ANALISIS PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PAD DI KOTA DEPOK

Oleh: Virgin Ariana Pramono – 109084000038 IESP 4A

JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011

1. PENDAHULUAN

Berlakunya undang-undang No.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah merupakan landasan hukum dari berbagai pembangunan social ekonomi di JAwa Barat yang baru. Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan otonomi daerah ini telah menetapkan kabupaten dan kota sebagai titik berat otonomi yang akan memberikan harapan yang baik bagi daerah untuk dapat mengembangkan diri. Salah satu tolok ukur untuk melihat kesiapan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah dengan mengukur seberapa besar kemampuan keuangan suatu daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah atau pemerintahan sendiri. Sumber keuangan tersebut salah satunya berasal dari Pendapatan Asli Daerah(PAD). Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah disebutkan bahwa sumber pendapatan asli daerah (PAD) terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diatur dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta peraturan pelaksanaan lainnya termasuk Peraturan Daerah.

Menurut Insukindro, dkk (1994:1) dalam kaitannya dengan pemberian otonomi kepada daerah dalam merencanakan, menggali, mengelola dan menggunakan keuangan daerah sesuai dengan kondisi daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dipandang sebagai salah satu indikator atau kriteria untuk mengurangi ketergantungan suatu daerah kepada pusat. Pada prinsipnya semakin besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada APBD akan menunjukkan semakin kecil ketergantungan daerah kepada pusat.

Koswara (2000:50) menyatakan bahwa ciri utama yang menunjukkan suatu daerah otonom mampu berotonomi terletak pada kemampuan keuangan daerah. Artinya daerah harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber–sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerahnya. Ketergantungan pada Pemerintah pusat harus seminimal mungkin, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar yang didukung oleh kebijakan perimbangan keuangan pusat dan daerah sebagai prasyarat mendasar dalam sistem pemerintahan negara.

429.424.00 -14.00 79.464.00 2008 311.00 101.87 46.37% -1.54% 26.083.37 56.171.00 59.00 50.825.138.00 19.Data PandapatanAsli Daerah Pada Kabupaten dan Kota di Jawa Barat NO.905.934.811.670.055.81% -0.425.00 26.263.633.09% 15 16 17 18 121.371.23 67.512.008.306.670.493.929.00 249.520.68 87.770.666.414.103.57% 0.00 97.83 131.819.785.04% % Pertumbuhan 7 8 9 10 54.180.00 -5.97 69.266.425.496.039.388.522.49% 31.725.00 352.498. NAMA KAB/KOTA Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2007 1 2 3 4 5 6 Kabupaten Bogor Kabupaten Sukabumi Kabupaten Cianjur Kabupaten Bandung Kabupaten Garut Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten Ciamis Kabupaten Kuningan Kabupaten Cirebon Kabupaten Majalengka Kabupaten Sumedang Kabupaten Indramayu Kabupaten Subang Kabupaten Purwakarta Kabupaten Karawang Kabupaten Bekasi Kota Bogor Kota Sukabumi 265.507.320.757.294.324.00 46.00 100.88% 12.11% 18.981.32% 41.169.94% .87% 22.85 79.76% 11 69.00 48.897.847.55 49.320.692.407.00% 13 14 30.096.00 144.124.978.538.20 34.785.807.10% 5.00 45.767.00 65.711.414.27% -59.00 42.11 43.021.529.332.886.025.704.56% 29.020.10% 12 47.00 8.00 83.65 196.507.00 17.00 77.00 87.563.063.402.71 28.646.500.

04 57.00 67. Sebagai daerah otonom.78% 3.683. maupun pendapatan daerah lainnya yang mengakibatkan peningkatan kas daerah.53% 18.002.578.667.482.00 55.124.91% 3.78% Sumber: hasil pengolahan Ms.186.487.Excel (berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat) Untuk tahun anggaran 2008 yang dibandingkan dengan anggaran tahun 2007.00 23.00 64.00 9.822.37 171.92 22.249. retribusi.00 2. serta terus diupayakan menggali sumber-sumber pendapatan baru yang potensinya memungkinkan.636.496. sehingga dapat dipungut pajak atau retribusinya sesuai dengan ketentuan yang ada.763.71 86.345.534.582.328.694.214.627.088. yaitu retribusi pasar.859.813.00 189. menunjukkan bahwa kabupaten Tasikmalaya mengalami pertumbuhan PAD paling tinggi mencapai 41.521.155.45 58.607.492.859. Upaya peningkatan PAD dapat dilakukan salah satunya dengan meningkatkan efisiensi sumber daya dan sarana yang terbatas serta meningkatkan efektifitas pemungutan yaitu dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Subang. Nilai pertumbuhan PAD maksimal yang dimiliki oleh kabupaten Tasikmalaya diperoleh dari peningkatan PAD dalam bentuk pajak. Kabupaten Ciamis.600. Dan Kota Depok ditahun anggaran 2008 juga mengalami pertumbuhan PAD tinggi mencapai 30. retribusi yang dalam hal ini adalah samua retribusi yang dapat dipungut dari pasar.367.60% dibandingkan dengan anggaran tahun 2007.78% 30.961.933.74% 10.04%.00 60.604.00 112. Salah . Kabupaten Kuningan.60% 15. Kota Depok dituntut untuk dapat memiliki kemandirian terutama dalam hal penggalian dan pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah.14 314. Sedangkan pemda yang pertumbuhan PAD-nya sangat rendah bahkan ada pula kabupaten yang mengalami penurunan PAD yang ditunjukkan dengan nilai pertumbuhan yang negatif adalah Kabupaten Bandung.63 2.045.19 20 21 22 23 24 25 Kota Bandung Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar TOTAL 287.

Pada tahun 2000 PAD kota depok sebesar 14.1 memperlihatkan besarnya salah satu jenis penerimaan daerah yaitu retribusi pasar dan besarnya retribusi daerah di Kota Depok.33% dan meningkat ditahun 2001 sebesar 43.98 3.44 175.296.047. Retribusi pasar di kota depok dari tahun ketahun mengalami peningkatan tahun 1999/2000 sebesar 1.000 36.934.300 354.443.33 98.800 1.032.120. Rekapitulasi Realisasi Penerimaan Retribusi Daerah.132.957.01% dan terus meningkat ditahun 2001 sebesar 3.01 3. Berdasarkan uraian di atas kajian tentang retribusi pasar secara lebih mendalam merupakan hal yang menarik.290.54 3.68 36.683.409. Retribusi pasar akan turut menentukan besarnya tingkat kemandirian suatu daerah dalam arti mampu mendanai sendiri segala urusan otonomi daerah. Hal ini selaras dengan dengan apa yang dikatakan oleh Santoso (1995:20) bahwa retribusi pasar di banyak daerah kabupaten dan kota di Indonesia menjadi sumber penerimaan PAD yang cukup berarti.12 17.65 6.79 98.442.6 43.064.52 11.882.68% dan meningkat pula disetiap tahunnya di tahun 2000 dan 2001.31 2. Tabel 1.340.7 14.927.274.1 8.332 Sumber : Dispenda Kota Depok. PAD kota depok pada tahun 1999/2000 sebesar 8.23 6.330.1 Realisasi Penerimaan Retribusi Pasar dan Retribusi Daerah di Kota Depok.050 201.983.1 retribusi pasar sebagai salah satu jenis penerimaan daerah dapat dijadikan andalan dan merupakan primadona penerimaan di sektor retribusi daerah.44%. Dan retribusi pasar juga member kontribusi besar terhadap PAD di kota depok.560.657.2001 Berdasarkan tabel 1.627.93 1. seperti terlihat pada tabel 1.510.534.799.54%.59 14.252 43.satu komponen PAD yang menjadi andalan adalah penerimaan dari retribusi daerah. 1999/2000-2001 Tahun Anggaran Retribusi Pasar (Rp) % Retribusi Daerah (Rp) % PAD (Rp) % Total Penerimaan Daerah (Rp) % 1999/2000 2000 2001 131.31% dan naik pada tahun 2000 sebesar 2. terutama dari sisi potensi retribusi pasar terhadap .14 8.596.129.

Mengetahui gambaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Depok? 3. Mengetahui Seberapa besar penerimaan retribusi pasar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Depok .1 Ruang Lingkup Agar pembahasan penelitian dapat terfokus.pendapatan asli daerah (PAD). karena hasil penelitian akan menjadi masukan yang berharga bagi Pemda Kota Depok dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).3 Tujuan 1. Dengan demikian masih adanya peluang dan kesempatan untuk ditingkatkan penerimaan retribusi pasar di masa yang akan datang. Seberapa besar penerimaan retribusi pasar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Depok? 1. Dengan demikian penelitian diharapkan akan memiliki arti yang penting. berdasarkan data yang ada pada Dinas Pendapatan Kota Depok. maka batasan dalam penelitian mengenai retribusi pasar ini adalah: menguji peningkatan pendapatan asli daerah kota depok melalui retribusi pasar. selama 3 tahun terakhir penerimaan retribusi pasar selalu melampaui target yang telah ditetapkan. Bagaiman gambaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Depok? 3. tidak meluas. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan target penerimaan selama ini masih berada di bawah potensi penerimaan retribusi pasar. Dari latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul “ANALISIS PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI DEPOK”.2 Identifikasi 1. 1. dan dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai. Bagaimana gambaran retribusi pasar di Kota Depok ? 2. Mengetahui gambaran retribusi pasar di Kota Depok? 2. 1.

dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah”. pendapatan bunga. Jenis lain-lain PAD yang sah disediakan untuk menganggarkan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam pajak daerah. retribusi daerah. retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dirinci menurut objek pendapatan yang mencakup hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. Jenis hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dirinci menurut objek pendapatan yang mencakup bagian laba atas penyertaaan modal pada perusahaan milik daerah/ BUMD. penerimaan komisi. Pendapatan hasil eksekusi atau jaminan.1 Landasan Teori 2. Menurut Mardiasmo (2002:132).KAJIAN PUSTAKA 2. Klasifikasi PAD yang terbaru berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 terdiri dari: Pajak daerah. hasil perusahaan milik daerah. Jenis pajak daerah dan retribusi daerah dirinci menurut objek pendapatan sesuai dengan undang-undang tentang pajak daerah dan retribusi daerah. pendapatan denda retribusi. pendapatan denda pajak.1. bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah/ BUMN. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan / atau jasa oleh daerah. penerimaan keuntungan dari selisih nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. retribusi daerah. pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. penerimaan atas tuntutan ganti kerugian daerah. hasil pengeloalaan kekayaan daerah yang dipisahkan.2. hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan. dan bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau kelompok usaha masyarakat. pendapatan dari . Jadi dapat dikatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah sebagai pendapatan rutin dari usaha-usaha Pemerintah Daerah dalam memanfaatkan potensipotensi sumber keuangan daerahnya sehingga dapat mendukung pembiayaan penyelenggaraan Pemerintah dan pembangunan daerah.1 Pengertian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pendapatan Asli Daerah merupakan suatu pendapatan yang menunjukan kemampuan suatu daerah dalam menghimpun sumber-sumber dana untuk membiayai pengeluaran rutin. “pendapatan asli daerah adalah penerimaan yang diperoleh dari sektor pajak daerah. jasa giro. dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. potongan.

retribusi daerah. yaitu: pajak daerah. Tetapi mengingat bahwa tidak semua sumber pembiayaan dapat diberikan kepada daerah maka daerah diwajibkan untuk menggali segala sumber-sumber keuanganya sendiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pajak Daerah Berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dalam Saragih (2003:61). lain-lain PAD yang sah”. pajak daerah. Di dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah disebutkan bahwa sumber pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. 4. “pajak daerah merupakan pendapatan daerah yang berasal dari pajak”. 3.1. lain-lain PAD yang sah. 2. Menurut Halim (2004:67). yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. yang dimaksud dengan pajak daerah adalah “iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi dan badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang. hasil perusahaan milik daerah. 2. retribusi daerah.2 Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah supaya dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan sebaik-baiknya.  Paja restoran. maka perlu diberikan sumber-sumber pembiayaan yang cukup. Pendapatan Asli Daerah sendiri terdiri dari: 1. yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah”. Klasifikasi PAD yang dinyatakan oleh Halim (2004:67) adalah sesuai dengan klasifikasi PAD berdasarkan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002. hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan. Menurut Halim (2004:67). dan hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan. 1.penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. . Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. pendapatan dari angsuran/cicilan penjualan. “PAD dipisahkan menjadi empat jenis pendapatan. Jenis-jenis pajak daerah untuk kabupaten/kota menurut Kadjatmiko (2002:77) antara lain ialah:  Pajak hotel.

Jenis–jenis retribusi jasa umum adalah : 1. Subyek retribusi jasa umum adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan jasaa umum yang bersangkutan. “Retribusi daerah merupakan pendapatan daerah yang berasal dari retribusi daerah”. Pada pasal 1 ayat (26) Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 menyatakan: Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi Pelayanan Kesehatan 2. dan retribusi perizinan tertentu a) Retribusi Jasa Umum Retribusi jasa umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan manfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan 3. Menurut Undang-Undang No. Pajak parkir 2. Pajak pengambilan bahan galian golongan C. 34 Tahun 2000 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah ( Kesit Bambang Prakoso 2004: 93 ) dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu retribusi jasa umum. Menurut Halim (2004:67). Obyek retribusi jasa umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat 5. Retribusi Daerah Yang dimaksud dengan retribusi menurut Saragih (2003:65) adalah “pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemda untuk kepentingan orang pribadi atau badan”. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akte Catatan Sipil 4. retribusi jasa usaha.     Pajak hiburan. Pajak penerangan jalan. Retribusi Pelayanan Pasar . Pajak reklame. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum 6.

Retribusi Tempat Penginapan / Pesanggrahan / Villa 7. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 9. prasarana. Jenis–jenis retribusi jasa usaha adalah : 1. Tempat Rekreasi dan Olahraga 11. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah c) Retribusi Perizinan Tertentu Retribusi perizinan tertentu adalah retribusi atas kegiatan tertentu pemerintah daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. pengendalian. Retribusi Penyedotan Kakus 8. pengaturan. Retribusi Pelayanan Kendaraan Bermotor 8. Obyek Retribusi Perizinan Tertentu adalah . Retribusi Pasar Grosir dan Pertokoan 3. dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. Obyek retribusi jasa usaha adalah retribusi atas jasa usaha yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial. Retribusi Terminal 5.7. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah 2. Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal 10. Retribusi Penyebrangan Diatas Air 12. Subyek Retribusi Jasa Usaha adalah orang pribadi atau badan atau badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan. Retribusi Pengolahan Limbah Cair 13. Retrebusi tempat pelelangan 4. barang. sarana. Retribusi Rumah Pemotongan Hewan 9. Retribusi Pengujian Kapal Perikanan b) Retribusi Jasa Usaha Retribusi jasa usaha adalah retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut sistem komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. Retribusi Tempat Khusus Parkir 6. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta 10. penggunaan sumber daya alam. dan fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.

prasarana. dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. dan pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat-syarat keselamatan bagi yang menempati bangunan tersebut. tidak termasuk tempat usaha/kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. pengaturan.kegiatan tertentu pemerintah daerah dalam rangka pemberian izin kepada pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. kerugian dan gangguan. pengendalian. maka retribusi pasar termasuk dalam retribusi jasa umum. Jenis–jenis Retribusi Perizinan tertentu : 1. Retribusi Izin Gangguan : Izin gangguan adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya. penggunaan sumber daya alam. Retribusi Izin Trayek : Izin trayek adalah pemberian izin kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan : Izin Mendirikan Bangunan adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan. Termasuk dalam pemberian izin ini adalah kegiatan peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang yang berlaku. dengan tetap memperhatikan Koefisien Dasar Bangunan (KDB). 2. barang. sarana. 4. Berdasarkan penjelasan mengenai jenis-jenis pasar diatas. Subyek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh izin tertentu dari pemerintah daerah. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman : Izin tempat penjualan minuman beralkohol adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. Koefisien Ketinggian Bangunan (KKB). 3. Pemberian izin oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan sesuai dengan kewenangan masingmasing Daerah. Hal tersebut dikarenakan retribusi pasar merupakan pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial dan pelayanan tersebut belum cukup disediakan oleh pihak swasta. dan fasilitas tertentu guna melindungi kelestarian lingkungan. Koefisien Luas Bangunan (KLB). Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Milik Daerah yang Dipisahkan . 3.

Menurut Halim (2004:69).3. 3) penerimaan bunga deposito. “1) hasil penjualan aset Daerah yang tidak dipisahkan. “Hasil perusahaan milik Daerah dan hasil Pengelolaan kekayaan milik Daerah yang dipisahkan merupakan penerimaan Daerah yang berasal dari hasil perusahaan milik Daerah dan pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan”. 2) penerimaan jasa giro. Lain-Lain PAD yang Sah Menurut Halim (2004:69).1. Paksaan disini bersifat ekonomis karena siapa saja yang tidak merasakan jasa balik dari pemerintah. Menurut Halim (2004:68). parkir dan sebagainya. Berbeda dengan pajak pusat seperti Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak. 2. Retribusi yang dapat di sebut sebagai Pajak Daerah dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). 2) bagian laba lembaga keuangan Bank. 4) bagaian laba atas penyertaan modal/investasi”. jadi dengan kata lain retribusi adalah pungutan yang dikaitkan secara langsung dengan balas jasa yang diberikan oleh pemerintah kepada pembayar retribusi tersebut. dia tidak akan dikenakan iuran itu.1. jenis penndapatan ini meliputi objek pendapatan berikut. 4) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. 5) penerimaan ganti rugi atas kerugian/kehilangan kekayaan Daerah”. “pendapatan ini merupakan penerimaan Daerah yang berasal dari lain-lain milik pemerinyah Daerah”.3 Retribusi Pasar 2. Menurut Sutimbul (1993:10) retribusi adalah pembayaran kepada negara yang dilakukan oleh mereka yang menggunakan jasa-jasa negara atau merupakan iuran kepada pemerintah yang dapat dipaksakan dan jasa balik secara langsung dapat ditunjuk.Menurut Halim (2004:68). misalnya retribusi pasar.1 Pengertian retribusi Pasar Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. 4. jenis pendapatan ini meliputi objek pendapatan berikut: “1) bagian laba Perusahaan mliki Daerah. 3) bagian laba lembaga keuangan non Bank. .

Pejabat adalah Pegawai yang diberikan tugas tertentu dibidang Retribusi Daerah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku . 8. dan pelayanan kepada masyrakat.1. Kas Daerah adalah Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota untuk memegang kas daerah . Retribusi Pasar adalah merupakan salah satu jenis Retribusi Daerah. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Depok 3.retribusi pasar sebagai salah satu jenis penerimaan daerah dapat dijadikan andalan dan merupakan primadona penerimaan di sektor retribusi daerah. Subjek.3 Objek. Retribusi pasar akan turut menentukan besarnya tingkat kemandirian suatu daerah dalam arti mampu mendanai sendiri segala urusan otonomi daerah. 2. Pasar adalah tempat yang diberi batas tertentu dan terdiri atas halaman/pelataran bangunan berbentuk los dan atau kios serta bentuk lainnya. Kota adalah Kota Depok .2 Dasar Hukum Retribusi Pasar Pelaksanaan pemungutan retribusi pasar di kota depok berdasarkan pada beberapa peraturan berikut : 1.1. Pasal 2 ayat (2) huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahhun 1997 tentang Retribusi Daerah.3. Hal ini selaras dengan dengan apa yang dikatakan oleh Santoso (1995:20) bahwa retribusi pasar di banyak daerah kabupaten dan kota di Indonesia menjadi sumber penerimaan PAD yang cukup berarti. Walikota adalah Walikota Depok . 5. 2. 2. Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kota Depok . Berkaitan dengan Peraturan Daerah Kota Depok No. termasuk kawasan dalam radius 300 m yang dikelola oleh Pemerintah Kota dan khusus disediakan untuk pedagang. dan Wajib Retribusi Pasar . 6. penyelenggaraan pemerintah. 7. 3 Tahun 2001 tentang Retribusi Pasar dijelaskan sebagai berikut : Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. maka setiap pelayanan Pasar dikenakan Retribusi.3. 2. Dinas Pengelola Pasar adalah Dinas Pengelola Pasar Kota Depok . bahwa untuk meningkatkan penerimaan daerah guna menunjang pelaksanaan pembangunan. 4.

Fasilitas dagang di atas fasilitas sosial dan atau fasilitas umum. luas lokasi dan jangka waktu pemakaian. Pelayanan penyediaan fasilitas pasar berupa halaman / pelataran. 2. los. 3. Struktur tarif MCK. 4.1. Lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan utuk menentukan kelas pasar. Struktur dan besarnya tarif retribusi 1. Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkanpengunaan fasilitas yang terdiri atas halaman atau pelataran. b.4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi  Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi dimaksudkan untuk menutupi biaya penyelenggaraan. 2.  Subyek Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan pelayanan penyediaan fasilitas Pasar.3.Los dan atau Kios. Objek Retribusi di kota depok adalah sebagai berikut : a. Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan dengan benda berharga sebagai berikut :  . ditentukan oleh pemakaian. kios dan MCK serta fasilitas lainnya yang disediakan untuk berdagang. pelayanan serta fasilitas pasar dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Semua pendapatan dari retribusi disetor ke kas daerah. melaksanakan perniagaan. 3) Memasarkan barang-barang atau jasa tertentu. . 2. 2) Tempat para pembeli dan penjual berkumpul untuk melaksanakan jual beli. dan tempat hasil transaksi dan disampaikan pada waktu itu atau pada waktu yang akan datang berdasarkan harga yang telah disepakati ". 5 % dipergunakan untuk uang perangsang peningkatan pelayanan yang pengaturannya ditetapkan dengan Keputusan Walikota.5 Peranan Retribusi Pasar Pasar dalam pengertian sehari . Widarta (2001). asal ekonomi dan uang. 6. namun pengertian pasar disini adalah pengertian pasar secara umum. membeli dan menjual keuntungan berupa uang.5. yaitu: "Bahwa pasar adalah suatu perantara yang mengatur komunikasi dan interaksi antara penjual dan pembeli yang bertujuan untuk mengadakan transaksi pertukaran benda.hari yang kita kenal sebagai tempat jual beli barang-barang kehidupan sehari-hari.3. Pendapatan sebagaimana dimaksud pada ayat (5).1. mengemukakan bahwa pasar adalah : 1) Kelompok orang dan atau organisasi yang diidentifikasi oleh kebutuhan bersama dan dimana terdapat sumbersumber daya guna memuaskan kebutuhan tersebut. Ada pula yang mengartikan sebagai tempat terjadinya transaksi antara pembeli dan penjual. Pandangan lain mengenai pasar disampaikan oleh Bustaman (1991).

kios. Dalam konteks dengan penelitian. serta peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat sehingga wajib retribusi pasar dapat dengan mudah memahami dan memenuhi kewajibannya dalam membayar retribusi pasar. khususnya retribusi daerah dan lebih spesifik retribusi pasar pengaturannya perlu lebih ditingkatkan. Dalam upaya inilah suatu pasar harus memiliki fasilitas-fasilitas utama seperti lods. Selain fasilitas utama tersebut suatu unit pasar dapat juga didukung oleh fasilitas penunjang seperti pelataran parkir dan MCK yang dapat dipungut bayaran karena pemanfaatan sarana tersebut.sumber pendapatan asli daerah khususnya retribusi pasar. Penawaran adalah jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual/produsen ke pasar pada setiap tingkat harga. Ada kecenderungan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya dengan berusaha menciptakan sumber pendapatan yang baru tanpa dibarengi dengan perubahan dan perbaikan pelayanan kepada masyarakat hal ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat karena penciptaan pendapatan asli daerah yang baru kemungkinan dapat membebani masyarakat dengan bertambahnya pungutan. baik secara langsung maupun perantara (makelar). di jelaskan bahwa untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang nomor 4 Tahun 2000 tentang retribusi pasar. Sejalan dengan makin meningkatnya pelaksanaan pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta perkembangan perekonomian maka perlu penyediaan sumber . mengurangi biaya ekonomi tinggi. Pengelolaan retribusi pasar harus dilakukan dengan baik dan profesional agar dapat memberikan kontribusi bagi pendapat asli daerah dengan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna layanan pasar. dan tempat penjualan. . pasar adalah sarana/prasarana untuk memungut retribusi daerah serta penerimaan lain yang merupakan pemasukan bagi suatu daerah. Samuelson (1988) mengemukakan bahwa pasar adalah proses yang digunakan oleh pembeli dan penjual untuk berhubungan dalam menentukan harga dan jumlah. Retribusi pasar merupakan salah satu jenis retribusi daerah yang potensial untuk dikembangkan dalam rangka menunjang pendapatan asli daerah. Upaya peningkatan penyediaan pelayanan maka perlu dilakukan penyederhanaan dan penyempurnaan serta peningkatan kinerja pemungutannya sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemungutan retribusi pasar. sedangkan permintaan adalah jumlah permintaan pasar. Jadi dari pengertian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli atau produsen dan konsumen. pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah . Disatu pihak produsen menjual barangnya dan dipihak lain konsumen membeli barangnya. karena apabila retribusi pasar meningkat akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah. serta pelataran penjualan.Dalam teori ekonomi dikemukakan bahwa pasar adalah tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran.

menyimpulkan bahwa realisasi penerimaan retribusi pasar sangat dipengaruhi oleh omzet penjualan.1. Rauf (2006) dalam penelitiannya tentang "Analisis Kontribusi Retribusi Pasar terhadap pendapatan Ash Daerah dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Sidrap" menyimpulkan bahwa kontribusi retribusi pasar terhadap pendapatan Asli daerah mencapai rata-rata 17. diperlukan penataan pasar yang memadai dan ditunjang oleh tingkat keamanan dan kenyamanan untuk menjual maupun untuk berbelanja. prasarana pasar dan insentif petugas secara bersamasama dapat menjelaskan variasi nilai penerimaan retribusi pasar di Kabupaten Sidendreng Rappang dengan uji simultan sebesar 99. Beberapa penelitian mengenai Pajak Reklame telah banyak dilakukan. bila retribusi dikenakan terhadap setiap pedagang pasar sebagai balas jasa kepada pemerintah yang telah menyediakan fasilitas perdagangan. Apabila kepuasan pengguna pasar terpenuhi maka akan timbul kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi pasar sehingga pada akhirnya retribusi pasar akan meningkat. Realisasi penerimaan retribusi pasar masih potensial untuk ditingkatkan. sedangkan variabel jumlah penduduk serta variabel jumlah lods dan kios berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar.Berdasarkan hal tersebut. baik dad segi aksesbilitas penjual dan pembeli.6 Penelitian Terdahulu Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali informasi tentang analisi penerimaan retribusi pasar yang sudah diteliti oleh peneliti lain. antara lain : 1. Semakin besar omzet penjualan para pedagang semakin berpeluang untuk melakukan pembayaran retribusi pasar. hasil penelitiannya menunjukan bahwa variabel PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar secara partial. (2002) yang menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi pasar dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah. Polipoke. struktur tarif retribusi perlu dievaluasi agar besarnya dapat mencerminkan struktur biaya yang sebenarnya. perlu diadakan perbaikan dan penambahan fasilitas di pasar. namun ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian yaitu : Pertama. 3. . 2. kedua. maka peran retribusi pasar haruslah berorientasi pada pelayanan yang baik dalam memuaskan pengguna fasilitas pasar. Santoso (1995) meneliti tentang Retribusi Pasar di Kabupaten Sleman. pemungutan retribusi pasar terhadap pedagang perlu dibedakan menurut skala usaha. maka dengan adanya kenaikan retribusi pasar. Petugas pengelolah pasar merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kepuasan pengguna fasilitas pasar. ketiga.15 persen selama sebelas tahun (1995-2005). Besarnya tarif yang telah ditetapkan belum merefleksikan struktur biaya jasa pengadaan fasilitas pasar.6%.3. Dengan penelusuran penelitian terdahulu maka akan dapat dipastikan ruang yang didapat oleh penelitian ini. 2. Adapun faktor pendapatan masyarakat per kapita.

data yang digunakan serta periode waktu analisis. hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Dan pengaruh PDRB dan jumlah penduduk mempunyai hubungan positif namun tidak signifikan terhadap realisasi realisasi penerimaan retribusi pasar. Penelitianpenelitian yang telah disebutkan diatas. Yasir (2007). Perbedaan penelitian sebelumnya antara lain terletak pada lokasi/daerah penelitian. hasil retribusi daerah.1 Bagan Berdasarkan landasan teori pada tinjauan pustaka diatas maka secara skema kerangka pemikiran dapat digambarkan sebagai berikut : .4 sangat berpengaruh terhadap realisasi penerimaan retribusi pasar.482. Kerangka Pemikiran Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah disebutkan bahwa sumber pendapatan asli daerah (PAD) terdiri dari hasil pajak daerah.871. Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diatur dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta peraturan pelaksanaan lainnya termasuk Peraturan Daerah.476.5 sedangkan target penerimaan retribusi pasar rata-rata selama periode yang sama sebesar Rp. melakukan penelitian dengan judul beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi pasar di Kabupaten Mamuju menyimpulkan bahwa besarnya potensi penerimaan retribusi pasar yang diperoleh di Kabupaten Mamuju periode 1994-2004 ratarata sebesar Rp. Sehingga dalam penelitian ini diperlukan suatu uji analisis untuk mengetahui apakah benar variable tersebut mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD di kota Depok. apabila dibandingkan dengan penelitian ini mempunyai beberapa kesamaan antara lain permasalahan yang akan dibahas mengenai retribusi pasar. 718. Sedangkan pengaruh sarana pasar mempunyai hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap realisasi penerimaan retribusi pasar. 3.684. Dalam penelitian ini factor-faktor yang akan diteliti yaitu retribusi daerah dan retribusi pasar terhadap PAD di kota Depok. Besarnya penerimaan daerah dari sektor PAD seperti Retribusi daerah yang didalamnya termasuk retribusi pasar akan sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pembangunan didaerahnya. 3.860.4.

2 Model Penelitian Y = f ( RD.Retribusi Daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Retribusi Pasar 3.RPs ) Y= 0+ 1 RD + 2 RPs + Keterangan : Y = Pendapatan Asli Daerah (PAD) 0 = Konstanta 1 RD = Retribusi Daerah 2 RPs = Retribusi Pasar = eror .

penerimaan Retribusi Daerah memiliki pengaruh positif dan signikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di kota depok. α2 RPs. H1:α1 RD. 3. maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. α2 RPs. Hipotesis Hipotesis adalah pendapat sementara dan pedoman serta arah dalam penelitian yang disusun berdasarkan pada teori yang terkait. yaitu terdapat pengaruh positif signifikansi variabel Retribusi Pasar terhadap variabel PAD. yaitu terdapat pengaruh positif signifikansi variabel Retribusi Daerah terhadap variabel PAD. H1: . H0:α2 RPs ≤ 0. H1:α1 RD ≥ 0. dimana suatu hipotesis selalu dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menguhubungkan dua variabel atau lebih (J.4. . penerimaan Retribusi Pasar memiliki pengaruh positif dan signikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di kota depok. Setelah adanya kerangka pemikiran di atas. ≤ 0 yaitu tidak ada pengaruh signifikansi variabel Retribusi Daerah dan Retribusi Pasar terhadap variabel PAD. yaitu tidak ada pengaruh signifikansi variabel Retribusi Daerah terhadap variabel PAD. Supranto. H0: . 1997). 2. Seberapa besar penerimaan Retribusi Daerah dan Retribusi Pasar yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Depok H0:α1 RD. ≥ 0 yaitu terdapat pengaruh positif signifikansi variabel Retribusi Daerah dan Retribusi Pasar terhadap variabel PAD. yaitu tidak ada pengaruh signifikansi variabel Retribusi Pasar terhadap variabel PAD.

Tahun 2001 Nomor 34.Universitas Halluoleo . 2009.Kota Depok Angga Mahayana. Universita Sebelas Maret.html potensi-penerimaan-retribusi-pasar.Kendari Jannatin Alfafa.Peranan Retribusi Pasar dan Meningkatakan PAD.5. Pelaksanaan pemungutan retribusi pasar (studi penelitian di kantor dinas pengelolaan pasar Kota surakarta).2010.Surakarta jurnal-proceding.2006. Daftar Pustaka LA Poma.Surakarta Peraturan Daerah. Analisis Retribusi Pasar dan Pengaruhnya terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Surakarta. Universitas Muhammadiyah. Tentang Retribusi Pasar.html .

Selain itu juga saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang selalu mensuport saya dan Tony S. Chendrawan. . dosen pembimbing saya yang senantiasa membimbing dan mengarahkan saya.waktu dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.ST.SE. serta teman-teman saya yang selalu mensuport saya juga dan membantu saya juga jika saya ada kesulitan. Sekali lagi say ucap kan terimaksih kepada semua yang telah mendukung saya.SI.6. Ucapan Terimakasih Dalam kesempatan kali ini pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas rahmat dan hidayah Allah SWT atas segala anugrah yang diberikan kepada saya termasuk nikmat sehat.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful