Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI

)

UKBI dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Atas dasar Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar, Pusat Bahasa lalu membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu diwujudkan yang kemudian dinamai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sejak saat itu, UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. Sebagai tes bahasa untuk umum, UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia, terutama yang berpendidikan, baik warga Negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI, Instansi Pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Demikian pula, perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003, dikukuhkanlah UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. UKBI dikembangkan berdasarkan prinsip penyusunan tes terkini dan telah diujikan kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sejumlah penutur asing. Hasil UKBI menghasilkan kecocokan dengan kenyataan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Saat ini beberapa institusi, baik negeri maupun swasta, telah menjadikan UKBI sebagai agenda tetap mereka. Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras, seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Dengan materi itu UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan itu, UKBI tersusun atas lima seksi, yaitu:

4. tabel. 2. serta kalimat.1. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 25 menit. Menulis Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. Mendengarkan Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan. atau gambar. 5. 3. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana dengan 200 kata. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit. atau gambar. Membaca Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. Merespon Kaidah Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan merespon penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal. . yaitu ejaan. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit. tabel. bentuk dan pilihan kata. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan. baik dalam bentuk dialog maupun monolog. Berbicara Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram.

Dalam realisasinya memang masih terbatas untuk para pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia. pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima. membaca. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan yang dinamai dengan UKBI. Layaknya TOEFL. masyarakat kita justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa. Seharusnya papan iklan tersebut diganti dengan ”Sedia Ulat” atau sedia minyak tanah. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa kaidah di dalam media massa adalah kaidah yang benar. lumut ada. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. dan merespon kaidah kebahasaan. Padahal dalam kenyataannya banyak media massa yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Artinya. Selanjutnya. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. Menurut sejarahnya. sedia pulsa. sebuah toko di pinggir jalan yang menjual ulat untuk makanan burung menuliskan ”Ulat Ada” di depan tokonya. UKBI yang memiliki surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003 tersebut memiliki kategori istimewa.. dsb. pada tahun 1983.Melestarikan Bahasa Indonesia dengan UKBI Suatu saat akan ada persyaratan khusus yang akan dilampirkan oleh pelamar kerja selain tes TOEFL. pulsa ada. Lampiran tersebut adalah kemampuan seseorang tentang penggunaan bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). madya. Kesalahan yang berterima tersebut tampak pada papan-papan iklan yang dibuat oleh masyarakat. Contoh lainnya adalah minyak tanah ada. sedia lumut. termasuk di dalamnya adalah pemakaian ejaan dan tanda baca. menulis. Media massa tentunya juga memiliki andil yang cukup besar terhadap pemakaian bahasa. Misalnya. sangat unggul. unggul. marginal. . semenjana. Ironisnya. UKBI hadir untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia baik secara tulis maupun lisan. UKBI juga memiliki serangkaian materi yaitu mendengar. dsb. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. dan terbatas. Ternyata banyak dari mereka yang berhasil menguasai instrumen bahasa Indonesia. berbicara.

artis dsb) seharusnya memberikan contoh pemakaian bahasa secara benar kepada masyarakat. unggah.Pejabat atau para politisi juga harus bertanggung jawab atas pemakaian bahasa. Hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mendukung program UKBI. branwir. web site. tinggal menunggu when-nya. kosakata tertentu masih terdengar asing di pemakai bahasa Indonesia. upload. bukan berarti kita harus tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. Itulah kenyataan yang harus kita terima. Media massa (termasuk media elektronik) dan para figur masyarakat (pejabat.” Tidak kita pungkiri. yang konon sudah kehilangan kemelayuannya. kita juga harus memikirkan nasib bahasa kita di tengah riuhnya bahasa asing agar kita tidak mengikuti jejak Malaysia. Oleh karena itu. Namun. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan kata download. Di samping itu. Kehadiran UKBI untuk warga Indonesia memang nantinya akan menimbulkan polemik dari berbagai kalangan. error. Salah seorang pejabat pernah mengatakan tentang kenaikan BBM: ”Keputusan naiknya BBM sudah jelas. laman. Sebab mereka adalah figur masyarakat yang perilakunya bisa jadi ditiru oleh masyarakat. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai tersisihkan. Pusat Bahasa membentuk pusat kebahasaan di daerahdaerah untuk meluruskan pemakaian bahasa yang benar. Belum lagi untuk kata peterana. galat. Hal itu akan sangat tidak biasa ketika kita harus mengucapkan unduh. kelindan dan sebagainya. .

kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Selain itu. Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Dalam pengembangan UKBI. UKBI termasuk jenis tes kemahiran (proficiency test) untuk tujuan umum (general purposes). perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Dengan UKBI. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. Selanjutnya. Sebagai tes bahasa untuk umum. UKBI mengacu pada situasi penggunaan bahasa pada masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta uji. Menteri Pendidikan Nasional telah mengukuhkan UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada awal tahun 1990-an. instansi pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum. terutama yang berpendidikan. Sebagai sebuah tes kemahiran.Mengukur Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dengan UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa. instrumen evaluasi itu diwujudkan. baik tulis maupun lisan. Depdiknas. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Demikian pula. UKBI telah memperoleh Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia pada tanggal 8 Januari 2004. Oleh karena itu. Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. yaitu ranah . Melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003.

UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. Materi soal UKBI diejawantahkan dari materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi tersebut. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. (sumber: http://ukbi.kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan hidup khusus.pusatbahasa. Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan.id/web/lang/) .go. yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia.diknas.

86 persen atau 1.02 persen (834 orang). 32.00 7. Sedangkan ditingkat SMA/MA hasil UN tahun 2008/2008. Suyatno. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. hanya 9 orang dalam peringkat unggul. Selain Suyatno.6 persen atau 252. 99 adalah 40. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). 49 madya. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru.460 (jurusan IPA).26 persen untuk jurusan IPA. Hamka (Uhamka). Data laporan hasil ujian nasional SMP negeri dan swasta tahun 2008/2009 secara nasional . dan 1 marginal. Dalam orasi berjudul Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan Guru Profesional . 41 semenjana. Menurut Suyatno.2 persen untuk jurusan bahasa. kemampuan bahasa Indonesia para guru juga rendah.131. ketika menyampaikan orasi ilmiah saat ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa. Yang memperoleh nilai 10 hanya 0.Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa dan Guru Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. dua dosen lain yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Abdul Mad jid Latief bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dan Sylviana Murni bidang manajemen pendidikan. rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia atau pendidikan bahasa akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan . Suyatno menampilkan data terkini.00 sampai 7. Jakarta. yang rentang nilainya 7. Kenyataan yang ironik itu diungkapkan Rektor Universitas Muhammadyah Prof.7 persen atau 13. Untuk nilai bahasa Indonesia 0. Kamis (20/8) di kampus Uhamka.815 orang peserta UN.01 sampai 5. Yang meraih nilai 10 di jurusan IPA dan IPS tidak ada. 28. peserta yang rentang nilainya 7. Dr. sedangkan di jurusan bahasa ada 6 orang dari 43.815 (jurusan IPS). Dari uji kemahiran bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008.121 peserta. dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. dari 3.445 (jurusan bahasa).53 persen IPS dan 23.99 cukup signifikan besarnya.688 peserta ujian.441. yaitu 17.2 persen atau 240.99 hanya 32. Tidak hanya kemampuan berbahasa Indonesia anak didik yang rendah. dan 30.

kompas." katanya.menulis. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada.com) . "Sangat jarang ditemukan siswa atau pun guru yang memiliki karya tulis yang berbobot dan memiliki nilai ilmiah dengan kualitas bahasa Indonesia yang tinggi. Menurut pandangan Suyatno. (sumber: edukasi.

Taufik Ismail mengatakan siswa Indonesia telah rabun membaca dan pincang menulis. tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda. maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak? P4TK Bahasa Jakarta mengeluarkan data bahwa kompetensi guru bahasa Indonesia melalui UKBI sangat memperihatinkan. Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI. pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa. Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. Jika kita kembali kepada sejarah. Sudah selayaknya jika guru bahasa Indonesia wajib mengikuti UKBI. satu tanah air. mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah tak mampu lagi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya. Demikian pula gaya bahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasa Indonesia seseorang secara lengkap dan terukur. dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul. tetapi jalang manakala menonton televisi. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. Jika kompetensi guru bahasa Indonesia seperti itu maka bagiamana mungkin kompetensi berbahasa Indonesia siswa menjadi baik? Lalu bagaimana nilai kelulusan UN mata pelajaran Bahasa Indonesianya? Pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi efek domino akan terus bermunculan.Pentingnya UKBI Berdasarkan penjelasan di atas maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di Republik ini belum . Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya.

Sebagai data pembanding di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. Hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk UKBI ini hanya Rp 150. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Guru SMP YPK. Salah satu lembaga yang sering memanfaatkan UKBI ini adalah lembaga P4TK Bahasa Jakarta. Melalui tulisan ini pihak manajemen Yayasan Pupuk Kaltim sudah selayaknya mencari tahu lebih banyak lagi tentang pentingnya UKBI. Maret 2011)* .Pd. * (Penulis: Retno Utami.00 saja per orang. Berarti kompetensi yang 2 orang itu pun masih harus di uji kembali.terukur secara valid dan realibel. lebih murah daripada tes TOEFL „kan? Jika guru di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim ini ditanyakan apakah pernah mengetahui apalagi mengikuti UKBI maka jawabannya hanya dapat dihitung dengan jari saja. Sayangnya lembaga yang mempunyai hak paten UKBI yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. karena biaya ditanggung oleh P4TK Bahasa Jakarta. Sertifikat UKBI itu pun sudah kadaluarsa. karena selayaknya setiap 2 tahun sekali UKBI itu kembali harus dilakukan. S. Lembaga ini akan melaksanakan UKBI bagi Bapak Ibu guru yang melakukan Diklat di lembaga ini secara gratis. Sehingga UKBI tak dapat ditunda lagi untuk dijadikan persyaratan. hanya ada 2 guru Bahasa Indonesia yang pernah mengikuti UKBI. Itu pun dilakukan di Jakarta setelah mengikuti saat Diklat di P4TK Jakarta selama satu bulan pada tahun 2002.000. Sehingga di masa yang akan datang UKBI dapat menjadi tolok ukur kompetensi guru Bahasa Indonesia di Yayasan Pupuk Kaltim yang tercinta ini.

UKBI disusun atas berapa seksi? Sebutkan! Jawab: UKBI terdiri atas 5 seksi. Merespon kaidah c. Selanjutnya. Menulis e. terutama yang berpendidikan. Berbicara 3. unggul. Apakah manfaat UKBI? Jawab: UKBI digunakan untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. sangat unggul. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V. baik tulis maupun lisan. Keterampilan apa saja yang diukur dalam UKBI? Jawab: .Soal Uraian: 1. sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. marginal. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan dan diberi nama UKBI. dan terbatas. Membaca d. yaitu: a. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. 2. Sebutkan kategori yang terdapat pada UKBI berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003! Jawab: kategori istimewa. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. semenjana. Mendengarkan b. 5. Siapa sajakah sasaran UKBI? Jawab: UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. Bagaimana sejarah berdirinya UKBI? Jawab: Menurut sejarahnya. 6. pada tahun 1983. 4. madya.

Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. dan 1 marginal. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. Sebutkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat mengalami penurunan secara signifikan! Jawab: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. Berdasarkan hasil tersebut. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). Selain itu. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. 8. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. Suyatno berpendapat bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia tersebut akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan menulis siswa dan guru. hanya 9 orang dalam peringkat unggul. 7. 41 semenjana. . Apa pendapat yang dilontarkan Suyatno setelah menilik hasil uji kemahiran bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008 dari 100 sampel hasil tes UKBI guru? Jawab: Dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. 49 madya.Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan.

Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Mengapa pelaksanaan UKBI masih belum maksimal? Jawab: Karena lembaga yang mempunyai hak paten UKBI. yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. Sehingga. Mengapa nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan? Jawab: Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini.9. sehingga kompetensi siswa pun tidak akan mengalami kemajuan. 10. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di negara ini belum terukur secara valid dan realibel. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful