Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI

)

UKBI dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Atas dasar Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar, Pusat Bahasa lalu membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu diwujudkan yang kemudian dinamai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sejak saat itu, UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. Sebagai tes bahasa untuk umum, UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia, terutama yang berpendidikan, baik warga Negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI, Instansi Pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Demikian pula, perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003, dikukuhkanlah UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. UKBI dikembangkan berdasarkan prinsip penyusunan tes terkini dan telah diujikan kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sejumlah penutur asing. Hasil UKBI menghasilkan kecocokan dengan kenyataan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Saat ini beberapa institusi, baik negeri maupun swasta, telah menjadikan UKBI sebagai agenda tetap mereka. Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras, seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Dengan materi itu UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan itu, UKBI tersusun atas lima seksi, yaitu:

Menulis Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. 3. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit. Mendengarkan Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan. 4. Membaca Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. Merespon Kaidah Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan merespon penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal. 2. bentuk dan pilihan kata.1. yaitu ejaan. 5. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana dengan 200 kata. serta kalimat. baik dalam bentuk dialog maupun monolog. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 25 menit. atau gambar. . Berbicara Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan. tabel. atau gambar. tabel.

unggul. Misalnya. Ternyata banyak dari mereka yang berhasil menguasai instrumen bahasa Indonesia.Melestarikan Bahasa Indonesia dengan UKBI Suatu saat akan ada persyaratan khusus yang akan dilampirkan oleh pelamar kerja selain tes TOEFL. sedia lumut. Padahal dalam kenyataannya banyak media massa yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. membaca. dan merespon kaidah kebahasaan. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan yang dinamai dengan UKBI. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. .. Contoh lainnya adalah minyak tanah ada. pada tahun 1983. termasuk di dalamnya adalah pemakaian ejaan dan tanda baca. Dalam realisasinya memang masih terbatas untuk para pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia. masyarakat kita justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. menulis. dan terbatas. Layaknya TOEFL. berbicara. Menurut sejarahnya. Kesalahan yang berterima tersebut tampak pada papan-papan iklan yang dibuat oleh masyarakat. lumut ada. Selanjutnya. Artinya. pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima. sebuah toko di pinggir jalan yang menjual ulat untuk makanan burung menuliskan ”Ulat Ada” di depan tokonya. pulsa ada. madya. Seharusnya papan iklan tersebut diganti dengan ”Sedia Ulat” atau sedia minyak tanah. Media massa tentunya juga memiliki andil yang cukup besar terhadap pemakaian bahasa. sedia pulsa. dsb. Lampiran tersebut adalah kemampuan seseorang tentang penggunaan bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). sangat unggul. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa kaidah di dalam media massa adalah kaidah yang benar. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. semenjana. UKBI hadir untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia baik secara tulis maupun lisan. marginal. Ironisnya. dsb. UKBI juga memiliki serangkaian materi yaitu mendengar. UKBI yang memiliki surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003 tersebut memiliki kategori istimewa.

Di samping itu. laman. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai tersisihkan. Salah seorang pejabat pernah mengatakan tentang kenaikan BBM: ”Keputusan naiknya BBM sudah jelas. Itulah kenyataan yang harus kita terima. Kehadiran UKBI untuk warga Indonesia memang nantinya akan menimbulkan polemik dari berbagai kalangan. bukan berarti kita harus tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. Pusat Bahasa membentuk pusat kebahasaan di daerahdaerah untuk meluruskan pemakaian bahasa yang benar. Namun.” Tidak kita pungkiri. . Oleh karena itu. Belum lagi untuk kata peterana. kita juga harus memikirkan nasib bahasa kita di tengah riuhnya bahasa asing agar kita tidak mengikuti jejak Malaysia. Media massa (termasuk media elektronik) dan para figur masyarakat (pejabat. Hal itu akan sangat tidak biasa ketika kita harus mengucapkan unduh. error.Pejabat atau para politisi juga harus bertanggung jawab atas pemakaian bahasa. yang konon sudah kehilangan kemelayuannya. Hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mendukung program UKBI. unggah. galat. kelindan dan sebagainya. Sebab mereka adalah figur masyarakat yang perilakunya bisa jadi ditiru oleh masyarakat. artis dsb) seharusnya memberikan contoh pemakaian bahasa secara benar kepada masyarakat. kosakata tertentu masih terdengar asing di pemakai bahasa Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan kata download. branwir. web site. tinggal menunggu when-nya. upload.

UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. baik tulis maupun lisan. Selanjutnya. UKBI termasuk jenis tes kemahiran (proficiency test) untuk tujuan umum (general purposes). Penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum. Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Oleh karena itu. Sebagai tes bahasa untuk umum. Demikian pula. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Selain itu. instansi pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003. perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Pada awal tahun 1990-an. UKBI mengacu pada situasi penggunaan bahasa pada masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta uji. Dalam pengembangan UKBI.Mengukur Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dengan UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa. dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). instrumen evaluasi itu diwujudkan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. terutama yang berpendidikan. yaitu ranah . Sebagai sebuah tes kemahiran. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Dengan UKBI. ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). Depdiknas. UKBI telah memperoleh Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia pada tanggal 8 Januari 2004. Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional telah mengukuhkan UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia.

kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan hidup khusus. Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis.id/web/lang/) . Materi soal UKBI diejawantahkan dari materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi tersebut.diknas. (sumber: http://ukbi.go. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan.pusatbahasa. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara.

Menurut Suyatno.6 persen atau 252.99 hanya 32. Selain Suyatno. Kenyataan yang ironik itu diungkapkan Rektor Universitas Muhammadyah Prof.86 persen atau 1. Kamis (20/8) di kampus Uhamka. 32. Sedangkan ditingkat SMA/MA hasil UN tahun 2008/2008. yaitu 17. kemampuan bahasa Indonesia para guru juga rendah. yang rentang nilainya 7.00 7. rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia atau pendidikan bahasa akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan . 41 semenjana. dan 30.815 orang peserta UN.26 persen untuk jurusan IPA. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). Suyatno menampilkan data terkini. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas.2 persen untuk jurusan bahasa. ketika menyampaikan orasi ilmiah saat ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. peserta yang rentang nilainya 7.7 persen atau 13. Dr.815 (jurusan IPS).2 persen atau 240.688 peserta ujian.121 peserta.53 persen IPS dan 23.460 (jurusan IPA). dari 3. Data laporan hasil ujian nasional SMP negeri dan swasta tahun 2008/2009 secara nasional . Dalam orasi berjudul Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan Guru Profesional . Yang meraih nilai 10 di jurusan IPA dan IPS tidak ada. sedangkan di jurusan bahasa ada 6 orang dari 43.02 persen (834 orang). Hamka (Uhamka). Untuk nilai bahasa Indonesia 0.Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa dan Guru Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi.131. Suyatno. hanya 9 orang dalam peringkat unggul.00 sampai 7.99 cukup signifikan besarnya.445 (jurusan bahasa). dua dosen lain yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Abdul Mad jid Latief bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dan Sylviana Murni bidang manajemen pendidikan. Dari uji kemahiran bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008. 49 madya. 99 adalah 40. dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. 28. Yang memperoleh nilai 10 hanya 0.441.01 sampai 5. Jakarta. Tidak hanya kemampuan berbahasa Indonesia anak didik yang rendah. dan 1 marginal.

sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada.com) .kompas." katanya. "Sangat jarang ditemukan siswa atau pun guru yang memiliki karya tulis yang berbobot dan memiliki nilai ilmiah dengan kualitas bahasa Indonesia yang tinggi. (sumber: edukasi. Menurut pandangan Suyatno. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang.menulis.

Jika kita kembali kepada sejarah. tetapi jalang manakala menonton televisi.Pentingnya UKBI Berdasarkan penjelasan di atas maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak? P4TK Bahasa Jakarta mengeluarkan data bahwa kompetensi guru bahasa Indonesia melalui UKBI sangat memperihatinkan. pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa. satu tanah air. Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul. Demikian pula gaya bahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya. maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah tak mampu lagi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasa Indonesia seseorang secara lengkap dan terukur. Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya. Taufik Ismail mengatakan siswa Indonesia telah rabun membaca dan pincang menulis. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di Republik ini belum . Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI. maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Jika kompetensi guru bahasa Indonesia seperti itu maka bagiamana mungkin kompetensi berbahasa Indonesia siswa menjadi baik? Lalu bagaimana nilai kelulusan UN mata pelajaran Bahasa Indonesianya? Pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi efek domino akan terus bermunculan. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka. Sudah selayaknya jika guru bahasa Indonesia wajib mengikuti UKBI. tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda.

S. Guru SMP YPK. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Melalui tulisan ini pihak manajemen Yayasan Pupuk Kaltim sudah selayaknya mencari tahu lebih banyak lagi tentang pentingnya UKBI. Hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini.00 saja per orang. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk UKBI ini hanya Rp 150.000. Berarti kompetensi yang 2 orang itu pun masih harus di uji kembali. Lembaga ini akan melaksanakan UKBI bagi Bapak Ibu guru yang melakukan Diklat di lembaga ini secara gratis. Sehingga UKBI tak dapat ditunda lagi untuk dijadikan persyaratan. Sertifikat UKBI itu pun sudah kadaluarsa. Sayangnya lembaga yang mempunyai hak paten UKBI yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. * (Penulis: Retno Utami. Sebagai data pembanding di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. Salah satu lembaga yang sering memanfaatkan UKBI ini adalah lembaga P4TK Bahasa Jakarta. Itu pun dilakukan di Jakarta setelah mengikuti saat Diklat di P4TK Jakarta selama satu bulan pada tahun 2002. lebih murah daripada tes TOEFL „kan? Jika guru di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim ini ditanyakan apakah pernah mengetahui apalagi mengikuti UKBI maka jawabannya hanya dapat dihitung dengan jari saja. Maret 2011)* . hanya ada 2 guru Bahasa Indonesia yang pernah mengikuti UKBI. karena biaya ditanggung oleh P4TK Bahasa Jakarta.terukur secara valid dan realibel. karena selayaknya setiap 2 tahun sekali UKBI itu kembali harus dilakukan. Sehingga di masa yang akan datang UKBI dapat menjadi tolok ukur kompetensi guru Bahasa Indonesia di Yayasan Pupuk Kaltim yang tercinta ini.Pd.

Apakah manfaat UKBI? Jawab: UKBI digunakan untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Keterampilan apa saja yang diukur dalam UKBI? Jawab: . yaitu: a. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V. Menulis e. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan dan diberi nama UKBI. Mendengarkan b. terutama yang berpendidikan. Bagaimana sejarah berdirinya UKBI? Jawab: Menurut sejarahnya. dan terbatas. unggul. 2.Soal Uraian: 1. Sebutkan kategori yang terdapat pada UKBI berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003! Jawab: kategori istimewa. marginal. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Berbicara 3. 5. madya. sangat unggul. sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. Selanjutnya. Membaca d. semenjana. UKBI disusun atas berapa seksi? Sebutkan! Jawab: UKBI terdiri atas 5 seksi. Merespon kaidah c. Siapa sajakah sasaran UKBI? Jawab: UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. baik tulis maupun lisan. 6. 4. pada tahun 1983.

Sebutkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat mengalami penurunan secara signifikan! Jawab: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis. Berdasarkan hasil tersebut. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. . hanya 9 orang dalam peringkat unggul. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. 41 semenjana. 7.Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. Apa pendapat yang dilontarkan Suyatno setelah menilik hasil uji kemahiran bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008 dari 100 sampel hasil tes UKBI guru? Jawab: Dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. 8. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). Selain itu. dan 1 marginal. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. 49 madya. Suyatno berpendapat bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia tersebut akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan menulis siswa dan guru. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis.

. 10. Mengapa nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan? Jawab: Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di negara ini belum terukur secara valid dan realibel. Sehingga. sehingga kompetensi siswa pun tidak akan mengalami kemajuan. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Mengapa pelaksanaan UKBI masih belum maksimal? Jawab: Karena lembaga yang mempunyai hak paten UKBI. yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini.9. hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful