P. 1
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share

|Views: 136|Likes:
Published by Elly Wani

More info:

Published by: Elly Wani on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2012

pdf

text

original

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think pair and Share (TPS) – Langkah-Langkah Pembelajaran

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think pair and Share (TPS) – Langkah-Langkah Pembelajaran Muhammad Faiq Dzaki Langkah-langkah: 1) Guru menyampaikan inti materi 2) Siswa berdiskusi dengan teman sebelahnya tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3) Guru memimpin pleno dan tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 4) Atas dasar hasil diskusi, guru mengarahkan pembicaraan pada materi/permasalahan yang belum diungkap siswa 5) kesimpulan
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatiftipe_9935.html

Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS)
Posted by Mahmuddin pada Desember 23, 2009 Think-Pair-Share (TPS) pertama kali dikembangkan oleh Lyman pada tahun 1981. Resiko dalam pembelajaran TPS relatif rendah dan struktur pembelajaran kolaboratif pendek, sehingga sangat ideal bagi guru dan siswa yang baru belajar kolaboratif. TPS merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. TPS menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-6 anggota).

TPS memiliki prosedur belajar yang terdiri atas siklus regular dari aktivitas pembelajaran kooperatif. Namun, tahapan TPS dimasukkan sebagai tahapan review setelah siswa bekerja dalam tim. Adapaun siklus regular pembelajaran yang dimaksud adalah :
1. 2. 3. 4. 5. tahapan pengajaran tahapan belajar tim tahapan TPS tahapan penilaian tahapan rekognisi/penghargaan.

Howard (2006). sebagai berikut:      Step 1 : Guru memberitahukan sebuah topik dan menyatakan berapa lama setiap siswa akan berbagi informasi dengan pasangan mereka. Struktur TPS juga meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa ketika mereka mendiskusikan ide-ide mereka dengan satu sama lain. Siswa biasanya lebih rela untuk merespon setelah mereka memiliki kesempatan untuk mendiskusikan ide-ide mereka dengan teman sekelas karena jika jawabannya salah. Step 3 : Dalam pasangan. rasa malu dapat dirasakan bersama. Proses ini dapat dilakukan dengan meminta inisiatif siswa. sehingga hal ini cocok untuk pembelajaran kooperatif. pasangan A akan berbagi. yaitu guru dapat menetapkan respon awal sebelum step 4. Jika siswa masih tidak mengerti mereka bisa . Selain itu. Step 4 : Pasangan B kemudian akan merespon pasangan A. Kemudian guru memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk melihat apakah ada masalah dalam pemahaman mereka. atau tidak sepenuhnya memahami konsep ide. Pembelajaran kooperatif besar karena otak yang berbeda memungkinkan untuk berkonsentrasi pada ide-ide yang sama.Dalam TPS. guru menantang dengan pertanyaan terbuka dan memberi siswa setengah sampai satu menit untuk memikirkan pertanyaan itu. Struktur TPS memberikan kesempatan yang sama pada semua siswa untuk mendiskusikan ide-ide mereka. Salah satu variasi dari struktur TPS ini adalah siswa dapat menuliskan pikiran mereka di sebuah kartu dan mengumpulkannya. Dalam Pembelajaran TPS. memberikan stressing terhadap sebuah pilihan yang dapat diperhatikan pada struktur TPS ini. Guru dalam hal ini dapat mengatur pasangan yang tidak sekelompok untuk menciptakan variasi gaya gaya belajar bagi siswa. Dalam Implementasinya secara teknis Howard (2006) mengemukakan lima langkah utama dalam pembelajaran dengan teknik TPS. Proses aktif ini biasanya tidak tersedia bagi siswa dalam pembelajaran tradisional. “Intermezzo” singkat ini juga dapat dijadikan kesempatan yang tepat bagi guru untuk membahas konsep yang akan didiskusikan atau dipelajari siswa pada periode berikutnya. pasangan B akan mendengar. tanggapan yang diterima sering lebih intelektual sehingga melalui proses ini siswa dapat mengubah atau merefleksi ide-ide mereka. Hal ini penting karena siswa mulai untuk membangun pengetahuan mereka dalam diskusi ini. Step 5 : Pasangan berganti peran. Hal ini penting karena memberikan kesempatan siswa untuk mulai merumuskan jawaban dengan mengambil informasi dari memori jangka panjang. jika siswa tidak kuat dalam sebuah topik. satu hal saya telah pelajari dengan mendengarkan kamu …. saya senang mendengarkan kamu sebab…. Semua siswa berasal dari orang tua yang berbeda dan karena itu mereka memiliki kekuatan dalam bidang yang berbeda. Setelah beberapa menit guru dapat memilih secara acak pasangan yang ingin berbagi di hadapan kelas. Misalnya. di samping untuk mengetahui apa yang mereka dapat lakukan dan belum ketahui. Siswa kemudian berpasangan dengan satu anggota kelompok kolaboratif atau tetangga yang duduk di dekatnya dan mendiskusikan ide-ide mereka tentang pertanyaan selama beberapa menit. Step 2 : Guru akan menetapkan waktu berpikir secara individual. terima kasih atas sharingnya. pasangan mereka dapat membantu memahami dan menjelaskannya kepada mereka.

Kelemahan yang diperoleh adalah jika pasangan siswa tidak memahami informasi sama sekali. dua orang dapat menyelesaikan sesuatu lebih cepat. Interaksi yang terjadi selama pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan memberi rangsangan untuk berpikir sehingga bermanfaat bagi proses pendidikan jangka panjang. Biasanya dua otak bekerja lebih baik dari pada satu. Biasanya dengan kerjasama dalam TPS yang diberikan adalah untuk dua orang. jika orang yang malas dipasangkan dengan orang yang ambisius dan tidak ada yang marah.mencoba untuk memberi pemahaman secara sederhana dan akrab. hanya karena dia harus menjelaskan semua materi sebelum dia benar-benar dapat memulai menyelesaikan masalah atau melakukan instruksi yang diberikan. biasanya kegiatan praktik perlu dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dalam beberapa kasus ini bisa baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah guru harus jeli melihat dan memasangkan siswa. Dalam beberapa kasus waktu yang dibutuhkan untuk praktik tidak terduga. Kelemahan ketiga ditemukan dengan pembelajaran TPS adalah pemaksa siswa. Meskipun ada beberapa kelemahan. Kadangkadang siswa dapat terjebak dengan orang yang harus melakukan semua pekerjaan. Siswa memang harus mampu mengatasi perbedaan satu sama lain. Pembelajaran TPS dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan idea tau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.wordpress. Dengan bekerja sama. tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Guru kemudian dapat memasangkan siswa sesuai dengan cara ini untuk menyelesaikan pekerjaan. karena kadang-kadang siswa membutuhkan pengalaman benturan kepribadian orang lain. siswa dapat diperlambat. mereka harus melakukannya. Kadang-kadang satu orang yang tersisa dengan semua pekerjaan karena pasangan mereka tidak memberi bantuan. dan tidak akan memperlambat mereka. pembelajaran kooperatif dipercaya dalam jangka panjang keuntungan dapat diperoleh jauh lebih besar dari kerugiannya.com/2009/12/23/pembelajaran-kooperatif-tipe-think-pair-share-tps/ . karena siswa menghabiskan lebih banyak waktu dalam perbedaan daripada waktu yang digunakan dalam melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya. Membantu siswa untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. http://mahmuddin. Tapi itu memunculkan poin lain yang baik. Pembelajaran TPS juga mengembangkan keterampilan. akan tetapi keterlibatan siswa dalam penetapan kelompok guru dapat meminta siswa menulis di selembar kertas lima nama yang mereka tidak keberatan bekerja bersama. Pembelajaran TPS bisa mengajarkan orang untuk bekerja bersama-sama dan lebih efisien. Siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri dan menerima umpan balik. Kerugian diperoleh dengan pembelajaran kooperatif (khususnya TPS) sering didapatkan oleh siswa-siswa malas. Siswa juga sebaiknya tidak memilih pasangan mereka. Bagi para guru yang berencana untuk menggunakan pembelajaran kooperatif TPS dalam kelas. yang sangat penting dalam perkembangan dunia saat ini.

menghargai pendapat orang lain. Usahakan dalam tiap kelompok terdiri atas siswa dari ras. budaya. dan jenis kelamin berbeda. dan rendah 3. Penghargaan lebih diutamakan untuk kelompok daripada individu. memancing teman utk bertanya. aktif bertanya. Banyak ahli berpendapat model kooperatif unggul dalam bantu siswa dalam pahami konsep yang sulit Agar siswa dapat menerima teman-temannya dari berbagai perbedaan label: suku. Untuk menuntaskan materi belajarnya. BERPIKIR-BERPASANGAN-BERBAGI (Think-Pair-Share/TPS . siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif. dan tingkat sosial Mengembangkan keterampilan sosial: berbagi tugas. Kelompok dibentuk siswa berkemampuan tinggi. agama. 4. sedang. 2. agama.oleh: sukarto     Pengarang : Ninik Summary rating: 1 stars (1 Tinjauan) Kunjungan : 234 kata:300 More About : pembelajaran kooperatif think pair share Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik. suku. mau jelaskan ide/pendapat. dsb UNSUR-UNSUR DASARPembelajaran Kooperatif SALING KETERGANTUNGAN POSITIF INTERAKSI TATAP MUKA AKUNTABILITAS INDIVIDU KETERAMPILAN MENJALIN HUBUNGAN ANTAR-PRIBADI Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif 1. bekerja dlm kelompok. kemampuan akademik.

Think pair share memberikan waktu kepada para siswa untuk berpikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. Kagan dalam (Atik Widarti :2007) menyatakan manfaat think pair share sebagai berikut: 1. Tahap 3: Sharing guru meminta pasangan siswa berbagi dengan seluruh kelas tentang yang mereka diskusikan.TPS dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa.com/social-sciences/education/2103863-model-pembelajaran-kooperatif-thinkpair/ MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE 06:31 Endar Suhendar 4 comments Oleh : Yeni Siti F Think pair share merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Frank Lyman. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 2. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Penutup http://id. Para siswa mungkin mengingat secara lebih seiring penambahan waktu tunggu dan kualitas jawaban mungkin menjadi lebih baik. Langkah-langkah : 1. Berawal dari kegiatan tersebut. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. siswa diminta memikirkan jawabannya sendiri. Guru memimpin pleno kecil diskusi. dkk dari Universitas Maryland pada tahun 1985 sebagai salah satu struktur kegiatan cooperative learning. Dilakukan bergiliran. Think pair share memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Para siswa menggunakan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan tugasnya dan untuk mendengarkan satu sama lain. siswa berpasangan untuk mendiskusikan yang dipikirkan pada tahap 1. Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok-kelompok kecil. Guru memberi kesimpulan 7. guru memberikan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran. Tahap 2: Pairing. Keunggulan lain dari pembelajaran ini adalah optimalisasi partisipasi siswa.shvoong. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Tahap 1: Thinking. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa 6. ketika mereka terlibat dalam kegiatan think pair share lebih banyak siswa yang mengangkat tangan mereka untuk menjawab setelah berlatih dalam pasangannya. .

mengamati reaksi siswa. Think (berpikir secara individual) Pada tahap think. Dalam menentukan batasan waktu untuk tahap ini. Fogarty dan Robin (1996) menyatakan bahwa teknik belajar mengajar think pair share mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:    Mudah dilaksanakan dalam kelas yang besar. Mereka dapat berkonsentrasi mendengarkan jawaban siswa. Memberikan waktu kepada siswa untuk melatih mengeluarkan pendapat sebelum berbagi dengan kelompok kecil atau kelas secara keseluruhan. . Pada tahapan ini.2. guru harus mempertimbangkan pengetahuan dasar siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Kelebihan dari tahap ini adalah adanya “think time” atau waktu berpikir yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir mengenai jawaban mereka sendiri sebelum pertanyaan tersebut dijawab oleh siswa lain. karena tiap siswa memiliki tugas untuk dikerjakan sendiri. Karakteristik pembelajaran Ciri utama pada model pembelajaran kooperatif tipe think pair share adalah tiga langkah utamanya yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Para guru juga mempunyai waktu yang lebih banyak untuk berpikir ketika menggunakan think pair share. hal ini karena guru tidak dapat memantau semua jawaban siswa sehingga melalui catatan tersebut guru dapat mengetahui jawaban yang harus diperbaiki atau diluruskan di akhir pembelajaran. dan siswa diminta untuk berpikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan. guru dapat mengurangi masalah dari adanya siswa yang mengobrol. siswa sebaiknya menuliskan jawaban mereka. Memberikan waktu kepada siswa untuk merefleksikan isi materi pelajaran. Selain itu. dan mengajukan pertanyaan tingkat tinggi. pair (berpasangan dengan teman sebangku). dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas) 1. guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran. jenis dan bentuk pertanyaan yang diberikan. Yaitu langkah think (berpikir secara individual). serta jadwal pembelajaran untuk setiap kali pertemuan. sehingga dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siawa karena siswa dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran agar dapat menjawab setiap pertanyaan dan berdiskusi. Dengan teknik belajar mengajar think pair share yang disebutkan Fogarty dan Robin siswa dilatih untuk banyak berfikir dan saling tukar pendapat baik dengan teman sebangku ataupun dengan teman sekelas.

Langkah-langkah (syntaks) model pembelajaran kooperatif tipe think pair share Langkah-langkah (syntaks) model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terdiri dari lima langkah. Langkah-langkah Tahap 1 Pendahuluan - Kegiatan Pembelajaran Guru menjelaskan aturan main dan batasan waktu untuk tiap kegiatan. Langkah ini merupakan penyempurnaan dari langkah-langkah sebelumnya. dengan tiga langkah utama sebagai ciri khas yaitu think. karena siswa mendapat tambahan informasi dan pemecahan masalah yang lain. Hal ini juga agar siswa benar-benar mengerti ketika guru memberikan koreksi maupun penguatan di akhir pembelajaran. Pada langkah ini akan menjadi efektif jika guru berkeliling kelas dari pasangan satu ke pasangan yang lain. Kelima tahapan pembelajaran dalam model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat dilihat pada tabel berikut. Biasanya guru mengizinkan tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan. 3. dalam arti bahwa langkah ini menolong agar semua kelompok menjadi lebih memahami mengenai pemecahan masalah yang diberikan berdasarkan penjelasan kelompok yang lain. memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa Guru menggali pengetahuan awal siswa melalui Tahap 2 - .2. dan share. Setiap pasangan siswa saling berdiskusi mengenai hasil jawaban mereka sebelumnya sehingga hasil akhir yang didapat menjadi lebih baik. Interaksi selama periode ini dapat menghasilkan jawaban bersama. Share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas) Pada langkah akhir ini guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi hasil pemikiran mereka dengan pasangan lain atau dengan seluruh kelas. Pair (berpasangan dengan teman sebangku) Langkah kedua adalah guru meminta para siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan mengenai apa yang telah dipikirkan. pair. sehingga seperempat atau separuh dari pasangan-pasangan tersebut memperoleh kesempatan untuk melapor.

Tahap pair (berpasangan dengan teman sebangku) Pada tahap ini. guru harus mempertimbangkan pengetahuan dasar siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. b. Tahap pendahuluan Awal pembelajaran dimulai dengan penggalian apersepsi sekaligus memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pembelajaran. Guru menentukan bahwa pasangan setiap siswa adalah teman sebangkunya. Dalam penentuannya. Pada tahap ini. guru juga menjelaskan aturan main serta menginformasikan batasan waktu untuk setiap tahap kegiatan. guru mengelompokkan siswa secara berpasangan. Hal ini dimaksudkan agar siswa .Think - kegiatan demonstrasi Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada seluruh siswa Siswa mengerjakan LKS tersebut secara individu Siswa dikelompokkan dengan teman sebangkunya Siswa berdiskusi dengan pasangannya mengenai jawaban tugas yang telah dikerjakan Satu pasang siswa dipanggil secara acak untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa di kelas dengan dipandu oleh guru. Pada tahap ini. Siswa dinilai secara individu dan kelompok Tahap 3 Pair Tahap 4 Share Tahap 5 Penghargaan - - Penjelasan dari setiap langkah adalah sebagai berikut: a. siswa diberi batasan waktu (“think time”) oleh guru untuk memikirkan jawabannya secara individual terhadap pertanyaan yang diberikan. c. Tahap think (berpikir secara individual) Proses think pair share dimulai pada saat guru melakukan demonstrasi untuk menggali konsepsi awal siswa.

Kemudian. Guru mendorong siswa untuk mengembangkan potensi secara optimal. Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Terhadap Hasil Belajar Pokok Bahasan Segi Empat Pada Siswa Kelas VII Semester 2. Siswa belajar bukanlah menerima paket-paket konsep yang sudah dikemas oleh guru. melainkan siswa sendiri yang mengemasnya. (2007). Setiap siswa memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai kemungkinan jawaban secara bersama.id/gsdl/cgi-bin/library. Setiap anggota dari kelompok dapat memperoleh nilai dari hasil pemikiran mereka. d. Daftar Pustaka: Widarti. Bagian terpenting dalam teori konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran. [14 September 2009] . Teori belajar yang melandasi model pembelajaran kooperatif tipe think pair share Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dilandasi oleh teori belajar konstruktivisme. mereka harus bekerja memecahkan masalah dan menemukan segala sesuatu untuk dirinya. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan menerapkan pengetahuan. siswalah yang harus aktif mengembangkan kemampuan mereka.ac. Tahap share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas) Pada tahap ini. siswa dapat mempresentasikan jawaban secara perseorangan atau secara kooperatif kepada kelas sebagai keseluruhan kelompok. Menurut teori konstruktivisme. Mereka harus bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya.unnes. siswa sebagai pemain dan guru sebagai fasilitator. Tahap penghargaan Siswa mendapat penghargaan berupa nilai baik secara individu maupun kelompok. mengecek informasi baru dengan aturanaturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. siswa mulai bekerja dengan pasangannya untuk mendiskusikan mengenai jawaban atas permasalahan yang telah diberikan oleh guru. Teori konstruktivisme menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks. bukan guru atau orang lain. sedangkan nilai kelompok berdasarkan jawaban pada tahap pair dan share. [Online]. e. terutama pada saat presentasi memberikan penjelasan terhadap seluruh kelas.tidak pindah mendekati siswa lain yang pintar dan meninggalkan teman sebangkunya. Nilai individu berdasarkan hasil jawaban pada tahap think. A. Tersedia: http://digilib.

blogspot.com/2010/12/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html .http://fisikasma-online.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->