ETIKA PROFESI PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT Hari/Tanggal: Senin, 01 Maret 2004 Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat

(JF-PKM) merupakan salah satu Jabatan Fungsional lingkup Kesehatan. Pejabat Fungsional (umumnya) adalah pelaksana teknis fungsional yang mengemban tugas, tanggung jawab serta hak secara penuh oleh pejabat yang bewenang untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan bidang tugasnya pada unit kerja tertentu. Pejabat fungsional melaksanakan pekerjaan/kegiatan secara mandiri tanpa dibatasi oleh uraian tugas yang ditetapkan secara baku oleh satuan kerja dalam suatu organisasi. Pejabat struktural adalah pejabat ang ditunjuk oleh kepala satuan organisasi untuk melaksanakan tugas-tugas yang bersifat administratif dan menajerial untuk mencapai tujuan satuan organisasi. Pejabat struktural maupun Pejabat fungsional seharusnya melaksanakan tugas/kegiatan secara profesional di bidangnya. Penyuluh Kesehatan Masyarakat merupakan Profesi, dalam menjalankan Profesinya akan berpedoman suatu tata nilai yang harus ditaati, yaitu Etika Profesi. ETIKA Etika yang dalam bahasa Inggris Ethics, adalah istilah yang muncul dari Aristoteles ( Yunani : ethos ) yang berarti adat atau budi pekerti. Istilah Filsafat menyebutnya pengertian Etika adalah telaah dan penilaian kelakuan manusia ditinjau dari kesusilaannya. Kesusilaan yang baik merupakan ukuran kesusilaan yang disusun bagi diri seseorang, atau merupakan kumpulan keharusan, kumpulan kewajiban yang dibutuhkan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Kesulilaan biasanya didasarkan pada hal tertentu, misalnya agama, kesejahteraan, atau kemakmuran Negara. Etika pada umumnya mengajarkan bahwa setiap pribadi manusia mempunyai “otonomi moral”. Artinya bahwa ia mempunyai hak kewajiban untuk menentukan sendiri tindakan-tindakannya, dan mempertanggungjawabkan dihadapan Tuhan. Keberadaan Etika dalam strata kehidupan sosial tidak terlepas dari sistem kemasyarakatan, manusia terdiri atas aspek jasmaniah dan aspek rohaniah. Aspek rohaniah terdiri atas kodrat alamiah, kodrat budaya serta dunia nilai. Kodrat alamiah manusia terdiri atas Cipta ( pikiran dan rasio ), karsa ( kehendak, kemauan ), rasa ( perasaan, emosi ). Cipta melalui logika menciptakan ilmu pengetahuan, sedang Karsa melalui Etika menciptakan religi, akhlak, sopan santun dan hukum. Etika secara umum dapat dibagi menjadi Etika umum dan Etika khusus. Etika umum membicarakan mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, teori-teori Etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak, serta tolok ukur menilai baik atau buruk. Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika khusus dapat dibagi menjadi dua, yaitu Etika individual dan Etika social. Etika individual menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendir. Etika social mengenai kewajiban sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota masyarakat. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara perseorangan dan langsung atau bersama-sama dalam bentuk kelembagaan, sikap kritis terhadap dunia dan ideologi, dan tanggung jawab manusia terhadap lainnya. Prinsip-prinsip Etika. Berkembang dari sumpah Hipocrates ( 460 M – 377 M) bunyinya : “ Saya bersumpah demi Apollo dewa penyembuh Aescpalius dan Hygea, dan Panacea dan semua dewa-dewa sebagai saksi bahwa sesuai dengan kemampuan dan pikiran saya akan mematuhi janji-janji sebagai berikut ( ada 10 janji ):

4) Menerapkan standar pelayanan tertentu. 7) Saya tidak akan melakukan pembedahan terhadap seseorang walaupun iia menderita penyakit batu. 4) Universalisme. berkata benar. 2) Saya akan memperlakukan anak-anaknya sebagai saudara kandung saya dan saya akan mengajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari ayahnya kalau mereka mau mempelajarinya tanpa imbalan.1) Saya akan memperlakukan guru yang telah mengajarkan ilmu ini dengan penuh kasih saying sebagaimana orang tua saya sendiri. izinkanlah saya menikmati hidup dalam mempraktikkan ilmu saya ini. membawa kebaikan. kedatangan saya itu saya tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niat buruk atau mencelakakan dan lebih jauh lagi tanpa niat berbuat cabul terhadap wanita ataupun pria baik mereka maupun hamba sahaya. 10) Selama saya tetap mematuhi sumpah saya ini. dan tidak kepada hal-hal yang lainnya. 3) Spesifitas fungsional. otonomi pasien. profesi merupakan suatu system okupasi yang perwujudannya dilaksanakan dengan menerapkan ilmu tertentu. Kualifikasi suatu pekerjaan sebagai sutau profesi adalah : . jika perlu saya akan bagikan harta saya untuk dinikmati bersama. maksudnya adalah bahwa landasan pertimbangan professional dalam pengambilan keputusan didasarkan pada “ apa yang menjadi masalahnya “ dan tidak pada “siapanya“ atau “keuntungan pribadi apa yang diperolehnya” Dengan demikian sebagi profesi mensyaratkan ada etika profesi. 2) Menempuh pendidikan tertentu dengan melalui ujian tertentu sebelum melakukan pelayanan. menjaga kerahasiaan. dalam pengertian obyketif. 4) Saya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita dan tidak akan merugikan siapapun. berlaku adil. 3) Anggotanya yang relatif homogen. dihormati olehs emua orang di sepanjang waktu. tetapi akan menyerahkan kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan ini. Tetapi jika sampai saya menghianati sumpah ini balikkanlah nasib saya. 6) Saya ingin menempuh hidup yang saya baktikan kepada ilmu saya ini dengan tetap suci dan bersih. mengatakan bahwa Etika Profesi sebagi sikap hidup merupakan kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan professional dari pasien atau klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagi keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya disertai dengan refleksi yang seksama. 5) Etik profesi yang ditegakkan oleh suatu organisasi profesi. 9) Apapun yang saya dengar atau lihat tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebar luaskan tidak akan saya ungkapkan karena saya harus merahasiakannya. Atas dasar yang sama. dan menghormati privasi. 2) Rasionalitas. Talcott Parsons mengemukakan ciri-ciri khusus profesi adalah sebagai berikut : 1) Disinterestedness. 5) Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapapun meskipun diminta atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan itu. PROFESI Profesi pada umumnya mempunyai beberapa ciri. 8) Rumah siapapun yang saya masuki. Dari sumpah tadi ada 7 prinsip yaitu : tidak merugikan. yaitu : 1) Memberikan pelayanan (service) pada orang segera langsung (yang umumnya bersifat konfidental). Keiser dalam “Etika Profesi” (Arief B Sidharta: 1990). saya tidak akan memebrikan obat untuk menggugurkan kandungan. 3) Saya akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada anak-anaknya saya sendiri dan kepada anakanak guru saya dan kepada mereka yang telah mengikatkan diri dengan dan sumpah untuk mengabdi kepada ilmu pengobatan.

Prinsip dasar Profesi PKM. serta merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat melalui penyebarluasan informasi. dan (3) harus bersifat universal. Profesi PKM (Health Education Specialis) adalah seseorang yang menyelenggarakan advokasi. Dalam menjalankan profesinya. terdapat kaidah-kaidah pokok etika profesi sebagai berikut : 1) Profesi harus dipandang dan dihayati sebagai suatu pelayanan. 2. melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan. pertimbangan yang menentukan dalam pengambilan keputusan adalah kepentingan pasien atau klien serta kepentingan umum. Kepatuhan pada etika profesi alkan sangat bergantung pada akhlak pengemban profesi yang bersangkutan. 3) Komplek okupasi/pekerjaan memiliki sejumlah sarana institusional untuk menjamin bahwa kompetensi yang dimiliki itu akan digunakan secara bertanggung jawab. Dalam lingkungan pengemban profesi dimunculkan sperangkat kaidah perilaku sebagai pedoman yang harus dipatuhi. bina suasana. Kode etik profesi terdiiri atas aturan kesopanan dan aturan kelakuan dan sikap antara para anggota profesi. serta cara rekrutasi pengemban profesi. Kode etik harus memiliki sifat-sifat antara lain (1) Harus rasional. Setiap profesi mengenal pendidikan/pelatihan yang khusus. . 3) Pengembanan profesi harus selalu mengacu pada masyarakat sebagai keseluruhan.1) Mensyaratkan pendidikan teknis yang formal lengkap dengan cara pengujian yang terinstitusionalisasikan. Kode etik adalah pedoman perilaku yang berisikan garis-garis besar. dan memilki suatu kode moral suatu kode etik tersendiri. baik mengenai adekuasi pendidikannya mmmaupun mengenai kompetensi orang-orang hasil didikannya. PKM Fungsional adalah PNS/Pesiunan atau seseorang yang ahli dalam bidangnya yang melakukan tugas sesuai dengan Profesi PKM (Health Education Specialis). yang disebut Kode Etik Profesi atau disingkat Kode Etik. PROFESI PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT (PKM). dan harus mengabdi kepada masyarakat. tetapi tidak kering dari emosi (2) harus konsisten. Artinya. Profesi Penyuluh Kesehatan Masyarakat dikelompokkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu : 1. hanya pengemban profesi yang bersangkutan sendiri yang dapat atau paling mengetahui tentang apakah perilakunya dalam mengemban profesi sudah memnuhi tuntutan etika profesinya atau tidak. biasanya oleh suatu dewan atau majlis yang dipilih atau ditunjuk khusus untuk itu oleh dan dari anggota profesi tersebut. tetapi tidak kaku. Berdasarkan ciri-ciri dan pengertian tersebut. 2) Penguasaan tradisi kultural dalam menggunakan keahlian tertentu serta keterampilan dalam penggunaan tradisi. sehingga sifat tanpa pamrih menjadi cirri khas dalam mengemban profesi. wujudnya adalah organisasi profesi dengan prosedur penegakannya. 4) Agar persaingan dalam pelayanan berlangsung secara sehat sehingga dapat menjamin mutu dan peningkatan mutu pengemban profesi harus bersemangatkan solidaritas anatar sesama rekan seprofesi. membuat rancangan media. 2) Pelayanan professional dalam mendahulukan kepentingan pasien atau klien mengacu pada kepentingan atau nilai-nilai luhur sebagai norma kritik yang memotivasi sikap dan tindakan. dan bukan kepentingan pengemban profesi sendiri. seni dan teknologi serta berbagai metodologi yang diperlukan untuk mencapai masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat secara lebih efektif dan efisien. PKM ( HES ) sebagai tenaga profesional perlu menguasai ilmu pengetahuan. Anggota pprofesi yang melanggar kode etik ditertibkan atau dihukum atau dikeluarkan dari profesi itu oleh para anggota profesi itu.

2001. institusi) yang dilayani.terbuka terhadap kritik. 5. pelatihan serta penelitian. Pemasaran social mobilisasi social. 2. kelompok. dan penelitian berkesinambungan. 2. 1. Menunjukkan secara seksama kemampuan sesuai dengan pendidikan. Kode Etik Profesi PKM. Berpendidikan dan lulus dari suatu pendidikan . Bertanggung jawab untuk menerima tindakan/hukuman selayaknya sesuai dengan pertimbangan mal praktek yang dilakukan. Etika dan Hukum Kesehatan. 5.Seseorang disebut profesional bila : 1. 3. warna kulit. Magang dibidang Promkes. Memiliki kompetensi yang menunjang untuk latihan dan kewenangan yang dimiliki. 7. 3. Berupaya mengembangkan diri sebagai PKM (HES) dengan : Menjadi agen sosio cultural. pelatihan atau dalam meningkatkan kemajuan orang lain. Bersedia dituntut jika melakukan malpraktek diluar kewenangannya yang merugikan klien. Pernah mengikuti dan lulus Diklat profesional : PKM Dasar Ahli/Terampil. Bersikap jujur dan integritas diri yang kuat-ramah. dan menggunakan keterampilan yang didasari dengan nilai-nilai secara konsisten.kendalikan diri/emosi. 4. bukan paksaan. Membantu perubahan berdasarkan pilihan. regional/global. budaya dan harga diri setiap individu. . status social ekonomi dalam menyumbangkan pelayanan-pekerjaan. 5. Menjaga kemitraan klien ( individu. Melaporkan hasil penelitian dan kegiatan praktik secara jujur dan bertanggung jawab. 2. martabat (dignity). Menghargai hak pribadi (privacy). usia. 9. Mempunyai Etika yaitu nilai yang patut dan layak serta mutlak mendukung keberadaannya/eksistensinya. MOT dibidang Promkes. Sumber : 1. Univesitas Hasanuddin. Membantu perkembangan suatu tatanan pendidikan yang mengasuh/memelihara pertumbuhan dan perkembangan individu. Syarat minimal bagi seorang PKM (HES). Menguasai satu atau bebrapa materi substansi yang berkaitan dengan ilmu pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku. 4. 4. Saling hormat sesame PKM (HES) dengan saling asih-asah-asuh. promosi kesehatan. TOT. Berusaha mengikuti perkembangan Ilmu dan Seni /Iptek Promkes local. seni dan teknologi termasuk metode pendidikan. serta bertindak dalam batas-batas kecakapan yang profesional. Mematuhi prinsip “informed consent” sebagi penghargaan terhadap klien. Memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang ilmu pengetahuan. pelatihan tertentu yang diakui secara resmi termasuk organisasi profesi. Indar. Tidak membeda-bedakan individu berdasrkan ras. 8. pelatihan dan pengalaman. Mempertahankan kecakapan pada tingkatan tinggi melalui belajar. agama.responsive terhadap perubahan. 3. 6. lelatihan. jenis kelamin. penyuluh kesehatan. Memiliki kemampuan dan keahlian dalam mempergunakan berbagai metode pendidikan kesehatan dan perilaku. Makassar. KIE. bangsa. yang terkait dengan promosi kesehatan. 10. Memperoleh imbalan jasa yang layak untuk kegiatan profesional yang dilakukan. Kode etik yang wajib ditaati adalah sebagai berikut : 1.

ETIKA. Etiket menetapkan cara melakukan perbuatan sesuai dengan yang diinginkan. Departemen Kesehatan.MORAL DAN AGAMA 1. Buku Pegangan JF-PKM. 1.cth: bersifat sopan dan santun tp munafik. 2002. Jakarta. Etika pada umumnya adalah setiap manusia mempunyai hak kewajiban untuk menentukan sendiri tindakan-tindakannya dan mempertanggung jawabkanya dihadapan tuhan. 2. Pengertian ETIKET etiket yaitu cara melakukan perbuatan sesuai dengan Etika yang berlaku PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET 1. 2002. 3. Etika berlaku tidak bergantung pd ada tidaknya org.Moral (latin) objek etika (yunani) yang berarti adat kebiasaan .cth larangan mencuri walau tdk ada org.2. diaceh wajib menutup aurat 4. Etika bersifat absolut tdk dpt ditawar cth mencuri&membunuh Etiket bersifat relatif cth koteka wajar dipapua. etiket berlaku jika ada org. etiket memandang manusia dari segi luar(lahiriah). Pengertian ETIKA Berasal dari bahasa Inggris ethics adalah istilah yang muncul dari aristoteles. B. Jakarta. asal kata ethos yaitu adat. Etika menetapkan norma perbuatan apakah perbuatan itu dapat dilakukan atau tidak. budi pekerti. Etika dan Etiket 1. 2. Departemen Kesehatan. ETIKA KESEHATAN a.cth org makan pakai baju tdk ada org tdk apa2.Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat istiadat 2. masuk kerumah org mengetuk pintu atau/dan salam.cth masuk tanpa izin tdk boleh. PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET 3. Etika memandang manusia dari segi dalam (batiniah) cth: org-org bersifat baik tidak munafik. Modul Pelatihan JF-PKM Terampil.

apa yang diisyaratkan Allah dengan perantara Nabi berupa perintah dan larangan HUBUNGAN ETIKA. 5. teori-teori Etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak. Cth aborsi tujuanx mengugurkan kandungan.cth: kasus Aborsi motivasix mencegah malu dan aib keluarga 4. Etika khusus Etika khusus dapat dibagi menjadi dua. MORAL DAN AGAMA Moral diartikan sama dengan dengan etika yang berupa nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan hidup manusia untuk mengatur perilakunya. Tujuan akhir adalah diwujudkan perbuatan yang dikehendaki secara bebas. Agama mengandung nilai moral yang menjadi ukuran moralitas/etika perilaku manusia. Perbuatan manusia dilihat dari motivasi. Makin tebal keyakinan agama dan kesempurnaan taqwa seseorg makin baik moralnya yang diwujudkan dalam bentuk perilaku baik dan benar. Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. hub antara manusia dan suatu kekuasaan luar yang lain dan lebih daripada yg dialami manusia 2. Jenis .Jenis etika Etika umum & etika khusus Etika umum membicarakan mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis. FAKTOR PENENTU MORALITAS 2. Motivasi :hal yang diinginkan oleh pelaku perbuatan dgn maksud untuk mencapai sasaran yang hendak dituju.Perbedaan Etika adalah ilmu pengetahuan dan moral adalah objek 3. yaitu Etika individual Etika individual menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendiri. serta tolok ukur menilai baik atau buruk. Cth aborsi oleh PSK c. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara perseorangan dan .Agama 1. Etika social mengenai kewajiban sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota masyarakat. Lingkungan perbuatan adalah segala sesuatu yang secara aksidential atau mewarnai perbuatan.tujuan akhir dan lingkungan perbuatan 3.

adalah pada perbuatan baik atau jahat. itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti.langsung atau bersama-sama dalam bentuk kelembagaan. NILAI DALAM FILSAFAT 1) Nilai Logika : akal. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat : 1) Tingkat pertama. yaitu baik atau buruk. 3) Tingkat ketiga. niat. . semasih belum lahir menjadi perbuatan. Hak dan Kewajiban dalam Profesi a. jadi masih berupa rencana dalam hati. yaitu pekerti. Nilai etika PENGERTIAN Nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu. dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. susila atau tidak susila. bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti sekian…. HAM DALAM KESEHATAN a. Hak Asasi Manusia Di Indonesia HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. 2) Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging. Nilainya benar atau salah ex: perbuatan mencuri 2) Nilai Estetika : penglihatan. akibat atau hasil perbuatan tersebut. Hak Asasi Manusia Di Indonesia b. setelah lahir menjadi perbuatan nyata. Burhanuddin Salam. Nilainya indah atau Jelek ex:Lukisan Gadis Telanjang 3) Nilai Etika : tingkah laku. Penilaian Etika itu di dasarkan pada beberapa factor yaitu : 1) Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu. Drs. Nilainya baik atau buruk ex: goyang Dewi Persik Contoh : KODE ETIK PNS 2. 2) Tingkat Tingkat kedua. sikap kritis terhadap dunia dan ideologi. Budi tumbuhnya dalam jiwa. Hak dan Kewajiban c. dan tanggung jawab manusia terhadap lainnya.

kebebasan berkumpul e. Hak (UU no 36 thn 2009 psl 4-8) Setiap orang berhak atas: . semua orang mendapatkan semua hak.A. Hak Hidup 2. hak hidup b.kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat d. Hak memiliki sesuatu Pengelompokan hak-hak dasar manusia meliputi: 1.ekonomi. hak memperoleh pendidikan b. Hak ekonomi.suku bangsa. sosbud. hak sipil dan politik a. HAM tidak dapat diserahkan pada pihak lain tidak dapat dibagi. Hak yang paling dasar meliputi 1.M UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia UU No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM Ciri-ciri khusus hakiki. artinya HAM sudah ada sejak lahir Universal. sosial dan budaya a. HAM berlaku umum tanpa memandang status.Dasar Hukum H. hak pelayanan kesehatan c. Hak beragama 2 . hak persamaan dan kebebasan c. baik politik. hak ekonomi b. gender tidak dapat dicabut. Hak Kemerdekaan /kebebasan 3.

pelayanan kesehatan yang aman. informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. 5. lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan. mempertahankan. 3 ALIRAN & PRINSIP . berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan. Kewajiban (UU no 36 thn 2009 psl 9-13) mewujudkan. Hak dan Kewajiban dalam Profesi Pasal 27 (1) Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. 6. kesehatan. ALIRAN-ALIRAN DALAM ETIKA Aliran Deontologis: penilaian benar tidaknya suatu perbuatan atau baik tidaknya sesorg. baik fisik. akses atas sumber daya di bidang kesehatan. biologi. 3. maupun sosial. (2) Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Setiap orang berkewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. bermutu. dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya. 4. menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya. mempertahankan.tdk perlu dilihat hasil akhirnya tetapi yang dinilai adalah perbuatan itu sendiri. Immanuel kant “seseorang berbuat baik karena rasional dan tidak dogmatis Cth: org tdk mencuri bukan karna takut neraka tapi mencuri ad perbuatan buruk Lanjutan Aliran Teleologis(konsenkualis):Baik burukx seseorg dinilai dari tujuan hendak dicapai . 7. c.1. menghormati hak orang lain dalam upaya memperoleh lingkungan yang sehat.PRINSIP ETIKA KESEHATAN a. dan terjangkau. informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan. menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. 2.

3. maka dokter harus mempertimbangkan secara cermat. otonomi Pasien (autonomy Pasien) Cth: pasien berhak menentukan tindakan-tindakan baru dpt dilakukan atas persetujuan dirinya 5. Membawa Kebaikan (Beficence) Cth:dokter memberi obat kanker tetapi mempunyai efek yg lain. PRINSIP-PRINSIP ETIKA(Hipcrates) 1. Tidak merugikan (non maleficence) Cth: Pendapat dokter dlm pelayanan tdk dpt diterima pasien&keluargax sehingga jk dipaksakan dpt merugikan pasien 2.Pembagiannya: Aliran Ethical Egoism: wajib berbuat baik demi kepentingan pribadi Aliran utilitarinism : wajib berbuat baik demi kepentingan umum dan masyarakat Cth : merokok b. Etika kesehatan Pengertian Etika Kesehatan Menurut Leenen: suatu penerapan dari nilai kebiasaan (etika) terhadap bidang pemeliharaan/pelayanan kesehatan. dan juga mencakup terhadap rekomendasi bagaimana bersikap tidak secara pantas dalam bidang kesehatan. . Menurut Soerjono Soekanto: penilaian terhadap gejala kesehatan yang disetujui. Menjaga Kerahasiaan (Confidentiality) cth: tenaga kesehatan menjaga identitas kesehatan pasien jgn menyamp semuax jgn sampai menghambat penyembuhanx lanjutan 4. Menghormati Privasi (Privacy) Cth : TS tdk boleh menyinggung hal pribadi pasien dan sebalikx c. Berkata Benar (truth telling) Cth: tenaga kesehatan harus menyampaikan sejujurx penyakit pasien namun tdk dpt diutarakan semua kecuali kpd keluargax 6. Berlaku adil (Justice) Cth: tenaga kesehatan tdk boleh diskriminatif dlm pelayanan kesehatan 7.

Etika kesehatan objeknya semata-mata dalam pelayanan kesehatan sedangkan hukum kesehatan objeknya tdk hny hkm tp melihat nilai-nilai hidup masyarakat. 7. bekerja keras. Hukum berlaku umum. kebersihan. Tidak mampu melakukan tindakan hukum 2. Etika Penelitian  Persetujuan etika penelitian (PP No 39 tahun 1995 ttg penelitian dan pengembangan kesehatan): Persetujuan tertulis orang tua/ahli waris dapat dilakukan pada manusia yg diteliti: 1.hukum mengikat pelanggarnya dapat dituntut. d. etika kesehatan berlaku hanya dalam pelayanan kesehatan 3. 3. 3. Dokter dilarang mengiklankan diri. Hak dan kewajiban responden Hak-hak Responden . keadilan. kejujuran.Etika Menurut Islam Ayat-ayat al-Qur’an menunjukkan bahwa etika Islam amat humanistik dan rasionalistik. menghormati orang tua. 5. cinta ilmu. 2. 6. Contoh: kerahasian dokter(etika kedokteraan) jk terkait dgn mslh hukum mk dikesampingkan 3. Etika Islam menurut Al-Quran: 1. Etika kesehatan lebih diutamakan dari etika dokter. Etika sifatnya tidak mengikat dan pelanggarannya tidak dapat dituntut . 4. ketentuan hukum kesehatan dapat mengesampingkan etika tenaga kesehatan. dalam hal jasadnya akan digunakan sebagaimana objek penelitian dan pengembangan kesehatan. Karena keadaan kesehatan atau jasmaninya sama sekali tidak memungkinkan dapat menyatakan persetujuan secara tertulis. Telah meninggal dunia. dan lain-lain Kejujuran (surat an-Nisaa) e. 2. Contoh: (etiKes)Mantri dpt memberi suntikan tanpa ada dokter tp (Hkm kes) tdk membenarkan ini. Hukum kesehatan lebih diutamakan dibanding Etika kesehatan.Hubungan Etika Kesehatan dan hukum kesehatan 1. tp dlm menulis artikel kesehatan tdk mslh(etika kesehatan) Perbedaan Etika Kesehatan dan hukum kesehatan 1. 2.

masyarakat dan tugas-tugas organisasinya serta pergaulan hidup sehari-hari dan individu-individu dalam masyarakat. Memberikan kompensasi 4 KODE ETIK PROFESI a. Standar Profesi Seperangkat kaidah perilaku yang diharapkan dan dipertanggung jawabkan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa. 2. Penghargaan kebebasan pribadi-nya Merahasiakan informasi yang diberikan Memperoleh jaminan keamanan dan keselamatan akibat dari informasi yang diberikan Memperoleh imbalan dan kompensasi Kewajiban responden Memberikan informasi yang diperlukan peneliti Hak dan kewajiban peneliti Hak responden Memperoleh informasi yang dibutuhkan sejujur-jujurnya Kewajiban peneliti 1. aturan kelakuan dan 3. 3. SIFAT DAN SUSUNAN KODE ETIK Kode etik harus memiliki sifat-sifat antara lain (1) Harus rasional. negara. b. Kode Etik b. dan (3) harus bersifat universal. Kode etik profesi terdiiri atas 1. Fungsi Kode Etik Profesi Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : . sikap antara para anggota profesi.1. Menjaga privacy responden 3. Fungsi Kode Etik Profesi c. (2) harus konsisten. aturan kesopanan dan 2. tetapi tidak kaku. Menjaga kerahasian responden 2. 4.

2) Pelayanan professional dalam mendahulukan kepentingan pasien atau klien mengacu pada kepentingan atau nilai-nilai luhur 3) Pengembanan profesi harus selalu mengacu pada masyarakat sebagai keseluruhan. 3) Komplek okupasi/pekerjaan memiliki sejumlah sarana institusional kaidah-kaidah pokok etika profesi sebagai berikut : 1) Profesi harus dipandang dan dihayati sebagai suatu pelayanan.J. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. 2) Menempuh pendidikan tertentu dengan melalui ujian tertentu sebelum melakukan pelayanan. c.Dr. ciri Profesi. berkaitan erat dengan transaksi terapeutik Transaksi terapeutik : terjadinya kontrak antara dokter dengan pasien STANDAR PROFESI MEDIS Prof.Mr.1. 4) Menerapkan standar pelayanan tertentu. Kualifikasi suatu pekerjaan sebagai sutau profesi adalah : 1) Mensyaratkan pendidikan teknis yang formal mengenai adekuasi pendidikannya mmmaupun mengenai kompetensi orang-orang hasil didikannya. Kode Etik Dokter Hak dan kewajiban dokter . 2) Penguasaan tradisi kultural dalam menggunakan keahlian tertentu serta keterampilan dalam penggunaan tradisi. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. yaitu : 1) Memberikan pelayanan (service) pada orang segera langsung (yang umumnya bersifat konfidental). KODE ETIK KESEHATAN MASYARAKAT a.J Leenen pakar hukum kesehatan dari Belanda . 5) Etik profesi yang ditegakkan oleh suatu organisasi profesi.H.. 3) Anggotanya yang relatif homogen. 4) Agar persaingan dalam pelayanan berlangsung secara sehat 5. 3. 2. Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.

disamping juga harus mempertimbangkan alternatif lain selain yang dipilihnya 5. Dilakukan oleh dokter yang sudah lulus 2. Segala tindakannya harus selalu ditujukan kepada kesejahteraan pasiennya HAK DOKTER Menurut psl 50 UU No.1) Berbuat secara teliti dan seksama dkaitkan kelalaian/culpa à tdk teliti/tdk berhati-hati unsur kelalaian terpenuhi . Harus ada indikasi medis yang merupakan titik awal dari segala tindakan medis selanjutnya 4.B Van der Mijn Seorang tenaga kesehatan harus berpedoman pada : 1. sangat tdk teliti/hati2 : culpa lata 2) Sesuai standar ilmu medik 3) Kemampuan rata2 yg sama 4) Situasi dan kondisi yg sama 5) Sarana upaya yg sbanding/proposional STANDAR PROFESI MEDIS Prof Mr.29 Th 2004 1) memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi medis dan standar prosedur operasional. Ketelitian umum.W. Kewenangan 2. Kemampuan rata-rata 3. 2) memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional. 3) memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya . 4) menerima imbalan jasa . Kepada pasien harus diberikan informasi yang sejelas – jelasnya dan menyetujui dilakukannya tindakan medis tersebut . Unsur tindakan medis 1. Sang dokter harus dapat merumuskan tujuan pemberian pengobatannya. 3.

Hak atas pendapat ke 2 ( second opinion) HAK PASIEN UU Pradoks psl 52 1. Menurut Leenen : 1) Kewajiban yang timbul dari sifat perawatan medis dimana dokter harus bertindak sesuai dengan standar profesi medis atau menjalankan praktek kedokterannya 2) Kewajiban untuk menghormati hak – hak pasien yang bersumber dari hak . Hak atas informasi 2.23 Th 2003 Pasal 50 dan 51 1) Tenaga kesehatan menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan keahlian dan kewenangannya 2) Mematuhi standar profesi medis dan menghormati hak pasien . Hak memberikan persetujuan 3.hak asasi dalam bidang kesehatan 3) Kewajiban yang berhubungan dengan fungsi sosial pemeliharaan kesehatan UU KESEHATAN No.Mendapat pelayanan sesuai dng kebutuhan medis 4. 23 Th 1992 ttg Kesehatan psl 53 (2) 1.Mendapat isi rekam medis Kewajiban pasien .Mendapat penjelasan secara lengkap ttg tindakan medis 2. HAK PASIEN UU No.KEWAJIBAN – KEWAJIBAN DOKTER “AEGROTI SALUS LOX SUPREME ” keselamatan pasien adalah hukum yang tertinggi ( utama ) .Meminta pendapat dr/drg lain 3. Hak atas rahasia kedokteran 4.

Kode Etik Kesehatan &Keselamatan Kerja c. 7) memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan menjunjung tinggi kesehatan dan keselamatan manusia. dan hak tenaga kesehatan lainnya. 9) hak-hak klien atau masyarakat.Memberi informasi yg lengkap dan jujur ttg masalah kesehatannya 2. 5) berhati-hati dalam menerapkan setiap penemuan teknik atau cara baru yang belum teruji kehandalannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. daN menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya. Lanjutan… 6) memberi saran atau rekomendasi yang telah melalul suatu proses analisis secara komprehensif. . menghayati dan mengamalkan profesi sanitasi dengan sebaikbaiknya. 3) tidak boleh dipengaruhi sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. 4) menghindarkan din dan perbuatan yang bersifat memuji din sendiri.UU No. hak-hak teman seprofesi.Memberi imbalan jasa atas pelayanan yg diterima a. dan harus menjaga kepercayaan klien atau masyarakat.Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter/dokter gigi 3.29 Th 2004 (PRADOKS) • Pasal 53 1. Lingkungan) 1) menjunjung tinggi. dan berupaya untuk mengingatkan teman seprofesinya. Kode Etik Sanitarian(Ahli Kes. 8) bersikap jujur dalam berhubungan dengan klien atau masyarakat dan teman seprofesinya. 2) melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. Kode Etik bidan b. Kode Etik perawat a. 10) memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan seluruh aspek kesehatan lingkungan secara menyeluruh.Mematuhi ketentuan yg berlaku di sarana pelayanan kesehatan 4. serta kelestarian lingkungan.

institusi) yang dilayani. bina suasana.11) bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat. Menjaga kemitraan klien ( individu. e.menjalankan profesinya bersikap jujur. kecerdasan dan kesejahteraan rakyat 2. membantu pemerintah dalam melaksanakan upaya-upaya perbaikan gizi masyarakat. melakukan profesinya mengutamakan kepentingan masyarakat dan berkewajiban senantiasa berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya. 4. . tulus dan adil. serta merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan. 5. jenis kelamin. 1.. 8. dan pemberdayaan masyarakat melalui penyebarluasan informasi. serta bertindak dalam batas-batas kecakapan yang profesional.menjunjung tinggi nama baik profesi gizi dengan menunjukkan sikap. pelatihan dan pengalaman.menjalankan profesinya menurut standar profesi yang telah ditetapkan. melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan. Lanjutan… 6. meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan serta berperan dalam meningkatkan. mempertahankan kecakapan pada tingkatan tinggi melalui belajar. agama. status social ekonomi dalam menyumbangkan pelayanan-pekerjaan. 9. pelatihan atau dalam meningkatkan kemajuan orang lain. kelompok. 5. membuat rancangan media. Kode Etik Ahli Gizi 1. lelatihan. dan budi luhur serta tidak mementingkan diri sendiri 3. usia. berkerjasama dengan para profesional lain di bidang kesehatan maupun lainnya berkewajiban senantiasa memelihara pengertian yang sebaik-baiknya. Tidak membeda-bedakan individu berdasrkan ras. warna kulit. harus saling menghormati. 2. bangsa. informasi terkini. perilaku.Penyuluh kesehatan masyarakat Profesi PKM (Health Education Specialis) adalah seseorang yang menyelenggarakan advokasi. mengenal dan memahami keterbatasannya sehingga dapat bekerjasama dengan fihak lain atau membuat rujukan bila diperlukan 7. Kode Etik Profesi PKM. d.menjalankan profesinya berdasarkan prinsip keilmuan. Melaporkan hasil penelitian dan kegiatan praktik secara jujur dan bertanggung jawab. 4. 3. dan penelitian berkesinambungan. Menunjukkan secara seksama kemampuan sesuai dengan pendidikan.

10. 9. Membantu perkembangan suatu tatanan pendidikan yang mengasuh/memelihara pertumbuhan dan perkembangan individu. dan menggunakan keterampilan yang didasari dengan nilai-nilai secara konsisten.. 6. Penjatuhan saksi kode etik Menurut Noto Hamidjo 4 norma dalam penegakan kode etik: 1) kemanusiaan 2) Keadilan 3) Kepatutan 4) kejujuran Sanksi kode etik 1) Teguran baik lisan maupun tulisan 2) Mengucilkan pelanggar dari kelompok profesi 3) Memberlakukan tindakan hukum dengan sanksi keras b. Pengawasan kode etik 3. Penegakan kode etik Bentuk Penegakan kode etik 1. budaya dan harga diri setiap individu.Kode Etik Profesi PKM. 6 PROBLEMATIKA KODE ETIK KESMAS a. bukan paksaan. Pelaksanaan kode etik 2. Terakhir….Faktor penghambat kode etik . Peradilan dalam profesi a. Menghargai hak pribadi (privacy). 8. 7. martabat (dignity). Membantu perubahan berdasarkan pilihan. Faktor penghambat kode etik c. Mematuhi prinsip “informed consent” sebagi penghargaan terhadap klien. Penegakan kode etik b. Bertanggung jawab untuk menerima tindakan/hukuman selayaknya sesuai dengan pertimbangan mal praktek yang dilakukan.

Mekanisme persidangan 1.1. 2. 7. Pengaruh Sifat Kekeluargaan Pengaruh jabatan Pengaruh konsumerisme Karena lemah iman c. 3. 4. 3. 2. 3. 4. 4. Pelanggaran kode etik disampaikan oleh penuntut kode etik Putusan pelanggaran kode etik ditetapkan oleh komisi etik. Peradilan dalam profesi 1. 5. 5. Pemanggilan pelanggar kode etik Pemeriksaan kode etik Persidangan kode etik Penyampaian bentuk pelanggaran dan sanksi yang dikenakan Pembelaan oleh pelanggar kode etik Pembuktian Putusan . 6. 2. Peradilan profesi dipimpin komisi etik Komisi etik terdiri 3 orang dan dipimpin oleh pimpinan profesi Pelanggar etik didampingi penasehat etik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful