Fundamental Interpersonal Relations Orientation

Latar belakang William Schutz dan Teori FIRO William C. Schutz (1925 - 9 November 2002) adalah seorang psikolog di Esalen Institute (Big Sur, California). Pada tahun 1960-an. dia menjadi presiden BConWSA International. Ia menerima gelar Ph.D. nya dari , Pada tahun 1950-an. Ia adalah bagian yang sangat berpengaruh dari grup-rekan di Universitas Chicago. Pusat Konseling yang menyertakan kontributor terkemuka nondirektif psikologi seperti Carl Rogers,

Thomas Gordon, Abraham Maslow dan Elias Porter. Pada tahun 1958 Schutz memperkenalkan teori hubungan interpersonalnya Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO). Menurut teori tiga dimensinya, hubungan interpersonal dianggap penting dan cukup besar untuk menjelaskan interaksi manusia. Dimensinya adalah: Inclusion , Control and Affection. Dimensi ini telah digunakan untuk menilai dinamika kelompok. Schutz juga membuat FIRO-B, ukuran alat dengan skala yang menilai perilaku aspek tiga dimensi. " Sebuah survei dari tujuh puluh lima yang paling banyak digunakan pelatihan instrumen, termasuk MBTI, selesai pada tahun 1976 oleh Pfeiffer dan Heslin, ditemukan bahwa "FIRO-B adalah yang paling umum digunakan instrumen dalam pelatihan." Popularitas FIRO-B yang telah hilang cahayanya oleh MBTI sebagai yang kedua menjadi banyak digunakan dalam bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, namun, minat FIRO telah dijemput bahkan dalam perkembangan ada teori relative baru dari Lima Temperaments.. Di negaranegara bekas USSR, FIRO-B menjadi hanya dikenal pada dekade 2000-an, tetapi masih kewalahan oleh socionics, sebuah pos-Jungian teori interpersonal kompatibilitas.

1

Schutz dari kemajuan yang teorinya FIRO menjadi FIRO-B telah yang paling jelas dalam perubahan dari skala "kasih" ke skala "terbuka" dalam "FIRO Elemen-B”. Perubahan ini dipandang sebagai yang baru dalam teorinya yaitu perilaku (behavior)yang berasal dari perasaan(feelings) ( "FIRO Elemen-M") dan konsep diri ( "FIRO Elemen-S"). Schutz meninggal karena stroke pada 9 November 2002. • Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation) FIRO merupakan salah satu teori yang menjelaskan tentang kebutuhan antarpribadi, yang dikemukakan oleh William Schultz (1958). Dalam teorinya, Schultz membahas dan menjelaskan secara keseluruhan dan mendalam tentang konsep-konsep dasar dari hubungan antarpribadi. Konsep Schultz, seperti diakuinya, banyak didasari oleh pemikiran-pemikiran aliran Psikoanalisis, khususnya dasar-dasar teori yang dikemukakan Sigmund Freud. Asumsi dasar teori FIRO adalah manusia dalam hidupnya membutuhkan manusia lain (manusia sebagai makhluk sosial). Kadang-kadang seseorang memmbutuhkan orang lain, meskipun ia sendiri mengerti dan mengetahui bagaimana cara melakukannya sendiri untuk dirinya sendiri. Berdasarkan asumsi tersebut, Schultz mengemukakan suatu postulat yang disebut the postulat of interpersonal needs. Postulat ini menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki tiga kebutuhan antarpribadi yang disebut dengan inklusi, control, dan afeksi. • Karakteristik kebutuhan Antarpribadi

Schultz mengemukakan mengenai ciri-ciri umum atau karakteristik dari kebutuhan antarpribadi, yaitu: 1) Kebutuhan antarpribadi merupakan suatu tuntutan untuk mengadakan hubungan yang memuaskan antara individu dengan lingkungan manusianya. Dalam pemuasan ini tidak berarti seseorang dapat memuaskan secara berlebihan apa yang dibutuhkan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi individu tersebut. Misalnya seseorang yang haus, ini tidaklah berarti kebutuhan akan air minum harus dipuaskan tanpa

2

batas, tetapi terlalu banyak minum akan menimbulkan sakit, sebaliknya telalu sedikit minum juga akan menimbulkan sakit. Yang ideal adalah cukup minum. Sehingga metabolisme, keseimbangan tubuh cukup terjamin. Sebagaimana dengan kebutuhan biologis tadi, maka kebutuhan antarpribadi pun mempunyai dinamika yang sama dengan kebutuhan biologis tadi. Artinya kebutuhan antarpribadi belum tentu terpuaskan apabila diberikan dipenuhi secara berlebihan atau kekurangannya. Dalam hal ini individu yang saling berhubungan tersebut harus saling terpuaskan ( tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit), agar keseimbangan hubungan yang ada tercapai.. oleh karena itu untuk mencapai keseimbangan itu muncul kebutuhan antarpribadi akan control. Yang member individu pengetahuan atas batas-batas. 2) Ketidakpuasan yang terjadi dalam hubungan antarpribadi ini dapat secara langsung menimbulkan kesulitan seperti misalnya suatu keadaan emosi yang sakit, rasa cemas. 3) Organism atau individu mempunyai cara-cara tertentu dalam mengatasi ketidakpuasan dari kebutuhan antarpribadinya. a. Kebutuhan Antarpribadi untuk Inklusi Kebutuhan antarpribadi untuk inklusi didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang-orang lain sehubungan dengan interaksi dan asosiasi. Pengertian akan hubungan yang memuaskan ini mencakup; mengadakan hubungan yang secara psokologis menyenangkan dengan orang lain. Dalam hal ini dapat merupakan pihak yang mulai berinisiatif untuk melakukan hubungan aatau pihak lain yang memulai dahulu. Hubungan yang menyenangkan ini juga mencakup hubungan dengan dirinya sendiri. Dalam penjelasan Schultz, kebutuhan antarpribadi untuk inklusi mencakup dua aspek penting, yaitu:

3

(c) tipe over social : seseorang mengalami derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya cenderung berlebihan dalam hal inklusi. maka tipe ini oleh Schultz dibagi menjadi empat macam pengelompokan tipe lagi. Ia cenderung 4 . • Tingkah laku inklusi yang positif ciri-cirinya yaitu: (a) ada persamaan dengan orang lain (togetherness) (b) saling berhubungan (intraksi) dengan orang lain (interact) (c) rasa menjadi satu bagian dari kelompok dimana ia berada (belong) (d) berkelompok atau bergabung (association) • Hal yang menunjukan tingkah laku inklusi yang negatif. Tipe inklusi (inclusion type) Sebagaimana telah disebutkan diatas. pengelompokan. Karakteristiknya adalah selalu menghindar dari situasi antar kesempatan berkelompok atau bergabung dengan orang lain.1. Tingkah laku inklusi Tingkah laku inklusi ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang dirujukan pada tercapainya pemuasan kebutuhan inklusi. ciri-cirinya yaitu. Schultz mengemukakan tentang apa yang disebut sebagai tingkah laku inklusi yaitu merupakan keinginan untuk asosiasi. Secara umum. (a) menyendiri (isolate) (b) menarik diri (witdrawl) (c) kesendirian (lonely) 2. Ia kurang suka berhubungan atau bersama dengan orang lain. menurut derajat terpuaskannya kebutuhan antarpribadi seseorang. Dalam hal ini didapatkan: (a) tipe sosial : seseorang yang mendapatkan pemuasan kebutuhan antarpribadi secara ideal (b) tipe under social : tipe yang dimiliki oleh seseorang yang mengalami kekurangan dalam derajat pemuasan kebutuhan antarpribadinya. bergabung amtarmanusia. Disini ia membedakan antara tingkah laku inklusi yang positif dan negatif.

Ia selalu ingin menghubungi orang lain dan berharap orang lain juga menghubunginya (d) tipe inklusi yang patologis : seseorang yang mengalami pemuasan kebutuhan antarpribadi secara patologis. kebutuhan antarpribadi untruk kontrol mencakup dua aspek penting. Dalam penjelasan Schultz. Tingkah laku kontrol Tingkah laku kontrol ini didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan pada tercapainya kebutuhan antarpribadi untuk kontrol. Untuk melakukan hal ini perlu adanya suatu kontroldan kekuasaan. Jika hal ini terjadi maka orang tersebut terbilang gagal dalam usahanya untuk berkelompok. yaitu: 1.ekstravert. Schultz mengatakan bhwa tingkah laku kontrol ini secara umum menunjukan adanya proses pengambilan keputusan di antara orang-orang yang saling berhubungan. Kebutuhan Antarpribadi Untuk Kontrol Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengedakan serta mempertahankanhubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (atau memperoleh) kontrol dan kekuasaan (power). Hubungan yang memuaskan disini mencakup pengertian suatu hubungan yang secara psikologis menyenangkan antara manusia dengan manusia lainnya dengan tujuan untuk saling mengontrol tingkah laku masing-masing. Artinya bahwa proses pengambilan keputusan ini menyangkut apakah seseorang itu menjadi boleh atau tidak boleh melakukan atau mengerjakansesuatu. Beberapa istilah yang menunjukan adanya kontrol yang positif antara lain: (a) mempengaruhi ( influence) (b) mendominasi (dominance ) (c) pimpinan (leader) (d) pengatur (ruler) Sedangkan menunjukan adanya kontrol yang negatif seperti misalnya: (a) memberontak (rebellion) 5 .

(b) pengikut (follower) (c) penurut (submissive) 2. yaitu: (a) tipe kontrol yang kekurangan (deficient) disebut sebagai abdicrat . Ia mampu memberi perintah maupun diperintah oleh orang lain. Schultz menambahkan bahwa pengertian afeksi selalu menunjukan pada hubungan antara dua orangatau dua pihak (dyadic). (c) tipe kontrol yang ideal disebut democrat .ketiga konsep kebutuhan antarpribadi dari Schultz ini dapat dilepaskan 6 . (b) tipe kontrol yang berlebihan (excossive) disebut authocrat . Sebagaimana telah disebutkan terdahulu. seseorang memiliki kecenderungan untuk bersikap merendahkan diri dalam tingkah laku antarpribadinya. seseorang akan mengalami pemuasan secara ideal dari kebutuhan antarpribadi kontrolnya. seseorang menunjukkan kecenderungan untuk bersikap dominan terhadap orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya. seseorang yang tidak mampu atau tidak dapat menerima kontrol dalam bentuk apapun dari orang lain. serta afeksi. Kebutuhan Antarpribadi untuk Afeksi Kebutuhan ini didefinisikan sebagai kebutuhan untuk mengadakan serta mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain sehubungan dengan (untuk memperoleh ) cinta. Ia mampu bertanggung jawab dan memberikan tanggung jawab kepada orang lain. (d) tipe kontrol yang patologis . Disebutkan. Karakteristiknya adalah seseorang selalu mencoba untuk mendominasi orang lain dan berkeras hati untuk mendudukkan dirinya dalam suatu hirarki yang tinggi. Tipe kontrol (control type) Dalam tipe kontrol ini. Seseorang cenderung untuk selalu mengambil posisi sebagai bawahan (terlepas dari tanggungjawab untuk membuat keputusan). Schultzmemberikan tempat penggolongan sebagimana penggolongan yang dilakukan pada tipe inklusi diatas. kasih sayang.

Afeksi merupakan sutu yang timbul dari hubungan antarpribadi yang sifatnya dyadic. maka kedua ini dapat terjadi antara dua orang atau lebih. Berbeda dengan tingkah laku kontrol atau inklusi. kebutuhan antarpribadi untuk afeksi mencakup dua aspek penting yaitu: 1. 7 . Tingkah laku afeksi Tingkah laku afeksi didefinisikan sebagai tingkah laku yang ditujukan untuk tercapainya kebutuhan antarpribadi akan afeksi. Shultz memberikan 4 penggolongan yaitu: (a) tipe afeksi yang ideal disebut tipe personal. Untuk dapat mengetahui bagaimana sebenarnya manifesta dari ketigakebutuhan antarpribadi maka Schultz memberikan istilah yang disebut tingkahlaku inklusi. 1958). Secara umum tingkahlaku afeksi ini menunjukan adanya suatu hubungan yang intim antara dua orang dan saling melibatkan diri secara emosional. yang berarti hanya akan terjadi dalam hubungan antara dua orang (diadic – Frits Heider. serta tingkah laku afeksi. Dalam penjelasan Schultz.dari kaitannya dengan penampilan tingkah laku seseorang. Beberapa istilah yang menunjukan hubungan afeksi yang positif misalnya: (a) cinta (love) (b) keintiman (emotionality close) (c) persahabatan (friendship) (d) saling menyukai (likely) Hubungan afeksi yang negatif misalnya: (a) kebencian (hate) (b) dingin (cool) (c) mengambil jarak emosional (emotionality distance) (d) tidak menyukai (dislike) 2. tingkah laku kontrol. Tipe afeksi (affection type) Pada tipe ini pula.

seseorang dengan tipe ini memiliki kecenderungan untuk selalu menghindari setiap keterikatan yang sifatnya intim dan mempertahankan hubungan dengan orang lain secara dangkal dan berjarak. besar kemungkinan akan jatuh dalam keadaan neorosis. seseorang yang cenderung berhubungan erat dengan orang lain dalam tingkah laku antarpribadinya. (d) tipe afeksi yang patologis. (c) tipe afeksi yang kelebihan disebut tipe over personal. Model FIRO 8 .seseorang yang mendapat kepuasan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi untuk afeksinya. seseorang yaang mengaalami kesukaran dan hambatan dalam memenuhi kebutuhan antarpribadi afeksinya. (b) tipe afeksi yang kekurangan disebut tipe underpersonal.

Untungnya. Dan kebutuhan antarpribadi untuk afeksi membantu individu untuk berinteraksi dengan orang perorangan (personal) anggota kelompok tadi. Relational Continuity (Hubungan yang berkelanjutan) Postulat 2 hubungan berkelanjutan menyatakan pembentukan perilaku di masa kecil berkanjang nantinya di masa dewasa. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas. dan afeksi. prilaku dewasa akan sama dengan perilkau orang tua. Postulat 2. ketika kedewasaan merasa posisi sebagai kesamaan untuk peran keorangtuannya.Kesimpulan dari ketiga tipe kebutuhan antarpribadi tersebut adalah kebutuhan antarpribadi untuk inklusi merupakan kebutuhan untuk individu dalam kaitannya dengan interaksinya dalam sebuah kelompok sosial. seperti digunakan Schutz. Umumnya postulat menyatakan bahwa perilaku dewasa dapat disamakan perilaku waktu masa kecil ketika keadaan orang tersebut dirasakan menjadi sama ke keadaan masa keci. Dua orang dikatakan cocok jika mereka bisa bekerjasama secara harmonis. Interpersonal Needs (Kebutuhan Antarpribadi) Postulat 1 menyatakan tiga kebutuhan interpersonal dan hubungan tingkah laku ini cukup untuk mempredeksi dan menjelaskan fenomena antarpribadi yakni inklusi. Ada 4 postulat dalam teori FIRO: Postulat 1. Kebutuhan antarpribadi untuk kontrol bertujuan membantu individu dalam berinteraksi dengan kelompoknya dengan memberikan sifat kontrol kepada individu serta positioning (penempatan diri) individu dalam kelompok tersebut. Pada mulanya kita dapat mendeskripsikan kharakteristik kedewasaan mengharapkan untuk berkelakuan sebagai konsekuensi dari pengalaman masa kecilnya. mengacu pada satu hubungan antara dua orang atau lebih. kontrol. 9 . Kecocokan. Di lain sisi. Schultz tidak mengidentifikasikan keadaan itu ke persepsinya sebagai keadaan sebagai “kekanak-kanakan” atau “ keorangtuaan” Postulat 3. Compatibility (Kecocokan) Postulat 3 menyatakan bahwa kelompok yang cocok akan lebih efektif dalam mencapai tujuan kelompok dibanding kelompok yang tidak cocok.

yang dirancang untuk mengungkap perilaku yang diekspresikan dan diinginkan pada masing-masing dari tiga daerah kebutuhan antar personal. ia terjadi ketika mereka yang memulai aktivitas kelompok berinteraksi dengan orang yang ingin dilibatkan dalam aktivitas tersebut. 3. definisinya tentang kecocokan mengacu pada definisi kamus tentang istilah tersebut. Interchange compatibility mengacu pada ekspresi emosi. Namun. Originator compatibility didasarkan pada dimensi penerimaan awal dari interaksi. Ia terjadi dalam daerah emosi ketika mereka yang ingin mengekspresikan emosi berinteraksi dengan mereka yang ingin menerima emosi. Reciprocal compatibility mengacu pada sejauh mana tiap ekspresi inklusi.Jadi. kontrol atau emosi seseorang memenuhi keinginan orang lain terkait tiap daerah kebutuhan. kedua orang tidak cocok jika terdapat perbedaan pada jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan. dua orang cocok dalam daerah emosi jika 10 . kontrol atau inklusi. Nilai kecocokan mencerminkan tiap jenis kecocokan kemudian dihitung dengan rumus yang dikembangkan untuk tujuan ini. Jenis-jenis kecocokan Schutz (1958) mengidentifikasi ada tiga jenis kecocokan dalam tiga daerah kebutuhan: 1. Misalnya. Dalam daerah inklusi. Identifikasi jenis-jenis kecocokan didasarkan pada perilaku yang diekspresikan dan perilaku yang diinginkan dalam masing-masing dari ketiga bidang. Elemen-elemen tersebut diukur dengan enam skala Guttman (FIRO-B). Kecocokan pertukaran maksimum antara dua orang terjadi ketika jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh satu orang sama dengan orang lain. Dalam daerah kontrol. 2. ia terjadi ketika mereka yang ingin mendominasi orang lain berinteraksi dengan mereka yang ingin dikontrol. Ketidakcocokan muncul ketika komposisi kelompok menyimpang dari situasi ideal di daerah tersebut. kita perlu mengidentifikasi jenis-jenis kecocokan dan menentukan cara untuk mengukurnya. untuk menguji dampak postulat 3.

Teorema Kecocokan. keseluruhan kecocokan dalam tiap bidang kebutuhan bisa ditentukan dengan menjumlahkan antar jenis kecocokan. produktivitas pencapaian tujuan dari kelompok yang lebih cocok akan melebihi yang kurang cocok. Jadi. kelompok yang lebih cocok akan lebih kohesif dibanding yang kurang cocok. 2 dan 9) dan dukungan parsial untuk tiga lainnya (3. anggota dari pasangan yang lebih cocok cenderung menyukai satu sama lain untuk berhubungan lebih lanjut. Semakin besar perbedaan antara perilaku yang diekspresikan oleh satu orang dan jumlah yang diinginkan oleh orang lain. 1. Jika dua pasangan memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. dan 8). nilai kecocokan total bisa didapat dengan menjumlahkan kedua daerah kebutuhan dan jenis kecocokan. 11 . Schutz memberikan 9 teorema relatif terhadap postulat kecocokan. Schutz mendapatkan 16 indeks kecocokan. 7. 4. Ia memberikan bukti untuk tiga teorema (1. 3. Sebaliknya. Begitu juga. 2. Jika satu kelompok terdiri dari dua atau lebih subkelompok yang tidak cocok. Teorema bisa disimpulkan sebagai berikut (Beberapa teorema dirumuskan terkait situasi percobaan tertentu. semakin tidak cocok keduanya. interchange compatibility meningkat bila perbedaan antara jumlah perilaku yang diekspresikan dan yang diinginkan satu orang dan jumlah perilaku yang diekspresikan dan diinginkan oleh orang lain di daerah yang sama semakin besar. Schutz kemudian mengatakan bahwa keseluruhannya bisa dihitung dengan menjumlahkan antar bidang. dengan menggunakan skala FIRO-B dan rumus kecocokan. Terakhir.jumlah emosi yang diekspresikan masing-masing orang sesuai dengan jumlah emosi yang diinginkan orang yang lain. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. masing-masing anggota cenderung bekerjasama dengan anggota dari subkelompoknya lebih dari anggota subkelompok yang berlawanan atau dengan anggota netral. Jika dua kelompok memiliki tingkat kecocokan yang berbeda. kita ulang agar bisa dipahami tanpa mengacu pada penelitian tertentu).

6. Group Development (Perkembangan Kelompok) Postulat 4 menyatakan bahwa tiap hubungan antar personal mengikuti arah pengembangan dan resolusi yang sama yaitu. Keputusan harus diambil mengenai apakah menjadi anggota kelompok. anggota subkelompok overpersonal cenderung menyukai satu sama lain lebih dari anggota subkelompok underpersonal. pembahasan seperti ini tidak bisa dihindari dan memenuhi fungsi kerja penting pada maslaah terkait kebutuhan keterlibatan. identitas pribadi seseorang. anggota subkelompok overpersonal cenderung menganggap lebih kompetensi orang yang mereka sukai. Resolusi mengikuti aturan yang berkebalikan. Efek kecocokan pada produktivitas bervariasi sebagai fungsi dari tingkat pertukaran dalam tiga bidang kebutuhan yang diperlukan oleh fungsi. Menurut Schutz. 9. Dalam kelompok yang tidak cocok. bahwa perkembangan dimulai dengan kepedulian terhadap kebutuhan keterlibatan (inclusion). Orang yang fokus (anggota penting) akan dipilih sebagai kelompok oleh anggota di semua kelompok. diikuti dengan kepedulian terhadap kontrol dan terakhir dengan emosi. Dalam kelompok cocok. Dalam kelompok yang tidak cocok. orang diprediksi menjadi orang yang fokus (anggota penting) dan mereka yang diprediksi menjadi anggota pendukung utama akan menganggap satu sama lain tinggi dalam hubungan “kecocokan dengan” 8. 12 . Postulat 4. mereka menjadi peduli tentang keterlibatan dalam kelompok. Fase perkembangan kelompok ini seringkali ditunjukkan dengan banyaknya pembahasan masalah yang tidak begitu menarik setiap orang. sejauh mana komitmen terhadap kelompok dsb. yang melibatkan pertanyaan seputar posisi seseorang dalam kelompok. fase inklusi dimulai. 7. sementara anggota subkelompok underpersonal tidak memiliki kecenderungan ini. Segera setelah kelompok terbentuk.5. Ketika orang dihadapkan satu sama lain. pentingnya kelompok.

dan masalah tanggung jawab dan distribusi kekuasaan terselesaikan.Setelah masalah keterlibatan terselesaikan. marah dan semacamnya umum terjadi. • Aplikasi Teori FIRO dalam kehidupan Pada dasarnya setiap kita memulai hidup dalam suatu lingkungan tatanan tertentu kita pasti akan berkeinginan untuk bisa berhubungan interpersonal dengan 13 . Ini melibatkan beragam masalah terkait distribusi tanggung jawab. Secara umum. menggunakan analisis perkembangan kelompok untuk mendapatkan teorema tertentu tentang kecocokan pada berbagai tahap dalam sejarah kelompok. anggota akan merasa paling nyaman selama fase inklusi. masalah yang dihadapi pertama adalah emosi. Disini. yaitu. Namun. Ketika kelompok mendekati disintegrasi. kelompok telah terbentuk. Dengan asumsi bahwa masalah kontrol terpecahkan. Tiap anggota berupaya membangun posisi yang paling nyaman terkait pertukaran emosi. mereka akan merasa sangat cocok pada fase kontrol. Ketiga fase ini tidak terpisah. Disini. ia mengatakan bahwa anggota kelompok tertentu akan merasa sangat cocok ketika kelompok berada pada tahap yang mirip dengan kecocokan umum terbesar. Berbagai fase juga bisa berulang sehingga kelompok tertentu bisa melalui fase inklusi. jika kelompok memiliki inclusion compatibility yang tinggi dan control dan affection compatibility rendah. ekspresi permusuhan. Tiap orang dalam kelompok berupaya menyusun situasi untuk mencapai jumlah tanggung jawab yang tepat dalam kelompok. jika control compatibility tinggi dan dua lainnya rendah. kontrol dan emosi beberapa kali. yang tersisa adalah masalah integrasi emosi. kekuasaan dan kontrol. lalu kontrol Schutz dan inkluasi (atau mungkin bisa dikatakan eksklusi / ketidakterlibatan!). kelompok bergerak ke fase emosi. muncul masalah pengambilan keputusan. masalah kontrol menjadi fokus. dan begitu seterusnya. Pada tahap perkembangan ini. fase mewakili periode dalam sejarah kelompok dimana masalah tertentu mendapat penekanan. semua jenis perilaku terjadi di semua fase.

Ketika ada murid baru masuk ke kelas kita. Ini merupakan pendekatan sederhana namun mendalam untuk lebih memahami perilaku manusia yang akan membantu untuk melakukan proses: • • • • • memperbaiki hubungan manusia menciptakan berperforma tinggi dan bersama tim membangun kepercayaan meningkatkan kepemimpinan membangun hubungan bisnis yang lebih baik Diterapkan dalam pembangunan lokakarya dan organisasi di seluruh dunia. yang pastinya selalu membutuhkan orang lain dalam hidup. Selain itu juga teori FIRO adalah salah satu yang paling banyak diterapkan teori di bidang pembangunan manusia. yang penting konsep-konsep Teori FIRO adalah untuk: • • • membentuk sebuah lingkungan kerja meningkatkan tanggung jawab masing-masing meningkatkan kesadaran diri Banyak ilmiah instrumen penilaian dan pengembangan sumber daya manusia di bidang mereka telah berakar teori FIRO. bergantung kepada keinginan dari anak tadi atau malahan adanya keinginan dari salah seorang murid di kelas itu untuk mengajaknya bergabung dalam bidang tertentu. dia sebagai anak baru tentu merasa atau setidaknya berkeinginan mempunyai teman. ketika kita masih di sekolah menengah. ingin diakui oleh temanteman. Hal itu guna tak lain juga kebutuhan antarpribadi kita terpenuhi yaitu kebutuhan untuk berasosiasi. Kebutuhan-kebutuhan untuk semua itu merupakan aspek pokok yang pertama kali dirasakan oleh anak baru tadi. maka segala kemungkinan terjadinya proses komunikasi bisa berlangsung. Contoh aplikasi dalam kasus. kebutuhan mengontrol perilaku kita. Selanjutnya. setelah itu semua terpenuhi. kebutuhan untuk akrab atau hasrat mempunyai teman.orang lain. Hal itu tidak lain karena memang kita ini adalah makhul sosial. misalnya. dan juga ingin dihargai oleh mereka yang sudah lebih dahulu ada di kelas. 14 .

Penelitian observasional pada hubungan orangtua-anak dan pernyataan teoretis dari psikoanalis dikutip sebagai bukti validitas postulat 1 dan 2.• Kritik dan Evaluasi Teori yang diajukan Schutz adalah sejumlah hipotesis yang menarik tentang perilaku antar individu. Postulat akhir tentang perkembangan dan resolusi kelompok didukung data dari Bennis dan Shepard (1956). 15 . Beberapa penelitian empirisnya juga dilaporkan sebagai bukti parsial untuk postulat 2. tetapi tidak bisa begitu saja digunakan untuk memperdiksi perilaku antar personal. Bagian yang berhubungan dengan keberadaan kebutuhan dan pola perilaku terkait tidak begitu penting untuk memprediksi perilaku dalam kelompok. Teori ini membahas tiga aspek yang berbeda dari perilaku antar personal: (1) adanya tiga kebutuhan dan perkembangan pola perilaku antar personal terkait kebutuhan tersebut (postulat 1 dan 2). Karena itu. prediksinya bisa diuji. tetapi seperti ditulis di atas. Pola perilaku bisa ditentukan tanpa mengacu pada pengalaman masa lalu. Teori ini secara internal konsisten. ia mampu menunjukkan bahwa kelompok yang cocok lebih efektif untuk fungsi-fungsi tertentu dibanding kelompok yang tidak cocok. Schutz bergantung pada dua jenis bukti untuk mendukung teorinya: tulisan ahli teori lain dan data percobaan. Dalam penelitian pertamanya. dan sangat sesuai dengan bukti yang ada terkait perilaku antar personal. (2) konsekuensi pola perilaku tersebut terhadap kecocokan kelompok dan pengaruhnya terhadap efektivitas kelompok (postulat 3). Jenis bukti ini digunakan untuk membangun “validitas” postulat. hanya tiga dari 9 teorema yang tanpa ragu didukung penelitian selanjutnya. 1955. dan prediksi tentang perilaku dewasa tidak bisa diubah. Postulat 3 dievaluasi dengan data percobaan dari penelitiannya sendiri (Schutz. yang didasarkan pada pengamatan terhadap kelompok yang melakukan latihan sensitivitas. bagian pertama teori berguna untuk “menjelaskan” mengapa seseorang mencontoh perilaku tertentu. 1958). dan (3) hubungan ketiga kebutuhan antar personal dengan perkembangan dan resolusi kelompok (postulat 4).

inklusi dan emosi dengan skala Ohio Social Acceptance (Lorber. Namun. 1970) dan kontrol dimanipulasi dengan situasi dilema tahanan. 1977). Satu upaya menguji prediksi FIRO pada pasangan remaja juga memberikan hasil yang tidak signifikan (Armstrong & Roback. Ia menyatakan bahwa masalah perkembangan kelompok terjadi dalam keseharian dan kegagalan memecahkan masalah terkait ketiga kebutuhan antar personal seringkali 16 . satu hampir akurat. Yalom dan Ram (1966) mengamati hubungan antara kecocokan dan keeratan pada kelompok terapi pasien rawat jalan. Namun. perlu dicatat bahwa Schutz telah menerapkan teori pada masalah “pengembangan kesadaran manusia” (Schutz. data ini tidak bisa diterima sebagai pendukung teori. Dalam penelitian kedua. Setelah enam kali pertemuan.Sejak perumusan awal teori. 1975). Mereka menemukan bahwa kelompok yang sangat cocok. 1967). tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kecocokan kebutuhan antar personal antara anggota dan pelatih memiliki pengaruh penting pada sikap evaluatif anggota terhadap pelatih atau kelompok secara keseluruhan (Lundgren & Knight. dan satu gagal. terlihat dari kuesioner FIRO-B. Perbedaan perilaku juga sesuai dengan pengharapan teoretis. Dalam satu penelitian. Tidak jelas sejauh mana Armstrong dan Roback mengukur kebutuhan yang sama seperti kuesioner FIROB. 1977). Terakhir. yaitu pada kelompok yang memiliki interchange compatibility tinggi (Lundgren. Schutz (1961) melaporkan satu penelitian dimana lima kelompok yang terdiri dari 14 orang dibentuk berdasarkan responnya terhadap kuesioner yang dirancang untuk mengukur perilaku relatif terhadap tiga kebutuhan antar personal (kuesioner FIRO-B). tiga dari lima kelompok mampu mengidentifikasi kelompok mereka lebih baik. ditemukan bahwa peserta T-group merasa paling cocok dan puas jika pelatih memiliki orientasi antar personal yang sama dengan mereka. Dua penelitian terakhir tentang kebutuhan antar personal pada T-group memberikan hasil yang bertolakbelakang. secara signifikan lebih erat dan puas dibanding kelompok dengan kecocokan rendah. beberapa penelitian melaporkan hasil yang secara umum sejalan dengan teori ini.

Dalam satu penerapan teori yang menarik. dan Philip R.menghasilkan ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dalam hubungan keseharian antar individu. Sumber: Shaw. Theories of Social Psycology 17 . ia menunjukkan bagaimana individu yang kesulitan dalam ketiga bidang kebutuhan antar personal bisa mengembangkan teknik untuk menghadapinya secara lebih tepat. Marvin E. Costanto.

dengan sedikit sumber dalam pengajaran.Social Learning Theory • Tokoh Penemu Albert Bandura adalah orang yang menemukan teori ‘SOCIAL LEARNING THEORY. Pada saat di Lowa. Mereka kemudian menikah dan mempunyai dua anak perempuan. Setelah tamat SMA. di kota kecil di utara Mundare Alberta.’ Ia lahir pada 4 Desember 1925. Kanada. Albert Bandura juga pernah bekerja sebagai Ketua Jurusan Psikologi Stanford dan pada tahun 18 . Albert Bandura bekerja pada saat musim panas untuk mengisi kekosongan di Alaska Highway di Yukon. namun mendapatkan tingkat keberhasilan yang luar biasa. Pada tahun 1953. Virginia Vans adalah seorang pengajar di sekolah perawatan. Ia dididik di sekolah dasar kecil dan dalam satu sekolah tinggi.D. dia mulai mengajar di Universitas Stanford dan di mana kini ia menjadi Profesor David Starr dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. pada tahun 1973. Albert Bandura menempuh pendidikan kesarjanaannya di bidang psikologi klinis di Universitas Iowa dan pada tahun 1952 ia mencapai gelar Ph. Albert Bandura bertemu dengan Virginia Varns. Bandura juga merupakan seorang presiden dari APA.

diukur. dan dimanipulasi. internal. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). • Latar belakang teori Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Semua ini masuk ke dalam teori kepribadian yang mengatakan bahwa satu dari lingkungan menyebabkan satu aktivitas. Bersama Richard Walters sebagai penulis kedua. dengan penekanan pada metode eksperimental. dan lewat penelitian-penelitian itu teorinya dipertajam dan diperluas. Pada percobaan metode. dan kemudian mengukur dampak yang lain.1974 dan ia terpilih menjadi Ketua American Psychological Association. Pada behaviorisme. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Pada tahun 1980 Bandura menerima APA's Award untuk Para Scientific Contribution. prosedur standar adalah untuk memanipulasi satu variabel. berfokus pada variabel yang dapat diamati. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. suatu laporan terinci tentang sebuah studi lapangan dimana prinsip-prinsip belajar sosial dipakai untuk menganalisis perkembangan kepribadian sekelompok remaja pria dari kelas menengah. dan tidak bisa diakses seperti mental. sebuah buku dimana ia dan 19 . Disusul dengan Social Learning and Personality Development (1963). dan menghindari apa yang subyektif. Bandura menulis Adolescent Aggression (1959). seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Melalui pemberian reward dan punishment. Penelitian Bandura juga mencakup banyak masalah yang bersifat sentral untuk teori belajar sosial. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning.

Walters memaparkan prinsip-prinsip belajar sosial yang telah mereka kembangkan beserta evidensi atau bukti yang menjadi dasar bagi teori tersebut. Miller dan Dollard. Sama seperti halnya kebanyakan pendekatan teori Social Learning terhadap kepribadian. sambil mengamati tingkah laku orang lain. juga kurang menyadari fakta bahwa banyak peristiwa belajar yang penting terjadi dengan perantaraan orang lain. teori-teori sebelumnya selain kurang memberi perhatian pada konteks sosial dimana tingkah laku ini muncul. Artinya. Aggression: A social learning analysis. Dalam bukunya yang secara teoretis ambisius. dimana ia menguraikan penerapan teknik-teknik behavioral berdasarkan prinsip-prinsip belajar dalam memodifikasi tingkah laku dan pada tahun 1973. dan bahwa prinsip-prinsip belajar adalah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah laku berkembang dan menetap. teori Social Learning berpangkal pada dalil bahwa tingkah laku manusia sebagian besar adalah hasil pemerolehan. Pada tahun 1969. 20 . Social learning and imitation. ia telah “berusaha menyajikan suatu kerangka teoretis yang terpadu untuk menganalisis pikiran dan tingkah laku manusia”. Bandura menerbitkan Principles of behavior modification. Akan tetapi. sebuah buku yang diubah arah mengambil psikologi pada tahun 1980-an. Tetapi hanya sedikit pakar lain peneliti kepribadian mencoba memasukan gejala belajar lewat observasi ke dalam teori-teori belajar mereka. bahkan Miller dan Dollard pun jarang menyebut imitasi dalam tulisantulisan mereka yang kemudian. tetapi juga memperluas analisis terhadap belajar lewat observasi ini melampaui jenis-jenis situasi terbatas yang ditelaah oleh Miller dan Dollard. Social Learning Theory (1977). individu-individu belajar mengimitasi atau meniru tingkah laku tersebut atau dalam hal tertentu menjadikan orang lain model/contoh bagi dirinya. Bandura tidak hanya berusaha memperbaiki kelalaian tersebut. Bandura menerbitkan buku Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial). dalam bukunya terbitan 1941. telah mengakui peranan penting proses-proses imitatif dalam perkembangan kepribadian dan telah berusaha menjelaskan beberapa jenis tingkah laku imitatif tertentu.

Albert Bandura menyatakan. termasuk dalam konsep-konsep pembelajaran seperti pengamatan. Teori Belajar Sosial (Social Learing Theory) dari Bandura didasarkan pada tiga konsep : 1. Menurut Bandura. Dampak nya adalah. Teori belajar sosial memakai salingdeterminis sebagai prinsip dasar untuk menganalisis fenomena psikososial di berbagai tingkat kompleksitas. sehingga mereka bukan semata-mata tidak menjadi objek pengaruh lingkungan. behavioral dan lingkungan. Demikian juga sifat kausal yang tidak dimiliki sendiri oleh lingkungan.Teori Social Learning berfokus pada teori pembelajaran yang terjadi dalam konteks social. Determinis resiprokal adalah konsep yang penting dalam teori belajar sosial Bandura. tetapi orang itu juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan itu. banyak aspek fungsi kepribadian yang melibatkan interaksi satu orang dengan orang lain. • Pertama. Orang menentukan/mempengaruhi tingkahlakunya dengan mengontrol lingkungan. Bandura berpendapat manusia dapat berfikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri. peniruan. teori kepribadian yang memadai harus memperhitungkan konteks sosial di mana tingkah laku itu diperoleh dan dipelihara. Teori ini menganggap bahwa orang-orang belajar dari satu sama lain. namun prinsip itu harus memperhatikan dua fenomena penting yang diabaikan atau ditolak oleh paradigma behaviorisme. walaupun prinsip belajar sosial cukup menjelaskan dan meramalkan perubahan tingkah laku. Dalam teori ini Albert Bandura dianggap sebagai pemimpin dari pendukung teori ini. melainkan juga dimiliki oleh manusia. dari perkembangan intrapersonal 21 . Determinis Resiprokal (reciprocal determinism): Pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal-balik yang terus menerus antara determinan kognitif. menjadi pijakan Bandura dalam memahami tingkah laku. • Kedua. dan pencontohan. karena manusia dan lingkungan saling mempengaruhi. yaitu.

bisa jadi orang malah tidak belajar apapun.sampai tingkah laku interpersonal serta fungsi interaktif dari organisasi dan sistem sosial. Jika setiap unit respon sosial yang kompleks harus dipilahpilah untuk direforse satu persatu. mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri. mempengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya. Bandura melukiskan : Teori Belajar Sosial berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dari segi interaksi timbal-balik yang berkesinambungan antara faktor kognitif. 22 . tingkahlaku. Konsepsi tentang cara manusia berfungsi semacam ini tidak menempatkan orang semata-mata sebagai objek tak berdaya yang dikontrol oleh pengaruh-pengaruh lingkungan ataupun sebagai pelaku-pelaku bebas yang dapat menjadi apa yang dipilihnya. Dalam proses determinisme timbal-balik itulah terletak kesempatan bagi manusia untuk mempengaruhi nasibnya maupun batas-batas kemampuannya untuk memimpin diri sendiri (self-direction). Menurutnya. itu merupakan pokok teori belajar sosial. Kognisi dan Regulasi diri (Self-regulation/cognition): Teori belajar tradisional sering terhalang oleh ketidaksenangan atau ketidak mampuan mereka untuk menjelaskan proses kognitif. berarti tingkah laku ditentukan oleh antisipasi konsekuensi. dan faktor lingkungan. Konsep bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation). reforsemen penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak. Beyond Reinforcement Bandura memandang teori Skinner dan Hull terlalu bergantung pada renforsemen. 3. Belajar melalui observasi tanpa ada renforsemen yang terlibat. 2. tetapi itu bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku. menciptakan dukungan kognitif.

Ekspektasi hasil (outcome expectation): perkiraan atau estimasi diri bahwa tingkah laku yang dilakukan diri itu akan mencapai hasil tertentu. Pengalaman menguasai sesuatu prestasi (performance accomplishment). Namun ekspektasi hasilnya jadi rendah. kemurnian obat abtibiotik. bias atau tidak bias mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. sterilisasi dan infeksi. pasti mempunyai ekspektasi efikasi yang tinggi. 1977) Teori Belajar Sosial dari bandura yang paling luas diteliti adalah Efikasi Diri dan Penelitian Observasi (Penelitian Modeling). Efikasi Diri Dua pengertian penting : 1. karena cita-cita menggambarkan sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai).“ Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk. ditingkatkan atau diturunkan. sedang efikasi menggambarkan penilaian kemampuan diri.Manusia dan lingkungannya merupakan faktor-faktor yang saling menentukan secara timbal balik (Bandura. Pengalaman Vikarius (vicarious experience). 2. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita). tepat atau salah. bahwa dirinya mampu melaksanakan operasi tumor sesuai dengan standar professional. dsb. 2. Sumber Efikasi Diri Perubahan tingkah laku. Efikasi diri atau efikasi ekspektasi (self effication – efficacy expectation) adalah “Persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Persuasi Sosial (Social Persuation) dan 4. diubah. dalam system Albert Bandura kuncinya adalah perubahan ekspektasi efikasi (efikasi diri). melalui salah satu atau kombinasi empat sumber yakni : 1. Efikasi adalah penilaian diri. karena hasil operasi itu sangat tergantung kepada daya tahan jantung pasien. 3. 23 . Pembangkitan Emosi (Emotional/Psysilogical states). Contoh misalnya Seorang dokter ahli bedah. Efikasi diri atau keyakinan kebiasaan diri itu dapat diperoleh.

- Modeling Mengubah Tingkah laku lama : Ada dua dampak modeling terhadap tingkah laku lama : pertama. Dalam penelitiannya. Belajar Melalui Observasi Menurut Albert Bandura. Kedua. kebanyakan proses belajar terjadi tanpa renforsemen yang nyata.b. baru. Belajar melalui observasi jauh lebih efisien dibanding belajar melalui pengalaman langsung. Melalui observasi orang dapat memperoleh respon yang tidak terhingga banyaknya. menggenaralisir berbagai pengamatan sekaligus. Peniruan atau meniru sesungguhnya tidak tepat untuk mengganti kata modeling. bahkan belajar tetap terjadi tanpa ikut melakukan hal yang dipelajari itu. - Peniruan (modelling) : Inti dari belajar melalui observasi adalah modelling. Ini dimungkinkan Stimuli berbentuk karena adanya model tingkahlaku ditransformasikan menjadi gambaran mental. yang mungkin diikuti dengan hubungan dan penguatan. dan yang lebih penting lagi ditransformasikan menjadi simbol verbal yang dapat diingat kembali suatu saat nanti. melibatkan proses kognitif. 24 . karena modeling bukan sekedar menirukan atau mengulangi apa yang dilakukan orang model (oranglain). tingkah laku model yang diterima secara sosial dapat memperkuat respon yang sudah dimiliki pengamat. tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkahlaku yang teramati. - Modeling tingkah laku baru : Melalui modeling orang dapat memperoleh kemampuan tingkahlaku kognitif. tergantung apakah tingkahlaku model itu diganjar atau dihukum. tingkah laku model yang tidak diterima secara sosial dapat memperkuat atau memperlemah pengamat untuk melakukan tingkah laku yang tidak diterima secara sosial. dan model yang diamatinya juga tidak mendapat renforsemen dari tingkahlakunya. ternyata orang dapat mempelajari respon baru dengan melihat respon orang lain.

• Asumsi Asumsi dasar dari Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning ini adalah sebagian besar tingkah laku individu diperoleh dari hasil belajar melalui pengamatan dan peniruan atas tingkah laku yang ditampilkan oleh individu – individu lain yang menjadi contoh nya. dan akibat yang ditimbulkannya atas model tersebut. Sajian itu berpotensi sebagai sumber model tingkah laku. - Modeling Kondisioning: Modeling dapat digabung dengan kondisioning klasik menjadi kondisioning klasik vikarius (vicarious classical conditioning). seseorang mencoba melakukan tingkah laku yang dilihatnya dan reinforcement/ punishment berfungsi sebagai sumber informasi bagi seseorang mengenai tingkah laku mereka. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Albert Bandura menyatakan bahwa orang banyak belajar melalui perilaku peniruan dan mencontoh. Selama jalannya Observational Learning. Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teoriteori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya.- Modeling Simbolik: Dewasa ini sebagian besar tingkahlaku berbentuk simbolik. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Kita bisa meniru beberapa perilaku hanya melalui pengamatan terhadap perilaku model. Proses belajar semacam ini disebut "observational learning" atau pembelajaran melalui pengamatan. Modelilng semacam ini banyak dipakai untuk mempelajari respon emosional. Film dan televisi menyajikan contoh tingkahlaku yang tidak terhitung yang mungkin mempengaruhi pengamatnya. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) 25 . bahkan sekalipun tanpa adanya penguat (reinforcement) yang diterima. Prinsip dasar belajar menurut teori ini.

pengamat harus mempunyai kemampuan untuk menirukan perilaku dari model yang diamati. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. namun individu akan bertindak setelah ada proses kognisi atau penilaian terhadap lingkungan sebagai stimulus yang akan ditindaklanjuti. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. dan motivasi dan penguatan.dan penyajian contoh perilaku (modeling). Modeling ini akan efektif jika orang yang mengamati mempunyai motivasi yang tinggi untuk meniru tokoh yang diamatinya. Bandura menyatakan bahwa kognisi adalah sebagai tingkah laku perantara dimana persepsi diri kita mempengaruhi tingkah laku. ada tiga komponen yang harus ditelaah yaitu individu itu sendiri (P: person). Individu akan memunculkan satu bentuk perilaku yang sama meskipun lingkungannya serupa. Modelling dilakukan melalui empat proses yaitu perhatian. sifat dari model tersebut. representasi. Dalam peniruan tingkah laku. Perhatian dipengaruhi oleh asosiasi pengamat dengan orang yang diamati (model). Istilah yang terkenal dalam teori belajar sosial adalah modeling (peniruan). lingkungan (E: environment). Modeling lebih dari sekedar peniruan atau mengulangi perilaku model tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkah laku yang teramati. serta perilaku si inidividu tersebut (B: behavior). menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus melibatkan proses kognitif. Dalam menganalisis perilaku seseorang. yaitu seseorang akan bertingkah laku dalam suatu situasi yang ia pilih secara aktif. dan arti penting tingkah laku yang diamati. 26 . Teori belajar sosial ini menjelaskan bagaimana kepribadian seseorang berkembang melalui proses pengamatan. Melalui pemberian reward dan punishment. peniruan tingkah laku. Satu konsep penting yang dikemukakan Bandura adalah reciprocal determinism. Representasi berarti tingkah laku yang akan ditiru harus disimbolisasikan dalam ingatan. di mana orang belajar melalui observasi atau pengamatan terhadap perilaku orang lain terutama pemimpin atau orang yang dianggap mempunyai nilai lebih dari orang lainnya.

Self Efficacy Peran Self Efficacy dalam Pembelajaran Sosial adalah sebuah variable penting yang mempengaruhi apakah terjadi pembelajaran social atau tidak adalah persepsi atas kemampuan diri (self efficacy). Gagalnya suatu peristiwa mengikuti bentuk “jika-maka” yang ada dalam pola pikir individu. Self Regulation 27 . bisa tingkah laku dalam bekerja. atau penilaian orang mengenai kemampuannya untuk menggunakan control atas tingkat kinerja mereka dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi kehidupannya. Bentuknya adalah “jika-maka” antara perilaku dan hasilnya. Efficacy expectations : keyakinan bahwa ia bisa melakukannya atau tidak. Outcome expectancy adalah antisipasi dari hubungan yang sistematik antara kejadian-kejadian atau objek-objek dalam suatu situasi. Ini adalah persepsi seseorang mengenai kemampuannya didalam menghadapi suatu situasi. individu tersebut akan lebih mudah mengalami gangguan karena ketidaknyamanan yang ia alami. sosial dipengaruhi oleh self efficacy. Ditekankan bahwa self efficacy sangat berpengaruh dalam tingkah laku seseorang. Outcome expectations : perkiraan individu bahwa suatu outcome tertentu akan muncul dan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan. maka jika harapan dari individu terlalu tinggi dan tidak dapat tercapai. Segala tingkah laku. Menurut Bandura (1994) yang menyebutkan bahwa “pengaruh-pengaruh pencontohan harus didesain untuk membangun self efficacy dan juga menyampaikan ilmu pengetahuan dan aturan tingkah laku” (halaman 81). 2 komponen dalam Self efficacy adalah: 1. Banyak kampanye komunikasi yang ditujukan pada perubahan prilaku orang tidak hanya akan memperagakan prilaku-prilaku tetapi juga berusaha untuk menarik atau meningkatkan perasaan self efficacy anggota. akademis. rekreasi. 2. Expectancy adalah variabel kognitif dalam hubungan antara stimulus dan respon.

Konsep ini menjelaskan mengapa manusia bisa mempertahankan perilakunya walaupun tidak adanya rewards yang berasal dari lingkungan eksternal. ingatan. • Aplikasi Social Learning Theory atau teori pembelajaran social dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Daripada menggunakan bentuk. Internal standards adalah pemikiran yang berasal dari pengaruh modelling sebelumnya dan juga berbagai reinforcement yang lalu. 4. 2. Guru dan orang tua harus tepat dalam berprilaku dan menjaga mereka untuk tidak bersikap tidak pantas. Dengan adanya pemaknaan terhadap fenomena tertentu yang menurutnya baik atau bernilai. maka nilai-nilai tersebut menjadi patokan nilai internal individu yang bersangkutan. semakin besar harapannya untuk mencapai nilai tersebut dan semakin besar pula kemungkinan individu tersebut mengalami gangguan-gangguan. 3. perhatian. 28 . Menyediakan alternatif untuk membentuk perilaku baru untuk mengajar. seorang pengajar harus memastikan bahwa ada empat syarat penting yaitu.Self regulation adalah kemampuan individu untuk mengatur perilakunya sendiri dengan internal standard dan penilaian untuk dirinya. Konsep ini tidak dapat berjalan tanpa adanya internal standards seseorang. Hal ini dapat melibatkan peserta didik dengan membahas tentang imbalan dan konsekuensi dari berbagai perilaku. Siswa sering belajar banyak sekali hanya dengan melihat orang lain. Untuk mempromosikan keefektifan model. alat reproduksi dan motivasi. Menjelaskan konsekuensi dari perilaku yang dapat secara efektif meningkatkan perilaku yang sesuai dan menurunkan yang tidak pantas. contoh nya adalah sebagai berikut: 1. dalam kondisi biasa model dapat mempercepat keefesiensian untuk proses belajar membentuk prilaku baru. Semakin tinggi internal standard seseorang.

menerima pesan. Misalnya dalam contoh pada aplikasi pengajaran sekolah dasar adalah pentingnya tokoh2 otoritas untuk dapat menjadi model yang baik bagai anak-anak didiknya (dalam hal ini menunjukkan perilaku yang baik) Bisa juga dengan mengundang orang-orang yang pantas untuk dijadikan role model (sesuai bidang masing-masing) untuk hadir ke ruang kelas. Sehingga sangat penting untuk mengembangkan rasa percaya diri bagi siswa. Kemudian konselor meminta klien membayangkan hal yang menakutkannya secara bertahap. dibayangkan melihat ular mainan di etalase toko. Latihan Penguasaan (desensitisasi modeling): Mengajari klien menguasai tingkah laku yang sebelumnya tidak bisa dilakukan (misalnya karena takut). Treatmen konseling dimulai dengan membantu klien mencapai relaksasi yang mendalam. Teknik ini sangat penting untuk membongkar 6. stereotip tradisional. Namun menurut Bandura. Pada umumnya. Social Learning Teori juga dapat di aplikasikan pada kegiatan belajar mengajar. dan pengalaman sukses mereka sendiri. melihat orang lain berhasil. Siswa harus yakin bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas sekolah. Guru harus menekspos siswa untuk mengetahui berbagai macam bentuk model komunikasi. yakni: 1. baik itu di sekolah maupun diluar kegiatan sekolah. Teknik Self-Regulation menyediakan metode yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa. 7. dia mengusulkan tiga macam pendekatan treatment. Kalau klien dapat membayangkan kejadian itu tanpa rasa takut. mereka diminta 29 .5. Guru juga dapat mempromosikan diri dengan keberhasilan siswa dengan membangun keyakinan pada diri siswa. kadang-kadang tugas di luar kemampuan siswa. 8. Misalnya. ular. akan menjadi penyakit atau masalah yang sulit diselesaikan bagi siswa. Guru harus membantu siswa menetapkan harapan yang realistis bagi mereka untuk menyelesaikan akademik nya. Namun. di dalam kelas itu dimaksudkan untuk membuat kepastian bahwa pengharapan tidak terlalu rendah.

Onong. Calvis S. Teori-teori Sifat dan Behavioristik. Sumber Hall. sampai akhirnya menggendong ular. Psikologi Komunikasi.: Penerbit Kanisius. • Kritik & Evaluasi Kritik terutama datang dari kelompok aliran behavioristik keras. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. modeling kognitif) tanpa memakai penguatan yang nyata. 1993. Bandung: Remaja Rosdakarya. dibantu oleh modelnya meniru tingkah laku yang dikehendaki. 2003. Jalaluddin. 3. Ini adalah model desensitisasi sistemik yang pada paradigma behaviorrisme dilakukan dengan memanfaatkan variasi penguatan. kemudian menyentuh ular. Modeling Simbolik: Klien melihat model dalam film.membayangkan bermain-main dengan ular mainan. atau gambar/cerita. Modeling terbuka (modeling partisipan): Klien melihat model nyata. Rakhmat. & Gardner Lindzey. kemudian melihat ular dikandang kebun binatang. Yogyakarta. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Penyebab utamanya karena pandangan Bandura yang kental aspek mentalnya. Kepuasan pikarious (melihat model mendapat penguatan) mendorong klien untuk mencoba/ meniru tingkah laku modelnya. yang memandang Bandura lebih tepat untuk dimasukan dalam kelompok aliran kognitif dan tidak diakui sebagai bagian dari behavioristik. Kritik terhadap Bandura 30 . sampai akhirnya mampu melakukan sendiri tanpa bantuan. Uchjana.Edisi Revisi. Bandura memakai desensitisasi sistematik itu dalam pikiran (karena itu teknik ini terkadang disebut. 2. biasanya diikuti dengan klien berpartisipasi dalam kegiatan model. 1993.

JUDEE K. smp. BURGOON J Judee K. 31 . Waktu liburan dan saat musim panasnya sering dihabiskan judee untuk bekerja mencari uang tambahan untuk nanti kuliahnya. dan pada tahun 1972 judee mendapatkan gelar M. Kedua ilmuan komunikasi inilah yang mengemukakan dan mengembangkan teori ini. Saat judee sd. Buller. Pendidikannya tidak henti sampai disitu. dan sma. Akhirnya judee meneruskan jenjang kuliahnya ke Iowa State University. seperti mengikuti young republicans dan young democrats pada saat sma. Judee lahir pada 5 Februari 1948 di Iowa. Burgoon dan David B. Burgoon. dan mengarahkan ekstrakulikuler debat dan dram di Boone High School. dan judee mendapatkan bachelor’s degree nya dengan summa cum laude di tahun 1970.S.Interpersonal Deception Theory • Tokoh Penemu Tokoh dibalik Interpersonal Deception Theory adalah Judee K. judee pun melanjutkan kuliahnya di Illinois State University. Dan ini diakhirinya dengan double major di bidang pidato / debat bahasa inggris. Hal ini langsung dimanfaatkannya untuk mengajar debat dan pidato. “K” kepanjangan dari Kathelene. ia sangat menggemari aktivitas yang berbau debat dan sering sekali judee aktif dalam organisasi. dan double minor nya di bidang studi sosial dan pendidikan.

dan dua tahun kemudian pada 1974 judee menyelesaikan gelar doktornya di bidang komunikasi bersamaan dengan pendidikan psikologinya di West Virginia University. tahun 1984. dia memegang jabatan di Harold simmons Chair untuk komunikasi kesehatan di institute cooper dan pemimpin dari institute denver dan memusatkan dirinya di bidang komunikasi kesehatan. Nama belakangnya. Setelah tiga tahun sebagai asisten profesor dan Direktur Forensics di University of Florida. BULLER Dr. Dr. Formerly. Dia juga sudah membuat program-program kebijakan untuk sekolah dan administrasi kesehatan 32 .nya di bidang speech communication. diambil dari nama suaminya yaitu Michael Burgoon. “Burgoon”. buller memperoleh gelar sarjana kependidikan di komunikasi dari universitas Michigan dan sebuah gelar M. termasuk nutrisi. dan dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Erin Mikaela. Menikah di tahun 1974. pencegahan kanker kulit dan pencegahan tembakau dan penghentian programprogram untuk anak remaja dan populasi remaja. saya mengambil posisi sebagai Wakil Presiden pada penelitian komunikasi untuk Louis Harris and Associates di kota New York. buller adalah PI dalam sejumlah study komunikasi kesehatan. Buller adalah seorang ahli ilmu pengetahuan senior dan pemimpin penelitian di KB. Dan pada akhirnya.A dalam komunikasi bahasa di universitas auburn. judee menjadi professor komunikasi pada fakultas komunikasi di University of Arizona. Dr. Mereka bertiga hidup dan berkembang di sonorant desert. DAVID B.

• Latar Belakang Teori. pertanyaan – pertanyaan tersebut akan coba dijawab dengan terbentuknya makalah ini. yang akan membahas tuntas tentang “Interpersonal Deception Theory” . dan yayasan peneliatian kanker Amerika. perasaan ini bisa diukur kuat tidaknya dari proses interaksi yang dilakukan individu tersebut pada individu lain yang berada disekitarnya. yaitu “Interpersonal Deception Theory” atau Teori Penipuan Antar Individu. Ini menimbulkan pula sikap kita yang berbeda – beda pada setiap orang. menghalalkan berbagai macam cara untuk tercapainya tujuan tersebut.pemerintah. buller sudah dibiayai oleh institute kanker nasional. Tentunya dalam interkasi tersebut kita sebagai individu memasang settingan diri kita sebagus – bagusnya di depan individu yang lain. yayasan Robert wood Johnson. pengakuan sosial tentunya jadi yang utama saat kita sedang berinteraksi antar individu. Perspektif ilmu komunikasi. Penelitian Dr. Dalam kegiatan kita sehari – hari tentunya kita menemui berbagai macam individu lain yang selalu berhubungan dengan kita. kurikulun sekolah dasar Healthy Ways. Dengan kata lain. dan seolah – olah kredibel di depan lawan bicaranya. Melalui pernyataan tersebut kadangkala individu sebagai pelaku komunikasi dua arah. Setiap individu memiliki rasa ingin diakui di dalam kelompok maupun lingkungan sekitarnya. pusat untuk penanggulangan penyakit dan pencegahan. berbohong mempunyai teori tersendiri yang membahasnya. 33 . dia sudah menulis atau membantu menulis lebih dari 100 artikel. dan tentu intensitas kita untuk berinteraksi kepada tiap orang berbeda – beda. Dapat dilihat dari kehidupan sehari – hari pastinya kita sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari interaksi antar individu. Di adalah penulis dari buku Sunny Days. Kapan berbohong itu efektif digunakan ? bagaimana cara berbohong yang biasa dilakukan ? apa ciri – ciri pembohong ? kenapa orang harus berbohong ? ada berapa pembohong di sekitar kita ?. buku-buku dan bab-bab buku. Cara yang ditempuh yang sudah sangat sering adalah dengan cara berbohong. yaitu diakui benar.

Freud mengamati seorang pasien yang diminta mengungkapkan perasaannya yang paling dalam. menghindari masuk kedalam konflik. Penelitian sebelumnya difokuskan pada perumusan prinsip-prinsip kebohongan. mereka semakin cenderung ketahuan. meninjau kembali penelitian ini dan membentuk pemikiran bahwa dalam berusaha membohong. semoga makalah ini bisa berguna dan menjadi panduan yang baik. MIE menyatakan bahwa semakin orang berupaya membohongi orang lain. biasanya teori ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana orang menghindari tindakan menyakiti orang lain dengan cara berbohong. Prinsip-prinsip ini didapat dengan mengevaluasi kemampuan mendeteksi kebohongan oleh individu yang mengamati komunikasi 34 . Sigmund Freud mempelajari isyarat nonverbal untuk mendeteksi kebohongan sekitar seabad lalu. maksudnya supaya pembaca bisa menganalisis sendiri atau bahkan belajar berkomunikasi efektif menggunakan “Interpersonal Deception Theory”. pembohong lebih aktif dibanding yang diperkirakan kebanyakan orang. ia dianggap berbohong. Buller dan Judee K. bisa lebih mengupgrade kemampuan kita dalam bidang ilmu komunikasi. Dan di dalam makalah ini dicantumkan beberapa contoh kasus. berpura – pura empati. Namun. Sebelum penelitiannya. Pada tahun 1989. IDT dikembangkan oleh dua profesor komunikasi. David B. Dan diharapkan setelah membaca makalah ini kita sebagai makhluk komunikasi. Burgoon. Burgoon dan Floyd. dan masih banyak lagi kebiasaan seseorang yang ada kaitannya dengan memanipulasi pernyataan mereka dengan kebohongan dijelaskan oleh teori “Interpersonal Deception” ini. Demikian.“Interpersonal Deception Theory” itu sendiri dikemukakan untuk berbagai alasan. atau bisa untuk menjelaskan bagaimana cara orang lain berbohong untuk menyerang orang lain. kebohongan tidak begitu dianggap sebagai aktivitas komunikasi. Tujuan dibuatnya makalah yang membahas “Interpersonal Deception Theory” ini adalah untuk menyadarkan kita betapa pentingnya kita untuk mengetahui tingkat kebohongan yang terjadi pada lingkungan dan kehidupan kita sehari – hari. DePaulo dan Kirkendol mengembangkan Motivation Impairment Effect (MIE). Jika mulutnya tertutup dan jarinya gemetar.

Paradigma Umum Tentang Interpersonal Deception Theory (IDT) KONSEP TEORI Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi Kelompok Komunikasi Organisasi Komunikasi Komunikasi Massa PERSPEKTIF Cover in laws Critical System Human Action  Jika dilihat dari kolom ini. Interpersonal Deception Theory menduduki kolom yang bersilangan antara konsep teori komunikasi antar pribadi. IDT didasarkan pada komunikasi dua arah dan ditujukan untuk menggambarkan kebohongan sebagai satu proses komunikasi interaktif. maupun sekedar perasaan pada level sadar dan bawah sadar. ketika melakukan komunikasi tatap muka. dan perspektif human action. terutama pada soal desepsi.satu arah (unidirectional). mereka cukup baik pada fungsi-fungsi dibanding yang dihasilkan hanya dari kebetulan". Teori interpersonal deception ini lebih sering diasumsikan sebagai teori untuk “seni mengatakan yang tidak sebenarnya”. Artinya Interpersonal Deception Theory ini jelas sekali membahas bagaimana dinamika kita ketika sedang berinteraksi dengan individu lain. hubungannya dengan sikap kita ketika melakukan komunikasi dan sikap kita ketika kita berada pada etika komunikasi interpersonal dengan berazaskan human action. Karena itu. 35 . Buller dan Burgoon mereduksi nilai penelitian yang sangat terkontrol – biasanya percobaan komunikasi satu-arah – yang dirancang untuk mendapatkan petunjuk yang benar bahwa orang berbohong. Teori ini berupaya menjelaskan pula pola dimana individu berhadapan dengan kebohongan baik benar terjadi. Penelitian awal ini menemukan bahwa "meskipun manusia jauh dari sempurna dalam upayanya mendiagnosis kebohongan.

“saya ingin pergi ke pesta ulang tahun. ketika kita ingin menyatakan ketidakbenaran atau menutupi kejadian yang sesungguhnya. Kebohongan yang disengaja membutuhkan sumber kognitif yang lebih dibanding komunikasi jujur. apartemen yang mana ? teman yang mana ? siapa ? atau bahkan pesta ulang tahunnya bukan di apartemen. Itulah ketiga pendapat buller dan burgoon tentang menyembunyikan kebenaran. Teori Buller dan Burgoon memberitahukan kita tentang “frame of thingking” mereka dengan menjelaskan fenomena. padahal dalam kenyataannya tugas itu belum dikerjakan. dan menutupi bagian detailnya.Komunikasi tidak bersifat statis. dengan cara menghindar sepenuhnya. saya jadi ingat tentang …bla… bla… bla. menuju konsep. kebohongan berbeda dari komunikasi jujur. maka kita bisa bicara “saya mau pergi keluar sebentar” atau mungkin bisa dengan mengalihkan penuh tema pembicarannya. berbohong sepenuhnya. “. misalkan kita berbicara “saya tadi habis mengerjakan tugas di perpustakaan”. misalkan ketika kita dihadapkan kepada suatu pertanyaan yang kita tahu jawabannya akan mengecewakan lawan bicara kita. Ketiga. “ oh ya. tetapi di satu sisi kita menutupi detailnya. di apartemen teman saya”.. kita tidak memberi detail yang jelas dalam kalimat pernyataan ini. yaitu di apartemen teman saya. dan begitu sebaliknya. proposisi. ia tidak hanya dipengaruhi oleh tujuan seseorang. Selain itu. bisa dengan cara menyampaikan sebagian kebenaran. Pertama. sampai pada penjelasan yang di dukung oleh fakta dan contoh kasus. misalkan. yaitu pergi ke pesta ulang tahun. Kedua. IDT membahas keterkaitan antara konteks komunikatif dan perilaku dan kognisi pengirim dan penerima dalam situasi penuh kebohongan (deceptive). Perilaku pengirim dan pesan dipengaruhi oleh perilaku dan pesan dari penerima. Buller dan Burgoon menyatakan ada tiga tipe respon yang memungkinkan untuk diberikan kepada lawan bicara kita. di satu sisi kita menyatakan kebenaran. tetapi juga oleh konteks interaksi yang diungkap. 36 .

teori kebohongan bersifat sangat manusiawi karena memandang berbagai kenyataan saling bergantung pada berbagai faktor situasional pada individu yang terlibat 2. 37 . bahkan mungkin terkadang mengandung kelebihan kognitif sehingga pesan yang disampaikan tidak masuk akal. “Human beings are poor lie detectors in interactive situations. Nilai dari individu yang terlibat disimpulkan dari nilai dan pengalaman mereka sendiri.• Asumsi Asumsi Metateoretis 1. kita tahu bahwa sebenarnya manusia adalah “pendeteksi” kebohongan yang buruk dalam situasi interaktif. Manusia memiliki ketidakawasan dalam menangkap suatu kebohongan. Asumsi epistemologis: Dalam hal pengetahuan. deceivers can adjust their presentation to allay suspicion” (Griffin (pp. teori ini juga bersifat manusiawi. Asumsi ontologis: Sejauh sifat kenyataan. 3. When respondents appear doubtful. kadangkala manusia terlalu tertutupi akan bias kebenaran yang diciptakan oleh si pembohong. Although strategic deception often results in cognitive overload that leaks out through a deceiver’s communication. respondents usually miss these telltale signs due to a strong truth bias. A-13-14) Dari pernyataan Griffin di atas. Manusia sering tidak memperhatikan isyarat – isyarat yang dikeluarkan pembohong secara tidak sengaja. Apa yang ditemukan dari penelitian sepenuhnya bergantung pada siapa yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang dibicarakan. Asumsi aksiologis: Teori IDT bersifat manusiawi dalam segi nilai.

Kebohongan menggunakan kerangka teori yang sama karena komunikasi dari satu peserta dengan sengaja salah.  Komunikasi relational mengacu pada komunikasi dimana makna yang dibentuk oleh dua orang saling mengisi peran.Perspektif Teoritis Teori Interpersonal Deception membahas kebohongan melalui lensa teoretis komunikasi antar personal. IDT memfokuskan pada sifat dyadic (dual). yang mencakup aspek verbal dan non verbal yang seringkali. relational (hubungan) dan dialogic (dialog) dari komunikasi penuh kebohongan. multidimensi dan multimodal. Dyad berarti sekelompok terdiri dari dua orang dimana pesan dikirim dan diterima. masing-masing mengandalkan satu sama lain dalam pertukaran tersebut.  Aktivitas dialogic mengacu pada bahasa komunikatif dari pengirim dan penerima. ia menganggap kebohongan sebagai suatu proses interaktif antara pengirim dan penerima. multifungsi. Pesan biasanya berupa pesan verbal 2. baik pengirim dan penerima. 38 . Sebagai contohnya adalah kerangka konseling psikoterapi dan psikologis. Tiga Ciri Pesan Tidak Jujur & Tiga Cara Menyampaikannya 1. Pesan tambahan. Perilaku ceroboh yang seringkali nonverbal dan membantu menunjukkan kebohongan dari si pengirim melalui apa yang disebut leakage (kebocoran). Aktivitas dyad. seakan – akan mengungkap kebenaran pesan tersebut 3. Berbeda dengan penelitian tentang kebohongan sebelumnya yang memfokuskan pada pengirim dan penerima secara terpisah. Perilaku antara pengirim dan penerima bersifat dinamis. Pada dasarnya.  Komunikasi dyadic berarti komunikasi antara dua orang. relasional dan dialogis antara pasien dan ahli terapi bergantung pada komunikasi yang jujur dan terbuka jika pasien ingin sembuh dan berhasil membina hubungan yang lebih sehat.

Equivocation Mengalihkan permasalahan Peran Superordinate dari Konteks dan Hubungan. spontanitas. keakraban relational (termasuk keakraban informasi dan perilaku) b. 1. keterlibatan relasional d. kebutuhan percakapan e. valensi hubungan 39 . Kognisi dan perilaku pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis. Falsification Yaitu menciptakan suatu fiksi kepada lawan bicara 2. sifat kesegeraan (terburu – buru) c. 1. Concealment Yaitu menyembunyikan suatu rahasia 3. 2. Penjelasan IDT tentang kebohongan antar personal tergantung pada situasi dimana interaksi itu terjadi dan hubungan antara pengirim dan penerima. Memiliki variasi dalam. Selama pertukaran informasi bohong. karena konteks komunikasi tidak jujur. a. perilaku dan kognisi pengirim dan penerima bervariasi secara sistematis karena hubungan memiliki variasi dalam. a.Buller dan Burgoon menyatakan tiga cara strategi yang biasa digunakan untuk menyampaikan suatu desepsi. akses isyarat sosial b.

(c) memperlihatkan emosi negatif dan memperlihatkan bahwa dirinya sedang “ditekan” (d) atau bahkan memperlihatkan dirinya tanpa emosi (noninvolvement) dan gerak geriknya memperlihatkan penurunan kinerja bagian organ tertentu Pengaruh Karakteristik Pra-interaksi terhadap Kemampuan Awal Deteksi dan Penampilan Suatu Kebohongan IDT membenarkan bahwa faktor prainteraksi mempengaruh kemampuan awal deteksi dan penampilan suatu kebohongan yang diciptakan si pembohong. dan kompetensi dari apa yang dibicarakannya. konteks menurunkan penampilan awal kebohongan sedemikian rupa sehingga kebohongan dalam konteks yang semakin interaktif 40 . Interaktivitas menyebabkan : (a) aktivitas strategis yang lebih besar (informasi. perilaku dan manajemen kesan) (b) berkurangnya aktivitas nonstrategis (gelisah.Proposisi & Eksplanasi Faktor Prainteraksi yang Terkait dengan Aktifitas Komunikasi Seorang komunikator. perilaku dan citra (b) menampilkan isyarat kegelisahan nonstrategis (tidak terpikirkan/spontan). emosi negatif atau ditekan. seperti pengharapan. 1. individu juga melakukan pendekatan terhadap pertukaran pesan yang tidak jujur dengan mengikutsertakan faktor prainteraksinya sendiri. Dibandingkan dengan orang yang berkata jujur. IDT membenarkan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi pertukaran pesan secara tidak jujur. pembohong akan. penurunan kinerja) seiring waktu relatif terhadap konteks non-interaktif. tujuan atau maksud. (a) Terlibat dalam aktivitas strategis yang lebih besar yang dirancang untuk mengelola informasi. Berikut poin – poin yang bisa dijadikan acuan terhadap pembuktiannya. pengetahuan.

Pembohong biasanya lebih baik dalam mendeteksi kecurigaan dibanding responden dalam mendeteksi kebohongan. Tujuan dan motivasi menurunkan penampilan perilaku strategis dan nonstrategis 5. pembohong tidak hanya (a) lebih memahami deteksi (b) menunjukkan manajemen informasi. Begitu pengetahuan tetnang informasi. tetapi juga (d) lebih menunjukkan perilaku kebocoran nonstrategis 6. 3. perilaku dan hubungan meningkat. Harapan awal komunikator dan komunikan akan kejujuran pesan. berbanding sama dengan tingkat interaktivitas dan positivitas konteks dari hubungan yang dilakukan antara komunikator dan komunikan saat terciptanya komunikasi tersebut. (c) perilaku dan citra yang lebih berstrategi.2. Pembohong biasanya membalas pola orang tersebut ketika mencoba berbohong. Pengirim yang ahli menyampaikan perilaku penuh kejujuran dengan terlibat dalam perilaku yang lebih strategis dan menunjukkan lebih sedikit kebocoran nonstrategis dibanding yang kurang ahli. berhubungan terbalik dengan pengharapan akan kejujuran (yang merupakan fungsi dari interaktivitas konteks dan kepositifan hubungan) 4. ‘Othello-error’ – spiral rekursif dari kognisi pengirim dan penerima mempengaruhi perilaku dan kognisi selanjutnya 41 . Sebaliknya justru pemahaman deteksi awal pembohong dan aktivitas strategis yang terkait.

42 . 1. Kecurigaan penerima tercermin melalui satu kombinasi perilaku strategis dan non-strategis 2.selama interaksi. berbanding lurus dengan (a) bias kejujuran dari penerima (b) interaktivitas konteks (c)dan kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini berbanding terbalik dengan penyimpangan komunikasi pengirim dari pola yang diharapkan. Pengirim merasakan kecurigaan. Penilaian awal dan selanjutnya dari penerima terhadap kredibilitas pengirim. mempengaruhi kecurigaan awal penerima dan akurasi deteksi selanjutnya. dan penyimpangan komunikasi dari pola yang diharapkan si pengirim. disertai dengan penampilan perilaku awal. jika sudah terlihat. kemampuan pemahaman penerima. 2. Keakuratan deteksi awal dan selanjutnya berbanding terbalik dengan (a) bias kebenaran penerima (b) konteks interaktivitas (c) kemampuan bahasa pengirim Dan ketiga poin ini mereka berbanding lurus dengan pengetahuan informasi dan perilaku. yaitu 1. Deteksi kebohongan adalah masalah coba-coba dan tergantung pada interaksi Efek Karakteristik Pra Interaksi dan Interaksi Awal terhadap Kognisi Penerima IDT lebih lanjut menyatakan bahwa faktor pra interaksi. Pola Interaksi Interatif IDT selanjutnya menggambarkan proses iteratif dari isyarat kecurigaan penerima dan reaksi pengirim terhadap isyarat tersebut. yaitu.

semakin besar kesadaran sosial penerima. tetapi IDT menganggap kebanyakan tidak. Dengan kata lain. Keberhasilan kebohongan pengirim merupakan fungsi dari kognisi pengirim (kecurigaan yang dirasakan) dan isyarat perilaku penerima. 1. yang paling penting adalah bagaimana pembohong mengatur isyarat verbal dan nonverbalnya. Isyarat kebohongan dan kecurigaan berubah seiring waktu 5. Ada berbagai hal yang harus dilakukan pembohong secara simultan untuk memastikan apa yang mereka katakan terasa benar. Peran Penerima (“korban”) dalam IDT Kebanyakan orang yakin bahwa mereka bisa melihat kebohongan. Ini 43 . interaksi antara pengirim dan penerima mempengaruhi sejauh mana kredibilitas pengirim menurut penerima dan seberapa besar kecurigaan penerima menurut pengirim. semakin baik ia mendeteksi kebohongan. Menurut IDT. IDT menyatakan bahwa interaksi penuh kebohongan memuncak dalam serangkaian penilaian pasca-interaksi tentang kredibiltias pengirim dan kecurigaan penerima. Proses timbal balik adalah pola adaptasi interaksi yang dominan antara pengirim dan penerima selama kebohongan antar personal Hasil Pasca Interaksi Terakhir. 2. Keakuratan deteksi. menurut penelitian terakhir. Seberapa besar keberhasilan penerima kebanyakan dalam mendeteksi kebohongan? Tidak begitu berhasil sama sekali. bias) (b) kemampuan pemahaman penerima (c) isyarat perilaku pengirim. bias.3. Kecurigaan (yang dirasakan atau sebenarnya) meningkatkan perilaku strategis dan non strategis dari pengirim 4. dan penilaian penerima terhadap kredibilitas pengirim setelah interaksi merupakan fungsi dari (a) kognisi penerima (kecurigaan.

karena pengirim mengandalkan pengetahuan informasi. biasanya dalam bentuk kegelisahan dan emosi negatif. sedih. Namun. hubungan dan perilaku untuk mencapai tujuan. pengirim mempersiapkan penerima untuk menerima informasinya sebagai benar. seperti kepuasan diri. dan mungkin menyadari bahwa pengirim sedang berbohong. atau membentuk emosi negatif untuk target kebohongan.mungkin dikarenakan ada kontrak sosial bahwa orang akan jujur satu sama lain dan percaya orang akan jujur terhadapnya. gembira. Emosi bisa menjadi “motivator” kebohongan. jika pengirim selalu menggunakan taktik yang sama. penerima akan sadar. Kebocoran emosi Emosi dalam kebohongan terwujud paling jelas dalam isyarat-isyarat nonverbal. Motivator disini adalah pengontrol ktika terjadinya kebohongan. Tearkhir. Seringkali. Ekspresi wajah Ada delapan emosi dasar yang dikomunikasikan melalui ekspresi wajah: marah. terhindar dari emosi negatif (kelakuan yang tidak wajar). komunikasi bersifat bertentangan: orang menyampaikan satu hal secara verbal dan hal yang berlawanan secara nonverbal. muak. baik sebagai motivator dan hasil kebohongan. Emosi yang Muncul dalam Bahasan IDT Emosi berperan penting dalam IDT. ingin tahu. Untungnya manusia sangat sensitif terhadap isyarat tubuh. takut. Kebocoran disini mengacu pada kejadian komunikatif dimana isyarat nonverbal mengungkap isi pesan verbal yang sebenarnya. pernyataan itu mungkin mengarahkan penerima untuk meyakini bahwa cerita pengirim selanjutnya juga benar. Emosi ini 44 . Emosi bisa juga merupakan akibat dari kebohongan karena respon fisik terjadi dalam pengirim. terkejut dan menerima. Jika penipu mulai melakukan pertukaran tidak jujur dengan pernyataan yang akurat dan valid. meskipun beberapa bagian dari dialognya salah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% emosi dikomunikasikan secara nonverbal.

orang Jepang tidak membolehkan menunjukkan emosi negatif. mengangkat tangan dan meremas ibu jari dan telunjuk bersamaan. Misalnya. atau ia akan sulit menyembunyikan rasa muak ketika mengobati orang luka atau berhadapan dengan orang yang tidak tahu malu. Ada dua “jalur” utama dimana ekspresi ini berkembang: “jalur satu”. seseorang tidak akan bisa menyembunyikan rasa enak ketika bertemu seseorang yang memiliki cacat luka yang mengerikan. Misalnya. defensif. tidak dewasa. Jika menatap lebih dari 80%. natural atau tulus.umumnya dikenali di berbagai budaya. ada dari dalam diri. Budaya berbeda memiliki aturan memperlihatkan emosi yang mengatur penggunaan ekspresi wajah. Gerak tubuh Penggunaan gerakan tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi budaya yang spesifik di budaya tertentu dan bisa menyebabkan kesalahpahaman dan terkadang hinaan. karena dianggap menunjukkan vagina. akan dianggap vulgar di daerah Mediterania. mereka bisa dianggap ramah.8 detik. Terkadang. seperti menyentuh wajah. individu merasa sulit mengontrol ekspresi wajah. Tatapan Orang menggunakan tatapan mata untuk menunjukkan ancaman. menghindar atau tidak peduli. dan “jalur dua” yang tergantung pada proses sosialisasi. Wajah bisa “membocorkan” informasi tentang apa yang mereka rasakan. mereka bisa dianggap dingin. Misalnya. menggaruk. atau menaruh tangan di atau 45 . curiga. percaya diri. Gerak tubuh tak sadar digambarkan sebagai tindakan menyentuh diri. kedekatan dan keingintahuan. memegang tangan. digunakan oleh orang Perancis dan terkadang Inggris untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu sempurna. tiap tatapan rata-rata selama 7. pesimistis. Jika penerima melihat hanya 15%. Penerima biasanya melihat selama 70-75%. Tatapan mata digunakan untuk mengatur giliran dalam percakapan dan merupakan faktor penting dalam memutuskan seberapa besar ketertarikan penerima pada apa yang dikatakan pengirim.

sementara kelompok yang hanya melihat badannya menganggap bahwa ia sedang tegang. gugup dan terganggu. sering dilakukan orang ketika mengalami emosi ekstrem seperti depresi.dekat mulut. Karena penasaran anda terus mendesaknya untuk berkata jujur tetapi ia tetap menolak. 46 . Salah satu contoh kebocoran terkait gerak tubuh ada dalam penelitian Ekman dan Friesen. sementara mereka yang disentuh lebih rendah dalam hal-hal tersebut. antara orang tertentu. kedekatan dan pemahaman. Mereka yang hanya ditunjukkan wajah wanita menganggap bahwa ia sedang bahagia dan gembira. Argyle menulis bahwa “nampaknya ada aturan yang jelas yang membolehkan hanya jenis sentuhan tertentu. dalam salam pertemuan dan perpisahan. mari kita lihat kasus berikut. maka ia sedang melakukan 'Falsification'. pasangan anda mengatakan bahwa dirinya adalah orang kaya padahal kenyataannya tidak. maka pasangan anda sedang berupaya melakukan 'Equivocation'. percaya diri dan hangat. Sentuhan pada orang lain dilakukan untuk menunjukkan gairah seksual. Kontak tubuh di luar batasan yang sempit itu tidak bisa ditolerir”. Aplikasi kompleks Untuk lebih jelas dan kompleks. Ketika anda menyatakan keraguan tentang status ekonominya kemudian ia menyangkal "tuduhan" anda tersebut. Mereka yang menyentuh orang lain dianggap memiliki status lebih tinggi. pada situasi tertentu. kesenangan atau kegelisahan yang ekstrem. yang menunjukkan satu film seorang wanita yang mengalami depresi kepada sekelompok peserta penelitian. itu artinya pasangan anda tengah melakukan 'Concealment'. Peserta diminta untuk menilai mood sang wanita. • Aplikasi Contoh kasus yang simple pada IDT misalnya. sebagai aksi agresi dan untuk menekankan dominasi. Sentuhan Sentuhan bisa menjadi alat penting untuk meyakinkan dan menunjukkan pemahaman.

Namun. Laperrr Mama masak apa pak. sayapun mulai tidak ontime pulang kerja. dan keseriusannya untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan. karena saya mengetahui pasti mereka tidak menyetujui saya kembali menjalin dengan Ditto. Belum ada rasa keberanian bagi saya untuk memberitahukan kepada orang tua. sabtu dan minggu saya kuliah dan Ditto juga sibuk dengan studi S2nya. ada hal yang masih mengganjal hingga saat ini. Sikap orang tua saya yang tidak menyetujui dikarenakan oleh kesalahan saya menceritakan segala sikap Ditto terhadap saya selama berpacaran sebelumnya. Karena ada perubahan waktu tersebut. Pada saat saya pulang dari dinner bareng Ditto tiba – tiba orang tua saya bertanya Bapak : ”Sekarang kok pulang kantornya sering malam terus Rin. keyakinan saya untuk kembali pada ditto karena saya dapat melihat kesungguhannya kepada saya untuk dapat meminimize sikap ego nya yang selama ini dia tunjukkan. Tetapi saya memiliki alasan kuat untuk menerima Ditto kembali yaitu perubahan sikap dari dirinya. belum makan nih” 47 . waktu untuk bertemu diantara kami benar – benar sempit. kalau tadi ngobrol dulu sama teman kantor”. kedua orang tua saya masih belum mengetahui bahwa saya telah kembali menjalin dengan Ditto lagi. Satu – satunya waktu kami dapat bertemu adalah setelah pulang kerja kami bertemu untuk menghilangkan rasa kangen kami terkadang nonton atau dinner bareng.Saya telah menjalin hubungan kembali dengan mantan pacar saya yang bernama Ditto. ”Aduuhhh. hubungan kami kembali terjalin karena kami mulai menyadari satu sama lain masih saling membutuhkan dan mengerti akan sikap ego dalam diri masing – masing. Di awal kami kembali menjalin hubungan. karena dia menyadari kekurangan dirinya. kalau lembur kok tiap hari?”… Rina : ”Iya Pak kemarin – kemarin emang lembur terus banyak kerjaan.

Bapak berfikir tidak mungkin lembur sampai berhari – hari atau mungkin saja terjadi karena memang banyak pekerjaan. menurut teori Interpersonal Deception ini Rina telah menyembunyikan kebenaran bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini bertemu dengan Ditto bukan lembur dikantor dan dia menimbulkan fiksi baru dengan mengatakan lembur dan ngobrol dengan teman kantor. dan setelah itu makan. Awalnya. bahwa kecurigaan dari responden dapat dengan mudah di ketahui oleh deceiver (pembohong).Rina berkata bahwa dia pulang malam akhir – akhir ini lembur. sehingga berdampak pada tingkah lakunya (Non Verbal). Rina langsung menanyakan menu masakan hari ini. baru mandi. Sebenarnya saya ingin mengatakan kepada orang tua dari awal agar tidak membuat sebuah kebohongan tetapi saya tahu orang tua saya pasti tidak akan merestui dan menyetujui. Kecurigaan Bapak tertangkap oleh Rina. dan membiarkan anakanya menyantap makanan. 48 . tetapi karena takut Bapak lebih curiga. adalah strateginya agar kebohongannya tidak diketahui oleh Bapak. Rina. dan takut kalau orang tua saya sedih dan marah. planning rina tersebut jadi tidak sesuai lagi dengan rencana awal. Oleh karenanya Rina cepat – cepat langsung mengalihkan pembicaran dan menciptakan kondisi agar orang tuanya khawatir bahwa anaknya kelaparan sehingga tidak melanjutkan pertanyaan yang lebih dalam lagi. Pengalihan pembicaraan Rina secara terburu – buru dan menunjukkan muka kelaparan kepada Bapak adalah upaya Rina untuk menghindar dari pertanyaan selanjutnya agar dapat menahan dan mengontrol informasi. Kecurigaan ini berdiri diantaranya kenyataan dan fiksi. memiliki tujuan agar kedua orang tuanya tidak mengetahui dia telah memulai lagi berhubungan dengan Ditto. Rina masih ingin bercengkrama dengan orang tua. Situasi tersebut menganalogikan Teori ini. karena Rina merasa kondisi orang tuanya belum siap untuk tahu kenyataan ini.

sehingga menimbulkan kecurigaan. dalam bathin bapak timbul perasaan ”pasti ada yang disembunyikan oleh Rina dari Bapak”. Kebohongan yang terlalu banyak menurut teori ini akhirnya mengalami kebocoran. kedua Rina mengatakan pulang malam karena ngobrol dengan teman sekantor dan terakhir nina megatakan pulang malam karena mengerjakan tugas kuliah dan memberikan penekanan ”kan anak rajin. Rina berbohong karena ingin mempertahankan hubungan harmonis dengan orang tuanya dan Ditto.Dalam teori deception ini. dan pesannya tidak pasti. jadi kalau ada tugas mesti cepat – cepat dikerjain. Bapak memeriksa lemari belajar Rina dan terdapat kamera digital yang Bapak kenali bahwa itu milik ditto setelah dicek isi foto di dalam kamera tersebut terdapat foto Ditto dan tertera tanggal Foto baru 2 (dua) hari yang lalu.” menunjukkan kercurigaan image yang berlebihan. Pada suatu hari kecurigaan Bapak pun mulai bertambah. Teori kebohongan juga mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan kebohongan akan memiliki perasaan bersalah dan keragu – raguan untuk mengambil langkah selanjutnya. Di hari selanjutnya. tidak konsisten. disamping itu memang tidak dibolehkan dalam agama. The Truth will come out setelah kebohongan mengalami kebocoran – kebocoran. Setelah Bapak mengetahui ada 49 . Seharusnya rina tidak melakukan kebohongan ini terhadap kedua orang tuanya. Rina kembali pulang malam untuk nonton bersama Ditto sampai pukul 07. Semakin rina berbohong semakin rina merasa bersalah dan ragu akan keputusannya kembali kepada Ditto. Yang berpengaruh pada perilaku Rina seperti cepat – cepat mengalihkan pembicaraan dan berpura pura lapar. Sebelumnya Rina mengatakan pulang malam karena lembur.45. Bapak kembali bertanya dan jawaban Rina kali ini ”Iya Pak. IDT mengemukakan bahwa informasi yang disampaikan oleh seorang pembohong akan berubah – ubah. tadi sengaja pulang malam karena mau ngerjain tugas kuliah dulu kan anak rajin…jadi kalau ada tugas mesti cepat cepat dikerjain”.

dan tidak pernah ada mekanisme penjelasan. Mereka menulis. Rina pun mengakui kepada kedua orang tuanya bahwa dirinya memang sudah kembali menjalin relationship bersama ditto. Rina merasa dirinya belum memberitahu keorang tua karena belum tepat waktunya. Media. Sumber-sumber Informasi. Mereka menyetujui anggapan Buller dan Burgoon sebagai gambaran komprehensif dari interaksi penuh kebohongan. yang menekankan aspek situasi dan konteks dari pertukaran komunikasi..hubungan lagi antara anaknya Rina dengan Ditto. Pawit M. Mereka berpendapat bahwa ambiguitas konseptual ini membatasi kekuatan penjelasan IDT. Tidak ada teka-teki menarik yang perlu dipecahkan. M. tetapi menyalahkan proposisi karena tidak adanya keterkaitan dan kekuatan prediktif yagn dibutuhkan untuk membenarkan teori. dan beberapa contoh Teori Komunikasi Kontekstual (Persuasi dan Interpersonal) oleh : Drs. • Sumber: David B.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. “Kita tidak bisa menemukan pertanyaan ‘mengapa’ dalam sintesis Buller dan Burgoon. Yusup. yang menekankan pertukaran dimana pengirim dan penerima melakukan prediksi psikologis tentang perilaku satu sama lain berdasarkan pengetahuan sebelumnya tentang orang tersebut. inc. COMMUNICATION CAPSTONE SPRING 2001 THEORY WORKBOOK Mediate. dengan komunikasi antar personal. Buller | KLEIN BUENDEL. Ansfield dan Bell mempertanyakan status teoretis dari IDT. • Kritik DePaulo. 50 . juga mengkritik IDT karena gagal membedakan antara komunikasi interaktif.S. DePaulo dkk. Orang tuapun dengan segala kerelaannya merestui saya kembali bersama Ditto daripada harus sembunyi dari mereka lagi.

pupuk kimiawi. dan semprotan untuk rumput liar. ia juga melakukan wawancara langsung terhadap 200 petani tentang keputusannya untuk keputusan mereka mengadopsi inovasi tersebut. Hasilnya merujuk kepada S-shaped Diffusion 51 . hanya ada beberapa petani saja yang mengadopsinya setelah inovasi tersebut berhasil dilakukan oleh beberapa petani barulah inovasi tersebut menyebar secara perlahan-lahan. Selain itu Rogers juga memelajari bagaimana difusi inovasi dari bidang-bidang lain. Selanjutnya ia sempat menjadi suka relawan di perang Korea selama 2 tahun. Iowa pada tanggal 6 Maret 1931. Awalnya Rogers tidak memiliki ide untuk mengambil kuliah hingga gurunya mengarahkannya beserta beberapa teman-teman sekelasnya untuk mengambil Agriculture untuk S1 dan S2-nya di Iowa State University. marketing. Rogers. Bernama lengkap Everett M. misalnya pada bidang pendidikan. Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi Rogers hingga akhirnya menjadi inti dari disertasi Rogers di Iowa State University. Ia menemukan banyak kesamaan dalam beberapa bidang tersebut. dan obat-obatan. Rogers (6 Maret 1931 – 21 Oktober 2004). Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga pemilik Pinehurst Farm.Diffusion of Innovation Tokoh Penemu Teori Everett M. Sejarah teori : Pada tahun 1950-an. Banyak sekali inovasi pertanian yang dihasilkan seperti benih jagung hybrid. Iowa State University menghasilkan banyak lulusan besar di bidang pertanian dan khususnya masalah sosiologi pedesaan. Disertasinya berupa penyebaran atau difusi weed spray. Namun tidak semua petani mengadopsi beberapa inovasi tersebut. pria ini dilahirkan di Carroll. Sepulangnya dari perang itu Rogers kembali lagi ke Iowa State University untuk mendapatkan gelar PhD di bidang sosiologi dan statistik pada tahun 1957.

Melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovation yang kini menjadi buku legendaris. Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Rogers menjelaskan hasil risetnya tentang difusi atau penyebaran inovasi dalam suatu sistem sosial dan pengaplikasiannya di berbagai bidang.hill.stsc.asp Perkembangan berikutnya dari teori Difusi Inovasi terjadi pada tahun 1960. “Tarde’s S-shaped diffusion curve is of current importance because “most innovations have an S-shaped rate of adoption”. budaya. di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer. Hal ini yang membantu beberapa negara di daerah Asia.mil/crosstalk/1999/11/paulk.af. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu. dan sebagainya. Dan sejak saat itu tingkat adopsi atau tingkat difusi menjadi fokus kajian penting dalam penelitian-penelitian sosiologi. seperti dengan bidang pemasaran. dan Amerika Latin untuk menyebarkan inovasi dalam bidang 52 . Sumber : www. Africa. Rogers (1983) mengatakan.Curve yang diperkenalkan oleh seorang sosiolog Prancis bernama Gabriel Tarde pada awal abad ke-20.

Everett M. kemampuan untuk dicoba. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. Di dalam pesan itu terdapat ketermasaan (newness) yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang menyangkut ketakpastian (uncertainty). Hingga mereka menjadi negara yang mandiri. dan tingkat kerumitan yang lebih rendah akan lebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya 3. tahap pengetahuan. family planning. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial 2. kemampuan dapat dilihat yang jauh lebih besar. kemampuan untuk dicoba. persuasi. Inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. Makna inovasi dengan demikian perlahan-lahan dikembangkan melalui sebuah proses konstruksi sosial.” ”inovasi yang dipandang oleh penerima sebagai inovasi yang mempunyai manfaat relatif. Teori Di dalam buku Diffusion of Innovation. implementasi. dan tingkat kerumitan yang lebih rendahlebih cepat diadopsi daripada inovasi-inovasi lainnya. Asumsi utama yang dapat disimpulkan dari teori ini adalah: 1. Difusi inovasi adalah proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif. Rogers mendefinisikan difusi inovasi adalah ”proses sosial yang mengomunikasikan informasi tentang ide baru yang dipandang secara subjektif.” Difusi merupakan suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. dan beberapa perubahan sosial lainnya. kesesuaian. dan konfirmasi 53 . kesesuaian.pertanian. Ada sedikitnya 5 tahapan dalam difusi inovasi yakni. Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi untuk mencapai pengertian bersama. keputusan.

Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi yang dapat memengaruhi keputusan terhadap pengadopsian suatu inovasi meliputi: a. Sebagai contoh. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi. early majority. early adopter. prestise sosial. pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Semua inovasi memiliki komponen ide tetapi tak banyak yang memiliki wujud fisik. seperti segi eknomi. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi. Inovasi yang tidak memliliki wujud fisik diadopsi berupa keputusan simbolis. semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi. Contoh : Dalam pembelian handphone. dan laggard. praktek. Kompatibilitas (compatibility) Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku. jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. kenyamanan. kepuasan dan lain-lain. Ada 5 tipe masyarakat dalam mengadopsi inovasi yakni inovator. ada empat unsur utama yang terjadi dalam proses difusi inovasi sebagai berikut: Inovasi Inovasi merupakan sebuah ide. Misalnya dari penggunaan Nokia N97 berganti ke Blackberry b. late majority. Sedangkan yang memiliki wujud fisik pengadopsiannya diikuti dengan keputusan tindakan. ideologi misalnya. Rogers tersebut. Keunggulan relatif (relative advantage) Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik atau unggul dari yang pernah ada sebelumnya. pengguna handphone akan mencari handphone yang lebih baik dari yang ia gunakan sebelumnya. maka 54 .4. Unsur-unsur Difusi Inovasi : Dari definisi yang diberikan oleh Everett M. atau objek yang dianggap sebagai suatu yang baru oleh seorang individu atau satu unit adopsi lain.

walaupun Linux memiliki kelebihan dibandingkan Windows tetapi karena penggunaannya lebih rumit masih sedikit orang yang menggunakan Linux d. Jadi. agar dapat dengan cepat diadopsi. Kemampuan diujicobakan (trialability) Kemampuan untuk diujicobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. 55 . Suatu inovasi yang dapat di ujicobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible). Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi. : Produk Molto Ultra Sekali Bilas cepat diterima masyarakat karena secara langsung dapat dibandingkan dengan produk-produk sejenis lainnya. Contoh : Dalam suku Badui dalam terdapat aturan untuk tidak menggunakan teknologi dari luar. suatu inovasi sebaiknya Contoh harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya. Contoh : Masyarakat pengguna PC atau notebook terbiasa dengan penggunaan Windows yang lebih mudah dibandingkan Linux. Kerumitan (complexity) Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. sehingga bentuk inovasi seperti alat-elektronik tidak mereka adopsi karena tidak sesuai dengan norma sosial yang mereka miliki c.

Dalam tahap-tahap tertentu dari proses pengambilan keputusan inovasi. Kelebihan media massa adalah dapat menjangkau audiens yang banyak dengan cepat dari satu sumber. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi. Saluran kosmopolit adalah saluran komunikasi yang berada di luar sistem sosial yang sedang diselidiki.e. surat kabar. Saluran lokal adalah saluran yang berasal dari sistem sosial yang sedang diselidiki. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif. suatu jenis saluran komunikasi tertentu juga memainkan peranan lebih penting dibandingkan dengan jenis saluran komunikasi lain. Dengan demikian diadopsinya suatu ide baru (inovasi) dipengaruhi oleh partisipan komunikasi dan saluran komunikasi. Media massa dapat berupa radio. Ada dua jenis kategori saluran komunikasi yang digunakan dalam proses difusi inovasi. Saluran komunikasi dapatr dikatakan memegang peranan penting dalam proses penyebaran inovasi. semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya. karena melalui itulah inovasi dapat tersebar kepada anggota sistem sosial. kesesuaian (compatibility). yakni saluran media massa dan saluran antarpribadi atau saluran lokal dan kosmopolit. televisi. Saluran komunikasi Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama atau yang biasa disebut mutual understanding antara dua atau lebih partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Kemampuan diamati (observability) Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Sedangkan saluran antarpribadi dalam proses difusi inovasi ini melibatkan upaya pertukaran informasi tatap 56 . dan lain-lain. maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

d. karakteristik mereka yang kurang menyukai risiko menyebabkan komunikasi antarpribadi yang paling bekerja dengan baik. Hal itu dikarenakan diadopsi tidaknya inovasi 57 . Hasil penelitian berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut: a. dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). Saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan Saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi. Mereka cenderung melihat atau berkaca pada orang-orang disekitar mereka yang sudah menggunakan inovasi tersebut dan apabila berhasil mereka baru mau mengikutinya.muka antara dua atau lebih individu yang biasanya memiliki kekerabatan dekat. Metode komunikasi massa seperti penggunaan iklan memang dapat menyebarkan informasi tentang inovasi baru dengan cepat tetapi hal tersebut tidak lantas dapat begitu saja membuat inovasi baru tersebut diadopsi oleh khalayak. Sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Saluran komunikasi masa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi. Saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan denan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). b. c. golongan adopter awal menyukai ide-ide baru tanpa perlu persuasi yang berlebihan sehingga media massa saja sudah cukup membuat mereka mau mengadopsi sebuah inovasi berbeda dengan orang-orang dari golongan adopter akhir. Hal ini disebabkan saluran komunikasi massa dapat membentuk awareness secara serempak dalam waktu yang dikatakan cukup singkat dibandingkan dengen efek komunikasi antarpribadi.

Namun pada kenyataannya. dalam proses difusi. banyak disebutkan bahwa saluran komunikasi media massa akan optimal digunakan pada tahap pengetahuan dan saluran interpersonal akan lebih optimal digunakan pada tahap persuasi. dan juga orang yang memiliki kredibilitas untuk memberi saran mengenai inovasi tersebut. Disinilah letak pentingnya komunikasi antarpribadi. Pertama. Hal ini disebabkan karena kurangnya media massa yang dapat dijangkau masyarakat terutama di pedesaan. berpengaruh dalam tiga hal. tingginya tingkat buta huruf penduduk. Karena hal-hal tersebut. Hal tersebut digambarkan oleh ilustrasi kurva dibawah ini yang menggambarkan bahwa komunikasi interpersonal menjadi begitu sangat berpengaruh dari waktu ke waktu dibandingkan dengan komunikasi massa. di negara yang belum maju kekuatan komunikasi interpersonal masih dinilai lebih penting dalam tahap pengetahuan. Dari hasil penelitian. pada tahap pengetahuan hendaknya kita menggunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi tentang adanya inovasi tersebut. Untuk mendapatkan hasil penyebaran inovasi yang optimal. saluran komunikasi interpersonal terutama yang bersifat kosmopolit dinilai lebih baik dibanding saluran media massa. Dimensi waktu. misalnya terlalu banyak hiburan atau hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk diberitakan.baru terkait dengan masalah resiko dan ketidakpastian. Orang akan lebih percaya kepada orang yang sudah dikenalnya dan dipercayai lebih awal atau orang yang mungkin sudah berhasil mengadopsi inovasi baru itu sendiri. dan mungkin pula disebabkan ketidakrelevanan antara isi media dengan kebutuhan masyarakat. Kurun waktu tertentu Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi. yakni: 58 . Selanjutnya digunakan saluran komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dan personal pada tahap persuasi. yakni memperbesar tingkat adopsi suatu inovasi dapat dilakukan dengan pengaplikasian saluran komunikasi yang tepat pada situasi yang tepat.

early majority. yakni: • • • • • b. Kecepatan ini selalu diukur dengan jumlah anggota suatu sistem yang mengadopsi inovasi dalam periode waktu tertentu.Proses keputusan inovasi. early adopter. individu tidak akan secara serempak dalam suatu waktu mengadopsi sebuah inovasi melainkan perlahan-lahan secara berurut. Keinovatifan adalah tingkatan dimana individu dikategorikan secara relative dalam mengadopsi sebuah ide baru dibanding anggota suatu sistem sosial lainnya. Tahap pengetahuan pertama terhadap inovasi Tahap pembentukan sikap kepada inovasi Tahap pengambilan keputusan menerima atau menolak inovasi Tahap pelaksanaan inovasi Tahap konfirmasi dari keputusan Waktu dapat memengaruhi difusi dalam keinovatifan individu atau unit adopsi. hingga tahapan implementasi dan konfirmasi berkenaan dengan inovasi tersebut.a. Kecepatan adopsi adalah kecepatan relative yang berkenaan dengan pengadopsian suatu inovasi oleh anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu. Klasifikasi ini dikarenakan dalam sebuah sistem.Kecepatan rata-rata adopsi ide baru dalam sebuah sistem sangat dipengaruhi oleh dimensi waktu. Kategori tersebut antara lain adalah innovator. Ada beberapa tahap dalam proses keputusan inovasi ini. yaitu proses mental yang terjadi dimana individu mulai mengalami tahapan menerima informasi pertama yang membentuk sikap seseorang terhadap inovasi sampai kepada keputusan apakah individu tersebut menerima atau menolak inovasi. 59 . late majority. dan laggard. Keinovatifan inilah yang pada akhirnya menjadi indikasi yang menunjukkan perubahan tingkah laku individu c.

Katz (1961) seperti dikutip oleh Rogers menyatakan bahwa sangatlah bodoh mendifusikan suatu inovasi tanpa mengetahui struktur sosial dari adopter potensialnya. Struktur sosial dapat memfasilitasi atau menghambat difusi inovasi dalam suatu sistem. dan norma-norma tertentu. individu atau kelompok individu. Difusi inovasi terjadi dalam suatu sistem sosial. Dalam suatu sistem sosial terdapat struktur sosial. kelompok informal. tipe keputusan inovasi dan konsekuensi inovasi. Berkaitan dengan hal ini. norma sosial.Sistem Sosial Sangat penting untuk diingat bahwa proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu. organisasi dan atau sub sistem. Penelitian yang dilakukan oleh Rogers dan Kincaid (1981) di Korea menunjukan bahwa adopsi 60 . Struktur sosial juga menunjukan hubungan antar anggota dari sistem sosial. Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. Keempat faktor tersebut adalah: 1) Struktur sosial (social structure) Struktur sosial adalah susunan suatu unit sistem yang memiliki pola tertentu. Hal ini dapat dicontohkan seperti terlihat pada struktur oranisasi suatu perusahaan atau struktur sosial masyarakat suku tertentu. Rogers (1983) menyebutkan adanya empat faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi. Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh struktur sosial. sama halnya dengan meneliti sirkulasi darah tanpa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang struktur pembuluh nadi dan arteri. Adanya sebuah struktur dalam suatu sistem sosial memberikan suatu keteraturan dan stabilitas perilaku setiap individu dalam suatu sistem sosial tertentu. peran pemimpin dan agen perubahan.

3) Opinion Leaders Opinion leaders dapat dikatakan sebagai orang-orang mampu berpengaruh. Sistem norma juga dapat menjadi faktor penghambat untuk menerima suatu ide baru. 4) Change Agent Change agent adalah suatua bagian dari sistem sosial yang berpengaruh terhadap sistem sosialnya. 2) Norma sistem (system norms) Norma adalah suatu pola perilaku yang dapat diterima oleh semua anggota sistem sosial yang berfungsi sebagai panduan atau standar bagi semua anggota sistem sosial. Ia (mereka) berperan sebagai model dimana perilakunya (baik mendukung atau menentang) diikuti oleh para pengikutnya. Jadi. ia mendapat tugas dari kliennya untuk memengaruhi masyarakat yang berada dalam sistem sosialnya. Tetapi change agent bersifat resmi atau formal.suatu inovasi dipengaruhi oleh karakteristik individu itu sendiri dan juga sistem sosial dimana individu tersebut berada. Mereka adalah orangorang yang mampu memengaruhi sikap orang lain untuk menerima sebuah inovasi. derajat ketidak sesuaian suatu inovasi dengan kepercayaan atau nilai-nilai yang dianut oleh individu (sekelompok masyarakat) dalam suatu sistem social berpengaruh terhadap penerimaan suatu inovasi tersebut. Jadi. yakni orang-orang tertentu yang memengaruhi sikap orang lain secara informal dalam suatu sistem sosial. jelas disini bahwa orang berpengaruh memainkan peran dalam proses keputusan inovasi. orang berpengaruh ini dapat menjadi pendukung inovasi atau sebaliknya. Hal ini sangat berhubungan dengan derajat kesesuaian (compatibility) inovasi denan nilai atau kepercayaan masyarakat dalam suatu sistem sosial. menjadi penentang. Dalam kenyataannya. 61 .

Ralph Linton (1963) dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” melihat bahwa setiap inovasi mempunyai tiga unsur pokok yang harus diketahui oleh change agent. yakni: • • • Bentuk yang dapat diamati langsung dalam penampilan fisik suatu inovasi Fungsi inovasi tersebut bagi cara hidup anggota sistem Makna. Terkadang kultur penerima cenderung menggabungkan makna inovasi itu dengan makna subyektif. memungkinkan ditolaknya suatu inovasi walaupun secara ilmiah inovasi tersebut terbukti lebih unggul dibandingkan dengan apa yang sedang berjalan saat itu. biasanya merupakan orang-orang profesional yang telah mendapatkan pendidikan atau pelatihan tertentu untuk dapat memengaruhi sistem sosialnya.Change agent atau dalam bahasia Indonesia yang biasa disebut agen perubah. fungsi utama dari change agent adalah menjadi mata rantai yang menghubungkan dua sistem sosial atau lebih. Di dalam buku ”Memasyarakatkan Ide-ide Baru” yang ditulis oleh Rogers dan Shoemaker. 5) Heterofili dan Homofili Difusi diidentifikasi sebagai jenis komunikasi khusus yang berhubungan dengan penyebaran inovasi. Dengan demikian. lemahnya pengetahuan tentang karakteristik struktur sosial. Karena sifatnya subyektif. norma dan orang kunci dalam suatu sistem sosial (misal: suatu institusi pendidikan). Pada teori Two-Step 62 . sehingga makna aslinya hilang. kemampuan dan keterampilan change agent berperan besar terhadap diterima atau ditolaknya inovasi tertentu. yakni perspektif subyektif dan seringkali tak disadari tentang inovasi tersebut oleh anggota sistem sosial. unsur makna ini lebih sulit didifusikan daripada bentuk maupun fungsinya. Sebagai contoh.

pendidikan. nilai-nilai. heterofili adalah tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak perbedaan. Yakni. Persamaan dan perbedaan ini akan berpengaruh terhadap proses difusi yang terjadi. Oleh karenanya. Lain halnya dengan heterofili. status sosial dan lain sebagainya. tingkat di mana pasangan individu yang berinteraksi memiliki banyak kemiripan sosial. dalam proses difusi inovasi. Semakin besar derajat kesamaannya maka semakin efektif komunikasi yang terjadi untuk mendifusikan inovasi dan sebaliknya. opinion leader dan pengikutnya memiliki banyak kesamaan. Proses Difusi Inovasi Berikut adalah bagan model proses difusi inovasi menurut Everett M.Flow. contohnya keyakinan. Hal tersebut yang dipandang dalam riset difusi sebagai homofili. penting sekali untuk memahami betul karakteristik adopter potensialnya untuk memperkecil “heterophily”. Makin tinggi derajat perbedaannya semakin banyak kemungkinan masalah yag terjadi dan menyebabkan suatu komunikasi tidak efektif. Rogers 63 .

yakni: • • • 2. Rogers mengatakan ada tiga macam pengetahuan yang dicari masyarakat dalam tahapan ini. Dalam tahap persuasi ini. Dalam tahap ini kesadaran individu akan mencari atau membentuk pengertian inovasi dan tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi. individu akan mencari tahu lebih dalam informasi tentang inovasi baru tersebut dan keuntungan menggunakan informasi tersebut.1. Tahap Pengetahuan (Knowledge) Ada beberapa sumber yang menyebutkan tahap pengetahuan sebagai tahap “Awareness”. Yang 64 . Tahap ini merupakan tahap penyebaran informasi tentang inovasi baru. Kesadaran bahwa inovasi itu ada Pengetahuan akan penggunaan inovasi tersebut Pengetahuan yang mendasari bagaimana fungsi inovasi tersebut bekerja Tahap Persuasi (Persuasion) Dalam tahapan ini individu membentuk sikap atau memiliki sifat yang menyetujui atau tidak menyetujui inovasi tersebut. dan saluran yang paling efektif untuk digunakan adalah saluran media massa.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses keputusan inovasi.membuat tahapan ini berbeda dengan tahapa pengetahuan adalah pada tahap pengetahuan yang berlangsung adalah proses memengaruhi kognitif. bentuk pesan yang bagaimana yang akan ia terima dan yang tidak. Kepribadian dan normanorma sosial yang dimiliki calon adopter ini akan menentukan bagaimana ia mencari informasi. complexity. Pada tahapan ini seorang calon adopter akan lebih terlibat secara psikologis dengan inovasi. Adopsi adalah keputusan untuk menggunakan sepenuhnya ide baru sebagai cara tindak yang paling baik. aktifitas mental yang terjadi alah memengaruhi afektif. Keputusan individual terbagi menjadi dua macam. yakni: 65 . advantage. Sehingga pada tahapan ini seorang calon adopter akan membentuk persepsi umumnya tentang inovasi tersebut. dan observability. yakni: • • • • Praktik sebelumnya Perasaan akan kebutuhan Keinovatifan Norma dalam sistem sosial Proses keputusan inovasi memiliki beberapa tipe yakni: a) Otoritas adalah keputusan yang dipaksakan kepada seseorang oleh individu yang berada dalam posisi atasan b) Individual adalah keputusan dimana individu yang bersangkutan mengambil peranan dalam pembuatannya. Beberapa ciri-ciri inovasi yang biasanya dicari pada tahapan ini adalah karekateristik inovasi yakni relative 3. Tahap Pengambilan Keputusan (Decision) Di tahapan ini individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu pilihan untuk mengadopsi inovasi tersebut atau tidak sama sekali. compatibility. trialability. sedangkan pada tahap persuasi. dan bagaimana cara ia menafsirkan makna pesan yang ia terima berkenaan dengan informasi tersebut.

Ada tiga macam konsekuensi setelah diambilnya sebuah keputusan. Dalam kasus ini. Konsekuensi adalah perubahan yang terjadi pada individu atau suatu sistem sosial sebagai akibat dari adopsi atau penolakan terhadap inovasi . Keputusan kolektif adalah keputusan dibuat oleh individu melalui konsesnsus dari sebuah sistem sosial c) Kontingen adalah keputusan untuk menerima atau menolak inovasi setelah ada keputusan yang mendahuluinya.a. • Konsekuensi Yang Diantisipasi VS Konsekuensi Yang Tidak Diantisipasi 66 . sebuah inovasi bisa saja dikatakan berfungsi dalam sebuah sistem sosial tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya inovasi tersebut tidak berfungsi bagi beberapa orang di dalm sistem sosial tersebut Sebut saja revolusi industri di Inggris. Terkadang efek atau hasil dari inovasi tidak berupa pengaruh langsung pada pengadopsi. b. terlepas dari keputusan yang dibuat oleh anggota sistem. akibat dari revolusi tersebut sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemilik modal tetapi tidak sesuai denganapa yang dikehendaki oleh tenaga kerja yang pada akhirnya kehilangan pekerjaaan dan menjadi pengangguran. yakni: • Konsekuensi Dikehendaki VS Konsekuensi Tidak Dikehendaki Konsekuensi dikehendaki dan tidak dikehendaki bergantung kepada dampak-dampak inovasi dalam sistem sosial berfungsi atau tidak berfungsi. • Konsekuensi Langsung VS Koneskuensi Tidak Langsung Konsekuensi yang diterima bisa disebut konsekuensi langsung atau tidak langsung bergantung kepada apakah perubahan-perubahan pada individu atau sistem sosial terjadi dalam respons langsung terhadap inovasi atau sebagai hasil dari urutan kedua dari konsekuensi. Keputusan opsional adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang.

individu akan menggunakan inovasi tersebut. inilah yang disebut konsekuensi yang diantisipasi. Contohnya pada penggunaan internet sebagai media massa baru di Indonesia khususnya dikalangan remaja. individu tersebut menghentikan penggunaan inovasi tersebut hal tersebut dikarenakan oleh hal yang disebut disenchantment discontinuance dan atau replacement discontinuance. Apabila. individu akan mencari penguatan atas keputusan yang telah ia ambil sebelumnya.Tergantung kepada apakah perubahan-perubahan diketahui atau tidak oleh para anggota sistem sosial tersebut. individu atau partisipan memilih untuk mengadopsi inovasi baru tersebut. internet digunakan untuk mendapatkan informasi yang terbaru dari segala penjuru dunia. Dalam tahap ini. dalam tahap pelaksanaan ini proses yang terjadi lebih ke arah perubahan tingkah laku sebagai bentuk dari penggunaan ide baru tersebut. Tahap Konfirmasi (Confirmation) Tahap terakhir ini adalah tahapan dimana individu akan mengevaluasi dan memutuskan untuk terus menggunakan inovasi baru tersebut atau menyudahinya. Tetapi tanpa disadari penggunaan internet bisa disalahgunakan. Umumnya. 5. 4. misalnya untuk mengakses hal-hal yang berbau pornografi hal inilah yang disebut konsekuensi yang tidak diantisipasi. Tahap Pelaksanaan (Implementation) Tahapan ini hanya akan ada jika pada tahap sebelumnya. Disenchantment discontinuance disebabkan oleh ketidakpuasan individu terhadap inovasi tersebut sedangkan replacement discontinuance disebabkan oleh adanya inovasi lain yang lebih baik. Tipe-tipe Pengadopsi Inovasi Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok-kelompok adopter didasarkan pada tingkat keinovatifannya. Jika ditahapan sebelumnya proses yang terjadi lebih kepada mental exercise yakni berpikir dan memutuskan. Selain itu. Remaja menjadi mudah mendapatkan video atau gambar-gambar yang tidak pantas. yakni lebih awal atau lebih 67 .

dan kreatifitasnya untuk mengembangkan ide baru. Kurva yang membentuk lonceng tersebut dihasilkan oleh sejumlah penelitian tentang difusi inovasi. Inovator Tipe ini adalah tipe yang menemukan inovasi. Berikut adalah kurva yang menggambarkan distribusi frekwensi normal kategori adopter beserta persentase anggota kelompok adopter dalam sebuah sistem sosialnya. energi. pada tahun berikutnya jumlah pengadopsi akan lebih banyak dan setelash sampai pada puncaknya. Selain itu orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini cenderung berminat mencari hubungan dengan orang-orang yang berada di 68 . Kurva lonceng tersebut menggambarkan banyaknya pengadopsi dari waktu ke waktu. Pada tahun pertama. Sehingga jika kurva tersebut dikumulasikan akan membentuk kurva S sesuai dengan kurva S yang sebelumnya telah disampaikan oleh Gabriel Tarde.lambatnya seseorang mengadopsi sebuah inovasi dibandingkan dengan anggota sistem sosial lainnya. Mereka mencurahkan sebagian besar hidup. sedikit demi sedikit jumlah pengadopsi akan menyusut. usaha penyebaran inovasi akan menghasilkan jumlah pengadopsi yang sedikit. Berikut adalah karakteristik dari berbagai macam kategori adopter: 1.

Mampu menanggulangi ketidakpastian informasi Berikut adalah cara agar dapat bekerja dengan inovator: a. Bagian yang terintegrasi dalam sistem lokal sosial b. Merekrut dan melatih mereka sebagai pendidik 2. Memahami dan mampu mengaplikasikan teknik dan pengetahuan yang kompleks d. Berani mengambil risiko b. Rogers menyebutkan karakteristik innovator sebagai berikut: a. Dihargai dan disegani oleh orang-orang disekitarnya e. Karakteristik yang dimiliki oleh early adopter adalah: a. Sukses Untuk dapat bekerja dengan penerima dini berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan: a. Mampu mengatur keuangan yang kokoh agar dapat menahan kemungkinan kerugian dari inovasi yang tidak menguntungkan c. Menawarkan secara pribadi dukungan untuk beberapa early adopter untuk mencoba inovasi baru 69 . Penerima Dini Penerima dini atau Early adopter biasanya adalah orang-orang yang berpengaruh dan lebih dulu memiliki banyak akses karena mereka memiliki orientasi yang lebih ke dalam sistem sosial. Untuk memengaruhi penerima dini tidak memerlukan persuasi karena mereka sendiri yang selalu berusaha mencari sesuatu yang dapat memberikan mereka keuntungan dalam kehidupan sosial atau ekonomi. Role model dari anggota lain dalam sebuah sistem sosial d. Opinion leader yang paling berpengaruh c.luar sistem mereka. Mengundang innovator yang rajin untuk menjadi partner dalam merancang poyek b.

Jarang mendapatkan posisi sebagai opinion leader d. nyaman dengan ide yang maju. cara yang lebih baik atas apa yang telah mereka lakukan. Mayoritas Dini (orang–orang yang lebih dahulu selangkah lebih maju) Early majority ini adalah golongan orang yang selangkah lebih maju. b. Memelajari percobaan inovasi tersebut secara hati-hati untuk menemukan atau membuat ide baru yang lebih sesuai. e. a. Sering berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya c. tetapi mereka tidak akan bertindak tanpa pembuktian yang nyata tentang keuntungan yang mereka dapatkan dari sebuah produk baru. terjamin. Mereka biasanya orang yang pragmatis. dan yang akrab dengan golongan ini c. Sepertiganya adalah bagian dari sistem (kategori atau tipe terbesar dalam sistem) e. Ada beberapa karakteristik mayoritas dini. Meninggikan ego mereka. Menawarkan kompetisi atau sampel secara gratis untuk Menggunakan advertiser dan media yang memiliki Menurunkan biaya dan memberikan jaminan stimulus kredibilitas. d.b. dipercaya. Mereka adalah orang-orang yang sensitive terhadap pengorbanan dan membenci risiko untuk itu mereka mencari sesuatu yang sederhana. 70 . yakni: b. misalnya dengan publisitas atau Mempromosikan mereka sebagai trendsetter Menjaga hubungan baik dengan melakukan feedback secara pemberitaan media rutin 3. Berhati-hati sebelum mengadopsi inovasi baru Untuk menarik simpati golongan ini dapat dilakukan engan beberapa cara sebagai berikut: a. murah dan mudah dipasarkan c.

Berjumlah sepertiga dari suatu sistem sosial b. Mendapatkan tekanan daro orang-orang sekitarnya c. Golongan ini lebih dipengaruhi oleh ketakutan dan golongan laggard. Rogers mengidentifikasi karakteristik golongan late majority sebagai berikut: a. e. Terdesak ekonomi d. Laggard (lapisan paling akhir) Golongan Laggard adalah golongan akhir yang memandang inovasi atau sebuah perubahan tingkah laku sebagai sesuatu yang memiliki risiko tinggi. Mayoritas Belakangan Orang-orang dari golongan ini adalah orang-orang yang konservatif pragmatis yang sangat membenci risiko serta tidak nyaman dengan ide baru sehingga mereka belakangan mendapatkan inovasi setelah mereka mendapatkan contoh. Sangat berhati-hati 5. Terisolasi 71 . Tidak terpengaruh opinion leader b. yakni: a. Atau munngkin karena terbatasnya sumber dan saluran komunikasi menyebabkan seseorang terlambat mengetahui adanya sebuah inovasi dan pada akhirnya golongan ini disebut sebagai Laggard.d. penerima dini. f. Mendesain ulang untuk memaksimalkan penggunaan dan Menyederhanakan formulir aplikasi dan atau instruksi Menyediakan customer service and support yang membuatnya menjadi lebih simple profesional 4. Skeptis e. atau bahkan mayoritas dini yang terkurung dalam suatu sistem sosial kecil yang masih sangat terikat dengan adat atau norma setempat yang kuat. bisa jadi mereka adalah inovator. Ada indikasi bahwa sebagian dari golongan ini bukanlah orangorang yang benar-benar skeptis. Ada beberapa karakteristik Laggard.

Mempunyai masa pengambilan keputusan yang lama f. Memaksimalkan kedekatan mereka dengan inovasi tersebut atau berikan mereka contoh Laggard yang sukses melakukan pengadopsian inovasi tersebut Namun ada beberapa peniliti yang menunjukan bentuk tabel distribusi yang berbeda. 72 . Moore menunjukkan adanya gap antara early adopter dengan early majority. Berorientasi terhadap masa lalu d. yakni: a. Gap atau jarak ini menyebabkan perbedaan karektiristik yang begitu jauh antara dua golongan tersebut. Memberikan mereka perhatian yang lebih terhadap kapan. dimana. bagaimana cara memersuasi mereka untuk mengadopsi sebuah inovasi. Curiga terhadap inovasi e. . Sumber yang terbatas Untuk melakukan pendekatan dengan Laggards ada beberapa cara yang perlu diperhatikan.c. dana bagaimana mereka melakukan kebiasaan baru b. yakni di fase awal karakteristiknya berorientasi pada hal-hal yang baru atau visioner sedangkan pada fase berikutnya setelah gap mereka cenderung pragmatis tentu saja hal ini akan menjadi sebuah tantangan besar.

Aplikasi Pada awalnya riset tentang difusi inovasi menggunakan bidang pertanian sebagai sampel. Petani dan anggota masyarakat pedesaan adalah salah satu dari sasaran dari upaya difusi inovasi. Beberapa masyarakat yang modernist mencoba menggunakannya. Dokter dan bidan juga mulai memperkenalkan alat kontrasepsi terhadap pasiennya. mereka menjadi tahu bahwa alat-alat kontrasepsi dapat menekan angka kelahiran. Dari situ masyarakat satu per satu mulai menggunakan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran. Jadi adanya alat kontrasepsi sebagai inovasi disebarkan melalui media massa(bentuk dari komunikasi masa) dalam bentuk iklan selanjutnya change agent dan opinion leader sebagai bentuk dari komunikasi antarpribadi yang persuasif dilakukan oleh dokter. Pada awalnya masyarakat melakukan family planning dengan coitus interuptus atau bahkan mereka sama sekali tidak melakukan family planning. sekarang hal itu dicontoh oleh negara-negara berkembang lainnya. Salah satu contoh penerapan teori difusi inovasi adalah penggunaan alat kontrasepsi. 73 . Tetapi kemudian penerapan teori difusi inovasi ini berkembang ke berbagai macam bidang antara lain pendekatan pembangunan. Yakni pada riset difusi jagung inti hibrida di Iowa. bidan atau keluarga yang telah menggunakan alat kontrasepsi lalu pada akhirnya alat kontrasepsi itu dipakai oleh masyarakat kebanyakan.. terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia dan negara dunia ketiga lainnya. peran mereka disini ada yang sebagai opinion leader ada pula yang dianggap sebaga change agent. Dalam hal ini tidak semua menggunakan alat kontrasepsi masih ada banyak orang yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi karena umumnya mereka masih terikat adat dan norma yang tidak mengizinkan adanya penekanan angka kelahiran. Usaha-usaha mengaplikasikan difusi inovasi pertama kali dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an dan 1930-an. Lalu pemerintah mulai mengenalkan alat kontrasepsi dengan menggencarkan iklan layanan masyarakat pada berbagai macam media. Hal tersebut menimbulkan awareness masyarakat terhadap adanya berbagai macam alat kontrasepsi untuk melakukan family planning.

Misalnya penggunaan antibiotik secara berlebihan. Adopter dapat dikategorikan ke dalam kategori yang berbeda untuk inovasi yang berbeda. Teori ini sama sekali tidak menyebutkan mutasi yang sering terjadi seperti hal tersebut. Padahal penggunaan insektisida atau antibiotic secara berlebihan dapat menimbulkan resistensi. 74 . Teori ini tidak prediktif karena tidak menyediakan pengetahuan tentang seberapa baik sebuah ide baru atau produk baru bekerja sebelum melewati kurva adopsi 3. Laggard dapat menjadi early adopter di lain kesempatan. atau pada bidang pertanian penggunaan insektisida yang berlebihan. Teori ini tidak menyediakan petunjuk bagaimana mengatur sebuah perpindahan. sehingga inovasi dapat dengan mudah berubah dalam penggunaannya saat berpindah dari early adopter menuju early majority. Teori ini menyimpulkan terlalu sederhana sebagai representasi realitas yang kompleks. Individu cenderung mengadopsi teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. 5.• Kritik-kritik Ada beberapa kritik yang dilontarkan oleh ahli-ahli komunikasi dan ahliahli sosiologi lainnya terhadap teori. Adanya overadopsi Overadopsi adalah pengadopsian suatu inovasi oleh seseorang padahal menurut ahli seharusnya ia menolak inovasi tersebut. Pengaruh dari beberapa teknologi dapat secara radikal mengubah pola difusi untuk menyusun teknologi dengan memulai persaingan atau kompetisi dalam kurva S. inovasi yang baik tidak seharusnya diadopsi oleh orang-orang yang tidak dapat menggunakannya secara bijak karena kurangnya pengetahuan mereka. antara lain: 1. Kadangkala. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan seseorang tersebut tentang inovasi tersebut. 2. 4.

6. dan early majority sedangkan yang tergolong sebagai late majority dan laggard tidak mendapatkan perhatian khusus. Beberapa kritik mengatakan bahwa perusahaan. dan badan riset seharusnya merespon kebutuhan semua petani. Ada kemungkinan konsekuensi negatif sebagai akibat dari inovasi tersebut. 2. Individual-Blame Bias Dalam teori ini mereka yang tidak mengadopsi teknologi langsung dicap sebagai “Laggard” dan disalahkan karena kurangnya respon mereka terhadap inovasi. hal ini justru memerbesar gap yang ada. Sedangkan yang membutuhkan bantuan diabaikan. early adopter. Bentuk pengaplikasian teori ini terhadap komunikasi pembangunan misalnya. Selain itu dalam pengaplikasiannya terhadap bidang pertanian ada beberapa kritik mengenai teori difusi inovasi sebagai berikut: 1. Eksploitasi terhadap golongan sosial yang lemah Menurut beberapa ahli. 3. agensi pengembangan. dengan adanya inovasi tidak semua perubahan sosial yang terjadi adalah pertubahan kearah yang lebih baik. Bias in Favor of Larger and Wealthier Farmers Ada bias terhadap petani yang lebih kaya dan besar. Iklan sebuah inovasi biasanya lebih digembar-gemborkan di kalangan masyarakat yang termasuk innovator. golongan miskin tidak dapat memerbaiki kualitas hidupnya sedangkan golongan kaya semakin kaya. A Pro-Innovation Bias Maksud dari pro-innovation bias disini adalah adanya prasangka berlebihan terhadap inovasi(pro-innovation). Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang sangat mau untuk menerima ide baru sehingga semua informasi diarahkan terhadap mereka. Dalam teori ini semua inovasi dianggap baik tetapi pada kenyataanya tidak selalu seperti itu. Dari kasus pembangunan di negara-negara maju. Sama dengan pengaplikasian inovasi di bidang lain selain pertanian. Begitu pula saat penerapan di 75 .

76 . 1991. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. seharusnya golongan yang mendapat perhatian lebih dalam penyebaran inovasi adalah golongan yang termasuk kategori late majority dan laggard. Tankard. Werner Joseph dan James W. Sosiologi komunikasi. New York: Longman. Methods. Edisi 3. Komunikasi massa : Suatu Pengantar. Elvinaro & Erdinaya. 2004. Dari teori ini lahir beberapa issue. Jakarta : Kencana. Ardianto. Akankah inovasi menyebabkan pengangguran atau migrasi warga desa? Akankah yang kaya menjadi lebih kaya dan yang miskin menjadi lebih miskin? Apakah dampak buruk dari inovasi sudah dipertimbangkan? Sumber Severin.bidang lainnya. Karena bisa saja mereka terlambat mengadopsi atau tidak mengadopsi inovasi karena kurangnya informasi mengenai inovasi tersebut. Burhan. 2007. Lukiati Komala. 4. Jr. Communication Theories: Origins. Bungin. Issue of equality. Uses.

Selain itu. social. hal ini justru mampu membuatnya menjadi lebih dekat kepada setiap siswa bahkan secara personal. dikhususkan untuk membangun rasa dari suatu komunitas (bukan keluarga) dan ia merasa sangat bangga untuk menyebutnya “rumah saya sekarang”. Oleh karena itu. Gallois. • Latar Belakang Teori Teori Akomodasi Komunikasi berawal pada tahun 1973. melihat keberhasilan para siswanya dalam bekarir merupakan suatu kesenangan tersendiri. Banyak dari teori dan penelitian serupa yang tetap peka terhadap berbagai akomodasi komunikasi yang dilakukan dalam percakapan di antara kelompok budaya yang beragam. Ia pertama kali menjajaki sebuah program studi yang kemudian disebut program studi komunikasi dari Inggris selama delapan tahun yang ketika itu hanya mempelajari bagaimana berbicara dan mendengar. dan akademi. termasuk orang lanjut usia. Giles saat ini adalah seseorang yang berkebangsaan Amerika. Santa Barbara. 77 . Ia juga dapat mengetahui lebih mengenai darimana mereka berasal. Johnstone. ia merasa bangga dapat menjadi ketua selama hampir 8 tahun. ia juga telah memiliki hak istimewa dalam membimbing first-rate Graduate Students berdasarkan dari apa yang telah ia pelajari. ia kembali ke rumah dan menjadi ketua psikologi di Bristol University hingga setelah itu ia berkeja full-time untuk menjadi dosen di fakultas ini pada 1989. Pengalamannya ini telah memberikan waktu yang panjang baginya dalam melakukan riset psikologi social mengenai bahasa dan komunikasi. Callan. orang kulit berwarna. ketika Giles pertama kali memperkenalkan pemikiran mengenai model “mobilitas aksen”. USBC Department ini – serta kampus secara keseluruhan – menurutnya.Communication Accomodation Theory • Tokoh Howard Giles adalah salah seorang dosen komunikasi di Universitas California. Menurutnya. yang didasarkan pada berbagai aksen yang dapat didengar dalam situasi wawancara. Kemudian. dan tunanetra (misalnya. Dengan latar belakangnya sebagai “Missing American High School and College”.

Huber. ia meneliti konflik antara masyarakat. Dokter lebih aktif untuk merespon nada suara tertentu dan sikap serta memberikan waktu dan perhatian lebih kepada pasien daripada kepada orang lain. Communication profesor Howard Giles adalah seorang interaction Specialist. Wales. Klemz. Giles baru menyadari bahwa ia tertarik dalam bidang komunikasi ketika bekerja di sebuah klinik medis di kotanya. 1988. Akomodasi komunikasi menjelaskannya dengan membahas cara orang berinteraksi mempengaruhi satu sama lain. Franklyn-Stokes. adalah teori pragmatik yang mengamati fenomena orang yang berinteraksi mengubah cara mereka berkomunikasi dalam situasi berbeda. Teori ini dibahas dengan memerhatikan adanya keberagaman budaya. "Para pasien yang saya bawa ke dokter saja hanya diharuskan untuk membuka mulut mereka dan berbicara. • Teori Teori Communication Accommodation. intergenerational. Pitts. Nussbaum.1984. "Saya ingin membuka pikiran para pelajar pada bidang kehidupan sosial yang penting bagi mereka. 78 . Krieger. Giles & Coupland. hingga saya pun dapat memprediksi bagaimana dokter akan mengambil keputusan terhadap mereka" ujarnya. & Ohs. " Hal inilah yang dikemukakan oleh Giles. dengan mengacu pada bagaimana mereka melihat diri mereka sebagai anggota kelompok sosial. Gallois. sebelumnya dikenal sebagai Teori Speech Accommodation. dan komunikasi antar budaya. yang belum pernah mereka pikirkan sebelumya. 1977. Saya berharap mereka memahami apa yang telah didiskusikan di kelas sehingga juga dapat berpengaruh pada bagaimana mereka berkomunikasi dimana saja dalam hidup mereka. 2005). Suatu konsep yang cukup untuk menarik minat Giles yakni mengenai cara orang berkomunikasi dan mengetahui dirinya dalam kaitannya dengan orang lain. dan bagaimana kontribusi mereka terhadap kesejahteraan. Dalam program-program sarjana dan sarjana di intergroup.

Berikut ini merupakan identifikasi beberapa asumsi : • Persamaan dan perbedaan berbicara dan perilaku terdapat di dalam semua percakapan Banyak prinsip Teori Akomodasi Komunikasi berpijak pada keyakinan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan di antara para komunikator dalam sebuah percakapan. Motivasi merupakan bagian kunci dari proses persepsi dan evaluasi dalam Teori Akomodasi Komunikasi. tetapi tidak selalu mengevaluasinya. atau dukungan kita. Maksudnya. Tetapi ketika kita memersepsikan kata-kata dan perilaku orang lain dapat juga menyebabakan kita mengevaluasi orang tersebut. Kita biasanya tidak menghabiskan waktu untuk mengevaluasi pertemuan percakapan yang demikian. Akomodasi komunikasi adalah teori yang mementingkan bagaimana orang memersepsikan dan mengevaluasi apa yang terjadi di dalam sebuah percakapan. kemudian berbicara. Ini sering terjadi. • Cara di mana kita memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain akan menentukan bagaimana kita mengevaluasi sebuah percakapan Asumsi ini terletak baik pada persepsi maupun evaluasi. Kita mungkin akan menyapa seseorang. kesedihan. Kita melakukan ini dengan cara terlibat dalam suatu gaya komunikasi yang mengakomodasi. terlibat dalam bicara basa-basi. Orang pertama-tama memersepsikan apa yang terjadi di dalam percakapan sebelum mereka memutuskan bagaimana mereka akan berperilaku dalam percakapan. tetapi kemudian terkejut ketika kita mendengar bahwa orang tersebut baru saja bercerai.• Asumsi Akomodasi dipengaruhi oleh beberapa keadaan personal. sedangkan evaluasi (evaluation) merupakan proses menilai percakapan. kita mungkin akan memersepsikan tuturan dan perilaku seseorang. situasional dan budaya. misalnya ketika kita menyapa orang lain. Kita mungkin akan mengungkapkan kebahagiaan. Menurut Giles dan koleganya (1987) itulah saat ketika kita memutuskan proses evaluative dan komunikatif kita. misalnya. Persepsi (perception) adalah proses memerhatikan dan menginterpretasikan pesan. 79 . dan kemudian kembali meneruskan perjalanan kita.

Bahasa dan perilaku memberikan informasi mengenai status social dan keanggotaan kelompok Asumsi ini berkaitan dengan dampak yang dimiliki bahasa terhadap orang lain. Secara khusus, bahasa memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan status dan keanggotaan kelompok di antara para

komunikator dalam sebuah percakapan. Pikirkan apa yang terjadi ketika dua orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda berusaha untuk berkomunikasi satu sama lain. Giles dan John Wiemann (1987) mendiskusikan situasi ini: Dalam situasi bilingual atau bahkan bidiaklektikal, di mana etnis mayoritas dan minoritas berdampingan, pembelajaran bahasa kedua bersifat satu arah secara dramatis: maksudnya, sangat umum bagi kelompok yang dominan untuk mempelajari kebiasaan linguistic dari kelompok bawahan….Sungguh bukan merupakan kebetulan bahwa secara lintas budaya perilaku bahasa apa yang “standar”, “benar”, dan “kuat” adalah perilaku bahasa aristokrasi, kelas penguasa atau kelas atas dan istitusi-institusi mereka. Bahasa yang digunakan dalam percakapan akan cenderung merefleksikan individu dengan status social yang lebih tinggi. Selain itu, keanggotaan kelompok menjadi hal yang paling penting karena sebagaimana dapat ditarik dari kutipan di atas terdapat keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok yang “dominan”. Akomodasi bervariasi dalam hal tingkat kesesuaian, dan norma mengarahkan proses akomodasi. Asumsi ini berfokus pada norma dan isu mengenai kepantasan social. Kita telah melihat bahwa akomodasi dapat bervariasi dalam hal kepantasan social. Tentu saja terdapat saat-saat ketika mengakomodasi tidaklah pantas. Misalnya, Melanie Booth-Butterfield dan Felicia Jordan (1989) menemukan bahwa orang dari budaya yang termarginalisasi biasanya mengharapkan untuk mengadaptasi (mengakomodasi) orang lain. Norma telah terbukti memainkan peranan dalam teori Giles (Gallois dan Callan, 1991). Norma (norm) adalah harapan mengenai perilaku yang dirasa seseorang harus atau tidak harus terjadi di dalam percakapan. Hubungan antara norma dan akomodasi diperjelas oleh Cynthia Gallois dan Victor Callan (1991):
80

“Norma-norma memberikan batasan dalam tingkatan yang bervariasi…terhadap perilaku akomodatif yang dipandang sebagai hal yang diinginkan dalam sebuah interaksi”. Konteks Antar Generasi 1. Overaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara “menyimpang” dari gaya komunikasi yang diperlukan untuk menyesuaikan percakapan dengan acara tertentu. 2. Underaccommodation. Satu proses kesalahan komunikasi dimana setidaknya satu lawan bicara menganggap pembicara berkomunikasi dengan cara (gaya atau kualitas bicara) yang merendahkan. 3. Strategi Tua ke Muda a. Overaccommodation karena kekurangan fisik atau indera. Menganggap orang tua memiliki kekurangan tertentu, dan beradaptasi melebihi level optimal b. Overaccommodation terkait ketergantungan. Ucapan yang mendominasi, disiplin, terlalu direktif pada orang tua. Orang muda menggunakannya untuk mengontrol hubungan. c. Divergensi terkait usia. Tekankan perbedaan kelompok muda. Nilai, gaya hidup yang digunakan untuk menandai perbedaan usia. d. Overaccommodation antar kelompok. Paling berpengaruh – akomodasi bukan pada orang tua sebagai individu tetapi menurut norma kelompok. 4. Strategi Muda ke Tua a. Underaccommodation untuk membela diri. Dalam bercakap nampak insular atau egosentris. Tidak mau membahas topik yang mengancam konsep diri. b. Membatasi diri terkait usia. Digunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan suatu fungsi. “Ingatan saya sudah tidak sebaik dulu” c. Stereotyping diri. Mengambil karakteristik orang tua stereotip. Mengambil identitas kelompok orang tua dalam konteks antar kelompok. d. Divergensi antar kelompok. Secara agresif menekankan perbedaan lintas generasi, seperti mengomentari gaya bicara anak muda secara negatif. Proposisi Teori Akomodasi Komunikasi diperoleh dari sebuah penelitian yang awalnya dilakukan dalam bidang ilmu lain, dalam hal ini, dalam psikologi sosial.
81

In-Group dan Out-Group. Merefleksikan ketertarikan pada kelompok dimana kita bukan anggota dan menciptakan batasan kelompok kita dan keterpisahan dari kelompok lain.

Anggapan:

Komunikator

menyesuaikan

gaya

bicaranya

(mengubah

karakteristik suara – aksen, bahasa, dialek, kecepatan, volume, dll) dengan orang lain sebagai cara untuk mengekspresikan nilai, perilaku dan maksud.” (Street & Giles, 1982).

Dampak: Persepsi individu tentang gaya bicara orang lain menentukan respon perilaku dan evaluatifnya.” (Street & Giles, 1982)

Eksplanasi Untuk mendapatkan pengertian mengenai karakteristik utama dari Teori Akomodasi Komunikasi, pertama-tama akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan kata akomodasi. Akomodasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku dalam merespons orang lain. Akomodasi biasanya dilakukan secara tidak sadar. Kita cenderung memiliki naskah kognitif internal yang kita gunakan ketika kita berbicara dengan orang lain. Kita secara naluriah menarik suatu percakapan dari dokumen yang tersimpan di dalam benak kita. Dalam percakapan dengan gadis berusia 15 tahun, kita mungkin akan menggunakan kosakata remaja; dengan seseorang yang berusia 85 tahun kita akan berbicara lebih perlahan dan menggunakan lebih banyak mimik wajah. Ini semua dilakukan tanpa banyak pemikiran sebelumnya dan dapat terjadi secara terang-terangan maupun tertutup. Menurut Infante, 1997. Teori Akomodasi Komunikasi (CAT) didefinisikan sebagai “Pernyataan bahwa selama komunikasi, orang berusaha menyesuaikan gaya bicaranya dengan orang lain. Mereka melakukannya untuk mendapat persetujuan, meningkatkan efisiensi komunikasi dan memelihara identitas sosial yang positif dengan orang yang diajak bicara”. Dengan kata lain, bagaimana anggapan kita tentang seseorang akan tergantung bagaimana kita bertingkah laku di dekat orang tersebut. Teori ini menjelaskan tentang terjadinya proses akomodasi (penyesuaian diri) seseorang terhadap lingkungannya guna tercapainya interaksi komunikasi yang lebih baik. Sentral konsep dari teori ini adalah untuk menjelaskan bagaimana orang yang berinteraksi saling mempengaruhi, juga tentang cara pandang sosial psikologi yang mempengaruhi kebiasaan mereka dalam berinteraksi.
82

misalnya.. Nikolas Coupland. Orang akan beradaptasi terhadap kecepatan bicara. Ketika orang melakukan konvergensi. kepribadian yang sama. 83 . jeda.Selain itu. Biasanya. mereka mungkin akan membedalan diri mereka dengan orang lain. Ketertarikan merupakan istilah yang luas dan mencakup beberapa karakteristik lainnya seperti kesukaan. Konvergensi merupakan proses yang selektif. senyuman. karisma. atau berperilaku dalam cara yang sama menyebabkan orang tertarik satu sama lain dan sangat mungkin untuk mendorong terjadinya konvergensi. ketika para komunikator saling tertarik. mereka bergantung pada persepsi mereka mengenai tuturan atau perilaku orang lainnya. Psikologi sosial adalah cara dimana kita dan lainnya berperilaku dalam situasi sosial. dan Justin Coupland (1991) mendefinisikan konvergensi (convergence) sebagai “strategi di mana individu beradaptasi terhadap perilaku komunikatif satu sama lain”. Teori Akomodasi Komunikasi menyatakan bahwa dalam percakapan orang memiliki pilihan. Memiliki keyakinan yang sama. Selain persepsi mengenai komunkasi orang lain. Teori ini fokus pada bagaimana proses sosial mempengaruhi dinamika perilaku dalam interaksi. Giles. dan kredibilitas. Ingatlah. dan akomodasi berlebihan. 1987). Mereka mungkin menciptakan komunitas percakapan yang melibatkan penggunaan bahasa atau system nonverbal yang sama. mereka akan melakukan konvergensi dalam percakapan. konvergensi juga didasarkan pada ketertarikan (Giles et al. Giles dan Smith (1979) percaya bahwa beberapa factor mempengaruhi ketertarikan kita terhadap orang lain. tatapan mata. dan perbadaan status antara kedua komunikator. kita tidak selalu memilih menggunakan strategi konvergen dengan orang lain. bahwa menemukan kesamaan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Konvergensi: Melebur Pandangan Proses pertama yang dihubungkan dengan Teori Akomodasi Komunikasi disebut korvergensi. kemampuan pembicara untuk berkomunikasi. atau mereka akan sangat berusaha keras untuk beradaptasi. dan perilaku verbal dan nonverbal lainnya. kemungkinan akan interaksi berikutnya dengan pendengar. teori ini juga menjelaskan cara dimana interaktan mempengaruhi satu sama lain dalam proses interaksi. divergensi. Pilihan-pilihan ini disebut konvergensi.

penelitian Richard Street (1991) mengindikasikan bahwa para dokter berbeda dalam pola konvergensi mereka dengan pasien yang baru muncul pertama kali dengan pasien yang telah datang berulang kali. Konvergensi dapat didasarkan pada persepsi yang bersifat stereotip. Dari sejarah hubungan antara komunikator juga merupakan isu penting dalam konvergensi. Mempelajari pengalaman budaya dari warga Afro-Amerika. Contohnya. Terdapat beberapa implikasi yang nyata dari konvergensi yang bersifat stereotip. musik. Marsha Huston (2004) setuju dengan hal ini. Pada pandangan pertama. konvergensi mungkin tampak sebagai strategi akomodasi yang positif.Orang mungkin tidak akan langsung mengetahui apakah mereka tertarik satu sama lain dan apakah ini akan menuntun pada pengidentifikasian persamaan-persamaan mereka. wanita kulit putih secara khusus mengidentifikasi bicara mereka sebagai suatu yang 84 . mereka secara khusus rentan terhadap reaksi stereotip. orang akan melakukan konvergensi terhadap stereotip dibandingkan terhadap bicara dan perilaku yang sebenarnya. Artinya. “Konvergensi sering kali dimediasi secara kognitif oleh stereotip kita mengenai bagaimana orang lain akan berbicara secara kategori social”. penelitiannya menunjukkan bahwa ketika mendeskripsikan diri mereka sendiri. Misalnya. dan biasanya memang demikian. Mark orbe (1998) menemukan bahwa kaum Afro-Amerika sering kali diidentifikasikan dengan cara-cara berdasarkan stereotip. stereotip ketika warga kulit putih Amerika berbicara dengan temanteman Afro-Amerika mereka mengenai apa yang mereka yakini sebagai “topic” AfroAmerika (olahraga.1995). ayah gay dan ibu lesbian melaporkan bahwa terlalu banyak orang−termasuk pendidik−bergantung pada stereotip kuno mengenai homoseksual ketika mereka berkomunikasi dengan ayah dan ibu tersebut (West dan Turner. Sebagaimana disimpulkan oleh Giles dan koleganya (1987). Ia menunjukkan bahwa terdapat stereotip tidak langsung (indirect stereotyping). Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam konvergensi dapat dijelaskan dengan melihat pada peran tradisional dari dokter dan pasien dan juga adanya jarak waktu antara kunjungan yang satu dengan yang berikutnya. yaitu. dan seterusnya). Beberapa orang Afro-Amerika menyebutkan bahwa jika mereka berbicara dalam dialeg yang tidak standar.

divergensi sangat berbeda dengan konvergensi. Persepsi stereotip dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang akan melakukan konvergensi. menggoda. hal ini dapat memperbaiki dialog. yakni merupakan proses disosiasi. 85 . ketika dipersepsikan jelek. divergensi adalah ketika tidak terdapat usaha untuk menunjukkan persamaan antara para pembicara. serta mendeskripsikan bicara wanita Afro-Amerika sebagai sesuatu yang tidak standar. tindak-tanduk atau postur. Edwin Vaughan (1998). maka konvergensi akan dianggap sebagai sesuatu yang positif. Ia menyebut hal ini sebagai divergensi (divergence). Perlu dipertimbangkan juga bahwa evaluasi konvergensi biasanya tergantung apakah konvergensi tersebut telah dipikirkan dengan baik-baik. Tetapi jika konvergensi dilakukan untuk mempermalukan. Dan Charmaine Shutiva (2004) mengeluhkan fakta bahwa budaya orang Indian Amerika sering kali disalahpersepsikan sebagai budaya yang ingin dan tidak memiliki emosi. Kelompok budaya lainnya juga telah menjadi sasaran stereotip. tidak benar. atau merendahkan maka hal ini akan sangat mungkin dipandang negatif. padahal kenyataannya. Jika konvergensi dipersepsikan baik. Alih-alih menunjukkan bagaimana dua pembicara mirip dalam hal kecepatan bicara. Giles (1980) percaya bahwa pembicara terkadang menonjolkan perbedaan verbal dan nonverbal di antara diri mereka sendiri dan orang lain. dan menyimpang. hal ini dapat menghancurkan proses komunikasi. Dengan kata lain. budaya ini melibatkan banyak humor dan kegembiraan. Jika seorang komunikator berbicara atau bertindak dalam suatu gaya yang mirip dengan pendengarnya. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa banyak dari kelompok budaya terus distereotipkan. atau tidak keduanya. Divergensi belum menerima banyak perhatian dalam hal penelitian seperti konvergensi. Shobia Pais (1997) menyebutkan bahwa wanita India di Amerika Serikat sering kali dianggap aneh karena mereka memakai sari (kain yang disampirkan pada bahu dan kepala) atau salwar kameez (celana panjang). Divergensi: Hiduplah Perbedaan Akomodasi adalah proses yang optimal di mana dua komunikator memutuskan untuk mengaomodasi salah satu. menyatakan bahwa orang buta sering kali diajak berbicara seakanakan mereka tuli. Dalam hal ini.pantas dan standar. misalnya. dua orang berbicara satu sama lain tanpa adanya kekhawatiran mengenai akomodasi satu sama lain.

setiap orang Perancis yang kita temui akan mendorong kita untuk menggunakan Bahasa Perancis. kelompok ini dapat mengaitkan kata-kata dalam bahasa Welsh yang sulit! Kelompok tersebut mulai melakukan divergensi dari bahasa Inggris yang sedang digunakan untuk berbicara dengan mereka. kebanggaan budaya. Kita akan sangat terkejut akan hal ini hingga akhirnya kita menyadari bahwa kita. Divergensi merupakan suatu cara bagi para anggota komunitas budaya yang berbeda untuk mempertahanlan identitas social. Selama waktu tanya jawab.dan karenanya pengetahuan kita mengenai proses ini terbatas pada beberapa klaim mengenai fungsinya dalam Teori Akomodasi Komunikasi. karena adanya kebanggan etnik. Saat mereka mempelajari bahasa tersebut. Misalnya. tetapi juga dengan kata-kata dan frase dalam bahasa Welsh. tidak dapat mengharapkan orang Perancis untuk melakukan konvergensi terhadap bahasa kita. sebagai seorang pengunjung. kita sedang bepergian ke Perancis. dan keunikan mereka”. Ketika orang melakukan divergensi. Beberapa kelompok budaya tetap terdorong untuk melakukan divergensi dalam percakapan mereka dengan orang lain. Dalam kajian klasik ini. Individu mungkin tidak ingin melakukan konvergensi dalam rangka mempertahankan warisan budaya mereka. Pertama. para peneliti menanyakan beberapa pertanyaan dalam format bahasa inggris yang standar. divergensi tidak boleh disalahartikan sebagai salah satu cara untuk tidak sepakat atau tidak memberikan respons pada komunikator yang lain. Divergensi tidak sama dengan ketidakpedulian. 86 . Alasan-alasan dalam divergensi bisa bervariasi.” Para responden ini menyangkal tidak hanya dengan menggunakan logat Welsh yang kental. para peneliti bertanya kepada kelompok tersebut mengapa mereka ingin mempelajari bahasa Welsh karena “bahasa ini adalah bahasa yang hampir mati dengan masa depan yang suram. di mana pun kita berada. Hal yang mengesankan. mereka memutuskan untuk mendisosiasikan diri mereka dari komunikator dan percakapan tersebut. Giles dan koleganya (1987) mengamati bahwa ada peristiwa di mana orang—yaitu kelompok ras atau etnis—“secara sengaja menggunakan bahasa mereka atau gaya bicara sebagai taktik simbolis untuk mempertahankan identitas. tim peneliti mempelajari orang Wales yang sangat bangga akan identitas etnik mereka tetapi tidak dapat berbahasa Welsh.

dan mempertahankan postur tubuh yang lebih santai dibandingkan yang kurang berkuasa. Dalam tiap kasus. seorang pria tunawisma yang meminta uang pada seseorang di luar sebuah bioskop akan menemukan dirinya berada dalam percakapan dengan seorang komunikator (sebut saja orang ini Pat) yang ingin untuk melakukan divergensi agar menunjukkan perbedaan di antara keduanya. Christopher Jencks (1994) melihat bahwa para tunawisma merupakan bagian dari masyarakat yang diberi label tidak menarik atau vulgar. dianggap memiliki sikap-sikap yang tidak menyenangkan. 1991. 1982). Divergensi 87 . 1991. atau menunjukkan penampilan yang jelek” (Street dan Giles. Pat mungkin juga akan menggunakan kosakata dan pelafalan yang secara jelas menandainya sebagai anggota kelas menengah atas. Giles dan koleganya (1987) menyatakan bahwa divergensi digunakan untuk mengontraskan citra dalam suatu percakapan. Sebagaimana sering terjadi. memulai hampir semua topic pembicaraan. Selain itu. divergensi cenderung terjadi karena lawan bicara dalam percakapan dipandang sebagai “anggota dari kelompok yang tidak diinginkan. pewawancara-terwawancara.” Divergensi terjadi karena seseorang ingin menunjukkan bahwa yang lainnya kurang berkuasa.Alasan kedua mengapa orang melakukan divergensi berkaitan dengan kekuasaan dan perbedaan peranan dalam percakapan. situasi si tunawisma dipandang sebagai masalahnya sendiri. menyatakan bahwa “para interaktan memiliki status lebih tinggi mungkin akan berbicara dalam jangka waktu yang lebih lama. Street dan Giles.1982). dan seterusnya) (Street. divergensi dilaksanakan oleh individu yang ingin menunjukkan perbedaan status di antara keduanya. Dengan menggunakan prinsip akomodasi divergensi. dan bahwa divergensi Pat merupakan suatu tipe pembukaan diri yang menggambarkan jenis bicara dan perilaku tertentu yang tidak dimiliki bersama oleh keduanya. berbicara lebih perlahan. Divergensi sering kali terjadi dalam percakapan ketika terdapat perbedaan kekuasaan di antara para komunikator dan ketika terdapat perbedaan peranan yang jelas dalam percakapan (dokter-pasien. Giles dan koleganya (1987) menyimpulkan bahwa divergensi seperti yang dilakukan oleh Pat mungkin memiliki tujuan untuk membawa perilaku orang yang lainnya (serta penampilannya) “pada level yang dapat diterima”. orangtua-anak. Street. Divergensi Pat mungkin akan terjadi dalam bentuk meningkatnya kecepatan bicara atau suara yang lebih tajam.

Akomodasi berlebihan sensoris (sensory overaccomodation) terjadi ketika seorang pembicara beradaptasi secara berlebihan pada lawan bicaranya yang dianggap terbatas dalam hal tertentu. Ternyata.merupakan cara untuk lebih jauh mengomuniksikan nilai ini. Karena Hamilton percaya bahwa pasien Alzheimer umumnya merespons lebih baik pertanyaanpertanyaan mengenai apa yang ada di sini dan sekarang dibandingkan dengan masa lalu. dalam penelitiannya mengenai pasien dan penyakit Alzheimer. Nikolas Coupland dan koleganya (1998) percaya bahwa akomodasi berlebihan sensoris sering kali terjadi dalam percakapan antara kaum lansia dan orang lain. akomodasi berlebihan ketergantungan. sebagaimana dikemukakan oleh asumsi ketiga. Akomodasi Berlebihan: Miskomunikasi dengan Tujuan Jane Zuengler (1991) mengamati bahwa akomodasi berlebihan (overaccomodation) adalah “label yang diberikan kepada pembicara yang dianggap pendengar telalu berlebihan”. dan pendengar dibuat tampak tergantung pada pembicara. Jenis akomodasi berlebihan yang kedua. 1991). Batasan dalam hal ini merujuk pada keterbatasan linguistic atau fisik. dan akomodasi berlebihan intergroup (Zuengler. Dalam 88 . Istilah tersebut akan didefinisikan beserta contoh-contohnya. Yaitu. pembicara mungkin yakin bahwa ia peka terhadap ketidakmampuan berbahasa seseorang atau terhadap kekurangan fisik seseorang tetapi terlalu berlebihan dalam melakukan akomodasi. Akomodasi berlebihan dapat terjadi dalam tiga bentuk: akomodasi berlebihan sensoris. ia membingkai percakapnnya dengan para pasien dengan hal ini dalam benaknya. Istilah ini diberikan kepada orang yang walaupun bertindak berdasarkan niat yang baik. Ini membuat para pasien tampak lebih tidak kompeten dibandingkan yang sebenarnya. yakni bahasa dan perilaku sering kali mengomunikasikan status. ia telah meremehkan kemampuan mental para respondennya. akomodasi berlebihan ketergantungan (dependency overaccomodation). yang terjadi ketika seorang pembicara secara sadar atau tidak sadar menempatkan pendengar dalam peranan status yang lebih rendah. Heidi Hamilton (1991) merasa bahwa ia telah meremehkan tingkat kompetensi dari seorang pasien Alzheimer dan menemukan dirinya mengakomodasi secara berlebihan. Misalnya. malah dianggap merendahkan. Hamilton percaya bahwa ia telah menghabiskan banyak waktu wawancara mengenai lingkungan sekitar pasien Alzheimer tersebut lebih dari yang dibutuhkan.

dan dapat muncul dampak yang sangat parah. selama masa asimilasi dalam komunitas baru mereka. dan gagal untuk memperlakukan tiap orang sebagai seorang individu. persepsi mengenai ketergantungan mereka semakin dapat dipastikan. 1989).akomodasi berlebihan ketergantungan. terdapat jenis akomodasi berlebihan yang ketiga yang disebut akomodasi berlebihan intergroup (intergroup overaccomodation). Hal ini melibatkan para pembicara yang menempatkan pendengar ke dalam kelompok tertentu. merupakan salah satu alasan pengucilan ini. misalnya. misalnya. Berkomunikasi dengan persepsi semacam ini di dalam benak mungkin akan menyebabkan beberapa orang Amerika keturunan Meksiko untuk mengakomodasinya secara negative. Kim. Inti dari akomodasi berlebihan jenis ini adalah stereotip. generalisasi ini mungkin dipandang secara negative. identitas individual juga sama pentingnya. pendengar juga percaya bahwa pembicara mengendalikan percakapan untuk menunjukkan status yang lebih tinggi. banyak pencari suaka dibuat merasa lebih rendah ketika bercakap-cakap dengan orang lain. para pencari suaka mungkin akan merasa bahwa cukup tergantung kepada pembicara (petugas imigrasi). Bagi seorang Amerika keturunan Meksiko. Banyak kelompok budaya termarginalkan di Amerika Serikat dan akomodasi berlebihan ketergantungan. Karena banyak orang asing yang baru saja datang tidak dapat berbahasa Inggris. Pembicara mungkin merasa nyaman menyatakan bahwa. 89 . Walaupun mempertahankan identitas ras dan etnis merupakan hal yang penting. Coba pikirkan ketika seorang pembicara menggunakan bahasa yang menempatkan pendengar pada suatu kelompok budaya tertentu. Selain akomodasi berlebihan sensoris dan ketergangtungan. tidak memiliki pemahaman yang jelas akan keahlian kerja mereka (Gudykunst & Kim. 1992. Hal ini dapat dilihat dengan mengamati perlakuan kepada beberapa populasi imigran di Amerika Serikat. orang Amerika keturunan Meksiko tidak pernah diberikan kesempatan untuk sukses di Amerika Serikat karena mereka terlalu sibuk mengurusi keluarga mereka. Walaupun para pegawai negeri mungkin percaya bahwa selama berbicara dengan para pencari suaka mereka sedang melakukan apa benar (membantu para pencari suaka untuk memahami beragai macam prosedur dan aturan yang diasosiasikan dengan dokumentasi). tampaknya. tidak memiliki pengetahuan dasar akan nilai-nilai atau norma-norma.

menghindari percakapan. Konsep ini diperluas mencakup bukan hanya pola bicara tetapi juga perilaku. Terdapat dampak yang serius dari akomodasi berlebihan.Akomodasi berlebihan biasanya menyebabkan pendengar tidak setara dalam mempersepsikan diri mereka. dan sebagai balasannya. Jika salah satu tujuan komunikasi adalah mencapai makna yang dimaksudkan. dan membentuk sikap negative terhadap pembicara dan juga masyarakat (Zuengler. Jika mungkin. dan dalam hal ini mencakup berbicara seperti orang dewasa. 1991). Ini menyedihkan. saya berharap para staf akan mengakomodasi dengan gaya bicara yang lebih tidak merendahkan serta lebih bijaksana. Model T h e t h e o r y C o n t a k e s v e r g n o t e o f e n t w c e o c o m m u n ic a t io n t e e D n i cv e r g Konvergensi Konvergensi adalah konsep bahwa individu mengubah pola bicaranya dalam berbagai interaksi. Kami memiliki lebih dari seratus orang yang menderita penyakit tersebut. seseorang tidak hanya akan mengubah cara mereka berbicara tetapi juga bertingkah laku dan berpakaian lebih sopan jika akan bertemu dengan orangtua pacar untuk pertama kali. termasuk kehilangan motivasi untuk mempelajari bahasa lebih jauh. Interaksi ini bisa menyebabkan seorang pria muda berpakaian 90 . Misalnya. Tetapi saya telah melihat rekan kerja saya bersikap merendahkan ketika berbicara dengan para pasien. Kami dilatih dan diminta untuk tidak berbicara seperti ini dan memperlakukan semua pasien dengan harga diri. yang berada pada berbagai tingkatan penyakit. mereka juga berbicara dengan cara yang sama. “Saya bekerja di sebuah rumah jompo yang dikhususkan bagi penderita Alzheimer. Saya pernah mendengar gaya bicara terhadap bayi (baby-talk) dari para staf kepada para pasien sebelumnya. akomodasi berlebihan merupakan penghalang utama bagi tujuan tersebut. Contoh Kasus Ini merupakan sebuah kisah yang diungkapkan oleh seseorang yang bernama Michael dalam kaitannya dengan praktik teori ini. dan saya telah banyak sekali mendengarnya.

orang dengan status lebih tinggi. Nampaknya. Misalnya. Terutama. bahasa. memenuhi pengharapan orang lain adalah faktor yang begitu mengarahkan kita pada apakah kita harus melakukan konvergensi. Individu juga akan menggunakan taktik ini untuk menunjukkan ketidaksetujuan (Gibbons. 154). bertingkah laku lebih tenang dan mungkin bersikap lebih perhatian dan berbicara lebih sopan dari kesehariannya. Individu dalam interaksi akan melakukan konvergensi untuk tujuan menunjukkan bahwa mereka sependapat dengan orang lain dalam interaksi (Gibbons. Karena ingin disukai orang lain dengan posisi lebih baik mendorong kita untuk bersikap lebih seperti mereka sehingga mengakomodasi gaya komunikasi mereka ketika berinteraksi dengannya (Miller. 155-156). bisa menyebabkan orang untuk melakukan divergensi. Divergensi Ini terjadi jika seorang individu memberi penekanan lebih pada perilaku komunikatif yang berbeda dari orang yang diajak bicara. Ada saat-saat ketika orang lain berupaya mencari perbedaan dengan oran glain sehingga kita melakukan divergensi untuk memenuhi harapan tersebut (Miller. Orang merasa bahwa kesamaan dengan orang lain menciptakan satu daya tarik bagi diri mereka.lebih baik dari biasanya. (Miller. 156). dll). Situasi ini dan situasi dimana individu ingin menunjukkan perbedaannya karena merasa bangga atas perbedaan tersebut (seperti kebangsaan. orang mungkin melebihkan aksen daerah AS selatan ketika berbicara dengan orang dari daerah Utara yang memberi komentar positif terhadap aksen Selatan. Alasan Konvergensi dan Divergensi Upaya penelitian Giles telah dijelaskan sebagai reaksi psikologis oleh individu karena merasa ingin disukai. 2005). • Aplikasi CAT in Practice 91 . 2005).

92 . individu akan mengakomodasi cara bicaranya terhadap situasi dan orang yang mereka ajak bicara. 2005). Pada penelitiannya. Giles juga mengamati sikap dan tindakan dalam interaksi publik dengan polisi. et al. Aspek relasional dan identitas dari teori ini membantu menunjukkan pola interaksi yang ada antara publik dan polisi dalam berbagai situasi dimana interaksi ini terjadi (Giles.Contoh Akomodasi Komunikasi Ada banyak contoh dimana individu mengakomodasi atau mengubah cara mereka berbicara dalam situasi tertentu. porsi konvergensi dan divergensi dari teori ini digunakan dalam memahami dan menjelaskan fenomena ini (McCann & Giles. Ketika berbicara dengan orang tua kita sering mengubah cara kita berinteraksi. Hampir setiap hubungan memiliki akomodasi percakapan tertentu. menggunakan teori Akomodasi.. • • Ketika berbicara pada anak kita menyesuaikan cara bicara kita dan juga katakata yang digunakan untuk mengakomodasi individu yang kita ajak bicara. Penelitian ini mengamati pola akomodasi polisi dan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua cenderung kurang akomodatif dibanding orang muda. • Ketika memberikan informasi selama wawancara pekerjaan. Gaya bicara dengan orangtua berbeda dengan gaya bicara dengan teman sebaya. 2006). • • Cara orang bicara dengan bossnya akan berbeda dengan cara bicara dengan temannya. termasuk pola bicara dan perilaku yang mungkin menunjukkan rasa penghargaan yang lebih (McCann & Giles. 2006). Kegunaan untuk Masa Sekarang Giles telah mempelajari interaksi orang muda dan tua dalam situasi bisnis menggunakan Akomodasi Komunikasi sebagai kerangka teori. Meskipun ada beberapa faktor lain yang berperan.

Namun.konsep yang ada telah ditemukan. proses inti dari teori konvergensi dan divergensi membuatnya mudah dipahami. Namun ada beberapa pendapat peneliti yang berbeda mengenai divergensi. 2000). beberapa kekurangan berhubungan dengan kemungkinan pengujian dari konsep. 1997). Selain itu. 2005) atau bukan. 1996). dengan keluarga (fox. Heurisme Akomodasi telah dipelajari di dalam media massa (Bell. dalam wawancara (Willemyns. dan bahkan dengan pesan-pesan yang ditinggalkan pada mesin penerima pesan telepon (Buzzanell. beberapa ilmuwan menyatakan bahwa beberapa fitur utama dari teori ini mengharapkan 93 . Teori Akomodasi Komunikasi memiliki fokus pada peranan percakapan dalam kehidupan kita dan pengaruh yang dimiliki oleh komunikasi dan budaya terhadap percakapn-percakapan tersebut. Kemungkinan Pengujian Kekuatan teori ini mungkin dapat menjadi cukup signifikan karena teori ini telah sedikit memunculkan kritik ilmiah. yang didiskusikan dalam Research Note. dan didukung penelitian dari berbagai peneliti. yakni heurisme dan kemungkinan pengujian. & Berkowitz. dengan kaum lansia (Harwood. Stafford. 1991). Singkatnya. Tak diragukan lagi bahwa teori ini heuristic dan memiliki nilai keilmuan yang bertahan. Callan & Pittam.1998). teori ini dievaluasi dengan menggunakan dua criteria. yakni perbedaan dalam mengartikan divergensi sebagai suatu ketidaksetujuan (Gibbons. dengan mahasiswa keturunan Cina (Hornsey & Gallois. Salah satu teori komunikasi yakni Teori Komunikasi Akomodasi (Communication Accomodation Theory). sehubungan dengan e-mail (Bunz & Campbell. 2004). Lin & Harwood. Teori ini menjabarkan beberapa poin penting berkaitan dengan peranan yang dimainkan pola komunikasi dan gaya bagi para komunikator dan bagi pesan. Untuk memahami nilai dari teori ini bagi disiplin ilmu komunikasi. Gallois. 1999.• Kritik Dalam dunia komunikasi dikenal begitu banyak teori-teori komunikasi yang telah dikemukakan oleh para tokohnya. pada pekerjaan (McCroskey & Richmond. Burrell. Teori ini cukup berkembang sehingga bisa dianggap sempurna. 2003). menandai kesederhanaan teori tersebut. 2002).

Leesa Dillman. Sejauh ini. walaupun teori ini mengakui konflik antara komunikator. Maksudnya. Judee Burgoon. Giles memberikan penerangan pada mengapa orang beradaptasi dengan orang lain dalam interaksi mereka. Melalui divergensi.adanya penelitian lebih jauh. The McGraw Hill Companies. Giles menantang para peneliti untuk menerapkan Teori Akomodasi Komunikasi melintasi waktu hidup dan dalam latar budaya yang berbeda. Richard and Turner. Melalui konvergensi. sarannya telah memperluas pemahaman kita mengenai mengapa percakapan itu begitu rumit. dan Lesa Stern (1993). Dalam tulisan-tulisan awalnya mengenai tulisan ini. misalnya. 2007. mempertanyakan bingkai konvergensi-divergensi yang dikemukakan oleh Giles. jika ada. Mereka juga menantang pemikiran bahwa akomodasi orang dapat dijelaskan dengan hanya dua praktik. 94 . teeori ini juga berpijak pada standar konflik yang rasional. yang dimainkan oleh ras dan etnis seseorang dalam proses yang berkesinambungan ini? seseorang juga mungkin menanyakan apakah teori ini terlalu bergantung pada cara beromunikasi yang rasional. Misalnya. Mereka percaya bahwa percakapan terlalu kompleks untuk direduksi ke dalam proses-proses ini. 3rd edition”. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. kita dapat memahami mengapa orang cenderung mengabaikan strategi beradaptasi. Mungkin Anda pernah terlibat di dalam konflik yang sangat mengerikan dengan seseorang yang tidak memiliki akal sehat. Lynn H. Sumber West. Teori ini tampaknya mengabaikan kemungkinan sisi gelap dari komunikasi. apa yang terjadi jika orang melakukan baik konvergensi mauoun divergensi dalam percakapan? Apakah terdapat konsekuensi bagi para pembicara? Atau para pendengar? Pengaruh apa. Ia telah memelopori teori yang telah membantu kita untuk memahami dengan lebih baik budaya dan keberagaman yang ada di sekeliling kita..

oleh karena itu ia juga dikenal sebagai tokoh etnometodologi. Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. • Latar belakang teori Seorang sosiolog interaksionis dan penulis. Ia memiliki kedekatan kajian dengan tokoh – tokoh antropologi. dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. ketika sedang mengalami masa kejayaan sebagai tokoh sosiologi dan pernah menjadi professor di jurusan sosiologi Universitas California Barkeley. memperdalam kajian dramatisme dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. serta menjadi keyua liga IVY Universitas Pennsylvania.TEORI KOMUNIKASI “DRAMATURGI” • Tokoh Penemu Nama Lahir Buku Meninggal Seorang memperdalam : Erving Goffman : Canada. Dramaturgi merupakan seni bagaimana orang menempatkan peran sesuai dengan situasi dan kondisi dimana dia ditempatkan. Ia mendapatkan gelar S1 dari Universitas Toronto. 95 . dan gelar Doktor dari Universitas Chicago. Ia wafat pada tahun 1982. Erving Goffman. 11 Juni 1922 : The Presentation in Everyday Life (1959) : 19 November 1982 sosiolog kajian interaksionis dramatisme dan tersebut penulis.

Konsep Konsep . Dimana manusia berperan sebagai aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. Seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah. tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region. tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region / backstage. menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi. tindakan diatas disebut dalam istilah “impression management”. sang front liner bisa bersikap lebih santai. Oleh Goffman. Konsep impression management ini. individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience. Dalam dramaturgis. bersikap formil dan perkataan yang diatur. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi.• Asumsi Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan setting.konsepnya dalam pendekatan Dramaturgi ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment. santun. dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider. seorang aktor drama kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. bersenda gurau dengan 96 . kostum. saat istirahat siang. Tetapi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain. penggunakan kata (dialog) dan tindakan non verbal lain. • Aplikasi Ada beberapa contoh kasus yang menggunakan teori Dramaturgi. Selayaknya pertunjukan drama. hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan. antara lain : 1.

merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. Begitu juga SBY dimana dia dulu menempatkan posisinya sebagai orang yang terdzhalimi 97 . Saat istirahat makan siang. Karenanya. saat istirahat siang. Sosok Megawati dalam membawa partainya PDI-P menuju tangga puncak pemenang pemilu 1999 tidak lepas dari isu yang dihembuskan bahwa dirinya adalah pihak yang ”dizhalimi” oleh rezim Orba. Saat front liner menyambut tamu hotel. Tetapi. front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. 2. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. dalam hal ini para tamu. sang front liner bisa bersikap lebih santai. Saat front liner menyambut tamu hotel. santun.bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. seperti yang terjadi pada pemilihan presiden yang lalu. Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya. Contoh kasus lainnya. seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah. Kasus diatas adalah salah satu penerapan teori Dramaturgi dalam membentuk persepsi orang lain. Oleh karenanya. Karenanya. SBY dan Megawati merupakan salah satu contoh bentuk kampanye dramaturgi yang berhasil. merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel. Oleh karenanya. dramaturgi dapat diterapkan dalam strategi kampanye. Saat istirahat makan siang. sehingga menciptakan citra hotel yang baik. dsb). bersikap formil dan perkataan yang diatur. bersenda gurau dengan bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok. Simpati pun di dapat karena memang masyarakat pada waktu itu memang sedang euphoria ”kebencian” terhadap rezim Orba. dsb).

oleh rezim Megawati. Sehingga masyarakat pun merasa simpati dan terbukti dukungan yang mengalir tidak kalah banyak, serta mengantarkannya pada posisi RI1. Kasus diatas adalah salah satu contoh lain penerapan darmaturgi dalam praktik komunikasi massa
3. Contoh berikut ini, merupakan contoh Dramaturgi yang terjadi pada masalah

Gus Dur dan Cak Imin. Menurut Gus Solah, adik dari Gus Dur, dari sekian saudara itu biasanya ada tiga orang yang selalu terlibat debat keras dalam rapat keluarga. Mereka adalah Gus Dur, Gus Solah dan Nyai Liliek Wahid. Tiga bersaudara ini saling mempertahankan pendapat dan pendiriannya masing. Tak jarang Gus Dur walk out alias meninggalkan rapat keluarga dengan nada marah-marah. Tapi keesokan harinya, Gus Dur malah mengirim Dr. Umar Wahid – adik Gus Dur yang lain – untuk menyampaikan permintaan maaf kepada saudara-saudaranya yang lain. Intinya, Gus Dur dan saudara-saudaranya sudah terbiasa konflik, tapi setelah itu sama-sama saling memaafkan. ”Karena itu saya curiga, Cak. Jangan-jangan Gus Dur dan Cak Imin hanya konflik di permukaan, tapi dalam acara keluarga malah tertawa-tawa. Kan Cak Imin keponakan Gus Dur,” kata teman itu lagi kepada saya. Saya kira konflik ini memang harus dipahami dalam dua perspektif. Pertama, perspektif negatif (syuudzan). Dalam perspektif negatif konflik Gus Dur-Cak Imin adalah konflik faktual. Artinya, konflik itu adalah fakta politik yang bersifat hitam putih. Kedua, perspektif positif (husnudzan) yang memahami peristiwa ini sebagai pseudo - konflik. Dalam perspektif ini konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari ”sandiwara politik”. Dalam kontek ini kita bisa menemukan penjelasan dalam teori Erving Goffman. Dalam perspektif Goffman, konflik Gus Dur - Cak Imin adalah bagian dari dramaturgi politik. Goffman melukiskan kehidupan sosial dengan metafora teater yang terdiri dari front stage dan back stage. • Aplikasi Pengaplikasian dramaturgi dalam kehidupan komunikasi cukup berperan penting. Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan
98

adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau. Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu. Dan berupaya untuk menyampaikan pesan yang tersimpan pada peran – peran yang ditampilkannya. Konsep utama dari teori ini adalah impression management, bagaimana seseorang menampilakan kesan yang sesuai dengan keinginan didepan public (audiences). Pengaplikasian yang paling mudah dalam kehidupan keseharian kita adalah dengan menganalisis sesuatu yang sangat kita kenal, seperti interaksi dengan teman atau kerabat terdekat kita. Sedangkan untuk yang lebih kompleks, teori Dramaturgi ini bisa kita terapkan dalam suatu pementasan theater, seperti yang telah diperbuat oleh Aristoteles. Teori ini juga dapat diaplikasikan untuk pencitraan suatu perusahaan. Dimana perusahaan membuat suatu scenario yang harus ditampilkan oleh para pegawainya pada saat sedang berinteraksi dengan tamu atau klien. Sehingga perusahaan akan memiliki kesan baik dimata pihak luar (public). Seperti pada contoh kasus yang terjadi pada seorang pegawai front linner suatu hotel diatas. • Kritik Setiap teori yang dikemukakan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing. Hal ini juga terjadi pada teori Dramaturgi milik Erving Goffman. Ada beberapa kritikan yang saya dapat mengenani teori ini, seperti : 1. Dramarturgi dianggap hanya dapat berlaku di institusi total Institusi total maksudnya adalah institusi yang memiliki karakter dihambakan oleh sebagian kehidupan atau keseluruhan kehidupan dari individual yang terkait dengan institusi tersebut, dimana individu ini berlaku sebagai sub-ordinat yang mana sangat
99

tergantung kepada organisasi dan orang yang berwenang atasnya. Ciri-ciri institusi total antara lain dikendalikan oleh kekuasan (hegemoni) dan memiliki hierarki yang jelas. Contohnya, sekolah asrama yang masih menganut paham pengajaran kuno (disiplin tinggi), kamp konsentrasi (barak militer), institusi pendidikan, penjara, pusat rehabilitasi (termasuk didalamnya rumah sakit jiwa, biara, institusi pemerintah, dan lainnya. Dramaturgi dianggap dapat berperan baik pada instansiinstansi yang menuntut pengabdian tinggi dan tidak menghendaki adanya “pemberontakan”. Karena di dalam institusi-institusi ini peran-peran sosial akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Orang akan lebih memahami skenario semacam apa yang ingin dimainkan. Bahkan beberapa ahli percaya bahwa teori ini harus dibuktikan dahulu sebelum diaplikasikan. 2. Menihilkan “kemasyarakatan” Teori ini juga dianggap tidak mendukung pemahaman bahwa dalam tujuan sosiologi ada satu kata yang seharusnya diperhitungkan, yakni kekuatan “kemasyarakatan”. Bahwa tuntutan peran individual menimbulkan clash bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan. Ini yang sebaiknya dapat disinkronkan.
3. Dianggap condong kepada Positifisme

Dramaturgi dianggap terlalu condong kepada positifisme. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, yakni aturan. Aturan adalah pakem yang mengatur dunia sehingga tindakan nyeleneh atau tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut. Teori dramaturgi juga dianggap hanya dapat berlaku di institusi total, menihilkan “kemasyarakatan”, dan dianggap condong kepada Positifisme . Sumber Henslin, James M. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi, Jilid I.

100

dan ia menolak untuk menerbitkan lebih dari satu dekade hingga 1963. Label yang menyimpang akan diterapkan apabila seorang individu lain mengamati perilaku mereka dan untuk bereaksi dengan label sebagai orang yang menyimpang. Bagaimanapun. Becker menjelaskan bahwa penyimpangan didasarkan pada reaksi dan tanggapan orang lain dari seorang individu untuk bertindak. Ia adalah Hughes." ditemukan di Outsiders: Studi di Sosiologi dari Deviance (1963). ia bekerja sebagai pianist jazz profesional. 101 . dan mengajar dalam departeman sosiologi di Universitas Northwestern. "Teori Label. kebanyakan dari penelitian. Tidak ada tindakan khusus yang menyimpang sampai kelompok dengan status sosial yang kuat atau posisi yang kuat memberikan semacam label (Becker. dan pengajarannya berada di lahan lain dari sosiologi. Hughes. or Article’ merupakan salah satu buku terbaik dalam menasehati semua akademis bagaimana cara menulis. Ia melanjutkan pendidikannya di bidang sosiologi di Universitas Chicago sebagai mahasiswa Blumer dan Hughes. ketika iklim politik di Amerika Serikat telah ditingkatkan. Becker menerima gelar Ph. dan mencerminkan hukuman yang berprosa bersih dan pemikiran jernih yang tidak dapat dipisahkan. yang mengutama kepentingan sosiologi kerja dan profesi.D-nya dalam bidang sosiologi dari Universitas Chicago pada 1951. Universitas Washington. Book. ujar Becker. yang pertama kali mendorong dia untuk melakukan studi musisi jazz sebagai kelompok profesional. Sebagai sarjana lulusan dan mahasiswa di Universitas Chicago.Labelling Theory • Tokoh Penemu Howard Becker dilahirkan dan dibesarkan di Chicago pada tahun 1928. Everett C. tulisan. Buku Becker ‘Writing for Social Scientists: How to Start and Finish Your Thesis. dan Universitas California di Santa Barbara. Kesukaan Gaya penulisan nya mengkhianati silsilah akademis nya: pada waktu ia masih seorang siswa. Ia dikenal dengan kejelasan tentang prosanya. adalah orang yang di anggap penting oleh Becker. Profesornya. sarjana sosiologi di Universitas Chicago memeluk Paham positifisme mengenai Eropa Dan Midwestern Pragmatisme. Penelitian ini dipimpin oleh Becker untuk menulis tentang obatobatan. mungkin ini paling penting dan berpengaruh bagi sosiologi.

Teoritis pendekatan ini telah dipengaruhi penyimpangan kriminologi. Buku yang dihasilkan.1963). jenis kelamin. a reading of Howard S. tetapi juga berusaha untuk menyelidiki pengaruh struktur sosial pada tindakan individu dan identitas. dan telah menulis tentang implikasi dari label masyarakat sebagai bahan obat-obatan dan pengguna narkoba sebagai addicts. • Asumsi Labelling Theory Sebagai kontributor untuk Pragmatisme Amerika dan kemudian anggota Sekolah Chicago. Untuk disertasi doktor. Cooley dan George Herbert Mead penghargaan dari Masyarakat untuk Kajian Symbolic Interaksi (di mana ia menjabat sebagai presiden 1977-78) pada tahun 1980 dan 1987. Pessin meninggal pada tahun 2005. Selama tinggal di San Fransisco. Becker secara teratur bersinggah di prancis. identitas dan seksualitas penelitian. sebelumnya di perusahaan Alain Pessin. Dalam penelitian itu pasti mengacu pada teori dan konsep-konsep interaksi simbolis. hal tersebut membangun suatu konsepsi hubungan diri. Becker (A sociologist in liberty. Becker belajar Chicago schoolteachers. sebab Herbert telah mencoba banyak peran berbeda dan banyak fungsi interaksi sosial dan telah mampu mengukur reaksi dari itu semua. seorang sosiologis di Universitas Grenoble yang menulis buku pada Becker berjudul Un sociologue en liberté. Dia telah menerima beberapa penghargaan berdasarkan pada masa kontribusi terhadap sosiologi. Lecture de Howard S. Becker). dan Charles H. ini menghadirkan data objektif yang mungkin memerlukan suatu 102 . masing-masing. George Herbert Mead memposisikan bahwa diri secara sosial dibentuk dan direkonstruksi melalui interaksi. dilakukan dalam wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengidentifikasi ganja sebagai pengguna. termasuk Cooley / Mead Penghargaan dari Psikologi Sosial bagian ASA pada tahun 1985. dimana masing-masing orang miliki keterkaitan didalam masyarakat tersebut. Masing-Masing individu menyadari bagaimana mereka dihakimi atau dinilai oleh yang lainnya. Dia telah melakukan penelitian individu 'pengembangan identitas mereka melalui pekerjaan. "Outsiders" merupakan pekerjaan penting dalam penyimpangan dari sosiologi dan dasar teori label. Tetapi ketika orang lain mengganggu ke dalam keseharian dan hal yang menyangkut hidup individu tersebut. Secara teoritis.

lingkungan di mana kesalahan terjadi. Jika penyimpangan adalah suatu kegagalan untuk dicocokkan dengan aturan yang diamati oleh kebanyakan dari kelompok. dan agama di dalam masyarakat tersebut.evaluasi ulang yang menyangkut konsepsi tersebut tergantung pada wewenang dari pertimbangan orang lain. ras. berzinah adalah suatu kejahatan dan bukti dari aktivitas diluar perkawinan dapat menuntun kearah konsekuensi yang menjengkelkan bagi semuanya. Pelanggaran atas aturan dapat diperlakukan dengan cara yang berbeda tergantung pada faktor pribadi seperti umur. reaksi kelompok adalah melabel seseorang seperti sedang melawan norma-norma moral atau sosial perilaku mereka. Di kebanyakan negara-negara barat. Ada juga permasalahan dengan stereotypes. perzinahan bukanlah suatu kejahatan. dan lain lain. Tetapi dalam beberapa Negara Islam. Pemasangan label seperti "pezina" mungkin memiliki beberapa konsekuensi buruk tetapi mereka tidak selalu menjengkelkan. namun berbeda dengan proses yang menyimpang arti dilampirkan untuk menjadi aktor dan perilaku. pukul. dapat membuat pertimbangan yang dapat dihormati secara lebih luas oleh orang lain. jenis kelamin. sebagian besar label theorists memperdebatkan bahwa fenomena dari "Deviance" adalah 103 . jam. Wakil individu yang lebih bersosial seperti polisi atau hakim. dan lain-lain dari pelanggar hukum. Ini adalah kekuatan kelompok: untuk mengangkat pelanggaran atas aturan mereka sebagai penyimpangan dan memperlakukan orang tersebut secara berbeda tergantung pada kesungguhan pelanggaran tersebut. keadaan baru-baru ini atau malam. Pertama. Keluarga dan teman-teman dapat menilai dengan cara dan sudut pandang yang berbeda dari orang asing ataupun orang lain secara acak. Labelling theory fokus pada dua hal. atau mungkin ada faktor structural yang relevan seperti kelas sosial pelanggar. Sebagai contoh. Baik suatu pelanggaran terhadap suatu aturan ditentukan akan digambarkan dengan " boo boo politics " yang akan tergantung pada arti moral atau ajaran lain tersebut dihadirkan. semakin self-image individu dipengaruhi. Model Labelling Theory Secara umum. Semakin berbeda perawatan. kesusilaan. perzinahan mungkin adalah suatu pelanggaran atas suatu aturan informal atau mungkin saja ‘criminalized’ tergantung dengan status perkawinan.

pelaku mungkin mengalami perubahan dalam konsep diri sebagai akibat dari pengalaman dan mulai label untuk mengidentifikasi dengan label menyimpang." Apakah audiens menginterpretasikan masalah sebagai ekspresi pribadi atribut dari aktor (seperti jahat atau mental disorder) atau masalah yang dikaitkan dengan keadaan berubah atau tekanan? Pribadi attributions cenderung menyebabkan reaksi eksklusif. yang mungkin menjadi berkomitmen untuk pola yang stabil secondary (or "career") deviance sekunder (atau "karir") yang merupakan produk dari label pengalaman. karakteristik dari tindakan. This sustained pattern of deviant activity. berubah attributions umumnya mengakibatkan reaksi inklusif ditujukan untuk mengubah perilaku aktor dari repot tanpa kecuali dia dari hubungan konvensional grup. seperti penolakan dari aktor dari kelompok konvensional. dan berubah bersama konteks mempengaruhi audiens dari interpretasi subyektif atau sebab-musabab atribusi dari sumber "masalahnya.interactionally yang dibuat melalui proses yang rumit reaksi audiens atau aktor yang bertindak dalam suatu situasi sosial. Ketika penonton mengalami permasalahan sosial dan perilaku masyarakat. might lead back to 104 . aktor. dan label sebagai aktor yang menyimpang. Aktor sosial yang telah diberi label sebagai penyimpang dapat mengubah grup afiliasi mereka dan mulai untuk menghubungkan dengan pihak lain yang juga telah diberi label. Elemen dasar dalam proses ini adalah seperti yang digambarkan di bawah label Bagian I dari teori. para penonton. Akibatnya ini saling bertransformasi dalam hubungan sosial dan identitas pribadi. Di sisi lain. in turn. Kebanyakan versi label teori juga langsung ke kedua proses sosial yang mengalir dari pengalaman pelabelan dan dikeluarkan dari kelompok hubungan konvensional. Selain itu.

Terlebih apabila orang tersebut bersikap menerima label ini dan kemudian kita memperlakukannya selayaknya seseorang yang bodoh atau nakal. Dan tentunya hampir semua orang menginginkan labeling positif ini. pintar. dan akibat terburuknya ialah apabila label tersebut telah melekat pada diri anak. walaupun sebenarnya dia tidaklah seperti itu.” Dengan kita berkata demikian secara tidak langsung kita sedang melakukan proses labeling positif pada seorang anak. Maka hal ini akan menumbuhkan minat dan kepercayaan diri anak.continued labeling and rejection by conventional audiences. Baik labeling positif maupun labeling negatif akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang khususnya anak-anak. rajin. itu berarti kita sedang melakukan proses labeling negatif pada orang tersebut yang bisa menyebabkan orang tersebut merasa tidak berharga. maka hal ini dapat membuat dia merasa bahwa dia memang seperti apa yang dikatakan orang. “Kamu memang anak yang baik. Misalnya dalam pergaulan. Begitu pula pada diri seorang anak dan apabila hal ini disertai dengan sikap kita yang mendukung labeling tersebut yaitu bersikap selayaknya pada anak yang baik. terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. rajin. Sebaliknya apabila kita menyebut seseorang dengan sebutan “bodoh” ataupun “nakal” seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. mungkin akan terus kembali ke pelabelan dan penolakan oleh pemirsa konvensional. pintar. pada gilirannya. • Aplikasi Labeling atau penjulukan dapat bersifat positif maupun negatif. 105 . Selanjutnya penyimpangan dari pola kegiatan. karena seperti kita ketahui bahwa anak mempunyai perasaan yang sangat peka.

Contohnya. etiket. Apabila hal ini terus berlangsung dan disertai dengan sikap yang mendukung perkataan tersebut. Maka anak tersebut akan berusaha bersikap seperti apa yang di cap orang terhadap dia yaitu menjadi anak yang baik. merek oleh masyarakat kepadanya. maka secara tidak langsung kita telah melakukan labeling pada orang tersebut. adakalanya beberapa orang seorang itu “bodoh”. diantaranya: Labeling adalah pemberian cap. yaitu dengan memperlakukannya sebagai anak nakal. hanya karena orang tersebut belum dapat memahami suatu pelajaran dengan satu atau dua kali penjelasan. Teori penjulukan memiliki label dominan yang mengarah pada suatu keadaan yang disebut dengan Master Status.Tetapi apabila dengan labeling ini anak bersikap negative dengan tidak menerima labeling tersebut ataupun lingkungan sekitar bersikap negative juga. yakni teori penjulukan dapat bersifat positif maupun negative. 106 . sehingga memperlakukannya sebagai anak yang baik.sehingga anak secara sadar maupun tidak akan menampilkan label tersebut dalam perilakunya sehari-hari. Hal ini terjadi karena anak merasa dihargai dan pada akhirnya labeling ini akan melekat cukup kuat dalam diri anak. Maka labeling ini tidak akan melekat kuat pada diri anak. Maknanya adalah sebuah label yang dikenakan yang biasanya terlihat sebagai karakteristik yang lebih atau menonjol dari aspek lainnya pada orang yang bersangkutan. • Kritik Teori Labelling. Teori Labelling terkadang tidak selamanya dianggap baik. Kuat atau tidaknya label ini melekat dalam diri seorang anak tergantung dari beberapa hal. Baik disadari atau tidak. atau label yang tidak diinginkan oleh dirinya. Adakalannya seseorang mendapatkan cap. Anak bersikap positif dengan menerima labeling ini dan lingkungan sekitar (rumah/sekolah) mendukung labeling ini. Labeling Positif Seorang anak di cap sebagai “anak yang baik” oleh orang tua/gurunya dan hal ini tentunya sangat berarti bagi anak tersebut. Atau dalam beberapa kasus lain menyebut seseorang itu ”Nakal” karena dia melakukan suatu kesalahan yang mungkin kesalahan tersebut dilakukan hanya untuk mencari perhatian dari orang lain. cap. Teori labeling adalah teori yang mengatakan bahwa seseorang menjadi menyimpang karena proses pemberian julukan.

John Langshaw Austin lahir di Lancaster pada 26 Maret 1911. Pemberian julukan dapat mengakibatkan perubahan prilaku pada seseorang. Sebaliknya pun demikian. namun bukan berarti tidak bisa. Jika hal negative yang di capkan pada dirinya telah melekat di masyarakat. Dia bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa klasik ke Balliol College.L Austin Speech Act Theory pertama kali dikemukakan oleh J. Untuk itu dalam studi klasik dan linguistik tersebut Austin sekarang menambahkan filosofi. Pada tahun 1924 ia memasuki Sekolah Shrewsbury dengan beasiswa.pada saat seseorang ingin belajar. menjadi dan menanamkan pada dirinya bahwa mereka memang tidak dapat melakukannya. maka ia akan menganggap secara sadar maupun tidak sadar bahwa hal tersebut adalah benar.L Austin pada tahun 1962. Kenyataanya hal tersebut belum tentu benar. 107 . jika ia mendapatkan cap positif maka citra dalam dirinya akan bersifat positif pula. dan apa yang kita pikirkan sekarang mengenai teori ini seluruhnya dikembangkan oleh John R Searle. SPEECH ACT THEORY / TEORI BERBICARA • Tokoh Penemu John R Searle J. mungkin saja orang tersebut hanya belum bisa. pada saat ia mencoba dan tidak bisa sehingga melakukan kesalahan dan orang lain menganggapnya bodoh maka orang tersebut akan dianggap bodoh selamanya. Karena adanya pelabelan inilah banyak orang yang awalnya hanya tidak dapat melakukan. Oxford.

Austin melanjutkan mengajar di Oxford. dan metafor yang biasanya melibatkan dalam diskusi filosofis yang menarik. ia hanya menerbitkan sangat sedikit karyanya. "kita mempertajam kesadaran akan kata untuk Austin mengembangkan strategi untuk mempertajam persepsi kita. dan kesadaran. kebijakan. Dia pernah sekali berkata pada temannya: "Saya harus memutuskan apakah pada awal saya akan menulis buku atau untuk mengajar orang cara filosofi berguna. idiom. dan pada 1952 ia terpilih untuk menduduki jabatan White’s chair filosofi. dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh dari sumber linguistik yang tersedia. walaupun bukan sebagai akhir dari fenomena. tetapi dia bersikeras bahwa “itu adalah kata yang pertama. menurutnya." Awal karirnya Austin menemukan sebuah filosofis teknik yang berkembang secara langsung dari-Nya dan klasik studi linguistik." Dengan kecerdasan. Austin tidak mengikutu pertimbangan yang mengharuskan menggunakan bahasa biasa diakhir kata dalam argumen filisofis. dari yang biasa sampai yang terperinci terdiri dari tindakan komplex pesan atau percakapan. • Latar Belakang Teori Komunikasi terkadang menggunakan satu isyarat atau kombinasi isyarat. mengumpulkan dan mengklasifikasikan banyaknya kata-kata. hidup untuk menggunakan dan menggantikan persaingan dalam kompetisi dengan alternatif distinctions. Sebagian besar komunikasi. dan hasilnya. Untuk mempelajari tentang struktur pesan digunakan sebuah analisis yang bernama Discourse analysis atau analisis percakapan. Austin menguraikan.” Apapun perbedaan yang telah menjadi tetap dalam bahasa sehari-hari. dia berhasil untuk berkompetisi di persekutuan Semua lulusan sarjana lainnya. Dedikasi utama Austin adalah untuk mengajar. 108 . mungkin juga akan berpikir untuk menunjuk ke arah beberapa perbedaan nyata dalam pengalaman. Dalam masa singkatnya tersebut hanya tujuh karya muncul. 1935 Austin di atas penelitian ini telah memberikan beasiswa kepada sesama dan mengajar menjadi pengajar di Magdalen College. Biasanya komunikasi melibatkan lebih banyak ucapan dan tindakan. Ini akan menjadi hal yang biasa digunakan dalam bahasa daripada dalam kosakata teknis. Pada tahun 1945. Penyelidikan rinci dari distinctions hampir gagal untuk mendapatkan diskusi filosofis untuk memulai sebuah produktif. Cara kerja filosofi ini.Setelah mengambil kehormatan pertama.

Beberapa ahli membagi analisis percakapan ini dalam beberapa bagian secara umum. Sedangkan teori lainnya melihat pola bicara antara dua orang dalam suatu percakapan. bukan hanya aturan dalam tatabahasa dalam satu kalimat saja. kebanyakan analisis percakapan hanya dikonsentrasikan pada percakapan yang terjadi. Yang pertama adalah Speech act theory. dan mereka mempelajari arti dari bentuk-bentuk yang nampak dalam kontex. dan yang terakhir adalah poststructuralist movement. yang ketiga conversation analysis.Menulis dan bahasa nonverbal bisa dianggap sebagai salah satu bagian dari percakapan. pada umumnya menggunakan kata. analisis percakapan terait dengan peraturan transaksi atau pertukaran pesan. analisis percakapan mencari sebuah prinsip yang digunakan komunikator dari perspektif komunikator itu sendiri. Analisis percakapan melihat bentuk-bentuk sebenarnya cara bicara dan bahasa nonverbal dari melihat dan mendengar. Kedua. Untuk mempelajari Speech Act Theory teori terlebih dahulu harus mengerti tentang filosofinya dan mempelajari bahasa. Banyak dari tujuan komunikasi kita terbagi dalam sebelum dan sesudah tingkah laku kita. tetapi juga aturan untuk satuan yang lebih besar untuk dapat emandang sesuatu menurut kegunaannya (pragmatik) dalam situasi sosial. semantik. teori ini sudah berkembang sejak abad ke20. Ini tidak terkait dengan sifat psikologi yang tersembunyi atau fungsi otak. Pertama tekait pada organisasi percakapan. Beberapa teori melihat bagaimana struktur suatu pesan bisa membuat pernyataan yang koheren atau masuk akal. Analisis percakapan lebih menarik dalam bagimana seorang pembicara benarbenarmengorganisasikan pesan untuk menyelesaikan berbagai hal. Ada empat riset umum yang berhubungan percakapan ini. dan pragmatis. tetapi dengan masalah percakapan seharihari. Sementara sintaksis mempelajari 109 . Charles Morris mengelompokan ilmu bahasa kedalam tiga pembelajaran yaitu. Pedoman dalam mempelajari ilmu bahasa ini pertama kali dikembangkan oleh Charles Morris pada tahun 1930. Ketiga. yang kedua propotional coherence theory. sintaksis. Tepat bila kemampuan linguistik terkait dengan peraturan berbahasa. Semantik mempelajari tentang hubugan antara lambang dengan artinya. prinsip ini digunakan oleh komunikator untuk menghasilkan pengertian kata dan tipe pesan lainnya. tindakan adalah cara untuk melakukan sesuatu. analisis ini melihat dari tindakan. Analisis percakapan mengasumsikan bahwa kita harus tahu bagaimana bahasa itu digunakan.

Bilamana satu kata ditunjukan dengan satu gerakan. perintah.tentang tata bahasa dan menjelaskan grammar yang digunakan dalam berbahasa. tapi bisa berubah menjadi sebuah kata atau ungkapan selama mengikuti aturan yang diperlukan teori tersebut. Mengetahui apa yang kita maksud untuk menyempurnakan dengan menggunakan kata-kata adalah penting. Speech act theory didesain untuk membantu kita memahami bagaimana orang-orang melengkapi atau menyempurnakan sesuatu dengan kata-kata. janji. Pada awal abad ke-20. Pendekatan filosofi ini mempertimbangkan penggunaan bahasa. Speech act theory tidak sepenuhnya terlepas dari sematik. Ini jelas merupakan bagian dari teori pragmatik yang mana mencoba untuk mengatur berbagai macam permainan bahasa yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi. “Saya berjanji untuk mengembalikan hutang-hutangmu. Gerakan tersebut mungkin saja untuk menyatakan pertanyaan. Secara normal Speech Act hanyalah sebuah kalimat. Perubahan ini terjadi pada pertengahan abad.” kita menganggap bahwa orang lain mengetahui makna kata-kata itu. atau memainkan gaya bahasa. bagaimanapun dengan perpindahan bahasa yang luar biasa dalam filosofi. kata tersebut bukan berarti hanya sebuah kata saja. ilmu bahasa dan filosofi umumnya berpusat pada sistem formal. Ilmu bahasa dalam era sekarang jarang berhubungan dengan tingkah laku. Selanjutnya. Jika kita berkata. Bila kita mengucapkan sebuah kata. pragmatik menjelaskan tentang tata cara berbahasanya. Namun. bahkan tidak pernah. bukan bahasa yang formal dan sistem steril. Speech act theory ini muncul dari pengembangan bahasa dan filosofi. Dalam Speech act theory ini sekecil apapun gerakan atau kata yang kita ucapkan dapat mengandung sebuah makna. • Teori Dalam teori ini speech act adalah dasar standar bahasa yang digunakan untuk memunculkan makna. 110 . kita menginginkan orang lain mengetahui maksud dan tujuan kita dengan kata-kata yang kita ucapkan tersebut. Didalam ilmu bahasa. sisntaksis. semantik dan sintaksis menjadi hal yang diprioritaskan. dan sema sistem tata bahasa formal dan filosofi dalam teori ini masih mencoba untuk mengetahui sistem tentang bagaimana cara mempengaruhi dengan menggunakan bahasa sehingga komunikasi bisa berhasil. Tetapi mengetahui kata-kata itu tidaklah cukup. atau berbagai kemungkinan lain.

Illocution adalah suatu tindakan yang mana dalam keprihatinan yang mendasar milik si pembicara adalah bahwa pendengar memahami the intention untuk membuat suatu janji. menunjukan beberapa kualitas atau asosiasi dari suatu objek. Proposisi dapat dievaluasi dalam terms dari truth-value (nilai kebenaran) tersebut. atau kita mencoba untuk meyakinkan orang lain untuk percaya. atau apa saja. 111 . yaitu yang didesain untuk mempunyai suatu dampak aktual pada perilaku orang lain. garam itu berbahaya bagi tubuh. Contoh dari proposisi. The illucutional act merupakan inti dari teori ini kemudian possible accomplishment of message. Disini pendengar tidak melakukan tindakan apapun. suatu undangan. Sekarang adanya perbedaan antara propositional dan illocutionary acts. Dengan kata lain. kita menghasilkan percakapan. Perlocution adalah suatu tindakan yang mana si pembicara mengharapkan si pendengar tidak hanya memahami maksud tersebut tetapi juga untuk bertindak atas maksud tersebut. Contoh tersebut tak lantas membuat seseorang langsung percaya dengan apa yang diucapkan. yang kedua. Suatu proposisi. Ada perbedaan antara illocution dan perlocution. Yang ke tiga. dan nama perempuan itu adalah Martha. Ini disebut utterance (ungkapan) act. kita menyatakan sesuatu mengenai dunia. Kita hanya menampilkan illocutionary act saja. kita mengatakan sesuatu jika kita tidak percaya bahwa itu benar. dan kedua hal tersebut disebut illocutionary dan perlocutionary. yang mana disebut illocutional act. Jika kita ingin supaya dia membawakan air mineral. Pertama. Yang ke empat adalah perlocutionary act. Dalam speech act literature. Dimana setiap kata yang kita ucapkan pasti memiliki tujuan. Perbedaan-perbedaan ini lebih penting dari pada yang mereka duga.Dalam Speech Act Theory Kapanpun kita membuat suatu pernyataan. sebagai satu aspek dari isi pernyataan. Jika kita berkata “aku haus” dengan maksud agar orang lain mengerti bahwa kita membutuhkan sesuatu untuk minum. situasi.” Kita sedang melengkapi beberapa hal. Dengan kata lain dalam perlocutionary ini pendengar merespon dengan tindakan. yang paling penting dalam speechact pespective yaitu. yaitu suatu pengucapan kata-kata dalam kalimat dengan sederhana. kita mengirimkan perlocutionary act. kita memenuhi suatu tujuan. permintaan. Dampak ini bisa berupa menggerakan orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan dalam kata-kata kita tersebut. “Aku akan membayar hutangmu. contoh ini disebut permintaan tidak langsung. kue itu enak. atau menampilkan suatu propositional act. atau peristiwa.

illocutionary force disini sebenarnya sebagai paksaan agar pendengar mau melakukan apa maksud dari perkataan kita atau melakukan illocutionary act. dan menyatakan (asking. Illocutionary force hampir mirip dengan perlocutionary act. Kita tahu suatu maksud di samping pesan yang saat ini. Bagi Searle. yang membantu kita mendefinisikan illocutionary force dari suatu pesan. sebagai perlawanan pada sebuah permintaan atau pada sebuah 112 . Makna dari speech act adalah illocutionary face-nya. hal itu dapat terhitung sebagai suatu tawaran jika si pembicara bermaksud untuk mengatakan bahwa dia akan mulai membuat makan malam atau itu mungkin secara sederhana mempunyai illocutionary force dari suatu pernyatan yang didesain atau dirancang hanya untuk menyampaikan informasi dan tidak ada yang lebih. Apa yang dilakukan si pembicara dengan proposisi. Dapat terhitung sebagai permintaan jika maksud pembicara adalah supaya si pendengar menawarkan makanan. “Saya memperingatkanmu bahwa garam itu berbahaya bagi tubuh”. Malahan. stating). kita membagi suatu pemahaman dari apa yang dihasilkan dari itu. constitutive rule mengatakan pada kita apa yang ditafsirkan sebagai janji.tetapi. “Saya menyatakan bahwa nama perempuan itu adalah Martha”. kita hampir selalu ingin mengkomunikasikan sesuatu lebih dari sekedar kebenaran dari suatu proposisi: kita ingin melalukan sesuatu yang lain dengan kata-kata kita. memperingatkan. Searle berkata secara mendasar bahwa “mengucapkan sebuah bahasa mengikat dalam sebuah bentuk rule-governed dari sebuah perilaku”. berdasarkan Searle karena kita membagi bahasa umum. propositions harus selalu dilihat sebagai bagian dari konteks yang luas. Dengan kata lain. yang permainan tersebut dihasilkan atau dikonstitusikan oleh aturan tersebut. pernyataan “Saya lapar”. Dalam speech act. Dalam kasus ini. pertanyaan yang nyata adalah apa yang si pembicara bermaksud untuk melakukan dengan uttering a proposition. Searle akan tertarik pada tindakan seperti berikut: “Saya bertanya apakah kue itu enak”. Dalam speech-act theory. adalah speech-act – dalam contoh-contoh ini adalah bertanya. Constitutive rule secara nyata menghasilkan permainan-permainan. warning. yaitu the illocution. adanya peraturan-peraturan. kebenaran tidak disadari begitu penting. Dengan kata lain kita ingin meyakinkan seseorang dengan kata-kata kita itu. Dua tipe penting dari aturan tersebut adalah constitutive dan regulative. karena nilai kebenaran yang terkandung dalam proposisi. Contohnya.

Tipe-tipe Speech Act Theory Speech act theory tidak terlalu mementingkan sintaksis ungkapannya. dalam sebuah janji. beriklan. Regulative rule memberi petunjuk untuk bertindak dalam sebuah permainan. Tipe yang kedua dari aturan adalah regulative. memberi peringatan. mereka berkata pada orang lain apa yang diharapkan sebagai sebuah jenis khusus dari speech act. Regulative rule ini menetapkan keterangan urutan perilaku yang seharusnya berada pada keadaan tertentu. Justru Speech act theory lebih 113 . Perilaku diketahui dan tersedia sebelum digunakan dalam tindakan dan mengatakan pada kita bagaimana menggunakan speech act untuk melakukan maksud khusus. Constitutive rule menetapkan keterangan perhitungan perilaku dalam interaksi. Salah satu intensi secara luas dipahami oleh orang lain karena constitutive rule tersebut. Essential rule berkata bahwa tindakan sesungguhnya diambil dari pendengar dan pembicara untuk menunjukkan kembali apa yang terlihat menjadi di awal. Preparatory rules melibatkan dugaan prekondisi dalam pembicara dan pendengar secara perlu bagi tindakan untuk mengambil tempat. pernyataan. Propositional content rule menspesifikkan beberapa kondisi dari obyek yang ditunjukkan. speech act kemudian dievaluasi dalam term felicity atau tingkatan pada kondisi dari tindakan yang bertemu. barangkali untuk membayar kembali hutang yang ada.perintah. bertanya. atau bahkan arti semantik dari ungkapan pernyataan tersebut. dan mengucapkan selamat. Speech act tidak sukses ketika kekuatan illocutionary mereka tidak dipahami dan mereka dapat mengevaluasi tingkatan pada yang mereka gunakan sebagai aturan dari speech act. Tipe constitutive rule ini diyakini untuk menunjukkan secara luas dari tindakan illocutionary seperti sebagai permintaan. si pembicara harus mengatakan bahwa tindakan masa depan akan terselesaikan. Sincerity rule menunjuk pada pembicara untuk memaknai apa yang ia katakan. berterima kasih. Sebagai contoh. Beberapa tindakan illocutionary harus memiliki seperangkat dasar dari constitutive rule. Dengan kata lain kata-kata janji membangun kewajiban kontraktual diantara pembicara dan pendengar. Felicity dari janji adalah apakah essential rule bagi pengeksekusian sebuah janji telah bertemu. Padahal proposisi dievaluasi dalam term kebenaran atau validity.

pernikahan. kesastraan. tetapi aplikasi ini memiliki dampak pengaruh yang besar kepada ilmu sosial dan umat manusia. Sebagai contoh adalah pengangkatan. Mereka terdiri dari beberapa hal seperti berjanji.pendidikan kebudayaan. etnografi. langkah selanjutnya yaitu bagaimana cara mengerti sebuah ungkapan yang istimewa dalam sebuah percakapan. • Directives : illocution yang berusaha membujuk pendengar untuk melakukan sesuatu. Aturan-aturan dalam Speech act theory terlihat lebih spesifik yang dapat membantu untuk mengartikan apa yang dikomunikasikan pada setiap kalimat dan bagaimana sebuah ungkapan atau kalimat harus digunakan dalam berinteraksi. mengucapkan selamat. dan mempercayai. Lima tipe speech act theory : • Assertives : merupakan ungkapan yang mempercayakan speaker untuk mendukung kebenaran dari proposisi. menjamin. Pengaplikasian ini meliputi aspek pengembangan 114 . dll. seperti berterima kasih. dan mengucapkan selamat datang. berkontrak. • Declaratives : Memberikan pernyataan yang tegas. edukasi. dan lain-lain. Salah satu keberhasilan dari speech act theory ini dapat memisahkan macam-macam illocutionary yang melekat pada speech act. bersumpah. Setelah mengelompokan berbagai tipe speech act. memberi permintaan. Hal ini meliputi mengungkapkan. dan pemberhentian. menegaskan.mementingkan performa pada saat orang tersebut sedang berpidato dan efek yang didapat penonton saat memperhatikan pidato mereka itu. Misalnya pada bidang antropologi. • Aplikasi Pengaplikasian Speech Act Theory dikembangkan oleh para ahli bahasa. Speech act theory berisikan bahwa kita peduli dengan interaksi yang berlangsung terus menerus selama penggunaan peraturannya. memberi izin. • Commisive : yang mempercayakan speaker untuk sebuah tindakan yang akan datang. menyimpulkan. dan memberi garansi. • Expressive : Mengkomunikasikan pernyataan-pernyataan psikologis si pembicara. meminta maaf. misalnya dengan memberi saran.

kata sapaan. Contoh pengunaan Speech Act Theory ini pada Penamaan. Yang membuatnya sulit menganalisis teory ini. Andrew S. seringkali dalam bidang konjungsi dengan metode prinsip analisis komunikasi. kata ganti (untuk benda dan orang). Rancer. Second edition. Womck. Deixis berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “menunjukkan”. interpretasi terhadap suatu ujaran sangat bergantung pada analisa setiap konteks di luar ujaran. Dalam disiplin ilmu komunikasi. Penerapan deixis akan lebih ”mudah” terlihat dalam face-to-face-interaction. Building Communication Theory. di dalam bahasa Latin disebut ”demonstratio”. 3. keterangan tempat atau waktu serta hubungan antara kata-kata tersebut dengan konteks penggunaannya direfleksikan secara linguistis dalam istilah ”deixis”.kemampuan berbicara. A. yaitu: 1. sebenarnya menjelaskan ungkapan itu sendiri. Namun apakah sebuah kalimat dapat dikategorikan secara signifikan? 2. 115 . Dalam ”deixis” dibahas bagaimana bahasa meng-enkodifikasi dan menggramatikalisasi konteks ujaran atau suatu peristiwa ujaran. dan penggunaan tata bahasa. Dengan demikian. sebutan. speech act theory digunakan untuk menjelaskan rangkaian kalimat percakaan. Explanatory potential/ Keungkinan penolakan • Kritikan : Apakah speech act theory benar-benar setuju denga penggunaan percakapan yang bermacam-macam dan tidak menentu? Apakah speech act theory sebagai alat yang digunakan untuk mengerti sebuah ucapan? Sumber Infante Dominic. Feasibility/ kemungkinan yang terjadi • Sangat memungkinkan untuk menghubungkan sebuah kalimat atau ungkapan dalam system act fashion ke speech act. USA: Daanna F. 1993. • Kritik-Kritik Van Rees memberikan ringkasan kritikan mengenai teori ini kedalam tiga katagori. Emprical Valadity • Meskipun speech act theory digunakan untuk ”menyamakan persepsi yang dijelaskan oleh sumber informasi”.

Dia mendapatkan Abitur pada tahun 1935 di universitas Göttingen. Königsberg Albertina University. dan kemudian belajar filsafat. yang hari ini adalah salah satu yang paling dikenal dan paling bergengsi di Jerman. . Stephen W. Spiral of Silence • Tokoh Penemu Nama TTL Pendidikan - : Elisabeth Noelle-Neumann : Berlin.Littlejhon. sejarah. Pada tanggal 8 Juni 1941. “ Orang-orang Yahudi.Institut für Demoskopie Allensbach. Dia Kemudian bekerja untuk Frankfurter Zeitung sampai tahun 1943 karena dilarang bekerja di tempat itu. didalam tulisan mereka sendiri. dan University of Missouri. Fifth Edition." Akhirnya dia dipecat ketika dia menukar foto yang tidak baik dari Franklin D. telah hampir dimonopoli oleh lembaga periklanan dan oleh karena itu dapat membuka dan menutup pintu-pintu gerbang pendapatan iklan yang mereka inginkan. Das Reich mempublikasikan tulisan Noelle Neumann yang berjudul “Who Informs America? Dimana dia menyebarkan cerita yang dibuatbuat bahwa sindikat yunani menjalankan media Amerika. dan Amerika studi di Universitas Friedrich Wilhelm.University of Göttingen (1935) Friedrich Wilhelm University University of Missouri adalah ilmuan poltik Elisabeth Noelle-Neumann Jerman. 116 . Kontribusi yang paling terkenalnya adalah menemukan sebuah teori Spiral of Silence. Theories of Human Communication. yang lebih terinci dalam bukunya yaitu The Spiral of Silence : Public Opinion . jurnalisme. Pada tahun 1940 ia menerima dia Phd dan berkonsentrasi pada penelitian opini publik di Amerika Serikat.Our Social Skin. Dia tinggal di Amerika Serikat dari tahun 1937 sampai 1938. 19 Desember 1916 : . Roosevelt untuk mencari yang lebih baik. Tahun 1947 ia dan suami pertama Erich Peter Neumann mendirikan sebuah organisasi penelitian opini publik . Dia menulis. . Pada tahun 1940 ia bekerja sebentar untuk Nazi di sebuah media massa koran Das Reich.

Karena teori ini sangat kental dengan adanya opini publik. “If public opinion arises from an interaction of individuals with their social environments. Turner. Noelle-Neumann adalah presiden dari Asosiasi Dunia untuk Penelitian Opini Publik 1978-1980 dan bekerja sebagai tamu profesor di Universitas Chicago dari 1978 sampai 1991. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. ketakutan akan terisolasi. spiral ini akan terlihat mana orang yang menganut minoritas dan mayoritas. Richard & Lynn H. Hal: 117 . To the individual. kita tidak lepas dari apa yang namanya opini publik. 3.org/wiki/Elisabeth_Noelle-Neumann ) • Latar belakang teori Teori ini muncul karena adanya eksperimen yaitu eksperimen Asch (1958) dan eksperimen Hilgram (1963). 2. Bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi. Mc Grawhill: 2007. (Sumber: http://en. Menurut Noelle Neumann. • Asumsi Teori Menurut Noelle Neumann (West. Turner. yaitu: 1. Dari opini ini. Menurut saya opini publik itu adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pedapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Perilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh penilaian opini publik.3rd edition. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Mc Grawhill: 2007. we should find at work the processes which Asch and Milgramhave confirmed experimentally. Konsep Teori Opini Publik Berbicara teori ini.3rd edition.wikipedia. (West. Noelle mengatakan. Hal: 445) teori Spiral kebisuan memiliki tiga asumsi mendasar. Ketakutan akan terisolasi menyebabkan individu mencoba untuk menilai opini terus menerus. not isolating himself is more important than his own judgment”.Dari 1964 sampai 1983 ia memegang jabatan di Johannes Gutenberg University of Mainz. Richard & Lynn H.

Media massa memainkan peran penting dalam spiral kesunyian karena media massa merupakan sumber yang diandalkan orang untuk menemukan distribusi opini publik. Apa yang menjadi pandangan yang dominan pada suatu waktu tertentu sering kali dentukan oleh media. dan media massa merupakan salah satu kekuatan lainnya. Hal: 253) (1) media massa membentuk kesan tentang opini yang dominan. (2) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang sedang meningkat. dan (3) media massa membentuk kesan tentang opini mana yang dapat disampaikan di muka umum tanpa menjadi tersisih. Methods. pada area perdebatan dan perubahan. Kekuatan lain yang bekerja dalam proses ini adalah tingkat dukungan orang-orang dalam lingkungan seseorang. Communication Theories: Origins. Warner J. Noelle Neumann mendefinisikan Opini Publik sebagai perilaku atau sikap seorang yang danyatakan di publik jika seseorang tidak untuk mengisolasinya sendiri. Longma:1992.444) Dia memisahkan Opini Publik kedalam dua terminologi yang terpisah: Publik dan Opini. Sedangkan opini adalah ekspresi dari sebuah tindakan. Artinya. Media massa dapat berpengaruh dalam spiral kesunyian dalam tiga cara: (Severin. Teori ini memberikan media massa lebih banyak kekuatan dari pada teori-teori lain. and Uses in The Mass Media. Publik menurutnya mewakili sisi dari sosial-psikologis individu. Noelle-Neumann menyatakan media massa mempunyai dampak yang sangat kuat 118 . Tankard. Ketika orang tinggal diam. orang-orang di sekelilingnya akan melakukan hal yang sama. dengan demikian definisi media massa atas suatu pandangan dan kurangnya dukungan yang diungkapkan atas pandangan seseorang dalam komunikasi antar pribadi. opini publik adalah sikap seseorang yang dapat disampaikan tanpa membawa bahaya untuk mengisoalsi dirinya. & James W. individu tidak hanya memikirkan dirinya tetapi juga memikirkan tentang hubungan mereka dengan yang lainnya. Jadi dari dua terminologi itu. Jadi opini publik adalah perilaku dan sikap yang dinyatakan oleh publik dalam rangka menghindari isolasi. • Aplikasi Tentunya persepsi individu bukanlah satu-satunya kekuatan yang bekerja dalam proses ini. akan semakin menguat dan menghasilkan spiral kebisuan tersebut.

pada opini publik tetapi dampak ini diremehkan atau tidak terdeteksi di masa lalu karena keterbatasan riset. Noelle-Neumann menunjukan bahwa tiga karakteristik komunikasi massa – kumulasi, ubikuitas, dan harmoni – bergabung unutk menghasilkan dampak pada opini publik yang sangat kuat . 1. 2. 3. Kumulasi (cumulation) mengacu pada pembesaran tema-tema atau pesan-pesan tertentu secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Ubikuitas (ubiquity) mengacu pada kehadiran media massa yang tersebar luas. Harmoni (consonance) mengacu pada gambaran tunggal dari sebuah kejadian atau isu yang dapat berkembang dan sering kali digunakan bersama oleh surat kabar, majalah, jaringan televisi, dan media lain yang berbeda-beda. Dampak harmoni adalah untuk mengatasi ekspor selektif, karena orang tidak dapat memilih pesan lain, dan untuk menyajikan kesan bahwa sebagian besar orang melihat isu dengan cara yang di sajikan media. Eksplanasi dan Proporsi Teori Berangkat dari asumsi tersebut, spiral kesunyian selanjutnya menjelaskan bahwa individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi, dalam arti sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. Oleh karenanya orang akan mengamati lingkungannya untuk mempelajari pandangan-pandangan mana yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan mana yang tidak dominan atau populer, maka ia cendrung kurang berani mengekspresikan, karena adanya ketakutan akan isolasi tersebut. Pada sebuah isu kontroversial, orang-orang membentuk kesan tentang distribusi opini. Mereka mencoba menentukan apakah mereka merupakan mayoritas, dan kemudia mereka mencoba menentukan apakah opini Publik sejalan dengan mereka. Apabila mereka merasa adalah minoritas, maka mereka cenderung untuk diam berkenaan dengan isu tersebut. Semakin mereka diam, semakin orang lain merasa bahwa sudut pandang tertentu tidak terwakili, dan mereka semakin diam. Jumlah orang yang tidak secara terbuka mengekspresikan pendapat yang berbeda dan perubahan dari pendapat yang berbeda kepada pendapat yang dominan. Sebalikya, pendapat yang dominan akan menjadi semakin luas dan kuat. Semakin banyak orang merasakan kecendrungan ini dan menyesuaikan pendapatnya, maka satu
119

kelompok pendapat akan menjadi dominan, sementara lainnya akan menyusut. Jadi kecendrungan seseorang untuk menyatakan pendapat dan orang lainnya menjadi dinamakan mengawali suatu proses spiral yang meningkatkan kemapanan satu pendapat sebagai pendapat umum atau pendapat yang dominan. Teori spiral kebisuan mengacu hanya pada satu prinsip, walaupun itu merupakan salah satu yang paling penting dari komunikasi massa. Dalam istilah umum teori spiral kebisuan ini lebih memperhatikan pengaruh antara empat elemen: komunikasi massa; komunikasi interpersonal dan relasi sosial; ungkapan opini individu; dan persepsi individu yang ada di sekitar ’opini iklim’ mereka dalam lingkungan sosial. Teori ini mendasarkan asumsinya pada pemikiran sosial-psikologis tahun 30-an yang menyatakan bahwa pendapat pribadi sangat tergantung pada apa yang dipirkan oleh orang lain, atau atas apa yang orang rasakan sebagai pendapat dari orang lain. Model Teori

Sumber: Severin Warner J. dan James W. Tankard, Jr. Communication Theories: Origin, Methods, And Uses In The Media -3 rd ed. (London: Longman 1988), hlm 253.

Media massa bersama dengan jaringan hubungan antar pribadi, keduanya menjadi faktor paling utama di dalam membentuk persepsi individu dari “iklim opini”. Penilaian menyangkut iklim pendapat umum berasal dari dua sumber: pengamatan langsung dengan individu di dalam lingkungan hidup mereka sendiri dan pengamatan tidak langsung melalui media massa. Jika pandangan yang
120

tertentu mendominasi di media massa, ini akan mengakibatkan penaksiran terlalu tinggi dari segi pandangan itu.

MUNCUL PERDEBATAN YANG MENERPA PUBLIK

Keinginan untuk

Media massa memberikan opini-opini dari pedebatan yang menerpa itu dengan dominan, sesuai dengan karakteristiknya kumulasi, ubikuitas, dan harmoni.

Muncul pendapat minoritas: Seseorang Orang-orang secara yang tadi ingin beropini, menjadi menahan opini mayoritas setuju dengan itu. Karena pendapat dari media terpaan pendapat dari publik yang mayoritas dan media massa massa yang berbeda dengannya.

Media dikombinasikan

massa dengan

menyatakan dukungan

opini antar

yang yang berkurang, menghasilkan kesunyian,

dominan, semakin spiral dengan

pribadi

PENDAPAT MINORITAS: KETAKUTAN AKAN TERISOLASI

jumlah individu mungkin menyatakan opini yang dominan atau mungkin tidak mampu menyatakan opini yang menyimpang yang semakin meningkat.

AVANT GARDE DAN HARD CORE Orang-orang yang tidak terpengaruh oleh spiral kebisuan ini ialah orangorang yang dikenal sebagai avant garde dan hard core. Yang dimaksud dengan avant garde di sini ialah orang-orang yang merasa bahwa posisi mereka akan
121

Mariuana atau yang biasa kita sebut ganja itu berfungsi salah satunya untuk menyembuhkan.semakin kuat. Seorang yang avant Garde mereka mencari tanggapan publik. Secara medis. Media massa dengan kekuatan dan karakeristikya memberikan pendapat mayoritas bahwa menurut survei ganja baik untuk kesehatan. Apakah sebuah ganja menjadi sebuah yang bermanfaat atau tidak. hilangnya nafsu makan. migraine. Em. Akhirnya masyarakat yang berpandangan minoritas ini akan mengikuti atau “ikutikutan” dengan pendapat dari mayoritas. Kita ilustrasikan dengan model teori spiral kebisuan: “Ganja digunakan untuk untuk membantu meringankan kegelisahan yang disebabkan oleh penyakit’ Ada perdebatan pada contoh kali ini. ganja banyak digunakan untuk mengobati glaucoma. A First Look At Communication Theory . dan berbagai problem menstruasi. Kemudian media massa merasa terpanggilkan untuk memberikan pendapatnya juga. apa pun konsekuensinya. dan terbukti efektif untuk mengobati depresi. Hal: 416) • Aplikasi Contoh yang lebih sederhananya mungkin seperti ini. mulailah masyarakat ingin berbicara. walaupun itu hal yang negatif pada umumnya. tekanan darah tinggi. Ada yang setuju dan tidak. pemandang minoritas mulai berfikir agar mereka tidak terkucilkan dengan kekuatan opini media massa dan pemandang mayoritas. Orang yang mewakili dari avant Garde adalah intelektual. Pendapat masyarakat pun beragam. 122 . kita pasti mengenal mariuana. kekuatan pemandang mayoritas menjadi besar dengan bantuan dari media massa. (Griffin. Merasa pendapatnya akan kalah. Mc Grawhill:2007. Ketika isu ini masuk. kecemasan. opini minoritas akhirnya tidak diungkapkan agar mereka tidak terkucilkan. Sedangkan orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok hard core ialah mereka yang selalu menentang. Di tandai dengan bentuk spiral yang semakin mengecil. mereka bertaut pada masa lalu dan menghormati pengasingan sebagai harga yang harus mereka bayar.6th edition. dan pembaharu dari barisan depan yang membawa gagasan baru. artis. Dengan seperti ini.

penggunaan media berita oleh seseorang. dan perasaan yakin seseorang dalam posisinya. maka orang itu akan diam. tingkat dalam persepsi atas kemampuan diri. teori ini bukan tanpa kritik. yakni bahwa media massa digunakan untuk menilai opini mayoritas. bisa dilihat bahwa teori ini termasuk kategori ilmiah. orang tidak benar-benar selemah yang dinyatakan oleh teori Noelle Neumann. seperti pendapat tentang suatu keahlian. Hasil analisis regresi menunjukan keterbukaan dipengaruhi oleh rintangan variabel demografi. Noelle Neumann menyatakan bahwa media massa memainkan peran penting ketika orang berusaha untuk menentukan opini mayoritas. tidak didasarkan pada pendapat kelompok. Dia melaksanakan sebuah survei dimana dia menguji apakah keterbukaan politik dipengaruhi tidak hanya oleh persepsi iklim opini seperti yang dinyatakan oleh Noelle Neumann. Noelle Neumann menyatakan bahwa kemauan untuk berbicara mengenai isu-isu sangat dipengaruhi oleh persepsi iklim opini – apabila iklim opini melawan seseorang. pendidikan. dan terdapat kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk memerangi spiral kesunyian. misalnya untuk suatu penemuan ilmiah dan keahlian lainnya. relevansi pribadi dengan isu. Lasorsa menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukan bahwa dihadapan opini publik. penghasilan minat dalam politik. perhatian pada informasi politik dalam media berita. Rimmer dan Howard (1990) berusaha menguji hipotesis kunci dari spiral kesunyian. Lasorsa (1991) mempertanyakan apakah kekuatan akan iklim opini yang bermusuhan adalah benar-benar kuat. tetapi juga oleh variabelvariabel lain. Teori ini menyatakan bahwa sudah menjadi nasib atau takdir (fate) kalau pendapat atau pandangan (yang dominan) bergantung pada suara mayoritas dari suatu kelompok. dan dia melaksanakan sebuah penelitian untuk menyelidiki pertanyaan tersebut. dan perasaan yakin seseorang dalam kebenaran pendapatnya. Seperti kebanyakan teori-teori yang lain.• Evaluasi Secara ontologis. Mereka melaksanakan sebuah survei yang 123 . Kekuatan yang memotivasi untuk diam ini digambarkan ketakutan akan keterasingan. tetapi tidak dipengaruhi oleh relevansi pribadi pada isu atau penggunaan media berita secara umum. Sedangkan untuk ketentuan lain. tingkat persepsi atas kemampuan diri. Berlakunya teori ini hanya situasional dan kontekstual. yakni hanya sekitar permasalahan pendapat dan pandangan pada kelompok. Variabel-variabel lain ini meliputi usia.

Mereka mengukur penggunaan beberapa jenis media massa oleh responden. Mc Grawhill:2007. Sumber Severin. Mereka tidak menemukan hubungan antara penggunaan media dan kemampuan untuk memperkirakan dengan akurat pendapat mayoritas berkenaan dengan PCB. A First Look At Communication Theory . Turner.6th edition. and Uses in The Mass Media. Communication Theories: Origins. Warner J. Tankard. Teori Komunikasi Marital Teori komunikasi marital mengangkat skema hubungan dalam keluarga • Latar Belakang 124 . Griffin. Dengan demikian. dan mereka juga mengukur seberapa akurat responden menganggap opini mayoritas sehubungan dengan PCB (mayoritas berpendapat bahwa komunitas hendaknya menunggu pengujian sebelum mengambil tindakan yang berkenaan dengan PCB). Richard & Lynn H.3rd edition. Introducing Communication Theory: Analysis adn Aplication. Longma:1992. Methods. West.menangani opini publik berkena-an dengan polychlorinated biphenls (PCB) zat limbah racun yang dipercaya menyebarkan kanker. hasil-hasil ini tidak mendukung gagasan bahwa media massa memainkan peran utama dalam spiral kesunyian. & James W. Mc Grawhill: 2007. Em.

sedangkan keluarga dengan skema 125 . khususnya suami dan istri. Seberapa dekat keluarga tersebut 2. Keluarga dengan skema kesesuaian yang tinggi cenderung dapat berjalan berdampingan dengan pemimpin keluarga seperti orangtua. Teori yang dihasilkan memberikan beberapa istilah yang menggambarkan tipe-tipe keluarga yang berbeda dan menjelaskan perbedaan diantara mereka. termasuk pengetahua tentan hubungan sosial secara umum. Orientasi percakapan (conversation orientation) 2. Ascan Koerner dan Mary Anne Fitzpark memperluas karya ini agar mencakup seluruh anggota keluarga. sehingga keluarga-keluarga berbeda dalam jumlah percakapan dan kesesuaian yang dicakup oleh skema keluarga tersebut. dan pengetahuan tentang hubungan khusus.Selama bertahun-tahun Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengembangkan sebuah penelitian dan teori mengenai hubungan keluarga. Oleh karena itu. Tingkat indiidualitas dalam keluarga 3. Selanjutnya penelitian dan teori yang lebih baru. pengetahuan tentang tipe-tipe hubungan. tentang hubungan keluarga sebagai sebuah tipe hubungan dan hubungan antara anggota keluarga. Skema ini terdiri atas pegetahuan tentang 1. Skema hubungan teori ini terbagi menjadi tingkatan-tingkatan dari yang umum hingga yang khusus. Orientasi kesesuaian (conformity orientation) Keduanya merupakan variabel. Keluarga yang memilki skema percakapan yag tinggi senang berbicara dan sebaliknya keluarga dengan skema percakapan yang rendah tidak sering berbicara. Ada dua tipe yang menonjol : 1. Faktor-faktor eksternal terhadap keluarga misalnya teman jarak geografis pekerjaan dan masalah-masalah lain diluar keluarga Sebuah skema keluarga akan mencakup bentu orientasi atau komunikasi tertentu. skema keluarga mencakup apa yang diketahui tentang hubungan secara umum.

Tradisonal 2. Ini berarti bahwa mereka akan lebih konvnesional dengan cara mereka penikahan 126 . Tipe keluarga ini memilki tingkat percakapan dan kesesuaian yang tinggi.kesesuaian yang rendah cenderung lebih bersifat individualistis. Tipe keluarga yang pertama adalah konsensual. Tipe-tipe adalah: 1. Pluralisitis 3. menggunakan kekuasaan dan membagi filosofi yang umum tentang pernikahan mereka. Keluarga ini mengalami tekanan dalam menghargai komunikasi terbuka. sementara mereka juga menginginkan kekuasaan orang tua yang jelas. Mandiri 3. Sebuah tipe skema keluarga tertentu yang digabungkan dengan orientasi komunikasi atau kesusaian akan menghasilkan tipe pernikahan tertentu. Protektif 4. Laissez-faire atau toleran Masing-masing keluarga ini memilik tipe-tipe orang tua tertentu yang ditentukan oelh cara-cara mereka menggunakan ruang. Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya telah mengenali empat tipe keluarga : 1. Konsesnsual 2. Orangtua dalam keluarga konsensual cenderung memilki orientasi pernikahan yang tradisonal. Keluarga konsensual sering berbicara. tetapi biasanya salah satu orang tua yang membuat keputusan. dan energi mereka serta tingkatan mengungkapkan perasaan mereka. Bergam skema akan menciptakan tipe-tipe keluarga yang berbeda. waktu. Terpisah Setiap tipe-tipe pernikahan bekerja dengan cara yang sangat berbeda.

seorang istri yang tradisional akan memakai nama suaminya. Keluara ini memiliki banyak kebebasan percakapan tetapi pada akhirnya setiap orang akan membuat keputusan sendiri tentang tindakan apa yang harus diambil berdasakan pada pembicaraan tersebut. Menurut Mary Anne Fitzpatrick dan koleganya. tapi sedikit komunikasi. yang 127 . Data penilitian yang dilakukan Mary Anne Fitzpatrick menyatakan tidak ada terlalu banyak konflik dalam pernikahan tradisional karena kekuasaan dan pengambilan keputusan dibagikan menurut norma-norma yang biasa. Pasangan tradisional sangat ekspresif serta memperlihatkan kebahagiaan dan kekecewaan mereka. tetapi tinggi dalam keseuaian. Orangtua tipe ini tidak melihat perlunya menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan segala sesuatu. Tipe keluraga yang ketiga adalah protektif. Orantua dalam tipe ini cenderung memiliki orientasi yang bercampur. mereka juga tidak memberikan penjelasan kepada anakanaknya tentang apa yang mereka putuskan. karena mereka biasanya tidak kaku dalam memandang pernikahan.mamandang pernikahan serta lebih menempatkan nilai pada stabilitas dan kepastian dalam hubungan peran daripada keragaman dan spontanitas. pasangan tersebut akan memiliki perasaan yang kuat tentang ketidaksetiaan dalam hubungan mereka serta mereka akan membagi banyak ruang dan waktu. Tipe ini merupakan tipe keluarga yang laissez-failure atau toleran. tetapi hanya memberikan sedikit nasihat. Orangtua memiliki pandangan pernikahan yang konvensinal tetapi mereka tidak terlalu bergantung dan tidak banyak berbagi. Pernikahan yang mandiri biasanya selalu dibicarakan ulang karena mereka tidak mengandalkan peran-peran konvensioanal. Mereka banyak bertanya. Kemandirian membuat suami dan istri tidak saling bergantung dan cenderung menghasilkan anak-anak yang berpikiran. Orangtua keluarga pluralisitis cenderung digolongkan sebagai orangtua yang mandiri. yang mungkin menjlelaskan kenapa mereka menghargai komunikasi yang tebuka dan menghasilkan keluarga konsensual. akan ada banyak kepatuhan. tipe ini cenderung rendah dalam percakapan. Tipe keluarga yang kedua yaitu plualisitis. Tipe pasangan ini memiliki sifat waspada.

Karya dalam tradisi sosiopsikologis sangat bergantung pada menggolongkan serta mengkarakteristikan individu dan hubungan. teori ini mendasarkan tipe-tipe keluarga pada cara-cara angoota keluarga sebagai individu memandang keluarga itu sendiri. Sebuah implikasi yang kuat dari teori ini adalah bahwa pola dan tipe hubungan yang berbeda penting bagi fungsi keluarga yang efektif. Teori berikut sangat membantu para ahli teori komunikasi memilkirkan bagaimana hubungan bergerak dari yang jauh menjadi dekat. Karya ini mengandalkan pengukuran dan analisis variable sebagai cara untuk menilai seperti apa manusia dalam sebuah hubungan dan juga seperti apa hubungan itu sendiri.berarti bahwa mereka tidak memiliki skema yang sama darimana mereka akan bekerja. juga memperluas pemahaman kita tentang keluarga dan hubungan. Mereka mungkin merupakan kombinasi orangua yang mandiri dan terpisah. kita akan melihat pada dua pembahasan – skema keluarga dan penetrasi sosial. Mengikuti petunjuk teori psikologi dalam bidang ini Koerner dan Mary Anne Fitzpatrick mengartikan cara-cara berfikir ini sebagai skema atau lebih spesifiknya skema hubungan. • Aplikasi 128 . • Tokoh Mary Anne Fitzpatrick • Asumsi Sebagai sebuah teori sosiopsikologis. • Kritik Kritik yang datang untuk teori ini adalah apakah semua bentuk komunikasi dan tipe pernikahan ini positif?. Prilaku interpersonal telah menjadi gagasan utama dalam bidang psikologi sosial dan banyak penelitian dalam bidang komunikasi dipengaruhi oleh tradisi ini. Di sini.

untuk beberapa alasan. pertama-tama akan diarahkan oleh skema khusus Anda. Anda akan menggunakan pilihan terakhir juga dengan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan secara umum. tipe keluarga campuran dan toleran mungkin cenderung tidak demikian. hal tersebut tak berhasil. Ketika Anda dan saudara laki-laki Anda berinteraksi. Anda akan kembali lagi menggunakan pengetahuan Anda tentang bagaimana anggota keluarga harus bersikap. Jika tidak berhasil juga. Walaupun pola keluarga yang berbeda sesuai bagai orang-orang yang berbeda. Interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain pada suatu waktu. 129 . selanjutnya oleh skema keluarga Anda. dan selanjutnya oleh skema umum Anda. pertama-tama Anda akan mengandalkan pengetahuan Anda tentang hubungan ini.Pernikahan sekarang tidak semuanya positif. Jika.

2003 Uchjana.Psikologi Komunikasi. David B. Communication Theories: Origins. Edisi 3. Onong. Jalaluddin. 2004.Edisi Revisi. 1993 Rakhmat. . 130 Komunikasi massa : Suatu Pengantar. Teori-teori Sifat dan Behavioristik.1993. Yogyakarta. Severin. Lukiati Komala. inc. Werner Joseph dan James W. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.DAFTAR PUSTAKA Hall. Calvis S.. Jr. Bandung: Remaja Rosdakarya. Elvinaro & Erdinaya. Methods. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. New York: Longman. Uses. & Gardner Lindzey. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Tankard.: Penerbit Kanisius. 1991 Ardianto. Buller | KLEIN BUENDEL.

A First Look At Communication Theory . Rancer. 1993.com/interpersonaldeceptiontheory:tenslessonsfornegotiators Modul 4: Komunikasi. Sosiologi : Dengan Pendekatan Membumi. Lynn H. Mc Grawhill:2007. Media. The McGraw Hill Companies. Jilid I. Second edition. Mediate. Littlejhon. Theories of Human Communication.. Fifth Edition. Sosiologi komunikasi.6th edition. “Introducing Communication Theory Analysis and Application. West. 131 . Marvin E. Jakarta : Kencana. Bungin. James M. Building Communication Theory. Em. USA: Daanna F. A.COMMUNICATION CAPSTONE SPRING . 2001. 3rd edition”. 2007. Sumber-sumber Informasi. Costanto. THEORY WORKBOOK. Griffin. Theories of Social Psycology Henslin. dan beberapa contoh Teori Shaw. 2007 Infante Dominic. Womck. Burhan. Andrew S. Stephen W. dan Philip R. Richard and Turner.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful