34633205-KESULITAN-BELAJAR

KESULITAN BELAJAR

Dalam proses belajar, masalah yang sering ditemui adalah mengenai “Kesulitan Belajar”. Fenomona ini ditunjukkan dengan : - Prestasi belajar menurun (kinerja akademik) - Perilaku yg menyimpang (misbehavior)  mengganggu teman  berteriak di kelas  membolos  lari dari sekolah

• PENGERTIAN Kesulitan belajar adalah gangguan dari suatu atau lebih proses psikologi yang meliputi : pengamatan, pemahaman, penggunaan bahasa, yang ditampilkan dalam bentuk kesulitan mendengar, berpikir, menulis, mengeja, berhitung
Keselulitan Belajar (Learning Disabilities) bisa terjadi pada anak dan remaja. Pada anak bentuknya : kesulitan membaca menulis menghitung Pada Remaja bentuknya : Kurang atensi Kurang konsentrasi

labilitas emosi

Dalam Domain Afektif : Labilnya emosi Sikap dan minat . FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB LD : Faktor Internal Faktor Eksternal Faktor Internal Yaitu hal-hal yang muncul dari dlm diri siswa. Dalam Domain Kognitif Rendahnya kapasitas Inteligensi (MR) Tingginya kapasitas Inteligensi (Gifted) Disfungsi Minimal Otak (DMO) Intel : . 2.Normal .Diatas rata-rata b. meliputi gangguan (kekurang) mampuan psikofisik yaitu : a. 1.• 1.

Dalam Domain konatif Kurang konsentrasi . Dalam domain Psikomotor : Terganggunya penglihatan Terganggunya pendengaran d.c.

2. Kondisi Geografis Misalnya : Lingkungan perkampungan (Slum area) Teman sepermainan (Peer group) . Lingkungan Keluarga misalnya : Ketidak harmonisan keluarga Status sosial ekonomi Sikap keluarga b. Faktor Eksternal a.

c. Lingkungan Sekolah Misalnya : Kondisi dan letak gedung Kondisi pendidik Fasilitas sekolah .

BENTUK KESULITAN BELAJAR & CARA MENANGGULANGINYA • 1. Berkaitan dg Domain Kognitif Bekaitan dg Faktor Inteligensi Inteligensi rendah (dibawah rata-rata) : MR lambat menerima pelajaran Usaha menanggulagi : Anak disarankan masul SLB (SLB-C) . Kesulitan Belajar karena Faktor Internal A.

• Inteligensi rata-rata (diatas rata-rata) Anak dg gangguan ringan pd otak (trauma) Gejala : – Dislexia – Dysgraphia – Dyscalculia Usaha : terapi sekolah khusus Inteligensi diatas rata-rata (gifted) Anak cemerlang. Usaha : mengikuti sekolah khusus .

Berkaitan dg Domain Psikomotor  Gangguan pengamatan/penglihatan (Visual Perceptian Problem) .B. Berkitan dg Domaian Afektif  Situasi emosi  Sikap MOTV  Minat Usaha menanggulangi : .memahami kondisi siswa Prestasi C.mengatasi masalah .

Anak mengalami kesulitan untuk mengingat huruf.  anak memperlihatkan tulisan buruk .• Misalnya : .Anak sulit mengeja huruf  anak dapat mengeja huruf tp tdk mampu menyatukan ejaan tsb.b dan d  tidak dapat membedakan kata “sama” dan “sana” . seperti :  tidak dapat membedakan huruf W dan V  tidak dapat membedakan huruf p.

m dan n .• Usaha Mananggulangi :  secara perlahan anak belajar unk menggunakan penglihatan atau disertai pendengarannya bersama-sama  Anak menanggulangi hal yg didengar.Huruf p. menuliskan hal yg didengar  Gangguan pengamatan pendengaran (Auditory Perception Problem) Misal : 1.kata papa. b. Anak mengalami kesulitan untuk membedakan anatar huruf atau kata yg mempuntai persamaan bunyi seperti : . Anaka kesulitan menangkap instruksi secara verbal . bapa 2.

• Usaha : untuk setiap instruksi yg diucapkan anak hrs belajar membayangkan instruksi tsb. . Kemudian dicobakan secara perlahan menuliskan ha yg diinstruksikan tsb.

Berkaitan dg Domaian Konatif Ganguan memusatkan perhatian (attention defisit) Gejala :  Sulit berkonstrasi di kelas  Sulit berkonsentrasi pd tugas yg memerlukan pemusatan perhatian terus menerus sering nampak seperti tidak mendengarkan.  Mudah teralihkan perhatiannya  Sering gagal menyelesaikan tgs yg dihadapinya  Sulit untuk bertahan pd aktivitas permainan .D.

