P. 1
Manusia Sebagai Khalifah - Mohd Anuar

Manusia Sebagai Khalifah - Mohd Anuar

4.83

|Views: 6,617|Likes:
Published by mohdanuaribrahim

More info:

Published by: mohdanuaribrahim on Nov 27, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad Pesuruh Allah         

                                                                 

                                           

KEJADIAN MANUSIA
. 2‫خل َقنَاالِن ْسان من نَط ْفةٍ أ َمشاج (النسان‬ َ ْ َ ْ ِ َ َ ٍ َ ْ
Inna khalaqna insaana minnuthfatin

َّ ‫إ ِن‬

amsyaajin …;
“Sesungguhnya kami telah menciptakan

manusia dari setitis mani yang bercampur”.
QS. 76 Al Insaan : Ayat 2.

Sabda Nabi Al Amin. :
َ‫إِ ّ أَحَدَ ُمْ يَجْمَعُ خَلْقَ ُ ِىبَطْنِ ُ ّهِ أَرْبَعِيْنَ َيوْ ًاُطْفَةً ُ ّ يَكوْنُ عَلَقَةًمثْلَ ذَالِكَ ُ ّ يَكوْنُ مظْغَةً مثْل‬ ِ َ ُ ‫ثم‬ ِ ُ ‫م ن ثم‬ ‫أم‬ ‫هف‬ ‫ن ك‬ ‫ى‬ ّ ِ‫ذَالِكَ.ُ ّ ُيرْسَ ُ إِلَيْهِ اْ ُلْ ُ. فيَنْ ُ ُ فِيْهِ الروْ ُ وُيؤْمَ ُ بِأَربَعٍ كَلِمَاتٍ. بِكتْبِ. رِزقِهِ وَعَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَق‬ ْ َ ْ ‫ّحَ ر‬ ‫ثم ل ل ك َ فخ‬ ‫أَوْسَعيْ ٌ (الدي‬ ‫ِد‬

Inna ahadakum yajma’u khalqahu fii bathni

ummihi arba’ina yauman nuthfatan, tsumma yakuunu ‘alaqatan mitsla dzaalika, tsumma yakuunu muthghatan mitsla dzaalika, tsumma yursalu ilaihil mulku fayanfuhu fiihir ruuha wayu’maru biarba’in kalimaatin bikatbi; rizqihi; waajalihi, wa ‘amalihi, wasyaqiyyun aw-sa’iidun.

MAKSUDNYA…
‘Sesungguhnya setiap orang diantara kamu

dikumpulkan pembentukan (kejadiannya( di dalam rahim ibunya selama empatpuluh hari berupa nutfah (air yang kental / sperma( kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, lalu menjadi gumpalan seperti daging selama itu juga, hingga diutuslah Malaikat kepadanya, kemudian Malaikat itu meniupkan ruh kepadanya, dengan sekaligus diperintah / ditentukan empat perkara : (yaitu( rezekinya, ajalnya / umurnya, amal perbuatannya dan ditetapkan ia celaka atau bahagia “.(Al Hadits(

?

PROSES KEJADIAN MANUSIA

♂ Setiap ejakulasi menghasilkan 300 juta sperma ♂ hanya satu akan mensenyawakan telur

Janin berusia 10 minggu

Kelahiran seorang pemimpin dengan tangisan pertama untuk memikul tanggungjawab sebagai pemimpin

Manusia adalah salah satu dari sekian banyak jenis makhluk yang diciptakan Allahul Khaaliq. Kemudian setelah Allah Yang Sempurna menyempurnakan ciptaanNya tersebut, Allahul Qaadir menurunkannya ke bumi, dengan menetapkan tugas manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Dengan demikian jelaslah bahwa manusia tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab tentang kepemimpinannya. Dan kelak pada “Yaumul Hisab” (hari peradilan( setiap manusia akan diminta keterangannya serta tanggung jawabnya dihadapan Allahur Rabbul ‘Alamin.

Oleh

kerana manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi maka sudah selayaknya Allahur Rahman Rahim memberi perlengkapan kepada manusia dengan bekal dan sarana lahir batin secukupnya. Dan sesungguhnyalah kehidupan manusia selalu dipantau terus menerus oleh Allahul Muhiith, dipantau sejak di dunia hingga akhir

SIAPA KITA SEBENARNYA?
Apabila setiap orang sibuk dengan urusan

dirinya, dalam erti memahami serta mengoreksi aib yang selalu mewarnai perlakuan serta perjalanan hidupnya, nescaya akan sentiasa patuh dan tunduk terhadap setiap peraturan yang dibuat oleh yang menciptakan langit dan bumi beserta isi antara keduanya.

Manusia

diciptakan sebagai pembawa misi. Yakni, misi kepemimpinan di bumi guna mengatur dan menata kehidupan yang ada padanya dengan Hudan dan Furqan yang menjadi pegangannya. Itulah fitrah manusia. Oleh kerana itu, untuk memahami diri yang disebut manusia tidak semudah seperti belajar ilmu matematik atau lainnya.

Menurut Al-Quran segala sesuatu di bumi

ini termasuk daya dan kemampuan yang diperolehi seseorang hanyalah kurnia daripada Allah (swt(. Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah supaya mereka dapat menggunakan kurnia tersebut sesuai dengan keredhaanNya.

Apakah Semua Manusia Adalah Khalifah ALLAH?
Ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada

para malaikat, Sesungguhnya Aku akan menciptakan di muka bumi seorang khalifah. Para malaikat serentak berkata, Apakah Engkau hendak menciptakan di muka bumi (makhluk) yang akan melakukan kerusakan dan akan menumpahkan darah di dalamnya, padahal kami senantiasa bertasbih dengan menyanjung-Mu dan mensucikan-Mu? Seraya Allah menjawab, Sungguh Aku lebih mengetahui apa-apa yang tidak kalian

Apa Erti Khalifah?
Islam memandang manusia sebagai

khalifatullah, yakni khalifah Allah. Itulah hakikat manusia. Namun apakah dalam kenyataannya setiap manusia itu khalifatullah ? Bukankah di antara mereka ada yang kafir ?

Jadi manusia berkedudukan sebagai wakil

atau pengganti Allah di muka bumi. Yaitu manusia yang mempunyai kemampuan untuk mengatur dan mengubah alam. Manusia yang sedikit banyak mengetahui rahasia alam. Semua itu tidak berlaku bagi makhluk-makhluk lainnya. Akan tetapi bagaimana dengan kenyataan umat manusia zaman kini ? Sungguh ironis sekali bukan.

Syekh Taqi Mishbah berpendapat, bahwa

kedudukan khalifah tidak terbatas pada Adam saja, melainkan manusia lain pun dapat menduduki jabatan khalifah dengan satu syarat, yaitu mengetahui asma. (lihat kitab Ma’arif Al-Qur’an, juz 3 hal 73(. Allamah Thabathaba’i dalam kitab Tafsir alMizan, jilid I halaman 116 berkata, “Khilafah tidak terbatas pada diri Adam as. saja, tetapi para keturunannya pun sama menduduki khalifah tanpa kecuali.”

Maksud dari penjelasan Allamah Thabathaba’i

di atas, bahwa manusia secara potensial adalah khalifah Allah. Namun yang mampu memfaktualkannya tidak semua manusia. Hanya sebagian kecil saja di antara mereka yang mampu. Hal itu kembali kepada ikhtiar dan pilihan manusia itu sendiri.

MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ‘pemimpin’
Bertangungjawab terhadap Allah Bertanggungjawab terhadap diri dan orang yang dipimpin Percaya kebolehan dan kemampuan diri anugerah Allah Sentiasa berdisiplin Pandai bergaul dan tidak sombong Berpengetahuan dan berpengalaman luas Sihat jasmani, rohani, emosi dan intelek Berdayasaing, ada jati diri, inisiatif dan kreatif Jujur dan amanah Bersikap terbuka “open mind” Mudah dihubungi, mesra dan bersopan santun

Kriteria-Kriteria Khalifatullah
Pada dasarnya manusia diciptakan Allah sebagai khalifah-Nya. Namun hal itu masih berupa potensi, seperti yang telah dijelaskan terdahulu. Nah, agar potensi itu berkembang dan mewujud secara nyata, maka terdapat seperangkat kriteria yang harus dipenuhi sehingga manusia benar-benar menjadi khalifah Allah Ta’ala. Kriteria-kriteria khalifah Allah itu ialah :

1. Ilmu

Kriteria pertama adalah ilmu. Pada ayat yang telah disebutkan terdahulu, selanjutnya disambung dengan ayat yang berbunyi : Dia mengajarkan kepada Adam asma (nama benda-benda) semuanya, kemudian dia mempertunjukkannya kepada para malaikat. Lalu Allah berfirman (kepada para malaikat), Sebutkanlah kepada-Ku asma-asma itu, jika kalian memang benar ?"(QS. Al-Baqarah : 31).

2. Iman dan Amal
Pada ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman tentang kriteria khalifah-Nya.

"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shaleh (kebaikan), bahwa Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di bumi, Sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah. Sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah diridhai-Nya untuk mereka, serta Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka menjadi aman setelah mereka ketakutan. Mereka akan menyembah-Ku dan tidak menyekutukan apapun dengan-Ku. Dan barang siapa kafir setelah itu, maka mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur : 55).

Pada ayat tersebut, jelas sekali Allah berjanji

akan menjadikan hamba-hamba-Nya sebagai khalifah yang akan menguasai dan memimpin dunia. Tetapi janji itu akan ditepati-Nya bagi manusia yang beriman dan beramal kebaikan. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa kriteria lain dari seorang khalifatullah adalah iman dan amal shaleh.

3. Memberi keputusan dengan benar (haqq) dan tidak mengikut hawa nafsu.

Allah Ta’ala berfirman,

"Wahai Dawud, Kami jadikan engkau sebagai khalifah di bumi, maka berilah keputusan dengan benar dan janganlah mengikuti hawa nafsu, karena hawa nafsu akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. Shad : 26).

Selanjutnya ketika menafsirkan ayat:
"Dan janganlah mengikuti hawa nafsu, karena hawa nafsu akan menyesatkanmu dari jalan Allah." Beliau berkata, “Makna ayat tersebut adalah, bahwa engkau dalam memutuskan (sesuatu( janganlah mengikuti hawa nafsu, maka engkau akan disesatkan olehnya dari kebenaran, yaitu jalan Allah.” (Tafsir alMizan, jilid 17 halaman 194-195(.

4. Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar
Rasulullah saww bersabda, “Barang siapa beramar ma’ruf dan nahi munkar, maka dia adalah khalifatullah di bumi dan khalifah kitab-Nya serta khalifah rasul-Nya.’’ (Kitab Mizan al-Hikmah, jilid 3 hal 80(.

Kesimpulan
Semua manusia secara potensial (bilquwwah(, diciptakan untuk menjadi khalifatullah. Namun agar potensi tersebut menjadi nyata (bil-fi’li(, terdapat sejumlah kriteria yang harus dimilikinya, yaitu ilmu, iman, amal shaleh, memberi keputusan dengan benar, tidak mengikuti hawa nafsu dan ber-amar ma’ruf dan nahi munkar. []

Salah satu daripada elemen penting dalam

kehidupan seorang manusia adalah memimpin. Bila kita mampu memimpin diri kita ke arah sahsiah cemerlang maka ia merupakan kejayaan bagi kita. Di samping itu, kita mesti memimpin diri orang lain agar kehidupan kita bersama manusia lain di dunia ini dapat diseimbangkan ke arah generasi AlQuran. 

Manusia sebagai Khalifah. 
   Setiap manusia di muka bumi ini dijadikan oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah. Sama ada dia memimpin diri sendiri atau orang lain, ia dinamakan sebagai khalifah. 

Ayat di atas jelas menunjukan bahawa Allah

SWT telah menjadikan kita sebagai khalifah atau pemimpin. Namun begitu, tidak semua mampu mentadbir dirinya dan orang lain dengan baik mengikut landasan Islam yang sebenarnya.

Persediaan Sebelum Menjadi Pemimpin
Perkara utama yang perlu ditekankan sebelum melangkah memikul jawatan pemimpin ialah persediaan kita sebelum menjawatnya supaya terlaksana proses pembentukan Syahsiah Berakidah di kalangan orang bawahan. 

Pemimpin Berilmu
Peranan yang penting dalam melahirkan pemimpin yang unggul. Tanpa ilmu,  pemimpin akan menjadi "lembu dicucuk hidung", hanya memimpin setelah diaraharahkan oleh orang lain. Berapa ramai Perdana Menteri di serata dunia yang menjadi boneka. Menjadi pemimpin tetapi tidak memimpin. Warisan ilmu pengecut yang dimiliki oleh oleh para pemimpin menyebabkan mereka rela menjual maruah agama demi sesuap nasi?. 

   Maksud firman Allah SWT: "Adakah sama orang

yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?". Ilmu di sini merangkumi ilmu dunia dan akhirat. Seorang  pemimpin yang berilmu pasti mendapat  kepercayaan masyarakat untuk menangani sebarang masalah yang menimpa negara berbanding pemimpin yang tidak berilmu. Ini adalah satu hakikat yang nyata. Kedunguan pemimpin-pemimpin masa kini dalam menyelesaikan masalah dalam negara menyaksikan campur tangan kuasa asing yang sewenang-wenangnya mengubah dasar negara hatta undang-undang sama ada peraturan negara

Sebagai seorang pemimpin yang menjadi idola kepada masyarakat, pemimpin seharusnya memiliki akhlak yang terpuji mengikut adab-adab kemanusiaan sejagat dan lunas-lunas islami yang tulin. Ciri-ciri pentaz

   Bijak bercakap tidak semestinya boleh

melakukannya secara praktikal. Oleh itu, di samping bijak 'berbahasa'dan pandai 'mentazkirah' orang lain, pemimpin harus  mengamalkan apa yang dikata. Seperti katakata 'cakap serupa bikin'. 

Sanggup Menghadapi Tribulasi Untuk Mencapai Matlamat 
   Ujian adalah satu perkara tabi'i yang pasti 'memburu' kehidupan seorang   manusia. Semakin tinggi darjatnya di sisi Allah s.w.t. dan di sisi masyarakat, maka semakin besar cubaan dan dugaan yang terpaksa ditempuhi. Berjaya atau gagal menghadapi mehnah perjuangan ditentukan oleh kekuatan asas yang terpasak dalam diri seseorang.

Mereka yang lemah dari sudut material dan

rohani terutamanya pasti akan tewas dengan mudah dan jatuh tersungkur di tengah-tengah medan perjuangan. Hanya pemimpin yang mempunyai kekuatan jiwa dan  semangat sahaja yang tetap kekal dengan matlamat yang satu walaupun tanpa kekuatan material. 

“Demi sesungguh-Nya akan Kami uji kamu dengan satu cubaan, iaitu kekuatan, kelaparan dan kekurangan harta, manusia dan buah-buahan. Dan berilah khabar gembira bagi orang-orang yang sabar atas cubaan itu”. Al-Baqarah ayat 155. 

Seperti yang telah dinyatakan, setiap manusia akan diuji. Tatkala Malaysia diuji dengan kejatuhan nilai RM, kita turut juga teruji. Bagi yang di luar kemampuan (kekurangan harta(, pulang ke tanah air adalah langkah terakhir sebagai jalan penyelesain tanpa menamatkan pengajian tentunya

Ketiga-tiga faktor di atas bakal melayakkan kita menerajui negara bahkan dunia. Tidak mustahil suatu hari nanti kita bakal menjadi polis dunia menggantikan Amerika yang mengaku berjaya memimpin dunia ke arah keamanan tetapi sebenarnya ke arah kemusnahan.

Pemimpin dunia abad akan datang wajar

diwarisi oleh pemimpin islam untuk 'meneutralkan' dunia sebelum menjadi padang jarak padang terkukur. Oleh itu, bersama-samalah kita berganding bahu untuk mencipta seorang pemimpin Islam yang tulin sebagaimana yang pernah diciptakan oleh ulama'-ulama' yang terdahulu. 
Wallahu a’lam. 

Tangungjawab manusia sebagai Khalifah
Melaksanakan ibadah khusus.: ♪ Sembahyang. ♪ Puasa. ♪ Zakat. ♪ Haji. ♪ Membina keluarga ♪ Masyarakat ♪ Negara. ♪ Tangungjawab manusia sebagai Khalifah

BAGAIMANA PEMIMPIN LAHIR DALAM MASYARAKAT • Diturunkan Allah untuk pimpin umat – nabi dan rasul • Ditentukan darah keturunan • Masyarakat primitif pemimpin dipilih berdasarkan orang yang paling tua atau paling gagah. • Masyarakat moden berdasarkan ketokohan,ilmu,keterampilan, berpengaruh & berkarisma

10 ASAS KEPIMPINAN 1)Mempunyai bakat semulajadi 2)Bakat perlu dipupuk dan diperkembangkan 3)Sedar tanggungjawab:  Kepada Allah  Kepada diri  Kepada Orang yang dipimpin

“Pemimpin perlu memberi

khidmat bakti, tenaga dan buah fikiran untuk kesejahteraan orang lain, bukan sekadar untuk berbangga dengan kedudukan, pangkat dan nama”

1)Pemimpin mesti bijaksana 2)Percaya pada diri sendiri:  Yakin dengan apa yang difikirkan  Yakin dengan apa yang diucapkan  Yakin dengan apa yang dilakukan.

• Pemimpin mesti berdisiplin, boleh diteladani dan sentiasa menjadi model serta ikutan. • Semangat pengabdian dan kesetiaan tinggi terhadap organisasi.

1)Pemimpin mesti sihat jasmani, sihat rohani: Ä Emosi yang stabil Ä Tabah dan sabar Ä Tidak mudah naik darah Ä Tenang menghadapi masalah Ä Tahu untuk memberi keutamaan Ä Berupaya membuat keputusan yang tepat

1)Kuat Berusaha Untuk Majukan Organisasi: À Mempunyai daya inisiatif tinggi À Mempunyai daya kreativiti À Sentiasa merancangn dan melaksana aktiviti berfaedah À Banyak membaca, hadiri kursus, bergaul dengan orang yang lebih berilmu

1)Pemimpin Mempunyai Kualiti Peribadi Yang Baik:  Jujur dan amanah terhadap harta benda dan kewangan  Rendah diri  Boleh dipercayai  Membuat perhitungan yang teliti,berhemah dan cermat  Suka berterus terang  Mudah dihubungi

Bakat semulajadi dipupuk & dikembangkan Sedar tanggungjawab kepada ● Diri sendiri ● Allah ● Orang yang dipimpin Sedia berkhidmat

Bijaksana Mempunyai keyakinan diri ● Fikiran ● Ucapan ● Tindakan Berdisiplin, diteladani dan menjadi “role model” Sihat rohani jasmani Emosi stabil Tabah & sabar Tenang Upaya buat keputusan

Gigih berusaha inisiatif tinggi kreatif & inovatif Berwawasan Luas pengetahuan Kualiti peribadi Jujur & amanah open mind dipercayai teliti, berhemah & cermat mudah didampingi Berterus terang

Kasih Sayang Difahami Diterima Dihormat i Dibantu Keselesaan

Dibenci Dihakim i Ditolak Dihina Disakit i Dipergunaka n

TIDAK SELALUNYA MUDAH

TIDAK SELALUNYA MUDAH:
Untuk meminta maaf dan melupakan untuk memulakan semula untuk mengakui kesilapan untuk mendapat nasihat untuk tidak mementingkan diri untuk terus mencuba untuk berfikir dahulu baru bertindak untuk menerima kritikan untuk merasai apa yang orang lain rasa

16 CIRI PERSONALITI PEMIMPIN IDEAL: 1)Bertanggungjawab Kepada Allah dan Manusia Yang Dipimpin 2)Cerdik dan Bijaksana 3)Percaya Kepada Diri Sendiri 4)Berdisiplin 5)Pandai Bergaul dan Tidak Sombong

6. Mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang luas 2.Mempunyai keahlian atau ketrampilan dalam bidangnya 3.Mempunyai semangat pengabdian dan kesetiaan terhadap organisasi. 4.Sihat jasmani dan rohani 5.Mempunyai kestabilan emosi, tidak mudah naik darah 6.Mempunyai daya inisiatif yang tinggi

12. Kreatif 13. Mempunyai kemahuan untuk maju 14. Jujur dan amanah 15. Mempunyai sikap terbuka 16. Mudah dihubungi

MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ‘pemimpin’
Bertangungjawab terhadap Allah Bertanggungjawab terhadap diri dan orang yang dipimpin Percaya kebolehan dan kemampuan diri anugerah Allah Sentiasa berdisiplin Pandai bergaul dan tidak sombong Berpengetahuan dan berpengalaman luas Sihat jasmani, rohani, emosi dan intelek Berdayasaing, ada jati diri, inisiatif dan kreatif Jujur dan amanah Bersikap terbuka “open mind” Mudah dihubungi, mesra dan bersopan santun

Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad Pesuruh Allah         

Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Muhammad Pesuruh Allah

        

               Kemerosotan iman ini juga erat

hubungan nya dengan kemahuan umat untuk mempelajari agama nya. Mereka banyak yang enggan lantaran sudah disibukkan oleh urusan dunia belaka, sehingga kesempatan membaca AlQur'an, mengkaji isi-nya dan memahami kitab-kitab agama, seakan-akan sudah tak ada guna nya lagi bagi mereka. Lebih-lebih lagi keawaman mereka terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an, sangat lah tidak mendukung keantusiasan mereka untuk memahami

Antara hikmah membaca Al-Quran : 1. Di hari qiamat, Al-Quran menjadi

pembela. 2. Membaca sebelum tidur akan mendapat kawalan Malaikat. 3. Akan dimasukkan ke dalam  golongan siddiqin, syuhada' dan solihin. 4. Akan dilindungi dari godaan syaitan. 5. Jika dibaca di rumah, akan diberi keberkatan kepada rumah itu. 6. Mempelajari dan membaca Al-Quran mendapat keberkatan dan keharmonian hidup.  

Allah memberikan Hikmat kebijaksanaan. Dan sesiapa yang diberikan hikmat itu maka

sesungguhnya ia telah diberikan kebaikan yang banyak. Dan tiadalah yang dapat mengambil pengajaran melainkan orang-orang yang  menggunakan akal fikirannya. [AlBaqarah: 269]

TERIMA KASIH KERANA MEMBERI PERHATIAN
SELAMAT MAJU JAYA

SEKIAN

JUMPA LAGI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->