Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI

)

UKBI dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Atas dasar Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar, Pusat Bahasa lalu membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Pada tahun 1990-an, instrumen evaluasi itu diwujudkan yang kemudian dinamai Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sejak saat itu, UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik tulis maupun lisan. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. Sebagai tes bahasa untuk umum, UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia, terutama yang berpendidikan, baik warga Negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI, Instansi Pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Demikian pula, perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003, dikukuhkanlah UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. UKBI dikembangkan berdasarkan prinsip penyusunan tes terkini dan telah diujikan kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sejumlah penutur asing. Hasil UKBI menghasilkan kecocokan dengan kenyataan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang. Saat ini beberapa institusi, baik negeri maupun swasta, telah menjadikan UKBI sebagai agenda tetap mereka. Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi dan laras, seperti sejarah, kebudayaan, hukum, teknologi, dan ekonomi. Dengan materi itu UKBI menguji kemampuan seseorang dalam berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Indonesia. Berkaitan dengan itu, UKBI tersusun atas lima seksi, yaitu:

Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 30 menit untuk menulis wacana dengan 200 kata. Berbicara Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia lisan berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. atau gambar. tabel. Merespon Kaidah Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan merespon penggunaan kaidah bahasa Indonesia ragam formal. 3. Dalam seksi ini terdapat satu butir soal dengan alokasi waktu 15 menit untuk menyajikan gagasan secara lisan.1. atau gambar. serta kalimat. Menulis Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan menggunakan bahasa Indonesia tulis berdasarkan informasi yang terdapat dalam diagram. 4. bentuk dan pilihan kata. Mendengarkan Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami informasi yang diungkapkan secara lisan. 2. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 25 menit. Seksi ini terdiri atas 40 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 45 menit. yaitu ejaan. Membaca Seksi ini bertujuan mengukur kemampuan memahami isi wacana tulis. baik dalam bentuk dialog maupun monolog. Seksi ini terdiri atas 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 20 menit. tabel. 5. .

sebuah toko di pinggir jalan yang menjual ulat untuk makanan burung menuliskan ”Ulat Ada” di depan tokonya. pada tahun 1983. dsb. Contoh lainnya adalah minyak tanah ada. sedia pulsa. pulsa ada. Kesalahan yang berterima tersebut tampak pada papan-papan iklan yang dibuat oleh masyarakat. UKBI hadir untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia baik secara tulis maupun lisan. berbicara. termasuk di dalamnya adalah pemakaian ejaan dan tanda baca. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan yang dinamai dengan UKBI. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa kaidah di dalam media massa adalah kaidah yang benar. sedia lumut. Seharusnya papan iklan tersebut diganti dengan ”Sedia Ulat” atau sedia minyak tanah. marginal. Ironisnya. Media massa tentunya juga memiliki andil yang cukup besar terhadap pemakaian bahasa. dan merespon kaidah kebahasaan. unggul.Melestarikan Bahasa Indonesia dengan UKBI Suatu saat akan ada persyaratan khusus yang akan dilampirkan oleh pelamar kerja selain tes TOEFL. membaca. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan yang berterima. madya. Ternyata banyak dari mereka yang berhasil menguasai instrumen bahasa Indonesia. Dalam realisasinya memang masih terbatas untuk para pekerja asing yang hendak bekerja di Indonesia. dan terbatas. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. Selanjutnya. UKBI yang memiliki surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003 tersebut memiliki kategori istimewa. menulis.. dsb. Lampiran tersebut adalah kemampuan seseorang tentang penggunaan bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). Padahal dalam kenyataannya banyak media massa yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Misalnya. . Artinya. pemakaian bahasa tersebut salah tetapi karena banyak pemakai di masyarakat akhirnya diterima. lumut ada. semenjana. UKBI juga memiliki serangkaian materi yaitu mendengar. Menurut sejarahnya. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. Layaknya TOEFL. masyarakat kita justru menunjukkan pemahaman yang rendah terhadap pemakaian bahasa. sangat unggul.

bukan berarti kita harus tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. error. laman. kita juga harus memikirkan nasib bahasa kita di tengah riuhnya bahasa asing agar kita tidak mengikuti jejak Malaysia.Pejabat atau para politisi juga harus bertanggung jawab atas pemakaian bahasa. unggah. artis dsb) seharusnya memberikan contoh pemakaian bahasa secara benar kepada masyarakat. web site. Hal terdekat yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mendukung program UKBI. .” Tidak kita pungkiri. Hal itu akan sangat tidak biasa ketika kita harus mengucapkan unduh. upload. galat. kosakata tertentu masih terdengar asing di pemakai bahasa Indonesia. Oleh karena itu. Belum lagi untuk kata peterana. branwir. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai tersisihkan. Media massa (termasuk media elektronik) dan para figur masyarakat (pejabat. Salah seorang pejabat pernah mengatakan tentang kenaikan BBM: ”Keputusan naiknya BBM sudah jelas. Pusat Bahasa membentuk pusat kebahasaan di daerahdaerah untuk meluruskan pemakaian bahasa yang benar. Sebab mereka adalah figur masyarakat yang perilakunya bisa jadi ditiru oleh masyarakat. tinggal menunggu when-nya. yang konon sudah kehilangan kemelayuannya. Namun. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan kata download. Itulah kenyataan yang harus kita terima. kelindan dan sebagainya. Di samping itu. Kehadiran UKBI untuk warga Indonesia memang nantinya akan menimbulkan polemik dari berbagai kalangan.

UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. Dalam pengembangan UKBI. terutama yang berpendidikan. Pada awal tahun 1990-an. Selain itu.Mengukur Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dengan UKBI Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dirintis melalui berbagai peristiwa kebahasaan yang diprakarsai Pusat Bahasa. Oleh karena itu. Melalui Surat Keputusan Mendiknas Nomor 152/U/2003 tanggal 28 Oktober 2003. instrumen evaluasi itu diwujudkan. instansi pemerintah dan swasta dapat mengetahui mutu karyawan atau calon karyawannya dalam berbahasa Indonesia. Kriteria yang diacu oleh UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Sejak saat itu UKBI dikembangkan untuk menjadi tes standar yang dirancang guna mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. UKBI termasuk jenis tes kemahiran (proficiency test) untuk tujuan umum (general purposes). yaitu ranah . Sebagai sebuah tes kemahiran. UKBI telah memperoleh Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 023993 dan 023994 dari Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia pada tanggal 8 Januari 2004. kemudian dinamai dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Gagasan awal terungkap dalam Kongres Bahasa Indonesia IV pada tahun 1983. Penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa ranah komunikasi yang merujuk pada ranah kecakapan hidup umum. Menteri Pendidikan Nasional telah mengukuhkan UKBI sebagai sarana untuk menentukan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan masyarakat. Pusat Bahasa mulai menyusun dan membakukan sebuah instrumen evaluasi bahasa Indonesia. Demikian pula. Sebagai tes bahasa untuk umum. Depdiknas. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Dengan UKBI seseorang dapat mengetahui mutu kemahirannya dalam berbahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan di mana dan berapa lama ia telah belajar bahasa Indonesia. ancangan tes yang diterapkan adalah pengukuran beracuan kriteria (criterion-referenced measurement). Selanjutnya. dalam Kongres Bahasa Indonesia V pada tahun 1988 muncul pula gagasan tentang perlunya sarana tes bahasa Indonesia yang standar. baik tulis maupun lisan. UKBI mengacu pada situasi penggunaan bahasa pada masa yang akan datang yang akan dihadapi oleh peserta uji. perguruan tinggi dapat memanfaatkan UKBI dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Dengan UKBI.

Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis.go.diknas.kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan hidup khusus. Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan.id/web/lang/) . Materi soal UKBI diejawantahkan dari materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi tersebut. (sumber: http://ukbi. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut.pusatbahasa. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara.

00 sampai 7.01 sampai 5. 49 madya.121 peserta.131.53 persen IPS dan 23. Selain Suyatno. Yang memperoleh nilai 10 hanya 0. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815).441. Menurut Suyatno. Kenyataan yang ironik itu diungkapkan Rektor Universitas Muhammadyah Prof. 99 adalah 40.2 persen atau 240.99 hanya 32. Kamis (20/8) di kampus Uhamka. Suyatno.2 persen untuk jurusan bahasa. sedangkan di jurusan bahasa ada 6 orang dari 43. Tidak hanya kemampuan berbahasa Indonesia anak didik yang rendah. 28. ketika menyampaikan orasi ilmiah saat ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan bahasa.815 orang peserta UN.99 cukup signifikan besarnya. Dalam orasi berjudul Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pengembangan Guru Profesional .00 7. Untuk nilai bahasa Indonesia 0. hanya 9 orang dalam peringkat unggul. kemampuan bahasa Indonesia para guru juga rendah.26 persen untuk jurusan IPA. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. Jakarta. peserta yang rentang nilainya 7.688 peserta ujian.6 persen atau 252.460 (jurusan IPA). melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru.445 (jurusan bahasa). rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia atau pendidikan bahasa akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan . dari 3. dan 30. Dr. Yang meraih nilai 10 di jurusan IPA dan IPS tidak ada. dua dosen lain yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Abdul Mad jid Latief bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dan Sylviana Murni bidang manajemen pendidikan.02 persen (834 orang). 32.Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa dan Guru Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi. Sedangkan ditingkat SMA/MA hasil UN tahun 2008/2008. dari 100 sampel hasil tes UKBI guru.7 persen atau 13. dan 1 marginal.815 (jurusan IPS). 41 semenjana.86 persen atau 1. Hamka (Uhamka). yaitu 17. Suyatno menampilkan data terkini. Dari uji kemahiran bahasa Indonesia oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008. yang rentang nilainya 7. Data laporan hasil ujian nasional SMP negeri dan swasta tahun 2008/2009 secara nasional .

(sumber: edukasi." katanya. "Sangat jarang ditemukan siswa atau pun guru yang memiliki karya tulis yang berbobot dan memiliki nilai ilmiah dengan kualitas bahasa Indonesia yang tinggi. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. Menurut pandangan Suyatno.menulis.kompas.com) . guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang.

Jika kompetensi guru bahasa Indonesia seperti itu maka bagiamana mungkin kompetensi berbahasa Indonesia siswa menjadi baik? Lalu bagaimana nilai kelulusan UN mata pelajaran Bahasa Indonesianya? Pertanyaan-pertanyaan lain yang menjadi efek domino akan terus bermunculan. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka. Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasa Indonesia seseorang secara lengkap dan terukur. Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI. Taufik Ismail mengatakan siswa Indonesia telah rabun membaca dan pincang menulis. maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda. satu tanah air. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Jika kita kembali kepada sejarah. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di Republik ini belum . Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul. pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa.Pentingnya UKBI Berdasarkan penjelasan di atas maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. Demikian pula gaya bahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya. Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya. Sudah selayaknya jika guru bahasa Indonesia wajib mengikuti UKBI. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak? P4TK Bahasa Jakarta mengeluarkan data bahwa kompetensi guru bahasa Indonesia melalui UKBI sangat memperihatinkan. Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya. tetapi jalang manakala menonton televisi. mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah tak mampu lagi berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Lembaga ini akan melaksanakan UKBI bagi Bapak Ibu guru yang melakukan Diklat di lembaga ini secara gratis. Sebagai data pembanding di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. karena selayaknya setiap 2 tahun sekali UKBI itu kembali harus dilakukan. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. Hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini. karena biaya ditanggung oleh P4TK Bahasa Jakarta. Itu pun dilakukan di Jakarta setelah mengikuti saat Diklat di P4TK Jakarta selama satu bulan pada tahun 2002. Sehingga di masa yang akan datang UKBI dapat menjadi tolok ukur kompetensi guru Bahasa Indonesia di Yayasan Pupuk Kaltim yang tercinta ini. S. Sertifikat UKBI itu pun sudah kadaluarsa. Guru SMP YPK. Sehingga UKBI tak dapat ditunda lagi untuk dijadikan persyaratan.Pd. hanya ada 2 guru Bahasa Indonesia yang pernah mengikuti UKBI. Maret 2011)* .terukur secara valid dan realibel.000. Berarti kompetensi yang 2 orang itu pun masih harus di uji kembali. Salah satu lembaga yang sering memanfaatkan UKBI ini adalah lembaga P4TK Bahasa Jakarta. * (Penulis: Retno Utami. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk UKBI ini hanya Rp 150.00 saja per orang. Melalui tulisan ini pihak manajemen Yayasan Pupuk Kaltim sudah selayaknya mencari tahu lebih banyak lagi tentang pentingnya UKBI. Sayangnya lembaga yang mempunyai hak paten UKBI yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. lebih murah daripada tes TOEFL „kan? Jika guru di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim ini ditanyakan apakah pernah mengetahui apalagi mengikuti UKBI maka jawabannya hanya dapat dihitung dengan jari saja.

2. Apakah manfaat UKBI? Jawab: UKBI digunakan untuk mengevaluasi kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. UKBI disusun atas berapa seksi? Sebutkan! Jawab: UKBI terdiri atas 5 seksi.Soal Uraian: 1. yaitu: a. dan terbatas. pada tahun 1983. Siapa sajakah sasaran UKBI? Jawab: UKBI terbuka bagi setiap penutur bahasa Indonesia. baik tulis maupun lisan. sangat unggul. Merespon kaidah c. 5. yaitu pada Kongres Bahasa Indonesia V. Keterampilan apa saja yang diukur dalam UKBI? Jawab: . marginal. UKBI sudah digagas pada Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1993. Membaca d. Sebutkan kategori yang terdapat pada UKBI berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 152/U/2003! Jawab: kategori istimewa. 4. madya. 6. Selanjutnya. Berbicara 3. Menulis e. baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Mendengarkan b. terutama yang berpendidikan. Bagaimana sejarah berdirinya UKBI? Jawab: Menurut sejarahnya. semenjana. sarana tes bahasa Indonesia dibentuk. unggul. Barulah pada tahun 1990 instrumen evaluasi diwujudkan dan diberi nama UKBI.

dan 1 marginal. Dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis. hanya 9 orang dalam peringkat unggul. 7. guru-guru sekarang dan akan datang seharusnya berada pada minimal tingkatan madya (skor 465-592) agar dapat berdampak pada pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan mampu meningkatkan nilai UN bahasa Indonesia yang akan datang. 49 madya. . Degradasi penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya dilihat dari rendahnya siswa dan guru dalam melakukan interaksi proses pembelajaran di kelas. UKBI juga mengukur pengetahuan peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut. Sebutkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat mengalami penurunan secara signifikan! Jawab: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dari tahun ke tahun mengalami degradasi.Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan. Selain itu. UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara. 41 semenjana. Apa pendapat yang dilontarkan Suyatno setelah menilik hasil uji kemahiran bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2008 dari 100 sampel hasil tes UKBI guru? Jawab: Dari 100 sampel hasil tes UKBI guru. Selain menekankan pengukuran terhadap empat keterampilan berbahasa tersebut. Suyatno berpendapat bahwa rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia tersebut akan sangat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca dan kemampuan menulis siswa dan guru. Tidak ada predikat istimewa (816-900) dan sangat unggul (717-815). UKBI mengukur keterampilan reseptif peserta uji dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktif peserta uji dalam kegiatan menulis. 8. sekaligus mengefektifkan proses pembelajaran yang ada. melainkan juga rendahnya hasil ujian nasional (UN) bahasa Indonesia bagi siswa dan uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) bagi guru.

Sehingga. Pusat Bahasa hanya memenuhi “pesanan” lembaga yang ingin melaksanakan UKBI. sehingga kompetensi siswa pun tidak akan mengalami kemajuan. khususnya kompetensi guru Bahasa Indonesia di negara ini belum terukur secara valid dan realibel. yaitu Pusat Bahasa belum melakukan sosialisasi yang gencar tentang UKBI ini. 10.9. Mengapa nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan? Jawab: Penyebabnya mungkin sekali bahwa kompetensi guru. hanya lembagalembaga tertentu saja yang memanfaatkan UKBI ini. . Mengapa pelaksanaan UKBI masih belum maksimal? Jawab: Karena lembaga yang mempunyai hak paten UKBI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful