Contoh Makalah Ekonomi Manajerial

EKONOMI MANAJERIAL

Optimasi Ekonomi Tanpa Kendala

MODUL 2

Oleh : Ir. Sahibul Munir, SE., MSi.

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM KELAS KARYAWAN

UNIVERSITASMERCU BUANA

......Si EKONOMI MANAJERIAL . Sebagai contoh...2007/2008 Menggambarkan Hubungan Ekonomi Untuk menggambarkan hubungan ekonomi... misalnya hubungan antara hasil penjualan (Total Revenue... rata-rata dan marjinal adalah penting dalam analisis optimasi........... maka tabel dan grafik sudah cukup untuk menggambarkan hubungan tersebut harus menggunakan persamaan matematis........ Jika bentuk hubungan ekonomi tersebut sederhana.... dan Marjinal Konsep hubungan antara ukuran total....... TR) dengan jumlah output (Q) yang dijual dapat disajikan dalam bentuk persamaan (fungsi) sebagai berikut : TR = 100Q – 10Q2 .. Penggambaran hubungan ekonomis dengan persamaan matematis juga sangat berguna dalam menentukan solusi optimal dari suatu masalah.. Sahibul Munir SE.... baik itu menyangkut tentang penerimaan. kita perlu mempelajari hubungan antara Pusat Pengembangan Bahan Ajar ... Hubungan ini pada dasarnya sama.... dapat disajikan dalam bentuk persamaan tabel atau grafik. (1) Dengan mensubstitusikan berbagai nilai hipotetis dari jumlah output (Q) barang yang terjual ke persamaan (1) diatas..... Skedul Penerimaan Total Perusahaan Q 0 1 2 3 4 100Q – 10Q2 100 (0) – 10 (0)2 100 (1) – 10 (1)2 100 (2) – 10 (2)2 100 (3) – 10 (3)2 100 (4) – 10 (4) 2 Penerimaan Total (TR) $0 $ 90 $ 160 $ 210 $ 240 Hubungan Total... akan diperoleh skedul (daftar) hasil penjualan total (Total Revenue) yang diterima oleh perusahaan sebagai berikut : Tabel 1. Rata-Rata. M..... produksi biaya maupun laba....UMB Ir. Dalam menganalisis bagaimana cara suatu perusahaan memaksimalkan keuntungannya.

dan biaya marjinal bersama-sama dengan konsep penerimaan (revenue). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Biaya Rata-Rata (Average Cost) Biaya rata-rata (Average Cost) : adalah jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan 1 (satu) unit output (Q). TVC). Biaya Total.biaya total. maka biaya rata-rata juga dapat Q dibedakan menjadi biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost). Average Cost (AC) = TC . M. TC = TFC + TVC TFC : Biaya produksi yang jumlah tetap (tidak berubah) berapapun jumlah output yang diproduksi. TFC) dan Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost. TC) : seluruh biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam memproduksi sejumlah output. TVC : Biaya produksi yang jumlahnya berubah-ubah sesuai / mengikuti perubahan jumlah output. sebagaimana biaya total.UMB Ir. Average Fixed Cost (AFC) : adalah biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap unit output yang diproduksinya. dan biaya variabel rata-rata (Average Variabel Cost). Rata-Rata dan Marjinal Biaya Total (Total Cost. biaya rata-rata.Si EKONOMI MANAJERIAL . AC = F T C F Q Average Variable Cost (AVC) : adalah biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap unit output yang diproduksinya. Biaya total yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan terdiri dari : Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost. Sahibul Munir SE.

Si EKONOMI MANAJERIAL . Marjinal suatu Perusahaan Kuantitas (Q) 0 1 2 3 4 5 Biaya Total (TC) $ 20 140 160 180 240 480 Biaya Rata-Rata (AC) $ 140 80 60 60 96 Biaya Marjinal (MC) $ 120 20 20 60 240 Fungsi Dan Diferensiasi Fungsi : suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan antara suatu variabel dengan satu atau beberapa variabel yang lain. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . M.UMB Ir. akibat adanya tambahan output yang diproduksi sebanyak 1 (satu) unit. MC = ∆TC ∆Q Tabel Biaya Total. Rata-Rata.AC V TC V = Q Karena TC = TFC + TVC. maka : AC = AFC + AVC Biaya Marginal (Marginal Cost) Marginal Cost (MC) : adalah tambahan biaya dikeluarkan oleh perusahaan. Sahibul Munir SE.

• Variabel tidak bebas (dependent variable) : adalah variabel yang nilainya tergantung (dipengaruhi) oleh variabel lain. Tetapi keadaan ini sama sekali tidaklah mengurangi arti dari sebuah fungsi. yaitu variabel. Terminologi untuk turunan adalah : dy ∆y = lim it ∆x → 0 ∆x dx Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Namun demikian sebuah fungsi tidak harus mengandung sebuah konstanta. yaitu bagaimana variabel tidak bebas berubah sehubungan dengan suatu perubahan unit yang sangat kecil dalam variabel bebas. jadi mungkin sekali mengandung konstanta dan mungkin juga tidak.Si EKONOMI MANAJERIAL .7 x : Y = 8 – 4x + x2.Sebuah fungsi dibentuk oleh beberapa unsur. • Variabel bebas (independent variable) : adalah variabel yang nilainya tidak tergantung (tidak ditentukan) oleh variabel lain. Sahibul Munir SE. Notasi sebuah fungsi secara umum dinyatakan sebagai : Y = ƒ(x) Contoh kongkritnya : (1) Fungsi linear dan univariat atau dapat pula dinyatakan : Y = 5 + 0. atau (2) Fungsi non linear dan univariat ƒ(x) = 8 – 4x + x2 Turunan Turunan adalah mengukur tingkat perubahan seketika dari suatu fungsi. koefisien dan konstanta.7 x : ƒ(x) = 5 + 0. M.UMB Ir. Variabel pembentuk sebuah fungsi dapat dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel tidak bebas.

yaitu mencari perubah y berkenaan dengan suatu perubah x apabila perubahan x (∆x) mendekati nol. maka dy = y’ = 0 dx 2. Turunan dari penjumlahan (pengurangan) Jika y = u ± v. dx Aturan Diferensiasi (Rules of Differentiation) Diferensiasi : adalah proses penentuan turunan dari suatu fungsi. notasi turunan umumnya dinyatakan dengan y’ danƒ’(x). Turunan dari fungsi pangkat y = ax” dy = y’ = n a xn-1 dx contoh : y = 4x3. kita dapat mendiferensialkan berbagai macam bentuk fungsi dengan aturan sebagai berikut : 1. Turunan dari hasil kali suatu fungsi Jika y = u (x).v (x) maka : y' = dy du dv =u +v dx dx dx Atau y’ = u v ’ + v u ’ Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ir. maka : y' = dy du dv = ± dx dx dx 4.dy = turunan y berkenaan dengan x. Selain dy . M. Turunan dari fungsi y = C . Berdasarkan pengertian diatas.Si EKONOMI MANAJERIAL . dimana C = konstanta dy = y’ = 0 dx y = 10. nilainya sama dengan limit dari rasio ∆x / ∆y saat dx ∆x mendekati nol. dimana u dan v masing-masing fungsi dari x. maka y’ = 3(4)x3-1 = 12x2 3. Sahibul Munir SE.

Sahibul Munir SE. dimana u = g(x) dan v = h(x) maka : v u y' = = v v du dv −u dx dx v2 y' = v u ' − u v' v2 Contoh : y= y= y' = 5x 3 .Contoh : y = 3x4 (2x – 5) y’ = dy = 3x4(2) + (2x – 5). Turunan fungsi dari fungsi (fungsi berantai) Jika y = ƒ(u) dimana u = g(x) maka y' = dy dy du = +v dx du dx Contoh : y’ = y = (2x2 + 3)4 . M. Turunan dari hasil bagi suatu fungsi Jika y = u .UMB Ir. dimana u = 2x2 + 3 dy = 4(2 x 2 + 3) 3 (4 x) = 16 x(2 x 2 + 3) 3 dx Turunan Kedua Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Si EKONOMI MANAJERIAL .(12x3) dx y’ = 6x4 + 24x4 – 60x3 = 30x4 – 60x3 5. maka 4x + 3 dy (4 x + 3)(15 x 2 ) − 5 x 3 (4) = dx (4 x + 3) 2 60 x 3 + 45 x 2 − 20 x 3 40 x 3 + 45 x 3 = (4 x + 3) 2 (4 x + 3) 2 6.

Derivatif pertama dari fungsi total memberikan ukuran Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sedangkan syarat kedua yang mencukupi (sufficient condition) adalah turunan kedua harus negatif untuk maksimum relatif dan turunan kedua harus positif untuk minimum relatif. maka turunan dari fungsi tersebut pada titik tersebut sama dengan nol.d 2 y   dy  Turunan kedua  2  mengukur tingkat perubahan turunan pertama   atau  dx   dx  turunan kedua adalah turunan pertama dari turunan pertama. M. Untuk suatu maksimum relatif : dy d2y = 0 dan < 0 dx dx 2 Untuk suatu minimum relatif dy d2y : = 0 dan > 0 dx dx 2 Sebuah masalah dapat timbul ketika derivatif dipergunakan untuk menentukan maksimum dan minimum. • Syarat pertama dan penting (necessary condition) agar suatu fungsi mencapai maksimum atau minimum relatif adalah turunan pertama dari fungsi tersebut harus sama dengan nol. • Jika suatu fungsi tidak menaik juga tidak menurun.UMB Ir. Notasi turunan kedua dapat dinyatakan dengan ƒ” (x) dan y” Contoh : y = 2x4 + 5x3 + 3x2 dy = 8 x 3 + 15 x 2 + 6 x dx d2y = 24 x 2 + 30 x + 6 dx 2 Maksimasi dan Minimisasi Suatu Fungsi • Suatu fungsi untuk mencari suatu maksimum atau minimum relatif maka fungsi tersebut harus berada pada suatu dataran (yaitu tidak menaik juga tidak menurun pada titik tersebut.Si EKONOMI MANAJERIAL . Sahibul Munir SE.

$2.apakah fungsi tersebut menaik atau menurun di setiap titik. Derivatif kedua dari fungsi laba total tersebut adalah derivatif dari fungsi laba marginal ini. Contoh lain dapat memperjelas konsep ini. Sahibul Munir SE. Tetapi. Untuk dimaksimumkan atau diminimumkan. yaitu. yaitu positif jika minimal dan negatif jika maksimal. kemiringan kurva laba marginal. dalam kasus ini. Kita dapat menggunakan derivatif kedua untuk membedakan titik maksimal atau titik minimal. karena nilai marginal atau derivatif akan nol baik untuk nilai maksimum maupun nilai minimum dari sebuah fungsi. analisis lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan apakah nilai maksimum atau minimum yang ditentukan.400Q + $350Q2 .7 : d 2 π dMπ = = 2c − 6dQ dQ dQ 2 Sama seperti derivatif pertama mengukur kemiringan fungsi laba total. M.333Q3 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . maka derivatif pertama mendefinisikan fungsi laba marginal sebagai : dπ = Mπ = −b + 2cQ = 3dQ 2 dQ Menemukan Nilai Maksimum dan Minimum dari Sebuah Fungsi Derivatif kedua dari sebuah fungsi selalu negatif ketika mengevaluasi titik maksimum dan positif di titik minimum.Si EKONOMI MANAJERIAL . fungsi tersebut harus tidak menaik dan tidak pula menurun . Persamaan 2. derivatif kedua mengukur kemiringan derivatif pertama atau. Jika laba total ditetapkan dengan persamaan π = a – bQ + cQ2 = dQ3.000 .$8. Asumsikan bahwa fungsi laba total ditunjukan oleh persamaan berikut ini : Laba Total = π = -$3. kemiringan seperti diukur oleh derivatif pertama harus nol.UMB Ir.

UMB Ir. yang menunjukkan bahwa laba marginal menurun.Laba Marginal diketahui berdasarkan derivatif pertama dari fungsi laba total tersebut. laba total diminimumkan pada Q = 4 unit. Menggunakan Marginal untuk Memaksimumkan Selisih antara Dua Fungsi Pusat Pengembangan Bahan Ajar . yang menunjukkan bahwa laba marginal menaik. Dengan mengevaluasi derivatif kedua Q = 24 unit.9 : d 2 π dMπ = = $700 − $50Q dQ dQ 2 Misalnya. Derivatif kedua dari fungsi laba total ditentukan dengan mengambil derivatif dari fungsi laba marginal. M.10 dan karena itu merupakan laba maksimum atau minimum. Sahibul Munir SE. pada jumlah keluaran Q = 4 : d 2π = $700 − $50(4) = $500 dQ 2 Karena derivatif kedua ini positif.400 + $70Q − $5Q 2 = 0 dQ Jumlah keluaran sebesar 4 dan 24 unit memenuhi Persamaan 2. fungsi laba total tersebut mencapai maksimum pada tingkat output Q=24. Persamaan 2.Si EKONOMI MANAJERIAL . kita memperoleh : d 2π = $700 − $50(24) = $500 dQ 2 Karena derivatif kedua ini negatif pada Q = 24 unit. Evaluasi derivatif kedua dari fungsi laba total tersebut di setiap tingkat keluaran ini akan menunjukkan apakah turunan kedua itu minimum atau maksimum.400 + $700Q − $25Q = 0 dπ Laba total dapat dimaksimumkan atau diminimumkan di titik dimana derivatif pertama (laba marginal) adalah nol yaitu. 2 Laba Marginal dQ = −$2. dimana dπ = −$2.

derivatif pertama dari fungsi laba tersebut.5Q .02Q3 = .5Q .03) = $41.5Q2 + $0.UMB Ir.Contoh lain dari pentingnya konsep marginal dalam ekonomi manajerial diberikan oleh kesimpulan mikroekonomi yang penting dan terkenal bahwa penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) di titik maksimisasi laba. adalah : Mπ = dπ = $31. Karena jumlah keluaran negatif tidak mungkin. Derivatif kedua tersebut diketahui : d 2 π dMπ = = −$1.5Q .$1.2 − $0. Evaluasi terhadap derivatif kedua dari fungsi laba tersebut di Q = 15 akan menunjukkan apakah ini merupakan titik maksimisasi laba atau minimisasi laba.1Q2 .1Q2 = TC = $150 + $10Q .$150 + $10Q . dan laba berikut ini : Pendapatan Total Biaya Total Laba Total = TR = $41. Q1 merupakan tingkat keluaran yang tidak layak dan dapat ditolak.5Q2 + $0.TC = $41.Si EKONOMI MANAJERIAL . Sebuah contoh akan membantu menjelaskan penggunaan marginal ini.5 − $1.$0.02Q3 Laba marginal. kita memperoleh Q1 = -35 dan Q2 = +15. lalu menganalisis derivatif pertama dan kedua dari persamaan itu : π = TR . Pertimbangan fungsi pendapatan.06Q 2 dQ Dengan menetapkan laba marginal sama dengan nol dan menggunakan persamaan kuadrat untuk memecahkan kedua akar.$150 + $31. Sahibul Munir SE.12Q dQ dQ 2 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .6Q2 + $0.02Q2 = π = TR – TC Keluaran yang memaksimumkan laba dapat ditemukan dengan mensubstitusi fungsi pendapatan total dan fungsi biaya total ke dalam fungsi laba.2Q − $0.$0.5Q .$1.$0.1Q2 – ($150 + $10Q .$0.5Q2 + $0.$1. biaya. M.

2Q dQ dTC = $10 − Q + $0.06Q 2 dQ MC = Ditingkat keluaran yang memaksimumkan laba. kita memiliki : Mπ = MR − MC Karena maksimisasi setiap fungsi mengharuskan bahwa derivatif pertama harus sama dengan nol.Si EKONOMI MANAJERIAL . maksimisasi laba akan terjadi ketika : Mπ = MR − MC = 0 atau dimana MR = MC Dengan melanjutkan contoh menarik di atas. Sahibul Munir SE. derivatif dari fungsi laba total. Laba Mπ = dπ dTR dTC = − dQ dQ dQ Dengan diketahui bahwa dTR/dQ berdasarkan definisi merupakan ekspresi dari pendapatan marginal MR. Biaya Total. MR = $41. adalah : π = TR – TC.5 − $2. pendapatan marginal dan biaya marginal ditemukan dengan menghitung diferensial dari fungsi pendapatan total dan biaya total : MR = dTR = $41.5 − $2. jadi. MR = MC .UMB Ir.06Q 2 = MC Pusat Pengembangan Bahan Ajar .2Q = $10 − Q + $0.Pendapatan Total. dan Maksimisasi Laba Hubungan pendapatan marginal dan biaya marginal dengan maksimisasi laba dapat juga diperlihatkan dengan mempertimbangkan ekspresi laba umum marginal. M. dan dTR/dQ mewakili biaya marginal MC.

Bagian bawah Gambar ini memperlihatkan fungsi laba. optimisasi dalam kasus ini memerlukan analisis tentang bagaimana perubahan dalam setiap variabel independen mempengaruhi variabel Pusat Pengembangan Bahan Ajar .5 − $1.8 menyajikan grafik fungsi pendapatan. kita harus mengetahui pengaruh marginal dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen. berguna bagi kita untuk meneliti konsep optimisasi multivariat untuk persamaan-persamaan dengan tiga variabel atau lebih.Dengan menggabungkan bagian-bagian ini.06Q 2 = 0 yang merupakan ekspresi yang sama dengan yang diperoleh ketika derivatif pertama dari fungsi laba ditetapkan di nol. dimana keluaran dπ /dQ = 0 dan d2π /dQ2 < 0. Dengan kata lain.50 dan Mπ = 0. ditentukan oleh harga yang dikenakan. seperti dalam contoh di Q = -35 dalam masalah ini. Laba dimaksimumkan di Q = 15. Hal ini mengkonfirmasikan bahwa pendapatan margin sama dengan biaya marginal di tingkat keluaran di mana laba dimaksimumkan. dan MR = MC. Mencari akar dari persamaan ini (sekali lagi dengan menggunakan rumus kuadrat) menghasilkan Q1 = -35 dan Q2 = 15. Pertimbangan fungsi permintaan untuk sebuah produk dimana jumlah yang diminta. dan tingkat pengeluaran periklanan. nilai-nilai yang sama yang ditentukan sebelumnya. Q = f ( P. A) Ketika menganalisis hubungan multivariat. Gambar 2. Bagian atas dari grafik ini memperlihatkan fungsi pendapatan dan fungsi biaya. kita memperoleh : $31. Q. Optimisasi Multivariat Karena banyak hubungan ekonomi melibatkan lebih dari dua variabel. pada 15 unit keluaran. kemiringan kedua kurva sama. biaya dan laba. Sahibul Munir SE.11. A. Laba tidak pasti dimaksimumkan di setiap titik di mana MR = MC.UMB Ir. P. Fungsi seperti ini akan ditulis sebagai berikut. Untuk menyimpulkan contoh ini. M. dan keluaran yang memaksimumkan laba diperlihatkan sebesar 15 unit. Contoh ini juga mengilustrasikan bahwa walaupun MR harus sama dengan MC di tingkat kegiatan yang memaksimumkan laba.2Q − $0.Si EKONOMI MANAJERIAL . dimana MR = MC = $8. sebaiknya tidak berlaku. seperti dalam persamaan 2.

25 PA − 0.200 − 50 P + 39 A + 0.11.dependen. sambil mempertahankan pengaruh semua variabel independen lainnya tetap konstan.25 P − 0. terdapat dua variabel independen.1A 2 2. Sahibul Munir SE. kecuali variabel yang bersangkutan dimana derivatif tersebut diambil.1A 2 dan derivatif parsial dalam kaitannya dengan A adalah : 2.25A Dalam menetapkan turunan parsial dari Q dalam kaitannya dengan A.50 + 0.25 A) P − 0. kita dapat meneliti dua derivatif parsial : 1.200 − 50 P + 39 A + (0. M.25 A) P − 0.UMB Ir. sehingga kita dapat menulis : Q = 3. P diperlakukan sebagai sebuah konstanta. sehingga dua derivatif parsial dapat dievaluasi. Parsial dari Q dalam kaitannya dengan harga ∂Q / ∂P Parsial dari Q dalam kaitannya dengan pengeluaran periklanan = ∂Q / ∂A Peraturan untuk menetapkan derivatif parsial pada dasarnya sama dengan peraturan untuk derivatif sederhana. Derivatif parsial adalah konsep yang dipergunakan untuk analisis marginal seperti ini. variabel-variabel tersebut diperlakukan sebagai konstanta dalam proses perhitungan diferensial. Untuk menetapkan parsial dalam kaitannya dengan P. 2. derivatif parsial dari Q dalam kaitannya dengan P adalah : ∂Q = 0 − 50 + 0 + 0.12b ∂Q = 0 − 0 + 39 + 0.12a Karena A diperlakukan sebagai sebuah konstanta. Pertimbangan persamaan : Q = 3. Karena konsep derivatif parsial melibatkan asumsi bahwa semua variabel tidak berubah.Si EKONOMI MANAJERIAL . Dengan menggunakan fungsi permintaan dalam Persamaan 2. catat bahwa fungsi tersebut dapat ditulis ulang sebagai : Q = 3.25 A − 0 ∂P = .12 Dalam fungsi ini.2 A ∂A Pusat Pengembangan Bahan Ajar .200 − 50 P + 39 A + (0.1A 2 2. P dan A.

25(4) (200) – 0.25P – 0.2 A = 0 ∂A 50 = 200  substitusikan 0.25P = 1  P = 1 =4 0.25P – 0.25 (1) (2) 0.UMB Ir.2 < 0 ∂A 2 maksimum Q maksimum = 3200 – 50(4) + 39(200) + 0.25 P − 0.25A = 50  A = ke persamaan (2)  39 + 0. M.2(200) = 0  39 + 0.25P – 40 = 0  0.25 A = 0 ∂P ∂Q = 39 + 0.Si EKONOMI MANAJERIAL .= 39 + 0.1 (200) 2 = 7000 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .25 untuk melihat maximum/minimum : ∂ 2Q =0 ∂P 2 ∂ 2Q = −0.2A ∂Q ∂Q = 0 dan =0 ∂P ∂A ∂Q = −50 + 0. Sahibul Munir SE.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful