Makalah Manajemen Kewirausahaan

Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas. Manajemen Kewirausahaan. Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan. nah untuk lebih jelas makalah Manajemen Kewirausahaan silakan anda baca di bawah ini.

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Dalam kewirausahaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing-masing individu. Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewirausahaan

tidak pula kata wirausaha itu menunjuk pada salah satu strata. diantaranya faktor sikap mental (attitude). pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan negara. maka makin tajamlah naluri wirausahawan. golongan ataupun kelompok elite tertentu. Demikian juga dalam dunia kewirausahaan. tetapi juga dengan keadaan dan situasi tertentu. Lebih jauh para pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi di masa datang. Untuk dapat mengantisipasi setiap perkembangan yang mungkin terjadi. Sebagai negara berkembang bisa dimengerti kalau terjadi berbagai ekses dan penyimpangan. peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secara serius. motivasi. seorang Wirausahaan perlu melatih naluri keWirausahaannya. makin banyak pengalaman wirausahawan. terutama pegawai negeri (kontras dengan status leluhur yang petani). Suatu . Wirausahawan harus “ merendam “ jiwa raga wirausahawan kesana. priyayiisme. bangsa Indonesia tampak kurang siap di berbagai aspek. umumnya rakyat Indonesia mempunyai latar belakang pekerja pertanian yang baik. Seorang pemburu memerlukan naluri untuk bersaing dengan buruannya. Dengan masyarakat yang berlatar belakang non entrepreneur serta cendrung feodalis. Pengusaha bersaing tidak hanya dengan perusahaan-perusahaan pesaing. kasta. pacuan kewirausahaan menyebakan para pengusaha Indonesia kedodoran pada segi-segi yang amat penting. tingkatan sosial. Setiap kegiatan yang mempunyai bobot persaingan. Seseorang yang mempunyai komitmen diri yang teguh akan sikapnya adalah orang yang mampu untuk menjadi pemimpin yang selanjutnya cara dan metode yang diterapkannya disebut Kepemimpinan. Pada era orde baru. perubahan kebijaksanaan pemerintah. seperti moneter dan ekonomi. Pengusaha besar diberi kemudahan. politik. pendiri Daewoo.hanya menggariskan bahwa seorang Wirausahawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya. dengan berbagai penekanan bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun ke tahun semakin membengkak. di penghujung abad ke 20 ini kewirausahaan boleh dikata baru saja diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam meniti karier dan penghidupan.5 abad lamanya. Dalam periode transisi dari alam birokrasi ke iklim bisnis yang serba cepat. serta elitisme yang satu diantaranya sekian banyak ciri-cirinya adalah mengagungkan status sosial sebagai pegawai. nyaris tidak ada figur panutan dalam dunia kewirausahaan. agar selalu siap menghadapi hal apapun dantetap bertahan hidup. memerlukan ketajaman naluri. Oleh sebab itu keWirausahaan mulai dikampanyekan. Yang ada hanya pola pemikiran feodalisme. Seperti diketahui. Kim Woo Chong. Tidak ada satu suku katapun dari kata “Wirausaha” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda. mengatakan bahwa sekali wirausahawan memproklamirkan diri sebagai seorang Wirausahawan. etos kerja serta kesadaran tentang pengabdian kepada bangsa dan negara. dan tidak berputus asa saat jatuh. Di Indonesia. Dengan hidup dialam penjajahan hampir 3. maka semua pemikiran dan tindakan wirausahawan adalah untuk usaha. Makin lama wirausahawan menjiwai dunia wirausaha. karena merekalah kini pemainpemain utama yang mendukung tugas pemerintah di sektor ekonomi.

2. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol. Bagaimanakah dengan kondisi kewirausahaan. Batasan Masalah 4. Tujuan • • • Ingin Mengetahui kondisi kewirausahaan di Indonesia saat ini. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha.pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana wirausahawan ingin diperlakukan”. Kim tidak pernah terpengaruh oleh sepak terjang pengusaha-pengusaha lain dan ikut-ikutan mengejar trend bisnis yang ramai-ramai dilakukan orang. Charles Webber: 1970. mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju. dan tentunya untuk dapat dan mau menjadi pengusaha sangat diperlukan rangsangan makro maupun mikro serta bakat-bakat kepemimpinan pada warga negara di suatu negara. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa Kim benar. seperti Rusia dan sekutu-sekutunya. Untuk inilah makalah ini ditulis. Ingin Mengetahui Motivasi apa saja yang mendorong para pengusaha kecil untuk berwirausaha. dan Daewoo berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia serta diperhitungkan dimana-mana termasuk Amerika dan Eropa. Dengan keputusannya itu ia. Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. seorang Wirausahawan terkemuka di Korea. 3. pendiri kelompok Daewoo. Lebih mencengangkan lagi ia juga merangkul negara-negara yang sejauh ini sangat ditakuti dan diharamkan oleh negara-negara penganut kapitalisme seperti Libia dan Iran. . kepemimpinan serta motivasi apa saja yang mendorong para pengusaha kecil untuk berwira usaha?. Pada saat para pengusaha lain berlomba-lomba mencari pasar di Amerika dan Eropa. Pokok Masalah • • • Bagaimanakah kondisi kewirausahaan di Indonesia saat ini? Bagaimanakah Gaya dan Type kepemimpinan yang diterapkan pada perusahaan kecil agribisnis di Indonesia? Motivasi apa saja yang mendorong para pengusaha kecil untuk berwirausaha?. dan sangat khas. ia secara mengejutkan justru menerobos negara-negara tirai besi. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro. minimal diperlukan 2% komunitas pengusaha besar dan 20% komunitas pengusaha menengah dan kecil.’ Ingin mengetahui Gaya dan Type kepemimpinan yang diterapkan pada perusahaan kecil agribisnis di Indonesia. Salah satu contoh : adalah Kim Woo Chong. Mereka “tampil beda”.

Kewirausahaan Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin. Itu sebabnya pembinaan sikap mental menjadi unsur penting dalam dunia kewirausahaan sekaligus dalam kehidupan. 3. Selain menghadirkan sifat-sifat baik alamiah seperti kejujuran dan ketulusan.Malakalah ini membahas tentang • • Kondisi kewirausahaan di Indonesia saat ini Gaya dan Type kepemimpinan yang diterapkan pada perusahaan kecil agribisnis di Indonesia BAB II LANDASAN TEORI A. Tentu kita tidak ingin melihat bahwa banyak kejahatan dan keculasan merajalela di negeri ini. 2. Orang baik budi merupakan kader pembangunan bangsa. Unsur ini yang menentukan apakah orang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas. Sikap Mental Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. . sedangkan orang jahat akan menjadi beban masyarakat dari bangsa itu sendiri. Tunjukan sikap mental yang positif terhadap pekerjaan wirausahawan. Gunakanlah imajinasi wirausahawan untuk meluaskan pikiran-pikiran wirausahawan dan cobalah berpikir yang besar-besar. Menyediakan waktu beberapa saat setiap hari untuk renungan pikiran wirausahawan yang akan memungkinkan wirausahawan terarah pada kegiatan-kegiatan yang berarti. Orang-orang yang dapat melihat gambaran besar adalah orang yang bersifat wirausaha dan merupakan calon-calon pemimpin bisnis maupun masyarakat. Para wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam pekerjaan dan bangga akan prestasinya. karena sikap inilah yang akan ikut menentukan keberhasilan wirausahawan. Saran-saran berikut akan membantu wirausahawan untuk mengembangkan sikap mental yang baik : 1. Otak wirausahawan merupakan alat yang berdaya luar biasa. Kebanyakan orang membatasi pikiran-pikirannya pada problem-problem dan kegiatan-kegiatan sehari-hari. dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan yaitu : 1. sikap mental mencakup juga segi-segi positif dalam motivasi dan proaktivitas.

merencanakan dan mencapai sasaran. dan sangat khas. Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha. Pada saat para pengusaha lain berlomba-lomba mencari pasar di Amerika dan Eropa. Wirausahawan haruslah mampu memindahkan perhatian wirausahawan dari satu problem ke problem lain dengan upaya yang minim. Berorientasi pada orang. Kepemimpinan. Salah satu contoh : adalah Kim Woo Chong. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana wirausahawan ingin diperlakukan”. Lebih mencengangkan lagi ia juga merangkul negara-negara yang sejauh ini sangat ditakuti dan diharamkan oleh negara-negara penganut kapitalisme seperti Libia dan Iran. a.4. pendiri kelompok Daewoo. Berusaha membangkitkan suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro. 2. . Terlalu serius dapat merugikan pekerjaan wirausahawan dan tidak sehat. Pikiran wirausahawan haruslah terorganisasi dengan baik sekali dan mampu memfokuskan pada pelbagai problem. dan Daewoo berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia serta diperhitungkan dimana-mana termasuk Amerika dan Eropa. seperti Rusia dan sekutusekutunya. Menentukan tujuan-tujuan yang sukar tapi dapat dicapai. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol. Mereka “tampil beda”. Kim tidak pernah terpengaruh oleh sepak terjang pengusahapengusaha lain dan ikut-ikutan mengejar trend bisnis yang ramai-ramai dilakukan orang. Perilaku Pemimpin Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama : • • Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Menunjukan rasa humor berpengaruh terhadap orang lain dengan jalan menyebarkan optimisme dan suasana yang santai. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa Kim benar. Orientasi Tugas Seorang pemimpin dengan orientasi demikian cenderung menunjukan perilaku : • • Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan stafnya. yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi. Dengan keputusannya itu ia. seorang Wirausahawan terkemuka di Korea. Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. ia secara mengejutkan justru menerobos negara-negara tirai besi.

jika timbul. Wirausahawan akan memperoleh kepercayaan pada kemampuan kepemimpinan wirausahawan. Yang perlu . serta mendorong inisiatif. perasaan dan ide-ide karyawan. 4. wirausahawan harus mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan kemampuan ini dari orang-orang yang mampu disekitar wirausahawan dan menyokong serta percaya pada wirausahawan sebagai pemimpin. Berminat mencapai peningkatkan produktivitas. jika wirausahawan memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan kekuatan-kekuatan wirausahawan. Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab. Menerapkan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. Wirausahawan haruslah sadar bahwa keadaan selalu berubah dan penyesuaian-penyesuaian haruslah dibuat sewaktu-waktu. Sekali wirausahawan telah mengambil keputusan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. 3. 3. Menunjukan pengertian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan. mengarahkan. Mendirikan komunikasi timbal balik dengan staf. ambil tindakan secepat mungkin 2. Menunjukan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. Upaya-upaya wirausahawan dapat dilipat gandakan melalui bakat dan kemampuan staf wirausahawan. Seorang pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahan-kesalahan dan mengubah rencana-rencana. Tata Laksana Tata laksana merupakan terjemahan dari kata Management artinya pengelolaan.• • Melaksanakan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan. Jauhilah situasi dimana kelemahan-kelemahan wirausahawan akan tampak. tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan. Tindakan Kepemimpinan b. Saran-saran berikut akan dapat membantu wirausahawan meningkatkan kemampuan kepemimpinan wirausahawan : 1. Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. Orientasi Orang Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung akan menunjukan perilaku sebagai berikut : • • • • • • • Menunjukan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan.

Tata laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur. Oleh sebab itu. maka sebuah organisasi akan menjadi kacau dan morat marit. Setiap orang perlu manajemen apapun status dan jabatan orang tersebut. Manajemen mempunyai arti yang amat luas.dimengerti disini adalah manajemen bukan semata-mata konsumsi para manajer saja. Banyak sekali kasus yang membuktikan bahwa bila manajemen terabaikan. Kalau sikap mental dan kepemimpinan berada di dalam jiwa. Namun demikian. Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum . atau orang yang berkecukupan yaitu : • • • Memanfaatkan ledership yang berasal dari diri sendiri. melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha. ternyata keberhasilankeberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh ketrampilan semata. manajemen berada diluar mirip ketrampilan teknis. agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya. sekecil apapun ukurannya. yaitu untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan. Berbeda dengan sikap mental dan kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas. kalau wirausahawan mau meneliti lebih jauh. bahwa dengan berbekal penguasaan ketrampilan. 4. misalnya seorang penjahit dengan ketrampilan yang dimiliki akhirnya bisa memiliki sebuah perusahaan pakaian jadi yang cukup besar. Perusahaan tanpa manajemen yang baik. Banyak pihak berpendapat. Memanfaatkan ledership orang lain. baik trampil maupun tidak untuk bisa tampil sebagai tokoh yang sukses. Gunanya jelas. bisa dipastikan akan mengalami hambatan besar dalam perkembangannya. Pendapat ini sebenarnya tidaklah terlalu salah. Faktor keberuntungan ( luck atau hoki ) Karakteristik Wirausahawan. B. Mulailah kegiatan manajemen seketika pada saat perusahaan baru saja dimulai. seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Bahkan ibu rumah tanggapun perlu manajemen untuk mengelola uang dapur dan belanjaannya. Ketrampilan Lapisan terluar dari struktur prioritas keWirausahaan adalah ketrampilan. Kegunaannya juga sangat universal dan semua orang atau organisasi memerlukan manajemen. Ada tiga hal yang memungkinkan seseorang. kalau dilihat banyak contoh yang membuktikan. maka manajemen merupakan pengetahuan yang bersifat praktis. Leadership yang bersangkutan yang menuntun dan membawanya ke jenjang sukses. setiap orang yang ingin memulai usaha harus mewaspadai aspek tata laksana sedini mungkin.

Wirausahawan bukanlah penjudi. karakteristik Wirausahawan untuk adalah sebagai berikut : Keinginan berprestasi. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas. Mc Clelland. 2. 5.serta berasal dari kelas yang sama. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas. Keinginan untuk bertanggung jawab. Rangsangan oleh umpan balik. Menurut 1. Persepsi pada kemungkinan berhasil. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan. 4. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetisi individu. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. apakah umpan . Akan tetapi mereka akan melakukannya secara berkelompok sepanjang mereka bisa secara pribadi mempengaruhi hasil-hasil. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kwalitas kepribadian Wirausahawan yang penting. Preferensi kepada resiko-resiko menengah. mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. 3. suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi. Penggerak psikologis utama yang memotivasi Wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. tidak miskin dan tidak kaya. yang biasanya diidentifikasikan sebagai kebutuhan. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi.

Mereka sangat obyektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Sikap terhadap uang.baliknya baik atau buruk. Mereka akan memilih yang ahli bukan teman agar pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien. Mereka bersifat aktif dan mobil dan mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. atau mengkombinasikan unsur-unsur produksi yang ada dengan cara baru dan lebih baik. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam organisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Ketrampilan dalam pengorganisasian. 7. Kemampuan inovatif. Aktifitas enerjik. Orientasi ke masa depan. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. 8. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang kongkret dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian dari kompetensi mereka. Karakteristik Wirausahawan sukses dengan semangat tinggi akan memberikan pedoman bagi analisa diri sendiri. . Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. menciptakan barang dan jasa baru. Potensi Kewirausahaan. 6. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. Wirausahawan menunjukan enerji yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. 9. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. C. Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. 1.

Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity). Ketika Wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan. Kemampuan beradaptasi. Karakteristik ini berkaitan erat dengan proses inovatif. mereka tidak menyerah. 3. Hal ini menandai para pemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah di dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri. Keinginan untuk berprestasi adalah tanda-tanda penting dari dorongan keWirausahaan. mempelajarinya dan menentukan arah tindakan dengan cara-cara praktis. 8. namun melihat situasi secara obyektif. 7.2. Menetapkan tujuan yang menantang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis. Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi. Tujuan ditetapkan sesuai dengan tujuan dari Wirausahawan. 6. mereka menetapkan tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Kepemimpinan terorientasi pada tujuan. Tanggung jawab pribadi. Wirausahawan obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktivitas keWirausahaannya dengan cara pragmatis. Obyektivitas. Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Kemampuan perencanaan realistis. Wirausahawan membutuhkan aktivitas yang mempunyai tujuan. . Semangat yang tinggi memotivasi mereka untuk mengarahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka ke arah tujuan yang ditetapkan. 5. Para Wirausahawan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. 4.

terutama usaha menengah dan usaha kecil. [5] kekurangan dalam pengalaman berusaha. Wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan administasi di dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan orang-orang berbakat untuk mencapai tujuan. sektor agribisnis termasuk didalamnya bisnis kecil secara nyata telah mampu menjadi stabilizer perekonomian di Indonesia. yang berkaitan dengan kontrak/transaksi. [4] kekurangan dalam perencanaan usaha. Kemudian akan banyak para produser untuk menanamkan produknya lebih luas dan produser yang tadinya tidak menanam produk tersebut akan tertarik .9. Dengan kata lain. Kemitraan ini tidak hanya di budidaya. Kewirausahaan adalah kemampuan dalam melihat atau menilai kesempatan di peluang bisnis serta kemampuan mengoptimalkan sumberdaya dan mengambil tindakan yang beresiko tinggi. sehingga semua produser baik yang masuk kelompok atau tidak akan merasakan hasilnya. (Noer: 2001) Selama ini prospek bisnis ke depan. (Noer: 2001) Kewirausahaan adalah jiwa. Hal ini terbukti masih tetapnya usaha-usaha agribisnis berproduksi. berupa harga dan pasar hasil petani tidak dapat dipengaruhi oleh produser secara sendiri-sendiri tapi harus dihadapi oleh agribisnis secara keseluruhan. titik berat persoalan usaha kecil adalah sedikitnya pengusaha kecil yang memiliki jiwa wirausaha. maupun pengusaha kecil dalam menjalankan usahanya. [3] kelemahan dalam pengelolaan atau manajemen usaha. mempunyai karakteristik. [2] kekurangan pengetahan di bidang agribisnis. Mungkin lebih tepat apabila dikatakan pengembangan agribisnis usaha kecil. cenderung memerlukan kemitraan dalam kaitannya antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil. BAB III ANALISA MANAJEMEN 1. sehingga kurang tepat jika dikatakan pengembangan kewirausahaan agribisnis dan usaha kecil. [6] kekurangan pengetahuaan dan ketrampilan teknis bidang usaha yang dilakukan. Untuk mendpatkan kesepakatan bersama ini tidak mudah tapi kelompok sekaligus bisa mempengaruhi harga dan pasar. tetapi juga di bagian pembibitan dan pengolahan. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator. Kegiatan hulu sampai dengan kegiatan hilir ini dapat saling dimanfaatkan. Mereka menghargai kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas dengan efisien. (Noer: 2001) Bagi agribisnis baik petani. Meskipun demikian. Kondisi Nyata Usaha Kecil dan KEWIRAUSAHAAN Menengah saat ini Selama krisis ekonomi yang berawal pada pertengahan tahun 1997. pengembangan usaha kecil juga mengalami berbagai permasalahan seperti : [1] kesulitan mendapatkan modal yang cukup.

usaha peternakan.pula untuk menanam produk yang sama. dan usaha kehutanan. berkelanjutan (Sustainable) dan terdesentralistis (Decentralized). 3. 2 Peluang Usaha Kecil yang sedang dikembangkan. usaha perikanan. Downstream agribusiness Sub sistem Agribisnis Hilir berupa pengembangan industri-industri yang mengolah komoditi . 2. usahatani tanaman obat-obatan) usaha perkebunan. pestisida. berkerakyaratan (People-Driven). sindustri alat dan mesin pertanian. Untuk mendayagunakan keunggulan Indonesia sebagai negara agraris dan maritim serta menghadapi tantangan kedepan seperti otonomi daerah. yaitu industri pembenihan atau pembibitan. vaksin ternak/ikan. yaitu kegiatan yang menggunakan sara produksi dan sub agribisnis hulu untuk menghasilkan komoditas pertanian primer. perubahan pasar internasional lainnya. tanaman. ternak ikan industri agro kimia (Agro-otomotif) seperti pupuk. Pemerintah sedang mempromosikan pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing (Competiveness). dan (4) Sub jasa penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa bagi ketiga sub agribisnis di atas. (3) Sub agribisnis hilir (down-stream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan baik bentuk produk antara (intermediate product) maupun bentuk produk akhir (finished product). Onfarm agribusiness Sub sistem pertanian primer berupa pengembangan kegiatan budidaya yang menghasilkan komoditi pertanian primer (usaha tani tanaman pangan. Upstream Agribusiness Sub sistem agribisnis hulu berupa pengembangan industri yang menghasilkan barang modal bagi pertanian. (2) Sub agribisnis usahatani (on-farm agribusiness) atau pertanian primer. liberalisasi perdagangan. Sedangkan Strategi Sistem Agribisnis diatas harus bersinergi kedalam 4 sub-sistem yang terjabarkan sebagai berikut: Keterkaitan 4 sub Sistem dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. obat. sehingga pada akhirnya persediaan produk berlebih serta harga dan pasar akan turun. Pembangunan pertanian dalam kerangka system agribisnis merupakan suatu rangkaian dan keterkaitan dari : (1) Sub agribisnis hulu (upstream agribusiness) yaitu seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi bagi pertanian primer (usahatani). usahatani hortikultura. Sub ini di Indonesia disebut pertanian.

4. mampu menciptakan jenis budaya kerja yang mendorong serta menunjang pertumbuhan. sehingga orang tersebut dengan penuh semangat berupaya menuju sasaran. teknologi yang terbatas dan tidak ada kepastian harga dan proteksi akan kelangsungan usahanya. Ahli manajemen. Dan. Pemimpin terlahir tidak hanya dalam hirarki managerial. Peter F Drucker secara khas memandang kepemimpinan adalah kerja. industri pakan ternak. pendorong yang kuat. tetapi juga dapat terlahir dalam kelompok kerja non formal. gaya dan aktivitas atau apa pun yang relevan untuk disebut sebagai pemimpin yang sukses merupakan proses yang panjang. dimana setiap subsistem masih berjalan dengan sendiri-sendiri bahkan cenderung mengakibatkan kerugian yang sebenarnya justru harus mendatangkan dampak positip dari keberadaannya. adakah jiwa-jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan untuk segera mempergunakan peluang tersebut. Usaha mencari perpaduan terbaik untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses tidaklah mudah. Usaha-usaha pada sistem agribisnis tersebut masih berskala kecil dengan sumberdaya manusia seadanya. Services for Agribusiness Sub Sistem penyedia jasa Agribisnis berupa fasilitas Perkreditan. Ada pemimpin yang sukses karena mampu memberi wewenang kepada para pegawainya untuk membuat keputusan dan bebas memberikan saran.pertanian primer menjadi olahan seperti makanan dan minuman. yang menjadi kendala saat ini. a. industri farmasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa peneliti menunjukkan bahwa integrasi dan link-antar sub sistem usaha agribisnis belum tersinkron dengan baik. Kondisi Kepemimpinan Bisnis Kecil saat ini . pergudangan. Pendidikan SDM dan kebijakan ekonomi. Pendeknya. untuk menjadi pemimpin yang sukses haruslah memiliki dorongan yang kuat dan integritas yang tinggi. Dalam artian. Litbang. peluang akan membuka usaha kecil dan menengah terbuka pada 4 subsistem agribisnis. industri bio-energi dan lain-lain. b. Seorang pemimpin adalah mereka yang memimpin dengan mengerjakan pekerjaan mereka setiap hari. usaha untuk bisa menemukan nilai. 3. industri barang-barang serat alam. dan berorientasi pada hasil sehingga mendapatkan nilai kepemimpinan yang tinggi. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang melibatkan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dengan memberi kekuatan motivasi. transportasi. Ada pemimpin yang sukses karena mampu bertindak sebagai seorang pengarah tugas. Kondisi Mencari Kepemimpinan Pemimpin Usaha Yang Kecil Baik.

Berbagai usaha dilakukan perusahaan untuk membuat pelanggannya merasa istimewa. lebih-lebih masih saja ada yang feodal. unsur kekeluargaan masih bisa dijalankan dengan baik. Masalah-masalah SDM pada perusahaannya belum begitu nampak besar dan serius karena skala usahanya masih kecil. dijual oleh dua perusahaan yang berbeda. jika seseorang berbudi halus maka ia cenderung memimpin dengan gaya dan type yang halus pula. karena itu perusahaan perlu mengenali pelanggan dan mengidentifikasi kebutuhannya. Perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas. bukan menjual produk yang dapat dibuat. Dengan demikian perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. seperti di Jawa misalnya. dorongan (drive). dan tujuan (goals) Mengapa dua produk yang sama. Perusahaan mengharapkan konsumennya menjadi pelanggan. Penerapan Teori Kebutuhan Maslow Dalam Bisnis Kecil Penerapan Teori Kebutuhan Maslow dalam menumbuhkan dukungan yang kuat para anggota perusahaan yang bersaing dalam: inovasi” dan “peningkatan kualitas” sehingga terjadi peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan. Disamping itu pengetahuan akan teori-teori kepemimpinan juga terbatas sehingga kebanyakan pemimpin bisnis kecil memimpin dengan gaya tradisional. bagian-bagian vital perusahaan cenderung dijabat oleh anggota keluarga dekat. Alasan pertama adalah gaya dan type kepemimpinan yang masih tradisional. Direktur biasanya juga pemilik itu sendiri. misalnya pemimpin bisnis kecil di Bali akan cenderung memimpin dengan gaya serta type dengan kaidah-kaidah atau norma-norma ke-baliannya. memberikan hasil yang berbeda ? Suatu perusahaan membuat produk yang dapat dijual. sehingga mereka yang menjalankan organisasi tahu apa yang ingin dicapai dan dapat melakukan perencanaan dan implementasinya. Diversifikasi produk perlu dilakukan untuk melayani semua kebutuhan. Dalam pemenuhan kebutuhan konsumen. biasanya adalah karena mereka salah mengenali kebutuhan konsumen. Salah satu kegagalan dari produk baru. wirausahawan tidak dapat menciptakan suatu produk untuk memenuhi semua kebutuhan. atau kalau kita bandingkan dengan teori kepemimpin lebih dekat kepada gaya Paternalistik kekeluargaan. sehingga ada kontinuitas pembelian. Kunci dari keberhasilan Perusahaan untuk mencapai tujuan yaitu membangun loyalitas .Kepemimpinan sebenarnya sangat bersangkut erat terhadap karakter seseorang. Selain untuk meningkatkan penjualan juga untuk membangun loyalitas pelanggan. Pemimpin: Manajer. sehingga kekuasan pemimpin pada bisnis kecil tak terbatas. c. Motivasi merupakan proses interaksi antara kebutuhan (need). Begitu juga. jika ada pemimpin bisnis kecil dari suku Tionghoa akan cenderung juga menerapkan gaya dan type kepemimpinan ala cines. paternalistik. Melihat kondisi kebanyakan bisnis kecil yang ada di Indonesia. hal ini juga sebenarnya menjadi faktor penghambat kenapa bisnis kecil tetap kecil.

Penerapan Teori Motivasi dalam Bisnis Kecil Kelemahan mendasar pada bisnis kecil adalah mengabaikan arti dan makna motivasi ini. (3) Sub agribisnis hilir (down-stream agribusiness) yaitu kegiatan ekonomi yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan baik bentuk produk antara (intermediate product) maupun bentuk produk akhir (finished product). sehingga kekuasan pemimpin pada bisnis kecil tak terbatas. justru ini akan menjadi acuan untuk menggaji karyawannya sebatas atau sebesar UMR itu sendiri. pemilik biasanya hanya memperhatikan pada tingkat kebutuhan dasar. (2) Sub agribisnis usahatani (on-farm agribusiness) atau pertanian primer. bagian-bagian vital perusahaan cenderung dijabat oleh anggota keluarga dekat. B. terutama usaha menengah dan usaha kecil. . Pada akhirnya banyak bisnis kecil yang tidak bertahan lama karena ditinggalkan SDM yang telah perpengalaman. sektor agribisnis termasuk didalamnya bisnis kecil secara nyata telah mampu menjadi stabilizer perekonomian di Indonesia. Pada akhirnya banyak bisnis kecil yang tidak bertahan lama BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. belum lagi. Pemimpin: Manajer.pelanggan dalam arti luas dapat dijabarkan bahwa: pelanggan bukan semata-mata hanya orang yang membutuhkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan tetapi jauh lebih luas. dalam Total Quality Management dijelaskan yang termasuk pelanggan adalah: Konsumen. dan pemilik. Kondisi Kepemimpinan Bisnis Kecil saat ini Kondisi kebanyakan bisnis kecil yang ada di Indonesia. pemilik biasanya hanya memperhatikan pada tingkat kebutuhan dasar. Direktur biasanya juga pemilik itu sendiri. Pekerja. dan (4) Sub jasa penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa bagi ketiga sub agribisnis di atas. Ini semua merupakan peluang yang dapat kita manfaatkan sebagai peluang untuk menjadi wirausahawan. belum lagi. pemerintah telah mematok upah minimum regional misalnya. justru ini akan menjadi acuan untuk menggaji karyawannya sebatas atau sebesar UMR itu sendiri. Kesimpulan Kondisi Nyata Usaha Kecil dan Menengah saat ini Selama krisis ekonomi yang berawal pada pertengahan tahun 1997. Hal ini terbukti masih tetapnya usaha-usaha agribisnis berproduksi. Kelemahan mendasar pada bisnis kecil adalah mengabaikan arti dan makna motivasi ini. Sub ini di Indonesia disebut pertanian. Saran Motivasi Pemerintah Selama krisis ekonomi yang berawal pada pertengahan tahun 1997. yaitu kegiatan yang menggunakan sara produksi dan sub agribisnis hulu untuk menghasilkan komoditas pertanian primer. pemerintah telah mematok upah minimum regional misalnya. Peluang Usaha Kecil yang sedang dikembangkan Pembangunan pertanian dalam kerangka system agribisnis merupakan suatu rangkaian dan keterkaitan dari : (1) Sub agribisnis hulu (upstream agribusiness) yaitu seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi bagi pertanian primer (usahatani).

Rajawali. pemilik biasanya hanya memperhatikan pada tingkat kebutuhan dasar. CV. Gary. http://artikelrande. Sumidjo. 1984. justru ini akan menjadi acuan untuk menggaji karyawannya sebatas atau sebesar UMR itu sendiri. tetapi perlakukanlah karyawan anda seperti manusia selayaknya. 1994. belum lagi. pandanglah masa depan perusahaan anda sebagai sebuah masa depan yang terus dapat di wariskan sehingga anda dapat mengelola bisnis secara profesional. kesewenang-wenangan. Nyoman. penulis sangat mengharapkan.sektor agribisnis termasuk didalamnya bisnis kecil secara nyata telah mampu menjadi stabilizer perekonomian di Indonesia. Pada akhirnya banyak bisnis kecil anda bertahan lama tidak ditinggalkan SDM yang telah perpengalaman. “Manajemen Sumber Daya Manusia” Diktat: Univeritas Udayana. para pengusaha kecil janganlah memberikan motivasi hanya sebatas kebutuhan dasar saja. Wahyo. DAFTAR PUSTAKA Sutjipta. belajarlah lebih banyak lagi Para pemimpin bisnis kecil. Jakarta. 2001. Hal ini terbukti masih tetapnya usaha-usaha agribisnis berproduksi. Untuk hal ini. Denpasar. terutama usaha menengah dan usaha kecil.”Kepemimpinan dan Motivasi”. Ghalia Indonesia. Prerhallindo. 1996. Jakarta.”Kepemimpinan Dalam Manajemen”. Yukl. Para pemimpin Bisnis Kecil. Miftah. Paculah Kinerja Karyawan anda dengan Motivasi Kelemahan mendasar pada bisnis kecil adalah mengabaikan arti dan makna motivasi ini. “Kepemimpinan Dalam kewirausahaan”.com/2010/07/manajemen-kewirausahaan. Jakarta . Jika ini yang terjadi haruslah ada intervensi pemerintah sebagai regulasi dalam memotivasi bertumbuhnya wira-wira usaha baru sehingga perekonomian nasional dapat segera bangkit.blogspot.html Thoha. manjauhkan diri dari kekuasan mutlak. pemerintah telah mematok upah minimum regional misalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful