LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBERDAYA ALAM NEGERIKU: TENTANG BANJIR YANG MELANDA KOTA MANADO

Oleh : Veronica Kumurur Kota Manado pada tanggal 3 Desember 2000, diterjang banjir bandang yang tergolong dasyat. Kasat mata, bencana ini diakibat dari kegiatan-kegiatan manusia yang mengekploitasi alam ini baik menebang pohon-pohon, membuang sampah ke sungai-sungai, dan merobah fungsi kawasan lindung menjadi kawasan budidaya di kota Manado ini secara semena-mena. Kota Manado kita yang memiliki topografi yang khusus, ada yang curam (>30-35 derajat) ada pula yang datar (landai) 10 – 20 derajat dan kurang lebih 21 sungai (besar dan kecil) yang melewati kota Manado. Sebenarnya masyarakat dan pem-kotnya harus hati-hati mengelola pembangunan di wilayah yang memiliki tipologi lingkungan seperti ini, sebab lahan yang curam sebaiknya tidak dihuni atau digunduli sedangkan yang landai harus diatur sedemikian rupa drainasenya agar mengalirkan buangan-buangan cairan dengan baik dan menjaga agar pembangunan yang terjad di kota Manado ini seimbang dengan daya dukung lingkungan Kota Manado. Kita tidak bisa juga menyalahi alam ini, karena fenomena alam yang terjadi seperti pasang yang tertinggi yang terjadi di Kota Manado, terjadi di akhir Desember dan kabarnya kondisi ini akan terjadi sampai dengan bulan Februari akan selalu terjadi di kota Manado (kota pinggir pantai) ini. Curah hujanpun di akhir-akhir tahun yang biasa terjadi pada bulan yang berakhir dengan kata “ber� (September dst). Kondisi-kondisi ini sudah sangat lazim terjadi di kota Manado setiap tahun. Tapi kenapa baru kali ini terjadi banjir sebesar itu? Pasti ada penyebabnya. Sebaiknya kita semua masyarakat Sulut harus menginstropeksi diri, baik masyarakat kota, desa dan pembuat serta pengambil keputusan di daerah propinsi Sulut ini. Karena kejadian ini adalah akibat kegiatan semua manusia di Sulut yang semena-mena terhadap alam ini. Seperti pada analisis saya tentang pemanfaatan ruang daratan sebagai kawasan perlindungan setempat yang ada di kota Manado, dimana kota Manado memiliki 3 macam kawasan perlindungan setempat yang masing-masing adalah kawasan mata air, kawasan sempadan sungai, kawasan sempadan laut. Ketiga jenis kawasan perlindungan setempat ini sudah tidak berfungsi optimal sebagai kawasan lindung.

tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan setempat. Kita bisa lihat disana bahwa di hari-hari yang panas. Semuanya itu hanya mementingkan kepentingan manusia sesaat. Adanya buangan-buangan sampah padat ke sungai-sungai. hal ini disebabkan persepsi masyarakat yang masih menganggap bahwa sungai-sungai itu adalah tempat sampah. sehingga berapa volume air yang akan mencari tempat di saat “pasang tertinggi� terjadi. sungai-sungai yang melewati kota Manado tidak ada lagi yang memiliki kawasan perlindungan setempat semuanya sudah menjadi kawasan permukiman. Secara konkrit saya uraikan di bawah ini. perkebunan. Kondisi ini mengakibatkan aliran-aliran permukaan tanah tidak dapat lagi menyerap baik ke dalam tanah akibat tidak adanya tanaman. DI LUAR KOTA MANADO Adanya pembukaan kawasan lindung di Warembungan. Adanya penebangan pohon-pohon di lahan-lahan kritis (yang memiliki kecuraman yang tinggi) untuk dijadikan lahan permukiman. Adanya peralihan fungsi pemanfaatan ruang-ruang daratan yang berfungsi sebagai kawasan lindung seperti garis sempadan pantai dan garis sempadan sungai yang dikenal sebagai daerah aliran sungai (DAS) menjadi kawasan budidaya seperti: permukiman. Contoh yang bisa kita lihat adalah kondisi di Kombos.Sempadan sungai yang berada di samping kiri dan kanan sungai yang lebarnya 15-20 meter sungai yang kecil dan berada di tengah kota dan 50-100 meter sungai yang berada di luar kawasan permukiman kota sudah tidak lagi berfungsi sebagai kawasan perlindungan setempat. Buangan sampah rumah tangga yang menyumbat riol-riol kota (saluran kota) sangat memberikan kontribusi meluapnya saluran-saluran tersebut. dll) dan sebagai kawasan permukiman. Dari hasil pengamatan saya dalam rangka analisis RUTR kota Manado. sehingga aliran-aliran air mengalir dengan cepat mengisi sungai-sungai tersebut. yang kita tau bersama bahwa kawasan ini adalah kawasan tangkapan air (cacthman area) dana dikawasan inilah 2 . pohon-pohon yang penahan air. DI KOTA MANADO Adanya perubahan garis pantai akibat reklamasi. ada beberapa mata air yang sering digunakan masyarakat Kombos. Yang masuk ke dalam sungai tidak saja air melainkan lumpur atau gerusan tanah sehingga mengakibatkan sungai menjadi dangkal. perkebunan yang dikenal dengan kawasan budidaya. Sehingga air hujan tidak bisa ditahan dan terbuang percuma. industri. lahan pertanian (hulu sungai). pertokoan. kini kawasan ini telah diperuntukkan sebagai kawasan komersil (jasa. Kawasan sempadan pantai tidak lagi menjadi kawasan perlindungan setempat. dimana lahan-lahan yang berfungsi menahan air (catchman area) sudah dibuka dan pohon-pohonnya di tebang untuk dijadikan kawasan pemukiman.

saluran-saluran kota tidak berfungsi (tersumbat) akibat sampah-sampah. tapi jika coba dipikirkan untung ruginya merelokasi masyarakat tersebut dengan membiarkan mereka tetap di lokasi itu yah. Semua ini mengakibatkan danau Tondano mengalami pendangkalan. KESIMPULAN Disaat ombak sedang mengamuk (hal yang biasa di kota Manado) di saat itu pula curah hujan tinggi. ditambah lagi dengan karamba-karamba ikan. sementara tambahan debit air sangat cepat dari pegunungan mengisi kota Manado dan akhirnya kota Manado menjadi banjir. terjadinya pembukaan lahan-lahan lindung di Warembungan semuanya terakumulasi menjadi satu sehingga yang terjadi adalah air-air tersebut tidak bisa lagi mengalir ke laut. memberikan kontribusi debit air yang tinggi di Sungai Tondano ini. sebagai berikut: PEMERINTAH KOTA Harus berani mengambil keputusan merelokasi masyarakat yang berada di kawasan sempadan sungai-sungai yang produktif kelokasi yang lebih aman. Memang perlu biaya. di tambah dengan kondisi pemanfaatan DAS yang sudah sangat maksimal dan kritis.banyak sumber mata air yang digunakan PDAM sebagai sumber air minum kita di Manado. Jadi jika tidak dikelola dan diperbaiki DAS tersebut akibatnya kota Manado akan menjadi kelebihan air di kala hujan (banjir) dan menjadi kekurangan air bersih di kala musim panas (kemarau). dapat kita lihat berapa ruginya yang mereka alami. lebih menguntungkan jika memindahkan mereka ke lokasi lain. melainkan sudah berdiri di atas perairan danau Tondano. berapa banyak air yang tidak tertahan atau terbuang percuma. Kawasan sekitar danau Tondano saat ini juga masih dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan yang memiliki intensitas penglolaan tanah yang tinggi. jumlah air yang masuk ke dalam danau Tondano yang seharusnya tidak akan meluap. Saya mengusulkan kepada pemerintah setempat. yang semakin memprihatinkan. Pemanfaatan kawasan sekitar danau Tondano. dimana rumah-rumah penduduk sekitarnya tidak lagi berada di pinggir danau Tondano. dari pada membiarkan mereka tetap di lokasi itu. tidak dikelolanya kawasan sekitar Danau Tondano.. 3 . Sekarang saja. Apalagi jika hujan lebat. penebangan pohon-pohon di hulu sungai. dimana hal-hal ini lazim terjadi di kota Manado menjelang Natal dan Tahun Baru. Anda bisa melihat di saat hujan kecil saja. air yang terbuang yangmengalir ke jalan raya sangat banyak (saya sudah mengamatinya). sehingga pada musim hujan. yang seharusnya menjadi cadangan air tanah bagi sumber mata air di Warembungan. Penebangan pohon-pohon di hulu Sungai Tondano untuk menjadikan lahan ini sebagai lahan pertanian. kini meluap akibat daya tampung wadah danau Tondano tidak mampu lagi.

sebaiknya cukup saja lahan yang sudah ada. Jagawana (polisi hutan) tidak berfungsi sama sekali. tidak saja pem-kot atau pem-prov. MASYARAKAT KOTA Semua masyarakat (segala lapisan) harus segera berpartisipasi untuk membenahi kota ini. yang tidak pernah terlihat aplikasi hasil penelitian. Memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa sungai bukanlah tempat sampah. kehilangan waktu dan jika diukur dan dikonversikan dengan uang wah…sangat mahal dibandingkan dengan lahan baru sebagai area relokasi. Jika memang masyarakat tidak mau berpartisipasi dengan kondisi ini terutama masyarakat di DAS.. Lahan yang direncakan untuk direklamasi. Menanam pohon-pohon di sepanjang bantaran sungai (DAS). Saya pikir bahwa kondisi ini harus di perhatikan karena akan menjadi percuma jika mereka (pengusaha) HPH tidak di utak-utik. 4 . karena tidak memberikan partisipasi perbaikan. Memberikan informasi pada masyarakat tentang lahan-lahan kritis yang ada di kota Manado dengan menggunakan semua media. elakukan identifikasi lokasi-lokasi yang mengalami bencana banjir yang paling kritis. tidak saja hanya membuat Danau Tondano sebagai obyek penelitian. PERDA harus tegas diaplikasikan dan perlu partisipasi masyarakat yang aktif. karena kegiatan mereka. Mewujudkan pengelolaan Danau Tondano segera. Biarlah air-air laut diberikan tempat sehingga tidak mencari tempat di darat melalu sungai-sungai. karena kenyataannya dari dulu pengawasan bagi pemegang HPH sangat sulit di awasi. Mengelolah kawasan DAS di seluruh sungai di Manado segera. sampai ke hulu sungai. kehilangan nyawa. membuat dan mengawasi saluran-saluran kota dengan baik oleh instansi teknis di kota Manado. misalnya: membuang sampah secara benar. tidak menebang hutan.ya.kehilangan harta. Partisipasi ini harus lahir dari kesadaran semua masyarakat. Tidak usah ditambah lagi. Merencanakan. yang akhirnya kegiatan ini adalah sebagai kontributor bagi banjirnya beberapa daerah di Propinsi Sulut. tidak mengubah lahan-lahan lindung menjadi lahan-lahan budidaya. yah…harus selalu waspada dengan datangnya banjir dan tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. PEMERINTAH PROPINSI Menghentikan saja penebangan hutan atau menutup ijin HPH. dimana data ini bisa menjadi data-base bagi pem-kot untuk merancang dan merevisi kembali RUTR kota Manado. yang sudah dibangun bangunan “Mall�.

.... VERONICA KUMURUR hanyalah seorang manusia yang mengagumi alam ciptaan Allah.. PERILAKU MANUSIA DIRUBAH OLEH KONDISI LINGKUNGAN H.. KABUPATEN MINAHASA S... PEMBANGUNAN FISIK DI KOTA MANADO SELALU “KOMPROM...... KONDISI KECAMATAN MODOINDING.. SEHARUSNYA DOKUMEN AMDAL DISETUJUI DAHULU SEBELUM .KONSERVASI = BENCANA LING. Badai Di Kota Manado Tahun 2002 Karya-karya dari Perempuan 5 . KOTA MANADO MASIH SEPERTI “DESA YANG BESARâ€� MANADO KOTA PANTAI vs LINGKUNGAN/SUMBERDAYA ALAM KOTA MANADO: LINGKUNGAN YANG NYAMAN BAGI PENGHUN...... POLA PEMANFAATAN RUANG KOTA MANADO : TEKANAN TERH... Refleksi kondisi lingkungan hidup Sulawesi Utara 2... PENCEMARAN PERAIRAN TELUK BUYAT.. ► August (19) ESTETIKA LINGKUNGAN: MENENTUKAN KUALITAS TATA RU. PENTINGNYA EKOSISTEM HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA:. SARANA PERMUKIMAN DI KOTA MANADO: TENTANG BANJIR YANG MELANDA KOTA MANADO Manado "Water Front City" Kondisi Danau Tondano KONDISI LINGKUNGAN HIDUP SULAWESI UTARA DI TAHUN 2..... SULAWESI UTARA I... PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DAN POTENSINYA MEMPERCANT. yang setiap saat memberikan inspirasi bagiku untuk merekamnya dalam setiap catatan-catatan kecilku View my complete profile Catatan-catatan ku ▼ 2006 (22) ▼ February (1) PERBURUAN HIDUPAN LIAR . ► July (2) PENTINGNYA EKOSISTEM HUTAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA RENCANA TATA RUANG SEHARUSNYA MENJADI “MAIN ENTR.Posted by VERONICA KUMURUR at 12:45 0 comments: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Yang Punya Ruang...

Kumpulan Tulisan Veronica Kumurur Karya Perempuan-perempuan Perkasa Media Elektronik Menarik Media Elektronik Sulutlink Rumah Kiri Indonesia Forum Diskusi Baku Beking Pande 6 .

7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful