TUESDAY, AUGUST 5, 2008 Askep Anak Dengan Gastro Enteritis ( GE ) / Diare KONSEP DASAR A. PENGERTIAN 1.

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999). 2. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. 3. Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997). 4. Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi. (www.medicastore,2007) B. ETIOLOGI 1. Faktor infeksi · Infeksi enteral; infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare, meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus (Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E. hystolytica, G.lamblia, T. hominis) dan jamur (C. albicans). · Infeksi parenteral; merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang dapat menimbulkan diare seperti: otitis media akut, tonsilitis, bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya. 2. Faktor Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Intoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein.

3. MANIFESTASI KLINIS · Muntah. selanjutnya dapat timbul diare pula. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan selanjutnya timbul diare kerena peningkatan isi lumen usus. · Demam. 3. Faktor Psikologis Diare dapat terjadi karena faktor psikologis (rasa takut dan cemas) C. D. 2. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. · Nyeri Abdomen · Membran mukosa mulut dan bibir kering · Fontanel Cekung · Kehilangan berat badan · Tidak nafsu makan · Lemah . PATOFISIOLOGI Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah: 1. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi. Gangguan osmotic Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus. beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu. Faktor Makanan: Diare dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan basi. 4.

Badan lesu lemas Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat.Haus tidak ada .Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan).Muntah tidak adaB .Tanda-tandanya: . akral dingin dan kadang-kadang sianosis.Tidak mau bermain .Tidak mau makan . demam.Masih mau makan . Karena kekurangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung.Mata cekung .Berak cair terusmenerus .Kadang muntah 1-2 kali sehari . tenesmus.Kadang-kadang dengan kejang dan panas tinggi Diare akut karena infeksi dapat disertai muntah-muntah. · Dehidrasi · Renjatan hipovolemik · Kejang · Bakterimia · Mal nutrisi · Hipoglikemia . lidah kering. berat badan berkurang. nyeri perut dan atau kejang perut.Tidak mau makan . tulang pipi tampak lebih menonjol. turgor kulit menurun serta suara menjadi serak. muka pucat. Seseoran yang kekurangan cairan akan merasa haus.Sangat lemah . KOMPLIKASI. hematoschezia. Tanda-tandanya: .Muntah terus-menerus .Berak cair 1-2 kali sehari . tekanan darah menurun sampai tidak terukur. Pasien mulai gelisah.Tanda-tandanya: . Akibat paling fatal dari diare yang berlangsung lama tanpa rehidrasi yang adekuat adalah kematian akibat dehidrasi yang menimbulkan renjatan hipovolemik atau gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang berlanjut.Tangan dan kaki dingin .Haus sekali . Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun sampai timbul oliguria/anuria. E.Masih mau bermain Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang. Karena kehilangan bikarbonat (HCO3) maka perbandingannya dengan asam karbonat berkurang mengakibatkan penurunan pH darah yang merangsang pusat pernapasan sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan lebih dalam (pernapasan Kussmaul) Gangguan kardiovaskuler pada tahap hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tandatanda denyut nadi cepat (> 120 x/menit). Bila keadaan ini tidak segera diatsi akan timbul penyulit nekrosis tubulus ginjal akut yang berarti suatu keadaan gagal ginjal akut. mata cekung.Berak cair 4-9 kali sehari . Keluhan dan gejala ini disebabkan oleh deplesi air yang isotonik.Bibir kering dan biru .Kadang panas Haus .Tidak kencing 6 jam atau lebih .

Untuk mencegah dehidrasi. PEMERIKSAAN PENUNJANG Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi ginjal. PENATALAKSANAAN · Pada anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi (kekurangan cairan). mudah dicerna dan tidak merangsang . Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup. pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif. dilakukan pembiakan terhadap contoh tinja. beri anak minum lebih banyak dari biasanya . Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel darah putih.10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun.Makanan diberikan seperti biasanya .· Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. G. Pemeriksaan tinja. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 . Dari komplikasi Gastroentritis. apatis sampai koma.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan .Teruskan pemberian makanan Sebaiknya yang lunak.Bila tidak ada perubahan segera . segera bawa ke Puskesmas terdekat · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi ringan/sedang Tindakan: . Tindakan: . Pemeriksaan laboratorium.ASI (Air Susu Ibu) diteruskan . suara serak.terutama dilakukan pada penderita diare kronik.Bila keadaan anak bertambah berat. Untuk mengetahui organisme penyebabnya. penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.bila memungkinkan. suara serak.Berikan oralit .bila memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau astrup. otot-otot kaku sampai sianosis. penderita belum jatuh pada keadaan syok. F. Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek.tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis.

5 gelas setiap kali mencret Anak diatas 12 thn & dewasa 3 jam pertama 12 gelas.bawa kembali ke Puskesmas terdekat. · Pada anak yang mengalami diare dengan dehidrasi berat Tindakan: . Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi. Umur Jumlah Cairan Di bawah 1 thn 3 jam pertama 1. Pada saat ini cairan Ringer Laktat merupakan cairan pilihan karena tersedia cukup banyak di pasaran meskipun jumlah kaliumnya rendah bila dibandingkan dengan kadar kalium tinja. Ada 4 hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat. selanjutnya 1 gelas setiap kali mencret Anak diatas 5 thn 3 jam pertama 6 gelas. yaitu: 1) Jenis cairan yang hendak digunakan.5% 50 ml pada setiap satu liter NaCl isotonik. Pada keadaan diare akut awal yang ringan dapat diberikan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi dengan segala akibatnya.Penatalaksanaan diare akut karena infeksi pada orang dewasa terdiri atas: Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi. Memberikan terapi simtomatik Memberikan terapi definitif.5 gelas setiap kali mencret Di bawah 5 thn (anak balita) 3 jam pertama 3 gelas.5 gelas selanjutnya 0. Bila RL tidak tersedia dapat diberiakn NaCl isotonik (0. .Oralit dan ASI diteruskan selama masih bisa minum Takaran Pemberian Oralit. selanjutnya 2 gelas setiap kali mencret (1 gelas : 200 cc) Prinsip Penatalaksanaan a. selanjutnya 1. Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.Segera bawa ke Rumah Sakit / Puskesmas dengan fasilitas Perawatan .9%) yang sebaiknya ditambahkan dengan 1 ampul Nabik 7.

kebutuhan cairan = 8% x kg BB · diare ringan.001 Metode Pierce Berdasarkan keadaan klinis. kebutuhan cairan = 10% x kg BB Metode Daldiyono Berdasarkan skoring keadaan klinis sebagai berikut: · Rasa haus/muntah = 1 · BP sistolik 60-90 mmHg = 1 · BP sistolik <60 mmHg = 2 · Frekuensi nadi >120 x/mnt = 1 · Kesadaran apatis = 1 · Kesadaran somnolen. kebutuhan cairan = 5% x kg BB · diare sedang.025 ———————. Pada prinsipnya jumlah cairan pengganti yang hendak diberikan harus sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan.2) Jumlah cairan yang hendak diberikan.1. sopor atau koma = 2 · Frekuensi napas >30 x/mnt = 1 · Facies cholerica = 2 · Vox cholerica = 2 · Turgor kulit menurun = 1 · Washer women’s hand = 1 · Ekstremitas dingin = 1 · Sianosis = 2 · Usia 50-60 tahun = 1 · Usia >60 tahun = 2 Kebutuhan cairan = Skor——– x 10% x kgBB x 1 ltr .x BB x 4 ml 0. Jumlah kehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan cara/rumus: Mengukur BJ Plasma Kebutuhan cairan dihitung dengan rumus: BJ Plasma . yakni: · diare ringan.

Pemeriksaan penunjang yang telah disinggung di atas dapat diarahkan sesuai manifestasi klnis diare. Widal. Jadual pemberian cairan tahap kedua yakni untuk jam ke-3 didasarkan pada kehilangan cairan selama 2 jam fase inisial sebelumnya.3) Jalan masuk atau cara pemberian cairan Rute pemberian cairan pada orang dewasa meliputi oral dan intravena. rehidrasi diharapkan lengkap pada akhir jam ke-3.Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.Bila ada demam tinggi dan dicurigai adanya infeksi sistemik pemeriksaan biakan empedu.5 g NaCl. preparat malaria serta serologi Helicobacter jejuni sangat dianjurkan.Memberikan terapi definitif. kreatinin dan BJ plasma. Secara klinis diare karena infeksi akut digolongkan sebagai berikut: 1) Koleriform. jamur dan Rotavirus biasanya menyusul setelah melihat hasil pemeriksaan penyaring. Pemeriksaan khusus seperti serologi amuba. 2. diare dengan tinja terutama terdiri atas cairan saja. . elektrolit dan asam basa diperjelas melalui pemeriksaan darah lengkap.5 g NaBik dan 1. Untuk mengetahui penyebab infeksi biasanya dihubungkan dengan dengan keadaan klinis diare tetapi penyebab pasti dapat diketahui melalui pemeriksaan biakan tinja disertai dengan pemeriksaan urine lengkap dan tinja lengkap. Antimotilitas usus seperti Loperamid akan memperburuk diare yang diakibatkan oleh bakteri entero-invasif karena memperpanjang waktu kontak bakteri dengan epitel usus yang seyogyanya cepat dieliminasi. c. 4) Jadual pemberian cairan Jadual rehidrasi inisial yang dihitung berdasarkan BJ plasma atau sistem skor diberikan dalam waktu 2 jam dengan tujuan untuk mencapai rehidrasi optimal secepat mungkin.Gangguan keseimbangan cairan. d.Memberikan terapi simtomatik Terapi simtomatik harus benar-benar dipertimbangkan kerugian dan keuntungannya. Larutan orali dengan komposisi berkisar 29 g glukosa. diare dengan tinja bercampur lendir kental dan kadang-kadang darah. 2) Disentriform. 3. b. Dengan demikian. ureum. analisa gas darah. elektrolit.5 g KCl stiap liternya diberikan per oral pada diare ringan sebagai upaya pertama dan juga setelah rehidrasi inisial untuk mempertahankan hidrasi.

Keluhan utama : Faeces semakin cair.tonus dan turgor kulit berkurang.observasi.Buang air besar disembarang tempat .gelisah.suhu tubuh meningkat.analisa data dan penentuan masalah.1992 adalah : Identitas klien. 3) E.muntah. Kaji data menurut Cyndi Smith Greenberg.Terapi kausal dapat diberikan pada infeksi: 1) Kolera-eltor: Tetrasiklin atau Kotrimoksasol atau Kloramfenikol. perfringens.selaput lendir mulut dan bibir kering.bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi.Menggunakan sumber air yang tercemar .PENGKAJIAN.Pencemaran makanan oleh serangga (lalat.frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan . aureus : Kloramfenikol 6) Salmonellosis: Ampisilin atau Kotrimoksasol atau golongan Quinolon seperti Siprofloksasin7) Shigellosis: Ampisilin atau Kloramfenikol 8) Helicobacter: Eritromisin 9) Amebiasis: Metronidazol atau Trinidazol atau Secnidazol 10) Giardiasis: Quinacrine atau Chloroquineitiform atau Metronidazol 11) Balantidiasis: Tetrasiklin 12) Candidiasis: Mycostatin 13) Virus: simtomatik dan suportif Penyakit Diare dapat ditularkan melalui: . 2) V. kecoa. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi. spesifik 5) A.Pemakaian botol susu yang tidak bersih . coli.anoreksia kemudian timbul diare. Pada bayi ubun-ubun besar cekung. Riwayat keperawatan. dll) atau oleh tangan yang kotor. Awalan serangan : Awalnya anak cengeng. Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DIARE A. parahaemolyticus.berat badan menurun. tidak memerluka terapi spesifik 4) C.psikal assessment.

Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga.selaput lendir.ubun-ubun besar. Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.muntah.nadi cepat dan lemah.pernapasan agak cepat.menyebabkan penurunan berat badan pasien.mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.suhu tubuh tinggi. Riwayat penyakit yang diderita. Kebutuhan dasar.anus kemerahan.kesadran composmentis sampai koma. Pola nutrisi : diawali dengan mual.setelah menyadari penyakit anaknya.berat badan menurun. Perkusi : adanya distensi abdomen.anopreksia.mulut dan bibir kering. Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lamah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.riwayat pemberian imunisasi. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah. . Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Riwayat kesehatan masa lalu.konsistensi encer.kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak. Pemerikasaan fisik.BAK sedikit atau jarang. Riwayat psikososial keluarga. Pemeriksaan sistematik : Inspeksi : mata cekung. Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari.

Pemeriksaan tinja. · Nyeri (akut) b.d perubahan status kesehatan anaknya · Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi.1 Kekurangan volume cairan b/d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual) Tujuan : Kebutuhan cairan akan terpenuhi dengan kriteria tidak ada tanda-tanda dehidrasi Intervensi Rasional Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasiPantau intake dan output.d hiperperistaltik. · Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.darah lengkap dan doodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif. iritasi fisura perirektal. Pemeriksaan tinglkat tumbuh kembang.d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus. DIAGNOSA KEPERAWATAN · Kekurangan volume cairan b.Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti.d perpisahan dengan orang tua. · Kecemasan anak b. · Kecemasan keluarga b. Pemeriksaan penunjang. tanda/gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium .d pemaparan informasi terbatas. Kaji tanda vital. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun. B. prognosis dan kebutuhan terapi b. RENCANA KEPERAWATAN Dx. Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses. lingkungan yang baru C.Palpasi : Turgor kulit kurang elastis Auskultasi : terdengarnya bising usus.d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual). salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif.

Menurunkan kebutuhan metabolik Pertahankan status puasa selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan Pembatasan diet per oral mungkin ditetapkan selama fase akut untuk menurunkan peristaltik sehingga terjadi kekurangan nutrisi. mencegah iritasi . Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet Memenuhi kebutuhan nutrisi klien Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi Mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi/mencegah kekurangan nutrisi lebih lanjut Dx. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria terjadi peningkatan bera badan Intervensi Rasional Pertahankan tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut.2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus.3 : Nyeri (akut) b/d hiperperistaltik. misalnya dengan lutut fleksi. Menurunkan tegangan permukaan abdomen dan mengurangi nyeri Lakukan aktivitas pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dan kompres hangat abdomen Meningkatkan relaksasi. Tujuan : Nyeri berkurang dengan kriteria tidak terdapat lecet pada perirektal Intervensi Rasional Atur posisi yang nyaman bagi klien.Menilai status hidrasi. mengalihkan fokus perhatian kliendan meningkatkan kemampuan koping Bersihkan area anorektal dengan sabun ringan dan airsetelah defekasi dan berikan perawatan kulit Melindungi kulit dari keasaman feses. Pemberian makanan sesegera mungkin penting setelah keadaan klinis klien memungkinkan. iritasi fisura perirektal. elektrolit dan keseimbangan asam basa Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah penyebab diare diketahui Dx.

5 : Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi. prognosis dan kebutuhan terapi b/d pemaparan informasi terbatas. tunjukkan sikap ramah tamah dan tulus dalam membantu klien.Kolaborasi pemberian obat analgetika dan atau antikolinergik sesuai indikasi Analgetik sebagai agen anti nyeri dan antikolinergik untuk menurunkan spasme traktus GI dapat diberikan sesuai indikasi klinis Kaji keluhan nyeri dengan Visual Analog Scale (skala 1-5). . salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif. Intervensi Rasional Dorong keluarga klien untuk membicarakan kecemasan dan berikan umpan balik tentang mekanisme koping yang tepat. Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kesiapan fisik dan mental serta latar belakang pengetahuan sebelumnya.4 : Kecemasan keluarga b/d perubahan status kesehatan anaknya. Tujuan : Keluarga mengungkapkan kecemasan berkurang. serta mampu mendemonstrasikan perawatan anak di rumah. Intervensi Rasional Kaji kesiapan keluarga klien mengikuti pembelajaran. Membantu mengidentifikasi penyebab kecemasan dan alternatif pemecahan masalah Tekankan bahwa kecemasan adalah masalah yang umum terjadi pada orang tua klien yang anaknya mengalami masalah yang sama Membantu menurunkan stres dengan mengetahui bahwa klien bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah yang demikian Ciptakan lingkungan yang tenang. perubahan karakteristik nyeri. petunjuk verbal dan non verbal Mengevaluasi perkembangan nyeri untuk menetapkan intervensi selanjutnya Dx. Mengurangi rangsang eksternal yang dapat memicu peningkatan kecemasan Dx. termasuk pengetahuan tentang penyakit dan perawatan anaknya. Tujuan : Keluarga akan mengerti tentang penyakit dan pengobatan anaknya.

Jelaskan dan tunjukkan cara perawatan perineal setelah defekasi Meningkatkan kemandirian dan kontrol keluarga klien terhadap kebutuhan perawatan diri anaknya Dx. Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. Pengetahuan kelurga meningkat. frekuensi dan cara pemberian serta efek samping yang mungkin timbul Meningkatkan pemahaman dan partisipasi keluarga klien dalam pengobatan. Rasa nyaman terpenuhi. Pemahaman tentang masalah ini penting untuk meningkatkan partisipasi keluarga klien dan keluarga dalam proses perawatan klien Jelaskan tentang tujuan pemberian obat. kemudian disusun rencana. Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhantubuh. penyebab dan akibatnya terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari aktivitas sehari-hari. Bila ada yang belum tercapai maka dilakukan pengkajian ulang. 6 : Kecemasan anak b. dosis. Integritas kulit kembali normal. EVALUASI Evaluasi merupakan pengukuran keberhasilan sejauhmana tujuan tersebut tercapai. lingkugan yang baru Tujuan : Kecemasan anak berkurang dengan kriteria memperlihatkan tanda-tanda kenyamanan Intervensi Rasional Anjurkan pada keluarga untuk selalu mengunjungi klien dan berpartisipasi dalam perawatn yang dilakukan Mencegah stres yang berhubungan dengan perpisahan Berikan sentuhan dan berbicara pada anak sesering mungkin Memberikan rasa nyaman dan mengurangi stress Lakukan stimulasi sensory atau terapi bermain sesuai dengan ingkat perkembangan klien Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan secara optimun D.d Perpisahan dengan orang tua. kemudian dilaksanakan dalam implementasi keperawatan lalau dievaluasi.Jelaskan tentang proses penyakit anaknya. bila dalam evaluasi belum teratasi maka dilakukan langkah awal lagi dan seterusnya sampai tujuan tercapai. . Cemas pada klien teratasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful