Motivasi yang bekerja dalam diri individu mempunyai kekuatan yang berbeda – beda.

Ada motif yang begitu kuat sehingga menguasai motif – motif lainnya. Motif yang paling kuat adalah motif yang menjadi sebab uatama tingakh laku individu pada saat tertentu. Motif yang lemah hampir tidak mempunyai pengaruh pada tingkah laku individu. Motif yang kuat pada suatu saat akan menjadi sangat lemah karena ada motif lain yang lebih kuat pada saat itu. Menurut Martin Handoko (1992: 59), untuk mengetahui li kekuatan motivasi belajar siswa, dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut : 1) Kuatnya kemauan untuk berbuat 2) Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar 3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain 4) Ketekunan dalam mengerjakan tugas. Sedangkan menurut Sardiman (2001: 81) indikator motivasi belajar adalah sebagai berikut : 1) Tekun menghadapi tugas. 2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) 3) Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah orang dewasa. 4) Lebih senang bekerja mandiri. 5) Cepat bosan pada tugas – tugas rutin 6) Dapat mempertahankan pendapatnya. Apabila seseorang memiliki ciri – ciri diatas berarti seseorang itu memiliki motivasi yang tinggi. Ciri – ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar akan berhasil baik kalau siswa tekun mngerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri, siswa yang belajar dengan baik tidak akan terjebak pada sesuatu yang rutinitas. Indikator – indikator perilaku motivasi belajar yang akan diungkap adalah : 1) Kuatnya kemauan untuk berbuat lii 2) Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar 3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain 4) Ketekunan dalam mengerjakan tugas 5) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) 6) Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah orang dewasa. 7) Lebih senang bekerja mandiri 8) Dapat mempertahankan pendapatnya. Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2114607-indikator-indikatormotivasi-belajar-siswa/#ixzz1omYitsb3

Indikator Motivasi Belajar

banyaknya kehadiran. skala minat atau skala sikap. aktivitas dalam diskusi digunakan. banyak bertanya. Dalam hal ini y terhadap pelajaran. Sikap dapat positif. dan tidak berminat. Instrumen Afektif pada Pengembangan ALat Ukur Minggu 29 May 2011 01:26 PM indikator minat: misalnya kehadiran di kelas. banyaknya kehadiran. Telaah instrumen untuk menjamin validitas.. banyak bertanya.Menentukan ind banyaknya kehadiran. catatan di buku r diskusi dan lain sebagainya. Motivasi Belajar  Kuatnya kemauan untuk berbuat     Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain Ketekunan dalam mengerjakan tugas Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) .Archive of Angket Koesioner Dan Indikator Motivasi Belajar Tes. belajar peserta didik.. misalnya skala nilai menurut Likert dengan 5 skala: sangat be dan tidak berminat. catatan di buku rapi. Memilih skala yang digunakan. memiliki bu sebagainya. Ini ada beberapa contoh.. misalnya skala nilai menurut Likert dengan kurang berminat. misalnya dibahas dan didiskusikan dengan teman sejawat Merevi inventori Melakukan penyekoran Menganalisis hasil kuesioner atau inventori. Sikap positif terhadap mata pelajaran diharapkan Peserta didik yang minatnya tinggi diharapkan prestasi belajarnya juga tinggi. Peserta didik yang minatnya tinggi diharapkan presta guru mempunyai kewajiban untuk menimbulkan minat peserta didiknya terhadap mata pelajaran yang diamp afektif adalah sebagai berikut: Memilih ranah yang akan dinilai. mungkin bisa menolong teman-teman dalam menyiapkan lampiran pengajuan judul. Rabu. misalnya sikap atau minat. negatif atau netral. misalnya skala nilai menurut Likert dengan 5 skala: sangat berminat. berminat. memiliki buku teks. biasa. negatif atau net diharapkan akan timbul minat untuk mempelajarinya. 24 Agustus 2011 Indikator Motivasi Belajar dan Keaktifan Siswa Untuk membuat latar belakang pada pengusulan judul proposal dilihat dari indikatornya. . banyak bertanya. Langkah-langkah pembuatan instrumen afektif ad misalnya kehadiran di kelas. Oleh karena itu guru mempu peserta didiknya terhadap mata pelajaran yang diampu. kura instrumen untuk menjamin validitas. Memilih skala yang digunakan. Telaah instrumen untuk menjamin validitas. Sikap dapat positif. catatan di buku rapi. misalnya dibahas dan didiskusikan de Menyiapkan kuesioner atau inventori Melak Pengembangan instrumen afektif mencakup: kuesioner dan inventori Komponen afektif ikut menentukan k hal ini yang perlu diukur adalah sikap dan minat terhadap pelajaran. misalnya dibahas dan did instrumen Menyiapkan kuesioner atau inventori Melakukan pen ..

 Menunjukkan dewasa minat terhadap bermacam – macam masalah orang   Lebih senang bekerja mandiri Dapat mempertahankan pendapatnya.html      .blogspot. Keaktifan siswa      Perhatian siswa terhadap penjelasan guru Kerjasamanya dalam kelompok Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat Memberi gagasan yang cemerlang Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain Memanfaatkan potensi anggota kelompok Saling membantu dan menyelesaikan masalah Diposkan oleh Aisyah Az-Zahra di 22:31 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Reaksi: 0 komentar: http://aisyahaz-zahra.com/2011/08/indikator-motivasi-belajar-dan. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful