TUESDAY, AUGUST 5, 2008 Askep Anak Dengan Gastro Enteritis ( GE ) / Diare KONSEP DASAR A. PENGERTIAN 1.

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999). 2. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. 3. Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997). 4. Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. (www.medicastore,2007) B. ETIOLOGI 1. Faktor infeksi · Infeksi enteral; infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare, meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus (Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E. hystolytica, G.lamblia, T. hominis) dan jamur (C. albicans). · Infeksi parenteral; merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang dapat menimbulkan diare seperti: otitis media akut, tonsilitis, bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya. 2. Faktor Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Intoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein.

Faktor Psikologis Diare dapat terjadi karena faktor psikologis (rasa takut dan cemas) C. PATOFISIOLOGI Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah: 1. 3. MANIFESTASI KLINIS · Muntah.3. beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu. Gangguan osmotic Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus. D. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan. Faktor Makanan: Diare dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan basi. · Demam. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi. 2. air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan selanjutnya timbul diare kerena peningkatan isi lumen usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. 4. · Nyeri Abdomen · Membran mukosa mulut dan bibir kering · Fontanel Cekung · Kehilangan berat badan · Tidak nafsu makan · Lemah . selanjutnya dapat timbul diare pula.

Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan). E.Tidak kencing 6 jam atau lebih . tenesmus. Seseoran yang kekurangan cairan akan merasa haus. turgor kulit menurun serta suara menjadi serak.Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi Diare akut karena infeksi dapat disertai muntah-muntah. · Dehidrasi · Renjatan hipovolemik · Kejang · Bakterimia · Mal nutrisi · Hipoglikemia .Muntah terus-menerus .Tidak mau bermain . hematoschezia. lidah kering. muka pucat.Bibir kering dan biru .Mata cekung . Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun sampai timbul oliguria/anuria.Tidak mau makan .Kadang panas Haus .Tidak mau makan .Berak cair terusmenerus .Berak cair 1-2 kali sehari .Haus tidak ada .Tangan dan kaki dingin .Masih mau makan .Muntah tidak adaB . demam.Sangat lemah .Masih mau bermain Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang. KOMPLIKASI. Pasien mulai gelisah.Tanda-tandanya: . Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik. tekanan darah menurun sampai tidak terukur. Bila keadaan ini tidak segera diatsi akan timbul penyulit nekrosis tubulus ginjal akut yang berarti suatu keadaan gagal ginjal akut. Tanda-tandanya: . akral dingin dan kadang-kadang sianosis.Berak cair 4-9 kali sehari . Karena kekurangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung. tulang pipi tampak lebih menonjol.Haus sekali . mata cekung. nyeri perut dan atau kejang perut. berat badan berkurang. Akibat paling fatal dari diare yang berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut.Kadang muntah 1-2 kali sehari . Karena kehilangan bikarbonat (HCO3) maka perbandingannya dengan asam karbonat berkurang mengakibatkan penurunan pH darah yang merangsang pusat pernapasan sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan lebih dalam (pernapasan Kussmaul) Gangguan kardiovaskuler pada tahap hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tandatanda denyut nadi cepat (> 120 x/menit).Tanda-tandanya: .Badan lesu lemas Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat.

beri anak minum lebih banyak dari biasanya .Berikan oralit . segera bawa ke Puskesmas terdekat · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang Tindakan: . Dari komplikasi Gastroentritis. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 .· Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Pemeriksaan tinja. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan . G. PENATALAKSANAAN · Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan).Bila tidak ada perubahan segera .tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis. apatis sampai koma.10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun. F. PEMERIKSAAN PENUNJANG Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. penderita belum jatuh pada keadaan syok. Tindakan: .Bila keadaan anak bertambah berat.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan . Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel darah putih.Untuk mencegah dehidrasi. otot-otot kaku sampai sianosis.terutama dilakukan pada penderita diare kronik. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. mudah dicerna dan tidak merangsang . suara serak.bila memungkinkan. dilakukan pembiakan terhadap contoh tinja.Makanan diberikan seperti biasanya . Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek. suara serak.Teruskan pemberian makanan Sebaiknya yang lunak. Untuk mengetahui organisme penyebabnya. Pemeriksaan laboratorium.

5 gelas selanjutnya 0. Umur Jumlah Cairan Di bawah 1 thn 3 jam pertama 1. Ada 4 hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat. · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat Tindakan: . Bila RL tidak tersedia dapat diberiakn NaCl isotonik (0. Memberikan terapi simtomatik Memberikan terapi definitif.5% 50 ml pada setiap satu liter NaCl isotonik. selanjutnya 2 gelas setiap kali mencret (1 gelas : 200 cc) Prinsip Penatalaksanaan a. yaitu: 1) Jenis cairan yang hendak digunakan. Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi.5 gelas setiap kali mencret Anak diatas 12 thn & dewasa 3 jam pertama 12 gelas. .Penatalaksanaan diare akut karena infeksi pada orang dewasa terdiri atas: Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi. Pada saat ini cairan Ringer Laktat merupakan cairan pilihan karena tersedia cukup banyak di pasaran meskipun jumlah kaliumnya rendah bila dibandingkan dengan kadar kalium tinja.5 gelas setiap kali mencret Di bawah 5 thn (anak balita) 3 jam pertama 3 gelas.Segera bawa ke Rumah Sakit / Puskesmas dengan fasilitas Perawatan . Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.9%) yang sebaiknya ditambahkan dengan 1 ampul Nabik 7. selanjutnya 1 gelas setiap kali mencret Anak diatas 5 thn 3 jam pertama 6 gelas. Pada keadaan diare akut awal yang ringan dapat diberikan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi dengan segala akibatnya. selanjutnya 1.Oralit dan ASI diteruskan selama masih bisa minum Takaran Pemberian Oralit.bawa kembali ke Puskesmas terdekat.

x BB x 4 ml 0. sopor atau koma = 2 · Frekuensi napas >30 x/mnt = 1 · Facies cholerica = 2 · Vox cholerica = 2 · Turgor kulit menurun = 1 · Washer women’s hand = 1 · Ekstremitas dingin = 1 · Sianosis = 2 · Usia 50-60 tahun = 1 · Usia >60 tahun = 2 Kebutuhan cairan = Skor——– x 10% x kgBB x 1 ltr .1.001 Metode Pierce Berdasarkan keadaan klinis. yakni: · diare ringan. kebutuhan cairan = 8% x kg BB · diare ringan. Pada prinsipnya jumlah cairan pengganti yang hendak diberikan harus sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan. Jumlah kehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan cara/rumus: Mengukur BJ Plasma Kebutuhan cairan dihitung dengan rumus: BJ Plasma . kebutuhan cairan = 10% x kg BB Metode Daldiyono Berdasarkan skoring keadaan klinis sebagai berikut: · Rasa haus/muntah = 1 · BP sistolik 60-90 mmHg = 1 · BP sistolik <60 mmHg = 2 · Frekuensi nadi >120 x/mnt = 1 · Kesadaran apatis = 1 · Kesadaran somnolen.2) Jumlah cairan yang hendak diberikan.025 ———————. kebutuhan cairan = 5% x kg BB · diare sedang.

4) Jadual pemberian cairan Jadual rehidrasi inisial yang dihitung berdasarkan BJ plasma atau sistem skor diberikan dalam waktu 2 jam dengan tujuan untuk mencapai rehidrasi optimal secepat mungkin. b. . Jadual pemberian cairan tahap kedua yakni untuk jam ke-3 didasarkan pada kehilangan cairan selama 2 jam fase inisial sebelumnya. c.5 g NaBik dan 1. d. Widal. Dengan demikian. analisa gas darah.Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.Bila ada demam tinggi dan dicurigai adanya infeksi sistemik pemeriksaan biakan empedu. Untuk mengetahui penyebab infeksi biasanya dihubungkan dengan dengan keadaan klinis diare tetapi penyebab pasti dapat diketahui melalui pemeriksaan biakan tinja disertai dengan pemeriksaan urine lengkap dan tinja lengkap. Antimotilitas usus seperti Loperamid akan memperburuk diare yang diakibatkan oleh bakteri entero-invasif karena memperpanjang waktu kontak bakteri dengan epitel usus yang seyogyanya cepat dieliminasi.3) Jalan masuk atau cara pemberian cairan Rute pemberian cairan pada orang dewasa meliputi oral dan intravena.Memberikan terapi definitif. elektrolit dan asam basa diperjelas melalui pemeriksaan darah lengkap. ureum. jamur dan Rotavirus biasanya menyusul setelah melihat hasil pemeriksaan penyaring. 2. elektrolit. Pemeriksaan penunjang yang telah disinggung di atas dapat diarahkan sesuai manifestasi klnis diare. rehidrasi diharapkan lengkap pada akhir jam ke-3.5 g KCl stiap liternya diberikan per oral pada diare ringan sebagai upaya pertama dan juga setelah rehidrasi inisial untuk mempertahankan hidrasi. Pemeriksaan khusus seperti serologi amuba. kreatinin dan BJ plasma. diare dengan tinja terutama terdiri atas cairan saja. diare dengan tinja bercampur lendir kental dan kadang-kadang darah. 3. 2) Disentriform.Memberikan terapi simtomatik Terapi simtomatik harus benar-benar dipertimbangkan kerugian dan keuntungannya. preparat malaria serta serologi Helicobacter jejuni sangat dianjurkan.5 g NaCl.Gangguan keseimbangan cairan. Secara klinis diare karena infeksi akut digolongkan sebagai berikut: 1) Koleriform. Larutan orali dengan komposisi berkisar 29 g glukosa.

aureus : Kloramfenikol 6) Salmonellosis: Ampisilin atau Kotrimoksasol atau golongan Quinolon seperti Siprofloksasin7) Shigellosis: Ampisilin atau Kloramfenikol 8) Helicobacter: Eritromisin 9) Amebiasis: Metronidazol atau Trinidazol atau Secnidazol 10) Giardiasis: Quinacrine atau Chloroquineitiform atau Metronidazol 11) Balantidiasis: Tetrasiklin 12) Candidiasis: Mycostatin 13) Virus: simtomatik dan suportif Penyakit Diare dapat ditularkan melalui: .1992 adalah : Identitas klien.Menggunakan sumber air yang tercemar .suhu tubuh meningkat. Riwayat keperawatan. Pada bayi ubun-ubun besar cekung. 3) E.anoreksia kemudian timbul diare.Pencemaran makanan oleh serangga (lalat. coli. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DIARE A.berat badan menurun.psikal assessment.selaput lendir mulut dan bibir kering.analisa data dan penentuan masalah. 2) V. dll) atau oleh tangan yang kotor.gelisah. kecoa.muntah.observasi.Pemakaian botol susu yang tidak bersih .PENGKAJIAN.Buang air besar disembarang tempat .frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan . parahaemolyticus. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng. tidak memerluka terapi spesifik 4) C.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi.tonus dan turgor kulit berkurang.Terapi kausal dapat diberikan pada infeksi: 1) Kolera-eltor: Tetrasiklin atau Kotrimoksasol atau Kloramfenikol. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg. perfringens. Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data. Keluhan utama : Faeces semakin cair. spesifik 5) A.

anus kemerahan. Perkusi : adanya distensi abdomen.muntah.anopreksia. Riwayat psikososial keluarga.berat badan menurun.mulut dan bibir kering. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.menyebabkan penurunan berat badan pasien.selaput lendir. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.BAK sedikit atau jarang. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah.kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. Pola nutrisi : diawali dengan mual. Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. .kesadran composmentis sampai koma. Riwayat penyakit yang diderita.nadi cepat dan lemah.ubun-ubun besar. Kebutuhan dasar.riwayat pemberian imunisasi. Pemerikasaan fisik. Pemeriksaan sistematik : Inspeksi : mata cekung. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah. Riwayat kesehatan masa lalu.setelah menyadari penyakit anaknya.suhu tubuh tinggi. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari.pernapasan agak cepat.konsistensi encer.

darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif. prognosis dan kebutuhan terapi b. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.d perpisahan dengan orang tua. Pemeriksaan tinja. Pemeriksaan penunjang.1 Kekurangan volume cairan b/d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual) Tujuan : Kebutuhan cairan akan terpenuhi dengan kriteria tidak ada tanda-tanda dehidrasi Intervensi Rasional Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasiPantau intake dan output. Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang. DIAGNOSA KEPERAWATAN · Kekurangan volume cairan b.d pemaparan informasi terbatas. B. · Kecemasan anak b. · Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. RENCANA KEPERAWATAN Dx.d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif.d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual). lingkungan yang baru C. iritasi fisura perirektal.d perubahan status kesehatan anaknya · Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. tanda/gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium . · Nyeri (akut) b.Palpasi : Turgor kulit kurang elastis Auskultasi : terdengarnya bising usus. Kaji tanda vital.Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti. · Kecemasan keluarga b.d hiperperistaltik. Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses.

Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet Memenuhi kebutuhan nutrisi klien Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi Mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi/mencegah kekurangan nutrisi lebih lanjut Dx. iritasi fisura perirektal. mengalihkan fokus perhatian kliendan meningkatkan kemampuan koping Bersihkan area anorektal dengan sabun ringan dan airsetelah defekasi dan berikan perawatan kulit Melindungi kulit dari keasaman feses.Menilai status hidrasi. misalnya dengan lutut fleksi.3 : Nyeri (akut) b/d hiperperistaltik. Menurunkan tegangan permukaan abdomen dan mengurangi nyeri Lakukan aktivitas pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dan kompres hangat abdomen Meningkatkan relaksasi. mencegah iritasi .2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. Pemberian makanan sesegera mungkin penting setelah keadaan klinis klien memungkinkan. Tujuan : Nyeri berkurang dengan kriteria tidak terdapat lecet pada perirektal Intervensi Rasional Atur posisi yang nyaman bagi klien. Menurunkan kebutuhan metabolik Pertahankan status puasa selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan Pembatasan diet per oral mungkin ditetapkan selama fase akut untuk menurunkan peristaltik sehingga terjadi kekurangan nutrisi. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria terjadi peningkatan bera badan Intervensi Rasional Pertahankan tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut. elektrolit dan keseimbangan asam basa Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah penyebab diare diketahui Dx.

Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan mental serta latar belakang pengetahuan sebelumnya. Membantu mengidentifikasi penyebab kecemasan dan alternatif pemecahan masalah Tekankan bahwa kecemasan adalah masalah yang umum terjadi pada orang tua klien yang anaknya mengalami masalah yang sama Membantu menurunkan stres dengan mengetahui bahwa klien bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah yang demikian Ciptakan lingkungan yang tenang. Mengurangi rangsang eksternal yang dapat memicu peningkatan kecemasan Dx. termasuk pengetahuan tentang penyakit dan perawatan anaknya. . Intervensi Rasional Kaji kesiapan keluarga klien mengikuti pembelajaran. serta mampu mendemonstrasikan perawatan anak di rumah. Intervensi Rasional Dorong keluarga klien untuk membicarakan kecemasan dan berikan umpan balik tentang mekanisme koping yang tepat.Kolaborasi pemberian obat analgetika dan atau antikolinergik sesuai indikasi Analgetik sebagai agen anti nyeri dan antikolinergik untuk menurunkan spasme traktus GI dapat diberikan sesuai indikasi klinis Kaji keluhan nyeri dengan Visual Analog Scale (skala 1-5).5 : Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. perubahan karakteristik nyeri. Tujuan : Keluarga akan mengerti tentang penyakit dan pengobatan anaknya. tunjukkan sikap ramah tamah dan tulus dalam membantu klien. salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif. prognosis dan kebutuhan terapi b/d pemaparan informasi terbatas. Tujuan : Keluarga mengungkapkan kecemasan berkurang. petunjuk verbal dan non verbal Mengevaluasi perkembangan nyeri untuk menetapkan intervensi selanjutnya Dx.4 : Kecemasan keluarga b/d perubahan status kesehatan anaknya.

kemudian disusun rencana. penyebab dan akibatnya terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari aktivitas sehari-hari. Pemahaman tentang masalah ini penting untuk meningkatkan partisipasi keluarga klien dan keluarga dalam proses perawatan klien Jelaskan tentang tujuan pemberian obat. Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. 6 : Kecemasan anak b. kemudian dilaksanakan dalam implementasi keperawatan lalau dievaluasi. frekuensi dan cara pemberian serta efek samping yang mungkin timbul Meningkatkan pemahaman dan partisipasi keluarga klien dalam pengobatan. Bila ada yang belum tercapai maka dilakukan pengkajian ulang. bila dalam evaluasi belum teratasi maka dilakukan langkah awal lagi dan seterusnya sampai tujuan tercapai. Rasa nyaman terpenuhi. dosis.d Perpisahan dengan orang tua. EVALUASI Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan sejauhmana tujuan tersebut tercapai.Jelaskan tentang proses penyakit anaknya. Cemas pada klien teratasi. Jelaskan dan tunjukkan cara perawatan perineal setelah defekasi Meningkatkan kemandirian dan kontrol keluarga klien terhadap kebutuhan perawatan diri anaknya Dx. . Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. Integritas kulit kembali normal. lingkugan yang baru Tujuan : Kecemasan anak berkurang dengan kriteria memperlihatkan tanda-tanda kenyamanan Intervensi Rasional Anjurkan pada keluarga untuk selalu mengunjungi klien dan berpartisipasi dalam perawatn yang dilakukan Mencegah stres yang berhubungan dengan perpisahan Berikan sentuhan dan berbicara pada anak sesering mungkin Memberikan rasa nyaman dan mengurangi stress Lakukan stimulasi sensory atau terapi bermain sesuai dengan ingkat perkembangan klien Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan secara optimun D. Pengetahuan kelurga meningkat.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.