P. 1
Alat Pengukur Curah Hujan

Alat Pengukur Curah Hujan

|Views: 980|Likes:
Published by Restu Tri Dewanti

More info:

Published by: Restu Tri Dewanti on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

Alat Pengukur Curah Hujan Otomatis Hillman Untuk mengukur seberapa banyak jumlah curah hujan yang terjadi

dalam suatu waktu diperlukan suatu alat pengukuran. Pluviometer ataupun penakar hujan (rain gauge), merupakan alat yang biasa digunakan dalam hal pengukuran curah hujan. Cara kerja

Setiap terjadi hujan air akan masuk corong kemudian disalurkan ke pelampung sehingga membuat pena naik dan membuat grafik pada pias

 

Ketinggian grafik menunjukkan jumlah curah hujan yang turun Jika curah hujan mencapai 10 mm/ lebih maka pena menunjukkan angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah dari pelampung melalui pipa hevel dan pena akan turun lagi ke angka 0 ( nol) . Jika masih ada hujan lagi maka pena akan akan mencatat lagi, demikian berlangsung terus menerus.

Dari alat ini dapat diketahui durasi hujan, intensitas hujan dalam jangka waktu tertentu dan kapan terjadinya hujan.

  

Kapasitas pengukurannya tidak terbatas. Jam Hillman menggunakan pegas sehingga harus diputar setiap jangka waktu tertentu Pena digunakan jenis pena cartridge

Alat pengukur curah hujan Tipping Bucket Tipping bucket raingauge merupakan alat penakar hujan yang menggunakan prinsip menimbang berat air hujan yang tertampung menggunakan bucket atau ember kemudian disalurkan dengan sebuah skala ukur (pias) yang telah ditetapkan berdasarkan pengujian dan kalibrasi. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1662 untuk pertama kalinya Christoper Wren menciptakan sebuah perekam curah hujan type tipping bucket rain gauge di Inggris dengan alat perekam menggunakan kertas yang dibolongkan berdasarkan jumlah curah hujan yang terekam. Pada perkembangannya, alat ini kemudian dihubungkan dengan pena dan kertas pias yang berada pada silinder yang berputar untuk merekam data curah hujan yang terjadi.

Penakar Hujan Otomatis Jenis Jardi Penggunaan penakar hujan jenis Jardi dimaksudkan untuk memperoleh intensitas curah hujan pada suatu saat, terutama sekali untuk curah hujan yang besar dan terjadi pada waktu yang

Penakar jenis ini sudah tidak lagi dipakai di Indonesia.singkat. Besarnya infiltrasi dinyatakan dalam satuan mm/hari atau cm/hari. Rumus laju infiltrasi Horton F = fC + e. tanpa adanya infiltrasi air hujan ke dalam tanah maka tidak akan ada air di dalam tanah.kt Keterangan • • • • • • F fc  f0 t K : = laju infiltrasi pada waktu t (mm/jam) = kapasitas infiltrasi pada waktu t (mm/jam) = f0 . luas corong. Infiltrasi adalah sumber utama adanya air tanah. Perbedaannya terdapat pada bentuk alat. Data yang tercatat pada pias lebih jelas dibanding dengan penakar hujan jenis lain. dan beberapa bagian instrumennya. Rumus dan cara perhitungan Infiltrasi Infiltrasi yaitu proses meresap atau masuknya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah dan merupakan besarnya tebal air yang dapat meresap ke dalam tanah dalam satuan waktu. Penakar Hujan Otomatis Jenis Van Doorn Pada dasarnya sistem mekanisme penakar hujan otomatis jenis Van Doorn hampir sama dengan jenis Hellmann.fc = kapasitas infiltrasi awal pada t=0 mm/jam) = waktu terhitung mulainya hujan (menit) = konstanta untuk jenis tanah dan penutup tertentu (1/menit) . Pada saat sekarang pemakaian jenis penakar ini tidak ada lagi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->