Seni grafis Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari [[Berkas:--180

.242.43.222 18 Oktober 2011 10.35 (UTC)Contoh.jpg[1]]]Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

Gunung Fuji, dari Tiga puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji), cukilan kayu berwarna karya Katsushika Hokusai Daftar isi [sembunyikan] 1 Media 2 Warna

3 Teknik 3.1 Tinjauan Umum 3.2 Cukil Kayu 3.3 Engraving 3.4 Etsa 3.5 Mezzotint 3.6 Aquatint 3.7 Drypoint 3.8 Litografi 3.9 Cetak Saring 3.10 Cetak Digital 4 Lihat pula 4.1 Seniman Grafis 4.2 Seniman grafis Indonesia 5 Pranala luar [sunting] Media Seniman grafis berkarya menggunakan berbagai macam media dari yang tradisional sampai kontemporer, termasuk tinta ber-basis air, cat air, tinta ber-basis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang larut dalam air seperti crayon Caran D'Ache. Karya seni grafis diciptakan di atas permukaan yang disebut dengan plat. Teknik dengan menggunakan metode digital menjadi semakin populer saat ini. Permukaan atau matrix yang dipakai dalam menciptakan karya grafis meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Teknik lain yang disebut dengan serigrafi atau cetak saring (screen-printing) menggunakan lembaran kain berpori yang direntangkan pada sebuah kerangka, disebut dengan screen. Cetakan kecil bahkan bisa dibuat dengan menggunakan permukaan kentang atau ketela. [sunting] Warna

aquatint. Bagian lino atau kayu yang dicukil akan mengekspos (tidak menimpa) warna yang telah tercetak sebelumnya. mezzotint. . Intaglio. engraving kayu. memberi warna lain dan mencetaknya lagi. tapi adakalanya seorang seniman grafis menggunakan sampai dengan tujuh plat. Seringkali pewarnaannya -. papan atau screen yang terpisah atau dengan menggunakan pendekatan reduksionis.Pembuat karya grafis memberi warna pada cetakan mereka dengan banyak cara. Rata-rata digunakan 3 sampai 4 plat. dan cukil logam/metalcut. medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional. screen atau papan yang terpisah akan diberi tinta dengan warna berbeda kemudian diterapkan pada tahap tertentu untuk menghasilkan keseluruhan gambar. teknik ini meliputi: engraving. Tiap penerapan warna akan berinteraksi dengan warna lain yang telah diterapkan pada kertas. tinta berada di bawah permukaan matrix. screen atau papan. Pendekatan reduksionis untuk menghasilkan warna dimulai dengan papan kayu atau lino yang kosong atau dengan goresan sederhana. hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan image/gambar.dalam etsa. Kemudian seniman mencukilnya lebih lanjut. pegrafis kadang-kadang hanya mengecat warna seperti pelukis kemudian dicetak. termasuk cetak saring dan pochoir. etsa. teknik ini meliputi: litografi. cukil linoleum/linocut. jadi sebelumnya perlu dipikirkan pemisahan warna. teknik relief meliputi: cukil kayu. Konsep warna subtraktif yang juga digunakan dalam cetak offset atau cetak digital. proses digital termasuk giclée. di dalam software vektorial misalnya Macromedia Freehand. monotype dan teknik digital stensil. [sunting] Teknik [sunting] Tinjauan Umum Teknik seni grafis dapat dibagi dalam kategori dasar sebagai berikut: Cetak relief. cukil kayu serta linocut -. yang masing-masing menghasilkan warna yang berbeda.diterapkan dengan menggunakan plat. cetak saring. CorelDraw atau Adobe Ilustrator atau bitmap ditampilkan dalam CMYK atau ruang warna lain. Pada teknik grafis seperti chine-collé atau monotype. Dalam teknik pewarnaan multi-plat. di mana tinta berada pada permukaan asli dari matrix. Tiap plat. chine-collé dan drypoint. planografi di mana matrix permukaannya tetap. Biasanya warna yang paling terang diterapkan lebih dulu kemudian ke warna yang lebih gelap. Teknik lain dalam seni grafis yang tidak temasuk dalam kelompok ini adalah 'kolografi' (teknik cetak menggunakan kolase). terdapat sejumlah plat.

atau di kertas yang kemudian ditransfer ke papan kayu. Tradisionalnya. yang menggunakan peralatan tajam untuk mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta. Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer. dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. dan bahkan kadang-kadang tidak ada etsa-nya sama sekali. lalu lembaran kertas. dan beberapa waktu kemudian di Jepang. Misalnya. Di dua tempat ini. Hokusai. [sunting] Cukil Kayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: cukil kayu Cukil kayu . papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna. ditaruh di bawah papan. Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola cetak pada kain. merupakan teknik seni grafis paling awal.Kebanyakan dari teknik di atas bisa juga dikombinasikan. Kemudian papan digosok dengan baren (alat yang digunakan di Jepang) atau sendok. Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan menggunakan roller. adalah salah satu teknik cetak relief. Seniman membuat skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu. khususnya yang berada dalam kategori sama. Werner Drewes. atau melalui alat press. Hiroshige. tapi seringkali dipakai juga teknik engraving dan drypoint. Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa. seniman kemudian menyerahkan rancangannya ke ahli cukil khusus. teknik cukil kayu banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks. yang mungkin sedikit lembap. karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah disebut dengan "etsa". Jika memakai beberapa warna. . dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks dan gambar pada kertas.

Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam. salah seorang seniman grafis. engraving karya Albrecht Dürer."Melancholia I". yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving (bagian yang diukir). Seluruh permukaan plat diberi tinta. [sunting] Engraving Artikel utama untuk bagian ini adalah: Engraving Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. tradisionalnya memakai plat tembaga. menghasilkan karya cetak. [sunting] Etsa . Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (seringkali dibasahi untuk melunakkan). kemudian tinta dibersihkan dari permukaan. Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit.

Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. bagian permukaan rendah menahan tinta. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg. sehingga bagian logamnya terbuka. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga. etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. drypoint. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving. lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat. Setelah itu. seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing. mezzotint dan aquatint. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta. . yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Kelebihannya adalah. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya."Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etsa Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving. tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam. Jerman.

untuk mereproduksi foto dan lukisan. atau alat lain menghasilkan gradasi halus untuk mengembangkan tone. Mungkin juga menciptakan gambar hanya dengan mengkasarkan bagian tertentu saja. [sunting] Aquatint . Henri Matisse. karena proses penghalusan tekstur dengan menggunakan burin. kedua. Jim Dine. Giorgio Morandi. Francisco Goya. menciptakan gambar yang dibuat dari gelap ke terang. bekerja dari warna terang ke gelap. Paul Klee. Einar Hakonarson. menghasilkan warna cetak yang solid. gambar dihasilkan dengan mengerok halus permukaan. Metode mezzotint ditemukan oleh Ludwig von Siegen (1609-1680). Käthe Kollwitz. Brice Marden. Lucian Freud. Otto Dix. Mezzotint dikenal karena kualitas tone-nya yang kaya: pertama. Rembrandt. karena permukaan yang dikasarkan secara merata menahan banyak tinta. etsa karya Rembrandt Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer. Pablo Picasso. Whistler.Tiga Salib. James Ensor. Proses ini dipakai secara luas di Inggris mulai pertengahan abad delapanbelas. Paula Rego and Cy Twombly. Edward Hopper. [sunting] Mezzotint Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mezzotint Salah satu cara lain dalam teknik intaglio di mana plat logam terlebih dahulu dibuat kasar permukaannya secara merata. Horst Janssen. Peter Milton. Mauricio Lasansky.

penggunaan electro-plating (pelapisan secara elektrik dengan bahan logam lain) telah dilakukan sejak abad sembilanbelas untuk mengeraskan permukaan plat. Kebanyakan karya-karya grafis Goya menggunakan teknik aquatint. Teknik ini kelihatannya ditemukan oleh seorang seniman Jerman selatan abad limabelas yang memiliki julukan Housebook Master. [sunting] Litografi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Litografi . Kesan ini memberi ciri kualitas garis yang lunak. tapi biasanya digabungkan etsa dan engraving. goresan drypoint meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. sekitar sepuluh sampai duapuluh karya. Seperti etsa. di mana semua karya-karyanya menggunakan drypoint. Sementara garis pada engraving sangat halus dan bertepi tajam. dan kadang-kadang berkesan kabur. [sunting] Drypoint Artikel utama untuk bagian ini adalah: Drypoint Merupakan variasi dari engraving. dikerjakan dengan alat runcing. Karena tekanan alat press dengan cepat merusak kesan tersebut. pada drypoint.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aquatint Adalah variasi dari etsa. drypoint hanya berguna untuk jumlah edisi yang sangat kecil. Rembrandt sering menggunakannya. bukan dengan alat burin berbentuk "v". aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. aquatint menggunakan serbuk resin yang tahan asam untuk menciptakan efek tonal. Untuk mengatasi ini. Pada teknik etsa digunakan jarum untuk menciptakan garis yang akan menjadi warna tinta pekat. Di antara seniman old master print yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer memproduksi 3 karya drypoint sebelum akhirnya berhenti menggunakannya.

La Goulue. Joan Miró. Variasi dari teknik ini adalah foto-litografi. Emil Nolde. Digunakan permukaan berpori. Kemudian dilakukan pengasaman . biasanya sejenis batu yang disebut limestone/batu kapur. Pierre Bonnard. Odilon Redon. air akan berada pada bagian permukaan yang tidak tertutup medium gambar berbasis minyak tadi. gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. kemudian pencetakan dilakukan dengan cara yang sama. Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil. menutupi permukaan batu yang tidak tertutupi medium gambar (yang berbasis minyak). Litografi adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. Poster litografi karya Toulouse-Lautrec.C. Kemudian selembar kertas lembap diletakkan pada permukaan. sehingga gambar 'terbakar' pada permukaan. karena air menolak sifat minyak pada tinta maka tinta hanya menempel pada bagian gambar yang berminyak. Seniman yang menggunakan teknik ini: George Bellows. Honoré Daumier. Batu lantas dibasahi. image/gambar ditransfer ke kertas dengan menggunakan alat press. Ellsworth Kelly. Henri de Toulouse-Lautrec and Stow Wengenroth . bahan yang larut air. di mana gambar ditangkap lewat proses fotografis pada plat logam. Pablo Picasso. Willem de Kooning. untuk mentransfer minyak ke batu. selanjutnya batu di-roll dengan tinta berbasis minyak ke seluruh permukaan. Edvard Munch. Escher. Lalu dilapisi gum arab. M.

dan menuju ke kertas atau kain. Roy Lichtenstein. Sejarah Seni Grafis : Pada mulanya seni grafis mulai berkembang di negara Cina. Edward Ruscha. teknik cetak lain. Robert Indiana. dan Andy Warhol.) Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan. Seniman yang menggunakan teknik ini: Josef Albers. di atas stensil. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Salah satu cara mentransfer berkas adalah dengan meletakkan hasil cetakan menghadap permukaan. Chuck Close.[sunting] Cetak Saring Artikel utama untuk bagian ini adalah: Cetak saring Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. light pen serta tablet. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik (kadang-kadang dipakai juga film. Cetak digital bisa dicetak pada kertas printer desktop standar dan kemudian ditransfer ke art paper tradisional (misalnya. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah.) Sebuah screen dibuat dari selembar kain (asalnya dulu menggunakan sutra) yang direntangkan pada rangka kayu. Bridget Riley. kain atau kanvas plastik. Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen. Warna metalik (emas. art paper kemudian diolesi dengan Wintergreen oil di belakang cetakan. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. Velin Arch atau Stonehenge 200gsm). foto. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi. Ralston Crawford. (Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai. Robert Rauschenberg. perak) sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang bervariasi termasuk pada kertas. [sunting] Cetak Digital Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar. Naskah-naskah tersebut ditatah . Julian Opie. pada negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. kemudian dipress. dan sebagainya.

pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Dinasti Yi.lain. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal. karet. yaitu cetak tinggi. Misalnya 3/10. dan Korea. Jadi seni grafis adalah seni yang dihasilkan melalui proses cetak mencetak. Pengertian Seni Grafis : Seni grafis kita kenal sebagai seni yang berhubungan dengan cetak mencetak. Kemudian tokoh yang lain adalah Baharudin Marasutan ( Jakarta ) dan Mochtar Apin ( Bandung ). Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta. Karya-karya seni grafis dengan media kayu (cukilan kayu) ditemukan di negara-negara Asia yang memiliki kultur tua dan kuat seperti Cina. angka ini berarti cetakan ketiga dari sepuluh edisi yang dihasilkan. Media ini adalah cukilan kayu. Sejak itulah seni grafis dengan beragam teknik berkembang di Eropa. Jepang. cetak dalam dan lain . Teknik cetak ini kurang berkembang karena bangsa Eropa tidak mengenal kertas. Seni grafis ini biasanya digunakan sebagai media ekspresi dan visualisasi gagasan terhadap hal-hal yang menarik perhatian.13. Bagi . Macam-macam Teknik Seni Grafis : Dalam seni grafis dikenal beberapa macam teknik yang dibagi berdasarkan proses kerjanya. Membuat karya dengan teknik cukil kayu ( woodcut ) dan kebanyakan dari karyanya merupakan poster perjuangan. Cina menemukan kertas dan memproduksinya secara massal di tahun 105. dan linoleum. Teknik grafis di Eropa baru berkembang di abad ke . Bangsa romawi pun telah mengenal tekhnik cetak ini yang digunakan untuk menghias jubah-jubah dengan cetak stempel. dengan ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg dan didirikannya pabrik kertas pertama di Italia. Kata grafis atau grafika berasal dari kata Graphein sebuah kata yang berarti menulis. Cetak Tinggi ( Relief Print ) Cetak tinggi adalah seni cetak yang menggunakan klise tinggi yaitu bagian yang tinggi dari klise akan terkena tinta yang membekas pada kertas. Dan seniman mencantumkan edisi cetakannya.atau diukir di atas bidang kayu dan di cetak di atas kertas. Kata graphein sendiri berasal dari bahasa Yunani. Seni grafis di INdonesia awalnya merupakan media alternatif bagi seniman yang telah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. ada dua macam cetak tinggi yaitu cut out relief print dan natural relief print Cut Out Relief Print Karya cetak tinggi yang pola pembentukannya dibuat dengan cara mencungkin bagianbagian yang tidak diinginkan.

drypoint. Berikut ini kita akan mempelajari proses pembuatan drypoint. misalnya cap jari tangan. irisan belimbing. artinya bagian dalam menyerap tinta dan akan membekas pada kertas. Kita telah mengenal natural relief print sejak masih di bangku sekolah dasar. pelepah pisang.pemula yang menggunakan teknik ini akan membuat sketsa dengan pensil pada bahan yang digunakan. wortel yang telah dibentuk pada ujungnya. Cetak Dalam ( Intaglio Print ) Cetak dalam adalah seni cetak yang menggunakan klise dalam. Jenis cetak dalam antara lain : etsa. kemudian menatahnya sesuai dengan sketsa yang telah dibuat. dan lain sebagainya. Bahan dan alat : Lempengan tembaga ukuran 20 X 25 cm Paku Pensil Kertas gambar Tinta cetak Waskom Kain lap cara kerjanya : Gosoklah lempengan tembaga dengan serbuk kapur supaya dapat digambari dengan pensil Torehlah pola gambar dengan paku sehingga terjadi goresan-goresan yang diinginkan Gosoklah permukaan lempengan yang telah ditoreh dengan kertas supaya bersih Lempengan dilumuri tinta cetak dengan menggunakan tangan. ketika kita membuat gambar dengan menggunakan irisan pelepah pisang yang dicelupkan ke dalam tinta. mezzo tint. ataupun menggunakan bentuk daun. dan lain-lain. supaya tinta mengisi goresangoresan tadi . Natural Relief Print karya cetak tinggi yang pola pembentukannya merupakan bentuk alami. dan sebagainya.

Selain batu sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam ( seng ) untuk memperingan proses kerja. Teknik ini ditemukan pada abad ke .agar dalam air dingin sampai lunak Masukan agar . maka selesailah proses pencetakan Cetak Datar ( Planography Print ) Cetak datar adalah teknik cetak yang menggunakan klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara lain tinta dan air. kemudian gosoklah permukaan kertas pelapis dengan punggung sendok secara merata Lepaskan kertas dari lempengan.Bersihkan permukaan lempengan dan usahakan tinta yang ada dalam goresan tidak hilang Ambil kertas dan masukkan dalam air dan sementara dibiarkan supaya menjadi lembap setengan kering Tempelkan kertas taddi di atas lempengan dan taruh pula kertas lain di atasnya. DI sini kita akan belajar membuat gambar cetak datar dengan menggunakan bahan yang sederhana. maka gambar akan tercetak di kertas.16 di Eropa. Bahan dan alat-alatnya : Kertas HVS Lem kayu Gliserin Guk\la pasir Bak dari seng ukuran 22 X 35 cm Pensil Pena dan tinta biasa Agar-agar Proses kerja : Rendam agar . Klise cetak ini menggunakan batu cadas ( limestone ) yang hanya ditemukan di daerah Bavaria ( Jerman ).agar ke dalam air mendidih sehingga menjadi cairan . Ada beberapa macam dalam pembuatan gambar cetak datar.

Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil. Namun matrix yang umum digunakan adalah: plat logam. biasanya seni grafis dibuat dengan media kertas. menciptakan karya seni orisinil yang unik. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi. Lukisan atau drawing.Masukan lem kayu. dan gliserin kemudian diaduk sampai bercampur bener Tuangkan ke dalam bak seng dan diamkan sampai membeku Buatlah gambar pada kertas dengan tinta. Tiap salinan karya tersebut dikenal dengan nama 'impression'.agar.pelan maka bekas tinta akan menempel pada permukaan agar . Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan. Kecuali pada teknik Monotype.agar. batu digunakan untuk litografi. di sisi lain. Seni grafis adalah salah satu cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni grafis ini. proses pembuatannya memungkinkan untuk menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak. biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa. Letakkan gambar pada permukaan agar . setelah kurang lebih 5 menit lepaskan pelan . Namun bukan impression yang biasa kalian lihat di program PPC yang kalian ikuti :D. pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas. Berikut adalah beberapa contoh seni grafis: . gula pasir. yang diberi nama matrix. ini yang disebut dengan proses cetak. bukan sebuah salinan. papan kayu untuk woodcut/cukil kayu.

.Pengertian Dan Perkembangan Seni Grafis.

maka timbul pertanyaan apakah seni grafis tersebut dapat digolongkan kedalam seni murni atau seni terapan?. Pemanfaatan media komputeisasi ini merupakan pemicu awal munculnya anggapan bahwa seni grafis mulai bergeser dari fungsi awalnya sebagai seni murni menjadi fungsi seni terapan bersanding dengan seni kriya dan desain. Perkembangan dunia percetakan tidak dapat dipungkiri telah berjalan dengan cepat. Anggapan pergeseran ini didasarkan pada tujuan pembutan karya itu sendiri. hanya saja ada beberapa aplikasi baru yang dapat digunakan dalam pembuatan seni grafis yang tidak jarang hasil yang dicapai lebih memuaskan.hal ini perlu dikaji lebih lanjut. Meski demikian secara dasar teknik-teknik yang dipergunakan sama dengan berbagai teknik yang sudah lama digunakan seperti relief print. diantara keduanya samasama grafis istilahnya namun dalam takaran seni perlu dibahas lebih lanjut. hal ini didasarkan atas tujuan dan fungsi yang dibawa. Aplikasi tersebut berupa pemanfaatan media komputerisasi sebagai sarana desain juga sarana pemudah pencetakan melalui digital printing. dengan munculnya media komputer maka kemudahan dalam hal . baik pencetakan yang berupa teknik manual maupun yang sudah digital. Adapun jika tujuan itu sudah bergeser dari tujuan awal untuk memenuhi kepuaasan atau mengekspresikan diri.yaitu untuk memenuhi kepuasan atau untuk mengekspresikan diri. intaglio print.Seni grafis adalah salah satu bidang seni rupa yang bergerak pada bidang pencetakan. dsb. Seni grafis secara kasar dapat digolongkan ke dalam salah satu seni murni.

Yang penting.adobe. Guru besar Seni Grafis Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Setiawan Sabana. dan itulah modernisasi.pencapaian kuantitas yang diinginkan semakin menjanjikan sehingga semakin menggiurkan para seniman grafis ( pada mulanya) untuk terjun dalam dunia marketing. Keduanya adalah sama-sama seni hanya saja karena perbedaan tujuan dan perkembangan teknologilah istilah tersebut muncul. Hal ini ditandai dengan munculnya teknik-teknik kreatif baru sebagaimana . Kajian singkat di atas adalah secarik pembahasan terkait muncullah istilah seni murni dan seni terapan. terutama infrastruktur atau teknik dan bahan dasar pembentuk media seni. juga modernisasi. dan tanpa degradasi yang detail yang kesemua itu dapat dilakukan oleh komputer dengan mudah dan hasil yang lebih memuaskan (memakai software pendukung seperti corel. Seni grafis secara tidak langsung ( pada teknik tertentu) mulai menjamah modernisasi ( seni grafis modern). Kedua tahap itu pada kenyataannya mengakibatkan sebuah penyeragaman dunia. yaitu teknik cetak tinggi.auto cad. meskipun dapat digantikan maka akan mempunyai karakteristik sendiri. cetak dalam. Selain itu ada ciri khusus yang sifatnya dilandaskan pada kerumitan dan usaha keras yang dilakukan untuk menghasilkan karya grafis yang spektakuler. sejatinya negara ini memang tidak punya akar tradisi seni grafis. Teknologi adalah ikon modern. dan cetak datar tidak dapat dipukul rata dengan sistem komputerisasi karena ketiganya memiliki ciri khusus yang tidak dapat digantikan fungsinya oleh komputer . “Janganlah kita batasi dan persoalkan medianya.dsb) Teknik cetak tinggi. dan cetak datar. formasi konstelasi dunia ditentukan pola perkembangan negara-negara maju.” (kompas. Konstelasi abad modern pada awalnya didominasi pemikiran Eropa Barat dan Amerika. Selain dikuatkan oleh berbagai kemudahan tersebut pergeseran juga didorong oleh kebutuhan hidup yang semakin pelik disertai penyediaan peralatan untuk komputerisasi yang tidak murah. 20 Maret 2007) Sehingga dalam kaitannya dengan media yang dipakai dalam pengungkapan kreatifitas seni grafis seharusnya tidak perlu diperdebatkan. isinya. mengungkapkan. Namun dalam hal ini tidak semuanya teknik grafis dapat dipukul rata dengan komputerisasi secara absolut. Banyak faktor lain yang memengaruhi. Seni tidak bisa dikotak-kotakkan dalam arus utama tertentu. cetak dalam. khususnya seni grafis. Sebab. Kontemporerisasi menjadi pilihan. Semakin canggih teknologi semakin modern. Teknologi adalah ikon terpenting yang memunculkan istilah tersebut. Adapun cetak sablon dapat diganti dengan komputerisasi dikarenakan konsep dasar sablon adalah penciptaan karya 2 D tanpa tekstur. Kalau kita terus mengacu ke Eropa. kerumitan dan usaha keras ini dapat mencangkup semua jenis teknik sebab kerumitan selalu disandarkan pada hal yang sifatnya manual dari pada otomatis (komputer).dan unsur goresan alamiah yang dihasilkan oleh acuan serta efek warna yang dapat diolah secara khusus oleh seniman dengan gayanya sendiri tentunya. yang utama adalah seni grafis yang mengindonesia. Seni grafis yang konvensional sekalipun tidak bisa menutup diri dari perubahan zaman.” seni grafis “berhak” berkembang dan sejajar dengan seni rupa lainnya. Modernisasi adalah sebuah upaya menyesuaikan kebiasaan dengan konstelasi ( gaya atau tren) dunia (Jim Supangkat). kapan kita akan mengejar. “ Setiawan menegaskan. Ciriciri khusus tersebut antara lain adalah ketiganya memiliki unsur tekstur.” berkembangnysa seni rupa. tidak independen. ada tiga teknik dari 4 teknik yang tidak dapat menggunakan teknik komputerisasi. Namun dalam era globalisasi.

Per Kleiva (b1933) dan Anders Kjær (1940). dengan cetakan kayunya. Sedang bagian yang dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif.Rolf Nesch (1893-1975). dan kebangkitan seni sketsa baik yang mengandung arti kiasan maupun tidak. Stanley Hayter Atelier 17 di Paris.. yang berspesialisasi dalam teknik mencetak banyak warna hanya dengan menggunakan satu pelat. Sehingg a peluang kemunculan seni grafis terapan semakin besar. Penggolongan Seni Grafis Berdasarkan Teknik Penggolongan seni grafis berdasarkan teknik ini dikarenakan perbedaan acuan dan persyaratan yang harus dimiliki masing-masing teknik. Salah satu sifat cetak timbul atau cetak tinggi adalah bila acuannya sendiri diamati baik-baik. teknik seni cetak datar (Surface screen).dimana berfungsi sebagai penghantar tinta (baik monokrom atau polikrom).id/culture/painting/graphic/graphic.htm) Dengan munculnya seni grafis modern maka ajang kreatifitas seniman garfis tidak dapat dibendung karena konsep dasar seni modern adalah unsur kreatifitas untuk memunculkan sesuatu yang baru. .or. Teknik Seni Cetak Tinggi ( Relief Print) Pengertian Seni Cetak tinggi Relief print atau Cetak Tinggi adalah salah satu dari beberapa macam teknik print atau cetak yang memiliki acuan permukaan timbul atau meninggi. Berbagai teknik baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970.sedang bagian yang kena tinta disebut bagian positif.teknik laiin dapat pula dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak. (http://www. Hal ini ditandai dengan kemunculan omzet digital printing dan sablon yang digelar dalam pasar komersial. teknik cetak dalam ( intaglio print) dan tekni cetak saring( silk -screen). Padahal konsep dasar seni (termasuk seni rupa. bukan harga dari nilai yang dimiliki karya tersebut. Untuk memperoleh wujud acuan yang timbul tersebut dapat dikerjakan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan menghantarkan tinta. Adapun teknik-teknik tersebut adalah teknik cetak tinggi ( Relief Print). Kalaupun karya seni itu dapat dipasarkan maka harga yang didapat adalah biaya operasional dan ongkos seniman atau pencipta. dan artis Sámi John Savio (1902-1938). Selain hal itu terdapat manipulasi nilai karya seni grafis yang semakin mempertajam munculnya seni grafis terapan yaitu karya yang disandarkan pada permintaan pasar bukan pada kepuasan ekspresi pencipta. Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukan satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul. Tapi perlu diwaspadai bahwa penggunaan metode tempel ini memiliki kelemahan pada bagian tempelnya/kolasenya jika pengelemannya dan bahan yang digunakan tidak baik. Tahun 1970 seringkali dianggap sebagai jaman keemasan seni grafis.norwegia.teknik ini merupakan teknik lain untuk mewujudkan acuan cetak timbul yang sederhana pula.seni grafis-) terkait estetika seni itu sendiri terletak pada nilainya.sehingga tinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta. termasuk cetakan di atas kain sutra. Nama yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir termasuk Bjørn-Willy Mortensen (1941-1993). yang mendapat pengakuan internasional untuk teknik grafis logam. sedang nilai itu tidak dapat dikurskan dalam bentuk nominal secara pasti karena nilai itu adalah hal abstrak yang tidak memiliki batasan.

Sedangkan di Jepang sendiri perkenalan teknik cetak yang lebih efisien untuk industri pencetakan modern yang diimport dari dunia barat telah meredupkan tradisi Ukiyo-e. Di Jepang cukil kayu yang dikenal sebagai Ukiyo-e. Solo yang telah mengenal alat ini seperti yang terlihat disebuah terbitan alternatif Ajang sebelum keruntuhan rezim di atas. Namun dengan adanya Restorasi Meiji. teknik ataupun efek teknik Ukiyo-e dalam berkarya.maka permukaan acuan akan tampak sebgai permukaan yang berukir atau berelief. Setelahnya. Sejarah Singkat Perkembangan Teknik Woodcut/ Cukil Kayu/ relief Cukil kayu / woodcut yang sering disebut juga sebagai xilografi (xylography). produk-produk seni budaya termasuk tradisi cukil kayu membanjiri dunia barat terutama Paris yang menjadi pusat kesenian saat itu. Setelah kedatangan mereka. pernah mengalami masa keemasan di masa periode Edo (1600-1868 Masehi). para interprenur barat telah memboyong tradisi seni Jepang ke dunia barat tewrutama ke Paris.1. Penggunaan media cukil kayu pernah mencapai masa keemasannya ketika media ini diusung oleh Lembaga Budaya Kerakyatan . Cetakan-cetakan yang halus dirilis dalam ilustrasi buku ini kemudian menjadi ikon seni rupa Jepang saat itu. para pelukis beraliran Impresionist maupun post-Impresionis beramairamai menggunakan semangat. sebagai teknis grafis paling awal.Teknik Woodcut/ Cukil Kayu 1. seperti Kathe Kolwitz yang dengan lihainya menggambarkan pergolakan politik di masa dan tempatnya berpijak. kian lama kian ditinggalkan meskipun sebenarnya masih cukup bermanfaat bagi beberapa kebudayaan. maka berikut akan dijelaskan beberapa jenis teknik cetak tinggi. Karena itu cetak tinggi disebut pula sebagai cetak relief atau relief print. Perlu disebut.Sedangkan di Indonesia sebelum dan setelah jatuhnya Rezim Orde Baru di bawah komando Jendral bintang lima Soeharto cukil kayu menjamur sebagai alat untuk memotret realita. 1. Beberapa Jenis Teknik Cetak Tinggi. Cetakan-cetakan tersebut sangat digandrungi masyarakat klas menengah atas saat itu. merespon permasalahan sosial hingga mengagitasi( merombak) kesadaran masa untuk berontak dan melawan kezaliman yang digelorakan oleh JAKER (Jaringan Kerja kesenian Rakyat) termasuk kelompok-kelompok yang ada diorbit mereka seperti Komunitas Anak-Anak Sanggar Suka Banjir. Teknik cukil kayu ini di China telah digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan sejak abad ke-5. mengingat kelebihan-kelebihan yang bermanfaat bagi perjuangan-perjuangan pada kondisi tertentu. sedangkan di Eropa teknik ini dikembangkan sekitar tahun 1400an hingga teknik serupa dimassalkan oleh Gutenberg. Sebagaimana telah disinggung pada paragraf di atas bahwa untuk memperoleh acuan dapat diperoleh dengan cara menoreh atau menempel. Di Eropa banyak pula pekarya yang menggunakan media ini untuk berkarya serta mengekspresikan pandangan sosial politiknya. bahkan Ukiyo-e merupakan cikal bakal bagi perkembangan komik Jepang ang membanjiri toko buku-toko buku dunia saat ini. sebagai respon dari tekanan Komodor Perry bersama Delegasi Amerika dalam Perjanjian Tanagawa pada tahun 1854 untuk membuka pasar serta peradabannya. Cetakancetakan tersebut berupa fiksi yang banyak bersubyekkan dunia Geisha serta prostitusi yang marak di jaman feodal Jepang saat itu.

Kedua. tetapi ternyata banyak dari karya-karya pesaerta workshop yang kebanyakan pemuda. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat kayu. Namun ketika hak paten didengungkan. setelah pekerjaan menoreh atau mencukil diangap selesai. Pertama. Nampaknya gairah itu menyeruak kembali. Tradisi ini hanya tersisa dibeberapa komunitas marjinal seperti Sanggar Caping. maka acuan cetak telah terwujud. institute for Global Justice yang bekerja sama dengan JAKER dan Indie art. ketika hasil karya manual dapat diperbanyak secara instan. Karyakarya tinggi estetika yang bertemakan ajakan melawan sisa-sisa orde baru. dengan demikian acuan siap untuk dilumuri warna atau tinta cetak terlebih dahulu.Taring Padi yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia). poster maupun media propaganda lainnya semakin massal.Kedua. Nurani Senja. memilah gambar mana yang akan dijadikan sebagai penghantar tinta dan mana yang bukan. tema lingkungan hidup serta tema kerakyartan lainnya.com/journal/item/16/CUKIL_KAYU_MEDIA_PROPAGANDA) 1. Dewasa ini media propaganda cukil kayu semakin ditinggalkan. berkembang pesatnya komputer grafis mengakibatkan migrasinya sebagian besar pekarya untuk menggunakan photoshop. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar. Termasuk yang dilakukan oleh Galeri Publik. Jelas sudah rakyat awam membutuhkan media-media alternatif untuk „berbicara‟ ketika media massa besar dirasakan kurang menggambarkan permasalahan sesungguhnya di tingkatan keseharian. (http://revitriyoso. serta beberapa komunitas lainnya. termasuk software komputer grafis sepenuhnya berpaten sebagai konsekuensi dari globalisasi.multiply. beberapa pihak mencoba kembali menggunakan kembali seni cukil kayu. Pencetakan selebaran. Keempat. menoreh atau mencukil bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta ( bagian negatif) dengan menggunakan pisau cukil( wood cut). Indie Art. Tema-temanya pun beragam. mudah dan murah. Ketiga. Dari gambaran kekumuhan di bawah jembatan layang. Ternyata sambutan masyarakat begitu antusias. Adapun urutan kerja atau proses kerja pembuatan karya grafis dengan teknik ini adalah sbb: Pertama. JAKER. . merencanakan desain atau gambar kerja yang merupakan tuangan ide yang unik lagi artistik pada suatu bidang gambar. disamping itu kondisi alat cukilnya juga tajam.2. pekerja seni maupun buruh ini banyak bicara tentang sistem ekonomi politik yang ada dikaitkan dengan realitas sosial yang ada. Kelima. Pengertian dan Prosedur Teknik woodcut/ Relief/ Cukil Kayu Teknik woodcut adalah teknik cetak tinggi yang menggunakan bahan dasar sebuah papan kayu yang diratakn permukaanya. Mereka mengadakan diskusi tentang media ini dan kemudian merancang serta melaksanakan workshop-workshop cukil kayu di beberapa komunitas kaum miskin kota dan komunitas buruh dipinggiran Jakarta yang kemudian dipamerkan. sebagai media berekspresi telah berkembang media-media baru seperti berkembangnya teknis pencetakan. Jenis kayu dan bentuk kayu yang digunakan tergantung selera penciptanya sendiri. hingga badan-badan ekonomi dunia yang samar samar mereka pahami sebagai penyebab krisis ekonomi yang ada. Rencana atau desain ini harus dibuat terlebih dahulu sebab tanpa melalui fase ini proses pembuatannya nanti akan terhambat atau akan gagal. sehingga berimbas kepada harga yang mahal kalau tidak berhadapan dengan mekanisme hukum sebagai pembajak. memindahkan rencana atau desain tersebut ke permukaan atau bidang papan kayu yang akan dicukil atau ditoreh. Corel Draw dan lain sebagainya sebagai bahasa visual.

oleh karena itu bila menghendaki atau ingin membuat karya yang multi warna atau poli warna.C. dan lengkung sedang. Contoh karya grafis seniman anak bangsa yang memakai teknik woodcut adalah karya AC. maka acuan yang dipergunakan untuk menghantarkan warna harus sesuai dengan jumlah warna yang dikehendaki. Andre Tanama menggunakan teknik cetak digital. Hand-Press Hand-press atau alat tekan adalah alat yang digunakan untuk mencetak acuan kebidang kertas. Andre Tanama.Pada prinsipnya setiap acuan atau bagian yang positif akan dipergunakan dalam proses pencetakan hanya untuk satu warna saja. berbentuk “v” kecil dan “v” besar.Hardboard.namun dalam finishingnya AC.2. Linocut. alat tersebut antara lain sebagai berikut: Pisau Cukil Alat ini dipergunakan untuk mencukil bagian dari kayu yang tidak dipergunakan untuk menghantarkan tinta. Dengan demikian untuk memudahkan dan mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil karya.Yogjakarta. ke kayu yang telah ditoreh dengan pisau cukil. Secara teknik sebenarnya karya ini menggunakan cukil kayu.yang kemudian dibuat separasi gambar kerja.yaiut berbentuk lengkung kecil. 28 Januari 1958 lulusan IKIP Seni Rupa jogja dan ITB Seni Rupa (1979-1986). Karena perbedaan teknik itulah maka alat yang dipergunakan berbeda pula. A. dan berbentuk serong. lahir di Bandung. Sehingga untuk setiap warna ditera terpisah pada bidang bahan acuan yang berlainan. Andre Tanama dinobatkan sebagai jawara. Rol karet ini berfungsi untuk menghantarkan tinta dari kaca setelah megalami fase pengolahan. Rol Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan kayu ada pula yang besi. Alat Kapi/ Palet Alat ini digunakan untuk mengaduk atau mencampur tinta di permukaan kaca. Bentuk ujung pisau cukil bervariasi. I. . pertama-tama harus dibuat desain induk yang telah lengkap dengan warna yang dikehendaki. mendapat pengakuan dari panitia penyelenggara. beerbentuk datar. sekarang Dosen seni rupa ISI Jogja. Karyanya yang fenomenal adalah “ Hegemoni Teknologi” Karya ini pertama kali dipamerkan dalam Trienal Seni Grafis Indonesia II yang diselenggarakan di Bentara Budaya. Peralatan Cetak Tinggi Karya cetak tinggi dapat terwujud melaluia beberapa cara yaitu teknik Woodblock. Kaca Alat ini digunakan untuk mengaduk atau tempat mengolah tinta. hal inilah yang sempat menjadi perbincangan di kancah seniman Grafis terkait penggunaan media komputer dalam seni grafis. 14-23 September 2006. dan Collage. Tentunya tanpa menyiapkan atau merencanakan desain yang lengkap atau rinci alan mengalami kesulitan dalam mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil cetakannya.

teknik Woodblock menggunakan bahan kayu. . Bahan Cetak Tinggi Bahan yang digunakan secara umum adalah Tinta. dan Kertas manila atau sejenisnya baik berwarna maupun tidak. teknik Harboard menggunakan bahan Hardboard. teknik Collage menggunakan bahan karton atau bahan lain yang memiliki sifat-sifat seperti karton.Afduner/Tiner. Sedang bahan secara Khusus tergantung teknik yang digunakan. teknik Linocut menggunakan bahan linolium.I.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful