Strategi Pembelajaran Kemampuan Menyimak Ditulis oleh Saiful Mustofa Kamis, 25 Februari 2010 09:38 Strategi Pembelajaran Kemampuan Menyima

Salah satu prinsip linguistik menyatakan bahwa bahasa itu pertama-tama adalah ujaran, yakni bunyibunyi bahasa yang diucapkan dan bisa didengar. Atas dasar itulah beberapa ahli pengajaran bahasa menetapkansatu prinsip bahwa pengajaran bahasa harus dimulai dengan mengajarkan aspek-aspek pendengaran dan pengucapan sebelum membaca dan menulis. Dengan demikian, menyimak merupakan satu pengalaman belajar yang amat penting bagi para siswa dan seyogyanya mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pengajar. Implikasinya dalam pelaksanaan pengajaran ialah bahwa guru hendaknya memulai pelajarannya dengan memperdengarkan (sebaiknya secara spontan, tidak dengan membaca) ujaran-ujaran bahasa Arab baik berupa kata-kata maupun kalimat, setidak-tidaknya ketika guru memperkenalkan katakata baru, ungkapan-ungkapan baru, atau pola kalimat baru. Manfaat dan aktifitas ini ialah untuk membiasakan murid mendengar ujaran dan mengenal dengan baik tata bunyi bahasa Arab, disamping dapat menciptakan kondisi belajar penuh gairah dan menumbuhkan motivasi dalam diri murid. Hal ini sengaja ditekankan di sini, karena berdasar pengamatan, banyak di antara guru bahasa Arab yang cenderung mengajak murid-muridnya membaca buku teks sejak awal pelajaran. Secara umum tujuan latihan menyimak adalah agar siswa dapat memahami ujaran dalam bahasa Arab, baik bahasa sahari-hari maupun bahasa yang digunakan dalam forum resmi. a.Tahap-tahap latihan menyimak (1). Latihan pengenalan (identifikasi) Kemahiran menyimak (istima’) pada tahap pertama bertujuan agar siswa dapat mengidentifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab secara tepat. Latihan pengenalan ini sangat penting karena sistem tata bunyi bahasa Arab banyak berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang dikenal oleh siswa. Satu keuntungan bagi guru bahasa Arab bahwa umumnya anak-anak Indonesia khususnya yang muslim telah mengenal bunyi-bunyi bahasa Arab sejak masa kanak-kanak, dengan adanya pelajaran membaca Al-Quran dan shalat. Namun ini tidak mengurangi pentingnya latihan tersebut, karena ternyata pengenalan mereka itu belum tuntas. Ada bunyi bahas Arab yang sama dengan bunyi bahasa pelajar, ada yang mirip dan ada yang sama sekali tidak dikenal (asing). Berdasarkan kenyataan ini, guru harus memberikan perhatian khusus kepada bunyi-bunyi yang mirip dan yang asing sama sekali bagi pelajar. Penyajian pelajaran menyimak bisa langsung oleh guru secara Usan, akan tetapi lebih baik kalau guru bisa memakai pita ekaman dengan tape recorder atau di laboratorium bahasa. Rekaman ini penting karena siswa akan mendengarkan model-model ucapan yang benar-benar akurat, langsung dari penutur asli bahasa Arab. Dengan pemakaian pita rekaman ini, guru akan terhindar dari kelelahan dan juga dari kemungkinan kesalahan atau kekurangtepatan dalam ucapan, hal mana kalau sampai terjadi akan mengakibatkan kesalahan ‘turun menurun'.

Misalnya: Guru mengucapkan atau memutarkan rekaman. sebagian mengandung bunyi bahasa yang ingin dilatihkan.bisa secara tertulis. bahkan yang disebut terakhir inilal: yang manjadi rujuan akhir dari latihan menyimak. misalnya untuk menyatakan angka sati dua atau tiga dan seterusnya. pelajar diminta menebak.bisa dengan isyarat jari. ‫أأأأأ‬ 3. ia kemudian dilatih untuk mengucapkan dan mamahami makna yang dikandung oleh ujaran tersebut. Latihan mendengarkan dan menirukan. apakah yang didengarnya itu bunyi A atau B.bisa secara Jisan. Misalnya: Guru / Rekaman Murid ‫ أأأأ – أأأأ‬S ‫ أأأأ – أأأأ‬S ‫ أأأأ – أأأأ‬TS ‫ أأأأ – أأأأ‬S ‫ أأأأأ – أأأأأ‬TS Respons siswa bisa dinyatakan dengan berbagai cara : .Latihan mengenal (identifikasi) ini bisa berupa latihan dengar untuk membedakan (discrimination exercises )pengan teknik mengontraskan pasangan-pasangan ucapan yang hampir sama. . Misalnya. Variasi lain ialah. Murid diminta mengidentifikasi dengan menyebut nomor kata-kata yang mengandung bunyi tersebut. ‫أأأأ‬ 2. Dengan demikian pelajaran isrima'sekaligus melatih kemampuan . Walaupun latihan-latihan menyimak bertujuan melatil pendengaran. baik individual maupun klasikal. tapi dalam praktek selalu diikuti dengan latihai pengucapan dan pemahaman. untuk kemudian diperiksa oleh guru. murid diminta mengidentifikasi apakah pasangan kata yang diperdengarkan oleh guru. Jadi setelah siswa mengenal bunyi-bunyi bahasa Arab melalui ujaranujaran yang didengarnya. Contoh: A : ‫أأأأ‬ B : ‫أأأأ‬ Guru / Rekaman Murid ‫ أأأأ‬A ‫ أأأأ‬B ‫ أأأأ‬B ‫ أأأأ‬A Guru memperdengarkan satu set yang terdiri dari 4 . dua tiga. ‫أأأأ‬ Murid merespons dengan menyebutkan angka: satu. dan .5 kata atau frasa. segera setelah model selesai diperdengarkan. fonem pertamanya sama atau berbeda. (2). untuk mengidentifikasi bunyi (‫ )أ‬guru memperdengarkan: 1.

bertasydid dan tidak bertasydid. Guru Siswa ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأأ أأأأ‬ ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأأ أأأأ‬ Latihan-latihan mendengarkan dan menirukan (listen and repeat /‫ ) أأأأأأأأ أأأأأأأأ‬ini akan lebih efisien dan efektif kalau dilakukan di laboratorium bahasa. siswa dilatih untuk mendengarkan dan menirukan. juga pada pengucapan vokal panjang dan pendek. yang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia. Guru Siswa ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأ أأأ‬ (c) Latihan pengucapan vokal panjang dan pendek. sebab berbagai teknik bisa dipraktekkan. dan siswa dapat membandingkan ucapannya sendiri dengan model ucapan yang ditirunya. ketika memperkenajkan kata-kata atau pola kalimat yang baru.reseptif dan produktif. Kegiatan ini dilakukan oleh guru. Oisamping itu latihan bisa dilakukan secara individual dalam waktu bersamaan. Dalam tahap permulaan. Latihan menirukan ini difokuskan pada bunyi-bunyi bahasa yang asing bagi siswa. Pembetulan . Guru Siswa ‫أأأأ أأأأ‬ ‫أأأأ أأأأ‬ ‫أأأأ أأأأ‬ ‫أأأأ أأأأ‬ (d) Latihan pengucapan vokal bertasydid. Beberapa contoh: (a) Latihan pengucapan bunyi ( ‫) أ‬ Guru mengucapkan murid menirukan ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأ أأأ‬ ‫أأأ أأأ‬ (b) Latihan pengucapan beberapa bunyi yang berdekatan. atau dalam waktu yang sengaja dikhususkan untuk latihan menyimak.

dan pada waktu yang sama memperlihatkan rangkaian gambar yang mencerminkan arti dan isi materi yang didengar oleh siswa tadi. (c) Latihan mendengarkan dan memeragakan ( ‫)أأأأ أأأأأ‬ Dalam latihan ini. yang memerlukan pengamatan dan penilaian lebih jauh. dinyatakan seeafa jelas. (b) Latihan membaca dan mendengar (‫)أأأأ أأأأأ‬ Guru memperdengarkan materi bacaan yang sudah direkam dan siswa membaca teks (dalam hati) mengikuti materi yang diperdengarkan. Kegiatan ini tidak terbatas pada ungkapan sehari-hari digunakan oleh guru dalam kelas seperti: ‫أأأأ – أأأأ أأأأأأ – أأأأ – أأأأأأ – أأأأ أأأأأأأ – أأأأ أأأأأأ‬ Tetapi juga kegiatan-kegiatan yang berlaku di luar kelas yang dapat didemonstrasikan. Pada tahap ini. perbendaharaan kata-kata yang dimiliki siswa masih terbatas. yakni latihan pemahaman ( ‫ ) أأأ أأأأأأأ‬yang lebih luas. Tujuan latihan menyimak pada tahap ini ialah agar siswa memiliki ketrampilan memahami isi suatu teks lisan dan mampu secara kritis menangkap isi yang dikandungnya. baik yang tersurat maupun yang tersirat. kemudian mengambil kesimpulan. seperti: ‫أأأأ أأأأأ – أأأأ أأأأ – أأأأأأ أأأأ أأأأأأأ – أأأأأأ أأأأ أأأأأأ‬ Ketiga jenis latihan yang bam saja disebutkan. setelah siswa mengenal bunyi-bunyi bahasa dan dapat mengucapkannya. slide. Oleh karena itu. mendengarkan sesuatu adalah untuk memperoleh informasi. antara lain: (a) latihan melihat dan mendengar (‫)أأأأ أأأأأ‬ Guru memperdengarkan materi yang sudah direkam. Mereka diminta menyimak. Untuk mendapatkan informasi yang akurat. Tetapi mungfcin juga tersirat/implisit. gambar dinding dan sebagainya. memahami dan kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah . siswa diminta melakukan gerakan atau tindakan non verbal sebagai jawaban terhadap stimulus yang diperdengarkan oleh guru. mungkin berupa percakapan sehari-hari atau ungkapan-ungkapan sederhana yang tidak terlalu kompleks. adalah latihan permulaan bagi jenis latihan berikutnya. dalam arti tepat dan bermanfaat. Gambargambar tersebut bisa berupa film-strip. (d) Latihan mendengarkan dan mamahami Pada akhirnya. latihan menyimak bertujuan agar siswa mampu memahami bentuk dan makna dari apa yang didengarnya itu.ucapan bisa dilakukan oleh siswa secara self correction‫أأأأأأ أأأأأأ‬ 3) Latihan mendengarkan dan memahami Tahap selanjutnya. seorang penyimak harus pandai-pandai memilih dan mengingat hiana yang penting dan mengabaikan apa yang tidak penting. Pada tingkat permulaan. Infofmasi itu mungkin tersurat/ekplisit. Ini berarti bahwa menyimak adalah ketrampilan yang dapat dicapai hanya dehgan latihan-latihan. harus dipilihkan bahan yang pendek-pendek. Latihan mendengar untuk pemahaman ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik. kepada siswa diperdengarkan teks lisan (dibacakan langsung oleh guru atau melalui pita rekaman).

tapi jedahnya yang diperpanjang. sebaiknya dipakai dalam hubungan ini. namun berbeda karena lagu kalimat yang dipakai Dalam pelajaran menyimak henclaknya dipupuk kemampuan siswa untuk menafsirkan makna kalimat melalui unsur-unsur bunyi. situasi perlu dibuat mendekati situasi sehari-hari. Siswa hendaknya dilatih untuk dapat membedakan gagasan pokok dari gagasan sampingan. Prinsip pengajaran: dari yang mudah ke yang sulit. contoh dan ilustrasi. Untuk tingkat-tingkat permulaan. para siswa diharapkan memahami teks-teks lisan hanya dari isyarat yang diterimanya melalui gerbang telinga saja. seperti dalam bahasa Arab:‫ أأأ. Kita sering menjumpai kalimat tanya yang bentuk dan susuman katanya sama dengan kalimat berita. Petunjuk yang jelas akan merangsang para siswa dan menambah semangat mereka untuk berusaha memahami teks lisan yang disajikan guru. 8)Guru hendaknya menyampaikan kepada siswa dengan jelas apa yang harus mereka kerjakan. Hal ini tentu memersulit usaha meinahami teks lisan yatig sedang disajikan. Sistematika pertanyaan untuk pelajaran menyimak ini akan diuraikan kemudian. 5)Penggunaan alat peraga banyak sekali manfatnya dan dapat membantu mempercepat pengertian. Dalam hubungan dengan latihan mendengarkan untuk pemahaman ini perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1)Pendengar menerima informasi melalui rangkaian bunyi bahasa dengan susunan nada dan tekanan penempatan persendian (juncture). perlu dengan sengaja dimasukkan dalam rekaman. Perubahan susunan unsur bunyi dapat mengubah hubungan antarbagian kalimat atau arti kalimat secara keseluruhan. biasanya terdapat gagasan pokok dan gagasan penunjang. أأأأ. 7)Guru sebaiknya menuliskan kata-kata kunci sebelum pelajaran dimulai dan menjelaskan maknanya. 3)Dalam memilih teks lisan hendaknya guru memperhatikan hal. kalau perlu sampai tiga kali. 10)Respon atau jawaban para siswa bisa bervariasi. maka setiap materi yang disajikan hendaknya dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan. karena kesempatan untuk menerka arti kata dari hubungan kalimat perlu juga diberikan kepada mereka. 4)Kecepatan yang wajar tentu merupakan tujuan akhir pelajaran menyimak ini. 9)Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap apa yang didengarkannya. Tentu saja tidak semua kata baru dapat dikatakan sebagai kata kunci dan dijelaskan kepada siswa. Dengan kata lain. tetapi untuk tahaptahap permulaan tidak ada salahnya kalau ucapan diperlambat sedikit. dari yang pendek ke yang panjang. Tapi ada kalanya alat peraga ini dengan sengaja tidak dipakai agar siswa tidak terlalu banyak menggantungkan diri pada isyarat yang diperolehnya dari alat peraga ini. 2)Dalam tutur pembicaraan atau dalam teks yang dilisankan.disiapkan sebelumnya untuk menguji pemahaman mereka. tapi itulah realitas dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan-gangguan seperti background musik atau suara orang lain yang sedang bercakap-cakap. Penyajian teks lisan untuk tingkat-tingkat permulaan perlu diulang.hal berikut: • usia dan minat siswa •kosakata yang dimiliki siswa •tingkat kematangan dan kecepatan siswa dalam mengikuti teks lisan. dari yang kongkrit ke yang abstrak. أأأ أأ. Misalnya dengan mengamati ungkapan petunjuk peralihan. Yang diperlambat bukan ucapan kata-katanya. أأأأ‬dan sebagainya. 6)Untuk tingkat lanjut. jawaban bisa .

istima’ dimaksudkan untuk memperdengarkan bunyi bahasa Arab kepada siswa untuk ditirukan dan dihafalkannya. Beberapa strategi yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran istima’ ini adalah: 1. tetapi pengertian yang ditunjukkan siswa terhadap teks lisan yang disajikan. akan dijelaskan 3 macam strategi pembelajaran istima’ dengan menggunakan media audio tape recorder atau CD. pembelajaran istima’ disampaikan dengan menggunakan media audio.berupa: -gambar. Dalam strategi ini yang dibutuhkan adalah rekaman bacaan dan potongan-potongan teks yang terkait dengan isi bacaan tersebut untuk dibagikan kepada siswa. Jika pernyataan tersebut sesuai dengan isi bacaan yang didengar. bahwa kemampuan istima’ itu cukup beragam dan bertingkat-tingkat. berarti benar. dan jika tidak sesuai maka jawabannya salah. sementara itu jika dilakukan oleh guru langsung yang notabene bukan orang Arab asli. Media audio yang biasa digunakan adalah tape recorder. kemudian memberikan jawaban benar atau salah terhadap pernyataan tersebut. Dalam pengembangan strategi ini lebih menitik beratkan pada aspek pemahaman dan pengungkapan kembali terhadap apa yang sudah didengarnya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. dan laboratorium bahasa. maka tape recorder dan CD merupakan pilihan media yang cukup murah dan efektif digunakan.Strategi 1 Strategi ini bertujuan untuk melatih kemampuan mendengarkan bacaan dan memahami isi bacaannya secara global. Hal ini dikarenakan untuk mendatangkan natiq ashli tidaklah mudah. jika dilihat dari pertimbangan efisiensi.Strategi 2 Strategi ini lebih menekankan pada aspek kemampuan memahami isi bacaan dan menjawab . jawaban dalam bentuk lisan atau tulisan dengan bahasa Arab. Sebagaimana telah diuraikan dalam bab pertama. -masing siswa untuk menyampaikan jawabannya arkan sekali lagi kaset tersebut agar masing-masing siswa dapat mencocokkan kembali jawaban yang telah di tulis dari jawaban mereka masing-masing. atau Untuk siswa tingkat menengah atau lanjutan. 2. Langkah-langkahnya adalah: -potongan teks yang dilengkapi dengan alternatif jawaban benar atau salah (B/S). Hanya saja.Strategi pembelajaran Istima’ modern Pada umumnya. biasanya ada perbedaan logat dengan bahasa aslinya. isi bacaan secara umum. Yang paling sederhana. b. -pernyataan yang telah dibagikan. CD. Tapi perlu digarisbawahi bahwa tujuan utama bukan hakekat jawaban itu sendiri. Dalam tulisan ini.

Strategi 3 Strategi ini tidak hanya menitik beratkan pada aspek kemampuan memahami isi bacaan. para siswa diminta untuk mengungkapkan kembali isi bacaan tersebut dalam bentuk lisan atau tulisan. 3. Berikan klarifikasi terhadap hasil kerja siswa untuk memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa . tetapi juga kemampuan untuk mengungkapkan kembali apa yang sudah didengarnya dengan bahasa sendiri. •Mintalah semua siswa untuk mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting •Mintalah semua siswa untuk menjawab soal-soal yang disampaikan pada akhir bacaan tersebut. •Tugaskan kepada setiap siswa untuk mencatat kata-kata kuncinya (keyword) sambil mendengarkan •Setelah selesai. Jawaban dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis •Mintalah masing-masing siswa untuk menyampaikan jawabannya (presentasi) •Berikan klarifikasi di akhir sessi terhadap jawaban siswa. Langkah-langkahnya adalah: •Perdengarkan nash yang sudah direkam dalam kaset maupun CD. Langkah-langkahnya adalah: •Perdengarkan nash yang sudah direkam dalam kaset atau CD.pertanyaan-pertanyaan yang mengiringi dalam setiap bacaan tersebut. •Mintalah setiap siswa untuk menyampaikan (mempresentasikan) hasilnya secara bergantian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful