CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

05:21 Susilo Tri Atmojo No comments

A. JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII TERHADAP PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTASI B. BIDANG ILMU : PENDIDIKAN KIMIA C. PENDAHULUAN Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, melainkan juga pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan. Dengan demikian, tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi, karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas, 2003). Mutu pendididikan IPA, berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru, efektivitas proses pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya. Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris, verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis, kurang upaya untuk melakukan demonstrasi, eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman,H., 2000). Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi. Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam silabus kimia adalah Sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia. Kedua materi tersebut merupakan konsep yang selalu ada dalam kurikulum ilmu kimia. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia karena kedua materi tersebut bersifat abstrak (Baharudin, 2000). Disamping itu pembelajaran kedua materi tersebut yang dilakukan selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah dimana dengan materi yang cukup abstrak, umumnya menjadi beban bagi siswa. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif model pembelajaran yang dapat meminimalkan beban hafalan dan lebih meningkatkan minat belajar pada siswa, yaitu dengan cara pemanfaatan media komputasi. Sehingga dengan melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media komputasi ini, siswa

diharapkan dapat lebih mudah memahami materi sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia. Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi adalah umum dijumpai pada suatu proses pembelajaran. Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan, keterampilan, intelegensi, potensi dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar. Kemampuan peserta yang bervariasi pada suatu pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang bervariasi. Salah satu penyebab kegagalan siswa dalam proses pembelajaran adalah karena siswa tidak pernah dirangsang untuk mencari, menemukan, dan mengeksplorasi sehingga siswa dapat belajar tidak hanya di sekolah namun juga dapat menggunakan alam semesta, lingkungan dan teknologi yang ada di sekitarnya.

Pemanfaatan media komputasi ini pada dasarnya merupakan suatu cara pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pengamatan terhadap materi yang ditampilkan melalui gambar-gambar slide pada layar LCD sehingga siswa dapat terlatih untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan pengamatan mereka pada layar LCD. Dimana menurut Henderleiter, J dan Pringle, DL (1999), dari pengamatan langsung inilah siswa dapat menggali sendiri suatu konsep yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran dan bahkan lebih dari itu, yaitu menimbulkan suatu sikap yang positif terhadap sains (ilmu pengetahuan) disamping tumbuhnya jiwa kooperatif serta tanggung jawab pada diri siswa, dan dengan demikian hasil belajar siswa-pun akan meningkat. D. PERUMUSAN MASALAH 1. Perumusan Masalah Masalah yang diidentifikasi pada bagian pendahuluan adalah menemukan strategi pembelajaran untuk memecahkan permasalahan yang dapat meningkatkan atau mengembangkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada umumnya dan pembelajaran materi Sifat-sifat Koligatif dan Elektrokimia pada umumnya, termasuk siswa yang lamban. Namun tentunya masih memerlukan penjajakan dan pembuktian dalam praktek, serta kemungkinan penyempurnaan strategi dan taktik pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Oleh karena itu diperlukan hasil dari suatu penelitian berbentuk

 Kemampuan siswa untuk mendefinisikan.   Siswa diajak berdiskusi. Selama proses pembelajaran berlangsung. Indikator Keberhasilan dari tindakan yang dilakukan adalah :  Siswa mampu belajar aktif dan memposisikan dirinya dengan baik dan tepat dimana ia telah mempunyai bekal pengetahuan sendiri dan penguasaan tertentu terhadap suatu konsep (bukan hanya bersumber pada guru). mendeskripsikan dan menggambarkan ilustrasi dari konsep materi yang telah disampaikan.tindakan menjalankan skenario pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi. c. Maka rumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimana penerapan strategi pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Untuk siswa . Pemecahan Masalah a. siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam membangun pemikirannya sendiri tentang materi yang disampaikan melalui pengamatan langsung terhadap tampilan-tampilan slide pada layar LCD b.  Kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam mendiskripsikan dan memecahkan masalah. Pada penelitian tindakan kelas ini akan digunakan Strategi Pembelajaran Kognitif Aktif : Dimana pada proses pembelajaran kimia yang dilakukan akan digunakan media komputasi tentang Ilustrasi Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia. Mengambil kesimpulan.  Siswa akan membangun pemikiran pada dirinya sendiri tentang konsep materi yang disampaikan melalui ilustrasi tampilan slide pada layar LCD. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah : 1. E. yaitu :  Siswa diajak terlibat aktif pada saat guru menyampaikan pembelajaran dengan media komputasi. khususnya pada pokok bahasan Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia pada siswa Kelas XII-IPA MAN 1 Samarinda. Pemecahan masalah di atas terdiri atas beberapa tahap. 2.

 Siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Menarik minat siswa terhadap pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. F. TINJAUAN PUSTAKA 1. dimana idenya pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946. Mengeksplorasi kemampuan Guru untuk melakukan penelitian tindakan terhadap segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dalam proses belajar-mengajar di ruang kelas. serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran itu dilakukan.  Sebagai salah satu informasi bagi guru tentang salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan pemanfaatan media komputasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia.Nur. MANFAAT PENELITIAN Hasil dari penelitian tindakan ini diharapkan dapat :  Diperoleh output pembelajaran (dalam hal ini siswa) yang bukan hanya sebagai penerima ilmu. Penelitian Tindakan Kelas Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di ruang kelas dan dikenal juga dengan nama Classroom Action Research.   Meningkatkan kemampuan Guru dalam pemanfaatan media komputasi. .  Dapat mengeksplorasi pemikiran dan mendiskripsikan suatu konsep materi berdasarkan hasil pengamatan ilustrasi slide pada layar LCD. G. Untuk Guru  Meningkatkan kemampuan Guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal. tetapi juga sebagai pencari ilmu sehingga dapat menguasai konsep ilmu yang hendak dicapai dengan mudah dan terekam lama dalam memorinya. 2.memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas.

Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa. dan kristal cair). muatan. dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata. padatan. Sifat-Sifat Koligatif Larutan 3. pembelajaran adalah membantu seseorang berfikir secara benar dengan membiarkan berfikir sendiri. membuat makna. energi dan selisish energi. melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. 2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research adalah suatu penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik pendidik yang mereka lakukan sendiri (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut dan (c) situasi ditempat praktik itu dilaksanakan. bersikapkritis dan mengadakan justifikasi. Jadi. Pembelajaran dengan Media Komputasi Menurut von Glaserfeld. pembelajaran adalah suatu bentuk belajar sendiri. Sedangkan kimia komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem banyak molekul seperti gas. Berfikir yang baik lebih penting daripada mempunyai cara berfikir yang baik. serta peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di tingkat atom dan molekul. Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis. kereaktifan. cairan. frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya.Sedangkan menurut Stephen Kemmis (1983). 3. akan dapat menemukan pemecahan dalam menghadapi persoalan yang lain. momen dipol. Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya).1. perubahan fasa. Pembelajaran berarti partisipasi guru bersama siswa dalam membentuk pengetahuan. Konsentrasi Larutan . mencari kejelasan. Komputasi sebenarnya dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma.proses denaturasi protein). Siswa yang sekedar menemukan jawaban benar belum pasti dapat memecahkan persoalan baru karena mungkin ia tidak mengerti bagaimana menemukan jawaban itu. berarti cara berfikirnya dapat digunakan untuk menghadapi suatu fenomena baru. Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga untuk bidang-bidang tumpang tindih antara ilmu komputer dan kimia (Wikipedia).

Kemolalan (m) Menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg pelarut.Salah satu cara menyatakan konsentrasi larutan adalah kemolaran (M). digunakan dua jenis konsentrasi yang lain yaitu : a.2 = 0. Dan jika dinyatakan dalam gram : m = n x 1000/p. dengan rumusan : M = n/V Pada pembahasan sifat koligatif. Zat terlarut dengan jumlah mol yang sama tidak selalu menghasilkan jumlah partikel yang . Fraksi Mol (X) Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. melainkan hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.1 mol glukosa dalam 1 kg air. maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah : XA = nA XB = nB = n/p mol urea = 3 gr/ 60 nA + nB nA + nB dimana : XA + XB = 1 3. kenaikan titik didih (ΔTb).05/0. Jika mol zat pelarut adalah nA dan jumlah mol zat terlarut adalah nB. Jadi kemolalalan dinyatakan dalam mol/kg dengan rumusan : m = n/p. penurunan titik beku (ΔTb) dan tekanan osmotik (π).2. Contohnya : Larutan 0. n = jumlah mol zat terlarut dan p = massa pelarut (dalam kg). Tetapi larutan 0. Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.25 mol. Pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit. dimana m = kemolalan.05 mol Massa pelarut = 200 gr = 0.kg-1 b. Istilah koligatif berasal dari bahasa Latin yang berarti kolega atau kelompok. Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap (ΔP).1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang sama dengan larutan 0. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut.1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang berbeda dengan larutan 0.2 mol urea dalam 1 kg air. Satuan kemolaran adalah mol/L. Contoh soal : Berapa kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gr urea dalam 200 gr air ? Jawab : = 0.2 kg Molalitas = 0.

Dalam wadah lain.. yaitu tabung berbentuk huruf U yang berisi NaNO3 atau KCl dalam gelatin. yaitu sebagai berikut : Mula-mula disediakan 2 wadah yang masing-masing disebut setengah sel. Elektrokimia 4. Perpindahan elektron dari anoda ke katoda dapat kita manfaatkan sebagai sumber arus listrik. sebatang logam tembaga (katoda) dicelupkan pada larutan garam Zn2+. (2) Sel Elektrolisis. Adakalanya beberapa molekul atau partikel zat terlarut mengelompok. Sel Volta Salah satu aplikasi dari prinsip-prinsip reaksi redoks adalah sel-sel elektrokimia. energi listrik diubah menjadi energi kimia. Adapun larutan Zn2+ dan larutan Cu2+ dihubungkan oleh suatu “jembatan garam”. Dengan perkataan lain. misalnya Cu(NO3)2. Dalam sel elektrolisis. sehingga jumlah partikel menjadi lebih sedikit dari yang diperkirakan. Dalam satu wadah. yang dikembangkan oleh Alessandro Volta dan Luigi Galvani dari Italia. yaitu sel-sel tempat energi kimia diubah menjadi energi listrik atau sebaliknya. reaksi redoks akan menghasilkan arus listrik. misalnya Zn(NO3)2.sama di dalam larutan. Jadi. Kemudian logam seng dan logam tembaga dihubungkan oleh suatu rangkaian kawat yang dilengkapi switch dan voltmeter(untuk mengukur tegangan). Ada 2 macam sel elektrokimia. sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit. Dalam wadah lain. Contoh sel volta adalah sel baterai dan sel aki.1. khususnya untuk larutan elektrolit. Jadi. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui rangkaian . Pada reaksi redoks berikut : Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) Seng bertindak sebagai anoda (mengalami oksidasi) dan tembaga bertindak sebagai katoda (mengalami reduksi). Contoh sel elektrolisis adalah penyepuhan logam dan penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. sebatang logam tembaga (katoda) kita celupkan pada larutan garam Cu2+. Selanjutnya akan telihat bahwa seng (anoda) secara spontan mengalami oksidasi menjadi Zn2+ yang masuk ke dalam larutan. jumlah partikel di dalam larutan akan lebih banyak karena zat elektrolit terurai menjadi ion-ion. misalnya Zn(NO3)2. energi kimia diubah menjadi energi listrik. meski jumlah mol zat terlarutnya sama. sebatang logam seng(anoda) kita celupkan pada larutan garam Zn2+. dengan merancang suatu sel volta (sel galvani). 4. yaitu sebagai berikut : (1) Sel Volta (sel Galvani). Dalam sel volta. dikembangkan oleh Sir Humphry Davy dan Michael Faraday dari Inggris. Di lain pihak. arus listrik akan menghasilkan reaksi redoks.

dan ion NO3. maka dalam bahasa sehari-hari kita katakan bahwa sel volta ”baterainya sudah habis” dan harus diganti dengan sel volta yang baru. Kemampuan untuk menjelaskan bagaimana energi listrik dapat dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta. jembatan garam mensuplai ionion. lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut. Pada permukaan tembaga. Jadi. Dengan bantuan jembatan garam. Aliran elektron ini menimbulkan arus listrik yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan. ion Na+ akan menuju ke katoda untuk menetralkan muatan negatif. Seandainya tidak ada jembatan garam. Jadi.Jika semua logam seng telah melarut atau ion Cu2+ sudah mengendap semua. Indikator Keberhasilan Keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa. b. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MAN 1 Samarinda Kalimantan Timur dengan melibatkan dua pengamat ( guru kimia dan kepala sekolah) di sekolah tersebut. lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut. sebab larutan di anoda menolak kedatangan Zn2+ dan larutan di katoda menahan kepergian Cu2+. Kemampuan menggambarkan susunan sel Volta atau sel Galvani dan menjelaskan fungsi tiap bagiannya 3. . sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. H. terjadi reduksi : elektron yang terlepas akan ditangkap oleh Cu2+ dari larutan. METODE PENELITIAN a. Kemampuan menghitung konsenrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol) 1. yaitu : 1. sehingga terbentuk endapan tembaga.menuju ke anoda untuk menetralkan muatan positif.kawat menuju tembaga(katoda). kedua larutan senantiasa netral. Perpindahan elektron dari anoda ke katoda menyebabkan larutan di anoda bermuatan positif(karena bertambahnya Zn2+) dan larutan di katoda bermuatan negatif (karena berkurangnya Cu2+). sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. Untuk menjaga kenetralan larutan. aliran elektron melalui kawat akan terhenti. Kemampuan menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit 2. sehingga aliran elektron dari anoda ke katoda tetap lancar. Jika jembatan garam itu berisi NaNO3.

Penjajakan Dilakukan melalui serangkaian tes yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa dan mengeksplorasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang dihubungkan dengan kompetensi yang ingin dicapai. Memandu PBM Penyampaian Materi Dengan Media Komputasi Mendeskripsikan dan Menjelaskan tampilan slide Diskusi (3) Pelaksanaan Tindakan . Rencana Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus tingkat keberhasilannya disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah proses pembelajaran. Skenario Tindakan Dalam penelitian ini. 1. skenario tindakan berlangsung dalam 2 siklus yaitu :  Siklus Pertama Tahap-tahap tindakan yang dilakukan pada siklus pertama ini adalah : (1) Refleksi Awal Peneliti bersama-sama dengan pengamat (guru mitra) menggali permasalahan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia (Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia).c. Dan selanjutnya dilakukan diskusi diantara para peneliti tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut. (2) Penetapan dan Rancangan Tindakan Rancangan tindakan yang akan dilaksanakan peneliti adalah sebagai berikut : Mensetting Kelas. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi : 1.

siswa akan diajak untuk menjelaskan dan mendeskripsikan tampilan .Siklus pertama dilaksanakan selama 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit. dengan rincian sebagai berikut : a. (5) Analisis Data dan refleksi Data hasil monitoring yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Jam ketiga (45 menit). perubahan tingkah laku laku. hanya saja materi yang disampaikan berbeda. yang bertujuan untuk mengetahui apakah skenario yang kita siapkan dan lakukan telah mencapai tujuan seperti pada kompetensi-kompetensi yang ada. akibat serta perubahan apa saja yang harus dilakukan pada siklus kedua ini. cara. Jam pertama (45 menit). maka peneliti dapat melakukan refleksi dimana kelemahan ataupun kelebihan pada siklus pertama dapat diidentifikasi dan dapat diminimalisasi pada siklus selanjutnya. guru mensetting kelas. Dengan demikian. yaitu tentang elektrokimia. salah satu peneliti (guru mitra) menyampaikan materi sifat-sifat koligatif larutan dengan media komputasi. (6) Data dan Cara Pengumpulan Data Hasil Pengamatan Partisipatif Observasi aktivitas di kelas Pengukuran hasil belajar  Cara Pengumpulan Lembar Pengamatan /Observasi Lembar Observasi Lembar Hasil tes Sumber Siswa Siswa Siswa Siklus Kedua Siklus kedua ini dilaksanakan dengan berpegang pada hasil analisis dari kegiatan di siklus pertama. dan teknik pendokumentasian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas. b. yaitu dari bagaimana hasil dan kekurangan langkah dari siklus pertama di atas. Pada siklus kedua ini. tahap-tahap tindakan pada siklus kedua juga sama dengan tahap pada siklus pertama. Sehingga berdasarkan analisis tersebut. c. (4) Monitoring Tindakan monitoring ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. dengan bimbingan guru siswa diajak berdiskusi untuk mengeksplorasi pemikirannya tentang pengamatan terhadap materi yang ditampilkan pada LCD. Jam kedua (45 menit). dengan menggunakan teknik pengamatan dan pencatatan yang meliputi kejadian. sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung dari guru kepada siswa.

-) b. Anggota Peneliti (2 x 5 x Rp 75. Transport ( 3 x 5 x Rp 50.000. Analisis Data dan Refleksi 4.Rp 100. Pelaksanaan Tindakan.Rp 400. Sedangkan pada akhir proses pembelajaran. Rincian jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut : RINCIAN KEGIATAN 1.Rp 750. Honorarium a.- . Ketua Peneliti selama 5 bulan (1 x 5 x Rp 100. Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan. siswa juga diharuskan untuk mengerjakan tes seperti pada siklus ketiga.000.000.Rp 750. Analisis Data dan Refleksi 3.Rp 500. Pelaksanaan Tindakan. Penyusunan Laporan 6.000.-) 2. Pengamatan dan Interpretasi c. Pengamatan dan Interpretasi c. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN Penelitian BULAN KE1 2 3 4 5 1. Tinta Printer c.000. Instrumen Observasi Rp 100. Pelaksanaan Siklus II a. Persiapan 2.000.000. Skenario Tindakan b.-) 3. Kertas 2 rim b. Desember) yang meliputi kegiatan : Persiapan Penelitian. Penggandaan dan Pengiriman Hasil J. I.000.d. Skenario Tindakan b.slide yang disajikan berdasarkan pengamatan dan pemikirannya (eksplorasi pengetahuan siswa). JADWAL PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan selama 5 bulan (Agustus s. Pelaksanaan Siklus I a. Bahan dan alat Penelitian a.000.

DAFTAR PUSTAKA Rp 750. and Pringle.Rp Rp 500. Pembuatan Slide/Animasi f.000. Tersedia : http://www. Model Pembelajaran pada Kurikulum Berbasis Kompetensi.750. [Online].8. January 1999.puskur. PERSONALIA PENELITIAN L. BPG Bandung. (10 Januari 2008) Firman. Departemen PendidikanNasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.Penelitian Tindakan Kelas.Rp 4.. Determining Oxidation-Reduction on a Simple Number Line. Beberapa Pokok Pikiran tentang Pembelajaran Kimia di SLTA. 1. [Online]. Dokumentasi 4. 2000.Rp 500. 2000. Pengumpulan Data 5.com. August 2002. J.500. Pusat Kurikulum Depdiknas. Baharudin. D. Thesis pada Program Pasca Sarjana UPI.000.go.000. Analisis data 6.id.000. Tidak diterbitkan. [Online]..- Rp 1. Penggandaan dan Pengiriman Laporan TOTAL K. Journal of Chemical Education. (15 Januari 2005) Henderleiter. Volume 76 No.400.harryfirman. Tersedia : http://www.Cox and James R.- Rp 10.000.htm.000.Cox.. Makalah pada diskusi Guru Kimia Aliyah Jawa Barat.2001. Seminar untuk 50 orang b. Volume 79 No. Mohamad Nur. 2003.000. H. Penyusunan laporan 7. Sewa LCD e.000.d.- Rp Rp 500.000.L. (31 Juli 2006) . Journal of Chemical Education.- Amy L. Bandung.000. File://F:/Komp/Kimia Komputasi. Seminar dan Penggandaan Laporan Penelitian a. Analisis Kesulitan Siswa pada Pokok Bahasan Reaksi Reduksi-Oksidasi. Effects of Context-Based Laboratory Experiments on Attitudes of Analytical Chemistry Students.000.

BIDANG ILMU : PENDIDIKAN KIMIA C. eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman. Dengan demikian. Mutu pendididikan IPA.. karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas. berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi. sosial dan kepercayaan. ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya. PENDAHULUAN Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik.H. Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam .CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA 05:21 Susilo Tri Atmojo No comments A. efektivitas proses pembelajaran. tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan. Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris. Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi. 2003). verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis. melainkan juga pada modal intelektual. 2000). JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII TERHADAP PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTASI B. kurang upaya untuk melakukan demonstrasi.

Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan. Salah satu penyebab kegagalan siswa dalam proses pembelajaran adalah karena siswa tidak pernah dirangsang untuk mencari. potensi dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar. Disamping itu pembelajaran kedua materi tersebut yang dilakukan selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah dimana dengan materi yang cukup abstrak. Dimana menurut Henderleiter. menemukan. umumnya menjadi beban bagi siswa. dan mengeksplorasi sehingga siswa dapat belajar tidak hanya di sekolah namun juga dapat menggunakan alam semesta. Kemampuan peserta yang bervariasi pada suatu pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang bervariasi. 2000). intelegensi. perlu dicari alternatif model pembelajaran yang dapat meminimalkan beban hafalan dan lebih meningkatkan minat belajar pada siswa. siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia. . yaitu menimbulkan suatu sikap yang positif terhadap sains (ilmu pengetahuan) disamping tumbuhnya jiwa kooperatif serta tanggung jawab pada diri siswa. dan dengan demikian hasil belajar siswa-pun akan meningkat. dari pengamatan langsung inilah siswa dapat menggali sendiri suatu konsep yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran dan bahkan lebih dari itu. Oleh karena itu. lingkungan dan teknologi yang ada di sekitarnya. DL (1999). J dan Pringle.silabus kimia adalah Sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia karena kedua materi tersebut bersifat abstrak (Baharudin. keterampilan. yaitu dengan cara pemanfaatan media komputasi. Kedua materi tersebut merupakan konsep yang selalu ada dalam kurikulum ilmu kimia. Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi adalah umum dijumpai pada suatu proses pembelajaran. Sehingga dengan melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media komputasi ini. Pemanfaatan media komputasi ini pada dasarnya merupakan suatu cara pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pengamatan terhadap materi yang ditampilkan melalui gambar-gambar slide pada layar LCD sehingga siswa dapat terlatih untuk mengeluarkan pendapat berdasarkan pengamatan mereka pada layar LCD.

siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam membangun pemikirannya sendiri tentang materi yang disampaikan melalui pengamatan langsung terhadap tampilan-tampilan slide pada layar LCD b. termasuk siswa yang lamban. khususnya pada pokok bahasan Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia pada siswa Kelas XII-IPA MAN 1 Samarinda. 2. Selama proses pembelajaran berlangsung. Namun tentunya masih memerlukan penjajakan dan pembuktian dalam praktek. Pemecahan masalah di atas terdiri atas beberapa tahap. serta kemungkinan penyempurnaan strategi dan taktik pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.  Siswa akan membangun pemikiran pada dirinya sendiri tentang konsep materi yang disampaikan melalui ilustrasi tampilan slide pada layar LCD. Pemecahan Masalah a. Pada penelitian tindakan kelas ini akan digunakan Strategi Pembelajaran Kognitif Aktif : Dimana pada proses pembelajaran kimia yang dilakukan akan digunakan media komputasi tentang Ilustrasi Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia. PERUMUSAN MASALAH 1. c. Maka rumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimana penerapan strategi pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Mengambil kesimpulan. Perumusan Masalah Masalah yang diidentifikasi pada bagian pendahuluan adalah menemukan strategi pembelajaran untuk memecahkan permasalahan yang dapat meningkatkan atau mengembangkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada umumnya dan pembelajaran materi Sifat-sifat Koligatif dan Elektrokimia pada umumnya.D. . yaitu :  Siswa diajak terlibat aktif pada saat guru menyampaikan pembelajaran dengan media komputasi. Indikator Keberhasilan dari tindakan yang dilakukan adalah :  Siswa mampu belajar aktif dan memposisikan dirinya dengan baik dan tepat dimana ia telah mempunyai bekal pengetahuan sendiri dan penguasaan tertentu terhadap suatu konsep (bukan hanya bersumber pada guru).   Siswa diajak berdiskusi. Oleh karena itu diperlukan hasil dari suatu penelitian berbentuk tindakan menjalankan skenario pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi.

G. Penelitian Tindakan Kelas .   Meningkatkan kemampuan Guru dalam pemanfaatan media komputasi. 2.  Sebagai salah satu informasi bagi guru tentang salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan pemanfaatan media komputasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia.  Siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Kemampuan siswa untuk mendefinisikan. tetapi juga sebagai pencari ilmu sehingga dapat menguasai konsep ilmu yang hendak dicapai dengan mudah dan terekam lama dalam memorinya.  Kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam mendiskripsikan dan memecahkan masalah. TINJAUAN PUSTAKA 1. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah : 1. mendeskripsikan dan menggambarkan ilustrasi dari konsep materi yang telah disampaikan. Untuk siswa  Menarik minat siswa terhadap pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. E. Mengeksplorasi kemampuan Guru untuk melakukan penelitian tindakan terhadap segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dalam proses belajar-mengajar di ruang kelas. MANFAAT PENELITIAN Hasil dari penelitian tindakan ini diharapkan dapat :  Diperoleh output pembelajaran (dalam hal ini siswa) yang bukan hanya sebagai penerima ilmu. F.  Dapat mengeksplorasi pemikiran dan mendiskripsikan suatu konsep materi berdasarkan hasil pengamatan ilustrasi slide pada layar LCD. Untuk Guru  Meningkatkan kemampuan Guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal.

Komputasi sebenarnya dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Pembelajaran berarti partisipasi guru bersama siswa dalam membentuk pengetahuan. 2. Berfikir yang baik lebih penting daripada mempunyai cara berfikir yang baik. serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran itu dilakukan.Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research adalah suatu penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik pendidik yang mereka lakukan sendiri (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut dan (c) situasi ditempat praktik itu dilaksanakan. Sedangkan kimia komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem banyak molekul seperti gas. berarti cara berfikirnya dapat digunakan untuk menghadapi suatu fenomena baru.memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. mencari kejelasan. dan kristal cair). Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa. momen dipol. dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata. Siswa yang sekedar menemukan jawaban benar belum pasti dapat memecahkan persoalan baru karena mungkin ia tidak mengerti bagaimana menemukan jawaban itu. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di ruang kelas dan dikenal juga dengan nama Classroom Action Research. kereaktifan. cairan. melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.Nur. bersikapkritis dan mengadakan justifikasi. akan dapat menemukan pemecahan dalam menghadapi persoalan yang lain. Pembelajaran dengan Media Komputasi Menurut von Glaserfeld. Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya). pembelajaran adalah membantu seseorang berfikir secara benar dengan membiarkan berfikir sendiri. Sedangkan menurut Stephen Kemmis (1983). membuat makna. energi dan selisish energi. dimana idenya pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946. padatan. pembelajaran adalah suatu bentuk belajar sendiri. muatan. Jadi. .

serta peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di tingkat atom dan molekul.05 mol Massa pelarut = 200 gr = 0.05/0.2. Fraksi Mol (X) Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. dengan rumusan : M = n/V Pada pembahasan sifat koligatif. Pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit. Dan jika dinyatakan dalam gram : m = n x 1000/p.proses denaturasi protein).2 kg Molalitas = 0.kg-1 b.25 mol. n = jumlah mol zat terlarut dan p = massa pelarut (dalam kg). Konsentrasi Larutan Salah satu cara menyatakan konsentrasi larutan adalah kemolaran (M). 3. Sifat-Sifat Koligatif Larutan 3.frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya. Satuan kemolaran adalah mol/L. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut. Jika mol zat pelarut adalah nA dan jumlah mol zat terlarut adalah nB.2 = 0. perubahan fasa. Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis. maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah : XA = nA XB = nB = n/p mol urea = 3 gr/ 60 nA + nB nA + nB dimana : XA + XB = 1 3. Contoh soal : Berapa kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gr urea dalam 200 gr air ? Jawab : = 0. digunakan dua jenis konsentrasi yang lain yaitu : a. Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga untuk bidang-bidang tumpang tindih antara ilmu komputer dan kimia (Wikipedia). Kemolalan (m) Menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg pelarut.1. dimana m = kemolalan. . Jadi kemolalalan dinyatakan dalam mol/kg dengan rumusan : m = n/p.

penurunan titik beku (ΔTb) dan tekanan osmotik (π). sehingga jumlah partikel menjadi lebih sedikit dari yang diperkirakan. meski jumlah mol zat terlarutnya sama. misalnya Zn(NO3)2. Ada 2 macam sel elektrokimia.1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang berbeda dengan larutan 0. energi listrik diubah menjadi energi kimia. Dalam sel elektrolisis. Perpindahan elektron dari anoda ke katoda dapat kita manfaatkan sebagai sumber arus listrik. kenaikan titik didih (ΔTb). sebatang logam tembaga (katoda) dicelupkan pada larutan garam Zn2+. reaksi redoks akan menghasilkan arus listrik. Pada reaksi redoks berikut : Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) Seng bertindak sebagai anoda (mengalami oksidasi) dan tembaga bertindak sebagai katoda (mengalami reduksi). yaitu sebagai berikut : Mula-mula disediakan 2 wadah yang masing-masing disebut setengah sel. Dengan perkataan lain. dengan merancang suatu sel volta (sel galvani). Jadi. dikembangkan oleh Sir Humphry Davy dan Michael Faraday dari Inggris. Istilah koligatif berasal dari bahasa Latin yang berarti kolega atau kelompok. Contohnya : Larutan 0.. Dalam wadah lain. yang dikembangkan oleh Alessandro Volta dan Luigi Galvani dari Italia. Elektrokimia 4. Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap (ΔP). 4. Zat terlarut dengan jumlah mol yang sama tidak selalu menghasilkan jumlah partikel yang sama di dalam larutan. arus listrik akan menghasilkan reaksi redoks. (2) Sel Elektrolisis. sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit. Dalam satu wadah. jumlah partikel di dalam larutan akan lebih banyak karena zat elektrolit terurai menjadi ion-ion. Adakalanya beberapa molekul atau partikel zat terlarut mengelompok. . Contoh sel elektrolisis adalah penyepuhan logam dan penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2. Sel Volta Salah satu aplikasi dari prinsip-prinsip reaksi redoks adalah sel-sel elektrokimia. Dalam sel volta.2 mol urea dalam 1 kg air. yaitu sel-sel tempat energi kimia diubah menjadi energi listrik atau sebaliknya. Contoh sel volta adalah sel baterai dan sel aki. Jadi. Tetapi larutan 0. sebatang logam seng(anoda) kita celupkan pada larutan garam Zn2+. yaitu sebagai berikut : (1) Sel Volta (sel Galvani). energi kimia diubah menjadi energi listrik. Di lain pihak.1. khususnya untuk larutan elektrolit.1 mol glukosa dalam 1 kg air.melainkan hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang sama dengan larutan 0.

Kemudian logam seng dan logam tembaga dihubungkan oleh suatu rangkaian kawat yang dilengkapi switch dan voltmeter(untuk mengukur tegangan). ion Na+ akan menuju ke katoda untuk menetralkan muatan negatif.menuju ke anoda untuk menetralkan muatan positif. terjadi reduksi : elektron yang terlepas akan ditangkap oleh Cu2+ dari larutan. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MAN 1 Samarinda Kalimantan Timur dengan melibatkan dua pengamat ( guru kimia dan kepala sekolah) di sekolah tersebut. Jadi. dan ion NO3. Untuk menjaga kenetralan larutan.misalnya Zn(NO3)2. Selanjutnya akan telihat bahwa seng (anoda) secara spontan mengalami oksidasi menjadi Zn2+ yang masuk ke dalam larutan. jembatan garam mensuplai ionion. Jadi. Pada permukaan tembaga. lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut. Jika jembatan garam itu berisi NaNO3. sebatang logam tembaga (katoda) kita celupkan pada larutan garam Cu2+. sehingga terbentuk endapan tembaga. b. Indikator Keberhasilan Keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa. Dalam wadah lain. Seandainya tidak ada jembatan garam. aliran elektron melalui kawat akan terhenti.Jika semua logam seng telah melarut atau ion Cu2+ sudah mengendap semua. sehingga aliran elektron dari anoda ke katoda tetap lancar. yaitu : . yaitu tabung berbentuk huruf U yang berisi NaNO3 atau KCl dalam gelatin. kedua larutan senantiasa netral. sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. Aliran elektron ini menimbulkan arus listrik yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan. misalnya Cu(NO3)2. lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut. Adapun larutan Zn2+ dan larutan Cu2+ dihubungkan oleh suatu “jembatan garam”. sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. Dengan bantuan jembatan garam. Perpindahan elektron dari anoda ke katoda menyebabkan larutan di anoda bermuatan positif(karena bertambahnya Zn2+) dan larutan di katoda bermuatan negatif (karena berkurangnya Cu2+). sebab larutan di anoda menolak kedatangan Zn2+ dan larutan di katoda menahan kepergian Cu2+. H. maka dalam bahasa sehari-hari kita katakan bahwa sel volta ”baterainya sudah habis” dan harus diganti dengan sel volta yang baru. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui rangkaian kawat menuju tembaga(katoda). METODE PENELITIAN a.

Dan selanjutnya dilakukan diskusi diantara para peneliti tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut. Kemampuan menghitung konsenrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol) 1. Penjajakan Dilakukan melalui serangkaian tes yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa dan mengeksplorasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang dihubungkan dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kemampuan menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit 2. 1.1. Rencana Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus tingkat keberhasilannya disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah proses pembelajaran. Kemampuan untuk menjelaskan bagaimana energi listrik dapat dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta. (2) Penetapan dan Rancangan Tindakan Rancangan tindakan yang akan dilaksanakan peneliti adalah sebagai berikut : . c. Skenario Tindakan Dalam penelitian ini. Kemampuan menggambarkan susunan sel Volta atau sel Galvani dan menjelaskan fungsi tiap bagiannya 3. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi : 1. skenario tindakan berlangsung dalam 2 siklus yaitu :  Siklus Pertama Tahap-tahap tindakan yang dilakukan pada siklus pertama ini adalah : (1) Refleksi Awal Peneliti bersama-sama dengan pengamat (guru mitra) menggali permasalahan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia (Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia).

yang bertujuan untuk mengetahui apakah skenario yang kita siapkan dan lakukan telah mencapai tujuan seperti pada kompetensi-kompetensi yang ada. salah satu peneliti (guru mitra) menyampaikan materi sifat-sifat koligatif larutan dengan media komputasi. dengan bimbingan guru siswa diajak berdiskusi untuk mengeksplorasi pemikirannya tentang pengamatan terhadap materi yang ditampilkan pada LCD. maka peneliti dapat melakukan refleksi dimana kelemahan ataupun kelebihan pada siklus pertama dapat diidentifikasi dan dapat diminimalisasi pada siklus selanjutnya. (4) Monitoring Tindakan monitoring ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Memandu PBM Penyampaian Materi Dengan Media Komputasi Mendeskripsikan dan Menjelaskan tampilan slide Diskusi (3) Pelaksanaan Tindakan Siklus pertama dilaksanakan selama 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit. dengan rincian sebagai berikut : a. c. (6) Data dan Cara Pengumpulan Data Hasil Pengamatan Partisipatif Observasi aktivitas di kelas Pengukuran hasil belajar Cara Pengumpulan Lembar Pengamatan /Observasi Lembar Observasi Lembar Hasil tes Sumber Siswa Siswa Siswa . dan teknik pendokumentasian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas. Jam kedua (45 menit). cara. b. dengan menggunakan teknik pengamatan dan pencatatan yang meliputi kejadian. sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung dari guru kepada siswa.Mensetting Kelas. Jam ketiga (45 menit). (5) Analisis Data dan refleksi Data hasil monitoring yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Jam pertama (45 menit). perubahan tingkah laku laku. guru mensetting kelas. Sehingga berdasarkan analisis tersebut.

000. Pelaksanaan Siklus I a. Pengamatan dan Interpretasi c. yaitu dari bagaimana hasil dan kekurangan langkah dari siklus pertama di atas. Penggandaan dan Pengiriman Hasil J. Persiapan 2. Skenario Tindakan b. Skenario Tindakan b.000. Honorarium a. Dengan demikian. Pelaksanaan Siklus II a. Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan. JADWAL PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan selama 5 bulan (Agustus s. Ketua Peneliti selama 5 bulan (1 x 5 x Rp 100. I. Pelaksanaan Tindakan. Siklus Kedua Siklus kedua ini dilaksanakan dengan berpegang pada hasil analisis dari kegiatan di siklus pertama. hanya saja materi yang disampaikan berbeda.d. akibat serta perubahan apa saja yang harus dilakukan pada siklus kedua ini. Analisis Data dan Refleksi 4. PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN Penelitian BULAN KE1 2 3 4 5 1.-) Rp 500. tahap-tahap tindakan pada siklus kedua juga sama dengan tahap pada siklus pertama. yaitu tentang elektrokimia. siswa juga diharuskan untuk mengerjakan tes seperti pada siklus ketiga. Pelaksanaan Tindakan.- . Rincian jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut : RINCIAN KEGIATAN 1. Pada siklus kedua ini. Penyusunan Laporan 6. siswa akan diajak untuk menjelaskan dan mendeskripsikan tampilan slide yang disajikan berdasarkan pengamatan dan pemikirannya (eksplorasi pengetahuan siswa). Desember) yang meliputi kegiatan : Persiapan Penelitian. Sedangkan pada akhir proses pembelajaran. Analisis Data dan Refleksi 3. Pengamatan dan Interpretasi c.

400. Dokumentasi 4. Determining Oxidation-Reduction on a Simple Number Line.- Rp 1. 1. Seminar dan Penggandaan Laporan Penelitian a. (10 Januari 2008) Firman.Rp 750.b. Thesis pada Program Pasca Sarjana UPI.000.000. Transport ( 3 x 5 x Rp 50.000. Bahan dan alat Penelitian a.000.8.Rp 750. January 1999.Rp 4..- Amy L.Rp 100.. August 2002. Pengumpulan Data 5. Tidak diterbitkan.-) 3. Beberapa Pokok Pikiran tentang Pembelajaran Kimia di SLTA. [Online].000. .000. Pembuatan Slide/Animasi f.000. Seminar untuk 50 orang b.000. Volume 79 No.htm. (15 Januari 2005) Henderleiter. Departemen PendidikanNasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2000.Rp 750. PERSONALIA PENELITIAN L.harryfirman. 2000. Tinta Printer c. [Online].Penelitian Tindakan Kelas. Effects of Context-Based Laboratory Experiments on Attitudes of Analytical Chemistry Students. D. Baharudin.750. Mohamad Nur.Cox and James R.2001. Bandung.Rp 100.-) 2.000. Anggota Peneliti (2 x 5 x Rp 75. Penyusunan laporan 7.500.000.000.Rp 500. DAFTAR PUSTAKA Rp Rp 500.Rp Rp 500. H. Instrumen Observasi d.000.000.- Rp 10. J. Tersedia : http://www. File://F:/Komp/Kimia Komputasi.000. Analisis data 6.Cox. and Pringle.000. Kertas 2 rim b. Penggandaan dan Pengiriman Laporan TOTAL K.000. Journal of Chemical Education.Rp 400.L. Analisis Kesulitan Siswa pada Pokok Bahasan Reaksi Reduksi-Oksidasi. Sewa LCD e.000..com. Volume 76 No.000. Journal of Chemical Education. Makalah pada diskusi Guru Kimia Aliyah Jawa Barat. BPG Bandung.

[Online].puskur. (31 Juli 2006) . Model Pembelajaran pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. Tersedia : http://www.id.Pusat Kurikulum Depdiknas. 2003.go.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.