OLEH

:

KELOMPOK 5
061101090 071101025 071101026 071101027 071101028

HAPPY SAHARA BETTY MANURUNG WASLIFOUR GLORYA DAELI DEWI RAHMADANI LUBIS SRI DEWI SIREGAR

Nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya. Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.

Vitamin 5. Karbohidrat 2. Protein 4.1. Lemak 3. Mineral dan Air .

MASALAH KESEHATAN SEHUBUNGAN DENGAN NUTRISI Malnutrisi Obesitas Diabetes Melitus Hipertensi Penyakit Jantung Koroner Kanker Anoreksia Nervosa .

.

1. PENGKAJIAN Pusat pengkajian nutrisi meliputi empat area pokok : Pengukuran fisik ( tinggi dan berat) dan antropometri Tes laboratorium dan biokimia Riwayat diet dan kesehatan Observasi klinik .

Tujuan pengukuran ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan dan mengkaji status nutrisi serta ketersediaan energi tubuh. Pengukuran antropometri meliputi: Tinggi badan Berat badan Tebal lipatan kulit Lingkar tubuh .PENGUKURAN FISIK DAN ANTROPOMETRI Antropometri adalah suatu sistem pengukuran ukuran dan susunan tubuh dan bagian khusus tubuh.

6-1. Hb : 12 mg% d. transferin serum.0 mg/100 ml .5 mg/100 ml b.5-1. total kapasitas ikatan zat besi. Ekskresi kreatinin untuk 24 jam : laki-laki :0. keseimbangan nitrogen. dan hemoglobin. hematokrit. Nilai normal tes laboratorium: a. tes antigen kulit.3 mg/100 ml wanita : 0. kreatinin. Transferin : 170-25 mg/100 ml c. Albumin : 4-5. retinol yang mengikat protein.TES LABORATORIUM DAN BIOKIMIA Tes laboratorium biasanya digunakan untuk mempelajari status nutrisi termasuk ukuran protein plasma seperti albumin.

Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus? c. b. Riwayat keperawatan dan diet: a. waktu makan. makanan kesukaan. Adakah status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan demam? e. Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya? d.RIWAYAT DIET DAN KESEHATAN Pengkajian riwayat diet dan kesehatan meliputi: 1. Anggaran makan. Adakah toleransi makan/minum tertentu? .

2. Faktor yang mempengaruhi pola diet dan status nutrisi: Status kesehatan Kultur dan agama Status sosioekonomi Pilihan pribadi Faktor psikologis Kesalahan informasi dan keyakinan terhadap makanan Alkohol dan obat OBSERVASI KLINIK Perawat mengobservasi klien tandatanda perubahan nutrisi .

baik melalui latihan fisik.2. Kesulitan mengunyah. Penurunan absobsi nutrisi akibat intoleransi laktosa. Ketidakcukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya. Kekurangan nutrisi. DIAGNOSA a. Penurunan nafsu makan. Sekresi berlebihan. mental. berhubungan dengan: Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit infeksi. . ataupun pengeluaran lainnya. Disfagia akibat kelumpuhan serebral. ataupun kanker. diare. luka bakar.

Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi. Penurunan fungsi pengecap atau penciuman. Kelebihan asupan.b. Kelebihan nutrisi. Perubahan gaya hidup. Penurunan kebutuhan metabolisme. . berhubungan dengan: Perubahan pola kenyang akibat efek obat atau radiasi.

Bantu pasien makan jika tidak mampu. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi: 1. PERENCANAAN A. 2 Jaga kebersihan mulut pasien. . tertutup. 3.3. jaga privasi pasien. jaga kebersihan ruangan. berikan obat sebelum makan jika ada indikasi. Sajikan makanan yang mudah dicerna. dan berikan sedikitsedikit tetapi sering. Tingkatkan intake makanan melalui: mengurangi gangguan dari lingkungan seperti berisik dan lain-lain. dalam keadaan hangat. Selingi makan dengan minum. 4. 5.

9. 10. kolaborasi dengan dokter. Ukur intake makanan dantimbang berat badan. 8. 11. . sensori. dan tindakan keperawatan yang berhubungan dengan nutrisi jika pasien menggunanakan NGT. kebutuhan kalori. seperti glukosa. Kaji tanda vital.Berikan feedback yang positif tentang peningkatan intake berat badan. bising usus. hemoglobin. 7.Berikan pendidikan kesehatan tentang: cara diet. Hindari makanan yang mengandung gas. Monitor hasil lab. Lakukan latihan pasif dan aktif. albumin.6. elektrolit.

17.Jelaskan bagaimana tube bekerja dan perawatannya.Cek kepatenan tube.Atur posisi semifowler saat memberikan makanan.12. 16. 14.Cek temperatur makanan agar tidak terlalu panas/dingin.Pemberian cairan/makanan tidak lebih 150 CC sekali pemberian. . 15. Hindari makanan yang mengandung gas. 13.

akibat yang mungkin timbul pada kelebihan berat badan. 7. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak.B. Berikan pengetahuan kesehatan tentang: program diet yang benar. Ukur intake makanan dalam 24 jam. 6. 2. 5. 3. Lakukan pengkajian pola makan pasien. . Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat. Buat program latihan dan olahraga. 4. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh Intervensi: 1. Diskusikan dengan pasien tentang kelebihan makan.

4. . bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada pasien. Pemberian Nutrisi melalui Oral Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi keutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makan atau nutrisi melalui oral (mulut). PELAKSANAAN a.

bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi.b. Pemberian Nutrisi melalui Pipa penduga atau Lambung Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi keutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makan atau nutrisi melalui pipa penduga/lambung. .

Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak bisa makan melalui oral atau pipa nasogastrik dengan tujuan untuk menunjang nutisi enteral yang hanya memenuhi sebagian nutrisi harian. Pemberian Nutrisi melalui Parenteral Pemberian nutrisi melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena. baik secara sentral (untuk nutrisi parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). .c.

Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan. .5. EVALUASI Evaluasi terhadap masalah kebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam: Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful