Bahaya Mercury Pada Lampu TL

Posted on 22 Agustus 2010 | Tinggalkan komentar

BAHAYA MERCURY PADA LAMPU TL

Lampu pijar sebagai sumber penerangan bagi pemukiman ataupun industri / komersial, akhir-akhir ini telah banyak digantikan oleh Lampu TL ( Fluorescent Lamp ). Lampu yang terang benderang dan hemat energi adalah pilihan tepat mengontrol rekening listrik tiap bulan, juga memiliki cahaya yang lembut ( tidak sakit mata ), cahaya lebih terang dan umur lebih panjang dari pada lampu pijar. Dan dalam skala lebih besar membantu menghambat pemanasan global. Namun informasi efek samping dari lampu TL itu tidak banyak diketahui, bahkan nyaris tidak ditemukan di kemasannya. SEKILAS PRINSIP KERJA LAMPU TL DAN KANDUNGAN DIDALAMNYA Lampu TL tidak bekerja berdasarkan pemijaran filamen tetapi menghasilkan cahaya berdasarkan terjadinya pelepasan elektron dalam tabung lampu. Pada kedua ujung tabung terdapat filamen tungsten yang dilapisi suatu bahan yang dapat beremisi. Untuk lampu tabung filamen ini disebut juga elektrode. Salah satu filamen yang ada pada ujung tabung berfungsi sebagai anoda dan yang satunya berfungsi sebagai katoda, untuk itu dibutuhkan daya aktif ( watt ) pada lampu TL. Berdasarkan cara kerjanya, lampu TL terdiri dari 2 macam yaitu lampu dengan rangkaian yang menggunakan stater dan lampu dengan rangkaian tanpa starter. Konstruksi lampu TL yang standart terdiri dari tabung gelas yang terbuat dari kaca soda kapur dan di dinding bagian dalamnya dilapisi oleh bubuk fosfor sehingga tabung kelihatan berwarna putih susu. Kawat tungsten yang merupakan elektrodanya dilapisi oleh pemancar thermionic.

Uap raksa ini adalah Neurotoksin / racun yang sangat . makanya lampu TL wattnya kecil. Lapisan fosfor pada bagian tabung berfungsi untuk mengkonversikan sinar ultra violet menjadi cahaya tampak sehingga intensitas cahaya meningkat. Mercury ( Hg ) dimasukkan kedalam tabung yang digunakan dalam pembentukan cahaya. Dan radiasi yang dikeluarkan oleh pancaran merkury adalah sinar ultra violet dengan panjang gelombang 253 – 257 nm. Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar. Jadi antara PIJAR dan BERPENDAR adalah berbeda. apakah itu karena sudah rusak (akibat bocor) atau karena pecah (nah ini lebih berbahaya). Menurut laporan yang dikeluarkan lembaga penelitian Mercury Policy Project yang dibentuk negara bagian Maine dan Vermont Amerika Serikat. Padahal setidaknya sekali dalam setahun kita mengganti lampu TL di rumah kita. Sudah pasti kita tahu kalau beberapa miligram Mercury / Uap Raksa saja bisa meracuni metabolisme tubuh manusia. Dengan catatan bahaya itu akan timbul jika bola lampu pecah. Lampu diisi dengan gas mulia seperti : argon pada tekanan 200 pa – 660 pa. anakanak dan wanita hamil. Seperti jangan menggunakannya untuk lampu meja terutama di rumah yang ada anak kecil atau binatang.Elektroda ditempelkan dengan cara dijepit pada sebuah lead wire. Inilah bedanya lampu pijar dan lampu TL kalau lampu pijar (bohlam) menyala karena adanya tahanan di kumparan tungstennya tetapi kalau lampu TL itu menyala karena BERPENDAR. pemakaian lampu hemat energi disarankan untuk terus dilanjutkan. namun ada hal-hal tertentu yang harus dipahami benar oleh konsumen. BAHAN BERBAHAYA DALAM LAMPU TL Selama ini pemerintah kurang mensosialisasikan bahaya lampu TL atau yang sering kita sebut lampu “neon”. Bercak hitam ini terjadi karena penguapan pemancar dari elektroda. pada elektroda biasanya dilindungi dengan perisai elektroda yang gunanya untuk menghindari terjadinya bercak hitam di ujungujung tabung lampu. Yang fungsinya untuk membantu proses penyalaan lampu. Masalahnya lampu hemat energi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah tidak dibarengi oleh informasi penting mengenai bagaimana mengelola limbah lampu TL. Lampu TL mengandung sampai 5 miligram MERCURY (dalam bentuk uap atau bubuk) yang jika ceroboh menggunakannya dapat membahayakan keselamatan terutama untuk balita. Pada temperatur waktu lampu tersebut beroperasi terdapat tekanan dari Mercury. untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi. Untuk lampu yang bekerja ekstra. apalagi bila terkena pada anak-anak bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut.

Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin ( di negara maju untuk pembuangan sampah khususnya limbah lampu TL diatur secara ketat dan ada recycling center khusus lampu TL ini ). Lampu TL sampai saat ini masih menggunakan Mercury karena memang belum ada pengganti sebaik mercury. 6. karena akan memperluas sebaran debu serbuk mercury. Jangan sekali-kali menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan pecahan kaca. Jika ada penghuni rumah yang masih anak-anak atau wanita hamil sebaiknya memotong karpet yang terkena serpihan dan membuangnya. Jika merkury terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf. ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik 4. . Sebelum membersihkan buka semua ventilasi ruangan ( jendela. gunakan sarung tangan karet dan kertas untuk memungut serpihan kaca.berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal. Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC. janin dalam kandungan. Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai. 2. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. 7. dan membuka ventilasi udara lebar-lebar. Bersihkan daerah yang terkena dengan menggunakan handuk basah. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa-sisa serpihan halus / remah-remah kaca. 1. Penggunaan lampu TL dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. BAGAIMANA CARA MENGATASI LAMPU TL YANG PECAH DALAM SUATU RUANGAN ? Berikut ini ada beberapa langkah bila sengaja ataupun tidak sengaja lampu TL pecah dalam suatu ruangan : Hal pertama yang dilakukan adalah menjauhkan anak-anak dari ruangan. 3. pintu ) dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit. Cuci tangan. dan anak-anak. Jangan menggunakan penyedot debu meskipun pecahan lampu itu bertebaran di karpet. 5. 8. Catatan : Untuk di area Industri yang menggunakan lampu TL sebaiknya limbah lampu TL nya dilakukan pengelolaan dan ditempatkan ditempat yang khusus misalnya di TPS B3. Saat membersihkan . Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik.

500 ribu hingga jutaan rupiah ). LED hanya mengkonsumsi listrik 15 watt dan bisa memiliki sudut pandang cahaya yang sama dengan hallogen sehingga kekuatan cahaya yang dihasilkan lebih terang. Dikutip dari majalah KSG (email: m. Bila lampu hallogen menghabiskan energi listrik hingga 75 watt dengan sinar terangnya yang sama.com) . Keunggulan dari lampu LED selain hemat energi dan bebas mercury adalah inovasi pencahayaan yang baik. Namun lampu yang baru diproduksi itu memiliki daya 7 hingga 15 mega watt dengan harga yang relatif masih mahal ( mulai dari Rp. Yaitu lampu jenis Light Emitting Diode ( LED ) yang diproduksi oleh Megaman ( salah satu produsen lampu terkemuka di Jerman ).naskuri@krakatausteel.ADAKAH PENGGANTI LAMPU TL YANG BEBAS MERCURY ? Negara Jerman berhasil memproduksi lampu hemat energy yang bebas bahan berbahaya mercury yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Lampu ini mampu mengatur panas sehingga menjadi tolok ukur industri lampu lainnya. Lampu LED Megaman bisa menghemat energi listrik lebih dari 80 persen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful