BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ayam Broiler Ayam pedaging adalah jenis ternak bersayap dari kelas aves yang telah didomestikasikan dan cara hidupnya diatur oleh manusia dengan tujuan untuk memberikan nilai ekonomis dalam bentuk daging (Yuwanta, 2004). Menurut Rasyaf (1992) ayam pedaging adalah ayam jantan dan ayam betina muda yang berumur dibawah 6 minggu ketika dijual dengan bobot badan tertentu, mempunyai pertumbuhan yang cepat, serta dada yang lebar dengan timbunan daging yang banyak. Banyak strain ayam pedaging yang dipelihara di Indonesia. Strain merupakan sekelompok ayam yang dihasilkan oleh perusahaan pembibitan melalui proses pemuliabiakan untuk tujuan ekonomis tertentu. Contoh strain ayam pedaging antara lain CP 707, Starbro, Hybro (Suprijatna et al., 2005).

2.2. Ransum Ayam Broiler Ransum diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, mengganti jaringan yang rusak dan untuk pertumbuhan (Rasyaf, 1993). Konsumsi ransum ayam pedaging tergantung pada kandungan energi ransum, strain, umur, aktivitas, serta temperatur lingkungan (Wahju, 1992). Menurut Anggorodi (1985) nutrient yang harus ada dalam ransum adalah energi, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan air.

2.2.1. Energi Energi adalah sumber tenaga untuk aktivitas dan proses produksi dalam tubuh ternak (Anggorodi, 1985). Ayam tidak mampu mencerna selulosa, hemiselulosa atau lignin. Oleh karena itu kebutuhan energi harus dipenuhi dari polisakarida yang dapat dicerna (pati), disakarida (sukrosa dan maltosa), monosakarida (glukosa, galaktosa, fruktosa), lemak dan protein (Wahju, 1997). Suprijatna et al. (2005) menyatakan penentuan kebutuhan energi pada ternak unggas menggunakan nilai energi metabolis. Nilai energi metabolis ini sudah memenuhi kebutuhan energi untuk hidup pokok, pertumbuhan dan produksi. Rasyaf (1995) standar energi ransum ayam pedaging untuk periode starter adalah 2800-3200 kkal/kg dan untuk periode akhir

koordinasi otot. oksigen. hidrogen.3. mineral dan vitamin. 2. Penggunaan serat kasar dalam ransum ayam perlu dibatasi karena makin tinggi kandungan serat kasar maka makin rendah daya cernanya (Soelistyono. karbohidrat dibagi menjadi dua komponen yaitu serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (Anggorodi. Protein Protein merupakan persenyawaan organik yang mengandung unsur-unsur karbon.2. Menurut Wahju (1997) ransum ternak unggas perlu mengandung mineral dalam jumlah yang cukup terutama kalsium dan fosfor. Pertama glikogen yang disimpan dalam tubuh akan dibongkar. Anggorodi (1994) menambahkan bahwa kesanggupan ternak dalam mencerna serat kasar tergantung dari jenis alat pencernaan yang dimiliki oleh ternak tersebut dan tergantung pula dari mikroorganisme yang terdapat dalam alat pencernaan. komponen asam nukleat. Masa awal ransum harus mengandung protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ransum masa pertumbuhan dan masa akhir (Amrullah. 1997). Rasyaf (1995) menyatakan bahwa standar protein untuk periode starter adalah 18-23 % dan periode finisher adalah 18-22%. selanjutnya cadangan lemak akan dihabiskan. hormon. . asam-asam amino. Mineral Ransum ternak unggas perlu mengandung kalsium dan fosfor. Kelebihan energi dalam ransum akan menurunkan konsumsi. 1976). Kalsium dan fosfor berfungsi di dalam pembentukan tulang. 2003).4. karena 70%-80% mineral tubuh terdiri dari kalsium dan fosfor. 1985).2.atau finisher energi metabolism sebesar 2800-3300 kkal/kg. 2. sehingga timbul defisiensi protein. dan nitrogen. Apabila ternak kekurangan energi.2. 2. keseimbangan asam-basa. Kandungan energi dalam ransum harus sesuai dengan kebutuhan. Ayam yang lebih tua membutuhkan protein yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam yang muda. Apabila masih kurang maka protein digunakan untuk mempertahankan kadar gula darah dan untuk membantu fungsi-fungsi vital lainnya (Wahju. Siregar dan Sabrani (1970) menyatakan bahwa fungsi dari protein adalah untuk memproduksi enzim-enzim tertentu. Siregar (1970) yang menyatakan bahwa penggunaan serat kasar dalam ransum ayam adalah sebesar 5%. maka cadangan energi dalam tubuh akan digunakan.2. Serat Kasar Berdasarkan analisis proksimat. dan antibodi.

dan Konversi Ransum Konsumsi ransum ditentukan dengan mengurangi ransum yang diberikan dengan sisa ransum. Anggorodi (1985) menyatakan bahwa pada musim panas ayam mengkonsumsi ransum relatif lebih sedikit sehingga . 2006). kesukaan terhadap ransum. kesehatan ternak. Konsumsi air pada ayam biasanya dua kali lebih banyak dibanding dengan konsumsi makanannya. Pertambahan Bobot Badan. Alamsyah (2005) menyatakan bahwa pemberian ransum pada ternak disesuaikan dengan umur. Ransum untuk ayam yang belum berumur atau DOC diberikan dalam bentuk all mash.5. 2007). Hal ini bertujuan untuk mempermudah pencernaan ransum di dalam saluran pencernaan DOC. 2006). 2. dan jenis ransum. Menurut Harto (1987) pemberian ransum pada ternak yang masih berumur sehari atau DOC diletakkan dikertas atau tempat pakan dari nampan yang kecil. Pemberian ransum bertujuan menjamin pertambahan bobot badan dan produksi daging. Dijelaskan lebih lanjut bahwa kebutuhan anak ayam (starter) akan kalsium (Ca) adalah 1% dan ayam sedang tumbuh adalah 0. temperatur lingkungan. dan terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Williamson dan Payne (1993) menyatakan bahwa air harus selalu tersedia dan sangat baik disediakan dari kran-kran otomatis. 1992). Setelah ayam berumur diatas 1 minggu. 1993). Pemberian air minum dilakukan secara terus-menerus atau adlibitum dengan tujuan agar ayam tidak mengalami dehidrasi sehingga produksi daging dapat optimal. perkandangan. Jenis bahan ransum dan kandungan gizinya harus diketahui untuk mendapatkan formula ransum yang tepat (Sudaro dan Siriwa. lemak dan protein (Rizal.2-0. Konsumsi ransum dipengaruhi oleh besar dan bangsa ayam.metabolisme jaringan syaraf. dan imbangan zat-zat pakan (Rasyaf. Ayam akan mampu hidup lebih lama tanpa makanan dibanding tanpa air (Rizal.2. Pemberian Ransum dan Air Minum Ransum untuk ayam broiler dibedakan menjadi dua yaitu ransum untuk periode starter dan ransum untuk periode finisher (Rasyaf. butiran pecah pada periode finisher dan terkadang diberikan ransum yang berbentuk pellet.45%. Konsumsi Ransum. Fadilah (2004) menyatakan bahwa pemberian ransum dilakukan secara adlibitum dengan pemberian ransum berbentuk: tepung pada periode starter. sedangkan kebutuhan ayam akan fosfor (P) bervariasi dari 0. tempat pakan harus diganti dengan tempat pakan khusus yang digantung. 2.3.6%.

Konversi ransum adalah perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot badan (Rasyaf. Fadilah (2004) menyatakan bahwa periode pemeliharaan ayam yang lebih pendek akan menghasilkan konversi pakan yang lebih baik dibandingkan dengan ayam yang dipanen dalam ukuran yang besar. dan strain ayam. 2000). Kandungan energi ransum sangat menentukan jumlah ransum yang akan dikonsumsi ayam broiler. Fadilah (2004) menyatakan bahwa energi metabolisme yang diperlukan ayam berbeda. jenis kelamin.77 (Rasyaf. suhu lingkungan. Pertumbuhan yang cepat dipengaruhi beberapa faktor antara lain tingkat konsumsi ransum.2004). Nilai konversi ransum normal adalah 1. dan cuaca. Hal ini dikarenakan ayam dapat mengatur konsumsi energinya sesuai kebutuhan (Anggorodi. . sesuai dengan tingkat umurnya. 1985). Ada strain ayam yang tumbuh dengan cepat pada awal dan ada yang tumbuh cepat pada masa akhir (Wahju. 2008). 1997).imbangan antara protein dan energi harus disesuaikan pada saat penyusunan ransum. Pertambahan bobot badan ditentukan dengan cara mengurangkan bobot badan akhir dengan bobot badan awal (Amrullah. Pertambahan bobot badan mencerminkan tingkat kemampuan ayam broiler dalam mencerna ransum untuk diubah menjadi bobot badan.

2 buah gayung yang digunakan sebagai alat bantu memasukan pakan kedalam tempat pakan. Lantai kandang dialasi sekam setebal 5 cm – 10 cm. 2 buah gentong untuk menampung air ukuran 50 liter. 2 buah garuk bambu digunakan sebagai alat pembalik sekam atau liter agar tetap kering.5 meter. Ayam dipelihara mulai umur 1 hari sampai umur 30 hari. terdiri dari 4 buah brooder gas. Peralatan-peralatan yang digunakan dalam masa pemeliharaan. . 1 buah alat semprot yang digunakan sebagai sanitasi kandang. Ciamis.  Kandang dan Peralatannya Kandang yang digunakan dalam pemeliharaan broiler ini adalah 2 unit kandang dengan system lantai litter dan bertingkat panggung. Kandang memiliki ukuran masing-masing 12 × 6 x 2. dilaksanakan dari tanggal 1 Januari sampai 20 Maert 2012.LAPORAN HASIL PRAKTEK BLOK TEACHING FARM AYAM PEDAGING (KELAS 2-A)  Tempat Dan Lama Praktek Kegiatan praktek kerja siswa untuk pemeliharaan broiler (ayam pedaging) dilaksanakan di Teaching Farm Ayam Pedaging. pipa 12 meter dan selang untuk mengalirkan air minum. dengan berat badan rata–rata 49 gr. Kandang ini terbuat dari kombinasi beton dan bambu dan dindingnya terbuat dari kayu belah.5 – 2. Tanjung Mulya Perkasa. 120 tempat pakan yang terdiri 40 buah tempat minum otomatis.  Ayam yang Digunakan Dalam kegiatan pemeliharaan broiler ini. selang. Lokasi kandang di Dusun Tenjolaya Desa Sindang. Kecamatan Panumbangan. menggunakan ayam broiler strain Lohman yang berasal dari PT. Ayam berjumlah 2600 ekor tanpa membedakan jenis kelamin (unsexed). 4 buah tabung gas elpiji. pagar bambu setinggi 40 cm sebagai penyekat kandang pada masa stater. tirai sebagai penutup kandang untuk mengatur suhu dalam kandang sehingga ayam merasa nyaman di dalam kandang.

kemudian langsung didesinfektan dengan larutan campuran formalin dan air dengan dosis pemakaian yang sama dengan dosis pada waktu desinfektan kandang dan peralatan. . Hal ini bertujuan agar memudahkan peternak untuk mengatur keluar masuknya udara sehingga broiler tetap nyaman di dalam kandang. diatas lantai sekam dilapisi ketas koran 3 lapis tujuannya supaya DOC tidak memakan sekam yang dapat menyebabkan kematian pada DOC. 2 buah 18 watt yang digunakan sebagai penerangan dalam kandang. Ventilasi kandang kemudian ditutup dengan tirai yang terbuat dari plastik. Menyiapkan alat pemanas dalam kandang (brooder) dan digantung dengan ketinggian 1 m dari permukaan litter. Membuat kandang brooder dengan bentuk segi empat dan bersekat untuk memudahkan pelebaran pada saat ayam tumbuh besar. Sebelum DOC disebarkan secara merata di kandang brooder. Membuat air gula untuk mengurangi dehidrasi saat DOC tiba. 2. 2 buah thermometer ruangan yang digunakan sebagai alat pantau suhu dalam ruangan kandang. tirai plastik dipasang supaya dapat dibuka atau ditutup dengan cara menggulung dari atas ke bawah. bertujuan untuk mengatur kondisi suhu kandang agar menyerupai kondisi induknya. 3 buah 40 watt. Tempat pakan dan air minum di tempatkan secara selang – seling dengan arah berbaris memanjang dan berderet ke samping.Masa pemeliharaan ayam broiler ini membutuhkan perlengkapan di dalam kandang yang terdiri dari 9 buah bola lampu yaitu 2 buah lampu 100 watt. 1 buah 15 watt. 6. dengan perbandingan 4 kg gula kelapa : 8 liter air. Lantai kandang diberi sekam setebal ± 5 cm. 4. 8. Jumlah tempat pakan dan air minum disesuaikan dengan luas kandang. Kandang dan peralatannya didesinfektan dengan tujuan agar virus dan bakteri yang berada pada kandang dan peralatan kandang dapat dimatikan. Di dalam kandang brooder dipasang bola lampu dengan tujuan sebagai penerangan untuk memudahkan DOC mencari tempat pakan di tempat pakan dan minum di tempat minum serta peternak lebih mudah untuk mengawasi keadaan ternak. 1 buah 10 watt. 3. Penempatan tempat pakan dan air minum diatur sedemikian rupa sehingga mudah di jangkau oleh ayam dan tidak terlalu dekat dengan pemanas. Lapisan koran diambil atau dibuang satu persatu bila kotoran ayam sudah banyak (membasahi koran). 5.  Persiapan Kandang Persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum DOC masuk kandang terdiri dari : 1. Alat pemanas tersebut harus dicek 1–2 hari sebelum ayam datang untuk menghindari adanya kebocoran minyak dan harus dinyalakan 5 jam sebelum DOC datang supaya pada saat ayam masuk ke kandang brooder suhunya sudah ideal (± 350C). 1 buah thermometer minimum–maksimum. Penutupan tirai pada masa DOC ini. 9. Proses densikfektan ini menggunakan larutan formalin yang dicampur dengan air bersih dengan perbandingan dosis pemakaian 50 ml formalin : 22 liter air. 7.

Pada intinya suhu ideal yang dibutuhkan ayam dikandang brooder dari umur 1–7 hari 350C dan menurun 30C setiap minggunya sehingga pada minggu ke-5 ayam hanya membutuhkan suhu sekitar 240C. Tirai kandang ditutup sampai anak ayam berumur 1 minggu dan setelah itu dapat dibuka setengahnya atau semua bila banyak ayam yang painting dengan cara menggulung bagian . Perlu diketahui pemberian air gula ini diberikan selama 4 jam dari awal DOC datang. tapi bila anak ayam tampak bergerombol mendekati alat pemanas maka pemanas dapat dinyalakan semua. Melakukan penimbangan DOC untuk mencari berat badan awal dan selanjutnya penimbangan dilakukan setiap pagi sampai produksi pemeliharaan berakhir. Pemberian pakan sedikit demi sedikit pada tahap awal atau masa brooder. Pada hari ke-1 sampai hari ke-7. Pemanas di kandang brooder dinyalakan 24 jam selama 7 hari. 5. Menyiapkan larutan gula dengan perbandingan 4 Kg gula : 8 liter air yang bertujuan untuk mengembalikan energi dari DOC yang hilang pada saat perjalanan ketempat pemeliharaan. 6. Kegiatan Utama Yang Dilaksanakan Hal–hal utama yang dilakukan pada saat DOC datang dan selama pemeliharaan broiler adalah sebagai berikut: 1. DOC yang baru tiba langsung dimasukkan ke dalam kandang brooder dengan cara menebar DOC secara merata. 2. Pakan disebarkan diatas tempat pakan dan sedikit di atas koran. bila terlalu panas atau jumlah anak ayam yang painting (megap–megap) mencapai 60–75% maka pemanas dikecilkan atau dimatikan salah satu. 3. 4. pemberian pakan dilakukan 4 – 6 kali selama 24 jam. pakan yang diberikan sebanyak ¼ gayung dan bila cepat habis dapat diberikan ½ gayung. Untuk data harian diambil sampel sebanyak 25–30 ekor untuk ditimbang sehingga dapat diketahui rata–rata pertambahan berat badan/hari.

11. WONOKOYO JAYA CORP. pada malam hari tirai kandang dapat dibuka ¼ pada bagian atas. Ayam yang mati dicatat setiap hari dalam Catatan Harian Broiler termasuk jumlah pakan yang dikonsumsi setiap hari serta jenis obat yang diberikan melalui air minum. diproduksi oleh PT. Pertumbuhan ayam diamati dan masalah yang timbul seperti ayam cacat atau sakit maka harus dipisahkan (culling) dan diletakkan pada kandang afkir. 8. Ransum terdiri atas dua jenis pakan yaitu BR1 berbentuk crumble untuk ayam yang berumur 1–21 hari dan BR-2 berbentuk pellet.  Ransum dan Obat–obatan Pada pemeliharaan ayam broiler ini. Sanitasi kandang dilakukan dengan membersihkan kandang dan areal sekitar kandang karena kotoran yang mengandung amoniak tinggi dapat mencemari udara dalam kandang.atas tirai. pada saat divaksin NDLS ayam dipuasakan selama 1 jam pada pukul 08. 9. Mencuci tempat air minum minimal dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Pemberian vaksin dilakukan pada pagi hari.00 pagi. karena dapat menyebabkan menurunnya kualitas karkas ayam tersebut. tujuannya untuk mengurangi amonia dalam kandang dan terjadinya lepuh dada. 10. untuk . (vaksinasi NDLS pada ayam umur 21 hari diberikan dengan cara mencampur vaksin dengan air minum kemudian didiamkan selama 1 menit lalu dimasukkan ke tempat minum. Mulai hari ke-14. 7. Membalik sekam atau mengganti sekam yang basah. pada ayam pemberian antibiotik diberikan pada ayam umur 1-3 hari dengan cara dicampur air minum lalu dimasukkan ke tempat minum ayam) tidak dilakukan. Sanitasi juga dilakukan dengan penyemprotan menggunakan desinfektan dengan dosis 1 ml : 1-2 liter air. Vaksinasi yang dilakukan pada ayam umur 4 hari diberikan vaksinasi NDH (larutan dapar) melalui tetes mata.00 pagi sampai 09. ransum yang diberikan adalah ransum konsentrat. vaksin GM 97 diberikan pada ayam umur 14 hari dengan cara di campur pada air minum.

7-0.5(2) 3-8(3) 7-10(3) 1(3) 0.7-0.9-1. 2. tinggi tempat pakan dan tempat minum disesuaikan dengan umur ayam yaitu sejajar dengan punggung ayam sehingga dapat dijangkau oleh ayam.9-1. Tempat pakan pada umur tersebut diletakkan pada lantai kandang (tidak digantung). tetapi selalu tersedia di tempat pakan.5 Max 6. Murtidjo B. Wonokoyo Jaya Corp.7-1.9 + + 3.9 + + 23. Standart NRC (1984) 18-22(4) 2-7(4) 5. Tabel 1. Standart Nasional Indonesia (1995) Pemberian ransum ayam pada umur 1-7 hari. Komposisi ransum SB 11 dan SB 12 Komposisi Ransum Kadar AirProtein Kasar Lemak Kasar Serat Kasar Abu Kalsium Phospor Coccidiostat Antibiotik BR-1(1) Starter Standart Starter BR-2 (1) Finiser Standart Finiser (%) (%) (%) (%) (2) Max 12 14 Max 12 14(2) Min 21 Min 5 Max 4 Max 6.2(3) 2. Komposisi nutrien pakan BR-1 dan BR-2 dapat dilihat pada Tabel 1. Pemberian .5(4) 5-8(4) 0.2 0.ayam yang berumur 22–35 hari.9 -1. Brosur makanan ternak PT.5(3) Min 19 Min 5 Max 4.5 0.5 0. A (2003) 4. Perbedaan antara kedua jenis ransum ini adalah bentuk fisiknya dan kandungan proteinnya. diberikan 4-6 kali cara pemberiannya sedikit demi sedikit.2(4) 0.0(4) - 1. Sedangkan pada ayam berumur 12-14 hari tempat pakan mulai digantung.2 0.

Ir. bantuan dan dukungan yang diberikan. penulis menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Evaluasi kecukupan nutrisi merupakan salah satu parameter untuk meninjau keberhasilan suatu peternakan. Dedi Kusmana selaku pembimbing. sehingga saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan penulisan dikemudian hari sangat penulis harapkan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Ir. Pemberian ransum yang berkualitas akan mendukung produksi ayam pedaging. H. Demikian pula kepada Technical Servise Bpk. Kabupaten Ciamis atas kesempatan bermitra dan fasilitas yang telah diberikan selama kegiatan Praktek Blok (kelas 2-A) berlangsung. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada Bapak. sehingga ayam mampu berproduksi secara optimal. dan teman-teman Antariksa Smk Agro dan penyemangat yang rajin terbang. atas bimbingan. serta semua pihak atas segala doa.. Tidak ada gading yang tak retak. Panumbangan. Sejahtera) Desa Sindang. serta pimpinan Pt. Ibu. saran dan pengarahannya sehingga pelaksanaan Praktek Blok dan penulisan laporan ini dapat diselesaikan. Maret 2012 Penulis . Kuswara Suwarman MSc. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan. Kecamatan Panumbangan. Tanjung Mulya Perkasa (CV.KATA PENGANTAR Ransum merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan peternakan ayam pedaging. Jajang .

vaksinasi juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler. lantai kandang relatif lebih tahan lama.7 – 28oC (Wiharto. Hal ini sesuai dengan pendapat Rasyaf (2008) yang menyatakakan bahwa lokasi peternakan ayam pedaging sebaiknya jauh dari eramaian. Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan di Teaching Farma Ayam Pedaging Tenjolaya SMK Agro Nurul Huda antara 800-1500 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara ratarata 25o C. serta kolam (lampiran 8). jauh dari lokasi perumahan. Selain lokasi dan kandang. menggunakan Medivac ND-IB dicampur dengan larutan dapar dan pemberiannya melalui tetes mata. Suhu yang baik untuk pertumbuhan ayam di daerah tropis adalah 14. Sudaryani (1995) menyatakan bahwa lokasi kandang sebaiknya 1 km jauh dari pemukiman penduduk. Vaksin penyakit gumboro dengan menggunakan susu skim dicampur dengan IBD blend yang diberikan melalui air minum yang dilakukan pada umur 12 hari. setelah itu dilakukan penyuntikan menggunakan ND-kill pada bagian leher. Pemberian vaksin selama periode pemeliharan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu vaksin ND1 yang dilakukan pada hari ke-4 periode pemeliharaan. gudang pakan. . Lantai atas digunakan untuk memelihara ayam pedaging yang telah berumur 2 minggu dan setelah diadakan seleksi terhadap ayam yang dipelihara. persawahan. Sistem kandang yang digunakan adalah kandang dengan lantai yang terbuat dari bilah bambu dan menggunakan alas sekam yang terdiri atas 2 lantai. 1985). Lokasi kandang yang digunakan untuk praktek Blok 1. Bangunan yang ada terdiri dari dari ruang administrasi.1. km dari keramaian. perumahan dan dekat dengan bukit. Pemberian vaksin ND dan Gumboro bertujuan untuk mencegah terserangnya penyakit ND dan Gumboro karena dengan adanya vaksin maka akan terbentuk antibodi di dalam tubuh ayam. Menurut Suprijatna et al (2005). dikelilingi dengan banyak pepohonan. serta lantai tidak mengakibatkan telapak kaki ayam terluka.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. kandang dan mess karyawan. keuntungan menggunakan kandang panggung lantai litter adalah pengelolaannya praktis dan mudah.. atau dipilih lokasi yang sunyi.

2004). Ransum diletakkan dalam tempat pakan yang digantungkan dan pemberian dilakukan 2 kali sehari pada jam 07. yaitu: ransum pada periode starter dalam bentuk all mash secara adlibitum. Rasyaf (1992) menyatakan bahwa frekuensi pemberian pakan dua sampai tiga kali sehari akan menguntungkan secara teknis maupun ekonomis dalam pengelolaan pakan ayam.3. Dijelaskan lebih lanjut oleh Rizal (2006) bahwa konsumsi air pada ayam biasanya dua kali lebih banyak dibanding dengan konsumsi makanannya. Kandungan Nutrien Ransum Pakan yang digunakan pada fase starter adalah SB 11 SB 12) BR1. Pemberian Ransum dan Air Minum Pemberian ransum ayam pedaging yang diberikan ada 2. Wonokoyo Jaya Corp yang merupakan ransum komplit dan dapat langsung diberikan pada ayam. .Hal ini sesuai dengan pendapat Fadilah (2004) yang menyatakan bahwa vaksinasi merupakan usaha memasukkan agen penyakit yang telah dilemahkan kedalam tubuh ayam. kemudian tingkat antibodi di dalam darah ayam meningkat sesuai dengan agen yang telah dimasukkan. Periode finisher ransum diberikan dalam bentuk crumble secara adlibitum.2. 4.00 WIB dan 14. Hal ini sesuai dengan pendapat Williamson dan Payne (1993) yang menyatakan bahwa air harus selalu tersedia dan sangat baik disediakan dari keran otomatis. Pemberian ransum secara adlibitum supaya pertumbuhan ayam dapat berjalan cepat (Fadilah. Pemberian air minum dilakukan secara terus-menerus atau adlibitum dengan tujuan agar ayam tidak mengalami dehidrasi. Ransum diletakkan pada litter yang diberi alas koran. 4.00 WIB.BR2 yang diproduksi oleh PT.

7-1 18-22 5 0. 1994). 2004). Anggorodi (1994) menyatakan bahwa kesanggupan ternak dalam mencerna serat kasar tergantung dari jenis alat 18-23 5 0. Masa awal ransum harus mengandung protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ransum masa pertumbuhan dan masa akhir (Amrullah. Ayam yang lebih tua membutuhkan protein yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam yang muda. Hal ini sesuai dengan pendapat Siregar (1970) yang menyatakan bahwa penggunaan serat kasar dalam ransum ayam sebesar 5%. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rasyaf (1995) yang menyatakan bahwa standar protein untuk periode starter adalah 18-23 % dan periode finisher adalah 18-22%. Kandungan Nutrisi Ransum Ayam Pedaging di Teaching Farm Tenjolaya (Kls 2A) Nutrisi Ransum EM ransum (kkal/kg) Protein (%)** SK (%)*** Ca (%)*** P (%)*** *Data terolah Praktek Blok (20129) ** Rasyaf (1994) *** Siregar (1970) Energi metabolis dari ransum yang digunakan pada periode starter adalah 3075. Ayam yang dipelihara pada suhu yang lebih tinggi membutuhkan energi untuk mempertahankan suhu tubuh lebih sedikit dibandingkan yang dipelihara pada suhu yang lebih rendah (Amrullah.5 % sedangkan untuk periode finisher adalah 21.0 %. Standar energi ransum ayam pedaging untuk periode starter adalah 2800-3200 kkal/kg dan untuk periode akhir atau finisher energi metabolis sebesar 2800-3300 kkal/kg (Rasyaf. Kandungan protein ayam pedaging periode starter adalah 22. Kandungan energi metabolis perlu ditingkatkan bila cuaca lebih dingin dan diturunkan pada cuaca yang lebih panas.7-1 Ransum* Stater Finiser Stater 2800-3200 Standar** Finiser 2800-3300 .5-23.Tabel 1. Kandungan serat kasar ransum pada fase starter 4% dan pada fase finisher sebesar 5%. 2003).54 kkal/kg dan untuk periode finisher sebesar 3208.68 kkal/kg.9-1 0. Energi metabolis pada ransum sudah mencukupi kebutuhan pada ayam broiler.5-22.9-1 0.

konsumsi ransum ayam dapat mencapai standar kebutuhan. Kandungan kalsium dan fosfor ransum pada fase starter 0. Konsumsi ransum tiap minggu mengalami peningkatan melihat pertambahan bobot badan ayam juga mengalami peningkatan. Jumlah Konsumsi (g/ekor/minggu) Standar (g/ekor/hari)* . dan suhu lingkungan (Wahju. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi ransum antara lain umur ternak. Tabel 2.9-1. Nilai tersebut dapat dinyatakan telah mencukupi kebutuhan Ca dan P untuk fase starter dan finisher.9-1. sedangkan kandungan fosfor 0.9%.9-1. Minggu pertama sampai minggu keempat.0% dan ayam sedang tumbuh adalah 0. Konsumsi Ransum Besarnya konsumsi ransum akan berpengaruh pada jumlah zat nutrisi yang dikonsumsi.7-0.0%. 1993). aktivitas. Ransum ternak unggas perlu mengandung mineral Ca dan P dalam jumlah ang cukup. 4. Pada minggu pertama pemberian ransum dengan cara menebar ransum berbentuk all mash ke lantai yang diberi alas koran.1. kesukaan terhadap ransum.2 dan ransum untuk fase finisher 0.pencernaan yang dimiliki oleh ternak tersebut dan tergantung pula dari mikroorganisme yang terdapat dalam alat pencernaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Alamsyah (2005) pemberian ransum pada ternak disesuaikan dengan umur. Fadilah (2004) menyatakan bahwa setiap mimggunya ayam akan mengkonsumsi ransum lebih banyak dibanding dengan minggu sebelumnya.0.9-1. dan jenis ransum.7-1. bangsa ayam. Konsumsi ransum dapat dilihat pada Tabel 2. Dijelaskan lebih lanjut bahwa kebutuhan fosfor untuk ayam edaging adalah 0. Siregar (1970) menyatakan bahwa kebutuhan anak ayam (starter) akan Ca adalah 0.4. Konsumsi Ransum di Teaching Farm Ayam Pedaging Tenjolaya Umur (Minggu) I II III IV Sumber : *Data terolah Praktek Blok (2012) Konsumsi ransum ditentukan dengan mengurangi ransum yang diberikan dengan sisa ransum.

Umur (minggu) I II III IV Pertambahan Bobot Badan (g)* Standar (g)** Sumber : *Data terolah Praktek Blok (2012) 4. Konversi Ransum Umur (minggu) I II III IV Lokasi peternakan* Standar** Pendapat North & Bell (1990) yang menyatakan bahwa nilai konversi pakan normal adalah 1. Sumber : *Data terolah Praktek Blok (2012) **North & Bell (1990) Berdasarkan tabel di atas.31.4. Berdasarkan hasil PKL juga diperoleh pertambahan bobot badan ayam setiapnya meningkat. hal ini sesuai pendapat Wahju (1992). Pertambahan Bobot Badan Pertambahan bobot badan mencerminkan tingkat kemampuan ayam broiler dalam mencerna ransum untuk diubah menjadi bobot badan. Pertambahan bobot badan ayam pedaging dapat dilihat pada table. hal ini dikarenakan konsumsi ransum juga mencapai standar kebutuhan.5. . yang menyatakan pertumbuhan ayam sesuai dengan kurva sigmoid. perbedaan nilai konversi ransum disebabkan karena ayam kurang optimal dalam mengubah ransum menjadi daging. Pertambahan bobot badan ayam sudah mencapai standar. Hal ini dikarenakan jumlah ransum masih banyak yang tercecer dan energi yang dihasilkan dari ransum yang dikonsumsi lebih banyak digunakan untuk hidup pokok.6.

Rata. Mortalitas = 2. FC = 4.Rata Umur Panen = 3. IP= . Perhitungan IP (indek Prestasi) Pemeliharaan Broiller 1.7.4.

4.8. Sekam Yang Dibutuhkan 2. Listrik yang harus di bayarkan 4. Penyusutan kandang 5. Perhitungan Biaya Oprasional Pemeliharaan 1. gaji karyawan dll Total Oprasional = . Bahan bakar elpiji/briket batubara 3. biaya makan.

9. Pendapatan bersih/ bonus dari perusahaan mitra .4.

R. . Jakarta.A. 2006. C. M. Jakarta.D. 1992. I. 2005. Gajah Mada University Press Yogyakarta (Diterjemahkan oleh Djiwa Darmadja dan Ida Bagus Djagra). K. Gramedia. Teknik Modern Beternak Ayam. Kemajuan Mutakhir dalam Ilmu Makanan Ternak Unggas. W. P. Universitas Brawijaya. Suprijatna. Rasyaf.V. Atmomarsono. Nutrisi Ayam Broiler. Gadjah Mada University Press. Beternak Ayam Pedaging. U. 1985. Tillman. Van Northland Reinhold... Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Penerbit Kanisius. Y. Lebdosoekoso. J.. Sabrani. Surabaya.Yogyakrta. Bogor. E. M. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.P. 2004. Jakarta. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. 1993. Bogor. Agromedia Pustaka. S. Penebar Swadaya. dan M. D. Ilmu Nutrisi Unggas. M. 2004. Gadjah Mada University Press. S. Wahju. Rizal.J. Cetakan Keempat. Ilmu Nutrisi Unggas. Jakarta. Jakarta.. Amrullah. 1987. Bell D. A.DAFTAR PUSTAKA Anggorodi. Andalas University Press. Commercial Chicken Production Manual. Pengelolaan Peternakan Unggas Pedaging.O. R. Fadilah. Ilmu Makanan Ternak Dasar. S. Pedoman Beternak Ayam Broiler. G dan W. A. 2005. Jakarta.. Kartasudjana. Jakarta.. A. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Jakarta. Siregar. T. 1990. Alamsyah. 1992. R. dan R. Penebar Swadaya. Ayam Broiler Komersial. Padang.. 1998. Rasyaf. Yogyakarta Williamson. Yogyakarta. Yasaguna. Reksohadiprodjo. NewvYork. Murtidjo. M. North M. Rasyaf.Payne. 1987. Lembaga Satu Gunung Budi. B. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Rasyaf. 2000. Harto. Pengolahan Pakan Ayam dan Ikan Secara Modern. Petunjuk Beternak Ayam. 2008. 4th Edition. 1993. Prawirokusumo. Manjemen Peternakan Ayam Broiler. 1970.

Kegitan Praktek Blok (dokumentasi) .

MARET) TEACHING FARM AYAM BROILER SMK AGRO NURUL HUDA TENJOLAYA 2012 .LAPORAN PRAKTEK BLOK (KELAS 2A) TEKNIK BUDIDAYA (JANUARI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful