P. 1
Peraturan Futsal LC 2012

Peraturan Futsal LC 2012

|Views: 2,179|Likes:
Published by Annisa Rahma Sofia

More info:

Published by: Annisa Rahma Sofia on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

PERATURAN FUTSAL LIBELS CUP 2012

I. PERATURAN UMUM 1. Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat. 2. Semua peserta Libels Cup 2011 wajib mengikuti semua proses acara sesuai ketetapan panitia. 3. Panitia berwenang penuh menerima dan menolak peserta Libles Cup 2012. 4. Peraturan permainan yang di gunakan dalam Libels Cup 2012 peraturan PSSI terbaru. 5. Waktu dan Tempat Pertandingan : Libels Cup dilaksanakan di GOOL Mangga Dua, Surabaya. 6. Peserta Libels Cup wajib memakai ID Card. ID Card tidak boleh hilang atau ditukar dengan orang lain. Jika ID Card hilang atau tidak dibawa, maka dianggap bukan peserta Libels Cup 2012. 7. Peserta Libels Cup 2012 wajib membawa supporter minimal 10 orang. 8. Peserta Libels Cup wajib mengontrol supporternya sendiri. II. PERATURAN PERMAINAN KHUSUS

• •

Libels Cup akan dilaksanakan pada tanggal 14-21 April 2012.

i. Tim 1. Setiap tim maksimal terdiri dari 12 orang. Dengan perincian, 2 ofisial (manager dan pelatih) dan maksimal
10 pemain. 2. Setelah Technical Meeting, daftar pemain dan ofisial yang sudah diserahkan dianggap sudah fixed dan tidak bisa diubah. 3. Setiap tim wajib memiliki minimal dua set kostum futsal. 4. Setiap tim harus datang ke venue pertandingan dan registrasi paling lambat satu jam sebelum jadwal yang telah ditentukan panitia.

ii. Pemain
1. Pemain Libels Cup adalah pelajar asli dari sekolah yang bersangkutan. 2. Umur maksimal pemain Libels Cup 2012 adalah 17 tahun dihitung sejak 1 Juli 2011. 3. Peserta Libels Cup 2012 tidak diperbolehkan memakai tato, tindik dan sebagainya. 4. 1 tim terdiri dari 5 pemain (sudah termasuk penjaga gawang) dan 5 orang pemain cadangan.

5. Jumlah pergantian untuk pemain tidak terbatas. Pemain yang telah digantikan dapat kembali ke lapangan sebagai pemain pengganti untuk pemain lainnya. 6. Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola berada di dalam atau luar lapangan. 7. Pergantian pemain hanya dapat dilakukan di zona pergantian timnya sendiri, terletak di depan bangku tim atau tempat pemain cadangan berada. 8. Pergantian pemain dianggap selesai, ketika pengganti masuk ke dalam lapangan. 9. Penjaga gawang dapat berganti tempat dengan setiap pemain lainnya. iii. Official
1. Official tim wajib terdiri dari 2 orang, yaitu pelatih dan manager. 2. Segala hal yang berkaitan dengan tim dan panitia hanya akan disampaikan melalui manager. Jika manager berhalangan hadir, maka posisinya hanya dapat digantikan oleh pelatih. 3. Official tidak diperbolehkan merangkap sebagai petugas pertandingan (wasit dan pengawas pertandingan). 4. Pelatih harus berlisensi kepelatihan minimal D.

5. Official wajib berpakaian rapi ketika menemani tim bertanding di Libels Cup 2012. Minimal polo shirt,
celana panjang dan bersepatu. 6. Setiap manager wajib mrmberikan jaminan sebesar Rp 50.000,- pada saat registrasi ulang untuk denda kartu kuning atau merah.

iv. Perlengkapan Pemain : 1. Kostum. Nomor pada kostum harus tampak di belakang atau punggung kostum pemain.
2. Celana pendek 3. Kaos kaki 4. Pengaman kaki. Harus terbuat dari bahan-bahan yang layak (karet, plasti atau bahan-bahan sejenisnya). 5. Sepatu. Sepatu yang diperbolehkan adalah sepatu kanvas atau kulit lembut. Selain itu, sepatu gymnastic dengan alas yang terbuat dari karet atau bahan sejenisnya.

Penjaga gawang : a. Penjaga gawang diperbolehkan untuk menggunakan celana panjang dan pakaian berlengan panjang. b. Pakaian penjaga gawang memiliki warna yang berbeda dengan pemain lainnya atau wasit. c. Jika ada seorang pemain yang berada di luar lapangan menggantikan seorang penjaga gawang, maka pakaian seragam penjaga gawang harus ditandai dengan nomor punggung pemain itu sendiri. v. Lama pertandingan Babak dalam pertandingan Terbagi menjadi 2 babak dimana masing-masing babak berjalan selama 20 menit. Penjagaan waktu dilakukan oleh penjaga waktu (panitia). Durasi dari salah satu babak pertandingan dapat diperpanjang untuk melakukan tendangan penalti. Waktu sela (time-out) 1. Setiap tim diperbolehkan meminta sebuah time-out selama 1 menit per babak. 2. Time-out selama 1 menit dapat diminta setiap saat. Akan tetapi, hanya diperbolehkan ketika tim yang meminta time-out sedang dalam kondisi menguasai/mengendalikan bola. 3. Penjaga waktu memperbolehkan untuk sebuah time-out ketika bola keluar dari permainan. 4. Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, tetap hanya mendapatkan hak sekali time-out di babak kedua . 5. Jika pada pertandingan, penjaga waktu tidak ada, pelatih dapat melakukan permintaan time-out pada wasit. Waktu Tambahan (extra time) 1. Terdiri dari 2 jangka waktu yang sama, yaitu 5 menit. 2. Apabila tidak ada gol yang dicetak selama 2 babak dari penambahan waktu, maka pertandingan akan ditentukan melalui adu tendangan dari titik penalti. vi. Bola di dalam atau keluar lapangan Bola dianggap keluar lapangan permainan apabila : 1. Bola secara keseluruhan melewati garis gawang atau menyentuh garis batas lapangan. Baik itu pada permukaan maupun di udara. 2. Permainan telah diberhentikan oleh wasit.

1. 2. 3.

3. Bola menyentuh langit-langit ataupun pembatas lainnya. Bola di dalam lapangan permainan setiap saat. Termasuk beberapa hal berikut ini : a. Bola memantul dari tiang gawang lurus ke atas atau memantul dari batang secara mendatar melintang ke dalam lapangan. b. Bola memantul balik setelah menyentuh wasit. Sementara wasit tersebut masih berada di dalam lapangan. vii. Bola masuk gawang (Gol) 1. Sebuah gol dinilai terjadi ketika seluruh dari bola melewati garis gol atau gawang 2. Terkecuali bola tersebut dibawa, dilempar, atau dengan sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari sisi penyerang termasuk penjaga gawang. viii. Wewenang dan tanggung jawab wasit 1. Menegakkan semua peraturan permainan. 2. Bertindak sebagai penjaga waktu jika petugas penjaga waktu tidak hadir. 3. Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau setiap jenis gangguan, baik dari dalam maupun luar. 4. Melakukan tindakan displin terhadap kesalahan pemain yang dapat dikenai peringatan dan pelanggaran-pelanggaran. 5. Memastikan tidak ada orang yang tidak berhak mengikuti pertandingan untuk berada di dalam lapangan. 6. Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat diubah. 7. Jika terjadi perbedaan antara keputusan wasit pertama dan wasit kedua, maka keputusan yang dipakai adalah keputusan dari wasit pertama. ix. Pelanggaran dan Sanksi Umum :
1. Panitia (Komisi pertandingan) dan wasit bisa menjadi saksi terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan (pelanggaran nonverbal dan verbal) dan memiliki hak penuh mengambil keputusan. Pelanggaran yang terjadi di lapangan akan diproses setelah pertandingan. Sanksi yang diberikan adalah dikeluarkan dari turnamen. 2. Tim yang saat pertandingan datang terlambat melebihi toleransi keterlambatan dianggap kalah dengan skor 0-20 dan dikeluarkan dari turnamen. 3. Tim yang tidak dilengkapi minimal 5 pemain dan 1 official di anggap kalah 0-20 dan dikeluarkan dari turnamen. 4. Peserta yang dikeluarkan dari turnamen akan dikenakan denda sebesar Rp 400.000,5. Jika jumlah minimal supporter kurang dari 10 orang, maka akan dikenakan denda sebesar kekurangan jumlah supporter (Harga tiket + denda Rp 2.000,- / orang). 6. Denda kartu kuning sebesar Rp 5.000,- dan kartu merah Rp 10.000,- . denda diambil dari uang jaminan yang telah diberikan manager kepada panitia. 7. Jika terjadi perkelahian baik di dalam ataupun di luar lapangan pertandingan, akan di kenakan sanksi sebagai berikut : 8. Perkelahian perorangan (melibatkan 2 orang), maka kedua pemain tersebut dikeluarkan dari turnamen. 9. Perkelahian massal (melibatkan 2 tim), maka kedua tim akan dikeluarkan dari turnamen. 10. Jika supporter berbuat keonaran dan dianggap tidak bisa ditertibkan menurut panitia, maka tim yang didukung akan dikeluarkan dari turnamen.

Khusus : # Pemain akan mendapatkan kartu kuning apabila melakukan tindakan sebagai berikut : 1.Mengekspresikan perbedaan pendapat dengan perkataan atau aksi 2.Melanggar peraturan permainan 3.Mengulur waktu dalam memulai ulang permainan 4.Tidak menuruti perintah untuk menjaga jarak sesuai peraturan permainan ketika melakukan tendangan bebas, tendangan sudut, tendangan masuk atau tendangan gawang 5.Dengan sengaja meninggalkan lapangan tanpa seijin wasit 6.Memasuki lapangan tanpa izin dari wasit atau melanggar peraturan pergantian pemain # Pemain akan mendapatkan kartu merah dan dikeluarkan dari lapangan apabila melakukan tindakan sebagai berikut: 1.Dinyatakan bersalah atas tindakan kasar dan atau pelanggaran serius terhadap peraturan permainan 2.Meludahi pemain lawan atau yang lainnya 3.Menggunakan serangan, penghinaan, atau penyalahgunaan bahasa 4.Menerima peringatan kartu kuning kedua di dalam pertandingan yang sama 5.Mengambil bola dengan cara yang tidak diperbolehkan oleh peraturan permainan yang menyebabkan gagalnya tim lawan dalam mencetak gol x. Protes
1. Kapten tim yang akan mengajukan ptotes, wajib mendatangi score sheet terlebih dahulu. 2. Pengajuan protes harus dilakukan secara formal dan tertulis, diketahui dan di tandatangani oleh official (semua official yang terdaftar) serta kapten tim yang melakukan protes. 3. Batas waktu maksimal pengajuan protes adalah 1x24 jam setelah kejadian berlangsung. Setelah waktu yang ditentukan, protes tidak akan dilayani. 4. Protes yang diajukan (dalam bentuk apapun) tidak akan mengubah hasil pertandingan, kecuali protes tentang manipulasi pemain.

xi. Tambahan
1. Peraturan bisa berubah dan bertambah sesuai kebutuhan panitia dan keputusan bersama pada saat Technical Meeting. 2. Panitia berhak menginterpretasikan sesuai persepsi panitia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->