I.

PERSAMAAN KONTINUITAS
Hukum kekekalan massa disebut juga sebagai prinsip kontinuitas (Principle of

Continuity). Prinsip tersebut menyatakan bahwa laju perubahan massa fluida yang terdapat dalam ruang yang ditinjau pada selang waktu dt harus sama dengan perbedaan antara laju massa yang masuk (influx) dan laju massa yang keluar (efflux) ke dan dari elemen fluida yang ditinjau. Prinsip kontinuitas menyatakan kekekalan massa dalam ruang berisi fluida yang ditinjau. Hubungan kekontinuitasan diproleh dari pertimbangan bahwa perubahan massa fluida di dalam suatu volume elemen fluida (dx dy dz) selama waktu dt sama dengan perbedaan antara laju massa yang masuk (influx) dan keluar (efflux), ked an dari, elemen fluida yang sedang ditinjau dalam selang waktu yang sama (dt). Aliran fluida pada sebuah pipa yang mempunyai diameter berbeda, seperti tampak pada gambar di bawah.

Gambar ini menujukan aliran fluida dari kiri ke kanan (fluida mengalir dari pipa yang diameternya besar menuju diameter yang kecil). Garis putus-putus merupakan garis arus. Keterangan gambar : A1 = luas penampang bagian pipa yang berdiameter besar, A2 = luas penampang bagian pipa yang berdiameter kecil, v1 = laju aliran fluida pada bagian pipa yang berdiameter besar, v2 = laju aliran fluida pada bagian pipa yang berdiameter kecil, L = jarak tempuh fluida. Pada aliran tunak, kecepatan aliran partikel fluida di suatu titik sama dengan kecepatan aliran partikel fluida lain yang melewati titik itu. Aliran fluida juga tidak saling berpotongan (garis arusnya sejajar). Karenanya massa fluida yang masuk ke salah satu ujung pipa harus sama

tergantung terhadap konteks. apakah diam. 2. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Inersia atau kelembaman adalah kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). atau kadang-kadang juga terhadap momentumnya. Dalam pemakaian umum orang juga dapat menggunakan istilah "inersia" untuk mengacu kepada "jumlah tahanan terhadap perubahan kecepatan" (yang dikuantifikasi sebagai massa). Prinsip inersia adalah salah satu dasar dari fisika klasik yang digunakan untuk memerikan gerakan benda dan pengaruh gaya yang dikenakan terhadap benda itu. adalah daya untuk menahan. Kata inersia berasal dari kata bahasa Latin. "iners".dengan massa fluida yang keluar di ujung lainnya. Istilah "inersia" . yang dengannya setiap benda berusaha untuk mempertahankan keadaannya saat itu. atau malas. dan dapat dirangkum sebagai berikut: 1. Berarti jika resultan gaya nol. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbedabeda selama hampir 3 abad. Jika fluida memiliki massa tertentu masuk pada pipa yang diameternya besar. II. yang berarti lembam. Isaac Newton mendefinisikan inersia sebagai:[1] "vis insita". atau bergerak beraturan ke depan dalam garis lurus. Secara numerik. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu. ini diwakili oleh massa benda tersebut. atau F=Ma. Hukum GAYA INERSIA Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. maka pusat massa dari suatu benda tetap diam. ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. atau gaya dalam materi.

Istilah "inersia" lebih baik dipahami sebagai istilah yang lebih pendek untuk "prinsip inersia" seperti yang dideskripsikan oleh Newton dalam hukum I Newton Berikan penjelasan “ The Velocity at a given time changes with respect to distance”? Kecepatan pada waktu tertentu berubah terhadap jarak. tergantung terhadap konteks. apakah diam. Dalam pemakaian umum orang juga dapat menggunakan istilah "inersia" untuk mengacu kepada "jumlah tahanan terhadap perubahan kecepatan" (yang dikuantifikasi sebagai massa). suatu benda akan terus bergerak pada kecepatannya saat ini tanpa berubah arah. atau kadang-kadang juga terhadap momentumnya. dinyatakan dengan singkat. Hal ini berlaku pada proses percepatan konvektiv dimana percepatan konvektif adalah percepatan yang dipicu oleh perubahan jarak. hingga ada gaya yang menyebabkannya mengubah kecepatan atau arahnya. PR PENGAYAAN 5 Arti fisis dari gaya Inersia pada prinsip Newton? Isaac Newton mendefinisikan inersia sebagai: "vis insita". mengatakan bahwa sebuah benda yang tidak dikenakan oleh gaya luar (gaya netto sama dengan nol) bergerak dengan kecepatan tetap. Hukum ini. . yang dengannya setiap benda berusaha untuk mempertahankan keadaannya saat itu. Dalam kata-kata yang lebih sederhana. adalah daya untuk menahan. III. yang akan tetap dalam keadaan diam sampai ada gaya yang menyebabkannya bergerak. Ini juga termasuk benda yang tidak bergerak (kecepatan = nol).lebih baik dipahami sebagai istilah yang lebih pendek untuk "prinsip inersia" seperti yang dideskripsikan oleh Newton dalam hukum I Newton. Respon variasi dari perubahan kecepatan yang menyebabkan deformasi dan rotasi karena penurunan dari perubahan jarak. atau bergerak beraturan ke depan dalam garis lurus. atau gaya dalam materi.

y .0. Akan tetapi karena tinjauan ruang yang sangat kecil melalui media media berporionvektif nya sama dengan nol. maka dipastikan bahwa percepatan konvektif nya adalah sama dengan nol.y. kecepatan tidak berubah terhadap jarak walaupun ada percepatan konvektif. . Ketika tidak ada perubahan kecepatan. Contoh lainnya adalah ketika kecepatan pada koordinat x.z tidak berubah sama sekali dan bergerak dengan kecepatan konstan.j. Jika diberi contoh adalah ketika percepatan konvektif nya adalah fungsi dari koordinat x. Berikan penjelasan contoh percepatan lokal yang diabaikan pada “Flow in a porous medium : variation of the groundwater table with respect to time” Pengertian yang dirujuk pada contoh percepatan local tersebut adalah ketika ada aliran fluida dalam media berpori: variasi dari groundwater secara teoritis adalah berubah terhadap waktu.k tidak berubah atau konstan dan tidak bergantung pada fungsi x.z maka ketika massa berada di poin (0. ada lokasi dimana nilai percepatan menjadi nol. Contoh lainnya adalah ketika kecepatan pada koordinat i.y.0) maka percepatan konvektif nya sama dengan nol.Pada saat tertentu. z maka tidak ada percepatan konvektif. Jika kita asumsikan bahwa berarti pada fase tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful