P. 1
Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

|Views: 334|Likes:
Published by Ally Xavier

More info:

Published by: Ally Xavier on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2014

pdf

text

original

Konsep Ketuhanan dalam Islam BAB I PENDAHULUAN Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah

aspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah, ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diri dan tawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakan dalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan. Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan, kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian. Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang, “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar, pikir dan akal budi mereka”, maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Bila ini terjadi, maka perlu segera diambil tindakan, agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam. Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar, pandangan akal dan hatinya tajam, akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia, sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam, yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidang-bidang ilmu eksakta, karena dalam segi akidah, Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus. Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan, cinta, serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu, egoisme, dan sikap ingin menang sendiri. Agama seseorang tidak sempurna, jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan. BAB II KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM Filsafat Ketuhanan dalam Islam Siapakah Tuhan itu?

setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. yaitu “tidak ada Tuhan”. diagungkan. Tuhan itu bisa berbentuk apa saja. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. manusia tidak mungkin atheis. dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun). yang dipentingkan manusia. dan mengharapkannya. Berdasarkan logika Al-Quran. Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. yang diterjemahkan “Tuhan”. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23. Tercakup di dalamnya yang dipuja. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. meminta perlindungan dari padanya. yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya…. dan banyak (jama’: aalihatun). tunduk kepada-Nya. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”.Imaduddin. tidak mungkin tidak ber-Tuhan. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. yaitu Allah. perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: “Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah.Perkataan ilah.” Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda. Yang pasti. merendahkan diri di hadapannya. dicintai. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka. 1989:56) Atas dasar definisi ini. Dalam literatur sejarah agama. berdoa. ganda (mutsanna: ilaahaini). takut. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. dikenal teori evolusionisme. Dengan begitu. dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia.?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38. dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan. Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. yaitu teori yang . kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan. Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat. baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi) maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga.

Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. yaitu: deisme. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Lubbock dan Javens. lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh. Oleh karena itu. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. mempunyai roh. seperti mana (Melanesia). Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut: Dinamisme Menurut paham ini. roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. ada yangmembidangi masalah air. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional). . panteisme. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. Setiap benda yang dianggap benda baik. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. dan teisme. Menurut kepercayaan ini. Oleh masyarakat primitif. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor. mempunyai rasa senang. tuah (Melayu). Lamakelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. dan syakti (India).menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. Robertson Smith. namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. Meskipun nama tidak dapat diindera. Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan.

yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. Aliran tersebut yaitu: Mu’tazilah Merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim. 2. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf.Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. tidak kafir dan tidak mukmin. Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. Secara garis besar. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. 1993:26-27). sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. tetapi dengan relevansi atau wahyu. Orang islam yang berbuat dosa besar. Mereka mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalam menganalisis ketuhanan. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah . timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. ada aliran yang bersifat liberal. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. Ilmu Kalam. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. Taylor (1877). mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. Qodariah Berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. tradisional. atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah.

Berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Melalui rasul-rasul-Nya. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka.” . QS. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. maka pasti mengharamkan kepadanya surga. Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya. dan tempat mereka adalah neraka. Al-Ikhlas ayat 1-4 “Katakanlah. Al-Anbiya ayat 92 Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu. yang dibawa para rasul. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah. Tuhan Menurut Agama-Agama Wahyu Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam: QS. QS. Al-Maidah ayat 72 Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Adam sebagai rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. Dia-lah: Allah Yang Maha Esa. yaitu agama Tauhid. Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan mmanusia. merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. tetapi mereka telah berpecah belah. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya. Ayat tersebut diatas memberi petunjuk kepada manusia bahwa seharusnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Al-Gasyiyah: 17-20) Rasa yang terdapat dalam jiwa manusia Dalam konteks ini. dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Karena itu sungguh tepat pandangan sementara filosof yang menyatakan bahwa manusia dapat dipastikan akan terus mengenal dan berhubungan dengan Tuhan sampai akhir zaman. jelas bahwa Tuhan adalah Allah. Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas. atau datang hari kiamat. (Mereka berkata) “sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. Dalam Al-Qur’an diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan diberikan kepada para nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga. khususnya keberadaan alam raya ini dengan segala isinya.Dari ungkapan ayat-ayat tersebut. jika kamu orang-orang yang benar? “Tidak! Tetapi hanya kepada-Nya kamu bermohon. Tuhan yang haq dalam konsep AlQur’an adalah Allah. dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya). dan mereka bergembira karenanya. maka Dia menyisihkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya. dan meluncurlah bahtera itu membawa para penumpangnya dengan tiupan angin yang baik. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Nabi Adam di muka bumi. Al-Qur’an misalnya mengingatkan manusia. surat Muhammad ayat 19. (kemudian) datanglah angin badai dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya. “Jelaslah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu. ke gunung bagaimana ia ditancapkan. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62. apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah. Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. Sehingga bila kamu berada di dalam bahtera. Yunus:22) Demikian Al-Qur’an menggambarkan hati manusia. Walaupun ilmu pengetahuan membuktikan lawan dari hal tersebut. dan (berlayar) di lautan. dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)” (QS. . dan ke langit bagaimana ia ditinggikan. maka menurut informasi Al-Qur’an. fikr. “Katakanlah (hai mMuhammad kepada yang mempersekutukan Tuhan). yaitu: Kenyataan wujud yang tampak Dalam konteks ini al-Qur’an menggunakan seluruh wujud sebagai bukti. jika Dia menghendaki. pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur. Secara umum kita dapat membagi uraian Al-Qur’an tentang bukti Keesaan Tuhan dengan tiga bagian pokok. sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”. Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar. surat Shad ayat 35 dan 65. “Tidakkah mereka melihat kepada unta bagaimana diciptakan.” (QS. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya.Al-An’am:40-41) “Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. Esa menurut Al-Qur’an adalah esa yang sebenarbenarnya esa.

merupakan hal-hal yang harus diketahui dan diyakini. baik sistem kerjanya maupun sebab dan wujud-Nya. maka itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. cemas. Keesaan Allah itu mencakup empat macam yaitu Keesaan Zat-Nya. maka akan kacau ciptaan. sedangkan harapan dan rasa takut manusia tidak pernah akan putus. Misalnya. Dalil-dalil logika Bertebaran ayat-ayat yang menguraikan dalil-dalil aqliah tentang Keesaan Tuhan. Kalau salah satu mengalahkan yang lain. Keesaan Perbuatan-Nya mengandung arti bahwa segala sesuatu yang berada di alam raya ini. maka keesaan empat ini merupakan perwujudan dari ketiga makna keesaan terdahulu. dan apabila mereka berdua bersepakat. Keesaan Perbuatan-Nya. maka ciptaan pun akan kacau balau dan tidak terwujud. atau dengan kata lain unsur atau bagian itu merupakan syarat bagi wujud-Nya. karena jika demikian. Dia tidak lagi menjadi Tuhan. maka pastilah keduanya binasa. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. sehingga keduanya bukan Tuhan. Dia yang menciptakan segala sesuatu. Pembentukan Wujud Tuhan Metode Pembuktian Ilmiah . padahal Dia tidak mempunyai istri. maka yang kalah bukan Tuhan. AlAn’am:101) “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan. Keesaan Sifat-Nya. karena kepada siapa lagi jiwanya akan mengarah jika rasa takut atau harapannya tidak lagi dapat dipenuhi oleh makhluk. dan Dia yang menciptakan segala sesuatu.” (QS. dan Dia mengetahui segala sesuatu” (QS. AlAnbiya:22) Maksud ayat ini adalah “seandainya ada dua pencipta. Keesaan Sifat-Nya berarti bahwa Allah memiliki sifat yang tidak sama dalam substansi dan kapasitasnya dengan sifat makhluk-Nya. Keesaan Zat-Nya mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah SWT tidak terdiri dari unsur-unsur. dan Keesaan dalam beribadah kepada-Nya. dan takut. karena jika masingmasing Pencipta menghendaki sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang lain. kesemuanya adalah hasil perbuatan Allah semata.Ini selama tabiat kemanusiaan masih sama seperti sediakala yakni memiliki naluri mengharap. Zat Tuhan pasti tidak terdiri dari unsur atau bagian-bagian betapapun kecilnya. atau bagian-bagian karena bila zat Yang Maha Kuasa itu terdiri dari dua unsur atau lebih betapapun kecilnya unsur atau bagian itu maka ini berarti bahwa Dia membutuhkan unsur atau bagian itu. “Bagaimana Dia mempunyai anak. Keesaan dalam beribadah kepada-Nya.

Dalam suarah Al-Baqarah ayat 165 dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah (asyaddu hubban lillah). Hal ini membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. Keimanan dan Ketakwaan Pengertian Iman Iman yang berarti percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati. diikrarkan dengan lisan. “Energi”. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik. 2. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung. “Alam” dan “Hukum Alam”. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Hukum yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan energy membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-immaanu ‘aqdun bil qalbi waigraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dalam hadist diriwayatkan Ibnu Majah Atthabrani. Disamping itu Ibnu Rusyd juga menggunakan metode lain yaitu “dalil inayah”. Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup “penentuan hakikat” terakhir dan asli. maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Sarjana manapun tidak mampu melangkah jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: “Gaya”. iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati. Wujud Iman Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu. sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan cirri-ciri luar saja. “Alam” dan “Hukum Alam”. melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Karena itu iman . 1996:78-80). Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah “iman kepada yang ghaib” dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada pengamatan ilmiah. serta kehidupan tetap berjalan. “Energi”. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa iti “Gaya. Jika percaya tentang eksistensi alam. tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya.Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. Dalil Inayah adalah metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan manusia (Zakiah Daradjat.

Prinsip Konsistensi dan Koherensi Implikasi metodologinya adalah bahwa usaha yang dikembangkan untuk mempercepat tumbuhnya tingkah laku yang mewujudkan nilai iman hendaknya selalu konsisten dan koheren. Jarang sekali fenomena kehidupan . melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya. Akidah islam atau iman mengikat seorang muslim. Proses Terbentuknya Iman Prinsip Pembinaan Berkesinambungan Proses pembentukan iman adalah suatu proses yang penting. Oleh karena itu proses motivasi agar membuat tingkah laku lebih terarah dan selektif menghadapi nilai-nilai hidup yanhg patut diterima atau yang seharusnya ditolak. Alasannya. Dan Individuasi yakni menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadiannya. senantiasa menghadapkan setiap orang pada problematika kehidupan yang menuntut pendekatan yang luas dan menyuluruh. tetapi juga harus mementingkan proses dan cara pengenalan nilai hidup tersebut Prinsip Sosialisasi Implikasi metodologi prinsip sosialisasi ialah bahwa usaha pembentukan tingkah laku mewujudkan nilai iman hendaknya tidak diukur keberhasilannya terbatas pada tingkat individual. caranya dan konsekuensinya dapat dihayati dalam sifat dan bentuk yang jelas dan terpola serta tidak berubahubah tanpa arah. Pada tingkat akhir harus terjadi proses sosialisasi tingkah laku. Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan orang semakin lama semakin mampu bersikap selektif. Oelh karena itu menjadi seorang muslim berarti menyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Prinsip Integrasi Hakikat kehidupan sebagai totalitas. Prinsip Internalisasi dan Individuasi Internalisasi yakni usaha menerima nilai sebagai bagian dari sikap mentalnya. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam. sebagai kelengkapan proses individual. sehingga ia terikat dengan segala aturan hokum yang datang dari Islam. Pendekatan demikian berarti bahwa setiap langkah yang terdahulu akan mendukung serta memperkuat langkah-langkah berikutnya. Implikasi metodologinya ialah bahwa pendekatan untuk membentuk tingkah laku yang mewujudkan nilai-nilai iman tidak hanya mengutamakan nilai-nilai itu dalam bentuk jadi.bukan hanya dipercayai atau diucapkan. dan tidak berkesudahan. tetapi perlu mengutamakan penilaian dalam kaitan kehidupan interaksi sosial orang tersebut. terus-menerus. Implikasinya ialah diperlukan motivasi sejak kecil dan berlangsung seumur hidup. Prinsip ini menekankan pentingnya mempelajari iman sebagai proses internalisasi dan individualisasi. karena nilai iman yang diwujudkan ke dalam tingkah laku selalu mempunyai dimensi sosial.

Mempunyai sifat rendah hati dan khidmat. Mempercayai kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu harga diri. taat. Menafkahkan rezeki yang diterimanya. dan optimisme. Mempunyai pendirian yang teguh.berdiri sendiri. Mempunyai sikap ksatria. Tanda-Tanda Orang Beriman Jika disebut nama Allah. Tidak bersifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi. Memelihara amanah dan menempati janji. tetapi melalui pendekatan yang integratif dalam kaitan problematika kehidupan yang nyata. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya. Patuh. Menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. Berjihad di jalan Allah dan suka menolong. Oleh karena itu tingkah laku yang dihubungkan dengan nilai iman tidak dapat dibentuk terpisah-pisah. Senantiasa jujur dan adil. maka hatinya bergetar. Korelasi Keimanan dan Ketakwaan . bahkan tidak takut kepada maut. Senantiasa tawakal. ketabahan. dan disiplin menjalankan peraturan ilahi. kesabaran. Menjauhkan diri dari pandangan yang sempit dan picik. Begitu pula dengan setiap bentuk nilai hidup yang berdimensi sosial. tidak gentar menghadapi resiko. Mempunyai sikap hidup damai dan ridha. Tanda-tanda orang beriman menurut Abu A’la Maududi. semangat dan berani. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin. Implikasi metodologinya ialah agar nilai iman hendaknya dapat dipelajari seseorang tidak sebagai ilmu dan keterampilan tingkah laku yang terpisah-pisah.

Dalam menegakkan tauhid. Dengan demikian bertauhid adalah mengesakan Tuhan dalam pengertian yakin dan percaya kepada Allah melalui pikiran. keesaan sifat. Dalam kaitan ini iman dan taqwa yang dapat berperan menyelesaikan problem dan tantangan kehidupan modern tersebut. Sebaliknya. sehingga pergaulan hidupnya selalu dipenuhi konflik baik sesama orang Islam maupun non-Islam. jin. dan benda-benda keramat lainnya. Alam pikiran bangsa Indonesia adalah majemuk. Hal itu menjadi tantangan yang amat berat dan dapat menimbulkan tekanan kejiwaan karena kalau masuk dalam kehidupan seperti itu. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern Problematika. Kalau Allah hendak member pertolongan. konsep dan pelaksanaan. Tauhid teoritis adalah tauhid yang membahas tentang keesaan zat. karena pragmatis dan oportunis. Adapun tauhid praktis disebut juga tauhid ibadah. serta teks dan konteks. Tantangan. tauhid yang sempurna adalah tauhid yang tercermin dalam ibadah dan dalam perbuatan praktis kehidupan manusia sehari-hari. dan keesaan perbuatan Tuhan. Dengan kata lain. dan Resiko dalam kehidupan Modern Berbicara tentang masalah sosial budaya berarti berbicara tentang masalah alam pikiran dan realitas hidup masyarakat. maka tidak ada satu kekuatan pun yang sanggup menahan dan mencegahnya. selalu muncul konflik di antara partai dan semakin jauhnya anggota parlemen dengan nilai-nilai qur’ani. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasan benda Orang yang beriman hanya percaya pada kekuatan dan kekuasaan Allah. setan. Persoalan ini muncul karena wawsan ilmunya salah. maka akan melahirkan risiko yang besar. perlu diadakan revolusi pandangan. mengucapkan dalam lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. maka tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mencegahnya. Secara ekonomi bangsa Indonesia semakin terpuruk. Untuk membebaskan bangsa Indonesia dari berbagai persoalan di atas. Tauhid praktis merupakan terapan dari tauhid teoritis. Dalam pandangan Islam. Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problem dan Tantangan Kehidupan Modern Berikut inidikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia. Hal ini karena diadopsinya sistem kapitalisme dan melahirkan korupsi besar-besaran. jika Allah hendak menimpakan bencana. pikiran dan perbuatan. seseorang harus menyatukan iman dan amal. Sedangkan di bidang politik. Dengan demikian dapat menghilangkan kepercayaan dan keyakinan kepada manusia. harus ada kesatuan dan keharmonisan tauhid teoritis dan tauhid praktis dalam diri dan dalam kehidupan sehari-hari secara murni dan konsekuen. membenarkan dalam hati. sedang ilmu merupakan roh yang menggerakkan dan mewarnai budaya.Keimanan pada keesaan Allah yang dikenal dengan istilah tauhid dibagi menjadi dua yaitu tauhid teoritis dan tauhid praktis. 3. . berhubungan dengan amal ibadah manusia.

kecuali keridhaan Allah. Ia senantiasa berpedoman pada firman Allah dalam QS. Kadang-kadang manusia tidak segan-segan melepaskan prinsip. Orang yang beriman mempunyai keseimbangan. Ar-Radu: 28.Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut. AlAn’am: 162. maka sesungguhnya. kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen Iman memberi pengaruh pada seseorang untuk selalu berbuat dengan ikhlas. karena kepentingan materi. Ingatlah. Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian di tangan Allah. karena kepentingan penghidupannya. menjual kehormatan. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. . Pegangan orang beriman dalam hal ini ialah firman Allah dalam QS. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah QS An-Nisa:78. “Di mana saja kamu berada. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat penyimpananya. “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. Orang yang beriman senantiasa konsekuen dengan apa yang telah diikrarkannya. Banyak orang yang melepaskan pendiriannya. menjilat. Hud: 6. akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. bermuka dua. baik dengan lidahnya maupun dengan hatinya. dan memperbudak diri.” Iman memberikan ketentraman jiwa Sering sekali manusia dilanda resa dan duka cita. Banyak di antara manusia yang tidak berani mengemukakan kebenaran. seperti dijelaskan firman Allah dalam QS. serta digoncang oleh keraguan dan kebimbangan. karena takut menghadapi resiko. “…(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” Iman menanamkan sikap “self help” dalam kehidupan Rezeki atau mata pencaharian memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.” Iman memwujudkan kehidupan yang baik Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang yang selalu melakukan kebaikan dan mengerjakan perbuatan yang baik. dan jiwanya tenang (sakinah). hatinya tentram (mutmainnah). Hal ini dijelaskan Allah dalam QS. tanpa pamrih. “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang member rezekinya. An-Nahl: 97. Takut menghadapi maut menyebabkan manusia menjadi pengecut.

seperti takut. dan sejahtera. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. melihat. seperti makan. putus asa. perbuatan fisik seorang mukmin. dan kanker. Pengaruh dan keberhasilan kelenjar hipofise ditentukan oleh gen (pembawa sifat) yang dibawa manusia semenjak ia masih membentuk Zygot dalam rahim ibu. Jika karena pengaruh tanggapan. Organ-organ tubuh yang melaksanakan proses bio-kimia bekerja di bawah perinah hormon. tetapi menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap dan perilaku hidup. maka keadaan ini dapat dinormalisir kembali oleh iman. Apabila suatu masyarakat terdiri dari orang-orang yang beriman. maka akan terbentuk masyarakat yang aman. Demikianlah pengaruh dan manfaat iman pada kehidupan manusia. dan berpikir. ia bukan hanya sekedar kepercayaan yang berada dalam hati. berdiri. atau fungsi biologis tubuh manusia mukmin dipengaruhi oleh iman. Hal itu karena semua gerak dan perbuatan manusia mukmin.” Iman memberikan keberuntungan Orang yang beriman selalu berjalan pada arah yang benar. Kerja bermacam-macam hormon diatur oleh hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofise yang terletak di samping bawah otak. dan akhlak manusia. dan merekalah orang-orang yang beruntung. terjadi perubahan fisiologis tubuh (keseimbangan terganggu). tentram. marah. hidupku. Yaitu “tidak ada Tuhan”. ibadahku. BAB III KESIMPULAN Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. pencernaaan. tuhan semesta alam. Al-Baqarah: 5. diabetes. dan matiku hanyalah untuk Allah. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. tingkah laku. Hal ini berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. dan lemah.” Iman mencegah penyakit Akhlak. Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. Dalam hal ini iamn mampu mengetur hormon dan selanjutnya membentuk gerak. damai. Dengan demikian orang yang beriman adalah orang yang beruntung dalam hidupnya. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la illaha illa Allah”. . baik indera maupun akail. maupun yang tidak dipengaruhi oleh kemauan seperti gerak jantung. “Mereka itulah yang tetap mendapatkan petunjuk dari Tuhan mereka. dll. karena Allah membimbing dan mengarahkan pada tujuan hidup yang hakiki. tingkah laku. Oleh karena itu orang-orang yang dikontrol oleh iman tidak akan mudah terkena penyakit modern. minum.“Katakanlah: sesungguhnya shalatku. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan yaitu Allah. baik yang dipengaruhi oleh kemauan. seperti darah tinggi.

Iman dalam bahasa (Etimologi) artinya adalah membenarkan dan dalam istilah artinya adalah membenarkan dengan hati. ikrar dalam hati. dan tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin. senantiasa tawakal. memelihara amanah dan menempati janji. Orang yang bertakwa adalah orang yang beriman yaitu yang berpandangan dan bersikap hidup dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul yakni orang yang melaksanakan shalat. dan Prinsip Integrasi. menafkahkan rezeki yang diterimanya. Korelasi keimanan dan ketakwaan. diucapkan dengan lidah (lisan) dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan nyata (konkrit) sehari-hari. diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Prinsip Internalisasi dan Individuasi. berjihad di jalan Allah dan suka menolong. tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya. Adapun tanda-tanda orang beriman adalah Jika disebut nama Allah. Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan. melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya. . Pengamalan dengan anggota badan Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu. Prinsip Sosialisasi. Jadi. Prinsip Konsistensi dan Koherensi. Pengucapan dengan lisan. Proses terbentuknya keimanan dapat dibentuk melalui Prinsip Pembinaan Berkesinambungan. menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. Kolerasi artinya hubungan. sebagai upaya pembinaan iman dan menafkahkan rizkinya untuk mendukung tegaknya ajaran Allah. Keimanan dan ketakwaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah . maka hatinya bergetar. Iman itu mencakup tiga hal : Ikrar dengan hati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->