Seni grafis Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari [[Berkas:--180

.242.43.222 18 Oktober 2011 10.35 (UTC)Contoh.jpg[1]]]Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

Gunung Fuji, dari Tiga puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji), cukilan kayu berwarna karya Katsushika Hokusai Daftar isi [sembunyikan] 1 Media 2 Warna

3 Teknik 3.1 Tinjauan Umum 3.2 Cukil Kayu 3.3 Engraving 3.4 Etsa 3.5 Mezzotint 3.6 Aquatint 3.7 Drypoint 3.8 Litografi 3.9 Cetak Saring 3.10 Cetak Digital 4 Lihat pula 4.1 Seniman Grafis 4.2 Seniman grafis Indonesia 5 Pranala luar [sunting] Media Seniman grafis berkarya menggunakan berbagai macam media dari yang tradisional sampai kontemporer, termasuk tinta ber-basis air, cat air, tinta ber-basis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang larut dalam air seperti crayon Caran D'Ache. Karya seni grafis diciptakan di atas permukaan yang disebut dengan plat. Teknik dengan menggunakan metode digital menjadi semakin populer saat ini. Permukaan atau matrix yang dipakai dalam menciptakan karya grafis meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Teknik lain yang disebut dengan serigrafi atau cetak saring (screen-printing) menggunakan lembaran kain berpori yang direntangkan pada sebuah kerangka, disebut dengan screen. Cetakan kecil bahkan bisa dibuat dengan menggunakan permukaan kentang atau ketela. [sunting] Warna

planografi di mana matrix permukaannya tetap. mezzotint. Dalam teknik pewarnaan multi-plat. proses digital termasuk giclée. tapi adakalanya seorang seniman grafis menggunakan sampai dengan tujuh plat. di dalam software vektorial misalnya Macromedia Freehand. . monotype dan teknik digital stensil. Rata-rata digunakan 3 sampai 4 plat. pegrafis kadang-kadang hanya mengecat warna seperti pelukis kemudian dicetak. Bagian lino atau kayu yang dicukil akan mengekspos (tidak menimpa) warna yang telah tercetak sebelumnya. jadi sebelumnya perlu dipikirkan pemisahan warna. teknik ini meliputi: engraving. Tiap penerapan warna akan berinteraksi dengan warna lain yang telah diterapkan pada kertas. Pendekatan reduksionis untuk menghasilkan warna dimulai dengan papan kayu atau lino yang kosong atau dengan goresan sederhana. [sunting] Teknik [sunting] Tinjauan Umum Teknik seni grafis dapat dibagi dalam kategori dasar sebagai berikut: Cetak relief. Intaglio. Konsep warna subtraktif yang juga digunakan dalam cetak offset atau cetak digital. teknik ini meliputi: litografi. di mana tinta berada pada permukaan asli dari matrix. aquatint. screen atau papan yang terpisah akan diberi tinta dengan warna berbeda kemudian diterapkan pada tahap tertentu untuk menghasilkan keseluruhan gambar. tinta berada di bawah permukaan matrix. Kemudian seniman mencukilnya lebih lanjut. Teknik lain dalam seni grafis yang tidak temasuk dalam kelompok ini adalah 'kolografi' (teknik cetak menggunakan kolase). teknik relief meliputi: cukil kayu. papan atau screen yang terpisah atau dengan menggunakan pendekatan reduksionis. cukil linoleum/linocut. chine-collé dan drypoint. memberi warna lain dan mencetaknya lagi.dalam etsa. Biasanya warna yang paling terang diterapkan lebih dulu kemudian ke warna yang lebih gelap. cetak saring. yang masing-masing menghasilkan warna yang berbeda. hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan image/gambar. cukil kayu serta linocut -. terdapat sejumlah plat. engraving kayu. medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional. CorelDraw atau Adobe Ilustrator atau bitmap ditampilkan dalam CMYK atau ruang warna lain. Seringkali pewarnaannya -. dan cukil logam/metalcut.Pembuat karya grafis memberi warna pada cetakan mereka dengan banyak cara. termasuk cetak saring dan pochoir.diterapkan dengan menggunakan plat. Pada teknik grafis seperti chine-collé atau monotype. etsa. Tiap plat. screen atau papan.

atau di kertas yang kemudian ditransfer ke papan kayu. khususnya yang berada dalam kategori sama. dan bahkan kadang-kadang tidak ada etsa-nya sama sekali. Misalnya. yang mungkin sedikit lembap. tapi seringkali dipakai juga teknik engraving dan drypoint. ditaruh di bawah papan. adalah salah satu teknik cetak relief. [sunting] Cukil Kayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: cukil kayu Cukil kayu . dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. Di dua tempat ini. Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer. Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola cetak pada kain. Tradisionalnya. atau melalui alat press. lalu lembaran kertas. yang menggunakan peralatan tajam untuk mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta. karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah disebut dengan "etsa". . Kemudian papan digosok dengan baren (alat yang digunakan di Jepang) atau sendok. Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan menggunakan roller. dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks dan gambar pada kertas. Hiroshige. Seniman membuat skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu. Jika memakai beberapa warna. seniman kemudian menyerahkan rancangannya ke ahli cukil khusus. merupakan teknik seni grafis paling awal.Kebanyakan dari teknik di atas bisa juga dikombinasikan. Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa. dan beberapa waktu kemudian di Jepang. papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna. Werner Drewes. Hokusai. teknik cukil kayu banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks.

salah seorang seniman grafis. [sunting] Etsa . Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam. Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving (bagian yang diukir). Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (seringkali dibasahi untuk melunakkan). yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Seluruh permukaan plat diberi tinta. kemudian tinta dibersihkan dari permukaan. Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda. [sunting] Engraving Artikel utama untuk bagian ini adalah: Engraving Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka."Melancholia I". tradisionalnya memakai plat tembaga. menghasilkan karya cetak. engraving karya Albrecht Dürer. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit.

Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu. Setelah itu. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga. Jerman. seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. mezzotint dan aquatint. drypoint. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. Kelebihannya adalah. sehingga bagian logamnya terbuka. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. . etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer."Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etsa Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing. pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta. lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. bagian permukaan rendah menahan tinta. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg. yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini.

James Ensor. Edward Hopper. gambar dihasilkan dengan mengerok halus permukaan. bekerja dari warna terang ke gelap. karena permukaan yang dikasarkan secara merata menahan banyak tinta. Jim Dine. Rembrandt. Francisco Goya. Paul Klee. [sunting] Mezzotint Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mezzotint Salah satu cara lain dalam teknik intaglio di mana plat logam terlebih dahulu dibuat kasar permukaannya secara merata. Peter Milton. Metode mezzotint ditemukan oleh Ludwig von Siegen (1609-1680). Pablo Picasso. Proses ini dipakai secara luas di Inggris mulai pertengahan abad delapanbelas. Paula Rego and Cy Twombly. Brice Marden. kedua. Mezzotint dikenal karena kualitas tone-nya yang kaya: pertama. Otto Dix. etsa karya Rembrandt Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer. Lucian Freud. Mungkin juga menciptakan gambar hanya dengan mengkasarkan bagian tertentu saja. menciptakan gambar yang dibuat dari gelap ke terang. Mauricio Lasansky. Einar Hakonarson. karena proses penghalusan tekstur dengan menggunakan burin. atau alat lain menghasilkan gradasi halus untuk mengembangkan tone. Whistler. Horst Janssen. menghasilkan warna cetak yang solid. untuk mereproduksi foto dan lukisan. Giorgio Morandi.Tiga Salib. Käthe Kollwitz. Henri Matisse. [sunting] Aquatint .

dikerjakan dengan alat runcing. aquatint menggunakan serbuk resin yang tahan asam untuk menciptakan efek tonal. Di antara seniman old master print yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer memproduksi 3 karya drypoint sebelum akhirnya berhenti menggunakannya. tapi biasanya digabungkan etsa dan engraving. Kebanyakan karya-karya grafis Goya menggunakan teknik aquatint. Karena tekanan alat press dengan cepat merusak kesan tersebut. [sunting] Litografi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Litografi . pada drypoint. penggunaan electro-plating (pelapisan secara elektrik dengan bahan logam lain) telah dilakukan sejak abad sembilanbelas untuk mengeraskan permukaan plat. dan kadang-kadang berkesan kabur. goresan drypoint meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. Untuk mengatasi ini. Rembrandt sering menggunakannya. [sunting] Drypoint Artikel utama untuk bagian ini adalah: Drypoint Merupakan variasi dari engraving. bukan dengan alat burin berbentuk "v". Teknik ini kelihatannya ditemukan oleh seorang seniman Jerman selatan abad limabelas yang memiliki julukan Housebook Master. Pada teknik etsa digunakan jarum untuk menciptakan garis yang akan menjadi warna tinta pekat. Sementara garis pada engraving sangat halus dan bertepi tajam. sekitar sepuluh sampai duapuluh karya. di mana semua karya-karyanya menggunakan drypoint. Kesan ini memberi ciri kualitas garis yang lunak.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aquatint Adalah variasi dari etsa. Seperti etsa. aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. drypoint hanya berguna untuk jumlah edisi yang sangat kecil.

image/gambar ditransfer ke kertas dengan menggunakan alat press. Seniman yang menggunakan teknik ini: George Bellows. kemudian pencetakan dilakukan dengan cara yang sama. Batu lantas dibasahi. Kemudian dilakukan pengasaman .La Goulue. Joan Miró. Pierre Bonnard. karena air menolak sifat minyak pada tinta maka tinta hanya menempel pada bagian gambar yang berminyak. Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil. Escher. sehingga gambar 'terbakar' pada permukaan. Litografi adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. Edvard Munch. Henri de Toulouse-Lautrec and Stow Wengenroth . Lalu dilapisi gum arab.C. Odilon Redon. bahan yang larut air. gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. Pablo Picasso. Honoré Daumier. M. untuk mentransfer minyak ke batu. menutupi permukaan batu yang tidak tertutupi medium gambar (yang berbasis minyak). Poster litografi karya Toulouse-Lautrec. Kemudian selembar kertas lembap diletakkan pada permukaan. Variasi dari teknik ini adalah foto-litografi. air akan berada pada bagian permukaan yang tidak tertutup medium gambar berbasis minyak tadi. Digunakan permukaan berpori. Willem de Kooning. selanjutnya batu di-roll dengan tinta berbasis minyak ke seluruh permukaan. di mana gambar ditangkap lewat proses fotografis pada plat logam. biasanya sejenis batu yang disebut limestone/batu kapur. Emil Nolde. Ellsworth Kelly.

Julian Opie. kemudian dipress. Naskah-naskah tersebut ditatah . Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. teknik cetak lain. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan. perak) sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital.) Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. Chuck Close. kain atau kanvas plastik. Robert Indiana. Salah satu cara mentransfer berkas adalah dengan meletakkan hasil cetakan menghadap permukaan. Sejarah Seni Grafis : Pada mulanya seni grafis mulai berkembang di negara Cina. Edward Ruscha. dan sebagainya. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik (kadang-kadang dipakai juga film. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang bervariasi termasuk pada kertas. di atas stensil. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. foto. (Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai. light pen serta tablet. Warna metalik (emas. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. dan menuju ke kertas atau kain.) Sebuah screen dibuat dari selembar kain (asalnya dulu menggunakan sutra) yang direntangkan pada rangka kayu. Velin Arch atau Stonehenge 200gsm). art paper kemudian diolesi dengan Wintergreen oil di belakang cetakan. Seniman yang menggunakan teknik ini: Josef Albers.[sunting] Cetak Saring Artikel utama untuk bagian ini adalah: Cetak saring Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Ralston Crawford. Cetak digital bisa dicetak pada kertas printer desktop standar dan kemudian ditransfer ke art paper tradisional (misalnya. Roy Lichtenstein. Robert Rauschenberg. pada negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. dan Andy Warhol. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Bridget Riley. [sunting] Cetak Digital Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar.

Teknik cetak ini kurang berkembang karena bangsa Eropa tidak mengenal kertas. Teknik grafis di Eropa baru berkembang di abad ke . angka ini berarti cetakan ketiga dari sepuluh edisi yang dihasilkan. ada dua macam cetak tinggi yaitu cut out relief print dan natural relief print Cut Out Relief Print Karya cetak tinggi yang pola pembentukannya dibuat dengan cara mencungkin bagianbagian yang tidak diinginkan. dan Korea. cetak dalam dan lain . Seni grafis ini biasanya digunakan sebagai media ekspresi dan visualisasi gagasan terhadap hal-hal yang menarik perhatian. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal. Misalnya 3/10.atau diukir di atas bidang kayu dan di cetak di atas kertas. Bangsa romawi pun telah mengenal tekhnik cetak ini yang digunakan untuk menghias jubah-jubah dengan cetak stempel. karet. Dan seniman mencantumkan edisi cetakannya. Cina menemukan kertas dan memproduksinya secara massal di tahun 105. Membuat karya dengan teknik cukil kayu ( woodcut ) dan kebanyakan dari karyanya merupakan poster perjuangan. Kata grafis atau grafika berasal dari kata Graphein sebuah kata yang berarti menulis. yaitu cetak tinggi. Jepang. dengan ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg dan didirikannya pabrik kertas pertama di Italia. Karya-karya seni grafis dengan media kayu (cukilan kayu) ditemukan di negara-negara Asia yang memiliki kultur tua dan kuat seperti Cina. Bagi . Media ini adalah cukilan kayu. Kata graphein sendiri berasal dari bahasa Yunani. Pengertian Seni Grafis : Seni grafis kita kenal sebagai seni yang berhubungan dengan cetak mencetak. Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta. Cetak Tinggi ( Relief Print ) Cetak tinggi adalah seni cetak yang menggunakan klise tinggi yaitu bagian yang tinggi dari klise akan terkena tinta yang membekas pada kertas. pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Dinasti Yi.lain.13. Kemudian tokoh yang lain adalah Baharudin Marasutan ( Jakarta ) dan Mochtar Apin ( Bandung ). Seni grafis di INdonesia awalnya merupakan media alternatif bagi seniman yang telah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. dan linoleum. Macam-macam Teknik Seni Grafis : Dalam seni grafis dikenal beberapa macam teknik yang dibagi berdasarkan proses kerjanya. Jadi seni grafis adalah seni yang dihasilkan melalui proses cetak mencetak. Sejak itulah seni grafis dengan beragam teknik berkembang di Eropa.

dan lain-lain. Natural Relief Print karya cetak tinggi yang pola pembentukannya merupakan bentuk alami. dan sebagainya. artinya bagian dalam menyerap tinta dan akan membekas pada kertas. irisan belimbing. drypoint. Berikut ini kita akan mempelajari proses pembuatan drypoint. mezzo tint. Kita telah mengenal natural relief print sejak masih di bangku sekolah dasar. pelepah pisang.pemula yang menggunakan teknik ini akan membuat sketsa dengan pensil pada bahan yang digunakan. ataupun menggunakan bentuk daun. Jenis cetak dalam antara lain : etsa. dan lain sebagainya. wortel yang telah dibentuk pada ujungnya. kemudian menatahnya sesuai dengan sketsa yang telah dibuat. ketika kita membuat gambar dengan menggunakan irisan pelepah pisang yang dicelupkan ke dalam tinta. Cetak Dalam ( Intaglio Print ) Cetak dalam adalah seni cetak yang menggunakan klise dalam. Bahan dan alat : Lempengan tembaga ukuran 20 X 25 cm Paku Pensil Kertas gambar Tinta cetak Waskom Kain lap cara kerjanya : Gosoklah lempengan tembaga dengan serbuk kapur supaya dapat digambari dengan pensil Torehlah pola gambar dengan paku sehingga terjadi goresan-goresan yang diinginkan Gosoklah permukaan lempengan yang telah ditoreh dengan kertas supaya bersih Lempengan dilumuri tinta cetak dengan menggunakan tangan. misalnya cap jari tangan. supaya tinta mengisi goresangoresan tadi .

Klise cetak ini menggunakan batu cadas ( limestone ) yang hanya ditemukan di daerah Bavaria ( Jerman ). maka selesailah proses pencetakan Cetak Datar ( Planography Print ) Cetak datar adalah teknik cetak yang menggunakan klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara lain tinta dan air.agar ke dalam air mendidih sehingga menjadi cairan . Selain batu sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam ( seng ) untuk memperingan proses kerja. kemudian gosoklah permukaan kertas pelapis dengan punggung sendok secara merata Lepaskan kertas dari lempengan.agar dalam air dingin sampai lunak Masukan agar . DI sini kita akan belajar membuat gambar cetak datar dengan menggunakan bahan yang sederhana. Bahan dan alat-alatnya : Kertas HVS Lem kayu Gliserin Guk\la pasir Bak dari seng ukuran 22 X 35 cm Pensil Pena dan tinta biasa Agar-agar Proses kerja : Rendam agar .Bersihkan permukaan lempengan dan usahakan tinta yang ada dalam goresan tidak hilang Ambil kertas dan masukkan dalam air dan sementara dibiarkan supaya menjadi lembap setengan kering Tempelkan kertas taddi di atas lempengan dan taruh pula kertas lain di atasnya. maka gambar akan tercetak di kertas.16 di Eropa. Ada beberapa macam dalam pembuatan gambar cetak datar. Teknik ini ditemukan pada abad ke .

agar. batu digunakan untuk litografi. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil. Letakkan gambar pada permukaan agar . Namun bukan impression yang biasa kalian lihat di program PPC yang kalian ikuti :D. papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa. Tiap salinan karya tersebut dikenal dengan nama 'impression'.pelan maka bekas tinta akan menempel pada permukaan agar . pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas. biasanya seni grafis dibuat dengan media kertas. ini yang disebut dengan proses cetak. proses pembuatannya memungkinkan untuk menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak. Berikut adalah beberapa contoh seni grafis: . Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni grafis ini. gula pasir. di sisi lain. bukan sebuah salinan. menciptakan karya seni orisinil yang unik. setelah kurang lebih 5 menit lepaskan pelan . yang diberi nama matrix. Kecuali pada teknik Monotype. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan. Lukisan atau drawing.agar.Masukan lem kayu. Namun matrix yang umum digunakan adalah: plat logam. dan gliserin kemudian diaduk sampai bercampur bener Tuangkan ke dalam bak seng dan diamkan sampai membeku Buatlah gambar pada kertas dengan tinta. Seni grafis adalah salah satu cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi.

Pengertian Dan Perkembangan Seni Grafis. .

Adapun jika tujuan itu sudah bergeser dari tujuan awal untuk memenuhi kepuaasan atau mengekspresikan diri. Seni grafis secara kasar dapat digolongkan ke dalam salah satu seni murni. baik pencetakan yang berupa teknik manual maupun yang sudah digital.maka timbul pertanyaan apakah seni grafis tersebut dapat digolongkan kedalam seni murni atau seni terapan?.yaitu untuk memenuhi kepuasan atau untuk mengekspresikan diri. Meski demikian secara dasar teknik-teknik yang dipergunakan sama dengan berbagai teknik yang sudah lama digunakan seperti relief print.hal ini perlu dikaji lebih lanjut. Aplikasi tersebut berupa pemanfaatan media komputerisasi sebagai sarana desain juga sarana pemudah pencetakan melalui digital printing. dsb. Pemanfaatan media komputeisasi ini merupakan pemicu awal munculnya anggapan bahwa seni grafis mulai bergeser dari fungsi awalnya sebagai seni murni menjadi fungsi seni terapan bersanding dengan seni kriya dan desain. intaglio print. diantara keduanya samasama grafis istilahnya namun dalam takaran seni perlu dibahas lebih lanjut.Seni grafis adalah salah satu bidang seni rupa yang bergerak pada bidang pencetakan. dengan munculnya media komputer maka kemudahan dalam hal . Anggapan pergeseran ini didasarkan pada tujuan pembutan karya itu sendiri. Perkembangan dunia percetakan tidak dapat dipungkiri telah berjalan dengan cepat. hanya saja ada beberapa aplikasi baru yang dapat digunakan dalam pembuatan seni grafis yang tidak jarang hasil yang dicapai lebih memuaskan. hal ini didasarkan atas tujuan dan fungsi yang dibawa.

” berkembangnysa seni rupa. Seni grafis secara tidak langsung ( pada teknik tertentu) mulai menjamah modernisasi ( seni grafis modern).dan unsur goresan alamiah yang dihasilkan oleh acuan serta efek warna yang dapat diolah secara khusus oleh seniman dengan gayanya sendiri tentunya. Seni grafis yang konvensional sekalipun tidak bisa menutup diri dari perubahan zaman. meskipun dapat digantikan maka akan mempunyai karakteristik sendiri. sejatinya negara ini memang tidak punya akar tradisi seni grafis. formasi konstelasi dunia ditentukan pola perkembangan negara-negara maju. tidak independen. Kontemporerisasi menjadi pilihan. juga modernisasi. cetak dalam. dan cetak datar tidak dapat dipukul rata dengan sistem komputerisasi karena ketiganya memiliki ciri khusus yang tidak dapat digantikan fungsinya oleh komputer . “ Setiawan menegaskan.pencapaian kuantitas yang diinginkan semakin menjanjikan sehingga semakin menggiurkan para seniman grafis ( pada mulanya) untuk terjun dalam dunia marketing. Teknologi adalah ikon modern. Kalau kita terus mengacu ke Eropa. kerumitan dan usaha keras ini dapat mencangkup semua jenis teknik sebab kerumitan selalu disandarkan pada hal yang sifatnya manual dari pada otomatis (komputer). Kedua tahap itu pada kenyataannya mengakibatkan sebuah penyeragaman dunia. ada tiga teknik dari 4 teknik yang tidak dapat menggunakan teknik komputerisasi.dsb) Teknik cetak tinggi.adobe. dan tanpa degradasi yang detail yang kesemua itu dapat dilakukan oleh komputer dengan mudah dan hasil yang lebih memuaskan (memakai software pendukung seperti corel. cetak dalam. Yang penting. Modernisasi adalah sebuah upaya menyesuaikan kebiasaan dengan konstelasi ( gaya atau tren) dunia (Jim Supangkat). Hal ini ditandai dengan munculnya teknik-teknik kreatif baru sebagaimana . yang utama adalah seni grafis yang mengindonesia. Keduanya adalah sama-sama seni hanya saja karena perbedaan tujuan dan perkembangan teknologilah istilah tersebut muncul. Banyak faktor lain yang memengaruhi. Guru besar Seni Grafis Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Setiawan Sabana. isinya. yaitu teknik cetak tinggi. Namun dalam era globalisasi. Sebab. dan cetak datar. 20 Maret 2007) Sehingga dalam kaitannya dengan media yang dipakai dalam pengungkapan kreatifitas seni grafis seharusnya tidak perlu diperdebatkan. mengungkapkan. kapan kita akan mengejar. Selain dikuatkan oleh berbagai kemudahan tersebut pergeseran juga didorong oleh kebutuhan hidup yang semakin pelik disertai penyediaan peralatan untuk komputerisasi yang tidak murah. terutama infrastruktur atau teknik dan bahan dasar pembentuk media seni. Namun dalam hal ini tidak semuanya teknik grafis dapat dipukul rata dengan komputerisasi secara absolut. “Janganlah kita batasi dan persoalkan medianya. khususnya seni grafis.” seni grafis “berhak” berkembang dan sejajar dengan seni rupa lainnya. Seni tidak bisa dikotak-kotakkan dalam arus utama tertentu. Teknologi adalah ikon terpenting yang memunculkan istilah tersebut. dan itulah modernisasi. Selain itu ada ciri khusus yang sifatnya dilandaskan pada kerumitan dan usaha keras yang dilakukan untuk menghasilkan karya grafis yang spektakuler. Konstelasi abad modern pada awalnya didominasi pemikiran Eropa Barat dan Amerika.auto cad. Kajian singkat di atas adalah secarik pembahasan terkait muncullah istilah seni murni dan seni terapan. Ciriciri khusus tersebut antara lain adalah ketiganya memiliki unsur tekstur.” (kompas. Semakin canggih teknologi semakin modern. Adapun cetak sablon dapat diganti dengan komputerisasi dikarenakan konsep dasar sablon adalah penciptaan karya 2 D tanpa tekstur.

Penggolongan Seni Grafis Berdasarkan Teknik Penggolongan seni grafis berdasarkan teknik ini dikarenakan perbedaan acuan dan persyaratan yang harus dimiliki masing-masing teknik.. Nama yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir termasuk Bjørn-Willy Mortensen (1941-1993). sedang nilai itu tidak dapat dikurskan dalam bentuk nominal secara pasti karena nilai itu adalah hal abstrak yang tidak memiliki batasan.teknik laiin dapat pula dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak. Tahun 1970 seringkali dianggap sebagai jaman keemasan seni grafis. (http://www. teknik seni cetak datar (Surface screen). yang mendapat pengakuan internasional untuk teknik grafis logam. Sehingg a peluang kemunculan seni grafis terapan semakin besar. dan kebangkitan seni sketsa baik yang mengandung arti kiasan maupun tidak. Untuk memperoleh wujud acuan yang timbul tersebut dapat dikerjakan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan menghantarkan tinta. bukan harga dari nilai yang dimiliki karya tersebut.teknik ini merupakan teknik lain untuk mewujudkan acuan cetak timbul yang sederhana pula. Berbagai teknik baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970.dimana berfungsi sebagai penghantar tinta (baik monokrom atau polikrom). Selain hal itu terdapat manipulasi nilai karya seni grafis yang semakin mempertajam munculnya seni grafis terapan yaitu karya yang disandarkan pada permintaan pasar bukan pada kepuasan ekspresi pencipta.norwegia. Adapun teknik-teknik tersebut adalah teknik cetak tinggi ( Relief Print).or.Rolf Nesch (1893-1975).seni grafis-) terkait estetika seni itu sendiri terletak pada nilainya. dan artis Sámi John Savio (1902-1938). Salah satu sifat cetak timbul atau cetak tinggi adalah bila acuannya sendiri diamati baik-baik.htm) Dengan munculnya seni grafis modern maka ajang kreatifitas seniman garfis tidak dapat dibendung karena konsep dasar seni modern adalah unsur kreatifitas untuk memunculkan sesuatu yang baru. Per Kleiva (b1933) dan Anders Kjær (1940). Padahal konsep dasar seni (termasuk seni rupa.sedang bagian yang kena tinta disebut bagian positif. teknik cetak dalam ( intaglio print) dan tekni cetak saring( silk -screen).sehingga tinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta. Teknik Seni Cetak Tinggi ( Relief Print) Pengertian Seni Cetak tinggi Relief print atau Cetak Tinggi adalah salah satu dari beberapa macam teknik print atau cetak yang memiliki acuan permukaan timbul atau meninggi. Stanley Hayter Atelier 17 di Paris. dengan cetakan kayunya. Tapi perlu diwaspadai bahwa penggunaan metode tempel ini memiliki kelemahan pada bagian tempelnya/kolasenya jika pengelemannya dan bahan yang digunakan tidak baik. Sedang bagian yang dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif. Kalaupun karya seni itu dapat dipasarkan maka harga yang didapat adalah biaya operasional dan ongkos seniman atau pencipta. . Hal ini ditandai dengan kemunculan omzet digital printing dan sablon yang digelar dalam pasar komersial. termasuk cetakan di atas kain sutra. yang berspesialisasi dalam teknik mencetak banyak warna hanya dengan menggunakan satu pelat. Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukan satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul.id/culture/painting/graphic/graphic.

Karena itu cetak tinggi disebut pula sebagai cetak relief atau relief print.Sedangkan di Indonesia sebelum dan setelah jatuhnya Rezim Orde Baru di bawah komando Jendral bintang lima Soeharto cukil kayu menjamur sebagai alat untuk memotret realita. sebagai teknis grafis paling awal. para pelukis beraliran Impresionist maupun post-Impresionis beramairamai menggunakan semangat. produk-produk seni budaya termasuk tradisi cukil kayu membanjiri dunia barat terutama Paris yang menjadi pusat kesenian saat itu. bahkan Ukiyo-e merupakan cikal bakal bagi perkembangan komik Jepang ang membanjiri toko buku-toko buku dunia saat ini. Perlu disebut. maka berikut akan dijelaskan beberapa jenis teknik cetak tinggi. seperti Kathe Kolwitz yang dengan lihainya menggambarkan pergolakan politik di masa dan tempatnya berpijak. teknik ataupun efek teknik Ukiyo-e dalam berkarya. pernah mengalami masa keemasan di masa periode Edo (1600-1868 Masehi). Sejarah Singkat Perkembangan Teknik Woodcut/ Cukil Kayu/ relief Cukil kayu / woodcut yang sering disebut juga sebagai xilografi (xylography). merespon permasalahan sosial hingga mengagitasi( merombak) kesadaran masa untuk berontak dan melawan kezaliman yang digelorakan oleh JAKER (Jaringan Kerja kesenian Rakyat) termasuk kelompok-kelompok yang ada diorbit mereka seperti Komunitas Anak-Anak Sanggar Suka Banjir. Setelah kedatangan mereka. Di Eropa banyak pula pekarya yang menggunakan media ini untuk berkarya serta mengekspresikan pandangan sosial politiknya. Sebagaimana telah disinggung pada paragraf di atas bahwa untuk memperoleh acuan dapat diperoleh dengan cara menoreh atau menempel.1. Cetakan-cetakan yang halus dirilis dalam ilustrasi buku ini kemudian menjadi ikon seni rupa Jepang saat itu. Beberapa Jenis Teknik Cetak Tinggi. Cetakancetakan tersebut berupa fiksi yang banyak bersubyekkan dunia Geisha serta prostitusi yang marak di jaman feodal Jepang saat itu.Teknik Woodcut/ Cukil Kayu 1. 1. Solo yang telah mengenal alat ini seperti yang terlihat disebuah terbitan alternatif Ajang sebelum keruntuhan rezim di atas. para interprenur barat telah memboyong tradisi seni Jepang ke dunia barat tewrutama ke Paris. Teknik cukil kayu ini di China telah digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan sejak abad ke-5.maka permukaan acuan akan tampak sebgai permukaan yang berukir atau berelief. Namun dengan adanya Restorasi Meiji. mengingat kelebihan-kelebihan yang bermanfaat bagi perjuangan-perjuangan pada kondisi tertentu. sedangkan di Eropa teknik ini dikembangkan sekitar tahun 1400an hingga teknik serupa dimassalkan oleh Gutenberg. Penggunaan media cukil kayu pernah mencapai masa keemasannya ketika media ini diusung oleh Lembaga Budaya Kerakyatan . Di Jepang cukil kayu yang dikenal sebagai Ukiyo-e. Cetakan-cetakan tersebut sangat digandrungi masyarakat klas menengah atas saat itu. sebagai respon dari tekanan Komodor Perry bersama Delegasi Amerika dalam Perjanjian Tanagawa pada tahun 1854 untuk membuka pasar serta peradabannya. kian lama kian ditinggalkan meskipun sebenarnya masih cukup bermanfaat bagi beberapa kebudayaan. Setelahnya. Sedangkan di Jepang sendiri perkenalan teknik cetak yang lebih efisien untuk industri pencetakan modern yang diimport dari dunia barat telah meredupkan tradisi Ukiyo-e.

berkembang pesatnya komputer grafis mengakibatkan migrasinya sebagian besar pekarya untuk menggunakan photoshop. Dewasa ini media propaganda cukil kayu semakin ditinggalkan. Nurani Senja. (http://revitriyoso. memilah gambar mana yang akan dijadikan sebagai penghantar tinta dan mana yang bukan.Kedua. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat kayu. serta beberapa komunitas lainnya. tema lingkungan hidup serta tema kerakyartan lainnya. Pengertian dan Prosedur Teknik woodcut/ Relief/ Cukil Kayu Teknik woodcut adalah teknik cetak tinggi yang menggunakan bahan dasar sebuah papan kayu yang diratakn permukaanya.Taring Padi yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia). Tema-temanya pun beragam. Mereka mengadakan diskusi tentang media ini dan kemudian merancang serta melaksanakan workshop-workshop cukil kayu di beberapa komunitas kaum miskin kota dan komunitas buruh dipinggiran Jakarta yang kemudian dipamerkan. Termasuk yang dilakukan oleh Galeri Publik. . poster maupun media propaganda lainnya semakin massal. JAKER. sehingga berimbas kepada harga yang mahal kalau tidak berhadapan dengan mekanisme hukum sebagai pembajak. menoreh atau mencukil bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta ( bagian negatif) dengan menggunakan pisau cukil( wood cut). Keempat. tetapi ternyata banyak dari karya-karya pesaerta workshop yang kebanyakan pemuda. beberapa pihak mencoba kembali menggunakan kembali seni cukil kayu. Corel Draw dan lain sebagainya sebagai bahasa visual. Namun ketika hak paten didengungkan. ketika hasil karya manual dapat diperbanyak secara instan.com/journal/item/16/CUKIL_KAYU_MEDIA_PROPAGANDA) 1.2. Kelima. maka acuan cetak telah terwujud. Rencana atau desain ini harus dibuat terlebih dahulu sebab tanpa melalui fase ini proses pembuatannya nanti akan terhambat atau akan gagal. memindahkan rencana atau desain tersebut ke permukaan atau bidang papan kayu yang akan dicukil atau ditoreh. Indie Art. dengan demikian acuan siap untuk dilumuri warna atau tinta cetak terlebih dahulu. Pertama. setelah pekerjaan menoreh atau mencukil diangap selesai. Adapun urutan kerja atau proses kerja pembuatan karya grafis dengan teknik ini adalah sbb: Pertama. Dari gambaran kekumuhan di bawah jembatan layang. pekerja seni maupun buruh ini banyak bicara tentang sistem ekonomi politik yang ada dikaitkan dengan realitas sosial yang ada. Jelas sudah rakyat awam membutuhkan media-media alternatif untuk „berbicara‟ ketika media massa besar dirasakan kurang menggambarkan permasalahan sesungguhnya di tingkatan keseharian. Jenis kayu dan bentuk kayu yang digunakan tergantung selera penciptanya sendiri. disamping itu kondisi alat cukilnya juga tajam. merencanakan desain atau gambar kerja yang merupakan tuangan ide yang unik lagi artistik pada suatu bidang gambar. Kedua. Pencetakan selebaran. institute for Global Justice yang bekerja sama dengan JAKER dan Indie art. Nampaknya gairah itu menyeruak kembali. Ketiga. sebagai media berekspresi telah berkembang media-media baru seperti berkembangnya teknis pencetakan. termasuk software komputer grafis sepenuhnya berpaten sebagai konsekuensi dari globalisasi. Ternyata sambutan masyarakat begitu antusias. mudah dan murah. Tradisi ini hanya tersisa dibeberapa komunitas marjinal seperti Sanggar Caping. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar. hingga badan-badan ekonomi dunia yang samar samar mereka pahami sebagai penyebab krisis ekonomi yang ada.multiply. Karyakarya tinggi estetika yang bertemakan ajakan melawan sisa-sisa orde baru.

Karena perbedaan teknik itulah maka alat yang dipergunakan berbeda pula. Bentuk ujung pisau cukil bervariasi.C. Secara teknik sebenarnya karya ini menggunakan cukil kayu. Alat Kapi/ Palet Alat ini digunakan untuk mengaduk atau mencampur tinta di permukaan kaca. dan berbentuk serong. . Rol Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan kayu ada pula yang besi. Kaca Alat ini digunakan untuk mengaduk atau tempat mengolah tinta. Andre Tanama. 14-23 September 2006. 28 Januari 1958 lulusan IKIP Seni Rupa jogja dan ITB Seni Rupa (1979-1986). mendapat pengakuan dari panitia penyelenggara.2. dan lengkung sedang.oleh karena itu bila menghendaki atau ingin membuat karya yang multi warna atau poli warna. ke kayu yang telah ditoreh dengan pisau cukil. Contoh karya grafis seniman anak bangsa yang memakai teknik woodcut adalah karya AC. Dengan demikian untuk memudahkan dan mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil karya.Hardboard. I. hal inilah yang sempat menjadi perbincangan di kancah seniman Grafis terkait penggunaan media komputer dalam seni grafis. berbentuk “v” kecil dan “v” besar. dan Collage. Rol karet ini berfungsi untuk menghantarkan tinta dari kaca setelah megalami fase pengolahan.namun dalam finishingnya AC. Linocut.yang kemudian dibuat separasi gambar kerja. lahir di Bandung.Yogjakarta. Peralatan Cetak Tinggi Karya cetak tinggi dapat terwujud melaluia beberapa cara yaitu teknik Woodblock. Sehingga untuk setiap warna ditera terpisah pada bidang bahan acuan yang berlainan. beerbentuk datar. Andre Tanama dinobatkan sebagai jawara. pertama-tama harus dibuat desain induk yang telah lengkap dengan warna yang dikehendaki. sekarang Dosen seni rupa ISI Jogja. Andre Tanama menggunakan teknik cetak digital. alat tersebut antara lain sebagai berikut: Pisau Cukil Alat ini dipergunakan untuk mencukil bagian dari kayu yang tidak dipergunakan untuk menghantarkan tinta. maka acuan yang dipergunakan untuk menghantarkan warna harus sesuai dengan jumlah warna yang dikehendaki. Hand-Press Hand-press atau alat tekan adalah alat yang digunakan untuk mencetak acuan kebidang kertas.yaiut berbentuk lengkung kecil. Karyanya yang fenomenal adalah “ Hegemoni Teknologi” Karya ini pertama kali dipamerkan dalam Trienal Seni Grafis Indonesia II yang diselenggarakan di Bentara Budaya. Tentunya tanpa menyiapkan atau merencanakan desain yang lengkap atau rinci alan mengalami kesulitan dalam mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil cetakannya.Pada prinsipnya setiap acuan atau bagian yang positif akan dipergunakan dalam proses pencetakan hanya untuk satu warna saja. A.

Afduner/Tiner.3. teknik Woodblock menggunakan bahan kayu. teknik Linocut menggunakan bahan linolium. Bahan Cetak Tinggi Bahan yang digunakan secara umum adalah Tinta. dan Kertas manila atau sejenisnya baik berwarna maupun tidak. teknik Collage menggunakan bahan karton atau bahan lain yang memiliki sifat-sifat seperti karton. Sedang bahan secara Khusus tergantung teknik yang digunakan. teknik Harboard menggunakan bahan Hardboard.I. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.