P. 1
Konversi energi tenaga ombak menjadi listrik

Konversi energi tenaga ombak menjadi listrik

|Views: 205|Likes:
Published by Arya Wulandari
mata kuliah konversi energi Teknik Elektro
mata kuliah konversi energi Teknik Elektro

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Arya Wulandari on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

Konversi Energi Pembangkit Tenaga Listrik Ombak

Disusun Oleh : Iqbal Taufik Akbar

Latar Belakang
Krisis energi telah diprediksikan akan melanda lima tahun yang akan datang. Hal ini dikarenakan semakin langkanya minyak bumi dan semakin meningkatnya permintaan energi. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan baru untuk memanfaatkan energi lain. Indonesia memiliki potensi akan berbagai energi alternatif yang sampai saat ini masih kurang bisa dimanfaatkan secara optimal. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang nomer 4 di dunia, yaitu lebih dari 95.181 kilometer (km), dengan adanya garis pantai ini, menjadi salah satu potensi bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi konversi energi ombak untuk pembangkit listrik, dengan memanfaatkan energi mekanik gelombang ombak menjadi energi listrik.

Prinsip Kerja PLTO Secara Umum

Sistem pembangkit listrik terdiri dari chamber berisi udara yang berfungsi untuk menggerakkan turbin, kolom tempat air bergerak naik dan turun melalui saluran yang berada di bawah ponton dan turbin yang terhubung dengan generator. Gerakan air naik dan turun yang seiring dengan gelombang laut menyebabkan udara mengalir melalui saluran menuju turbin. Turbin tersebut didesain untuk bisa bekerja dengan generator putaran dua arah.

Ada 2 cara untuk mengkonversi gelombang laut menjadi listrik yaitu : 1. Sistem off-shore (lepas pantai) 2. On-shore (pantai).

energi

Sistem Off-Shore

Sistem On-Shore

Sistem Off-Shore
• Sistem off-shore dirancang pada kedalaman 40 meter • Mekanisme kumparannya memanfaatkan pergerakan gelombang untuk memompa energi. Listrik dihasilkan dari gerakan relatif antara pembungkus luar (external hull) dan bandul dalam (internal pendulum). Naikturunnya pipa pengapung di permukaan yang mengikuti gerakan gelombang berpengaruh pada pipa penghubung yang selanjutnya menggerakkan rotasi turbin bawah laut.

Sistem On- Shore
Sistem on-shore terbagi menjadi 3 metode yang dapat digunakan, yaitu 1. Channel system 2. Float system, dan 3. Oscillating water column system. Secara umum, pada prinsipnya, energi mekanik yang tercipta dari sistem-sistem ini mengaktifkan generator secara langsung dengan mentransfer gelombang fluida (air atau udara penggerak) yang kemudian mengaktifkan turbin generator.

Metode Float System
Alat ini akan membangkitkan listrik dari hasil gerakan vertikal dan rotasional pelampung dan dapat disambungkan pada untaian rakit yang mengapung atau alat yang ada di dasar laut dihubungkan dengan engsel Cockerell. Gerakan pelampung ini menimbulkan tekanan hidrolik yang kemudian diubah menjadi listrik. Menurut penelitian, deretan rakit sepanjang 1000 km akan mampu membangkitkan energi listrik yang setara dengan 25000 MW.

Oscillating Water Column System
OWC merupakan salah satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah energi gelombang laut menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat OWC ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu OWC, sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC, kemudian tekanan udara ini akan menggerakkan baling-baling turbin yang dihubungkan dengan generator listrik sehingga menghasilkan listrik. OWC terbagi menjadi 2 yaitu : 1) OWC terapung 2) OWC tidak terapung

OWC Tidak Terapung
Instalasi OWC tidak terapung terdiri dari tiga bangunan utama : 1. Saluran masukan air 2. Reservoir (penampungan), dan 3. Pembangkit.

Bangunan untuk memasukkan air laut terdiri dari dua unit, kolektor dan konverter. Kolektor berfungsi menangkap ombak, menahan energinya semaksimum mungkin, lalu memusatkan gelombang tersebut ke konverter. Konverter yang didesain berbentuk saluran yang runcing di salah satu ujungnya ini selanjutnya akan meneruskan air laut tersebut naik menuju reservoir. Karena bentuknya yang spesifik ini, saluran tersebut dinamakan tapchan (tappered channel).

Setelah air tertampung pada reservoir, air yang sudah terkumpul itu diterjunkan ke sisi bangunan yang lain. Energi potensial inilah yang berfungsi menggerakkan atau memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Energi potensial inilah yang berfungsi menggerakkan atau memutar turbin pembangkit listrik. Turbin tersebut didesain untuk bisa bekerja dengan generator putaran dua arah. Sistem yang berfungsi mengkonversi energi mekanik menjadi listrik terletak di atas permukaan laut dan terisolasi dari air laut dengan meletakkannya di dalam ruang khusus kedap air sehingga bisa dipastikan tidak bersentuhan dengan air laut. OWC ini dapat diletakkan di sekitar 50 m dari garis pantai pada kedalaman sekitar 15 m.

OWC Terapung
OWC ini bekerja pada saat air pasang saja, tapi OWC ini lebih kecil. Sistem akan dapat membangkitkan daya listrik optimal jika ditempatkan sebelum gelombang pecah atau pada kedalam 4-11 meter. Pada kondisi ini akan dapat dicapai putaran turbin antara 3000-700 rpm. Posisi prototip II OWC masih belum mencapai lokasi minimal yang disyaratkan, karena kesulitan pelaksanaan operasional alat mekanis. Posisi ideal akan dicapai melalui pembangunan prototip III yang berupa sistem OWC apung. Untuk OWC terapung, prinsip kerjanya sama seperti OWC tidak terapung, hanya saja peletakannya yang berbeda.

Channel System (Wave Surge atau Focusing Devices) Alat ini dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang dan menyalurkannya melalui saluran ke dalam bangunan penjebak seperti kolam buatan (lagoon) yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak
1. Biaya operasinya cenderung lebih rendah daripada pembangkit lainnya. 2. Pembangkit ini tidak membutuhkan bahan bakar sehingga tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan. 3. Kapasitas energi yang dihasilkan jauh lebih besar daripada pembangkit tenaga angin. Energi yang dihasilkan oleh arus air 12 mph sebanding dengan energi yang dihasilkan oleh angin dengan kecepatan 110 mph. 4. Produksi listrik juga relatif lebih stabil dan dapat diprediksi karena intensitas dan kondisi ombak di laut dapat diperkirakan sejak jauh-jauh hari.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak
1. Sulitnya menemukan lokasi yang tepat untuk dibangun pembangkit listrik, karena untuk dibangun instalasi pembangkit listrik tenaga ombak laut, tempat tersebut harus memiliki ombak yang kuat dan muncul secara konsisten. 2. Ketergantungannya pada ombak, sehingga hanya dapat mensuplai energi selama lebih kurang 10 jam setiap harinya ketika ada pergerakan ombak masuk ataupun keluar, dan jika ombaknya kecil maka energi yang dihasilkan juga akan kecil.

http://www.youtube.com/watch?v=gcStpg3i5V8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->