P. 1
surah dhuha

surah dhuha

|Views: 488|Likes:
Published by Syifa' Sahari

More info:

Published by: Syifa' Sahari on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2013

pdf

text

original

Sebab-sebab Turunnya Surat Ad-Dhuha Oleh : Annisa Khairiyah

Arti Surat Ad-Dhuha 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik, 2. Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu 4. Dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan) 5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas. 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? 7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. 8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang. 10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. 11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.

Syaikhain atau Imam Bukhari dan Imam Muslim serta selain keduanya, semuanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Jundab yang menceritakan bahwa Nabi saw. mengalami sakit, karena itu beliau tidak melakukan salat malam selama satu atau dua malam. Lalu datang kepadanya seorang wanita seraya berkata, "Hai Muhammad! Aku tidak berpendapat lain kecuali aku yakin bahwasanya setanmu itu telah meninggalkanmu. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi. Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tidak (pula) benci kepadamu." (Q.S. Adh Dhuhaa 1-3) Imam Sa’id bin Manshur dan Imam Faryabi kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Jundab yang menceritakan, bahwa malaikat Jibril sudah cukup lama tidak muncul kepada Nabi saw. Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Muhammad telah ditinggalkan. Lalu turunlah ayat tadi Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui Zaidbin Arqam r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. tinggal selama beberapa hari tanpa ada wahyu yang turun

kepadanya. Maka Umu Jamil istri Abu Lahab mengatakano "Aku tiada berpendapat melainkan bahwa temanmu itu (yakni malaikat Jibril) telah meninggalkanmu dan membencimu." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, Demi waktu Dhuha..." (Q.S.Adh Dhuhaa 1, dan beberapa ayat berikutnya). Imam Thabrani dan Imam Ibnu Abu Syaibah di dalam kitab Musnad, juga Imam Wahidi serta lain-lainnya, semuanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang di dalamnya terdapat seseorang perawi yang identitasnya masih belum dikenal. Hadis ini diketengahkan melalui Hafsh bin Masirah Al Qurasyi, kemudian Hafsh menerimanya dari ibunya, ibu Hafsh menerimanya dari ibunya yang bernama Khaulah. Khaulah ini menjadi pelayan Rasulullah saw.; ia telah menceritakan, bahwa ada seekor anak anjing memasuki rumah Nabi saw. lalu anak anjing itu memasuki kolong ranjang beliau, dan anjing itu mati di situ. Maka Nabi saw. tinggal selama empat malam tanpa ada suatu wahyu pun yang turun kepadanya. Nabi saw. berkata, "Hai Khaulah! Apakah gerangan yang telah terjadi di dalam rumah Rasulullah, Jibril sudah cukup lama tidak berkunjung kepadaku?" Kemudian aku berkata di dalam hati. "Seandainya aku bersihkan terlebih dahulu rumah ini alangkah baiknya." Segera aku menyapu rumah lalu aku membungkukkan badanku untuk membersihkan bawah kolong ranjang dengan sapu, lalu aku mengeluarkan bangkai anak anjing dari kolong ranjangnya. Ketika Nabi saw. datang, tiba-tiba tubuhnya bergetar sehingga pakaian jubah yang disandangnya pun ikut bergetar. Sesungguhnya Nabi saw. apabila turun wahyu kepadanya, maka tubuhnya tampak gemetar, lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha..." (Q.S. Adh Dhuhaa, l) sampai dengan firman-Nya, ."..lalu (hati) kamu menjadi puas." (Q.S. Adh Dhuhaa, 5) Sehubungan dengan hadis di atas Hafiz lbnu Hajar memberikan komentarnya bahwa, kisah mengenai terlambatnya malaikat. Jibril disebabkan adanya anak anjing, hadis mengenai kisah ini sudah terkenal, hanya saja keadaan hadis tersebut kalau dianggap sebagai Asbabun Nuzul ayat ini, maka hal ini garib yakni, aneh bahkan Syadz dan ditolak karena ada bukti yang menyanggahnya di dalam kitab satrih. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Syaddad, bahwa Siti Khadijah berkata kepada Nabi saw., "Sesungguhnya aku melihat bahwa tiada lain Rabbmu telah meninggalkan kamu." Lalu turunlah ayat tersebut. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Urwah yang menceritakan, bahwa malaikat Jibril terlambat datang kepada Nabi saw., maka Nabi saw. merasa sangat berduka cita. Selanjutnya Siti Khadijah berkata, "Sesungguhnya aku memandang bahwa Rabbmu membencimu karena sikapmu yang selalu kelihatan berduka cita itu", lalu turunlah ayat tersebut. Kedua hadis tersebut perawinya adalah orang-orang yang dapat dipercaya dan predikat kedua hadis tersebut sama-sama mursal. Hafiz Ibnu Hajar memberikan komentarnya menurut pendapat yang kuat ialah bahwa masing-masing dari Umu Jamil dan Siti Khadijah benar-benar mengatakan hal tersebut. Hanya saja Umu Jamil mengatakannya atas dorongan kebencian, sedangkan Siti Khadijah mengatakannya karena ikut berduka cita. Imam Thabrani dan Imam Ibnu Abu Syaibah di dalam kitab Musnad, juga Imam Wahidi serta lain-lainnya, semuanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang di dalamnya terdapat seseorang perawi yang identitasnya masih belum dikenal.

Hadis ini diketengahkan melalui Hafsh bin Masirah Al Qurasyi, kemudian Hafsh menerimanya dari ibunya, ibu Hafsh menerimanya dari ibunya yang bernama Khaulah. Khaulah ini menjadi pelayan Rasulullah saw. ia telah menceritakan, bahwa ada seekor anak anjing memasuki rumah Nabi saw. lalu anak anjing itu memasuki kolong ranjang beliau, dan anjing itu mati di situ. Maka Nabi saw. tinggal selama empat malam tanpa ada suatu wahyu pun yang turun kepadanya. Nabi saw. berkata "Hai Khaulah! Apakah gerangan yang telah terjadi di dalam rumah Rasulullah, Jibril sudah cukup lama tidak berkunjung kepadaku?" Kemudian aku berkata di dalam hatio "Seandainya aku bersihkan terlebih dahulu rumah ini alangkah baiknya." Segera aku menyapu rumah lalu aku membungkukkan badanku untuk membersihkan bawah kolong ranjang dengan sapu, lalu aku mengeluarkan bangkai anak anjing dari kolong ranjangnya. Ketika Nabi saw. datang, tiba-tiba tubuhnya bergetar sehingga pakaian jubah, yang disandangnya pun ikut bergetar. Sesungguhnya Nabi saw. apabila turun wahyu kepadanya maka tubuhnya tampak gemetar, lalu Allah menurunkan firman-Nyao "Demi waktu Dhuha..." (Q.S. Adh Dhuhaa, 1) sampai dengan firman-Nya, "..lalu (hati) kamu menjadi puas." (Q.S. Adh Dhuhaa, 5). Sehubungan dengan hadis di atas Haftz Ibnu Hajar memberikan komentarnya bahwa kisah mengenai terlambatnya malaikat Jibril disebabkan adanya anak anjing, hadis mengenai kisah ini sudah terkenal, hanya saja keadaan hadis tersebut kalau dianggap sebagai Asbabun Nuzul ayat ini, maka hal ini garib yakni, aneh bahkan Syadz dan ditolak karena ada bukti yang menyanggahnya di dalam kitab sahih. Imam Thabrani di dalam kitab Al Ausath mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a menceritakan, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, "Telah ditampakkan kepadaku apa-apa yang kelak dapat ditaklukan oleh umatku sesudahku, lalu aku gembira melihatnya", maka Allah menurunkan firman-Nya, "dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia." (Q.S. Adh Dhuhaa 4) Sanad hadis ini berpredikat Hasan atau baik.

Dalam surah ini, Allah swt menurunkan kasih sayang dan melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad saw. Allah ingin mengobati penderitaan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. sekaligus memberikan ketenangan dan keyakinan kepadanya. Ad-Duha diturunkan secara khusus untuk Nabi Muhammad saw. Surah ini untuk menghibur, menyenangkan dan menenangkan hati beliau yang sedang kesusahan karena ejekan-ejekan dari kaum kafir Quraisy. Dalam beberapa riwayat, diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. menderita sakit hingga membuatnya susah bangun. Beliau berbaring ditempat tidurnya dan tidak bangun untuk salat Tahajud semalam atau dua malam. Kemudian datanglah seorang wanita musyrik dan berkata, “wahai Muhammad, aku melihat setanmu telah pergi meninggalkanmu.” Sufyan Ibnu Uyainah meriwayatkan bahwa malaikat Jibril tidak datang membawa wahyu kepada Nabi Muhammad saw. sekitar lima belas hari. Lamanya wahyu tidak turun itu membuat orang-orang kafir mengatakan, “Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya.” Berikut ini sebuah hadis yang menceritakan asbabun nuzul surah ad-Duha baca dan perhatikan baik-baik

Artinya : Dari Junduh, dia berkat, “Nabi saw. menderita sakit hingga dia tetap berbaring di tempat tidurnya dan tidak bangun untuk salat Tahajud semalam atau dua malam. Kemudian, datang seorang wanita dan berkata, “Wahai Muhammad, aku melihat setanmu telah pergi meninggalkanmu.” Lalu, Allah swt. Menurunkan surah ad-Duha ayat 1-3 ersebut (demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu).” (HR. Ahmad no. 18051)

Artinya : Dari Hakim bin Hizam r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tangan di atas (orang yang memberi) lebih baik daripada tangan dibawah (orang yang meminta). Dahulukanlah orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Sesungguhnya sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang mempunyai kelebihan. Siapa saja yang menjaga kehormatan dirinya maka Allah akan menjaganya dan siapa saja yang merasa cukup maka Allah akan mencukupkannya.” (H.R. al-Bukhari no. 1338 dan Muslim no.1716)

Kandungan hadis Hadis tersebut menyebutkan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Maksud tangan di atas adalah orang yang memberi atau bersedekah, sedangkan tangan dibawah adalah orang yang meminta atau peminta-minta. Jadi, hadis tersebut mengajarkan bahwa memberi lebih baik daripada meminta-minta. Memberi atau bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Senang memberi bantuan kepada orang yang kekurangan merupakan akhlak terpuji. Senang memberi hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai sifat pemurah. Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling pemurah di antara orang-orang yang pemurah. Beliau selalu memberi jika ada orang yang meminta kepadanya. Jika beliau tidak punya, dicarikannya dahulu dan diberikannya pada lain hari. Sifat pemurah juga dimiliki para sahabat Nabi Muhammad saw. misalnya, Usman bin Affan. Ketika Nabi Muhammad saw. mendapat berita bahwa kerajaan Romawi Timur akan menyerang Madinah, beliau mengumpulkan orang-orang guna mencari dana untuk menghadapi serangan tersebut. Usman bin Affan yang terkenal kaya raya dan dermawan segera menyerahkan 1.000 ekor unta, 50 ekor kuda, dan 1.000 mata uang emas. Setelah melihat tumpukan emas itu, Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya, “Sesunggunya apa yang engkau sumbangkan itu, niscaya tidak akan mengurangi hartamu.”

Sebab-sebab Turunnya Hadis Tentang Keutamaan Memberi

Khadijah istri Nabi Muhammad saw. adalah seorang saudagar kaya. Beliaupun rela memberikan semua hartanya untuk perjuangan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan Islam saat itu. Orang pemurah selalu memberi bantuan kepada orang yang memerlukan, baik diminta maupun tidak. Hatinya bersih dari taman dan serakah serta ikhlas. Dalam memberi, perkataannya selalu menyenangkan, tidak dengan kata-kata yang menyakitkan. Mereka yakin dengan pemberiannya itu tidak akan mengurangi hartanya. Bahkan, Allah swt. Akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Dalam surah al-Lail ayat 5-7, Artinya : Maka barang siapa memberikan (hartaya di jalan Allah), dan bertakwa dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagian). Q.S. al-Lail/92: 5-7

Tadabbur surah ad-Dhuha~ by ana for everyone Asbabun Nuzul

Jun 5, '07 12:57 AM

Secara ringkasnya, suraah ad-Dhuha telah diturunkan kepada nabi Muhammad setelah sudah lama tidak diturunkan wahyu oleh Allah. Adapun perbezaan masa antara wahyu yang terakhir dengan surah addhuha adalah lama sehingga menyebabkan masyarakat Quraisy yang lainnya mengatakan kepada Nabi Muhammad bahawa sesungguhnya Allah telah meninggalkan nabi. Antara kisah2 yang dicatatkan di dalam 'Rumusan Tafsir Ibn Katsir' ialah mengenai saat ketika Nabi Muhammad sakit pada waktu malam hingga menyebabkan baginda tidak dapat melakukan solat. baginda telah didatangi oleh seorang wanita seraya wanita tersebut berkata ' setanmu telah meninggalkan kamu'. Terdapat riwayat yang mengatakan bahawa wanita tersebut adalah isteri Abu Jahal. Peristiwa2 sebegini telah menyebabkan Rasulullah menjadi 'down' kerana ketiadaan wahyu yang baru. Maka Allah telah menurunkan surah adDhuha untuk menjawab kembali segala tohmahan dan herdikan orang kafir Quraisy.

Pengajaran ayat

Dalam melakukan perjuangan menegakkan Islam akan datangnya banyak tribulasi dan mehnah. Hal ini bukan sahaja berlaku pada masa kini akan tetapi telah dihadapi oleh Rasulullah sejak awal kebangkitan

islam malah lebih teruk lagi. Antara peristiwa yang berlaku adalah peristiwa di mana orang kfir Quraisy telah memburukkan nama Rasulullah di mata masyarakat kabilah2 yang datang ke Madinah untuk melakukan ibadah haji dan berniaga. Mereka telah menggelar RAsulullah dengan gelaran yang tidak elok seperti 'orang gila' etc..Tujuannya supaya Islam tidak tersebar ke kabilah2 ini. Tetapi berkat usaha dan kesabaran rasulullah akhirnya telah termeterai perjanjian Aqabah dengan masyarakat madinah. Hal ini dengan jelas sekali telah ditulis di dalam Al-Quran dalam surah At-Taubah:42 yang mengatakan bahawa perjuangan itu tidak mudah dan jauh manakala surah At-Taubah:41 mengatakan bahawa pengorbanan itu perlu dalam berdakwah. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan dalam ayat ke 4 surah Ad-Dhuha bahawasanya hari akhirat itu lebih baik dr duniawi..Maka ganjaran usaha menegakkan Islam Lillahita 'ala adalah sangat besar di akhirat kelak. Di sinilah para daie perlu memainkan peranan dalam menyebarkan islam iaitu dengan sentiasa bersabar dan berlapang dada dengan tribulasi dan mehnah yang melanda. Ini termaktub di dalam Al-Quran pada surah Al-Insyirah. Oleh itu sebagai muslim merangkap para Daie' kesabaran itu menjadi faktor utama kejayaan dakwah.Moga Islam itu terus berkembang dan terbentuknya khilafah islamiyyah yang telah lama tiada dengan peranan pemuda-pemuda Islam.Dan sentiasalah menjadi seorang hamba yang bersyukur, zuhud dengan dunia dan sentiasa menginginkan akhirat. Adapun satu kisah yang diceritakan dalam syarah Hadith yang pertama dalam buku Hadith 40 Imam Nawawi bahawasanya Rasulullah pernah ditanya oleh Aisyah mengenai solat yang dilakukan baginda hingga kaki baginda bengkak. Maka Rasulullah menjawab, "salahkah ak menjadi hamba yang bersyukur".

Kesimpulan

Jadilah muslim dan mu'min yang sejati, yang benar2 mengharapkan redha Allah dan syurga sebagai matlamat utama kita di akhirat kelak. bersabarlah dengan dugaan yang menimpa dan bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita manusia. Wallahua'lam

Ir Nizar: Tafsir Surah Ad-Dhuha menceritakan tentang dirinya sendiri | Posted by silver at 6:36 AM

Tafsir Surah Ad-Dhuha Wednesday, September 17, 2008

Surah ini merupakan surah makkiyah. Turun ketika Nabi SAW sedang bersendirian. Surah ini turun setelah berlaku suatu tempoh masa tiadanya wahyu baru yang turun kepada baginda sehingga menimbulkan fitnah di kalangan penduduk di Kota Makkah.

Hadith daripada Jundub RA, ia berkata, bahawasanya Rasulullah SAW telah tidak bangun untuk berqiyamullail selama 1 atau 2 malam. Kemudian telah datang kepada baginda seorang wanita seraya bertanya, "Bagaimanakah syaitanmu wahai Rasulullah?" Nabi SAW diam. Setelah itu Allah telah menurunkan surah Ad-Dhuha sebagai jawapan kepada wanita tersebut. [Muttafaqun Alaih]

Dalam hadith yang lain pula, Ibn Abbas RA berkata, bahawasanya Ummu Jamil (isteri Abu Lahab) telah berkata, "Malaikat dan wahyu sudah tidak turun lag. Tuhan telah memutuskan hubungan dengan dia". kemudian Ummu Jamil telah menyebarkan perkara tersebut ke khalayak ramai. Akibatnya Rasulullah SAW berasa susah hati. Lalu Allah telah menurunkan Surah Ad-Dhuha.

Ayat 1: Maksudnya - Demi waktu Dhuha Penjelasan :

Allah bersumpah dengan waktu Dhuha (waktu naik matahari)

Allah bersumpah pada waktu Dhuha kerana Ummu Jamil telah menyebarkan fitnahnya tentang pemberhentian wahyu pada waktu-waktu tersebut.

Ayat 2: Maksudnya - Dan demi malam apabila telah sunyi Penjelasan :

Allah bersumpah dengan waktu malam (apabila ia menjadi gelap)

Kerana telah bertanya wanita dalam hatith pertama tadi tentang waktu malam baginda.

Ayat 3: Maksudnya - Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci padamu Penjelasan :

Allah tidak sekali-kali meninggalkan Rasulullah SAW bersendirian sewaktu fitnah-fitnah terebut melanda.

Allah bersumpah bahawa Allah tidak meninggalkan Rasulullah SAW pada waktu Dhuha ataupun waktu malam.

Allah menyayangi dan menjaga baginda sejak dari dalam kandungan hinggalah pada ketika surah itu diturunkan.

Ayat 4: Maksudnya - Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan Penjelasan :

Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Pemimpin Agung di dunia dan di akhirat.

Ayat 5: Maksudnya - Dan kelak tuhanmu pasti memberikan kurnianya kepadamu lalu hati kamu menjadi puas. Penjelasan :

Akan diberikan kepada Rasulullah SAW (di akhirat) segala nikmat yang paling besar yakni boleh mensyafaatkan sekalian manusia dan juga sungai Al-Kautsar di dalam syurga.

Ayat 6: Maksudnya - Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang anak yatim, lalu Dia melindungimu. Penjelasan -

Allah telah mengurniakan Nabi SAW dengan ibu-ibu susuan dan orang-orang yang mendidik baginda sewaktu ibu baginda masih hidup. Setelah kewafatan ibu baginda, Allah telah mengirimkan orang-orang yang menjaga Nabi Muhammad SAW sehingga dewasa. (Abdul Mutalib, Abu Talib)

Ayat 7: Maksudnya - Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Penjelasan -

Muhammad bukanlah tergolong dalam golongan Nabi dan Rasul sehinggalah umur Baginda 40 tahun, 2 bulan, 12 hari. Setelah tiba masanya, Allah melantik Muhammad Bin Abdullah sebagai seorang Rasul. Ini bermakna Allah telah menaikkan darjat baginda sebagai seorang Nabi dan Rasul.

Ayat 8: Maksudnya - Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan Penjelasan -

Nabi Muhammad SAW lahir dalam keluarga yang sangat susah lalu Allah menjadikan Nabi seorang yang kaya.

Dengan kurniaan Agama Islam Dengan terbentuknya sebuah Negara Islam Dengan perkahwinan baginda denag seorang saudagar yang kaya raya (Siti Khadijah). Mempunyai para sahabat yang jujur dan ikhlas dalam memperjuangkan Agama Islam. Dikurniakan segala kenikmatan syurga.

Ayat 9: Maksudnya - Adapun terhadap anak yatim maka janganlah diambil hartanya.

Ayat 10: Maksudnya - dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu mengherdiknya

Ayat 11: Maksudnya - Dan terhadap nikmat tuhanmu maka hendaklah kamu sentiasa bersyukur

Surah Ad-Dhuha paling afdhal dibaca ketika solat Dhuha.

Fadhilat surah Ad-Dhuha

Mengeratkan hubungan dengan Allah SWT Mendapat kemudahan hidup Dikabulkan permintaan Untuk menenangkan jiwa dari kesedihan dan kekacauan.

Asbabun Nuzul Surah Ad Dhuha Syaikhain atau Imam Bukhari dan Imam Muslim serta selain keduanya, semuanya mengetengahkan sebuah hadismelalui Jundab yang menceritakan, bahwa Nabi saw. mengalami sakit, karena itu beliau tidak melakukan salatmalam selama satu atau dua malam.Lalu datang kepadanya seorang wanita seraya berkata, "Hai Muhammad! Aku tidak berpendapat lain kecuali akuyakin bahwasanya setanmu itu telah meninggalkanmu." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha,dan demi malam apabila telah sunyi. Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tidak (pula) benci kepadamu." (Q.S.Adh Dhuhaa 13).Ad: Main Facebook dan Twitter Dapat Uang, Pulsa, Sekaligus Sedekah. Caranya..? SilahkanKLIK DISINI Imam Sa'id bin Manshur dan Imam Faryabi kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Jundab yangmenceritakan, bahwa malaikat Jibril sudah cukup lama tidak muncul kepada Nabi saw. Maka orang-orang musyrikmengatakan, "Muhammad telah ditinggalkan." Lalu turunlah ayat tadi.Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui Zaid bin Arqam r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullahsaw. tinggal selama beberapa hari tanpa ada wahyu yang turun kepadanya. Maka Umu Jamil istri Abu Lahabmengatakan, "Aku tiada berpendapat melainkan bahwa temanmu itu (yakni malaikat Jibril) telah meninggalkanmudan membencimu." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha..." (Q.S. Adh Dhuhaa 1, dan beberapaayat berikutnya).Imam Thabrani dan Imam Ibnu Abu Syaibah di dalam kitab Musnad, juga Imam Wahidi serta lain-lainnya,semuanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang di dalamnya terdapat seseorang perawi yangidentitasnya masih belum dikenal. Hadis ini diketengahkan melalui Hafsh bin Masirah Al Qurasyi, kemudian Hafshmenerimanya dari ibunya, ibu Hafsh menerimanya dari ibunya yang bernama Khaulah. Khaulah ini menjadipelayan Rasulullah saw.; ia telah menceritakan, bahwa ada seekor anak anjing memasuki rumah Nabi saw. laluanak anjing itu memasuki kolong ranjang beliau, dan anjing itu mati di situ.Maka Nabi saw. tinggal selama empat malam tanpa ada suatu wahyu pun yang turun kepadanya. Nabi saw.berkata, "Hai Khaulah! Apakah gerangan yang telah terjadi di dalam rumah Rasulullah, Jibril sudah cukup lamatidak berkunjung kepadaku?" Kemudian aku berkata di dalam hati, "Seandainya aku bersihkan terlebih dahulurumah ini alangkah baiknya." Segera aku menyapu rumah, lalu aku membungkukkan badanku untukmembersihkan bawah kolong ranjang dengan sapu, lalu aku mengeluarkan bangkai anak anjing dari kolongranjangnya.Ketika Nabi saw. datang, tiba-tiba tubuhnya bergetar sehingga pakaian jubah yang disandangnya pun ikutbergetar. Sesungguhnya Nabi saw. apabila turun wahyu kepadanya, maka tubuhnya tampak gemetar, lalu Allahmenurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha..." (Q.S. Adh Dhuhaa, 1) sampai dengan firman-Nya, ."..lalu (hati)kamu menjadi puas." (Q.S. Adh Dhuhaa, 5).Sehubungan dengan hadis di atas Hafiz Ibnu Hajar memberikan komentarnya bahwa, kisah mengenaiterlambatnya malaikat Jibril disebabkan adanya anak anjing, hadis mengenai kisah ini sudah terkenal, hanya sajakeadaan hadis tersebut kalau dianggap sebagai Asbabun Nuzul ayat ini, maka hal ini garib yakni, aneh bahkan

Syadz dan ditolak karena ada bukti yang menyanggahnya di dalam kitab sahih.Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Syaddad, bahwa Siti Khadijah berkata kepadaNabi saw., "Sesungguhnya aku melihat bahwa tiada lain Rabbmu telah meninggalkan kamu." Lalu turunlah ayattersebut. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Urwah yang menceritakan, bahwa malaikatJibril terlambat datang kepada Nabi saw., maka Nabi saw. merasa sangat berduka cita.Selanjutnya Siti Khadijah berkata, "Sesungguhnya aku memandang bahwa Rabbmu membencimu karena sikapmuyang selalu kelihatan berduka cita itu", lalu turunlah ayat tersebut. Kedua hadis tersebut perawinya adalah orang-orang yang dapat dipercaya dan predikat kedua hadis tersebut sama-sama mursal.Hafiz Ibnu Hajar memberikan komentarnya, menurut pendapat yang kuat ialah bahwa masingmasing dari UmuJamil dan Siti Khadijah benar-benar mengatakan hal tersebut. Hanya saja Umu Jamil mengatakannya atasdorongan kebencian, sedangkan Siti Khadijah mengatakannya karena ikut berduka cita.Sumber: http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_AsbabunNuzul.asp?SuratKe=93Ad: Main Facebook dan Twitter Dapat Uang, Pulsa, Sekaligus Sedekah. Caranya..? SilahkanKLIK DISINI

SELASA, 30 NOVEMBER 2010Sebab-sebab Turunnya Surat Ad-DhuhaOleh : Annisa KhairiyahArti Surat Ad-Dhuha1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,2. Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu4. Dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenangwenang.10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.

Syaikhain atau Imam Bukhari dan Imam Muslim serta selain keduanya, semuanya mengetengahkansebuah hadis melalui Jundab yang menceritakan bahwa Nabi saw. mengalami sakit, karena itu beliautidak melakukan salat malam selama satu atau dua malam. Lalu datang kepadanya seorang wanitaseraya berkata,"Hai Muhammad! Aku tidak berpendapat lain kecuali aku yakin bahwasanya setanmu itu telahmeninggalkanmu. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Demi waktu Dhuha, dan demi malam apabilatelah sunyi. Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tidak (pula) benci kepadamu." (Q.S. Adh Dhuhaa 1-3)Imam Sa id bin Manshur dan Imam Faryabi kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis melaluiJundab yang menceritakan, bahwa malaikat Jibril sudah cukup lama tidak muncul kepada Nabi saw.Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Muhammad telah ditinggalkan.Lalu turunlah ayat tadi Imam Hakim mengetengahkan sebuah hadis melalui Zaidbin Arqam

r.a. yangmenceritakan, bahwa Rasulullah saw. tinggal selama beberapa hari tanpa ada wahyu yang turunkepadanya. Maka Umu Jamil istri Abu Lahab mengatakano "Aku tiada berpendapat melainkan bahwatemanmu itu (yakni malaikat Jibril) telah meninggalkanmu dan membencimu." Lalu Allah menurunkanfirman-Nya, Demi waktu Dhuha..." (Q.S.Adh Dhuhaa 1, dan beberapa ayat berikutnya). Imam Thabranidan Imam Ibnu Abu Syaibah di dalam kitab Musnad, juga Imam Wahidi serta lain-lainnya, semuanyamengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang di dalamnya terdapat seseorang perawi yangidentitasnya masih belum dikenal.Hadis ini diketengahkan melalui Hafsh bin Masirah Al Qurasyi, kemudian Hafsh menerimanya dariibunya, ibu Hafsh menerimanya dari ibunya yang bernama Khaulah. Khaulah ini menjadi pelayanRasulullah saw.; ia telah menceritakan, bahwa ada seekor anak anjing memasuki rumah Nabi saw. laluanak anjing itu memasuki kolong ranjang beliau, dan anjing itu mati di situ. Maka Nabi saw. tinggalselama empat malam tanpa ada suatu wahyu pun yang turun kepadanya. Nabi saw. berkata, "HaiKhaulah! Apakah gerangan yang telah terjadi di dalam rumah Rasulullah, Jibrilsudah cukup lama tidak berkunjung kepadaku?" Kemudian aku berkata di dalam hati."Seandainya aku bersihkan terlebih dahulu rumah ini alangkah baiknya." Segera aku menyapu rumahlalu aku membungkukkan badanku untuk membersihkan bawah kolong ranjang dengan sapu, lalu akumengeluarkan bangkai anak anjing dari kolong ranjangnya. Ketika Nabi saw. datang, tiba-tiba tubuhnyabergetar sehingga pakaian jubah yang disandangnya pun ikut bergetar. Sesungguhnya Nabi saw. apabilaturun wahyu kepadanya, maka tubuhnya tampak gemetar, lalu Allah menurunkan firmanNya, "Demiwaktu Dhuha..." (Q.S. Adh Dhuhaa, l) sampai dengan firman-Nya, ."..lalu (hati) kamu menjadi puas."(Q.S. Adh Dhuhaa, 5) Sehubungan dengan hadis di atas Hafiz lbnu Hajar memberikan komentarnyabahwa, kisah mengenai terlambatnya malaikat.

Jibril disebabkan adanya anak anjing, hadis mengenai kisah ini sudah terkenal, hanya saja keadaan hadistersebut kalau dianggap sebagai Asbabun Nuzul ayat ini, maka hal ini garib yakni, aneh bahkan Syadzdan ditolak karena ada bukti yang menyanggahnya di dalam kitab satrih. Imam Ibnu Jarirmengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Syaddad, bahwa Siti Khadijah berkata kepada Nabisaw., "Sesungguhnya aku melihat bahwa tiada lain Rabbmu telah meninggalkan kamu." Lalu turunlahayat tersebut. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Urwah yang menceritakan,bahwa malaikat Jibril terlambat datang kepada Nabi saw., maka Nabi saw. merasa sangat berduka cita.Selanjutnya Siti Khadijah berkata, "Sesungguhnya aku memandang bahwa Rabbmu membencimu karenasikapmu yang selalu kelihatan berduka cita itu", lalu turunlah ayat tersebut.Kedua hadis tersebut perawinya adalah orang-orang yang dapat dipercaya dan predikat kedua hadistersebut sama-sama mursal. Hafiz Ibnu Hajar memberikan komentarnya menurut pendapat yang kuatialah bahwa masing-masing dari Umu Jamil dan Siti Khadijah benar-benar mengatakan hal tersebut.Hanya saja Umu Jamil mengatakannya atas dorongan kebencian, sedangkan Siti Khadijahmengatakannya karena ikut berduka cita. Imam Thabrani dan Imam Ibnu Abu Syaibah di dalam kitabMusnad, juga Imam Wahidi serta lain-lainnya, semuanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanadyang di dalamnya terdapat seseorang perawi yang identitasnya masih belum dikenal.Hadis ini diketengahkan melalui Hafsh bin Masirah Al Qurasyi, kemudian Hafsh menerimanya dariibunya, ibu Hafsh menerimanya dari

ibunya yang bernama Khaulah. Khaulah ini menjadi pelayanRasulullah saw. ia telah menceritakan, bahwa ada seekor anak anjing memasuki rumah Nabi saw. laluanak anjing itu memasuki kolong ranjang beliau, dan anjing itu mati di situ. Maka Nabi saw. tinggalselama empat malam tanpa ada suatu wahyu pun yang turun kepadanya. Nabi saw. berkata "HaiKhaulah! Apakah gerangan yang telah terjadi di dalam rumah Rasulullah, Jibril sudah cukup lama tidakberkunjung kepadaku?" Kemudian aku berkata di dalam hatio "Seandainya aku bersihkan terlebihdahulu rumah ini alangkah baiknya." Segera aku menyapu rumah lalu aku membungkukkan badankuuntuk membersihkan bawah kolong ranjang dengan sapu, lalu aku mengeluarkan bangkai anak anjingdari kolong ranjangnya. Ketika Nabi saw. datang, tiba-tiba tubuhnya bergetar sehingga pakaian jubah,yang disandangnya pun ikut bergetar. Sesungguhnya Nabi saw. apabila turun wahyu kepadanya makatubuhnya tampak gemetar, lalu Allah menurunkan firmanNyao "Demi waktu Dhuha..." (Q.S. AdhDhuhaa, 1) sampai dengan firman-Nya, "..lalu (hati) kamu menjadi puas." (Q.S. Adh Dhuhaa, 5).Sehubungan dengan hadis di atas Haftz Ibnu Hajar memberikan komentarnya bahwa kisah mengenaiterlambatnya malaikat Jibril disebabkan adanya anak anjing, hadis mengenai kisah ini sudah terkenal,hanya saja keadaan hadis tersebut kalau dianggap sebagai Asbabun Nuzul ayat ini, maka hal ini garibyakni, aneh bahkan Syadz dan ditolak karena ada bukti yang menyanggahnya di dalam kitab sahih. ImamThabrani di dalam kitab Al Ausath mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas r.amenceritakan, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, "Telah ditampakkan kepadaku apa-apa yang kelakdapat ditaklukan oleh umatku sesudahku, lalu aku gembira melihatnya", maka Allah menurunkanfirman-Nya, "dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia." (Q.S. Adh Dhuhaa 4)Sanad hadis ini berpredikat Hasan atau baik

Dalam surah ini, Allah swt menurunkan kasih sayang dan melimpahkan rahmat-Nya kepada NabiMuhammad saw. Allah ingin mengobati penderitaan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. sekaligusmemberikan ketenangan dan keyakinan kepadanya.Ad-Duha diturunkan secara khusus untuk Nabi Muhammad saw. Surah ini untuk menghibur,menyenangkan dan menenangkan hati beliau yang sedang kesusahan karena ejekan-ejekan dari kaumkafir Quraisy.Dalam beberapa riwayat, diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. menderita sakit hingga membuatnyasusah bangun. Beliau berbaring ditempat tidurnya dan tidak bangun untuk salat Tahajud semalam ataudua malam. Kemudian datanglah seorang wanita musyrik dan berkata, wahai Muhammad, aku melihatsetanmu telah pergi meninggalkanmu. Sufyan Ibnu Uyainah meriwayatkan bahwa malaikat Jibril tidak datang membawa wahyu kepada NabiMuhammad saw. sekitar lima belas hari. Lamanya wahyu tidak turun itu membuat orang-orang kafirmengatakan, Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya. Berikut ini sebuah hadis yang menceritakan asbabun nuzul surah ad-Duha baca dan perhatikan baik-baikArtinya :Dari Junduh, dia berkat, Nabi saw. menderita sakit hingga dia tetap berbaring di tempat tidurnya dantidak bangun untuk salat Tahajud semalam atau dua malam. Kemudian, datang seorang wanita danberkata, Wahai Muhammad, aku melihat setanmu telah pergi meninggalkanmu. Lalu, Allah swt.Menurunkan surah ad-Duha ayat 1-3 ersebut (demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), dandemi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula)membencimu). (HR. Ahmad no. 18051)Artinya :Dari Hakim bin Hizam r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, Tangan di atas (orang yangmemberi) lebih baik daripada tangan dibawah (orang yang meminta).

Dahulukanlah orang-orang yangmenjadi tanggunganmu. Sesungguhnya sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang dikeluarkan olehorang yang mempunyai kelebihan. Siapa saja yang menjaga kehormatan dirinya maka Allah akanmenjaganya dan siapa saja yang merasa cukup maka Allah akan mencukupkannya. (H.R. al-Bukhari no.1338 dan Muslim no.1716)Kandungan hadis

Hadis tersebut menyebutkan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Maksud tangandi atas adalah orang yang memberi atau bersedekah, sedangkan tangan dibawah adalah orang yangmeminta atau peminta-minta. Jadi, hadis tersebut mengajarkan bahwa memberi lebih baik daripadameminta-minta. Memberi atau bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Senang memberi bantuankepada orang yang kekurangan merupakan akhlak terpuji.Senang memberi hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai sifat pemurah. Nabi Muhammad saw.adalah orang yang paling pemurah di antara orang-orang yang pemurah. Beliau selalu memberi jika adaorang yang meminta kepadanya. Jika beliau tidak punya, dicarikannya dahulu dan diberikannya pada lainhari.Sifat pemurah juga dimiliki para sahabat Nabi Muhammad saw. misalnya, Usman bin Affan. Ketika NabiMuhammad saw. mendapat berita bahwa kerajaan Romawi Timur akan menyerang Madinah, beliaumengumpulkan orang-orang guna mencari dana untuk menghadapi serangan tersebut. Usman bin Affanyang terkenal kaya raya dan dermawan segera menyerahkan 1.000 ekor unta, 50 ekor kuda, dan 1.000mata uang emas. Setelah melihat tumpukan emas itu, Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya, Sesunggunya apa yang engkau sumbangkan itu, niscaya tidak akan mengurangi hartamu. Sebab-sebab Turunnya Hadis Tentang Keutamaan MemberiKhadijah istri Nabi Muhammad saw. adalah seorang saudagar kaya. Beliaupun rela memberikan semuahartanya untuk perjuangan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan Islam saat itu.Orang pemurah selalu memberi bantuan kepada orang yang memerlukan, baik diminta maupun tidak.Hatinya bersih dari taman dan serakah serta ikhlas. Dalam memberi, perkataannya selalumenyenangkan, tidak dengan kata-kata yang menyakitkan. Mereka yakin dengan pemberiannya itu tidakakan mengurangi hartanya. Bahkan, Allah swt. Akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.Dalam surah al-Lail ayat 5-7, Artinya :Maka barang siapa memberikan (hartaya di jalan Allah), dan bertakwa dan membenarkan (adanyapahala) yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan(kebahagian).Q.S. al-Lail/92: 5-7Asbabun NuzulSecara ringkasnya, suraah ad-Dhuha telah diturunkan kepada nabi Muhammad setelah sudah lama tidakditurunkan wahyu oleh Allah. Adapun perbezaan masa antara wahyu yang terakhir dengan surah addhuha adalah lama sehingga menyebabkan masyarakat Quraisy yang lainnya mengatakan kepada NabiMuhammad bahawa sesungguhnya Allah telah meninggalkan nabi. Antara kisah2 yang dicatatkan didalam 'Rumusan Tafsir Ibn Katsir' ialah mengenai saat ketika Nabi Muhammad sakit pada waktu malamhingga menyebabkan baginda tidak dapat melakukan solat. baginda telah didatangi oleh seorang wanitaseraya wanita tersebut berkata ' setanmu telah meninggalkan kamu'. Terdapat riwayat yangmengatakan bahawa wanita tersebut adalah isteri Abu Jahal. Peristiwa2 sebegini telah menyebabkanRasulullah menjadi 'down' kerana ketiadaan wahyu yang baru. Maka Allah telah

menurunkan surah ad-Dhuha untuk menjawab kembali segala tohmahan dan herdikan orang kafir Quraisy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->