Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI

)

UKBI dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Atas dasar Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar, Pusat Bahasa lalu membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu diwujudkan yang kemudian dinamai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sejak saat itu, UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. Sebagai tes bahasa untuk umum, UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia, terutama yang berpendidikan, baik warga Negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI, Instansi Pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Demikian pula, perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003, dikukuhkanlah UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. UKBI dikembangkan berdasarkan prinsip penyusunan tes terkini dan telah diujikan kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sejumlah penutur asing. Hasil UKBI menghasilkan kecocokan dengan kenyataan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Saat ini beberapa institusi, baik negeri maupun swasta, telah menjadikan UKBI sebagai agenda tetap mereka. Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras, seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Dengan materi itu UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan itu, UKBI tersusun atas lima seksi, yaitu:

atau gambar. tabel. 4. baik dalam bentuk dialog maupun monolog. atau gambar. Merespon Kaidah Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan merespon penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana dengan 200 kata. serta kalimat. Mendengarkan Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 25 menit. bentuk dan pilihan kata.1. 2. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit. . Membaca Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. 5. Berbicara Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. Menulis Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. tabel. yaitu ejaan. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit. 3.

pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima. Ternyata banyak dari mereka yang berhasil menguasai instrumen bahasa Indonesia. pulsa ada. Kesalahan yang berterima tersebut tampak pada papan-papan iklan yang dibuat oleh masyarakat. Selanjutnya.. masyarakat kita justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa. Media massa tentunya juga memiliki andil yang cukup besar terhadap pemakaian bahasa. berbicara. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa kaidah di dalam media massa adalah kaidah yang benar. marginal. Ironisnya. Menurut sejarahnya. semenjana.Melestarikan Bahasa Indonesia dengan UKBI Suatu saat akan ada persyaratan khusus yang akan dilampirkan oleh pelamar kerja selain tes TOEFL. lumut ada. UKBI juga memiliki serangkaian materi yaitu mendengar. Contoh lainnya adalah minyak tanah ada. Dalam realisasinya memang masih terbatas untuk para pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia. membaca. . sangat unggul. sebuah toko di pinggir jalan yang menjual ulat untuk makanan burung menuliskan ”Ulat Ada” di depan tokonya. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. menulis. Misalnya. sedia pulsa. pada tahun 1983. Layaknya TOEFL. UKBI hadir untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia baik secara tulis maupun lisan. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. UKBI yang memiliki surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003 tersebut memiliki kategori istimewa. dsb. unggul. Seharusnya papan iklan tersebut diganti dengan ”Sedia Ulat” atau sedia minyak tanah. madya. dan merespon kaidah kebahasaan. Lampiran tersebut adalah kemampuan seseorang tentang penggunaan bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). dan terbatas. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan yang dinamai dengan UKBI. Artinya. sedia lumut. termasuk di dalamnya adalah pemakaian ejaan dan tanda baca. dsb. Padahal dalam kenyataannya banyak media massa yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar.

Media massa (termasuk media elektronik) dan para figur masyarakat (pejabat.Pejabat atau para politisi juga harus bertanggung jawab atas pemakaian bahasa. tinggal menunggu when-nya. artis dsb) seharusnya memberikan contoh pemakaian bahasa secara benar kepada masyarakat. Belum lagi untuk kata peterana. Salah seorang pejabat pernah mengatakan tentang kenaikan BBM: ”Keputusan naiknya BBM sudah jelas. error. kosakata tertentu masih terdengar asing di pemakai bahasa Indonesia. Pusat Bahasa membentuk pusat kebahasaan di daerahdaerah untuk meluruskan pemakaian bahasa yang benar. yang konon sudah kehilangan kemelayuannya. Di samping itu. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan kata download. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai tersisihkan. kita juga harus memikirkan nasib bahasa kita di tengah riuhnya bahasa asing agar kita tidak mengikuti jejak Malaysia. Hal itu akan sangat tidak biasa ketika kita harus mengucapkan unduh. Hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mendukung program UKBI. web site. unggah.” Tidak kita pungkiri. . Sebab mereka adalah figur masyarakat yang perilakunya bisa jadi ditiru oleh masyarakat. Kehadiran UKBI untuk warga Indonesia memang nantinya akan menimbulkan polemik dari berbagai kalangan. upload. laman. Oleh karena itu. Itulah kenyataan yang harus kita terima. bukan berarti kita harus tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. Namun. kelindan dan sebagainya. galat. branwir.

Dalam pengembangan UKBI. Pada awal tahun 1990-an. Menteri Pendidikan Nasional telah mengukuhkan UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. terutama yang berpendidikan. yaitu ranah . Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. baik tulis maupun lisan. Sebagai tes bahasa untuk umum. Sebagai sebuah tes kemahiran. perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Selain itu. Oleh karena itu. dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI mengacu pada situasi penggunaan bahasa pada masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta uji. instansi pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. instrumen evaluasi itu diwujudkan.Mengukur Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dengan UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa. ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). UKBI termasuk jenis tes kemahiran (proficiency test) untuk tujuan umum (general purposes). Melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Selanjutnya. Penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum. Demikian pula. Dengan UKBI. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. UKBI telah memperoleh Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia pada tanggal 8 Januari 2004. Depdiknas. Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia.

id/web/lang/) . (sumber: http://ukbi.pusatbahasa. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. Materi soal UKBI diejawantahkan dari materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi tersebut.kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan hidup khusus.go. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis.diknas. Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis.

99 adalah 40. 28. Dari uji kemahiran bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008. ketika menyampaikan orasi ilmiah saat ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa.2 persen atau 240. Kenyataan yang ironik itu diungkapkan Rektor Universitas Muhammadyah Prof. Sedangkan ditingkat SMA/MA hasil UN tahun 2008/2008. rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia atau pendidikan bahasa akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan . Dr. Yang memperoleh nilai 10 hanya 0. Data laporan hasil ujian nasional SMP negeri dan swasta tahun 2008/2009 secara nasional . hanya 9 orang dalam peringkat unggul. Dalam orasi berjudul Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan Guru Profesional .6 persen atau 252. dua dosen lain yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Abdul Mad jid Latief bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dan Sylviana Murni bidang manajemen pendidikan. Menurut Suyatno.460 (jurusan IPA). Suyatno menampilkan data terkini. kemampuan bahasa Indonesia para guru juga rendah. 32. 49 madya. Untuk nilai bahasa Indonesia 0. dari 3. peserta yang rentang nilainya 7.7 persen atau 13.02 persen (834 orang).99 cukup signifikan besarnya. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. dari 100 sampel hasil tes UKBI guru.00 sampai 7. Yang meraih nilai 10 di jurusan IPA dan IPS tidak ada. Suyatno.441. 41 semenjana. sedangkan di jurusan bahasa ada 6 orang dari 43. yang rentang nilainya 7.445 (jurusan bahasa).99 hanya 32. dan 30.815 orang peserta UN. yaitu 17.Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa dan Guru Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815).688 peserta ujian. Kamis (20/8) di kampus Uhamka.2 persen untuk jurusan bahasa.53 persen IPS dan 23. Jakarta.26 persen untuk jurusan IPA. Tidak hanya kemampuan berbahasa Indonesia anak didik yang rendah.00 7. Hamka (Uhamka). dan 1 marginal. Selain Suyatno. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru.86 persen atau 1.815 (jurusan IPS).01 sampai 5.121 peserta.131.

menulis. Menurut pandangan Suyatno." katanya. (sumber: edukasi. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang.com) .kompas. "Sangat jarang ditemukan siswa atau pun guru yang memiliki karya tulis yang berbobot dan memiliki nilai ilmiah dengan kualitas bahasa Indonesia yang tinggi. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada.

Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya. dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.Pentingnya UKBI Berdasarkan penjelasan di atas maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI. pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa. Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di Republik ini belum . mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah tak mampu lagi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. tetapi jalang manakala menonton televisi. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak? P4TK Bahasa Jakarta mengeluarkan data bahwa kompetensi guru bahasa Indonesia melalui UKBI sangat memperihatinkan. Sudah selayaknya jika guru bahasa Indonesia wajib mengikuti UKBI. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya. satu tanah air. maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. Demikian pula gaya bahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya. Taufik Ismail mengatakan siswa Indonesia telah rabun membaca dan pincang menulis. Jika kompetensi guru bahasa Indonesia seperti itu maka bagiamana mungkin kompetensi berbahasa Indonesia siswa menjadi baik? Lalu bagaimana nilai kelulusan UN mata pelajaran Bahasa Indonesianya? Pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi efek domino akan terus bermunculan. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka. Jika kita kembali kepada sejarah. tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasa Indonesia seseorang secara lengkap dan terukur.

Pd. Itu pun dilakukan di Jakarta setelah mengikuti saat Diklat di P4TK Jakarta selama satu bulan pada tahun 2002. Sebagai data pembanding di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. Guru SMP YPK. Lembaga ini akan melaksanakan UKBI bagi Bapak Ibu guru yang melakukan Diklat di lembaga ini secara gratis.000. * (Penulis: Retno Utami. Berarti kompetensi yang 2 orang itu pun masih harus di uji kembali. Sehingga di masa yang akan datang UKBI dapat menjadi tolok ukur kompetensi guru Bahasa Indonesia di Yayasan Pupuk Kaltim yang tercinta ini. Maret 2011)* . Salah satu lembaga yang sering memanfaatkan UKBI ini adalah lembaga P4TK Bahasa Jakarta. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk UKBI ini hanya Rp 150. Sertifikat UKBI itu pun sudah kadaluarsa. S. Sayangnya lembaga yang mempunyai hak paten UKBI yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. hanya ada 2 guru Bahasa Indonesia yang pernah mengikuti UKBI. Sehingga UKBI tak dapat ditunda lagi untuk dijadikan persyaratan. karena selayaknya setiap 2 tahun sekali UKBI itu kembali harus dilakukan. Melalui tulisan ini pihak manajemen Yayasan Pupuk Kaltim sudah selayaknya mencari tahu lebih banyak lagi tentang pentingnya UKBI. karena biaya ditanggung oleh P4TK Bahasa Jakarta. lebih murah daripada tes TOEFL „kan? Jika guru di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim ini ditanyakan apakah pernah mengetahui apalagi mengikuti UKBI maka jawabannya hanya dapat dihitung dengan jari saja.00 saja per orang. Hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini.terukur secara valid dan realibel.

Sebutkan kategori yang terdapat pada UKBI berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003! Jawab: kategori istimewa. semenjana. marginal. dan terbatas. Apakah manfaat UKBI? Jawab: UKBI digunakan untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V. 5. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan dan diberi nama UKBI. Berbicara 3. Selanjutnya. UKBI disusun atas berapa seksi? Sebutkan! Jawab: UKBI terdiri atas 5 seksi. 6. madya. Bagaimana sejarah berdirinya UKBI? Jawab: Menurut sejarahnya. 4. Membaca d. baik tulis maupun lisan. Siapa sajakah sasaran UKBI? Jawab: UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. Menulis e. pada tahun 1983. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. sangat unggul. Mendengarkan b. terutama yang berpendidikan. Merespon kaidah c. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. 2. yaitu: a.Soal Uraian: 1. unggul. Keterampilan apa saja yang diukur dalam UKBI? Jawab: .

Selain itu. dan 1 marginal. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. Suyatno berpendapat bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia tersebut akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan menulis siswa dan guru. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. 8. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. 41 semenjana. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). Sebutkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat mengalami penurunan secara signifikan! Jawab: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. . 7. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. 49 madya. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis.Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. Berdasarkan hasil tersebut. Apa pendapat yang dilontarkan Suyatno setelah menilik hasil uji kemahiran bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008 dari 100 sampel hasil tes UKBI guru? Jawab: Dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. hanya 9 orang dalam peringkat unggul.

Sehingga. hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini. Mengapa nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan? Jawab: Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. . khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di negara ini belum terukur secara valid dan realibel. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Mengapa pelaksanaan UKBI masih belum maksimal? Jawab: Karena lembaga yang mempunyai hak paten UKBI.9. yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. 10. sehingga kompetensi siswa pun tidak akan mengalami kemajuan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.