarpribadi pun mempunyai dinamika yang sama dengan kebutuhan biologis tadi. Artinya kebutuhan antarpribadi belum tentu terpuaskan apabila diberikan dipenuhi secara berlebihan atau kekurangannya. Dalam hal ini individu yang saling berhubungan tersebut harus saling terpuaskan ( tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit), agar keseimbangan hubungan yang ada tercapai.. oleh karena itu untuk mencapai keseimbangan itu muncul kebutuhan antarpribadi akan control. Yang member individu pengetahuan atas batas-batas. 2) Ketidakpuasan yang terjadi dalam hubungan antarpribadi ini dapat secara langsung menimbulkan kesulitan seperti misalnya suatu keadaan emosi yang sakit, rasa cemas. 3) Organism atau individu mempunyai cara-cara tertentu dalam mengatasi ketidakpuasan dari kebutuhan antarpribadinya. a. Kebutuhan Antarpribadi untuk Inklusi Kebutuhan antarpribadi untuk inklusi didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang-orang lain sehubungan dengan interaksi dan asosiasi. Pengertian akan hubungan yang memuaskan ini mencakup; mengadakan hubungan yang secara psokologis menyenangkan dengan orang lain. Dalam hal ini dapat merupakan pihak yang mulai berinisiatif untuk melakukan hubungan aatau pihak lain yang memulai dahulu. Hubungan yang menyenangkan ini juga mencakup hubungan dengan dirinya sendiri. Dalam penjelasan Schultz, kebutuhan antarpribadi untuk inklusi mencakup dua aspek penting, yaitu:

3

Tipe inklusi (inclusion type) Sebagaimana telah disebutkan diatas. Ia kurang suka berhubungan atau bersama dengan orang lain. (a) menyendiri (isolate) (b) menarik diri (witdrawl) (c) kesendirian (lonely) 2. Ia cenderung 4 . Dalam hal ini didapatkan: (a) tipe sosial : seseorang yang mendapatkan pemuasan kebutuhan antarpribadi secara ideal (b) tipe under social : tipe yang dimiliki oleh seseorang yang mengalami kekurangan dalam derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya. Schultz mengemukakan tentang apa yang disebut sebagai tingkah laku inklusi yaitu merupakan keinginan untuk asosiasi. (c) tipe over social : seseorang mengalami derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya cenderung berlebihan dalam hal inklusi.1. Tingkah laku inklusi Tingkah laku inklusi ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang dirujukan pada tercapainya pemuasan kebutuhan inklusi. pengelompokan. Secara umum. bergabung amtarmanusia. ciri-cirinya yaitu. menurut derajat terpuaskannya kebutuhan antarpribadi seseorang. Karakteristiknya adalah selalu menghindar dari situasi antar kesempatan berkelompok atau bergabung dengan orang lain. maka tipe ini oleh Schultz dibagi menjadi empat macam pengelompokan tipe lagi. • Tingkah laku inklusi yang positif ciri-cirinya yaitu: (a) ada persamaan dengan orang lain (togetherness) (b) saling berhubungan (intraksi) dengan orang lain (interact) (c) rasa menjadi satu bagian dari kelompok dimana ia berada (belong) (d) berkelompok atau bergabung (association) • Hal yang menunjukan tingkah laku inklusi yang negatif. Disini ia membedakan antara tingkah laku inklusi yang positif dan negatif.

Hubungan yang memuaskan disini mencakup pengertian suatu hubungan yang secara psikologis menyenangkan antara manusia dengan manusia lainnya dengan tujuan untuk saling mengontrol tingkah laku masing-masing. kebutuhan antarpribadi untruk kontrol mencakup dua aspek penting.ekstravert. Artinya bahwa proses pengambilan keputusan ini menyangkut apakah seseorang itu menjadi boleh atau tidak boleh melakukan atau mengerjakansesuatu. Kebutuhan Antarpribadi Untuk Kontrol Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengedakan serta mempertahankanhubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (atau memperoleh) kontrol dan kekuasaan (power). yaitu: 1. Schultz mengatakan bhwa tingkah laku kontrol ini secara umum menunjukan adanya proses pengambilan keputusan di antara orang-orang yang saling berhubungan. Beberapa istilah yang menunjukan adanya kontrol yang positif antara lain: (a) mempengaruhi ( influence) (b) mendominasi (dominance ) (c) pimpinan (leader) (d) pengatur (ruler) Sedangkan menunjukan adanya kontrol yang negatif seperti misalnya: (a) memberontak (rebellion) 5 . Jika hal ini terjadi maka orang tersebut terbilang gagal dalam usahanya untuk berkelompok. Ia selalu ingin menghubungi orang lain dan berharap orang lain juga menghubunginya (d) tipe inklusi yang patologis : seseorang yang mengalami pemuasan kebutuhan antarpribadi secara patologis. Untuk melakukan hal ini perlu adanya suatu kontroldan kekuasaan. Dalam penjelasan Schultz. Tingkah laku kontrol Tingkah laku kontrol ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan pada tercapainya kebutuhan antarpribadi untuk kontrol.

Schultz menambahkan bahwa pengertian afeksi selalu menunjukan pada hubungan antara dua orangatau dua pihak (dyadic). serta afeksi. seseorang memiliki kecenderungan untuk bersikap merendahkan diri dalam tingkah laku antarpribadinya. Tipe kontrol (control type) Dalam tipe kontrol ini. seseorang yang tidak mampu atau tidak dapat menerima kontrol dalam bentuk apapun dari orang lain. kasih sayang.(b) pengikut (follower) (c) penurut (submissive) 2. seseorang akan mengalami pemuasan secara ideal dari kebutuhan antarpribadi kontrolnya. Sebagaimana telah disebutkan terdahulu.ketiga konsep kebutuhan antarpribadi dari Schultz ini dapat dilepaskan 6 . Schultzmemberikan tempat penggolongan sebagimana penggolongan yang dilakukan pada tipe inklusi diatas. seseorang menunjukkan kecenderungan untuk bersikap dominan terhadap orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya. (d) tipe kontrol yang patologis . Disebutkan. Ia mampu memberi perintah maupun diperintah oleh orang lain. Seseorang cenderung untuk selalu mengambil posisi sebagai bawahan (terlepas dari tanggungjawab untuk membuat keputusan). (b) tipe kontrol yang berlebihan (excossive) disebut authocrat . Kebutuhan Antarpribadi untuk Afeksi Kebutuhan ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (untuk memperoleh ) cinta. Karakteristiknya adalah seseorang selalu mencoba untuk mendominasi orang lain dan berkeras hati untuk mendudukkan dirinya dalam suatu hirarki yang tinggi. yaitu: (a) tipe kontrol yang kekurangan (deficient) disebut sebagai abdicrat . Ia mampu bertanggung jawab dan memberikan tanggung jawab kepada orang lain. (c) tipe kontrol yang ideal disebut democrat .

Tingkah laku afeksi Tingkah laku afeksi didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan untuk tercapainya kebutuhan antarpribadi akan afeksi. Secara umum tingkahlaku afeksi ini menunjukan adanya suatu hubungan yang intim antara dua orang dan saling melibatkan diri secara emosional. maka kedua ini dapat terjadi antara dua orang atau lebih. Shultz memberikan 4 penggolongan yaitu: (a) tipe afeksi yang ideal disebut tipe personal. 7 . Afeksi merupakan sutu yang timbul dari hubungan antarpribadi yang sifatnya dyadic. 1958).dari kaitannya dengan penampilan tingkah laku seseorang. Dalam penjelasan Schultz. yang berarti hanya akan terjadi dalam hubungan antara dua orang (diadic – Frits Heider. serta tingkah laku afeksi. Berbeda dengan tingkah laku kontrol atau inklusi. Tipe afeksi (affection type) Pada tipe ini pula. tingkah laku kontrol. Beberapa istilah yang menunjukan hubungan afeksi yang positif misalnya: (a) cinta (love) (b) keintiman (emotionality close) (c) persahabatan (friendship) (d) saling menyukai (likely) Hubungan afeksi yang negatif misalnya: (a) kebencian (hate) (b) dingin (cool) (c) mengambil jarak emosional (emotionality distance) (d) tidak menyukai (dislike) 2. kebutuhan antarpribadi untuk afeksi mencakup dua aspek penting yaitu: 1. Untuk dapat mengetahui bagaimana sebenarnya manifesta dari ketigakebutuhan antarpribadi maka Schultz memberikan istilah yang disebut tingkahlaku inklusi.

(d) tipe afeksi yang patologis. seseorang yaang mengaalami kesukaran dan hambatan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi afeksinya. seseorang dengan tipe ini memiliki kecenderungan untuk selalu menghindari setiap keterikatan yang sifatnya intim dan mempertahankan hubungan dengan orang lain secara dangkal dan berjarak. besar kemungkinan akan jatuh dalam keadaan neorosis. (b) tipe afeksi yang kekurangan disebut tipe underpersonal. seseorang yang cenderung berhubungan erat dengan orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya. Model FIRO 8 .seseorang yang mendapat kepuasan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi untuk afeksinya. (c) tipe afeksi yang kelebihan disebut tipe over personal.

Umumnya postulat menyatakan bahwa perilaku dewasa dapat disamakan perilaku waktu masa kecil ketika keadaan orang tersebut dirasakan menjadi sama ke keadaan masa keci. Untungnya. Relational Continuity (Hubungan yang berkelanjutan) Postulat 2 hubungan berkelanjutan menyatakan pembentukan perilaku di masa kecil berkanjang nantinya di masa dewasa. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas. ketika kedewasaan merasa posisi sebagai kesamaan untuk peran keorangtuannya. Compatibility (Kecocokan) Postulat 3 menyatakan bahwa kelompok yang cocok akan lebih efektif dalam mencapai tujuan kelompok dibanding kelompok yang tidak cocok. Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol bertujuan membantu individu dalam berinteraksi dengan kelompoknya dengan memberikan sifat kontrol kepada individu serta positioning (penempatan diri) individu dalam kelompok tersebut. Dan kebutuhan antarpribadi untuk afeksi membantu individu untuk berinteraksi dengan orang perorangan (personal) anggota kelompok tadi. Postulat 2. seperti digunakan Schutz. mengacu pada satu hubungan antara dua orang atau lebih.Kesimpulan dari ketiga tipe kebutuhan antarpribadi tersebut adalah kebutuhan antarpribadi untuk inklusi merupakan kebutuhan untuk individu dalam kaitannya dengan interaksinya dalam sebuah kelompok sosial. Di lain sisi. prilaku dewasa akan sama dengan perilkau orang tua. Schultz tidak mengidentifikasikan keadaan itu ke persepsinya sebagai keadaan sebagai “kekanak-kanakan” atau “ keorangtuaan” Postulat 3. Dua orang dikatakan cocok jika mereka bisa bekerjasama secara harmonis. Pada mulanya kita dapat mendeskripsikan kharakteristik kedewasaan mengharapkan untuk berkelakuan sebagai konsekuensi dari pengalaman masa kecilnya. Ada 4 postulat dalam teori FIRO: Postulat 1. dan afeksi. Interpersonal Needs (Kebutuhan Antarpribadi) Postulat 1 menyatakan tiga kebutuhan interpersonal dan hubungan tingkah laku ini cukup untuk mempredeksi dan menjelaskan fenomena antarpribadi yakni inklusi. 9 . kontrol. Kecocokan.

Misalnya. kontrol atau inklusi. Dalam daerah kontrol. Ketidakcocokan muncul ketika komposisi kelompok menyimpang dari situasi ideal di daerah tersebut. Ia terjadi dalam daerah emosi ketika mereka yang ingin mengekspresikan emosi berinteraksi dengan mereka yang ingin menerima emosi. Originator compatibility didasarkan pada dimensi penerimaan awal dari interaksi. Reciprocal compatibility mengacu pada sejauh mana tiap ekspresi inklusi. Interchange compatibility mengacu pada ekspresi emosi. Dalam daerah inklusi. kedua orang tidak cocok jika terdapat perbedaan pada jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan. ia terjadi ketika mereka yang memulai aktivitas kelompok berinteraksi dengan orang yang ingin dilibatkan dalam aktivitas tersebut. Kecocokan pertukaran maksimum antara dua orang terjadi ketika jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh satu orang sama dengan orang lain. yang dirancang untuk mengungkap perilaku yang diekspresikan dan diinginkan pada masing-masing dari tiga daerah kebutuhan antar personal. Elemen-elemen tersebut diukur dengan enam skala Guttman (FIRO-B). Jenis-jenis kecocokan Schutz (1958) mengidentifikasi ada tiga jenis kecocokan dalam tiga daerah kebutuhan: 1. definisinya tentang kecocokan mengacu pada definisi kamus tentang istilah tersebut.Jadi. Identifikasi jenis-jenis kecocokan didasarkan pada perilaku yang diekspresikan dan perilaku yang diinginkan dalam masing-masing dari ketiga bidang. kontrol atau emosi seseorang memenuhi keinginan orang lain terkait tiap daerah kebutuhan. dua orang cocok dalam daerah emosi jika 10 . Nilai kecocokan mencerminkan tiap jenis kecocokan kemudian dihitung dengan rumus yang dikembangkan untuk tujuan ini. Namun. ia terjadi ketika mereka yang ingin mendominasi orang lain berinteraksi dengan mereka yang ingin dikontrol. kita perlu mengidentifikasi jenis-jenis kecocokan dan menentukan cara untuk mengukurnya. untuk menguji dampak postulat 3. 2. 3.

nilai kecocokan total bisa didapat dengan menjumlahkan kedua daerah kebutuhan dan jenis kecocokan. Teorema Kecocokan. 3. 1.jumlah emosi yang diekspresikan masing-masing orang sesuai dengan jumlah emosi yang diinginkan orang yang lain. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. 11 . 2. Schutz kemudian mengatakan bahwa keseluruhannya bisa dihitung dengan menjumlahkan antar bidang. anggota dari pasangan yang lebih cocok cenderung menyukai satu sama lain untuk berhubungan lebih lanjut. produktivitas pencapaian tujuan dari kelompok yang lebih cocok akan melebihi yang kurang cocok. Jadi. 2 dan 9) dan dukungan parsial untuk tiga lainnya (3. 4. dan 8). Jika dua pasangan memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. Terakhir. interchange compatibility meningkat bila perbedaan antara jumlah perilaku yang diekspresikan dan yang diinginkan satu orang dan jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh orang lain di daerah yang sama semakin besar. kita ulang agar bisa dipahami tanpa mengacu pada penelitian tertentu). Begitu juga. 7. semakin tidak cocok keduanya. keseluruhan kecocokan dalam tiap bidang kebutuhan bisa ditentukan dengan menjumlahkan antar jenis kecocokan. Semakin besar perbedaan antara perilaku yang diekspresikan oleh satu orang dan jumlah yang diinginkan oleh orang lain. dengan menggunakan skala FIRO-B dan rumus kecocokan. Teorema bisa disimpulkan sebagai berikut (Beberapa teorema dirumuskan terkait situasi percobaan tertentu. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. masing-masing anggota cenderung bekerjasama dengan anggota dari subkelompoknya lebih dari anggota subkelompok yang berlawanan atau dengan anggota netral. Sebaliknya. Schutz memberikan 9 teorema relatif terhadap postulat kecocokan. Ia memberikan bukti untuk tiga teorema (1. Schutz mendapatkan 16 indeks kecocokan. kelompok yang lebih cocok akan lebih kohesif dibanding yang kurang cocok. Jika satu kelompok terdiri dari dua atau lebih subkelompok yang tidak cocok.

Keputusan harus diambil mengenai apakah menjadi anggota kelompok. anggota subkelompok overpersonal cenderung menganggap lebih kompetensi orang yang mereka sukai. Resolusi mengikuti aturan yang berkebalikan. sementara anggota subkelompok underpersonal tidak memiliki kecenderungan ini. mereka menjadi peduli tentang keterlibatan dalam kelompok. 6. Postulat 4. Group Development (Perkembangan Kelompok) Postulat 4 menyatakan bahwa tiap hubungan antar personal mengikuti arah pengembangan dan resolusi yang sama yaitu.5. pembahasan seperti ini tidak bisa dihindari dan memenuhi fungsi kerja penting pada maslaah terkait kebutuhan keterlibatan. sejauh mana komitmen terhadap kelompok dsb. 9. anggota subkelompok overpersonal cenderung menyukai satu sama lain lebih dari anggota subkelompok underpersonal. diikuti dengan kepedulian terhadap kontrol dan terakhir dengan emosi. Efek kecocokan pada produktivitas bervariasi sebagai fungsi dari tingkat pertukaran dalam tiga bidang kebutuhan yang diperlukan oleh fungsi. pentingnya kelompok. Menurut Schutz. 12 . fase inklusi dimulai. Ketika orang dihadapkan satu sama lain. Dalam kelompok yang tidak cocok. Segera setelah kelompok terbentuk. yang melibatkan pertanyaan seputar posisi seseorang dalam kelompok. 7. Dalam kelompok cocok. orang diprediksi menjadi orang yang fokus (anggota penting) dan mereka yang diprediksi menjadi anggota pendukung utama akan menganggap satu sama lain tinggi dalam hubungan “kecocokan dengan” 8. identitas pribadi seseorang. Dalam kelompok yang tidak cocok. Fase perkembangan kelompok ini seringkali ditunjukkan dengan banyaknya pembahasan masalah yang tidak begitu menarik setiap orang. bahwa perkembangan dimulai dengan kepedulian terhadap kebutuhan keterlibatan (inclusion). Orang yang fokus (anggota penting) akan dipilih sebagai kelompok oleh anggota di semua kelompok.

dan begitu seterusnya. lalu kontrol Schutz dan inkluasi (atau mungkin bisa dikatakan eksklusi / ketidakterlibatan!). masalah kontrol menjadi fokus. mereka akan merasa sangat cocok pada fase kontrol. Namun. ekspresi permusuhan. kontrol dan emosi beberapa kali. Disini. Ketika kelompok mendekati disintegrasi. kelompok bergerak ke fase emosi. ia mengatakan bahwa anggota kelompok tertentu akan merasa sangat cocok ketika kelompok berada pada tahap yang mirip dengan kecocokan umum terbesar. Tiap anggota berupaya membangun posisi yang paling nyaman terkait pertukaran emosi. Dengan asumsi bahwa masalah kontrol terpecahkan. menggunakan analisis perkembangan kelompok untuk mendapatkan teorema tertentu tentang kecocokan pada berbagai tahap dalam sejarah kelompok. fase mewakili periode dalam sejarah kelompok dimana masalah tertentu mendapat penekanan. Berbagai fase juga bisa berulang sehingga kelompok tertentu bisa melalui fase inklusi. Disini. muncul masalah pengambilan keputusan. yang tersisa adalah masalah integrasi emosi. Secara umum. kelompok telah terbentuk. jika kelompok memiliki inclusion compatibility yang tinggi dan control dan affection compatibility rendah. jika control compatibility tinggi dan dua lainnya rendah. Pada tahap perkembangan ini. dan masalah tanggung jawab dan distribusi kekuasaan terselesaikan. kekuasaan dan kontrol. semua jenis perilaku terjadi di semua fase. masalah yang dihadapi pertama adalah emosi. • Aplikasi Teori FIRO dalam kehidupan Pada dasarnya setiap kita memulai hidup dalam suatu lingkungan tatanan tertentu kita pasti akan berkeinginan untuk bisa berhubungan interpersonal dengan 13 . yaitu. Tiap orang dalam kelompok berupaya menyusun situasi untuk mencapai jumlah tanggung jawab yang tepat dalam kelompok.Setelah masalah keterlibatan terselesaikan. anggota akan merasa paling nyaman selama fase inklusi. marah dan semacamnya umum terjadi. Ini melibatkan beragam masalah terkait distribusi tanggung jawab. Ketiga fase ini tidak terpisah.

dan juga ingin dihargai oleh mereka yang sudah lebih dahulu ada di kelas. 14 . maka segala kemungkinan terjadinya proses komunikasi bisa berlangsung. Selanjutnya. ingin diakui oleh temanteman. Hal itu tidak lain karena memang kita ini adalah makhul sosial. Ketika ada murid baru masuk ke kelas kita. yang penting konsep-konsep Teori FIRO adalah untuk: • • • membentuk sebuah lingkungan kerja meningkatkan tanggung jawab masing-masing meningkatkan kesadaran diri Banyak ilmiah instrumen penilaian dan pengembangan sumber daya manusia di bidang mereka telah berakar teori FIRO. Selain itu juga teori FIRO adalah salah satu yang paling banyak diterapkan teori di bidang pembangunan manusia. kebutuhan untuk akrab atau hasrat mempunyai teman. Kebutuhan-kebutuhan untuk semua itu merupakan aspek pokok yang pertama kali dirasakan oleh anak baru tadi. bergantung kepada keinginan dari anak tadi atau malahan adanya keinginan dari salah seorang murid di kelas itu untuk mengajaknya bergabung dalam bidang tertentu. ketika kita masih di sekolah menengah. misalnya. yang pastinya selalu membutuhkan orang lain dalam hidup.orang lain. Hal itu guna tak lain juga kebutuhan antarpribadi kita terpenuhi yaitu kebutuhan untuk berasosiasi. Contoh aplikasi dalam kasus. kebutuhan mengontrol perilaku kita. dia sebagai anak baru tentu merasa atau setidaknya berkeinginan mempunyai teman. setelah itu semua terpenuhi. Ini merupakan pendekatan sederhana namun mendalam untuk lebih memahami perilaku manusia yang akan membantu untuk melakukan proses: • • • • • memperbaiki hubungan manusia menciptakan berperforma tinggi dan bersama tim membangun kepercayaan meningkatkan kepemimpinan membangun hubungan bisnis yang lebih baik Diterapkan dalam pembangunan lokakarya dan organisasi di seluruh dunia.

Teori ini secara internal konsisten. Penelitian observasional pada hubungan orangtua-anak dan pernyataan teoretis dari psikoanalis dikutip sebagai bukti validitas postulat 1 dan 2. Jenis bukti ini digunakan untuk membangun “validitas” postulat. Schutz bergantung pada dua jenis bukti untuk mendukung teorinya: tulisan ahli teori lain dan data percobaan. yang didasarkan pada pengamatan terhadap kelompok yang melakukan latihan sensitivitas. ia mampu menunjukkan bahwa kelompok yang cocok lebih efektif untuk fungsi-fungsi tertentu dibanding kelompok yang tidak cocok. Teori ini membahas tiga aspek yang berbeda dari perilaku antar personal: (1) adanya tiga kebutuhan dan perkembangan pola perilaku antar personal terkait kebutuhan tersebut (postulat 1 dan 2). dan sangat sesuai dengan bukti yang ada terkait perilaku antar personal. Beberapa penelitian empirisnya juga dilaporkan sebagai bukti parsial untuk postulat 2. hanya tiga dari 9 teorema yang tanpa ragu didukung penelitian selanjutnya. 1958). 1955. Postulat 3 dievaluasi dengan data percobaan dari penelitiannya sendiri (Schutz.• Kritik dan Evaluasi Teori yang diajukan Schutz adalah sejumlah hipotesis yang menarik tentang perilaku antar individu. Karena itu. tetapi seperti ditulis di atas. Bagian yang berhubungan dengan keberadaan kebutuhan dan pola perilaku terkait tidak begitu penting untuk memprediksi perilaku dalam kelompok. (2) konsekuensi pola perilaku tersebut terhadap kecocokan kelompok dan pengaruhnya terhadap efektivitas kelompok (postulat 3). Pola perilaku bisa ditentukan tanpa mengacu pada pengalaman masa lalu. dan prediksi tentang perilaku dewasa tidak bisa diubah. Dalam penelitian pertamanya. Postulat akhir tentang perkembangan dan resolusi kelompok didukung data dari Bennis dan Shepard (1956). tetapi tidak bisa begitu saja digunakan untuk memperdiksi perilaku antar personal. bagian pertama teori berguna untuk “menjelaskan” mengapa seseorang mencontoh perilaku tertentu. prediksinya bisa diuji. dan (3) hubungan ketiga kebutuhan antar personal dengan perkembangan dan resolusi kelompok (postulat 4). 15 .

1970) dan kontrol dimanipulasi dengan situasi dilema tahanan. 1977). 1975). Perbedaan perilaku juga sesuai dengan pengharapan teoretis. 1967). yaitu pada kelompok yang memiliki interchange compatibility tinggi (Lundgren. beberapa penelitian melaporkan hasil yang secara umum sejalan dengan teori ini. Dalam penelitian kedua. ditemukan bahwa peserta T-group merasa paling cocok dan puas jika pelatih memiliki orientasi antar personal yang sama dengan mereka. data ini tidak bisa diterima sebagai pendukung teori. Mereka menemukan bahwa kelompok yang sangat cocok. Namun. Dua penelitian terakhir tentang kebutuhan antar personal pada T-group memberikan hasil yang bertolakbelakang. satu hampir akurat. tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kecocokan kebutuhan antar personal antara anggota dan pelatih memiliki pengaruh penting pada sikap evaluatif anggota terhadap pelatih atau kelompok secara keseluruhan (Lundgren & Knight. Namun. perlu dicatat bahwa Schutz telah menerapkan teori pada masalah “pengembangan kesadaran manusia” (Schutz. Dalam satu penelitian. inklusi dan emosi dengan skala Ohio Social Acceptance (Lorber. Satu upaya menguji prediksi FIRO pada pasangan remaja juga memberikan hasil yang tidak signifikan (Armstrong & Roback. Tidak jelas sejauh mana Armstrong dan Roback mengukur kebutuhan yang sama seperti kuesioner FIROB. tiga dari lima kelompok mampu mengidentifikasi kelompok mereka lebih baik. Ia menyatakan bahwa masalah perkembangan kelompok terjadi dalam keseharian dan kegagalan memecahkan masalah terkait ketiga kebutuhan antar personal seringkali 16 . Schutz (1961) melaporkan satu penelitian dimana lima kelompok yang terdiri dari 14 orang dibentuk berdasarkan responnya terhadap kuesioner yang dirancang untuk mengukur perilaku relatif terhadap tiga kebutuhan antar personal (kuesioner FIRO-B). 1977). Yalom dan Ram (1966) mengamati hubungan antara kecocokan dan keeratan pada kelompok terapi pasien rawat jalan. terlihat dari kuesioner FIRO-B. Terakhir. Setelah enam kali pertemuan. secara signifikan lebih erat dan puas dibanding kelompok dengan kecocokan rendah.Sejak perumusan awal teori. dan satu gagal.

Sumber: Shaw. Theories of Social Psycology 17 . Dalam satu penerapan teori yang menarik. Marvin E.menghasilkan ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dalam hubungan keseharian antar individu. ia menunjukkan bagaimana individu yang kesulitan dalam ketiga bidang kebutuhan antar personal bisa mengembangkan teknik untuk menghadapinya secara lebih tepat. dan Philip R. Costanto.

Albert Bandura juga pernah bekerja sebagai Ketua Jurusan Psikologi Stanford dan pada tahun 18 . Ia dididik di sekolah dasar kecil dan dalam satu sekolah tinggi. Pada saat di Lowa. Albert Bandura bertemu dengan Virginia Varns. dia mulai mengajar di Universitas Stanford dan di mana kini ia menjadi Profesor David Starr dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandura juga merupakan seorang presiden dari APA. Albert Bandura bekerja pada saat musim panas untuk mengisi kekosongan di Alaska Highway di Yukon. Kanada. Setelah tamat SMA.Social Learning Theory • Tokoh Penemu Albert Bandura adalah orang yang menemukan teori ‘SOCIAL LEARNING THEORY. Mereka kemudian menikah dan mempunyai dua anak perempuan.D. dengan sedikit sumber dalam pengajaran.’ Ia lahir pada 4 Desember 1925. Pada tahun 1953. Albert Bandura menempuh pendidikan kesarjanaannya di bidang psikologi klinis di Universitas Iowa dan pada tahun 1952 ia mencapai gelar Ph. Virginia Vans adalah seorang pengajar di sekolah perawatan. namun mendapatkan tingkat keberhasilan yang luar biasa. pada tahun 1973. di kota kecil di utara Mundare Alberta.

bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). prosedur standar adalah untuk memanipulasi satu variabel. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). berfokus pada variabel yang dapat diamati. internal. dan dimanipulasi. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. dan tidak bisa diakses seperti mental. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. sebuah buku dimana ia dan 19 . dan kemudian mengukur dampak yang lain. dan menghindari apa yang subyektif. Pada behaviorisme. • Latar belakang teori Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Semua ini masuk ke dalam teori kepribadian yang mengatakan bahwa satu dari lingkungan menyebabkan satu aktivitas. Bandura menulis Adolescent Aggression (1959). dan lewat penelitian-penelitian itu teorinya dipertajam dan diperluas. Pada percobaan metode. Bersama Richard Walters sebagai penulis kedua. suatu laporan terinci tentang sebuah studi lapangan dimana prinsip-prinsip belajar sosial dipakai untuk menganalisis perkembangan kepribadian sekelompok remaja pria dari kelas menengah. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Melalui pemberian reward dan punishment. dengan penekanan pada metode eksperimental. diukur. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Pada tahun 1980 Bandura menerima APA's Award untuk Para Scientific Contribution. Penelitian Bandura juga mencakup banyak masalah yang bersifat sentral untuk teori belajar sosial.1974 dan ia terpilih menjadi Ketua American Psychological Association. Disusul dengan Social Learning and Personality Development (1963). seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.

dan bahwa prinsip-prinsip belajar adalah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah laku berkembang dan menetap. telah mengakui peranan penting proses-proses imitatif dalam perkembangan kepribadian dan telah berusaha menjelaskan beberapa jenis tingkah laku imitatif tertentu. Bandura tidak hanya berusaha memperbaiki kelalaian tersebut. teori-teori sebelumnya selain kurang memberi perhatian pada konteks sosial dimana tingkah laku ini muncul. individu-individu belajar mengimitasi atau meniru tingkah laku tersebut atau dalam hal tertentu menjadikan orang lain model/contoh bagi dirinya. Artinya. Tetapi hanya sedikit pakar lain peneliti kepribadian mencoba memasukan gejala belajar lewat observasi ke dalam teori-teori belajar mereka. tetapi juga memperluas analisis terhadap belajar lewat observasi ini melampaui jenis-jenis situasi terbatas yang ditelaah oleh Miller dan Dollard. ia telah “berusaha menyajikan suatu kerangka teoretis yang terpadu untuk menganalisis pikiran dan tingkah laku manusia”. 20 . Aggression: A social learning analysis. Bandura menerbitkan buku Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial). Akan tetapi. Social Learning Theory (1977). sebuah buku yang diubah arah mengambil psikologi pada tahun 1980-an. dalam bukunya terbitan 1941. Pada tahun 1969. Sama seperti halnya kebanyakan pendekatan teori Social Learning terhadap kepribadian. Social learning and imitation. Miller dan Dollard. juga kurang menyadari fakta bahwa banyak peristiwa belajar yang penting terjadi dengan perantaraan orang lain. teori Social Learning berpangkal pada dalil bahwa tingkah laku manusia sebagian besar adalah hasil pemerolehan.Walters memaparkan prinsip-prinsip belajar sosial yang telah mereka kembangkan beserta evidensi atau bukti yang menjadi dasar bagi teori tersebut. bahkan Miller dan Dollard pun jarang menyebut imitasi dalam tulisantulisan mereka yang kemudian. Dalam bukunya yang secara teoretis ambisius. sambil mengamati tingkah laku orang lain. Bandura menerbitkan Principles of behavior modification. dimana ia menguraikan penerapan teknik-teknik behavioral berdasarkan prinsip-prinsip belajar dalam memodifikasi tingkah laku dan pada tahun 1973.

teori kepribadian yang memadai harus memperhitungkan konteks sosial di mana tingkah laku itu diperoleh dan dipelihara. melainkan juga dimiliki oleh manusia. dan pencontohan. banyak aspek fungsi kepribadian yang melibatkan interaksi satu orang dengan orang lain. tetapi orang itu juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan itu. Bandura berpendapat manusia dapat berfikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri. namun prinsip itu harus memperhatikan dua fenomena penting yang diabaikan atau ditolak oleh paradigma behaviorisme. Dalam teori ini Albert Bandura dianggap sebagai pemimpin dari pendukung teori ini. behavioral dan lingkungan. Albert Bandura menyatakan. sehingga mereka bukan semata-mata tidak menjadi objek pengaruh lingkungan. Teori belajar sosial memakai salingdeterminis sebagai prinsip dasar untuk menganalisis fenomena psikososial di berbagai tingkat kompleksitas. Menurut Bandura. karena manusia dan lingkungan saling mempengaruhi. Teori Belajar Sosial (Social Learing Theory) dari Bandura didasarkan pada tiga konsep : 1. menjadi pijakan Bandura dalam memahami tingkah laku. Demikian juga sifat kausal yang tidak dimiliki sendiri oleh lingkungan.Teori Social Learning berfokus pada teori pembelajaran yang terjadi dalam konteks social. termasuk dalam konsep-konsep pembelajaran seperti pengamatan. dari perkembangan intrapersonal 21 . • Pertama. • Kedua. Determinis Resiprokal (reciprocal determinism): Pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal-balik yang terus menerus antara determinan kognitif. Teori ini menganggap bahwa orang-orang belajar dari satu sama lain. peniruan. Dampak nya adalah. walaupun prinsip belajar sosial cukup menjelaskan dan meramalkan perubahan tingkah laku. Determinis resiprokal adalah konsep yang penting dalam teori belajar sosial Bandura. yaitu. Orang menentukan/mempengaruhi tingkahlakunya dengan mengontrol lingkungan.

Konsep bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation). 22 . tetapi itu bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku. 2. mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri. Belajar melalui observasi tanpa ada renforsemen yang terlibat.sampai tingkah laku interpersonal serta fungsi interaktif dari organisasi dan sistem sosial. Menurutnya. Jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus dipilahpilah untuk direforse satu persatu. Dalam proses determinisme timbal-balik itulah terletak kesempatan bagi manusia untuk mempengaruhi nasibnya maupun batas-batas kemampuannya untuk memimpin diri sendiri (self-direction). reforsemen penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak. tingkahlaku. berarti tingkah laku ditentukan oleh antisipasi konsekuensi. Konsepsi tentang cara manusia berfungsi semacam ini tidak menempatkan orang semata-mata sebagai objek tak berdaya yang dikontrol oleh pengaruh-pengaruh lingkungan ataupun sebagai pelaku-pelaku bebas yang dapat menjadi apa yang dipilihnya. mempengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan. Beyond Reinforcement Bandura memandang teori Skinner dan Hull terlalu bergantung pada renforsemen. itu merupakan pokok teori belajar sosial. dan faktor lingkungan. Kognisi dan Regulasi diri (Self-regulation/cognition): Teori belajar tradisional sering terhalang oleh ketidaksenangan atau ketidak mampuan mereka untuk menjelaskan proses kognitif. bisa jadi orang malah tidak belajar apapun. 3. menciptakan dukungan kognitif. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya. Bandura melukiskan : Teori Belajar Sosial berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dari segi interaksi timbal-balik yang berkesinambungan antara faktor kognitif.

melalui salah satu atau kombinasi empat sumber yakni : 1. Efikasi adalah penilaian diri. Pengalaman menguasai sesuatu prestasi (performance accomplishment). Efikasi Diri Dua pengertian penting : 1. Efikasi diri atau efikasi ekspektasi (self effication – efficacy expectation) adalah “Persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita). Contoh misalnya Seorang dokter ahli bedah. karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai). 23 . dalam system Albert Bandura kuncinya adalah perubahan ekspektasi efikasi (efikasi diri). Efikasi diri atau keyakinan kebiasaan diri itu dapat diperoleh. bahwa dirinya mampu melaksanakan operasi tumor sesuai dengan standar professional. diubah. 1977) Teori Belajar Sosial dari bandura yang paling luas diteliti adalah Efikasi Diri dan Penelitian Observasi (Penelitian Modeling). Pengalaman Vikarius (vicarious experience). pasti mempunyai ekspektasi efikasi yang tinggi. Ekspektasi hasil (outcome expectation): perkiraan atau estimasi diri bahwa tingkah laku yang dilakukan diri itu akan mencapai hasil tertentu. Persuasi Sosial (Social Persuation) dan 4. Namun ekspektasi hasilnya jadi rendah. dsb. Pembangkitan Emosi (Emotional/Psysilogical states). sedang efikasi menggambarkan penilaian kemampuan diri. apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk. 2. 3. 2.“ Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. ditingkatkan atau diturunkan. sterilisasi dan infeksi. Sumber Efikasi Diri Perubahan tingkah laku. bias atau tidak bias mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. karena hasil operasi itu sangat tergantung kepada daya tahan jantung pasien. tepat atau salah. kemurnian obat abtibiotik.Manusia dan lingkungannya merupakan faktor-faktor yang saling menentukan secara timbal balik (Bandura.

bahkan belajar tetap terjadi tanpa ikut melakukan hal yang dipelajari itu. menggenaralisir berbagai pengamatan sekaligus. Belajar melalui observasi jauh lebih efisien dibanding belajar melalui pengalaman langsung. - Modeling Mengubah Tingkah laku lama : Ada dua dampak modeling terhadap tingkah laku lama : pertama. Peniruan atau meniru sesungguhnya tidak tepat untuk mengganti kata modeling. Melalui observasi orang dapat memperoleh respon yang tidak terhingga banyaknya.b. Belajar Melalui Observasi Menurut Albert Bandura. - Peniruan (modelling) : Inti dari belajar melalui observasi adalah modelling. Kedua. dan model yang diamatinya juga tidak mendapat renforsemen dari tingkahlakunya. baru. 24 . tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkahlaku yang teramati. tergantung apakah tingkahlaku model itu diganjar atau dihukum. Dalam penelitiannya. dan yang lebih penting lagi ditransformasikan menjadi simbol verbal yang dapat diingat kembali suatu saat nanti. - Modeling tingkah laku baru : Melalui modeling orang dapat memperoleh kemampuan tingkahlaku kognitif. tingkah laku model yang tidak diterima secara sosial dapat memperkuat atau memperlemah pengamat untuk melakukan tingkah laku yang tidak diterima secara sosial. Ini dimungkinkan Stimuli berbentuk karena adanya model tingkahlaku ditransformasikan menjadi gambaran mental. tingkah laku model yang diterima secara sosial dapat memperkuat respon yang sudah dimiliki pengamat. melibatkan proses kognitif. yang mungkin diikuti dengan hubungan dan penguatan. kebanyakan proses belajar terjadi tanpa renforsemen yang nyata. karena modeling bukan sekedar menirukan atau mengulangi apa yang dilakukan orang model (oranglain). ternyata orang dapat mempelajari respon baru dengan melihat respon orang lain.

Selama jalannya Observational Learning. Sajian itu berpotensi sebagai sumber model tingkah laku. Albert Bandura menyatakan bahwa orang banyak belajar melalui perilaku peniruan dan mencontoh. Proses belajar semacam ini disebut "observational learning" atau pembelajaran melalui pengamatan. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Modelilng semacam ini banyak dipakai untuk mempelajari respon emosional. bahkan sekalipun tanpa adanya penguat (reinforcement) yang diterima. Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teoriteori belajar lainnya. seseorang mencoba melakukan tingkah laku yang dilihatnya dan reinforcement/ punishment berfungsi sebagai sumber informasi bagi seseorang mengenai tingkah laku mereka. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond).- Modeling Simbolik: Dewasa ini sebagian besar tingkahlaku berbentuk simbolik. Film dan televisi menyajikan contoh tingkahlaku yang tidak terhitung yang mungkin mempengaruhi pengamatnya. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) 25 . dan akibat yang ditimbulkannya atas model tersebut. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. - Modeling Kondisioning: Modeling dapat digabung dengan kondisioning klasik menjadi kondisioning klasik vikarius (vicarious classical conditioning). Kita bisa meniru beberapa perilaku hanya melalui pengamatan terhadap perilaku model. • Asumsi Asumsi dasar dari Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning ini adalah sebagian besar tingkah laku individu diperoleh dari hasil belajar melalui pengamatan dan peniruan atas tingkah laku yang ditampilkan oleh individu – individu lain yang menjadi contoh nya.

pengamat harus mempunyai kemampuan untuk menirukan perilaku dari model yang diamati. Istilah yang terkenal dalam teori belajar sosial adalah modeling (peniruan). Perhatian dipengaruhi oleh asosiasi pengamat dengan orang yang diamati (model). Teori belajar sosial ini menjelaskan bagaimana kepribadian seseorang berkembang melalui proses pengamatan. Satu konsep penting yang dikemukakan Bandura adalah reciprocal determinism. representasi. dan arti penting tingkah laku yang diamati. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Modeling lebih dari sekedar peniruan atau mengulangi perilaku model tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkah laku yang teramati. namun individu akan bertindak setelah ada proses kognisi atau penilaian terhadap lingkungan sebagai stimulus yang akan ditindaklanjuti. yaitu seseorang akan bertingkah laku dalam suatu situasi yang ia pilih secara aktif.dan penyajian contoh perilaku (modeling). 26 . Melalui pemberian reward dan punishment. dan motivasi dan penguatan. ada tiga komponen yang harus ditelaah yaitu individu itu sendiri (P: person). Modelling dilakukan melalui empat proses yaitu perhatian. Representasi berarti tingkah laku yang akan ditiru harus disimbolisasikan dalam ingatan. lingkungan (E: environment). Bandura menyatakan bahwa kognisi adalah sebagai tingkah laku perantara dimana persepsi diri kita mempengaruhi tingkah laku. peniruan tingkah laku. Dalam menganalisis perilaku seseorang. Modeling ini akan efektif jika orang yang mengamati mempunyai motivasi yang tinggi untuk meniru tokoh yang diamatinya. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Dalam peniruan tingkah laku. sifat dari model tersebut. Individu akan memunculkan satu bentuk perilaku yang sama meskipun lingkungannya serupa. di mana orang belajar melalui observasi atau pengamatan terhadap perilaku orang lain terutama pemimpin atau orang yang dianggap mempunyai nilai lebih dari orang lainnya. serta perilaku si inidividu tersebut (B: behavior). menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus melibatkan proses kognitif.

Segala tingkah laku. Self Regulation 27 . Ditekankan bahwa self efficacy sangat berpengaruh dalam tingkah laku seseorang. rekreasi. atau penilaian orang mengenai kemampuannya untuk menggunakan control atas tingkat kinerja mereka dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi kehidupannya. individu tersebut akan lebih mudah mengalami gangguan karena ketidaknyamanan yang ia alami. Ini adalah persepsi seseorang mengenai kemampuannya didalam menghadapi suatu situasi. sosial dipengaruhi oleh self efficacy. bisa tingkah laku dalam bekerja. Outcome expectancy adalah antisipasi dari hubungan yang sistematik antara kejadian-kejadian atau objek-objek dalam suatu situasi. Outcome expectations : perkiraan individu bahwa suatu outcome tertentu akan muncul dan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan. Expectancy adalah variabel kognitif dalam hubungan antara stimulus dan respon.Self Efficacy Peran Self Efficacy dalam Pembelajaran Sosial adalah sebuah variable penting yang mempengaruhi apakah terjadi pembelajaran social atau tidak adalah persepsi atas kemampuan diri (self efficacy). Gagalnya suatu peristiwa mengikuti bentuk “jika-maka” yang ada dalam pola pikir individu. 2 komponen dalam Self efficacy adalah: 1. Bentuknya adalah “jika-maka” antara perilaku dan hasilnya. akademis. Banyak kampanye komunikasi yang ditujukan pada perubahan prilaku orang tidak hanya akan memperagakan prilaku-prilaku tetapi juga berusaha untuk menarik atau meningkatkan perasaan self efficacy anggota. Efficacy expectations : keyakinan bahwa ia bisa melakukannya atau tidak. 2. maka jika harapan dari individu terlalu tinggi dan tidak dapat tercapai. Menurut Bandura (1994) yang menyebutkan bahwa “pengaruh-pengaruh pencontohan harus didesain untuk membangun self efficacy dan juga menyampaikan ilmu pengetahuan dan aturan tingkah laku” (halaman 81).

Self regulation adalah kemampuan individu untuk mengatur perilakunya sendiri dengan internal standard dan penilaian untuk dirinya. seorang pengajar harus memastikan bahwa ada empat syarat penting yaitu. dalam kondisi biasa model dapat mempercepat keefesiensian untuk proses belajar membentuk prilaku baru. 3. alat reproduksi dan motivasi. ingatan. Hal ini dapat melibatkan peserta didik dengan membahas tentang imbalan dan konsekuensi dari berbagai perilaku. contoh nya adalah sebagai berikut: 1. • Aplikasi Social Learning Theory atau teori pembelajaran social dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan orang tua harus tepat dalam berprilaku dan menjaga mereka untuk tidak bersikap tidak pantas. 4. Menjelaskan konsekuensi dari perilaku yang dapat secara efektif meningkatkan perilaku yang sesuai dan menurunkan yang tidak pantas. 2. Menyediakan alternatif untuk membentuk perilaku baru untuk mengajar. 28 . perhatian. Dengan adanya pemaknaan terhadap fenomena tertentu yang menurutnya baik atau bernilai. Untuk mempromosikan keefektifan model. Siswa sering belajar banyak sekali hanya dengan melihat orang lain.Daripada menggunakan bentuk. Internal standards adalah pemikiran yang berasal dari pengaruh modelling sebelumnya dan juga berbagai reinforcement yang lalu. maka nilai-nilai tersebut menjadi patokan nilai internal individu yang bersangkutan. Konsep ini menjelaskan mengapa manusia bisa mempertahankan perilakunya walaupun tidak adanya rewards yang berasal dari lingkungan eksternal. Semakin tinggi internal standard seseorang. Konsep ini tidak dapat berjalan tanpa adanya internal standards seseorang. semakin besar harapannya untuk mencapai nilai tersebut dan semakin besar pula kemungkinan individu tersebut mengalami gangguan-gangguan.

Teknik Self-Regulation menyediakan metode yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa. dibayangkan melihat ular mainan di etalase toko. ular. dan pengalaman sukses mereka sendiri. Treatmen konseling dimulai dengan membantu klien mencapai relaksasi yang mendalam. dia mengusulkan tiga macam pendekatan treatment. yakni: 1. stereotip tradisional. Misalnya dalam contoh pada aplikasi pengajaran sekolah dasar adalah pentingnya tokoh2 otoritas untuk dapat menjadi model yang baik bagai anak-anak didiknya (dalam hal ini menunjukkan perilaku yang baik) Bisa juga dengan mengundang orang-orang yang pantas untuk dijadikan role model (sesuai bidang masing-masing) untuk hadir ke ruang kelas. Guru harus menekspos siswa untuk mengetahui berbagai macam bentuk model komunikasi. Guru harus membantu siswa menetapkan harapan yang realistis bagi mereka untuk menyelesaikan akademik nya. Siswa harus yakin bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas sekolah. Latihan Penguasaan (desensitisasi modeling): Mengajari klien menguasai tingkah laku yang sebelumnya tidak bisa dilakukan (misalnya karena takut). 8. mereka diminta 29 . akan menjadi penyakit atau masalah yang sulit diselesaikan bagi siswa. Namun. di dalam kelas itu dimaksudkan untuk membuat kepastian bahwa pengharapan tidak terlalu rendah. Kalau klien dapat membayangkan kejadian itu tanpa rasa takut. baik itu di sekolah maupun diluar kegiatan sekolah. Social Learning Teori juga dapat di aplikasikan pada kegiatan belajar mengajar. Misalnya. Namun menurut Bandura. Guru juga dapat mempromosikan diri dengan keberhasilan siswa dengan membangun keyakinan pada diri siswa. Pada umumnya.5. 7. menerima pesan. melihat orang lain berhasil. Sehingga sangat penting untuk mengembangkan rasa percaya diri bagi siswa. kadang-kadang tugas di luar kemampuan siswa. Kemudian konselor meminta klien membayangkan hal yang menakutkannya secara bertahap. Teknik ini sangat penting untuk membongkar 6.

& Gardner Lindzey. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2003. sampai akhirnya mampu melakukan sendiri tanpa bantuan.: Penerbit Kanisius. Rakhmat. Calvis S. kemudian melihat ular dikandang kebun binatang. Sumber Hall. kemudian menyentuh ular. atau gambar/cerita. Penyebab utamanya karena pandangan Bandura yang kental aspek mentalnya. sampai akhirnya menggendong ular. modeling kognitif) tanpa memakai penguatan yang nyata. Bandura memakai desensitisasi sistematik itu dalam pikiran (karena itu teknik ini terkadang disebut. biasanya diikuti dengan klien berpartisipasi dalam kegiatan model. Kritik terhadap Bandura 30 . 1993.Edisi Revisi.membayangkan bermain-main dengan ular mainan. Yogyakarta. Kepuasan pikarious (melihat model mendapat penguatan) mendorong klien untuk mencoba/ meniru tingkah laku modelnya. 3. 2. dibantu oleh modelnya meniru tingkah laku yang dikehendaki. Uchjana. Modeling Simbolik: Klien melihat model dalam film. yang memandang Bandura lebih tepat untuk dimasukan dalam kelompok aliran kognitif dan tidak diakui sebagai bagian dari behavioristik. Modeling terbuka (modeling partisipan): Klien melihat model nyata. 1993. Onong. Psikologi Komunikasi. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Jalaluddin. Ini adalah model desensitisasi sistemik yang pada paradigma behaviorrisme dilakukan dengan memanfaatkan variasi penguatan. Teori-teori Sifat dan Behavioristik. • Kritik & Evaluasi Kritik terutama datang dari kelompok aliran behavioristik keras.

Saat judee sd. Judee lahir pada 5 Februari 1948 di Iowa. judee pun melanjutkan kuliahnya di Illinois State University.Interpersonal Deception Theory • Tokoh Penemu Tokoh dibalik Interpersonal Deception Theory adalah Judee K. dan sma. Dan ini diakhirinya dengan double major di bidang pidato / debat bahasa inggris. dan pada tahun 1972 judee mendapatkan gelar M. Burgoon. Kedua ilmuan komunikasi inilah yang mengemukakan dan mengembangkan teori ini. dan double minor nya di bidang studi sosial dan pendidikan. BURGOON J Judee K. Hal ini langsung dimanfaatkannya untuk mengajar debat dan pidato. Pendidikannya tidak henti sampai disitu. ia sangat menggemari aktivitas yang berbau debat dan sering sekali judee aktif dalam organisasi. dan judee mendapatkan bachelor’s degree nya dengan summa cum laude di tahun 1970. seperti mengikuti young republicans dan young democrats pada saat sma. Burgoon dan David B. Waktu liburan dan saat musim panasnya sering dihabiskan judee untuk bekerja mencari uang tambahan untuk nanti kuliahnya.S. “K” kepanjangan dari Kathelene. Buller. JUDEE K. Akhirnya judee meneruskan jenjang kuliahnya ke Iowa State University. 31 . dan mengarahkan ekstrakulikuler debat dan dram di Boone High School. smp.

Menikah di tahun 1974. Formerly. pencegahan kanker kulit dan pencegahan tembakau dan penghentian programprogram untuk anak remaja dan populasi remaja. Setelah tiga tahun sebagai asisten profesor dan Direktur Forensics di University of Florida. saya mengambil posisi sebagai Wakil Presiden pada penelitian komunikasi untuk Louis Harris and Associates di kota New York. termasuk nutrisi. DAVID B.nya di bidang speech communication. tahun 1984. dia memegang jabatan di Harold simmons Chair untuk komunikasi kesehatan di institute cooper dan pemimpin dari institute denver dan memusatkan dirinya di bidang komunikasi kesehatan. dan dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Erin Mikaela. judee menjadi professor komunikasi pada fakultas komunikasi di University of Arizona. Dr. Mereka bertiga hidup dan berkembang di sonorant desert. dan dua tahun kemudian pada 1974 judee menyelesaikan gelar doktornya di bidang komunikasi bersamaan dengan pendidikan psikologinya di West Virginia University. Buller adalah seorang ahli ilmu pengetahuan senior dan pemimpin penelitian di KB. buller adalah PI dalam sejumlah study komunikasi kesehatan. BULLER Dr. Nama belakangnya. Dan pada akhirnya. Dia juga sudah membuat program-program kebijakan untuk sekolah dan administrasi kesehatan 32 . diambil dari nama suaminya yaitu Michael Burgoon.A dalam komunikasi bahasa di universitas auburn. Dr. buller memperoleh gelar sarjana kependidikan di komunikasi dari universitas Michigan dan sebuah gelar M. “Burgoon”.

Kapan berbohong itu efektif digunakan ? bagaimana cara berbohong yang biasa dilakukan ? apa ciri – ciri pembohong ? kenapa orang harus berbohong ? ada berapa pembohong di sekitar kita ?.pemerintah. Setiap individu memiliki rasa ingin diakui di dalam kelompok maupun lingkungan sekitarnya. Ini menimbulkan pula sikap kita yang berbeda – beda pada setiap orang. yang akan membahas tuntas tentang “Interpersonal Deception Theory” . buller sudah dibiayai oleh institute kanker nasional. pertanyaan – pertanyaan tersebut akan coba dijawab dengan terbentuknya makalah ini. yaitu “Interpersonal Deception Theory” atau Teori Penipuan Antar Individu. kurikulun sekolah dasar Healthy Ways. dia sudah menulis atau membantu menulis lebih dari 100 artikel. Perspektif ilmu komunikasi. Cara yang ditempuh yang sudah sangat sering adalah dengan cara berbohong. buku-buku dan bab-bab buku. menghalalkan berbagai macam cara untuk tercapainya tujuan tersebut. yaitu diakui benar. Di adalah penulis dari buku Sunny Days. Penelitian Dr. berbohong mempunyai teori tersendiri yang membahasnya. dan yayasan peneliatian kanker Amerika. 33 . Melalui pernyataan tersebut kadangkala individu sebagai pelaku komunikasi dua arah. dan seolah – olah kredibel di depan lawan bicaranya. pusat untuk penanggulangan penyakit dan pencegahan. pengakuan sosial tentunya jadi yang utama saat kita sedang berinteraksi antar individu. Dalam kegiatan kita sehari – hari tentunya kita menemui berbagai macam individu lain yang selalu berhubungan dengan kita. Tentunya dalam interkasi tersebut kita sebagai individu memasang settingan diri kita sebagus – bagusnya di depan individu yang lain. Dapat dilihat dari kehidupan sehari – hari pastinya kita sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari interaksi antar individu. perasaan ini bisa diukur kuat tidaknya dari proses interaksi yang dilakukan individu tersebut pada individu lain yang berada disekitarnya. yayasan Robert wood Johnson. • Latar Belakang Teori. Dengan kata lain. dan tentu intensitas kita untuk berinteraksi kepada tiap orang berbeda – beda.

maksudnya supaya pembaca bisa menganalisis sendiri atau bahkan belajar berkomunikasi efektif menggunakan “Interpersonal Deception Theory”. Sebelum penelitiannya. Freud mengamati seorang pasien yang diminta mengungkapkan perasaannya yang paling dalam. mereka semakin cenderung ketahuan. Prinsip-prinsip ini didapat dengan mengevaluasi kemampuan mendeteksi kebohongan oleh individu yang mengamati komunikasi 34 . IDT dikembangkan oleh dua profesor komunikasi. ia dianggap berbohong. Jika mulutnya tertutup dan jarinya gemetar. meninjau kembali penelitian ini dan membentuk pemikiran bahwa dalam berusaha membohong. menghindari masuk kedalam konflik. Burgoon. pembohong lebih aktif dibanding yang diperkirakan kebanyakan orang. Demikian. Dan diharapkan setelah membaca makalah ini kita sebagai makhluk komunikasi. Namun. David B. semoga makalah ini bisa berguna dan menjadi panduan yang baik. berpura – pura empati. biasanya teori ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana orang menghindari tindakan menyakiti orang lain dengan cara berbohong. DePaulo dan Kirkendol mengembangkan Motivation Impairment Effect (MIE). bisa lebih mengupgrade kemampuan kita dalam bidang ilmu komunikasi. Tujuan dibuatnya makalah yang membahas “Interpersonal Deception Theory” ini adalah untuk menyadarkan kita betapa pentingnya kita untuk mengetahui tingkat kebohongan yang terjadi pada lingkungan dan kehidupan kita sehari – hari. Buller dan Judee K. Dan di dalam makalah ini dicantumkan beberapa contoh kasus. Sigmund Freud mempelajari isyarat nonverbal untuk mendeteksi kebohongan sekitar seabad lalu. kebohongan tidak begitu dianggap sebagai aktivitas komunikasi. dan masih banyak lagi kebiasaan seseorang yang ada kaitannya dengan memanipulasi pernyataan mereka dengan kebohongan dijelaskan oleh teori “Interpersonal Deception” ini. Burgoon dan Floyd. MIE menyatakan bahwa semakin orang berupaya membohongi orang lain. Penelitian sebelumnya difokuskan pada perumusan prinsip-prinsip kebohongan. Pada tahun 1989. atau bisa untuk menjelaskan bagaimana cara orang lain berbohong untuk menyerang orang lain.“Interpersonal Deception Theory” itu sendiri dikemukakan untuk berbagai alasan.

terutama pada soal desepsi. mereka cukup baik pada fungsi-fungsi dibanding yang dihasilkan hanya dari kebetulan". Paradigma Umum Tentang Interpersonal Deception Theory (IDT) KONSEP TEORI Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi Kelompok Komunikasi Organisasi Komunikasi Komunikasi Massa PERSPEKTIF Cover in laws Critical System Human Action  Jika dilihat dari kolom ini. Karena itu. 35 . Teori interpersonal deception ini lebih sering diasumsikan sebagai teori untuk “seni mengatakan yang tidak sebenarnya”. Interpersonal Deception Theory menduduki kolom yang bersilangan antara konsep teori komunikasi antar pribadi. ketika melakukan komunikasi tatap muka. IDT didasarkan pada komunikasi dua arah dan ditujukan untuk menggambarkan kebohongan sebagai satu proses komunikasi interaktif. maupun sekedar perasaan pada level sadar dan bawah sadar. Teori ini berupaya menjelaskan pula pola dimana individu berhadapan dengan kebohongan baik benar terjadi. Penelitian awal ini menemukan bahwa "meskipun manusia jauh dari sempurna dalam upayanya mendiagnosis kebohongan.satu arah (unidirectional). Artinya Interpersonal Deception Theory ini jelas sekali membahas bagaimana dinamika kita ketika sedang berinteraksi dengan individu lain. Buller dan Burgoon mereduksi nilai penelitian yang sangat terkontrol – biasanya percobaan komunikasi satu-arah – yang dirancang untuk mendapatkan petunjuk yang benar bahwa orang berbohong. hubungannya dengan sikap kita ketika melakukan komunikasi dan sikap kita ketika kita berada pada etika komunikasi interpersonal dengan berazaskan human action. dan perspektif human action.

Selain itu. Teori Buller dan Burgoon memberitahukan kita tentang “frame of thingking” mereka dengan menjelaskan fenomena. bisa dengan cara menyampaikan sebagian kebenaran. misalkan. di satu sisi kita menyatakan kebenaran. ketika kita ingin menyatakan ketidakbenaran atau menutupi kejadian yang sesungguhnya. maka kita bisa bicara “saya mau pergi keluar sebentar” atau mungkin bisa dengan mengalihkan penuh tema pembicarannya. misalkan kita berbicara “saya tadi habis mengerjakan tugas di perpustakaan”. padahal dalam kenyataannya tugas itu belum dikerjakan. dengan cara menghindar sepenuhnya.Komunikasi tidak bersifat statis. saya jadi ingat tentang …bla… bla… bla. menuju konsep. Ketiga. Itulah ketiga pendapat buller dan burgoon tentang menyembunyikan kebenaran. berbohong sepenuhnya. kita tidak memberi detail yang jelas dalam kalimat pernyataan ini. yaitu pergi ke pesta ulang tahun. dan menutupi bagian detailnya. Pertama. 36 . Buller dan Burgoon menyatakan ada tiga tipe respon yang memungkinkan untuk diberikan kepada lawan bicara kita. Perilaku pengirim dan pesan dipengaruhi oleh perilaku dan pesan dari penerima. IDT membahas keterkaitan antara konteks komunikatif dan perilaku dan kognisi pengirim dan penerima dalam situasi penuh kebohongan (deceptive). tetapi di satu sisi kita menutupi detailnya. Kedua. tetapi juga oleh konteks interaksi yang diungkap. yaitu di apartemen teman saya. misalkan ketika kita dihadapkan kepada suatu pertanyaan yang kita tahu jawabannya akan mengecewakan lawan bicara kita. Kebohongan yang disengaja membutuhkan sumber kognitif yang lebih dibanding komunikasi jujur. ia tidak hanya dipengaruhi oleh tujuan seseorang. “saya ingin pergi ke pesta ulang tahun. “. di apartemen teman saya”. proposisi.. apartemen yang mana ? teman yang mana ? siapa ? atau bahkan pesta ulang tahunnya bukan di apartemen. “ oh ya. dan begitu sebaliknya. sampai pada penjelasan yang di dukung oleh fakta dan contoh kasus. kebohongan berbeda dari komunikasi jujur.

Asumsi epistemologis: Dalam hal pengetahuan. deceivers can adjust their presentation to allay suspicion” (Griffin (pp. Asumsi ontologis: Sejauh sifat kenyataan. respondents usually miss these telltale signs due to a strong truth bias. Manusia memiliki ketidakawasan dalam menangkap suatu kebohongan. teori ini juga bersifat manusiawi. Nilai dari individu yang terlibat disimpulkan dari nilai dan pengalaman mereka sendiri. Although strategic deception often results in cognitive overload that leaks out through a deceiver’s communication. 3. kadangkala manusia terlalu tertutupi akan bias kebenaran yang diciptakan oleh si pembohong. Apa yang ditemukan dari penelitian sepenuhnya bergantung pada siapa yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang dibicarakan. kita tahu bahwa sebenarnya manusia adalah “pendeteksi” kebohongan yang buruk dalam situasi interaktif. 37 . “Human beings are poor lie detectors in interactive situations. Manusia sering tidak memperhatikan isyarat – isyarat yang dikeluarkan pembohong secara tidak sengaja. When respondents appear doubtful.• Asumsi Asumsi Metateoretis 1. A-13-14) Dari pernyataan Griffin di atas. Asumsi aksiologis: Teori IDT bersifat manusiawi dalam segi nilai. teori kebohongan bersifat sangat manusiawi karena memandang berbagai kenyataan saling bergantung pada berbagai faktor situasional pada individu yang terlibat 2. bahkan mungkin terkadang mengandung kelebihan kognitif sehingga pesan yang disampaikan tidak masuk akal.

Perilaku antara pengirim dan penerima bersifat dinamis. Pesan biasanya berupa pesan verbal 2. Berbeda dengan penelitian tentang kebohongan sebelumnya yang memfokuskan pada pengirim dan penerima secara terpisah. masing-masing mengandalkan satu sama lain dalam pertukaran tersebut. relasional dan dialogis antara pasien dan ahli terapi bergantung pada komunikasi yang jujur dan terbuka jika pasien ingin sembuh dan berhasil membina hubungan yang lebih sehat. Pesan tambahan. Aktivitas dyad. Dyad berarti sekelompok terdiri dari dua orang dimana pesan dikirim dan diterima. Sebagai contohnya adalah kerangka konseling psikoterapi dan psikologis.  Aktivitas dialogic mengacu pada bahasa komunikatif dari pengirim dan penerima.  Komunikasi relational mengacu pada komunikasi dimana makna yang dibentuk oleh dua orang saling mengisi peran. seakan – akan mengungkap kebenaran pesan tersebut 3. Pada dasarnya. Kebohongan menggunakan kerangka teori yang sama karena komunikasi dari satu peserta dengan sengaja salah. 38 . multidimensi dan multimodal. Tiga Ciri Pesan Tidak Jujur & Tiga Cara Menyampaikannya 1. relational (hubungan) dan dialogic (dialog) dari komunikasi penuh kebohongan. yang mencakup aspek verbal dan non verbal yang seringkali. baik pengirim dan penerima. ia menganggap kebohongan sebagai suatu proses interaktif antara pengirim dan penerima.Perspektif Teoritis Teori Interpersonal Deception membahas kebohongan melalui lensa teoretis komunikasi antar personal. multifungsi. IDT memfokuskan pada sifat dyadic (dual).  Komunikasi dyadic berarti komunikasi antara dua orang. Perilaku ceroboh yang seringkali nonverbal dan membantu menunjukkan kebohongan dari si pengirim melalui apa yang disebut leakage (kebocoran).

keakraban relational (termasuk keakraban informasi dan perilaku) b. keterlibatan relasional d. karena konteks komunikasi tidak jujur. Concealment Yaitu menyembunyikan suatu rahasia 3. 1. a. Equivocation Mengalihkan permasalahan Peran Superordinate dari Konteks dan Hubungan. sifat kesegeraan (terburu – buru) c. valensi hubungan 39 . Kognisi dan perilaku pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis. 2. Falsification Yaitu menciptakan suatu fiksi kepada lawan bicara 2. Memiliki variasi dalam. 1. perilaku dan kognisi pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis karena hubungan memiliki variasi dalam. Penjelasan IDT tentang kebohongan antar personal tergantung pada situasi dimana interaksi itu terjadi dan hubungan antara pengirim dan penerima. akses isyarat sosial b.Buller dan Burgoon menyatakan tiga cara strategi yang biasa digunakan untuk menyampaikan suatu desepsi. Selama pertukaran informasi bohong. kebutuhan percakapan e. a. spontanitas.

konteks menurunkan penampilan awal kebohongan sedemikian rupa sehingga kebohongan dalam konteks yang semakin interaktif 40 . seperti pengharapan. penurunan kinerja) seiring waktu relatif terhadap konteks non-interaktif. individu juga melakukan pendekatan terhadap pertukaran pesan yang tidak jujur dengan mengikutsertakan faktor prainteraksinya sendiri.Proposisi & Eksplanasi Faktor Prainteraksi yang Terkait dengan Aktifitas Komunikasi Seorang komunikator. perilaku dan citra (b) menampilkan isyarat kegelisahan nonstrategis (tidak terpikirkan/spontan). 1. Dibandingkan dengan orang yang berkata jujur. IDT membenarkan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi pertukaran pesan secara tidak jujur. (a) Terlibat dalam aktivitas strategis yang lebih besar yang dirancang untuk mengelola informasi. emosi negatif atau ditekan. Berikut poin – poin yang bisa dijadikan acuan terhadap pembuktiannya. pembohong akan. Interaktivitas menyebabkan : (a) aktivitas strategis yang lebih besar (informasi. pengetahuan. tujuan atau maksud. perilaku dan manajemen kesan) (b) berkurangnya aktivitas nonstrategis (gelisah. (c) memperlihatkan emosi negatif dan memperlihatkan bahwa dirinya sedang “ditekan” (d) atau bahkan memperlihatkan dirinya tanpa emosi (noninvolvement) dan gerak geriknya memperlihatkan penurunan kinerja bagian organ tertentu Pengaruh Karakteristik Pra-interaksi terhadap Kemampuan Awal Deteksi dan Penampilan Suatu Kebohongan IDT membenarkan bahwa faktor prainteraksi mempengaruh kemampuan awal deteksi dan penampilan suatu kebohongan yang diciptakan si pembohong. dan kompetensi dari apa yang dibicarakannya.

berhubungan terbalik dengan pengharapan akan kejujuran (yang merupakan fungsi dari interaktivitas konteks dan kepositifan hubungan) 4. tetapi juga (d) lebih menunjukkan perilaku kebocoran nonstrategis 6. Begitu pengetahuan tetnang informasi. Harapan awal komunikator dan komunikan akan kejujuran pesan.2. Tujuan dan motivasi menurunkan penampilan perilaku strategis dan nonstrategis 5. pembohong tidak hanya (a) lebih memahami deteksi (b) menunjukkan manajemen informasi. berbanding sama dengan tingkat interaktivitas dan positivitas konteks dari hubungan yang dilakukan antara komunikator dan komunikan saat terciptanya komunikasi tersebut. Pembohong biasanya lebih baik dalam mendeteksi kecurigaan dibanding responden dalam mendeteksi kebohongan. Pembohong biasanya membalas pola orang tersebut ketika mencoba berbohong. (c) perilaku dan citra yang lebih berstrategi. Sebaliknya justru pemahaman deteksi awal pembohong dan aktivitas strategis yang terkait. perilaku dan hubungan meningkat. Pengirim yang ahli menyampaikan perilaku penuh kejujuran dengan terlibat dalam perilaku yang lebih strategis dan menunjukkan lebih sedikit kebocoran nonstrategis dibanding yang kurang ahli. ‘Othello-error’ – spiral rekursif dari kognisi pengirim dan penerima mempengaruhi perilaku dan kognisi selanjutnya 41 . 3.

yaitu 1. Pola Interaksi Interatif IDT selanjutnya menggambarkan proses iteratif dari isyarat kecurigaan penerima dan reaksi pengirim terhadap isyarat tersebut. kemampuan pemahaman penerima. 2. jika sudah terlihat. 1. mempengaruhi kecurigaan awal penerima dan akurasi deteksi selanjutnya. Keakuratan deteksi awal dan selanjutnya berbanding terbalik dengan (a) bias kebenaran penerima (b) konteks interaktivitas (c) kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini mereka berbanding lurus dengan pengetahuan informasi dan perilaku. disertai dengan penampilan perilaku awal. dan penyimpangan komunikasi dari pola yang diharapkan si pengirim. Kecurigaan penerima tercermin melalui satu kombinasi perilaku strategis dan non-strategis 2. berbanding lurus dengan (a) bias kejujuran dari penerima (b) interaktivitas konteks (c)dan kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini berbanding terbalik dengan penyimpangan komunikasi pengirim dari pola yang diharapkan. 42 . yaitu. Penilaian awal dan selanjutnya dari penerima terhadap kredibilitas pengirim. Deteksi kebohongan adalah masalah coba-coba dan tergantung pada interaksi Efek Karakteristik Pra Interaksi dan Interaksi Awal terhadap Kognisi Penerima IDT lebih lanjut menyatakan bahwa faktor pra interaksi. Pengirim merasakan kecurigaan.selama interaksi.

bias) (b) kemampuan pemahaman penerima (c) isyarat perilaku pengirim. IDT menyatakan bahwa interaksi penuh kebohongan memuncak dalam serangkaian penilaian pasca-interaksi tentang kredibiltias pengirim dan kecurigaan penerima. Proses timbal balik adalah pola adaptasi interaksi yang dominan antara pengirim dan penerima selama kebohongan antar personal Hasil Pasca Interaksi Terakhir. Dengan kata lain. semakin besar kesadaran sosial penerima. interaksi antara pengirim dan penerima mempengaruhi sejauh mana kredibilitas pengirim menurut penerima dan seberapa besar kecurigaan penerima menurut pengirim. menurut penelitian terakhir. Keakuratan deteksi. dan penilaian penerima terhadap kredibilitas pengirim setelah interaksi merupakan fungsi dari (a) kognisi penerima (kecurigaan. bias. Ini 43 . 1.3. Keberhasilan kebohongan pengirim merupakan fungsi dari kognisi pengirim (kecurigaan yang dirasakan) dan isyarat perilaku penerima. Menurut IDT. 2. semakin baik ia mendeteksi kebohongan. Isyarat kebohongan dan kecurigaan berubah seiring waktu 5. Seberapa besar keberhasilan penerima kebanyakan dalam mendeteksi kebohongan? Tidak begitu berhasil sama sekali. Ada berbagai hal yang harus dilakukan pembohong secara simultan untuk memastikan apa yang mereka katakan terasa benar. yang paling penting adalah bagaimana pembohong mengatur isyarat verbal dan nonverbalnya. tetapi IDT menganggap kebanyakan tidak. Kecurigaan (yang dirasakan atau sebenarnya) meningkatkan perilaku strategis dan non strategis dari pengirim 4. Peran Penerima (“korban”) dalam IDT Kebanyakan orang yakin bahwa mereka bisa melihat kebohongan.

gembira. muak. sedih. Emosi bisa menjadi “motivator” kebohongan. Kebocoran emosi Emosi dalam kebohongan terwujud paling jelas dalam isyarat-isyarat nonverbal. karena pengirim mengandalkan pengetahuan informasi. komunikasi bersifat bertentangan: orang menyampaikan satu hal secara verbal dan hal yang berlawanan secara nonverbal. Tearkhir. penerima akan sadar. Jika penipu mulai melakukan pertukaran tidak jujur dengan pernyataan yang akurat dan valid. pengirim mempersiapkan penerima untuk menerima informasinya sebagai benar. Ekspresi wajah Ada delapan emosi dasar yang dikomunikasikan melalui ekspresi wajah: marah. terkejut dan menerima. Seringkali. dan mungkin menyadari bahwa pengirim sedang berbohong. takut. Kebocoran disini mengacu pada kejadian komunikatif dimana isyarat nonverbal mengungkap isi pesan verbal yang sebenarnya. Emosi yang Muncul dalam Bahasan IDT Emosi berperan penting dalam IDT. pernyataan itu mungkin mengarahkan penerima untuk meyakini bahwa cerita pengirim selanjutnya juga benar. jika pengirim selalu menggunakan taktik yang sama. hubungan dan perilaku untuk mencapai tujuan. atau membentuk emosi negatif untuk target kebohongan. Motivator disini adalah pengontrol ktika terjadinya kebohongan. terhindar dari emosi negatif (kelakuan yang tidak wajar). seperti kepuasan diri. biasanya dalam bentuk kegelisahan dan emosi negatif. Namun. Emosi bisa juga merupakan akibat dari kebohongan karena respon fisik terjadi dalam pengirim. baik sebagai motivator dan hasil kebohongan.mungkin dikarenakan ada kontrak sosial bahwa orang akan jujur satu sama lain dan percaya orang akan jujur terhadapnya. ingin tahu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% emosi dikomunikasikan secara nonverbal. Emosi ini 44 . Untungnya manusia sangat sensitif terhadap isyarat tubuh. meskipun beberapa bagian dari dialognya salah.

seseorang tidak akan bisa menyembunyikan rasa enak ketika bertemu seseorang yang memiliki cacat luka yang mengerikan. Budaya berbeda memiliki aturan memperlihatkan emosi yang mengatur penggunaan ekspresi wajah. natural atau tulus. Gerak tubuh Penggunaan gerakan tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi budaya yang spesifik di budaya tertentu dan bisa menyebabkan kesalahpahaman dan terkadang hinaan. pesimistis. akan dianggap vulgar di daerah Mediterania. seperti menyentuh wajah. digunakan oleh orang Perancis dan terkadang Inggris untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu sempurna. Wajah bisa “membocorkan” informasi tentang apa yang mereka rasakan. dan “jalur dua” yang tergantung pada proses sosialisasi. Penerima biasanya melihat selama 70-75%. atau ia akan sulit menyembunyikan rasa muak ketika mengobati orang luka atau berhadapan dengan orang yang tidak tahu malu. ada dari dalam diri. Misalnya. Tatapan mata digunakan untuk mengatur giliran dalam percakapan dan merupakan faktor penting dalam memutuskan seberapa besar ketertarikan penerima pada apa yang dikatakan pengirim. menggaruk. mengangkat tangan dan meremas ibu jari dan telunjuk bersamaan. percaya diri. Ada dua “jalur” utama dimana ekspresi ini berkembang: “jalur satu”. menghindar atau tidak peduli. Misalnya. kedekatan dan keingintahuan. Tatapan Orang menggunakan tatapan mata untuk menunjukkan ancaman. curiga. atau menaruh tangan di atau 45 . Misalnya. individu merasa sulit mengontrol ekspresi wajah. Terkadang. orang Jepang tidak membolehkan menunjukkan emosi negatif.8 detik. Gerak tubuh tak sadar digambarkan sebagai tindakan menyentuh diri. mereka bisa dianggap dingin. mereka bisa dianggap ramah. tiap tatapan rata-rata selama 7.umumnya dikenali di berbagai budaya. tidak dewasa. defensif. memegang tangan. Jika menatap lebih dari 80%. karena dianggap menunjukkan vagina. Jika penerima melihat hanya 15%.

Salah satu contoh kebocoran terkait gerak tubuh ada dalam penelitian Ekman dan Friesen. yang menunjukkan satu film seorang wanita yang mengalami depresi kepada sekelompok peserta penelitian. dalam salam pertemuan dan perpisahan. mari kita lihat kasus berikut. sering dilakukan orang ketika mengalami emosi ekstrem seperti depresi. sementara mereka yang disentuh lebih rendah dalam hal-hal tersebut. Sentuhan pada orang lain dilakukan untuk menunjukkan gairah seksual. Sentuhan Sentuhan bisa menjadi alat penting untuk meyakinkan dan menunjukkan pemahaman. Karena penasaran anda terus mendesaknya untuk berkata jujur tetapi ia tetap menolak. Ketika anda menyatakan keraguan tentang status ekonominya kemudian ia menyangkal "tuduhan" anda tersebut. pada situasi tertentu. Mereka yang menyentuh orang lain dianggap memiliki status lebih tinggi. sementara kelompok yang hanya melihat badannya menganggap bahwa ia sedang tegang. maka ia sedang melakukan 'Falsification'. percaya diri dan hangat. Aplikasi kompleks Untuk lebih jelas dan kompleks. Kontak tubuh di luar batasan yang sempit itu tidak bisa ditolerir”. antara orang tertentu. sebagai aksi agresi dan untuk menekankan dominasi. kedekatan dan pemahaman.dekat mulut. 46 . gugup dan terganggu. Mereka yang hanya ditunjukkan wajah wanita menganggap bahwa ia sedang bahagia dan gembira. Peserta diminta untuk menilai mood sang wanita. itu artinya pasangan anda tengah melakukan 'Concealment'. • Aplikasi Contoh kasus yang simple pada IDT misalnya. maka pasangan anda sedang berupaya melakukan 'Equivocation'. Argyle menulis bahwa “nampaknya ada aturan yang jelas yang membolehkan hanya jenis sentuhan tertentu. kesenangan atau kegelisahan yang ekstrem. pasangan anda mengatakan bahwa dirinya adalah orang kaya padahal kenyataannya tidak.

keyakinan saya untuk kembali pada ditto karena saya dapat melihat kesungguhannya kepada saya untuk dapat meminimize sikap ego nya yang selama ini dia tunjukkan. Karena ada perubahan waktu tersebut. kedua orang tua saya masih belum mengetahui bahwa saya telah kembali menjalin dengan Ditto lagi. Tetapi saya memiliki alasan kuat untuk menerima Ditto kembali yaitu perubahan sikap dari dirinya. sayapun mulai tidak ontime pulang kerja. dan keseriusannya untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan. belum makan nih” 47 . waktu untuk bertemu diantara kami benar – benar sempit. kalau tadi ngobrol dulu sama teman kantor”. Belum ada rasa keberanian bagi saya untuk memberitahukan kepada orang tua.Saya telah menjalin hubungan kembali dengan mantan pacar saya yang bernama Ditto. Satu – satunya waktu kami dapat bertemu adalah setelah pulang kerja kami bertemu untuk menghilangkan rasa kangen kami terkadang nonton atau dinner bareng. Di awal kami kembali menjalin hubungan. Namun. ada hal yang masih mengganjal hingga saat ini. karena dia menyadari kekurangan dirinya. karena saya mengetahui pasti mereka tidak menyetujui saya kembali menjalin dengan Ditto. ”Aduuhhh. hubungan kami kembali terjalin karena kami mulai menyadari satu sama lain masih saling membutuhkan dan mengerti akan sikap ego dalam diri masing – masing. kalau lembur kok tiap hari?”… Rina : ”Iya Pak kemarin – kemarin emang lembur terus banyak kerjaan. Sikap orang tua saya yang tidak menyetujui dikarenakan oleh kesalahan saya menceritakan segala sikap Ditto terhadap saya selama berpacaran sebelumnya. sabtu dan minggu saya kuliah dan Ditto juga sibuk dengan studi S2nya. Laperrr Mama masak apa pak. Pada saat saya pulang dari dinner bareng Ditto tiba – tiba orang tua saya bertanya Bapak : ”Sekarang kok pulang kantornya sering malam terus Rin.

Awalnya. Bapak berfikir tidak mungkin lembur sampai berhari – hari atau mungkin saja terjadi karena memang banyak pekerjaan. tetapi karena takut Bapak lebih curiga. Sebenarnya saya ingin mengatakan kepada orang tua dari awal agar tidak membuat sebuah kebohongan tetapi saya tahu orang tua saya pasti tidak akan merestui dan menyetujui. dan setelah itu makan. adalah strateginya agar kebohongannya tidak diketahui oleh Bapak. baru mandi. bahwa kecurigaan dari responden dapat dengan mudah di ketahui oleh deceiver (pembohong). dan takut kalau orang tua saya sedih dan marah. Pengalihan pembicaraan Rina secara terburu – buru dan menunjukkan muka kelaparan kepada Bapak adalah upaya Rina untuk menghindar dari pertanyaan selanjutnya agar dapat menahan dan mengontrol informasi. memiliki tujuan agar kedua orang tuanya tidak mengetahui dia telah memulai lagi berhubungan dengan Ditto. Rina langsung menanyakan menu masakan hari ini. 48 . Kecurigaan ini berdiri diantaranya kenyataan dan fiksi. menurut teori Interpersonal Deception ini Rina telah menyembunyikan kebenaran bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini bertemu dengan Ditto bukan lembur dikantor dan dia menimbulkan fiksi baru dengan mengatakan lembur dan ngobrol dengan teman kantor.Rina berkata bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini lembur. karena Rina merasa kondisi orang tuanya belum siap untuk tahu kenyataan ini. sehingga berdampak pada tingkah lakunya (Non Verbal). Kecurigaan Bapak tertangkap oleh Rina. dan membiarkan anakanya menyantap makanan. Situasi tersebut menganalogikan Teori ini. planning rina tersebut jadi tidak sesuai lagi dengan rencana awal. Rina masih ingin bercengkrama dengan orang tua. Rina. Oleh karenanya Rina cepat – cepat langsung mengalihkan pembicaran dan menciptakan kondisi agar orang tuanya khawatir bahwa anaknya kelaparan sehingga tidak melanjutkan pertanyaan yang lebih dalam lagi.

Setelah Bapak mengetahui ada 49 . Di hari selanjutnya.Dalam teori deception ini. Rina kembali pulang malam untuk nonton bersama Ditto sampai pukul 07. sehingga menimbulkan kecurigaan. Rina berbohong karena ingin mempertahankan hubungan harmonis dengan orang tuanya dan Ditto. Seharusnya rina tidak melakukan kebohongan ini terhadap kedua orang tuanya. Semakin rina berbohong semakin rina merasa bersalah dan ragu akan keputusannya kembali kepada Ditto. tadi sengaja pulang malam karena mau ngerjain tugas kuliah dulu kan anak rajin…jadi kalau ada tugas mesti cepat cepat dikerjain”.” menunjukkan kercurigaan image yang berlebihan. dan pesannya tidak pasti. Yang berpengaruh pada perilaku Rina seperti cepat – cepat mengalihkan pembicaraan dan berpura pura lapar. jadi kalau ada tugas mesti cepat – cepat dikerjain. Bapak kembali bertanya dan jawaban Rina kali ini ”Iya Pak. dalam bathin bapak timbul perasaan ”pasti ada yang disembunyikan oleh Rina dari Bapak”. Pada suatu hari kecurigaan Bapak pun mulai bertambah. kedua Rina mengatakan pulang malam karena ngobrol dengan teman sekantor dan terakhir nina megatakan pulang malam karena mengerjakan tugas kuliah dan memberikan penekanan ”kan anak rajin. The Truth will come out setelah kebohongan mengalami kebocoran – kebocoran. Sebelumnya Rina mengatakan pulang malam karena lembur. Kebohongan yang terlalu banyak menurut teori ini akhirnya mengalami kebocoran. tidak konsisten. Bapak memeriksa lemari belajar Rina dan terdapat kamera digital yang Bapak kenali bahwa itu milik ditto setelah dicek isi foto di dalam kamera tersebut terdapat foto Ditto dan tertera tanggal Foto baru 2 (dua) hari yang lalu. disamping itu memang tidak dibolehkan dalam agama. IDT mengemukakan bahwa informasi yang disampaikan oleh seorang pembohong akan berubah – ubah.45. Teori kebohongan juga mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan kebohongan akan memiliki perasaan bersalah dan keragu – raguan untuk mengambil langkah selanjutnya.

tetapi menyalahkan proposisi karena tidak adanya keterkaitan dan kekuatan prediktif yagn dibutuhkan untuk membenarkan teori. dengan komunikasi antar personal. Buller | KLEIN BUENDEL. Tidak ada teka-teki menarik yang perlu dipecahkan. Rina pun mengakui kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya memang sudah kembali menjalin relationship bersama ditto. dan tidak pernah ada mekanisme penjelasan. inc. Mereka berpendapat bahwa ambiguitas konseptual ini membatasi kekuatan penjelasan IDT.S. yang menekankan pertukaran dimana pengirim dan penerima melakukan prediksi psikologis tentang perilaku satu sama lain berdasarkan pengetahuan sebelumnya tentang orang tersebut. • Sumber: David B. dan beberapa contoh Teori Komunikasi Kontekstual (Persuasi dan Interpersonal) oleh : Drs.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. M. yang menekankan aspek situasi dan konteks dari pertukaran komunikasi. Sumber-sumber Informasi. • Kritik DePaulo. DePaulo dkk. Mereka menulis. 50 .. Orang tuapun dengan segala kerelaannya merestui saya kembali bersama Ditto daripada harus sembunyi dari mereka lagi. Media.hubungan lagi antara anaknya Rina dengan Ditto. Ansfield dan Bell mempertanyakan status teoretis dari IDT. Rina merasa dirinya belum memberitahu keorang tua karena belum tepat waktunya. COMMUNICATION CAPSTONE SPRING 2001 THEORY WORKBOOK Mediate. “Kita tidak bisa menemukan pertanyaan ‘mengapa’ dalam sintesis Buller dan Burgoon. Mereka menyetujui anggapan Buller dan Burgoon sebagai gambaran komprehensif dari interaksi penuh kebohongan. juga mengkritik IDT karena gagal membedakan antara komunikasi interaktif. Pawit M. Yusup.

Rogers (6 Maret 1931 – 21 Oktober 2004). Awalnya Rogers tidak memiliki ide untuk mengambil kuliah hingga gurunya mengarahkannya beserta beberapa teman-teman sekelasnya untuk mengambil Agriculture untuk S1 dan S2-nya di Iowa State University. Ia menemukan banyak kesamaan dalam beberapa bidang tersebut. pria ini dilahirkan di Carroll. Bernama lengkap Everett M. dan semprotan untuk rumput liar. ia juga melakukan wawancara langsung terhadap 200 petani tentang keputusannya untuk keputusan mereka mengadopsi inovasi tersebut. Selanjutnya ia sempat menjadi suka relawan di perang Korea selama 2 tahun. Iowa State University menghasilkan banyak lulusan besar di bidang pertanian dan khususnya masalah sosiologi pedesaan.Diffusion of Innovation Tokoh Penemu Teori Everett M. misalnya pada bidang pendidikan. pupuk kimiawi. Iowa pada tanggal 6 Maret 1931. marketing. Namun tidak semua petani mengadopsi beberapa inovasi tersebut. Disertasinya berupa penyebaran atau difusi weed spray. Banyak sekali inovasi pertanian yang dihasilkan seperti benih jagung hybrid. Sepulangnya dari perang itu Rogers kembali lagi ke Iowa State University untuk mendapatkan gelar PhD di bidang sosiologi dan statistik pada tahun 1957. Rogers. dan obat-obatan. Selain itu Rogers juga memelajari bagaimana difusi inovasi dari bidang-bidang lain. Hasilnya merujuk kepada S-shaped Diffusion 51 . Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi Rogers hingga akhirnya menjadi inti dari disertasi Rogers di Iowa State University. Sejarah teori : Pada tahun 1950-an. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga pemilik Pinehurst Farm. hanya ada beberapa petani saja yang mengadopsinya setelah inovasi tersebut berhasil dilakukan oleh beberapa petani barulah inovasi tersebut menyebar secara perlahan-lahan.

Sumber : www. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitian-penelitian sosiologi. Rogers menjelaskan hasil risetnya tentang difusi atau penyebaran inovasi dalam suatu sistem sosial dan pengaplikasiannya di berbagai bidang.af. Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu.stsc. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu. budaya. dan sebagainya. Melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovation yang kini menjadi buku legendaris. Hal ini yang membantu beberapa negara di daerah Asia. “Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”.mil/crosstalk/1999/11/paulk.asp Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960.Curve yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog Prancis bernama Gabriel Tarde pada awal abad ke-20. Rogers (1983) mengatakan.hill. dan Amerika Latin untuk menyebarkan inovasi dalam bidang 52 . di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer. Africa. seperti dengan bidang pemasaran.

pertanian. dan beberapa perubahan sosial lainnya. persuasi. implementasi. Di dalam pesan itu terdapat ketermasaan (newness) yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang menyangkut ketakpastian (uncertainty). Everett M. kemampuan untuk dicoba. tahap pengetahuan. dan tingkat kerumitan yang lebih rendah akan lebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya 3. Rogers mendefinisikan difusi inovasi adalah ”proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif.” Difusi merupakan suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Hingga mereka menjadi negara yang mandiri. Asumsi utama yang dapat disimpulkan dari teori ini adalah: 1. family planning. kesesuaian. keputusan. dan tingkat kerumitan yang lebih rendahlebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya. Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi untuk mencapai pengertian bersama. Ada sedikitnya 5 tahapan dalam difusi inovasi yakni. kesesuaian. Teori Di dalam buku Diffusion of Innovation. Inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. dan konfirmasi 53 . Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. kemampuan untuk dicoba.” ”inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. Difusi inovasi adalah proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial 2.

Rogers tersebut. early adopter. dan laggard. seperti segi eknomi. ada empat unsur utama yang terjadi dalam proses difusi inovasi sebagai berikut: Inovasi Inovasi merupakan sebuah ide. praktek. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi. semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.4. Kompatibilitas (compatibility) Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku. Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi yang dapat memengaruhi keputusan terhadap pengadopsian suatu inovasi meliputi: a. Sebagai contoh. Contoh : Dalam pembelian handphone. pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi. maka 54 . Semua inovasi memiliki komponen ide tetapi tak banyak yang memiliki wujud fisik. late majority. pengguna handphone akan mencari handphone yang lebih baik dari yang ia gunakan sebelumnya. Unsur-unsur Difusi Inovasi : Dari definisi yang diberikan oleh Everett M. Misalnya dari penggunaan Nokia N97 berganti ke Blackberry b. atau objek yang dianggap sebagai suatu yang baru oleh seorang individu atau satu unit adopsi lain. Keunggulan relatif (relative advantage) Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul dari yang pernah ada sebelumnya. prestise sosial. Inovasi yang tidak memliliki wujud fisik diadopsi berupa keputusan simbolis. jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. early majority. kenyamanan. Sedangkan yang memiliki wujud fisik pengadopsiannya diikuti dengan keputusan tindakan. ideologi misalnya. Ada 5 tipe masyarakat dalam mengadopsi inovasi yakni inovator. kepuasan dan lain-lain.

Kerumitan (complexity) Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi. Contoh : Dalam suku Badui dalam terdapat aturan untuk tidak menggunakan teknologi dari luar. Jadi. Suatu inovasi yang dapat di ujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi.inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible). : Produk Molto Ultra Sekali Bilas cepat diterima masyarakat karena secara langsung dapat dibandingkan dengan produk-produk sejenis lainnya. sehingga bentuk inovasi seperti alat-elektronik tidak mereka adopsi karena tidak sesuai dengan norma sosial yang mereka miliki c. walaupun Linux memiliki kelebihan dibandingkan Windows tetapi karena penggunaannya lebih rumit masih sedikit orang yang menggunakan Linux d. agar dapat dengan cepat diadopsi. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Contoh : Masyarakat pengguna PC atau notebook terbiasa dengan penggunaan Windows yang lebih mudah dibandingkan Linux. 55 . Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi. Kemampuan diujicobakan (trialability) Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. suatu inovasi sebaiknya Contoh harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya.

Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi. dan lain-lain. suatu jenis saluran komunikasi tertentu juga memainkan peranan lebih penting dibandingkan dengan jenis saluran komunikasi lain. Kemampuan diamati (observability) Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. televisi. kesesuaian (compatibility). Saluran lokal adalah saluran yang berasal dari sistem sosial yang sedang diselidiki. kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya. Saluran komunikasi dapatr dikatakan memegang peranan penting dalam proses penyebaran inovasi. Media massa dapat berupa radio. Dengan demikian diadopsinya suatu ide baru (inovasi) dipengaruhi oleh partisipan komunikasi dan saluran komunikasi. Kelebihan media massa adalah dapat menjangkau audiens yang banyak dengan cepat dari satu sumber. surat kabar. karena melalui itulah inovasi dapat tersebar kepada anggota sistem sosial. Saluran kosmopolit adalah saluran komunikasi yang berada di luar sistem sosial yang sedang diselidiki. Ada dua jenis kategori saluran komunikasi yang digunakan dalam proses difusi inovasi. semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. yakni saluran media massa dan saluran antarpribadi atau saluran lokal dan kosmopolit. Sedangkan saluran antarpribadi dalam proses difusi inovasi ini melibatkan upaya pertukaran informasi tatap 56 . Dalam tahap-tahap tertentu dari proses pengambilan keputusan inovasi. maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif. Saluran komunikasi Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama atau yang biasa disebut mutual understanding antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu.e.

Hal ini disebabkan saluran komunikasi massa dapat membentuk awareness secara serempak dalam waktu yang dikatakan cukup singkat dibandingkan dengen efek komunikasi antarpribadi. Sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. d. dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter).muka antara dua atau lebih individu yang biasanya memiliki kekerabatan dekat. Saluran komunikasi masa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi. Saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan denan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). golongan adopter awal menyukai ide-ide baru tanpa perlu persuasi yang berlebihan sehingga media massa saja sudah cukup membuat mereka mau mengadopsi sebuah inovasi berbeda dengan orang-orang dari golongan adopter akhir. b. Metode komunikasi massa seperti penggunaan iklan memang dapat menyebarkan informasi tentang inovasi baru dengan cepat tetapi hal tersebut tidak lantas dapat begitu saja membuat inovasi baru tersebut diadopsi oleh khalayak. Hasil penelitian berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut: a. Mereka cenderung melihat atau berkaca pada orang-orang disekitar mereka yang sudah menggunakan inovasi tersebut dan apabila berhasil mereka baru mau mengikutinya. Saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan Saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi. c. karakteristik mereka yang kurang menyukai risiko menyebabkan komunikasi antarpribadi yang paling bekerja dengan baik. Hal itu dikarenakan diadopsi tidaknya inovasi 57 .

Namun pada kenyataannya. yakni memperbesar tingkat adopsi suatu inovasi dapat dilakukan dengan pengaplikasian saluran komunikasi yang tepat pada situasi yang tepat. Dimensi waktu. Karena hal-hal tersebut.baru terkait dengan masalah resiko dan ketidakpastian. Orang akan lebih percaya kepada orang yang sudah dikenalnya dan dipercayai lebih awal atau orang yang mungkin sudah berhasil mengadopsi inovasi baru itu sendiri. dalam proses difusi. Untuk mendapatkan hasil penyebaran inovasi yang optimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya media massa yang dapat dijangkau masyarakat terutama di pedesaan. misalnya terlalu banyak hiburan atau hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk diberitakan. yakni: 58 . Selanjutnya digunakan saluran komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dan personal pada tahap persuasi. berpengaruh dalam tiga hal. tingginya tingkat buta huruf penduduk. di negara yang belum maju kekuatan komunikasi interpersonal masih dinilai lebih penting dalam tahap pengetahuan. dan mungkin pula disebabkan ketidakrelevanan antara isi media dengan kebutuhan masyarakat. pada tahap pengetahuan hendaknya kita menggunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi tentang adanya inovasi tersebut. saluran komunikasi interpersonal terutama yang bersifat kosmopolit dinilai lebih baik dibanding saluran media massa. Pertama. Disinilah letak pentingnya komunikasi antarpribadi. dan juga orang yang memiliki kredibilitas untuk memberi saran mengenai inovasi tersebut. banyak disebutkan bahwa saluran komunikasi media massa akan optimal digunakan pada tahap pengetahuan dan saluran interpersonal akan lebih optimal digunakan pada tahap persuasi. Kurun waktu tertentu Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi. Dari hasil penelitian. Hal tersebut digambarkan oleh ilustrasi kurva dibawah ini yang menggambarkan bahwa komunikasi interpersonal menjadi begitu sangat berpengaruh dari waktu ke waktu dibandingkan dengan komunikasi massa.

Kategori tersebut antara lain adalah innovator. late majority.Proses keputusan inovasi. yakni: • • • • • b. individu tidak akan secara serempak dalam suatu waktu mengadopsi sebuah inovasi melainkan perlahan-lahan secara berurut. early adopter.a. Klasifikasi ini dikarenakan dalam sebuah sistem. Tahap pengetahuan pertama terhadap inovasi Tahap pembentukan sikap kepada inovasi Tahap pengambilan keputusan menerima atau menolak inovasi Tahap pelaksanaan inovasi Tahap konfirmasi dari keputusan Waktu dapat memengaruhi difusi dalam keinovatifan individu atau unit adopsi. early majority.Kecepatan rata-rata adopsi ide baru dalam sebuah sistem sangat dipengaruhi oleh dimensi waktu. hingga tahapan implementasi dan konfirmasi berkenaan dengan inovasi tersebut. Keinovatifan inilah yang pada akhirnya menjadi indikasi yang menunjukkan perubahan tingkah laku individu c. Ada beberapa tahap dalam proses keputusan inovasi ini. 59 . Keinovatifan adalah tingkatan dimana individu dikategorikan secara relative dalam mengadopsi sebuah ide baru dibanding anggota suatu sistem sosial lainnya. Kecepatan adopsi adalah kecepatan relative yang berkenaan dengan pengadopsian suatu inovasi oleh anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu. yaitu proses mental yang terjadi dimana individu mulai mengalami tahapan menerima informasi pertama yang membentuk sikap seseorang terhadap inovasi sampai kepada keputusan apakah individu tersebut menerima atau menolak inovasi. Kecepatan ini selalu diukur dengan jumlah anggota suatu sistem yang mengadopsi inovasi dalam periode waktu tertentu. dan laggard.

Sistem Sosial Sangat penting untuk diingat bahwa proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Dalam suatu sistem sosial terdapat struktur sosial. Keempat faktor tersebut adalah: 1) Struktur sosial (social structure) Struktur sosial adalah susunan suatu unit sistem yang memiliki pola tertentu. norma sosial. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu. Struktur sosial dapat memfasilitasi atau menghambat difusi inovasi dalam suatu sistem. organisasi dan atau sub sistem. Berkaitan dengan hal ini. individu atau kelompok individu. Difusi inovasi terjadi dalam suatu sistem sosial. Adanya sebuah struktur dalam suatu sistem sosial memberikan suatu keteraturan dan stabilitas perilaku setiap individu dalam suatu sistem sosial tertentu. Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh struktur sosial. Hal ini dapat dicontohkan seperti terlihat pada struktur oranisasi suatu perusahaan atau struktur sosial masyarakat suku tertentu. dan norma-norma tertentu. kelompok informal. tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi. sama halnya dengan meneliti sirkulasi darah tanpa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang struktur pembuluh nadi dan arteri. Penelitian yang dilakukan oleh Rogers dan Kincaid (1981) di Korea menunjukan bahwa adopsi 60 . Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. Struktur sosial juga menunjukan hubungan antar anggota dari sistem sosial. Katz (1961) seperti dikutip oleh Rogers menyatakan bahwa sangatlah bodoh mendifusikan suatu inovasi tanpa mengetahui struktur sosial dari adopter potensialnya. peran pemimpin dan agen perubahan. Rogers (1983) menyebutkan adanya empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi.

Jadi. 4) Change Agent Change agent adalah suatua bagian dari sistem sosial yang berpengaruh terhadap sistem sosialnya. Sistem norma juga dapat menjadi faktor penghambat untuk menerima suatu ide baru. Dalam kenyataannya. jelas disini bahwa orang berpengaruh memainkan peran dalam proses keputusan inovasi. yakni orang-orang tertentu yang memengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya. Hal ini sangat berhubungan dengan derajat kesesuaian (compatibility) inovasi denan nilai atau kepercayaan masyarakat dalam suatu sistem sosial. derajat ketidak sesuaian suatu inovasi dengan kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut oleh individu (sekelompok masyarakat) dalam suatu sistem social berpengaruh terhadap penerimaan suatu inovasi tersebut. 2) Norma sistem (system norms) Norma adalah suatu pola perilaku yang dapat diterima oleh semua anggota sistem sosial yang berfungsi sebagai panduan atau standar bagi semua anggota sistem sosial. 3) Opinion Leaders Opinion leaders dapat dikatakan sebagai orang-orang mampu berpengaruh. Mereka adalah orangorang yang mampu memengaruhi sikap orang lain untuk menerima sebuah inovasi. Tetapi change agent bersifat resmi atau formal.suatu inovasi dipengaruhi oleh karakteristik individu itu sendiri dan juga sistem sosial dimana individu tersebut berada. 61 . ia mendapat tugas dari kliennya untuk memengaruhi masyarakat yang berada dalam sistem sosialnya. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya. menjadi penentang. Jadi.

memungkinkan ditolaknya suatu inovasi walaupun secara ilmiah inovasi tersebut terbukti lebih unggul dibandingkan dengan apa yang sedang berjalan saat itu. Pada teori Two-Step 62 . yakni perspektif subyektif dan seringkali tak disadari tentang inovasi tersebut oleh anggota sistem sosial. kemampuan dan keterampilan change agent berperan besar terhadap diterima atau ditolaknya inovasi tertentu. 5) Heterofili dan Homofili Difusi diidentifikasi sebagai jenis komunikasi khusus yang berhubungan dengan penyebaran inovasi. Dengan demikian. Di dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” yang ditulis oleh Rogers dan Shoemaker. Ralph Linton (1963) dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” melihat bahwa setiap inovasi mempunyai tiga unsur pokok yang harus diketahui oleh change agent. Sebagai contoh. Karena sifatnya subyektif.Change agent atau dalam bahasia Indonesia yang biasa disebut agen perubah. sehingga makna aslinya hilang. biasanya merupakan orang-orang profesional yang telah mendapatkan pendidikan atau pelatihan tertentu untuk dapat memengaruhi sistem sosialnya. norma dan orang kunci dalam suatu sistem sosial (misal: suatu institusi pendidikan). Terkadang kultur penerima cenderung menggabungkan makna inovasi itu dengan makna subyektif. unsur makna ini lebih sulit didifusikan daripada bentuk maupun fungsinya. lemahnya pengetahuan tentang karakteristik struktur sosial. yakni: • • • Bentuk yang dapat diamati langsung dalam penampilan fisik suatu inovasi Fungsi inovasi tersebut bagi cara hidup anggota sistem Makna. fungsi utama dari change agent adalah menjadi mata rantai yang menghubungkan dua sistem sosial atau lebih.

tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak kemiripan sosial. status sosial dan lain sebagainya. Makin tinggi derajat perbedaannya semakin banyak kemungkinan masalah yag terjadi dan menyebabkan suatu komunikasi tidak efektif. Rogers 63 . Semakin besar derajat kesamaannya maka semakin efektif komunikasi yang terjadi untuk mendifusikan inovasi dan sebaliknya. heterofili adalah tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak perbedaan. Hal tersebut yang dipandang dalam riset difusi sebagai homofili. pendidikan. penting sekali untuk memahami betul karakteristik adopter potensialnya untuk memperkecil “heterophily”. nilai-nilai. opinion leader dan pengikutnya memiliki banyak kesamaan. contohnya keyakinan. Persamaan dan perbedaan ini akan berpengaruh terhadap proses difusi yang terjadi. Yakni. Proses Difusi Inovasi Berikut adalah bagan model proses difusi inovasi menurut Everett M.Flow. Lain halnya dengan heterofili. Oleh karenanya. dalam proses difusi inovasi.

Dalam tahap persuasi ini. Yang 64 . yakni: • • • 2. Kesadaran bahwa inovasi itu ada Pengetahuan akan penggunaan inovasi tersebut Pengetahuan yang mendasari bagaimana fungsi inovasi tersebut bekerja Tahap Persuasi (Persuasion) Dalam tahapan ini individu membentuk sikap atau memiliki sifat yang menyetujui atau tidak menyetujui inovasi tersebut. Tahap Pengetahuan (Knowledge) Ada beberapa sumber yang menyebutkan tahap pengetahuan sebagai tahap “Awareness”.1. individu akan mencari tahu lebih dalam informasi tentang inovasi baru tersebut dan keuntungan menggunakan informasi tersebut. Dalam tahap ini kesadaran individu akan mencari atau membentuk pengertian inovasi dan tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi. Rogers mengatakan ada tiga macam pengetahuan yang dicari masyarakat dalam tahapan ini. Tahap ini merupakan tahap penyebaran informasi tentang inovasi baru. dan saluran yang paling efektif untuk digunakan adalah saluran media massa.

yakni: 65 . complexity. Adopsi adalah keputusan untuk menggunakan sepenuhnya ide baru sebagai cara tindak yang paling baik. advantage. Sehingga pada tahapan ini seorang calon adopter akan membentuk persepsi umumnya tentang inovasi tersebut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi. Kepribadian dan normanorma sosial yang dimiliki calon adopter ini akan menentukan bagaimana ia mencari informasi. sedangkan pada tahap persuasi. trialability. yakni: • • • • Praktik sebelumnya Perasaan akan kebutuhan Keinovatifan Norma dalam sistem sosial Proses keputusan inovasi memiliki beberapa tipe yakni: a) Otoritas adalah keputusan yang dipaksakan kepada seseorang oleh individu yang berada dalam posisi atasan b) Individual adalah keputusan dimana individu yang bersangkutan mengambil peranan dalam pembuatannya. Tahap Pengambilan Keputusan (Decision) Di tahapan ini individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu pilihan untuk mengadopsi inovasi tersebut atau tidak sama sekali. dan observability. Pada tahapan ini seorang calon adopter akan lebih terlibat secara psikologis dengan inovasi. dan bagaimana cara ia menafsirkan makna pesan yang ia terima berkenaan dengan informasi tersebut.membuat tahapan ini berbeda dengan tahapa pengetahuan adalah pada tahap pengetahuan yang berlangsung adalah proses memengaruhi kognitif. aktifitas mental yang terjadi alah memengaruhi afektif. bentuk pesan yang bagaimana yang akan ia terima dan yang tidak. Beberapa ciri-ciri inovasi yang biasanya dicari pada tahapan ini adalah karekateristik inovasi yakni relative 3. compatibility. Keputusan individual terbagi menjadi dua macam.

Keputusan kolektif adalah keputusan dibuat oleh individu melalui konsesnsus dari sebuah sistem sosial c) Kontingen adalah keputusan untuk menerima atau menolak inovasi setelah ada keputusan yang mendahuluinya. Keputusan opsional adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang. Konsekuensi adalah perubahan yang terjadi pada individu atau suatu sistem sosial sebagai akibat dari adopsi atau penolakan terhadap inovasi . yakni: • Konsekuensi Dikehendaki VS Konsekuensi Tidak Dikehendaki Konsekuensi dikehendaki dan tidak dikehendaki bergantung kepada dampak-dampak inovasi dalam sistem sosial berfungsi atau tidak berfungsi. • Konsekuensi Langsung VS Koneskuensi Tidak Langsung Konsekuensi yang diterima bisa disebut konsekuensi langsung atau tidak langsung bergantung kepada apakah perubahan-perubahan pada individu atau sistem sosial terjadi dalam respons langsung terhadap inovasi atau sebagai hasil dari urutan kedua dari konsekuensi. • Konsekuensi Yang Diantisipasi VS Konsekuensi Yang Tidak Diantisipasi 66 . Ada tiga macam konsekuensi setelah diambilnya sebuah keputusan.a. sebuah inovasi bisa saja dikatakan berfungsi dalam sebuah sistem sosial tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya inovasi tersebut tidak berfungsi bagi beberapa orang di dalm sistem sosial tersebut Sebut saja revolusi industri di Inggris. Terkadang efek atau hasil dari inovasi tidak berupa pengaruh langsung pada pengadopsi. akibat dari revolusi tersebut sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemilik modal tetapi tidak sesuai denganapa yang dikehendaki oleh tenaga kerja yang pada akhirnya kehilangan pekerjaaan dan menjadi pengangguran. terlepas dari keputusan yang dibuat oleh anggota sistem. Dalam kasus ini. b.

Jika ditahapan sebelumnya proses yang terjadi lebih kepada mental exercise yakni berpikir dan memutuskan. individu akan mencari penguatan atas keputusan yang telah ia ambil sebelumnya.Tergantung kepada apakah perubahan-perubahan diketahui atau tidak oleh para anggota sistem sosial tersebut. Remaja menjadi mudah mendapatkan video atau gambar-gambar yang tidak pantas. Disenchantment discontinuance disebabkan oleh ketidakpuasan individu terhadap inovasi tersebut sedangkan replacement discontinuance disebabkan oleh adanya inovasi lain yang lebih baik. Tahap Konfirmasi (Confirmation) Tahap terakhir ini adalah tahapan dimana individu akan mengevaluasi dan memutuskan untuk terus menggunakan inovasi baru tersebut atau menyudahinya. 5. internet digunakan untuk mendapatkan informasi yang terbaru dari segala penjuru dunia. Tetapi tanpa disadari penggunaan internet bisa disalahgunakan. individu tersebut menghentikan penggunaan inovasi tersebut hal tersebut dikarenakan oleh hal yang disebut disenchantment discontinuance dan atau replacement discontinuance. yakni lebih awal atau lebih 67 . Umumnya. Dalam tahap ini. 4. Contohnya pada penggunaan internet sebagai media massa baru di Indonesia khususnya dikalangan remaja. Tipe-tipe Pengadopsi Inovasi Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok-kelompok adopter didasarkan pada tingkat keinovatifannya. Apabila. Selain itu. individu atau partisipan memilih untuk mengadopsi inovasi baru tersebut. misalnya untuk mengakses hal-hal yang berbau pornografi hal inilah yang disebut konsekuensi yang tidak diantisipasi. dalam tahap pelaksanaan ini proses yang terjadi lebih ke arah perubahan tingkah laku sebagai bentuk dari penggunaan ide baru tersebut. individu akan menggunakan inovasi tersebut. inilah yang disebut konsekuensi yang diantisipasi. Tahap Pelaksanaan (Implementation) Tahapan ini hanya akan ada jika pada tahap sebelumnya.

Kurva lonceng tersebut menggambarkan banyaknya pengadopsi dari waktu ke waktu. Berikut adalah kurva yang menggambarkan distribusi frekwensi normal kategori adopter beserta persentase anggota kelompok adopter dalam sebuah sistem sosialnya. usaha penyebaran inovasi akan menghasilkan jumlah pengadopsi yang sedikit. pada tahun berikutnya jumlah pengadopsi akan lebih banyak dan setelash sampai pada puncaknya. Pada tahun pertama. Berikut adalah karakteristik dari berbagai macam kategori adopter: 1. Mereka mencurahkan sebagian besar hidup. Kurva yang membentuk lonceng tersebut dihasilkan oleh sejumlah penelitian tentang difusi inovasi. dan kreatifitasnya untuk mengembangkan ide baru. sedikit demi sedikit jumlah pengadopsi akan menyusut. Sehingga jika kurva tersebut dikumulasikan akan membentuk kurva S sesuai dengan kurva S yang sebelumnya telah disampaikan oleh Gabriel Tarde. Inovator Tipe ini adalah tipe yang menemukan inovasi.lambatnya seseorang mengadopsi sebuah inovasi dibandingkan dengan anggota sistem sosial lainnya. Selain itu orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini cenderung berminat mencari hubungan dengan orang-orang yang berada di 68 . energi.

Karakteristik yang dimiliki oleh early adopter adalah: a.luar sistem mereka. Opinion leader yang paling berpengaruh c. Role model dari anggota lain dalam sebuah sistem sosial d. Berani mengambil risiko b. Rogers menyebutkan karakteristik innovator sebagai berikut: a. Dihargai dan disegani oleh orang-orang disekitarnya e. Memahami dan mampu mengaplikasikan teknik dan pengetahuan yang kompleks d. Menawarkan secara pribadi dukungan untuk beberapa early adopter untuk mencoba inovasi baru 69 . Bagian yang terintegrasi dalam sistem lokal sosial b. Sukses Untuk dapat bekerja dengan penerima dini berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan: a. Mampu mengatur keuangan yang kokoh agar dapat menahan kemungkinan kerugian dari inovasi yang tidak menguntungkan c. Untuk memengaruhi penerima dini tidak memerlukan persuasi karena mereka sendiri yang selalu berusaha mencari sesuatu yang dapat memberikan mereka keuntungan dalam kehidupan sosial atau ekonomi. Penerima Dini Penerima dini atau Early adopter biasanya adalah orang-orang yang berpengaruh dan lebih dulu memiliki banyak akses karena mereka memiliki orientasi yang lebih ke dalam sistem sosial. Merekrut dan melatih mereka sebagai pendidik 2. Mengundang innovator yang rajin untuk menjadi partner dalam merancang poyek b. Mampu menanggulangi ketidakpastian informasi Berikut adalah cara agar dapat bekerja dengan inovator: a.

yakni: b. nyaman dengan ide yang maju. dipercaya. dan yang akrab dengan golongan ini c.b. a. tetapi mereka tidak akan bertindak tanpa pembuktian yang nyata tentang keuntungan yang mereka dapatkan dari sebuah produk baru. Ada beberapa karakteristik mayoritas dini. d. cara yang lebih baik atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka biasanya orang yang pragmatis. b. Sepertiganya adalah bagian dari sistem (kategori atau tipe terbesar dalam sistem) e. murah dan mudah dipasarkan c. Berhati-hati sebelum mengadopsi inovasi baru Untuk menarik simpati golongan ini dapat dilakukan engan beberapa cara sebagai berikut: a. Mereka adalah orang-orang yang sensitive terhadap pengorbanan dan membenci risiko untuk itu mereka mencari sesuatu yang sederhana. Sering berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya c. e. Menawarkan kompetisi atau sampel secara gratis untuk Menggunakan advertiser dan media yang memiliki Menurunkan biaya dan memberikan jaminan stimulus kredibilitas. 70 . Meninggikan ego mereka. misalnya dengan publisitas atau Mempromosikan mereka sebagai trendsetter Menjaga hubungan baik dengan melakukan feedback secara pemberitaan media rutin 3. Jarang mendapatkan posisi sebagai opinion leader d. Memelajari percobaan inovasi tersebut secara hati-hati untuk menemukan atau membuat ide baru yang lebih sesuai. terjamin. Mayoritas Dini (orang–orang yang lebih dahulu selangkah lebih maju) Early majority ini adalah golongan orang yang selangkah lebih maju.

Ada beberapa karakteristik Laggard. e. atau bahkan mayoritas dini yang terkurung dalam suatu sistem sosial kecil yang masih sangat terikat dengan adat atau norma setempat yang kuat. Berjumlah sepertiga dari suatu sistem sosial b. f. penerima dini. Atau munngkin karena terbatasnya sumber dan saluran komunikasi menyebabkan seseorang terlambat mengetahui adanya sebuah inovasi dan pada akhirnya golongan ini disebut sebagai Laggard. Sangat berhati-hati 5.d. Terisolasi 71 . yakni: a. Ada indikasi bahwa sebagian dari golongan ini bukanlah orangorang yang benar-benar skeptis. bisa jadi mereka adalah inovator. Mendesain ulang untuk memaksimalkan penggunaan dan Menyederhanakan formulir aplikasi dan atau instruksi Menyediakan customer service and support yang membuatnya menjadi lebih simple profesional 4. Tidak terpengaruh opinion leader b. Terdesak ekonomi d. Golongan ini lebih dipengaruhi oleh ketakutan dan golongan laggard. Mendapatkan tekanan daro orang-orang sekitarnya c. Skeptis e. Laggard (lapisan paling akhir) Golongan Laggard adalah golongan akhir yang memandang inovasi atau sebuah perubahan tingkah laku sebagai sesuatu yang memiliki risiko tinggi. Mayoritas Belakangan Orang-orang dari golongan ini adalah orang-orang yang konservatif pragmatis yang sangat membenci risiko serta tidak nyaman dengan ide baru sehingga mereka belakangan mendapatkan inovasi setelah mereka mendapatkan contoh. Rogers mengidentifikasi karakteristik golongan late majority sebagai berikut: a.

yakni: a. Sumber yang terbatas Untuk melakukan pendekatan dengan Laggards ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Mempunyai masa pengambilan keputusan yang lama f. Moore menunjukkan adanya gap antara early adopter dengan early majority. Gap atau jarak ini menyebabkan perbedaan karektiristik yang begitu jauh antara dua golongan tersebut. Berorientasi terhadap masa lalu d. . Memaksimalkan kedekatan mereka dengan inovasi tersebut atau berikan mereka contoh Laggard yang sukses melakukan pengadopsian inovasi tersebut Namun ada beberapa peniliti yang menunjukan bentuk tabel distribusi yang berbeda. dimana. Memberikan mereka perhatian yang lebih terhadap kapan.c. 72 . Curiga terhadap inovasi e. yakni di fase awal karakteristiknya berorientasi pada hal-hal yang baru atau visioner sedangkan pada fase berikutnya setelah gap mereka cenderung pragmatis tentu saja hal ini akan menjadi sebuah tantangan besar. bagaimana cara memersuasi mereka untuk mengadopsi sebuah inovasi. dana bagaimana mereka melakukan kebiasaan baru b.

bidan atau keluarga yang telah menggunakan alat kontrasepsi lalu pada akhirnya alat kontrasepsi itu dipakai oleh masyarakat kebanyakan. Hal tersebut menimbulkan awareness masyarakat terhadap adanya berbagai macam alat kontrasepsi untuk melakukan family planning. Beberapa masyarakat yang modernist mencoba menggunakannya. Tetapi kemudian penerapan teori difusi inovasi ini berkembang ke berbagai macam bidang antara lain pendekatan pembangunan. Dokter dan bidan juga mulai memperkenalkan alat kontrasepsi terhadap pasiennya. 73 . Dari situ masyarakat satu per satu mulai menggunakan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran. Petani dan anggota masyarakat pedesaan adalah salah satu dari sasaran dari upaya difusi inovasi. mereka menjadi tahu bahwa alat-alat kontrasepsi dapat menekan angka kelahiran. Pada awalnya masyarakat melakukan family planning dengan coitus interuptus atau bahkan mereka sama sekali tidak melakukan family planning. Yakni pada riset difusi jagung inti hibrida di Iowa. Lalu pemerintah mulai mengenalkan alat kontrasepsi dengan menggencarkan iklan layanan masyarakat pada berbagai macam media. Salah satu contoh penerapan teori difusi inovasi adalah penggunaan alat kontrasepsi. Dalam hal ini tidak semua menggunakan alat kontrasepsi masih ada banyak orang yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi karena umumnya mereka masih terikat adat dan norma yang tidak mengizinkan adanya penekanan angka kelahiran.Aplikasi Pada awalnya riset tentang difusi inovasi menggunakan bidang pertanian sebagai sampel. Jadi adanya alat kontrasepsi sebagai inovasi disebarkan melalui media massa(bentuk dari komunikasi masa) dalam bentuk iklan selanjutnya change agent dan opinion leader sebagai bentuk dari komunikasi antarpribadi yang persuasif dilakukan oleh dokter.. terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara dunia ketiga lainnya. Usaha-usaha mengaplikasikan difusi inovasi pertama kali dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an dan 1930-an. peran mereka disini ada yang sebagai opinion leader ada pula yang dianggap sebaga change agent. sekarang hal itu dicontoh oleh negara-negara berkembang lainnya.

Kadangkala. Teori ini tidak menyediakan petunjuk bagaimana mengatur sebuah perpindahan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan seseorang tersebut tentang inovasi tersebut. 74 . Misalnya penggunaan antibiotik secara berlebihan. Padahal penggunaan insektisida atau antibiotic secara berlebihan dapat menimbulkan resistensi. Teori ini tidak prediktif karena tidak menyediakan pengetahuan tentang seberapa baik sebuah ide baru atau produk baru bekerja sebelum melewati kurva adopsi 3. inovasi yang baik tidak seharusnya diadopsi oleh orang-orang yang tidak dapat menggunakannya secara bijak karena kurangnya pengetahuan mereka. antara lain: 1. 5. Adopter dapat dikategorikan ke dalam kategori yang berbeda untuk inovasi yang berbeda. Laggard dapat menjadi early adopter di lain kesempatan. 4. Teori ini menyimpulkan terlalu sederhana sebagai representasi realitas yang kompleks.• Kritik-kritik Ada beberapa kritik yang dilontarkan oleh ahli-ahli komunikasi dan ahliahli sosiologi lainnya terhadap teori. atau pada bidang pertanian penggunaan insektisida yang berlebihan. Adanya overadopsi Overadopsi adalah pengadopsian suatu inovasi oleh seseorang padahal menurut ahli seharusnya ia menolak inovasi tersebut. 2. Pengaruh dari beberapa teknologi dapat secara radikal mengubah pola difusi untuk menyusun teknologi dengan memulai persaingan atau kompetisi dalam kurva S. Teori ini sama sekali tidak menyebutkan mutasi yang sering terjadi seperti hal tersebut. sehingga inovasi dapat dengan mudah berubah dalam penggunaannya saat berpindah dari early adopter menuju early majority. Individu cenderung mengadopsi teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.

dan badan riset seharusnya merespon kebutuhan semua petani. Ada kemungkinan konsekuensi negatif sebagai akibat dari inovasi tersebut. Beberapa kritik mengatakan bahwa perusahaan. Sama dengan pengaplikasian inovasi di bidang lain selain pertanian. hal ini justru memerbesar gap yang ada. A Pro-Innovation Bias Maksud dari pro-innovation bias disini adalah adanya prasangka berlebihan terhadap inovasi(pro-innovation). Begitu pula saat penerapan di 75 . Bias in Favor of Larger and Wealthier Farmers Ada bias terhadap petani yang lebih kaya dan besar. Iklan sebuah inovasi biasanya lebih digembar-gemborkan di kalangan masyarakat yang termasuk innovator. Dari kasus pembangunan di negara-negara maju. Individual-Blame Bias Dalam teori ini mereka yang tidak mengadopsi teknologi langsung dicap sebagai “Laggard” dan disalahkan karena kurangnya respon mereka terhadap inovasi. Selain itu dalam pengaplikasiannya terhadap bidang pertanian ada beberapa kritik mengenai teori difusi inovasi sebagai berikut: 1. 2. 3. Bentuk pengaplikasian teori ini terhadap komunikasi pembangunan misalnya. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang sangat mau untuk menerima ide baru sehingga semua informasi diarahkan terhadap mereka. Sedangkan yang membutuhkan bantuan diabaikan. Eksploitasi terhadap golongan sosial yang lemah Menurut beberapa ahli. dengan adanya inovasi tidak semua perubahan sosial yang terjadi adalah pertubahan kearah yang lebih baik.6. Dalam teori ini semua inovasi dianggap baik tetapi pada kenyataanya tidak selalu seperti itu. dan early majority sedangkan yang tergolong sebagai late majority dan laggard tidak mendapatkan perhatian khusus. agensi pengembangan. early adopter. golongan miskin tidak dapat memerbaiki kualitas hidupnya sedangkan golongan kaya semakin kaya.

Karena bisa saja mereka terlambat mengadopsi atau tidak mengadopsi inovasi karena kurangnya informasi mengenai inovasi tersebut. Tankard. Jr. 2007. Communication Theories: Origins. Lukiati Komala. Ardianto. 4. Dari teori ini lahir beberapa issue. 2004. seharusnya golongan yang mendapat perhatian lebih dalam penyebaran inovasi adalah golongan yang termasuk kategori late majority dan laggard. Burhan. 76 . Edisi 3. Jakarta : Kencana. Sosiologi komunikasi. Elvinaro & Erdinaya. Uses.bidang lainnya. Werner Joseph dan James W. New York: Longman. Issue of equality. 1991. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Komunikasi massa : Suatu Pengantar. Akankah inovasi menyebabkan pengangguran atau migrasi warga desa? Akankah yang kaya menjadi lebih kaya dan yang miskin menjadi lebih miskin? Apakah dampak buruk dari inovasi sudah dipertimbangkan? Sumber Severin. Methods. Bungin.

Oleh karena itu. • Latar Belakang Teori Teori Akomodasi Komunikasi berawal pada tahun 1973. Menurutnya.Communication Accomodation Theory • Tokoh Howard Giles adalah salah seorang dosen komunikasi di Universitas California. Santa Barbara. 77 . Gallois. Giles saat ini adalah seseorang yang berkebangsaan Amerika. Callan. social. orang kulit berwarna. dan tunanetra (misalnya. Kemudian. dan akademi. ia juga telah memiliki hak istimewa dalam membimbing first-rate Graduate Students berdasarkan dari apa yang telah ia pelajari. yang didasarkan pada berbagai aksen yang dapat didengar dalam situasi wawancara. ketika Giles pertama kali memperkenalkan pemikiran mengenai model “mobilitas aksen”. melihat keberhasilan para siswanya dalam bekarir merupakan suatu kesenangan tersendiri. USBC Department ini – serta kampus secara keseluruhan – menurutnya. dikhususkan untuk membangun rasa dari suatu komunitas (bukan keluarga) dan ia merasa sangat bangga untuk menyebutnya “rumah saya sekarang”. Selain itu. hal ini justru mampu membuatnya menjadi lebih dekat kepada setiap siswa bahkan secara personal. Pengalamannya ini telah memberikan waktu yang panjang baginya dalam melakukan riset psikologi social mengenai bahasa dan komunikasi. Johnstone. Ia pertama kali menjajaki sebuah program studi yang kemudian disebut program studi komunikasi dari Inggris selama delapan tahun yang ketika itu hanya mempelajari bagaimana berbicara dan mendengar. ia kembali ke rumah dan menjadi ketua psikologi di Bristol University hingga setelah itu ia berkeja full-time untuk menjadi dosen di fakultas ini pada 1989. Banyak dari teori dan penelitian serupa yang tetap peka terhadap berbagai akomodasi komunikasi yang dilakukan dalam percakapan di antara kelompok budaya yang beragam. Dengan latar belakangnya sebagai “Missing American High School and College”. termasuk orang lanjut usia. Ia juga dapat mengetahui lebih mengenai darimana mereka berasal. ia merasa bangga dapat menjadi ketua selama hampir 8 tahun.

1988. Suatu konsep yang cukup untuk menarik minat Giles yakni mengenai cara orang berkomunikasi dan mengetahui dirinya dalam kaitannya dengan orang lain. dan bagaimana kontribusi mereka terhadap kesejahteraan. sebelumnya dikenal sebagai Teori Speech Accommodation. ia meneliti konflik antara masyarakat. "Para pasien yang saya bawa ke dokter saja hanya diharuskan untuk membuka mulut mereka dan berbicara. Franklyn-Stokes. Communication profesor Howard Giles adalah seorang interaction Specialist. Huber. 2005). Nussbaum. Giles & Coupland. 1977. " Hal inilah yang dikemukakan oleh Giles. "Saya ingin membuka pikiran para pelajar pada bidang kehidupan sosial yang penting bagi mereka. Gallois. yang belum pernah mereka pikirkan sebelumya. Dokter lebih aktif untuk merespon nada suara tertentu dan sikap serta memberikan waktu dan perhatian lebih kepada pasien daripada kepada orang lain. 78 . & Ohs. Klemz. Wales. Saya berharap mereka memahami apa yang telah didiskusikan di kelas sehingga juga dapat berpengaruh pada bagaimana mereka berkomunikasi dimana saja dalam hidup mereka. dan komunikasi antar budaya. adalah teori pragmatik yang mengamati fenomena orang yang berinteraksi mengubah cara mereka berkomunikasi dalam situasi berbeda. Krieger. Dalam program-program sarjana dan sarjana di intergroup. Giles baru menyadari bahwa ia tertarik dalam bidang komunikasi ketika bekerja di sebuah klinik medis di kotanya. dengan mengacu pada bagaimana mereka melihat diri mereka sebagai anggota kelompok sosial.1984. hingga saya pun dapat memprediksi bagaimana dokter akan mengambil keputusan terhadap mereka" ujarnya. Akomodasi komunikasi menjelaskannya dengan membahas cara orang berinteraksi mempengaruhi satu sama lain. Teori ini dibahas dengan memerhatikan adanya keberagaman budaya. • Teori Teori Communication Accommodation. Pitts. intergenerational.

Kita biasanya tidak menghabiskan waktu untuk mengevaluasi pertemuan percakapan yang demikian. tetapi kemudian terkejut ketika kita mendengar bahwa orang tersebut baru saja bercerai. 79 . • Cara di mana kita memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain akan menentukan bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan Asumsi ini terletak baik pada persepsi maupun evaluasi. Motivasi merupakan bagian kunci dari proses persepsi dan evaluasi dalam Teori Akomodasi Komunikasi. terlibat dalam bicara basa-basi. Kita mungkin akan mengungkapkan kebahagiaan. Persepsi (perception) adalah proses memerhatikan dan menginterpretasikan pesan. atau dukungan kita. Menurut Giles dan koleganya (1987) itulah saat ketika kita memutuskan proses evaluative dan komunikatif kita. dan kemudian kembali meneruskan perjalanan kita. Akomodasi komunikasi adalah teori yang mementingkan bagaimana orang memersepsikan dan mengevaluasi apa yang terjadi di dalam sebuah percakapan. Maksudnya. Ini sering terjadi.• Asumsi Akomodasi dipengaruhi oleh beberapa keadaan personal. misalnya. situasional dan budaya. kemudian berbicara. Orang pertama-tama memersepsikan apa yang terjadi di dalam percakapan sebelum mereka memutuskan bagaimana mereka akan berperilaku dalam percakapan. kita mungkin akan memersepsikan tuturan dan perilaku seseorang. Kita mungkin akan menyapa seseorang. Kita melakukan ini dengan cara terlibat dalam suatu gaya komunikasi yang mengakomodasi. tetapi tidak selalu mengevaluasinya. sedangkan evaluasi (evaluation) merupakan proses menilai percakapan. Berikut ini merupakan identifikasi beberapa asumsi : • Persamaan dan perbedaan berbicara dan perilaku terdapat di dalam semua percakapan Banyak prinsip Teori Akomodasi Komunikasi berpijak pada keyakinan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan di antara para komunikator dalam sebuah percakapan. kesedihan. misalnya ketika kita menyapa orang lain. Tetapi ketika kita memersepsikan kata-kata dan perilaku orang lain dapat juga menyebabakan kita mengevaluasi orang tersebut.

Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status social dan keanggotaan kelompok Asumsi ini berkaitan dengan dampak yang dimiliki bahasa terhadap orang lain. Secara khusus, bahasa memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan status dan keanggotaan kelompok di antara para

komunikator dalam sebuah percakapan. Pikirkan apa yang terjadi ketika dua orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda berusaha untuk berkomunikasi satu sama lain. Giles dan John Wiemann (1987) mendiskusikan situasi ini: Dalam situasi bilingual atau bahkan bidiaklektikal, di mana etnis mayoritas dan minoritas berdampingan, pembelajaran bahasa kedua bersifat satu arah secara dramatis: maksudnya, sangat umum bagi kelompok yang dominan untuk mempelajari kebiasaan linguistic dari kelompok bawahan….Sungguh bukan merupakan kebetulan bahwa secara lintas budaya perilaku bahasa apa yang “standar”, “benar”, dan “kuat” adalah perilaku bahasa aristokrasi, kelas penguasa atau kelas atas dan istitusi-institusi mereka. Bahasa yang digunakan dalam percakapan akan cenderung merefleksikan individu dengan status social yang lebih tinggi. Selain itu, keanggotaan kelompok menjadi hal yang paling penting karena sebagaimana dapat ditarik dari kutipan di atas terdapat keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok yang “dominan”. Akomodasi bervariasi dalam hal tingkat kesesuaian, dan norma mengarahkan proses akomodasi. Asumsi ini berfokus pada norma dan isu mengenai kepantasan social. Kita telah melihat bahwa akomodasi dapat bervariasi dalam hal kepantasan social. Tentu saja terdapat saat-saat ketika mengakomodasi tidaklah pantas. Misalnya, Melanie Booth-Butterfield dan Felicia Jordan (1989) menemukan bahwa orang dari budaya yang termarginalisasi biasanya mengharapkan untuk mengadaptasi (mengakomodasi) orang lain. Norma telah terbukti memainkan peranan dalam teori Giles (Gallois dan Callan, 1991). Norma (norm) adalah harapan mengenai perilaku yang dirasa seseorang harus atau tidak harus terjadi di dalam percakapan. Hubungan antara norma dan akomodasi diperjelas oleh Cynthia Gallois dan Victor Callan (1991):
80

“Norma-norma memberikan batasan dalam tingkatan yang bervariasi…terhadap perilaku akomodatif yang dipandang sebagai hal yang diinginkan dalam sebuah interaksi”. Konteks Antar Generasi 1. Overaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara “menyimpang” dari gaya komunikasi yang diperlukan untuk menyesuaikan percakapan dengan acara tertentu. 2. Underaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara berkomunikasi dengan cara (gaya atau kualitas bicara) yang merendahkan. 3. Strategi Tua ke Muda a. Overaccommodation karena kekurangan fisik atau indera. Menganggap orang tua memiliki kekurangan tertentu, dan beradaptasi melebihi level optimal b. Overaccommodation terkait ketergantungan. Ucapan yang mendominasi, disiplin, terlalu direktif pada orang tua. Orang muda menggunakannya untuk mengontrol hubungan. c. Divergensi terkait usia. Tekankan perbedaan kelompok muda. Nilai, gaya hidup yang digunakan untuk menandai perbedaan usia. d. Overaccommodation antar kelompok. Paling berpengaruh – akomodasi bukan pada orang tua sebagai individu tetapi menurut norma kelompok. 4. Strategi Muda ke Tua a. Underaccommodation untuk membela diri. Dalam bercakap nampak insular atau egosentris. Tidak mau membahas topik yang mengancam konsep diri. b. Membatasi diri terkait usia. Digunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan suatu fungsi. “Ingatan saya sudah tidak sebaik dulu” c. Stereotyping diri. Mengambil karakteristik orang tua stereotip. Mengambil identitas kelompok orang tua dalam konteks antar kelompok. d. Divergensi antar kelompok. Secara agresif menekankan perbedaan lintas generasi, seperti mengomentari gaya bicara anak muda secara negatif. Proposisi Teori Akomodasi Komunikasi diperoleh dari sebuah penelitian yang awalnya dilakukan dalam bidang ilmu lain, dalam hal ini, dalam psikologi sosial.
81

In-Group dan Out-Group. Merefleksikan ketertarikan pada kelompok dimana kita bukan anggota dan menciptakan batasan kelompok kita dan keterpisahan dari kelompok lain.

Anggapan:

Komunikator

menyesuaikan

gaya

bicaranya

(mengubah

karakteristik suara – aksen, bahasa, dialek, kecepatan, volume, dll) dengan orang lain sebagai cara untuk mengekspresikan nilai, perilaku dan maksud.” (Street & Giles, 1982).

Dampak: Persepsi individu tentang gaya bicara orang lain menentukan respon perilaku dan evaluatifnya.” (Street & Giles, 1982)

Eksplanasi Untuk mendapatkan pengertian mengenai karakteristik utama dari Teori Akomodasi Komunikasi, pertama-tama akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan kata akomodasi. Akomodasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku dalam merespons orang lain. Akomodasi biasanya dilakukan secara tidak sadar. Kita cenderung memiliki naskah kognitif internal yang kita gunakan ketika kita berbicara dengan orang lain. Kita secara naluriah menarik suatu percakapan dari dokumen yang tersimpan di dalam benak kita. Dalam percakapan dengan gadis berusia 15 tahun, kita mungkin akan menggunakan kosakata remaja; dengan seseorang yang berusia 85 tahun kita akan berbicara lebih perlahan dan menggunakan lebih banyak mimik wajah. Ini semua dilakukan tanpa banyak pemikiran sebelumnya dan dapat terjadi secara terang-terangan maupun tertutup. Menurut Infante, 1997. Teori Akomodasi Komunikasi (CAT) didefinisikan sebagai “Pernyataan bahwa selama komunikasi, orang berusaha menyesuaikan gaya bicaranya dengan orang lain. Mereka melakukannya untuk mendapat persetujuan, meningkatkan efisiensi komunikasi dan memelihara identitas sosial yang positif dengan orang yang diajak bicara”. Dengan kata lain, bagaimana anggapan kita tentang seseorang akan tergantung bagaimana kita bertingkah laku di dekat orang tersebut. Teori ini menjelaskan tentang terjadinya proses akomodasi (penyesuaian diri) seseorang terhadap lingkungannya guna tercapainya interaksi komunikasi yang lebih baik. Sentral konsep dari teori ini adalah untuk menjelaskan bagaimana orang yang berinteraksi saling mempengaruhi, juga tentang cara pandang sosial psikologi yang mempengaruhi kebiasaan mereka dalam berinteraksi.
82

senyuman. atau mereka akan sangat berusaha keras untuk beradaptasi. Memiliki keyakinan yang sama. Psikologi sosial adalah cara dimana kita dan lainnya berperilaku dalam situasi sosial. karisma. kepribadian yang sama. konvergensi juga didasarkan pada ketertarikan (Giles et al. 1987). atau berperilaku dalam cara yang sama menyebabkan orang tertarik satu sama lain dan sangat mungkin untuk mendorong terjadinya konvergensi. Giles dan Smith (1979) percaya bahwa beberapa factor mempengaruhi ketertarikan kita terhadap orang lain. dan perilaku verbal dan nonverbal lainnya. Konvergensi merupakan proses yang selektif. tatapan mata. misalnya. dan perbadaan status antara kedua komunikator. kemungkinan akan interaksi berikutnya dengan pendengar. Mereka mungkin menciptakan komunitas percakapan yang melibatkan penggunaan bahasa atau system nonverbal yang sama. divergensi.Selain itu. dan akomodasi berlebihan. dan kredibilitas. Nikolas Coupland. kita tidak selalu memilih menggunakan strategi konvergen dengan orang lain. teori ini juga menjelaskan cara dimana interaktan mempengaruhi satu sama lain dalam proses interaksi. mereka bergantung pada persepsi mereka mengenai tuturan atau perilaku orang lainnya. Pilihan-pilihan ini disebut konvergensi. mereka akan melakukan konvergensi dalam percakapan. Teori Akomodasi Komunikasi menyatakan bahwa dalam percakapan orang memiliki pilihan. bahwa menemukan kesamaan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. ketika para komunikator saling tertarik. Ketertarikan merupakan istilah yang luas dan mencakup beberapa karakteristik lainnya seperti kesukaan. 83 . jeda. Ingatlah. dan Justin Coupland (1991) mendefinisikan konvergensi (convergence) sebagai “strategi di mana individu beradaptasi terhadap perilaku komunikatif satu sama lain”. Giles.. Orang akan beradaptasi terhadap kecepatan bicara. Biasanya. kemampuan pembicara untuk berkomunikasi. Teori ini fokus pada bagaimana proses sosial mempengaruhi dinamika perilaku dalam interaksi. Ketika orang melakukan konvergensi. Selain persepsi mengenai komunkasi orang lain. Konvergensi: Melebur Pandangan Proses pertama yang dihubungkan dengan Teori Akomodasi Komunikasi disebut korvergensi. mereka mungkin akan membedalan diri mereka dengan orang lain.

penelitian Richard Street (1991) mengindikasikan bahwa para dokter berbeda dalam pola konvergensi mereka dengan pasien yang baru muncul pertama kali dengan pasien yang telah datang berulang kali. Dari sejarah hubungan antara komunikator juga merupakan isu penting dalam konvergensi. Konvergensi dapat didasarkan pada persepsi yang bersifat stereotip. mereka secara khusus rentan terhadap reaksi stereotip. Contohnya. Marsha Huston (2004) setuju dengan hal ini. Mark orbe (1998) menemukan bahwa kaum Afro-Amerika sering kali diidentifikasikan dengan cara-cara berdasarkan stereotip. Artinya.Orang mungkin tidak akan langsung mengetahui apakah mereka tertarik satu sama lain dan apakah ini akan menuntun pada pengidentifikasian persamaan-persamaan mereka. “Konvergensi sering kali dimediasi secara kognitif oleh stereotip kita mengenai bagaimana orang lain akan berbicara secara kategori social”. konvergensi mungkin tampak sebagai strategi akomodasi yang positif. stereotip ketika warga kulit putih Amerika berbicara dengan temanteman Afro-Amerika mereka mengenai apa yang mereka yakini sebagai “topic” AfroAmerika (olahraga. Terdapat beberapa implikasi yang nyata dari konvergensi yang bersifat stereotip. penelitiannya menunjukkan bahwa ketika mendeskripsikan diri mereka sendiri. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam konvergensi dapat dijelaskan dengan melihat pada peran tradisional dari dokter dan pasien dan juga adanya jarak waktu antara kunjungan yang satu dengan yang berikutnya. Ia menunjukkan bahwa terdapat stereotip tidak langsung (indirect stereotyping). dan seterusnya). musik. Sebagaimana disimpulkan oleh Giles dan koleganya (1987). Mempelajari pengalaman budaya dari warga Afro-Amerika. dan biasanya memang demikian.1995). Beberapa orang Afro-Amerika menyebutkan bahwa jika mereka berbicara dalam dialeg yang tidak standar. yaitu. ayah gay dan ibu lesbian melaporkan bahwa terlalu banyak orang−termasuk pendidik−bergantung pada stereotip kuno mengenai homoseksual ketika mereka berkomunikasi dengan ayah dan ibu tersebut (West dan Turner. wanita kulit putih secara khusus mengidentifikasi bicara mereka sebagai suatu yang 84 . orang akan melakukan konvergensi terhadap stereotip dibandingkan terhadap bicara dan perilaku yang sebenarnya. Pada pandangan pertama. Misalnya.

atau tidak keduanya. tindak-tanduk atau postur. Dan Charmaine Shutiva (2004) mengeluhkan fakta bahwa budaya orang Indian Amerika sering kali disalahpersepsikan sebagai budaya yang ingin dan tidak memiliki emosi. budaya ini melibatkan banyak humor dan kegembiraan. Perlu dipertimbangkan juga bahwa evaluasi konvergensi biasanya tergantung apakah konvergensi tersebut telah dipikirkan dengan baik-baik. menggoda. menyatakan bahwa orang buta sering kali diajak berbicara seakanakan mereka tuli. maka konvergensi akan dianggap sebagai sesuatu yang positif. Tetapi jika konvergensi dilakukan untuk mempermalukan. yakni merupakan proses disosiasi. Kelompok budaya lainnya juga telah menjadi sasaran stereotip. divergensi adalah ketika tidak terdapat usaha untuk menunjukkan persamaan antara para pembicara. Divergensi belum menerima banyak perhatian dalam hal penelitian seperti konvergensi. misalnya. Alih-alih menunjukkan bagaimana dua pembicara mirip dalam hal kecepatan bicara. Jika seorang komunikator berbicara atau bertindak dalam suatu gaya yang mirip dengan pendengarnya. Ia menyebut hal ini sebagai divergensi (divergence). Edwin Vaughan (1998). Dengan kata lain. Shobia Pais (1997) menyebutkan bahwa wanita India di Amerika Serikat sering kali dianggap aneh karena mereka memakai sari (kain yang disampirkan pada bahu dan kepala) atau salwar kameez (celana panjang). Dalam hal ini. divergensi sangat berbeda dengan konvergensi. Jika konvergensi dipersepsikan baik. Persepsi stereotip dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang akan melakukan konvergensi. Giles (1980) percaya bahwa pembicara terkadang menonjolkan perbedaan verbal dan nonverbal di antara diri mereka sendiri dan orang lain. tidak benar. dua orang berbicara satu sama lain tanpa adanya kekhawatiran mengenai akomodasi satu sama lain. serta mendeskripsikan bicara wanita Afro-Amerika sebagai sesuatu yang tidak standar. atau merendahkan maka hal ini akan sangat mungkin dipandang negatif. hal ini dapat menghancurkan proses komunikasi. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa banyak dari kelompok budaya terus distereotipkan.pantas dan standar. hal ini dapat memperbaiki dialog. Divergensi: Hiduplah Perbedaan Akomodasi adalah proses yang optimal di mana dua komunikator memutuskan untuk mengaomodasi salah satu. 85 . ketika dipersepsikan jelek. dan menyimpang. padahal kenyataannya.

Alasan-alasan dalam divergensi bisa bervariasi. Kita akan sangat terkejut akan hal ini hingga akhirnya kita menyadari bahwa kita. mereka memutuskan untuk mendisosiasikan diri mereka dari komunikator dan percakapan tersebut. kita sedang bepergian ke Perancis. Selama waktu tanya jawab. Ketika orang melakukan divergensi. Divergensi tidak sama dengan ketidakpedulian. para peneliti menanyakan beberapa pertanyaan dalam format bahasa inggris yang standar. Individu mungkin tidak ingin melakukan konvergensi dalam rangka mempertahankan warisan budaya mereka. Saat mereka mempelajari bahasa tersebut. Beberapa kelompok budaya tetap terdorong untuk melakukan divergensi dalam percakapan mereka dengan orang lain. Divergensi merupakan suatu cara bagi para anggota komunitas budaya yang berbeda untuk mempertahanlan identitas social. Hal yang mengesankan. para peneliti bertanya kepada kelompok tersebut mengapa mereka ingin mempelajari bahasa Welsh karena “bahasa ini adalah bahasa yang hampir mati dengan masa depan yang suram. kebanggaan budaya. karena adanya kebanggan etnik. sebagai seorang pengunjung. kelompok ini dapat mengaitkan kata-kata dalam bahasa Welsh yang sulit! Kelompok tersebut mulai melakukan divergensi dari bahasa Inggris yang sedang digunakan untuk berbicara dengan mereka. Pertama.dan karenanya pengetahuan kita mengenai proses ini terbatas pada beberapa klaim mengenai fungsinya dalam Teori Akomodasi Komunikasi. Giles dan koleganya (1987) mengamati bahwa ada peristiwa di mana orang—yaitu kelompok ras atau etnis—“secara sengaja menggunakan bahasa mereka atau gaya bicara sebagai taktik simbolis untuk mempertahankan identitas. dan keunikan mereka”. tim peneliti mempelajari orang Wales yang sangat bangga akan identitas etnik mereka tetapi tidak dapat berbahasa Welsh. 86 . tetapi juga dengan kata-kata dan frase dalam bahasa Welsh. di mana pun kita berada. tidak dapat mengharapkan orang Perancis untuk melakukan konvergensi terhadap bahasa kita. divergensi tidak boleh disalahartikan sebagai salah satu cara untuk tidak sepakat atau tidak memberikan respons pada komunikator yang lain. Dalam kajian klasik ini. Misalnya.” Para responden ini menyangkal tidak hanya dengan menggunakan logat Welsh yang kental. setiap orang Perancis yang kita temui akan mendorong kita untuk menggunakan Bahasa Perancis.

1991. Sebagaimana sering terjadi. Dalam tiap kasus. Street dan Giles. Divergensi sering kali terjadi dalam percakapan ketika terdapat perbedaan kekuasaan di antara para komunikator dan ketika terdapat perbedaan peranan yang jelas dalam percakapan (dokter-pasien. Street. dan bahwa divergensi Pat merupakan suatu tipe pembukaan diri yang menggambarkan jenis bicara dan perilaku tertentu yang tidak dimiliki bersama oleh keduanya. Dengan menggunakan prinsip akomodasi divergensi. orangtua-anak. Divergensi Pat mungkin akan terjadi dalam bentuk meningkatnya kecepatan bicara atau suara yang lebih tajam.Alasan kedua mengapa orang melakukan divergensi berkaitan dengan kekuasaan dan perbedaan peranan dalam percakapan. dianggap memiliki sikap-sikap yang tidak menyenangkan. Christopher Jencks (1994) melihat bahwa para tunawisma merupakan bagian dari masyarakat yang diberi label tidak menarik atau vulgar. 1991. memulai hampir semua topic pembicaraan. berbicara lebih perlahan. menyatakan bahwa “para interaktan memiliki status lebih tinggi mungkin akan berbicara dalam jangka waktu yang lebih lama. situasi si tunawisma dipandang sebagai masalahnya sendiri.1982). atau menunjukkan penampilan yang jelek” (Street dan Giles. Selain itu. Pat mungkin juga akan menggunakan kosakata dan pelafalan yang secara jelas menandainya sebagai anggota kelas menengah atas.” Divergensi terjadi karena seseorang ingin menunjukkan bahwa yang lainnya kurang berkuasa. dan seterusnya) (Street. divergensi cenderung terjadi karena lawan bicara dalam percakapan dipandang sebagai “anggota dari kelompok yang tidak diinginkan. Giles dan koleganya (1987) menyatakan bahwa divergensi digunakan untuk mengontraskan citra dalam suatu percakapan. pewawancara-terwawancara. Divergensi 87 . dan mempertahankan postur tubuh yang lebih santai dibandingkan yang kurang berkuasa. seorang pria tunawisma yang meminta uang pada seseorang di luar sebuah bioskop akan menemukan dirinya berada dalam percakapan dengan seorang komunikator (sebut saja orang ini Pat) yang ingin untuk melakukan divergensi agar menunjukkan perbedaan di antara keduanya. 1982). divergensi dilaksanakan oleh individu yang ingin menunjukkan perbedaan status di antara keduanya. Giles dan koleganya (1987) menyimpulkan bahwa divergensi seperti yang dilakukan oleh Pat mungkin memiliki tujuan untuk membawa perilaku orang yang lainnya (serta penampilannya) “pada level yang dapat diterima”.

1991). Jenis akomodasi berlebihan yang kedua. akomodasi berlebihan ketergantungan (dependency overaccomodation). Nikolas Coupland dan koleganya (1998) percaya bahwa akomodasi berlebihan sensoris sering kali terjadi dalam percakapan antara kaum lansia dan orang lain. Istilah ini diberikan kepada orang yang walaupun bertindak berdasarkan niat yang baik. Istilah tersebut akan didefinisikan beserta contoh-contohnya. Ini membuat para pasien tampak lebih tidak kompeten dibandingkan yang sebenarnya. dan akomodasi berlebihan intergroup (Zuengler. Hamilton percaya bahwa ia telah menghabiskan banyak waktu wawancara mengenai lingkungan sekitar pasien Alzheimer tersebut lebih dari yang dibutuhkan. pembicara mungkin yakin bahwa ia peka terhadap ketidakmampuan berbahasa seseorang atau terhadap kekurangan fisik seseorang tetapi terlalu berlebihan dalam melakukan akomodasi. Ternyata. ia membingkai percakapnnya dengan para pasien dengan hal ini dalam benaknya. Akomodasi Berlebihan: Miskomunikasi dengan Tujuan Jane Zuengler (1991) mengamati bahwa akomodasi berlebihan (overaccomodation) adalah “label yang diberikan kepada pembicara yang dianggap pendengar telalu berlebihan”. sebagaimana dikemukakan oleh asumsi ketiga. ia telah meremehkan kemampuan mental para respondennya. Karena Hamilton percaya bahwa pasien Alzheimer umumnya merespons lebih baik pertanyaanpertanyaan mengenai apa yang ada di sini dan sekarang dibandingkan dengan masa lalu. Akomodasi berlebihan sensoris (sensory overaccomodation) terjadi ketika seorang pembicara beradaptasi secara berlebihan pada lawan bicaranya yang dianggap terbatas dalam hal tertentu.merupakan cara untuk lebih jauh mengomuniksikan nilai ini. yang terjadi ketika seorang pembicara secara sadar atau tidak sadar menempatkan pendengar dalam peranan status yang lebih rendah. Akomodasi berlebihan dapat terjadi dalam tiga bentuk: akomodasi berlebihan sensoris. Dalam 88 . malah dianggap merendahkan. Batasan dalam hal ini merujuk pada keterbatasan linguistic atau fisik. dalam penelitiannya mengenai pasien dan penyakit Alzheimer. Yaitu. yakni bahasa dan perilaku sering kali mengomunikasikan status. akomodasi berlebihan ketergantungan. Heidi Hamilton (1991) merasa bahwa ia telah meremehkan tingkat kompetensi dari seorang pasien Alzheimer dan menemukan dirinya mengakomodasi secara berlebihan. Misalnya. dan pendengar dibuat tampak tergantung pada pembicara.

Selain akomodasi berlebihan sensoris dan ketergangtungan. Inti dari akomodasi berlebihan jenis ini adalah stereotip. dan gagal untuk memperlakukan tiap orang sebagai seorang individu. selama masa asimilasi dalam komunitas baru mereka. tidak memiliki pemahaman yang jelas akan keahlian kerja mereka (Gudykunst & Kim. pendengar juga percaya bahwa pembicara mengendalikan percakapan untuk menunjukkan status yang lebih tinggi. merupakan salah satu alasan pengucilan ini. generalisasi ini mungkin dipandang secara negative. para pencari suaka mungkin akan merasa bahwa cukup tergantung kepada pembicara (petugas imigrasi). tidak memiliki pengetahuan dasar akan nilai-nilai atau norma-norma. persepsi mengenai ketergantungan mereka semakin dapat dipastikan. Bagi seorang Amerika keturunan Meksiko. Kim. identitas individual juga sama pentingnya. Banyak kelompok budaya termarginalkan di Amerika Serikat dan akomodasi berlebihan ketergantungan. Hal ini dapat dilihat dengan mengamati perlakuan kepada beberapa populasi imigran di Amerika Serikat.akomodasi berlebihan ketergantungan. Walaupun mempertahankan identitas ras dan etnis merupakan hal yang penting. Karena banyak orang asing yang baru saja datang tidak dapat berbahasa Inggris. 1989). dan dapat muncul dampak yang sangat parah. misalnya. tampaknya. banyak pencari suaka dibuat merasa lebih rendah ketika bercakap-cakap dengan orang lain. 1992. Coba pikirkan ketika seorang pembicara menggunakan bahasa yang menempatkan pendengar pada suatu kelompok budaya tertentu. orang Amerika keturunan Meksiko tidak pernah diberikan kesempatan untuk sukses di Amerika Serikat karena mereka terlalu sibuk mengurusi keluarga mereka. Walaupun para pegawai negeri mungkin percaya bahwa selama berbicara dengan para pencari suaka mereka sedang melakukan apa benar (membantu para pencari suaka untuk memahami beragai macam prosedur dan aturan yang diasosiasikan dengan dokumentasi). Pembicara mungkin merasa nyaman menyatakan bahwa. 89 . terdapat jenis akomodasi berlebihan yang ketiga yang disebut akomodasi berlebihan intergroup (intergroup overaccomodation). Berkomunikasi dengan persepsi semacam ini di dalam benak mungkin akan menyebabkan beberapa orang Amerika keturunan Meksiko untuk mengakomodasinya secara negative. Hal ini melibatkan para pembicara yang menempatkan pendengar ke dalam kelompok tertentu. misalnya.

Kami dilatih dan diminta untuk tidak berbicara seperti ini dan memperlakukan semua pasien dengan harga diri. Jika mungkin. saya berharap para staf akan mengakomodasi dengan gaya bicara yang lebih tidak merendahkan serta lebih bijaksana. Misalnya. akomodasi berlebihan merupakan penghalang utama bagi tujuan tersebut. dan sebagai balasannya. dan dalam hal ini mencakup berbicara seperti orang dewasa.Akomodasi berlebihan biasanya menyebabkan pendengar tidak setara dalam mempersepsikan diri mereka. Interaksi ini bisa menyebabkan seorang pria muda berpakaian 90 . Terdapat dampak yang serius dari akomodasi berlebihan. 1991). Kami memiliki lebih dari seratus orang yang menderita penyakit tersebut. dan saya telah banyak sekali mendengarnya. seseorang tidak hanya akan mengubah cara mereka berbicara tetapi juga bertingkah laku dan berpakaian lebih sopan jika akan bertemu dengan orangtua pacar untuk pertama kali. “Saya bekerja di sebuah rumah jompo yang dikhususkan bagi penderita Alzheimer. Saya pernah mendengar gaya bicara terhadap bayi (baby-talk) dari para staf kepada para pasien sebelumnya. yang berada pada berbagai tingkatan penyakit. termasuk kehilangan motivasi untuk mempelajari bahasa lebih jauh. Konsep ini diperluas mencakup bukan hanya pola bicara tetapi juga perilaku. mereka juga berbicara dengan cara yang sama. Tetapi saya telah melihat rekan kerja saya bersikap merendahkan ketika berbicara dengan para pasien. Ini menyedihkan. Contoh Kasus Ini merupakan sebuah kisah yang diungkapkan oleh seseorang yang bernama Michael dalam kaitannya dengan praktik teori ini. dan membentuk sikap negative terhadap pembicara dan juga masyarakat (Zuengler. menghindari percakapan. Jika salah satu tujuan komunikasi adalah mencapai makna yang dimaksudkan. Model T h e t h e o r y C o n t a k e s v e r g n o t e o f e n t w c e o c o m m u n ic a t io n t e e D n i cv e r g Konvergensi Konvergensi adalah konsep bahwa individu mengubah pola bicaranya dalam berbagai interaksi.

bahasa. Karena ingin disukai orang lain dengan posisi lebih baik mendorong kita untuk bersikap lebih seperti mereka sehingga mengakomodasi gaya komunikasi mereka ketika berinteraksi dengannya (Miller. orang mungkin melebihkan aksen daerah AS selatan ketika berbicara dengan orang dari daerah Utara yang memberi komentar positif terhadap aksen Selatan. Situasi ini dan situasi dimana individu ingin menunjukkan perbedaannya karena merasa bangga atas perbedaan tersebut (seperti kebangsaan. 154). • Aplikasi CAT in Practice 91 . memenuhi pengharapan orang lain adalah faktor yang begitu mengarahkan kita pada apakah kita harus melakukan konvergensi. Alasan Konvergensi dan Divergensi Upaya penelitian Giles telah dijelaskan sebagai reaksi psikologis oleh individu karena merasa ingin disukai. Divergensi Ini terjadi jika seorang individu memberi penekanan lebih pada perilaku komunikatif yang berbeda dari orang yang diajak bicara. 156). 2005). bertingkah laku lebih tenang dan mungkin bersikap lebih perhatian dan berbicara lebih sopan dari kesehariannya.lebih baik dari biasanya. Terutama. 2005). Nampaknya. Individu juga akan menggunakan taktik ini untuk menunjukkan ketidaksetujuan (Gibbons. (Miller. bisa menyebabkan orang untuk melakukan divergensi. Ada saat-saat ketika orang lain berupaya mencari perbedaan dengan oran glain sehingga kita melakukan divergensi untuk memenuhi harapan tersebut (Miller. Orang merasa bahwa kesamaan dengan orang lain menciptakan satu daya tarik bagi diri mereka. orang dengan status lebih tinggi. 155-156). dll). Individu dalam interaksi akan melakukan konvergensi untuk tujuan menunjukkan bahwa mereka sependapat dengan orang lain dalam interaksi (Gibbons. Misalnya.

porsi konvergensi dan divergensi dari teori ini digunakan dalam memahami dan menjelaskan fenomena ini (McCann & Giles. Ketika berbicara dengan orang tua kita sering mengubah cara kita berinteraksi. Penelitian ini mengamati pola akomodasi polisi dan publik. 2005). menggunakan teori Akomodasi. termasuk pola bicara dan perilaku yang mungkin menunjukkan rasa penghargaan yang lebih (McCann & Giles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua cenderung kurang akomodatif dibanding orang muda. Gaya bicara dengan orangtua berbeda dengan gaya bicara dengan teman sebaya.. Kegunaan untuk Masa Sekarang Giles telah mempelajari interaksi orang muda dan tua dalam situasi bisnis menggunakan Akomodasi Komunikasi sebagai kerangka teori. Aspek relasional dan identitas dari teori ini membantu menunjukkan pola interaksi yang ada antara publik dan polisi dalam berbagai situasi dimana interaksi ini terjadi (Giles. 92 . et al. 2006). • Ketika memberikan informasi selama wawancara pekerjaan. Pada penelitiannya. individu akan mengakomodasi cara bicaranya terhadap situasi dan orang yang mereka ajak bicara.Contoh Akomodasi Komunikasi Ada banyak contoh dimana individu mengakomodasi atau mengubah cara mereka berbicara dalam situasi tertentu. • • Cara orang bicara dengan bossnya akan berbeda dengan cara bicara dengan temannya. Meskipun ada beberapa faktor lain yang berperan. 2006). Giles juga mengamati sikap dan tindakan dalam interaksi publik dengan polisi. Hampir setiap hubungan memiliki akomodasi percakapan tertentu. • • Ketika berbicara pada anak kita menyesuaikan cara bicara kita dan juga katakata yang digunakan untuk mengakomodasi individu yang kita ajak bicara.

dengan kaum lansia (Harwood. 1997). 2004). Namun. Teori ini cukup berkembang sehingga bisa dianggap sempurna. beberapa kekurangan berhubungan dengan kemungkinan pengujian dari konsep. dengan keluarga (fox. dan didukung penelitian dari berbagai peneliti.konsep yang ada telah ditemukan. & Berkowitz. yang didiskusikan dalam Research Note. dalam wawancara (Willemyns. Burrell.1998). 1999. 1996). Lin & Harwood. Callan & Pittam. 2002). beberapa ilmuwan menyatakan bahwa beberapa fitur utama dari teori ini mengharapkan 93 . 2005) atau bukan. Salah satu teori komunikasi yakni Teori Komunikasi Akomodasi (Communication Accomodation Theory). Teori Akomodasi Komunikasi memiliki fokus pada peranan percakapan dalam kehidupan kita dan pengaruh yang dimiliki oleh komunikasi dan budaya terhadap percakapn-percakapan tersebut. teori ini dievaluasi dengan menggunakan dua criteria. proses inti dari teori konvergensi dan divergensi membuatnya mudah dipahami. yakni heurisme dan kemungkinan pengujian. yakni perbedaan dalam mengartikan divergensi sebagai suatu ketidaksetujuan (Gibbons. Gallois. Heurisme Akomodasi telah dipelajari di dalam media massa (Bell. Selain itu. Singkatnya. pada pekerjaan (McCroskey & Richmond. dan bahkan dengan pesan-pesan yang ditinggalkan pada mesin penerima pesan telepon (Buzzanell. Kemungkinan Pengujian Kekuatan teori ini mungkin dapat menjadi cukup signifikan karena teori ini telah sedikit memunculkan kritik ilmiah. Stafford. menandai kesederhanaan teori tersebut. 2000). sehubungan dengan e-mail (Bunz & Campbell. Tak diragukan lagi bahwa teori ini heuristic dan memiliki nilai keilmuan yang bertahan. dengan mahasiswa keturunan Cina (Hornsey & Gallois. 2003). Teori ini menjabarkan beberapa poin penting berkaitan dengan peranan yang dimainkan pola komunikasi dan gaya bagi para komunikator dan bagi pesan. Untuk memahami nilai dari teori ini bagi disiplin ilmu komunikasi.• Kritik Dalam dunia komunikasi dikenal begitu banyak teori-teori komunikasi yang telah dikemukakan oleh para tokohnya. 1991). Namun ada beberapa pendapat peneliti yang berbeda mengenai divergensi.

Sejauh ini. teeori ini juga berpijak pada standar konflik yang rasional.. 3rd edition”. Melalui divergensi. Judee Burgoon. jika ada. 94 . Mungkin Anda pernah terlibat di dalam konflik yang sangat mengerikan dengan seseorang yang tidak memiliki akal sehat. Teori ini tampaknya mengabaikan kemungkinan sisi gelap dari komunikasi. walaupun teori ini mengakui konflik antara komunikator. Ia telah memelopori teori yang telah membantu kita untuk memahami dengan lebih baik budaya dan keberagaman yang ada di sekeliling kita. Maksudnya. 2007. Dalam tulisan-tulisan awalnya mengenai tulisan ini.adanya penelitian lebih jauh. mempertanyakan bingkai konvergensi-divergensi yang dikemukakan oleh Giles. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. misalnya. Mereka percaya bahwa percakapan terlalu kompleks untuk direduksi ke dalam proses-proses ini. sarannya telah memperluas pemahaman kita mengenai mengapa percakapan itu begitu rumit. apa yang terjadi jika orang melakukan baik konvergensi mauoun divergensi dalam percakapan? Apakah terdapat konsekuensi bagi para pembicara? Atau para pendengar? Pengaruh apa. kita dapat memahami mengapa orang cenderung mengabaikan strategi beradaptasi. Sumber West. Misalnya. yang dimainkan oleh ras dan etnis seseorang dalam proses yang berkesinambungan ini? seseorang juga mungkin menanyakan apakah teori ini terlalu bergantung pada cara beromunikasi yang rasional. Leesa Dillman. Lynn H. Richard and Turner. The McGraw Hill Companies. dan Lesa Stern (1993). Giles menantang para peneliti untuk menerapkan Teori Akomodasi Komunikasi melintasi waktu hidup dan dalam latar budaya yang berbeda. Melalui konvergensi. Mereka juga menantang pemikiran bahwa akomodasi orang dapat dijelaskan dengan hanya dua praktik. Giles memberikan penerangan pada mengapa orang beradaptasi dengan orang lain dalam interaksi mereka.

• Latar belakang teori Seorang sosiolog interaksionis dan penulis. dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. ketika sedang mengalami masa kejayaan sebagai tokoh sosiologi dan pernah menjadi professor di jurusan sosiologi Universitas California Barkeley. 11 Juni 1922 : The Presentation in Everyday Life (1959) : 19 November 1982 sosiolog kajian interaksionis dramatisme dan tersebut penulis. Ia mendapatkan gelar S1 dari Universitas Toronto. serta menjadi keyua liga IVY Universitas Pennsylvania. Dramaturgi merupakan seni bagaimana orang menempatkan peran sesuai dengan situasi dan kondisi dimana dia ditempatkan. Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Erving Goffman. memperdalam kajian dramatisme dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. Ia memiliki kedekatan kajian dengan tokoh – tokoh antropologi.TEORI KOMUNIKASI “DRAMATURGI” • Tokoh Penemu Nama Lahir Buku Meninggal Seorang memperdalam : Erving Goffman : Canada. 95 . oleh karena itu ia juga dikenal sebagai tokoh etnometodologi. dan gelar Doktor dari Universitas Chicago. Ia wafat pada tahun 1982.

Oleh Goffman. kostum. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. santun. bersikap formil dan perkataan yang diatur. Konsep impression management ini. dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. sang front liner bisa bersikap lebih santai. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi. Konsep Konsep . hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain. Selayaknya pertunjukan drama. interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater. tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region. Dalam dramaturgis. saat istirahat siang. tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region / backstage. seorang aktor drama kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan.• Asumsi Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. antara lain : 1. • Aplikasi Ada beberapa contoh kasus yang menggunakan teori Dramaturgi. Seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah.konsepnya dalam pendekatan Dramaturgi ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment. Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan setting. individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience. penggunakan kata (dialog) dan tindakan non verbal lain. penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers. Tetapi. tindakan diatas disebut dalam istilah “impression management”. menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Dimana manusia berperan sebagai aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. bersenda gurau dengan 96 .

skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. Karenanya. sehingga menciptakan citra hotel yang baik. perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. Saat istirahat makan siang. Sosok Megawati dalam membawa partainya PDI-P menuju tangga puncak pemenang pemilu 1999 tidak lepas dari isu yang dihembuskan bahwa dirinya adalah pihak yang ”dizhalimi” oleh rezim Orba. merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. Kasus diatas adalah salah satu penerapan teori Dramaturgi dalam membentuk persepsi orang lain. Karenanya. Begitu juga SBY dimana dia dulu menempatkan posisinya sebagai orang yang terdzhalimi 97 . sang front liner bisa bersikap lebih santai.bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. saat istirahat siang. Simpati pun di dapat karena memang masyarakat pada waktu itu memang sedang euphoria ”kebencian” terhadap rezim Orba. dsb). perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. santun. dramaturgi dapat diterapkan dalam strategi kampanye. merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). bersenda gurau dengan bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. Tetapi. Oleh karenanya. Saat front liner menyambut tamu hotel. SBY dan Megawati merupakan salah satu contoh bentuk kampanye dramaturgi yang berhasil. Saat istirahat makan siang. bersikap formil dan perkataan yang diatur. dalam hal ini para tamu. Oleh karenanya. skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah. Saat front liner menyambut tamu hotel. dsb). Contoh kasus lainnya. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. 2. seperti yang terjadi pada pemilihan presiden yang lalu. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut.

oleh rezim Megawati. Sehingga masyarakat pun merasa simpati dan terbukti dukungan yang mengalir tidak kalah banyak, serta mengantarkannya pada posisi RI1. Kasus diatas adalah salah satu contoh lain penerapan darmaturgi dalam praktik komunikasi massa
3. Contoh berikut ini, merupakan contoh Dramaturgi yang terjadi pada masalah

Gus Dur dan Cak Imin. Menurut Gus Solah, adik dari Gus Dur, dari sekian saudara itu biasanya ada tiga orang yang selalu terlibat debat keras dalam rapat keluarga. Mereka adalah Gus Dur, Gus Solah dan Nyai Liliek Wahid. Tiga bersaudara ini saling mempertahankan pendapat dan pendiriannya masing. Tak jarang Gus Dur walk out alias meninggalkan rapat keluarga dengan nada marah-marah. Tapi keesokan harinya, Gus Dur malah mengirim Dr. Umar Wahid – adik Gus Dur yang lain – untuk menyampaikan permintaan maaf kepada saudara-saudaranya yang lain. Intinya, Gus Dur dan saudara-saudaranya sudah terbiasa konflik, tapi setelah itu sama-sama saling memaafkan. ”Karena itu saya curiga, Cak. Jangan-jangan Gus Dur dan Cak Imin hanya konflik di permukaan, tapi dalam acara keluarga malah tertawa-tawa. Kan Cak Imin keponakan Gus Dur,” kata teman itu lagi kepada saya. Saya kira konflik ini memang harus dipahami dalam dua perspektif. Pertama, perspektif negatif (syuudzan). Dalam perspektif negatif konflik Gus Dur-Cak Imin adalah konflik faktual. Artinya, konflik itu adalah fakta politik yang bersifat hitam putih. Kedua, perspektif positif (husnudzan) yang memahami peristiwa ini sebagai pseudo - konflik. Dalam perspektif ini konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari ”sandiwara politik”. Dalam kontek ini kita bisa menemukan penjelasan dalam teori Erving Goffman. Dalam perspektif Goffman, konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari dramaturgi politik. Goffman melukiskan kehidupan sosial dengan metafora teater yang terdiri dari front stage dan back stage. • Aplikasi Pengaplikasian dramaturgi dalam kehidupan komunikasi cukup berperan penting. Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan
98

adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau. Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu. Dan berupaya untuk menyampaikan pesan yang tersimpan pada peran – peran yang ditampilkannya. Konsep utama dari teori ini adalah impression management, bagaimana seseorang menampilakan kesan yang sesuai dengan keinginan didepan public (audiences). Pengaplikasian yang paling mudah dalam kehidupan keseharian kita adalah dengan menganalisis sesuatu yang sangat kita kenal, seperti interaksi dengan teman atau kerabat terdekat kita. Sedangkan untuk yang lebih kompleks, teori Dramaturgi ini bisa kita terapkan dalam suatu pementasan theater, seperti yang telah diperbuat oleh Aristoteles. Teori ini juga dapat diaplikasikan untuk pencitraan suatu perusahaan. Dimana perusahaan membuat suatu scenario yang harus ditampilkan oleh para pegawainya pada saat sedang berinteraksi dengan tamu atau klien. Sehingga perusahaan akan memiliki kesan baik dimata pihak luar (public). Seperti pada contoh kasus yang terjadi pada seorang pegawai front linner suatu hotel diatas. • Kritik Setiap teori yang dikemukakan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing. Hal ini juga terjadi pada teori Dramaturgi milik Erving Goffman. Ada beberapa kritikan yang saya dapat mengenani teori ini, seperti : 1. Dramarturgi dianggap hanya dapat berlaku di institusi total Institusi total maksudnya adalah institusi yang memiliki karakter dihambakan oleh sebagian kehidupan atau keseluruhan kehidupan dari individual yang terkait dengan institusi tersebut, dimana individu ini berlaku sebagai sub-ordinat yang mana sangat
99

tergantung kepada organisasi dan orang yang berwenang atasnya. Ciri-ciri institusi total antara lain dikendalikan oleh kekuasan (hegemoni) dan memiliki hierarki yang jelas. Contohnya, sekolah asrama yang masih menganut paham pengajaran kuno (disiplin tinggi), kamp konsentrasi (barak militer), institusi pendidikan, penjara, pusat rehabilitasi (termasuk didalamnya rumah sakit jiwa, biara, institusi pemerintah, dan lainnya. Dramaturgi dianggap dapat berperan baik pada instansiinstansi yang menuntut pengabdian tinggi dan tidak menghendaki adanya “pemberontakan”. Karena di dalam institusi-institusi ini peran-peran sosial akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Orang akan lebih memahami skenario semacam apa yang ingin dimainkan. Bahkan beberapa ahli percaya bahwa teori ini harus dibuktikan dahulu sebelum diaplikasikan. 2. Menihilkan “kemasyarakatan” Teori ini juga dianggap tidak mendukung pemahaman bahwa dalam tujuan sosiologi ada satu kata yang seharusnya diperhitungkan, yakni kekuatan “kemasyarakatan”. Bahwa tuntutan peran individual menimbulkan clash bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan. Ini yang sebaiknya dapat disinkronkan.
3. Dianggap condong kepada Positifisme

Dramaturgi dianggap terlalu condong kepada positifisme. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, yakni aturan. Aturan adalah pakem yang mengatur dunia sehingga tindakan nyeleneh atau tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut. Teori dramaturgi juga dianggap hanya dapat berlaku di institusi total, menihilkan “kemasyarakatan”, dan dianggap condong kepada Positifisme . Sumber Henslin, James M. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi, Jilid I.

100

"Teori Label. dan mencerminkan hukuman yang berprosa bersih dan pemikiran jernih yang tidak dapat dipisahkan. ia bekerja sebagai pianist jazz profesional." ditemukan di Outsiders: Studi di Sosiologi dari Deviance (1963).Labelling Theory • Tokoh Penemu Howard Becker dilahirkan dan dibesarkan di Chicago pada tahun 1928. Everett C. sarjana sosiologi di Universitas Chicago memeluk Paham positifisme mengenai Eropa Dan Midwestern Pragmatisme. yang mengutama kepentingan sosiologi kerja dan profesi. Kesukaan Gaya penulisan nya mengkhianati silsilah akademis nya: pada waktu ia masih seorang siswa. Profesornya. Hughes. ujar Becker. dan mengajar dalam departeman sosiologi di Universitas Northwestern. Ia dikenal dengan kejelasan tentang prosanya. Sebagai sarjana lulusan dan mahasiswa di Universitas Chicago. dan pengajarannya berada di lahan lain dari sosiologi. or Article’ merupakan salah satu buku terbaik dalam menasehati semua akademis bagaimana cara menulis. Penelitian ini dipimpin oleh Becker untuk menulis tentang obatobatan. adalah orang yang di anggap penting oleh Becker. Ia adalah Hughes. mungkin ini paling penting dan berpengaruh bagi sosiologi. tulisan. yang pertama kali mendorong dia untuk melakukan studi musisi jazz sebagai kelompok profesional. Bagaimanapun. Buku Becker ‘Writing for Social Scientists: How to Start and Finish Your Thesis. ketika iklim politik di Amerika Serikat telah ditingkatkan. dan Universitas California di Santa Barbara. Book. Tidak ada tindakan khusus yang menyimpang sampai kelompok dengan status sosial yang kuat atau posisi yang kuat memberikan semacam label (Becker. Becker menjelaskan bahwa penyimpangan didasarkan pada reaksi dan tanggapan orang lain dari seorang individu untuk bertindak. 101 .D-nya dalam bidang sosiologi dari Universitas Chicago pada 1951. Universitas Washington. kebanyakan dari penelitian. Label yang menyimpang akan diterapkan apabila seorang individu lain mengamati perilaku mereka dan untuk bereaksi dengan label sebagai orang yang menyimpang. Ia melanjutkan pendidikannya di bidang sosiologi di Universitas Chicago sebagai mahasiswa Blumer dan Hughes. dan ia menolak untuk menerbitkan lebih dari satu dekade hingga 1963. Becker menerima gelar Ph.

Untuk disertasi doktor. ini menghadirkan data objektif yang mungkin memerlukan suatu 102 . dan telah menulis tentang implikasi dari label masyarakat sebagai bahan obat-obatan dan pengguna narkoba sebagai addicts. Teoritis pendekatan ini telah dipengaruhi penyimpangan kriminologi. Dia telah melakukan penelitian individu 'pengembangan identitas mereka melalui pekerjaan. Dia telah menerima beberapa penghargaan berdasarkan pada masa kontribusi terhadap sosiologi. • Asumsi Labelling Theory Sebagai kontributor untuk Pragmatisme Amerika dan kemudian anggota Sekolah Chicago. Becker (A sociologist in liberty. Becker belajar Chicago schoolteachers. Dalam penelitian itu pasti mengacu pada teori dan konsep-konsep interaksi simbolis. dan Charles H. Pessin meninggal pada tahun 2005. sebab Herbert telah mencoba banyak peran berbeda dan banyak fungsi interaksi sosial dan telah mampu mengukur reaksi dari itu semua. Selama tinggal di San Fransisco. Secara teoritis. George Herbert Mead memposisikan bahwa diri secara sosial dibentuk dan direkonstruksi melalui interaksi. identitas dan seksualitas penelitian. jenis kelamin. seorang sosiologis di Universitas Grenoble yang menulis buku pada Becker berjudul Un sociologue en liberté. Masing-Masing individu menyadari bagaimana mereka dihakimi atau dinilai oleh yang lainnya. Buku yang dihasilkan. dilakukan dalam wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengidentifikasi ganja sebagai pengguna.1963). tetapi juga berusaha untuk menyelidiki pengaruh struktur sosial pada tindakan individu dan identitas. sebelumnya di perusahaan Alain Pessin. masing-masing. dimana masing-masing orang miliki keterkaitan didalam masyarakat tersebut. Tetapi ketika orang lain mengganggu ke dalam keseharian dan hal yang menyangkut hidup individu tersebut. hal tersebut membangun suatu konsepsi hubungan diri. Becker). Becker secara teratur bersinggah di prancis. termasuk Cooley / Mead Penghargaan dari Psikologi Sosial bagian ASA pada tahun 1985. Cooley dan George Herbert Mead penghargaan dari Masyarakat untuk Kajian Symbolic Interaksi (di mana ia menjabat sebagai presiden 1977-78) pada tahun 1980 dan 1987. "Outsiders" merupakan pekerjaan penting dalam penyimpangan dari sosiologi dan dasar teori label. a reading of Howard S. Lecture de Howard S.

atau mungkin ada faktor structural yang relevan seperti kelas sosial pelanggar. perzinahan bukanlah suatu kejahatan. Model Labelling Theory Secara umum. sebagian besar label theorists memperdebatkan bahwa fenomena dari "Deviance" adalah 103 . ras. dapat membuat pertimbangan yang dapat dihormati secara lebih luas oleh orang lain. Di kebanyakan negara-negara barat. Tetapi dalam beberapa Negara Islam. kesusilaan. reaksi kelompok adalah melabel seseorang seperti sedang melawan norma-norma moral atau sosial perilaku mereka. berzinah adalah suatu kejahatan dan bukti dari aktivitas diluar perkawinan dapat menuntun kearah konsekuensi yang menjengkelkan bagi semuanya. lingkungan di mana kesalahan terjadi.evaluasi ulang yang menyangkut konsepsi tersebut tergantung pada wewenang dari pertimbangan orang lain. keadaan baru-baru ini atau malam. Pertama. dan lain lain. Ini adalah kekuatan kelompok: untuk mengangkat pelanggaran atas aturan mereka sebagai penyimpangan dan memperlakukan orang tersebut secara berbeda tergantung pada kesungguhan pelanggaran tersebut. Jika penyimpangan adalah suatu kegagalan untuk dicocokkan dengan aturan yang diamati oleh kebanyakan dari kelompok. namun berbeda dengan proses yang menyimpang arti dilampirkan untuk menjadi aktor dan perilaku. Sebagai contoh. semakin self-image individu dipengaruhi. Keluarga dan teman-teman dapat menilai dengan cara dan sudut pandang yang berbeda dari orang asing ataupun orang lain secara acak. Baik suatu pelanggaran terhadap suatu aturan ditentukan akan digambarkan dengan " boo boo politics " yang akan tergantung pada arti moral atau ajaran lain tersebut dihadirkan. pukul. Pemasangan label seperti "pezina" mungkin memiliki beberapa konsekuensi buruk tetapi mereka tidak selalu menjengkelkan. jam. Semakin berbeda perawatan. perzinahan mungkin adalah suatu pelanggaran atas suatu aturan informal atau mungkin saja ‘criminalized’ tergantung dengan status perkawinan. jenis kelamin. dan agama di dalam masyarakat tersebut. Wakil individu yang lebih bersosial seperti polisi atau hakim. Ada juga permasalahan dengan stereotypes. Labelling theory fokus pada dua hal. Pelanggaran atas aturan dapat diperlakukan dengan cara yang berbeda tergantung pada faktor pribadi seperti umur. dan lain-lain dari pelanggar hukum.

pelaku mungkin mengalami perubahan dalam konsep diri sebagai akibat dari pengalaman dan mulai label untuk mengidentifikasi dengan label menyimpang. aktor. Akibatnya ini saling bertransformasi dalam hubungan sosial dan identitas pribadi. seperti penolakan dari aktor dari kelompok konvensional. berubah attributions umumnya mengakibatkan reaksi inklusif ditujukan untuk mengubah perilaku aktor dari repot tanpa kecuali dia dari hubungan konvensional grup. in turn. para penonton. yang mungkin menjadi berkomitmen untuk pola yang stabil secondary (or "career") deviance sekunder (atau "karir") yang merupakan produk dari label pengalaman. Kebanyakan versi label teori juga langsung ke kedua proses sosial yang mengalir dari pengalaman pelabelan dan dikeluarkan dari kelompok hubungan konvensional. This sustained pattern of deviant activity. Ketika penonton mengalami permasalahan sosial dan perilaku masyarakat. Selain itu. might lead back to 104 .interactionally yang dibuat melalui proses yang rumit reaksi audiens atau aktor yang bertindak dalam suatu situasi sosial. karakteristik dari tindakan. dan berubah bersama konteks mempengaruhi audiens dari interpretasi subyektif atau sebab-musabab atribusi dari sumber "masalahnya. dan label sebagai aktor yang menyimpang. Di sisi lain. Elemen dasar dalam proses ini adalah seperti yang digambarkan di bawah label Bagian I dari teori." Apakah audiens menginterpretasikan masalah sebagai ekspresi pribadi atribut dari aktor (seperti jahat atau mental disorder) atau masalah yang dikaitkan dengan keadaan berubah atau tekanan? Pribadi attributions cenderung menyebabkan reaksi eksklusif. Aktor sosial yang telah diberi label sebagai penyimpang dapat mengubah grup afiliasi mereka dan mulai untuk menghubungkan dengan pihak lain yang juga telah diberi label.

105 . Baik labeling positif maupun labeling negatif akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang khususnya anak-anak. “Kamu memang anak yang baik. Begitu pula pada diri seorang anak dan apabila hal ini disertai dengan sikap kita yang mendukung labeling tersebut yaitu bersikap selayaknya pada anak yang baik. terutama pada anak-anak usia sekolah dasar.continued labeling and rejection by conventional audiences. Selanjutnya penyimpangan dari pola kegiatan. Maka hal ini akan menumbuhkan minat dan kepercayaan diri anak. pintar. Terlebih apabila orang tersebut bersikap menerima label ini dan kemudian kita memperlakukannya selayaknya seseorang yang bodoh atau nakal. pada gilirannya. rajin. karena seperti kita ketahui bahwa anak mempunyai perasaan yang sangat peka. dan akibat terburuknya ialah apabila label tersebut telah melekat pada diri anak.” Dengan kita berkata demikian secara tidak langsung kita sedang melakukan proses labeling positif pada seorang anak. Misalnya dalam pergaulan. pintar. itu berarti kita sedang melakukan proses labeling negatif pada orang tersebut yang bisa menyebabkan orang tersebut merasa tidak berharga. • Aplikasi Labeling atau penjulukan dapat bersifat positif maupun negatif. Sebaliknya apabila kita menyebut seseorang dengan sebutan “bodoh” ataupun “nakal” seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. maka hal ini dapat membuat dia merasa bahwa dia memang seperti apa yang dikatakan orang. walaupun sebenarnya dia tidaklah seperti itu. rajin. Dan tentunya hampir semua orang menginginkan labeling positif ini. mungkin akan terus kembali ke pelabelan dan penolakan oleh pemirsa konvensional.

sehingga anak secara sadar maupun tidak akan menampilkan label tersebut dalam perilakunya sehari-hari. Kuat atau tidaknya label ini melekat dalam diri seorang anak tergantung dari beberapa hal. Apabila hal ini terus berlangsung dan disertai dengan sikap yang mendukung perkataan tersebut. Anak bersikap positif dengan menerima labeling ini dan lingkungan sekitar (rumah/sekolah) mendukung labeling ini. Teori labeling adalah teori yang mengatakan bahwa seseorang menjadi menyimpang karena proses pemberian julukan. Atau dalam beberapa kasus lain menyebut seseorang itu ”Nakal” karena dia melakukan suatu kesalahan yang mungkin kesalahan tersebut dilakukan hanya untuk mencari perhatian dari orang lain. yakni teori penjulukan dapat bersifat positif maupun negative. cap.Tetapi apabila dengan labeling ini anak bersikap negative dengan tidak menerima labeling tersebut ataupun lingkungan sekitar bersikap negative juga. atau label yang tidak diinginkan oleh dirinya. etiket. Contohnya. hanya karena orang tersebut belum dapat memahami suatu pelajaran dengan satu atau dua kali penjelasan. sehingga memperlakukannya sebagai anak yang baik. Labeling Positif Seorang anak di cap sebagai “anak yang baik” oleh orang tua/gurunya dan hal ini tentunya sangat berarti bagi anak tersebut. Adakalannya seseorang mendapatkan cap. maka secara tidak langsung kita telah melakukan labeling pada orang tersebut. • Kritik Teori Labelling. Maknanya adalah sebuah label yang dikenakan yang biasanya terlihat sebagai karakteristik yang lebih atau menonjol dari aspek lainnya pada orang yang bersangkutan. Maka labeling ini tidak akan melekat kuat pada diri anak. Hal ini terjadi karena anak merasa dihargai dan pada akhirnya labeling ini akan melekat cukup kuat dalam diri anak. yaitu dengan memperlakukannya sebagai anak nakal. merek oleh masyarakat kepadanya. Teori Labelling terkadang tidak selamanya dianggap baik. 106 . Teori penjulukan memiliki label dominan yang mengarah pada suatu keadaan yang disebut dengan Master Status. Baik disadari atau tidak. adakalanya beberapa orang seorang itu “bodoh”. Maka anak tersebut akan berusaha bersikap seperti apa yang di cap orang terhadap dia yaitu menjadi anak yang baik. diantaranya: Labeling adalah pemberian cap.

Pemberian julukan dapat mengakibatkan perubahan prilaku pada seseorang. Oxford. menjadi dan menanamkan pada dirinya bahwa mereka memang tidak dapat melakukannya. namun bukan berarti tidak bisa. SPEECH ACT THEORY / TEORI BERBICARA • Tokoh Penemu John R Searle J. dan apa yang kita pikirkan sekarang mengenai teori ini seluruhnya dikembangkan oleh John R Searle. Untuk itu dalam studi klasik dan linguistik tersebut Austin sekarang menambahkan filosofi.L Austin Speech Act Theory pertama kali dikemukakan oleh J. jika ia mendapatkan cap positif maka citra dalam dirinya akan bersifat positif pula. Dia bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa klasik ke Balliol College.L Austin pada tahun 1962. Kenyataanya hal tersebut belum tentu benar. Karena adanya pelabelan inilah banyak orang yang awalnya hanya tidak dapat melakukan. mungkin saja orang tersebut hanya belum bisa. John Langshaw Austin lahir di Lancaster pada 26 Maret 1911. Sebaliknya pun demikian. Jika hal negative yang di capkan pada dirinya telah melekat di masyarakat. maka ia akan menganggap secara sadar maupun tidak sadar bahwa hal tersebut adalah benar. pada saat ia mencoba dan tidak bisa sehingga melakukan kesalahan dan orang lain menganggapnya bodoh maka orang tersebut akan dianggap bodoh selamanya.pada saat seseorang ingin belajar. Pada tahun 1924 ia memasuki Sekolah Shrewsbury dengan beasiswa. 107 .

Dalam masa singkatnya tersebut hanya tujuh karya muncul. Pada tahun 1945. Dia pernah sekali berkata pada temannya: "Saya harus memutuskan apakah pada awal saya akan menulis buku atau untuk mengajar orang cara filosofi berguna. Biasanya komunikasi melibatkan lebih banyak ucapan dan tindakan. mungkin juga akan berpikir untuk menunjuk ke arah beberapa perbedaan nyata dalam pengalaman. dari yang biasa sampai yang terperinci terdiri dari tindakan komplex pesan atau percakapan. Sebagian besar komunikasi. kebijakan.Setelah mengambil kehormatan pertama. 1935 Austin di atas penelitian ini telah memberikan beasiswa kepada sesama dan mengajar menjadi pengajar di Magdalen College. Austin tidak mengikutu pertimbangan yang mengharuskan menggunakan bahasa biasa diakhir kata dalam argumen filisofis. walaupun bukan sebagai akhir dari fenomena. Untuk mempelajari tentang struktur pesan digunakan sebuah analisis yang bernama Discourse analysis atau analisis percakapan. • Latar Belakang Teori Komunikasi terkadang menggunakan satu isyarat atau kombinasi isyarat. ia hanya menerbitkan sangat sedikit karyanya. dan kesadaran. 108 . Cara kerja filosofi ini. "kita mempertajam kesadaran akan kata untuk Austin mengembangkan strategi untuk mempertajam persepsi kita. Penyelidikan rinci dari distinctions hampir gagal untuk mendapatkan diskusi filosofis untuk memulai sebuah produktif. tetapi dia bersikeras bahwa “itu adalah kata yang pertama. Austin menguraikan. Austin melanjutkan mengajar di Oxford. dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh dari sumber linguistik yang tersedia. Dedikasi utama Austin adalah untuk mengajar. dia berhasil untuk berkompetisi di persekutuan Semua lulusan sarjana lainnya. idiom. hidup untuk menggunakan dan menggantikan persaingan dalam kompetisi dengan alternatif distinctions. menurutnya. mengumpulkan dan mengklasifikasikan banyaknya kata-kata. dan hasilnya. dan metafor yang biasanya melibatkan dalam diskusi filosofis yang menarik. dan pada 1952 ia terpilih untuk menduduki jabatan White’s chair filosofi.” Apapun perbedaan yang telah menjadi tetap dalam bahasa sehari-hari. Ini akan menjadi hal yang biasa digunakan dalam bahasa daripada dalam kosakata teknis." Dengan kecerdasan." Awal karirnya Austin menemukan sebuah filosofis teknik yang berkembang secara langsung dari-Nya dan klasik studi linguistik.

pada umumnya menggunakan kata. Semantik mempelajari tentang hubugan antara lambang dengan artinya. yang ketiga conversation analysis. Pertama tekait pada organisasi percakapan. tindakan adalah cara untuk melakukan sesuatu. Pedoman dalam mempelajari ilmu bahasa ini pertama kali dikembangkan oleh Charles Morris pada tahun 1930. dan mereka mempelajari arti dari bentuk-bentuk yang nampak dalam kontex. Charles Morris mengelompokan ilmu bahasa kedalam tiga pembelajaran yaitu.Menulis dan bahasa nonverbal bisa dianggap sebagai salah satu bagian dari percakapan. sintaksis. tetapi dengan masalah percakapan seharihari. dan yang terakhir adalah poststructuralist movement. semantik. teori ini sudah berkembang sejak abad ke20. Kedua. Ketiga. tetapi juga aturan untuk satuan yang lebih besar untuk dapat emandang sesuatu menurut kegunaannya (pragmatik) dalam situasi sosial. analisis ini melihat dari tindakan. Ini tidak terkait dengan sifat psikologi yang tersembunyi atau fungsi otak. Ada empat riset umum yang berhubungan percakapan ini. Beberapa ahli membagi analisis percakapan ini dalam beberapa bagian secara umum. Beberapa teori melihat bagaimana struktur suatu pesan bisa membuat pernyataan yang koheren atau masuk akal. Sedangkan teori lainnya melihat pola bicara antara dua orang dalam suatu percakapan. Tepat bila kemampuan linguistik terkait dengan peraturan berbahasa. kebanyakan analisis percakapan hanya dikonsentrasikan pada percakapan yang terjadi. yang kedua propotional coherence theory. analisis percakapan terait dengan peraturan transaksi atau pertukaran pesan. Sementara sintaksis mempelajari 109 . bukan hanya aturan dalam tatabahasa dalam satu kalimat saja. Untuk mempelajari Speech Act Theory teori terlebih dahulu harus mengerti tentang filosofinya dan mempelajari bahasa. Analisis percakapan lebih menarik dalam bagimana seorang pembicara benarbenarmengorganisasikan pesan untuk menyelesaikan berbagai hal. Analisis percakapan melihat bentuk-bentuk sebenarnya cara bicara dan bahasa nonverbal dari melihat dan mendengar. analisis percakapan mencari sebuah prinsip yang digunakan komunikator dari perspektif komunikator itu sendiri. dan pragmatis. Banyak dari tujuan komunikasi kita terbagi dalam sebelum dan sesudah tingkah laku kita. prinsip ini digunakan oleh komunikator untuk menghasilkan pengertian kata dan tipe pesan lainnya. Yang pertama adalah Speech act theory. Analisis percakapan mengasumsikan bahwa kita harus tahu bagaimana bahasa itu digunakan.

perintah. Namun. Speech act theory tidak sepenuhnya terlepas dari sematik. kata tersebut bukan berarti hanya sebuah kata saja. “Saya berjanji untuk mengembalikan hutang-hutangmu. ilmu bahasa dan filosofi umumnya berpusat pada sistem formal. Bilamana satu kata ditunjukan dengan satu gerakan. Tetapi mengetahui kata-kata itu tidaklah cukup. tapi bisa berubah menjadi sebuah kata atau ungkapan selama mengikuti aturan yang diperlukan teori tersebut.” kita menganggap bahwa orang lain mengetahui makna kata-kata itu. pragmatik menjelaskan tentang tata cara berbahasanya. Speech act theory didesain untuk membantu kita memahami bagaimana orang-orang melengkapi atau menyempurnakan sesuatu dengan kata-kata. Speech act theory ini muncul dari pengembangan bahasa dan filosofi. kita menginginkan orang lain mengetahui maksud dan tujuan kita dengan kata-kata yang kita ucapkan tersebut. Gerakan tersebut mungkin saja untuk menyatakan pertanyaan. atau berbagai kemungkinan lain. bahkan tidak pernah. bagaimanapun dengan perpindahan bahasa yang luar biasa dalam filosofi. dan sema sistem tata bahasa formal dan filosofi dalam teori ini masih mencoba untuk mengetahui sistem tentang bagaimana cara mempengaruhi dengan menggunakan bahasa sehingga komunikasi bisa berhasil. Bila kita mengucapkan sebuah kata. Perubahan ini terjadi pada pertengahan abad. janji. Pada awal abad ke-20. Dalam Speech act theory ini sekecil apapun gerakan atau kata yang kita ucapkan dapat mengandung sebuah makna. Secara normal Speech Act hanyalah sebuah kalimat. • Teori Dalam teori ini speech act adalah dasar standar bahasa yang digunakan untuk memunculkan makna. Ini jelas merupakan bagian dari teori pragmatik yang mana mencoba untuk mengatur berbagai macam permainan bahasa yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi. 110 . Jika kita berkata.tentang tata bahasa dan menjelaskan grammar yang digunakan dalam berbahasa. Pendekatan filosofi ini mempertimbangkan penggunaan bahasa. semantik dan sintaksis menjadi hal yang diprioritaskan. Selanjutnya. Mengetahui apa yang kita maksud untuk menyempurnakan dengan menggunakan kata-kata adalah penting. atau memainkan gaya bahasa. bukan bahasa yang formal dan sistem steril. Didalam ilmu bahasa. Ilmu bahasa dalam era sekarang jarang berhubungan dengan tingkah laku. sisntaksis.

yaitu yang didesain untuk mempunyai suatu dampak aktual pada perilaku orang lain. Sekarang adanya perbedaan antara propositional dan illocutionary acts. 111 . Dampak ini bisa berupa menggerakan orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan dalam kata-kata kita tersebut. garam itu berbahaya bagi tubuh. permintaan. dan nama perempuan itu adalah Martha. Suatu proposisi. Ada perbedaan antara illocution dan perlocution. The illucutional act merupakan inti dari teori ini kemudian possible accomplishment of message. Perlocution adalah suatu tindakan yang mana si pembicara mengharapkan si pendengar tidak hanya memahami maksud tersebut tetapi juga untuk bertindak atas maksud tersebut. dan kedua hal tersebut disebut illocutionary dan perlocutionary. Disini pendengar tidak melakukan tindakan apapun. kita mengatakan sesuatu jika kita tidak percaya bahwa itu benar. yang kedua. Pertama. kita memenuhi suatu tujuan.Dalam Speech Act Theory Kapanpun kita membuat suatu pernyataan. Jika kita berkata “aku haus” dengan maksud agar orang lain mengerti bahwa kita membutuhkan sesuatu untuk minum. Contoh tersebut tak lantas membuat seseorang langsung percaya dengan apa yang diucapkan. yang mana disebut illocutional act. Illocution adalah suatu tindakan yang mana dalam keprihatinan yang mendasar milik si pembicara adalah bahwa pendengar memahami the intention untuk membuat suatu janji. situasi. Proposisi dapat dievaluasi dalam terms dari truth-value (nilai kebenaran) tersebut. Dengan kata lain. yang paling penting dalam speechact pespective yaitu. menunjukan beberapa kualitas atau asosiasi dari suatu objek. sebagai satu aspek dari isi pernyataan. kita menyatakan sesuatu mengenai dunia. Dimana setiap kata yang kita ucapkan pasti memiliki tujuan. yaitu suatu pengucapan kata-kata dalam kalimat dengan sederhana. Contoh dari proposisi. kue itu enak. Kita hanya menampilkan illocutionary act saja.” Kita sedang melengkapi beberapa hal. atau kita mencoba untuk meyakinkan orang lain untuk percaya. contoh ini disebut permintaan tidak langsung. atau apa saja. atau menampilkan suatu propositional act. Ini disebut utterance (ungkapan) act. Jika kita ingin supaya dia membawakan air mineral. kita menghasilkan percakapan. atau peristiwa. Dalam speech act literature. kita mengirimkan perlocutionary act. Yang ke tiga. suatu undangan. “Aku akan membayar hutangmu. Dengan kata lain dalam perlocutionary ini pendengar merespon dengan tindakan. Perbedaan-perbedaan ini lebih penting dari pada yang mereka duga. Yang ke empat adalah perlocutionary act.

Dalam speech act. hal itu dapat terhitung sebagai suatu tawaran jika si pembicara bermaksud untuk mengatakan bahwa dia akan mulai membuat makan malam atau itu mungkin secara sederhana mempunyai illocutionary force dari suatu pernyatan yang didesain atau dirancang hanya untuk menyampaikan informasi dan tidak ada yang lebih. kita membagi suatu pemahaman dari apa yang dihasilkan dari itu. Constitutive rule secara nyata menghasilkan permainan-permainan. yang membantu kita mendefinisikan illocutionary force dari suatu pesan. Dengan kata lain. Dalam speech-act theory. Searle akan tertarik pada tindakan seperti berikut: “Saya bertanya apakah kue itu enak”. Dengan kata lain kita ingin meyakinkan seseorang dengan kata-kata kita itu.tetapi. Dapat terhitung sebagai permintaan jika maksud pembicara adalah supaya si pendengar menawarkan makanan. pernyataan “Saya lapar”. stating). Contohnya. Makna dari speech act adalah illocutionary face-nya. warning. Kita tahu suatu maksud di samping pesan yang saat ini. adanya peraturan-peraturan. Searle berkata secara mendasar bahwa “mengucapkan sebuah bahasa mengikat dalam sebuah bentuk rule-governed dari sebuah perilaku”. constitutive rule mengatakan pada kita apa yang ditafsirkan sebagai janji. illocutionary force disini sebenarnya sebagai paksaan agar pendengar mau melakukan apa maksud dari perkataan kita atau melakukan illocutionary act. Illocutionary force hampir mirip dengan perlocutionary act. karena nilai kebenaran yang terkandung dalam proposisi. propositions harus selalu dilihat sebagai bagian dari konteks yang luas. yaitu the illocution. “Saya menyatakan bahwa nama perempuan itu adalah Martha”. Dalam kasus ini. memperingatkan. kita hampir selalu ingin mengkomunikasikan sesuatu lebih dari sekedar kebenaran dari suatu proposisi: kita ingin melalukan sesuatu yang lain dengan kata-kata kita. kebenaran tidak disadari begitu penting. sebagai perlawanan pada sebuah permintaan atau pada sebuah 112 . berdasarkan Searle karena kita membagi bahasa umum. Malahan. Apa yang dilakukan si pembicara dengan proposisi. Bagi Searle. yang permainan tersebut dihasilkan atau dikonstitusikan oleh aturan tersebut. dan menyatakan (asking. “Saya memperingatkanmu bahwa garam itu berbahaya bagi tubuh”. adalah speech-act – dalam contoh-contoh ini adalah bertanya. pertanyaan yang nyata adalah apa yang si pembicara bermaksud untuk melakukan dengan uttering a proposition. Dua tipe penting dari aturan tersebut adalah constitutive dan regulative.

Regulative rule memberi petunjuk untuk bertindak dalam sebuah permainan. Speech act tidak sukses ketika kekuatan illocutionary mereka tidak dipahami dan mereka dapat mengevaluasi tingkatan pada yang mereka gunakan sebagai aturan dari speech act. bertanya. si pembicara harus mengatakan bahwa tindakan masa depan akan terselesaikan. berterima kasih. Propositional content rule menspesifikkan beberapa kondisi dari obyek yang ditunjukkan. memberi peringatan. barangkali untuk membayar kembali hutang yang ada. Beberapa tindakan illocutionary harus memiliki seperangkat dasar dari constitutive rule. Padahal proposisi dievaluasi dalam term kebenaran atau validity. pernyataan. Sebagai contoh. atau bahkan arti semantik dari ungkapan pernyataan tersebut. speech act kemudian dievaluasi dalam term felicity atau tingkatan pada kondisi dari tindakan yang bertemu. Tipe constitutive rule ini diyakini untuk menunjukkan secara luas dari tindakan illocutionary seperti sebagai permintaan. Tipe yang kedua dari aturan adalah regulative. Perilaku diketahui dan tersedia sebelum digunakan dalam tindakan dan mengatakan pada kita bagaimana menggunakan speech act untuk melakukan maksud khusus. Justru Speech act theory lebih 113 . Tipe-tipe Speech Act Theory Speech act theory tidak terlalu mementingkan sintaksis ungkapannya. Felicity dari janji adalah apakah essential rule bagi pengeksekusian sebuah janji telah bertemu. Sincerity rule menunjuk pada pembicara untuk memaknai apa yang ia katakan. beriklan. dan mengucapkan selamat. Dengan kata lain kata-kata janji membangun kewajiban kontraktual diantara pembicara dan pendengar. Regulative rule ini menetapkan keterangan urutan perilaku yang seharusnya berada pada keadaan tertentu. Salah satu intensi secara luas dipahami oleh orang lain karena constitutive rule tersebut. dalam sebuah janji. Preparatory rules melibatkan dugaan prekondisi dalam pembicara dan pendengar secara perlu bagi tindakan untuk mengambil tempat. Essential rule berkata bahwa tindakan sesungguhnya diambil dari pendengar dan pembicara untuk menunjukkan kembali apa yang terlihat menjadi di awal. mereka berkata pada orang lain apa yang diharapkan sebagai sebuah jenis khusus dari speech act. Constitutive rule menetapkan keterangan perhitungan perilaku dalam interaksi.perintah.

mengucapkan selamat. • Declaratives : Memberikan pernyataan yang tegas. dan mengucapkan selamat datang. berkontrak. dll. Speech act theory berisikan bahwa kita peduli dengan interaksi yang berlangsung terus menerus selama penggunaan peraturannya. Setelah mengelompokan berbagai tipe speech act. menjamin. dan pemberhentian. Lima tipe speech act theory : • Assertives : merupakan ungkapan yang mempercayakan speaker untuk mendukung kebenaran dari proposisi. tetapi aplikasi ini memiliki dampak pengaruh yang besar kepada ilmu sosial dan umat manusia.mementingkan performa pada saat orang tersebut sedang berpidato dan efek yang didapat penonton saat memperhatikan pidato mereka itu. menegaskan.pendidikan kebudayaan. pernikahan. dan mempercayai. Pengaplikasian ini meliputi aspek pengembangan 114 . meminta maaf. Salah satu keberhasilan dari speech act theory ini dapat memisahkan macam-macam illocutionary yang melekat pada speech act. memberi izin. langkah selanjutnya yaitu bagaimana cara mengerti sebuah ungkapan yang istimewa dalam sebuah percakapan. memberi permintaan. Sebagai contoh adalah pengangkatan. • Expressive : Mengkomunikasikan pernyataan-pernyataan psikologis si pembicara. kesastraan. • Aplikasi Pengaplikasian Speech Act Theory dikembangkan oleh para ahli bahasa. Misalnya pada bidang antropologi. Mereka terdiri dari beberapa hal seperti berjanji. dan lain-lain. bersumpah. etnografi. seperti berterima kasih. Hal ini meliputi mengungkapkan. misalnya dengan memberi saran. dan memberi garansi. menyimpulkan. edukasi. Aturan-aturan dalam Speech act theory terlihat lebih spesifik yang dapat membantu untuk mengartikan apa yang dikomunikasikan pada setiap kalimat dan bagaimana sebuah ungkapan atau kalimat harus digunakan dalam berinteraksi. • Directives : illocution yang berusaha membujuk pendengar untuk melakukan sesuatu. • Commisive : yang mempercayakan speaker untuk sebuah tindakan yang akan datang.

keterangan tempat atau waktu serta hubungan antara kata-kata tersebut dengan konteks penggunaannya direfleksikan secara linguistis dalam istilah ”deixis”. Explanatory potential/ Keungkinan penolakan • Kritikan : Apakah speech act theory benar-benar setuju denga penggunaan percakapan yang bermacam-macam dan tidak menentu? Apakah speech act theory sebagai alat yang digunakan untuk mengerti sebuah ucapan? Sumber Infante Dominic. A. kata ganti (untuk benda dan orang). Dalam disiplin ilmu komunikasi. kata sapaan. Building Communication Theory. Rancer. Second edition. Yang membuatnya sulit menganalisis teory ini.kemampuan berbicara. USA: Daanna F. Contoh pengunaan Speech Act Theory ini pada Penamaan. 115 . Feasibility/ kemungkinan yang terjadi • Sangat memungkinkan untuk menghubungkan sebuah kalimat atau ungkapan dalam system act fashion ke speech act. Dalam ”deixis” dibahas bagaimana bahasa meng-enkodifikasi dan menggramatikalisasi konteks ujaran atau suatu peristiwa ujaran. di dalam bahasa Latin disebut ”demonstratio”. 3. sebutan. Womck. dan penggunaan tata bahasa. Namun apakah sebuah kalimat dapat dikategorikan secara signifikan? 2. • Kritik-Kritik Van Rees memberikan ringkasan kritikan mengenai teori ini kedalam tiga katagori. 1993. seringkali dalam bidang konjungsi dengan metode prinsip analisis komunikasi. Penerapan deixis akan lebih ”mudah” terlihat dalam face-to-face-interaction. speech act theory digunakan untuk menjelaskan rangkaian kalimat percakaan. Deixis berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “menunjukkan”. Andrew S. Dengan demikian. yaitu: 1. sebenarnya menjelaskan ungkapan itu sendiri. interpretasi terhadap suatu ujaran sangat bergantung pada analisa setiap konteks di luar ujaran. Emprical Valadity • Meskipun speech act theory digunakan untuk ”menyamakan persepsi yang dijelaskan oleh sumber informasi”.

Spiral of Silence • Tokoh Penemu Nama TTL Pendidikan - : Elisabeth Noelle-Neumann : Berlin. Dia Kemudian bekerja untuk Frankfurter Zeitung sampai tahun 1943 karena dilarang bekerja di tempat itu. yang lebih terinci dalam bukunya yaitu The Spiral of Silence : Public Opinion . Theories of Human Communication. telah hampir dimonopoli oleh lembaga periklanan dan oleh karena itu dapat membuka dan menutup pintu-pintu gerbang pendapatan iklan yang mereka inginkan. Tahun 1947 ia dan suami pertama Erich Peter Neumann mendirikan sebuah organisasi penelitian opini publik . Pada tahun 1940 ia bekerja sebentar untuk Nazi di sebuah media massa koran Das Reich. sejarah. Pada tanggal 8 Juni 1941. didalam tulisan mereka sendiri. Roosevelt untuk mencari yang lebih baik. Pada tahun 1940 ia menerima dia Phd dan berkonsentrasi pada penelitian opini publik di Amerika Serikat. Dia menulis. dan Amerika studi di Universitas Friedrich Wilhelm.Our Social Skin. jurnalisme.Littlejhon.University of Göttingen (1935) Friedrich Wilhelm University University of Missouri adalah ilmuan poltik Elisabeth Noelle-Neumann Jerman. Dia mendapatkan Abitur pada tahun 1935 di universitas Göttingen. Kontribusi yang paling terkenalnya adalah menemukan sebuah teori Spiral of Silence. “ Orang-orang Yahudi." Akhirnya dia dipecat ketika dia menukar foto yang tidak baik dari Franklin D. . Stephen W. dan University of Missouri.Institut für Demoskopie Allensbach. Königsberg Albertina University. 19 Desember 1916 : . dan kemudian belajar filsafat. Dia tinggal di Amerika Serikat dari tahun 1937 sampai 1938. Das Reich mempublikasikan tulisan Noelle Neumann yang berjudul “Who Informs America? Dimana dia menyebarkan cerita yang dibuatbuat bahwa sindikat yunani menjalankan media Amerika. Fifth Edition. 116 . . yang hari ini adalah salah satu yang paling dikenal dan paling bergengsi di Jerman.

Dari 1964 sampai 1983 ia memegang jabatan di Johannes Gutenberg University of Mainz. Hal: 445) teori Spiral kebisuan memiliki tiga asumsi mendasar. kita tidak lepas dari apa yang namanya opini publik. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication.3rd edition. Konsep Teori Opini Publik Berbicara teori ini. Richard & Lynn H. not isolating himself is more important than his own judgment”. Turner.wikipedia. To the individual. Perilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh penilaian opini publik. Noelle-Neumann adalah presiden dari Asosiasi Dunia untuk Penelitian Opini Publik 1978-1980 dan bekerja sebagai tamu profesor di Universitas Chicago dari 1978 sampai 1991. Ketakutan akan terisolasi menyebabkan individu mencoba untuk menilai opini terus menerus. Bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi. Mc Grawhill: 2007.3rd edition. “If public opinion arises from an interaction of individuals with their social environments. Dari opini ini. • Asumsi Teori Menurut Noelle Neumann (West. Hal: 117 . we should find at work the processes which Asch and Milgramhave confirmed experimentally. Turner. yaitu: 1. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Mc Grawhill: 2007. (West. Menurut saya opini publik itu adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pedapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. 2.org/wiki/Elisabeth_Noelle-Neumann ) • Latar belakang teori Teori ini muncul karena adanya eksperimen yaitu eksperimen Asch (1958) dan eksperimen Hilgram (1963). Karena teori ini sangat kental dengan adanya opini publik. (Sumber: http://en. Noelle mengatakan. ketakutan akan terisolasi. Menurut Noelle Neumann. Richard & Lynn H. spiral ini akan terlihat mana orang yang menganut minoritas dan mayoritas. 3.

akan semakin menguat dan menghasilkan spiral kebisuan tersebut. and Uses in The Mass Media. Apa yang menjadi pandangan yang dominan pada suatu waktu tertentu sering kali dentukan oleh media. pada area perdebatan dan perubahan. dengan demikian definisi media massa atas suatu pandangan dan kurangnya dukungan yang diungkapkan atas pandangan seseorang dalam komunikasi antar pribadi. Jadi dari dua terminologi itu. (2) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang sedang meningkat. Communication Theories: Origins. dan (3) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang dapat disampaikan di muka umum tanpa menjadi tersisih. Jadi opini publik adalah perilaku dan sikap yang dinyatakan oleh publik dalam rangka menghindari isolasi. Media massa dapat berpengaruh dalam spiral kesunyian dalam tiga cara: (Severin. Longma:1992. Teori ini memberikan media massa lebih banyak kekuatan dari pada teori-teori lain. Methods. Kekuatan lain yang bekerja dalam proses ini adalah tingkat dukungan orang-orang dalam lingkungan seseorang. Sedangkan opini adalah ekspresi dari sebuah tindakan. dan media massa merupakan salah satu kekuatan lainnya. Media massa memainkan peran penting dalam spiral kesunyian karena media massa merupakan sumber yang diandalkan orang untuk menemukan distribusi opini publik. Noelle Neumann mendefinisikan Opini Publik sebagai perilaku atau sikap seorang yang danyatakan di publik jika seseorang tidak untuk mengisolasinya sendiri. orang-orang di sekelilingnya akan melakukan hal yang sama. opini publik adalah sikap seseorang yang dapat disampaikan tanpa membawa bahaya untuk mengisoalsi dirinya. Tankard. Publik menurutnya mewakili sisi dari sosial-psikologis individu.444) Dia memisahkan Opini Publik kedalam dua terminologi yang terpisah: Publik dan Opini. & James W. Noelle-Neumann menyatakan media massa mempunyai dampak yang sangat kuat 118 . Artinya. Warner J. • Aplikasi Tentunya persepsi individu bukanlah satu-satunya kekuatan yang bekerja dalam proses ini. individu tidak hanya memikirkan dirinya tetapi juga memikirkan tentang hubungan mereka dengan yang lainnya. Hal: 253) (1) media massa membentuk kesan tentang opini yang dominan. Ketika orang tinggal diam.

pada opini publik tetapi dampak ini diremehkan atau tidak terdeteksi di masa lalu karena keterbatasan riset. Noelle-Neumann menunjukan bahwa tiga karakteristik komunikasi massa – kumulasi, ubikuitas, dan harmoni – bergabung unutk menghasilkan dampak pada opini publik yang sangat kuat . 1. 2. 3. Kumulasi (cumulation) mengacu pada pembesaran tema-tema atau pesan-pesan tertentu secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Ubikuitas (ubiquity) mengacu pada kehadiran media massa yang tersebar luas. Harmoni (consonance) mengacu pada gambaran tunggal dari sebuah kejadian atau isu yang dapat berkembang dan sering kali digunakan bersama oleh surat kabar, majalah, jaringan televisi, dan media lain yang berbeda-beda. Dampak harmoni adalah untuk mengatasi ekspor selektif, karena orang tidak dapat memilih pesan lain, dan untuk menyajikan kesan bahwa sebagian besar orang melihat isu dengan cara yang di sajikan media. Eksplanasi dan Proporsi Teori Berangkat dari asumsi tersebut, spiral kesunyian selanjutnya menjelaskan bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi, dalam arti sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. Oleh karenanya orang akan mengamati lingkungannya untuk mempelajari pandangan-pandangan mana yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan mana yang tidak dominan atau populer, maka ia cendrung kurang berani mengekspresikan, karena adanya ketakutan akan isolasi tersebut. Pada sebuah isu kontroversial, orang-orang membentuk kesan tentang distribusi opini. Mereka mencoba menentukan apakah mereka merupakan mayoritas, dan kemudia mereka mencoba menentukan apakah opini Publik sejalan dengan mereka. Apabila mereka merasa adalah minoritas, maka mereka cenderung untuk diam berkenaan dengan isu tersebut. Semakin mereka diam, semakin orang lain merasa bahwa sudut pandang tertentu tidak terwakili, dan mereka semakin diam. Jumlah orang yang tidak secara terbuka mengekspresikan pendapat yang berbeda dan perubahan dari pendapat yang berbeda kepada pendapat yang dominan. Sebalikya, pendapat yang dominan akan menjadi semakin luas dan kuat. Semakin banyak orang merasakan kecendrungan ini dan menyesuaikan pendapatnya, maka satu
119

kelompok pendapat akan menjadi dominan, sementara lainnya akan menyusut. Jadi kecendrungan seseorang untuk menyatakan pendapat dan orang lainnya menjadi dinamakan mengawali suatu proses spiral yang meningkatkan kemapanan satu pendapat sebagai pendapat umum atau pendapat yang dominan. Teori spiral kebisuan mengacu hanya pada satu prinsip, walaupun itu merupakan salah satu yang paling penting dari komunikasi massa. Dalam istilah umum teori spiral kebisuan ini lebih memperhatikan pengaruh antara empat elemen: komunikasi massa; komunikasi interpersonal dan relasi sosial; ungkapan opini individu; dan persepsi individu yang ada di sekitar ’opini iklim’ mereka dalam lingkungan sosial. Teori ini mendasarkan asumsinya pada pemikiran sosial-psikologis tahun 30-an yang menyatakan bahwa pendapat pribadi sangat tergantung pada apa yang dipirkan oleh orang lain, atau atas apa yang orang rasakan sebagai pendapat dari orang lain. Model Teori

Sumber: Severin Warner J. dan James W. Tankard, Jr. Communication Theories: Origin, Methods, And Uses In The Media -3 rd ed. (London: Longman 1988), hlm 253.

Media massa bersama dengan jaringan hubungan antar pribadi, keduanya menjadi faktor paling utama di dalam membentuk persepsi individu dari “iklim opini”. Penilaian menyangkut iklim pendapat umum berasal dari dua sumber: pengamatan langsung dengan individu di dalam lingkungan hidup mereka sendiri dan pengamatan tidak langsung melalui media massa. Jika pandangan yang
120

tertentu mendominasi di media massa, ini akan mengakibatkan penaksiran terlalu tinggi dari segi pandangan itu.

MUNCUL PERDEBATAN YANG MENERPA PUBLIK

Keinginan untuk

Media massa memberikan opini-opini dari pedebatan yang menerpa itu dengan dominan, sesuai dengan karakteristiknya kumulasi, ubikuitas, dan harmoni.

Muncul pendapat minoritas: Seseorang Orang-orang secara yang tadi ingin beropini, menjadi menahan opini mayoritas setuju dengan itu. Karena pendapat dari media terpaan pendapat dari publik yang mayoritas dan media massa massa yang berbeda dengannya.

Media dikombinasikan

massa dengan

menyatakan dukungan

opini antar

yang yang berkurang, menghasilkan kesunyian,

dominan, semakin spiral dengan

pribadi

PENDAPAT MINORITAS: KETAKUTAN AKAN TERISOLASI

jumlah individu mungkin menyatakan opini yang dominan atau mungkin tidak mampu menyatakan opini yang menyimpang yang semakin meningkat.

AVANT GARDE DAN HARD CORE Orang-orang yang tidak terpengaruh oleh spiral kebisuan ini ialah orangorang yang dikenal sebagai avant garde dan hard core. Yang dimaksud dengan avant garde di sini ialah orang-orang yang merasa bahwa posisi mereka akan
121

Akhirnya masyarakat yang berpandangan minoritas ini akan mengikuti atau “ikutikutan” dengan pendapat dari mayoritas. apa pun konsekuensinya. Apakah sebuah ganja menjadi sebuah yang bermanfaat atau tidak. Media massa dengan kekuatan dan karakeristikya memberikan pendapat mayoritas bahwa menurut survei ganja baik untuk kesehatan. Secara medis. kekuatan pemandang mayoritas menjadi besar dengan bantuan dari media massa. dan pembaharu dari barisan depan yang membawa gagasan baru. Mariuana atau yang biasa kita sebut ganja itu berfungsi salah satunya untuk menyembuhkan. hilangnya nafsu makan. Pendapat masyarakat pun beragam. Mc Grawhill:2007. Hal: 416) • Aplikasi Contoh yang lebih sederhananya mungkin seperti ini. Dengan seperti ini. tekanan darah tinggi. Orang yang mewakili dari avant Garde adalah intelektual. walaupun itu hal yang negatif pada umumnya. Seorang yang avant Garde mereka mencari tanggapan publik.6th edition. mulailah masyarakat ingin berbicara. migraine. artis. Em. pemandang minoritas mulai berfikir agar mereka tidak terkucilkan dengan kekuatan opini media massa dan pemandang mayoritas. kecemasan. Sedangkan orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok hard core ialah mereka yang selalu menentang. dan terbukti efektif untuk mengobati depresi. Ada yang setuju dan tidak. dan berbagai problem menstruasi. Kita ilustrasikan dengan model teori spiral kebisuan: “Ganja digunakan untuk untuk membantu meringankan kegelisahan yang disebabkan oleh penyakit’ Ada perdebatan pada contoh kali ini. Merasa pendapatnya akan kalah. Ketika isu ini masuk.semakin kuat. Di tandai dengan bentuk spiral yang semakin mengecil. (Griffin. opini minoritas akhirnya tidak diungkapkan agar mereka tidak terkucilkan. Kemudian media massa merasa terpanggilkan untuk memberikan pendapatnya juga. 122 . A First Look At Communication Theory . mereka bertaut pada masa lalu dan menghormati pengasingan sebagai harga yang harus mereka bayar. kita pasti mengenal mariuana. ganja banyak digunakan untuk mengobati glaucoma.

yakni hanya sekitar permasalahan pendapat dan pandangan pada kelompok. seperti pendapat tentang suatu keahlian. tingkat persepsi atas kemampuan diri. dan perasaan yakin seseorang dalam kebenaran pendapatnya. Berlakunya teori ini hanya situasional dan kontekstual. tetapi juga oleh variabelvariabel lain. dan dia melaksanakan sebuah penelitian untuk menyelidiki pertanyaan tersebut. misalnya untuk suatu penemuan ilmiah dan keahlian lainnya. Noelle Neumann menyatakan bahwa kemauan untuk berbicara mengenai isu-isu sangat dipengaruhi oleh persepsi iklim opini – apabila iklim opini melawan seseorang. Mereka melaksanakan sebuah survei yang 123 . dan terdapat kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk memerangi spiral kesunyian. tidak didasarkan pada pendapat kelompok. Seperti kebanyakan teori-teori yang lain. bisa dilihat bahwa teori ini termasuk kategori ilmiah. pendidikan. Teori ini menyatakan bahwa sudah menjadi nasib atau takdir (fate) kalau pendapat atau pandangan (yang dominan) bergantung pada suara mayoritas dari suatu kelompok. Kekuatan yang memotivasi untuk diam ini digambarkan ketakutan akan keterasingan. penghasilan minat dalam politik. Sedangkan untuk ketentuan lain. perhatian pada informasi politik dalam media berita. tetapi tidak dipengaruhi oleh relevansi pribadi pada isu atau penggunaan media berita secara umum. Lasorsa (1991) mempertanyakan apakah kekuatan akan iklim opini yang bermusuhan adalah benar-benar kuat. Dia melaksanakan sebuah survei dimana dia menguji apakah keterbukaan politik dipengaruhi tidak hanya oleh persepsi iklim opini seperti yang dinyatakan oleh Noelle Neumann. maka orang itu akan diam. dan perasaan yakin seseorang dalam posisinya. teori ini bukan tanpa kritik. tingkat dalam persepsi atas kemampuan diri. Lasorsa menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukan bahwa dihadapan opini publik. Hasil analisis regresi menunjukan keterbukaan dipengaruhi oleh rintangan variabel demografi. relevansi pribadi dengan isu. Variabel-variabel lain ini meliputi usia. yakni bahwa media massa digunakan untuk menilai opini mayoritas. orang tidak benar-benar selemah yang dinyatakan oleh teori Noelle Neumann. Noelle Neumann menyatakan bahwa media massa memainkan peran penting ketika orang berusaha untuk menentukan opini mayoritas. penggunaan media berita oleh seseorang.• Evaluasi Secara ontologis. Rimmer dan Howard (1990) berusaha menguji hipotesis kunci dari spiral kesunyian.

A First Look At Communication Theory . Mc Grawhill:2007. Longma:1992. West. Turner. Communication Theories: Origins. hasil-hasil ini tidak mendukung gagasan bahwa media massa memainkan peran utama dalam spiral kesunyian. dan mereka juga mengukur seberapa akurat responden menganggap opini mayoritas sehubungan dengan PCB (mayoritas berpendapat bahwa komunitas hendaknya menunggu pengujian sebelum mengambil tindakan yang berkenaan dengan PCB). Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Griffin. Teori Komunikasi Marital Teori komunikasi marital mengangkat skema hubungan dalam keluarga • Latar Belakang 124 . Tankard. Mereka mengukur penggunaan beberapa jenis media massa oleh responden. and Uses in The Mass Media. Em. & James W. Mereka tidak menemukan hubungan antara penggunaan media dan kemampuan untuk memperkirakan dengan akurat pendapat mayoritas berkenaan dengan PCB.6th edition. Dengan demikian.menangani opini publik berkena-an dengan polychlorinated biphenls (PCB) zat limbah racun yang dipercaya menyebarkan kanker. Richard & Lynn H. Sumber Severin. Mc Grawhill: 2007.3rd edition. Methods. Warner J.

Faktor-faktor eksternal terhadap keluarga misalnya teman jarak geografis pekerjaan dan masalah-masalah lain diluar keluarga Sebuah skema keluarga akan mencakup bentu orientasi atau komunikasi tertentu.Selama bertahun-tahun Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengembangkan sebuah penelitian dan teori mengenai hubungan keluarga. dan pengetahuan tentang hubungan khusus. Oleh karena itu. Ascan Koerner dan Mary Anne Fitzpark memperluas karya ini agar mencakup seluruh anggota keluarga. Tingkat indiidualitas dalam keluarga 3. termasuk pengetahua tentan hubungan sosial secara umum. Ada dua tipe yang menonjol : 1. Skema ini terdiri atas pegetahuan tentang 1. sehingga keluarga-keluarga berbeda dalam jumlah percakapan dan kesesuaian yang dicakup oleh skema keluarga tersebut. sedangkan keluarga dengan skema 125 . Orientasi percakapan (conversation orientation) 2. Keluarga dengan skema kesesuaian yang tinggi cenderung dapat berjalan berdampingan dengan pemimpin keluarga seperti orangtua. skema keluarga mencakup apa yang diketahui tentang hubungan secara umum. tentang hubungan keluarga sebagai sebuah tipe hubungan dan hubungan antara anggota keluarga. Keluarga yang memilki skema percakapan yag tinggi senang berbicara dan sebaliknya keluarga dengan skema percakapan yang rendah tidak sering berbicara. Orientasi kesesuaian (conformity orientation) Keduanya merupakan variabel. khususnya suami dan istri. pengetahuan tentang tipe-tipe hubungan. Teori yang dihasilkan memberikan beberapa istilah yang menggambarkan tipe-tipe keluarga yang berbeda dan menjelaskan perbedaan diantara mereka. Seberapa dekat keluarga tersebut 2. Selanjutnya penelitian dan teori yang lebih baru. Skema hubungan teori ini terbagi menjadi tingkatan-tingkatan dari yang umum hingga yang khusus.

Laissez-faire atau toleran Masing-masing keluarga ini memilik tipe-tipe orang tua tertentu yang ditentukan oelh cara-cara mereka menggunakan ruang. Tipe keluarga ini memilki tingkat percakapan dan kesesuaian yang tinggi. Pluralisitis 3. Keluarga ini mengalami tekanan dalam menghargai komunikasi terbuka. tetapi biasanya salah satu orang tua yang membuat keputusan. Sebuah tipe skema keluarga tertentu yang digabungkan dengan orientasi komunikasi atau kesusaian akan menghasilkan tipe pernikahan tertentu. Tipe-tipe adalah: 1. Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengenali empat tipe keluarga : 1. sementara mereka juga menginginkan kekuasaan orang tua yang jelas. Ini berarti bahwa mereka akan lebih konvnesional dengan cara mereka penikahan 126 . menggunakan kekuasaan dan membagi filosofi yang umum tentang pernikahan mereka. Terpisah Setiap tipe-tipe pernikahan bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Orangtua dalam keluarga konsensual cenderung memilki orientasi pernikahan yang tradisonal. Tradisonal 2. Mandiri 3. waktu. Konsesnsual 2. Bergam skema akan menciptakan tipe-tipe keluarga yang berbeda. Keluarga konsensual sering berbicara. dan energi mereka serta tingkatan mengungkapkan perasaan mereka. Protektif 4. Tipe keluarga yang pertama adalah konsensual.kesesuaian yang rendah cenderung lebih bersifat individualistis.

Orangtua memiliki pandangan pernikahan yang konvensinal tetapi mereka tidak terlalu bergantung dan tidak banyak berbagi. Tipe pasangan ini memiliki sifat waspada. tapi sedikit komunikasi. yang 127 . Orangtua keluarga pluralisitis cenderung digolongkan sebagai orangtua yang mandiri. karena mereka biasanya tidak kaku dalam memandang pernikahan. Tipe ini merupakan tipe keluarga yang laissez-failure atau toleran. tetapi tinggi dalam keseuaian. Menurut Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya. Tipe keluarga yang kedua yaitu plualisitis. Orangtua tipe ini tidak melihat perlunya menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan segala sesuatu. Tipe keluraga yang ketiga adalah protektif. mereka juga tidak memberikan penjelasan kepada anakanaknya tentang apa yang mereka putuskan. yang mungkin menjlelaskan kenapa mereka menghargai komunikasi yang tebuka dan menghasilkan keluarga konsensual.mamandang pernikahan serta lebih menempatkan nilai pada stabilitas dan kepastian dalam hubungan peran daripada keragaman dan spontanitas. seorang istri yang tradisional akan memakai nama suaminya. Pernikahan yang mandiri biasanya selalu dibicarakan ulang karena mereka tidak mengandalkan peran-peran konvensioanal. Mereka banyak bertanya. Data penilitian yang dilakukan Mary Anne Fitzpatrick menyatakan tidak ada terlalu banyak konflik dalam pernikahan tradisional karena kekuasaan dan pengambilan keputusan dibagikan menurut norma-norma yang biasa. Keluara ini memiliki banyak kebebasan percakapan tetapi pada akhirnya setiap orang akan membuat keputusan sendiri tentang tindakan apa yang harus diambil berdasakan pada pembicaraan tersebut. tipe ini cenderung rendah dalam percakapan. Orantua dalam tipe ini cenderung memiliki orientasi yang bercampur. Pasangan tradisional sangat ekspresif serta memperlihatkan kebahagiaan dan kekecewaan mereka. pasangan tersebut akan memiliki perasaan yang kuat tentang ketidaksetiaan dalam hubungan mereka serta mereka akan membagi banyak ruang dan waktu. Kemandirian membuat suami dan istri tidak saling bergantung dan cenderung menghasilkan anak-anak yang berpikiran. tetapi hanya memberikan sedikit nasihat. akan ada banyak kepatuhan.

Karya ini mengandalkan pengukuran dan analisis variable sebagai cara untuk menilai seperti apa manusia dalam sebuah hubungan dan juga seperti apa hubungan itu sendiri. Mereka mungkin merupakan kombinasi orangua yang mandiri dan terpisah. • Aplikasi 128 . • Tokoh Mary Anne Fitzpatrick • Asumsi Sebagai sebuah teori sosiopsikologis. Di sini. Prilaku interpersonal telah menjadi gagasan utama dalam bidang psikologi sosial dan banyak penelitian dalam bidang komunikasi dipengaruhi oleh tradisi ini. teori ini mendasarkan tipe-tipe keluarga pada cara-cara angoota keluarga sebagai individu memandang keluarga itu sendiri. Teori berikut sangat membantu para ahli teori komunikasi memilkirkan bagaimana hubungan bergerak dari yang jauh menjadi dekat. juga memperluas pemahaman kita tentang keluarga dan hubungan. Karya dalam tradisi sosiopsikologis sangat bergantung pada menggolongkan serta mengkarakteristikan individu dan hubungan. Sebuah implikasi yang kuat dari teori ini adalah bahwa pola dan tipe hubungan yang berbeda penting bagi fungsi keluarga yang efektif.berarti bahwa mereka tidak memiliki skema yang sama darimana mereka akan bekerja. kita akan melihat pada dua pembahasan – skema keluarga dan penetrasi sosial. • Kritik Kritik yang datang untuk teori ini adalah apakah semua bentuk komunikasi dan tipe pernikahan ini positif?. Mengikuti petunjuk teori psikologi dalam bidang ini Koerner dan Mary Anne Fitzpatrick mengartikan cara-cara berfikir ini sebagai skema atau lebih spesifiknya skema hubungan.

Pernikahan sekarang tidak semuanya positif. tipe keluarga campuran dan toleran mungkin cenderung tidak demikian. Walaupun pola keluarga yang berbeda sesuai bagai orang-orang yang berbeda. dan selanjutnya oleh skema umum Anda. untuk beberapa alasan. Ketika Anda dan saudara laki-laki Anda berinteraksi. Interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain pada suatu waktu. 129 . Anda akan menggunakan pilihan terakhir juga dengan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan secara umum. Jika. pertama-tama akan diarahkan oleh skema khusus Anda. selanjutnya oleh skema keluarga Anda. Jika tidak berhasil juga. Anda akan kembali lagi menggunakan pengetahuan Anda tentang bagaimana anggota keluarga harus bersikap. pertama-tama Anda akan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan ini. hal tersebut tak berhasil.

Onong. Jalaluddin. . Werner Joseph dan James W. Elvinaro & Erdinaya. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. New York: Longman. 1991 Ardianto. 2003 Uchjana.DAFTAR PUSTAKA Hall. Yogyakarta. Tankard. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.1993. Edisi 3. & Gardner Lindzey. Teori-teori Sifat dan Behavioristik. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Communication Theories: Origins. Buller | KLEIN BUENDEL. Jr. 130 Komunikasi massa : Suatu Pengantar. Lukiati Komala.Psikologi Komunikasi. Calvis S.: Penerbit Kanisius.. Uses. Methods.Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya. David B. 2004. 1993 Rakhmat. inc. Severin.

Griffin. 3rd edition”. Lynn H. A. Second edition. Costanto. Womck. 2007. James M. Jilid I. Rancer. Jakarta : Kencana.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. THEORY WORKBOOK. 1993. Sumber-sumber Informasi. Mediate. Theories of Human Communication.6th edition. Building Communication Theory. 131 . dan Philip R. Media. Sosiologi komunikasi. Mc Grawhill:2007. dan beberapa contoh Teori Shaw. West. Marvin E. USA: Daanna F. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. A First Look At Communication Theory . Stephen W. 2001. Burhan. Fifth Edition. Theories of Social Psycology Henslin. The McGraw Hill Companies. Bungin.COMMUNICATION CAPSTONE SPRING . Richard and Turner. Em.. Littlejhon. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi. 2007 Infante Dominic. Andrew S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.