1

Sebelum melakukan pengambilan spesimen, lakukan persiapan-persiapan seperti berikut ini : Persiapan pasien. Beritahukan kepada pasien tentang hal-hal apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh pasien sebelum dilakukan pengambilan spesimen. Persiapan secara umum, seperti : puasa selama 8-10 jam sebelum pengambilan spesimen (untuk pemeriksaan glukosa darah puasa, profil lipid, profil besi), tidak melakukan aktifitas fisik yang berat, tidak merokok, tidak minum alkohol, dsb. o Jika pasien harus melakukan pengambilan spesimen sendiri (urin, dahak, faeses), jelaskan tata cara pengambilannya. Misalnya : kapan harus diambil, bagaimana menampung spesimen dalam wadah yang disediakan, mencuci tangan sebelum dan setelah mengambil spesimen, membersihkan daerah genital untuk pengambilan sampel urin, dsb. o Jika pengambilan spesimen bersifat invasif (misalnya pengambilan sampel darah, cairan pleura, ascites, sumsum tulang, dsb), jelaskan macam tindakan yang akan dilakukan. Peralatan sampling. Pastikan semua peralatan sampling telah disiapkan sesaat sebelum sampling. Penting untuk diperhatikan bahwa semua peralatan memenuhi persyaratan sebagai berikut : o bersih o kering o tidak mengandung detergent atau bahan kimia o terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat dalam spesimen o steril, apalagi jika spesimen akan diperiksa biakan (kultur) kuman o sekali pakai buang (disposable) o wadah spesimen tidak retak atau pecah, mudah dibuka atau ditutup rapat, besar/ukurannya sesuai dengan volume spesimen yang diambil. Antikoagulan Antikoagulan adalah bahan kimia yang dipergunakan untuk mencegah pembekuan darah. Umumnya yang digunakan adalah EDTA (ethylendiamin tetraaceticacid), natrium citrat, heparin dan natrium fosfat. Pemilihan antikoagulan harus sesuai dengan jenis pemeriksaan dan takaran volumenya harus tepat. Mengenai antikoagulan akan dibahas pada postingan yang lain. 4. Lokasi sampling. Sebelum melakukan sampling, tetapkan lokasi pengambilan sesuai dengan jenis spesimen yang diperlukan. o Darah vena umumnya diambil dari vena median cubiti pada daerah lengan di lipatan siku bagian dalam. Vena ini besar, cukup terlihat, paling sedikit sakit dan kecil kemungkinan memarnya. o Darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis di daerah pergelangan tangan. o Darah kapiler diambil dari ujung jari tangan, yaitu jari tengah atau jari manis. Pada bayi diambil pada tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki. o Spesimen untuk biakan kuman diambil pada daerah yang sedang infeksi, kecuali darah dan cairan otak. o Sumsum tulang orang dewasa diambil pada tulang dada dancrista iliaca anterior dan posterior. Pada anak-anak diambil pada bagian proksimal tibia. o Lokasi pengambilan spesimen tidak boleh terdapat luka, hematoma, infeksi, oedema. Untuk pengambilan spesimen darah, selain tidak dilakukan pada tempat-tempat tersebut, juga tidak boleh dilakukan pada daerah dimana darah sedang ditransfusikan dan intravena lines (infus). o

2.

3.

PENGAMBILAN SPESIMEN Salah satu cara menanggulangi penyakit infeksi adalah dengan menentukan penyebab dan kemudian memberi terapi yang rasional berdasarkan hasil uji laboratorium. Dalam hal ini peranan laboratorium sebagai penunjang diagnosis dan terapi penyakit infeksi menjadi sangat penting . Hasil pemeriksaan mikrobiologik sangat tergantung oleh kualitas spesimen. Spesimen yang diperiksa di lab Mikrobiologi sebagian besar merupakan klinik berkaitan dengan penyakit infeksi. Kualitas specimen ditentukan oleh metoda pengambilan dan proses tranportasi ke laboratorium. Hasil pemeriksaan mikrobiologik negatif tidak selalu berarti bahwa diagnosis salah.

tinja dan urine biasanya positif. antara lain : Pengambilan dan pengiriman spesimen yang tidak benar Teknik atau cara kerja di laboratorium uang tidak tepat Pengambilan specimen atau bahan pemeriksaan merupakan langkah awal yang sangat menentukan hasil pemeriksaan dalam rangka memperoleh jawaban yang menentukan penyebab infeksi. Misalnya : bahan dari pus dalam keadaan infeksi aktif. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk memperoleh hasil pemerisaan yang baik adalah : Bahan pemeriksaan sedapat mungkin diambil dari lokasi yang paling besar kemungkinannya mengandung penyebab infeksi pada stadium tertentu. cairan pleura. sehingga mendapatkan suatu interpertasi yang bermakna. bahan sputum harus benar-benar berasal dari saluran nafas bagian bawah. hasil laboratorium positif sebaiknya dikorelasikan dengan keterangan klinik . Saat pengambilan perlu diperhatikan. Pedoman Umum Spesimen yang diambil harus memiliki syarat sbb : Representatif untuk proses infeksi : Bahan pemeriksaan harus benar-benar berasal dari tempat infeksi. sehingga diperoleh volume cukup untuk diambil. Pengambilan harus dilakukan pada stadium yang tepat. bahan dari asbes diambil dengan cara aspirasi steril. Agar diperoleh kualitas spesimen yang baik. cairan). Hasil laboratorium positif sangat bermakna bila diperoleh dari lokasi tubuh yang dalam keadaan normal steril (cairan serebro – spinal darah. Dapat terjadi bahwa yang diisolasi bukan penyebab tetapi organisme flora normal sehingga akan memberikan intreprestasi hasil laboratorium yang keliru dan menyebabkan langkah terapi yang salah. tetapi pada infeksi kronik jumlah bahan yang diambil sebaiknya agak banyak. S. jumlah nya harus cukup. Perbandingan volume darah dengan medium cair adalah 1 :5 atau 1 :10. Hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologik sangat ditentukan oleh cara pengambilan. jumlahnya tidak perlu diperhatikan. Pada lokasi tubuh yang pada keadaan normal mengandung flora normal. sebelum dilakukan pengambilan urine. saat pengambilan dan seleksi spesimen. bukan hanya berupa saliva. Bahan berupa darah.2 Kegagalan isolasi mikroorganisme penyebab infeksi sering ditentukan oleh beberapa hal. pengambilan spesimen harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Bahan urine : sebaiknya diambil setelah penderita tidak berkemih sekurang-kurangnya 3 jam. sebaiknya diambil dari dasar luka dan dihindari kontak dengan kulit sekitarnya sehingga tidak memungkinkan bagi kontaminasi oleh flora kulit. alat genital dibersihkan untuk menghindari kontaminasi. untuk ini perlu diketahui riwayat penyakit penderita. misalnya: bahan pemeriksaan dari luka. Sedangkan pada minggu ke 2 dan ke 3. typhi akan ditemukan pada tinja dan urine selama fase akut dari stadium diare. Jumlah spesimen cukup untuk memungkinkan pemeriksaan. bakteri akan dapat ditemukan di darah. Pada demam tifoid minggu pertama. .

