P. 1
Morfofonemik Dalam Bahasa Indonesia

Morfofonemik Dalam Bahasa Indonesia

|Views: 275|Likes:
Published by Vanny Ocktaria

More info:

Published by: Vanny Ocktaria on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2015

pdf

text

original

MORFOFONEMIK DALAM BAHASA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai tanggung jawab keilmuan kepada peserta didik dalam memberikan kaidah berbahasa yang baik dan benar. Materi pembelajaran yang disajikan hendaknya mencerminkan kazanah bahasa Indonesia yang selaras dan sejalan dengan perkembangan peradaban rakyat Indonesia. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya juga melakukan pengkajian terhadap berbagai persoalan terhadap perkembangan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu bidang pengkajian bahasa Indonesia yang cukup menarik adalah bidang tata bentukan atau morfologi. Bidang ini menarik untuk dikaji karena perkembangan kata-kata baru yang muncul dalam pemakaian bahasa sering berbenturan dengan kaidah-kaidah yang ada pada bidang tata bentukan ini. Oleh karena itu perlu dikaji ruang lingkup tata bentukan ini agar ketidaksesuaian antara kata-kata yang digunakan oleh para pemakai bahasa dengan kaidah tersebut tidak menimbulkan kesalahan sampai pada tataran makna. Jika terjadi kesalahan sampai pada tataran makna, hal itu akan mengganggu komunikasi yang berlangsung. Bila terjadi gangguan pada kegiatan komunikasi maka gugurlah fungsi utama bahasa yaitu sebagai alat komunikasi. Hal ini tidak boleh terjadi. Salah satu gejala dalam bidang tata bentukan kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki peluang permasalahan dan menarik untuk dikaji adalah proses morfofonemik atau morfofonemis. Permasalahan dalam morfonemik cukup variatif, pertemuan antara morfem dasar dengan berbagai afiks sering menimbulkan variasi-variasi yang kadang membingungkan para pemakai bahasa. Sering timbul pertanyaan dari pemakai bahasa, manakah bentukan kata yang sesuai dengan kaidah morfologi. Dan, yang menarik adalah munculnya pendapat yang berbeda dari ahli bahasa yang satu dengan ahli bahasa yang lain. Fenomena itulah yang menarik bagi kami untuk melakukan pengkajian dan memaparkan masalah morfofonemik ini dalam makalah ini. B. Fokus Permasalahan 1. Bagaimanakah peristiwa morfofonemik dalam bahasa Indonesia? 2. Apa saja jenis morfofonemik dalam bahasa Indonesia? 3. Bagaimanakah kaidah morfofonemik dalam bahasa Indonesia? C. Kajian Teori Pengertian Morfofonemik 1. Proses morfofonemik adalah proses berubahnya suatu fonem menjadi fonem lain sesuai dengan fonem awal kata yang bersangkutan (Zainal Arifin, 2007:8). 2. Morfofonemik, disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi atau peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis, baik afiksasi, reduplikasi, maupun komposisi (Abdul Chaer, 2007:194). 3. Morfofonemik adalah subsistem yang menghubungkan morfologi dan fonologi. Di dalamnya dipelajari bagaimana morfem direalisasikan dalam tingkat fonologi. (Kridalaksana, 2007:183) BAB II PEMBAHASAN A. Peristiwa Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia

/f/. per-. penyisipan fonem secara historis 9.tersebut akan berubah menjadi mem-. pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing 10. Sehingga munculah morfofonemik pada prefiks meng-. atau tetap me-. prefiks me. pergeseran fonem Berbeda dengan kedua ahli bahasa sebelumnya. Perubahan morfofonemik semacam itu menimbulkan alomorf-alomorf dari morfem yang bersangkutan. Zaenal Arifin dan Junaiyah memaparkan peristiwa morfofonemik dari afiks-afiks dan kata bentukan pada afiksasi tersebut. meng-. pertoko wan 3) pemunculan /a/ pada penggabungan morfem dasar ayah dan prefiks anda :/ ayahanda/ 4) pemunculan /n/ pada pertemuan morfem dasar diri dengan prefiks se-: /sendiri/ 5) pemunculan /m/ pada pertemuan morfem dasar barang dengan prefiks se. pemunculan fonem 2. B. pemunculan fonem Proses morfofonemik yang paling banyak terjadi ialah pemunculan fonem. Istilah “morfofonemis” menunjukkan kaidah yang menyesuaikan bentuk-bentuk alomorf-alomorf yang bersangkutan secara fonemis. Jenis Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia Kridalaksana memerikan perubahan-perubahan fonem yang terjadi akibat pertemuan morfem itu dapat digolongkan dalam sepuluh proses. penanti yan 2) pemunculan bunyi luncur /w/ pada kata : kepulau wan. pemunculan fonem 2.: /sembarang/ 6) pemunculan /m/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /b/. meny-. perubahan fonem 5. Proses morfonemik dalam bahasa Indonesia hanya terjadi dalam pertemuan realisasi morfem dasar (morfem) dengan realisasi afiks (morfem). peluluhan fonem 8.beserta morfofonemik yang terjadi akibat pertemuan afiks-afiks tersebut dengan fonem tertentu pada dasarnya. baik prefiks. serbu wan. Contoh : 1) pemunculan bunyi luncur /y/ pada kata : ketinggiyan. yaitu: 1. infiks. perubahan dan pergeseran fonem 6. pelesapan fonem 7. menurut aturan-aturan fonologis tertentu. sufiks. pergeseran fonem 5. tepi yan. Dalam proses afiksasi. Fonem yang muncul itu sama tipenya (homorgan) dengan fonem awal dalam morfem dasar. maupun konfiks (Kridalaksana. peluluhan fonem 4. Kaidah Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia 1.. ber-. yaitu: 1. dan /p/ . C. 2007:183). menge-. pengekalan fonem 3. variasi fonem bahasa sumber Sedangkan Abdul Chaer membagi perubahan fonem dalam proses morfofonemik ini dalam lima wujud.Proses morfofonemik adalah peristiwa fonologis yang terjadi karena pertemuan morfem dengan morfem. pelesapan fonem 3. pemunculan dan pengekalan fonem 4. Menurut Harimurti Kridalaksana : a. Peristiwa morfonemik dalam bahasa Indonesia dapat kita lihat misalnya pada prefiks me. dan ter.

pergeseran fonem Pergeseran posisi fonem terjadi bila komponen dari morfem dasar dan bagian dari afiks membentuk satu suku kata. /l/. atau nasal bergabung dengan /me-/. penggugat. dan –wati bergabung dengan morfem dasar. tersalip. pelempar.bergabung dengan morfem dasar. Morfem dasar dan morfem terikat itu dikekalkan dalam bentuk baru yang lebih konkret. dan /h/ yang bergabung dengan prefiks me-. pemunculan dan pengekalan fonem Pemunculan dan pengekalan fonem ialah proses pemunculan fonem yang homorgan dengan fonem pertama morf dasar dan sekaligus pengekalan fonem pertama morf dasar tersebut. ke belakang. /pe-/. pengkaji 2) pemunculan /ng/ dan pengekalan /’/ contohnya : mengarang. pertanda 4) Pengekalan fonem terjadi bila afiks se. seumur. dan pe-an : membeli. 1) pengekalan fonem terjadi pada morfem dasar /y/. pemberian 7) pemunculan /n/ yang terjadi bila morfem dasar diawali oleh konsonan /t/ dan /d/ bergabung dengan /me-/. 1) per-ba-i-kipergeseran ke belakang : /baik/ + /per-i/ ke-ba-ka-ran/bakar/ + /ke-an/ 2) peregeseran ke depan : /ibu/ + /-nda/ i-bun-da 3) pemecahan suku kata ge-lem-bung: /gembung/ + /-l-/ gerigi/gigi/ + /-r-/ e. pengukur d. atau yang diwakili konsonan /r/ atau suku kata pertamanya berakhir mengandung /r/ contohnya : bermain. pe-. kelamaan. sebutir 5) Pengekalan fonem terjadi bila afiks –man. pewarna 2) pengekalan fonem terjadi bila morfem dasar yang berakhir dengan /a/ bergabung dengan konsonan ke-an. 1) pemunculan /ng/ dan pengekalan /k/ contohnya : mengkukur. per-. peragawati. perubahan dan pergeseran fonem Perubahan dan pergesaran posisi fonem terjadi pada proses penggabungan morfem dasar yang berakhir dengan konsonan dengan afiks yang berawal dengan vokal. pengekalan fonem Proses pengekalan fonem terjadi bila proses penggabungan morfem tidak terjadi apa-apa. atau dengan pemecahan. /r/. anjur. contohnya : seniman. penghapus b. /ke-an/ + /dudu’/ ke-du-du-kan . 1) perubahan dari fonem /’/ menjadi fonem /k/ Contohnya : /me-i/ + /nai’/ me-na-i-ki. 3) Pengekalan fonem terjadi bila afiks ber-.yang bergabung dengan prefiks me-. pe-. pencuri.bergabung dengan kecuali ajar. contoh : meyakinkan. contoh : kerajaan. keadaan. /x/. /pe-/. pendalaman. Pergeseran ini dapat terjadi ke depan. dan pe-an : mengkoordinir. memperbarui. peramal. contoh : pendengar. /w/. -wan. dan pe-an : mencari. 8) pemunculan /n/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /c/. maupun /pe-an/. pencarian 9) pemunculan /ng/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /g/. atau ter. mendapat. pe-. wartawan c. pengkhususan. contohnya : searah. memfitnah. dan /j/ yang bergabung dengan prefiks me-. baik pada morfem dasar maupun afiks.

dan /pe-an/ Contohnya : /me-/ + menyayur/sayur/ /me-kan/ + menyaksikan/saksi/ /me-i/ + menyakiti/sakit/ /pe-/ + penyusun/susun/ /pe-an/ + penyaluran/salur/ h. variasi fonem bahasa sumber . Contoh : /me-/ + /karang/ mengarang /me-kan/ + /kirim/ mengirimkan /me-i/ + /kurang/ mengurangi /pe-/ + /karang/ pengarang /pe-an/ + kurang/ pengurangan 2) peluluhan fonem awal /p/ bila morfem dasar tersebut bergabung dengan afiks /me-/. /me-kan/. peluluhan fonem Proses peluluhan fonem terjadi bila proses penggabungan morfem dasar dengan afiks membentuk fonem baru. /pe-/. /me-kan/. pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing Pemunculan fonem akibat dari mengikuti pola morfofonemik bahasa asing. /me-i/.2) perubahan dari fonem /r/ menjadi fonem /l/ pada afiks ber-. Contoh : /standar/ + satndardisasi/-isasi/ /objek/ objektif+ /if/ /impir/ + /ir/ importir i. per-. /me-i/. dan /pe-an/. /pe-/. 1) pelesapan fonem /k/ atau /h/ terjadi bila morfem dasar yang berakhir pada konsonan tersebut bergabung dengan sufiks yang berasal dari konsonan juga. dan /pe-an/ Contohnya : /me-/ + /pilih/ memilih /me-kan/ + /piker/ memikirkan /me-i/ + /perang/ memerangi /pe-/ + /pahat/ pemahat /pe-an/ + /putih/ pemutihan 3) peluluhan fonem /s/ terjadi pada penggabungan dengan afiks /me-/. penyisipan fonem secara historis Penyisipan terjadi bila morfem dasar yang berasal dari bahasa asing diberi afiks yang berasal dari bahasa asing. /me-kan/. pelesapan fonem Proses pelesapan fonem terjadi bila morfem dasar atau afiks melesap pada saat terjadi penggabungan morfem. dan per-an be-la-jarContohnya : /ber-/ + /’ajar/ /per-/ + /’ajar/ pe-la-jar /per-an/ + /’ajar/ pe-la-ja-ran f. /me-i/. 1) peluluhan fonem awal /k/ bila morfem dasar tersebut bergabung digabung dengan afiks /me-/. /pe-/. Contoh : /’anak/ + /-nda/ ananda /sejarah/ + /wan/ sejarawan g. j.

/i/. memarkir.dalam morfologi Indonesia. Misalnya : mengawali. Menurut Verhaar Verhaar dalam Asas-Asas Linguistik Umum tidak banyak mengulas morfofonemik ini. /o/. memfitnah Fonem /f/ berasal dari bahasa asing maka tidak diluluhkan. reduplikasi. peluluhan itu tidak terjadi jika fonem /p/ merupakan bentuk yang mengawali prefiks per. sebelum /m/ dan /b/ menjadi mem. /e/. yaitu : 1) Jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /a/. /h/.Variasi fonem ini mengikuti pola bahasa sumber dan memiliki makna sama dengan bahasa sumber. atau morfologi dan fonemik. terutama dalam proses afiksasi. /u/. Namun Abdul Chaer hanya memerikan proses morfofonemik ke dalam lima peristiwa. (4) perubahan fonem. yaitu (1) pemunculan fonem. prefiks tersebut berubah menjadi menMisalnya : mendengar. Lebih jauh Abdul Chaer menegaskan bahwa seperti tampak pada namanya. 3. Kajian ini tidak dibicarakan dalam tataran fonologi karena masalahnya baru muncul dalam kajian morfologi.dalam bahasa Indonesia yang menjadi mem.tetap meng-/men-/. /n/. /x/ bentuk meng. mengikuti. atau sebelum vokal menjadi /meng-/ sebelum /s/ menjadi /meny-/ dan seterusnya demikian.sebelum /m/ dan /b/. meronta. dan komposisi.tertentu. menulis 4) Jika prefiks meng. atau /t/. mengubah. /y/. yang merupakan gabungan dari dua bidang studi yaitu morfologi dan fonologi.ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /l/. . bidang kajian morfonologi atau morfofonemik ini meskipun biasanya dibahas dalam tataran morfologi tetapi sebenarnya lebih banyak menyangkut masalah fonologi. 2.atau dasarnya berawal dengan per. hal itu boleh dipandang sebagai hal fonemis semata-mata. Morfofonemik Prefiks mengAda tujuh peristiwa morfofonemik pada prefiks meng-. mewariskan 3) Jika prefiks meng. atau /w/. /k/. Masalah morfofonemik ini terdapat hampir di semua bahasa yang mengenal proses-proses morfologis. atau /f/.ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /b/. prefiks tersebut berubah menjadi memMisalnya : membawa. mengekor. menghitung 2) Jika prefiks meng. Menurut Zaenal Arifin dan Junaiyah Kedua ahli bahasa ini mengelompokkan proses morfofonemik pada afiks-afiks yang mengalaminya. fonem /p/ luluh. mengarang. (5) pergeseran fonem. Contoh tentang men. (2) pelesapan fonem.sehingga homorgan dengan fonem pertama bentuk dasar. Akan tetapi. Pendek kata kaidah morfofonemis adalah fonemis hanya sejauh kaidah tersebut dapat dirumuskan dengan mengacu pada fonem-fonem saja. Dia hanya menyampaikab bahwa istilah morfofonemis sudah menunjukkan bahwa kaidah tersebut menyesuaikan bentuk alomorf-alomorf yang bersangkutan secara fonemis. Pada kata patuhi dan pakai. yaitu homorgan artikulasinya.ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /d/. karena kehomorganan. /p/. /r/. 4.dan pe. /m/. (3) peluluhan fonem. bentuk tersebut akan menjadi meMisalnya : melalui. a. Lebih lanjut Verhaar menyampaikan bahwa alomorf-alomorf imbuhan men. meyakini. Menurut Abdul Chaer Bahasan Abdul Chaer mengenai kaidah morfofonemik dalam bahasa Indonesia pada dasarnya sama dengan pembahasan yang diberikan oleh Kridalaksana.

ditambahkan pada dasar yang bersuku satu.berubah menjadi be.berubah menjadi bel.apabila ditambahkan pada dasar yang dimulai fonem /r/ atau dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/ Misalnya : perasa. berenang. menjadikan. pekerja. yaitu: 1) Prefiks per. menjajakan.berubah menjadi pe.berubah menjadi men-. Morfofonemik Prefiks perAda tiga peristiwa morfofonemik pada prefiks per-.di depan dasar yang direduplikasi. dasarnya diulangi dengan mempertahankan peluluhan konsonan pertamanya. perluas. perkaya. /j/.+ ajari pelajari 3) Prefiks per.jika ditambahkan pada dasar tertentu belajarMisalnya : ber + ajar 4) Prefiks ber. berupa.ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /c/.ada yang muncul dan ada pula yang tidak.apabila ditambahkan pada bentuk dasar ajar.Misalnya : mempelajari. memperbincangkan 5) Jika prefiks meng.tidak berubah bentuknya.jika ditambahkan pada dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/ Misalnya : bekerjaber + kerja ber + besertaserta Bandingkan berkaryadengan : ber + karya berkurbanber + kurban dalam kedua kata tersebut prefiks ber tidak berubah karena suku pertamanya tidak berakhir dengan /er/ tetapi /ar/ dan /ur/. menyapu 6) Jika prefiks meng. Morfofonemik Prefiks berAda empat peristiwa morfofonemik pada prefiks ber-. Sufiks (jika ada) tidak ikut direduplikasi. peserta 2) Prefiks per. mengerem.tidak mengalami perubahan bentuk jika bergabung dengan dasar lain di luar kaidah 1 dan 2 di atas. Dasar yang bersuku satu mempertahankan unsur nge. perindah. menari-nari. Misalnya : ter + percaya terpercaya ter + cermin tercermin 2) Di luar kaidah di atas. bentuk meng. meny-. mengelap-ngelap b. Misalnya : per.jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /r/ Misalnya : beransel. 3) Prefiks ber. ter. Misalnya : perdalam. men-. terpilihMisalnya : ter + pilih ter + bawa terbawa . dan /s/.berubah menjadi be. misalnya : menulis-nulis. mengepel. yaitu : 1) Prefiks ber. Misalnya : mencubit. mencopot.berubah menjadi mengeMisalnya : mengetik. berlayarMisalnya : ber + layar bermainber +main ber+peran berperan d. Morfofonemik Prefiks terMorfofonemik ter mengalami dua peristiwa morfofonemik yaitu: 1) Jika suku pertama kata dasar berakhir dengan bunyi /er/. fonem /r/ pada prefiks ter. peraba. mengebom 7) Jika verba yang berdasar tunggal direduplikasi.berubah menjadi pel. bentuk meng.tidak berubah bentuknya apabila digunakan dengan dasar di luar kaidah 1-3 di atas. perbaiki c. berendam 2) Prefks ber.

Harimurti. Morfofonemik adalah peristiwa fonologis yang terjadi pada proses morofologis sehingga dibahas pada bidang morfologi. Zainal dan Junaiyah. DAFTAR PUSTAKA Arifin. Asas-Asas Linguistik Umum. Jakarta:Rineka Cipta. Jakarta:PT Grasindo. 2. Kridalaksana. Analisis terhadap peristiwa morfofonemik perlu dilakukan agar dapat diketahui kaidah pembentukan kata yang benar dalam pemakaian bahasa serta dalam upaya memperkaya kasanah bahasa Indonesia. Peristiwa morfofenemik pada dasarnya adalah proses berubahnya sebuah fonem dalam pembentukan kata yang terjadi karena proses afiksasi karena pertemuan antara morfem dasar dengan afiks. 2007. Linguistik Umum. dan Fungsi.BAB III SIMPULAN 1. Chaer. 3. 2007. . Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Abdul. 4. Morfologi :Bentuk. 2006. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama. Morfofonemik terdapat pada setiap bahasa yang mengalami proses morfologi. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Makna. Verhaar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->