P. 1
Peran Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Membentuk Masyarakat Yang Berkarakter Dan Pancasilais

Peran Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Membentuk Masyarakat Yang Berkarakter Dan Pancasilais

|Views: 1,529|Likes:
Published by Aulia Azmi Masna

More info:

Published by: Aulia Azmi Masna on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2014

pdf

text

original

PERAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT YANG BERKARAKTER DAN PANCASILAIS Oleh : Aulia Azmi Masna

11105244001 085726444053 PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN ABSTRAK Pancasila memiliki sejarah yang sangat unik, banyak tokoh nasional yang telah

merumuskan konsep pancasila sesuai dengan sudut pandang mereka masingmasing. Namun demikian pancasila merupakan ideologi bangsa. Sila-silanya yang mencerminkan ciri khas dari bangsa indonesia. Begitu besar pengaruh pancasila terhadap bangsa Indonesia. Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. Pancasila, dalam konteks masyarakat bangsa yang plural dan dengan wilayah yang luas, harus dijabarkan untuk menjadi ideologi kebangsaan yang menjadi kerangka berpikir (the main of idea), kerangka bertindak (the main of action), dan dasar hukum (basic law) bagi segenap elemen bangsa agar menjadi bangsa yang berkarakter dan pancasilais. Keyword: Pancasila, Pancasilais, Ideologi

PENDAHULUAN Pancasila di Indonesia memiliki beberapa kedudukan yaitu sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, sebagai ligatur bangsa indonesia juga sebagai jati diri bangsa. Kedudukan-kedudukan pancasila di Indonesia ini didukung sebagai falsafah bangsa dan sebagai ideologi terbuka bangsa Indonesia. Suatu sistem filsafat pada tingkat perkembangan tertentu melahirkan ideologi. Secara teoritis filosofis, ideologi bersumber pada suatu sistem filsafat dan merupakna pelaksanaan filsafat itu sendiri. Hal ini berarti suatu sistem filsafat dikembangkan dan dilaksanakan oleh suatu ideologi. Berdasarkan asas teoritis demikian, maka nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila adalah falsafah hidup yang

berkembang dalam sosial budaya Indonesia. Nilai pancasila yang telah terkristalisasi dianggap sebagai nilai dasar dan puncak (sari-sari) budaya bangsa. Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dankesatuan dikalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya. Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara modern yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia dengan berdasarkan pancasila. Dengan idiologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa. PEMBAHASAN A. Pengertian Ideologi Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasangagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara[1]. B. Makna Pancasila Pancasila berisi lima nilai dasar yaitu : 1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa ( Nilai Ketuhanan ) 2. Nilai Kemanusian yang Adil dan Beradab ( Nilai Kemanusian ) 3. Nilai Persatuan Indonesia ( Nilai Persatuan ) 4. Nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusawaratan / Perwakilan. ( Nilai Kerakyatan ) 5. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ( Nilai Keadilan )

MAKNA SILA-SILA PANCASILA[1]

1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan oleh penciptanya. Pencipta adalah Causa Prima yang mempunyai

hubungan dengan yang diciptakannya. . manusia sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan wajib menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita memiliki hakikat untuk beribadah kepada Tuhan, sehingga diberi kebebasan memeluk agamanya masing-masing. 2. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Manusia ditempatkan sesuai dengan harkatnya. Hal ini berarti bahwa manusia mempunyai derajat yang sama di hadapan hukum. Sejalan dengan sifat universal bahwa sifat kemanusiaan itu dimiliki oleh semua bangsa, maka hal itupun juga diterapkan dalam kehidupan bangsa indonesia. 3. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia Makna persatuan hakekatnya adalah satu, yang artinya bulat, tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang ini, maka disebut nasionalisme. 4. Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Perbedaan secara umum demokrasi di barat dan di Indonesia yaitu terletak pada permusyawarata. Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil secara bulat. 5. Arti dan Makna Sila Keadila Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Jadi seseorang bertindak adil. C. Peran Pancasila Dengan sejarah pancasila yang begitu rumit dan peran-peran pancasila untuk negara. Rumusan pancasila bukan sekedar rumusan tetapi rumusan pancasila benar-benar rumusan yang di pikirkan oleh para tokoh secara mendalam dan mendasar, agar kajian pancasila benar-benar bisa sesuai dengan perannya. Adanya pancasila diharapkan bisa dijadikan inspirasi, orientasi, atau acuan. Dengan kelima silanya yang dari setiap silanya tidak saling melengkapi tapi antar silanya saling berkaitan, dengan demikian kita sebagai generasi muda dengan pedoman pancasila bisa menjadi manusia-manusia yang pancasilais. Sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea terakhir mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur maka harus diimbangi dengan generasi pancasilais yang berkarakter. Memiliki ciri khas yang baik, memiliki nilai dan norma yang sesuai pancasila apalagi pancasila sebagi ideologi yang terbuka, dengan demikian dengn posisinya pancasila sebagai ideologi terbuka generasi penerus lebih didukung untuk menjadi generasi yang pancasilais dan berkarakter.

PENUTUP Pancasila adalah pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia serta merasakan bahwa Pancasila adalah sumber kejiwaaan masyarakat dan Negara Republik Indonesia, maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Oleh karena itu pengamalannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalan Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. Dengan demikian Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia akan mempunyai arti nyata bagi manusia Indonesia dalam hubungannya dengan kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Untuk itu perlu usaha yang sungguh-sungguh dan terus-menerus serta terpadu demi terlaksananya penghayatan dan pengamalan Pancasila. Demikianlah manusia dan Bangsa Indonesia menjamin kelestarian dan kelangsungan hidup Negar Republik Indonesia yang merdeka, bersatu dan berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila, serta penuh gelora membangun masyarakat yang maju, sejahtera, adil dan makmur sehinggan bisa membentuk bangsa yang pancasilais dan berkarakter.

DAFTAR PUSTAKA http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0312/13/nasional/739161.htm . diakses hari Rabu tanggal 21 Desember 2011 jam 14.00 WIB. Kaelan, 2002, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta : Paradigma, Rukiyati,M.Hum.,dkk.2008.Pendidikan Pancasila.Yogyakarta : UNY Press.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->