bagian tubuh lain. lingkungan. Contoh media kultur darah yang digunakan: Trypticase Soy Broth. Bila bahan yang diperiksa berasal dari pasien yang telah diterapi. ditampung pada tempat steril. misalnya Jodium tincture 2%. untuk kultur aerob Brain Heart Infusion. Cara Pengambilan Darah Darah biasanya diambil pada saat demam tinggi. Misalnya dapat diberikan Penisinase untuk merusak penisilin. Bahan pemeriksaan sebaiknya segera dibawa ke laboratorium atau kalau diperlukan dapat pula digunakan media transport yang sesuai. Misalnya pengambilan urine atau sputum sebaiknya dengan pot bermulut lebar. selama pemberian terapi antibiotik pada penderita salmonelosis. Pertama-tama dilakukan palpasi untuk mencari letak vena yang akan diambil. Sebelum pengambilan kulit sekitarnya diusap dengan antiseptik. dan petugas pengambil.typhi.anak Karena organisme pada bakteri jumlahnya kecil. Setelah itu tidak boleh dilakukan palpasi lagi. untuk kultur bakteri aerob atau anaerob Thioglikolat broth. Pengambilan spesimen dilakukan sebelum pemberian terapi antibiotik. sebaiknya segera diinokulasikan kedalam media kultur setelah pengambilan. agar bisa diperiksa secepatnya. dalam tinja penderita tidak akan diketemukanS. atau alkhohol 80%. dalam waktu 24 jam setelah pemberian antibiotik seringkali sudah tidak mengandung bakteri penyebab. Volume pengambilan : 10-20 ml untuk dewasa 1-5 ml untuk anak. sehingga bisa dilakukan tindakan-tindakan tertentu.3 Terhindar dari kemungkinan kontaminasi baik dari alat. Jadi pada penderita yang telah diterapi bisa dilakukan pemeriksaan mikrobiologik. Alat dan tempat spesimen harus steril dan sesuai. dari vena cubiti. Pedoman khusus Dalam melakukan pengambilan spesimen klinik. Perlu diperhatikan hal-hal sbb : cairan serebrospinal yang purulen. untuk kultur Salmonella Dapat pula ditransport secara stril dalam tabung mengandung SPS Interval pengambilan : endocarditis : 3 kali pengambilan (kultur) dalam 24 jam bakterima : 3 kali pengambilan (kutur) dalam 24-48 jam pasien yang diberi antibiotik : 4-6 kali pengambilan dalam 48 jam 2. misalkan Haemophilus influenzae. Cara Pengambilan Tinja atau Usapan Rektal Tinja diambil dari bagian yang diperkirakan banyak mengandung organisme penyebab (lendir atau darah). sebaiknya klinisi memberi catatan khusus. untuk kultur anaerob Gal medium. juga tidak boleh mengusap jarum suntik dengan kapas alkohol. harus segera dibawa ke laboratorim. Setelah bahan ditampung hendaknya ditutup rapat dan dicegah adanya kebocoran untuk menghindari kontaminasi dan pencemaran dari dan pada lingkungan. perlu diperhatikan beberapa hal khusus sesuai lokasi pengambilan : 1. Sedangkan usapan rectal diambil dengan .

luka. Cara Pengambilan Cairan Serebrospinal Dilakukan dengan punksi lumbal oleh seorang dokter ahli dengan memperhatikan aspek sterilitas alat dan teknik pengambilan secara benar. Sampel dari abses harus mengandung pus dan bagian dari dinding abses. telinga. Dahak ditampung didalam pot steril. perlu kerjasama dengan pasien. Jika lesi luas atau terdapat beberapa lesi. kemudian dimasukkan media transport bersama kapas lidi atau kedalam tabung kosong bertutup ulir steril. tetapi dianjurkan tidak lebih dari 8 jam. Cara Pengambilan Discharge Mukosa Bahan dari mukosa diambil dengan kapas lidi steril. sebaiknya pasien diminta berkumur sebelumnya dengan akuades steril. sama sekali tidak dibenarkan menyimpan bahan pemeriksaan ini pada almari pendingin. 5. . atau larutan garam fisiologis steril. tenggorokan. DARAH VENA Tujuan : mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi Lokasi : – vena mediana cubiti ( dewasa ) -vena jugularis superficialis ( bayi ) Alat-alat : – kapas alkohol -diaspossible syringe / vacutainer 10 cc -Tabung reaksi pyrex 10 cc -kapas steril -plester . 4. Kuman pada bahan ini pada umumnya hanya bertahan beberapa jam. Apabila terpaksa bisa disinpan dalam almari pendingin selama 24 jam. Cara Pengambilan Dahak atau Sputum Dahak yang diambil diusahakan tidak tercemar oleh flora normal di rongga mulut. bahan diambil dari : hidung. Meningokokus sangat rentan terhadap suhu rendah. terutama bagi pemeriksaan angka kuman harus segera diperiksa agar tidak terjadi pertumbuhan pesat sebelum diperiksa. karena pada umumnya mengandung garam bismuth yang dapat membunuh mikroorganisme. Volume urine minimal 10 ml dan segera dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. diputar (360º) pada mukosa rektal diambil dengan kedalaman 1-2 cm. Sebelum pengambilan kulit dibersihkan dengan larutan fisiologis steril. Cara Pengambilan Urine Bahan berupa urine dapat diambil dengan berbagai teknik : aspirasi supra public kateterisasi urine pancaran tengah (Mid Stream Urine) Cara pertama dan kedua hanya dilakukan oleh dokter dengan indikasi tertentu karena mengandung resiko.4 kapas lidi steril. sehingga harus segera dikirim ke laboratorium. dengan cara batuk dalam-dalam. segera dikirim ke laboratorium. Abses Seleksi dan pengambilan yang adekuat sangat berpengaruh pada hasil pemerisaan. harus dilakukan secara aseptik untuk menghindari infeksi. Sebaiknya tidak digunakan kertas toilet dalam pengambilan/penampungan tinja. Segera mungkin ditanam dalam media perbenihan yang sesuai dengan jenis pemeriksaan. mata. Seperti diketahui urine adalah medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri. 3. lubang urogenital. 6. bahan diambil dari beberapa tempat. 7. tutup rapat.

darah yang telah diambil dialirkan kedalam tabung yang telah berisi EDTA 10% 3. Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. Alirkan darah dari syringe kedalam tabung melaluji dinding tabung 9. Mintakan pasien yang akan diambil darahnya untuk mengepal dan membuka tangannya beberapa kali agar vena jelas terlihat. Tusuk kulit diatas vena dengan jarum/nald dengan tangan kanan sampai menembus lumen vena 5. teknis pengambilan darah serupa dengan pengambilan sample darah vena 2. Tegangkan kulit diatas vena dengan jari tangan kiri agar vena tidak bergerak 4. Pembendungan vena tidak boleh terlalu kuat . 3.nama pasien dan jenis spesimen DARAH SITRAT Tujuan : mendapatkan spesimen darah SITRAT yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan laju endapan darah metode Weatergreen dan pemeriksaan tes hemoragik Lokasi : – vena mediana cubiti ( dewasa ) -vena jugularis superficialis ( bayi ) Alat-alat : – kapas alkohol -diaspossible syringe / vacutainer 10 cc -Tabung reaksi pyrex 10 cc -kapas steril . Bersihkan daerah vena mediana cubiti dengan alcohol 70% dan biarkan menjadi kering kembali 2. Lepaskan pembendungan dan ambillah darah sesuai yang dibutuhkan 6.nama pasien dan jenis spesimen DARAH EDTA Tujuan : mendapatkan spesimen darah EDTAbyang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan morfologi sel darah tepi dan hitung jumlah trombosit Lokasi : – vena mediana cubiti ( dewasa ) -vena jugularis superficialis ( bayi ) Alat-alat : – kapas alkohol -diaspossible syringe / vacutainer 10 cc -Tabung reaksi pyrex 10 cc/tabung EDTA -kapas steril -plester Reagensia : EDTA 10% Cara kerja : 1. Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. Mintakan agar pasien menekan bekas tusukan dengan kapas tadi 8. Pasang ikatan pembendung/torniquit diatas fossa cubiti.5 Cara kerja : 1. Taruh kapas diatas jarum/nald dan cabut perlahan 7.

nama pasien dan jenis spesimen . 4.8% Cara kerja : 1 teknis pengambilan darah serupa dengan pengambilan sample darah vena 2 darah yang telah diambil sebanyak 1. Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Penderita diminta untuk mengeluarkan urine 2. 4. 3. PENGAMBILAN SAMPEL URINE UNTUK PEMERIKSAAN URINALISA Tujuan : mendapatkan spesimen urine yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan urinalisa Waktu : pengambilan sebaiknya sebelum pemberian anti biotik.nama pasien dan jenis spesimen DARAH KAPILER Tujuan : mendapatkan spesimen darah kapiler yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan golongan darah dan beberapa pemeriksaan rapid test imunologi Lokasi : – ujung jari tangan / anak daun telinga ( dewasa ) . Pegang bagian yang akan di tusuk supaya tidak bergerak dan di tekan sedikit agar rasa nyeri berkurang 3.4 ml 3 Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. Bersihkan daerah yang akan di tusuk alcohol 70% dan biarkan menjadi kering kembali 2.6 -plester Reagensia : Natrium sitrat 3.tumit / ibu jari kaki ( bayi ) Alat-alat : – alcohol 70% . ukuran ± 50 ml Cara kerja : 1.8 % sebanyak 0. Aliran urine ditampung dalam wadah yang sudah disediakan.lancet steril -kapas steril -plester Cara kerja : 1. Pada ibu jari tusukan tegak lurus dengan garis sidik jari. Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. Bila memakai anak daun telinga tusukan dilakukan dipinggir bukan pada sisinya. Tetes darah berikutnya dipakai untuk Pemeriksaan. Tusuk dengan cepat memakai lancet steril. Untuk Pemeriksaan test kehamilan dan sedimen dipakai urine pagi hari. Alat-alat : wadah setril dari gelas/plastik bermulut lebar bertutut rapat.6 ml dialirkan kedalam tabung yang telah berisi natriumsitrat 3. Tusukan harus cukup dalam . Hindari urine mengenai lapisan tepi wadah . Setelah penampungan urine selesai wadah di tutup dengan rapat 5.

Pemeriksaan feses dilakukan untuk:1.7 PENGAMBILAN SAMPEL TINJA UNTUK PEMERIKSAAN FESES RUTIN Pemeriksaan Sp esimen Feses Pemeriksaan dengan menggunakan spesimen feses bertujuan untuk mendeteksiadanya kuman. Melihat ada tidaknya darah. perawat perlu mengingatkan klien akan hal-halberikut:1. A la t dan b ahan 1. Analisa produk diet dan sekresi saluran cerna. E. Mendeteksi telur cacing dan parasit. Untuk pemeriksaan ini diperlukan jumlah fesessedikit untuk dikultur. penampung feses (kontainer PVA)5. jumlah fesestergantung pemeriksaan. Pengambilan perlu hati-hati agar tidak terkontaminasi. Bila memungkinkan. Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac. lalu dimasukkan dalamkantung steril. gunakan swab yang steril. dan stafilokokus. umumnya 2. Jangan meletakan tisue pembersih pada bedpan setelah defekasi karena dapatmempengaruhi hasil pemeriksaanDalam pengambilan spesimen gunakan sarung tangan bersih. Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh perawatatau klien sendiri. Untuk pemeriksaan ini dilakukan tiga hariberturut-turut.3. Defekasi pada bedpan yang bersih2. 10 % formalin kontainer 3. tanggal lahir. dan tanggal serta waktu pengambilan spesimen7.Pada lembar pengantar perlu dituliskan antibiotik yang telah dikonsumsi Sebelum pengambilan spesimen. P lastic bag Untuk diperhatikan: cairan yang ada di dalam botol untuk penyimpananspesimen feses adalah bahan beracun dan harus disimpan jauh dari jangkauananak-anak Prosed . pispot ( toilet hat )6. kemungkinan terjadiobstruksi pada hati dan kandung empedu. kemungkinan ada masalah dalam penyerapanlemak di usus halus. Untuk kultur. Segera kirim spesimen ke lab untuk segera diperiksa.5 cm untuk feses padat atau 15-30 mLuntuk cair. sarung tangan2. sigela.Coli. Mendeteksi virus dan bakteri.2. Bila feses mengandung banyak lemak (disebut: steatorrhea). seperti kelompok salmonela. Bila ditemukan kadar empedu rendah. 2 label dengan rincian:nama anak.4. spesimen tidak terkontaminasi dengan urin atau darahmenstruasi3. spatel steril4.

tampung bahan dengan menggunakan spatel steril 5.cuci tangan 2. catat tanggal pengambilan dan identitas klien. Anak tidak harusbuang air kecil ke dalam wadah dan.kumpulkan feses dari popoknya atau celana latihan ( training pants ) yangdigunakannyac. Jika anak tidak terlatih untuk BAB/BAK di toilet. Toddler: jika anak toddler sudah dapat melakukan toilet training . M enggunakan perangkatpenangkapan dapat mencegah kontaminasi feses dengan air dan kotoran. Alat-alat : – lidi kapas steril . cuci tangan Tujuan : mendapatkan spesimen tinja/feses yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan feses rutine Waktu : pengambilan dilakukan setiap saat. Jangan biarkan urin ke kontak spesimen. Kemudian tempatkan sampel feses dalam kontainer yang telah disediakan sebelum membawanya ke laboratorium. Angkat toilet duduk. atau dibawah bokong anak.1. Janganmengumpulkan spesimen dari mangkuk toilet.8 u r a. letakkan "toilethat" lebih rendah kursi.8. Bayi ( infant ): segera setelah bayi BAB. feses harus berada dalam suhuruangan dan segera dibawa ke laboratorium maksimal 48 jam setelah sampeldiambil. untuk mengumpulkan sampel. Anjurkan anak BAK terlebih dahulu untuk mengosongkankandung kemihnya. letakkan"toilet hat´ untuk mengumpulkan feses. kumpulkanfesesnya dari kursi toilet ( potty chair ). beri label pada wadah10.jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. terutama pada gejala awal dan sebaiknya sebelum pemberian anti biotik.Perangkat ini dapat dengan cepat ditempatkan di atas mangkuk toilet. ambil spesimen feses dari popoknyab. harus mengosongkankandung kemihnya sebelum buang air besar sehingga sampel feses tidak diencerkan oleh urin. banyak anak-anak dengan diare.tempatkan ke dalam wadah steril dan ditutup rapat 6. jika mungkin. jangan berikan barium atau minyak mineral yang dapat menghambatpertumbuhan bakteri9. Jangan biarkan urin bercampur denganspesimen feses. terutama anak-anak usia muda. Older child : Ketika anak sudah siap untuk memiliki gerakan usus. tidak selaludapat memberitahukan orang tua sebelumnya kapan mereka ingin BAB. Untuk hasil terbaik. Caralain untuk mengumpulkan sampel feses adalah menggunakan tempat bungkusplastik di atas kursi toilet. buka sarung tangan11.gunakan sarung tangan 3.feses jangan tercampur dengan urin 7. Jaditutup plastik berbentuk topi digunakan untuk mengumpulkan spesimen feses.

penderita diminta mengeluarkan sputumnya lagi Alat-alat : – wadah setril dari gelas/plastik bermulut lebar bertutut ulir Cara kerja : 1. Pada saat pengiriman temperatur dan tempat pengiriman harus diperhatikan. keesokan harinya ketika penderita dating lagi dengan membawa sputum pagi ( sputum pertama setelah bangun tidur) Sputum sewaktu (S). Penderita diharuskan buang air kecil terlebih dahulu karena tinja tidak boleh boleh tercemar urine 2. Kadang-kadang bahan pemeriksaan yang tidak memerlukan media transport karena bahan tersebut telah mengandung bahan yang diperlukan bagi pertumbuhan organisme tersangka. kemudian batukkan kuat-kuat 2. yaitu saat penderita tiba di laboratorium. 3.9 . yaitu Sputum sewaktu (S).. Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. medium Amies. Sputum pagi (P) .nama pasien dan jenis spesimen PENGIRIMAN SPESIMEN DAN PENANGANAN SPESIMEN Apabila bahan pemeriksaan diambil diluar laboratorium seharusnya segera dikirim untuk diperiksa. Adapun medium transport yang biasa digunakan adalah : medium Carry & Blair. Berikan penjelasan pada penderita bagaimana cara membantukkan sputum yang baik yaitu : kumur. intruksikan pada penderita untuk buang air besar langsung kedalam pot tinja ( kira kira 5 gram ) 3. tarik nafas 2 – 3 kali. dapat digunakan media transport sebagai media yang mampu memberikan bahan pertumbuhan untuk mikroorganisme tersangka. Akan tetapi bila tidak memungkinkan karena beberapa keadaan.pot tinja Cara kerja : 1. tahan beberapa detik . Berikan label berisi tanggal pemeriksaan. 1.Pengiriman Darah . medium Stuart. tutup wadah sputum dengan rapat 5. Taruh wadah sputum dekat bibir dan masukkan sputum kedalamnya. terutama bagi organisme yang sensitif terhadap pengaruh lingkungan. tutup pot dengan rapat 4.kumur lebih dahulu.nama pasien dan jenis spesimen PENGAMBILAN SAMPEL SPUTUM UNTUK PEMERIKSAAN BASIL TAHAN ASAM (Mycobacterium tuberculosis) Tujuan : mendapatkan spesimen sputum yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan pewarnaan basil tahan asam Waktu : diperlukan 3 kali pengambilan ssputum dalam 2 kali kunjungan. sputum yang baik adalah yang kental dan jumlahnya cukup 2 – 3 ml 4. yaitu ketika penderita pertama kali dating.

Selenit Broth. . Medium transport atau selektif ini berupa medium cair. maka perlu digunakan media transport yang sekaligus merupakan medium selektif bagi jenis kuman tertentu. sebaliknya dihindari.Pengiriman Tinja Tinja dapat dikirim tanpa medium transport bila tidak terlalu lama. Spesimen dari usapan (swab). Segera ditanam pada medium perbenihan padat yang cocok. Bila terpaksa. 5. Bila darah dikirim tanpa menggunakan perbenihan cair seperti penjelasan dimuka. SPS merupakan antikomplemen dan antifagosit dan dapat menetralkan efek anti mikroba. dsb. Apabila jarak pengiriman jauh sehingga memerlukan waktu lebih dari 4 jam. sebaiknya digunakan SPS (Sodium Polynethol Sulfonate) 0. spesimen drainage Bahan pemeriksaan dikirim dengan medium transport semisolid Sturt. jaringan. Pengiriman urine Urine dikirim tanpa medium transport karena urine merupakan medium yang baik pertumbuhan kuman.10 Setelah diperoleh darah harus segera dikirim ke laboratorium karena kuman didalam darah akan dipengaruhi oleh sel-sel dalam darah ataupun zat-zat yang ada dalam darah.025 %. Suhu dan kekeringan harus diperhatikan. Pengiriman bahan ini harus dilakukan segera mungkin untuk menghindari perkembangan pesat organisme tersangka. Hal ini perlu diperhatikan mengingat diagnosis bakteriuri didasarkan pada jumlah kuman per ml urine.Pengiriman Dahak Dikirim tanpa medium transport. swab harus merupakan sampel yang mewakili bagian yang mengandung kuman penyebab. Carry & Blair (untuk kuman anaerob). 2. 4. Pengiriman Cairan Serebrospinal Bahan ini dikirim tanpa medium transport. Disamping sebagai antikoagulan. misalknya : Air peptone alkali. 7. maka volume darah yang dikirim untuk kepentingan isolasi adalah sebanyak 10-20 ml dengan menggunakan antikoagulan. tetapi harus sesegera mungkin dibawa ke laboratorium dalam waktu kurang dari 1 jam. lebih baik spesimen langsung. tetapi harus segera. 6. dalam waktu 1 jam organisme per ml akan menjadi berlipat ganda. Pengiriman abses. Perlu diperhatikan suhu dan hindarkan dari kekeringan. kapas lidi dimasukkan dalam tabung media transport secara aseptic.05% atau 0. Suhu pengiriman supaya dipertahankan untuk tidak lebih dari 37ºC. Pengiriman discharge mukosa Setelah diambil dengan kapas lidi dapat dimasukkan dalam media transport. 3. Secara umum telah direkomendasikan bahwa darah untuk perbenihan ditanam dalam perbenihan cair dengan perbandingan 1 : 10 untuk membantu menetralkan efek bakterisidal karena adanya antimikroba dalam (darah pada pasien yang telah diterapi) atau efek komplemen dan fagosit. dan terhindar dari kekeringan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful