LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PABRIK TAHU DAN TEMPE Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas

UAS pada matakuliah pengelolaan lingkungan Drs. Agus Hikmat,M.Si dan Hadiansyah, S.Pd

Oleh Herie Bachtiar Rifai 208204029 Kelas A Semester 7

PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2012

Konsumsi kedelai Indonesia pada Tahun 1995 telah mencapai 2. NH 4 84. Pembuatan tahu pada prinsipnya dibuat dengan mengekstrak protein. sedangkan industri tahu dan tempe yang dikelola koperasi beberapa diantaranya telah memiliki unit pengolah limbah.4 mg/l.76 mg/l dan nitrit 0.17 mg/l (Prakarindo Buana. Dengan sistem pengolah limbah yang ada. Keberadaannya sudah lama diakui sebagai makanan yang sehat. 1996). B. Jika ditinjau dari Kep-03/MENKLH/11/1991 tentang baku mutu limbah cair. nitrat 1. yang sebagian besar masih berskala rumah tangga. Untuk itu perlu dilakukan proses pengolahan lanjut agar kandungan zat organik di dalan air limbah memenuhi standar air buangan yang boleh dibuang ke saluran umum. Pendahuluan Tahu dan tempe merupakan makanan yang digemari masyarakat.317 Ton (Sri Utami. maka limbah yang dibuang ke peraian kadar zat organiknya (BOD) masih terlampau tinggi yakni sekitar 400 – 1 400 mg/l. umumnya industri tahu dan tempe termasuk ke dalam industri kecil yang dikelola oleh rakyat dan beberapa di antaranya masuk dalam wadah Koperasi Pengusaha Tahu dan Tempe (KOPTI). baik masyarakat kalangan bawah hingga atas. Taiwan 2 500 buah dan Cina 158 000 buah. bergizi dan harganya murah. 1994) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tahu adalah makanan padat yang dicetak dari sari kedelai (Glycine spp) dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya. Bahan . Cara penggumpalan susu kedelai umumnya dilakukan dengan cara penambahan bahan penggumpal berupa asam. Proses pembuatan tahu dan tempe masih sangat tradisional dan banyak memakai tenaga manusia. 1997).000 buah. dan prosesnya masih sederhana dan terbatas pada skala rumah tangga. COD 6698 mg/l. Air banyak digunakan sebagai bahan pencuci dan merebus kedelai untuk proses produksinya. Suryanto (dalam Hartaty. sehingga terbentuk padatan protein. dan terutama terpusat di Pulau Jawa. Sebagai contoh limbah industri tahu tempe di Semanan. Bahan baku utama yang digunakan adalah kedelai (Glycine spp). Shurtleff dan Aoyagi (1979) memperkirakan jumlah pengusaha tahu di Indonesia sekitar 10.A. maka industri tahu dan tempe memerlukan pengolahan limbah. Sarwono (1989) menyatakan bahwa lebih dari separuh konsumsi kedelai Indonesia dipergunakan untuk diolah menjadi tempe dan tahu. Unit pengolah limbah yang ada umumnya menggunakan sistem anaerobik dengan efisiensi pengolahan 60-90%.287. sebagai bandingan di Jepang sekitar 38 000 buah. tanpa atau dengan penambahan zat lain yang diizinkan. kemudian mengumpulkannya. Akibat dari besarnya pemakaian air pada proses pembuatan tahu dan tempe. Jakarta Barat kandungan BOD 5 mencapai 1 324 mg/l. Pada saat ini sebagian besar industri tahu tempe masih merupakan industri kecil skala rumah tangga yang tidak dilengkapi dengan unit pengolah air limbah. limbah yang dihasilkan juga cukup besar. di Korea 1 470 buah. Proses Pembuatan Tahu dan Tempe Pembuatan Tahu Tahu merupakan makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai. Hampir ditiap kota di Indonesia dijumpai industri tahu dan tempe.

Selama pemasakan ini dijaga agar tidak berbuih. Ampas yang diperoleh diperas dan dibilas dengan air hangat. Untuk memperlancar penggilingan perlu ditambahkan air dengan jumlah yang sebanding dengan jumlah kedelai. maka cetakan dibuka dan dianginanginkan. Pemasakan kedelai dilakukan di atas tungku dan dididihkan selama 5 menit.10 jam. Penyaringan bubur kedelai dilakukan dengan kain penyaring. pada suhu 50oC. kemudian didiamkan sampai terbentuk gumpalan besar. Jumlah air yang digunakan tergantung pada besarnya atau jumlah kedelai yang digunakan. Selanjutnya air di atas endapan dibuang dan sebagian digunakan untuk proses penggumpalan kembali. Jumlah ampas basah kurang lebih 70% sampai 90% dari bobot kering kedelai. sedangkan diagram neraca masa untuk proses pembuatan tahu ditunhjukkan pada gambar 2. Lama perendaman berkisar 4 . . Penggilingan kedelai menjadi bubur kedelai dengan mesin giling. dengan cara menambahkan air dan diaduk. Secara umum tahapan proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut :         Kedelai yang telah dipilih dibersihkan dan disortasi. Setelah air tinggal sedikit. Pembersihan dilakukan dengan ditampi atau menggunakan alat pembersih. batu tahu (CaSO4nH 2O) dan larutan bibit tahu (larutan perasan tahu yang telah diendapkan satu malam).penggumpal yang biasa digunakan adalah asam cuka (CH3COOH). Gambar 1 Diagram proses pembuatan tahu. Perendaman dalam air bersih agar kedelai dapat mengembang dan cukup lunak untuk digiling. Setelah itu dilakukan penggumpalan dengan menggunakan air asam. Pencucian dengan air bersih. Langkah terakhir adalah pengepresan dan pencetakan yang dilapisi dengan kain penyaring sampai padat. Diagram proses pembuatan tahu ditujukkan seperti pada gambar 1.

hingga kedelai terbelah dua dan kulit kedelai terpisah. kemudian peragian dengan cara kedelai dicampurkan ragi yang telah dilarutkan dan didiamkan selama lebih kurang 10 menit. Setelah fermentasi selama 2 hari diperoleh tempe. kemudian dibungkus dengan daun pisang. dan secara garis besar urutan proses pembuatan tempe adalan sebagai berikut :      Kedelai dimasak. kemudian kedelai dicuci hingga bersih.Gambar 2 diagram neraca masa proses pembuatan tahu Pembuatan Tempe Tempe merupakan hasil fermentasi kedelai. setelah masak kedelai direndam 1 malam hingga lunak dan terasa berlendir. Kedelai kupas dicuci kembali hingga bersih. sehingga kulit kedelai mengambang dan dapat dipisahkan. Gambar 3 Bagan proses pembuatan tempe . Kedelai yang telah mengandung ragi ditiriskan hingga hampir kering. Kedelai dipecah dengan mesin pemecah. Kulit kedelai dipisahkan dengan cara hasil pemecahan kedelai dimasukkan ke dalam air.

kerapatan air. Limbah Industri Tahu-Tempe Untuk limbah industri tahu tempe ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni karakteristik fisika dan kimia. Welch. Uji BOD merupakan parameter yang sering digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik. Semakin lama jumlah dan jenis bahan organik ini semakin banyak. baik dari industri ataupun dari rumah tangga (Greyson. dan tegangan permukaan. warna dan bau. maka kandungan bahan organik pada air buangannya biasanya rendah (Nurhasan dan Pramudya. Komponen terbesar dari limbah cair tahu yaitu protein (N-total) sebesar 226. yang mencapai 40% . yaitu 400C sampai 46 0C. 25 . viskositas. Senyawa-senyawa organik di dalam air buangan tersebut dapat berupa protein. kelarutan oksigen dan gas lain. Di antara senyawa-senyawa tersebut. 1987). suhu. 1987). Suhu buangan industri tahu berasal dari proses pemasakan kedelai.60% protein. 1987). 1992). Air buangan industri tahu kualitasnya bergantung dari proses yang digunakan. COD dan TOM.06 sampai 434. Karakteristik fisika meliputi padatan total. bahan anorganik dan gas. lemak dan minyak.C.78 mg/l. Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam buangan industri tahu pada umumnya sangat tinggi. sehingga masuknya limbah cair tahu ke lingkungan perairan akan meningkatkan total nitrogen di peraian tersebut. Pada umumnya konsentrasi ion hidrogen buangan industri tahu ini cenderung bersifat asam. karbohidrat. dalam hal ini akan menyulitkan pengelolaan limbah. protein dan lemaklah yang jumlahnya paling besar (Nurhasan dan Pramudyanto. . dan 10% lemak (Sugiharto. Suhu limbah cair tahu pada umumnya lebih tinggi dari air bakunya. karena beberapa zat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam air limbah tahu tersebut. 1990.50% karbohidrat. Suhu yang meningkat di lingkungan perairan akan mempengaruhi kehidupan biologis. Untuk menentukan besarnya kandungan bahan organik digunakan beberapa teknik pengujian seperti BOD. Karakteristik kimia meliputi bahan organik. Apabila air prosesnya baik.

Dengan demikian jika konsertarsi COD dalam air limbah 7000 ppm. sehinga hal ini masih menjadi sumber pencemaran lingkungan. sehingga pengolahan limbah akan menjadi beban yang cukup berat bagi mereka. Dari beberapa hasil penelitian. Dengan adanya proses biologis anaerob tersebut maka kandungan polutan organik yang ada di dalam air limbah dapat diturunkan. Limbah industri tahu-tempe dapat menimbulkan pencemaran yang cukup berat karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi.000 . Namun demikian keberadaan industri tahu-tempe harus selalu didukung baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat karena makanan tahu-tempe merupakan makanan yang digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia.000 ppm. Saat ini pengelolaan air limbah industri tahu-tempe umumnya dilakukan dengan cara membuat bak penampung air limbah sehingga terjadi proses anaerob. Tetapi dengan proses tersebut efisiesi pengolahan hanya berkisar antara 50 % .70 % saja.Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri-industri masih menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya. . karena pada umumnya industri-industri. disamping nilai gizinya tinggi harganya pun relatif murah. Keadaan ini akibat masih banyaknya pengrajin tahu/tempe yang belum mengerti akan kebersihan lingkungan dan disamping itu pula tingkat ekonomi yang masih rendah. Demikian pula dengan industri tahu/tempe yang pada umumnya merupakan industri rumah tangga. air limbah industri tahu-tempe merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potersial.10. serta mempunyai keasaman yang rendah yakni pH 4-5. terutama industri rumah tangga mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu. maka kadar COD yang keluar masih cukup tinggi yakni sekitar 2100 ppm. konsentrasi COD (Chemical Oxygen Demand) di dalam air limbah industri tahu-tempe cukup tinggi yakni berkisar antara 7. Dengan kondisi seperti tersebut di atas.

Sistem ini cocok diterapkan pada pengolahan limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik. Salah satu cara untuk mengatasi masalah air limbah industri tahu-tempe tersebut adalah dengan kombinasi proses pengolahan biologis anaerob dan aerob. Dengan sistem penampungan anaerob terjadi penguraian secara biologis anaerobik. Gambar 4 Diagram proses pengolahan air limbah industri tahu-tempe dengan sistem kombinasi biofilter "Anareb-Aerob". yakni dengan kombinasi proses biologis "Anaerob-Aerob".Banten.Pengolahan air limbah industri kecil tahu tempe di Cinangka. Secara garis besar proses pengolahan air limbah industri tahu dan tempe ditunjukkan seperti pada Gambar 4. Secara umum proses pengolahannya dibagi menjadi dua tahap yakni pertama proses penguraian anaerob (Anaerobic digesting). Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis. dan yang ke dua proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter anaerob-aerob. Serang . Dengan sistem lagon tersebut dapat menurunkan kadar zat organik (BOD) sekitar 50 %. dengan sistem Penampungan (lagon) Anaerob. . maka zat organik akan terurai dan menghasilgan produk gas methan dan gas H2S serta NH3 yang menyebabkan bau yang kurang sedap. Limbah industri tahu/tempe merupakan salah satu jenis limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.