TUESDAY, AUGUST 5, 2008 Askep Anak Dengan Gastro Enteritis ( GE ) / Diare KONSEP DASAR A. PENGERTIAN 1.

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999). 2. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. 3. Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997). 4. Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. (www.medicastore,2007) B. ETIOLOGI 1. Faktor infeksi · Infeksi enteral; infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare, meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus (Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E. hystolytica, G.lamblia, T. hominis) dan jamur (C. albicans). · Infeksi parenteral; merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang dapat menimbulkan diare seperti: otitis media akut, tonsilitis, bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya. 2. Faktor Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Intoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein.

· Nyeri Abdomen · Membran mukosa mulut dan bibir kering · Fontanel Cekung · Kehilangan berat badan · Tidak nafsu makan · Lemah . Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. · Demam. PATOFISIOLOGI Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah: 1. 2. beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu. MANIFESTASI KLINIS · Muntah. 4. selanjutnya dapat timbul diare pula. Faktor Psikologis Diare dapat terjadi karena faktor psikologis (rasa takut dan cemas) C. Faktor Makanan: Diare dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan basi. Gangguan osmotic Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus.3. air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan selanjutnya timbul diare kerena peningkatan isi lumen usus. D. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. 3.

Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik.Tidak mau makan . KOMPLIKASI.Muntah tidak adaB .Masih mau bermain Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang.Haus tidak ada . Bila keadaan ini tidak segera diatsi akan timbul penyulit nekrosis tubulus ginjal akut yang berarti suatu keadaan gagal ginjal akut.Bibir kering dan biru . Pasien mulai gelisah.Tidak kencing 6 jam atau lebih . Karena kehilangan bikarbonat (HCO3) maka perbandingannya dengan asam karbonat berkurang mengakibatkan penurunan pH darah yang merangsang pusat pernapasan sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan lebih dalam (pernapasan Kussmaul) Gangguan kardiovaskuler pada tahap hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tandatanda denyut nadi cepat (> 120 x/menit).Berak cair 4-9 kali sehari . E.Tidak mau makan .Berak cair 1-2 kali sehari .Muntah terus-menerus .Haus sekali . nyeri perut dan atau kejang perut. mata cekung. demam.Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi Diare akut karena infeksi dapat disertai muntah-muntah. Seseoran yang kekurangan cairan akan merasa haus. Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun sampai timbul oliguria/anuria. tekanan darah menurun sampai tidak terukur. tulang pipi tampak lebih menonjol.Sangat lemah . berat badan berkurang.Tanda-tandanya: .Kadang panas Haus .Mata cekung .Kadang muntah 1-2 kali sehari .Badan lesu lemas Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat. akral dingin dan kadang-kadang sianosis. turgor kulit menurun serta suara menjadi serak.Tangan dan kaki dingin . hematoschezia. lidah kering.Tanda-tandanya: . · Dehidrasi · Renjatan hipovolemik · Kejang · Bakterimia · Mal nutrisi · Hipoglikemia .Masih mau makan .Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan).Berak cair terusmenerus . Karena kekurangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung.Tidak mau bermain . tenesmus. muka pucat. Tanda-tandanya: . Akibat paling fatal dari diare yang berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut.

suara serak.Bila keadaan anak bertambah berat. Tindakan: .· Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. F.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan .tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis.bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup.Untuk mencegah dehidrasi. apatis sampai koma. Dari komplikasi Gastroentritis. Pemeriksaan laboratorium. segera bawa ke Puskesmas terdekat · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang Tindakan: . penderita belum jatuh pada keadaan syok. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel darah putih. PENATALAKSANAAN · Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan). penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 . PEMERIKSAAN PENUNJANG Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.Makanan diberikan seperti biasanya .terutama dilakukan pada penderita diare kronik.Bila tidak ada perubahan segera . Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal. beri anak minum lebih banyak dari biasanya . otot-otot kaku sampai sianosis. Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan .bila memungkinkan. mudah dicerna dan tidak merangsang .Berikan oralit . dilakukan pembiakan terhadap contoh tinja.Teruskan pemberian makanan Sebaiknya yang lunak. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. G.10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. Pemeriksaan tinja. Untuk mengetahui organisme penyebabnya. suara serak.

Oralit dan ASI diteruskan selama masih bisa minum Takaran Pemberian Oralit.9%) yang sebaiknya ditambahkan dengan 1 ampul Nabik 7. .Segera bawa ke Rumah Sakit / Puskesmas dengan fasilitas Perawatan . · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat Tindakan: .bawa kembali ke Puskesmas terdekat.5 gelas setiap kali mencret Di bawah 5 thn (anak balita) 3 jam pertama 3 gelas. Pada saat ini cairan Ringer Laktat merupakan cairan pilihan karena tersedia cukup banyak di pasaran meskipun jumlah kaliumnya rendah bila dibandingkan dengan kadar kalium tinja. Memberikan terapi simtomatik Memberikan terapi definitif.5 gelas setiap kali mencret Anak diatas 12 thn & dewasa 3 jam pertama 12 gelas. Umur Jumlah Cairan Di bawah 1 thn 3 jam pertama 1. selanjutnya 2 gelas setiap kali mencret (1 gelas : 200 cc) Prinsip Penatalaksanaan a.5% 50 ml pada setiap satu liter NaCl isotonik. yaitu: 1) Jenis cairan yang hendak digunakan. Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi. selanjutnya 1. Bila RL tidak tersedia dapat diberiakn NaCl isotonik (0. Ada 4 hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat. selanjutnya 1 gelas setiap kali mencret Anak diatas 5 thn 3 jam pertama 6 gelas.5 gelas selanjutnya 0.Penatalaksanaan diare akut karena infeksi pada orang dewasa terdiri atas: Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi. Pada keadaan diare akut awal yang ringan dapat diberikan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi dengan segala akibatnya. Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.

kebutuhan cairan = 8% x kg BB · diare ringan.x BB x 4 ml 0.001 Metode Pierce Berdasarkan keadaan klinis.1. kebutuhan cairan = 10% x kg BB Metode Daldiyono Berdasarkan skoring keadaan klinis sebagai berikut: · Rasa haus/muntah = 1 · BP sistolik 60-90 mmHg = 1 · BP sistolik <60 mmHg = 2 · Frekuensi nadi >120 x/mnt = 1 · Kesadaran apatis = 1 · Kesadaran somnolen. kebutuhan cairan = 5% x kg BB · diare sedang. yakni: · diare ringan. Jumlah kehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan cara/rumus: Mengukur BJ Plasma Kebutuhan cairan dihitung dengan rumus: BJ Plasma .025 ———————.2) Jumlah cairan yang hendak diberikan. Pada prinsipnya jumlah cairan pengganti yang hendak diberikan harus sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan. sopor atau koma = 2 · Frekuensi napas >30 x/mnt = 1 · Facies cholerica = 2 · Vox cholerica = 2 · Turgor kulit menurun = 1 · Washer women’s hand = 1 · Ekstremitas dingin = 1 · Sianosis = 2 · Usia 50-60 tahun = 1 · Usia >60 tahun = 2 Kebutuhan cairan = Skor——– x 10% x kgBB x 1 ltr .

rehidrasi diharapkan lengkap pada akhir jam ke-3. analisa gas darah. 2) Disentriform. diare dengan tinja terutama terdiri atas cairan saja. b. 2. Pemeriksaan penunjang yang telah disinggung di atas dapat diarahkan sesuai manifestasi klnis diare.Memberikan terapi definitif.Memberikan terapi simtomatik Terapi simtomatik harus benar-benar dipertimbangkan kerugian dan keuntungannya. Jadual pemberian cairan tahap kedua yakni untuk jam ke-3 didasarkan pada kehilangan cairan selama 2 jam fase inisial sebelumnya. preparat malaria serta serologi Helicobacter jejuni sangat dianjurkan. jamur dan Rotavirus biasanya menyusul setelah melihat hasil pemeriksaan penyaring. . 3. Larutan orali dengan komposisi berkisar 29 g glukosa.Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi. Untuk mengetahui penyebab infeksi biasanya dihubungkan dengan dengan keadaan klinis diare tetapi penyebab pasti dapat diketahui melalui pemeriksaan biakan tinja disertai dengan pemeriksaan urine lengkap dan tinja lengkap. 4) Jadual pemberian cairan Jadual rehidrasi inisial yang dihitung berdasarkan BJ plasma atau sistem skor diberikan dalam waktu 2 jam dengan tujuan untuk mencapai rehidrasi optimal secepat mungkin.Gangguan keseimbangan cairan. Secara klinis diare karena infeksi akut digolongkan sebagai berikut: 1) Koleriform.3) Jalan masuk atau cara pemberian cairan Rute pemberian cairan pada orang dewasa meliputi oral dan intravena. elektrolit. c. kreatinin dan BJ plasma.Bila ada demam tinggi dan dicurigai adanya infeksi sistemik pemeriksaan biakan empedu. elektrolit dan asam basa diperjelas melalui pemeriksaan darah lengkap. Dengan demikian.5 g NaCl. Pemeriksaan khusus seperti serologi amuba. d. ureum.5 g NaBik dan 1. Widal.5 g KCl stiap liternya diberikan per oral pada diare ringan sebagai upaya pertama dan juga setelah rehidrasi inisial untuk mempertahankan hidrasi. diare dengan tinja bercampur lendir kental dan kadang-kadang darah. Antimotilitas usus seperti Loperamid akan memperburuk diare yang diakibatkan oleh bakteri entero-invasif karena memperpanjang waktu kontak bakteri dengan epitel usus yang seyogyanya cepat dieliminasi.