Membatasi lama (waktu) perhatian pd satu tugas.Secara bertahap tambahkan lama perhatian pd tugas yg diberikan . bila nampak anak akan beralih perhatian .• Usaha : .Meja tulis harus bersih . kemudian berganti ke tugas yg lain seblm prhatiannya berpindah .Membatasi tugas-tugas yg diberikan .Setiap berhasil reward .Selalu “mengingatkan” akan tugas yg harus diselesaikan.

mencuri  tidak membuat tugas  membangkang. melawn pd guru  lari dari sekolah  membolos . Kesulitan belajar karena Faktor Eksternal  lingkungan keluarga  lingkungan geografis  lingkungan sekolah Bentuk :  murung  melamun  kurang atensi  kurang konsentrasi  mengganggu teman .2.tidak bisa diam .berteriak .berkelahi .

Yaitu :  Membantu anak memecahkan masalah yg dihadapi  Membantu anak untuk dapat menyesuaikan diri dg lingkungannya (keluarga.• Usaha menanggulangi : ada kerjasama yang erat antara orangtua. guru/sekolah Akan memperlancar kegiatan belajar anak. sekolah. Dengan bimbingan efektif pada permulaan belajar  Kontak dengan guru lebih intensif untuk mengetahui perkembangan anak . anak. masyarakat)  Membantu anak untuk mengembangkan diri secara maksimal sesuai potensinya  Membantu anak untuk mencegah mendapatkan kegagalan dan dapat memperbaiki kesalahan.

Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa.DETEKSI DINI KESULITAN BELAJAR Upaya mengenali gejala dengan cermat dg melakukan identifikasi terhadap fenomena yang menunjukkan adanya kesulitan belajar . disebut DIAGNOSA. khususnya yg dirinya mengalami kesulitan belajar . Melakukan observasi kelas unk melihat perilaku menyimpang ketika mengikuti pelajaran. 2. 1982) : 1. Langkah-langkah diagnostik yg dilakukan oleh pendidik (Weener & Senf.

Interview orang tua (wali) sisa unk mengetahui latar belakang keluarga yg diperkirakan mengalami kesulitan belajar 4. WISC  abnormal : SB . Memberi tes diagnostik bidang kecakapan tertentu unk mengetahui kesulitan belajar yg dialami siswa. Misalnya :  bender gestalt  VMI 5. Memberikan tes kecerdasan Misalnya :  normal : WPPSI.3.

Misal : Anak sulit membaca Dianalisa kesulitan ? penglihatan ? pendengaran? . untuk Memperoleh pengertian yg benar mengenai kesulitan belajar siswa.Suatu Alternatif Pemecahan Kesulitan Belajar Langkah-langkah yg dilakukan pendidik sebagai pemecahan kesulitan belajar :  Menganalisis hasil diagnosis Yaitu : Menelaah bagian-bagian masalah dan hubungan antar bagian tsbt.

. merujuk pada ahli yg terkait  Menyusun program perbaikan sesuai dg kelemahannya.Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yg memerlukan perbaikan.

Lupa (Forgetting) 2.  Retroactive interference Materi baru mengganggu dlm mengulang materi lama . 1988) :  Proactive interference Materi yg tersimpan mengganggu masuknya materi baru. Lupa (Forgetting) Penyebab (Reber.• Faktor lain penyebab kesulitan belajar : 1. Kejenuhan (learning plateau) 1.

gegar otak LUPA : kegagalan dalam memproduksi materi . Jarak Waktu Jarak waktu yang lama antara belajar dg waktu mengingat  Perubahan Sikap Pada Materi Sikap negatif pd materi sulit untuk mengingat  Law of Disuse Materi yg sudah lama tidak digunakan  Adanya kerusakan otak Misalnya : karena alkoholis.

Extra Study Time Memberi tambahan waktu belajar. Misal : waktu belajar 1 jam menjadi 2 jam Mneumonic Device Misalnya : Menghafal dg mengingat huruf awal .• Usaha Perbaikan : Over Learning Sering mengulangi materi Misalnya : menyanyikan lagu “Indonesia Raya” setiap upacara hari Senin.

 Distributed Practice Latihan terbagi 5 x 3 lebih baik dari 3 x 5 latihan materi . ..Tes Inteligensi….• Clustering (pengelompokan) Menghafal dg pengelompokan item Misalnya : Tes Psikodiagnostik : .Tes Projektif ….

menyadari kelemahan diri dlm menghadapi tuntutan yg tinggi .bosan . Kejenuhan (Learning Plateau) Penyebab : Siswa mengalami :keletihan” mental (mental fatigue).kecemasan akan keberhasila bidang ttt . karena : .situasi kompetitif yg menuntut .2.

Istirahat .Perbaikan gizi .Membuat jadwal yg sesuai dg kemampuan . Misalnya : lay out ruang belajar . dg tujuan merubah situasi belajar.Realistis.Memotivasi siswa . tidak putus asa mengulang belajar .• Usaha perbaikan : .Merubah lingkungan belajar.

Jalur 1 Pesan Analisis Sensoris Jalur 2 Pesan Analisis Bentuk Ingatan Jangka Pendek SINTESA AKTIF Harapan2 Informasi sensorik MEMORY .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful