P. 1
Makalah Guru Berprestsi

Makalah Guru Berprestsi

|Views: 314|Likes:
Published by Dini Asyifa

More info:

Published by: Dini Asyifa on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A.LATAR BELAKANG
  • BAB II
  • PEMBAHASAN
  • A.Motivasi Belajar
  • 1.Motivasi
  • c.Jenis dan Sifat Motivasi
  • 1.Jenis motivasi
  • 2.Sifat motivasi
  • 2.Belajar
  • 3.Aliran humanistik
  • 4. Teori Sibernetik ( Gange dan Berliner )
  • 2.Motivasi
  • 4.Keterlibatan langsung
  • 6.Materi pelajaran yang merangsang dan menantang
  • 7.Balikan atau penguatan kepada siswa
  • 8.Aspek-aspek psikologi lain
  • B.Pembelajaran
  • 1. Teori Pembelajaran
  • 2. Prosedur Pembelajaran
  • a.Kegiatan awal
  • b.Kegiatan Inti
  • C.Inovasi Pembelajaran
  • 1. Pendekatan Pembelajaran
  • 3.Model Pembelajaran
  • BAB III
  • PENUTUP
  • A.Kesimpulan
  • B.Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

MODEL PEMBELAJARAN YANG KREATIF MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR SISWA

DI SUSUN Oleh : Yayah Rohaya, S.Ag SDI TERATAI PUTIH GLOBAL
Jln. Kampus Teratai Putih no.1 Cimuning Mustika Jaya

1

Th 2010
KATA PENGANTAR Alhamdulilaah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatNya dan karuniaNya kepada kita semua, sholawat serta salam tercurahkan kepada Rosulullah Muhammad SAW beserta keluarga dan shabatnya hingga akhir Zaman. Segala syukur kita limpahkan hanya kepada Allah hingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul ‘MODEL PEMBELAJARAN YANG KREATIF MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR SISWA’, semoga kasih sayangnya selalu melimpahi kita semua. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya khususnya bagi penulis sendiri, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, dengan demikian diharapkan adanya kritik dan saran yang membangun utnuk menyempurnakan makalah ini. Akhir kata penulis memohon maaf atas segala kekurangan pada makalah ini..

Bekasi, April 2010

Yayah Rohaya, S.Ag

2

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dunia berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang semula tidak bisa dikerjakan, mendadak dikejutkan oleh orang lain yang bisa mengerjakan hal tersebut. Agar kita tidak tertinggal dan ditinggalkan oleh era yang berubah cepat, maka kita sadar bahwa pendidikan itu sangat penting. Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa. Karena dalam arti yang luas pendidikan adalah suatu proses yang berkaitan dalam upaya mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup pada diri setiap peserta didik.

3

Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Dengan pendidikan manusia dapat mempunyai sikap bertanggung jawab dan dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal. Oleh kerena itu, kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan, terutama pada tingkat Sekolah Dasar. Sekolah Dasar merupakan pondasi atau tahap awal yang harus dilalui seseorang untuk dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan formal pertama yang mempunyai tanggung jawab untuk dapat mengembangkan sikap dan kemampuan dasar bagi siswa agar dapat menyesuaikan diri di tengah masyarakat. Sebagaimana tercantum pada PP No.28 Tahun 2005 tentang tujuan pendidikan dasar yaitu : “Pendidikan dasar memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, anggota, masyarakat dan warga negara serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah” Untuk memperoleh pendidikan yang baik maka kita sebgai guru perlu disadari bahwa proses pembelajaran di dalam kelas merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan. Sehingga pembelajaran yang tidak bermutu yang pada dasarnya berasal dari dalam kelas itu akan berdampak sangatt luas. Pembelajaran di dalam kelas yang bermutu tentu akan menghasilkan hasil lebih baik. Dalam hal ini guru memiliki peran yang sangat besar dalam mengorganisasi kelas sebagai bagian dari proses pembelajaran dan siswa sebagai subyek yang sedang belajar. Kemampuan guru dalam mengemas proses tentu tidaklah spontan, namun perlu persiapan. Pembelajaran yang bermutu tentu

4

pendidikan dasar dan pendidikan menengah. “ Guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksudkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 4 tertulis guru berfungsi untuk untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi meningkatkan mutu pendidikan nasional. mengajar. Tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan amanat tersebut. tanggungg jawab dan sepatutnya guru adalah teladan bagi murid-muridnya. mengarahkan. Guru yang profesional tentu memiliki kompetensi dalam bidangnya. guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik yaitu menguasi metodik pembelajaran baik penguasaan kurikulum. berwibawa. membimbing. Disamping memiliki kompetensi profesional yang berarti menguasai bidang yang diampunya. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Dalam UU No 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 point 1 dijelaskan “ Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. menilai. merancang proses pembelajaran. mengadakan evaluasi dan analisa pembelajaran serta melaksanakan program tindak lanjut. melatih. jujur.diawali dari persiapan yang bermutu pula. melaksanakan proses pembelajaran. baik masyarakat kerjanya atau koleganya juga masyarakat di 5 . Kompetensi sosial menunjukkan bahwa guru adalah bagian dari masyarakat. Selain kedua kompetensi di atas guru dituntut memiliki kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Perlu kita simak bahwa guru yang professional sangat dituntut saat ini. Kemampuan guru dalam hal ini tentu memberi pengaruh sangat besar. Kompetensi kepribadian tentunya guru sebagai tokoh sentral dalam pembelajaran dituntut memiliki kepribadian yang baik. kecuali kita akan tetap ketinggalan sebagai bangsa.

Begitu pula dengan siswa. sekolah. maupun lingkungan dan masyarakat. yang dapat membangunkan motivasi siswa di dalam proses 6 .lingkungan tempat tinggalnya. Inovasi dalam pembelajaran hal yang dapat diandalkan dan guru harus mampu mengeluarkan inovasi-inovasi yang baru di dalam proses pembelajaran baik itu inovasi dai dalam penggunaan strategi pembelajaran. Keefektifan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar juga dipengaruhi oleh motivasi yang ada pada diri siswa itu sendiri maupun guru yang pembelajaran. metode pembelajaran ataupun tehknik di dalam pembelajaran sehingga pembelajaran jadi tidak membosankan. siswa di dalam proses pembelajaran bukan lagi sebagai obyek melainkan sebagai subyek yang harus guru perhatikan di dalam setiap prosesnya. Guru mempunyai peran penting di dalam proses pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran tersebut menjadi efektif dan siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal. Di dalam makalah ini akan disampaikan cara untuk membangun motivasi belajar siswa melalui inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan guru dan siswa di dalam proses pembelajaran. Didalam proses pembelajaran tentunya banyak faktor yang akan mempengaruhi keefektifan pembelajaran tersebut baik yang berasal dari guru. Tentunya guru harus memliki kemampuan berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungannya. siswa.

perhatian. Motivasi a. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi. Beberapa ahli menjelaakan tentang motivasi diantaranya adalah : 1. James O Whittaker 7 . Kekuatan penggerak tersebut berasal dari berbagai sumber. kemauan. Motivasi Belajar 1. Ada ahli psikologi pendidikan yang menyebut motivasi adalah kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar. atau cita-cita. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan.BAB II PEMBAHASAN A. kebutuhan. sasaran. dan insentif. termasuk perilaku belajar. harapan. tujuan. Kekuatan mental itu berupa keinginan. Pengertian Motivasi Pada diri siswa terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak belajar. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya.

3.motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut. dan bila dihubungkan dengan hasil belajar. 4. 5. Thorndike Motivasi hanyalah menimbulkan variasi respon pada individu. tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut. 2. Clifford T. McDonald Motivasi merupakan sebuah perubahan tenaga did alam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi mencapai tujuan. motivasi tersebut bukan instrumental dalam belajar. Mrgan Motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek dari pada motivasi. Ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku. Mc Donald motivasi sebagai suatu perubahan tenaga didalam diri/pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan. Frederick J. Dari beberapa pendapat para ahli yang menjelaskan tentang motivasi dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan sebuah dorongan atau peruhaban tenaga yang terjadi pada diri seseorang untuk melakaukan sebuah kegiatan atau melakukan 8 . dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut.

dan. Interaksi kekuatan mental dan pengaruh dari luar ditentukan oleh responden prakarsa pribadi pelaku. (e)Kebutuhan aktualisasi. b. (2) Dorongan Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan di dalam rangka memenuhi harapan (3) Tujuan Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan prilaku. (b)Kebutuhan akan rasa aman. 9 . Moslow membagi kebutuhan menjadi lima tingkatan yaitu : (a)Kebutuhan fisiologis. (c)Kebutuhan sosial. Komponen-komponen Motivasi Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu : (1) Kebutuhan. Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan. dalam hal ini perilaku belajar. Kekuatan mental atau kekuatan motivasi belajar dapat diperkuat dan dikembangkan.sesuatu yang ia kehendaki. (d)Kebutuhan akanpenghargaan diri.

Diantara insting yang penting adalah memelihara. berkelompok. atau jasmani manusia. yaitu : (a) Tekanan Tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu untuk bertingkah laku semakin energi dalam insting maka tekanan terhadap individu semakin besar. hal-hal yang memuaskan insting tersebut berasal dari luar individu atau dari dalam individu. (1) Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. mencari makan. (c) Sasaran Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. Jenis dan Sifat Motivasi 1. kepuasan tercapai 10 . melarikan diri. Jenis motivasi Para ahli ilmu jiwa mempunyai pendapat bahwa motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri. mempertahankan diri. rasa ingin tahu. Manusia adalah makhluk berjasmani. sehingga prilakunya terpengaruh oleh insting dan kebutuhan jasmaninya.c. membangun dan kawin. (b) Objek Objek insting adalah hal-hal yang yang memuaskan insting. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis.

(3)Komponen konatif. Prilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti : (1)Komponen afektif. minum. Komponen ini terdiri dari motif sosial.apabila tekanan dalam insting berkurang. (2) Motivasi sekunder Motivasi sekunder adalah yang dipelajari. dan memelihara keturunan. menganiaya. komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. istirahat. komponen afektif adalah aspek emosional. komponen konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak. manusia adalah makhluk sosial. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Insting kematian tertuju pada penghacuran. tetapi juga faktor-faktor sosial. Insting manusia dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu insting kehidupan ( lift instinct ) dan insting kematian ( death instinct ) . Menurut beberapa ahli. Insting – insting kehidupan tersebut berupa makan. seperti merusak. Prilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. sikap dan emosi. Ciri-ciri sikap adalah 11 . Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. (d) Sumber Sumber insting adalah keadaan kejasmanian individu. (2)Komponen kognitif.

(d) Berkecenderunagn melakukan penilaian. (b) Memiliki daya dorong bertindak (c) Relatif bersifat tetap. 2. dan terbatas dari subjektivitasnya. berbuat sesuatu. Ciri tersebut adalah (a) berkemampuan mengamati suatu realitas secara efisien. apa adanya. kemudian bertindak. yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya.pembawa pesan dalam hubunga dengan orang lain dan sumber informasi tentang diri seseorang. sederhana. mesra. dapat dipelajari atau berubah. Emosi menunjukan adanya sejenis goncangan seseorang emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit energi. pemberi informasi kepada orang lain.(a) merupakan kecenderungan berfikir. karena dorongan dari luar seperti adanya hadiah atau menghindari hukuman Menurut Maslow setiap individu bermotivasi untuk mengaktualisasi diri. (e) Dapat timbul dari pengalaman. 12 . (c) berperilaku spontan. Ia menemukan 15 ciri orang yang mampu mengaktualisasi diri. Sifat motivasi Motivasi seseorang dapat bersumber dari dalam dirinya sendiri. Motivasi eksternal adalah dorongan terhadap sesuatu prilaku seseorang. orang lain. yang dikenal sebagai motivasi internal dan dari luar diri seseoran gyang dikenal sebagai motivasi external. (b) dapat menerima diri sendiri. dan wajar. Prilaku juga terpengaruh oleh emosi. secara sewajarnya.

(l) memiliki standar kesusilaan tinggi. (f) memiliki kebebasan dan kemandirian terhadaplingkungan dan kebudayaannya. Kemampuan siswa 13 . Cita-cita atau aspirasi siswa. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan prilaku belajar. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah 1. d. (k) memiliki watak terbuka dan bebas prasangka. (i) memiliki rasa keterikatan. Motivasi dalam belajar Motivasi belajar ada yang instriktik dan ekstrinsik. oleh perkembangan akal. moral. Sedangkan penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada di tangan para guru pendidik dan anggota masyarakat. (j) dapat menjalin hubungan pribadi yang wajar. (e) memiliki kebutuhan privasi atau kemandirian yang tinggi. 2.(d) terpusat pada masalah atau tugasnya. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangan kepribadian. solidaritas kemanusiaan yang tinggi. Timbulnya cita-cita dibarengi bahasa dan nilai-nilai kehidupan. (n) memiliki kreativitas dalam bidang kehidupan. (m) memiliki rasa humor terpelajar.kemauan. (h) dapat mengalami pengalaman puncak. (g) dapat menghargai dengan rasa hormat dan penuh gairah. (o) memiliki otonomi tinggi.

Keinginan seseorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. memuaskan dan menyenangkan hati anak. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan. pikiran yang mengalami perubahan berkat pemgalaman hidup. Karena siswa memiliki perasaan. Untuk itu guru yang profesional diharapkan mampu memanfaatkan semua unsur dinamis tersebut. Kondisi siswa Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempemgaruhi motivasi belajar. Upaya guru dalam membelajarakan siswa Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa. Libgkungan sekitar itu berupa keadaan alam. 6. kemauan. Karenanya sebagai pendidik harus dapat memilih 14 . perhatian. 5. 3. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar. pergaulan sebaya dan lingkungan sekitar. maka siswa dapat terpegaruh oleh lingkungan sekitar. keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup. Dengan didukung kemampuan. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran Semua unsur dinamis dalam proses belajar dan pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar. 4. tempat tinggal. Kondisi lingkungan siswa Sebagai anggota masyarakat. ingatan.

kemauan dan semangat belajar siswa. 2. Upaya untuk mengoptimalisasikan unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran antara lain : (a) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajarnya. e. 15 . (e) Menggunakan waktu secara tertib. Optimalisasi Unsur Dinamis Belajar Dan pembelajaran. (e) Penggunaan strategi. sedang dan sukar. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajarseorang anak antara lain : 1. (d) Memanfaatkan unsur-unsur lingkungan. Optimalisasi penerapan prinsip belajar Beberapa syarat yang harus dimiliki seorang guru dalam upaya pembelajaran kepada siswa diantaranya : (a) Guru telah mempelajari bahan pelajaran. (b) Guru telah memahami bagian-bagian yang mudah. (d) Guru telah memahami sifat bahan pelajaran. (c) Guru telah menguasai cara-cara mempelajari bahan. (b) Memelihara minat. (c) Meminta kesempatan pada orang tua siswa agar memberi kesempatan pada mengaktualisasikan diri.dengan memberikan tauladan yang baik untuk membelajarakan siswa. metode atau pendekatan yang baik dan tepat.

Optimalisasi pemanfaatan. Beberapa upaya optimalisasi tersebut antara lain : (a) Menugasi siswa membaca bahan ajar sebelumnya. (c) Mengajak serta orang tua dalam pembelajaran. (b) Guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa. Belajar a. (b) Mengikut sertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar. Edwin Guthire dan Skinner) 16 . 3. (d) Guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidikkan keberanian mengatasi kesukaran. pemgalaman dan kemampuan siswa. (a) Menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.(f) Merangsang siswa denagn memberi penguat rasa percaya diri. Dan beberapa aliranpun terus berkembang seperti : 1. (c) Guru memecahkan dan mencari cara memecakan hal-hal yang sukar. (e) Guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi permasalahan. (f) Beri kesempatan siswa yang mampu memecahkan masalah untuk membantu rekannya 4. Teori Belajar Pada saat perkembangan teori belajar berkembang cukup pesat. Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar Beberapa cara mendidik dan mengembangkan cita-cita belajar antara lain. Aliran tingkah aku/behavioristik (Thorndike. 2.Clark Hull.

3. Brunner ) Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku. keaktifan siswa amat dipentingkan. Aliran kognitif ( Piaget. Anak usia pra sekolah dan usia sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda yang kongkrit. Menekankan pada gagasan bahwa pada begian-bagian suatu situasi berhubungan dengan konteks seluruh situasi tersebut. sifat materi pelajaran. Belajar adalah menekankan pentingnya isi dari proses belajar bersifat 17 . Perubahan tingkah laku dapat berwujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret. Pengetahuan dibangun didalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambunan dengan lingkungan Aplikasi teori kognitif di dalam pembelajaran . media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.Belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. David Ausebel. karakteristik sisiwa. guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berfikirnya. memperhatikan perbedaan individual sisiwa untuk mencapai keberhasilan. Aliran humanistik. guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks. dan berlangsung secara mekanik serta memerlukan penguatan Aplikasi pada teori behavioristik di dalam pembelajaran. tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran. guru menciptakan pembelajaran yang bermakna. 2.

merangsang ingatan pada prasyarat belajar.ekletik. mendorong untuk kerja. Tujuannya adalah memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri. Dengan memahami berbagai teori belajar. memberikan bimbingan belajar. Yang berarti memiliki kesamaan dengan teori kognitif yaitu mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk berfikir induktif. untuk mendukung pembelajaran dalam kegiatan belajar hendaknya menarik perhatian. menyajikan bahan perangsang. Teori Sibernetik ( Gange dan Berliner ) Teori sibernetik merupakan salah satu teori di dalam aliran kontemporer yang berpendapat. belajar adalah pengolahan informasi. 4.A Kimble belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan penguatan. mementingkan pengalaman serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar. memberitahuakan tujuan pembelajaran kepada siswa. Namun pada teori ini informasi yang lebih penting yang diproses untuk diberikan kepada siswa Aplikasi teori ini. maka seorang guru juga harus mengetahui perinp-prinsip belajar di dalam pembelajaran agar dapat menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya Selain bebrapa teori yang telah dijelaskan diatas beberapa para ahli juga 18 . dan menilai unjuk kerja Menurut rumusan G. memberikan balikan informatif.

menuangkan pendapatnya tentang belajar diantaranna adalah: 1. pemahaman. keterampilan. yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Higard dan Bower Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang di sebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. 5. Raka Joni menjelaskan belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman kecuali perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh proses menjadi matangnya seseorang atau perubahan instinktif atau yang bersifat kontemporer. T. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar 19 . Howard L. Kinsley Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan melalui praktek dan latihan. dan sikap. 4. Winkle Belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis. 6. 3. Crombach menyatakan bahwa belajar itu diwujudkan oleh adanya perubahan tingkah laku. Morgan Belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. 2. perbuatan sebagai hasil dari pengalamannya.

Anita E. Woolfolk Menegaskan bahwa belajar terjadi ketika pengalaman menyebabkan suatu perubahan pengetahuan dan prilaku yang relatif permanen pada individu. 9. Belajar memerlukan latihan yang diharapkan ada kehidupan yang lebih baik bagi orang yang mengalami proses belajar. Santrock and Yussen ( 1994 ) Belajar perubahan pengetahuan. Abin Syamsudin Mendefinisakan belajar adalah perubahan yang mengahaliskan perilaku dan pribadi. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa 20 . 7.kecenderungan respon pembawaan. 8. Perhatian Dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian. b. Dari kesemua pernyataan diatas mengandung pengertian bahwa dengan belajar seseorang akan melakukan perubahan-perubahan dalam tingkah laku dan perbuatan sebagai hasil dari pengalamana yang diperolehnya. Prinsip-prinsip Belajar Adapun prinsip-prinsip belajar yang perlu diperhatikan terutama oleh pendidik ada 8 yaitu: 1. Belajar merupakan suatu proses perkembangan hodup manusia baik yang menyangkut dirinya sendiri maupun kehidupan itu sendiri. prilaku – pribadi yang permanen melalui proses pengalaman. kematangan atau keadaan sesaat.

Keterlibatan langsung Pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang berlangsung. 4. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan dalam belajar. 2. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Keaktifan siswa Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik. guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 3. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa. 21 . Motivasi Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. 5. Pengulangan belajar Penguasaan materi oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat. tetapi siswa beraktivitas langsung.berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.

Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut.6. hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan. 7. Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya. mengatur tempat duduk. 8. Pembelajaran 1. Balikan atau penguatan kepada siswa Penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Teori Pembelajaran Pembelajaran di sekolah adalah interaksi pendidik dan peserta didik dalam mempelajari suatu materi pelajaran yang telah tersusun dalam suatu kurikulum. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun. Materi pelajaran yang merangsang dan menantang Kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. dll. Beberapa pendapat menjelaskan pengertian tentang pembelajran diantaranya adalah 22 . sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya. Aspek-aspek psikologi lain Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. B. mengatur jadwal pelajaran .

1. sekolah. 2. Variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. perintah 4. 2. dan masyarakat.20 tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkreatifitas berfikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa 3. Menurut Mudjiono (1999:297) pembelajaran adalah kegiatan terprogram dalam desain instruksional. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. 3. dan 4. Variabel produk (product vaeiables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang 23 . Variabel pertanda (presage variables) berupa pendidik. Variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. Brown ( 1957 : 6 ) “ learning is an acquiring or getting of knowlage of a subject or a skill by study. Dunkin dan Biddle (1974:38) menjelaskah bahwa proses pembelajaran atau pengajaran kelas berada pada empat variabel interaksi yaitu 1. pengalaman. experiences. Menurut UUSPN No. untuk membuat siswa belajar secara aktif. or instruction “ yang artinya Pembelajaran adalah proses mencari pengetahuan dari suatu subyek atau kemampuan dengan belajar.

Robert M. Di dalam proses pembelajaran tentunya tidak terlepas dari kegiatan belajar dan mengajar dimana adanya interaksi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal Dari beberapa pendapat tenatang pembelajaran dapat disimpulkan bahwa pembelajan merupakan aktivitas guru dan peserta didik sebagi proses interaksi untuk mencapai tujuan pembelajran Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibagun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berfikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. 24 . Knirk dan Gustafson menjelaskan pembelajran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. 6. Briggs. pelaksanaan dan evaluasi.5. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.Gagne adalah pembelajaran adalah menciptakan kondisi agar siswa dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar sehingga belajar siswa dapat dipermudah (facilitated) 7. menjelaskan pembelajaran yaitu suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.

• Apersepsi meliputi kegiatan mengajukan pertannyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya. Secara umum prosedur pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan yaitu : a. Kegiatan awal Udin S. Mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan pendahuluan. menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis. memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. terdapat prosedur pembelajaran yang harus dapat dijadikan pegangan guru di dalam kegiatan belajarar mengajar. membina keakraban. perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi. di dalamnya mencakup • Bahwa pelajaran yang dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami oleh peserta didik. 25 . 2. Prosedur Pembelajaran Di dalam proses pembelajaran. Sementara itu Depdiknas ( 2003 ) mengemukakan bahwa dalam kegiatan pendahuluan.Berdasarkan berbagai pendapat dan uraian para ahli dapat pembelajaran definisikan sebagai sebuah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik untuk mencari pengetahuan melalui kegiatan belajar mengajar. Winataputra. yaitu : • Menciptakan kondisi awal yang pembelajaran meliputi.

b. Kegiatan eksplorasi merupakan usaha memperoleh atau mencari informasi baru. dan (3) pembentukan sikap dan perilaku. Kegiatan Inti Udin S. • Peserta didik didorong agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi. c. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan inti. Mencari metodologi yang paling tepat dalam meningkatkan penerimaaan peserta didik akan materi baru tersebut. Winataputra. Memperkenalkan materi/keterampilan baru. b. 26 . yaitu: a. Mengaitkan materi dengan pengetahuan yang sudah ada pada peserta didik. • • Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh Membahas Materi Depdiknas (2003) membagi kegiatan inti ke dalam tiga tahap kegiatan yaitu: (1) eksplorasi. 1. (2) konsolidasi pembelajaran. baik secara lisan maupun tulisan. dkk. yaitu : • Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.• Motivasi peserta didik ditumbuhkan dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi peserta didik.

Yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap dan perilaku. Mencari metodologi yang paling tepat sehingga materi ajar dapat terproses menjadi bagian dari pengetahuan peserta didik. Konsolidasi merupakan merupakan negosiasi dalam rangka mencapai pengetahuan baru. Peserta didik membangun sikap dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari.2. Pembentukan sikap dan perilaku merupakan pemrosesan pengetahuan menjadi nilai. dan d. adalah : a. yaitu kaitan antara materi pelajaran yang baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan di dalam lingkungan. Meletakkan penekanan pada kaitan struktural. b. Peserta didik didorong untuk menerapkan konsep atau pengertian yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. 3. c. Kegiatan Akhir 27 . b. sikap dan perilaku. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi ajar baru. Cari metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik c. Dalam kegiatan konsolidasi pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah : a. dan c. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah.

Gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi oleh guru. Tindak lanjut Mengumukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang. mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan akhir dan tindaklanjut pembelajaran. Post tes Sementara itu Depdiknas (2003) mengemukakaan dalam kegiaatn akhir perlu dilakukan penilaian formatif. yaitu : • • • • • Penilaian akhir Analisis hasil penilaian akhir. Menutup kegiatan pembelajaran Mulyasa (2003) menemukakan dua kegiatan pokok pada akhir pembelajaran yaitu : • • Pemberian tugas. Winataputra. dengan memperhatikan hal-hal berikut • • Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pemebelajaran peserta didik. 28 . • Cari metodologi yang paling tepat yang sesuai denagn tujuan yang ingin dicapai.Udin S.

C. Sebagai usaha guru di dalam mengembangkan motivasi belajar siswa di dalam pembelajaran. pendekatan pembelajaran. sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Inovasi Pembelajaran Inovasi pembelajaran perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil prestasi peserta didik. metode pembelajaran dan teknik pembelajaran. Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknogi juga turut andil di dalam membuat inovasiinovasi yang terbaik bagi proses pembelajaran. Karena motivasi merupakan hal yang paling penting yang harus di baangun dan di pertahankan oleh peserta didik baik melalui dirinya sendiri maupun dari guru melalui cara atau strategi guru dalam melakaukan proses pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus bisa menggunakan sebuah inovasi pembelajaran yang bisa berupa model pembelajaran yang merangkup strategi pembelajaran. 29 . kemampuan peserta didik maupun motivasi perserta didik. Seorang guru yang profesional harus bisa mengeluarkan inovasi-inovasi yang terbaik di dalam proses pembelajaran sebagai upaya untuk memperbaiki proses belajar demi meningkatkan hasil prestasi siswa terutama motivasi belajar.

menguatkan. (2) strategi pembelajaran. Gladene Robertson dan Hellmut Lang ( 1984 : 5 ) menjelaskan “ pendekatan pembelajaran dapat dimaknai menjadi 2 pengertian yaitu 1) pendekatan sebagai bahan kajian yang terus berkembang dan 2) pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap dimaknai sebagai suatu kerangka umum dalam praktek 30 . di dalamnya mewadahi. dan (6) model pembelajaran. (3) metode pembelajaran. Muchlisoh mengemukakan bahwa “ pendekatan adalah suatu cara yang dianggap terbaik untuk mencapai sesuatu “ 2. dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. 1. (4) teknik pembelajaran. Ujang Kusandi ( 2003 : 39 ) mengemukakan bahwa “ pendekatan merupakan cara umum dalam memandang permasalahan atau objek kajian laksana pakai kaca mata merah semua tampak merah. (5) taktik pembelajaran.Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran. Bebrapa para ahli menjelakan tentang berbagai pendekatan yaitu : a. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. menginsiprasi. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut. 3. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

2) pendekatan liberal yaitu pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan strategi keterampilan belajar sendiri.profesional guru. 31 . Srinivasan (1977) dan pakar pendidikan lainnya menggolongkan program-program pendidikan di dalam pembelajaran empat kategori yaitu pendekatan yang berpusat pada isi program (content-contered approach).. Selain itu Hoxeng (1973). 5. strategi-strategi pembelajran. 1) pendekatan konservatif yaitu yang memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mempelajari materi kepada siswa. metodemetode pembelajran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. 4. Philip R Wallce ( 1992 : 3 ) Pendekatan pembelajaran dapat dibagi menjadi dua yaitu. yaitu serangkaian dokumen yang dikembangkan untuk mendukung kelancaran guru dalam proses pembelajaran. Dari beberapa pendapat tentang pengertian pendekatan diatas dapat penulis simpulkaan bahwa pendekatan adalah cara yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Saskatchewan education ( 1980 ) Sebagai kerangkan besar tentang tugas profesional guru yang didalamnya meliputi model-model pembelajran.

1985). dan pendekatan pengembangan sumber daya manusia dan perencanaan kreatif (human development and creative planning approach). bimbingan individu. Sumber belajar berperan untuk membantu peserta didik agar mereka secara bersama-sama dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar dan tingkat kemampuan yang mereka miliki. dan program pertanian adalah contoh-contoh yang termasuk ke dalam pendekatan ini. drama. biasanya digunakan oleh para ahli dalam menyusun dan menggunakan isi program pendidikan luar sekolah untuk mentransfer pengetahuan. Isi program yang bertujuan agar peserta didik mengadopsi pengetahuan. Dirinci menjadi unit-unit pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan belajar seperti ceramah. (Liesen. perbaikan gizi. merencanakan tahapan kegiatan belajar. Keluarga berencana. dan bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan belajar. Pendekatan pertama. dan film dokumenter. buku komik. diskusi.Pendekatan yang diarahkan pada pemecahan masalah (problem-focased approach. keterampilan dan sikap baru dalam bidang tertentu dan untuk membantu peserta didik agar mereka dapat mengadopsi hal-hal baru tersebut. keterampilan dan sikap. poster. dan media persuasi ini yang terdiri atas flip chart. content-centered approach.. Pendekatan kesadaran (the conscientization approach). demonstrasi. memilih isi program. Teknik belajar-membelajarkan dengan pendekatan partisipatif digunakan untuk memotivasi peserta didik. 32 .

perencanaan. dan kepoloporan perubahan dengan harga minyak bumi di Indonesia dan lain-lain. sebagai mana dikemukakan oleh Paulo Freire. Kedua. Strategi Pembelajaran 33 . mempunyai tujuan ganda. Kesenjangan kehidupan ini ditandai dengan adanya kelompok masyarakat miskin sebgai akibat pemerasan yang dilakukan oleh pihak tertentu dimasyarakat. maka orang-orang miskin yang hidupnya tertekan menjadi sadar terhadap keadaan dirinya dan dapat menggunakan potensi dirinya untuk melepaskan diri dari cengkraman kemiskinan dan perasaan hidup tertekan. mengarahkan pendekatan kegiatan membelajarkan untuk menyadarkan peserta didik terhadap isu ketidakseimbangan dalam masyarakat. Melalui kegiatan belajar penyadaran atau conscientization. Pertama ialah untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan dalam membuat generalisasi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan metode yang tepat. 6. untuk membantu peserta didik agar mereka mampu menghimpun dan menggunakan informasi yang tepat dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. human development and creative planning approach.Kategori kedua. the conscientization approach. Kategori ketiga. diarahkan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan merencanakan yang terdapat pada diri peserta didik sehingga mereka dapat berfungsi lebih dinamis dan efektif dalam proses pengambilan keputusan. Kategori keempat. problem-focused approach.

Wina Senjaya (2008) ‘Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.Salah satu usaha guru di dalam mengembangkan motivasi belajar siswa adalah menngunakan strategi pembelajaran yang tepat. (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Para ahli mengemukakan definsi dari strategi pemeblajaran seperti : a. Artinya. d. Rowntree ( 2008 )Dilihat dari strateginya. Kemp (2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. R David. strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” 34 . yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya. b. c. pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula. mengutip pemikiran J. Dengan kata lain. strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

35 . • Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.Dari beberapa pendeapat tentang strategi pembelajran diatas dapat disimpulkan strategi pembelajaran merupakann usaha guru di dalam proses pembelajan sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajran. yaitu : • Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil ( out put ) dan sasaran yang harus dicapai. dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. keempat unsur tersebut adalah: • Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun. 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha. • Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur dan patokan ukuran untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran. • Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama ( basic way ) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. • Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang kaan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.

Dalam model pemelajaran meliputi juga: • Pendekatan Mengajar.• Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur. e. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatn pemelajaran. c) system social. Fungsinya yaitu sebagai pedoman bagi perancang pemelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pemelajaran. • Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. b. Pengertian model pembelajaran: Konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dengan mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. d. Memiliki perangkat bagian model yang terdiri dari: a) urutan langkah pemelajaran. 3. 2. Memilliki dampak sebagai akibat penerapan model pemelajaran. Model Pembelajaran 1. yaitu dampak pemelajaran dan dampak pengiring. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari ahli tertentu. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu karena masing-masing model yang dirancang oleh para ahli memiliki tujuan yang berbeda. yaitu cara untuk sampai kepada tujuan perolehan ilmu 36 . dan d) system pendukung. metode dan teknik pembelajaran. c. b) prinsip reaksi. Ciri-ciri Model Pemelajaran a.

Rumpun model social Model-model ini menggabungkan antara belajar dan masyarakat. atau suatu seni menggunakan kecakapan untuk mencapai sasaran dengan menggunakan sumber daya yang ada.pengetahuan. yaitu rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai tujuan. dll) • Stretegi belajar. Menekankan pada proses “membangun/merekonstruksi” dan mengorganisasi realita yang mengandung manusia sebagai pembuat makna. • Teknik Mengajar. Rumpun model-model pengolahan informasi Bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi. b. Kedudukan belajar/pemelajaran merupakan perilaku kooperatif tidak hanya pemberi 37 . mengenali masalah. • Metode Mengajar cara-cara menyajikan suatu bahan pelajaran pada situasi tertentu. 3. serta mengembangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menangani masalah. memotivasi. cara berdemontrasi. Rumpun model-model pribadi/individual Menekankan/memfokuskan pada pengembangan pribadi. srs mengatur alat. mengorganisasi data. yaitu merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan. c. Penggolongan Model Pemelajaran a. yaitu perpaduan cara dan langkah yang telah terpolakan secara baik untuk melakukan suatu kegiatan (penguasaan kelas. dan mencoba mencari solusinya.

atau perilaku terapi modelmodel pemelajaran yang mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. modifikasi perilaku. d. teori belajar social. pengumpulan data. Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungn dengan masalah tersebut (menetapkan topic. dll) c. Menjelaskan logistic yang dibutuhkan. 38 . eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4. memotivasi peserta didik agar terlibat dalam proses belajar mengajar berdasarkan masalah yang dipilih. hipotesis. b. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Beberapa contoh model-model pembelajaran yang menyenangkan 1. dan pemecahan masalah. tugas.semangat. dengan langkah-langkah: a. Guru membantu peserta didik dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. jadwal. Pemelajaran berdasarkan masalah. Guru menjelaskan tujuan pemelajaran. e. Rumpun model perilaku Didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku seperti teori belajar.

Model Kooperatif a. Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis.2. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap f. sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi e. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok c. guru mengajak peserta didik membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai. Bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka (no urut 1 bergabung dengan no urut 1 lainnya disebut kelompok ahli 1 dan mendiskusikan sub bab 1. yaitu dengan langkah-langkah: a. guru meminta salah satu anggota kelompok pro untuk beragumentasi dan ditanggapi oleh kelompok yang kontra. dengan langkah-langkah: • Peserta didik dikelompokan dalam 4/5 anggota tim yang disebut kelompok induk • Tiap orang dalam kelompok induk mempunyai nomor urut dan diberi bagian materi yang berbeda • Tiap orang dalam tim mengerjakan bagian materi yang ditugaskan • Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub. no urut 2 bergabungdengan no urut 2 lainnya disebut kelompok ahli 2 dan 39 . Teknik Jigsaw. 3. Dari data-dta dipapan tulis tersebut. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yng lain kontra b. Setelah selesai membaca materi. Debate. demikian selanjutnya d.

Mencari pasangan ( Make a Match) • Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atu topic yang cocok untuk sesi review. Kepala bernomor (number head together) • Peserta didik dibagi dalam kelompok.membahas materi sub/bab 2. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban • Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu • Tiap peserta didik memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang • Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartu kartunya (soal-jawaban) • Setiap peserta didik dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktu pemberian poin • Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari kartu sebelumnya • Demikian seterusnya c. setiap peserta didik dalam setiap 40 . begitu seterusnya) • Selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal (kelompok induk) dan bergantian mengajar teman satu tim mereka • Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi • Guru memberikan evaluasi • Refleksi b.

Snowball throwing. menjawab tapi salah dan tidak bisa menjawab. langkah-langkahnya: • Guru menyampaikan materi yang akan disajikan • Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang suatu materi • Masing-masing ketua kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman-temannya • Masing-masing peserta didik menuliskan satu pertanyaan tentang materi yang baru disampaikan ketua kelompok dalam selembar kertas • Kemudian kertas berisi pertanyaan diremas membentuk bola dan dilemparkan kepada temannya secara acak dalam satu kelompok • Setelah masing-masing peserta didik mendapat satu bola. d.kelompok mendapat nomor • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjkannya/ mengetahui jawabannya • Guru memanggil salah satu nomor. peserta didik dengan nomor yang dipanggil melaporkan hsil kerjasama. Lalu melaporkan kepada 41 . kemudian setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam bola kertas yang ada di tangan peserta didik dengan cara dibacakan • Ketua kellompok mencatat peserta didik yang mampu menjawab benar.

guru • Guru dan murid membuat kesimpulan bersama-sama • Untuk mengetahui pemahaman peserta. BAB III PENUTUP A. Seperti teori behavioristik dalam 42 . Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. Kesimpulan Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam. guru memberikan evaluasi.

dsb. merangsang siswa untuk berpikir dan guru dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna. strategi. model pembelajaran seperti : 1. dengan 43 . Model kooperatif • • • • Teknik jigsaw Mencari pasangan Kepala bernomor Snowball throwing Dengan memanfaatkan berbagai model pembelajaran yang menarik sangat memungkinkan siswa akan lebih enjoy dalam menerima materi pemelajaran. Pembelajaran berdasarkan masalah 2. Sedangkan aliran humanistik pembelajaran yang memanusiakan manusia. karakteristik siswa.pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar. Teori kognitif. pembelajaran lebih dititik beratkan pada perolehan pengetahuan oleh siswa. Inovasi pembelajaran sangat penting dilakukan oleh guru sebagai upaya untuk membangun dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Guru mengakui siswa sebagai individu yang punya kemampuan dan harga diri. Inovasi tersebut bisa dilakukan di dalam menggunakan pendekatan. guru membimbing siswa untuk memiliki pengetahuan yang hendak dituju. Debate 3. Aliran yang terbaru yaitu Teori kontemporer pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa hendaknya menarik.

Sudah saatnyalah kita sebagai pendidik mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan inovatif agar kita dapat mencetak generasi-generasi yang bermutu dan mampu bertahan di dalam era globalisasi ini. 44 .demikian dapat diharapkan siswa lebih tertarik dan tidak cepat bosan atau malas mengikuti pelajaran di kelas. B. Saran Sudah di akui oleh dunia bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa.

Oemar. Jakarta : IKIP. Jakarta. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Muhammadiyah Jakarta Press 45 .DAFTAR PUSTAKA Budiningsih.2004. Rineka Cipta Hamalik. Pembelajaran yang efektif dan efisien. Sri & Suryani. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta Dimyati & Mudjiono.1994. Jakarta. (1996). Bumi Aksara Mawani. R. Rineka Cipta Undang-Undang Republik Indonesia No 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta. Asri C. 2005. UHAMKA Syaipul Bahri Djamarah dan Aswan Zain.2005. 1995. Proses Belajar Mengajar. 2006 Poniran. Lilis. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta.

( 1996 ). Jakarta : Garmedia http/ www. Winkle. Psikologi Pengajaran.S.com 46 . (2005).Ratnasari.W.W.google. Model-model Pembelajaran. Psikologi Pendidikan. ( 1987 ). Bina Aksara. LPMP Jawa Barat Soemanto. Jakarta : PT.

47 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->