KOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya

suatu proses untuk mencapai tujuan sistem. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari system proses pendidikan yang menentukan berhasil atau tidaknya atau ada atau tidaknya proses pendidikan. Komponen-komponen yang memungkinkan terjadinya proses pendidikan adalah : 1. Tujuan pendidikan Tingkah laku manusia secara sadar atau tidak akan mengarah pada tujuan. Tujuan pendidikan didasari oleh sifat ilmu pendidikan yang normatif dan praktis. Sebagai ilmu pengetahuan normative, ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma dan ukuran tingkah laku manusia. Sebagai ilmu pengetahuan prkatis, tugas pendidikan dalam hal ini adalah pendidik adalah menanamkan sistem norma tingkah laku yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dalam masyarakat. Tujuan pendidikan dapat dilihat dalam kurikulum pendidikan yang terjabar mulai dari : tujuan nasional (UUD 1945), tujuan pembangunan nasional dalam sistem pendidikan nasional, tujuan institusional (dalam lembaga pendidikan), tujuan kurikuler (tiap bidang studi pelajaran/ kuliah), tujuan instrukisonal (standar kompetensi dan kompetensi dasar). Dengan demikian terlihat bahwa tujuan pendidikan itu semuanya bersumber pada Pancasila dan UUD 1945. 2. Peserta didik Anak bukanlah seorang dewasa, sebab itu anak memiliki sifat kodrati kekanak-kanakan yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Anak memiliki sifat ketergantungan yang besar kepada orang lain yang dewasa. Untuk itu perlu dipahami mengenai beberapa hal dari anak/ peserta didik, yaitu: latar belakang budaya peserta didik, tingkat kemampuan peserta didik, hambatan peserta didik, dan penguasaan bahasa peserta didik. Oleh karena itu Pendidikan harus memperhatikan perbedaan individual, memberikan perhatian khusus pada anak didik yang memiliki kelainan (berkebutuhan khusus), dan penanaman sikap bertanggung jawab kepada peserta didik.

social. Namun kemampuan untuk menjadi orang tua tidak sejajar dengan kemampuan dalam mendidik anak. keterampilan dan jasmani. Dalam interaksinya pendidik dan peserta didik tidak akan lepas dari metode dan atau alat dan lingkungan yang nantinya akan berujung kepada pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. 8. Interaksi edukatif peserta didik dan pendidik Proses pendidikan dapat berlangsung apabila ada interaksi antara komponen-komponen pendidikan. Sehingga guru harus memberikan tauladan/ contoh yang baik kepada peserta didik. Orang tua Orang tua sebagai pendidik merupakan kodrati dalam keluarga. dapat mengendalikan emosi serta memiliki sifat mendidik dengan dilandasi rasa cinta dan kasih kepada peserta didik.3. Interaksi ini dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan. 5. Pendidikan Salah satu unsur pendidikan adalah pendidik. . moral. Artinya orang tua adalah pendidik utama dan yang pertama dalam lingkungan keluarga yang berlandaskan cinta kasih kepada anak. terutama interaksi peserta didik dan pendidik. Guru/ pendidik Guru sebagai pendidik harus bertanggung jawab atas peserta didik. Macam-macam isi pendidikan adalah terdiri dari pendidikan agama. 7. 6. Pemimpin masyarakat dan keagamaan Peran pemimpin keagamaan dan kemayarakatan adalah mengadakan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat baik dalam bidang atau nilai-nilai kemasyarakatan juga nilai-nilai kerohanian berdasarkan nilai-nilai keagamaan. Selain itu guru harus memiliki kemampuan intelektual. Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu disampaikan isi/ bahan yang disebut kurikulum kepada peserta didik. guru/ pendidik dan pemimpin kemasyarakatan serta pemimpin agama. Yang termasuk kategori pendidik adalah orang dewasa. orang tua. Isi pendidikan Isi pendidikan berkaitan dengan tujuan pendidikan. 4. intelektual.

Input masukan (raw input): peserta didik. meskipun aspekaspek lainnya mendukung. Kualitas tersebut dapat berupa potensi kecerdasan. seperti proses pembelajaran yang baik serta alat pendidikan yang bagus. sosial ekonomi. Lingkungan pendidikan Lingkungan pendidikan meliputi semua segi kehidupan dan kebuyaan. kepribadian siswa. terdiri dari lingkungan idiologis. minat belajar. Input sistem pendidikan dibedakan dalam tiga jenis. dilakukan seleksi berdasarkan tujuan. sehingga prestasi belajarnya juga tinggi seperti anak yang memang pintar. Coombs. tentunya tidak dapat diharapkan menjadi lulusan yang bermutu tinggi. sosial politis. ada tiga jenis sumber utama input dari masyarakat bagi sistem pendidikan. Lingkungan pendidikan dapat dikelompokkan berdasarkan lingkungan kebudayaan. Dengan kata lain tidak mungkin membuat anak yang kecerdasannya rendah menjadi anak yang kecerdasannya tinggi. seleksi dilakukan pula atas dasar nilai dan norma tertentu dengan alasan bahwa pendidikan bersifat normatif. bakat. efisiensi dan relevansinya bagi pendidikan. Terhadap ketiga sumber utama input sistem pendidikan tersebut. kemampuan berhitungnya. hasil belajarnya cenderung berbeda dengan anak yang tingkat kecerdasannya tinggi. kebutuhan.9. adalah kualitas siswa yang akan mengikuti proses pendidikan. Hasil seleksi tersebut selanjutnya diambil atau diterima sebagai input sistem pendidikan. dan lain sebagainya selama mengikuti pelajaran. sebab hal itu akan mempengaruhi daya tangkapnya. Kualitas potensi ini terutama yang bersifat tetap seperti tingkat intelegensinya rendah. Apabila kualitas masukan itu rendah atau tidak mendukung terwujudnya prestasi belajar yang tinggi. Komponen masukan (raw input). tujuan-tujuan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. yaitu: 1. dan sebagainya. Penduduk serta tenaga kerja yang tersedia. dan lingkungan iklim geografis. sosial anthropologis. 3. Ilmu pengetahuan. Ekonomi atau penghasilan masyarakat. Selain itu. Sebagaimana dikemukakan Philiph H. . daya analisanya. yaitu: 1. Pendidikan hanyalah mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan. 2.

Kondisi lingkungan . tetapi untuk membeli kebutuhan lainnya begitu mudah (beli sepeda motor. dan sebagainya tentulah akan sulit untuk mewujudkan tercapainya mutu pendidikan yang tinggi. 3. Contoh lain yaitu pada jam belajar anak duduk-duduk. dan sejenisnya. merokok di warung. Misalnya untuk membayar uang SPP atau foto copy buku susahnya bukan main. Komponen lingkungan pendidikan (enviromental input) dapat berupa sosial budaya masyarakat. perabot rumah tangga. misalnya kurikulum. Aspek kualitas masukan (raw input) mutu lulusan juga dipengaruhi oleh faktor instrumental input. alat evaluasi hasil belajar yang valid. aspirasi pendidikan orang tua siswa. anak perutnya lapar tetapi kafetaria sekolah tidak ada atau tidak menarik untuk berbelanja. Misalnya jam belajar efektif banyak yang hilang karena anak mengikuti acara budaya setempat. sebab kalau mau ke WC air tidak ada. Betapapun tingginya kualitas masukan (peserta didik). kondisi fisik sekolah. Input lingkungan (environmental input) : keadaan cuaca. Secara langsung maupun tidak langsung aspek ini akan mempengaruhi proses pembelajaran dan muaranya pada masalah mutu lulusan. menyambut pejabat yang datang. kualitas guru dan komitmennya yang baik. atau guru mengisi rapor. Aspirasi pendidikan orang tua yang rendah juga tidak dapat mendukung terwujudnya proses pembelajaran yang baik. yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan. dan pendidik Komponen masukan yang berperan sebagai alat pendidikan (insrumental input) adalah semua faktor yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses pembelajaran. Hal ini menandakan perhatian orang tua terhadap kemajuan belajar anak rendah. Input alat (instrumental input) : kurikulum. dan sejenisnya. alat evaluasi hasil belajar. media pengajaran. dsb). Anak tidak dapat konsentrasi belajar dengan baik karena menahan kencing. guru. tetapi yang diutamakan adalah yang penting dagangannya laku. kafetaria sekolah. fasilitas/sarana dan prasarana. sedangkan yang punya warung/kedai tidak mau peduli tentang hal itu. situasi keamanan masyarakat dll.2. tetapi tidak didukung oleh kurikulum yang tepat.

bervariasi. coombs mengidentifikasi 12 komponen sistem pendidikan. Fasilitas. Fungsinya adalah merencanakan. Dalam sistem pendidikan terjadi proses transformasi. Dalam hal ini semua komponen pendidikan idealnya melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Fungsinya membina peraturan-peraturan dan standar pendidikan (peraturan penerimaan peserta didik. Teknologi. lengkap. Penelitian. 5. Isi atau kurikulum. fungsinya sebagai tempat terselenggaranya pendidikan. Pendidik (guru). Fungsinya adalah mengatur waktu dan mengelompokan peserta didik berdasarkan tujuan tertentu. mengarahkan. Struktur dan jadwal. 8. karena pendidikan adalah suatu sistem. 9. dan menilai sistem. Tujuan dan prioritas. maka pelaksanaan fungsi setiap komponen pendidikan secara keseluruhan diarahkan demi pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengawasan mutu. Peserta didik (siswa). penampilan sistem dan hasil kerja sistem. 2. Philiph H. kriteria baku. Merupakan satuan biaya untuk memperlancar proses pendidikan. Alat bantu belajar. Fungsinya adalah sebagai bahan yang harus dipelajari peserta didik. Namun demikian. 3. 10. Fungsinya mengembangkan pengetahuan. Berbagai jenis input pendidikan terseleksi akan membentuk komponenkomponen pendidikan atau berbagai sub sistem pendidikan. Fungsinya adalah memberikan arah kegiatan sistem. mengkoordinasikan. hakikatnya adalah proses mengubah raw input (peserta didik) agar menjadi out put (manusia terdidik sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan). 11. Pengelolaan. Fungsinya mempermudah atau memperlancar pendidikan. Biaya (ongkos pendidikan). Fungsinya sebagai petunjuk tingkat efisiensi sistem. pemberian nilai ujian. dan mudah.yang demikian jelas tidak kondusif untuk mewujudkan proses pembelajaran yang baik. 7. Fungsinya memungkinkan proses belajar-mengajar sehingga menarik. Dalam hal ini dilakukan diferensiasi sehingga setiap komponen memiliki fungsi-fungsi khusus. 12. Fungsinya adalah menyediakan bahan. yaitu: 1. Fungsinya adalah belajar hingga mencapai tujuan pendidikan. 4. 6. menciptakan kondisi belajar dan menyelenggarakan pendidikan. .

TUGAS KELOMPOK : ANGGOTA 5-6 ORANG Buatlah analisa mengenai pelaksanaan pendidikan teknik informatika dan komputer (Mapel TIK) di SMP/ SMA. Dikumpulkan paling lambat pada akhir kuliah / pada saat TAS (Tes Akhir Semester) . Analisa didasarkan pada komponen-komponen pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful