BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1980) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) Learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) Learning to do (pembelajaran untuk berbuat); (3) Learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri); (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini, khususnya Learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu social dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsat ilmu-ilmu social dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidangbidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema social serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah social dan budaya tersebut. Pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik, terutama generasi muda untuk menjadi ‘’manusia yang sesungguhnya’’, yang manusiawi, mengenal diri sendiri, manusia lain di sekelilingnya, sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga, masyarakat, warga Negara dan dunia, dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. Karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna, bahkan aktivitas social dan budayanya pun dipengaruhi oleh polapola makna yang memberdayakan hidupnya. Oleh karena itu , Philip H. Phenik (1964: 6-8) mengemukakan bahwa, ‘’pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksana hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi’’. Selajutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S., 2002: 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola yaitu, simbolik, empiric, estetik, sinoetik, etik, dan sinoptik.

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Hal 1

B. Tujuan Penulisan Mencari tahu sejauh mana peran ilmu social dan budaya dasar dalam menjelaskan prinsip-prinsip pokok tentang pemahaman diri, masyarakat , dan lingkungan sekitar berikut wawasan komprehensif dan terpadu dalam mencari solusi efektif dan aplikatif terhadap masalah yang timbul dari interaksi dalam masyarakat,serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

C. Manfaat Penulisan Diharapkan agar memberi kontribusi yang baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Dan juga dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi teman-teman mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan nantinya.

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Hal 2

BAB II PEMBAHASAN A. Manusia dan Kebudayaan

a. Pengertian Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta,karsa dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Inggris, kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Latin, berasal dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

b. Perwujudan Kebudayaan Beberapa ilmuwan seperti Talcot Parson (sosiolog) dan al Kroeber (antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu system. Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Demikian pula J.J Honigmann dalam bukunya The World of Man (1959) membagi budaya dalam tiga wujud, yaitu ideas, activities, and artifact. Sejalan dengan pikiran para ahli tersebut, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu : 1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan , nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan 2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. 3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

c. Substansi (isi) utama budaya Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Hal 3

persepsi. Kepercayaan 5. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun. Dalam adat istiadat terdapat juga system norma dan di situlah salah satu fungsi system budaya adalah menata serta menetapkan tindakantindakan dan tingkah laku manusia. konsep. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciriciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan factor ras.jiwa kepada masyarakat itu sendiri. System Pengetahuan 2. 1. tetapi setiap kebudayaan mempunyai cirri atau sifat yang sama. baik dalam bentuk atau berupa system pengetahuan. e. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirannya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 4 . lingkungan alam. atau pendidikan. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagi hasil interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. System budaya System budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari pikiran-pikiran. melainkan bersifat universal. dan etos k kebudayaan. gagasan. Persepsi 6. Etos kebudayaan d. serta keyakinan dengan demikian system kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat. Pandangan hidup 4. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik. kepercayaan. nilai. Nilai 3. Sifat – sifat Budaya Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. f. pandangan hidup.

sering kali disalahgunakan oleh manusia. perasaan dan emosi. Pengaruh budaya terhadap lingkungan Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan system kepercayaan.36) sebagai daya manusia . dan perilaku. Sikap Etnosentrisme 7. kemauan. 1999. karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia sendiri. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Problematika kebudayaan Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan. h. karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia. dan intuisi. Hambatan budaya berkaitan dengan factor psikologi atau kejiwaan 4. fantasi.kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 5 . Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru. intelegensia. g. mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. 3. artinya orang asing. 5. Proses dan perkembangan kebudayaan Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan adalah hasil cipta. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. 6. 2. i.

Dengan demikian. kebudayaan akan mengalami perubahan. Perubahan kebudayaan sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 6 . oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis.j.

b. Manusia dan Peradaban a. Dr. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. Koentjaraningrat. Pengertian dan cakupan perubahan social perubahan social merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. Pengertian Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampurkanadukan itu bahkan pendapat di antara para ahli kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan menimbulkan ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 7 . c.  Bierens De Hann. politik. sebagai mahluk Tuhan.B. individu dan social-budaya. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. Yang saling berkaitan di mana kepada Tuhan memilliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. Hakikat hidup manusia Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi atau sudah mati  Prof. Peradaban dan perubahan social 1. sedangkan kebudayaan ialah suatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. ekonomi dan teknik. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. industry filsafat dan sebagainya.  Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk social-budaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu.

dan interaksi socia’’. Perubahan social berbeda dengan perubahan kebudayaan. telvisi. Teori dan bentuk perubahan social a. Teori tunggal maupun deterministic menurut Soerjono Soekanto (1983) tidak bertahan lama-lama. Walaupun berbeda ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 8 . Setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam organisasi social disebut perubahan social. sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. 2.. b. pola perilaku. Teori sebab-akibat (causation problem) Beberapa factor dikemukakan oleh para ahli untuk menerangkan sebab-sebab perubahan social yang terjadi. timbulnya pola analisis yang lebih cermat dan lebih didasarkan fakta. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsure-unsur kebudayaan yang ada. Contoh perubahan social : perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern. Perubahan kebudayaan contohnya adalah penemuan baru seperti radio. atau pola kebudyaan dengan menunjukan kepada satu factor penyebab. beberapa pendekatan sebagai berikut: 1. Analisis Dialektis Analisis perubahan social yang menelaah syarat-syarat dan keadaan yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam suatu system masyarakat. 2.ketidaksesuaian antara unsur-unsur social yang ada di dalam masyarakat. Teori tunggal mengenai perubahan social Teori tunggal menerangkan sebab-sebab perubahan social. Wilbert Moore memandang perubahan social sebagai ‘’perubahan struktur social. computer yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga social. Teori proses atau arah perubahan social Kebanyakan teori-teori mengenai arah perubahan social mempunyai kecendurungan yang bersifat kumulatif atau evolusioner.

sehingga mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terkebelakang. Teori Dependensi (ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang menganggap bahwa gejala-gejala social yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat.namun pada dasarnya sama. Teori-teori mengenai pembangunan. Mempunyai asumsi bahwa sejarah manusia ditandai adanya gejala pertumbuhan. e. Penyebab perubahan Interkorerasi dan interaksi social masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional para anggotanya. 2. Keseimbangan Keseimbangan social adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. Modernisasi 1. keterbelakangan dan ketergantungan 1. Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terkebelakang pada system dunia. Teori evolusi Unilinier 2. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. 3. 1. Konsep Modernisasi Modernisasi dimulai di Italia abad ke-15 dan tersebar ke sebagian besar ke dunia barat dalam lima abad berikutnya. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan social. Teori Multinear d. Kini gejala ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 9 . Keseimbangan social merupakan situasi di mana segenap lembaga social berfungsi dan saling menunjang.

telah menjalar pengaruhnya ke seluruh dunia.modernisasi. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. Peradaban Indonesia di tengah modernisasi dan globalisasi Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 10 .  Modernisasi banyak memberikan kemudahan bagi manusia. 3. dan kontraktif agar proses tersebut tidak mengarah pada angan-angan. f. yang mengubah cara produksi tradisional ke modern.  Modernisasi masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan. sekularisasi. Manifesto proses modernisasi pertama kali terlihat di Inggris dengan meletusnya revolusi industry pada abad ke-18.  Berkat jasanya. individualisasi. Ciri – ciri Modernisasi Modernisasi merupakan salah satu modal kehidupan yang ditandai dengan ciri-ciri :  Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia  Kemajuan teknologi dan industrialisasi.  Kehidupan seseorang perhatian religiusnya dicurahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaan. dan akulturasi. diferensiasi. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. 2. modernisasi bersifat preventif. Syarat-syarat Modernisasi Modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada factor rehabilitasi. hampir semua keinginan manusia terpenuhi.

Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. Friederich Ratzel. alam sebagai factor menentukan. artinya yang tak terbagi. dan Elswort Huntington. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat.C. baik.manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. Menurut Charles Darwin (1809-1882). terjadi perjuangan hidup (struggle for life. Manusia sebagai makhluk social Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. atau suatu kesatuan diri. Manusia sebagai makhluk yang berhubungan dengan lingkungan hidup Berkenaan hubungan antara manusia dengan alam. Determinisme alam menempatkan manusia sebagai mahluk yang tunduk pada alam. 3. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 11 . Dalam bahasa Inggris individu berasal dari kata in dan divided. 2.hewan. modis. tidak biasa dengan seenaknya berpakaian menurut kehendak anda sendiri. Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial a. sedangkan divided artinya terbagi. Pada perkembangan tersebut. Orang-orang yang dapat dipandang sebagai tokoh paham determinisme itu antar lain Charles Darwin. dalam teori evolusinya. paham posibilisme. atau necis oleh orang lain. Ketika anda memakai baju. Manusia sebagai makhluk individu Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. Individu dan masyarakat 1. yaitu paham determinisme. Jadi individu artinya tidak terbagi. dan paham optimism teknologi. paling tidak ada tiga paham. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. bahwa mahluk hidup (tumbuh-tumbuhan.

Sebuah desa sering kali ditandai dengan kehidupan yang tenang. Tetapi tidak setiap warga masyarakat hanya menjadi anggota dari suatu kelompok ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 12 . Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan berbicara sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. seleksi alam (natural selection). d.struggle for existence). jauh dari hiruk pikuk keramaian. factor alam sangat menentukan. Stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat Setiap individu adalah anggota dari suatu kelompok. Desa dan kota memiliki perbedaan baik secara fisik maupun secara social. Pada teori dan pemahamannya itu. dan yang kuat akan bertahan hidup (survival of the fittest). yang menunjuk pada hubungan-hubungan social yang dinamis. kelihatan jelas paham serta pandangan determinisme alam. penduduknya ramah-tamah. Masyarakat desa dan kota Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakat. c. Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul.pertikaian dan lain-lain maka dapat dikatakan bahwa interaksi social adalah proses-proses social. Dalam prose perkembangan kehidupan tadi. seperti masyarakat desa dan masyarkat kota.Pengertian masyarakat dan ciri-cirinya anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik. b. mata pencaharian penduduknya kebanyakan sebagi petani atau nelayan. e. saling mengenal satu sama lain. Interaksi sosial dan pelapisan sosial Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok social.

Menempatkan diri dan 2. ia bias menjadi anggota lebih dari satu kelompok social.tertentu. Ditempatkan oleh orang lain dalam suatu lapisan social ekonomi tertentu. Berkaitan dengan penempatan individu dalam kelompok social. maka ia harus mencari acuan dari norma dan kebiasaan yang berkembang pada individu anggota kelompok tersebut. apabila kemungkinan di atas tidak terjadi (kurang mampu atau struktur kelompoknya ketat). atau yang dihadapi. Seorang individu yang hubungan social dengan kelompoknya sudah pudar. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 13 . maka ia akan kehilangan akar sosialnya (socially rootless). apabila ia dapat mengafiliasikan dirinya dengan kelompok acuan dengan baik. ia akan berhasil: kedua. Ia mengorientasikan dirinya pada kelompok lain. Ada dua kemungkinan yang bias dilakukan. maka individu memiliki kemampuan untuk : 1. yaitu : pertama.

yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika. Moral. warga suatu bangsa. bidang ini disebut filsafat nilai. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat objek. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19. termasuk manusia memiliki kualitas. Manusia. Nilai dan moral sebagai materi pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. zat. maupun bidang estetika yang berhubungan dengan persoalan keindahan. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 14 . 3. salah satu diantaranya adalah aksiologi. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia. Estetika berhubungan dengan keindahan. dan Hukum a. Nilai. Nilai di antara kualitas primer dan kualitas sekunder Setiap benda. bahkan nilai masuk ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. Nilai moral di antara pandangan objektif dan subjektif manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kualitas adalah sebuah sifat. Hakikat nilai moral dalam kehidupan manusia 1. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat.D. dan apa pun yang ada di alam raya ini. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bias ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato 2.

indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). Menilai berarti menimbang. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. seperti jasmani. bahwa nilai berhubungan dengan manusia.tersebut. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 15 . Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek. terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. 4. Metode menemukan dan hierarki nilai dalam pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manusia menilai. manusiawi atau tidak hubungkan dengan unsure-unsur atau hal yang ada pada manusia. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. 5. dan selanjutnya nilai itu penting. dan keyakinan. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. karsa. maka disebut nilai kebenaran. religius dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. cipta. benar atau tidak benar. baik atau buruk. rasa. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang. tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. kualitas memang ada.

Pengaruh kehidupan keluarga dalam pembinaan nilai moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan.6. tetapi mengandung berbagai risiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. 3. Makna nilai bagi manusia Dalam bidang filsafat. Salah satu kesulitan yang ditumbulkan adalah munculnya ‘’nilai-nilai modern’’ yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu). akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. anak pasti punya teman. Problematika pembinaan nilai moral 1. 2. Pengaruh teman sebaya terhadap pembinaan nilai moral Sebagai makhluk social. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan membentuk sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. b. Pengaruh figure otoritas terhadap perkembangan nilai moral individu ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 16 . sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. pilihan dan kesempatan. dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. dan pergaulan dengan teman akan yang menambah akan yang pembendaharaan mempengaruhi informasi berbagai akhirnya jenis kepercayaan dimilikinya. upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruangruang kosong agar mencapai kesempurnaan.

setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. serta membuat perubahan dalam hidup. Poso. Demikian pula di awal reformasi. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak. Pertama kali telepon. Pada tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa Negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia. seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan. 4. dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemic ‘’inul’’ dilemma antara moralitas dan kreativitas. Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anak-anak. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan. terlebih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. tetapi Amerika pun membumihanguskan Afghanistan. Pengaruh media komunikasi terhadap perkembangan nilai moral Pada akhir abad ke-20. oleh karena itu dalam media komunikasi ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 17 . alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. banyak orang yang meneriakan demokrasi dengan melakukan ‘’perusakan’’. kerusuhan etnis terjadi di Sampit. atau member arahan kehidupan. masingmasing menawarkan nilai yang berbeda. lalu disusul dengan radio dan setelah perang dunia II datanglah televisi.Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait. Orang dewasa. setiap figur otoritas. menambah bingungnya nilai bagi anak.

meskipun mereka tidak mengkritisi hal yang sama. tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangan. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. c. dan biasanya mahasiswa hanya menunjukan respons yang sederhana. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini. adalah makhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. hlm. Apabila mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari.68): 6. Menurut Rath.mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. Manusia dan Hukum Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. namun bagaimanapun informasi itu ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. diterima sebagian atau ditolak semuanya. (1977. 5. Pengaruh informasi terhadap perkembangan nilai moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. Pengaruh otak atau berpikir terhadap perkembangan nilai moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. Dalam konteks hubungan dengan sesame seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 18 . peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa ‘’kamu sebaiknya’’ atau ‘’kamu seharusnya’’ agar perilaku mereka berubah. informasi ini berpengaruh terhadap system keyakinan yang dimiliki oleh individu.

manusia-masyarakat-dan hokum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan.dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. moral juga membutuhkan hukum. sehingga pemeo ‘’Ubi societas ibi ius’’ (di mana ada masyarkat di sana ada hokum) adalah tepat. Hubungan Hukum dan Moral Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. ada pepatah Roma yang mengatakan ‘’Quid leges sine moribus?’’ apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Di sisi lain. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. d. hukum akan kosong tanpa moralitas. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar-manusia yang relevan. perundang-undangan yang immoral harus diganti. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 19 . sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. Hokum dalam masyarakat merupakan tuntutan. karena hal itu mustahil. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hokum. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak social dari moralitas. Maka.

Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam.E. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat di mana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. Unsur – unsur keragaman dalam masyarakat Indonesia 1. Di Indonesia. Makna keragaman dan kesederajatan 1. hal jenis. 5) (ling) laras (tata bahasa). ukuran kepala. warna kulit. 2. dan lain sebagainya. dan Kesederajatan a. kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. ragi. 2) macam. Makna keragaman Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku. 4) warna. Manusia. Keragaman. agama dan keyakinan. langgam. ukuran-ukuran tubuh. b. Makna kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah Dengan sama demikian tingkatan konteks (pangkat. serta situasi ekonomi. Kecuali batak dan ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 20 . Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam: berjenis-jenis. terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid ). perihal ragam.kedudukan). Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. terutama suku bangsa dan ras. corak. ideology. adat kesopanan. 3) lagu: music. jenis. mata.

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 21 . perilaku. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Thouless. Menurut Robert H. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan sehari-hari ( Harun Nasution:10 ). Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astractic Mongoloid. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid ). tegur sapa. 4. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. adat istiadat. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Ideologi dan Politik Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Tata karma Tata karma yang dianggap dari Bahasa Jawa yang berarti ‘’ adat sopan santun. fakta menunjukan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama:14 ) 3. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban social. tampaknya memang memiliki cirri umum yang hampir sama. basa-basi’’ pada dasarnya ialah segala tindakan. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. 2. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. yang idigunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukkan. termasuk bagian NTT.

Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian Negara berkembang. dan Kehidupan Global Berdirinya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. maupun religius. Tak hanya itubahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar-etnis atau suku. 6. baik secara etnis. Namun umumnya. kelompok. Masalah suku dan bangsa dan. 5. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. agama. Prolematika Diskriminasi Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. golongan. Pengaruh Keragaman Terhadap kehidupan Beragam. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah kebawah. geografis. kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukan kepada kita bahw suatu Negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah dirancang saat bangsa kita belum merdeka. dan kelas social-ekonomi. dan strata social yang hierarkis. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. Bernegara. suku. kondisi fisik tubuh. jenis kelamin. etnis. Hal ini lah yang dapat menimbulkan kesenjangan social yang tidak saja dapat menyakitkan. c. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan penggolongan orang berdasarkan kasta. usia. cultural . Hal ini. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 22 . Bermasyarakat. d.Tata karma dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi social yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. Sehingga kita perlu member tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga Negara Indonesia. status. pangkat.

dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang ‘’majemuk’’ atau ‘’heterogen’’. pandangan ideologi dan politik.orientasi seksual. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi social dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayaan. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 23 . sejarah. dan kebangsaan seseorang. agama. Serta batas Negara.

Kata dasar yang diambil dari kata scienta yang berarti Knowledge (ilmu). ukir dan lain-lain. keindahannya. teknologi dakan makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan.F. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Manusia. dan sebaginya). teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Oleh karena itu budi bahasa pun adalah suatu seni. 3. Tetapi. Sains. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pengertian 1. 2. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 24 . seperti tari. seni adalah ‘keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. di mana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang perorang. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk social. Maka konsep pendidikan yang memerluka ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesame secara beradab. melalui eksperimen secara teori. Sains Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. lukis. dan bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. konsep-konsep. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat keaneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk ) dari alam. sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal. Teknologi. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. dan Seni a. dan segala hal adalah teknologi.

penghancuran. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. c. Teknologi. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagaski mengakhiri perang dunia II. dan lain-lain. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. 2. Dampak penyalahgunaan IPTEK bagi kehidupan Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negative yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut di antaranya : 1. teknologi transportasi. tetapi kejadian tidak berhenti di situ. dan perusakan. Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. Makna Sains. teknologi gedung (metalurgi). Manusia sebagai Subjek dan Objek IPTEK Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. Pada waktu itu banyak korban berjatuhan. teknologi hutan. dan Seni Bagi Manusia 1. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 25 . Akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. d. IPTEK dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat.b. Dengan ilmu dan teknologii tumbuhlah berbagai industry yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang.

Merealisasi teori dan memuaskan rasa ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia. Yang dimana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapa membahayakan manusia tidak akan disaring oleh lapisan ozon. Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya.  Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-ciri tertentu. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. begitu seterusnya. Klonasi/Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. misalnya. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 26 . sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. maka dimungkinkan rekayasa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini :       memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya. Karena dengan adanya pecemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. tentang peran relative pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia. 3. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. 4.2.

nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. Lingkungan hidup Manusia Manusia hidup. 2. dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi. Komponen biotic pada umumnya merupakan factor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan socialbudayanya. pertumbuhan. 2. dan logos yang berarti firman atau ilmu. mencari penghidupannya. Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga. dan mati.G. dan seterusnya. serta terkait serta berinterkaksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negative. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. Pengertian Manusia Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. b. terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. perkembangan. Manusia dan Lingkungan a. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. mengalami kelahiran. Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 27 . Pengertian manusia dan lingkungan 1. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal. Korelasi antara Manusia dengan Lingkungan 1. Dalam ekosistem terdapat komponen biotic dan abiotik.

Sumber Alam Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian. hutan. Sampai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. Yang tergolong ke dalam sumber ala mini adalah semua makhluk hidup. Pada saat manusia hidup mengembara. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. d. mereka hidup dari hasil perburuan. bahan-bahan galian. Pengaruh manusia pada alam lingkungan hidupnya Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini. mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatangbinatang buruan sebagi bahan makanan. mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. dan bahan-bahan tambang lainnya. air. e. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya.  Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resourches) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Bila binatang buruan mulai berkurang. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat.c. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut sebagai erosi geogoli. Permasalahan – permasalahan yang timbul 1. Mereka belum mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. Tentunya hal ini merugikan bagi lingkungan. yakni :  Sumber alamm yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotic. demi kelangsungan hidup jenisnnya. mineral. hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 28 .

Pandangan baru terhadap lingkungan Masalah lingkungan hidup sebenarnya bukan persoalan yang baru. hutan di Indonesia membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. merupakan beberapa masalah lingkungan hidup. Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. IPTEK harus justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan umat manusia para petani mungkin sangat terbantu oleh kemajuan teknologi seperti traktor. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. f. serta menurunnya nilai estetika alam. rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka. mengapa Indonesia sering di sebut Zamrud Khatulistiwa. Kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia yang makin meningkat. Pencemaran Lingkungan o Pencemaran tanah o Pencemaran air o Pencemaran udara o Pencemaran suara 3. Namun. karena menyerap karbon dioksida. dan berbagai jenis pestisida yang cukup ampuh untuk memberantas hama. IPTEK dan kelestarian Hidup 1. 2. tidak jarang. praktis.serta perubahan social ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar hidupnya lebih mudah. alat penyemprot dan penyiram tanaman.2. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 29 . dan efisien dan tidak banyak mengalami kesulita. antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta limbah industry dan transportasi. Namun di sisi lain penggunaan pestisida yang berlebihan juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup suatu ekosistem. Sepanjang daerah khatulistiwa. Itulah.

2. 3. dan salah satu planetnya adalah planet Bumi tempat tinggal manusia. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. semuanya adalah ciptaan AlKhaliq pula. Manusia dengan Lingkungan Sosial Budaya Alam semesta yang dikenal manusia baik melakukan pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq. dan social budaya. Al-Quran surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 30 . semua yang ada adalah ciptaan-Nya. Bagaimana cara meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya? Da beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema social tersebut. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. salah satu dari gugus bintang itu adalah galaksi bima sakti atau milky way. Teori Human Capital (pengembangan SDM) memandang bahwa lingkungan social tergantung penguasaan iptek warga masyarakat di samping mental. Teori Modernisasi: menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan social budayanya sendiri. Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan. oleh karena itu lingkungan social harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri. psikologis. agar mereka kembali ( ke jalan yang benar).g. teori-teori tersebut adalah : 1. Dalam galaksi bima sakti ini ada satu bintang yang namanya matahari yang dikelilingi oleh planet-planet. Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar. Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan – gugusan bintang) yang jumlahnya miliaran.

Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kandisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardha Adiwikarta:1998). ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 31 .4.

BAB III PENUTUP a. Terciptanya ‘’tunggal ika’’ dalama masyarakat yang ‘’bhineka’’dapat diwujudkan melalui ‘’integrasi kebudayaan’’ atau ‘’integrasi nasional’’. Kesimpulan Mampukah kita membangun bangsa di tengah-tengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat? Jika ‘’ya’’. agama. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 32 . Dalam hubungan ini. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Saran Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkann masyarakat Indonesia yang ‘’majemuk’’ atau ‘’heterogen’’. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi social dari banyak suku bangsa dengan berbagai aneka ragam latar belakang kebudayaan. b. Jika ‘’tidak’’. pengukuhan ide ‘’tunggal ika’’ yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif. Salah satu yang bisa menjawab ‘’ya’’ adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilai-nilai dan moral bangsa Indonesia. maka kita akan mampu menjadi Negara maju yang masih berjati diri Indonesia. sejarah. maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah.

1990. Moral dan Masalahnya. A. Dialektika Hukum dan Moral dalam Pembangunan Indonesia. Agama.  Zulkarnain.Si. Manusia sebagai makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Gunawan..id ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR Hal 33 . 1948. M. Yusdi. Medan : www. (edisi ketujuh).  Waridah.  Kaelan. Lokakarya Dosen ISBD. M. Persoalan-persoalan Filsafat.DAFTAR PUSTAKA  Achmad.  Hadiwardoyo.. Yogyakarta. Media Massa. 2006. 2004.. Dra. Yogyakarta. 2000. Dikti Depdiknas. Iskandar. dan Harmonisasi Dunia dalam perspektif Komunikasi. Dr. H..  Rasjidi. Dkk.  Setiardja. Antropologi.co. Kanisius. Paradigma. 1990. Pendidikan Pancasila. Purwa. Jakarta: Bumi Aksara. Kanisius.waspada. Jakarta. Siti. Batam. Bulan Bintang. 2003. Makalah. Yogyakarta.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.