1992 adalah : Identitas klien. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng.gelisah.suhu tubuh meningkat.psikal assessment. Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data. Riwayat keperawatan.selaput lendir mulut dan bibir kering. aureus : Kloramfenikol 6) Salmonellosis: Ampisilin atau Kotrimoksasol atau golongan Quinolon seperti Siprofloksasin7) Shigellosis: Ampisilin atau Kloramfenikol 8) Helicobacter: Eritromisin 9) Amebiasis: Metronidazol atau Trinidazol atau Secnidazol 10) Giardiasis: Quinacrine atau Chloroquineitiform atau Metronidazol 11) Balantidiasis: Tetrasiklin 12) Candidiasis: Mycostatin 13) Virus: simtomatik dan suportif Penyakit Diare dapat ditularkan melalui: .frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan . tidak memerluka terapi spesifik 4) C.Pemakaian botol susu yang tidak bersih .observasi. Keluhan utama : Faeces semakin cair. kecoa.muntah. 2) V. coli. perfringens. 3) E. dll) atau oleh tangan yang kotor.analisa data dan penentuan masalah. spesifik 5) A. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi.Buang air besar disembarang tempat .berat badan menurun.PENGKAJIAN.Terapi kausal dapat diberikan pada infeksi: 1) Kolera-eltor: Tetrasiklin atau Kotrimoksasol atau Kloramfenikol.tonus dan turgor kulit berkurang.Menggunakan sumber air yang tercemar . parahaemolyticus. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DIARE A.anoreksia kemudian timbul diare.Pencemaran makanan oleh serangga (lalat.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg. Pada bayi ubun-ubun besar cekung.

menyebabkan penurunan berat badan pasien.konsistensi encer. Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Pemerikasaan fisik. Kebutuhan dasar.berat badan menurun.anopreksia. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.setelah menyadari penyakit anaknya. Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga. Pola nutrisi : diawali dengan mual.anus kemerahan.kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak.mulut dan bibir kering. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen. Riwayat penyakit yang diderita.kesadran composmentis sampai koma.BAK sedikit atau jarang.selaput lendir. .suhu tubuh tinggi. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah.riwayat pemberian imunisasi.mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.muntah.ubun-ubun besar.pernapasan agak cepat.nadi cepat dan lemah. Riwayat psikososial keluarga. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari. Perkusi : adanya distensi abdomen. Pemeriksaan sistematik : Inspeksi : mata cekung. Riwayat kesehatan masa lalu.

· Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus.darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.d perpisahan dengan orang tua. · Nyeri (akut) b. B. iritasi fisura perirektal. lingkungan yang baru C. Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang. · Kecemasan anak b.Palpasi : Turgor kulit kurang elastis Auskultasi : terdengarnya bising usus.d hiperperistaltik. Pemeriksaan penunjang. Kaji tanda vital. · Kecemasan keluarga b. prognosis dan kebutuhan terapi b.d pemaparan informasi terbatas. Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses.1 Kekurangan volume cairan b/d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual) Tujuan : Kebutuhan cairan akan terpenuhi dengan kriteria tidak ada tanda-tanda dehidrasi Intervensi Rasional Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasiPantau intake dan output.d perubahan status kesehatan anaknya · Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi.d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual). tanda/gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium . salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif. DIAGNOSA KEPERAWATAN · Kekurangan volume cairan b. Pemeriksaan tinja. RENCANA KEPERAWATAN Dx.Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.

iritasi fisura perirektal.Menilai status hidrasi.2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria terjadi peningkatan bera badan Intervensi Rasional Pertahankan tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut.3 : Nyeri (akut) b/d hiperperistaltik. Tujuan : Nyeri berkurang dengan kriteria tidak terdapat lecet pada perirektal Intervensi Rasional Atur posisi yang nyaman bagi klien. Menurunkan kebutuhan metabolik Pertahankan status puasa selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan Pembatasan diet per oral mungkin ditetapkan selama fase akut untuk menurunkan peristaltik sehingga terjadi kekurangan nutrisi. Menurunkan tegangan permukaan abdomen dan mengurangi nyeri Lakukan aktivitas pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dan kompres hangat abdomen Meningkatkan relaksasi. misalnya dengan lutut fleksi. mencegah iritasi . elektrolit dan keseimbangan asam basa Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah penyebab diare diketahui Dx. mengalihkan fokus perhatian kliendan meningkatkan kemampuan koping Bersihkan area anorektal dengan sabun ringan dan airsetelah defekasi dan berikan perawatan kulit Melindungi kulit dari keasaman feses. Pemberian makanan sesegera mungkin penting setelah keadaan klinis klien memungkinkan. Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet Memenuhi kebutuhan nutrisi klien Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi Mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi/mencegah kekurangan nutrisi lebih lanjut Dx.

Intervensi Rasional Kaji kesiapan keluarga klien mengikuti pembelajaran. Tujuan : Keluarga akan mengerti tentang penyakit dan pengobatan anaknya.4 : Kecemasan keluarga b/d perubahan status kesehatan anaknya. .Kolaborasi pemberian obat analgetika dan atau antikolinergik sesuai indikasi Analgetik sebagai agen anti nyeri dan antikolinergik untuk menurunkan spasme traktus GI dapat diberikan sesuai indikasi klinis Kaji keluhan nyeri dengan Visual Analog Scale (skala 1-5). Tujuan : Keluarga mengungkapkan kecemasan berkurang. prognosis dan kebutuhan terapi b/d pemaparan informasi terbatas. Intervensi Rasional Dorong keluarga klien untuk membicarakan kecemasan dan berikan umpan balik tentang mekanisme koping yang tepat. Mengurangi rangsang eksternal yang dapat memicu peningkatan kecemasan Dx. Membantu mengidentifikasi penyebab kecemasan dan alternatif pemecahan masalah Tekankan bahwa kecemasan adalah masalah yang umum terjadi pada orang tua klien yang anaknya mengalami masalah yang sama Membantu menurunkan stres dengan mengetahui bahwa klien bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah yang demikian Ciptakan lingkungan yang tenang. termasuk pengetahuan tentang penyakit dan perawatan anaknya. perubahan karakteristik nyeri. petunjuk verbal dan non verbal Mengevaluasi perkembangan nyeri untuk menetapkan intervensi selanjutnya Dx. serta mampu mendemonstrasikan perawatan anak di rumah.5 : Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan mental serta latar belakang pengetahuan sebelumnya. tunjukkan sikap ramah tamah dan tulus dalam membantu klien. salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif.

Pengetahuan kelurga meningkat. lingkugan yang baru Tujuan : Kecemasan anak berkurang dengan kriteria memperlihatkan tanda-tanda kenyamanan Intervensi Rasional Anjurkan pada keluarga untuk selalu mengunjungi klien dan berpartisipasi dalam perawatn yang dilakukan Mencegah stres yang berhubungan dengan perpisahan Berikan sentuhan dan berbicara pada anak sesering mungkin Memberikan rasa nyaman dan mengurangi stress Lakukan stimulasi sensory atau terapi bermain sesuai dengan ingkat perkembangan klien Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan secara optimun D. Cemas pada klien teratasi. Bila ada yang belum tercapai maka dilakukan pengkajian ulang. Integritas kulit kembali normal. EVALUASI Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan sejauhmana tujuan tersebut tercapai.d Perpisahan dengan orang tua. Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. dosis. Jelaskan dan tunjukkan cara perawatan perineal setelah defekasi Meningkatkan kemandirian dan kontrol keluarga klien terhadap kebutuhan perawatan diri anaknya Dx. kemudian dilaksanakan dalam implementasi keperawatan lalau dievaluasi.Jelaskan tentang proses penyakit anaknya. Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. . Rasa nyaman terpenuhi. Pemahaman tentang masalah ini penting untuk meningkatkan partisipasi keluarga klien dan keluarga dalam proses perawatan klien Jelaskan tentang tujuan pemberian obat. frekuensi dan cara pemberian serta efek samping yang mungkin timbul Meningkatkan pemahaman dan partisipasi keluarga klien dalam pengobatan. penyebab dan akibatnya terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari aktivitas sehari-hari. 6 : Kecemasan anak b. bila dalam evaluasi belum teratasi maka dilakukan langkah awal lagi dan seterusnya sampai tujuan tercapai. kemudian disusun rencana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful