BERBICARA SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA

Linguis berkata bahwa “speaking is language”, artinya berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan anak, yang hanya didahului oleh keterampilan menyimak, dan pada masa tersebut kemampuan berbicara/berujar dipelajari. Oleh karena itu, sudah pasti antara berbicara ada hubungannya dengan kegiatan menyimak dan membaca.

. Kata-kata yang akan dipakai/dipelajari oleh sang anak biasanya ditentukan oleh perangsang (stimuli) yang ditemuinya. Anak kecil lebih mudah memahami kalimat yang panjang dan rumit daripada kalimat yang diucapkannya. Berbicara dengan alat peraga akan menghasilkan penangkapan informasi yang lebih baik. Bunyi suara merupakan suatu faktor penting dalam peningkatan cara pemakaian kata sang anak.Hubungan Menyimak dan Berbicara        Ujaran(speech) biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru (imitasi). Ujaran sang anak mencerminkan pemakaian bahasa di rumah/masyarakat. Meningkatkan keterampilan menyimak berarti membantu meningkatkan kualitas berbicara seseorang.

Hubungan keterampilan lisan dan membaca: 1.Kosa kata khusus mengenai bacaan diajarkan secara lisan .Pola pelajaran ujaran orang tuna aksara menganggu pelajaran membaca anak-anak 3.Penampilan membaca berbeda dengan kecakapan bahasa lisan 2.Hubungan antara membaca dan berbicara Kemampuan umum bahasa lisan turut melengkapi latar belakang yang menguntungkan keterampilan bagi pengajaran membaca.Membaca pada kelas yang lebih tinggi turut membantu kosa kata lisan 4.

Hubungan ekspresi lisan dan ekspresi tulis  Biasanya anak belajar berbicara jauh sebelum dia dapat menulis(kosa kata. pola kalimat. organisasi ide)  Anak yang menulis dengan lancar biasanya dapat menuliskan pengalaman pertamanya tanpa diskusi lisan pendahuluan  Membuat catatan serta membuat bagan arau rangka ide yang disampaikan pada suatu pembicaraan akan menolong mengutarakan ide tersebut .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful