Adab Jual Beli dalam Islam (Bag 2

)
Sabtu, 07 Januari 2012 05:42 WIB

Bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional

TERKAIT :
Inilah Adab Jual Beli dalam Islam (Bag 1) Inilah Adab Berkomunikasi Lewat Telepon (Bag 2) Inilah Adab Berkomunikasi Lewat Telepon (Bag 1) Ini Dia Adab Menerima Telepon dalam Islam (Bag 2) Ini Dia Adab Menerima Telepon dalam Islam (Bag 1)

Inilah Adab Jual Beli dalam Islam (Bag 2)
Sabtu, 07 Januari 2012 05:42 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Berikut adalah adab jual-beli lainnya yang penting diperhatikan umat Islam: Keempat, tidak membiasakan bersumpah ketika berdagang. Islam mengajarkan agar pedagang tidak bersumpah untuk melariskan barang dagangannya dan bersumpah bahwa kualitas barang dagangannya yang terbaik. Komite Tetap kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa yang dipimpin Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz dalam fatwa –fatwa jual beli menegaskan bahwa, ‘’sumpah dalam jual beli secara mutlak hukumnya makruh, baik pelakunya seorang pendusta maupun orang yang jujur.’’ Jika pelakunya seorang yang suka berdusta, maka sumpahnya yang makruh mengarah kepada haram. ‘’Dosanya lebih besar dan azabnya sangat pedih, dan itulah yang disebut dengan sumpah dusta,’’ papar Syekh Abdullah bin Baaz.

pemaaf. Islam mengajarkan seorang pedagang untuk melebikan timbangan. Nabi SAW melarang umatnya menimbun atau memonopoli dagangan tertentu untuk mengeuasi harga barang. Pembeli tak boleh mengurangi hak penjual dan penjual jangan menjual terlalu mahal.’’ (HR Muslim).’’ (HR Muslim). dan lemah lembut dalam berjual beli. ‘’Janganlah kalian banyak bersumpah ketika berdagang. namun tak diberitahukan kepada pembelinya. Rasulullah SAW bersabda. Barang siapa yang melakukan penipuan. mempermudah. sebab cara seperti itu melariskan dagangan lalu menghilangkan keberkahannya.’’ (HR Muslim). tidak berbohong ketika berdagang. perbuatan itu dapat merugikan manusia dan mengganggu kamu Muslimin. Lalu beliau berkata. maka ia tidak termasuk golonganku.’’ Kedelapan. Bahkan. Ketujuh. Bahkan. Salah satu perbuatan berbohong adalah menjual barang yang cacat. Seorang pedagang sangat dilarang mengurangi timbangan. seharusnya penjual dan pembeli tidak bersikap keras satu sama lain. melainkan pelaku maksiat. seorang pedagang harus jujur. Ketika menimbang barang dagangannya. Sumber : www. Sebab. Menurut Syekh Sayyid Nada. tidak boleh menimbun dan memonopoli barang dagangan tertentu.Hal itu sesuai dengan hadis Rasulullah SAW. yakni orang yang mengurangi timbangan atau takaran. penjual harus melebihkan timbangan. Nabi SAW pernah bersabda kepada seorang pedagang yang menyembunyikan makanan yang basah. ‘’Mengapa engkau tidak meletakkannya dibagian atas agar orang-orang dapat melihatnya. ‘’Tidaklah seseorang menimbun barang. ‘’Jangan banyak tawarmenawar dan berdebat. Keenam. Hendaknya mereka saling memaklumi.azaz-azaz jual beli dalam islam . Kelima. Allah SWT dalam Alquran surah al-Muthaffifin ayat 1-3 mengancam orang-orang yang berbuat curang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful