P. 1
Pewarisan Sifat Sifat Keturunan

Pewarisan Sifat Sifat Keturunan

|Views: 4,135|Likes:
Published by Oswald Sitanggang

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Oswald Sitanggang on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/12/2014

MATA KULIAH IPA DASAR

Makalah Pewarisan Sifat-sifat Keturunan

Dosen Mata Kuliah:
Dra. Elfayetti. MP

Disusun Oleh: Oswald Reynhard Sitanggang

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

PENDAHULUAN Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan Hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh Kromosom dan Gen. Membahas mengenai Pewarisan sifat merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas. Banyak yang menjadi pertanyaan, Bagaimana proses terjadinya pewarisan sifat terhadap keturunan yang dihasilkan? Bagaimana proses pewarisan bentuk fisik? Bagaimana seorang anak ada yang mirip sama orang tuanya atau bahkan ada yang bisa mirip dengan nenek dan kakeknya? Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh Kromosom dan Gen. Kromosom adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Sedangkan Gen adalah unit terkecil yang terletak pada bagian kromosom yang disebut lokus. Fungsi gen adalah menyampaikan informasi genetik kepada keturunannya dan

mengendalikan perkembangan dan metabolisme sel Ada Beberapa teori yang membahas mengenai Pewarisan Sifat – sifat Keturunan, yaitu: 1. Teori Embryo 2. Teori Preformasi 3. Teori Epigenesis 4. Teori Plasma 5. Teori Pengenesis Dari teori teori diatas, masih belum jelas ditunjukan adanya hokum yang mengatur penurunan sifat. Kemudian Ahli Genetika Gregor Mendel melakukan berbagai percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman untuk dapat menyusun suatu hokum yang dikenal dengan Hukum Mendel.

PEWARISAN SIFAT SIFAT KETURUNAN Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan Hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh Kromosom dan Gen. 1. Teori Tentang Pewarisan Sifat a. Teori Embryo Teori ini dikemukakan oleh Willam Harvey, 1578-1657 yang menyatakan, bahwa semua hewan berasal dari telur. Pernyataan ini diperkuat oleh Reiner de Graaf (16411673) Peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel Sperma dengan Sel telur yang akan membentuk Embrio. Reiner de Graaf menyatakan bahwa Ovarium pada burung sama dengan Ovarium pada kelinci.

b. Teori Preformasi Teori ini dikemukakan oleh Jan Swammerdan, 1637-1689 yang menyatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan dating sebagai miniatur yang telah terbentuk sebelumnya

c. Teori Epigenesis Embriologi Teori ini dikemukakan oleh C.F. Wolf, 1738-1794, yang menyatakan bahwa ada kekuatan vital dalam benih organism dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan sebelumnya.

d. Teori Plasma Nutfah Teori ini dikemukakan oleh J. B. Lamarck, 1744-1829 yang menyatakan bahwa sifat yang terjadi karena rangsangan dari luar (Lingkungan) terhadap struktur dan fungsi organ yang diturunkan pada generasi berikutnya.

e. Teori Pengenesis Teori ini dikemukakan oleh C. R Darwin, 1980-1882 yang menyatakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih benih kecil yang disebut gemuia.

2. Hukum Pewarisan Sifat Dari teori teori mengenai Pewarisan sifat diatas masih belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat. Kemudian seorang Biarawan dari Austria yang bernama Gregor Mendel1 (1822-1844) melakukan berbagai percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. Mendel melakukan penelitian terhadap Kacang Ercis (Pisum Sativum) yang mempunyai sifat sebagai berikut, yaitu:

a. Memiliki pasangan pasangan sifat yang kontras b. Dapat melakukan Autogami atau perkawinan sendiri c. Mudah disilangkan d. Mempunyai keturunan yang banyak e. Mempunyai daur hidup yang pendek

Dalam percobaannya Mendel melakukan perkawinan silang dengan menyerbukkan sendiri antara dua Variates Ercis berbunga Ungu dengan Ercis berbuga Putih sebagai indukinduknya. Turunan hasil perkawinan silang ini disebut Hibrid, sedangkan proses perkawinan silang sendiri disebut Hibridasi.

Dari hasil percobaan yang diperolehnya, Mendel menyusun beberapa hipotesis, yaitu: a. Setiap sifat pada organism dikendalikan oleh satu pasang factor keturunan, satu dari induk jantan dan satu induk betina b. Setiap pasang factor keturuna menunjukkan bentuk alternaif sesamanya, misalnya tinggi atau rendah, bulat atau keriput, kuning atau hijau. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel. c. Bila pasangan factor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, factor dominasi akan menutup factor resesif. d. Pada waktu pembentukan garnet, pasangan factor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. e. Individu murni mempunyai alel sama, yaitu dominan saja atau resesif saja.

1

Mendel merupakan putra seorang petani miskin yang berbakat dan cerdas. Mendel menuntut ilmu di seminari kota Brunn (Sekarang bernama Brno Republik Czech). Hasil penelitian Mendel yang diterbitkan tahun 1865 tidak dipahami sampai 1900. Tapi kata gen mulai dipakai sebagai istilah untuk partikel partikel hereditasnya pada tahun 1909.

Dari hasil Hipotesi diatas Mendel membuat Hukum yang terkenal dengan Hukum Mendel I (Hukum Segregasi), yaitu: Bahwa alel-alel akan berpisah secara bebas dari diploid menjadi haploid pada saat pembentukan gamet.

Dan Hukum Mendel II (Hukum Kebebasan untuk memilih/pengelompokan secara bebas), yaitu: Bahwa dalam suatu perkawinan/persilangan yang menyangkut dua atau lebih pasangan sifat berbeda maka pewarisan dari masing masing pasangan factor sifat-sifat tersebut adalah bebas sendiri-sendiri.

3. Kromosom Kromosom2 berasal dari kata Chromo (Warna) dan Soma (Badan) merupakan bagian terpenting dari sel, yaitu tempat gen berada yang terdiri dari Molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetic suatu organisme. Kromosom hanya dapat diamati ketika sel aktif membelah, yaitu pada saat kondensasi DNA dengan menggunakan Mikroskop electron.  Struktur Kromosom Kromosom akan tampak jelas jika sel sedang membelah. Kromosom terdiri dari Sentromer (kinetokor) dan Lengan. Sentromer merupakan kepala Kromosom. Bagian ini bergantung pada serabut gelondong pada saat pembelahan. Adapun lengan kromosom merupakan bagian kromosom yang mengandung kromonema dan gen. Lengan dibungkus oleh selaput matriks. 

Bentuk Kromosom Berdasarkan letak Sentromernya, kromosom dibedakan menjadi 4 bentuk, yaitu metasentrik, submetasentrik, akrosentrik, dan telosentrik. i. ii. Metasentrik, yaitu sentromer terletak di tengah bentuknya seperti huruf V. Submetasentrik, letak sentromer mengarah ke salah satu ujung kromosom, bentuknya seperti huruf J.

2

Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Nägeli pada 1842 dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882

iii.

Akrosentrik, letak sentromer dekat ujung kromosom sehingga membagi kromosom menjadi menjadi 2 lengan, yaitu satu pendek dan lengan yang lain sangat panjang.

iv.

Telosentrik, letak sentromer di ujung kromosom sehingga kromosom hanya mempunyai satu lengan.

Ukuran dan Jumlah Kromosom Ukuran kromosom sangat bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya. Panjangnya antara 0,2-0,5 u, sedangkan diameternya antara 0,2-2,0 u. Ukuran Kromosom yang terdapat dala sebuah sel tidak pernah sama. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Mahluk Hidup Manusia Gorilla Orangutan Simpanse Belalang Udang Kucing Ayam Nenas Jagung Tomat Kacang Ercis Jumlah Kromosom 46 48 48 48 24 168 38 40 150 20 24 14

Tabel Jumlah Kromosom Pada Mahluk Hidup

 Macam macam Kromosom Menurut pekerjaannya Kromosom dibedakan atas 2, yaitu: a. Autosom, yaitu: kromosom yang tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin. Diberi simbol A

b. Gonosom atau Sek Kromosom, yaitu: Kromosom yang berperan dalam menentukan Jenis kelamin organisme.

4. Gen Gen merupakan unit yang menentukan sifat suatu organisme dan dapat diwariskan dikarenakan didalam Gen terdapat informasi genetic yang memuat enzim dan protein yang berperan dalam proses metabolism. Gen dalam Kromosom terdapat pada lokus3. Istilah Gen pertama kali diperkenalka oleh W. Johansen. Gen berfungsi untuk mengatur perkembangan dan metabolisme individu dan menyampaikan informasi genetic kepada generasi berikutnya  Sifat-sifat Gen, yaitu  Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.  Mengandung informasi genetika  Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel  Struktur Kimia Gen Faktor keturunan adalah Gen yang terdapat dalama Kromosom, sedangkan Kromosom terdapat dalam inti sel. Bahan dasar sel adalah protein inti atau nucleoprotein yang dibangun oleh senyawa Protein dan asam nukleat4. Asam nukleat sangat banyak, tapi yang erat kaitannya dalam proses penentuan sifat sifat adalah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dan RNA (Ribo Nucleic Acid). 1) DNA DNA terletak pada gen-gen di dalam kromosom. Oleh karena kromosom terdapat di dalam nucleus, maka DNA banyak ditemukan di dalam nukleus sel. Molekul DNA juga ditemukan dalam mitokondria, plastida, dan sentriol. DNA merupakan pembawa informasi genetik yang terdiri dari pasangan rangkaian nukleotida yang terpilin (double heliks). Komponen dasar penyusun DNA adalah sebagai berikut:  Gugusan gula (deoksiribosa/pentosa).  Gugusan fosfat.

3 4

Lokus adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam kromosom Asan nukleat tersusun atas rangkaian fosfat, gula pentose, basa nitrogen. Basa nitrogen terdiri dari purin (adenin) (A) dan guanine (G), serta pirimidin (timin) (T), sitosin (S), dan urasil (U).

 Basa nitrogen terdiri dari purin5 meliputi adenin (A) dan guanin (G) serta pirimidin meliputi sitosin (S) dan timin (T). Sifat-sifat DNA, yaitu:  Memiliki sifat yang menarik dan unik. Jumlah adenin yang terdapat di dalam DNA suatu organisme sama dengan jumlah timin. jumlah sitosin akan selalu sama dengan jumlah guanine.  Jumlah dan susunan atau urutan basa berbeda pada setiap spesies.  Stabil dan tidak mudah terurai. Dengan sifat ini maka DNA mampu mempertahankan sifat sel yang mantap.  Mampu melakukan penggandaan diri (replikasi). Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA yang terjadi karena adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama. Pada beberapa organisme seluler, replikasi DNA terjadi di dalam inti sel dan terjadi sebelum sel membelah.

2) RNA RNA berbentuk rantai tunggal yang disintesis oleh DNA melalui proses transkripsi. Komponen penyusun RNA adalah sebagai berikut:  Gugusan gula (ribosa)  Gugusan fosfat  Basa nitrogen terdiri dari purin meliputi adenin (A) dan guanin (G); serta pirimidin meliputi sitosin (S) urasil (U). Macam-macam RNA, yaitu:  RNA duta atau RNA messenger (mRNA) mengandung kode-kode genetic yang berupa urutan basa nitrogen.  RNA transfer (tRNA) Merupakan RNA terpendek yang bertugas

menterjemahkan kodon dari tRNA Trna berfungsi untuk mengikat asam-asam amino yang akan disusun menjadi protein didalam ribosom.  RNA ribosom (rRNA) Merupakan RNA yang terdapat didalam ribosom. RNA Berbentuk rantai pendek dan tunggal, mempunyai Komposisi gula ribose dan
5

Purin atau pirimidin yang berikatan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang disebut nukleosida

basa nitrogen purin: Adenin (A) dan Guanin (G), Pirimidin: Sitosin (S) dan Urasil.

5. Hereditas Pada Manusia Dalam mempelajari genetika pada manusia, dipelajari dengan menggunakan cara cara sebagai berikut, yaitu: a. Pedigree (Peta silsilah), yaitu catatan asal-usul sesuatu sifat dari nenek moyang hingga anak cucu beberapa generasi berturut turut. b. Meneliti genetika pada hewan yang mungkin mempunyai sifat atau karakter yang dapat diterapkan pada manusia. c. Mempelajari peristiwa penurunan sifat pada anak kembar. 

Jenis Kelamin Jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh sepasang Kromosom Seks, yaitu

Kromosom X untuk perempuan dan Kromosom Y untuk laki laki. Susunan kromosom perempuan bersifat homogametic (XX) dan Laki-laki bersifat heterogametic (YY). 

Kelainan dan Penyakit Menurun Kelainan atau cacat tubuh dan penyakit yang diwariskan oleh orang tua kepada anak

dapat terjadi Karena adanya perubahan susunan gen yang tidak sempurna. Penyakit yang sifatnya menurun memiliki cirri cirri tidak dapat disembuhkan, tidak menular, biasanya dikendalikan oleh gen resesif dan dapat dicegah agar tidak terjadi pada generasi berikutnya. Kelainan atau penyakit yang diturunkan dapat diwariskan melalui autosom maupun kromosom seks. Pewarisan kromosom dapat melalui Kromosom X da Y. Kelainan yang diwariskan melalui autosom, misalnya albinisme6 dan gangguan mental (debil, imbisil dan idiot). Kelainan yang diwariskan melalui Kromosom X adalah buta warna, hemophilia7, tidak bergeraham, ompong, dan tidak beremail. Kelainan melalui Kromosom Y, yaitu hypertrichosis.

6 7

Alibinisme adalah kelainan pada kulit dan rambut yang berwarna putih serta pigmen kulitya putih (melanin). Kelainan pada darah dimana darah yang keluar susah untuk membeku

KESIMPULAN Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh Kromosom dan Gen. Kromosom adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Sedangkan Gen adalah unit terkecil yang terletak pada bagian kromosom yang disebut lokus. Fungsi gen adalah menyampaikan informasi genetik kepada keturunannya dan

mengendalikan perkembangan dan metabolisme sel.

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Elfayetti. MP, 2011. IPA DASAR. FIS UNIMED MEDAN Slamet Prawirohartono & Sri Hidayat, 2007. SAINS BIOLOGI. Jakarta: PT.Bumi Aksara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->