P. 1
UKBI

UKBI

|Views: 1,892|Likes:

More info:

Published by: Prihan Merah KebiruBiruan on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI

)

UKBI dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Atas dasar Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar, Pusat Bahasa lalu membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu diwujudkan yang kemudian dinamai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sejak saat itu, UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. Sebagai tes bahasa untuk umum, UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia, terutama yang berpendidikan, baik warga Negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI, Instansi Pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Demikian pula, perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003, dikukuhkanlah UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. UKBI dikembangkan berdasarkan prinsip penyusunan tes terkini dan telah diujikan kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sejumlah penutur asing. Hasil UKBI menghasilkan kecocokan dengan kenyataan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Saat ini beberapa institusi, baik negeri maupun swasta, telah menjadikan UKBI sebagai agenda tetap mereka. Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras, seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Dengan materi itu UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan itu, UKBI tersusun atas lima seksi, yaitu:

yaitu ejaan. atau gambar. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 25 menit. 5. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana dengan 200 kata. Mendengarkan Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan. baik dalam bentuk dialog maupun monolog. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan.1. atau gambar. tabel. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit. 4. 2. Menulis Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. serta kalimat. . tabel. Membaca Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. bentuk dan pilihan kata. 3. Merespon Kaidah Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan merespon penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal. Berbicara Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram.

yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. Layaknya TOEFL. termasuk di dalamnya adalah pemakaian ejaan dan tanda baca. membaca. berbicara. Media massa tentunya juga memiliki andil yang cukup besar terhadap pemakaian bahasa. dsb. Ironisnya. Seharusnya papan iklan tersebut diganti dengan ”Sedia Ulat” atau sedia minyak tanah. sangat unggul. Lampiran tersebut adalah kemampuan seseorang tentang penggunaan bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). dan terbatas. Artinya. marginal. pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. UKBI hadir untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia baik secara tulis maupun lisan. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa kaidah di dalam media massa adalah kaidah yang benar. sebuah toko di pinggir jalan yang menjual ulat untuk makanan burung menuliskan ”Ulat Ada” di depan tokonya. Contoh lainnya adalah minyak tanah ada. masyarakat kita justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa. menulis. Ternyata banyak dari mereka yang berhasil menguasai instrumen bahasa Indonesia. Misalnya. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan yang dinamai dengan UKBI. dsb.Melestarikan Bahasa Indonesia dengan UKBI Suatu saat akan ada persyaratan khusus yang akan dilampirkan oleh pelamar kerja selain tes TOEFL. Kesalahan yang berterima tersebut tampak pada papan-papan iklan yang dibuat oleh masyarakat. .. pada tahun 1983. lumut ada. Menurut sejarahnya. UKBI juga memiliki serangkaian materi yaitu mendengar. semenjana. Dalam realisasinya memang masih terbatas untuk para pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia. Selanjutnya. dan merespon kaidah kebahasaan. sedia lumut. pulsa ada. Padahal dalam kenyataannya banyak media massa yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. UKBI yang memiliki surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003 tersebut memiliki kategori istimewa. unggul. madya. sedia pulsa.

kosakata tertentu masih terdengar asing di pemakai bahasa Indonesia. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai tersisihkan. web site. tinggal menunggu when-nya. upload. Di samping itu. Itulah kenyataan yang harus kita terima. kelindan dan sebagainya. Oleh karena itu. galat. Kehadiran UKBI untuk warga Indonesia memang nantinya akan menimbulkan polemik dari berbagai kalangan.” Tidak kita pungkiri. . branwir. Pusat Bahasa membentuk pusat kebahasaan di daerahdaerah untuk meluruskan pemakaian bahasa yang benar. Belum lagi untuk kata peterana. error. kita juga harus memikirkan nasib bahasa kita di tengah riuhnya bahasa asing agar kita tidak mengikuti jejak Malaysia. yang konon sudah kehilangan kemelayuannya.Pejabat atau para politisi juga harus bertanggung jawab atas pemakaian bahasa. Sebab mereka adalah figur masyarakat yang perilakunya bisa jadi ditiru oleh masyarakat. Hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mendukung program UKBI. Namun. laman. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan kata download. artis dsb) seharusnya memberikan contoh pemakaian bahasa secara benar kepada masyarakat. Hal itu akan sangat tidak biasa ketika kita harus mengucapkan unduh. unggah. Salah seorang pejabat pernah mengatakan tentang kenaikan BBM: ”Keputusan naiknya BBM sudah jelas. bukan berarti kita harus tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. Media massa (termasuk media elektronik) dan para figur masyarakat (pejabat.

Oleh karena itu. instrumen evaluasi itu diwujudkan. Pada awal tahun 1990-an. Melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003. Sebagai tes bahasa untuk umum. baik tulis maupun lisan. kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Dengan UKBI. perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Demikian pula.Mengukur Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dengan UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa. UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. Selain itu. ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). yaitu ranah . UKBI mengacu pada situasi penggunaan bahasa pada masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta uji. Depdiknas. UKBI termasuk jenis tes kemahiran (proficiency test) untuk tujuan umum (general purposes). Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. UKBI telah memperoleh Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia pada tanggal 8 Januari 2004. Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional telah mengukuhkan UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. instansi pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. Penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum. Selanjutnya. terutama yang berpendidikan. Dalam pengembangan UKBI. Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Sebagai sebuah tes kemahiran. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

Materi soal UKBI diejawantahkan dari materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi tersebut. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara.kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan hidup khusus.go. (sumber: http://ukbi. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis.pusatbahasa.id/web/lang/) . Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia.diknas.

Kenyataan yang ironik itu diungkapkan Rektor Universitas Muhammadyah Prof. Dalam orasi berjudul Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan Guru Profesional . dua dosen lain yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Abdul Mad jid Latief bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dan Sylviana Murni bidang manajemen pendidikan. Data laporan hasil ujian nasional SMP negeri dan swasta tahun 2008/2009 secara nasional . ketika menyampaikan orasi ilmiah saat ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa.815 orang peserta UN. 41 semenjana.460 (jurusan IPA). hanya 9 orang dalam peringkat unggul.00 sampai 7. 32. dari 3.01 sampai 5. Dr. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). Suyatno. peserta yang rentang nilainya 7. Sedangkan ditingkat SMA/MA hasil UN tahun 2008/2008. Selain Suyatno. yaitu 17. Yang meraih nilai 10 di jurusan IPA dan IPS tidak ada.53 persen IPS dan 23. kemampuan bahasa Indonesia para guru juga rendah.121 peserta.441. Dari uji kemahiran bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008. rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia atau pendidikan bahasa akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan .86 persen atau 1.2 persen atau 240.688 peserta ujian.7 persen atau 13. dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. Menurut Suyatno. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru.00 7.99 cukup signifikan besarnya. dan 1 marginal.26 persen untuk jurusan IPA.Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa dan Guru Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi.99 hanya 32.131. Untuk nilai bahasa Indonesia 0. Suyatno menampilkan data terkini. Yang memperoleh nilai 10 hanya 0. Tidak hanya kemampuan berbahasa Indonesia anak didik yang rendah. Kamis (20/8) di kampus Uhamka. 28. Hamka (Uhamka).6 persen atau 252.02 persen (834 orang). 99 adalah 40.2 persen untuk jurusan bahasa. dan 30. Jakarta. 49 madya. sedangkan di jurusan bahasa ada 6 orang dari 43. yang rentang nilainya 7.815 (jurusan IPS).445 (jurusan bahasa).

kompas. (sumber: edukasi." katanya. "Sangat jarang ditemukan siswa atau pun guru yang memiliki karya tulis yang berbobot dan memiliki nilai ilmiah dengan kualitas bahasa Indonesia yang tinggi.menulis. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang.com) . sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. Menurut pandangan Suyatno.

Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI. pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa. Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. Jika kita kembali kepada sejarah. Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya. tetapi jalang manakala menonton televisi. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di Republik ini belum . Demikian pula gaya bahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya. Sudah selayaknya jika guru bahasa Indonesia wajib mengikuti UKBI. maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. satu tanah air. Jika kompetensi guru bahasa Indonesia seperti itu maka bagiamana mungkin kompetensi berbahasa Indonesia siswa menjadi baik? Lalu bagaimana nilai kelulusan UN mata pelajaran Bahasa Indonesianya? Pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi efek domino akan terus bermunculan. mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah tak mampu lagi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak? P4TK Bahasa Jakarta mengeluarkan data bahwa kompetensi guru bahasa Indonesia melalui UKBI sangat memperihatinkan. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. Taufik Ismail mengatakan siswa Indonesia telah rabun membaca dan pincang menulis.Pentingnya UKBI Berdasarkan penjelasan di atas maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul. dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasa Indonesia seseorang secara lengkap dan terukur.

* (Penulis: Retno Utami.Pd. Sertifikat UKBI itu pun sudah kadaluarsa.00 saja per orang. Hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Guru SMP YPK. Sehingga UKBI tak dapat ditunda lagi untuk dijadikan persyaratan. Sehingga di masa yang akan datang UKBI dapat menjadi tolok ukur kompetensi guru Bahasa Indonesia di Yayasan Pupuk Kaltim yang tercinta ini. lebih murah daripada tes TOEFL „kan? Jika guru di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim ini ditanyakan apakah pernah mengetahui apalagi mengikuti UKBI maka jawabannya hanya dapat dihitung dengan jari saja. Berarti kompetensi yang 2 orang itu pun masih harus di uji kembali. Lembaga ini akan melaksanakan UKBI bagi Bapak Ibu guru yang melakukan Diklat di lembaga ini secara gratis. Melalui tulisan ini pihak manajemen Yayasan Pupuk Kaltim sudah selayaknya mencari tahu lebih banyak lagi tentang pentingnya UKBI. Salah satu lembaga yang sering memanfaatkan UKBI ini adalah lembaga P4TK Bahasa Jakarta. hanya ada 2 guru Bahasa Indonesia yang pernah mengikuti UKBI. Itu pun dilakukan di Jakarta setelah mengikuti saat Diklat di P4TK Jakarta selama satu bulan pada tahun 2002. Sebagai data pembanding di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. Maret 2011)* . S. karena selayaknya setiap 2 tahun sekali UKBI itu kembali harus dilakukan.000.terukur secara valid dan realibel. Sayangnya lembaga yang mempunyai hak paten UKBI yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk UKBI ini hanya Rp 150. karena biaya ditanggung oleh P4TK Bahasa Jakarta.

unggul. Apakah manfaat UKBI? Jawab: UKBI digunakan untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. yaitu: a. 6. dan terbatas. Merespon kaidah c. Mendengarkan b. 2. sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. sangat unggul. marginal. 5. Sebutkan kategori yang terdapat pada UKBI berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003! Jawab: kategori istimewa. baik tulis maupun lisan. semenjana. Bagaimana sejarah berdirinya UKBI? Jawab: Menurut sejarahnya. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. madya. Keterampilan apa saja yang diukur dalam UKBI? Jawab: . yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V. UKBI disusun atas berapa seksi? Sebutkan! Jawab: UKBI terdiri atas 5 seksi. Membaca d. Menulis e. terutama yang berpendidikan. Selanjutnya. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan dan diberi nama UKBI. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Siapa sajakah sasaran UKBI? Jawab: UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. 4.Soal Uraian: 1. Berbicara 3. pada tahun 1983.

guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. hanya 9 orang dalam peringkat unggul. dan 1 marginal. Apa pendapat yang dilontarkan Suyatno setelah menilik hasil uji kemahiran bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008 dari 100 sampel hasil tes UKBI guru? Jawab: Dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. Berdasarkan hasil tersebut. 49 madya. 7. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. Selain itu. Sebutkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat mengalami penurunan secara signifikan! Jawab: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. 8. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. Suyatno berpendapat bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia tersebut akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan menulis siswa dan guru. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. 41 semenjana. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). .Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis.

Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. sehingga kompetensi siswa pun tidak akan mengalami kemajuan. yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini.9. . 10. Sehingga. Mengapa pelaksanaan UKBI masih belum maksimal? Jawab: Karena lembaga yang mempunyai hak paten UKBI. Mengapa nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan? Jawab: Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di negara ini belum terukur secara valid dan realibel. hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->