P. 1
PERCOBAAN KIMIA Sel Elektrolisis2

PERCOBAAN KIMIA Sel Elektrolisis2

|Views: 235|Likes:
Published by Ayundha Nabilah

More info:

Published by: Ayundha Nabilah on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

PERCOBAAN KIMIA ELEKTROLISIS

Oleh Absen Kelas

: Ayundha Nabilah : 06 : XII.IPA.2

SMA NEGERI 2 CIREBON Jalan Dr.Cipto Mangunkusumo 1 Telp. (0231)203301 fax.(0231)239814 Cirebon
Email:sman2cirebon@yahoo.co.id website:http://www.sma2-cirebon.sch.id

2010

I. Tujuan
Mengamati reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan KI, MgSO4, dan CuSO4

II. Teori
Elektrolisis adalah peruraian zat elektrolit dengan menggunakan arus listrik searah. Pada elektrolisis sebagai katode adalah elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif sedangkan anoda dihubungkan dengan kutub positif sumber arus.

Pada katoda (-) terjadi reduksi. • Jika terdapat kation logam IA, IIA, Al, Mn, kation logam tersebut tidak direduksi, tetapi yang direduksi adalah air (H2O). Sehingga 2e + 2H2O(l) → H2(g) + 2OH-(aq) • Ion logam selain nomor 1 dalam larutan akan direduksi menjadi endapan logamnya. Sehingga Lx+(aq) + xe- → L(s) • Seluruh ion logam pada lelehan akan direduksi menjadi logamnya. Sehingga Lx+(l) + xe- → L(l) • Ion H+ direduksi menjadi gas H2 Sehingga 2H+(aq) +2e- → H2(g)

Pada anoda (+) terjadi oksidasi. • Jika terdapat anion sisa asam oksi (NO2-, SO42-, NO3-) anion sisa asam oksi tersebut tidak dioksidasi, tetapi yang dioksidasi adalah air (H2O).

Sehingga 2H2O(l) → O2(g) + 4H+(aq) +4e • Ion halida akan teroksidasi menjadi halogen. Sehingga 2X+(aq) → X2(s) + 2e• Ion OH- teroksidasi menjadi air dan O2 Sehingga 4OH-(aq) → 2H2O(l) + O2(g) + 4e• Elektrode tidak inert akan teroksidasi menjadi ionnya. Sehingga L(s) → Lx+(aq) + xe-

Elektroda dibagi menjadi dua : a. Inert b. Tak inert : elektroda yang tidak ikut bereaksi (C, Pt, Au) : elektroda yang ikut bereaksi (Cu, Fe)

III.Alat dan Bahan
• • • • • • • • Rangkaian batu baterai Pipa U Kabel (2 buah) Penjepit (2 buah) Karbon Stative Tisue Larutan a. KI
b. MgSO4 c. CuSO4

Indikator a. PP b. BTB c. Amilum

IV.

Prosedur Kerja
Siapkan alat dan bahan. • Siapkan rangkaian baterai yang sudah disambungkan dengan kabel dan penjepit (tandai kutub positif dan kutub negatifnya). Masukkan tissue ke tengah pipa U. Jepit pipa U dengan stative. Masukkan larutan ke dalam pipa U. Jepit penjepit dengan karbon. Masukkan karbon ke dalam pipa U Amati apa yang terjadi Tambahkan indikator Amati lagi apa yang terjadi

• • • • • • • •

V. Pengamatan
1. KI • Sebelum ditetesi indikator :
a. Katoda : terbentuk gelembung

b. Anoda : terbentuk gelembung dan warna larutan berubah menjadi kuning.

• Sesudah ditetesi indikator : a. Katoda+PP : larutan menjadi berwarna pink dan warna pink itu berkumpul disekitar karbon. b. Anoda+amilum : larutan menjadi berwarna biru tetapi warna biru itu tidak berkumpul disekitar karbon, melainkan menyebar.

2. MgSO4

• Sebelum ditetesi indikator :
a. Katoda : terdapat gelembung tetapi tidak ada perubahan warna. b. Anoda : terdapat gelembung tetapi tidak terjadi perubahan warna.

• Sesudah ditetesi indikator :
a. Katoda+BTB : terbentuk gelembung dan warna larutan berubah menjadi

biru.
b. Anoda+BTB : warna larutan berubah menjadi kuning.

3. CuSO4 a. Katoda : terdapat endapan merah pada karbon. b. Anoda : terbentuk gelembung.

VI.

Perhitungan
Mengapa terjadi seperti pengamatan diatas? Kita dapat menghitungnya dan memprediksikan apa yang terjadi.

• KI → K+ + Ia. Katoda (-) Terdapat K+ dan H2O, yang tereduksi adalah H2O, sehingga

2H2O + 2e → H2 + 2OHSehingga terbentuklah gelembung.

Ketika ditetesi indikator PP, warna larutan berubah menjadi berwarna pink karena larutan bersifat basa (hal ini dapat dibuktikan dengan adanya 2OH- yang terbentuk) , karena PP dalam suasana basa akan menjadi warna pink (lihat teori) maka larutan berubah menjadi berwarna pink.

b. Anoda (+) Terdapat I- dan H2O, yang teroksidasi adalah I-, sehingga 2I- → I- + 2e Warna kuning tersebut berasal dari Iodium.

Ketika ditetesi Amilum, warna larutan menjadi biru. Hal ini dikarenakan Amilum bereaksi terhadap glukosa. Di dalam Yodium terdapat glukosa sehingga larutan menjadi berwarna biru.

 Sehingga reaksinya menjadi 2H2O + 2e → H2 + 2OH2I- → I- + 2e 2H2O+2I → H2+2OH-+I2

• MgSO4 → Mg2+ + SO42a. Katoda (-) Terdapat Mg2+ dan H2O dalam katoda, dan yang tereduksi adalah H2O, sehingga

2H2O + 2e → H2 + 2OHSehingga terbentuklah gelembung.

Ketika ditetesi BTB, warna. larutan menjadi biru. Larutan menjadi berwarna biru karena larutan bersifat basa (hal ini dibuktikan dengan adanya 2OH- yang terbentuk), karena BTB dalam dalam suasana basa akan menjadi warna biru (lihat teori) maka larutan berubah menjadi berwarna biru.

b. Anoda (+) Terdapat SO42- dan H2O dalam anoda, dan yang teroksidasi adalah H2O, sehingga 2H2O → O2+4H++4e Sehingga terbentuklah gelembung.

Ketika ditetesi BTB, warna larutan menjadi kuning. Larutan menjadi berwarna kuning karena larutan bersifat asam (hal ini dibuktikan dengan adanya 4H+ yang terbentuk), karena BTB dalam suasana asam akan enjadi berwarna kuning (lihat teori) maka larutan berubah menjadi berwarna biru.

 Sehingga reaksinya menjadi 2H2O → O2 + 4H+ + 4e 4H2O + 4e →2H2 + 4OH2H2O + 4H2O → O2 +4H+ +2H2 +4OH-

I.

Kesimpulan

II.

Daftar Pustaka
Bakri Mustafa, Seri Pendalaman Materi Kimia SMA dan MA, Esis, Jakarta, 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->