Pengertian Ibadah Secara etomologis diambil dari kata „ abada, ya‟budu, „abdan, fahuwa „aabidun.

„Abid, berarti hamba atau budak, yakni seseorang yang tidak memiliki apa-apa, hatta dirinya sendiri milik tuannya, sehingga karenanya seluruh aktifitas hidup hamba hanya untuk memperoleh keridhaan tuannya dan menghindarkan murkanya. Manusia adalah hamba Allah “„Ibaadullaah” jiwa raga haya milik Allah, hidup matinya di tangan Allah, rizki miskin kayanya ketentuan Allah, dan diciptakan hanya untuk ibadah atau menghamba kepada-Nya:

ِ‫وما خلقت الجً والاوس الا ليعبدون‬ ِ

65 ‫الرزٍاث‬

Tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu (QS. 51(al-Dzariyat ): 56). B. Jenis „Ibadah Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya; 1. „Ibadah Mahdhah, artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubung an antara hamba dengan Allah secara langsung. „Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip: a. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh:

‫اليسأء 65 … وماازسلىا مً زسىل الا ليطاع باذن هللا‬
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah…(QS. 4: 64).

7 ‫وما آجاكم السسىل فخروه وما نهاكم عىه فاهتهىا…الحشس‬
Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah, dan apa yang dilarang, maka tinggalkanlah…( QS. 59: 7). Shalat dan haji adalah ibadah mahdhah, maka tatacaranya, Nabi bersabda:

‫خروا عنى مىاسككم . صلىا كما زاًتمىوى اصلى .زواه البخازي‬ ِ

.

Shalatlah kamu seperti kamu melihat aku shalat. Ambillah dari padaku tatacara haji kamu Jika melakukan ibadah bentuk ini tanpa dalil perintah atau tidak sesuai dengan praktek Rasul saw., maka dikategorikan “Muhdatsatul umur” perkara meng-ada-ada, yang populer disebut bid‟ah: Sabda Nabi saw.:

، ‫مً احدث فى امسها هرا ما ليس مىه فهى زد . متفق عليه .ِ عليكم بسىتى وسىت الخلفأء الساشدًً املهدًين مً بعدي‬ ‫جمسكىا بها وعضىا بها بالىىاجر ، واًاكم ومحدجاث الامىز، فان كل محدجت بدعت، وكل بدعت ضاللتِ . زواه احمد وابىداود‬ ‫والترمري وابً ماجه ،ِ اما بعد، فان خير الحدًث كتاب هللا ، وخير الهدي هدي محمدِ ص. وشس الامىز محدجاتها وكل محدجت‬ ‫زوِاه مسلم . بدعت وكل بدعت ضاللت‬
Salah satu penyebab hancurnya agama-agama yang dibawa sebelum Muhammad saw. adalah karena kebanyakan kaumnya bertanya dan menyalahi perintah Rasul-rasul mereka:

‫ذزووى ما جسكتكم، فاهما هلك مً كان قبلكم بكثرة سؤالهم واختالفهم على اهبيأئهم، فاذا امسجكم بشيئ فأجىا مىه ماستطعتم‬ ‫اخسجه مسلم . واذا نهيتكم عً شيئ فدعىه‬
c. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri‟. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari‟at, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. d. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi: Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah : 1. Wudhu, 2. Tayammum 3. Mandi hadats 4. Adzan 5. Iqamat

6. Shalat 7. Membaca al-Quran 8. I‟tikaf 9. Shiyam ( Puasa ) 10. Haji 11. Umrah 12. Tajhiz al- Janazah Rumusan Ibadah Mahdhah adalah “KA + SS” (Karena Allah + Sesuai Syari‟at) 2. Ibadah Ghairu Mahdhah, (tidak murni semata hubungan dengan Allah) yaitu ibadah yang di samping sebagai hubungan hamba dengan Allah juga merupakan hubungan atau interaksi antara hamba dengan makhluk lainnya . Prinsip-prinsip dalam ibadah ini, ada 4: a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diseleng garakan. b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul, karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid‟ah” , atau jika ada yang menyebut nya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid‟ah, maka bid‟ahnya disebut bid‟ah hasanah, sedangkan dalam ibadah mahdhah disebut bid‟ah dhalalah. c. Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya, manfaat atau madharatnya, dapat ditentukan oleh akal atau logika. Sehingga jika menurut logika sehat, buruk, merugikan, dan madharat, maka tidak boleh dilaksanakan. d. Azasnya “Manfaat”, selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh dilakukan. Rumusan Ibadah Ghairu Mahdhah “BB + KA” (Berbuat Baik + Karena Allah)

cara. Maksudnya syarat itu hal-hal yang perlu dipenuhi sebelum suatu kegiatan ibadah itu dilakukan.Ibadah mahdhah ialah ibadah dalam arti sempit yaitu aktivitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Contoh Ibadah Mahdhah :  Salat  Puasa  Haji . tahapan atau urutan yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah itu. Sedangkan rukun itu hal-hal.

memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya. sunnah. Ta‟abbud. Macam-macam penghambaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al „Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa penghambaan ada tiga macam : 1. ada yang wajib. ada yang mubah dan adapula yang makruh atau haram. anak yatim. tawakal kepada-Nya. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. takut kepada Allah. Inilah pengertian ibadah yang dimaksud dalam definisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Oleh sebab itu orang yang merendahkan diri kepada Allah dengan cara melaksanakan keislaman secara fisik namun tidak disertai dengan unsur ruhani berupa rasa cinta kepada Allah dan pengagungan kepada-Nya tidak disebut sebagai hamba yang benar-benar beribadah kepada-Nya. Adapun secara istilah syari‟at. Penulis syarah Al-Wajibat menjelaskan. berdzikir. Ada yang yang wajib.Memahami tauhid tanpa memahami konsep ibadah adalah mustahil. mengucapkan syahadat dan melakukan rukun Islam yang lainnya akan tetapi hati mereka menyimpan kedengkian dan permusuhan terhadap ajaran Islam. para ulama memberikan beberapa definisi yang beraneka ragam. berbicara jujur. zakat. Yaitu sarana yang digunakan dalam menyembah Allah. Penghambaan umum adalah penghambaan terhadap sifat rububiyah Allah (berkuasa. Penghambaan ini disebut juga „ubudiyah kauniyah. Beliau rahimahullah mengatakan.” (Tanbihaat Mukhtasharah. Adapun segala gerakan dan bacaan yang terdapat di dalam rangkaian sholat itulah yang disebut muta‟abbad bihi. berbakti kepada kedua orang tua. yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq. sunnah. Dalam ibadah lisan juga demikian. 2. orang miskin. haji. hal. berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja. ketundukan dan kepatuhan. Maka apabila disebutkan kita harus mengesakan Allah dalam beribadah itu artinya kita harus benar-benar menghamba kepada Allah saja dengan penuh perendahan diri yang dilandasi kecintaan dan pengagungan kepada Allah dengan melakukan tata cara ibadah yang disyari‟atkan (Al-Qaul Al. menunaikan amanah. Penghambaan umum. mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya. ada yang sunnah. Maka shalat. Ta‟abbud dan Muta‟abbad bih Syaikh Muhammad bin Shalih Al „Utsaimin rahimahullah di dalam kitabnya yang sangat bagus berjudul Al Qaul Al Mufid menjelaskan bahwa istilah ibadah bisa dimaksudkan untuk menamai salah satu diantara dua perkara berikut : 1. ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan). merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah” (Al „Ubudiyah. 2. Penghambaan ini meliputi semua makhluk. Dalam ibadah hati ada perkara-perkara yang hukumnya wajib. 37). berbuat baik kepada tetangga. dsb). Maktabah Darul Balagh hal. “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya. menepati janji. Melaksanakan sholat disebut ibadah karena ia termasuk bentuk ta‟abbud (menghinakan diri kepada Allah). Penghambaan sangat khusus. Pengertian ibadah secara lengkap Dengan penjelasan di atas maka ibadah bisa didefinisikan secara lengkap sebagai : „Perendahan diri kepada Allah karena faktor kecintaan dan pengagungan yaitu dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya sebagaimana yang dituntunkan oleh syari‟at-Nya. mengatur. “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya. makruh dan haram. hal. Muta‟abbad bihi. mubah. baik yang tersembunyi (batin) maupun yang tampak (lahir)”. 6). makruh dan haram. memanjatkan do‟a. 3. cet. menyambung tali kekerabatan.‟ (Syarh Tsalatsati Ushul. Demikian kurang lebih kandungan keterangan Ibnul Qayyim yang dinukil oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam Fathul Majid. mubah.Mufid. puasa. ibadah lisan dan ibadah anggota badan. ibadah hati. memerintahkan yang ma‟ruf. membaca Al Qur‟an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. Penghambaan khusus. Di antara definisi terbaik dan terlengkap adalah yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. “Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri. bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya. melarang dari yang munkar. Allah ta‟ala . inabah (kembali taat) kepada-Nya. mencipta. Oleh karena itu mengetahuinya adalah sebuah keniscayaan. baik berupa perkataan maupun perbuatan. Hal itu seperti halnya perilaku orang-orang munafiq yang secara lahir bersama umat Islam. Penghinaan diri dan ketundukan kepada Allah „azza wa jalla. 28). Seperti contohnya sholat. Begitu pula dalam ibadah anggota badan. Hal ini dibuktikan dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan yang dilandasi kecintaan dan pengagungan kepada Dzat yang memerintah dan melarang (Allah ta‟ala). baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sehingga apabila dijumlah ada 15 bagian. merasa ridha terhadap qadha/takdir-Nya. I/7). bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya. Dari keterangan di atas kita bisa membagi ibadah menjadi tiga.

Allah ta‟ala berfirman (yang artinya). penghambaan jenis kedua dan ketiga ini bisa juga disebut „ubudiyah syar‟iyah (Al-Qaul Al-Mufid I/16. Karena pada penghambaan yang pertama manusia tidak melakukannya dengan sebab perbuatannya. 38-39). Atau apabila dia tertimpa musibah maka dia bersabar. “Dan hamba-hamba Ar Rahman adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati” (QS. Walaupun peristiwaperistiwa yang ada di dunia ini (nikmat. Al Israa‟ [17] : 3). hal. Begitu pula pujian Allah kepada para Rasul yang lain di dalam ayat-ayat yang lain. Penghambaan ini meliputi semua orang yang beribadah kepada Allah dengan mengikuti syari‟at-Nya. “Sesungguhnya dia adalah seorang hamba yang pandai bersyukur” (QS. Adapun penghambaan sangat khusus ialah penghambaan para Rasul „alaihimush shalatu was salam. Allah juga berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam (yang artinya). dsb) yang menimpanya bisa juga menyebabkan pujian dari Allah kepadanya. hal. Al Furqan [25] : 63). Adapun penghambaan yang kedua dan ketiga jelas terpuji karena ia terjadi berdasarkan hasil pilihan hamba dan perbuatannya. Hal itu sebagaimana yang Allah firmankan tentang Nuh „alaihissalam (yang artinya). Sedangkan penghambaan khusus ialah penghambaan berupa ketaatan secara umum. bukan karena suatu sebab yang berada di luar kekuasaannya semacam datangnya musibah dan lain sebagainya (Syarh Tsalatsatil Ushul. Maryam [19] : 93). Syarh Tsalatsatul Ushul. maka yang terpuji hanyalah yang kedua dan ketiga. Misalnya saja ketika seseorang memperoleh kelapangan maka dia pun bersyukur. “Tidak ada sesuatupun di langit maupun di bumi melainkan pasti akan datang menemui Ar Rahman sebagai hamba” (QS. Al Baqarah [2] : 23). “Dan apabila kalian merasa ragu terhadap wahyu yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad)…” (QS. 38-39). . Sehingga orang-orang kafir pun termasuk hamba dalam kategori ini. musibah. Di antara ketiga macam penghambaan ini.berfirman (yang artinya).

maka tinggalkanlah…( QS. Azasnya “taat”. semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba. keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak. yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. yang zhahir maupun yang bathin[1]. tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi. baik dari al-Quran maupun al. ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis. . dzikir. adalah : Ø Wudhu. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika. tunduk. melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari‟at. tata cara dan perincian-perinciannya. tilawatul Quran.Sunnah. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diselenggarakan. d. Haram kita melakukan ibadah ini selama tidak ada perintah. Pengertian Ibadah Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa arab yaitu ‫-عبادة‬ ‫ عبد. Selama tidak diharamkan oleh Allah. melainkan wilayah wahyu. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang.A. misalnya ibadaha ghairu mahdhah ialah belajar. jadi merupakan otoritas wahyu. dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya[2]. akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebuthikmah tasyri‟. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: ‫وماازسلىا مً زسىل الا ليطاع باذن هللا … اليسأء‬ Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah…(QS.يعبد‬yang artinya melayani patuh. 1. dan ibadah mahdhah lainnya. Ibadah Ghairu Mahdah Ibadah ghairu mahdhah atau umum ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah. c. adzan. maka boleh melakukan ibadah ini. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah. Shalat. Ø Tayammum Ø Mandi hadats Ø Shalat Ø Shiyam ( Puasa ) Ø Haji Ø Umrah „Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip: a. ada 4: a. dakwah. Rumus Ibadah Mahdhah adalah = “KA + SS” (Karena Allah + Sesuai Syariat) 2. 64) ‫…وما آتاكم السسىل فخروه وما نهاكم عىه فاهتهىا‬ Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah. b. tolong menolong dan lain sebagainya. bukan untuk Allah. 59: 7). maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. karena bukan wilayah akal. dan apa yang dilarang. Ditinjau dari jenisnya. atau tidak. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah. Prinsip-prinsip dalam ibadah ini. baik berupa ucapan atau perbuatan. Ibadah Mahdhah Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat. Sedangkan menurut terminologis ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai allah azza wa jalla. Atas dasar ini.

selama itu bermanfaat. Penghalangnya yaitu : 1.tiqad bahwa bagi alam ini ada kekuasaan yang akal tak dapat mengetahui hakikatnya". dan madharat. buruk. dapat ditentukan oleh akal atau logika. d. maka tidak boleh dilaksanakan. Rumus Ibadah Ghairu Mahdhah = “BB + KA” (Berbuat Baik + Karena Allah) B. Qadha. atau untung-ruginya. c. sedangkan dalam ibadahmahdhah disebut bid‟ah dhalalah. Rezeki dan keinginan memilikinya 2. ibadah bentuk ini baik-buruknya. segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid‟ah. dan pelbagai problematika 4. maka bid‟ahnya disebut bid‟ah hasanah. ialah engkau meridhoi Allah selaku pengendali urusan. selaku orang yang memilih. وتسض ى عىه قاسما ومعطيا وماوعا وتسضاه ِالها ومعبىدا‬ ِ “ pokok ibadah itu. dan engkau meridhai Allah menjadi sembahan engkau dan pujaan (engkau sembah) Didalam ibadah itu terdapat berbagai macam penghalang ibadah[4]. atau jika ada yang menyebut nya. yaitu[3] : “ ketundukan jiwa yang timbul dari karena hati (jiwa) merasakan cinta akan Tuhan yang ma‟bud dan merasakan kebesaran-Nya. pemberi penghalang (penahan). manfaat atau madharatnya. maka selama itu boleh dilakukan. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul. merugikan. Bersifat rasional.b. karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid‟ah” . engkau meridhai Allah selaku pembagi. lantaran beri. Adapun seorang arif juga mengatakan bahwa hakikat ibadah yaitu : َ ََُ ُ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ُ ُّ ُ ُ ُ ‫خضىع الس ْوح َييشا ُعً اس ِتشعازالقلب بمحبت ِاملعبىد وعظمته اعتقادا بان للعالم سلطا ها اليدزكه العقل حقيقته‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ً ‫اصل العبادة ان تسض ى هلل مد بساومختازا. Kesusahan dan berbagai musibah . Azasnya “Manfaat”. Bisikan-bisikan dan keinginan meraih tujuan 3. Hakikat Ibadah Sebenarnya dalam ibadah itu terdapat hakikatnya. Sehingga jika menurut logika sehat.

dam). Pelaksanaan tugas ibadah kepada Allah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah fisik saja. berarti harta yang bermanfaat dan akan membuahkan berkah kepada harta dan kehidupan yang bersangkutan. tertapi juga bisa dengan memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin. Kifarat Kifarat sumpah (bersumpah palsu). B. Kifarat shaum (sebagai akibat melakukan pelanggaran shaum. seperti karena lanjut usia. Dan kewajiban syukur atas nikmat harta harus dibuktikan dengan cara menggunakan harta tersebut sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. Hukum fidyah. Harta yang dijadikan sebagai bekal dan sarana ibadah. Perempuan hamil atau perempuan yang sedang menyusui (yang bersangkutan boleh memilih antara qadha shaum atau fidyah). karena sesuatu tindakan menghilangkan nyawa ssesorang dengan tidak sengaja. selaian itu bisa juga dengan memerdekakan hamba sahaya atau melakukan shaum selama dua bulan berturut-turut. Landasan normatif yang dititahkan Allah SWT mengenai hal ini adalah firman-Nya dalam Al Qur‟an: dan wajib bagi orang-orang yang berat melakukan shaum (jika mereka tidak shaum) memberi fidyah. udhhiyyah. harus mendorong seseorang untuk lebih banyak beribadah kepada-Nya. Investasi amal yang tidak akan berhenti pahalanya. apabila : Tidak mampu melakukan shaum. Kifarat membunuh (tak sengaja) adalah dengan memerdekakan hamba sahaya atau diganti dengan puasa enam puluh hari bertutur-turut atau dengan memberi makan enam puluh fakir miskin ditambah dengan kewajiban membayar diyat. bisa juga dengan melakukan shaum selama dua bulan berturut-turut.ibadah harta Oleh : Prof.Tanggal Posting 19/08/2009 10:30 A. Jumlah fidyah adalah sejumlah makanan yang dikonsumnsi yang bersangkut pada bulan Ramadhan. Orang sakit permanen yang kesembuhannya sangat sulit. juga sebagai tebusan bila ada maaf dari pihak keluarga terbunuh. Selain itu juga Allah tidak pernah menjadikan syari‟at yang diturunkan-Nya menyulitkan hambahamba-Nya. adalah dengan memberikan makan enam puluh orang miskin. sebagaimana firman Allah SWT di atas adalah wajib. Karena Allah SWT tidak membebani hamba-hamba-Nya melainkan sesuai dengan kemampuannya. Setiap hari tidak puasa diganti dengan fidyah makan sehari untuk seorang miskin. Fidyah juga berarti kewajiban manusia mengeluarkan sejumlah harta untuk menutupi ibadah yang ditinggalkannya. salah satu caranya adalah dengan memberi makan sepuluh orang miskin. Pelaksanaan atau pemenuhan kifarat zhihar diwajibkan kepada suami sebelum kembali (melakukan senggama) lagi kepada istrinya. (Q. kifarat. baik berupa makanan atau lainnya. ruknul badani dan ruknul mali. Macam-macam Ibadah harta Konsumtif (fidyah. Al Baqarah. Pemberian diyat (pembayaran sejumlah harta kepada keluarga korban) ditetapkan sesuai dengan kesepakatan. melakukan jima atau persetubuhan pada siang hari bulan Ramadhan bagi mereka yang wajib melakukan shaum Ramadhan). Ibadah maliah atau ibadah dengan harta termasuk bagian penting dalam syari‟at Islam. yaitu dari makanan yang biasa diberikan kepada keluarga sendiri atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan sorang hamba sahaya. Keutamaan ibadah harta Harta yang dititipkan kepada manusia harus dijadikan sebagai bekal kepada Allah SWT. semacam uang duka kepada keluarga yang terbunuh. MIFTAH FARIDL . Kifarat zhihar (mengharamkan istri dengan mempersamakannya dengan ibu sendiri). selain bisa dengan memerdekakan hamba sahaya. Dalam rukun Islam pun nampak bahwa rukun yang lima itu terdiri dari ruknul qalbi. Untuk . Dr. 2:184). Fidyah adalah menempatkan sesuatu pada tempat lain sebagai tebusan (pengganti) nya. al-hadyu. Fidyah. yaitu dengan memberi makan satu orang miskin. tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk ibadah harta. sebagai salah satu bentuk rukhsah (dispensasi) yang diberikan Allah kepada mereka. ‟aqiqah.S. Banyak harta. Dalam hadits riwayat Muslim juga diterangkan bahwa kifarat nadzar yang tidak dapat dilakukan sama dengan kifarat sumpah. walaupun yang bersangkutan sudah meninggal dunia adalah harta yang disumbangkan untuk amal jariah. Fidyah shaum wajib dilakukan oleh seseorang yang tak sanggup karena kepayahan dalam melakukan shaum fardhu khususnya di bulan Ramadhan.

Dam juga . Ada yang berpendapat. Syarat-syarat berqurban/udhiyyah : Waktu pelaksanaan qurban/udhiyyah Pada Hari raya Adha/Qurban (10 Dzulhijjah) setelah shalat sunnat Idul Adha dan Hari Tasyriq (11. Kemudian syari‟at itu dilestarikan menjadi syari‟at Nabi Muhammad saw atas legitimasi dan perintah Allah SWT yang diabadikan-Nya dalam al Qur‟an surat Al Kautsar. Bulu binatang (kambing) lebih disukai yang berwarna putih mulus atau bulu mulutnya. sekaligus dicukur habis rambutnya (digunduli kepalanya) dan disyi‟arkan namanya. Bila kesulitan mendapatkan binatang berumur satu tahun boleh kambing jadza‟ah (berumur sekitar 9-11 bulan. Udhiyyah Udhiyyah adalah menyembelih binatang tertentu pada Hari Raya Qurban (Idul Adha) atau Hari Tasyriq (11. Satu ekor unta atau sapi atau kerbau berlaku bagi 7 orang. Kalau tidak melakukan alhadyu. 12 dan 13 dzulhijjah). atau sebagai denda karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya dalam prosesi ibadah umrah atau haji atau bagi mereka yang memiliki kemampuan melakukannya. atau bagi mereka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap larangan-larangan tertentu dalam ibadah haji.pembayaran diyat. bulu kakinya dan bulu di sekitar matanya berwarna hitam. Dam Dam adalah menyembelih binatang tertentu sebagai sangsi terhadap pelanggaran atau karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan dalam rangka pelaksanaan ibadah haji dan umrah atau karena mendahulukan umrah daripada haji (haji tamattu) atau karena melakukan haji dan umrah secara bersamaan (haji qiran). sakit. boleh diundurkan sampai hari ke 14 atau hari ke 21. lebih baik berkurban saja pada tanggal 10 Dzulhijjah atau pada hari-hari tasyriq (11. Aqiqah dilaksanakan pada saat bayi berumur 7 hari. Setiap Nabi melakukan ibadah qurban. rusak/pecah sebelah tanduknya atau telinganya). baik sebagai pemenuhan dam. tidak terikat dengan ketentuan mesti konsumtif. Bagi mereka yang melakukan Haji Tamattu (mendahulukan umrah sebelum haji) atau haji Qiran (melaksanakan haji dan umrah secara bersama-sama) wajib melakukan alhadyu. Udhiyyah (qurban) sebenarnya sudah menjadi syari‟at para Nabi dan Rasul Allah. sehat tanpa cacat). yang pelaksanaan puasanya 3 hari di tanah Suci dan 7 hari di luar tanah suci. mungkin saja bersifat produktif dan monumental. biri-biri atau domba. pincang. Satu ekor kambing berlaku untuk satu orang atau satu keluarga. 108:2. maupun karena hal-hal lainnya seperti nadzar atau qurban. akan tetapi ada pendapat lain yang menyatakan tidak usah dilaksanakan.12 dan 13 Dzulhijjah) dengan niat taqarub atau qurban (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. tetapi gemuk. Aqiqah Aqiqah adalah binatang (kambing atau domba) yang disembelih dalam rangka menyambut anak yang baru dilahirkan. Alhadyu juga bisa mencakup segala bentuk penyembelihan binatang yang dilakukan di Tanah Haram. Dan yang diabadikan secara khusus adalah qurban yang menjadi syari‟at Allah SWT yang dibawa Nabi Ibarahim as. Apabila pada hari ke 7 tidak bisa dilaksanakan aqiqah. AlHadyu AlHadyu adalah melakukan penyembelihan binatang ternak (domba) sebagai pengganti pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan. Pelaksanaan aqiqah setelah waktu tersebut menjadi ihtilaf para ulama. tetangga dan handai taulan. kambing. Sudah berumur satu tahun. Binatang qurban ialah unta. maka wajib berpuasa 10 hari. Dilakukan sendiri setelah usai melaksanakan shalat sunat Idul Adha. sapi atau kerbau. Binatang-binatang tersebut hendaknya : Tidak cacat (cacat mata. bahwa aqiqah tetap dianjurkan. kurus dan tak berdaya. Putra Nabi Adam as (Qabil dan Habil) pernah melakukan ibadah qurban.12 dan 13 Dzulhijjah). Pembagian daging aqiqah boleh dibagikan daging mentahnya dan boleh dimasak terlebih dahulu di rumah yang melakukan aqiqah kemudian dimakan bersama keluarga.

diidentikkan dengan alhadyu. Dam dilakukan sebagai salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus juga sebagai salah satu bentuk penghapusan atau kifarat atas pelanggaran dalam pelaksanaan ibadah dan atau umrah. Dalam suatu hal alhadyu bisa lebih umum daripada dam dan dalam hal lain dam bisa lebih umum daripada alhadyu. sekalipun tidak selalu sama. . Dam dilakukan bukan untuk membuat sesuatu yang rusak (batal) menjadi sah atau yang kurang menjadi lengkap.

.t. Amal ibadah atau dipanggil juga amal salih merupakan perkara yang amat penting dalam Islam.Allah s.t. menyuruh manusia melakukan sesuatu perkara dan larangan iaitu Allah s. kehinaan dan merendah diri kepadaNya3[3]. Ibadah merupakan tugas utama sekali diantara dua tugas yang lain manusia dijadikan oleh Allah s. perkataan dan niat manusia. menyuruh manusia meninggalkan sesuatu perkara. khalifah dan pemakmur bumi. menjadikan dan menempatkan manusia di bumi adalah untuk menyempurnakan tiga tugas iaitu ibadah. "Dan (Isa) al-Masih berkata : " Wahai Bani Israel. Ia adalah hasil daripada keimanan kepada Allah s.w.1 PENGERTIAN IBADAH Ibadah berasal daripada perkataan Arab abada Allah. .t bagi setiap masa mengikut kehendak masa itu. IBADAH DALAM ISLAM Ibadah adalah salah satu daripada tiga asas utama Islam.w. beriman dengan hari Akhirat dan beriman dengan Rasullullah s.w.w.t iaitu mentaati segala yang disuruh dan menjauhi segala yang dilarang.a." 3. . Ibadah yang afdal ketika azan ialah meninggalkan segala wirid dan bacaan lain dan menjawab azan dengan penuh perhatina.t. zahir dan batin yang mencakupi semua perkara dan perbutan yang sesuai dengan suruhan dan larangan Allah s.w.w. maka ia menyeru : Wahai kaumku. 3. beserta dengan ketundukan. puasa fi siang hari atau wirid2 tertentu. 3. beribadatlah kemu kepada Allah. Berlandaskan pengertian ibadah dari segi istilah yang pertama dapatlah difahami bahawa ibadah meliputi segala perbuatan. Ibdaha yang afdal ketika peperangan menentang musuh Allah ialah berjihad walaupun terpaksa meninggalkan egala sembahyang sunat di malam hari.w. 3. Tuhanku dan Tuhanmu" Surah al-Maidah : 72. Sudut pertama dilihat dari segi zat ibadah iaitu : Segala perkara yang disukai dan diredai Allah s.t. Ibadah dari segi istilah boleh dilihat dari dua sudut. 2. Tiada apa yang berguna dan lebih penting kepada manusia di hari Akhirat kecuali amal salih. Inilah hakikat agama Islam kerana makna Islam ialah al-istislam iaitu menyerah diri sepenuhnya kepada Allah s.t. akhirat. " Sesungguhnya Kami telah mengutuskan kepada setiap umat itu rasul (untuk menyeru) supaya kamu beribadat kepada Allah dan menghindari Taghut" surah al-Nahl : 36. 4. zahir atau pun batin2[2]. Ibadah Yang Afdal atau Utama Ibadaha afdal ialah ibadah yang dilakukan bagi tujuan mencapai keredaan allah s. 2.w.1 KONSEP IBADAH DALAM ISLAM .t.w. sama ada perkataan atau perbuatan. Ibadah yang afdal ketika sembahyang 5 waktu ialah bersungguh-sungguh mengerjakannya dengan cara yang paling sempurna dan mengerjakannya pada awal-awal waktu. Perkaitan di antara ketiga-tiga perkara tersebut adalah perkaitan yang kekal dan tidak boleh dipisahkan. tidak ada tuhan bagimu selain daripadaNya. sebagai mana diterangk oleh Allah dalam surah al_Dzariat ayat 56 yang bermaksud "Dan tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkansemata-. Antaranya : 1. ya'budu.w. jasmaniah.w.ata untuk beribadat kepada ku. " Dan kepada kaum'Ad (kami mengutuskan) saudara mereka Hud. ibadatan wa ubudiatan yang dari segi bahasa bererti : Menurut perintah Allah. Kamu hanyalah mengada-ngada sahaja" -surah Hud:61 4.Kewajipan rasul yang diutuskan kepada manusia adalah untuk menyeru melakukan ibadah kepada Allah seperti dalam firman allah yang bermaksud :1.a. " Sesungguhnya Kami telah mengutuskan Nuh kepada kaumnya. beribadatlah kamu kepada Allah. Manakala sudut kedua dilihat dari segi peranan manusia iaitu : Taat kepada Allah s. suruhan iaitu Allah s.t. tunduk dan menghinakan diri kepadaNya1[1]. tidak ada Tuhan begimu selain daripadaNYa. ibadah dan tasawwuf atau akhlak. dengan melaksanakan segala yang disuruh menurut cara Rasullullah s.3. Sekiranya dilakukan mengikut cara yang sepatutnya dan tidak mencanggahi syara' akan dikira sebagai ibadah.w.1. Ibadah yang afdal ketika ada tetamu ialah melayan tetamu. Ia menyeru : Wahai kaumku. Melaksanakan segala yang disuruh terbahagi kepada dua. Konsep ibadat dalam Islam pula merangkumi segala kegiatan manusia sama ada dari segi rohaniah. dunia.t. aqidah. beribadatlah keamu kepada Allah.

a.Amal ibadah dikira sah dan diterima (maqbul) dengan dua syarat iaitu: Ikhlas kerana Allah s. Keempat : Ibadah dalam Islam bersifat mudah. Seperti solat dan puasa. Di sini timbul syarat yang kedua iaitu almutabaah. seperti solat. Kelima : Ikhlas . . segala suruhan dan larangan bukan ciptaan manusia dan manusia tidak berhak mencampuri urusan ini. . iii) Cara pelaksanaan.t. berzikir dan tilawah al-Quran. Firman Allah s. yang demikian disebut "Ubudiyat" Peringkat 3 : iaitu ada yang beribadat kepada Allah kerana membesarkan. puasa dan haji5[5]. Ketiga : Memelihara keseimbangan antara rohani dan jasmani. Ibadah yang afdla ketika ada orang yang sakit ialah menziarahi si sakit. Kedua : Ibadah yang dilakukan mestilah secara langsung atau terus kepada Allah s.w. Peringkat-peringkat Ibadah Ibadah ada 3 peringkat : Peringkat 1 : Iaitu beribadat kepada Allah kerana mengharapkan pahala dan takutkan siksa. : 3.5.1 Pembahagian Ibadah Ibadah boleh dibahagikan kepada beberapa bahagian mengikut sudut-sudut yang tertentu. b) Fardu kifayah : Ibadah yang dituntut daripada keseluruhan muslimin bukan setiap orang daripada mereka. Mereka ditugaskan melaksanakannya. ibadah terbahagi kepada tiga bahagian : a) Fardu ain : Ibadah yang dituntut daripada setiap orang mukallaf untuk menunaikannya secara wajib. Amalan itu tidak bercanggah dengan syara'.2 ASAS-ASAS IBADAH Pertama : Ibadah hanyalah hak Allah s. makan. Dilakukan dengan niat yang baik.Seseorang yang sudah diterima amalannya dengan penerimaan maqbul tidak semestinya ia automatik mendapat penerimaan mabrur. Ketika mengerjakannya orang tersebut tidak meninggalkan ibadah khassah. 7. tanpa sebarang perantaraan.t. 4.1. jika seseorang itu menunaikan solat dalam erti kata yang sebenarnya solat itu dapat mencegahnya daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar. yang demikian adalah "ibadat" yang . bekerja. tolong orang dan sebagainya.t. 2. ini terpulang kepada seseorang untuk melaksanakanya. Ibadah yang afdal ketika kesusahan ialah menolong orang0orang yang ditimpa kesusahan. rukun dan syaratnya oleh syara'. c) Sunat : Ibadah yang dituntut oleh syara' untuk melakukannya secara tidak wajib. Peringkat 2 : Iaitu ada yang beribadat untuk memperolehi kehormatan dan digelar sebgai hamba Allah. manusia tiada hak untuk meminda atau melaksanakannya mengikut sesuka hati kereka. 3.t.3. Ibadah ini dikira sebagai ibadah sekiranya menepati syarat-syarat berikut: 1. i) Hukum. agar segala amalan tidak terkeluar dari batasan syara' atau mencanggahinya. mengoagongkan dan kerana heibah iaitu perasaan hormat dan takut serta malu dan cinta kepada NYa.asyhur iaitu merupakan ibadat orang kebanyakan.w4[4]. Ubudat ini adalah yang lebih tinggi daripada Ibadat dan Ubudiyat.1.w. dan almutabaah mengikut cara yang diajarkan oleh Nabi s. 6. ringan dan dalam kemampuan manusia melaksanakannya.1.w. 3. Ibadah yang afdal ketika di arafah ialah berdoa . ii) Umum dan khusus. Ibadah ini meliputi seluruh kehidupan manusia di dunia seperti belajar. ibadah terbahagi kepada tiga bahagian : . Sebagai contoh. ibadah terbahagi kepada dua bahagian : a) Ibadah khusus : Ibadah yang telah dinyatakan jenis. b) Ibadah umum : Ibadah yang tidak ditetapkan oleh syara' cara-cara melaksanakannya. Orang yang melakukannya adalah orang Islam.w. tetapi setiap penerimaan mabrur mesti bermula dengan penerimaan maqbul.Penerimaan ini dapat diketahui secara umumnya melalui tingkahlaku seseorang itu selepas ibadah. -amal ibadah merupakan ketetapan syara'.3 PEMBAHAGIAN DAN SKOP IBADAH 3.

bulanan dan tahunan. seperti minum arak. masjid. hadiah. Setiap ibadah mempunyai motif dan tujuan tersendiri seperti solat. Ia seperti air bagi tumbuh-tumbuhan dan seperti udara kepada manusia. untuk diri sendiri dan orang lain seperti zakat dan sedekah. badaniah dan maliah. akan memberi kesan yang baik lagi berfaedah kepada individu dan masyarakat.w. badaniah. . b) Ibadah salbiah : Meninggalkan larangan sama ada haram atau makruh. Aqidah adalah asas penerimaan ibadah iaitu tanpa aqidah perbuatan seseorang manusia bagaimana baik pun tidak akan diterima oleh Allah s. pemberi ingatan secara berterusan dan pencegah seseorang itu daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar7[7].3 KESAN-KESAN IBADAH Amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara yang terbaik dan tepat. puasa. menyintai Allah s. Dari segi istilah iaitu : Perkataan danperbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan disudahi dengan slam. maliah. 3. Haji pula merupakan tarbiah amaliah bagi seseorang muslim melalui pelbagai latihan dan ujian. membiasakannya bersifat ikhlas. Aqidah merupakan tenaga penggerak yang mendorong manusia melakukan ibadat serta menghadapi segala cabaran dan rintangan. Ibadah Solat solat dari segi bahasa bererti doa dan pujian.w. jihad dan lain-lain. ada ibadah harian. daripada hawa nafsunya.t 3. iv) Ijabiah dan salbiah. sedekah.3. ijabiah dan salbiah. menjadi hamba harta. 3. Ada yang tidak dikhususkan tempat. daripada harta dan melibatkan diri membantu orang-orang yang susah. Keimanan dan kesabaran yang tinggi amat diperlukan untuk menyelesaikannya dengan sempurna. e) Kegunaan : Untuk diri sendiri seperti solat dan puasa dapat menyihatkan rohani dan jasmani. umum.w. Semua perkara yang tidak bertentangan dengan syara' termasuk adat akan dikira sebagai ibadat. seperti solat. berzina. penghubung di antara hamba dengan Tuhannya.1. Secara umumnya keluasan skop ibadah dalam Islam boleh dilihat menerusi perkara berikut : a) Masa : Dalam Islam ada ibadah yang terikat dengan masa dan ada yang tidak terikat. ibadah terbahagi kepada dua: a) Ibadah ijabiah : Melakukan suruhan sama ada wajib atau sunat. c) Ibadah maliah badaniah : Dilakukan dengan keupayaan angota badan beserta dengan harta. ia secara umumnya adalah untuk menguatkan iman dan melekatkannya pada diri seseorang. seperti haji.2 Skop Ibadah Ibadah dalam Islam bersifat syumul meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Mekah dan lain-lain lagi. seperti solat lima waktu dan zikir. zikir dan tilawah. b) Tempat : Terdapat ibadah dilaksanakan di rumah. Puasa berfungsi menjadikan seseorang itu lebih mencintai Allah s. Ibadah adlah hasil daripada aqidah iaitu keimanan terhadap Allah sebebanrnya yang telah membawa manusia untuk beribadat kepada Allahs. 3.t.a) Ibadah badaniah : Dilakukan dengan keupayaan angota badan seseorang semata-mata. d) Bentuk : Ada ibadah yang khusus. Ia merupakan pembersih jiwa. derma dan sebagainya. merokok dan makan petai6[6]. Zakat menyucikan seseorang itu daripada bersifat bakhil. Hubungan Ibadah dengan Aqidah 1. berkemahuan dan sabar8[8]. seperti zakat. c) Cara : Ibadah boleh dilakukan secara bersendirian dan ada yang secara berjemaah. b) Ibadah maliah : Dilakukan dengan perantaraan harta benda.2 PERANAN IBADAH DALAM PEMBENTUKAN PERIBADI . mingguan.t 2.t.beribadah dengan cara yang betul agar mencapai motif sesuatu amal ibadah.w.

Ibadah zakat Dari segi Bahasa : Bersih. Solat dapat melatih diri menghargai masa dan mendisiplinkan waktu dalam setiap hal. 4....w.w. Zakat dapat menyusun semula masyarakat yang tidak seimbang menerusi kegiatan perekonomian yang sistemetik. industri.t yg bermaksud :"Mengerjakan haji adlaah kewajipan manusia terhadap allah iaitu bagi orang-orang yang sanggup atau mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah" . Puasa dapat melahirkan kesedaran dan keinsafan seperti menolong golongan yang kuragn bernasib baik dan tidak melakukan pembaziran serta merasakan kasih sayang kepada fakir miskin. 2. zakat mengajar manusia agar hubungan antara mereka dengan harta mereka berada dalam keadaan yang wajar.t dengan rukun-rukun dan syarat-syarat tertentu dan dikerjakan pada masa tertentu.w. Dari segi istilah : mengunjungi baitullah (kaabah) dengan niat untuk mengerjakan ibadah kepada Allah s. Adalah menjadi tujuan zakat supaya harta dapat berkembang demi untuk meninhkatkan ekonomi umat Islam. Zakat dapat memberi jaminan sosial terhadap masyarakat kerana di dalam pungutan dan pengagihan semula zakat.t yang bermaksud :" Dirikanlah solat. Ibadah Haji dari segi bahasa : pergi atau menuju." Kesan Puasa. Zakat dapat mengembangkan pengeluaran ekonomi negara. Manakala batin : solat yang dilakukan denga mengikut syarat dan rukunnya serta khusyuk akan membersihkan dosa-dosa yang dilakukan selagi tidak dilakukan dosa besar. firman Allah s.t bermaksud : " Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan ke atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat sebalum kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa. Ibadah Puasa Puasa ialah menahan diri dari segala perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga maghrib dengan syarat-syaarat tertentu. subur dan berkembang.. hospital. 4. iri hati dan permusuhan di kalangan anggota masyarakat. Dari segi istilah : kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan kepada golongan yang berhak menerimanya mengikut syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh syarak. sesungguhnya solat itu diwajibkan atas sekelian orang-orang yang beriman untuk melakukannya pada waktu-waktu yang tertentu. Puasa dapat melahirkan manusia yang berakhlak mulia kerana melalui puasa dapat mengamalkan akhalak seperti sabar. 2. menepati masa. Solat dapat membersihkan manusia sama ada zahir dan batin. 3. Puasa dapat menundukkan hawa nafsu jahat dan memelihara dari terperangkap dengankejahatan syaitan.Dalil kewajipan solat.w.w. Puasa dapat membentuk manusia muslim dan mukmin yang bertqwa kepada Allah untuk melakukan amalan yang muliadan meninggalkan malan yang keji. kasih sayang dan ukhwah sekaligus berperanan membersihkan rasa dengki. memelihara diri dari perbuatan keji dan menjaga perkataan dari ungakapan tercela dan sebagainya. Solat berjemaat dapat membentuk perpaduan. sekolah . Ini mengingatkan mereka bahawa harta yang dimiliki adlah milik Allah." Kesan dan Peranan Solat 1. Dari segi zahir : sebelum mendirikan solat diwajibkan berwudhuk untuk menyempurnakan solatnya disamping pakaian. Solat dapat mencegah seseorang dari melakukan kekejian dan kemungkaran. 3. 3. badan dan tempat solat yang bersih dan suci. universiti dan lain-lain. 4." 2. Kesan Zakat : 1. dalil wajib haji : Firman allah s. Zakat dapat membersihkan jiwa dari mencintai harta benda secara tamak dan rakus. kencinf manis dan sebagainya. firman Allah s. ikhlas.. 5. Solat berjemaah pula melatih umat supaya taat kepada pemimpin manakala pemimpin (imam) pula wajib mengambil berat terhadap rakyatnya(makmum) 5. Cintohnya dapat mengadakan pelbagai pembangunan seperti mendirikan masjid. Puasa dapat menghindarkan dan mencegah segal penyakit yang berasal dari perut seperti darah tinggi. dalil kewajipan berpuasa. 1.t yang bermaksud :" Dirikanlah solat. 5.. sesungguhnya solat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. zakat dapat memberi keadilan sosial yang meluas.. dapat memperkukuhkan kedudukan politik dan menambah kewangan negara. Firman Allah s.

dalam semua keadaan sama ada terang-terangan mahu pun bersembunyi. akan membantu. Ketiga : Mendekatkan diri seseorang itu kepada Allah s.t.w. Dapat membentuk sikap. Sebaliknya jikalau umat Islam lemah beribadah dan ditambah lagi berterusan melakukan maksiat.1 Kesan Ibadah kepada Masyarakat Pertama : Mewujudkan suasana harmoni. 3. Kelima : Diturunkan rezeki secara melimpah ruah. 3.w. Kerja yang berat dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Allah s. Sehingga manusia tidak terfikir atau terlintas di hati bagaimana ia beroleh rezeki yang sedemikian itu. Dosa di sini adalah dosa-dosa kecil kerana dosa besar mestilah dibersihkan dengan cara bertaubat nasuha kepada Allah s. kerana Allah s. dan di waktu yang sama ia khauf (penuh ketakutan) terhadap azab Allah s.s dan puteranya Ismail a. bermaruah dan sebagainya. menepati waktu. Orang yang menyibukkan diri mereka dengan melaksanakan ibadah menyebabkan mereka tidak berpeluang untuk menyibukkan diri mereka dengan perkara yang salah.t.t. persamaan dan persaudaraan umat berdasarkan kesatuan aqidah. Ibadah haji dapat memperteguhkan keimanan dan menumbuhkan jiwa tauhid yang tinggi terhadap Allah terutamnya melalui ucapan talbiah. sama ada dari langit atau dari bumi.3. 4.w.3. bekerjasama dan sekata. bersabar. tidak akan membantu mereka dan mereka hanya menunggu saat-saat kehancuran. Orang tua mengasihi yang muda dan yang muda menghormati yang tua.t. Keempat : Tidak akan mudah ditipu dan dikalahkan oleh musuh kerana Allah s. Kelima : Melahirkan individu yang berdisiplin.Kesan dan peranan haji: 1. Keempat : Menjadikan seseorang itu bersikap al-raja' (penuh pengharapan) kepada Allah s. Permusuhan dan pertengkaran sesama sendiri dapat dielakkan. dapat menjadikan seseorang muslim mengambil ikhtibar dari sejarah iaitu sejarah pengorbanan dalam perlakuan Nabi Ibarahim a.t.t.1 Kesan Ibadah kepada Individu Pertama : Menjadikan seseorang itu taatkan perintah Allah s.t. tenang.w. 2.w.t. Ketiga : Penurunan kadar jenayah dan segala perbuatan salah laku. Kedua : Wujudnya suasana berkasih sayang dan cinta mencintai antara satu sama lain. .w. Oleh itu ibadah haji dapat menyelesaikan masalah perkauman di kalangan umat islam.w. 3. sukakan orang beribadat.w. Merupakan perhimpunan agong umat islam dan dapat mewujudkan perpaduan.s Ibadah ini juga dapat membawa manusia menyaksikan sejarah perjuangan ISlam menentang musuh-musuh Islam seperti peristiwa melontar jamrah. Kedua : Membersihkan diri seseorang itu daripada sifat-sifat tercela dan dosa. pemikiran dan akhlak serta disiplin yang mulia.

1. namun tata cara pelaksanaannya tidak di tentukan waktu maupun jumlahnya.puasa. zakat. Ibadah Mahdhoh Yaitu jenis ibadah yang di syariatkan dan tata caranya sudah di tetapkan oleh Al-Qur‟an maupun Hadist yang tidak boleh di tambah atau di kurangi.S. dll. dzikir dan membaca Al-Qur‟an. Khauf (takut). Roja‟ (berharap) dan taubat. tergantung di tinjau dari dominasi anggota badan yang melaksanakannya. Ibadah Lafzhiyah Ibadah lafzhiyah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan lisan. Pengertian Ibadah Ibadah menurut bahasa artinya tunduk dan merendahkan diri.dll. 2. saat ibadah haji lisan terus mengumandangkan kalimat talbiyah ( ‫لبيك اللهم لبيك‬ ) anggota badan melakukan amalan-amalan haji. Sabar. contoh Ibadah Haji adalah hati harus meyakini bahwa haji adalah wjib bagi yang mampu. dan mu‟amalah sesama manusia. Seperti shodaqoh sunnah. sujud. 2. Ibadah Qolbiyah (ibadah hati) Ibadah qolbiyah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan hati. Dalam Q. dan iman kepada yang ghaib 2. dan tentunya harta juga memegang peranan penting. 1. yang zhahir maupun batin. Kategori-kategori ibadah itu adalah : 1. membaca Al-Qur‟an. Dari 2 macam ibadah diatas. Menurut istilah ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang di ridhoi Allah SWT.baik perbuatan maupun ucapan. Ibadah Jasadiyah (badan) Ibadah jasadiyah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan badan/jasad seperti ruku‟. Seperti sholat. Seperti Hubb (cinta). Walaupun ibadah diatas dikategorikan sesuai dominasi yang melakukannya. Tawakkal. 56 (Ad-Dzariat : 56) ِ‫وما خلقت الجً وإلاوس الا ليعبدون‬ Artinya : “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.haji. Macam-macam Ibadah Secara umum ibadah dapat di bagi menjadi 2 macam. seperti iman kepada rukun iman.Pengertian dan Macam-macam Ibadah Ibadah adalah hakikat dan tujuan penciptaan jin dan manusia. thawaf dll. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah hanya kepadaNya. Ibadah I‟tiqodiyah (keyakinan) Ibadah I‟tiqodiyah adalah ibadah yang berhubungan dengan keyakinan dan keimanan. ibadah-ibadah juga memilki beberapa kategori. Ibadah Ghoiru Mahdhoh Ibadah ghoiru mahdhoh adalah ibadah yang disyari‟atkan. 3. 5. . 4. infaq dan shodaqoh. Ibadah Maliah (harta) Ibadah maliah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan sarana harta benda dan kekayaan. yang tidak boleh di tujukan dan dimaksudkan kecuali hanya kepada Allah. Seperti zakat. Seperti mengucap kalimat-kalimat thoyyibah. namun ibadah-ibadah itu dapat juga di lakukan dengan gabungan anggota badan yang melakukannya. sebagai ongkos dan bekal baik untuk yang pergi maupun untuk yang di tinggalkannya.

”saya mendengar Rasulullah saw bersabda. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Tanpa tiang tengah.Keutamaan-keutamaan Shalat Allah SWT berfirman : “Dan Suruhlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah atasnya.S. ia berkata.” (H.” (H. Rasulullah saw menginginkan agar kita memahami betapa pentingnya shalat. Jika kita enggan memperoleh rahmat. juga derajat dan kemuliaannya. Muslim) Kelima hal diatas adalah asas iman terbesar dan rukun yang terpenting . Rahmat dan kelembutan Allah swt kepada kita sangat berlimpah. Bukhari. Namun Allah Yang Maha Mulia sangat menyayangi kita. Penggugur dosa-dosa Dari Jabir r. Membayar Zakat 4. kita mengetahui hakikat ibadah kita. Muslim) Dari Abu Hurairah r. Utsman r.” (Q. Karena dengan perumpamaan pembicaraan akan lebih mudah dipahami. itu semata-mata karena belas kasih-Nya.a. Rasulullah saw pernah bersabda : “Dari Ibnu Umar r. kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin rubuh. Haji bagi yang mampu 5. Mendirikan Shalat 3.” itulah perumpamaan shalat lima waktu. mengingkari Allah swt.huma. Thaha :132) “Dan mereka yang menjaga shalat-shalatnya. Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2. dengan mengerjakannya.”Sabda beliau.”Apakah pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu seseorang dari kalian..R. Jika kita tidak memanfaatkan kemurahan Allah swt tersebut. lalu ia berani berbuat dosa.. yang mengalir di depan pintu rumah seseorang dari kalian. ia mandi didalamnya lima kali sehari. ia berkata. . mereka itu didalam surga akan dimuliakan (Q. Beliau menjelaskan bahwa dengan shalat secara sempurna. dan empat tiang lainnya adalah tiang-tiang pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. ia berkata. Allah akan menghapus dosa-dosanya. Berdasarkan hadits diatas. Ibnu Majah – At Targhib) Dari perumpamaan diatas.S. betapa bodohnya kita. menolak perintah-perintah-Nya dan meremehan firman-firmannya (bahkan seorang raja yang adil sudah sewajarnya menghukum kita jika kita tidak mentaatinya). Walaupun kita menentang perintahNya. marilah kita melihat diri kita sendiri. dan akibat yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. sejauh manakah kita telah menegakkan Islam ini ? Benarkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna? Beberapa keutamaan shalat adalah sebagai berikut : 1. Dia tetap memberi petunjuk kepada kita untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.Al-Ma‟arij : 34-35) Masih banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang perintah shalat dan keutamaan-keutamaan ahli shalat. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Apabila salah satu dari keempat tiang lainnya tidak ada. lalu ia mandi didalamnya lima kali sehari.. apakah kotoran masih melekat di tubuhnya ?” Jawab para sahabat. “kotoran tidak akan melekat di tubuhnya. bersabda. Berpuasa pada bulan Ramadhan (H.”Janganlah seseorang tertipu dengan berharap bahwa semua dosanya akan diampuni melalui shalat.R. sebab jika Allah menerima shalat dan ibadah kita. keluasan ampunan dan nikmat Allah swt maka siapakah yang akan rugi ? kita sendirilah yang akan rugi. Jika tidak.”Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sebuah sungai yang dalam. kemah tersebut tidak akan dapat berdiri tegak. Rasulullah saw. Allah swt akan memberikan faedah yang besar.a meriwayatkan sabda Rasulullah saw. Kita sering berbuat dosa. maka beliau menjelaskannya dengan perumpamaan. Ada hal penting dalam hal ini yang perlu diperhatikan. Shalat adalah kekayaan bagi kita. Rasulullah saw bersabda.a. Yaitu dosadosa akan diampuni.”Agama Islam dibangun atas lima perkara : 1.R. Tiang tengahnya adalah kalimat Syahadat.

a.S. Muslim. maka beliau segera mengerjakan sholat. . shalat yang dikerjakan tidak begitu sempurna. jika kita melakukannya tanpa perhatian maka shalat akan menjadi suatu adat saja.” (H. ia berkata.”Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan. maka akan aku maafkan. ini lebih baik daripada meninggalkannya sama sekali. yaitu berbincang-bincang dengan-Nya.” Lalu karena ucapan ayahnya itu. Barangsiapa lalai. hanya Allah yang lebih mengetahui apakah dosa-dosa kita diampuni atau tidak.. “Tuhanku maha pengampun. Al-Ankabut : 45) Sesungguhnya hakikat shalat adalah bermunajat kepada Allah swt. Jika ada orang yang berbuat dosa lalu berkata. sehingga bacaan-bacaan akan terucap begitu saja tanpa kesadaran dan kepahaman.S. anak pun berbuat durhaka dengan sengaja. Meskipun demikian. “Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan Shalat.” (Q. Shalat yang selalu kita kerjakan.Al-Baqarah : 45) Rasulullah saw juga bersabda : Dari Hudzaifah r.” Ini sudah tidak sepatutnya kita lakukan.Walaupun shalat menyebabkan dosa diampuni. Oleh sebab itu sangat penting bagi kita untuk mengerjakan shalat dengan penuh perhatian.” sungguh itu sangat tidak perperasaan. Abu Dawud) 3. Dapat mengundang pertolongan Allah swt Allah swt berfirman. karena meninggalkan shalat dapat menyebabkan turunnya azab yang pedih.”Jika anakku berbuat kesalahan. maka ia tidak akan mungkin mendapatkan hakikat shalat itu sendiri..R. 2. Dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar Allah swt berfirman : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (Q. Hal itu dapat dimisalkan seperti seorang ayah yang berkata.

yaitu Cahaya Allah dan Cahaya Terpuji. bahwa kita menyadari sedang menghadapkan wajah kita dengan Wajah Allah Yang Maha Suci (bertawajuh). maka para pelaku shalat tersebut dapat diberi gelar sebagai manusia yang murni (mukhlisin). Nabi Muhammad Saw pernah bersabda. ruhani bergerak menemui Allah. hidupku. Mereka bermaksud riya‟ (dengan shalat) di hadapan manusia. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada wajah Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. seorang pelaku shalat harus memusatkan seluruh perhatian diri kepada Wujud Allah yang merupakan obyek perhatian ruhani untuk kembali dan berserah diri. kita mengenal konsep Trilogi Iman. kita sering mengalami rasa jenuh dan tidak khusyu‟. Pada saat kita melakukan gerakan takbiratul ihram (takbir larangan) dalam shalat. dan aku bukan termasuk orang yang menyekutukan-Nya. tak mungkin akal kita berkeliaran tak terkendali mengingat selain Allah.” (QS Al An‟am 6 : 79) Ayat di atas merupakan pernyataan setiap kali kita shalat. Ketiga kosep tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Mengapa Rasullullah mengatakan bahwa shalat merupakan mi‟raj-nya orang mu‟min? Adakah kaitannya dengan mi‟rajnya . Dan pada keadaan ini sifat setan dan hawa nafsu tidak mampu menembus alam keikhlasan orang mukmin. sebab tujuh pintu hawa nafsu yang ada di kepala tidak difungsikan sehingga ruhani perlahan bergerak meninggalkan keterikatannya dengan badan (syahwat). dan matiku semata-mata hanya untuk Allah semata”. dan lain-lainnya. lalu melesat kembali ke pangkalnya. Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan ingkar. ibadahku. Dan sesungguhnya mengingat Allah dalam (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain)………” (QS Al-Ankabut 29 : 45) Allah memberikan gelar kepada orang yang shalatnya tidak sesuai dengan sumpahnya sebagai shalatnya orang munafik. Islam dan Ihsan. Shalat merupakan bagian dari rukun Islam yang sangat penting untuk dikaji dan dilaksanakan oleh umat Islam. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Dan tidaklah mereka dzikrullah kecuali hanya sedikit sekali. maka kita sebenarnya sedang melakukan hubungan langsung dengan Allah. Pada saat inilah ruhani berserah diri dan lepas bebas dari pengaruh alam-alam. padahal dalam doa iftitah kita telah berikrar bahwa kita sedang menghadapkan wajah kita dengan wajah Allah. yang hanya kita kenal sebagai peristiwa luar biasa hebat yang pernah dialami Nabi Muhammad Saw dan menghasilkan perintah sebuah shalat. Kemudian dilanjutkan dengan penegasan bahwa “shalatku. yaitu Al Kitab dan dirikan shalat. Jika keadaan ini yang terjadi. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Kita juga tidak mungkin melakukan perbuatan yang melanggar tuntunan Allah. maka otomatis seluruh syaraf indra tidak menghantarkan impuls getaran dari panca indra. Kalau kita sudah mencapai kesadaran seperti ini.” (QS An Nisa‟ 4 : 142) Ketika melakukan shalat. Neuronneuron akal berhenti bergerak hingga menjadi Nurun „ala Nurin. Ketika kita melakukan shalat. Ketika seorang mengawali ibadah shalat dengan “Takbiratul Ihram” (Takbir Larangan).Keutamaan Sholat Dalam Islam SHOLAT SEBAGAI SARANA ORANG BERIMAN UNTUK MENEMUI ALLAH Dalam agama Islam. Kata “shalat” merupakan kata serapan dari bahasa Arab. terlepas dari belengu hawa nafsu karena panca indra menutup diri dari segala macam peristiwa di sekitarnya. Dalam shalat. bahwa “shalat itu adalah mi‟raj-nya orang-orang mukmin”. Yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah. Mungkin bagi kita yang awam agak canggung dengan istilah mi‟raj. Hal ini terjadi dikarenakan kita tidak mengetahui bagaimana cara melakukan Takbiratul Ihram dengan baik. yang artinya hubungan. Kemudian setelah kita telah bertawajuh kepada Allah maka barulah kita dapat berserah diri secara kafah. suarasuara ghaib.

yaitu larangan untuk mendekati sesuatu (benda) atau perbuatan. bahwa banyak orang shalat akan tetapi kesadarannya telah terseret keluar dari keadaan shalat itu sendiri. yaitu untuk mengingat Allah. “maka celakalah orang yang shalat”.”. Nahyi (larangan) juga ditujukan kepada para mushalilin agar tidak melakukan shalat jika masih belum sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Sang Khaliq. (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Shalat yang hanya komat-kamit inilah yang banyak dilakukan selama ini. yaitu bergerser niatnya bukan lagi karena Allah. dan berkeyakinan bahwa manusia tidak mungkin bertemu dengan Allah di dunia. “Janganlah engkau dekati perbuatan-perbuatan keji.” (QS Al-Ma‟un 107 : 4-6) Pada ayat kelima firman Allah tersebut. Atau. (QS Thaha 20 : 14) “……. Shalat yang demikian adalah shalat yang shahun. karena perintah shalat adalah hasil perjalanan beliau ketika berjumpa dengan Allah di Shidratul Muntaha? Mungkinkah kita bisa melakukan seperti yang dilakukan Rasulullah Saw melalui shalat? Apakah kita bisa bertemu dengan Allah ketika shalat? Begitu mudahkah bertemu dengan Allah? Atau jika jawabannya tidak. Allah telah mengingatkan hal ini. “…. bukan sekedar membungkuk bersujud dan komat-kamit tiada sadar dengan yang ia lakukan. mengapa kita diperintahkan untuk shalat? Adakah rahasia dibalik shalat?. Allah juga memberikan pujian kepada orang-orang mukmin yang khusyu‟ dalam shalatnya. Jika tetap dilakukan maka Allah akan murka. Coba kita renungkan. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. didahului oleh kalimat Alladzina (isim mausul) sebagai kata sambung untuk menerangkan kalimat sebelumnya yaitu saahun (orang yang lalai). bagi orang yang dalam shalatnya tidak menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhannya sehingga pikirannya melayang liar tanpa kendali.” (QS Al An‟am 6 : 151) serta “Laa taqrabuz zina. (QS Al A‟raaf 7 : 205) Inilah rangkaian ayat yang menunjukkan kepada masalah kedalaman ibadah shalat. “…Janganlah engkau mendekati shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk (tidak sadar)…. Sebagian ulama menggap haram hukumnya jika orang mendekati shalat dalam keadaan tidak sadar.. Keadaan tersebut bertentangan dengan firman Allah yang menghendaki shalat sebagai jalan untuk mengingat Allah. (QS An Nisa 4 : 43) Kalimat laa taqrabu (janganlah kamu mendekati) mempunyai kandungan maksud bahwa kita dilarang mendekati shalat. “Janganlah engkau mendekati zina..” (Al Mukminun 23 : 1-2) . Misteri ini hampir tak terpecahkan. yaitu tercegah dari perbuatan keji dan ingkar. Bentuk nahyi (larangan) pada ayat-ayat di atas seperti kata laa taqrabuush shalata (jangan engkau mendekati shalat) dan laa taqrabaa hadzihisy syajarata (jangan kalian mendekati pohon ini) mempunyai sifat yang sama. karena kebanyakan orang menanggapi hadits tersebut dengan sikap apriori. yaitu. dan orangorang yang berbuat riya. “…maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku…”. Dilain pihak ada peshalat yang telah mengerahkan segenap daya untuk mencapai khusyu‟.Maka celakalah orang-orang yang shalat. “jangalah engkau dekati pohon ini. yang ditunjukkan dengan perkataan yang sangat buruk.Rasulullah Saw. Walaa taqrabuu maalal yatiimi.” (QS Al Isra‟ 17 : 32 ). Hal ini dikaitkan dengan kalimat larangan yang juga menggunakan kata laa taqrabu seperti dalam firman Allah. Celakalah baginya karena dasar perbuatan shalatnya telah bergeser dari “karena Allah” menjadi karena ingin dipuji oleh orang lain (riya)”. “Sungguh beruntunglah mereka yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu‟ dalam shalatnya. sehingga sampai sekarang banyak yang tak mampu mencerminkan watak mushallin yang sebenarnya. kebanyakan orang tak mau pusing mengenai hakikat shalat atau bahkan hanya menganggap shalat sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan tanpa harus memikirkan fungsi dan tujuannya. Dan itu merupakan syarat mutlak dari Allah. “laa taqraba hadzihisy syajarah. akan tetapi tetap saja pikiran masih menerawang tidak karuan sehingga tanpa kita sadari sudah keluar dari “kesadaran shalat”. dan janganlah kamu dekati harta anak yatim… (An An‟am 6 ayat : 152). untuk mendekati saja kita dilarang. Akibatnya. apa lagi untuk melakukannya.” (QS Al Baqarah 2 : 35) dan “laa taqrabul fawaahisya….

” (QS Al Baqarah 2 : 45-46) Pada ayat pertama tersebut. maka perjalanan rohani kita berhenti atau terlena ke dalam ilusi pikiran. merasakan ketenangan. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis. (QS Al Anfaal 8 : 2) Pengertian khusyu‟ ialah lunak dan tawadhu‟ qalbunya.Sungguh amat jelas dalam nash tersebut. (yaitu) orang-orang yang meyakini. yaitu : “Dan ceritakan (kisah) Idris di dalam Al-Quran. bahwa shalat itu memang sangat sulit dan berat. dan bahwa mereka kembali kepada-Nya. dan mereka bertambah khusyu” (QS Al Isra‟ 17 : 107 – 109) “Ilmu” yang dimaksud ayat di atas adalah ilmu khusyu. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. Ayat di atas sekaligus merupakan petunjuk atas tanda iman yang keluar dari qalbu orang-orang yang dimaksud pada ayat-ayat tersebut. Dalam Al Qur‟an Allah juga telah menunjukkan jalan bagi yang ingin mendapatkan kekhusyu‟an. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat. padahal pertemuan dengan Allah yang disebutkan di atas terjadi pada waktu sekarang atau sedang berlangsung. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. kecuali bagi orang yang khusyu‟. jika ayat-ayat Allah dibacakan. kecuali bagi orang-orang yang khusyu‟. bahwa mereka akan menemui Tuhannya. Jika ilmu tersebut ada dalam qalbu manusia maka akan bergetar qalbunya. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila mengingat Allah gemetarlah qalbu mereka…”. dan dari keturunan Ibrahim dan Israil. Pendapat ini tidak sesuai dengan kata yang tercantum dalam ayat tersebut. Raajiuun adalah bentuk jama‟ dari kata raaji (orang yang kembali). fi‟il madhi). pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. yaitu para nabi dari keturunan Adam. Pada ayat berikutnya terdapat kata alladzina yazhunnuuna annahum mulaaquu rabbihim wa annahum ilaihi raajiun. (QS Maryam 19 : 56-59) Begitulah Al-Quran menyebutkan penyebab dicabutnya ilmu khusyu‟. Al Quran mengisahkan sebuah zaman yang hampir sama kejadiannya seperti zaman kita. Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya. sedang yarji‟u (sedang kembali. yaitu karena memperturutkan hawa nafsu dan melalaikan shalatnya. bahwa subjek itu melakukan sesuatu pada saat sekarang atau sedang berlangsung. bahwa khusyu‟ merupakan suatu hal yang sangat penting. fiil mudhori‟) dan raaji‟ (orang yang kembali. untuk menjelaskan bahwa orang yang khusyu‟ adalah yang mempunyai kesadaran rohani (zhan) bahwa dirinya sedang bertemu dengan Tuhannya dan dengan kesadarannya itulah mereka kembali kepada-Nya (berserah diri). mereka pun menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata “Maha Suci Tuhan kami. Kata raaji-unn berasal dari kata raja‟a (telah kembali. Jika tidak memahami kesadaran bahwa hanya kepada-Nya roh itu kembali. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Allah merespons orang-orang mukmin yang khusyu‟ di dalam peribadatannya. sungguh janji Tuhan kami pasti dipenuh”‟. keintiman dan kecintaannya kepada Allah. sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. apabila Al Qur‟an dibacakan kepada mereka. Penggunaan isim fail (pelaku atau subjek) pada ayat tersebut menegaskan. di . “Maka datanglah sesudah mereka.adalah orang yang (sedang) meyakini atau menyadari bertemu dengan Tuhannya dan kepada-Nya mereka kembali. Akibatnya pengalaman liqa‟ Allah itu tidak ada. dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh. “Katakanlah : “Berimanlah kamu kepada-Nya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. karena didahului kata yadzhunna (adalah bentuk fiil mudhori‟). Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis. Selanjutnya apa yang menjadi penyebab hilangnya ilmu khusyu‟ pada zaman kini. Allah memberikan penjelasan terhadap kita. kerinduan. tersungkur atas muka mereka seraya menangis dan mereka bertambah khusyu‟. Sebab pada kalimat alladzina yazhununa annahum mulaaquu rabbihim wa annahum ilaihi raajiunn. Ada sebagian menterjemahkan bahwa “bertemu Allah” hanya di akhirat kelak. isim fail). dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.

“Apabila kalian melaksanakan shalat maka janganlah terburu-buru dan datangilah shalat tersebut dengan tenang dan penuh hormat. shalat dengan kami. (QS Al Hijr 1: 99) “Ingatlah kematian di dalam sholatmu. maka Allah mengalihkan pandangan-Nya dari hamba itu. (HR Ath Thabrani) “Jika engkau telah berdiri di dalam sholatmu. beliau bediri tegak sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa. Kemudian Rasulullah Shallallhu „Alaihi wa Sallam. sujud dan duduk antara dua sujud dalam shalatnya. yaitu orang-orang yang khusyu‟ dalam shalatnya.” (HR Bukhari) Tentang lamanya waktu tuma‟ninah kadang Rasulullah Saw melaksanakannya cukup lama. (HR Bukhari dan Muslim) Cara untuk memasuki shalat yang khusyu‟ dapat di lakukan dengan langkah-langkah berikut ini : . Karena sesungguhnya seseorang jika mengingat kematian di dalam sholatnya.” (HR. tidak ada Tuhan selain Aku. Dan lakukanlah sholat sebagaimana sholat seseorang yang tidak pernah mengira bahwa dia akan dapat melakukan selain sholat yang dilakukannya itu “. Lalu ditanya oleh beliau. “Sesungguhnya Anas pernah berkata : Sungguh aku tidak kuasa shalat dengan kamu sebagaimana aku pernah melihat Rasulullah Saw. Maka bagi orang yang mengartikan bahwa kembali atau bertemu dengan Allah yang dimaksud adalah nanti di akhirat saja. maka lakukanlah sholat sebagaimana sholat seorang yang akan meninggalkan dunia “. dan apabila mengangkat kepalanya dari sujud. shalat dengan khusyu‟ dan tidak menoleh ke kanan atau ke kiri”. Al muyassarah jilid halam 79. 2003). dan ingin meninggalkan shalat bersamamu”. bukan bermakna “sangkaan” tetapi diartikan keyakinan berjumpa dengan Allah. Bukhari dan Muslim) “Aku shalat bersama Rasulullah pada suatu malam : Rasulullah senantiasa berdiri lama sehingga ada perasaan yang tidak baik dalam hatiku. menerangkan waktu zaman (jamanin) hadir au istiqbal yaitu peristiwa yang dilakukan saat sekarang dan akan datang atau kejadian itu sedang berlangsung. Niat tidak baik apakah yang kamu rasakan? Ketika engkau berdiri lama aku ingin cepat duduk. Sayyid Qutub memberikan penegasan bahwa penggunaan kata “dzan” pada kalimat alladzina yadzunnuuna annhum mulaquu rabbihim dan akar katanya. (HR Ahmad) “Dari Abu Hurairah : “Rasulullah Saw pernah menoleh ke kanan dan ke kiri dalam shalat. Jika hamba itu menoleh. beliau diam sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa.” (Al Hadits) Rasulullah Saw ketika melakukan shalat selalu dengan tuma‟ninah. niscaya dia akan bermaksud untuk memperbaiki sholatnya. (HR An Nasai) “Allah itu tanpa henti memperhatikan shalatnya hamba.dalam kitab Al qawaaidul „Arabiya. bukan nama-Ku akan tetapi kepada Wujud-Ku. yaitu sikap tenang atau diam sejenak sehingga beliau dapat menyempurnakan ruku‟. yaitu apabila mengangkat kepalanya dari ruku‟. Begitu jelas bahwa objek (persembahan) ketika shalat adalah Aku. sangatlah tidak masuk akal karena jika pendapatnya demikian akan muncul pertanyaan : jadi selama ini ketika kita shalat menghadap kepada siapa? Di manakah Allah saat kita sedang menyembah-Nya? Bagaimana dengan pernyataan Allah dalam surat Thaha 20 ayat 14 : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. selama hamba itu tidak menoleh. Hal itu disebutkan dalam beberapa ayat dan Hadits di bawah ini : “Maka sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yakin ( mati ) “. lalu Allah menurunkan firman-Nya : Sungguh beruntung mereka yang beriman. Salah satu bentuk khusyu‟ yang dapat dilihat secara syariat adalah shalat yang tak menengok ke kanan dan ke kiri. Arti ini dianggap yang lebih tepat. wa huwa fi‟lulu alladzi yadullu „ala hadatsin fi zamanin haadhir aumutaqbalin. maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingat aku. I‟tidal. karena banyak keterangan serupa terdapat di dalam Al Quran maupun dalam kaidah bahasa Arab pada umumnya (Abu Sangkan.

Heningkan pikiran dan usahakan tubuh anda rileks. Jangan mengucapkan pujian kepada Allah yang Maha Suci.” (QS An Nisa‟ 4 :103) . Jika hal ini terjadi seirama antara rohani dengan fisik anda. dan di waktu berbaring. bersujudlah serendahrendahnya. Bangkitkan kesadaran diri. subhana rabbiyal a‟la wabihamdih. dan aku bukan termasuk orang yang syirik. Setelah rukuk. 5. 7.1. Kemudian rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungan rasa itu kepada Allah (biasanya kalau sudah tersambung. Biarkan tubuh Anda bersujud. dan matiku hanya untuk Allah semata. Sadari bahwa anda akan memuja dan bersembah sujud kepada-Nya serendah-rendahnya. menyerahkan segala apa yang ada pada diri anda. dan mulailah perlahan-lahan membaca setiap ayat dengan tartil. Rasakan keadaan ini sampai rohani anda mengatakannya dengan sebenarnya. Agar getaran “Nur Iman” itu tidak tertutup lagi ingatlah Wujud Allah yang telah tersaksikan dalam shalat. Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat yang menarik rohani kita meluncur ke Cahaya-Nya. Selanjutnya lakukanlah shalat seperti di atas dengan perlahan-lahan dan tuma‟ninah di setiap gerakan. anda berdiri kembali perlahan sambil terus menyaksikan Nur Allah dan Nur Muhammad sambil mengucapkan pujian kepada-Nya Yang Maha Mendengar. sebelum roh dan fisik anda bersatu dalam Cahaya Allah dan Cahaya Muhammad ketika sujud. Kemudian luruskan niat. sembari mengangkat tangan untuk mempertemukan jari-jari tangan dengan pasangannya. dalam setiap kesempatan. maka Nur Ilahi dan Nur Muhammad yang tersaksikan akan bertambah Cemerlang dan meliputi diri kita sehingga bertambah kuat pula kekhusyu‟an shalat kita. ibadahku. Tak perlu mengkonsentrasikan pikiran karena anda akan merasakan pusing dan lelah. menjadi lebih tunduk dan ringan. “Nur Shalah” itu akan bertambah besar dan merupakan tempat persinggahan jiwa untuk mengisi getaran “Nur Iman” yang diperoleh dari shalat dengan khusyu‟. kami bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan bumi. Rasakanlah kehadiran Nur Ilahi dan Nur Muhammad yang masih menyelimuti jiwa anda. 8. tiba-tiba beliau bertanya : “Adakah orang asing dianatara kamu. sepenuh barang yang Engkau kehendaki). ingatlah Allah di waktu berdiri. 4. Biasanya terasa sekali bersatunya rohani dengan Nur Allah dan Nur Muhammad ketika memuji Allah dan akan berpengaruh kepada fisik. Pastikan bahwa roh anda tetap melihat Nur Ilahi dan Nur Muhammad Yang Maha Agung. bahwa anda sedang berhadapan dengan Allah. di waktu duduk. Saksikan dan nikmati Nur Ilahi dan Nur Muhammad yang terlihat oleh mata Qalbu. Anda akan merasakan getaran “Nur shalah” (Cahaya Penghubung) kapan saja. rasakan sujud anda agak lama. sesungguhnya aku menghadap wajah ku kepada Wajah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Kemudian apabila kamu telah merasakan tenang. Sempurnakan kesadaran “Nur shalah” anda sampai salam. Dan ketika tiba waktu shalat. maka getaran Nur Ilahi dan Nur Muhammad akan bergerak menuntun fisik anda. sehingga suasananya menjadi sangat indah dan damai. samiallahu liman hamidah. dan setelah itu menyerahlah secara total dalam “Lautan Cahaya-Nya”. pastikan anda masih tetap melihat Nur Ilahi dan Nur Muhammad saat membaca ayat-ayat-Nya. Jika anda melakukannya dengan benar. kemudian beliau memerintahkan pintu dututup dan bersabda : Angkatlah tangan kamu” (HR Al Hakim). 9. suasana sangat hening dan tenang terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik. 6. maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). pada saat itulah ucapkan takbir Allahu Akbar. Sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad Saw : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah. dan jangan sedikitpun rasa tersisa dalam diri untuk ingin dipuji. Rasakan kelurusan jiwa anda yang terus bergetar menuju Nur Allah dan Nur Muhammad. Sesungguhnya shalatku. 3. biarkan badan anda membungkuk. “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu. yaitu tujuh lubang inderawi dikepala. kemudian setelah kedua tangan diturunkan ucapan : Rabbana lakal hamdu millussamawati wamil ul ardhi wamil uma syita min syai in ba‟du (Ya Allah. 2. hidupku. Kemudian secara perlahan dengan tetap melihat Nur Allah dan Nur Muhammad. kemudian secara perlahan-lahan bacalah dengan penuh perasaan hormat subhaana rabbiyal adiimi wabihamdihi. Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orangorang yang beriman. yang menyebabkan pikiran tidak liar). Getaran jiwa inilah yang kemudian memendar menjadi Nur yang menyambungkan kepada Allah (Nur Shalah). dengan selurus-lurusnya. Kemudian lakukanlah rukuk.

Ibadah Seorang Budak Ibadah karena takut siksaan Allah. imannya tidak akan bertambah atau berkurang. sepatutnya mereka beribadah tanpa mengharapkan imbalan (ibadah pedagang) atau karena takut akan siksanya (ibadah budak).tiqad bahwa bagi alam ini ada kekuasaan yang akal tak dapat mengetahui hakikatnya". ia menjawab: Berdasarkan hitungan ia telah membaca seribu kali." Karena rasa syukur hamba kepada sang pencipta dengan segala yang telah diberikan oleh-Nya. Dibawanya tasbih kemana-mana. Ia melakukan ibadah jika disuruh serta di sertai ancaman dan merasa amalannya bukan untuk dirinya. tunduk. ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis. Sedangkan menurut terminologis ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai allah azza wa jalla.ٌعبد‬yang artinya melayani patuh. Ketika ditanya apakah jika pintu akhirat dibukakan.HAKEKAT IBADAH Ibadah adalah hakikat dan tujuan penciptaan jin dan manusia. Ketika ditanya. yang zhahir maupun yang bathin. diputar sambil komat-kamit hingga berhenti pada hitungan tertentu. engkau meridhai Allah selaku pembagi. Ibadah Karena Rasa Syukur Jika ditanya kepada mereka : "Seandainya tidak ada surga atau neraka apakah tetap akan beribadah?" Mereka menjawab dengan mantap: "Ya. ialah engkau meridhoi Allah selaku pengendali urusan. pemberi penghalang (penahan). tetapi nilainya amat rendah. dan engkau meridhai Allah menjadi sembahan engkau dan pujaan (engkau sembah) َ ُ َ ُ ُ ْ َ ْ ْ َ َُ ْ ُ ُّ ُ ُ ُ ِ‫خضىع الس ْوح ًَيشِأِ عً اس ِتشِعازِ القلب بمحبت املعبىد وعظمته اعتقادا بان للعالم سلطا ها ال ًد ِزكه العقل حقيق َته‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ً ‫اصل العبادة ان جسض ى هلل مد بساومختازا. . apakah iman Imam Ali akan bertambah? Imam Ali menjawab. Ibadah semacam ini bukannya tidak diperbolehkan. selaku orang yang memilih. Ibadah Pedagang Ibadah karena mengharapkan sesuatu dari Allah SWT. 3. 56 (Ad-Dzariat : 56) ِ‫وما خلقت الجً وإلاوس الا ليعبدون‬ Artinya : “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”. sehingga ia pilih-pilih antara ibadah yang paling banyak mendapatkan keuntungan dan sibuk menghitung amalan-amalan ibadahnya. maka ia telah mendapatkan pahala sebanyak sepuluh ribu. lantaran beri. Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa arab yaitu ‫-عبادة‬ ‫ عبد. Dalam Q.S. Adapun seorang arif juga mengatakan bahwa hakikat ibadah yaitu : “ pokok ibadah itu. ibadah itu terdapat hakikatnya. وجسض ى عىه قاسما ومعطيا وماوعا وجسضاه ِالها ومعبىدا‬ ِ Ditinjau dari jenisnya. kenapa berhenti berzikir. 2. baik berupa ucapan atau perbuatan. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah hanya kepadaNya. yaitu[3] : “ ketundukan jiwa yang timbul dari karena hati (jiwa) merasakan cinta akan Tuhan yang ma‟bud dan merasakan kebesaran-Nya. saya akan tetap beribadah. dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ibadah Menurut Imam Ali bin Abi Thalib [karamallahu wajhah] 1. Ia melakukan ibadah karena ingin mendapatkan keuntungan. segala hijab dibuka. jika sekali membaca diberi ganjaran sepuluh.

melainkan wilayah wahyu. 64) … ‫وما آجاكم السسىل فخروه وما نهاكم عىه فاهتهىا‬ Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah. tolong menolong dan lain sebagainya. karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid‟ah” . maka tinggalkanlah…( QS. Mandi hadats 6. atau jika ada yang menyebut nya. manfaat atau madharatnya. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul. Shalat 7. Shiyam ( Puasa ) 3. Haram kita melakukan ibadah ini selama tidak ada perintah. maka tidak boleh dilaksanakan. maka bid‟ahnya disebut bid‟ah hasanah. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: ‫وماازسلىا مً زسىل الا ليطاع باذن هللا …ِاليسأء‬ Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah…(QS. 4. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya. adalah : 1. Wudhu. Ibadah Ghairu Mahdah Ibadah ghairu mahdhah atau umum ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah. ibadah bentuk ini baik-buruknya. Azasnya “Manfaat”. Umrah 2. dakwah. tilawatul Quran. adzan. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah. Azasnya “taat”. ada 4: a. dan madharat. Ibadah Mahdhah Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. atau untung-ruginya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika. dzikir.1. dan apa yang dilarang. sedangkan dalam ibadahmahdhah disebut bid‟ah dhalalah. atau tidak. b. selama itu bermanfaat. c. melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari‟at. merugikan. karena bukan wilayah akal. c. d. maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat. segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid‟ah. Prinsip-prinsip dalam ibadah ini. Rumus Ibadah Mahdhah adalah = “KA + SS” (Karena Allah + Sesuai Syariat) 2. dapat ditentukan oleh akal atau logika. jadi merupakan otoritas wahyu. Rumus Ibadah Ghairu Mahdhah = “BB + KA” (Berbuat Baik + Karena Allah) . Bersifat rasional. dan ibadah mahdhah lainnya. b. 59: 7). keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak. akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebuthikmah tasyri‟. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diselenggarakan.Sunnah. Atas dasar ini. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. bukan untuk Allah. buruk. Shalat. baik dari al-Quran maupun al. d. maka boleh melakukan ibadah ini. tata cara dan perincian-perinciannya. misalnya ibadaha ghairu mahdhah ialah belajar. dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi. Tayammum 5. maka selama itu boleh dilakukan. Sehingga jika menurut logika sehat. yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Selama tidak diharamkan oleh Allah. tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba. Haji „Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip: a.

kemudian rukuklah dengan tumaknina(tenang).َل صَلة لِمنْ لَم ٌَقر ْأ بأُم‬ ِ ِ ِ‫ُ ه‬ َ َ َ َ َ ِّ ِ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ِ ََ ُ َ َ ‫اَ ْلقُرْ آن .صلُّوا كما رأَ ٌْتمُون‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ‫ُ ه‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُّ‫أُصلًِّ . Aku solat bersama nabi SAW beliau salam kekanan mengucapkan ‫اَلسهَلم علٌَكم‬ ُْ ْ َ َ ‫ ورحْ مة َهللا و َبركاته‬dan kekiri mengucapkan ‫اَلسهَلم علَ ٌْكم ورحْ مة َهللا و َبركاته‬ ُ ُ َ َ َ ِ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ُ َ َ َ ِ‫َ َ ُ ْ َ َ َ ُ ه‬ ‫وعنْ ع َبادة بْن اَلصهامت . Maka di dalam kata shalat tersirat suatu dinamika atau suatu proses perjalanan yang sifatnya menaik („uruj).قال: .أَنه اَل هنبًه . ثم اِرْ فعْ ح هتى‬ ِ َ َ َ ‫َ ًِ ُه‬ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ‫َ ًِ ُه‬ َ ْ َ ْ ‫َ ً ُه‬ ‫ُه‬ ‫َتطمئِنه جالِسا . Makna spiritual dari kata shalat mencerminkan suatu proses “pengorbitan” setiap ciptaan Allah.رضً هللا عنه . yakni suatu perangkat ibadah yang dapat menaikkan derajat si mu‟min menjadi lebih dekat kepada Rabb-nya. S. ثم اِسْ َتقبل اَ ْلق ْبلَة . Serangkaian kalimah takbir yang diucapkan dalam ibadah shalat menunjukkan suatu proses kenaikan (mi‟raj) bertahap.‫صحٌِح‬ ٍ َ Dari wail bin hujer berkata.صلى هللا علٌه وسلم . kemudian bacalah surat al-quran yang mudah bagimu. ثم اِرْ فعْ ح هتى َتعْ َتدل‬ َ ِ َ َ ‫َ ًِ ُه‬ َ ْ َ َ ‫ِ ُه‬ َ ََ َ َ َ ْ ‫ُه‬ ‫ُه‬ ‫قائمًا . lakukan hal tersebut untuk solatmu selanjutnya " :ِ‫وعنْ وائِل بْن حُجْ ر . dan secara eksplisit bentuk ibadah shalat yang dicontohkan Nabi Saw mengisyaratkan adanya suatu perubahan bertahap dari suatu state ke state yang lain secara tertib.إِذا قُمْت إِلَى اَلصهَلة فأَسْ بغ اَ ْلوُ ضُوء‬ َ َ َ ِ ِ َ ِِ َ ِ َ ََ َ ِ ِ ِْ ‫. makna mi‟raj dalam hadits tersebut dihubungkan dengan “tangga” spiritual. ثم اِرْ فعْ ح هتى َتطمئِنه جالِسا . Istilah shalat melampaui dari sekedar sebuah nama suatu ibadah mahdlah terpenting di dalam agama Islam. kemudian duduklah dengan tumak nina. ثم ِافعل ذلِك فًِ صَلتك كلِّها‬ َ ُ َ ِ ََ َ َ ْ َْ ‫َ ًِ ُه‬ َ ْ َ ْ َ ْ ‫َ ً ُه‬ jika kamu berdiri melakukan solat maka sempurnakan wudhu. kemudian sujudlah dengan tumaknina.رواهُ اَ ْلبُخاري‬ ََ َ ِ َ Solat lah sebagai mana kamu melihatku solat َ ُ ََ َ ‫عنْ أَبً هُرٌْرة . Rasulullah Muhammad Saw bersabda bahwa.HAKIKAT SHOLAT Dalam sebuah hadits. ثم ِاقر ْأ ما َت ٌَسهر معك مِنْ اَ ْلقُرْ آن . kemudian berdiri tegak(iktidal). ini diisyaratkan oleh Al-Qur‟an Surat An-Nuur [24] : 41.رواهُ أَبُو دَ اوُ د بس َند‬ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ‫َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ُ ه‬ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ‫َ َ ُ ْ َ َ َ ُ ه‬ . فكبِّرْ . ثم اُسْ جُد ح هتى َتطمئِنه ساجدا .رضً هللا عنه . kemudian bersujud kembali dengan tumaknina. dan burung dengan mengembangkan sayapnya.menghadap kiblat kemudian bertakbirlah.صلهٌْت مع اَل هنبًِّ .صلى هللا علٌه وسلم . “Shalat adalah mi‟raj-nya mu‟minin.قال: قال رسُول َهللا . Secara umum.قال: قال رسُول َهللا .صلى هللا علٌه وسلم . Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang mereka kerjakan. secara spesifik terhadap poros dari suatu amr Allah Swt . ثم اِرْ كعْ ح هتى َتطمئِنه راكعا . ثم اُسْ جُد ح هتى َتطمئِنه ساجدا .رضً هللا عنه . Sungguh setiap sesuatu mengetahui cara shalatnya dan cara tasbihnya masing-masing. “Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya bertasbih kepada Allah siapa pun yang ada di petala langit dan bumi. An-Nuur [24] : 41) Cara sholat menurut rasullah ُ َ ََ ًِ‫وعنْ مالِكِ بْن الحُوٌْرث .رضً هللا عنه . ثم اُسْ جُد ح هتى َتطمئِنه ساجدا .فكان ٌسلِّم عنْ ٌَمٌِنه‬ ِ َ ُ َ ُ َ ََ َ َ ٍ ِ َ َ ُ َ ِ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ‫اَلسهَلم علَ ٌْكم ورحْ مة َهللا و َبركاته " وعنْ شِ مالِهِ: " اَلسهَلم علَ ٌْكم ورحْ مة َهللا و َبركاته .م هتفق ع َل ٌْه‬ ِ َ ٌ َ ُ ِ Tidak termasuk solat bagi seseorang yang tidak membaca ummul quran .قال: .” (Q.صلى هللا علٌه وسلم .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful