KALSIT

3.2. PENGERTIAN KARST Karst adalah bentuk bentang alam pada batuan karbonat yang bentuknya sangat khas berupa bentuk bukit, lembah dolina dan goa Sedangkan pengertian kawasan karst adalah kawasan batuan karbonat (batu gamping dan dolomite) yang memperlihatkan morfologi karst Pada umumnya batuan karbonat (mengandung CaCo) mudah mengalami proses pelarutan karena adanya reaksi kimia dengan air hujan yang bersifat asam. Proses pelarutan yang terus menerus membentuk bentang alam eksokarst yang terbentuk di permukaan dan memiliki fenomena yang khas yaitu : karen atau lapies ( lubang lubang pada batuan hasil pelarutan), bukit kerucut (conical hill ),

lembah diantara bukit bukit kerucut (dolina), telaga karst, sungai periodik yang berujung pada mulut goa (swalow hole) dan lembah - lembah tidak teratur yang buntu (blind valley) selanjutnya proses pelarutan berkembang ke bawah permukaan menghasikan bentuk batuan di bawah permukaan (endokarst) proses tersebut menghasikan jaringan lorong lorong yang komplek dengan jenis dan ukuran bervariasi dan membentuk sistem sungai bawah tanah.

3.3.

ISU – ISU PEMANFAATAN KAWASAN KARST Keterbatasan pemahaman akan (kawasan) karst dan kepentingan jangka pendek menjadi

penyebab munculnya berbagai aktivitas masyarakat yang cenderung menyebabkan penurunan fungsi dan kelestarian kawasan karst. Beberapa penyebab kerusakan yang terjadi di kawasan karst dapat teridentifikasi antara lain:

Pembakaran batu gamping yang sangat meningkat seiring dengan peningkatan masyarakat akan batu kapur

 

Pengambilan fosfat,guano,mineral kalsit,stalagit/ stalagmite dari goa-goa sebagai pupuk alternatif Penambangan batu gamping dalam skala besar untuk bahan baku pabrik semen, untuk memperbaiki keasaman lahan pertanian di daerah gambut

 

Kegiatan penambangan liar Pengambilan tidak terkendali untuk keperluan pembuatan limekarbonat

Jenis tanah vulkanis laterit. juga berbagai jenis tanaman pangan (seperti padi dan palawija) dapat tumbuh di zona ini. Zona ini berada pada ketinggian 200-700 dpl. 4. Dan lain sebagainya Dampak langsung dari aktivitas pemanfaatan kawasan karst yang tidak terkendali akan menyebabkan menurunnya fungsi alami kawasan karst. Zona ini berada pada ketinggian 150 – 200 meter dpl. Smein. dengan bantuan induknya berupa dasit dan andesit. Kabupaten Gunung Kidul memiliki keunikan topografi. memiliki lapisan tanah yang relatif tebal dengan tingkat kesuburan yang lebih baik daripada zona lainnya. Bagian utara. Hilangnya atau rusaknya laboratorium alam untuk kemajuan ilmu pengetahuan tentang karst. Secara administrasi. disebut sebagai : Zona Ledok Wonosari. Yang lebih parah mengerikan lagi adalah upaya pemanfaatan kawasan karst yang tidak bertanggungjwab menyebabkan semakin rusaknya lahan pertanian. dan hidrologi yang berbeda. Hilangnya sumber air atau rusaknya tata air akibat pemanfaatan kawasan karst yang dilakukan tanpa memperhitungkan aspek kelestarian lingkungan.36 kilometer persegi. dengan topografi pegunungan. yaitu : 1. Bagian tengah. 2. topografi datar sampai sedikit bergelombang. yang mengalirkan air sepanjang tahun) kedalaman air tanah berkisar antara 6 – 12 meter. KAWASAN KARST GUNUNG KIDUL DAN KEARIFAN LOKAL Gunung Kidul adalah salah satu dari 5 kabupaten dan 1 kota yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hilangnya atau rusaknya potensi ekonomi akibat rusaknya habitat walet. Luas wilayah mencapai hampir seluruh luas Provinsi DIY. 3. Di zona ini masih dijumpai adanya sungai di atas permukaan tanah (antara lain Sungai Oya. dan bersifat intermitten. Beberapa contoh dampak yang akan timbul antara lian: 1. yaitu kurang-lebih 1. 3. disebut sebagai : Zona Batur Agung. Nglipar. terbagi menjadi 3 (tiga) zona yang memiliki karakter topografi.sriti dan kelelawar. morphologi.4. Gedangsari. Ngawen. Banyak dijumpai sungai di atas permukaan tanah. Hampir semua jenis tanaman tahunan. pada sisi utara dan barat memiliki lereng yang terjal. Beberapa kawasan di zona ini termasuk kategori rawan bencana alam longsor dan beberapa tempat potensial terkena banjir dari luapan Sungai Oya. Air tanah dapat .485. 2. zona ini meliputi : Kecamatan Patuk. dan Ponjong bagian utara.

Karang Mojo. mengandalkan suplai air dari sumur bor.diketemukan pada kedalaman 5 – 25 meter. serta tanaman tahunan (termasuk buah-buahan. Gambar DAM Kawasan Karst Gunung Kidul . atau mata air di beberap sungai (tanaman satrenan). Secara administrasi zona ini meliputi : Kecamatan Playen. Bahkan di beberapa lokasi dapat dilakukan budidaya tanaman sayuran pada musim kemarau. Tanaman pangan tadah hujan (padi dan palawija). Wonosari. Ponjong bagian tengah. khususnya mangga) dapat tumbuh dengan baik di zona ini. dan Semanu bagian utara.

Semanu bagian selatan. adat istiadat. yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. sehingga produktivitas relatif rendah. akan berkembang menjadi nilai-nilai yang dipegang teguh. Pada zona ini sering mengalami bencana kekeringan. dan Ponjong bagian selatan. Saptosari. Dengan pelembahan yang relatif sempit). disebut sebagai : Zona Gunung Sewu. Pada sisi lainnya. upaya pelestarian lingkungan hampir dapat dikatakan tidak bersentuhan dengan teknologi. dapat bersumber dari nilai-nilai agama. ketela dan palawija lainnya. Tanaman pangan hanya dapat diusahakan di musim penghujan dengan hasil yang kurang baik. nangka dan lain sebagainya. kapuk randu. yang berbasis kearifan lokal diantaranya adalah : . mahoni. Kondisi ini menyebabkan penduduknya sulit mengembangkan kegiatan usaha di sektor pertanian. yang disebut sebagai kebudayaan (budaya). Diperkirakan terdapat 260. Secara administrasi zona ini mencakup : Kecamatan Panggang. petuah nenek-moyang. mahoni. jati. baik pada skala kecil (rumah tangga). istilah lokal). petai. nyaris memenuhi zona ini. Tanaman buah yang cukup cocok dibudidayakan adalah : mangga dan srikaya (srikaya tidak dibudidayakan secara khusus). tetapi mengandalkan kearifan lokal yang sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu. Tepus. seperti : mangga.3. akasia. Beberapa kegiatan penduduk yang ditujukan untuk pelestarian lingkungan. dan muncul kembali di kawasan pantai selatan. atau budaya setempat. topografi berbukit-bukit (terdapat 60.000 jiwa yang mendiami zona ini selalu mengalami kekurangan air setiap tahun. dan ternyata cukup efektif dalam mengerem lajunya penurunan kualitas lingkungan. Zona ini berada pada ketinggian 100 – 300 meter dpl. kelapa di beberapa lokasi di pesisir. terutama tanaman tahunan seperti : jati. Penduduk setempat berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan lahan karst yang ada untuk dibudidayakan. Paliyan. tanpa menyisakan kawasan pedataran). Jenis tanah dominan tanah kapur. Bagian selatan. Rongkop. Perilaku yang bersifat umum dan berlaku di masyarakat secara meluas. randu. Beberapa alur sungai yang muncul ke permukaan. Sangat sulit dijumpai sungai di atas permukaan tanah. kemudian masuk lagi ke dalam permukaan tanah melalui gua (atau luweng. Jenis tanaman yang dapat tumbuh.000 bukit berjajar. sonokeling. baik dengan tanaman musiman : padi. maupun dengan tanaman tahunan. turuntemurun. dengan ketebalan yang relatif tipis. Air tanah dapat diketemukan pada kedalaman 60 – 120 meter atau lebih. Kegiatan usaha lainnya adalah usaha penambangan batu gamping. dan miskin unsur hara. Kearifan lokal (local wisdom) merupakan perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Dinding telaga dari batu kapur ini berfungsi untuk mengurangi laju sedimentasi untuk mempertahankan umur telaga. jagung. palawija. Lahan tipis yang tertahan.  Proses terbentukan karst juga memunculkan bentang alam berupa cekungan-cekungan.  Di Gunung Kidul. Pada musim penghujan cekungan ini akan berfungsi menjadi telaga. dipergunakan untuk budidaya tanaman pangan (padi. Cara dan waktu pengambilan (memanen) sarang walet yang sembarangan akan menyebabkan walet enggan untuk tinggal dan bertelur lagi.. terutama di daerah pantai yang bertipe curam dan hampir tegak lurus. Telaga inilah yang menjadi andalan simpanan air bagi penduduk setempat. Tindakan yang arif. apalagi pada musim kemarau. Di sanalah burung walet biasanya membuat sarang untuk bertelur. Kearifan lokal yang dihidupkan oleh masyarakat di Desa Jepitu. adalah dengan melakukan pembuatan benteng keliling bibir telaga sesuai dengan kedalaman telaga. ketela. sementara garis konturnya (jawa: galengan) ditanami tanaman tahunan seperti jati.sirsak. Goa-goa tersebut menjadi habitat yang baik bagi berkembang-biaknya burung walet. Resiko kesulitan air di musim kemarau. meskipun bercampur batuan berserak. srikaya. membuka kesadaran masyarakat (baca : petani karst) untuk mengakali agar lapisan tanah tidak habis tergerus air hujan. Bentuk kearifan lokal ini ternyata dapat mengendalikan laju erosi mempertahankan lapisan tanah yang ada. dan menjaga volume telaga agar relatif konstan. banyak dijumpai adanya goa-goa alami sebagai hasil proses karstifikasi. tumbuhan seperti ini sebetulnya memiliki kemampuan menyimpan (menahan) air yang meresap ke dalam tanah (memperbaiki fungsi hidrologi). Bentang alam yang berupa perbukitan dan jenis tanahnya yang mudah tererosi. sangat jarang dijumpai tumbuhan yang besar rimbun dan umurnya mencapai puluhan tahun. kadangkadang menjadi konsekuensi yang sangat mereka sadari. Burung walet sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya. adalah mengatur masa panen secara ketat dan setiap kali panen akan dilaksanakan sebuah . Hampir semua kebutuhan air dipenuhi dari telaga tersebut.  Pada lahan karst yang tipis dan miskin unsur hara. diseling dengan rumput kalanjana untuk pakan ternak.  Pemilihan lokasi permukiman penduduk asli (yang sudah turun –temurun hidup di kawasan karst) yaitu di atas lahan berbatu dengan lapisan tanah yang tipis adalah bentuk pertimbangan kearifan lokal dengan pertimbangan ekonomi sederhana. menggunakan batu gamping yang banyak tersedia. sekaligus berperan menjadi saringan muatan padat aliran air yang masuk telaga. tererosi bersama aliran permukaan air hujan dengan membuat terasering yang jatuh. sekaligus menjadi dinamika kehidupan mereka sehari-hari. dll).

Gambar Stalagnit & Stalagtit Kawasan Karst Gunung Kidul Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah seyogyanya dilakukan penerapan kriteria kawasan karst kelas I-II-III sehingga diperoleh kejelasan dalam penetapan kawasan karst yang dapat ditetapkan sebagai kawasan lindung. dan kegiatan apa saja yang diperbolehkan serta kegiatan apa saja yang dilarang.upacara ritual tertentu. . Cara ini ternyata cukup baik dalam menjaga sarang walet yang ada agar tetap lestari.

dan bahan bangunan.485. batu pasir-tufan. serta kaolin dan feldspar. melalui kebiasaan baik yang telah turun-temurun dari generasi ke generasi untuk memelihara kehidupan penduduk yang harmonis dengan lingkungannya. zona tengah (Ledok Wonosari).5. telah diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11 tahun 2003 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian (dalam LAMPIRAN).I. Salah satu upaya pengendalian kerusakan fungsi lingkungan pada ekosistem karst Kabupaten Gunungkidul adalah penataan dan penertiban kegiatan usaha pertambangan. Pada kawasan karst ini menyimpan berbagai potensi. batugamping kalkarenit. Zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu) merupakan salah satu diusulkan menjadi kawasan konservasi. dengan tetap memperhatikan kaidah atau arahan dalam rencana tata ruamg yang berlaku. Kegiatan usaha pertambangan bahan galian di Kabupaten Gunungkidul saat ini oleh rakyat dan beberapa pengusaha. batugamping keras (bedhes) putih. Bahan galian potensial yang terdapat di zona utara dan tengah meliputi : batupasir tufan. Dalam rangka mewujudkan kegiatan usaha pertambangan yang berwawasan lingkungan. baik di zona utara (Perbukitan Baturagung). zeolit. breksi batuapung. dengan prinsip : “memanfaatkan tanpa merusak. telaga.Kearifan lokal diperlukan dalam membantu upaya pengendalian pemanfaatan kawasan karst. gua. batu pasir. kerajinan. batupasir urug. yang dikelompokkan menjadi 12 kelompok bahan galian tambang. dan zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu). Keberadaan bahan tambang berdasarkan jenis bahan tambang di Kabupaten Gunungkidul terdiri atas : andesit porfir. Jenis bahan galian tersebut mempunyai potensi dan prospek yang baik. POTENSI PERTAMBANGAN DAN BAHAN GALIAN Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah kabupaten di provinsi D. membangun tanpa mengahancurkan”. 3. Potensi pertambangan bahan galian terdapat hampir seluruh kecamatan tersebut. dan mineral (bahan tambang). .36 km2 yang terdiri atas 18 Kecamatan. antara lain : air sungai bawah tanah. keanekaragaman hayati. terutama untuk mendukung kegiatan industri. Secara bertahap kegiatan usaha pertambangan bahan galian diarahkan ke zona utara dan tengah.Yogyakarta dengan luas 1.

Cadangan 1. Desa Sawahan . lempung hasil lapukan tras.618.5 m.166 m3. Sebagai tepung kalsium karbonat Luas sebaran 35 Ha dengan total cadangan 6. Kecamatan Ponjong Batugamping Desa Kenteng Luas sebaran 400 Ha dengan total cadangan 17. Untuk pembuatan batu akik. lempung. lempung hasil lapukan batu gamping. Luas sebaran ± 4 Ha. Bahan industry gelas. tekstil dan pasta gigi. kalkarenit. fibre glass. kalkarenit halus. Secara lebih jelas dan terinci jenis bahan galian. bahan dasar tapal gigi. batugamping nonklastik lunak (keprus).08 Ha.batu pasir kuarsa gampingan. Bahan baku industry semen. kalkarenit kasar.525 m3 dengan faktor kesalahan sebesar 40%. kaolin. Desa Sawahan Kalsedon Dusun Plarung.916. lokasi dan cadangan dan bahan galian tersebut diperlihatkan pada tabel berikut : Tabel 3. Gunung Kidul. di Kecamatan Ponjong dan Kecamatan Rongkop Kab. tahun 1992 Kecamatan Semin Bahan Galian Kaolin Lokasi Kampung Jetak. kosmetik.2. tinta.667 m3. DIY. lempung hasil lapukan bedhes.571 m3. Tras Dusun Sawur. Pemetaan Mikro Bahan Galian Golongan C.885 Ha dengan ketebalan rata-rata 6. pupuk.747. tras dan zeolit. kalsilutit. lempung hasil lapukan kalkarenit. Desa Karangsari Keterangan Luasan 26. nonklastik keras (bedhes). sebagai kapur tohor Total cadangan 8000 m3 dengan luasan ± 0. Total cadangan 129. Desa Sawahan Pasir Kuarsa Dusun Tengger. Manfaat sebagai salah satu bahan dalam industry bata tahan api.

770 m3.437 ton) Penyebaran seluas 38.866 m3 (52. tinta pemutih. dusun watutumpang. sebagai kapur tohor. Pemetaan Mikro Bahan Galian Golongan C. pandak desa sampang Dusun sepat.532 ton) Bentonit (batulempung) Batupasir tufan Desa beji. Dengan lokasi penambangan di dusun krebet.Kecamatan Rongkop Batugamping Desa Pucung Luas sebaran ± 200 Ha dengan total cadangan 17. Dati II. Desa oro-oro Keterangan Penyebaran bahan galian seluas 29. Gunung Kidul. nglanggran dan karanganyar.530540 m2 dengan .500 m2 dengan cadangan teridentifikasi 131.117. sampan dan serut.418. batulempung (bentonit).022. jaten.081 m3 (372. Kalsit Desa Pucung Luas sebaran ± 200 Ha dengan total cadangan 903. Tabel 3.489. bahan dasar dalam industry pasta gigi. Dusun sepat. batulanau tufaan dan tuff. Dengan penyebaran seluas 876.725 m3. oro-oro. kaligesing desa Breksi batu apung Berselingan dengan batupasir tufaan kerikilan. kayoman. ngleri. DIY tahun 1994/1995 Kecamatan Patuk Bahan Galian Breksi andesit Lokasi Desa putat. gembyong desa oro-oro.400 ton) Merupakan sisipan pada breksi batuapung dengan ketebalan 5-35 cm. terbah. Bahan baku industri semen.327 m2 dan cadangan teridentifikasi 219.444. gembyong.531. desa serut. di Kab. Penyebaran seluas 17.172. ngleri.750 m2 dengan cadangan teridentifikasi 35. bahan dasar tapal gigi.250 m3 (298.3. dusun semilir. Bahan pemutih dalam industry kertas. alas ombo. putat.

alasombo desa terbah 30. jambon desa terbah 48.terbah.458. cadangan teridentifikasi: . gembyong desa oro-oro. dusun serut.500 ton) . Keterangan Hasil pelapukan batugamping klastik yang kadang terdapat campuran pasir dan kerikl. logandeng.424. Pemetaan Mikro Bahan Galian Golongan C.4.Dusun pudak. jaten desa terbah 44. getas. DIY tahun 1994/1995 Kecamatan Playen Bahan Galian Lempung (tanah liat) Lokasi Desa gading.752.790 ton) Tabel 3. plembutan.000 m3 (61. Dati II.000. Gunung Kidul. belang.322.Dusun kaligesing.625.Dusun sepat. di Kab.000 ton) .000 m3 (42. .916 m3 (67.

Dusun ngangkruk.25 – 4. lempung pasiran.563 ton) .Dusun wonolagi. terdapat di dasar gua.714 m3 (315. karbonatan berlapis.Dusun beji.834 ton) Luas penyebaran 625 m2 dengan cadangan teridentifikasi 66 m3 (165 ton) Coklat kekuningan.7 m. Fosfat Kecamatan Paliyan Bedhes merah Sebelah utara dusun nambran desa karangasem Penyebaran seluas 1.345 m3 (6. desa bandung 300.000 ton) untuk genteng .930 ton) Kecamatan Panggang Silika gampingan (watu lidang) Dusun wuni desa giricahyo Berupa lensa pada bedhes dengan panjang sekitar 75 m tebal 4 m. 150.000 m3 (255.bandung.200 m3 (2. menempati sepanjang sungai oyo dan setempat-setempat di sungai ngalang dan prambutan Gua sengok. banaran 4. dusun wanalagi desa ngleri. dusun sengok desa getas Penyebaran seluas 32.510 m3 (15. Luas areal 300 m2 dengan cadangan teridentifikasi 1.328 m2 dengan cadangan teridentifikasi: .714 ton) .Dusun beji.151 ton) .635 ton) .550.000 ton) Untuk lempung di dusun ngrunggo selain untuk genteng juga utk gerabah. gading 3.000 m3 (510.636 m3 (9. Luas penyebaran 24. Batupasir Dusun beji desa gading.208 m3 (11.214 ton) .302 m2 dengan cadangan teridentifikasi 6.400 m2. ngawu playen dan Mempunyai ketebalan 1.975 m3 (15. desa gading 185. gading 2. sedangkan cadangan teridentifikasi yang layak ditambang : . dusun banaran desa banaran.Dusun sayangan.Dusun banaran. desa gading. ngleri 5.Dusun wero.

952 ton) Penyebaran seluas 4.300 m2 dengan cadangan teridentifikasi 10. Patuk. DIY tahun 1994/1995 Gabungan Kec. Barat laut Kec. Pemetaan Mikro Bahan Galian Golongan C.329. Panggang bag.458.250 m2 dengan cadangan teridentifikasi 37. Playen bag. Kalkarenit kasar Kec. Playen bag. Di dusun nambran desa karangasem. dusun selang desa monggol. Paliyan bag. Kec. Barat dan utara Kalkarenit halus Keprus Kec. Utara dan Kec.250.666 m3 ( 64.510. Selatan dan Kec. di Kab. Gunung Kidul.800 m2 dengan cadangan teridentifikasi 24.607. Dati II.847 m3 (43.360 m2 dengan cadangan teridentifikasi 35.060.250 m2 dengan cadangan teridentifikasi 1.926 ton) Penyebaran seluas 269.679.886 m3 ( 61.5.utara.506.985. Paliyan dan Panggang Bahan Galian Kalsilutit Lokasi Kec. Paliyan dan Panggang Bedhes Kec.329 ton) Penyebaran seluas 23. Paliyan bag. Paliyan dan Kec.701 m3 (3.061. Panggang Lempung (tanah liat) Hampir seluruh desa di kec.309.540. Playen bag.25 – 4.7 m.479. Playen.800 ton) Penyebaran seluas 30.486. Utara dan kec.000 m3 (17.Paliyan dan Panggang .846.35 ton) Hasil pelapukan batugamping nonklastik. Patuk bag.975.800.Tabel 3. selatan Keterangan Penyebaran seluas 27.205. Mempunyai ketebalan 1.

dusun kesari & widara desa giripurwo. Dusun Jeruken desa girisekar.276 ton) Tabel 3. jambu. Ditambang oleh penduduk setempat dan langsung dijual. Panggang telah ditambang untuk genting dengan penyebaran endapan 53. klumpit.kec. Paliyan. dusun dempul desa girisuko. gedangkluthok. dusun gabuk & wuni desa giricahya. Gunung Kidul. Kec. di Kab. kec. Kec. Luas penyebaran kalsit di dusun banyumeneng desa giriharjo.250 m2 Kalsit (watu lintang) Dusun Karang. batupasir. Dati II. Dusun sawah desa girisekar. tufa lapilli dan breksi piroklastik dengan sisipan batulempung.panggang dan dusun blimbing desa kanigoro. .Paliyan.897. desa Karangsari. DIY tahun 1994/1995 Bahan Galian Kaolin Lokasi Dusun Jetak. kec.6. Ngalang-ngalang sari. tufa. Pemetaan Semi Mikro Bahan Galian Golongan C. Dusun karang desa kepek kec. dusun dringo desa girijati. Paliyan: 2229 m2 dgn cadangan teridentifikasi yang dapat ditambang 2. gegang. dusun pomahan desa giriharjo. sintok. bengkak. kec.675 m3 (7. Panggang Mengisi rekahan pada batugamping. dusun pejaten desa girimulyo. Semin Keterangan Tersebar sempit dan merupakan perselingan antara batupasir tufaan. desa kanigonglora. desa planjan. mendok. Dusun Ngepoh.

di Kab. Rongkop Tepus. Gunung Kidul. Panggang. Karangmojo.64 m2. . keras (bedhes) dan batugamping berlapis (kalkarenit) Batugamping . Kec. berukuran pasir. lapuk. Semin Fosfat Gua lowo. wediutah. Nglora.Dusun alas ombo.7. coklat kekuningan. DIY tahun 1995/1996 Bahan Galian Tanah liat/batulempung Kec. desa bedoyo. mudah hancur. Semanu.331. Dusun Corot. Kec.42 m2. Penyebaran relative sempit. Kedap air.ketebalan tidak merata 2-8 m. Paliyan.865. Desa karangduwet. Kec. Penyebarannya mencapai 10. Ditambang oleh penduduk setempat dan langsung dijual Yang telah diusahaan yaitu batugamping terumbu lunak (keprus). Penyebarannya mencapai 12.Desa kemadang. tidak berlapis dan ketebalan tidak merata serta terletak diatas batuan induknya Dusun Jelok. agak lunak. tidak mudah retak. Dati II. Ponjong Coklat kekuningan. desa pundungsari. Karangmojo . Playen. Dusun surulanang.5 m.Dusun seropan. Mengisi rekahan pada batugamping. Bahan Desa Kepek. Kec. Pasir kuarsa Kalsit lintang) Kec. Kec. lentur.Desa panggang. Tepus. Ponjong (watu gombang. PAnggang.029. Kec. Ponjong. Tras . desa bejiharjo. Jetis. Paliyan. tebal 2-10 m Jernih. Pemetaan Semi Mikro Bahan Galian Golongan C. Rongkop. Paliyan Lokasi Keterangan Tebalnya mencapai 1. Playen Tabel 3. . Dusun paliyan Kidul. terdapat di dasar goa. karbonatan.855. Kec. gelaran. lempung pasiran. Semanu Desa wediutah. berlapis. Panggang.

Paliyan Dusun corot.com/kq/groups/26829783/624586105/name/BAB+3_ANTARA. desa karangduwet. dimanfaatkan penduduk untuk tanah urug dan lahan pertanian. tetapi sebagian kecil dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubara. dusun wuni.5 m.Paliyan lor. paliyan tengah.doc .150 m2 dan ketebalan mencapai 2. desa nglora http://xa. Batupasir ini tidak layak ditambang karena merupakan daerah pemukiman dan persawahan dengan penyebaran 2. desa karangduwet galian industry ini tidak layak untuk ditambang. Batupasir Kec. Dusun karangnongko. Paliyan kidul.yimg. Tahunan dan Corot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful